All posts by admin

Memetik dan Menyeduh Kopi Langsung dari Kebunnya di Pegunungan Muria



Kudus

Traveler pecinta kopi mesti mencoba pengalaman wisata satu ini, memetik dan menyeduh kopi langsung dari kebunnya di pegunungan Muria. Syahdu!

Di lereng Pegunungan Muria, tepatnya di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, terdapat kebun kopi yang luas dengan pemandangan yang indah. Wisatawan yang liburan ke sini bisa merasakan kopi khas pegunungan Muria dengan pemandangan yang tiada duanya.

Salah satu penyedia paket wisata kopi di Lereng Muria adalah M Ridlo (35), warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Pemilik kopi Zayna ini menyediakan jasa trip perjalanan ke puncak Muria sambil menyeduh kopi langsung dari kebunnya.


Lokasinya berada di Puncak Gunung Muria. Perjalanan dari Desa Colo ditempuh dengan menggunakan sepeda motor. Jalan yang ekstrem dan terjal di Lereng Pegunungan Muria menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan. Perjalanan itu jaraknya sejauh 4 kilometer.

Sesampainya di puncak, wisatawan harus berjalan kaki lagi sekitar 500 meter. Pengunjung harus berhati-hati karena medan jalan cukup licin dan terjal.

Sesampainya di atas puncak gunung, rasa lelah bakal terbayar lunas. Sebab di atas terdapat gardu pandang yang siap digunakan untuk ngopi bersama dengan melihat keindahan alam.

Wisatawan asal Semarang, Winda, mengaku sengaja datang bersama temannya untuk menikmati kopi dan perjalanan muncak Gunung Muria. Dia mengakui harus melalui jalan yang ekstrem dan terjal. Namun hal itu terbayarkan setelah sampai puncak Muria.

“Perjalanan luar biasa bikin capek karena kita ramai-ramai juga pas perjalanan pakai motor. Untuk jalan kaki sedikit (terjal) tapi seru banget,” ungkap Winda di lokasi beberapa waktu lalu.

Menurutnya pemandangan dari puncak Muria begitu indah. Banyak Pegunungan terlihat. Pemandangan indah kota Kudus juga terlihat dari atas. Di lokasi juga terdapat hamparan kebun kopi yang luas.

Menikmati kopi langsung dari kebunnya di Lereng Gunung Muria Kudus, Sabtu (12/4/2025).Menikmati kopi langsung dari kebunnya di Lereng Gunung Muria Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Wisatawan bisa menikmati kopi di atas gardu pandang. Tak ayal berasa ngopi di atas awan dengan pemandangan alam yang sejuk dan indah.

“Pemandangan luar biasa banget. Bisa melihat pegunungan, terus suasananya sejuk banget. Kita diajak seduh kopi langsung dan di sini kita masak mi juga. Suara burung terdengar merdu sekali,” ungkap dia.

Pengelola wisata kebun kopi khas Muria, M Ridlo, menjelaskan potensi wisata ngopi di tengah kebun kopi Puncak Muria amat menarik. Sebab lokasi ini menawarkan panorama keindahan alam yang indah dan sejuk.

“Kita lagi ngopi di kebun kopi. Kita bisa sambil ngopi nyeduh kopi langsung di perkebunan kopi. Jadi kita ada edukasi wisata trip perjalanan ke kebun kopi. Petik kopi hingga nyeduh kopi langsung dari kebun,” ujar dia.

Ridlo menyediakan fasilitas jasa ojek hingga kopi. Wisatawan akan diantarkan sampai atas Muria. Setelah itu bisa menikmati kopi langsung dari tengah kebun di Puncak Muria.

“Perjalanan menyusuri Lereng Muria sampai di atas sini. Di sini ada beberapa fasilitas ada gardu pandang, masak, ngopi dan lainnya,” ujarnya.

Tarif untuk merasakan pengalaman ini dibanderol per orang antara Rp 60 ribu sampai Rp 120 ribu. Tergantung dengan spot puncak yang diinginkan. Semakin berat medannya, maka biayanya semakin bertambah.

“Untuk ngopi free semua. Tarif itu jasa ojek ke atas,” jelasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kalegowa Destinasi Slow Travel Terbaik Kedua di Asia, Ada Apa di Sana?


Jakarta

Platform Agoda memasukkan Kalegowa dalam daftar rekomendasi slow travel 2025 bersama wilayah lain dari Asia Timur, Tenggara, dan Selatan. Kalegowa adalah wilayah di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Slow travel merupakan bentuk healing baru yang diminati masyarakat masa kini. Dikutip dari platform Revine, slow travel menekankan pentingnya keberlanjutan dan keterkaitan dengan warga lokal. Slow travel atau tourims juga sangat menghargai pengalaman selama perjalanan.

Kalegowa mungkin belum banyak diketahui sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia. Dengan adanya rekomendasi slow travel Agoda 2025, Kalegowa mungkin bisa masuk daftar wishlist healing detikers berikutnya.


Fakta Kalegowa sebagai Top Agoda Slow Travel 2025

Kalegowa adalah wilayah yang menyaksikan sejarah Indonesia mulai zaman kerajaan, penjajahan, hingga menjadi negara merdeka. Masyarakat Kalegowa mengarungi perjalanan Indonesia dengan tetap memegang teguh tradisi dan kearifan lokal.

Sejarah Kalegowa

Kalegowa atau Kale Gowa adalah lokasi benteng pertama kerajaan Gowa di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Fungsi benteng ini adalah sebagai lokasi pemukiman raja dan keluarganya, sehingga menjadi pusat dinamika kegiatan kehidupan kerajaan.

Dikutip dari tulisan Benteng Kale Gowa Pada Masa Kerajaan Gowa (1510-1639) oleh Heri Setiani dari Universitas Negeri Makassar, benteng Kale Gowa tersebar di beberapa titik. Site tersebut adalah Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, Sumur Bissu, Sumur Lompowa, Masjid Tua Katangka, Kompleks Makam raja-raja Gowa dan keluarganya, Batu Tallua, dan Batu pelantikan.

Pesona Kalegowa

Dikutip dari situs Travel and Tour World, Kalegowa menawarkan kekayaan alam dan budaya yang bisa dinikmati selama healing. Beberapa pesona tersebut adalah:

  • Sawah hijau dan pepohonan rindang.
  • Arsitektur khas Bugis yang masih lestari dan mengundang decak kagum.
  • Masyarakat yang hangat dan menawarkan hospitality simpel namun sesuai kebutuhan turis.
  • Pasar tradisional dan hidangan khas yang menggambarkan masyarakat lokal.

Jarak dan Penginapan Kalegowa

Kalegowa hanya berjarak sekitar 2 km dari Somba Opu dikutip dari google maps. Situs BMKG menjelaskan, Kalegowa adalah dataran rendah dengan suhu hangat hingga panas.

Bagi detikers yang ingin berkunjung, detikers bisa pesan penginapan lebih dulu di platform wisata. Detikers juga bisa cari tahu akomodasi sesuai keperluan di media sosial atau berbagai situs wisata.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Misteri Terowongan Tersembunyi di Bawah Gedung Sate



Bandung

Selama bertahun-tahun, ada mitos tentang terowongan tersembunyi di bawah Gedung Sate. Benarkah mitos tersebut?

Banyak warga Bandung percaya terowongan rahasia itu membentang jauh hingga menghubungkan Gedung Sate dengan kawasan Braga, bahkan hingga ke kawasan Gedung Merdeka.

Namun faktanya, mitos itu ternyata terlalu dibesar-besarkan. Yang benar, terowongan itu memang ada. Namun bukan menuju ke tempat-tempat jauh seperti yang disebut-sebut, melainkan hanya menghubungkan Gedung Sate dengan gedung PT Pos Indonesia yang berdiri bersebelahan di sisi barat.


“Mitos itu sebetulnya memang betul, di museum Gedung Sate ini yang ada di basement area, ada terowongan yang terhubung ke gedung PT Pos yang dibangun berbarengan dengan Gedung Sate tahun 1920, itu saling terhubung,” kata edukator Museum Gedung Sate, Wenno Guna Utama, belum lama ini.

“Sayangnya, kondisi lorong tersebut kini tak lagi bisa dilihat. Pintu masuk ke terowongan telah ditutup dan ditimbun permanen karena alasan keamanan dan perombakan struktur gedung.

“Jadi terowongan itu ada di basement area dan diketahui ada tembok yang ditutup untuk akses tunnel tersebut,” ujarnya.

Wenno kemudian merespon cerita tentang lorong yang menyambung hingga ke pusat kota, bahkan sebagai jalur rahasia para penjajah yang kemudian menjadi bumbu menarik dalam narasi sejarah Gedung Sate. Dia menyebut, hingga kini tidak ada pembuktian atas cerita dari mulut ke mulut tersebut.

“Ada rumor ya terowongan itu terhubung dari Gedung Sate ke Braga dan Gedung Merdeka, itu belum ada prove-nya. Ada beberapa sumber yang menyebutkan ada terowongan tapi di kita belum ada datanya. Yang ada datanya di kita tunnel di Gedung Sate ke Gedung POS yang memang ditutup aksesnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, terowongan yang kini ditutup sempat difungsikan saat Gedung Sate belum dijadikan kantor gubernur. Dahulu, terowongan bawah tanah itu pernah dipakai sebagai penjara hingga jalur darurat.

“Di tahun 1924 dan 1930 fungsi Gedung Sate itu kan departemen pekerjaan umum, di situlah masih digunakan tunnel-nya. Kemudian waktu jadi kantor Gubernur Jawa Barat, akses tanahnya ditutup,” ucapnya.

“Fungsinya lebih ke bunker, sempat juga dijadikan penjara bawah tanah. Beberapa sumber menyebutkan bahwa itu bisa digunakan juga untuk melarikan diri,” sambungnya.

Terowongan tersebut memang telah ditutup permanen saat ini. Namun cerita soal terowongan itu selalu menjadi cerita menarik yang menyelimuti megahnya Gedung Sate.

“Semua sekarang ditutup walaupun ada beberapa yang memang tidak ditutup. Belanda ini memang suka membuat tunnel yang saling terhubung antar bangunan, tapi yang bisa dibuktikan di sini saja,” terang Wenno.

———

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Rekomendasi 15 Restoran Keluarga di Jakarta Barat, Bisa Pesan Dulu Ya


Jakarta

Restoran keluarga kerap jadi pilihan destinasi wisata ketika liburan. Detikers tentunya tak perlu khawatir, karena tersedia berbagai pilihan resto bagi keluarga yang ingin wisata kuliner.

15 Tempat Makan Keluarga di Jakarta Barat

Dikutip dari situs dan media sosial terkait, berikut beberapa pilihan restoran keluarga yang bisa jadi bahan pertimbangan detikers.

1. Satu Meja

Jam buka

  • Senin-Kamis, Minggu: 10.00-22.00.
  • Jumat dan Sabtu: 10.00-23.00.

Lokasi

Jl. Tanjung Duren Utara 4 Nomor 464, RT 11/RW 03, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat.


Restoran ini sangat nyaman bagi pengunjung yang datang dengan keluarga atau orang-orang terdekat. Pengunjung bisa memesan menu khas Indonesia atau ala Barat.

2. Kampung Kecil Kedoya Puri Kembangan

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Puri Kembangan Nomor 66 Kedoya Raya, Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Resto Kampung Kecil berdiri di tempat nyaman dan sangat cocok bagi pengunjung yang datang dengan keluarga. Pengunjung bisa memilih menu khas Sunda yang cukup populer.

3. Waroeng Sunda

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 57 RT 6/RW 1, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Menu di sini utamanya adalah hidangan khas Sunda dengan rasa yang fresh dan segar. Pengunjung dapat memilih arena makan di dalam atau luar ruangan sesuai kebutuhannya.

4. Kampung Makan

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Joglo Raya Nomor 21, RT 7/RW 1, Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Selain luas, resto menyediakan playground bagi anak-anak yang datang bersama pengunjung. Di sini tersedia aneka masakan khas Indonesia, Western, Chinese, dan fusion yang cocok dengan selera pengunjung.

5. Layar Seafood dan Ikan Bakar Pesanggrahan

Jam buka

Setiap hari: 11.00-21.30

Lokasi

Jl. Pesanggrahan Nomor 80, RT 1/RW 3, Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Di sini pengunjung bisa menikmati arena restoran yang bersih, luas, nyaman, dan tentunya ramah anak. Menu andalan resto adalah olahan seafood serta hidangan lain yang tak kalah enak.

6. Eyang Cadas Kedoya

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 36, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Resto Eyang Cadas menyediakan menu khas Jawa dan Sunda yang bersertifikasi halal. Pengunjung bisa memilih arena indoor atau outdoor saat menikmati makanan bersama keluarga.

7. Saung Kay

Jam buka

  • Senin-Sabtu: 10.00-22.00
  • Minggu: 10.00-23.00

Lokasi

Jl. Raya Duri Kosambi Nomor 27, RT 3/RW 1, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Restoran ini menyediakan arena yang asri dan nyaman cocok untuk keluarga. Pengunjung bisa memilih aneka makanan khas Sunda yang menjadi andalan. Untuk anak-anak, tersedia menu dengan rasa yang tidak tajam.

8. Restoran Warung Kelapa (Waroeng Kelapa)

Jam buka

  • Senin-Kamis: 08.00-22.00
  • Jumat, Sabtu, Minggu: 08.00-23.00

Lokasi

Jl. Puri Kembangan Nomor 121, RT 11/RW 5, Kedoya Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pengunjung yang datanng ke sini bisa menikmati suasana khas Bali yang asri dan tenang. Tentunya resto menyediakan ruang luas, nyaman, cocok bagi pengunjung yang datang dengan keluarga.

9. Saoenk Kito Susilo

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Dr. Susilo I Nomor 1, RT 13/RW 3, Grogol, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat

Pilihan resto ini menyediakan ruang nyaman dan santai, cocok bagi pengunjung yang ingin berakhir pekan dengan keluarga. Untuk menu, pengunjung bisa menikmati masakan Indonesia klasik yang cocok dengan semua usia.

10. Mlinjo Cafe and Resto Tomang

Jam buka

Setiap hari: 09.00-21.00

Lokasi

Jl. Dr. Susilo I Nomor 1, RT 13/RW 3, Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Resto Mlinjo menyediakan masakan khas Jawa dan Pekalongan dengan nuansa tempat yang homey. Pengunjung akan merasa nyaman selama di restoran dan bersantap dengan keluarga serta orang-orang terdekatnya.

11. Pesisir Seafood

Jam buka

Setiap hari: 11.00-22.00

Lokasi

Jl. Meruya Ilir Raya No.9, RT.4/RW.1, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Di sini, pengunjung akan disuguhi ambiance khas pantai yang santai bagi keluarga. Hidangan andalan adalah olahan seafood dengan berbagai rasa yang cocok untuk anak dan dewasa.

12. Remboelan-Central Park

Jam buka

Setiap hari: 10.00-22.00

Lokasi

Jl. Meruya Ilir Raya Nomor 9, RT 4/RW 1, Srengseng, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Resto ini sudah lama dikenal punya aneka menu terobosan yang cocok di lidah masyarakat. Remboelan menyediakan tatanan resto yang nyaman dan eksklusif bagi pengunjung.

13. Bale Dahar

Jam buka

Setiap hari: 10.00-21.00

Lokasi

Jl. Panjang Nomor 5D, RT 7/RW 11, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Di sini, pengunjung bisa menikmati suasana yang nyaman dan cocok untuk keluarga. Pilihan menunya adalah masakan khas Nusantara dengan olahan yang cocok untuk semua pengunjung.

14. Saung Kita Tanjung Duren

Jam buka

10.00-22.00

Lokasi

Jl. Tanjung Duren Barat I Nomor 33, RT 12/RW 4, Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol petamburan, Jakarta Barat.

Dikutip dari review google, restoran ini dinilai cukup nyaman dengan menyediakan arena lesehan. pengunjung bisa memilih aneka menu yang cocok untuk dewasa dan keluarga.

15. Dapur Waris

Jam buka

  • Senin-Jumat: 11.00-21.00
  • Sabtu, Minggu: 11.00-21.30

Lokasi

Jl. Pesanggrahan Nomor 138, RT 1/RW 7, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

Resto ini menyediakan aneka olahan bebek dan menu pendampingnya. Pengunjung juga bisa memilih hidangan lain yang lebih cocok dengan lidahnya.

Bagi detikers yang ingin mengunjungi salah satu rekomendasi restoran keluarga di Jakarta Barat bisa pesan tempat dan menu lebih dulu. Reservasi memungkinkan pengunjung menikmati fasilitas dan layanan yang disediakan resto.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daftar 10 Lokasi Healing Murah Meriah di Bogor, Bisa Sambil Jajan


Jakarta

Healing tidak harus mahal yang penting bisa memperoleh energi baru menjalani kegiatan tiap hari. Buat detikers yang lagi di Bogor, berikut rekomendasi tempat healing mudah diakses dan pastinya tidak butuh biaya mahal.

10 Lokasi Healing Murah Meriah di Bogor

Healing tidak komplit tanpa jajan camilan dan minum yang pastinya murah plus enak. Bisa healing plus jajan bareng teman dan keluarga, di sini tempatnya

1. Alun-alun Kota Bogor


Alun-alun Kota Bogor rame saat libur panjang terkait Paskah (Solihin/detikcom)Alun-alun Kota Bogor (Solihin/detikcom)

Jam buka

Lokasi

  • Jl. Kapten Muslihat Nomor 17A, RT 04/RW 06, Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Open space di alun-alun Kota Bogor pas banget buat detikers yang ingin healing sambil melakukan aktivitas fisik. Kamu bisa joging, jalan santai, atau sekadar duduk di area teduh sambil jajan. Fasilitas di sini antara lain peralatan olahraga, trek jogging, dan toilet dikutip dari laman resminya.

2. Taman Kencana

Destinasi wisata Taman Kencana BogorTaman Kencana Bogor (Fitraya Ramadhanny)

Jam buka

Lokasi

  • Jl. Taman Kencana Nomor 3, RT 03/RW 03, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Dikutip dari laman Pemkot Bogor, taman ini menawarkan ruang hijau yang teduh. Di sini pastinya ada aneka jajanan camilan dan makanan berat yang bisa kamu nikmati. Kamu bisa datang ke sini tiap saat untuk healing bareng temen dan keluarga.

3. Taman Air Mancur

Jam buka

Lokasi

  • Jl. Jenderal Sudirman Nomor 56, RT.05/RW.03, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Sesuai namanya, air mancur menjadi daya tarik utama salah satu spot nongkrong ini. Namun daya tarik utama lainnya adalah lokasi yang cukup strategis sehingga tak pernah sepi pengunjung. Di sini kamu bisa sekadar duduk menikmati hari, jajan, atau kumpul bareng teman dan keluarga.

4. Taman dan Lapangan Sempur

taman sempur joging fitness olahraga fit stopAktivitas warga di Taman Sempur, Bogor (Kirei/detikcom)

Jam buka

  • 06.00-19.00 untuk weekday.
  • 06.00-22.00 untuk weekend.

Lokasi

  • Jl. Sempur Nomor 1, Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Destinasi ini cocok buat detikers yang ingin healing tipis-tipis sambil olahraga atau sekadar kumpul bareng teman dan keluarga. Tentunya kamu bisa jajan aneka kuliner di kafe atau pedagang kaki lima yang berada di sekitar Taman Sempur.

5. Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor (KRB) jadi salah satu lokasi wisata favorit warga untuk mengisi liburan Lebaran 2024. Kebun Raya Bogor diramaikan para pengunjung pada Lebaran hari ketiga, Jumat (12/4/2024).Ngadem di Kebun Raya Bogor (Muchamad Sholihin/detikcom)

Jam buka

  • 08.00-16.00 WIB untuk weekday.
  • 07.00-16.00 WIB untuk weekend.

Lokasi

  • Jl. Ir. H. Juanda Nomor 13, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Tempat healing yang penuh pohon rindang ini bisa dikatakan paling ikonik di kota Bogor. Pengunjungnya tidak terbatas pada warga lokal tapi juga seluruh Indonesia. Di sini pengunjung bisa melihat aneka koleksi tanaman yang tumbuh subur. Detikers juga bisa menikmati berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia.

6. Jalan Surya Kencana

Cap Go Meh di Jalan Surya Kencana, Bogor.Cap Go Meh di Jalan Surya Kencana, Bogor. (Muchamad Sholihin/detikcom)

Jam buka

  • 08.00-22.00 atau sesuai aturan pemilik usaha kuliner.

Lokasi

  • Jl. Surya Kencana, Bogor.

Kawasan Surya Kencana (Surken) sudah lama dikenal sebagai pusat kuliner dan area Pecinan. Healing di sini adalah keputusan yang tepat karena kamu bisa jajan aneka makanan enak sambil jalan-jalan santai. Kamu juga bisa ke Kebun Raya Bogor yang letaknya tidak jauh.

7. Ruko Taman Yasmin

Jam buka

  • 24 jam sesuai operasional pemilik kuliner.

Lokasi

  • Lingkar Utara Nomor 4, RT 05/RW 09, Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Lokasi ini menjadi tujuan favorit warga Bogor dan sekitarnya yang ingin wisata kulier. Di sini detikers bisa menikmati jajanan jadul legendaris dan makanan serta minuman kekininian. Tentunya semua dibanderol dengan harga cukup terjangkau.

8. Situ Gede

Situ Gede Bogor.Situ Gede Bogor (disparbud.kotabogor.go.id)

Jam buka

Lokasi

  • Jl. Cilubang Malang No.37, Bogor Barat, Kota Bogor.

Destinasi ini cocok bagi detikers yang ingin healing sambil menikmati keindahan alam. Spot wisata ini bisa dikunjungi tiap saat, namun bagi yang ingin menikmati fasilitas di sekitar danau sebaiknya tidak datang terlalu pagi atau sore.

9. Pusat Jajanan Bangbarung

Jalan Bangbarung BogorJalan Bangbarung Bogor (Sholihin/detikcom)

Buka

  • 24 jam atau sesuai kebijakan pengelola kuliner.

Lokasi

  • Jl Bangbarung Bogor Utara, Kota Bogor.

Di bulan Ramadan, kawasan Bangbarung adalah pusat takjil yang selalu diserbu warga jelang buka puasa. Di hari-hari selain Ramadan, kawasan ini tetap ramai didatangi wisatawan yang ingin liburan dan piknik sambil jajan cantik sendiri atau bersama teman.

10. Taman Budaya Sentul City

Rekomendasi Taman Budaya SentulTaman Budaya Sentul (Instagram)

Jam buka

Lokasi

  • Jl. Siliwangi Nomor 1, Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Pengunjung tidak perlu bayar biaya masuk bila ingin liburan di Taman Budaya. Namun, pengunjung wajib bayar fee jika ingin menikmati layanan atau program liburan di sini. Terkait besar fee yang harus dibayar bisa dicek sendiri ke website atau medsos Taman Budaya.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Omah Dhemit di Klaten: Dikenal Angker-Banyak Kejadian Aneh



Klaten

Di Klaten, ada sebuah bangunan kuno yang dikenal sebagai Omah Dhemit oleh warga setempat. Bangunan itu dikenal angker dan banyak kejadian di luar nalar.

Lokasi Omah Dhemit itu diketahui berada di dusun Mojo Pereng, desa Krakitan, kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Jika diartikan ke bahasa Indonesia, Omah Dhemit berarti Rumah Setan.

Bangunan itu mendapat julukan yang seram karena letaknya memang tidak lazim. Omah Dhemit bukan rumah di perkampungan pada umumnya.


Bangunan kecil yang berukuran hanya sekitar 3×3 meter itu berdiri di atas batu kapur yang menjulang tinggi. Batu kapur putih itu tingginya sekitar 30-40 meter dari permukaan tanah.

Letak bangunan yang berada di atas ketinggian membuat omah dhemit terlihat jelas dari kejauhan, baik dari jalan raya ke arah Rawa Jombor maupun dari desa sekitar.

Di kanan kiri bukit adalah jurang menganga dan tidak ada tangga menuju ke puncaknya. Di sisi selatan sekitar 10 meter terdapat perbukitan kapur yang dulu menjadi objek wisata Bukit Patrum.

Jika dari kejauhan, sekilas omah dhemit dan bukit Patrum terlihat seperti kura-kura dengan kepala mendongak. Bukit Patrum sebagai tubuh kura-kura, sedangkan omah dhemit seperti kepalanya.

Penampakan bangunan bersejarah Omah Demit di Krakitan, Klaten, Rabu (26/3/2025).Penampakan bangunan bersejarah Omah Demit di Klaten Foto: Achmad Hussein Syauqi/detikJateng

Karena letaknya dikelilingi rimbun pepohonan, dari kejauhan Omah Dhemit terkesan mistis dan menyeramkan. Namun benarkah banyak dhemit di bangunan itu?

“Karena letaknya begitu diarani akeh dhemite (disangka banyak hantunya), yang viral juga nyebut omah dhemit. Yang di sini padahal biasa saja,” ungkap warga yang tinggal di dekat omah dhemit, Saiman Hartono (55).

Diceritakan Saiman, omah dhemit itu sebenarnya bangunan peninggalan zaman kolonial Belanda. Pada waktu itu fungsinya digunakan untuk gudang dinamit. Dinamit itu bahan peledak yang digunakan untuk tambang batu kapur.

“Itu rumah kan gudang dinamit, maka bukit di sebelahnya disebut bukit Patrum (dinamit/peledak) untuk nambang batu kapur. Batu kapur itu dibawa ke PG Gondang,” tutur Saiman.

Dulu, kata Saiman, di sekitar bukit ada rel lori kereta yang digunakan untuk mengangkut batu kapur ke PG Gondang (di Kecamatan Kebonarum berdiri 1860). Pengambilan batu kapur sampai tahun 1995.

“Tahun 1995 batu kapur mulai berhenti diambil, sempat untuk tambang batu gamping (bahan bangunan). Sejak dulu bentuk Omah Dhemit ya begitu, bukan dibuat-buat, kawit mbah (sejak nenek) saya juga begitu,” terang Saiman.

Konon, sebut Saiman, ada cerita ada orang yang mau merobohkan omah dhemit tapi tidak bisa. Untuk naik ke omah demit tidak ada akses berupa jalan atau tangga.

“Naik ke situ tidak ada tangganya, jika manjat licin. Yang pernah naik dulu karena ada pohon tinggi di dekatnya sehingga lewatnya dahan pohon,” sambung Saiman.

Rumah itu, kata Saiman, dibangun sudah konstruksi tembok dan tidak ada isinya. Dibangun tentu saat bukitnya masih utuh belum terisolasi seperti sekarang.

“Dibuatnya dulu ya mungkin saat bukitnya masih utuh, kalau sudah seperti sekarang ya tidak mungkin bisa. Mau naik saja tidak bisa, apalagi membangun, sebelum ada COVID untuk wisata ramai sekali,” imbuh Saiman.

Sugiyanto, warga Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes mengatakan sejak dulu disebut omah dhemit karena terkesan seram. Di lokasi banyak pohon, bukitnya terjal dan berlumut.

“Sebelum dibangun (wisata) itu jalannya sulit, lumutan, terjal, ya akhirnya disebut omah dhemit. Warga sekitar ya tahunya bukit Patrum, Patrum itu dinamit karena rumah itu dulu jaman Belanda untuk nyimpen peledak,” papar Sugiyanto.

Dulu Tambang Batu Kapur

Bukit di Omah Dhemit itu, sebut Sugiyanto, dulu tambang batu kapur Belanda untuk pabrik gula (PG). Bahkan sampai tahun 1995-2000 masih diambil.

“Sampai tahun 2000 masih diambil, tapi terus berhenti, lalu diambil untuk bahan bangunan. Sebelum COVID sempat jadi bagian desapolitan bersama desa sekitar tapi sekarang sepi,” katanya.

Terpisah, Sekdes Krakitan, Kecamatan Bayat, Warsono membenarkan Omah Dhemit itu peninggalan era kolonial Belanda tempat tambang batu kapur untuk PG. Rumah digunakan untuk penyimpanan peledak.

“Fungsinya untuk menyimpan peledak untuk tambang batu kapur untuk PG Gondang. Pernah jadi objek wisata desa yang ramai sebelum Covid,” jelas Warsono.

“Konon cerita mbah saya, di jaman dulu pernah ada orang angon (gembala) kambing hilang, dicari tidak ketemu berhari-hari. Ternyata ditemukan di rumah itu,” imbuhnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ini Masjid Unik di Bandung, Bentuk Mirip Lumbung Padi dan Tanpa Kubah



Bandung

Masjid unik bisa ditemukan di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bangunan masjid terinspirasi dari leuit (bahasa Sunda) atau lumbung padi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat agraris Jawa Barat.

Konsep tersebut jelas berbeda dengan masjid pada umumnya yang menggunakan atap berkubah dan gaya bangunan ala Timur Tengah. Masjid Salman Rasidi ini merupakan bagian dari Rumah Sakit Salman yang bisa digunakan pasien dan penunggunya, serta masyarakat umum.

“Alhamdulillah para pengunjung mereka nyaman. Jika mau ke arah Ciwidey bisa transit dulu di sini,” kata Ketua Harian DKM Masjid Salman Rasidi Andri Mulyadi seperti dikutip.dari detikJabar.


Tampilan keseluruhan Masjid Salman Rasidi memang sekilas mirip bangunan lumbung padi, dengan atapnya yang runcing. Lengkap dengan tangga menuju pintu leuit yang berada agak jauh dari permukaan tanah. Pintu leuit sengaja tidak dibuat sejajar tanah untuk mencegah kebanjiran atau didatangi hewan.

Di berbagai sisi, bangunan masjid dibuat miring sama halnya seperti bentuk asli dari lumbung padi. Dari luar, bangunan Masjid Salman Rasidi didominasi warna abu-abu dan banyak jendela.

Adanya jendela memungkinkan cahaya matahari masuk bagian dalam masjid, sehingga ruangan tampak terang meski tak ada lampu. Beberapa jendela bisa dibuka yang memungkinkan sirkulasi udara. Hasilnya pengunjung betah berlama-lama untuk menunaikan ibadah atau berfoto di sudut-sudutnya yang estetis.

Masjid Salman Rasidi juga terasa sejuk dengan langit-langit yang tinggi. Menurut Andri, masjid ini dilengkapi pendingin udara namun tidak diletakkan di atas dinding seperti penempatan AC umumnya. Posisi AC berada di bagian pinggir lantai.

“Ini di bawah. Jadi seperti ada angin kan begitu. Ada fasilitas air minum juga dan tempat parkir nyaman, Alhamdulillah,” kata Andri.

Secara keseluruhan, Masjid Salman Rasidi didesain memperhatikan keseimbangan lingkungan. Posisi kaca, jendela, dan ventilasi diatur agar jamaah merasa nyaman serta khusuk beribadah. Masjid tidak butuh banyak energi listrik untuk lampu dan AC karena sudah terang serta sejuk.

Masjid Salman Rasidi,Soreang, Kabupaten BandungBagian dalam Masjid Salman Rasidi di Soreang, Kabupaten Bandung (Yuga Hassani/detikJabar)

Artikel ini sudah naik di detikJabar. Baca selengkapnya di sini

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Libur Akhir Pekan di Tanjung Lesung, Ini 5 Destinasinya



Pandeglang

Untuk suasana yang berbeda, traveler bisa menghabiskan libur akhir pekan di Tanjung Lesung. Berikut 5 pilihan destinasinya:

Berlokasi di pesisir provinsi Banten, Tanjung Lesung jadi destinasi yang kerap disambangi traveler dari ibu kota Jakarta dan sekitarnya.

Tanjung Lesung memiliki pantai dan wisata lain yang menarik dan cocok untuk segala usia. Berikut beberapa pilihan destinasinya:


1. Lalassa Beach Club

Yang pertama ada Lalassa Beach Club, sebuah pusat kegiatan olahraga air dan darat di Pantai Lalassa. Di sini traveler bisa menjajal berbagai kegiatan wisata air atau darat yang seru, baik untuk perorangan maupun keluarga.

Traveler bisa mencoba main jetski, stand up paddle board, glass kayaking, banana boat, donat boat, snorkeling, diving, hingga glass bottom trip. Jika tidak mau basah-basahan, traveler bisa seru-seruan naik all-terrain vehicle atau ATV maupun sepeda.

2. Pantai Lalassa

Selanjutnya ada Pantai Lalassa, dimana traveler bisa menghabiskan waktu untuk main air dan pasir, melihat sunset romantis, hingga duduk di bangku sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang sejuk.

Tidak perlu khawatir perut lapar atau haus di pantai ini, karena di sekitar pantai Lalassa ada restoran Candini yang menyediakan beragam menu seafood hingga minuman menyegarkan seperti es kelapa atau aneka jus buah-buahan.

3. Pantai Bodur

pantaipantai Bodur di Tanjung Lesung Foto: (Randy/detikTravel)

Pantai lain yang bisa traveler sambangi adalah pantai Bodur. Pantai ini memiliki pasir putih nan lembut, air laut yang jernih, dan langit yang biru.

Pantai ini juga direkomendasikan untuk melihat sunset. Traveler akan melihat matahari bulat sempurna berukuran lebih besar dari biasanya dengan latar gradasi langit berwarna jingga yang perlahan hilang bersamaan dengan matahari yang tenggelam.

4. Mongolian Culture Center

Di Tanjung Lesung juga ada Mongolian Culture Center, pusat kebudayaan Mongolia pertama di Asia Tenggara. Di sini traveler bisa mengenal budaya Mongolia dengan lebih dekat.

Pantai Tanjung LesungMongolian Cultural Center Foto: Aris Rivaldo/detikcom

Banyak aktivitas menarik yang bisa dicoba di sini, mulai dari melihat dan memasuki tenda khas Mongol yang identik dengan kehidupannya nomaden, foto pakai kostum orang Mongolia hingga latihan memanah.

5. Penangkaran Penyu

Terakhir, traveler bisa main-main ke tempat penangkaran penyu di Tanjung Lesung. Destinasi ini cocok dikunjungi bersama keluarga.

Si kecil bisa diajak untuk mengenal cara melestarikan penyu, melihat aneka jenis penyu, hingga memegang dan berfoto langsung dengan penyu muda maupun tukik (anak penyu).

(wsw/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Bambu di Cirebon, Unik dan Sejuk untuk Healing sekaligus Ibadah


Cirebon

Masjid unik banyak tersebar di Indonesia dengan pesona dan ciri khasnya masing-masing. Tak terkecuali masjid bambu di Cirebon, Jawa Barat yang sangat unik. Masjid yang nyaman dan asri ini cocok sebagai tempat istirahat setelah beribadah.

Dilihat dari pantauan google maps, masjid bambu dengan nama Ash-Shomad ini berada di tengah pemukiman. Masjid tidak berukuran besar, namun cukup luas untuk menampung jemaah yang ingin beribadah atau melepas lelah.

Lingkungan sekitar tampak asri dan teduh dengan pohon rindang. Halaman masjid sudah dipasang lantai sehingga bisa digunakan jemaah. Hasil google review yang dilihat detikTravel pada Sabtu (24/5/2025) menyatakan, masjid ini jadi oase di tengah padatnya Cirebon.


“Masjidnya bagus, arsitekturnya unik, hidden gem di tengah kota Cirebon. Ada kajian Islam ilmiah juga,” tulis akun Syahrul Mubarok.

Masjid Bambu atau Masjid Ash-Shomad Cirebon.Masjid Bambu atau Masjid Ash-Shomad Cirebon (Fahmi Labibinajib/detikJabar)

Komentar positif juga datang dari netizen yang menyoroti bahan penyusun bangunan. Masjid Ash-Shomad tersusun atas bahan ramah lingkungan mulai dari atap hingga rangka bangunan. Bahan pengikat juga ramah lingkungan sehingga baik untuk sustainability alam.

“Masjid kecil dan unik yang bangunannya banyak dari bambu. Terletak di dalam rumah-rumah kampung penduduk,” tulis akun Mohd Rizky Nasution (Kiky).

Sorotan lain adalah pada kebersihan masjid yang meliputi seluruh bagian, termasuk toilet wangi. Saking bagusnya masjid ini dan lingkungannya, akun Muhammad Rizal menyarankan warganet mengunjungi masjid ini saat subuh.

Lokasi Masjid Bambu Cirebon

masjid unikMasjid Ash-Shomad dari bambu. Foto: google maps

Masjid Ash-Shomad berlokasi di Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat. Masjid tempat berada di Gang Sepakat, Jalan Suratno yang ditandai dengan plang penunjuk arah. Dengan plang ini, jemaah yang bukan warga sekitar tak perlu khawatir nyasar.

Menurut Fauzi selaku takmir masjid bambu, tempat ibadah ini mulai dibangun pada 2014 dengan bahan utama bambu. Masjid menggunakan ijuk sebagai atap yang makin menegaskan bangunan ini sebagai ramah lingkungan.

Dalam sejarahnya, keperluan masjid bambu Ash-Shomad dilengkapi perlahan. Awalnya, masjid belum punya menara sehingga pengeras suara ditempatkan di pohon. Pagar masjid juga dibangun setahap demi setahap hingga bisa berfungsi dengan baik. Kelengkapan sarana masjid memudahkan jemaah yang ingin ibadah atau mengikuti kajian.

Menurut Fauzi, bangunan masjid sangat kuat meski tersusun dari bahan alami. Masjid dengan kapasitas total 150 orang ini selalu ramai didatangi jemaah dari berbagai wilayah. Masjid bambu Ash-Shomad diharapkan bisa terus memberi manfaat bagi semua orang.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Keindahan Masjid Djauharotul Imamah, Saat Arsitektur Eropa Bertemu Jawa


Jakarta

Masjid unik dengan gaya bangunan berbeda dan padat program bisa ditemukan di beberapa wilayah Indonesia. Salah satunya Masjid Djauhoratul Imamah yang berada di Pati, Jawa Tengah, yang mengingatkan jemaah pada sebuah kastil.

“Bagus banget masjidnya, nyaman, dan minimalis. Arsitekturnya keren banget pengen ke sana lagi kalau ada waktu,” tulis akun Ima Rahmawati dalam Google Review.

Aneka kegiatan yang dikelola masjid juga mendapat pujian warganet. Salah satunya kajian pada hari tertentu dengan ustaz yang kompeten sebagai pengisi acara. Kajian tersebut dinilai sesuai kebutuhan dan menjawab pertanyaan jemaah.


“Selain sebagai tempat salat berjamaah, masjid ini juga sebagai rujukan sumber ilmu agama. Ilmu tauhid, akhlak, tafsir, siroh, fiqh, hadits, dan masih banyak lagi Insya Allah komplit,” tulis akun kakak pertama.

Lokasi Masjid Djauharotul Imamah yang Unik

Masjid Djauharotul Imamah berada di Jl. Penjawi Gang II, Kaborongan, Pati Lor, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lokasi masjid ini tidak terlalu jauh dengan Alun-alun Pati yang menjadi pusat kegiatan warga.

Jarak Masjid Djauharotul Imamah dan alun-alun Pati kurang lebih 1,1 km yang bisa ditempuh dalam waktu tiga menit. Jemaah bisa menggunakan transportasi umum atau pribadi sesuai kebutuhannya. Bagi yang membawa kendaraan pribadi tak perlu khawatir, karena masjid menyediakan arena parkir cukup luas.

Masuk ke arena masjid, jemaah langsung disuguhi keindahan arsitektur masjid dengan gaya Eropa. Masjid Djauharotul Imamah dirancang punya tampilan mirip kastil dengan tetap menggunakan kubah, sebagai ciri khas masjid Indonesia. Masjid didominasi warna cokelat yang menimbulkan kesan elegan sangat indah.

Masjid ini punya halaman luas yang tak hanya digunakan untuk parkir, tapi juga kegiatan sehari-hari. Misal makan siang bersama usai salat Jumat, buka puasa, atau pasar yang diselenggarakan pada bulan Ramadan. Halaman juga digunakan masjid untuk sekadar duduk dan ngobrol.

Bangunan masjid terdiri atas dua lantai, dengan bagian bawah digunakan sebagai aula dan tempat wudhu. Sementara salat dilakukan di lantai dua, dengan ruang imam berbentuk gebyok kayu berukir. Desain ini terasa sangat njawani atau khas Jawa.

“Masjid ini berdiri tahun 2011 dan memang bergaya campuran Jawa dan Eropa. Gaya Eropa dilihat dari bangunan mirip kastil yang jarang ditemui di Pati,” ujar kata Wakil Ketua Takmir Masjid Djauharotul Imamah Hamzah pada detikJateng.

Di area masjid juga terdapat taman belakang yang digunakan jemaah untuk santai, ikut kajian, atau menunggu waktu salat. Tentunya masjid juga punya fasilitas lain untuk memenuhi kebutuhan jamaah, misal toilet bersih dan wangi di lantai satu plus sandal.

Bangunan masjid menggunakan jendela cukup lebar yang memudahkan sirkulasi udara dalam ruangan. Jendela ini juga mengingatkan jemaah pada bangunan istana negeri dongeng dalam film atau buku cerita. Penggunaan jendela besar dan plengkungnya membuat tampilan masjid makin anggun dan dreamy.

Menurut Hamzah, masjid ini tak pernah sepi didatangi jemaah yang ingin beribadah atau sekadar berteduh. Masjid Djauharotul Imamah berdiri di lahan seluas satu hektar dengan kapasitas total 100 orang. Jika jemaah melimpah, lantai satu bisa diubah sementara menjadi ruang salat.

Program Masjid Djauharotul Imamah

Masjid yang buka 24 jam ini menerapkan manajemen zero sebagai dasar pengelolaan masjid. Maksudnya, dana dari jamaah dikelola sebaik mungkin demi kemakmuran masjid dan umat sehingga kas menjadi nol. Tentunya pengelolaan harus bertanggung jawab dan benar-benar memberi manfaat.

Beberapa program masjid adalah makan bersama dan aneka kajian yang ilmunya mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ulasan google menyatakan, program makan bersama tepat bagi para santri dan musafir yang mampir di masjid.

Detikers yang penasaran dengan masjid yang dibangun di tanah wakaf Mbah Johar Malikan dan Imam Sulaini ini bisa datang setiap saat. Selama di Masjid Djauharotul Imamah pastikan selalu sopan, menjaga kebersihan, dan taat aturan lingkungan sekitar.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com