All posts by admin

5 Tips Memilih Bed Cover yang Tepat dan Nyaman agar Tidur Berkualitas


Jakarta

Jika Anda sedang mengalami kesulitan tidur, besar kemungkinan bahwa set selimut Anda perlu segera diganti. Penggunaan set selimut yang ukurannya terlalu besar, terlalu panas, atau terlalu gatal dapat menghambat kenyamanan tidur Anda secara signifikan.

Pemilihan set selimut yang cocok untuk kamar tidur Anda dapat menjamin tidur malam yang nyaman dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Set selimut yang tepat juga dapat meningkatkan penampilan visual ruangan Anda.

Dalam artikel ini kami akan memberikan beberapa tips dalam memilih bed cover yang tepat untuk menjamin kenyamanan tidur.


Tips Memilih Bed Cover

Berikut ini beberapa tips memilih bed cover yang bisa dicoba di tempat tidur Anda.

1. Pertimbangkan Ukuran

Satu aturan esensial dalam memilih bed cover adalah memastikan bahwa ukurannya lebih besar daripada kasur Anda.

Misalnya, jika Anda memiliki kasur ukuran queen, disarankan untuk memilih penutup selimut ukuran king. Namun, ini tergantung pada tampilan yang diinginkan.

Namun, keputusan ini dapat bervariasi tergantung pada estetika yang diinginkan. Jika tujuannya adalah mendapatkan bed cover dengan tampilan sejajar dengan bagian atas kasur, pertimbangkan untuk memilih ukuran penutup selimut yang sesuai secara akurat dengan ukuran kasur Anda.

2. Pilih Warna atau Pola yang Tepat

Pertimbangkan apakah Anda ingin bed cover dengan pola atau warna polos, karena hal ini dapat mempengaruhi tampilan dan kenyamanan kamar tidur.

Bed cover memiliki peran penting dalam menambahkan warna, pola, dan tekstur ke ruangan tidur sehingga menciptakan suasana yang lebih nyaman.

Sebagai contoh, pemilihan bed cover dengan pola mencolok dapat memberikan minat visual yang dibutuhkan, terutama jika dinding kamar tidurnya polos.

Sebaliknya, bed cover dengan warna solid yang kaya dapat menciptakan ruang yang nyaman dan mewah.

3. Pertimbangkan Tekstur

Pemilihan tekstur bed cover dapat menjadi elemen kunci dalam merancang tampilan dan nuansa kamar tidur Anda.

Ketika memilih bed cover, perhatikan tekstur yang paling sesuai dengan preferensi Anda. Bed cover umumnya bertekstur halus seperti sutra, yang cocok untuk bantal dengan pola dan bantal bertekstur.

Jika Anda ingin menambahkan elemen visual yang menarik dan langsung mencolok pada tempat tidur Anda, pertimbangkan untuk memilih bed cover berwaffle.

Penutup selimut berwaffle memiliki tekstur unik dengan pola berlubang-lubang menyerupai wafel, sehingga memberikan visual yang menarik dan dimensi tambahan pada tempat tidur.

4. Pilih Bahan yang Tepat

Ketika Anda memilih bed cover, memahami berbagai jenis bahan yang tersedia dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda. Bed cover dapat terbuat dari berbagai material, dan setiap bahan membawa karakteristik uniknya sendiri.

Penutup selimut dapat ditemukan dalam berbagai jenis bahan, seperti katun, linen, sutra, satin, campuran poliester, polyester jacquard, sintetis, dan flanel.

Apapun bahan yang dipilih, yang penting tetap mempertimbangkan kenyamanan, daya tahan, dan kebernapasan bahan penutup selimut.

5. Pertimbangkan Kualitas dan Iklim

Menetapkan pilihan pada bed cover berkualitas tinggi terbuat dari bahan yang bagus, seperti katun yang banyak diminati karena kelembutannya.

Bagi yang tinggal di daerah beriklim panas, penutup selimut katun dapat mempertahankan kesejukan, sementara sutra atau satin memberikan alternatif mewah dengan sentuhan lembut.

Berinvestasi dalam set penutup selimut berkualitas tinggi menjamin masa pakai yang luar biasa, dengan perhatian khusus pada ketebalan kain sebagai penanda kualitas.

Aspek kualitas juga mencakup memperhatikan ketebalan kain, indikator kehalusan dan kekuatan bahan.

Dengan mengetahui konsep dan tips ini, Anda dapat membuat keputusan yang lebih cerdas saat memilih bed cover, agar menjamin kenyamanan dan kepuasan jangka panjang saat beristirahat.

(inf/inf)



Sumber : www.detik.com

Cara Mencuci Handuk Putih Biar Tetap Awet dan Warnanya Tak Pudar


Jakarta

Mengetahui cara mencuci handuk putih tentu diperlukan agar tetap awet dan tidak mudah pudar. Handuk berwarna putih memang rentan kotor, maka dari itu kamu perlu merawatnya dengan tepat.

Salah satu cara untuk merawatnya adalah dengan mencucinya dengan benar. Untuk memiliki handuk putih yang bagus selain menggunakan kualitas yang baik adalah mengetahui cara mencucinya.

Dilansir dari Ideal Home, Selasa (26/12/2023), berikut ini cara mencuci handuk putih yang baik.


1. Pisahkan Handuk

Sama seperti mencuci pakaian, sebaiknya handuk putih tidak dicampur dengan warna lain. Hal ini bisa mencegah terkena luntur dari handuk warna lain. Selain itu, sebaiknya kamu pisahkan juga handuk sesuai dengan bahannya.

2. Bersihkan Noda

Sebelum dicuci menggunakan mesin cuci, sebaiknya bersihkan noda pada handuk. Kamu bisa menggunakan non-klorin oxygen bleach untuk membersihkan noda.

“Tidak masalah menggunakan pemutih sesekali jika kamu ingin meningkatkan kecerahan atau menghilangkan noda membandel, namun penggunaan rutin tidak disarankan karena dapat melemahkan serat handuk dan mengurangi masa pemakaian,” kata Head of Category (MDA) di Currys, Victoria Bennion, dikutip dari Ideal Home.

3. Tambahkan Baking Soda

Baking soda bisa digunakan untuk membantu menghilangkan noda pada handuk. Karena bahan ini tidak berbahaya dan aman, kamu bisa menggunakan ini lebih sering dibandingkan menggunakan pemutih (oxygen bleach).

4. Ganti Pelembut Pakaian dengan Cuka Putih

Para ahli memperingatkan ketika mencuci handuk jangan pakai pelembut pakaian karena bisa meninggalkan residu yang membuat handuk kasar dan tidak mudah menyerap. Sebagai gantinya, kamu bisa menggunakan cuka putih.

“Masukkan handuk ke dalam mesin cuci dengan detergen. Lalu tambahkan tidak lebih dari setengah cangkir cuka putih ke dalam tempat pelembut pakaian,” kata cleaning expert dan Product Development Scientist di Astonish, Olivia Young.

5. Cuci dengan Siklus Lembut

Jangan mencuci handuk dengan air panas karena bisa merusak bahan. Lebih baik cuci dengan air dingin. Jangan membebani mesin cuci secara berlebihan karena bisa membuat handuk tidak dapat dibersihkan secara efektif.

6. Keringkan Handuk

Setelah dicuci, kamu bisa mengeringkannya di mesin pengering atau di bawah sinar matahari. Sebaiknya sebelum dijemur, handuk dikibarkan terlebih dahulu untuk melemaskan bahan agar bisa lebih mengembang ketika kering.

Jika menggunakan mesin pengering, memasukkan bola tenis atau bola pengering bisa memerangkap udara di antara kain untuk mengurangi waktu pengeringan.

7. Lipat dan Simpan

Setelah kering, lipat dan simpan handuk di dalam lemari.

Itulah cara mencuci handuk putih agar tetap awet dan tidak mudah pudar. Semoga bermanfaat!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Open House saat Natal Bikin Karpet Kotor? Begini Cara Bersihkannya



Jakarta

Menjelang natal tentunya akan banyak acara besar dan kesibukan selama merayakannya. Biasanya rumah kamu akan dipenuhi dengan tamu yang berkunjung dan banyak makanan yang akan disiapkan, mulai dari yang bersantan hingga berminyak. Sehingga bisa saja usai perayaan banyak yang akan meninggalkan noda, terutama pada karpet kamu.

Dikutip dari HGTV, Senin (25/12/2023), jika karpet kotor tentunya ini adalah sesuatu yang cukup sulit apalagi noda tersebut berasal dari minyak yang kemungkinan tidak bisa hilang. Namun, walaupun usai open house saat natal bisa bikin karpet kamu kotor, ternyata ada tips untuk menghilangkan nodanya, lho.

Alat dan Bahan

– Baking Soda


– Sendok

– Botol Semprotan

– Sabun Cuci Piring

– Alkohol

– Air

– Vakum atau penyedot debu basah / kering

– kain lap atau handuk bekas

– sikat gigi bekas

Cara Menghilangkan Noda Pada Karpet

Oleskan Baking Soda

Pertama-tama, taburkan baking soda secukupnya pada noda minyak. Pastikan noda benar-benar tertutup oleh butiran baking soda. Oles baking soda menggunakan sendok kemudian tunggu selama beberapa menit. Setelah itu, gunakan penyedot debu untuk menyedot baking soda dari karpet. Lakukan langkah ini selama 2-3 kali hingga noda terserap.

Semprotkan Larutan Pembersih

Buatlah larutan pembersih ke dalam botol semprot dari percampuran satu cangkir air, ½ sendok teh sabun cuci piring, dan dua sendok makan alkohol. Semprotkan larutan pembersih ke arah noda karpet dan biarkan selama 2-3 menit. Gunakan penyedot debu untuk menghilangkan kelembapan karena basah. Ulangi proses ini selama beberapa kali

Gunakan Sikat Gigi

Selanjutnya, jika noda lebih membandel dan larutan pembersih serta baking soda tidak mampu untuk menghempas kotoran pada karpet tersebut. Maka kamu perlu menyemprotkan larutan pembersih beserta menggosoknya sikat gigi bekas, agar noda tersebut dapat terserap lebih dalam. Gosok karpet dengan hati-hati selama beberapa kali agar tidak merusak serat karpet.

Hilangkan Kelembapan dengan Penyedot Debu

Terakhir, pakai penyedot debu untuk menghilangkan kelembapan serta sisa noda minyak pada karpet. Ulangi langkah ini hingga noda bisa menghilang tanpa sisa.

Itulah cara menghilangkan noda membandel pada karpet usai merayakan hari natal. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Geletakan, Begini 5 Tips Simpan Alat Kebersihan yang Elegan di Rumah


Jakarta

Kegiatan membersihkan rumah secara rutin memang akan membuatnya nyaman dan rapi. Namun, hal ini akan percuma jika alat-alat kebersihannya tidak disimpan dengan baik.

Dengan penyimpanan yang tepat, kamu tidak hanya membuatnya awet dan efektif dalam membersihkan rumah, tetapi juga mudah ditemukan saat akan digunakan.

Melansir The Spruce, Selasa (26/12/2023), berikut adalah lima tips cerdas dan aman untuk menyimpan alat-alat kebersihan di rumah.


1. Manfaatkan Ruang Vertikal pada Pintu

Alat pel dan sapu bisa digantung di bagian dalam pintu dengan pengait atau penjepit. Tambahkan kawat atau keranjang plastik untuk menaruh pengki, kemoceng, dan sikat gosok kecil. Gantungan handuk bisa digunakan untuk menggantung botol semprotan.

Untuk penyimpanan yang bisa dilepas, pilihlah tas sepatu gantung dengan kantong-kantong untuk menyimpan botol-botol cairan pembersih, kain, dan sikat.

2. Manfaatkan Ruang Vertikal di Lemari

Simpan alat-alat kebersihan di tempat penyimpanan gantung. Tempat penyimpanan yang didesain untuk sweater sangat cocok untuk menyimpan tempat sampah plastik kecil berisi perlengkapan kebersihan. Beri label pada setiap tempat pembersih kaca, kain, pembersih debu, pembersih kamar mandi, dll. Kamu bisa dengan mudah mengambil alat yang kamu butuhkan saat tiba waktunya untuk membersihkan.

Gunakan pengait berbentuk S di atas gantungan lemari untuk menggantung kain pel dan sapu. Jangan lupakan ruang di dinding lemari. Mungkin saja ada ruang untuk menyelipkan beberapa keranjang gantung yang sempit, seperti yang digunakan untuk surat atau majalah, di antara batang lemari dan kusen pintu.

3. Buat Akses Lebih Mudah

Pasang tatakan yang bisa diputar di dalam lemari untuk memudahkan akses ke semua alat-alat kebersihan. Dengan cara ini, kamu bisa menggunakan setiap produk dan mengawasi kapan saatnya untuk mengganti persediaan.

4. Gunakan Rak yang Memiliki Roda

Gunakan rak yang memiliki roda untuk menyimpan alat-alat kebersihan dengan rapi. Temukan rak yang cocok untuk dimasukkan ke dalam lemari atau di belakang pintu sehingga alat-alat kebersihan yang kamu miliki selalu siap digunakan.

6. Gunakan Keranjang dan Bak di dalam Rak

Keranjang pembersih sangat berguna untuk menyimpan peralatan berdasarkan fungsinya. Pisahkan untuk kamar mandi, dapur, dan ruang tamu, dan gunakan bak plastik transparan berlabel untuk melihat dengan cepat persediaan yang kamu miliki.

Tips Tambahan

Sebelum memilih metode penyimpanan terbaik, luangkan waktu untuk mengevaluasi peralatan dan produk pembersih yang kamu miliki. Bersihkan alat yang jarang digunakan dan pastikan produk pembersih tidak melebihi masa kedaluwarsanya.

Demikianlah lima tips cerdas dan aman untuk menyimpan alat-alat kebersihan di rumah. Dengan menerapkan tips ini, kamu tidak hanya membuat rumah bersih dan terorganisasi dengan baik, tetapi juga menjaga alat-alat kebersihan tetap aman dan efektif. Semoga informasinya bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Bersihkan Rumah Setelah Renovasi



Jakarta

Ketika rumah kamu selesai proses renovasi, pasti akan ada residu debu atau bau cat baru yang masih menyengat sehingga kamu bisa saja merasa tidak nyaman untuk langsung menempati rumah baru kamu. Apalagi, bau ini memiliki kandungan zat berbahaya dan bisa menimbulkan rasa pusing.

Dikutip dari Elano Living, Selasa (26/12/2023), agar rumah terasa lebih nyaman dan higienis, ada beberapa langkah yang harus kamu lakukan untuk membersihkan rumah. Berikut ini detikProperti telah merangkum hal yang harus kamu lakukan.

1. Bersihkan Area Paling Tinggi

Hal yang pertama harus dibersihkan adalah area paling tinggi, seperti lantai tingkat, mezzanine, plafon, tangga dan kusen pintu atau jendela atas. Proses ini dilakukan agar dapat mempermudah kamu untuk membersihkan area yang paling bawah, dengan begini debu dari atas tidak mengotori kembali.


2. Bersihkan Sisa Cat Menempel

Sisa cat yang menempel di lantai kamu bisa membuat rumah terkesan kusam, untuk menyingkirkan sisa cat dengan bersih gunakan ujung pisau untuk mengerok sisa cat tersebut. Lakukan dengan cara perlahan agar tidak menghasilkan goresan pada lantai.

3. Siram Lantai

Jika debu pada seluruh area rumah sudah dibersihkan, sebaiknya kamu menyiram lantai dengan air bersih mengalir. Cara ini penting untuk menyingkirkan sisa debu dan kotoran dengan maksimal. Setelah menyiram lantai, keringkan permukaan dengan memakai kain pel dan pembersih lantai agar menjadi lebih wangi dan higienis.

4. Hilangkan Bau Cat Rumah

Rumah baru yang habis dicat tentunya akan menimbulkan bau menyengat. Agar bau ini tidak mengendap, kamu memerlukan sirkulasi udara yang baik dengan beberapa cara untuk mengatasinya.

Pertama, kamu bisa membuka seluruh pintu dan jendela agar aliran udara masuk dan terkena sinar matahari. Jika ruangan kamu tertutup, kamu bisa menyalakan kipas angin atau AC seharian. Namun, jika bau tidak kunjung hilang, gunakan bahan alami seperti baking soda, jeruk lemon, bubuk kopi untuk menghempas bau menyengat tersebut.

5. Bersihkan Perabotan

Sebelum menata seluruh perabotan kamu ke tempatnya pasca renovasi, kamu perlu membersihkan perabotan agar tidak mengotori dalam rumah kamu yang sudah kamu bersihkan sebelumnya. Gunakan kain lap yang sudah dibasahi untuk mengelap seluruh perabotan kamu, atau kamu juga bisa memakai penyedot debu.

6. Bereskan Rumah Beberapa Kali

Sebaiknya membersihkan rumah setelah renovasi tidak hanya dilakukan satu kali. Jika rumah kamu sudah selesai dibersihkan dengan menyingkirkan debu, kotoran, dan sisa partikel cat yang menodai rumah. Kamu perlu membersihkan dan membereskan rumah kesekian kali agar tetap bersih dihuni. Mulailah dengan membersihkan lantai kamu dari debu, dengan menyapu dan mengepel.Selanjutnya, kamu bisa mengelap jendela dan pintu setelahnya.

7. Buang Sisa Puing di Rumah

Biasanya setelah renovasi, rumah kamu dipenuhi dengan tumpukan puing. Ini bisa menyebabkan debu di rumah beterbangan dan masuk ke dalam rumah. Oleh karena itu, pastikan kamu menyingkirkan puing ini ke tempat sampah. Jangan lupa pada bagian eksterior rumah, bersihkan sisa kotoran puing dengan air mengalir.

Itulah 7 cara membersihkan rumah setelah renovasi. Kini kamu bisa nyaman beraktivitas dan rumah terasa lebih higienis. Semoga bermanfaat!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

5 Cara Kreatif Simpan Barang di Rumah, Wajib Dicoba!


Jakarta

Rumah yang nyaman tak hanya berkaitan dengan gaya desainnya, tetapi juga berhubungan dengan keteraturan. Meski sudah didekorasi sedemikian rupa, rumah akan tetap tidak nyaman jika dalam kondisi berantakan.

Untuk menciptakan rumah yang rapi dan nyaman, kamu tak perlu mengeluarkan biaya yang besar atau usaha yang berlebihan. Ada beragam cara kreatif untuk merapikan dan menyimpan barang di rumah yang harus kamu coba.

Melansir The Spruce, Selasa (26/12/2023), berikut lima tips kreatif menyimpan barang-barang di rumah yang patut dicoba.


1. Kaleng Bekas jadi Tempat Pensil yang Kreatif

Mendaur ulang kaleng bekas bukanlah konsep baru. Dengan membersihkan, melukis, atau menghias kaleng bekas sedemikian rupa, kamu bisa menciptakan tempat pensil yang unik. Selain itu, kaleng bekas juga bisa digunakan untuk menyimpan kuas makeup, sikat gigi, atau peralatan makan. Kaleng bekas juga berguna untuk menyimpan paku, sekrup, dan aksesori kecil lainnya.

2. Mengatur Kabel dengan Label Roti

Semakin banyak perangkat elektronik yang ada, semakin banyak juga kabel yang harus diurus. Gunakan label roti bekas untuk menyusun kabel agar tetap teratur dan mudah diidentifikasi. Trik ini tidak hanya efektif di ruang hiburan, tetapi juga di ruang kantor.

3. Rak Sepatu Gantung untuk Menyimpan Sapu dkk

Rak sepatu gantung di pintu ternyata juga bisa dijadikan alternatif untuk menyimpan alat-alat kebersihan. Dengan ini, produk pembersih tetap terorganisasi dengan baik dan mudah dijangkau. Di lemari, rak sepatu gantung juga bisa digunakan untuk menyimpan handuk kecil dan kain lap lainnya.

4. Laci Bekas untuk Penyimpanan Bawah Tempat Tidur

Laci bekas dari lemari atau perabotan lain yang tidak terpakai bisa diubah menjadi penyimpanan di bawah tempat tidur. Cukup tambahkan roda di bagian bawah laci agar mudah digeser. Laci ini cocok untuk menyimpan mainan anak-anak, selimut cadangan, sepatu, atau pakaian musiman.

5. Palet Kayu untuk Menyimpan Alat Kebun

Palet kayu memiliki banyak kegunaan, termasuk untuk penyimpanan alat kebun. Dengan meletakkan palet secara vertikal ke dinding, kamu bisa menyimpan cangkul, sekop, dan alat kebun lainnya dengan rapi. Palet akan menjaga agar alat-alat tersebut tetap terkendali dan mudah dijangkau.

Demikianlah lima tips kreatif menyimpan barang-barang di rumah yang patut dicoba. Dengan menerapkan tips kreatif ini, rumahmu tidak hanya akan terlihat lebih rapi, tetapi juga unik. Semoga informasinya bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ini 10 Tips Cegah Maling Masuk Rumah saat Ditinggal Liburan Akhir Tahun


Jakarta

Akhir tahun identik dengan liburan panjang. Buat kamu yang mau liburan dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, hati-hati ya.

Rumah kosong di musim liburan kerap jadi sasaran empuk pencuri alias maling. Kita harus hati-hati dan mengetahui cara mencegah maling masuk ke rumah apalagi dalam keadaan tak ada orang.

Oleh karena itu, kamu perlu melakukan beberapa cara agar maling tak masuk ke rumah, seperti dikutip dari CNET.


Berikut Cara Mencegah Maling Masuk ke Rumah

1. Amankan Pintu dan Jendela

Mengunci pintu dan jendela adalah hal yang sangat vital dilakukan sebelum kita meninggalkan rumah. Ini juga bentuk pencegahan yang termudah untuk menghindari pencurian.

Maling tentu mencari target yang mudah. Pintu yang terkunci bisa menyulitkan maling masuk. Bila perlu, buat tralis di jendela dan pintu untuk pengamanan ekstra.

2. Pakai Kunci Tambahan

Nah, mengunci pintu dan jendela terkadang tidak menjamin sepenuhnya keamanan dari maling. Tak jarang maling juga punya banyak cara untuk masuk ke rumah. Solusinya, pakai kunci pengaman tambahan.

Kamu bisa mengganti pintu rumah atau jendela dengan kualitas yang lebih bagus. Pastikan kusen dan engsel pintu kamu cukup kuat untuk menahan upaya pembobolan Terakhir, seperti disebutkan di atas, Anda dapat meningkatkan ke smart lock, yang dapat kamu aktifkan dari jarak jauh.

3. Tambahkan Sistem Keamanan

Bila hal itu dirasa tak cukup menenangkan, upaya lain yaitu menambahkan sistem keamanan rumah juga bisa dilakukan. Sistem keamanan ini bisa berupa alarm atau kamera CCTV yang bisa dipantau dari ponsel kamu

Saat ini banyak kamera CCTV yang punya sensor gerakan manusia. Bila ada gerakan, CCTV tersebut bisa mengirimkan notifikasi ke ponsel kamu.

4. Sembunyikan barang-barang berharga

Maling yang masuk ke rumah pasti mengincar barang-barang berharga. Jadi, jangan taruh barang berharga di tempat yang berpotensi mudah dijangkau maling. Bila perlu, selalu simpan barang berharga di safe deposit box atau di tempat sembunyi yang cuma kamu yang tahu.

5. Tambahkan lampu luar

Maling biasanya lebih suka dengan kondisi rumah yang gelap. Karena gerak-gerik mereka tak akan terlalu kelihatan.

Makanya, pasang lampu tambahan di luar rumah yang terang, agar maling yang mau masuk ke rumah bisa berpikir ulang. Atau, kamu juga bisa memasng lampu yang menyala otomatis bila ada gerakan. Sorot lampu ini bisa efektif mencegah maling masuk.

6. Kunci garasi

Orang-orang biasanya sibuk melindungi rumahnya tapi lupa mengunci garasi. Ini juga hal penting yang harus dilakukan apalagi kalau kamu menaruh barang-barang berharga di garasi. Perlakukan garasi seperti kunci pintu utama di rumah karena maling juga bisa mengambil kendaraan kamu.

Hal ini akan lebih penting dilakukan bila garasi kamu punya pintu sambungan dengan ruangan lain di rumah.

7. Jangan sembunyikan kunci di tempat yang umum

Biasanya, kamu menyembunyikan kunci di suatu tempat bila ada anggota keluarga di rumah yang akan pulang namun tak membawa kunci. Mulai saat ini, jangan sembarangan menaruh kunci di tempat yang tersembunyi.

Jika terpaksa harus dilakukan, titip kunci di tetangga terdekat kamu.

8. Buat seolah-olah ada orang di rumah

Kebanyakan maling ogah masuk saat ada orang di rumah. Mereka akan mengincar rumah kosong. Jadi, coba buat seolah-olah di rumah kamu ada orang.

Caranya bisa macam-macam, misalnya menyalakan lampu hingga menyalakan televisi dan radio. Titip pesan juga ke tetangga untuk mengambil paket pesanan belanjaan kamu agar barang-barang itu tak menumpuk di luar dan membuat si maling curiga.

9. Beli brankas

Pertimbangkan membeli brankas untuk menyimpan barang-barang berharga. Brankas kecil pun bisa berguna karena maling tak mungkin mengambilnya karena brankas dibuat dari material yang sangat berat.

10. Lapor petugas keamanan

Melapor petugas keamanan setempat juga bisa membantu mencegah maling masuk ke rumah. Minta pada mereka untuk sesekali mengecek keadaan rumah yang kamu tinggalkan.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Jangan Sembarangan, Ini 3 Cara Melipat Handuk yang Benar


Jakarta

Untuk menyimpan handuk dengan benar, penting untuk melipatnya secara konsisten. Jika tidak, lemari tempat menyimpan handuk akan berantakan.

Ada beberapa metode untuk melipat handuk. Setiap metode melipat handuk memiliki tujuannya masing-masing. Ada metode melipat handuk agar menghemat ruang di area kecil, ada pula yang bertujuan untuk memaksimalkan ruang di dalam rak penyimpanan.

Mengapa Lipatan Handuk Penting?

Sebelum kita masuk ke metode lipatan, penting untuk memahami mengapa lipatan handuk memiliki peran penting. Lipatan yang tepat bukan hanya masalah estetika, tetapi juga tentang efisiensi penyimpanan. Handuk yang dilipat dengan benar tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga membuat lemari handuk lebih teratur dan mudah diakses.


Metode Melipat Handuk

Melansir The Spruce, Rabu (27/12/2023), berikut tiga metode melipat handuk yang harus kamu ketahui.

Metode Lipatan Tiga

Metode pertama yang bisa kamu terapkan adalah metode lipatan tiga. Metode ini cocok untuk ruang penyimpanan yang terbatas. Metode ini memungkinkan kamu menghemat ruang horizontal dan lebih memanfaatkan ruang vertikal.

Adapun langkah-langkah melipat handuk dengan metode adalah sebagai berikut.

1. Lipat sepertiga bagian handuk.

2. Buat lipatan sepanjang handuk, pastikan lebar lipatan tetap sama.

3. Lipat sepertiga sisanya ke atas bagian yang sudah dilipat.

4. Lipat lagi setengah untuk membuat bundel handuk yang kompak.

Metode Lipatan Dalam

Metode kedua yang efektif untuk penyimpanan di rak adalah metode lipatan dalam. Metode ini memungkinkan kamu menumpuk handuk secara rapi di dalam lemari penyimpanan.

Adapun langkah-langkah melipat handuk dengan metode adalah sebagai berikut.

1. Letakkan handuk di permukaan datar dengan sisi selesai menghadap ke bawah.

2. Lipat satu sisi handuk ke tengah ujung yang sempit.

3. Lipat sisi panjang yang lain ke garis tengah ujung yang sempit.

4. Lipat menjadi dua sehingga tepi mentah berada di tengah.

5. Lipat setiap ujung ke tengah strip.

6. Lakukan lipatan terakhir untuk menyatukan dua setengah handuk.

Metode Lipatan Sempit

Jika kamu memiliki ruang yang sangat terbatas atau ingin menampilkan handuk di sekitar bak mandi, metode lipatan sempit adalah pilihan yang tepat.

Adapun langkah-langkah melipat handuk dengan metode adalah sebagai berikut.

1. Lipat handuk menjadi dua sepanjangnya.

2. Rapatkan keempat sudut kain.

3. Lipat persegi panjang menjadi tiga bagian dimulai dari ujung yang sempit.

4. Gulung handuk dari ujung terbuka sempit hingga membentuk roll yang rapat.

Tips Tambahan untuk Penyimpanan Handuk di Rumah

Sebelum kamu mulai melipatnya, pastikan handuk benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan jamur. Lakukan sortir berdasarkan ukuran dan warna, serta ukur area penyimpanan untuk menentukan metode yang paling sesuai.

Demikianlah tiga metode melipat handuk yang harus kamu ketahui. Dengan menerapkan salah satu dari tiga metode lipatan handuk ini, kamu bisa menciptakan penyimpanan handuk yang rapi, bersih, dan hemat ruang. Cobalah sekarang dan lihat perbedaannya!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

8 Jenis-jenis Pasir Bangunan Beserta Fungsinya


Jakarta

Terdapat jenis-jenis pasir bangunan yang berbeda untuk konstruksi. Pasir merupakan salah satu bahan sering digunakan untuk membangun konstruksi bangunan. Setiap jenis pasir bangunan memiliki karakteristik serta fungsinya masing-masing tergantung kebutuhan dan keperluan pembangunan.

Salah menggunakan jenis pasir akan berdampak pada kekokohan bangunan yang dibangun. Itu sebabnya sangat penting untuk mengenali jenis pasir beserta fungsinya masing-masing supaya kamu tidak salah menggunakannya.

Lalu, apa saja jenis-jenis pasir tersebut? Berikut pemaparan secara lengkapnya.


Jenis-jenis Pasir Bangunan yang Umum Digunakan untuk Konstruksi

Melansir dari Klopmart, Rabu (27/12/2023), berikut beberapa jenis pasir bangunan yang sering digunakan untuk konstruksi.

1. Pasir Beton

Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

Jenis pasir bangunan pertama ada pasir beton. Pasir bangunan ini memiliki karakteristik warna kehitaman, tekstur halus serta bersifat tidak mudah menggumpal. Sesuai namanya, jenis pasir bangunan ini digunakan jadi campuran bahan beton. Karakteristiknya sangat pas digunakan untuk membuat bangunan lebih kokoh sehingga kualitasnya dapat dikatakan sangat baik.

2. Pasir Urug

Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

Pasti kamu pernah dengar ada seseorang yang berkata “Pasirnya harus diurug dulu”, bukan? Ternyata adalah lho jenis pasir urug. Pasir bangunan ini terbuat dari hasil penyaringan limbah pasir seperti sisa ayakan atau sisa pasir yang dicuci. Tekstur pasir urug sudah pasti berbeda dengan jenis pasir sebelumnya. Pasir urug memiliki tekstur yang lebih kasar.

Kualitasnya pun biasa saja karena memang penggunaannya bukan untuk fondasi atau merekatkan batu bata. Jenis pasir ini digunakan untuk menyebarkan beban sekaligus menstabilkan tanah.

3. Pasir Mundu

Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

Pasir mundu sangat umum digunakan dalam proyek konstruksi. Pasir mundu ini memiliki tekstur yang kasar dan warnanya yang kecoklatan.

Jenis ini juga dijual secara luas sehingga kamu tak perlu susah mencarinya. Harganya juga terjangkau jika dibandingkan dengan jenis pasir lainnya. Pasir mundu biasanya menjadi bahan campuran untuk plester atau perekat batu bata dan batako.

4. Pasir Pasang

Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

Pasir pasang menjadi jenis pasir yang lebih halus dari yang lainnya. Teksturnya yang halus menunjukkan kualitas dan sifat rekatnya yang sangat bagus untuk proses konstruksi. Pasir pasang digunakan untuk merekatkan batu bata, keramik, batu alam, dan lain sebagainya.

5. Pasir Putih Rangkas

Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

Nama jenis pasir ini diambil dari tempat pasir ini dihasilkan yaitu di Rangkasbitung, Provinsi Banten. Pasir ini memiliki warna putih ke abu-abuan dengan tekstur yang lembut namun terdiri dari butir-butir besar sehingga tidak halus seperti pasir pasang.

Meskipun dijual dengan harga yang murah, kualitasnya tetap baik untuk digunakan dalam proses pembangunan suatu bangunan. Pasir putih rangkas digunakan untuk merekatkan (plester), memasang keramik, cor fondasi, pembuatan batako, genteng, hebel, dan lain sebagainya.

6. Pasir Merah atau Jebrod

Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

Kamu pasti sudah tidak asing dengan jenis pasir yang satu ini. Pasir merah atau yang juga dikenal dengan sebutan Jebrod sering digunakan untuk membuat beton. Pasir merah akan dicampur dengan pasir beton supaya daya rekat yang dihasilkan makin kuat. Pasir ini memiliki warna merah yang beragam seperti warna merah bata, merah kecoklatan, dan merah oranye.

7. Pasir Sungai

Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

Pasir sungai memiliki tekstur kasar karena berasal dari batuan sungai yang keras. Tetapi bukan berarti teksturnya sangat kasar. Pasir sungai masih masuk ke dalam pasir halus karena memiliki daya rekatnya tidak kalah dengan jenis-jenis yang lain. Pasir sungai sering dipilih dalam membangun fondasi karena sudah terbukti lebih tahan lama.

8. Pasir Bangka

Jenis-jenis PasirJenis-jenis Pasir Foto: Klopmart

Terakhir ada jenis pasir bangka yang berasal dari Bangka Belitung. Pasir satu ini dapat dikatakan memiliki kualitas yang sangat bagus. Warnanya cukup beragam tergantung pada tempat galian pasir tersebut.

Ada yang berwarna putih bersih, cokelat, cokelat keputihan, dan kuning kecoklatan. Dalam konstruksi, pasir ini digunakan untuk pembuatan beton, plester, cor, dan masih banyak lagi.

Demikian 8 jenis-jenis pasir bangunan yang sering digunakan dalam konstruksi. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Ini Dia Tips Hilangkan Bau Habis Cat Rumah



Jakarta

Cat rumah digunakan untuk memperindah rumah dan memberikan suasana baru pada dinding kamu. Namun terkadang, setelah rumah selesai di-cat, ruangan akan menimbulkan bau yang cukup menyengat dan mengandung zat berbahaya jika terhirup cukup lama. Bagi sebagian orang, terkadang baunya dapat membuat orang pusing.

Dikutip dari Rumah Artistik, Selasa (26/12/2023), ada beberapa cara untuk menghilangkan bau cat yang menyengat pada rumah kamu. Berikut ini detikProperti telah merangkum beberapa cara untuk meredam bau menyengat pada cat.

Pertimbangkan Komposisi Cat

Pertimbangkan untuk memilih komposisi cat yang memiliki kadar volatile organic compounds yang rendah. Meskipun memilih cat bukanlah hal yang sulit, tetapi dengan memilih komposisi yang tepat ini bisa mencegah kamu dari kandungan berbahaya yang dapat membuat kamu pusing hingga mual karena baunya yang menyengat.


Alirkan Sirkulasi Udara

Penyebab utama mengapa bau cat di rumah kamu tidak kunjung hilang, terjadi karena kurangnya sirkulasi udara. Oleh karena itu, bukalah jendela dan pintu kamu agar aliran angin masuk dan terkena sinar matahari. Jika kamu mengecat ruangan yang tidak memiliki jendela, kamu bisa menyalakan kipas angin atau AC.

Buat Bahan Alami Peredam Bau

Kamu bisa menggunakan bahan alami untuk menghilangkan bau menyengat cat, seperti kopi bubuk, cuka, garam, arang, apel, lemon, dan bawang merah. Kamu bisa menaruh pada wadah mangkok dan letakkan di dekat dinding.

Untuk bahan alami seperti garam, lemon, dan bawang merah, kamu perlu menambahkan air secukupnya ke dalam wadah. Dengan cara tersebut, bau tajam pada cat sedikit demi sedikit berkurang dan menghilang.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com