All posts by admin

Wisata Gunung Bohong, Pilihan Saat Long Weekend Nggak Jauh dari Jakarta


Jakarta

Gunung Bohong bisa jadi pilihan warga Jabodetabek saat liburan tanpa harus jauh dari Jakarta. Lokasinya mudah diakses, murah, dan seru dengan trekking.

Gunung Bohong berada di Kota Cimahi, Jawa Barat. Di sini tersedia jalur trekking yang tidak terlalu tinggi dan cukup nyaman serta anak tangga yang membantu pengunjung sampai ke puncak.

Lokasi Gunung Bohong

Gunung Bohong berada di Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Pengunjung bisa menikmati jalur pendakian yang sudah diberi paving blok, sehingga lebih aman dan nyaman. Namun tetap harus berhati-hati karena masih tetap terasa licin, apalagi saat basah.


Gunung Bohong sebetulnya bukit namun punya tampilan mirip gunung dan memiliki puncak. Dikutip dari arsip berita detikcom, Gunung Bohong memiliki ketinggian 877 mdpl. Lokasinya dengan dengan permukiman penduduk.

Di sini tersedia banyak alternatif penginapan dan wisata kuliner.

Rute ke Gunung Bohong dari Jakarta

Pengunjung yang ingin berwisata ke Gunung Bohong bisa naik kereta lalu turun di Stasiun Cimahi. Beberapa pilihan kereta yang tersedia dikutip dari KAI Access adalah

  • Papandayan: tiket Rp 145 ribu.
  • Parahyangan: tiket Rp 195 ribu.
  • Pangandaran: tiket Rp 145 ribu.
  • Serayu: Rp 63 ribu.

Harga dan ketersediaan tiket bisa berubah tiap saat sesuai permintaan pengguna kereta.

Pengunjung bisa melanjutkan dengan kendaraan umum, online, atau charter setelah turun di Stasiun Cimahi. Dalam kondisi lancar, Stasiun Cimahi-Gunung Bohong bisa ditempuh dalam waktu 10 menit sejauh 2,8 km.

Ada Apa di Gunung Bohong?

Gunung Bohong adalah lokasi tepat untuk detikers yang ingin healing tipis-tipis bersama teman dan keluarga. Beberapa hal yang ada di Gunung Bohong adalah:

1. Monumen Kujang Pasangan

Tugu ini berada di puncak Gunung Bohong dan sangat ikonik, sehingga kerap menjadi spot foto. Monumen tertanda Yonif 310/Kidang Kencana (KK) ini mencerminkan silih asah-silih asih-silih asuh yang merujuk pada perbuatan saling bantu dalam tujuan baik.

2. Olahraga agar sehat

Puncak Gunung Bohong bisa diakses setelah melalui jalur trekking. Perjalanan ini memungkinkan kamu olahraga sambil menikmati alam hijau dan udara sejuk. Jika merasa lelah, pengunjung bisa istirahat dan minum sebentar sambil menikmati pemandangan sekitar.

3. Melihat lanskap Cimahi

Gunung Bohong memungkinkan pengunjung melihat Cimahi dari ketinggian. Pengunjung juga bisa melihat KCIC sedang menempuh perjalanan, serta pemandangan tol Padalarang yang dipenuhi kendaraan menuju atau dari Bandung.

4. Spot foto dan lihat sunset

Kamu yang sempat ke Gunung Bohong, jangan sampai tidak berfoto di spot yang cocok untuk unggahan medsos. Setelah berfoto, pengunjung bisa lihat pemandangan indah matahari senja menjelang tenggelam di ufuk barat.

5. Wisata kuliner

Spot Gunung Bohong selalu ramai dikunjungi para wisatawan bersama teman dan keluarga. Pengunjung bisa menikmati aneka jajanan dan minuman yang disediakan pedagang sekitar.

Gunung Bohong bisa menjadi pilihan bagi yang ingin liburan murah dan mudah tak jauh dari Jakarta. Bagi detikers yang ingin berkunjung, jangan lupa update info lebih dulu untuk memastikan ketersediaan akses dan wajib jaga kebersihan selama di Gunung Bohong.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ulasan Kemuning Sky Hills 2025, Pemandangan Stunning di Tengah Kebun Teh


Jakarta

Kemuning Sky Hills adalah spot wisata populer berupa jembatan kaca setinggi 60 meter di Karanganyar, Jawa Tengah. Berdiri di tengah kebun teh yang terletak di ketinggian 800-1.540 mdpl, destinasi wisata itu menjanjikan udara sejuk dan pemandangan luar biasa.

“Stunning, ke sana saat cuaca cerah banget jadi viewnya makin amazing. Buat yang suka ijo-ijo pasti seneng banget ke sini. Parkiran di sini luas, nggak perlu khawatir buat yang bawa kendaraan sendiri ga usah khawatir,” tulis akun Vika Kumala Sari dalam google review.

Kemuning Sky Hills dengan suasana yang nyaman dan damai memang tempat yang tepat untuk healing dan refreshing. Di sini, pengunjung bisa melihat pemandangan Gunung Lawu dari jauh, langit yang bersih, dan udara sejuk.


Daya Tarik Kemuning Sky Hills

Kemuning Sky Hills diresmikan pada pergantian tahun 2022-2023 seperti ditulis dalam laman Pesona Karanganyar. Selain jembatan kaca yang jadi primadona, masih ada spot piknik lain di spot ini seperti dijelaskan dalam situs yang dikelola Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar tersebut.

1. Sky bridge terpanjang se-Jawa Tengah

Tinggi jembatan kaca Kemuning Sky Hills disebutkan berbeda-beda di tiap sumber. Situs The Lawu Grup sebagai yang mendirikan sky bridge menjelaskan, tinggi jembatan kaca 10-38 meter sesuai lokasi. Sedangkan panjang jembatan kaca mencapai 120-125 meter.

Bahan yang digunakan adalah kaca setebal 3 cm dengan ketahanan beban mencapai 280 kg/m2. Sky bridge memiliki total luas penampang adalah 245 m2 sehingga menampung 600 orang. Namun demi keamanan, pengelola memutuskan kapasitas maksimal adalah 150 orang dengan syarat tidak merokok dan lepas alas kaki selama di sky bridge.

2. Hamparan kebun teh Kemuning

Kebun teh peninggalan Belanda ini adalah daya tarik lain Kemuning Sky Hills. Berdiri sejak 1925, kebun teh ini masih memberi penghidupan bagi masyarakat sekitar. Pengunjung bisa melihat sendiri petani sedang memetik teh di lahan seluas 437 hektar ini.

Selama di kebun teh, pengunjung bisa merasakan udara dingin namun tidak sampai menggigil. Menghirup udara sejuk ini dalam-dalam bisa memberi banyak energi bagi turis yang perlu relaksasi dan recharge. Luasnya kebun teh juga membantu mata relaksasi setelah berhari-hari sibuk dengan banyak aktivitas.

3. Bukit Teletubbies

Daya tarik Bukit Teletubbies sebetulnya adalah puncak Kebun Teh Kemuning yang dipangkas hingga jadi tanah lapang. Lahan yang lapang dan terletak di ketinggian ini mengingatkan pengunjung pada Bukit Teletubbies di serial anak-anak.

Di sini, pengunjung bisa duduk santai menikmati pemandangan atau menikmati makanan di warung sekitar. Area ini juga menyediakan kamar kecil sehingga pengunjung tak perlu khawatir.

4. Spot foto Instagramable

Selama di Kemuning Sky Hills, pengunjung tentunya wajib berfoto yang nantinya diunggah ke medsos. Tak perlu khawatir, Kemuning Sky Hills menyediakan banyak spot foto Instagramable yang bakal bikin follower iri luar biasa.

Spot ini adalah depan gerbang Bukit Teletubbies, patung flamingo pink, hasil seni kontemporer berbentuk bintang dari bambu, pigura foto, bulan sabit, dan pose tangan terbuka. Tiket masuk di spot foto ini adalah Rp 10 ribu per orang.

5. Ngopi sambil liat sunset

Setelah lelah berkeliling Kemuning Sky Hills, pengunjung bisa melepaskan penat di coffee shop yang terletak di tengah kebun teh. Segelas kopi atau teh hangat dan aneka camilan menjadi teman yang pas untuk menutup hari.

Apalagi bila pengunjung menikmatinya ditemani keindahan pesona sunset. Kehadiran keluarga dan orang-orang terdekat akan semakin menghangatkan suasana di kebun teh. Sebagai informasi Cafe Kemuning Sky Hills kini sudah berstatus halal. Kfe buka setiap hari pada pukul 09.00-19.00.

Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Kemuning Sky Hills

Dikutip dari akun Instagramnya @kemuningskyhills, berikut infonya.

Lokasi

Kemuning Sky Hills berlokasi di Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Harga tiket

  • Tiket kawasan wisata: Rp 10 ribu
  • Tiket jembatan kaca: Rp 30 ribu.

Harga tiket kawasan wisata sudah termasuk ke berbagai spot foto, kafe, dan Bukit Teletubbies.

Jam buka

Operasional Kemuning Sky Hill adalah pukul 09.00-18.30.

Rute ke Kemuning Sky Hills dari Jakarta

Perjalanan ke Kemuning Sky Hills diawali naik kereta menuju stasiun Karanganyar dengan pilihan sebagai berikut

  • Fajar Utama Solo: Rp 350 ribu.
  • Sawunggalih: Rp 250 ribu.
  • Gajahwong: Rp 300 ribu.
  • Bangunkarta: Rp 265 ribu.

Selanjutnya, detikers bisa melanjutkan perjalanan dengan transporasi charter menuju destinasi wisata. Bagi yang memilih kendaraan umum, detikers bisa memilih angkutan menuju Terminal Ngargoyoso lalu dilanjutkan menuju Jl. Karangpandang-Ngargoyoso.

Objek Wisata Sekitar Kemuning Sky Hills

Buat pengunjung yang masih ingin liburan di sekitar Kemuning Sky Hills untuk menikmati udara segar dan alamnya yang hijau, berikut pilihan lainnya

1. Paralayang

Olahraga yang kerap dikatakan ekstrem ini memungkinkan pengunjung menikmati area kebun teh Kemuning dari ketinggian 2.300 meter. Dikutip dari Instagram salah satu penyedia paralayang, tarif olahraga ini berkisar Rp 450 ribu-700 ribu.

2. Jeep

Alam Kemuning sangat cocok bagi detikers yang suka wisata petualangan, salah satunya dengan naik jeep di jalan licin berlumpur. Pengunjung akan berdiri di mobil dengan mobil khas adventure tersebut merasakan ugal-ugalannya driver menembus alam Kemuning. Paket wisata seru ini dipatok dengan harga Rp 200 ribu-300 ribu per pack bergantung pengelola.

3. Candi Cetho

Bangunan bersejarah ini dibangun pada masa Kerajaan Majapahit pada 1451-1470. Candi bercorak Hindu ini berlokasi di Desa Cetho, Gumeng, Kecamatan Jenawi. Situs ini berlokasi sejauh kurang lebih 4 km dari Kemuning Sky Hills dengan waktu tempuh 13 menit.

4. Air Terjun Parang Ijo

Wisata alam ini berjarak kuran lebih 6,4 km dari Kemuning Sky Hill dengan waktu tempuh 17 menit. Air terjun ini dikelilingi tebing yang penuh dengan aneka tumbuhan rimbun. Air terjun Parang Ijo akan mengundang decak kagum siapa saja yang melihatnya.

5. Air Terjun Jumog

Di sini pengunjung dapat menyaksikan panorama alami sambil berfoto, berenang, atau mandi air terjun. Dikutip dari google maps, air terjun bisa diakses dalam waktu 16 menit sejauh 6,6 km dari Kemuning Sky Hills.

Detikers yang ingin berkunjung ke Kemuning Sky Hills, bisa update lebih dulu untuk memastikan ketersediaan layanan. Update info juga memungkinkan detikers merencanakan perjalanan dan akomodasi dengan baik.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sejarah Gedung Juang Majalengka, Pernah Jadi Tempat Orang Dihukum Gantung


Jakarta

Gedung Juang Majalengka adalah bukti sejarah masyarakat setempat sejak era penjajahan hingga sekarang. Sekaligus menjadi destinasi wisata saat liburan.

Gedung itu menjadi saksi bisu kejamnya penjajah di masa pendudukan Belanda, Jepang. Hingga kemudian, Indonesia merdeka.

Masyarakat Majalengka dan sekitar masih bisa menyaksikan Gedung Juang tanpa perlu membayar tiket masuk. Gedung Juang juga terletak di pusat kota sehingga tidak terlalu jauh diakses masyarakat atau pengunjung dari lain daerah.


Lokasi Gedung Juang Majalengka

Destinasi wisata sejarah ini berada di Jl. Letkol Abdul Gani Nomor 5, Majalengka Kulon, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bangunan ini berada di areal DPRD Kabupaten Majalengka dan tidak jauh dari kantor Dinas Pendidikan.

Sejarah Gedung Majalengka

Pemerhati sejarah sekaligus Ketua Yayasan Galur Rumpaka Majalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana yang akrab disapa Naro, menjelaskan perjalanan Gedung Majalengka dalam wawancaranya dengan detik jabar.

1. Era Belanda

Situs sejarah ini awalnya adalah kantor sekaligus rumah dinas Asisten Redaksi sehingga disebut Gedung AR. Asisten Redaksi adalah wakil dari karesidenan Cirebon yang ditempatkan di Majalengka. Pada 1860, Asisten Residen Majalengka pertama adalah JJ Meider.

Gedung AR kala itu digunakan juga sebagai lokasi ekskusi hukuman mati. Warga Indonesia yang ditetapkan menerima sanki mati akan digantung di Gedung AR disaksikan publik. Pelaksanaan hukuman gantung menjadi peringatan bagi masyarakat umum.

“Kata orang tua, Gedung AR itu dulunya landraad atau tempat melakukan eksekusi. Pengeksekusian itu hukum digantung. Orang-orang pribumi yang bersalah digantung di situ,” ujar Naro.

2. Era Jepang

Ketika Jepang masuk Indonesia di tahun 1942, Gedung AR menjadi lokasi penahanan para pejuang Indonesia. Pejuang yang tertangkap mengalami siksaan berat hingga meninggal di Gedung AR. Jasad dan kuburan para pejuang tersebut tidak diketahui hingga kini.

Menurut Naro, Gedung AR hampir dihancurkan dengan bom di masa pendudukan Jepang. Namun bomnya dikabarkan mati sehingga rencana tersebut gagal. Sebagai hasilnya, Gedung AQ masih berdiri tegak hingga kini.

3. Era kedatangan Belanda kembali

Belanda kembali datang ke Indonesia pada 29 September 1945. Kedatangan Belanda dalam topeng Netherlands Indies Civil Administration (NICA) dan sekutu bertujuan melucuti senjata Jepang.

Belanda bermaksud merebut kembali Indonesia yang saat itu sudah menyatakan kemerdekaannya. Saat itu, Belanda merebut kembali Gedung AR yang sudah diduduki pejuang Indonesia.

4. Era merebut kemerdekaan pada 1945

Selama perang kemerdekaan, Gedung AR menjadi saksi perjuangan masyarakat Majalengka. Pada 1945, Gedung AR menjadi Kantor Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID) yang berfungsi layaknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

KNID dulunya dikenal sebagai Regenscaftraad dan College van Gecomitterden. Lembaga ini dibentuk Bupati Majalengka RMAA Suriatanudibrata, yang menjabat dari tahun 1922-1944.

5. Selepas meraih kemerdekaan

Gedung AR menjadi basis penting pasukan gerilya yang kembali dari perang di pegunungan pada 1949. Kemudian, Gedung AR menjadi markas Komando Militer Distrik (KMD) yang dipimpin Lettu M. Challil. Gedung ini juga sempat menjadi kantor Pos Distrik Militer (PDM).

Seiring waktu, Gedung AR menjadi Gedung Juang yang menjadi pengingat perjalanan dan keberanian masyarakat Majalengka. Gedung Juang sempat menjadi kantor PEPABRI, FKPPI, PP Polri, PPAD, PPM dan Grumala. Jika detikers jalan-jalan ke Majalengka, jangan lupa untuk mengungjungi Gedung Juang Majalengka.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Sejuta Pemuda, Ikhtiar Melayani Tamu 24 Jam


Jakarta

Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi, Jawa Barat bukan sekadar tempat menunaikan ibadah saat jam salat, namun dibuka 24 jam nonstop. Masjid ini menjadi jujugan banyak orang, mulai dari warga setempat hingga musafir.

Rumah ibadah dengan nama lengkap Masjid Pemuda At-Tin itu mungkin tidak asing bagi pengguna media sosial. Konten pelayanan pada jemaah yang ketiduran, belum makan seharian, atau memberi seduhan kopi di sela kegiatan selalu banjir viewer.

Netizen tak segan memuji program dan kegiatan Masjid Sejuta Pemuda. Para netizen berharap bisa mengunjunginya suatu hari dan merasakan hikmah masjid. Netizen juga berharap bisa menikmati masjid yang dikeliling pemandangan indah alam Sukabumi.


“Saya belum pernah berkunjung ke Mesjid Sejuta Pemuda ingin sekali datang ke sana. Saya sangat kagum sekali dengan pengurus mesjidnya. Semoga para pengurus selalu diberikan kesehatan agar bisa berbuat kebaikan untuk semua orang,” tulis akun Nurjanah.

Warganet yang sudah sempat berkunjung berharap jemaah lain bisa ikut datang ke Masjid Sejuta Pemuda. Hingga saat itu tiba, warganet berharap pengurus bisa terus melaksanakan tugasnya dengan baik. Sehingga, Masjid Sejuta Pemuda bisa terus menebarkan kebaikan pada semua orang.

“Semoga lebih banyak orang yang hadir untuk beribadah di sini serta pengurusnya tetap istiqomah dalam kebaikan. Semoga Allah beri kesempatan saya dan anak-anak beribadah di sana saat ke Sukabumi,” tulis akun Sulistyowati 250514.

Lokasi Masjid Sejuta Pemuda yang Nyaman dan Ramah

Masjid Sejuta Pemuda berada di Jl. Lamping, Gedongpanjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Pendiri Masjid Sejuta Pemuda Anggy Firmansyah Sulaiman menjelaskan, masjid ini berkonsep open space yang memungkinkan jemaah melihat alam sekeliling.

Konsep ini memungkinkan jemaah, pengurus, dan masyarakat sekitar berinteraksi dengan baik. Orang yang sekadar datang berkunjung juga bisa ikut merasakan manfaat masjid. Interaksi tidak hanya terjadi di ruang salat atau saat kegiatan ibadah dilakukan.

“Masjid ini open space untuk kami dan masyarakat. Mereka punya peran di sini, dan kami ingin masjid ini benar-benar bermanfaat bagi semua,” ujar Anggy.

Masyarakat dan pengurus berinteraksi dalam sejumlah kegiatan yang dilakukan Masjid Sejuta Pemuda. Hal yang sama dilakukan pada para tamu Allah. Semua arena indoor dan outdoor bisa dimanfaatkan untuk kajian, kegiatan sosial, atau rapat seputar memakmurkan masjid.

Masjid Sejuta Pemuda berdiri di area seluas kurang lebih satu hektar. Di sini, fasilitas pendukung dibangun untuk kenyamanan para umat. Beberapa fasilitas tersebut adalah toilet wangi, tempat wudhu nyaman, dapur dan ruang makan cukup lega, serta balkon yang dilengkapi meja kursi.

Di sini juga tersedia coffee bar tempat marbot barista meramu kopi untuk semua pengunjung. Tentu tersedia minuman dan camilan lain bagi pengunjung yang memilih suguhan lain.

Sebagai informasi, Masjid Sejuta Pemuda tidak punya pagar. Hal ini sesuai konsep masjid sebagai yang terbuka 24 jam bagi semua umat. Para pengunjung bisa datang setiap saat untuk beribadah atau sekadar berteduh. Tentunya masjid dilengkapi tempat parkir luas dan pengurus yang siap menemani anak-anak.

Program Masjid Sejuta Umat

Dalam media sosialnya, Masjid Sejuta Umat menyediakan sejumlah program untuk umat antara lain:

Masjid ramah musafir

Di Masjid Sejuta Umat, para musafir yang bermalam diberi fasilitas menginap. Misalnya bantal dan alas kasur seingga bisa beristiraat dengan nyaman. Program ini diterapkan untuk jemaah laki-laki dan perempuan

Coffee bar premium gratis

Masjid menyediakan working space dan coffee ala cafe yang tersedia bagi para jemaah. Fasilitas ini tersedia pukul 09.00-21.00 untuk semua pengunjung yang berada di masjid. Minuman kopi disiapkan khusus marbot masjid yang merangkap barista.

Bagi-bagi makan tiga kali sehari

Makanan gratis disajikan tiga kali sehari untuk semua pengunjung masjid. Hidangan ini diolah di dapur masjid dari bahan-bahan berkualitas. Seluruh proses memasak dilakukan dengan bersih dan benar.

Ramah anak

Masjid Sejuta Pemuda tidak melarang atau menganggap anak-anak mengganggu kegiatan beribadah. Anak-anak diberikan ruang belajar khusus sehingga bisa tetap berkegiatan, tidak merasa bosan, dan tak mengganggu orang yang sedang ibadah

Ramah kucing

Masjid Sejuta Pemuda berada tidak jauh dari pasar dan tempat masyarakat umum beraktivitas. Lingkungan sekitar masjid sering dijadikan lokasi pembuangan kucing. Pengurus masjid lantas mengurus kucing-kucing tersebut dengan baik dan membuka adopsi. Program ini didasari keyakinan untuk saling menyayangi antar makhluk Tuhan.

Buat detikers yang ingin mengunjungi Masjid Sejuta Pemuda, bisa menjadwalkan kedatangan tiap saat. Dengan lingkungan yang asri dan nyaman, jemaah bisa dipastikan betah berada di masjid. Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan, kerapihan, dan taat aturan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bekas Perumahan Elit Karyawan Bengkel Kereta di Medan, Kini Sepi Mencekam


Medan

Masa penjajahan Belanda meninggalkan banyak jejak di seluruh wilayah Indonesia. Salah satunya bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta api di Jalan Bundar, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatra Utara.

Pantauan detikcom melalui google maps, kawasan tersebut ditandai sebagai Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) Wooncomplex. Di kawasan yang memang berbentuk bundar tersebut, ada beberapa rumah yang dulunya mungkin terlihat mewah dan megah.

Bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta zaman Belanda.Bekas perumahan elit karyawan bengkel kereta zaman Belanda (google maps)

Sayang, rumah bergaya Eropa tersebut kini terlihat tidak layak ditempati. Beberapa bagian rumah sudah rusak dan runtuh meski dinding masih tegak berdiri. Pondasi rumah juga kuat, walau jendela dan pintu banyak hilang


Jalan sekitar rumah ditumbuhi semak belukar dan pepohonan rimbun, dengan lingkungan sekitar yang sangat sepi. Jika hujan, jalanan besar kemungkinan becek dan berlumpur. Jalanan di pinggir kawasan tersebut sebetulnya pernah diaspal, namun sudah rusak dan banyak bolong.

Sepanjang penelusuran detikcom, tidak ditemukan cukup lampu yang bisa memberi cukup penerangan. Bisa dipastikan, bekas komplek perumahan mewah tersebut sangat gelap dan sepi pada malam hari. Suasana sekitar mencekam karena memang tidak ada yang tinggal di rumah tersebut.

Sejarah Rumah Mewah Karyawan Bengkel Kereta

Perumahan Elit Bengkel Kereta Api Kolonial Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)Bekas perumahan elit kayawan bengkel kereta api zaman Belanda di Medan (Nizar Aldi/detikcom)

Menurut ahli sejarah M Azis Rizky Lubis dari Universitas Sumatera Utara (USU), komplek rumah mewah di Jalan Bundar itu dibangun tahun 1919. Komplek dibangun saat pembentukan werkplaats atau bengkel kereta api di sekitar lokasi.

Perumahan elit dibangun untuk karyawan bengkel kereta sehingga bisa bekerja dengan baik. Tempat tinggal dan lokasi kerja tidak berjarak terlalu jauh. Komplek rumah tidak dibangun bersamaan dengan pembentukan perusahaan kereta Deli Spoorweg Matschappij tahun 1886.

“Perumahan dibangun untuk karyawan bengkel kereta api termasuk juga mess bagi sekolah perkeretaapian yang mau berkunjung,” ujar Azis dikutip dari detikSumut.

Di sekitar perumahan karyawan bengkel kereta, ada juga komplek elit bagi orang Eropa. Pembangunan dua komplek ini berdekatan dengan perkebunan Helvetia. Menurut Aziz, pembangunan komplek mewah ini menjadikan wilayah Pulo Brayan kawasan elit.

Ketika Jepang masuk Indonesia, perumahan ini menjadi area pengungsian orang-orang Eropa. Hal ini disebabkan area komplek dekat dengan Pelabuhan Belawan, yang diharapkan dapat memudahkan mobilisasi orang Eropa.

Riwayat Deli Spoorweg Maatschappij (DSM)

DSM adalah perusahaan kereta api swasta yang berdiri tahun 1883. Pusat kegiatan perusahaan ini adalah Sumatra bagian timur dengan fokus utama mengangkut hasil bumi yang akan diekspor. Misal tembakau dari daerah dataran tinggi.

Dikutip dari paper Pengambilalihan N.V. Deli Spoorweg Maatschappij di Sumatra Utara 1857-1963 oleh Ibnu Murti Hariyadi, DSM diambil alih pada tahun 1957-1963. Perusahaan kemudian mengalami nasionalisasi dan bergabung dalam PT KAI.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

10 Pilihan Lokasi Liburan Long Weekend di Jakarta


Jakarta

Jakarta memiliki banyak pilihan liburan bersama teman dan keluarga. Destinasi wisata ini relatif mudah diakses dengan kendaraan umum, online, atau milik pribadi. Banyaknya pilihan tempat wisata memungkinkan warga Jabodetabek tidak bingung.

10 Lokasi Liburan Long Weekend di Jakarta

Berikut adalah beberapa pilihannya dikutip dari media sosial dan situs tempat wisata.

1. Monas

Warga Jakarta memanfaatkan libur panjang Hari Raya Waisak 2025 dengan berolahraga di Monas. (Taufiq/detikcom)Tugu Monas (Taufiq/detikcom)


Jam buka

Selasa-Minggu: 06.00-16.30, Senin tutup.

Tiket masuk

Tugu Monas

  • Dewasa: Rp 24.000
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 6.000
  • Mahasiswa: Rp 13.000.

Ruang Museum, Ruang Kemerdekaan, dan Pelataran

  • Dewasa: Rp 8.000
  • Pelajar/Anak-anak: Rp 3.000
  • Mahasiswa: Rp 5.000.

Harga tiket masuk taman Monas gratis namun ada biaya parkir.

Lokasi

Lapangan Medan Merdeka, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Monumen Nasional (Monas) adalah tugu ikonik setinggi 132 meter yang menjadi simbol Provinsi Jakarta. Spot wisata populer ini terletak di jantung Jakarta dan sangat mudah diakses dengan transportasi umum. detikers yang datang saat weekend berpeluang melihat pertunjukan air mancur menari.

2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

TMII menjadi salah satu tujuan wisata warga saat liburan akhir tahun. Sejumlah warga mengaku ingin menyaksikan pertunjukan air mancur dan drone 'Tirta Cerita'. (MI Fawdi/detikcom)TMII (MI Fawdi/detikcom)

Jam buka

Setiap hari: 05.00-20.00

Tiket masuk

  • Orang: Rp 25 ribu
  • Mobil: Rp 35 ribu
  • Motor: Rp 25 ribu
  • Sepeda: Rp 10 ribu
  • Bus: Rp 60 ribu
  • Truk: Rp 60 ribu.

Pengunjung akan dikenakan biaya lagi saat masuk museum dan menikmati wahana.

Lokasi

Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Komplek TMII setia menemani masyarakat Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata sejak 1975. TMII adalah miniatur keanekaragaman budaya Indonesia yang berpadu dengan aneka wahana dan atraksi terkini. Salah satu yang paling dikenal adalah kereta gantung dan tram mover yang telah diperbarui.

3. Dunia Fantasi (Dufan)

Pengunjung menaiki wahana Paralayang di Dunia Fantasi (Dufan), Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (1/4/2025). Sejumlah warga memanfaatkan libur Lebaran 2025 dengan berkunjung ke Dufan yang menyuguhkan sejumlah wanaha dan pertunjukan. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.Wahana roller coaster Halilintar di Dufan (Sulthony Hasanuddin/nym/Antara)

Jam buka

  • Senin-Jumat: 10.00-17.00
  • Sabtu-Minggu: 10.00-19.00

Tiket masuk

Reguler

  • Senin-Jumat: Rp 260 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 400 ribu
  • Belum termasuk tiket masuk Ancol

Annual Pass

  • Mulai dari Rp 415.000
  • Belum termasuk tiket masuk Ancol

Fast Trax

  • Senin-Jumat: Rp 375 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 500 ribu
  • Belum termasuk tiket masuk Dufan dan Ancol

Premium

  • Senin-Jumat: Rp 650 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 1 juta
  • Sudah termasuk Tiket Masuk Dufan
  • Belum Termasuk Tiket Masuk Ancol.

Lokasi

Jl. Lodan Timur Nomor 7, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Dufan adalah arena yang cocok bagi penyuka adrenalin tinggi. Berbagai wahana di sini memang membutuhkan pengunjung bernyali, misal roller coaster halilintar dan tornado. Dufan sebetulnya ditujukan bagi semua umur, namun bagi keluarga yang membawa anak-anak sebaiknya mencari info terkait wahana di spot wisata ini. Beberapa wahana diperuntukkan bagi remaja dan dewasa, bukan usia anak.

4. Seaworld

Dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek, Seaworld Ancol menggelar aksi barongsai dan liong di bawah air. Yuk, intip foto-fotonya.Aksi barongsai di Seaworld, Ancol (Agung Pambudhy)

Jam buka

  • Senin-Jumat: 09.30-16.30
  • Sabtu-Minggu: 09.00-16.30

Tiket masuk

  • Senin-Jumat: Sea World+Ancol Rp 110 ribu
  • Sabtu-Minggu: Sea World+Ancol Rp 130 ribu.

Alamat

Jl. Lodan Timur Nomor 7, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Seaworld menjadi destinasi utama keluarga saat ada hari libur. Di sini, pengunjung dapat menyaksikan kehidupan laut dengan keragamannya. Salah satu wahana ikonik adalah terowongan antasena yang membuat pengunjung seolah membelah lautan dengan airnya yang biru dan aneka biota. Untuk pertunjukan favorit, salah satunya adalah waktu pemberian makan yang dilakukan tenaga berpengalaman.

5. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan (Jaksel) pada hari cuti bersama Waisak 2025, Selasa (13/5/2025).Taman Margasatwa Ragunan (Rumondang/detikcom)

Jam buka

  • Selasa-Jumat: 07.00-16.00
  • Sabtu-Minggu: 06.00-16.00

Senin tutup

Tiket masuk

  • Dewasa: Rp 4 ribu
  • anak-anak: Rp 3 ribu

Parkir

  • Bus, truk, mobil box besar: Rp 15 ribu per hari
  • Bus, truk, mobil box kecil, pick up besar: Rp 12.500 per hari
  • Mobil sedan, minibus, pick up kecil: Rp 6 ribu per hari
  • Sepeda motor dan kendaraan roda tiga: Rp 3 ribu per hari
  • Sepeda: Rp 1 ribu per hari.

Pengunjung dikenakan biaya lagi jika ingin menikmati wahana dan pertunjukan.

Lokasi

Jl. RM Harsono Rm Dalam Nomor1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Kebun binatang Ragunan hampir selalu penuh tiap akhir pekan dan di musim liburan. Pengunjung rela antri mulai pagi untuk mendapatkan tiket dan melihat berbagai satwa langka. detikers bisa beli tiket online untuk menghindari antrean. Selama berinteraksi dengan satwa, pengunjung wajib mengikuti instruksi yang tersedia agar tidak ada yang terganggu.

6. Museum Nasional Indonesia

Sejumlah pegunjung melihat koleksi di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Selasa (6/5/2025).Museum Nasional Indonesia (Pradita Utama)

Jam buka

  • Senin-Kamis: 08.00-16.00
  • Jumat-Minggu: 08.00-20.00

Tiket masuk

Wisatawan Domestik

  • Anak-anak (usia 3-12 tahun): Rp 15 ribu per orang
  • Dewasa: Rp 25 ribu per orang

Warga Negara Asing (WNA)

  • Anak-anak dan Dewasa Rp50.000 per orang
  • WNA dengan izin tinggal sementara (KITAS) dikenakan tarif wisatawan domestik dewasa perorangan.

Lokasi

Jl. Medan Merdeka Barat Nomor 12, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.

Destinasi yang juga dikenal sebagai Museum Gajah ini belakangan sangat diminati wisatawan segala usia. Wisatawan antusias mencoba fitur Mengenal Paras Nusantara yang memungkinkan pengunjung tahu aneka ras dalam dirinya. Pengunjung cukup menghadapkan wajahnya pada layar, kemudian menunggu hasil analisis mesin. Tujuan fitur ini adalah menegaskan keragaman ras dan budaya di Indonesia.

7. Kota Tua

Sejumlah warga tengah mengisi waktu libur Idul Fitri 1446 H di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (2/4/2025).Kawasan Kota Tua, Jakarta (Grandyos Zafna)

Jam buka

  • Lapangan: setiap hari 24 jam
  • Museum, kafe, spot wisata: sesuai kebijakan pengelola

Tiket masuk

Magic Art 3D Museum

  • Dewasa Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Dewasa Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu
  • Anak usia 3-17 tahun Senin-Jumat: Rp 40 ribu
  • Anak usia 3-17 tahun Sabtu-Minggu: Rp 50 ribu.

Museum Fatahillah

  • Pelajar: Rp 2 ribu
  • Mahasiswa: Rp 3 ribu
  • Dewasa: Rp 5 ribu.

Museum Wayang

  • Umum Senin-Jumat: Rp 10 ribu
  • Umum Sabtu-Minggu: Rp 15 ribu
  • Pelajar, mahasiswa, anak: Rp 5 ribu
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50 ribu.

Museum Bank Indonesia

  • Individu: Rp 5 ribu bisa gratis untuk pelajar, mahasiswa, dan rombongan yang terverifikasi.

Museum Seni Rupa dan Keramik

  • Umum Selasa-Jumat: Rp 10 ribu
  • Umum Sabtu-Minggu: Rp 15 ribu
  • Pelajar, mahasiswa, anak: Rp 5 ribu
  • Wisatawan mancanegara: Rp 50 ribu.

Kota Tua adalah kawasan pusat kegiatan di masa kolonialisme yang masih dilestarikan hingga kini. Kawasan ini menjadi arena wisata sejarah yang tak pernah sepi pengunjung. Beberapa bangunan masih ada namun dialihfungsikan sesuai kebutuhan pengunjung. detikers yang ingin ke Kota Tua sebaiknya mengunjungi area di sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas.

8. Museum MACAN

Adi Sundoro Buka Ruang Seni Anak di Museum MACANAdi Sundoro Buka Ruang Seni Anak di Museum MACAN (Tia Agnes/ detikcom)

Jam buka

  • Selasa-Minggu: 10.00-18.00 akses terakhir jam 17.30, Senin tutup.
  • Musem Macan buka kembali pada Sabtu (24/5/2025) pukul 10.00-18.00.

Tiket masuk

Dewasa

  • Senin-Jumat: Rp 70 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 90 ribu

Pelajar dan mahasiswa

  • Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu

Lansia usia lebih dari 65 tahun

  • Senin-Jumat: Rp 60 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 80 ribu

Anak usia 3-12 tahun

  • Senin-Jumat: Rp 50 ribu
  • Sabtu-Minggu: Rp 70 ribu
  • Anak usia kurang dari 3 tahun: gratis.

Lokasi

AKR Tower Level M, Jl. Panjang Nomor 5, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Museum MACAN menyajikan seni kontemporer dan modern dari Indonesia serta internasional. Koleksi yang disajikan berbeda sehingga selalu menarik dikunjungi setiap saat. Selama di museum pastikan taat pada aturan supaya tidak merusak koleksi dan menjaga kenyamanan pengunjung lain. Sebagai informasi, harga tiket dan koleksi yang bisa dilihat bergantung kebijakan pengelola.

9. Arena Masjid Istiqlal

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi gelar pameran kebudayaan dan keagamaan di Masjid Istiqlal. Pameran bertajuk Masjid Istiqlal (Rifkianto Nugroho)

Jam buka

Setiap hari: 04.00-22.00

Tiket masuk

Gratis

Lokasi

Jl. Taman Wijaya Kusuma, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Masjid Istiqlal adalah wisata religi yang sudah pasti wajib dikunjungi selama di Jakarta. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini sangat sejuk dan sangat tepat untuk istirahat serta menunaikan ibadah. Di sini tersedia juga aneka wisata kuliner yang bisa dicicipi pengunjung.

10. Katedral Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Gereja Katedral JakartaGereja Katedral Jakarta (Ari Saputra)

Jam buka

  • Senin-Sabtu: 08.00-20.00, Rabu tutup
  • Minggu: 08.00-15.00

Tiket masuk

Gratis

Lokasi

Jl. Katedral Nomor 7B, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Gereja Katedral Jakarta ini berada tepat di depan Masjid Istiqlal seolah menjadi bukti toleransi masyarakat Indonesia. Katedral tampil dengan pesona neo gotik yang sangat memukau pengunjung. Gereja ini punya banyak jendela, detail bangunan yang kompleks, serta pegangan pintu yang tinggi.

Bagi detikers dan keluarga yang ingin berkunjung, sebaiknya rencanakan perjalanan dengan baik agar tidak terjebak macet dan antri lama. Jangan lupa update info untuk memastikan ketersediaan layanan di lokasi pilihan long weekend di Jakarta.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Balai Kota, Otopet, dan Parkir Rp 150 Ribu



Brisbane

Bayangkan Balai Kota Jakarta atau Surabaya atau balai kota di kota lain di Indonesia bukan hanya tempat rapat dan sidang, tapi juga ruang bermain ide, tempat belajar sejarah, bahkan spot wisata keluarga. Itulah yang disuguhkan di Brisbane, Australia, balai kota menjadi rumah bersama yang benar-benar terbuka untuk warganya.

Saya adalah Adjunct Professor Griffith University Australia. Sesudah melaksanakan pernikahan putri saya di New York pada awal Mei, sekarang ini saya sedang berada di Brisbane, kota pusat kegiatan Griffith University sekaligus ibu kota negara bagian Queensland.

Kota ini mempunyai sejarah panjang. Kemarin, saya lihat pembangunan bibir sungai Brisbane yang tercatat sejak 1800-an. Saya sempat juga ke City Hall atau Balai Kota Brisbane dan ada dua kegiatan menarik yang bisa juga dipertimbangkan dilakukan di Jakarta atau kota lain di negara kita.


Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane AustraliaProf Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane Australia (koleksi pribadi)

Pertama, di lantai 3 Brisbane City Hall sekarang sedang berlangsung pameran budaya dengan berbagai koleksi setempat, dan gratis. Lalu, karena di City Hall Brisbane ada jam besar di atas bangunannya maka ada kegiatan “Tower Clock Tour” beberapa kali dalam sehari, juga gratis.

Dengan cara itu maka anggota masyarakat jadi makin menyatu dengan Balai Kotanya, tidak datang hanya untuk urusan-urusan resmi formal belaka. Balai Kota jadi makin ramah dengan warganya. Akan bagus kalau kegiatan seperti ini dilakukan juga di kota-kota besar di Tanah Air.

Di sini ada banyak sepeda yang bisa disewa warga. Bisa dipakai dengan aplikasi tertentu selama beberapa jam lalu dikembalikan lagi.

Yang menarik, di Brisbane disediakan juga otopet listrik sebagaimana di foto saya ini. Saya tadinya mau coba, tapi “takut jatuh”, maklum lansia 70 tahun. Di tengah kota juga disediakan bis gratis, baik yang “City Loop” maupun yang “Spring Hill Loop”.

Fasilitas transportasi umum lainnya juga amat memadai, baik bus, kereta maupun feri sepanjang sungai.

Saya sempat naik Feri dari ujung kota ke ujung di kota lainnya, pulang pergi selama dua jam, dan bayarnya hanya 50 sen dolar Australia atau Rp 5.000. Pemandangan dari dalam Feri amat memukau, baik siang atau malam hari, dengan jembatan yang indah dan lampu-lampu kota yang menawan, seperti di foto ke dua saya ini.

Kalau mau naik mobil pribadi maka tarif parkir mahal sekali. Saya lihat di sekitar Queen Street Mall masuk gedung parkir bayarnya sudah langsung 17,9 dolar Australia, sekitar Rp 190 ribu, tentu akan diprotes orang kalau diberlakukan di kota negara kita ya.

Kemarin saya jalan kaki dari South Bank ke tempat menginap dan melewati “Brisbane Convention and Exhibition Center”, ternyata tarif parkir di Convention Center ini adalah 15 dolar Australia (Rp. 157.500) untuk 2 jam pertama. Gawat banget kalau untuk kantong kita ya.

Tentang hal yang gratis, kemarin saya ke QAGOMA, Queensland Art Galery and Gallery of Modern Art, yang ternyata terbuka tanpa bayar. Kita tahu kalau di New York ada MOMA, Museum of Modern Art, yang tidak terlalu jauh dari 5th Avenue yang terkenal, dan MOMA ini selalu dipenuhi turis dan bayarannya cukup lumayan.

Nah, untuk Modern Art ini di Brisbane ada QAGOMA yang gratis ini. di akhir pekan juga ada beberapa “week end market” di Brisbane, yang tentu juga gratis, dan amat menarik karena tiga hal. Jual makanan-makanan enak, jual variasi produk lokal dan lihat penduduk Brisbane berjemur di lapangan terbuka di bawah sinar matahari terik di pinggir sungai Brisbane.

***

Prof Tjandra Yoga Aditama, dari Brisbane Australia, direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Adjunct Professor Griffith University Brisbane

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Di Bangunan Ini, Pribumi Kaya Zaman Belanda Menabung Uang Mereka



Mataram

Sebuah bangunan bercat cokelat dengan banyak jendela masih berdiri kokoh di pusat Kota Mataram, NTB. Di bangunan itu, pribumi kaya zaman Belanda menabung uang.

Bangunan dengan jendela besar dari kayu itu adalah bekas Bank Dagang Belanda. Bangunan yang berdiri di kawasan Ampenan, Nusa Tenggara Barat (NTB) itu ternyata menyimpan sejarah panjang.

Dari luar, tidak ada lumut maupun jenis tumbuhan lain yang mengotori tembok bangunan tersebut. Hanya saja, catnya tampak sedikit terkelupas. Maklum, usia gedung bekas Bank Dagang Belanda itu sekitar 131 tahun alias lebih dari seabad.


“Sebenarnya nggak ada yang spesial atau khusus dari material bangunannya, materialnya seperti batu, bata, sama pasir pakai dari sini semua, nggak ada yang didatangkan langsung dari Belanda. Cuma yang membedakan itu ada pada perlakuan mereka saja,” kata budayawan Sasak, Lalu Sajim Minggu (25/5/2025).

Menurut Mik Sajim, sapaan akrabnya, orang-orang Belanda yang datang ke Ampenan punya beberapa teknik berbeda dengan kebanyakan warga pribumi saat membangun rumah.

“Misalnya, untuk pasir di aduk-aduk dulu berhari-hari, sampai jerih airnya, dan debunya sudah hilang. Untuk kapur, juga diaduk. Sedangkan untuk bata, juga direndam berhari-hari, agar saat dipasang, daya serapnya bisa menarik pasir, semen dan batu,” jelas Mik Sajim.

Tidak hanya itu, orang Belanda kala itu juga memperlakukan bata-bata yang digunakan untuk membangun gedung bekas Bank Dagang Belanda di Ampenan itu dengan spesial.

“Batu-batu yang dipakai benar-benar dibersihkan satu per satu, pokoknya nggak boleh kena debu. Kalau dari aspek tenik (kala itu), agar tidak ada rongga-rongga udara di dalamnya. Kalau masuk udara bisa menimbulkan korosi,” tuturnya.

Mik Sajim menjelaskan untuk material bangunan Bank Dagang Belanda kala itu, orang-orang Belanda menggunakan kapur asal Sekotong, Lombok Barat, sebagai bahan campuran. Sementara untuk kayu, mereka menggunakan kayu dari daerah Lingsar, Suranadi, Lombok Barat.

“Nah, kalau untuk batu, mereka pakai batu dari Jangkuk, Narmada. Dulu itu, batu-batunya dibersihkan satu per satu, biar nggak ada yang melekat. Saking kuatnya, lihat saja Jembatan Gantung di Gerung yang dibangun 1936 dan selesai 1938, bahan pembuatannya sama. (Saking kuatnya), nggak ada satu batu-pun yang lepas (sampai sekarang),” beber Mik Sajim.

Bekas bangunan Bank Dagang Belanda di dalam kawasan Eks Pelabuhan Ampenan itu dibangun pada akhir tahun 1800. Namun sejak para tentara Belanda mundur pada kisaran tahun 1941 dan tentara Jepang masuk, bangunan itu tak lagi dijadikan sebagai Bank Dagang.

Meski sudah berumur 131 tahun, bangunan ini tetap kokoh berdiri, seakan tak termakan usia. Lokasi bekas Bank Dagang Belanda ini berada di dalam kawasan eks Pelabuhan Ampenan, di Mataram.

Gedung tinggi dan kokoh ini berada di bagian kanan area eks Pelabuhan Ampenan. Untuk menjaga kebersihan, dan menghindari aksi vandalisme, pemerintah menutup area depan bank.

Bank Ini Hasil Politik Balas Budi Belanda

Bank Dagang Belanda dibangun pada 1894 atau abad 19. Jauh sebelum Indonesia merdeka. Gedung ini dibangun sebagai bentuk politik etis atau politik balas budi pada abad 19, antara Belanda dengan pribumi.

“Jadi, ketika Belanda datang dulu, ada politik etis, atau politik balas budi yang dilakukan Belanda kepada pribumi. Ada beberapa upaya yang dilakukan (orang-orang Belanda kala itu), yakni perbaikan dalam bidang pendidikan, dan di bidang ekonomi. Nah, di bidang ekonomi ini pemerintah kolonial Belanda mendirikan pegadaian dan perbankan (salah satunya Bank Dagang Belanda di Ampenan),” ungkap Mik Sajim.

Dia menjelaskan Bank Dagang Belanda dulunya diperuntukkan sebagai tempat menabung para pribumi berduit.

“Ini (Bank Dagang Belanda) untuk memfasilitasi masyarakat sudah mulai bangkit perekonomiannya (usaha pertanian dan usaha lainnya). Pribumi yang kaya-kaya ini bisa menampung hasil pertaniannya pada bank yang dibangun tersebut,” beber Mik Sajim.

Dia bercerita, bekas Bank Dagang Belanda ini memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh bank-bank pada umumnya. Bank ini punya 12 jendela dengan ukuran besar. Posisinya ada di timur dan utara bangunan.

“Kalau tidak salah jumlahnya ada 12 jendela, ada di timur dan utara, pokoknya lengkap,” jelasnya.

Bekas Bank Dagang Belanda ini tidak lagi beroperasi sejak Jepang masuk ke Mataram. “Sekitar tahun 1942 (sudah tutup). Semoga bisa jadi cagar budaya (karena ini salah satu peninggalan sejarah) pada abad 19,” tandasnya.

Sementara itu, Zahra, warga Mataram mengaku tidak mengetahui keberadaan Bank Dagang Belanda di dalam kawasan eks Pelabuhan Ampenan.

“Baru tahu, soalnya kalau ke sini, area di situ (Bank Dagang Belanda) suka ditutup pagar. Jadi tidak kelihatan dari luar, saya tahunya itu bangunan saja, tapi tidak ada petunjuk berula papan informasi, kalau itu bekas Bank Dagang Belanda,” ujarnya saat ditemui di eks Pelabuhan Ampenan.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Dulu Miskin, Kini Kaya dan Mandiri Berkat Kearifan Lokal


Garut

Desa Saung Ciburial di Garut adalah destinasi tepat untuk kamu yang butuh healing dengan melihat pemandangan alam dan menghirup udara segar. Desa ini dianugerahi alam indah, subur, dan tradisi yang diolah menjadi destinasi wisata.

“Bersih, nyaman dan pemandangannya bagus,” tulis akun Charles Aritonang dalam google review. Dalam keterangan review tertulis, pemilik akun mengunjungi Desa Saung Ciburial sekitar satu bulan sebelumnya saat hari libur nasional.

Lokasi Desa Saung Ciburial

Desa Wisata Saung Ciburial berlokasi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kawasan ini sebelumnya adalah Desa Sukalaksana, namun mengganti namanya sejak memutuskan mengolah poteni wisata.


Kepala Desa Sukalaksana saat itu Obon Sobana, bertekad membuat desanya sukses bertransformasi menjadi desa wisata. Desa ini menggunakan rumah palupuh yang merupakan tempat tinggal khas masyarakat setempat. Pemerintah desa juga menggunakan air Ciburial yang menghidupi masyarakat desa.

Sejak saat itu, Desa Sukalaksana dikenal sebagai Desa Wisata Saung Ciburial. Desa ini kemudian memanfaatkan seluruh potensinya hingga siap menyambut kunjungan wisatawan. Keindahan desa pelayanan yang baik sukses menggaet wisatawan dan meningkatkan pendapatan desa.

Desa Wisata Saung Ciburial saat ini dikelola BUMDesa Sukalaksana. Menurut Onon, potensi wisata pada akhirnya menjadikan desa lebih kaya dan mandiri. Desa Wisata Saung Ciburial atau Desa Sukalaksana tak lagi miskin serta tertinggal.

Tiket Masuk Desa Saung Ciburial

Pengunjung tak perlu bayar tiket masuk Desa Wisata Saung Ciburial yang terletak di kaki Gunung Cikuray. Namun, pengunjung dikenakan tarif untuk menikmati layanan di destinasi wisata tersebut.

Berikut tarif fasilitas Desa Wisata Saung Ciburial dikutip dari akun media sosialnya:

Paket wisata

  • Belajar pertanian: Rp 25 ribu minimal 40 orang
  • Kaulinan barudak lembur (Kabarulem): Rp 2 juta
  • Melukis di atas media: Rp 50 ribu minimal 40 orang
  • Pandai besi: Rp 20 ribu minimal 40 orang
  • Tracking kampung: Rp 30 ribu minimal 40 orang
  • Belajar pencak silat: Rp 25 ribu minimal 40 orang
  • Menangkap ikan (ngagogo): Rp 65 ribu per kg minimal 15 kg
  • Papalidan (river tubing): Rp 45 ribu minimal 40 orang
  • Belajar membuat kerajinan tenun: Rp 25 ribu minimal 40 orang
  • Atraksi domba Garut: Rp 3 juta
  • Pembuatan tas lipat: Rp 25 ribu minimal 40 orang
  • Fun games: Rp 30 ribu minimal 40 orang.

Paket penginapan

  • Saung Cikalapa 1 dan 2: Rp 1,5 juta 3 kamar
  • Saung Cikalapa 2: Rp 1,5 juta 3 kamar
  • Saung Ciburial: Rp 1,5 juta 4 kamar
  • Saung Cikahuripan 1 dan 2: Rp 1,5 juta 2 kamar
  • Saung Ciliang: Rp 500 ribu 1 kamar
  • Saung Cigintung Rp 2 juta 4 kamar
  • Saung Cigembor Rp 1,5 juta 2 kamar
  • Homestay: Rp 50 ribu 1 orang
  • Meeting room: Rp 1,5 juta.

Tersedia juga akomodasi lain yaitu paket makan dan sewa alat yang bisa dinikmati pengunjung. Detikers yang tertarik bisa melakukan pemesanan dulu dengan menghubungi langsung Instagram Desa Wisata Saung di @pesonasaungciburial.

Detikers bisa menggunakan kereta lebih dulu menuju Stasiun Garut dengan pilihan sebagai berikut:

  • Papandayan: Rp 195 ribu
  • Papandayan Panoramic: Rp 675 ribu
  • Cikuray: Rp 45 ribu.

Ketersediaan akses kereta bisa berubah setiap saat sesuai permintaan konsumen. Jadwal dan akses kereta bisa diakses di aplikasi KAI Access.

Selanjutnya, detikers bisa naik transportasi roda dua menuju Desa Wisata Saung Ciburial dengan waktu tempuh 42 menit. Rute perjalanan melewati Jl. Raya Samarang-Garut dan Jl. Raya Kamojang yang makin lama semakin sempit. Karena itu, pengunjung sebaiknya tidak menggunakan mobil kecil atau besar.

Pesona Tirta Setra Ciburial dan Wisata Lain di Desa Saung Ciburial

Salah satu spot wisata populer di Saung Ciburial adalah Tirta Setra Ciburial yang punya air bersih, jernih, dan menyegarkan. Tirta Setra Ciburial berasal dari mata air Ciburial yang telah lama memberi manfaat bagi warga desa.

Ciburial (bahasa Sunda) artinya adalah air yang memancar keluar dan tiap tetesnya selalu memberi manfaat. Sesuai filosofi Ciburial, warga desa berharap semua aktivitas yang dilakukan bermanfaat dan selalu berdampak baik pada pelestarian lingkungan.

Air dari mata air Ciburial ini menjadi kolam renang dan wahana snorkeling. Selain Tirta Setra Ciburial, masih ada lagi pesona Desa Wisata Saung Ciburial yang terdiri dari:

Teh kewer

Teh kewer berasal dari olahan biji buah tanaman kewer yang banyak tumbuh sekitar desa. Minuman ini punya rasa dan aroma yang sangat khas.

Domba Garut

Di Desa Wisata Saung Ciburial, pengunjung bisa ikut memberi pakan, merawat, dan membantu domba olahraga. Pengunjung juga bisa menyaksikan adu ketangkasan domba Garut sebagai bagian dari tradisi.

Kopi akar wangi

Minuman ini adalah perpaduan bubuk kopi dan tanaman akar wangi yang menghasilkan aroma khas. Jenis minuman ini adalah salah satu hidangan khas di Desa Wisata Saung Ciburial.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Kebun Melon di Pangandaran, Alternatif Long Weekend Dekat Jakarta


Pangandaran

Libur long weekend jelas menyenangkan dan selalu mengundang antusiasme. Sayang, harapan relaksasi dan healing kerap terbentur macet serta jarak destinasi wisata yang terlalu jauh. Akibatnya waktu liburan habis di perjalanan dan malah bikin lelah.

Bagi warga Jakarta, wisata petik melon di Pangandaran mungkin bisa jadi alternatif liburan. Pangandaran bisa diakses dengan kereta dan transportasi lain dari Jakarta menuju destinasi wisata pilihan. Akomodasi dan biaya yang diperlukan bisa dirancang dengan baik.

Lokasi Kebun Melon Milik Tuslam

Destinasi wisata ini berada di Dusun Ciledug RT 42/11, Desa Sukanagara, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pantauan google maps menyatakan alamat itu terdata atas nama G_i Farm dengan visual terakhir diambil pada 2021.

Ada Apa di Kebun Melon Milik Tuslam?

Kebun ini menyediakan wisata petik melon yang dikelola Tuslam seorang warga setempat yang menimba ilmu di bidang pertanian. Pengunjung bisa memilih melon matang di pohon lalu memetiknya dengan alat yang telah disediakan.

Selanjutnya, melon tersebut ditimbang dan dibayar dengan harga yang telah ditetapkan pengelola. Harga melon jenis inthanon adalah Rp 35 ribu per kilogram. Pengunjung wajib membayar melon yang telah dipetik.

Dalam arsip detikcom dijelaskan, melon dibudidayakan dengan sistem hidroponik Nutritient Film Technique (NFT). Melon tidak menggunakan media tanam tanah sejak awal seperti pertanaman biasa.

Dikutip dari situs Hydroplanner, NFT adalah sistem pertanaman yang memberikan nutrisi pada tanaman lewat aliran air. Aliran air yang menyentuh akar tanaman sangat tipis hingga mirip lapisan film.

Air dialirkan lewat saluran sempit untuk menjamin semua akar tanaman mendapat nutrisi. Sirkulasi air diatur dengan sistem kelistrikan untuk menjamin tidak berhenti. Tanaman berisiko langsung mati jika aliran air dan nutrisi berhenti.

Tuslam terbukti berhasil menerapkan sistem hidroponik NFT pada budidaya melon inthanon. Dengan luasan kebun 130 meter persegi, Tuslam bisa menghasilkan melon hingga 30 kg per hari di masa panen. Populasi dalam kebun tersebut mencapai 150 tanaman jenis ithanon.

detikers bisa naik kereta menuju Stasiun Banjar dengan alternatif sebagai berikut dikutip dari KAI Access:

  • Pangandaran: Rp 275 ribu
  • Pangandaran panoramic: Rp 675 ribu
  • Serayu: Rp 63 ribu.

Perjalanan selanjutnya bisa menggunakan transportasi online atau angkutan umum setempat. Jarak Stasiun Banjar hingga kebun melon di Dusun Ciledug adalah 39,3 kilometer yang bisa ditempuh dalam waktu 1 jam saat lancar.

Pengunjung juga bisa menggunakan kendaraan pribadi dengan melewati jalan tol Cikopo-Palimanan. Sebelum berkunjung, pastikan telah update info untuk menjamin ketersediaan layanan petik buah di kebun melon milik Tuslam. Update info nisa memudahkan pengunjung menyusun itinerary menuju kebun melon.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com