Seperti Ini Wujud Gua Tempat Persinggahan Ratu Laut Selatan



Sukabumi

Konon di balik tebing karang yang menjulur ke laut, tersimpan ruang kecil yang dianggap keramat oleh sebagian warga Sukabumi. Itulah tempat persinggahan sang Ratu Laut Selatan.

Matahari belum sepenuhnya naik ketika Edo Supriadi berjalan menyusuri bibir Pantai Karang Hawu yang berada di Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat.

Lelaki berusia 41 tahun itu membawa seikat bunga, dua batang dupa, dan segelas air mineral yang dibungkus kain mori putih. Langkahnya pelan, seperti sedang mengukur waktu dan diam-diam membaca tanda dari alam.


Menurut cerita turun-temurun, Nyi Roro Kidul sosok yang dikenal dalam legenda sebagai Ratu Laut Selatan diyakini pernah singgah. Keyakinan itu hidup kuat, bagi mereka yang percaya.

“Dari dulu saya sudah sering diajak orang tua ke sini. Dulu kalau ada hajat besar, orang-orang suka tirakat di sini. Katanya ini tempat singgah Ratu Laut Selatan.” ucap Edo membuka kisahnya, orang tua yang ia maksud adalah orang yang dia tuakan, seorang tokoh spiritual.

Gua itu dikenal sebagai Gua Keramat Karang Hawu, berada di balik batu besar di kaki tebing yang disebut Gunung Winarum. Lokasinya hanya bisa dicapai dengan menaiki jalan setapak dari sisi timur pantai.

Tak ada papan penunjuk arah. Tempat itu seolah hanya bisa ditemukan oleh mereka yang tahu atau dipanggil, bagi mereka yang percaya.

Di dalam gua, suasana sunyi menyelimuti. Udara dingin menempel di kulit. Sisa dupa dan sesajen berserak di lantai batu.

Gua Karang Hawu SukabumiGua Karang Hawu Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Sebuah kendi tua diletakkan di sudut, berisi air laut yang konon telah dibacakan doa. Di dinding gua, garis-garis basah mengalir perlahan seperti peluh batu yang menyimpan kisah lama.

Namun bukan hanya gua yang dikeramatkan. Di atas bukit karang itu, tepat di ujung tebing yang menghadap langsung ke laut, terdapat formasi batu yang disebut karang kursi.

Batu besar ini menyerupai singgasana. Bagi mereka yang percaya, di situlah Nyi Roro Kidul kerap “duduk” memandang cakrawala, terutama saat purnama merekah di atas laut selatan.

“Kalau yang benar-benar niat datang, kadang dapat mimpi. Katanya duduk di kursi batu itu, ngadep laut, terus tiba-tiba tahu jalan keluar dari masalahnya,” ujar Edo.

Purnama bukan hanya penanda waktu, tapi bagi sebagian orang menjadi jendela antara dunia manusia dan dunia gaib. Malam Jumat Kliwon, malam Suro, atau saat bulan penuh, kerap dianggap sebagai waktu ketika tirai antara alam terlihat dan tak terlihat menipis. Bagi mereka yang percaya, itu adalah saat yang sakral.

“Banyak yang percaya, kalau niatnya baik, datang ke sini bisa dapat petunjuk atau kemudahan. Tapi kalau sembarangan, bisa celaka,” kata Edo.

Ia mengaku pernah menyaksikan kejadian yang sulit dijelaskan. Seorang pengunjung datang tergesa-gesa, langsung naik ke atas tanpa ritual pembuka. Tak lama, orang itu jatuh tak sadarkan diri di depan karang kursi.

“Pernah ada yang kesurupan, atau tiba-tiba jatuh pingsan waktu naik ke atas bukit. Biasanya karena lupa izin atau tidak jaga sikap,” ujarnya.

Pantai Karang Hawu sendiri memang punya ciri unik. Namanya berasal dari bentuk karang besar yang menyerupai tungku atau hawu dalam bahasa Sunda. Namun bentuk dan nama itu hanya sebagian dari pesona. Yang lain adalah cerita dan keyakinan, yang diwariskan dari satu generasi ke generasi lain.

Edo bukanlah seorang juru kunci. Ia hanya warga biasa yang merasa terpanggil menjaga tempat ini agar tidak diabaikan begitu saja. Tidak untuk dipuja, tidak juga dijadikan tontonan.

“Saya cuma jaga. Supaya tempat ini enggak hilang, enggak dijadikan hiburan semata. Karena ini bukan tempat wisata biasa, ini tempat keramat,” ujarnya.

Dalam dunia yang makin rasional, tempat seperti Gua Karang Hawu dan karang kursinya berdiri sebagai pengingat, bahwa ada sisi lain dari tradisi yang hidup dalam diam. Tempat di mana mitos, budaya, dan keyakinan lokal bersatu, bagi mereka yang percaya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(sya/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Staycation Murah untuk Long Weekend Area Jabodetabek


Jakarta

Staycation kerap jadi pilihan warga Jabodetabek yang ingin liburan tanpa harus banyak melakukan perjalanan. Pilihan staycation biasanya punya banyak fasilitas dan pelayanan lengkap, serta tidak jauh dari destinasi wisata.

10 Rekomendasi Staycation Murah Area Jabodetabek

Staycation tentunya bisa dilakukan di hotel, resort, atau homestay dengan tarif menginap kurang dari Rp 300 ribu per malam. Berikut rekomendasinya dikutip dari situs traveling online.

1. VNC Alam Sutera Hotel Powered by Archipelago


Harga

Mulai dari Rp 241.233 per malam

Alamat

Gang Mawi, Pondok Jagung, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Hotel ini tidak jauh dari pusat kota Tangerang Selatan yang punya banyak pilihan kuliner. Lokasi hotel juga mudah dijangkau bagi pengunjung yang ingin piknik ke Jakarta atau kota lain di sekitarnya. Selain kamar nyaman, hotel ini menyediakan fasilitas lain misal kolam renang outdoor, parkir gratis, taman dan teras.

2. Le Paris Syariah Residence by AbdiHome

Harga

Mulai dari Rp 109.821 per malam

Alamat

Jl. Daan Mogot KM 23 Nomor 20, Tanah Tinggi, Tangerang.

Hotel ini cocok bagi pengunjung yang datang bersama anak, anggota keluarga lain, atau teman. Check ini tersedia 24 jam, sehingga pengunjung yang pulang malam usai piknik atau mulai menginap sangat pagi tak perlu khawatir. Pengunjung bisa langsung menikmati kamar yang bersih, nyaman, dan aman. Di sini juga tersedia WiFi gratis 24 jam sehingga pengunjung selalu terhubung dengan dunia luar setiap saat.

3. Homestay Helinium

Harga

Mulai dari Rp 288.288 per malam

Alamat

Jl. Danau Bogor Raya Blok Helinium Golf, Sukaraja, Jawa Barat.

Lokasi homestay tidak jauh dari destinasi wisata populer misal Gumati Waterpark dan Waterpark SKI, sehingga cocok bagi yang ingin menginap bersama keluarga. Pengunjung bisa mulai check in pukul 14.00 dan check out sebelum pukul 12.00. Homestay memastikan pengunjung merasa betah tinggal di kamar bersih, nyaman, dengan perlengkapan dan fasilitas lengkap. Bagi pengunjung yang ingin merokok disediakan lokasi khusus.

4. Ispi Hotel Cikarang Festival

Harga

Mulai dari Rp 260.890 per malam

Alamat

Cifest Cikarang, Jl. Raya Cikarang-Cibarusah, Sukaresmi, Cikarang Selatan, Jawa Barat.

Penginapan ini mendapat ulasan sangat baik dari para pengunjung. Kebanyakan memuji kebersihan dan layanan hotel dengan staf yang ramah dan profesional. Hotel menyediakan sarapan dengan harga Rp 75 ribu per orang pada pukul 06.00-10.00. Pengunjung yang ingin menginap bisa check in di pukul 14.00 dan check out sebelum jam 12.00. Jika ingin check in lebih cepat atau menginginkan fasilitas lain, pengunjung bisa menghubungi pihak hotel lebih dulu.

5. Lima Residence Tebet

Harga

Mulai dari Rp 219.479 per malam

Alamat

Jl. Tebet Timur Dalam VIII T Nomor 5, Jakarta.

Lokasi penginapan ini dekat spot wisata populer dan Instgramable Tebet Eco Park, sehingga cocok buat pengunjung yang ingin healing. Selain itu, ada beberapa restoran yang bisa dinikmati selama berkunjung. Pengunjung tak perlu mengkhawatirkan kebersihan dan kenyamanan, karena pengunjung kebanyakan memuji kondisi kamar seperti tertulis dalam ulasannya.

6. LeGreen Suite Slipi

Harga

Mulai dari Rp 274.400 per malam

Alamat

Jl. Pam Lama Nomor 2B, Pejompongan, Jakarta.

Dalam hasil ulasannya, kebanyakan pengunjung menyukai lokasi penginapan yang strategis sehingga mudah menuju destinasi pilihan di Jakarta. Sebelum berkunjung, jangan lupa untuk menghubungi pengelola penginapan lebih dulu untuk memastikan ketersediaan kamar. Pengelola juga bisa membersihkan dan menyiapkan perlengkapan bagi tamu yang akan menginap.

7. Villa Jatimas Hijau

Harga

Mulai dari Rp 174.532 per malam

Alamat

Jl. Raya Hankam Cisarua KM 82, Jogjogan, Puncak, Jawa Barat.

Penginapan ini adalah pilihan tepat untuk detikers yang datang sendiri atau bersama keluarga. Hawa sejuk, tenang, dan teduh sangat cocok untuk kamu yang ingin healing tanpa terganggu. Bagi yang bertujuan piknik dengan keluarga, penginapan ini tidak terlalu jauh dengan Taman Safari Indonesia. Sebagai tambahan, penginapan menyajikan view Gunung Gede yang sangat indah dan agung.

8. Hotel O Bogor (sebelumnya Ken Raudhah Inn)

Harga

Mulai dari Rp 169.141 per malam

Alamat

Jalan Raya Puncak – Cianjur KM 84, Cisarua, Puncak, Jawa Barat.

Memilih hotel ini adalah pilihan tepat bagi detikers yang ingin healing sendiri, bersama teman, atau keluarga. Fasilitas di sini sangat lengkap mulai dari hiburan, olahraga, dan aktivitas lainnya. Hotel ini tentunya dekat dengan destinasi wisata favorit Taman Safari Indonesia, Curug Cilember, atau Pasar Cisarua.

9. Resort Prima Cipayung Bogor

Harga

Mulai dari Rp 198.037 per malam

Alamat

Jl. Raya Puncak-Gadog KM 20, Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Cisarua, Jawa Barat

Staycation bersama keluarga atau orang-orang terdekat di resort ini memungkinkan kamu melihat pemandangan Cisarua yang cantik sambil healing. Kamu juga bisa berkunjung ke destinasi wisata populer dekat resort misal taman wisata Cimory, Curug Cilember, dan The Ranch. Tidak perli khawatir soal fasilitas dan pelayanan, karena di sini tersedia lengkap plus sarapan di pukul 06.00-10.00.

10. Bambo Inn Hotel & Cafe

Harga

Mulai dari Rp 258.328 per malam

Alamat

Jl. Kota Bambu Selatan Nomor 9 Slipi, Jakarta Barat.

Berlokasi tidak jauh dari pusat kota, pengunjung bisa segera istirahat setelah keliling Jakarta. Pengunjung juga bisa merencanakan perjalanan berikutnya dengan mudah. Hotel ini juga dekat dengan dua pusat perbelanjaan paling besar di Jakarta.

Sebelum berkunjung, detikers bisa update info tarif menginap dan ketersediaan layanan sebelum berkunjung. Selain tarif menginap, detikers bisa mempertimbangkan lokasi staycation dengan akses minim macet.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Yang Menarik dari Raja Ampat, ‘Surga’ Dunia yang Terancam Tambang Nikel


Waisai

Raja Ampat, sebuah kepulauan di Papua Barat Daya, Indonesia, tidak hanya dikenal sebagai surga bawah laut, tetapi juga sebagai simbol penting dari keanekaragaman hayati dunia.

Pesona Raja Ampat sudah tak perlu diragukan lagi, keindahannya membuat wisatawan dari manapun rela menempuh waktu lama untuk menikmati keindahan serpihan surga kecil itu. Namun kini di balik keindahannya, Raja Ampat menghadapi tantangan besar yang berkaitan dengan isu-isu lingkungan, terlebih pengerukan untuk tambang nikel.

Dengan adanya tambang tersebut, lamat-laun keindahan Raja Ampat sangatlah mungkin tercemar bahkan hilang pesonanya. Tapi buat traveler yang masih penasaran seberapa indah pesona Raja Ampat, berikut detikTravel spil fakta-fakta menariknya.


1. Keragaman Pesona Hayati

Raja Ampat memiliki lebih dari 1.500 spesies ikan dan 600 spesies terumbu karang, sekitar 75% dari total spesies di dunia yang menjadikannya wilayah dengan biodiversitas laut tertinggi di dunia.

Di perairan Raja Ampat juga punya 6 dari7 jenis penyu yang terancam punya dan terdapat 17 spesies hewan mamalia laut.

2. Tujuan Diving Favorit

Wisatawan dari penjuru dunia manapun telah menetapkan keindahan alam bawah laut Raja Ampat ini sebagai destinasi terbaik untuk diving. Bukan tanpa alasan, selain ekosistem bawah laut yang terjaga, tentunya karena air lautnya yang jernih membuat pandangan tak terhalang.

Salah satu spotnya adalah Cape Kri, area tersebut mendapatkan rekor dunia dengan jumlah spesies ikan paling banyak dalam satu kali penyelaman. Adapun spot Manta Sandy, yang jadi spot untuk bertemu ikan pari manta.

Gisella Anastasia di Raja AmpatGisella Anastasia di Raja Ampat. (Gisella Anastasia/Instagram)

3. Pesona Darat Raja Ampat

Tak kalah menariknya, di darat, Raja Ampat menjadi habitat bagi burung-burung eksotis yang menawan. Mulai dari cendrawasih, nuri, kakaktua hingga maleo. Adapun mamalia lainnya seperti kuskus dan juga kanguru pohon.

Belum lagi ekosistem flora di Raja Ampat juga tak kalah menakjubkannya. Sehingga ekosistem Raja Ampat ini begitu menarik untuk dinikmati traveler saat berkunjung ke wilaya tersebut.

4. Punya 4 Pulau Utama dari Ribuan Pulau

Raja Ampat adalah wilayah kepualan yang kurang lebihnya memiliki 1.800 pulau. Dari banyaknya pulau tersebut, yang menjadi favorit kunjungan wisatawan berada di empat pulau besar di sana: Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Salah satu contoh destinasi menarik di tiap pulau itu, misalnya, di Pulau Waigeo ada hutan hutan tropis yang jadi rumah untuk burung cendarawasih, lalu di Pulau Misool yang ada destinasi favorit bernama Danau Lenmakana.

Adapun di Pulau Salawati merupakan pulau yang lebih sepi daripada Waigeo dan Misool, sehingga wisatawan yang ingin lebih tenang bisa berada di pulau ini. Dan terakhir, Pulau Batanta punya spot menarik yakni sebagai rumah dari puluhan jenis anggrek yang mengagumkan.

5. Legenda Nama Raja Ampat

Raja Ampat punya arti raja empat, yang ceritanya ada empat raja di kawasan tersebut. Kisahnya menceritakan sepasang suami-istri menemukan enam telur naga dan lima dari enam telur itu menetaskan manusia, empat laki-laki dan satunya perempuan.

Dalam ceritanya anak perempuan itu dibunuh oleh keempat anak laki-laki tersebut dan kemudian keempat anak laki-laki itu menjadi raja. Hingga akhirnya kini kita mengenal nama-nama 4 pulau utama di Kepulauan Raja Ampat.

6. Panganan Khas yang Unik

Masyarakat Raja Ampat punya kuliner yang unik yang biasa mereka olah dan konsumsi sehari-hari yakni cacing laut. Berbeda dengan wilayah Indonesia yang lain, di Papua secara menyeluruh cacing laut merupakan kuliner lazim yang dimakan sehari-hari.

Empat mama Papua duduk di dekat hidangan yang dijual saat Bazar Makanan di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, Minggu (24/3/2024). Kegiatan yang diselenggarakan warga dengan menjual berbagai macam makanan khas kampung itu hasilnya untuk memenuhi kebutuhan tempat beribadah atau adanya kebutuhan mendesak di Kampung Kapatcol. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt.Bazar Makanan di Kampung Kapatcol, Distrik Misool Barat, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)

Habo kon atua sagu bia kodok, ini adalah makanan khas lainnya yang tersebut dari sagu dan bia kodok atau kerang besar. Kuliner ini cenderung punya rasa asin dan gurih dengan campuran bumbu dapur lainnya seperti kelapa parut, bawang merah, cabai, garam, gula merah, dan ketumbar.

7. Bekas Perahu Perang Dunia II

Di tahun 1990-an, seorang penyelam asal Belanda bernama Max Ammer mengunjungi wilayah Raja Ampat. Tujuan awal kunjungannya adalah untuk menelusuri keberadaan kapal dan pesawat peninggalan Perang Dunia II yang diduga tenggelam di kawasan tersebut.

Namun, saat melakukan penyelaman, Max dibuat takjub oleh keindahan serta keanekaragaman hayati bawah laut Raja Ampat. Salah satu lokasi penyelaman yang populer di Raja Ampat, yaitu Cross Wreck yang memang menjadi tempat ditemukannya bangkai kapal perang milik Angkatan Laut Jepang yang karam pada masa Perang Dunia II.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com