All posts by Ganti Gambar

Pesona Desa Pandanrejo dari Kambing Etawa Hingga Lihat Burung Liar



Purworejo

Desa Wisata Pandanrejo menyajikan pengalaman wisata menarik buat traveler, mulai dari edutourism kambing etawa hingga birdwatching alias melihat burung liar.

Desa Pandanrejo menjadi salah satu desa wisata yang menjadi Desa Wisata Penyangga Zona Otorita Borobudur. Lokasinya berada di Kawasan Perbukitan Menoreh, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Desa Wisata Pandanrejo berjarak 17 km dari pusat Kota Purworejo dan 36 km dari pusat kota Yogyakarta. Sebelum Desa Pandanrejo terbentuk, dahulu terdapat desa di perbukitan menoreh bagian timur Kabupaten Purworejo bernama Desa Klepu dan bagian barat bernama Desa Pendem.


Pada tahun 1927, kedua desa tersebut sepakat untuk digabung karena memiliki banyak kesamaan secara budaya, sosial dan ekonomi salah satunya beternak kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing.

Nama Pandanrejo dipilih karena ciri khas yang ketika itu banyak ditumbuhi tanaman pandan, sedangkan kata ‘rejo’ memiliki makna berjaya.

Berikut Pesona Desa Wisata Pandanrejo:

1. Kambing Ras Kaligesing

Desa Pandanrejo mempunyai peternakan kambing peranakan etawa (PE) ras Kaligesing yang menjadi daya Tarik Wisata Pendidikan (Edutourism). Kambing yang berasal dari India ini dibawa ke Indonesia pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1924.

Keunggulan kambing etawa ada pada dading dan susunya yang banyak. Kambing jenis ini masuk ke dalam tujuh plasma nutfah lokal Indonesia.

Dengan postur tubuh yang besar, jenis kambing etawa menghasilkan lebih banyak daging dibandingkan kambing jenis lainnya. Sementara susu kambing etawa dikenal memiliki berbagai manfaat.

Edutourism susu kambing etawa secara khusus dilakukan di Goridampyak Farm. Di sini wisatawan akan belajar mengenai susu kambing etawa dan bagaimana memilih indukan yang pas untuk diperah susunya, wisatawan juga dapat menikmati susu kambing yang baru diperah.

2. Gunung Gajah

Gunung Gajah merupakan salah satu destinasi di Desa Wisata Pandanrejo yang diresmikan pada tahun 2016. Cerita yang mendampingi Gunung Gajah adalah terdapat tugu kecil yang ada di puncak Gunung Gajah.

Tugu ini merupakan lambing yang digunakan oleh Kolonial Belanda sebagai penanda salah satu puncak tertinggi di Kawasan Perbukitan Menoreh. Tiap hari Minggu pagi pukul 08.00 – 12.00 WIB, Gunung Gajah membuka Pasar Wiwit.

Di sana menjual berbagai macam produk UMKM dari warga Desa Pandanrejo. Para pengunjung yang hendak berswafoto, pengelola menyediakan spot dengan latar belakang bentang alam perbukitan menorah.

Gunung Gajah juga menyediakan edukasi UMKM Dewa Pandan dan juga makanan khasnya yaitu Nasi Gugah dan Dawet Goreng.

3. Kampung Cantik

Desa Wisata PandanrejoWisatawan di desa Wisata Pandanrejo Foto: (dok. BOB)

Kampung Cantik merupakan salah satu pusat akomodasi wisata Dewa Pandanrejo. Terdapat beberapa homestay yang bisa disewa pengunjung untuk beristirahat ataupun menginap.

Di sana juga ada edukasi tanaman, pupuk dan pengelolaan susu kambing etawa. Biasanya edukasi tanaman disediakan bagi pengunjung yang membeli paket wisata.

Desa Wisata Pandanrejo terdapat 25 homestay dengan total kamar 75 kamar. Kisaran harga menginap di homestay adalah 125 ribu per orang dan sudah termasuk satu kali makan dan welcome drink/snack.

4. Birdwatching

Desa Wisata PandanrejoBirdwatching di desa wisata Pandanrejo Foto: (dok. BOB)

Birdwatching menjadi salah satu wisata di Desa Wisata Pandanrejo. Keanekaragaman fauna ini dimanfaatkan untuk menjadi paket wisata. Tercatat 35 jenis burung yang dijumpai di Desa Pandanrejo berdasarkan data dari survei Yayasan Kanopi Indonesia Tahun 2023.

Burung-burung tersebut tersebar di tempat-tempat yang masih memiliki area hutan agroforestri seperti Wisata Alam Bukit Sibutrong, Gunung Gajah, Patunggon Krapyak dan Makam Alas MBarepan. Wisatawan dapat menikmati indahnya burung dengan beberapa cara baik itu hunting foto dan juga menggunakan teleskop.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Mengenang 26 Tahun Peristiwa Reformasi di Museum Tragedi 12 Mei 1998



Jakarta

26 tahun tragedi berdarah 12 Mei 1998 berlalu. Jejak perjuangan para pahlawan reformasi dan sejarahnya tersimpan di sini, di Museum Tragedi 12 Mei 1998.

Museum Tragedi 12 Mei 1998 terletak di dalam kawasan Universitas Trisakti. Museum itu menjadi saksi bisu peristiwa kelam yang merenggut nyawa empat mahasiswa dari Universitas Trisakti, yakni Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan.

Di dalam museum, pengunjung dapat melihat berbagai diorama, foto-foto, dan barang-barang peninggalan para korban yang menjadi bukti nyata dari tragedi tersebut. Pengunjung akan diajak untuk merenungkan makna demokrasi dan perjuangan untuk keadilan, sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda untuk meneruskan cita-cita para pahlawan reformasi.


Museum Tragedi 12 Mei 1998 menyajikan berbagai informasi terkait peristiwa reformasi tersebut. Pengunjung dapat memulai pada bagian audio visual pada sebuah televisi yang memutar film dokumenter tentang tragedi 12 Mei. Di sana juga terdapat berbagai foto-foto situasi sebelum dan pasca kerusuhan, kronologi peristiwa yang detail hingga jam dari kejadian tersebut, dan barang-barang peninggalan kerusuhan tersebut.

Salah satu yang bukti kerusuhan yang masih dipertahankan hingga saat ini adalah jejak peluru berupa kaca yang berlubang yang masih tertanam di dinding kaca museum. Hal ini semakin membuat bergidik pengunjung sekaligus menjadi pengingat nyata dari kekejaman yang terjadi.

Museum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, JakartaMuseum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

“Di sini juga ada bukti nyata, dimana saat kejadian 12 Mei ini bukti dari tembakan oleh aparat kepolisian,” Kata Rahma, humas Trisakti, dalam Keluyuran Ngojak di sekit Grogol Sabtu (29/5/24).

Selain itu, terdapat suatu papan yang disebut dengan papan bercak darah. Konon karena ricuhnya suasana pada saat itu, tandu penyelamat tidak dapat memadai untuk membantu mengevakuasi para korban. Akhirnya para mahasiswa berinisiatif menggunakan papan tersebut sebagai tandu darurat.

“Display selanjutnya, di sini ada semacam papan yang dimana pada saat itu bekas bazzar dan pada saat 12 Mei digunakan sebagai tandu untuk mengevakuasi korban-korban yang luka maupun yang berjatuhan pada saat itu dan ini masih ada bekas darah-darah dari para korban,” kata Rahma.

Rahma juga menjelaskan pada pukul 10.00 – 12.00 mahasiswa masih melakukan aksi damai sambil menyampaikan aspirasinya terkait betapa jomplangnya ekonomi rakyat dan para pejabat saat itu.

Namun, negosiasi tidak berakhir sesuai ekspektasi mahasiswa, bahkan mereka dipaksa mundur.

Hingga akhirnya pada pukul 17.00 terjadi kesalahpahaman antara oknum mahasiswa dengan komando aparat berbentuk ucapan kasar yang akhirnya menjadi sumbu emosi dan kericuhan.

Rahma juga menjelaskan salah satu foto yang menggambarkan situasi salah satu mahasiswa bernama Kiki dari fakultas hukum yang terkena tembakan pada pelipis dekat matanya. Saat itu, ia dinyatakan pingsan bahkan meninggal dunia.

Tetapi, ternyata kondisinya membaik setelah ditangani dan masih sehat hingga saat ini bahkan menjadi salah satu pengacara di Indonesia. Akhirnya, tembakan mulai mereda dan mahasiswa dapat dipulangkan secara bertahap pada pukul 20.00.

Museum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, JakartaMuseum 12 Mei 1998 di Universitas Trisakti, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Bangunan dari museum ini juga menjadi salah satu saksi sejarah yang terjadi. Terdapat satu foto yang mengabadikan aksi penembakan salah satu mahasiswa bernama Hafidin Royan yang saat itu tertembak di bagian kepala dan dinyatakan tewas tepat di depan gedung museum ini.

Lokasinya kini juga diabadikan dalam bentuk Tilas Tapak Pahlawan Reformasi Trisakti 12 Mei 1998 yang dapat dilihat di depan Gedung Dr. Sjarif Thajeb Universitas Trisakti.

Selain itu, museum tersebut juga dilengkapi dengan barcode berisikan berbagai foto dan video kerusuhan saat itu. Terdapat pula piagam tanda kehormatan yang diberikan kepada empat korban yang meninggal dunia dari Universitas Trisakti. Terdapat beberapa barang berupa sepatu, pakaian, buku hingga peluru yang melukai mahasiswa di dalam museum itu.

Diharapkan dengan adanya museum ini, sejarah kelam tersebut tidak terulang kembali dan semangat reformasi terus terjaga.

Museum Tragedi 12 Mei 1998 terletak di Jalan Gajah Mada 45, Jakarta Pusat. Museum ini buka setiap hari Senin-Jumat, pukul 09.00-16.00 WIB. Bagi Anda yang ingin mengenang sejarah dan menumbuhkan semangat reformasi, museum ini adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Melepas Penat dengan ‘Baca Di Tebet’, Perpustakaan Hidden Gem di Jaksel



Jakarta

Melepas penat dengan me time memang jadi jalan terbaik. Buat traveler yang suka membaca, kalian bisa banget datang ke ‘Baca Di Tebet’.

Butuh tempat yang bisa memfasilitasi pikiran dan hati saat suasana galau, Baca Di Tebet bisa jadi piliham. Baca Di Tebet merupakan sebuah konsep perpustakaan yang beda dari perpustakaan yang lain.

Di sini kamu bisa baca buku sambil makan di area baca. Selain itu, Baca Di Tebet juga punya space yang cukup luas yang dibagi ke beberapa ruangan.


Semua ruangan baca ini telah dilengkapi dengan AC dan Wifi, tentunya ini semakin bikin nyaman ketika berada di perpustakaan ini. Ada sekitar 26.000 koleksi buku bahasa Indonesia dan juga Bahasa Inggris.

Tempat berkumpul plus perpustakaan ini dimiliki oleh dua orang yakni Wien Muldian dan Kanti W. Janis. Pertemuan mereka pertama kali terjadi pada tahun 2018.

Perpustakaan di TebetPerpustakaan Baca di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Buku-buku di sini merupakan koleksi pribadi dari sosok Wien dan tempat ini pun asalnya merupakan rumah pribadi milik keluarga Kanti.

Inisiasi tempat ini sebetulnya sudah terpikiran oleh Kanti sedari lama, ia menuturkan selama ini tak banyak perpustakaan yang memberikan suasana yang nyaman sesuai kebutuhan pengunjung.

“Di Indonesia kan perpustakaan saat itu ya belum ada perpustakaan yang nyaman yang sesuai dengan kebutuhan. Perpustakaan yang koleksinya lengkap, AC-nya dingin, terus bisa makan ya bisa ngopi tapi ya di luar negeri juga sebenarnya perpustakaan yang boleh makan, boleh ngopi di dalam ruang koleksi tuh juga jarang sih,” kata Kanti kepada detikTravel, Rabu (22/5/2024).

“Jadi menggabungkan antara keinginan pribadi terus boleh dibilang riset pribadi kalau ke luar negeri gitu ya kalau ada kesempatan ke luar negeri pasti ke perpustakaan ‘oh yang nyaman tuh kaya gini, yang saya suka tuh kaya gini’ tinggal ditambah ini-ini dan semuanya diwujudkan di Baca Di Tebet,” dia menambahkan.

Kanti juga merupakan seorang penulis novel dan pertemuannya dengan Wien saat berada di organisasi penulis. Dan Wien merupakan seorang yang telah menekuni bidang ini cukup lama, ia pun pernah mengenyam pendidikan terkait keperpustakaan.

Perpustakaan di TebetPerpustakaan Baca di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Menyoal buku-buku di Baca Di Tebet, Wien pun menyebut kalau buku-buku yang ada di sini merupakan buku yang sedianya berasal dari koleksi pribadi di rumahnya.

“Jadi semua buku saya yang ada di rumah di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, semua buku dari rumah diangkut semua ke sini. Kecuali yang arsip-arsip atau berkas-berkas ya di rumah tapi kalau buku-buku semua di sini,” ujar dia.

Baca Di Tebet berada di Jalan Tebet Barat Dalam Raya No. 29, Jakarta Selatan. Tempat ini sangat cocok untuk kamu yang memang butuh ketenangan sejenak untuk merefresh pikiran dengan suasana yang nyaman dengan membaca buku sambil makan atau ngopi.

Untuk bisa masuk ke perpustakaan ini kamu akan dikenakan tarif masuk harian sebesar Rp 35.000 per orang, jika kamu mulai nyaman dengan tempat ini atau perlu buku yang hanya ada di tempat ini bisa langsung mendaftar sebagai member bulanan dengan harga Rp 100.000 atau tahunan dengan harga Rp 600.000 bagi kalangan pelajar atau mahasiswa dan Rp 800.000 untuk umum.

Di tempat ini, pengunjung harian atau bulanan tidak bisa meminjam buku untuk dibawa pulang. Peminjaman buku untuk dibawa pulang hanya diperkenankan hanya untuk anggota tahunan saja.

Perpustakaan di TebetPerpustakaan di Tebet Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Karena pengelolaan perpustakaan ini oleh pribadi jadi semua tarif pengunjung akan disalurkan untuk operasional Baca Di Tebet.

Jam operasional tempat ini pun dimulai pada hari Selasa-Minggu, untuk Selasa hingga Kamis jam buka berada pada pukul 10.00-18.00 WIB dan Jumat-Sabtu pukul 12.30-20.30 WIB.

Baca Di Tebet tak hanya menjadi tempat membaca dan makan-ngopi saja, tempat ini juga kerap mengadakan berbagai kegiatan seperti kelas menulis, teater hingga gelaran live musik untuk mengiringi para pembaca.

Untuk kamu yang penasaran dan ingin mencoba Baca Di Tebet tinggal daftar terlebih dahulu melalui link yang tersedia di Instagram @bacaditebet atau mendaftar langsung di tempat.

(wsw/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Syahdunya Perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama, Dipadati Ribuan Orang



Jakarta

Hari Raya Waisak jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para umat Buddha. Wihara Ekayana Arama di Jakarta Barat pun jadi pusat perayaan Hari Waisak 2568 BE.

Para umat Buddha sedari pagi telah memadati Wihara Ekayana Arama. Semua berjejal memasuki barisan untuk mengikuti agenda pertama yakni Pindapata. Di wihara ini memang digelar berbagai rangkaian acara untuk mengenang sang Sidharta Gautama.

Sesuai pantauan di lokasi, pukul 08.10 WIB, sebanyak 45 biksu dan biksuni mulai berjalan menyusuri barisan umat. Terdapat ribuan umat yang hadir dalam perayaan Hari Waisak 2568 BE yang jatuh pada hari Kamis (23/5/2024).


Selesai menjalani sesi Pindapata, umat Buddha dan para biksu serta biksuni melangsungkan Puja Bhakti Waisak, seluruh umat menjalankannya dengan khikmat di tengah cuaca yang panas.

Perwakilan biksu anggota sangha dari Wihara Ekayana Arama, Biksu Nyanagupta menjelaskan dari tema Waisak tahun ini ‘Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan dalam Berbangsa’ dan sub tema ‘Dengan Bodhicitta Mari Kita Wujudkan Keharmonisan’ adalah wujud dari harapan untuk bangsa yang terus dalam suasana yang rukun dan bersatu dalam situasi apapun.

Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Ia memberikan contoh pemilu yang belakang baru terjadi dan ramai dengan segala prosesnya. Setelah gelaran pemilu itu usai, harapannya mampu menjalin kembali keharmonisan yang terjadi seperti sedia kala.

“Namun semua itu sudah berlalu ya sudah diputuskan bersama, mari kita dukung bersama. Nah kita rajut kembali kehidupan berbangsa ini, kembali ke sila ketiga persatuan Indonesia yang perlu dilandasi seperti dalam ajaran Buddha yakni keharmonisan,” ucapnya.

Rangkaian perayaan Hari Waisak di Wihara Ekayana Arama masih akan terus berlanjut pada nanti malam yang merupakan detik-detik Waisak. Biksu Nyanagupta menyampaikan hal itu menjadi puncak dari perayaan Hari Waisak 2568 BE.

“Dan tentu malam ini sesuai dengan tradisi agama Buddha di Indonesia kita masih ada perayaan purnama Waisak yang tahun ini jatuh di malam hari sekitar jam delapan. Jadi nanti malam masih ada meditasi detik-detik Waisak sebagai penutup rangkaian acara Waisak di Wihara Ekayana Arama ini,” katanya.

Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Antusiasme umat Buddha dalam menyambut Hari Waisak ini terlihat dari kepadatan di Wihara Ekayana Arama, Biksu Nyanagupta pun menyampaikan terdapat sekitar 8.000 umat Buddha yang hadir di Indonesia Buddhist Center ini.

Sebelumnya pun Wihara Ekayana Arama mengadakan rangkaian perayaan menjelang Hari Waisak di Jakarta International Expo (JIExpo) (19/5) dan umat yang hadir di sana mencapai 10.000 orang.

“Hari ini umat yang datang cukup ramai ada sekitar 8.000 umat yang hadir di sini. Selain itu sebenarnya kemarin kita di JIExpo juga melakukan perayaan Waisak yang dihadiri sekitar 10.000 umat,” sebutnya.

Perayaan Waisak di Wihara Ekayana AramaPerayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Ketua Pelaksana Hari Waisak 2568 BE tahun 2024 Wihara Ekayana Arama, Krisno menambahkan di beberapa tahun lalu perayaan Waisak sempat dilaksanakan secara online dan baru beberapa tahun ini bisa terlaksana seperti biasanya, Pertumbuhan umat pun semakin bertambah dan ia menyebut antusiasme umat yang hadir tidak pernah pudar.

“Semenjak pandemi kita sempat (melaksanakannya) full online dan setelah pandemi itu jumlah umatnya terus bertambah, makin ramai. Kita juga kapasitas bisa menampung sekitar 8.000 umat gitu ya, kalau kita lihat antusiasmenya tidak menurun malah cenderung meningkat,” jelas Krisno.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Cuaca Panas Begini, Cocoknya Main Tubing di Tumpak Selo Lumajang



Lumajang

Salah satu aktivitas menyenangkan di cuaca panas adalah bermain air. Nah, coba deh wisata tubing di Tumpak Selo, Lumajang ini. Seru!

Wisata alam river tubing Tumpak Selo berada di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Untuk menuju ke sini, traveler bisa kok menggunakan roda 2 maupun 4.

Di wisata ini para pengunjung bisa menikmati river tubing sepanjang 1 kilometer untuk trek panjang dan 350 meter untuk trek pendek dengan air sungai yang jernih. Apalagi sungai yang berkelok kelok dengan bebatuan kecil sepanjang sungai memberikan kesan tersendiri yang menyenangkan.


Selain itu, rindangnya pohon bambu di sepanjang kawasan wisata ini membuat suasana semakin sejuk. Para pengunjung mengaku senang menikmati liburan bersama keluarga di river tubing tumpak selo ini.

“Kesan liburan di tumpak selo ini menyenangkan, pemandangannya sejuk serta river tubingnya seru dan asyik air sungainya juga jernih,” ujar salah satu wisatawan asal Malang Vety Vadya kepada detikJatim, Sabtu (11/5/2024).

Wisata alam river tubing Tumpak Selo LumajangWisata alam river tubing Tumpak Selo Lumajang Foto: Nur Hadi Wicaksono

Saat liburan long weekend saat ini, wisata river tubing tumpak selo ini dipadati para wisatawan. Bahkan, pengunjung wisata mencapai 1.300 orang per harinya.

“Untuk tingkat kunjungan wisatawan ada peningkatan saat liburan long weekend saat ini mencapai 1.300 orang per hari,” ujar pengelola wisata Tumpak Selo, Mulyadi.

Sementara untuk masuk ke wisata ini pengunjung cukup membayar uang parkir sebesar Rp 5.000 untuk roda dua dan Rp 10.000 untuk kendaraan roda empat. Pengunjung yang hendak menikmati river tubing bisa menyewa ban sebesar Rp 10.000.

Artikel ini telah tayang di detikjatim

(sym/sym)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ngopi Bonus Suara Menenangkan Gemericik Air Sungai di River Deck



Bandung

Bosan dengan kafe-kafe yang ada di Bandung? Kamu suka dengan nuansa alam? Salah satu kafe yang berada di pinggiran Bandung ini bisa jadi alternatifnya. Kafe River Deck yang berada di kawasan Gunung Puntang ini memiliki pemandangan yang bisa menenangkan pikiran.

Dari Kota Bandung, jarak tempuh ke kafe River Deck ini hanya memakan waktu kurang lebih satu jam. Setelah menemukan gerbang masuk kawasan Taman Kop Guntang, Gunung Puntang, traveler tinggal membayar tiket masuk area tersebut.

Untuk satu orang pengunjung harus membayar sekitar Rp 25.000 dan jika kamu membawa kendaraan akan dikenai biaya Rp 7.000 untuk motor, serta Rp 12.000 untuk mobil. Setelah membayar tiket masuk, langsung saja ikuti petunjuk yang sudah ada disepanjang jalan.

Tak jauh dari gerbang masuk, traveler bakal langsung menemukan kafe estetik ini. Pemandangan yang asri di tengah hutan dengan pepohonan yang lebat menjadi asupan untuk mata selama perjalanan menuju lokasi dan saat di lokasi.

Kafe River Deck di BandungKafe River Deck di Bandung (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Aliran sungai juga jadi dambaan pengunjung yang datang ke kafe ini, mereka bisa dengan bebas untuk bermain di aliran sungai tersebut. Keseruan pun tercipta di antara mereka, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Lokasi kafe River Deck ini masih dalam area Taman Kopi Guntang, sehingga sangat pas sekali jika kamu ingin menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga sambil menikmati kopi di tengah alam.

Untuk harga yang ditawarkan oleh kafe ini, tak bisa juga disebut murah. Tapi untungnya kafe ini masih memiliki daya tarik yang mampu meredam rasa perih saat membayar, selain itu rasa makanan yang disuguhkan juga cukup untuk membuat perut kenyang nikmat.

“Harganya sebenernya nggak bisa dibilang murah, mie instan aja dibanderol Rp 30.000. Tapi, tetep worth it buat datang ke sini karena harga mahalnya bisa terbayarkan sama pemandangan yang bagus banget. Cocok banget kalo lagi pengen refreshing,” ujar Anas salah satu pengunjung kafe River Deck.

Ia bersama suaminya jauh-jauh dari daerah Ujung Berung datang ke sini hanya untuk menikmati nuansa kafe yang berada di kawasan hutan ini. Jarak tak menjadi hambatan untuk keduanya menerjang kemacetan Kota Bandung.

Di masa libur panjang ini jadi momen mereka untuk mencoba menikmati sarapan di River Deck, matahari seakan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati situasi kafe tanpa merasa tersengat. Konsep outdoor yang kafe ini bawakan begitu cocok dengan perpaduan nyanyian dari alam.

Buat kamu yang penasaran dengan menikmati kopi di tengah hutan, langsung aja datengin River Deck di kawasan Taman Kopi Guntang ini.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ingin Glamping di Pinggir Sungai Sentul? Segini Harganya



Jakarta

Salah satu kegiatan menarik yang bisa traveler nikmati bersama keluarga adalah glamping di pinggir sungai. Salah satu tempat yang bisa didatangi adalah Landeuh Village Riverside Glamping & Cabin.

Sesuai dengan namanya, Landeuh Village memang persis berada di pinggir aliran sungai yang mengalir di Kampung Wangun Landeuh, Karang Tengah, Kabupaten Bogor. Untuk menuju ke sini, traveler membutuhkan waktu sekitar 80 menit dari Jakarta.

Untuk mencapai lokasi kemah, traveler akan melewati jalan menurun yang lumayan terjal. Jadi disarankan menggunakan kendaraan yang prima dan kemampuan mengemudi yang handal. Soalnya, jalannya kecil dan tidak mulus.


“Landeuh Village ingin menawarkan pengalaman menginap di alam dengan fasilitas hotel. Kita juga menawarkan kegiatan berbasis alam yang bisa dinikmati tamu yang datang,” kata Rinaldy, pengelola sekaligus pemilik dari Landeuh Village, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Landeuh Village eksis semenjak 2022 dan berdiri di lahan seluas 5.500 meter persegi. Tidak hanya menyediakan tenda glamping saja, namun juga ada toilet, lahan parkir dan restoran demi kenyamanan traveler.

Landeuh Village Riverside Glamping & CabinLandeuh Village Riverside Glamping & Cabin (Syanti Mustika/detikcom)

Harga menginap dan cara pemesanan

Terdapat dua pilihan menginap yang bisa traveler pilih, yaitu glamping dan cabin. Tamu bisa check in mulai pukul 14.00 WIB dan check out pada pukul 12.00 WIB. Berikut rincian harganya:

Glamping (kapasitas 4 orang)

Reguler Rp 850 ribu per malam
VIP Rp 1.100.000 per malam

Cabin

Tergantung dari tipe cabin yang dipilih. Harganya mulai dari Rp 1.400.000 (untuk 4 orang)- Rp 3.500.000 (untuk 12 orang).

“Bagi tamu yang menginap di kabin, kami menyediakan fasilitas yang lengkap persis seperti di hotel. Mulai dari handuk, peralatan mandi, peralatan masak, peralatan makan hingga mini kitchen lengkap dengan alat masaknya,” ujar Rinaldy.

Harga trekking

Adapun kegiatan yang bisa dinikmati para tamu yang menginap di Landeuh Village adalah trekking. Salah satu curug yang bisa dimasuki tamu yaitu Curug Leuwi Asih.

“Bagi tamu yang menginap di Landeuh Village bisa masuk ke Curug Leuwi Asih secara gratis. Nanti bagi yang ingin ke sana akan kami berikan gelang akses,” dia menambahkan.

Namun, bila traveler ingin memilih destinasi lain juga bisa kok. Landeuh Village dikelilingi oleh beberapa curug dengan alur tracking yang menyenangkan.

“Untuk trekking, kita harganya Rp 125 per orang dengan fasilitas seorang guide, tongkat, HTM ke destinasi wisata dan air mineral. Sedangkan saat weekday harganya Rp 100 ribu,” kata Aldi.

Untuk menginap, traveler bisa melakukan pemesanan visa Instagram ataupun Whatsapp. Serta, Landeuh Village bisa juga dipesan melalui aplikasi tiket.com.

“Kita bisa dibooking melalui Instagram dan aplikasi tiket.com. Namun, biasanya saat weekend saya akan tutup pemesanan melalui tiket.com. Jadi disarankan langsung saja kontak Instagram Landeuh Village,” ujar Aldi.

Landeuh Village Riverside Glamping & CabinLandeuh Village Riverside Glamping & Cabin Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Aldi menambahkan bahwa ke depannya Landeuh Village akan terus bersolek demi menarik perhatian turis lebih banyak lagi. Salah satunya adalah membangun cabin dan cafe.

“Kita saat ini sedang membangun jembatan yang akan mempermudah tamu untuk menuju Curug Leuwi Asih. Juga, ke depannya kami akan membangun cafe tepat di pinggir sungai. Jadi, bagi traveler yang tidak menginap, bisa bersantai di cafe. Kita juga akan menambah cabin dengan private pool, karena di kita yang paling laris adalah cabin,” jelasnya.

Aturan untuk tamu yang menginap

Landeuh Village Riverside Glamping & CabinLandeuh Village Riverside Glamping & Cabin (Syanti Mustika/detikcom)

Aldi mengatakan bahwa dia tidak menerima tamu yang menginap berdua saja alias pasangan yang belum menikah. Puluhan orang setiap bulannya mencoba memesan, namun ditolaknya.

“Kami tidak menerima tamu yang menginap berdua dan belum menikah. Namun, bila beramai-ramai tidak masalah. Serta kami juga melarang membawa minuman keras dan binatang peliharaan,” kata dia.

(sym/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ada 4 Tropikana Waterpark, Simak Fasilitas, Harga Tiket, dan Lokasinya


Jakarta

Ada 4 Tropikana Waterpark di sekitar DKI Jakarta dan Jawa Barat yang bisa kamu coba, yaitu di Cimone, Cibinong, Garut, dan Cirebon. Meski sama-sama Tropikana Waterpark, masing-masing memiliki daya tarik berbeda.

Sebelum ke sana, simak dulu perbedaan dari masing-masing Tropikana Waterpark tersebut. Mulai dari daya tarik, fasilitas, harga tiket, lokasi dan jam bukanya, yang dilansir dari akun Instagram @tropikana.waterpark.

Daya Tarik Tropikana Waterpark

Tropikana Waterpark Cirebon.Tropikana Waterpark Cirebon. Foto: Ony Syahroni/detikJabar

Daya tarik setiap lokasi Tropikana Waterpark berbeda-beda. Berikut ini beberapa di antaranya:


Nuansa Tropis

Keempat lokasi Tropikana Waterpark menyajikan nuansa pantai tropis. Beberapa di antaranya didesain berwarna merah muda. Banyak spot asyik untuk berfoto bersama kawan dan keluarga.

Kolam Indoor untuk Anak

Tropikana Waterpark Cibinong dan Cirebon memiliki fasilitas kolam indoor untuk anak-anak dengan kedalaman yang aman untuk balita. Orang tua juga tak perlu khawatir anaknya kepanasan saat berenang di siang bolong.

Wahana

Wahana di Tropikana Waterpark ada bermacam-macam dan mungkin berbeda antara satu dengan yang lain. Wahana yang pasti tersedia adalah seluncuran dengan berbagai ukuran.

Wahana lainnya seperti kapal bajak laut, jembatan balon, kolam arus, kolam ombak, serta kolam anak dan dewasa.

Playground

Di Tropikana Waterpark Cibinong dan Cirebon terdapat playground bagi anak yang tidak mau basah-basahan. Ada juga wahana kereta mini yang membawa anak berkeliling ke sekitar lokasi.

Fasilitas

  • Mushola
  • Tempat bilas
  • Toilet
  • Sewa loker
  • Restoran dan food corner

Harga Tiket Masuk Tropikana Waterpark

Tropikana Waterpark Cirebon.Tropikana Waterpark Cirebon. Foto: Ony Syahroni/detikJabar

Harga tiket masuk ke Tropikana Waterpark juga berbeda-beda, tergantung lokasi dan paket yang diambil.

Tiket Tropikana Waterpark Cimone

  • Silver ticket (akses semua kolam): Rp 39 ribu (weekday) dan Rp 49 ribu (weekend)
  • Gold ticket (akses semua kolam, outdoor playground): Rp 49 ribu (weekday) dan Rp 59 ribu (weekend)
  • Platinum ticket (akses semua kolam, outdoor playground, kereta mini, arcade permainan besar): Rp 59 ribu (weekday) dan Rp 69 ribu (weekend)

Tiket Tropikana Waterpark Cirebon

  • Silver ticket (akses semua kolam): Rp 39 ribu (weekday) dan Rp 49 ribu (weekend)
  • Gold ticket (akses semua kolam, kereta mini, Kiddie Zone): Rp 49 ribu (weekday) dan Rp 59 ribu (weekend)
  • Platinum ticket (akses semua kolam, kereta mini, Kiddie Zone, Wonder Zone, bumper car): Rp 59 ribu (weekday) dan Rp 69 ribu (weekend)

Tiket Tropikana Waterpark Cibinong

  • Weekday dan weekend: Rp 59 ribu per anak
  • Pendamping (17 tahun ke atas): Rp 29 ribu

Tiket Tropikana Waterpark Garut

  • Silver ticket (akses semua kolam): Rp 39 ribu (weekday) dan Rp 49 ribu (weekend)
  • Gold ticket (akses semua kolam, blowing game, perahu air, mesin dance/mobil): Rp 49 ribu (weekday) dan Rp 59 ribu (weekend)
  • Platinum ticket (akses semua kolam, blowing game, perahu air, mesin dance/mobil, kereta mini): Rp 59 ribu (weekday) dan Rp 69 ribu (weekend)

Lokasi dan Jam Buka

Tropikana Waterpark Cimone

Jalan Raya Merdeka No 51, RT 02 RW 01, Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Tropikana Waterpark Cirebon

Weru, Cangkring, Kecamatan Plered, Kota Cirebon, Jawa Barat.

Tropikana Waterpark Cibinong

Jalan Raya Jakarta-Bogor No 01, Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tropikana Waterpark Garut

Jalan Guntur, Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Jam Buka

Senin-Jumat: 09.00-18.00 WIB
Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional: 08.00-18.00 WIB

Nah, itulah tadi informasi mengenai empat lokasi Tropikana Waterpark, yaitu di Cimone, Cirebon, Cibinong, dan Garut, lengkap dengan daya tarik, fasilitas, dan harga tiket masuknya.

(bai/inf)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

25 Tempat Nongkrong Jakarta yang Hits Buat Anak Muda


Jakarta

Bosan nongkrong di tempat yang sama? Coba cek 25 tempat nongkrong Jakarta yang hits buat anak muda berikut ini.

Ada tempat nongkrong yang berupa kafe, restoran, taman, maupun public space lainnya. Tempat-tempat ini berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.

Rekomendasi Tempat Nongkrong Jakarta

Berikut ini rekomendasi 25 tempat nongkrong Jakarta yang dirangkum dari situs Pemprov DKI Jakarta dan Enjoy Jakarta:


1. Lucy in The Sky

Lucy in The Sky kali ini bukan judul lagu dari The Beatles, melainkan rooftop bar di daerah SCBD. Berdiri sejak 2011, rooftop ini memang sering digunakan sebagai tempat nongkrong dan bersantai warga ibu kota.

Dari atap bangunan ini, kita bisa menikmati makanan sambil menyaksikan pemandangan lampu kota. Selain itu, kamu bisa menikmati berbagai jenis musik live dan DJ performance.

Lucy in The Sky berada di Gedung Fairgrounds, Jalan Jenderal Sudirman kav 52-53 No Lot 14, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

2. Pos Bloc

Jika mau nongkrong di tempat yang estetik, kamu bisa datang ke Pos Bloc. Tempat ini dulunya adalah Gedung Filateli Jakarta yang kemudian diubah fungsinya menjadi ruang kreatif publik.

Di sini juga menjadi pusat UMKM dari berbagai bidang, mulai dari kuliner, musik, film, fashion, hingga kriya.

Pos Bloc berada di kawasan Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.

3. Sarinah

Sejak dibuka kembali pada 22 Maret 2022, Sarinah menjadi pilihan tempat nongkrong anak muda ibu kota, terutama di akhir pekan. Di satu tempat ini, kalian bisa nongkrong, makan, ngopi, hingga menikmati musik secara live.

Sarinah berada di Jalan Jalan MH Thamrin No 11, RT 8 RW 4, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

4. Pasar Santa

Pasar Santa dulunya tempat kumuh, namun kini berubah menjadi tempat nongkrong Jakarta. Pasar ini lebih estetik setelah mendapatkan sentuhan desain modern namun tetap unsur-unsur pasar tradisional.

Pasar Santa menjual banyak produk, seperti vinyl, piringan hitam, barang vintage, buku, tempat ngopi, kafe, kuliner, hingga thrifting pakaian. Lokasinya di Jalan Cipaku I No 233, RT 05 RW 04, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

5. M Bloc

M Bloc sebelumnya adalah bangunan bekas pabrik uang kertas dan percetakan uang di area Blok M yang terbengkalai. Kini M Bloc menjadi tempat nongkrong hits Jakarta yang keren. Di sini ada toko, kafe, restoran, hingga toko pernak-pernik. Lokasinya di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

6. Chillax

Chillax adalah singkatan dari Chill dan Relax. Tempat ini cocok buat kalian yang ingin nongkrong sambil menikmati makan siang atau bersantai setelah jam kerja. Ada sekitar 25 gerai makanan dan minuman yang bisa kamu pilih.

Tempat ini terinspirasi dari tempat nongkrong di New York atau di Eropa yang dikelilingi gedung-gedung tinggi. Di sini kamu juga bisa menemukan toko olahraga dan dance station.

Lokasinya di Jalan Jenderal Sudirman 22 Kavling XXII-XXIII RT 10 RW 001, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

7. One Satrio

One Satrio merupakan tempat nongkrong sambil makan, ngopi, maupun sekadar bersantai. Buat kalian yang bekerja di sekitar CBD Mega Kuningan, tempat ini bisa menjadi pilihan.

Lokasinya di Jalan Dr Satrio No Kav E 1, RT 05 RW 03, Kuningan, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

8. Bakoel Koffie

Ada banyak kafe menarik di kawasan Cikini, salah satunya Bakoel Koffie yang sudah ada sejak 1878. Kafe bernuansa klasik ini menyediakan menu kopi pada umumnya, seperti latte, cappuccino, avocado frost, maupun minuman nonkopi.

Lokasinya Jalan Cikini Raya No 25, RT 16/RW 1, Cikini, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

9. Kedai Tjikini

Di Cikini, kamu juga bisa mengunjungi Kedai Tjikini yang tempatnya Instagramable. Berkonsep jadul, restoran ini banyak dikunjungi wisatawan asing. Menu makanan di sini ada berbagai masakan Nusantara.

Lokasinya di Jalan Cikini Raya No 17, RT 16 RW 01, Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

10. Maple & Oak

Satu lagi tempat nongkrong Jakarta yang hits, yaitu Maple & Oak. Sambil nongkrong, kamu bisa makan siang atau menikmati brunch dengan menu seperti salad, egg benedict, atau coffee Butter and Egg.

Lokasinya di Jalan HOS Cokroaminoto No 91, RT 03 RW 05, Menteng, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

11. Simetri Coffee Roaster

Simetri Coffee Roaster cocok buat kamu yang mencari tempat estetik untuk berfoto-foto. Kamu bisa memilih tempat duduk indoor maupun outdoor yang sama-sama nyaman dan asyik.

Selain kopi, kamu bisa menikmati aneka makanan seperti cheesy nachos, avocado toast, dan croissant sandwich. Lokasinya berada di Jalan Gandaria II no 9 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

12. Pigeonhole Coffee

Kafe lain yang Instagramable di Jakarta Selatan adalah Pigeonhole Coffee. Sambil ngobrol bersama kawan dan menikmati kopi, kamu bisa mencari berbagai spot foto menarik.

Lokasinya di Jalan Bintaro Utara Raya Blok P2 RT 06 RW 08, Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

13. Happiness Kitchen & Coffee

Di sekitar Jagakarsa, ada kafe bernama Happiness Kitchen & Coffee yang berkonsep unik karena dekorasinya berbeda-beda di setiap sudutnya. Saat datang ke sini, jangan lupa mencoba berbagai spot foto yang menarik.

Lokasinya di Jalan M Kahfi 1 No.36 A, RT 10 RW 2, Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

14. Eighty Nine Eatery, Coffee & Spirits

Berada di kawasan Kemang, Eighty Nine Eatery, Coffee & Spirits cocok buat kamu yang mencari tempat nongkrong yang lengkap. Selain kuliner yang lezat, tempat ini menyajikan suasana yang menarik dengan ornamen mewah, beraksen seni, ditambah sentuhan tanaman hijau.

Lokasinya berada di Jalan Kemang Raya No 89, RT 02 RW 2, Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

15. Row 9

Mau nongkrong di kawasan Blok M? Kamu bisa coba datang ke Row 9 yang merupakan ruang kreatif untuk publik yang sering digunakan untuk nongkrong seru. Ada sejumlah gerai makanan di dalam gedung.

Salah satu yang populer adalah Suasana Kopi yang memiliki area indoor dan outdoor. Selain itu, ada juga gerai sajian makanan ringan maupun berat, seperti The Lucky Chin yang memiliki pilihan makanan China Amerika.

Lokasinya berada di Bulungan No 09, RW 06, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

16. Oma Huis

Compound space lainnya ada di daerah Cikajang, yaitu Oma Huis yang berkonsep gang-gang kecil ala Eropa. Kamu akan menemui toko dan restoran bergaya vintage.

Menunya pun beragam, mulai dari masakan Indonesia seperti Bakmi Abadi dan Nasi Kuning Cakalang Oma. Ada juga makanan Barat dan Jepang. Lokasinya di Jalan Cikajang No 74, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

17. Triboon Hub

Kali ini tempat nongkrong yang cocok buat kalian yang suka berolahraga. Tempat ini punya sport hall hingga lapangan sepak bola.

Tentunya ada juga sejumlah gerai makanan yang menawarkan menu makanan India, smoothies, burger, kopi dan teh. Lokasinya berada di Jalan Benda Bawah no 77, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

18. Lotte Alley

Lotte Alley adalah tempat nongkrong yang mengusung suasana perkotaan di Korea. Selain nongkrong, kalian bisa berfoto-foto di sejumlah spot Instagramable. Makanan yang ditawarkan pun banyak yang bertema Korea.

Suasana semakin terasa seperti di Korea dengan lagu-lagu K-Pop yang diputar di Video LED. Lotte Alley berada di dalam Lotte Shopping Avenue di lantai LG, Jalan Prof Dr Satrio, Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

19. Terowongan Kendal

Terowongan Kendal pernah viral ketika anak-anak hits Citayam yang suka membuat konten di sini, salah satunya digunakan sebagai lokasi Citayam Fashion Week.

Terowongan di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat ini semakin artistik dihias aneka mural 3D dan lampu berwarna-warni. Anak muda berdatangan ke sini untuk sekadar berfoto maupun nongkrong.

20. Cibis Park

Kali ini kita ulas tempat nongkrong Jakarta yang berbentuk taman. Salah satunya adalah Cibis Park yang merupakan taman terbuka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Menariknya, taman ini memiliki danau buatan yang berisi ikan koi.

Sambil nongkrong, kamu bisa jajan di sejumlah gerai makanan dan minuman di sana. Kamu juga bisa memberi makan ikan dengan pakan pelet yang dijual di sekitar danau.

21. Urban Forest Cipete

Taman lainnya adalah Urban Forest Cipete yang sangat rindang dan sejuk karena terdapat pepohonan berdaun lebat. Kalian juga bisa jajan di sekitar lokasi.

Buat anak-anak yang ingin bermain di playground akan dikenakan biaya mulai dari Rp 85 ribu. Lokasi Urban Forest Cipete berada di Jalan RS Fatmawati Raya No 45, Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

22. Pelaspas Nipah

Pelaspas Nipah adalah tempat nongkrong yang sering dikunjungi anak muda, terutama di akhir pekan.

Makanan yang dijual di sekitar lokasi antara lain pizza, burger, dan es krim. Lokasinya berada di Jalan Nipah Raya, tak jauh dari Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

23. Pocket Park Taman Rasuna Said

Ada lagi taman yang nyaman, yaitu Pocket Park Taman Rasuna Said. Taman ini sejuk dengan latar gedung-gedung tinggi. Lokasinya berada di seberang pusat perbelanjaan Epicentrum Walk, Jakarta Selatan.

24. Taman Mataram

Taman Mataram sudah memiliki fasilitas lengkap, seperti arena bermain anak, jogging track, area bermain pingpong, jalur sepeda, dan toilet. Taman ini berada di Kelurahan Selong, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

25. Taman Ayodya dan Taman Langsat

Tempat nongkrong Jakarta yang terakhir adalah Taman Ayodya dan Taman Langsat yang saling bersebelahan. Taman seluas 7.500 meter persegi ini dilengkapi gazebo, pendopo, toilet, jogging track, dan jalur pijakan.

Lokasinya di Jalan Lamandau III, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Demikian tadi informasi mengenai 25 tempat nongkrong di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan yang hits buat anak muda, ada kafe, restoran, taman, maupun public space lainnya.

(bai/inf)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Mengenal Desa Wisata Jatiluwih, Bali Siap Terima Delegasi World Water Forum



Tabanan

Desa wisata Jatiluwih di Bali terpilih sebagai destinasi wisata yang akan dikunjungi oleh delegasi World Water Forum ke-10, forum air internasional terbesar di dunia yang akan diselenggarakan pada 18 – 25 Mei 2024. Yuk mari mengenal desa wisata ini.

World Water Forum ke-10 ini akan menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk memperkenalkan keragaman budaya dan pariwisata, khususnya Bali kepada dunia, dan juga bagaimana Indonesia menjaga dan merawat sumber daya alam sebagai bagian dari budaya dan juga sumber kehidupan.

Jatiluwih telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia pada 2012. Desa ini merupakan representasi dari pengembangan pariwisata Indonesia di masa depan, yaitu pariwisata yang berbasis keberlanjutan lingkungan (sustainable tourism).


“Kami sangat mendukung upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Jatiluwih karena hal tersebut sejalan dengan kebijakan di Kemenparekraf yang beralih dari quantity tourism ke quality tourism,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, dalam pernyataannya.

Terkenal dengan sistem subaknya, Desa Jatiluwih menghasilkan padi sebagai komoditas utama hasil pertaniannya. Menurut sumber lokal, beras merah yang dihasilkan di wilayah Jatiluwih merupakan beras merah yang terbaik di wilayah Bali.

Subak sendiri merupakan organisasi tradisional yang mengatur sistem irigasi yang digunakan dalam cocok tanam padi di Bali.

Uniknya, selain dijual, masyarakat lokal juga mengolah beras merah tersebut menjadi teh yang bermanfaat bagi kesehatan di antaranya membantu menurunkan berat badan, menjaga keseimbangan gula darah, menurunkan kolesterol, dan sebagai sumber anti oksidan. Teh beras ini telah diproduksi secara komersil dan dipasarkan di wilayah Bali.

Ke depan, pengelolaan persawahan di Jatiluwih akan diarahkan ke konsep _organic farm_, dimana 100 persen pupuk yang digunakan merupakan pupuk alami, misalnya seperti kotoran sapi milik penduduk lokal. Hal tersebut diharapkan semakin menambah manfaat ekonomi yang diterima oleh masyarakat setempat, serta menjadi contoh penerapan _sustainable tourism_ karena lebih ramah lingkungan.

Hal ini juga merupakan suatu bentuk implementasi dari community-based tourism, yang melibatkan masyarakat setempat untuk saling bekerja sama dalam pengembangan pariwisata.

Ketua DTW desa wisata Jatiluwih, Ketut Purna Jhon, menyampaikan bahwa Jatiluwih merupakan destinasi wisata yang dimiliki oleh personal. Hal ini karena daya tarik utamanya adalah persawahan yang dimiliki oleh banyak petani setempat.

“Jadi, kami berusaha untuk merangkul petani-petani setempat untuk bersama-sama mendukung program besar ini karena pengembangan pariwisata di Jatiluwih ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Perlu keterlibatan banyak pihak, terutama petani setempat, untuk akhirnya nanti menggerakkan ekonomi lokal,” kata Purna.

Pihaknya terus mendorong masyarakat untuk turut menjaga kelestarian alam agar sumber mata air di sana tetap terjaga kelestarian dan kebersihannya, salah satunya dengan menjaga kelestarian hutan setempat.

Desa wisata Jatiluwih memiliki beberapa aktivitas untuk ditawarkan kepada wisatawan, di antaranya _trekking_ sambil menikmati keindahan _rice terrace_ atau teras ring, bersepeda, demo masak, serta berkunjung ke perkebunan kopi, alpukat, dan durian.

Menurut Purna, dalam rangka menyambut delegasi World Water Forum, nantinya desa wisata Jatiluwih akan dihias dengan banyak penjor. Selain itu, para delegasi juga akan disambut dengan tari tradisional Bali, yaitu Tari Rejang, yang diiringi dengan musik tumbuk lesung.

“Jika memungkinkan, kami juga akan menyuguhkan Jaje Laklak kepada delegasi World Water Forum. Jaje Laklak ini mirip seperti kue serabi, tetapi dibuat dengan bahan dari beras merah,” katanya.

Selain berkunjung ke Jatiluwih, delegasi World Water Forum juga akan diajak untuk melakukan prosesi melukat, yang merupakan salah satu tradisi atau upacara yang biasa dilakukan oleh umat Hindu, khususnya di Bali.

Melukat dimaksudkan untuk menyucikan jiwa dari hal-hal tidak baik dengan menggunakan media air yang bersumber dari mata air. Istilah melukat sendiri datang dari kata ‘Sulukat’, yang mana ‘Su’ artinya baik, serta ‘lukat’ artinya ‘penyucian’. Jadi, secara sederhana, melukat dapat diartikan sebagai penyucian yang baik.

Pada dasarnya, melukat bertujuan untuk menyegarkan pikiran. Hal ini berkaitan dengan proses melukat yang dominan dilakukan di bagian area kepala.

Selama proses melukat, para pengikut upacara melukat akan diguyurkan air suci yang diharapkan dapat membuat hati merasa lebih tenang dan menyegarkan jiwa.

(ddn/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker