All posts by Ganti Gambar

Aneka Kolam di Putri Duyung Waterboom Depok 2024, Jam Buka, Harga Tiket


Jakarta

Wisata air kerap menjadi pilihan destinasi liburan keluarga Indonesia, tak terkecuali di Jawa Barat. Bagi warga Depok, salah satu rekomendasi wisata air populer saat ini adalah Putri Duyung Waterboom.

Wahana Putri Duyung Waterboom Depok sudah berdiri sejak tahun 2020. Di lahannya yang seluas lebih dari 30.000 m2, ada beberapa kolam renang yang bisa dinikmati oleh anak-anak hingga orang dewasa. Apa saja?

Aneka Kolam di Putri Duyung Waterboom Depok

Ada lima buah kolam yang dikelilingi tanaman kelapa di Putri Duyung Waterboom. Mengutip laman resmi Wisata Air Putri Duyung Depok Waterboom, ada kolam balita, anak, hingga dewasa.


1. Kolam Balita

Kolam yang didesain khusus untuk anak balita ini hanya memiliki kedalaman 60 cm. Ada air mancur yang melingkari lebarnya kolam dengan wahana seluncuran khusus anak balita.

2. Kolam Anak

Kolam anak memiliki kedalaman 0-80 cm. Beberapa wahana di area ini di antaranya ember tumpah, seluncuran family, dan panggung air. Selain itu, ada aneka patung dengan karakter badut, katak, putri duyung, dan gurita yang masing-masing menyemburkan air.

3. Kolam Arus

Kolam arus mengelilingi kolam anak dengan kedalaman 0-90 cm. Area kolam ini juga dilengkapi dengan wahana ember tumpah raksasa.

4. Kolam Dewasa

Kolam dewasanya memiliki kedalaman 140 cm. Areanya sangat luas dengan wahana seluncuran.

5. Kolam Ombak

Putri Duyung WaterboomPutri Duyung Waterboom (Putri Duyung Waterboom)

Kolam ombak menjadi wahana baru di Putri Duyung Waterboom. Kamu bisa merasakan sensasi diterpa ombak bak di pantai.

Fasilitas Putri Duyung Waterboom Depok

Destinasi wisata Putri Duyung Waterboom memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Berikut di antaranya:

  • Minimarket yang menjual ban renang, pakaian renang, dan aneka snack serta minuman
  • Area parkir yang luas
  • Ruang ganti dengan jumlah banyak dilengkapi wastafel dan cermin
  • Puluhan kantin UMKM yang menjual aneka makanan dan minuman
  • Musholla
  • Saung untuk menambah kenyamanan pengunjung

Harga Tiket Masuk Putri Duyung Waterboom Depok

Harga tiket masuk Putri Duyung Waterboom yaitu Rp 35.000 untuk weekday dan Rp 40.000 untuk weekend. Berdasarkan informasi yang didapat dari kontak WA admin Putri Duyung Waterboom Depok, pembelian tiket hanya dilakukan di loket tiket dengan cash, debit, credit card, dan QRIS.

Lokasi dan Jam Operasional Putri Duyung Waterboom Depok

Putri Duyung Waterboom berlokasi di Jl. Bungsan No.50, Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Jam operasional destinasi tujuan wisata populer adalah sebagai berikut:

  • Senin-Minggu: 07.00-17.00 WIB
  • Jumat: 13.00-17.00 WIB (Pada tanggal merah atau hari libur buka pukul 07.00-17.00 WIB). Tiket diberlakukan mulai dari usia 1 tahun.

Itulah informasi mengenai Putri Duyung Waterboom di Depok, mulai dari aneka kolam di dalamnya, fasilitas, harga tiket, dan jam operasionalnya. Sebelum mengunjungi tempat ini, pastikan kamu mencari informasi terupdatenya ya.

(elk/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Daftar Hotel Bintang 5 di Jakarta, Per Malam Mulai Rp 1,5 Jutaan


Jakarta

Jakarta merupakan salah satu kota terbesar di Asia. Untuk memenuhi para tamu dari dalam maupun luar negeri, tersedia hotel bintang 5 di Jakarta yang memiliki fasilitas mumpuni.

Biasanya, hotel bintang 5 dipakai untuk sejumlah tamu VIP, mulai dari artis, aktor, musisi, hingga tim nasional sepak bola yang bertanding di Jakarta. Selain itu, hotel bintang lima juga kerap digunakan oleh para business trip.

Namun, belakangan ini juga sedang tren staycation di hotel bintang lima. Cara ini dilakukan orang-orang untuk melepas penat atau sekadar ingin mencicipi rasanya menginap di kamar hotel yang mewah.


Penasaran, apa saja sih hotel bintang 5 di Jakarta? Simak daftar hotelnya dalam artikel ini.

Daftar Hotel Bintang 5 di Jakarta

Ada sederet hotel bintang 5 di Jakarta, beberapa di antaranya yang terkenal seperti Ritz-Carlton, The Langham, hingga Fairmont. Untuk harga menginap di hotel bintang 5 mulai dari Rp 1,5 jutaan per malam.

Daripada penasaran, berikut daftar hotel bintang 5 di Jakarta yang telah dirangkum detikTravel:

Hotel Bintang 5 di Jakarta Pusat

Cukup banyak hotel bintang 5 yang berada di Jakarta Pusat. Simak daftar hotelnya di bawah ini:

1. Park Hyatt Jakarta

  • Lokasi: Kebon Sirih, Jakarta Pusat
  • Rating: 9,1/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 4,2 juta

2. Fairmont Jakarta

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Pusat
  • Rating: 9,4/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,9 juta

3. Grand Hyatt Jakarta

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,8 juta

4. Mandarin Oriental Jakarta

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,2 juta

5. Hotel Indonesia Kempinski

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3 jutaan

6. The Orient Jakarta, a Royal Hideaway Hotel

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,7 juta

7. Shangri-La Jakarta

  • Lokasi: Karet Tengsin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,4 juta

8. Hotel Mulia Senayan

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,4 juta

9. Ayana Midplaza Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta pusat
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,3 juta

10. Fraser Residence Sudirman Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,3 juta

11. Le Meridien Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,2 juta

12. Ascott Jakarta

  • Lokasi: Thamrin , Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,1 juta

13. Pullman Jakarta Indonesia

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2 juta

14. The Mayflower Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,9 juta

15. Fraser Residence Menteng Jakarta

  • Lokasi: Kebon Sirih, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,8 juta

16. Sari Pacific Jakarta

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,4/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,5 juta

17. Grand Mercure Jakarta Kemayoran

  • Lokasi: Gunung Sahari, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,4 juta

18. Grand Sahid Jaya Jakarta

  • Lokasi: Sudirman, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,1/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,2 juta

19. Hotel Sultan Jakarta

  • Lokasi: Kebayoran Baru, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,1 juta

20. Hotel Borobudur Jakarta

  • Lokasi: Pasar Baru, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1 jutaan

21. Aryaduta Menteng

  • Lokasi: Gambir, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,5/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1 jutaan

22. Merlynn Park Hotel

  • Lokasi: Petojo Utara, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1 jutaan

23. DoubleTree by Hilton

  • Lokasi: Cikini, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,9 jutaan

24. Pan Pacific Jakarta

  • Lokasi: Thamrin, Jakarta Pusat
  • Rating: 9,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,9 jutaan

25. The Grand Mansion Menteng by The Crest Collection

  • Lokasi: Menteng, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,8 jutaan

26. The Hermitage Jakarta

  • Lokasi: Menteng, Jakarta Pusat
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,7 juta

Hotel Bintang 5 di Jakarta Selatan

Ada banyak juga hotel bintang 5 yang berlokasi di Jakarta Selatan. Berikut daftarnya:

1. The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Selatan
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 5,5 juta

2. The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 4,2 juta

3. Four Seasons Hotel Jakarta

  • Lokasi: Gatot Subroto, Jakarta Selatan
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 4,2 juta

4. The Gunawarman

  • Lokasi: Selong, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 4 juta

5. The Langham, Jakarta

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,9 juta

6. The Westin Jakarta

  • Lokasi: Rasuna Said, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,7 juta

7. Alila SCBD Jakarta

  • Lokasi: Senayan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,5/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,7 juta

8. The Dharmawangsa Jakarta

  • Lokasi: Dharmawangsa, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,6 juta

9. Ascott Kuningan Jakarta

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,6 juta

10. Raffles Jakarta

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,5 juta

11. Oakwood Suites La Maison Jakarta

  • Lokasi: Gandaria, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 3,1 juta

12. JW Marriott Hotel Jakarta

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,9 juta

13. InterContinental Hotels Jakarta

  • Lokasi: Pondok Indah, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,9 juta

14. Sheraton Grand Jakarta Gandaria City

  • Lokasi: Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,6 juta

15. Fraser Place Setiabudi

  • Lokasi: Rasuna Said, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,8 juta

16. Hotel Gran Mahakam

  • Lokasi: Gandaria, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,8 juta

17. Gran Melia Jakarta

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,8/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,7 juta

18. The Grove Suites by Grand Aston

  • Lokasi: Kuningan, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,7/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,5 juta

19. Manhattan Hotel Jakarta

  • Lokasi: Rasuna Said, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,3/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,3 juta

20. Kemang Icon Hotel

  • Lokasi: Kemang, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,1/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,1 juta

21. Mangkuluhur ARTOTEL Suites

  • Lokasi: Setiabudi, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,6/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,1 juta

22. Ra Suites Simatupang

  • Lokasi: Cilandak, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 1,1 juta

23. The St. Regis Jakarta

  • Lokasi: Setiabudi, Jakarta Selatan
  • Rating: 8,9/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,9 juta

Hotel Bintang 5 di Jakarta Barat

Pullman Jakarta Central Park

  • Lokasi: Tanjung Duren, Jakarta Barat
  • Rating: 8,5/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2 juta

Hotel Bintang 5 di Jakarta Utara

Swissôtel Jakarta PIK Avenue

  • Lokasi: Kamal Muara, Jakarta Utara
  • Rating: 8,5/10
  • Harga per malam: mulai dari Rp 2,4 juta

Demikian daftar hotel bintang 5 di Jakarta. Semoga dapat membantu detikers yang ingin staycation di hotel mewah.

(ilf/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Rute Menuju Pemandian Air Panas Guci Tegal dari Jakarta


Jakarta

Tegal terkenal dengan kawasan wisata Guci di lereng Gunung Slamet. Salah satu objek yang perlu dicoba adalah pemandian air panas alaminya. Selain menyegarkan, air panas ini diyakini bisa menyembuhkan masalah kulit.

Buat traveler yang ingin mencobanya, berikut rute menuju pemandian air panas Guci, baik rute dari Jakarta, dari pusat Kabupaten Tegal, maupun dari Kota Tegal. Simak juga beberapa objek wisata lain yang ada di Guci.

Rute Menuju Pemandian Air Panas Guci

Rute menuju pemandian air panas Guci adalah sebagai berikut:


Dari Jakarta

Rute dari Jakarta harus melewati jalan tol Trans Jawa. Jika dihitung dari Jakarta Pusat, jaraknya sekitar 330 km. Perjalanan bisa membutuhkan waktu 4-7 jam tergantung kecepatan dan kemacetan.

  1. Dari Jakarta Pusat, masuk ke jalan tol dalam kota hingga tol Trans Jawa.
  2. Keluar di Exit Tol Tegal KM 279.
  3. Masuk ke Jalan Banjaranyar-Tegal/Jalan Tegal-Slawi, lurus ke selatan.
  4. Setelah menemui bundaran Tugu Poci Slawi Ayu, terus ke selatan.
  5. Bertemu Tugu GBN Lebaksiu, ikut jalan ke arah kanan.
  6. Di simpang Terminal Yomani, belok kiri ke Jalan Bojong.
  7. Lurus terus di Jalan Bojong sekitar 15 km hingga menemui Tugu Bawang Putih.
  8. Belok kiri ke Jalan Tuwel, hingga sekitar 700 meter.
  9. Masuk ke kawasan wisata Guci, cari pemandian air panas yang kalian inginkan.

Dari Kabupaten Tegal

Rute kali ini kita mulai dari pusat Kabupaten Tegal, yakni di Alun-alun Hanggawana Slawi atau Kantor Bupati Tegal. Jaraknya sekitar 27 km atau bisa ditempuh sekitar 50 menit.

  1. Mulai perjalanan dari Jalan Merapi yang berada di selatan Kantor Bupati Tegal.
  2. Terus ke selatan hingga masuk ke Jalan Raya Lebakgowah.
  3. Belok kiri di Jalan Tegal-Purwokerto.
  4. Setelah 350 meter, di simpang Terminal Yomani, belok kanan ke Jalan Bojong.
  5. Lurus terus di Jalan Bojong sekitar 15 km hingga menemui Tugu Bawang Putih.
  6. Belok kiri ke Jalan Tuwel, hingga sekitar 700 meter.
  7. Masuk ke kawasan wisata Guci, cari pemandian air panas yang kalian inginkan.

Dari Kota Tegal

Rute kedua dimulai dari pusat Kota Tegal, yakni di Alun-alun Kota Tegal. Jaraknya sekitar 43 km atau ditempuh sekitar 1,5 jam.

  1. Mulai perjalanan dari Jalan P Diponegoro yang berada di barat Alun-alun Kota Tegal.
  2. Terus ke selatan untuk masuk ke Jalan Tegal-Slawi.
  3. Sampai Tugu Teh Botol Sosro Banjaran, terus ke selatan (serong ke kanan).
  4. Masih terus ke selatan sampai melewati bundaran Tugu Poci Slawi Ayu, terus ke selatan.
  5. Bertemu Tugu GBN Lebaksiu, ikut jalan ke arah kanan.
  6. Di simpang Terminal Yomani, belok kiri ke Jalan Bojong.
  7. Lurus terus di Jalan Bojong sekitar 15 km hingga menemui Tugu Bawang Putih.
  8. Belok kiri ke Jalan Tuwel, hingga sekitar 700 meter.
  9. Masuk ke kawasan wisata Guci, cari pemandian air panas yang kalian inginkan.

Tempat Wisata di Guci

Sampai di kawasan wisata Guci, traveler bisa mendatangi beberapa tempat wisata sekaligus, di antaranya sebagai berikut:

1. Pemandian Air Panas

Dikutip dari situs Pemprov Jateng, pemandian air panas ini berada di kawasan Desa Rembul, Kecamatan Bojong dan Desa Guci Kecamatan Bumijawa. Air panas Guci selain diyakini berkhasiat, airnya tidak bau belerang, warnanya jernih, tidak berasa, dan mengalir terus-menerus.

Ada beberapa pemandian air panas di Guci. Ada pemandian umum yang terbuka untuk banyak orang, dan ada fasilitas pemandian tertutup.

2. Jembatan Kaca The Baron Hill

Tempat wisata lainnya adalah Jembatan Kaca Baron Hill yang cocok untuk dijadikan spot foto para wisatawan. Traveler bisa melintasi jembatan kaca setinggi 400 meter dan sepanjang 43 meter.

3. Curug Sigeong

Ada juga Curug Sigeong yang tak jauh dari pemandian air panas. Air terjun ini juga berair hangat. Tingginya sekitar 6 meter. Selain menikmati air terjun, terdapat kolam air hangat yang bisa digunakan untuk bermain air.

4. Camping Ground Guci Forest

Buat traveler yang ingin benar-benar menikmati alam, kalian bisa berkemah di camping ground Guci Forest dengan pemandangan hutan pinus. Lokasinya di Desa Rembul, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Itulah rute menuju pemandian air panas Guci dari pusat Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Selain pemandian air panas, ada beberapa objek wisata yang juga bisa kalian kunjungi.

(bai/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Perpustakaan Batu Api Mengoleksi Buku, Menyimpan Keresahan



Jakarta

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat awalnya tidak hanya menyimpan buku. Tempat itu, juga rumah bagi audio (musik) dan video (film) dari seluruh dunia dengan berbagai genre, mulai dari jazz hingga dangdut.

Cahaya matahari menembus tumpukan buku dibalik jendela dari bangunan yang tampak tidak terlalu besar, namun mampu menyimpan ribuan koleksi buku, perpustakaan Batu Api.

Saat detikJabar mengunjungi perpustakaan ini, Selasa (8/10/2024), terdengar alunan musik dari sudut ruangan, seakan menyihir suasana menjadi lebih nyaman. Tumpukan buku yang disampul rapi seolah mengucapkan selamat datang.


Si pemilik, Anton Solihin, duduk di sudut ruangan, bergelut dengan laptopnya dikelilingi tumpukan buku. dia membangun perpustakaan Batu Api sejak 1 April 1999.

Perpustakaan Batu Api di Jatinangor.Perpustakaan Batu Api di Jatinangor. Foto: Asy Syifa Ramadhani Imam

Anton menceritakan kendati secara visual tempat itu penuh akan buku, ia justru memulai perjalanannya dengan ketertarikan akan musik.

“Awal itu minatnya musik, rekaman kaset, piring hitam. Dulu kan suka nongkrong di Cihapit, buku belakangan aja. Bukunya harus kelihatan karena ini di tengah kampus, supaya keliatan interaktual,” ujar Anton.

Ya, perpustakaan yang berada di Jl Raya Jatinangor No 142 A, Cikeruh, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, di tengah kawasan yang dihuni ribuan mahasiswa dengan jumlah yang terus meningkat setiap tahunnya.

Dulu, perpustakaan ini rutin melakukan beragam kegiatan, seperti pemutaran film setiap minggu dari tahun 2001 hingga 2019. Selain itu, Anton juga mengadakan diskusi buku bersama organisasi kampus. Ia juga menghadirkan pembicara dari kalangan penulis hingga sejarawan.

Sayangnya, kegiatan tersebut terhenti setelah Covid-19 melanda dan belum dilanjutkan hingga saat ini. Ia menyampaikan, saat ini kegiatan serupa sudah banyak dilakukan.

Pengunjung Jarang yang Baca Buku

satu keresahan Anton selama mengelola perpustakaan itu. Kendati banyak mahasiswa yang datang, namun hanya sedikit mahasiswa yang datang hanya untuk membaca buku.

“Dari 100 paling 5% yang datang untuk baca, sisanya itu dulu untuk tugas kuliah. Nah kan sekarang tugas kuliah banyak pakai AI,” kata Anton.

Pria yang hobi membuat kliping ini menggunakan kata ‘warung’ yang merujuk pada pustaka Batu Api ini. Bukan tanpa sebab, ia menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki latar belakang ilmu perpustakaan. Ia tidak memahami sama sekali teknis dari perpustakaan. Meski begitu, ia tetap menunjukkan keseriusannya dalam membangun perpustakaan ini.

“Saya bukan anak jurusan perpustakaan, kategorisasi segala macem, saya tidak peduli. Sampai sekarang masih acak-acakan. Tapi kalau konten saya serius. Bahan yang sekiranya orang susah nyari, saya betulan simpen,” ujarnya.

Anton juga sering berdiskusi dengan para pengunjung. Mulai dari membahas buku atau rekaman yang tersedia, hingga berkonsultasi terkait tugas kuliah.

Seperti yang disampaikan Salman (21), seorang mahasiswa yang sudah beberapa kali berkunjung ke perpustakaan Batu Api. Tidak hanya datang untuk membaca buku, ia juga mencari bacaan sebagai tuntutan tugas kuliah.

“Buku yang aku cari, terutama soal politik atau budaya lebih lengkap dibandingkan perpustakaan lain. Bang Anton juga bisa diajak diskusi, soal ketersediaan buku atau referensi topik yang sedang dibutuhkan,” kata Salman sambil menggenggam sebuah buku.

Hingga saat ini, tidak tahu pasti jumlah buku, rekaman video maupun audio yang ada di perpustakaan ini. Saat awal dibangun, sudah ada sekitar 4.500 buku. Sekarang, belasan ribu rekaman juga dikoleksi oleh Anton. Ia juga membagikan rekaman yang ada secara gratis.

Jika ingin menjadi anggota dari perpustakaan Batu Api, harus mendaftarkan diri dengan biaya Rp 20 ribu. Sementara itu, biaya sewa buku selama seminggu dibanderol Rp 5 ribu.

Digitalisasi Tidak Membantu Tingkatkan Minat Baca

Keresahan lain yang dirasakan Anton adalah tidak ada pengaruh digitalisasi buku atau pun novel. Dia membandingkan kondisi saat masa orde baru dan masa kini. Dulu, saat orba dengan semua hal diseragamkan, mulai dari tontonan hingga pemikiran, orang-orang berusaha untuk ‘berbeda’. Kini di era digital yang penuh kebebasan, banyak yang memilih untuk tetap ‘seragam’.

“Zaman Orde Baru kita semuanya dibuat seragam, tontonannya sampai apa yang dipikirkan seragam. Tapi kita berusaha untuk menjadi berbeda. Sekarang saya justru lihat, orang harusnya punya imajinasi tak terbatas, tapi banyak yang jadi seragam. Jadi kalau dibilang ada perubahan gara-gara digital, ternyata enggak juga,” kata dia.

Tidak lagi sekedar hobi, mengoleksi buku dan rekaman seakan menjadi jalan hidupnya. Perpustakaan ini tetap eksis di tengah digitalisasi dan meningkatnya harga buku di pasaran.

“Sudah tidak bisa disebut hobi saja karena sudah 25 tahun. Ternyata saya bisa hidup dari sini,” kata dia.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Rasa Penasaran Hilang, Ternyata Ini Isi Gedung Tua di Kota Lama Itu



Jakarta

Adakah traveler yang penasaran dengan isi di dalam gedung di kawasan Kota Lama Semarang ini? Tim detikcom berkunjung ke sana melihat aktivitas yang seperti di masa lampau.

Sebuah bangunan bersejarah dengan tulisan merah ‘Pabrik Rokok Praoe Lajar’ di tengah Kota Lama Semarang cukup menarik perhatian. Dari luar terlihat sepi, tapi di dalamnya ada ratusan orang yang memproduksi rokok dengan metode manual menggunakan alat yang sudah berusia puluhan tahun.

Untuk diketahui, lokasi pabrik rokok Praoe Lajar ini tidak jauh dari Polder Tawang. Pintu pabriknya yang bercorak merah putih menjadi daya tarik, banyak wisatawan yang berfoto di sana.


detikJateng berkesempatan masuk ke pabrik itu. Pantas tampak sepi dari luar, ternyata motor para pekerjanya diparkir di dalam. Tempat parkirnya bertingkat.

Di seberang tempat parkir itu ada ruangan yang berisi seratusan orang berseragam merah, mayoritas wanita. Mereka duduk saling berhadapan di meja-meja panjang, sedang melinting rokok dengan alat yang menempel di meja itu.

Meski berada di tengah gedung-gedung Kota Lama dan di tepi jalur utama Jalan Merak, suasana di dalam pabrik itu terbilang minim polusi suara.

“Ini alatnya sudah lama, jauh sebelum saya lahir, saya sendiri tidak tahu kapan pastinya,” kata manajer sekaligus generasi keempat dari pemilik Praoe Lajar, Aditya Wibowo Setia Budhi (24) saat ditemui di pabriknya, Rabu (9/10/2024).

Aditya mengatakan Praoe Lajar sudah ada sejak 5 Mei 1945 di Kampung Kledung Semarang. Kemudian sempat pindah ke daerah Pusponjolo, hingga akhirnya pindah ke lokasi saat ini di Kota Lama pada 7 Mei 1952.

Suasana di dalam pabrik rokok Praoe Lajar di Kota Lama Semarang, Rabu (9/10/2024).Praoe Lajar di Semarang yang terbuka untuk umum di Semarang (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikJateng)

Rokok gaib

“Sebelumnya gedung ini dipakai perusahaan listrik swasta Belanda, Maintz and co. Karena kondisi yang banjir, gedung ini sudah dinaikkan sampai 1,5 meter,” ujar Aditya.

Semua proses produksi dilakukan secara manual di pabrik ini demi menjaga orisinalitasnya. Hal itu terlihat dari pekerja lelaki yang mencampur tembakau dan saus menggunakan alat seperti sekop. Juga saat para pekerja wanita melinting rokok dan mengemasnya.

“Jadi ciri khas tanpa gunakan kimia, semua rempah dan herbal. Murni pakai tembakau lokal Jawa. Paling jauh Madura. Ini semua manual, lem saja dari tepung kanji bikin sendiri,” ungkap Aditya.

Ada sekitar 300 karyawan yang bekerja di pabrik itu, mayoritas warga Semarang Utara dan sebagian dari luar kota. Dalam sehari, pabrik itu rata-rata memproduksi 500 ribu batang rokok per hari.

Meski demikian, produk rokok Praoe Lajar jarang ditemui di toko-toko apalagi di minimarket modern. Ternyata pelanggannya para nelayan di pesisir Pantura (Pantai Utara Jawa Tengah).

Baca artikel selengkapnya di detikJateng

(msl/msl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Nyaman Asri! Bermalam di Padma Resort Legian yang Memiliki Taman Tropis



Legian, Badung, Bali

Terletak di tengah kawasan Legian, Padma Resort Legian menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dengan beragam fasilitas resort bintang lima.

Kawasan Legian di Bali, tak hanya terkenal dengan pantainya yang indah serta menjadi spot selancar yang menarik bagi para wisatawan. Tapi juga menawarkan beragam tempat wisata lainnya, salah satunya ada Pasar Seni yang jadi destinasi berbelanja di Legian hingga menikmati keindahan sunset yang memukau.

Di Legian, terdapat resort bintang lima yang menawarkan pemandangan taman yang asri dan pengalaman menginap yang tak terlupakan.

Berdiri di lahan seluas 9,6 hektar yang disulap menjadi taman tropis, Padma Resort Legian memiliki 437 kamar dengan beragam aktivitas yang ditawarkan untuk para tamunya. Mulai dari fasilitas kolam renang yang lengkap, spa, kitchen garden, kids club dan masih banyak lagi.

1. Resort Bintang Lima di Legian

Berjarak kurang dari 6 km dari bandar udara Ngurah Rai International Airport, Padma Resort Legian bisa jadi pilihan bagi wisatawan yang ingin berlibur di kawasan Legian. Berbeda dengan resort lainnya, Padma Resort Legian mengusung konsep interior tradisional Bali yang dikemas secara modern.

Di bagian lobby utama, para tamu akan disambut dengan ruangan semi terbuka yang luas. Dikelilingi kolam ikan koi dan taman yang menambah kesan asri, teduh dan nyaman.

Ada banyak hiasan, ornamen hingga karya seni yang menunjukkan keindahan Bali dan budayanya di resort ini. Keramahan staff, khas Balinese Hospitality dan fasilitas-fasilitasnya yang membuat resort ini mendapatkan penghargaan. Salah satunya dari TripAdvisor Travellers’ Choice Awards 2024 – #18 Luxury Hotels in Asia.


2. Kamar Deluxe Chalet

Terdiri dari 437 kamar, Padma Resort Legian memiliki beragam jenis kamar yang hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang berbeda. Salah satunya ada tipe kamar Family Room dilengkapi dengan bunk bed untuk si anak yang terpisah dengan kamar orangtua, kemudian ada Premier Double-Double dengan dua Queen Bed yang cocok ditempati oleh keluarga besar.

Salah satu yang paling menarik adalah Deluxe Chalet. Tipe kamar yang popular dengan interior yang modern, berkonsep Balinese kontemporer.

Di Padma Resort Legian, kamar tipe Deluxe Chalet memiliki balkon yang cukup besar dengan pemandangan taman hijau yang menyegarkan mata. Dalam satu bangunan chalet ada dua kamar terletak di lantai satu dan dua. Luas kamarnya 44.45 – 47.28 meter termasuk bagian balkon atau terasnya.

Interior kamar Deluxe Chalet kental dengan nuansa Bali kontemporer yang elegan. Kombinasi kayu dengan dekorasi berwarna pastel hingga area kamar yang cukup luas, membuat kamar ini cocok untuk keluarga.

Dengan pilihan tempat tidur King Size (200cm x 200 cm) atau Twin Single Beds (200 x 120cm) yang nyaman. Serta fasilitas TV LED yang bisa digeser ke arah tempat tidur, layanan kamar 24 jam, broadband internet, serta Pillow Menu yang menjadi fasilitas favorit di sini.

Kamar ini dilengkapi dengan sofa untuk bersantai dan area bekerja. Lalu di bagian bathroom, konsepnya modern dengan marble dan bathtub, lengkap dengan amenities berbahan natural dari Sensatia Botanicals yang berkolaborasi dengan Padma. Menghadirkan wangi khas yang dibuat khusus untuk Padma Hotels.

Tepat di depan bathroom ada walk in closet, atau area penyimpanan pakaian dan barang sehingga koper dan barang bawaan tidak menyita area bersantai Anda di kamar.

3. Karya Seni yang Memanjakan Mata

Di Padma Resort Legian, para tamu akan disambut dengan banyaknya karya seni yang memukau di setiap penjuru resort. Uniknya, karya seni di sini diletakkan di area taman hingga ruang terbuka yang memberi sentuhan baru serta pemandangan indah untuk para tamu yang melintas.

Di lobby ada karya seni pahatan bernama Happy Waves. Karya seni ini bentuknya menyerupai gelombang besar dengan bentuk bundar yang menyita perhatian. Dibuat langsung oleh seniman ternama I Nyoman Nuarta, Happy Waves dibuat dari kuningan dan tembaga di tahun 2002, yang memiliki arti bahwa hidup terus berputar.

Padma Resort LegianPadma Resort Legian Foto: detik/Padma Legian

Lalu ada Dragon Statue di area Taman Naga atau Dragon garden. Patung naga ini merupakan hasil karya seniman pahat I Wayan Winten yang berasal dari Ubud. Ukurannya yang besar dan detail patungnya yang memukau, membuat patung naga ini menjadi salah satu karya seni yang paling banyak difoto tamu di Padma Resort Legian.

Patung ini merepresentasikan Naga Basuki. Dalam mitologi Hindu Bali, Naga Basuki merupakan titisan dewa yang turun untuk menyelamatkan bumi.

4. Fasilitas Spa hingga Afternoon Tea

Tak lengkap rasanya jika menginap di Padma Resort Legian tapi tidak menikmati beragam aktivitas yang ditawarkan di sini. Resort ini memiliki empat kolam renang yang terdiri dari Main Pool, Lagoon Pool, Family Pool dan Infinity Pool yang memiliki ciri khas tersendiri. Selain itu ada banyak aktivitas outdoor hingga berkebun yang menarik.

Bagi yang ingin memanjakan diri dengan relaksasi wajib mampir ke The Spa yang buka setiap hari dari jam 09.00 – 21.00.

Pilihan spanya ada banyak terdiri dari beberapa kategori seperti Signature, Journeys, Massage, Enhancement, Facial by Pevonia hingga Body Treatments. Kisaran harga dari Rp 320,000+ – Rp 1,720,000+.

Salah satu rangkaian spa terbaru di The Spa ada Nature Hair Spa, terdiri dari perawatan rambut selama 75 menit yang dirancang untuk menjaga kesehatan kepala dan mempercepat pertumbuhan rambut. Spa yang satu ini membuat rambut terasa lebih halus dan lembut. Harganya Rp 750.000+ per orang.

Terakhir jangan lewatkan Tropical Forest Afternoon Tea yang hanya bisa ditemukan di Padma Resort Legian. Rangkaian kue dan pastry yang cantik bernuansa hutan tropis. Cocok dinikmati dengan teh dan kopi spesial. Harganya Rp 580,000+/ set untuk dua orang.

Bagi yang tertarik untuk berlibur di Padma Resort Legian, bisa cek Instagram @padmalegian dan hubungi reservation.legian@padmahotels.com untuk reservasi dan informasi lebih lanjut.

(sob/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Cara ke Hutan Kota GBK: Jam Buka dan Fasilitasnya


Jakarta

Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) adalah salah satu ruang hijau yang hits di Jakarta. Luas areanya sekitar 9 hektare, dengan view kontras gedung tinggi dan hijau pepohonan.

Taman Kota GBK berada di di Pintu Tujuh Senayan, Jl. Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

Akses dan Rute ke Taman Kota GBK

Hutan Kota GBK menjadi alternatif wisata selain ke mal. Biasanya hutan kota itu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore.Hutan Kota GBK menjadi alternatif wisata selain ke mal. Biasanya hutan kota itu menjadi tempat untuk menghabiskan waktu sore. (Grandyos Zafna/detikcom)

Masuk ke Hutan Kota GBK gratis (tidak dipungut biaya). Letaknya sangat strategis karena berada di jantung Jakarta, sehingga akses menuju Taman Kota GBK cukup mudah.


Taman ini bisa dijangkau menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Mengutip laman Jakarta Tourism dan catatan detikTravel, berikut adalah panduan untuk ke Taman Kota GBK:

1. Cara ke Hutan Kota GBK Naik TransJakarta

Halte terdekat dari Taman Kota GBK adalah Halte Polda Metro Jaya di dekat pintu 7 GBK. Selain itu, traveler juga bisa berhenti di Halte Senayan Bank DKI (dulu halte GBK).

Traveler bisa naik Transjakarta koridor 1 Jurusan Blok M-Kota atau koridor 3F Kalideres – Halte Senayan Bank DKI. Dari halte itu, traveler bisa melanjutkan dengan berjalan kaki untuk sampai ke Hutan Kota GBK.

  • Dari Jakarta Timur: Naik Transjakarta koridor 7 (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) – turun di Halte Transjakarta Cawang UKI – naik koridor 9C (Pinang Ranti-Senayan).
  • Dari Jakarta Barat dan Jakarta Selatan: Naik Transjakarta koridor 9 (Pluit-Pinang Ranti) – transit di Kuningan Barat – naik koridor 9C (Pinang Ranti-Senayan).
  • Dari Jakarta Utara: Naik Transjakarta koridor 12 (Tanjung Priok-Pluit) – turun di Halte Transjakarta Kota – naik koridor 1 (Kota-Blok M) turun di Halte Senayan Bank DKI (GBK) – dari Halte GBK, bisa masuk lewat pintu 5 di samping Mal FX atau pintu 6.

2. Cara ke Hutan Kota GBK Naik MRT

Jika naik MRT ke Taman Kota GBK maka turunnya di Stasiun MRT Istora Mandiri. Traveler bisa keluar dari stasiun yang dekat dengan pintu 6 GBK. Dari stasiun MRT Istora mandiri ke Hutan Kota GBK bisa jalan kaki sekitar 9 menit.

3. Cara ke Hutan Kota GBK Naik KRL

Jika menggunakan KRL ke Hutan Kota GBK, traveler bisa turun di stasiun Palmerah. Dari stasiun, traveler bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek online.

4. Cara ke Hutan Kota GBK dengan Kendaraan Pribadi

Jika menggunakan kendaraan pribadi, traveler bisa memasuki area kompleks GBK dan mencari area Parkir Selatan GBK. Sementara, sepeda motor bisa diparkir di area Stadion Akuatik dan Helipad.

Jam Buka Hutan Kota GBK

Cara ke Taman Kota GBK Naik MRTHutan Kota GBK. (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Hutan Kota GBK buka setiap Selasa-Minggu dengan dua shift dalam satu hari, yakni mulai pukul 06.00-10.00 WIB dan 15.00-18.00 WIB. Jadwal itu tercantum pada papan informasi di depan Hutan Kota GBK.

Fasilitas Hutan Kota GBK

Tersedia banyak fasilitas di Hutan GBK, di antaranya:

  • Area kolam trembesi dengan konsep alas kayu di atasnya.
  • Jogging track
  • Bangku taman
  • Ruang ganti
  • Toilet
  • Foodcourt.

Pengunjung juga bisa bawa makanan ke Hutan Kota GBK. Namun, perlu diingat jika membawa makanan dan minuman selalu jaga kebersihan dan buang sampahnya ya.

(khq/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Mengenal Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival yang Keren dari Jember



Jember

Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival kembali hadir di Desa Wisata Adat Arjasa, Jember. Mari mengenal lebih dekat soal festival ini.

Festival tahunan yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-8 ini mengambil tema ‘From Local Vibes to Global Pride’. Festival ini berfokus pada pelestarian alam, budaya, dan spiritualitas setempat.

Melalui rangkaian acara yang melibatkan masyarakat lokal, festival ini akan mempromosikan potensi wisata dan ekonomi kreatif desa wisata adat Arjasa di Jember kepada dunia.


Event tahunan ini menggabungkan berbagai elemen kearifan lokal dalam kegiatan utama seperti Mendhak Tirta Menggala Hyang, Parade Budaya Hyang, serta Bazaar UMKM Kuliner dan Ekraf.

“Kami sangat bangga dengan adanya kolaborasi event Hyang Argopuro Festival bersama program Senandung Dewi dari Kemenparekraf RI. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan potensi Desa Wisata Adat Arjasa kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ketua Pokdarwis Desa Wisata Adat Arjasa, Arjasa Sugianto kepada detikTravel, Selasa (17/9/2024).

Senandung Dewi-Hyang Argopuro FestivalSenandung Dewi-Hyang Argopuro Festival Foto: (dok. Istimewa)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bambang Rudianto menambahkan, festival ini merupakan bukti makin menggeliatnya pariwisata di Kabupaten Jember.

“Festival ini masuk dalam program Senandung Dewi 2024 Kemenparekraf yang diluncurkan oleh Menparekraf RI, Sandiaga Uno, pada 1 Juli 2024,” imbuh Bambang.

Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival pun menjadi simbol kebangkitan pariwisata Kabupaten Jember. Event ini tak hanya menonjolkan budaya lokal, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa.

Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf, Vicky Apriansyah optimis bahwa festival ini dapat memiliki dampak besar bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jember.

“Kami harap ke depannya semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang terlibat, dan festival ini terus berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi dengan semangat 3G: Gercep, Geber, Gaspol,” ungkapnya.

Festival yang berlangsung di Lapangan Arjasa dan Ruang Terbuka Hijau Desa Wisata Adat Arjasa pada 14-15 September 2024 ini terbuka untuk masyarakat umum.

Para pengunjung festival dapat menikmati suasana khas desa adat Arjasa, sekaligus menyaksikan beragam acara budaya dan menikmati produk lokal dari bazaar UMKM setempat.

Desa Wisata Adat Arjasa merupakan desa wisata yang berfokus pada wisata budaya, dengan melestarikan budaya asli Kabupaten Jember yaitu Peradaban Hyang.

Peradaban ini memiliki konsep ‘Luhur Ambukaning Manggala Hyang’ yang menyatukan konsep alam dan mempertahankan budaya bagi para warganya.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Rute ke Dieng dari Jakarta Naik Kereta Api Beserta Waktu Tempuhnya


Dieng terletak di Jawa Tengah, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Bagi para traveler yang ingin pergi ke Dataran Tinggi Dieng, perjalanan dari Jakarta bisa menjadi pengalaman seru tersendiri.

Apalagi kalau perjalanannya ditempuh dengan kereta api. Kamu mungkin akan menikmati perjalanan yang santai sambil melewati berbagai pemandangan indah di sepanjang jalur rel. Ketahui rutenya dalam artikel ini.

Rute ke Dieng dari Jakarta Naik Kereta 2024

Kalau dari Jakarta ke Dieng lebih dekat Stasiun Purwokerto. Traveler bisa mengawali perjalanan dari Jakarta di Stasiun Gambir atau Stasiun Pasar Senen.


Umumnya, perjalanan dari Jakarta ke Wonosobo naik kereta ditempuh sekitar 4 jam lebih.
DIlihat detikTravel dari laman resmi PT Kereta Api Indonesia (KAI) (27/08/2024), berikut adalah daftar stasiun asal beserta stasiun tujuan dalam rute dari Jakarta ke Dieng dari stasiun tujuan terdekatnya.

1. Keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen (Jakarta) ke Stasiun Purwokerto

  • Kereta Api Fajar Utama Solo – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bengawan – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Fajar Utama Yk – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Sawunggalih – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Gajahwong – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Kutojaya Utara – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Serayu – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Jaka Tingkir – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bangunkarta – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Jayakarta – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Senja Utama Yk – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Singasari – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bogowonto – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Mataram – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Progo- Stasiun Purwokerto

Perjalanan dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Purwokerto ditempuh sekitar 4 jam 36 menitan. Biasanya, keberangkatan dari Stasiun Pasar adalah kereta-kereta kelas ekonomi, sehingga harganya lebih terjangkau.

Harga tiket kereta keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen ke Stasiun Purwokerto berkisar mulai dari Rp 100 ribuan hingga Rp 600 ribuan.

2. Keberangkatan dari Stasiun Gambir (Jakarta) ke Stasiun Purwokerto

  • Kereta Api Argo Semeru – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Argo Dwipangga – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Taksaka – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bima Compartment – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Bima – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Gajayana Luxury – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Gajayana – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Argo Lawu – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Argo Lawu Luxury – Stasiun Purwokerto
  • Kereta Api Purwojaya – Stasiun Purwokerto

Perjalanan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Purwokerto ditempuh sekitar 4 jam 23 menitan. Biasanya, keberangkatan dari Stasiun Gambir adalah kereta-kereta kelas luxury yang harganya cenderung lebih tinggi dari kereta yang dari Stasiun Pasar Senen.

Harga tiket kereta keberangkatan dari Stasiun Gambir ke Stasiun Purwokerto berkisar mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1,5 jutaan.

Seorang warga lokal Desa Gembol yang berjarak sekitar 3 km dari Dieng, Wiwig Prayugi, membagikan pengalaman perjalanannya dari Jakarta ke Dieng.

Wiwig sendiri sering bolak balik Dieng-Jakarta setiap bulannya. Berdasarkan pengalamannya, ia lebih suka naik kereta dari Jakarta keberangkatan pada malam hari.

“Paling enak kalau KA dari Jakarta malam. Biasanya yang paling murah dari Gambir KA Purwojaya jam 21.00 sampai Purwokerto jam setengah 2 (dini hari),” kata Wiwig saat dihubungi detikcom pada (29/08/2024).

Selain Stasiun Purwokerto, sejatinya traveler juga bisa memilih untuk berhenti di Yogyakarta atau Semarang. Namun, pilihan kereta di Purwokerto lebih banyak dan lebih cepat.

“Enaknya dari Purwokerto, pilihan kereta banyak. Yang ke arah Solo dan Yogya lewat, ada juga yang lewat Cilacap. Kalau menurut saya, jamnya enak sih. Dari Jakarta misal Gambir banyak pilihan dari keberangkatan pagi dan malam. Sebenarnya, lewat Semarang juga pilihannya banyak. Tapi, dari Semarang ke Wonosobo lebih lama,” jelasnya.

Ada juga alternatif lain, yakni melewati Pekalongan. Namun, rute ini tidak disarankan oleh Wiwig karena di sana cukup sulit mencari transportasi umum.

“Tidak disarankan untuk yang mengandalkan transportasi umum karena susah banget. Kecuali sudah kenal orang lokal atau pesan trip minta dijemput di Pekalongan juga lebih dekat. Tapi, harus dipastikan yang menjemput paham jalan tembusan Pekalongan-Batang-Dieng, soalnya banyak berkelok-kelok curam dan sering ada kecelakaan,” ungkapnya.

Perjalanan dari Purwokerto ke Dieng

Dari Stasiun Purwokerto, traveler bisa melanjutkan perjalanan menaiki bus atau travel untuk menuju Wonosobo terlebih dahulu.

“Dari stasiun ke terminal PWT bisa naik ojol (ojek online) aja biar cepet. Bus ada yang Patas AC Nusantara jurusan PWT-SEMARANG dengan biaya Rp 80-90 ribu. Yang ekonomi sekitar Rp 50 ribuan. Untuk bus ekonomi lama banget ngetem-ngetem gitu,” kata Wiwig.

Bus Patas hanya ada 2 kali sehari. Sementara, waktu tempuh naik bus dari Purwokerto ke Wonosobo kurang lebih 3 jam.

Setelah sampai terminal Wonosobo, traveler perlu melanjutkan perjalanan lagi untuk sampai Dieng. Kita bisa naik microbus atau dengan transportasi online untuk menuju ke sana.

“Dari Wonosobo ada microbus ke Dieng bayarnya Rp 20 ribu, tapi ngetem lama. Sarannya setelah turun dari agen travel atau terminal, lebih baik nyetop bus di daerah Kalianget, luar kota Wonosobo, micro busnya udah jalan itu nggak ngetem-ngetem lagi. Kalau mau cepat dan rombongan, bisa naik grab/gocar sekitar Rp 270 ribuan,” katanya.

Wiwig merekomendasikan untuk menggunakan jasa agen travel daripada bus. Karena jam keberangkatannya lebih banyak dan bisa langsung dijemput di Stasiun Purwokerto.

“Travel yang paling recommended langganan tiap saya mudik, biaya Rp 110 ribu itu udah dijemput di stasiun dan tiap 2 jam ada. Ada travel yang berangkat jam 3.30 jadi bisa sampai Dieng lebih pagi, pas nanjak kebagian sunrise,” ujar Wiwig.

“Agen travel perlu booking by WhatsApp gitu. Ada juga Joglosemar dan agen travel yang bisa dibook di app tiket,” pungkasnya.

Wisata Dieng

Dieng adalah sebuah dataran tinggi di Jawa Tengah, yang terkenal sering jadi tujuan destinasi wisata. Dataran Tinggi Dieng menawarkan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah.

Bahkan, sering disebut sebagai “Negeri di Atas Awan”. Kawasan Dieng terkenal dengan berbagai destinasi wisata seperti telaga, kawah, hingga andi-candi peninggalan Hindu kuno.

(khq/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Dulu Stadion Sepakbola, Kini Taman Hits di Jakarta


Jakarta

Memiliki sejarah yang panjang Stadion Menteng di Jakarta Pusat menjelma menjadi Taman Menteng, sebuah kawasan ruang terbuka hijau yang jadi destinasi masyarakat untuk menikmati hari dan berolahraga.

detikTravel menyambangi taman itu pada Selasa (27/8/2024). Taman Menteng merupakan sebuah stadion sepakbola di era kolonial Belanda dan pernah menjadi stadion klub sepakbola Persija Jakarta.

Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Pada 19601, Stadion Menteng menjadi markas Persija. Kendati menjadi kandang tim sepakbola ibu kota, Stadion Menteng bahkan telah dikenal pula sebagai Stadion Persija, pada 1975 stadion itu dialihfungsikan menjadi taman untuk resapan air.


Pemda DKI juga memasukkannya ke dalam cagar budaya yang tidak boleh diubah. Hingga kemudian pada 2006 menjadi Taman Menteng.

Melansir Jakarta Tourism, alih fungsi stadion tersebut karena saat itu Kota Jakarta kekurangan kawasan resapan sehingga harus mengubah stadion menjadi taman. Kini Taman Menteng memiliki kurang lebih 44 sumur resapan.

Kandang Persija

Merujuk sejumlah sumber disebutkan Stadion Menteng berdiri pada 1921 dengan nama Stadion Voetbalbond Indische Omstreken Sport (VIOS). Pembangunannya diarsiteki dua orang dari Belanda, yakni F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen.

Memasuki era kemerdekaan Indonesia, Stadion Menteng kemudian digunakan sebagai kandang Persija. Sebelumnya, Persija bermarkas di Stadion IKADA. Presiden Sukarno memberikan Stadion Menteng kepada Persija pada awal 1960-an setelah Stadion IKADA disulap menjadi Monas.

Tetapi, Persija juga harus tergusur lagi pada 26 Juli 2006 saat Jakarta dipimpin oleh Gubernur Sutiyoso. Pemprov DKI Jakarta berencana menjadikan Stadion Menteng sebagai taman dan tempat parkir.

Kendati keberatan dan membawanya ke ranah hukum, Persija kalah. Persija pindah markas ke Stadion Lebak Bulus.

Kondisi Terkini

Terletak di Jalan HOS. Cokroaminoto, Taman Menteng jadi tempat bersantai dengan fasilitas yang lengkap. Taman itu memiliki tiga lapangan yakni futsal, basket, area alat kebugaran. Adapun wahana permainan anak seperti perosotan-ayunan, dua rumah kaca, hingga toilet.

Masyarakat banyak menggunakan taman ini berbagai kegiatan, Taman Menteng ini juga banyak dikelilingi oleh perdagangan makanan dan minum. Jadi tak perlu khawatir jika berkunjung ke sini perut keroncongan atau dahaga kering.

Salah satu pedagang yang sudah berjualan lama di taman ini adalah Erwin, pedagang es kelapa muda ini menyebut sudah 20 tahun berjualan di kawasan ini.

Taman Menteng, Jakarta PusatTaman Menteng, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Dari yang masih kecil sampe sekarang ada yang udah anak dua, jadi polisi, jadi tentara. Banyak lah dan rata-rata bilang ‘masih aja jualan di sini bang’,” sebut Erwin sembari bersantai di atas motor.

Erwin juga mengatakan hari-hari ramai taman ini adalah Sabtu dan Minggu, pada pagi hari juga sore hari. Jika di hari kerja Senin hingga Jumat, taman ini biasa didatangi oleh para pelajar yang berolahraga ataupun karyawan yang hendak santap siang.

“Kalau hari-hari kaya begini ya cuma segini-segini aja, banyaknya anak-anak sekolah Obama (SDN 01 Menteng) yang olahraga di sini,” tambahnya.

Taman Menteng ini bisa dinikmati masyarakat tanpa adanya pungutan biaya, buka setiap hari dari jam 05.00 hingga 22.00 WIB. Untuk parkir pun tak perlu khawatir karena taman ini terdapat tempat parkir bertingkat atau juga bisa parkir di antara Taman Menteng dan Taman Kodok.

Tugu Trirura 66

Di Taman Menteng tersimpan Tugu Tritura 66. Sebelumnya, tugu itu berdiri kokoh di Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjelaskan alasan monumen bersejarah itu dipindahkan dari Jalan Rasuna Said ke Taman Menteng pada acara peresmian relokasi Tugu 66 pada Rabu (5/10/2022). Selain Anies, acara itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya tokoh pergerakan mahasiswa angkatan 66, seperti Akbar Tandjung, Laskar Ampera, anggota DPD RI Fahira Idris, BEM Nusantara, serta unsur organisasi perangkat daerah terkait.

Anies mengatakan kehadiran Monumen Tugu 66 menjadi peringatan perjalanan sejarah Indonesia. Namun, visual patung itu menjadi terhalang lantaran adanya proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said.

“Sebetulnya ini dibahas agak panjang, ketemuan dengan senior kita semua para pejuang 66 yang ceritakan tentang kondisi monumen di kawasan Rasuna Said yang saat itu ada proses konstruksi dan lain-lain sehingga kehadirannya sebagai monumen berkurang efektivitasnya,” kata Anies.

“Monumen itu kan salah satu tugasnya memberikan kepada kita peringatan, ada sebuah bangunan yang bisa bisa lihat lalu kita teringat. Nah, itu bermasalah dan kita sampaikan insyaallah dan akan kami lakukan prosesnya,” ujar Anies.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker