All posts by Ganti Gambar

Review Jujur Keranjang Sultan yang Bikin Will Smith Penasaran



Sukabumi

Will Smith membuat warga +62 gempar dengan mengunggah video Suspension Bridge Situ Gunung. Buat traveler yang penasaran, ini review jujurnya!

Suspension Bridge berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Wisata tersebut viral usai aktor asal Amerika, Will Smith memposting ulang video saat wisatawan menaiki keranjang sultan di Situ Gunung.

“Where is this??,” tulis Will Smith melalui akun media sosial Instagram pribadinya.


detikJabar mencoba menjajal langsung Keranjang Sultan pada hari ini, Sabtu (6/4/2024). Perjalanan dimulai dari pusat Kota Sukabumi menuju arah utara ke Kecamatan Cisaat dan Kadudampit. Wisatawan bisa menggunakan kendaraan umum atau pribadi baik itu kendaraan roda empat atau roda dua.

Di Situ Gunung terdapat beberapa paket wisata yang disebut jalur merah dan jalur hijau. Sementara itu, Keranjang Sultan dapat dinikmati bagi wisatawan yang mengambil jalur hijau.

Iyan warga Tangerang saat menjajal Keranjang Sultan di Situ Gunung SukabumiIyan warga Tangerang saat menjajal Keranjang Sultan di Situ Gunung Sukabumi Foto: Siti Fatimah

Sebelum bisa menaiki Keranjang Sultan, pengunjung melewati jembatan Lembah Purba. Jembatan itu memiliki panjang 414 meter dan diklaim sebagai yang terpanjang se-Asia lho!

Wisatawan dimanjakan dengan pemandangan alam khas pegunungan, pepohonan yang rimbun, udara yang segar dan sahutan suara burung. Selain memacu adrenalin, jika beruntung, pengunjung bisa melihat satwa liar yang dilindungi, salah satunya lutung Jawa.

Perjalanan kemudian dilanjut dengan menuruni tangga bebatuan mengarah ke Curug Sawer. Di tengah perjalanan, pengunjung akan disuguhi dengan pertunjukkan kesenian khas Sunda yaitu permainan musik suling dan karinding.

Sebelum tiba di Curug Sawer, pengunjung akan melewati beberapa fasilitas lain seperti Glamping Situ Gunung, area oleh-oleh dan food court. Setelah itu, perjalanan diakhiri dengan menaiki Keranjang Sultan.

Keranjang Sultan menjadi salah satu fasilitas untuk memotong jalan mengarah keluar area wisata. Pengelola menyiapkan kursi berbahan rotan untuk melintasi sungai sepanjang 153 meter.

Di sana sudah ada dua petugas yang membantu wisatawan untuk duduk dan memakaikan sabuk pengaman. Setidaknya ada delapan kursi Keranjang Sultan yang disiapkan pengelola.

Iyan Nur Yahya (52) pengunjung asal Tangerang mengaku sangat antusias untuk menaiki Keranjang Sultan. Ini kali pertama Iyan bersama keluarganya menaiki Keranjang Sultan.

“Jadi saya lagi liburan dari Tangerang ke Sukabumi. Kemungkinan ini naik Keranjang Sultan baru pertama kali tapi kalau sekitaran Ciwidey, Rengganis pernah cuma ini yang paling pertama ke sukabumi sekalian saya ajak keluarga, suami-istri sama ponakan sekitar 18 orang, semoga senang semua,” kata Iyan.

Sejak muda, Iyan memang menyukai wisata alam. Dia mengaku ingin menguji adrenalin dengan melewati jembatan dan naik Keranjang Sultan.

“Nggak ada (takut atau gugup) makanya pengen coba uji adrenalin. Seru, kebetulan saya suka di alam ke daerah-daerah pegunungan. Harga tiketnya memadai, terjangkau. Semoga di hari lebaran tidak ada kenaikan, semua keluarga bisa main lagi semua, kebetulan saya ambil yang hijau,” tutupnya.

***

Baca artikel selanjutnya di sini.

(bnl/bnl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Zombie ‘Bergentayangan’ di Surabaya, Hiii…



Surabaya

Surabaya punya wahana horor baru yang bisa jadi tujuan libur lebaran. Bukan sembarangan horor, kamu harus rela dikejar zombie!

Wahana Pandora Nightmare di Ciputra World Mall menawarkan sensasi horor yang bisa menjadi referensi mengisi libur Lebaran 2024, khususnya bagi generasi muda yang suka tantangan yang berbau horor.

Wahana bertema hantu yang baru pertama kali mampir ke Surabaya ini menggabungkan konsep horor dengan teknologi. Sebelum memasuki wahana, pengunjung bisa menjelajah dunia astral dengan menggunakan VR.


Selain itu, ada lebih dari 5 wahana bertema hantu yang menantang seperti ghostpedia, rumah seram, truth or dare, hingga zombie apocalyspe. Banyak cosplay hantu yang menyeramkan namun membuat penasaran di wahana ini. Mulai deak, jenglot, ondel-ondel, pocong, kuntilanak, kuyang, hingga zombie.

Creator Pandora Nightmare Festival Billy Junior mengatakan setiap wahana memiliki tantangan dan keunikan masing-masing. Seperti ghostpedia yang menawarkan pengalaman bagi pengunjung agar lebih tahu sejarah hantu populer di Indonesia, baik pocong, leak, hingga kuntilanak.

“Ghostpedia konsep hantunya kayak patung tapi bisa gerak tiba-tiba. Jadi ada kesan kaget dan seramnya di sana,” kata Billy saat ditemui detikJatim di Ciputra World Mall, Sabtu (30/3/2024).

Hantu-hantu yang ada terasa nyata dan sangat seram karena ada jump scare yang tiba-tiba mengagetkan. Pengunjung pun dibuat kaget, takut, merinding, hingga teriak histeris.

Kemudian ada wahana zombie apocalyspe dengan mengharuskan pengunjung memecahkan teka-teki sambil dikejar zombie. Lalu ada juga truth or dare yang tak kalah seram dan menantang, karena banyak menampilkan hantu-hantu asal Indonesia.

“Kalau yang paling seram truth or dare, karena hantu-hantu asal Indonesia itu lebih seram dan lebih membuat merinding. Di dalam wahana mereka diajak memecahkan teka teki seperti menyusun puzzle, mencari kunci, hingga menghidupkan saklar lampu,” jelasnya.

Ada pula wahana yang dibingkai dengan kehidupan sehari-hari membuat bulu kuduk berdiri. Seperti orang tua yang marah-marah, token listrik habis, dan potret kehidupan lainnya yang dirasa ‘seram’.

“Sebenarnya ada yang lebih seram dari hantu terkadang, biasanya terjadi di kehidupan sehari. Itu ada di wahana rumah seram,” katanya.

Wahana ini sengaja dibuka di Surabaya mulai 29 Maret sampai 12 Mei 2024 agar warga Surabaya yang tidak mudik dan bingung mau ke mana bisa mencoba sensasi wahana horor di tempat ini.

“Kami memang targetkan untuk ngabuburit karena dibuka mulai pukul 1 siang. Lalu untuk libur Lebaran, biasanya setelah silahturahmi, siang atau sorenya mereka ke Mall bisa mencoba wahana yang uji adrenalin ini,” pungkasnya.

Untuk tiket masuk wahana Pandora Nightmare Festival 2024, pengunjung bisa membeli seharga Rp 100 ribu saat weekday dan Rp 150 ribu pada akhir pekan.

***

Baca artikel selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

7 Ide Staycation saat Libur Lebaran 2024 di Jakarta


Jakarta

Momen libur Lebaran cocok banget buat dijadiin waktu untuk staycation. Waktu ini pas buat kamu habiskan bersama keluarga, teman, atau orang tersayang.

Bagi warga Jakarta yang nggak mudik atau yang lagi stay di Jakarta, jangan bingung. Pasalnya, ada banyak tempat asik yang cocok untuk staycation kok.

Apa Itu Staycation?

Berasal dari dua kata bahasa Inggris yakni “stay” berarti tinggal, dan “vacation” yang artinya liburan. Staycation merupakan tren gaya liburan masa kini, yang banyak diminati orang.


Menurut Cambridge Dictionary, arti staycation adalah liburan yang dilakukan di rumah atau di dekat rumah. Jadi, bisa disebut kamu menjadi turis di kotamu sendiri.

Alih-alih bepergian jauh ke tempat lain, orang justru lebih memilih liburan di rumah ataupun tempat di dekat rumah mereka.

Sama seperti liburan biasanya, tujuan staycation adalah untuk bersenang-senang, relaksasi, atau refreshing. Terutama, untuk sejenak keluar dari rutinitas yang membuat lelah dan pusing.

Selama staycation, orang akan melakukan kegiatan bersantai di tempat terdekat yang tak memerlukan akomodasi, perjalanan jauh, maupun pengepakan berat.

Poin plus-nya, budget staycation biasanya lebih terjangkau. Selain itu, lebih hemat waktu dan tenaga.

Ide Staycation Libur Lebaran 2024 di Jakarta

Berikut adalah aktivitas seru yang bisa jadi ide staycation saat momen libur lebaran 2024 di Jakarta versi detikTravel:

1. Liburan di Hotel

Hotel atau villa memang jadi pilihan teratas untuk tujuan staycation. Di sana, kita akan mendapatkan fasilitas, kenyamanan, dan vibes yang mungkin tidak bisa kita dapatkan di rumah.

Bagi kamu yang liburannya berada di Jakarta, ada banyak hotel yang bisa kamu datangi lho. Bahkan, beberapa juga ada yang menawarkan diskon khusus selama periode libur Lebaran.

Untuk pemilihan hotelnya, detikers juga bisa disesuaikan yang cocok dengan budget kamu.

2. Piknik di Taman Kota

Piknik sambil bersantai jadi ide staycation murah yang nggak boleh kamu lewatkan. Terlebih, Jakarta punya banyak taman yang bisa jadi tempat piknik untuk umum.

Beberapa tempat juga dilengkapi dengan fasilitas ruang terbuka hijau, kamar mandi, taman bermain, hingga danau buatan.

Beberapa tempat piknik terkenal yang bisa menjadi pilihan di antaranya, ada Tebet Ecopark (Jakarta Selatan), Taman Suropati (Jakarta Pusat), Taman Lapangan Banteng (Jakarta Pusat), Hutan Kota GBK (Jakarta Pusat), dan Taman Langsat (Jakarta Selatan).

3. Wisata Kuliner

Siapa sih yang nggak suka kulineran? Yup, selain bersantai kita juga harus memanjakan perut saat staycation.

Berdasarkan catatan detikFood, ada beberapa kawasan yang jadi surga kuliner di Jakarta. Contoh sederhananya, kawasan Kota Tua di area taman Fatahillah dengan kuliner kerak telor, soto betawi, hingga aneka jajanan kaki limanya.

Untuk kuliner malam, kamu bisa mengunjungi wilayah Blok M yang terkenal dengan gultik dan sate taichan berjejer di sepanjang jalannya. Ada juga kawasan Kelapa Gading tepatnya di area Cafe Tenda WGP, tempatnya pedagang kaki lima berjejer.

Jalan Sabang, Pantoran PIK, Pecenongan, Pasar Baru, ataupun Mangga Besar juga bisa bengat masuk daftar tempat kamu untuk berburu kuliner.

4. Santai di Pantai

Menikmati pantai nggak perlu jauh-jauh ke Lombok atau ke Bali, Jakarta juga punya pantai untuk liburan. Mulai dari Pantai Ancol, Pantai Pulau Macan, Pantai Marunda, Pantai Indah Kapuk (PIK), ataupun Pantai Marina.

5. Hunting Foto di Spot Instagramable

Banyak tempat di kota Jakarta yang punya spot cantik, hits, dan instagramable banget. Nah, titik-titik itu bisa kamu jadikan untuk berfoto.

Misalnya, Sky Deck Halte Bundaran HI dengan latar belakang gedung-gedung pencakar langit di Jakarta. Bisa juga ke cafe atau restoran yang punya konsep bangunan yang estetik.

6. Bersenang-senang di Taman Rekreasi

Taman rekreasi juga masih cocok buat jadi tempat refreshing saat staycation. Misalnya, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Ancol, Dunia Fantasi (Dufan), Seaworld, hingga Atlantis Water Adventure, bisa menjadi tempat yang bisa kamu pilih dengan biaya yang aman di kantong.

7. Jalan-jalan ke Mal

Jakarta jadi salah satu kota yang menawarkan banyak sekali mal-mal mewah, besar, dan keren. Enaknya, banyak hotel di Jakarta yang juga berdampingan bahkan punya akses langsung dengan mal.

Sehingga, momen staycation juga bisa dipakai untuk cuci mata, makan-makan, hingga berbelanja. Beberapa mal terkenal di Jakarta yang bisa kamu kunjungi ada Grand Indonesia, Pacific Place, Senayan City, Plaza Senayan, Central Park Mall, Pondok Indah Mall, dan masih banyak lagi.

Tanggal Libur Lebaran 2024

Sebagai informasi, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor: 236 Tahun 2024, libur Lebaran 2024 jatuh pada 10-11 April 2024 (libur nasional). Sementara, cuti bersama jatuh pada 8, 9, 12, dan 15 April 2024.

Itu tadi beberapa ide staycation libur Lebaran 2024 di Jakarta yang bisa menjadi pilihan kamu. Semoga informasi tadi bisa buat detikers nggak bingung lagi untuk mikirin mau ke mana dan ngapain aja saat tidak mudik.

(khq/inf)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Jam Buka, Harga Tiket, Hingga Wahananya


Jakarta

Kalau sedang cari tempat wisata di Jawa Timur yang bisa memberikan hiburan sekaligus edukasi tentang lingkungan, Eco Green Park jawabannya.

Eco Green Park merupakan salah satu wahana interaktif yang menjadi bagian dari Jatim Park Group. Taman ini berada di area sekitar 5 hektare.

Pengunjung yang datang ke sana dapat bermain sambil belajar tentang gaya hidup ramah lingkungan. Selain itu, bisa juga berinteraksi langsung dengan sejumlah satwa maupun mengikuti banyak aktivitas menarik lainnya di Eco Green Park.


Penasaran dengan tempat wisata satu ini? Cari tahu informasi lebih lanjut mengenai Eco Green Park yang dirangkum dari laman Jatim Park Group pada uraian di bawah ini.

Ada Apa Saja di Eco Green Park?

Eco Green ParkFoto: M Bagus Ibrahim

Kamu akan menemukan banyak sekali flora dan fauna di Eco Green Park. Tidak hanya bisa melihat-lihat saja, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan satwa di tempat ini.

Satwa yang ada di sana, meliputi: aneka burung dan unggas, serangga, domba, sapi, kelinci, kuda poni, rusa, berang-berang, primata, hingga pinguin. Kamu bisa memberikan makan satwa di jam makannya ya.

Animal show juga tersedia di sini. Kamu bisa menyaksikan pertunjukan burung pemangsa (Bird of Prey), burung paruh bengkok (Parrots), rangkong (Hornbills), sampai unggas air (Water Fowls).

Show digelar pada waktu-waktu tertentu ya, seperti Jungle of Parrot pada jam 11.00 dan 14.00 WIB setiap harinya dan Eagle Show di jam 11.30 – 14.00 WIB.

Pengunjung dapat belajar dan mempraktikkan gaya hidup ramah lingkungan di sini. Di antaranya mempelajari biogas dari kotoran sapi, pengolahan sampah menjadi kompos, maupun mengubah barang bekas jadi kreasi menarik.

Ada juga zona edukasi kebudayaan tentang miniatur candi hingga mempelajari batik. Serta pengunjung dapat belajar mengenai stalaktit dan stalakmit, serta simulator gempa, angin, dan tsunami di Science Center.

Menariknya juga, ada sejumlah wahana yang dapat kamu jajal di Eco Green Park, antara lain flying eagle, human coaster, dan about life.

Lokasi dan Jam Buka Eco Green Park

Eco Green Park beralamatkan di Jalan Oro-Oro Ombo no. 9A, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Lokasinya tidak jauh dari kawasan Jatim Park 2. Jaraknya sekitar 500 meter dari sana serta dapat ditempuh dengan berjalan kaki, menaiki free shuttle car atau dotto train.

Untuk waktu operasionalnya, Eco Green Park buka setiap hari dari jam 08.30 sampai 16.30 WIB, ya.

Harga Tiket Eco Green Park

Harga tiket Eco Green Park saat weekday yakni Rp 55.000 dan Rp 75.000 untuk weekend.

Tiket diberlakukan bagi pengunjung berdasarkan tinggi badan dan bukan usia. Kamu yang memiliki tinggi lebih dari 85 cm, sudah dikenakan tiket. Sementara pengunjung kurang dari 85 cm bebas tiket masuk.

Pembelian tiket dapat dibeli di lokasi (offline) maupun secara online. Tiket online dapat dipesan di laman resmi Eco Green Park Jawa Timur Park 2 atau di jtp.id/ecogreenpark/.

Fasilitas Eco Green Park

Kamu tidak perlu khawatir dengan fasilitas yang tersedia di Eco Green Park karena sudah cukup lengkap.

Pengunjung dapat menemukan fasilitas: toilet, mushola, ruang ganti, ruang ibu dan anak, loker penitipan barang, charging station, mini market, food court, snack corner, toko souvenir, smoking area, hingga ATM center.

Kalau merasa lelah saat mengelilingi tempat ini, kamu dapat menyewa e-bike. Oh iya, area Eco Green Park juga ramah pengguna kursi roda, ya.

Nah, itu dia informasi seputar Eco Green Park. So, apakah kamu tertarik ke sini?

(azn/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Bisa Renang Sama Hiu-Lihat Sisa Perang Dunia



Morotai

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Morotai di Maluku Utara ternyata seru. Ada banyak yang bisa dilakukan traveler di sini. Bisa renang bareng hiu!

Keindahan pantai dan bawah laut Morotai tidak kalah dengan Bali, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Lombok. Bahkan saking indahnya, Morotai disebut wisatawan sebagai Maldives-nya Indonesia.

Bagi traveler yang ingin punya pengalaman baru dalam liburan, KEK Morotai sangat cocok dikunjungi.


Berikut 6 Aktivitas Seru di Morotai:

1. Island Hopping

Jelajah pulau atau island hopping termasuk kegiatan wajib saat kamu liburan di KEK Morotai. Selain karena pulaunya cantik, setiap pulau punya keunikan sendiri, di antaranya Pulau Kokoya, Pulau Kolorai, Pasir Putih, Pulau Zum-zum dan Pulau Dodola.

Dua pulau terakhir itu menjadi pulau yang menjadi daya tarik utama wisatawan hingga sekarang. Pulau Dodola sendiri terbagi menjadi dua, yaitu Dodola Besar dan Dodola Kecil. Di mana jarak antara kedua pulau itu cuma 500 meter dan dipisahkan oleh air laut saat surut.

6 hal seru di KEK MorotaiIsland Hopping di Morotai Foto: (dok. Istimewa)

Nah menariknya, jika kamu berjalan dari pulau Dodola Besar ke Dodola Kecil saat air laut surut, kamu akan akan merasakan sensasi “berjalan membelah lautan”.

Sedangkan pesona Pulau Zum-zum, terletak kekayaan sejarahnya. Kamu bisa melihat patung Jenderal Mc Arthur asal Amerika Serikat setinggi 20 meter di sana. Patung ini dibangun sebagai pengingat Jenderal Mc Arthur karena pernah menetap dan mengatur strategi saat bertempur dengan Jepang pada Perang Dunia II di pulau ini.

2. Snorkeling Lihat Terumbu Karang dan Ikan Warna-warni

Kegiatan ini juga nggak boleh kamu lewatkan. Sebab Morotai terkenal dengan wisata lautnya, jadi sayang kalau sudah datang jauh-jauh ke sini, tapi nggak snorkeling atau bahkan diving.

Tempat yang recommended untuk snorkeling ialah Pulau Dodola, Pasir Timbul dan Pulau Kokoya. Kamu bisa ber-snorkeling ria saat melakukan Island Hopping.

3. Diving di Situs Kapal Karam Bertemu Hiu Sirip Hitam

Di Morotai, kamu bisa diving di situs pesawat tempur berjenis Bristol Beuford, tank, kapal, maupun jeep berjenis Jeep Willys. Semua itu merupakan bekas penginggalan pertempuran pasukan Amerika Serikat dengan Jepang.

Untuk melihat bangkai pesawat tempur, tank, kapal maupun jeep, kamu bisa ke di Wawama Wreck Dive Point yang berada di Desa Wawama di Morotai Selatan yang memakan waktu sekitar 3 jam dari Kota Daruba.

Jika kamu menyelam dengan hiu sirip hitam, kamu bisa mengunjungi spot diving Mitita Shark Point di Pulau Mitita. Jangan bayangkan saat menyelam kamu akan menyelam berjarak jauh dengan hiunya. Tidak. Hiu-hiu sirip hitam di Pulau Mitita sudah biasa didatangi oleh penyelam dan dikenal jinak.

4. Jelajah Sejarah di Museum Perang Dunia II

Traveler bisa melihat banyak foto dan narasi, replika alat perang dan peninggalan sejarah Perang Dunia ke-II yang terjadi pada tahun 1939 – 1945.

Wisatawan juga dapat mengunjungi museum mini di Desa Daruba milik Mukhlis Eso yang punya banyak peninggalan Perang Dunia II. Kamu juga bisa datang ke Museum Trikora yang berada di samping Museum Perang Dunia II.

6 hal seru di KEK MorotaiMuseum Perang Dunia di Morotai Foto: (dok. Istimewa)

Trikora atau Tri Komando Rakyat adalah operasi tempur yang dirancang oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961 untuk membebaskan Irian Jaya (Papua) dari cengkeraman kolonialisme Belanda.

Isi Museum ini sendiri ialah foto dan narasi, diorama, hingga replika peralatan alutsista yang dimiliki tentara Indonesia pada saat itu.

5. Melihat Burung-burung Langka

Kegiatan bird watching juga seru dilakukan di Morotai. Kamu bisa melihat burung endemik yang langka sekaligus indah di ulau Morotai seperti burung Pitta Paok Morotai (Pitta Morotaiensis).

Keunikan burung ini terletak pada penutup sayap berwarna biru (biru ultramarine). Bagian pinggang berwarna putih dan tepi bulu bagian dalam berwarna biru hijau.

Selain itu, ada burung lain yang tak kalah indah, yaitu Burung Cikukua Halmahera, Burung Walik kepala kelabu, Burung Perling Mata Merah, Burung Betet Elok, Kakatua Hijau, Burung Nuri Kalung Ungu, Gagak Halmahera, Kapasan Halmahera, Burung Julang Papua dan Burung Elang Alap-Alap Morotai.

Lokasi pengamatan burung ini terletak di Hutan Desa Wewemo sekitar 50 km atau 1 jam dari pusat kota Morotai.

6. Berwisata Kuliner khas Morotai

Beberapa kuliner khas Morotai yang layak kamu coba, antara lain gohu ikan, sebuah hidangan pedas hasil olahan ikan cakalang yang dipotong seukuran dadu dibumbui tumisan bawang dan cabai. Selain itu ada nasi jaha yang terbuat dari beras dicampur santan kelapa, lalu dibalut daun dan dibakar dalam bumbu.

Sementara minuman khas yang perlu kamu cicipi adalah air guraka. Ini adalah minuman tradisional masyarakat Morotai. Terbuat dari bahan dasar jahe yang direbus bersama gula merah, telah dikenal punya khasiat bagi kesehatan.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Libur Lebaran, Nikmati Serpihan Surga di Karimunjawa



Jepara

Libur panjang lebaran kurang dua pekan. Buat Si Paling Healing, menikmati serpihan surga di Karimunjawa bisa jadi pilihan utama. Selain deretan pantai pasir putih nan eksotis, beberapa pengalaman empirik bersama nelayan dan kearifan lokal disana menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Memasuki awal bulan Maret tahun ini, kondisi cuaca diprediksi mendukung perjalanan detikers ke pulau di Utara Pelabuhan Jepara ini. Perjalanan laut dengan kapal cepat bisa ditempuh dalam waktu sekitar dua jam. Kalau mau lebih santuy, ada kapal feri yang membutuhkan waktu sekitar enam jam hingga berlabuh di pelabuhan Karimunjawa.

Menepi di pulau ini, traveler akan disuguhi pemandangan indah biota bawah laut yang terpampang jelas. Perairan dangkal dengan air hijau tosca yang sangat jernih, menampakkan gugusan terumbu karang dan warna warni ikan yang menari dan berlarian.


detikTravel memilih paket wisata dan homestay yang ditawarkan penduduk lokal. Dengan pertimbangan, mereka lebih mengetahui hidden gems destinasi wisata pantai dan bisa mengikuti aktifitas keseharian para nelayan. Penduduk lokal sekaligus guide lokal, juga telah siap membawa traveler berkeliling dengan sarana transportasi mulai sepeda, motor hingga mobil.

Nah…sejak sore pertama tiba, healing dimulai. Pantai Tanjung Gelam menawarkan suasana senja yang bikin romantis. Spot ini cocok banget buat menghilangkan kepenatan selama perjalanan. Pasir putih pantai , gelombang mengayun lambat, dan snorkeling menikmati indahnya terumbu karang bisa dilakukan hingga senja datang.

Kalau mau menikmati sunset dengan suguhan kopi dan tempe mendoan hangat, tinggal berjalan sekitar 200 meter di sisi Utara menuju Pantai Sunset. Sesuai namanya, sunset disini terlihat menakjubkan. Pancaran lembut sinar mentari yang tenggelam di ufuk barat, dipadu nyiur melambai, menciptakan suasana alam nan damai.

“Untuk makan malam, kami tawarkan ke para tamu, mau menikmati di pinggir pantai atau di home stay. Kami memang ingin memberikan pengalaman berbeda selama tamu disini. Supaya pulang membawa kenangan indah,” kata Priyo, pemilik homestay Pak Pri.

Istirahat sejenak di homestay, atmosfer kekeluargaan bisa dirasakan. Ngobrol dengan semua anggota keluarga menjadi moment mempererat hubungan sebagai ikatan bathin persaudaraan. Setelah tidur malam sekitar lima jam, menjelang pukul 03.00 WIB, Pak Pri mengajak ikut mencari ikan teri. Dengan jungkung dibantu lampu penerangan, aktivitas ini sungguh mengasyikkan. Setiap mengangkat jala, ribuan ekor ikan teri yang terperangkap, akan kami santap untuk lauk sarapan.

Dengan bumbu bawang putih, merica dan garam kemudian dikocok dengan telur, ikan teri segar siap disantap. Ini juga enaknya kalau menginap di homestay. Traveler bisa ikut memasak dan rekues masakan sesuai selera. Ikan teri segar lainnya, digoreng krispi untuk camilan yang nikmat tiada tara.

“Baru kali ini merasakan gurihnya ikan teri segar. Beda banget dengan yang saya biasa konsumsi selama ini. Kalau yang ini ada manis-manisnya, gurihnya nikmat tiada tara,” aku Nana, traveler asal Malang.

Ikan teri menjadi satu diantara komoditas utama andalan para nelayan Karimunjawa. Karena ekosistem di lautan Utara Jawa masih terjaga habitatnya. Sehingga para nelayan, nyaris bisa memanen tangkapan ikan teri setiap hari, tanpa mengenal musim, dibandingkan beberapa ikan laut jenis lainnya.

Selesai sarapan, perjalanan dilanjutkan. Dengan menyewa motor pemilik homestay, destinasi yang direkomendasikan adalah Pantai Bobi. Spot ini terbilang baru, karena sekitar bulan Maret 2023 lalu ditemukan warga lokal bernama Bobi. Dan kemudian ditata sedemikian rupa menjadi spot wisata baru yang wajib didatangi.

Kenapa wajib, karena disinilah lokasi tepat untuk Si Paling Healing. Sepanjang bibir pantai berpasir putih, tak nampak kotoran tersisa. Bahkan , seorang yang mendirikan warung disitu, selalu siap menyapu jika daun kelapa dan Cemara udang mengering berjatuhan. Bibir pantai sepanjang satu kilometeran ini sangat bersih.

Di bawah deretan nyiur melambai, pengelola membangun gazebo-gazebo yang nyaman untuk melepas lelah. Ada beberapa spot instagramable disediakan, ada beberapa ayunan dengan tali tampar besar sangat panjang yang dikaitkan dengan dahan pohon kelapa di pinggir pantai.

Gugusan bukit di sisi Utara pantai, menghijaukan pemandangan yang didominasi warna putih disini. Warna menenangkan, suasana adem menenangkan apalagi traveler bisa berjalan menapaki bibir pantai yang airnya surut sekitar pukul 09.00 pagi. Imajinasi melayang seakan berjalan menuju kahyangan…semua serba putih.

Sambil menikmati kesegaran air kelapa muda, ibu pemilik warung akan menceritakan legenda perahu yang konon milik Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria yang diasingkan di pulau ini. Konon, putra sang wali yang bernama asli Amir Hasan berperangai kurang terpuji, sehingga dihukum menjalani hidup di pulau buangan ini. Dari selat Muria, dia disuruh naik perahu sampan menuju sebuah pulau yang terletak di Utara Jepara. Namun perahunya karam menghantam terumbu karang. Dan sampai saat ini terlihat batu menyembul berbentuk menyerupai perahu bisa terlihat dari tepi Pantai Bobi.

“Asal usul nama Karimunjawa, konon katanya juga dari Sunan Muria. Beliau melihat pulau ini dari atas Gunung Muria terlihat kremun-kremun. Itu bahasa Jawa, yang artinya tidak jelas terlihat. Akhirnya pulau ini diberi nama Kremun ko Jawa. Karimunjawa,” tutur Sri, pemilik warung.

Sambil menunggu saat makan siang, perjalanan berlanjut ke Museum rumah adat suku yang berdiam di Karimunjawa. Beberapa literasi menulis, Karimunjawa dikenal sebagai “Indonesia Mini” karena penduduknya sangat beragam, terdiri atas berbagai suku seperti suku Jawa, Bugis, Madura, Buton, Bajo, dan Mandar (Anis, 2015). Oleh karena itu, tidak salah jika Karimunjawa dikatakan sebagai pulau kecil yang memiliki multikulturalisme yang kental.

Sayang, museum ini terkesan tidak terurus. Padahal banyak hal menarik bisa dijumpai , karena berdiri kokoh rumah panggung Baboroh khas suku Bajo dan Joglo Limasan khas Jawa. Selain rumah adat, rekam jejak multikulturalisme ini juga bisa dijumpai dari para pembuat perahu kayu yang merupakan warga keturunan suku Bajo dan Bugis. Traveler bisa melihat langsung dan ngobrol dengan para pembuat perahu kayu yang banyak bermukim di kawasan Pantai Kamojan.

“Kalau dulu kayu masih bisa didapat dari hutan disini. Sekarang saya mesti datangkan sebagian dari Kalimantan. Untuk perahu panjang sekitar 20 meter dan lebar 7 meter ini, sekalian ongkos tukang, saya butuh dana sampai Rp 200 juta,” ujar
Kasan.

Ngobrol dengan Kasan membuat waktu berjalan hampir dua jam. Senja-pun menjelang. Dalam perjalanan pulang ke homestay, deretan pantai cantik menjadi pemandangan sore yang tak terlupakan. Apalagi sampai di homestay, menu sotong bakar dan sambal kecap telah tersedia di meja makan. Uluuhh…nikmatKU mana lagi yang kau dustakan.

Waktu tiga hari dua malam, serasa belum cukup untuk menikmati liburan di Karimunjawa. Walaupun didominasi wisata pantai, tapi Karimunjawa punya banyak tawaran lainnya. Seperti menyusuri hutan mangrove, air terjun sampai nge-camp di gugusan pulau kecil di sekitar pulau Karimunjawa.

Disela fenomena kerusakan lingkungan dampak maraknya kapitalisasi tambak udang, pulau ini punya daya tarik tersendiri. Semoga saja pemerintah secepatnya membuat kebijakan, agar kecantikan Pulau ini tetap terjaga dan lestari sepanjang masa. Karena Karimunjawa adalah eksotisme semesta dan multikulturalisme kearifan lokal yang berpadu dengan indahnya.

(ddn/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Mampir ke Bogor, Yuk Kunjungi Pusat Kuliner Surya Kencana


Bogor

Bogor memiliki berbagai tempat wisata, salah satunya adalah Jalan Surya Kencana yang merupakan daerah pecinan dan pusat kuliner. Suasananya yang santai dan jalanannya yang menyuguhkan berbagai pilihan kuliner membuat Surya Kencana menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan di Bogor.

Jalan Surya Kencana cukup mudah diakses karena terletak tepat di seberang tempat wisata Bogor yang terkenal, yaitu Kebun Raya Bogor.

Tahukah detikers sejarah di balik pusat kuliner Kota Bogor ini? Apa saja rekomendasi kuliner yang bisa dinikmati di Jalan Surya Kencana? Simak di artikel berikut.


Sejarah Singkat Surya Kencana Bogor

Mengutip laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bogor, Jalan Surya Kencana sudah eksis sebagai daerah pecinan sejak zaman kolonial Belanda. Jalanan ini dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Daendels.

Pada awalnya, jalanan ini bernama Jalan Post Weg dan berperan sebagai salah satu ruas jalan Anyer-Panarukan. Namanya berubah menjadi Jalan Surya Kencana pada tahun 1970.

Di belakang jalan ini, terdapat pemukiman warga Tionghoa. Pada kala itu, kebanyakan warga Tionghoa bertahan hidup dengan cara berdagang.

Rekomendasi Kuliner Surya Kencana Bogor

Jika penasaran dengan kuliner di Jalan Surya Kencana, berikut daftar kuliner yang terkenal. Jam operasional tiap penjual berbeda-beda dan bisa saja berubah sewaktu-waktu.

1. Iga Panggang Panglima

Iga Panggang Panglima yang sudah eksis sejak tahun 2004 kini hadir di Jalan Surya Kencana, Bogor. Mengutip akun Instagram resminya, Iga Panggang Panglima membanggakan menu iga panggang setengah kilogram yang empuk dengan bumbu meresap sampai ke tulang.

Iga Panggang Panglima terletak di Jalan Surya Kencana Nomor 295 dan beroperasi dari pukul 12:00 sampai 21:00.

2. Sate Sapi Pak Oo

Sate Sapi Pak Oo telah beroperasi sejak tahun 1965. Menurut akun Instagram resminya, terdapat beberapa jenis sate yang bisa dipilih, mulai dari sate daging sapi, sate hati, sate ginjal, sampai sate sumsum.

Detikers bisa menikmati Sate Sapi Pak Oo di Jalan Surya Kencana Nomor 193 dari pukul 13:00 sampai 20:00.

3. Nasi Goreng Guan Tjo

Rumah makan nasi goreng yang sudah beroperasi dari tahun 1960-an ini bisa menjadi pilihan kuliner di Jalan Surya Kencana. Detikers bisa memilih nasi goreng ayam atau nasi goreng pete.

Lokasinya sama dengan Sate Sapi Pak Oo, yakni di Jalan Surya Kencana Nomor 193. Rumah makan ini buka dari pukul 11:00 sampai 20:00.

4. Pepes Sagu Pisang Daniel

Mengutip akun Instagram resminya, Pepes Sagu Pisang Daniel sudah ada sejak tahun 1948, lho! Detikers bisa menikmati kuliner khas Kota Bogor ini di Jalan Surya Kencana Nomor 303. Detikers juga bisa memesannya secara online.

Pepes Sagu Pisang Daniel beroperasi dari jam 09:00 sampai 17:00.

5. Bir Kotjok Si Abah

Bir kotjok adalah salah satu minuman tradisional khas Bogor. Walau disebut bir, minuman ini sebenarnya tidak mengandung alkohol. Mengutip situs Jalur Rempah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, minuman ini terbuat dari berbagai rempah seperti jahe, kayu manis, cengkeh, dan gula aren.

Di Jalan Surya Kencana, detikers bisa menikmati Bir Kotjok Si Abah yang sudah ada sejak tahun 1965.

Itu dia sejarah singkat dan rekomendasi kuliner di Jalan Surya Kencana. Jika detikers berwisata ke Bogor, jangan lupa berkunjung, ya!

(fds/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Yuk! Nikmati Ngabuburit Komplet di Pasar Pasan Kotagede



Yogyakarta

Saat menunggu berbuka puasa tahun ini, akan seru jika ngabuburit di Kotagede. detikers bisa menikmati paket komplet di Pasar Pasan yang digelar sebulan penuh selama Ramadan.

Disebut paket komplet, karena tak hanya deretan pedagang makanan kekunoan hingga kekinian yang bisa dinikmati detikers saat ngabuburit. Namun juga pengajian dan Sadar Susur, yakni jalan-jalan lebih mengenal Kotagede dengan beragam khasanah sosial budaya di dalamnya. Karena bagi traveler, Kotagede adalah candu untuk kembali dikunjungi. Lanskap rangkuman kawasan cagar budaya bernilai tinggi.

Pasar Pasan memang lebih dari sekadar pasar tiban selama Ramadan. Dengan tajuk Kulonuwun Kotagede ini Pasar Pasan yang digelar mulai pukul 15.00 WIB ini mengusung konsep mendekatkan dinamika sosial di pasar dengan masjid.


Keistimewaan Pasar Pasan bukan saja terletak pada nilai yang mendasari terbentuknya pengelolaan secara profesional pasar tiban. Namun juga melihat konteks Kotagede dan apa yang hidup di dalamnya selama Ramadan.

Mulai dari rekam jejak sejarah Mataram Islam, deretan bangunan heritage rumah Kalang, perajin perak, sampai jajanan khas Kipo, kue kembang waru dan Carang Gesingnya.

Saat menunggu berbuka puasa tahun ini, akan seru jika ngabuburit di Kotagede. detikers bisa menikmati paket komplet di Pasar Pasan yang digelar sebulan penuh selama Ramadan.Ngabuburit di Kotagede Foto: Erliana Riady

Acara ini diinisiasi oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PCM Kotagede bersama dengan Pemuda Muhammadiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah Kotagede dan berbagai kolaborator lainnya yang memangku, Kelurahan Prenggan, Kecamatan Kotagede, Yogyakarta dan Kelurahan Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Bantul.

“Event ini membuka ruang dialog baru dalam memahami muamalah di halaman Masjid Gede Mataram di Sayangan, Jagalan, Banguntapan, Bantul hingga sepanjang Jalan Mondorakan,” jelas Ketua Panitia, Primasjati, Jumat (15/3/2024).

Begitu tiba di lokasi Pasar Pasan, detikers bisa memilih beragam jajanan dan penganan jadoel hingga kekinian yang dijual di sepanjang Jalan Mondorakan. Aktivitas menunggu berbuka yang tak kalah asiknya adalah jalan kaki menyusuri Kotagede atau yang akrab disebut sasar susur
Sasar susur akan dilaksanakan empat kali.

“Sasar Susur Pasar Pasan menggandeng Bawahskor, Alon Mlampah, Writing Passion YK dan Ganggangan dengan kegiatan jalan-jalan tematik merespon irisan-irisan yang ada di sepanjang jalan. Mulai dari peristiwa sejarah Islam dan tokoh-tokoh Muhammadiyah hingga bagaimana berkembangnya sepakbola di Kota Yogyakarta,” paparnya.

Diantaranya panitia akan mengajak jalan-jalan menyusuri spot sejarah sepak bola ke wilayah Prenggan. Kemudian pekan berikutnya, berkolaborasi dengan komunitas Alon Mlampah akan diajak menyusuri labirin diantara lorong pergerakan Muhammadiyah mulai dari daerah Kauman-Karangkajen hingga Kotagede.

Sasar Susur juga juga mengajak detikers menyusuri arsip pergeseran urban di Kotagede bersama komunitas Gang-gangan. Serta jalan-jalan sketsa menyusuri kawasan cagar budaya Kotagede bersama komunitas seniman.

Menjelang Magrib, ngabuburit dilanjutkan dengan pengajian. Mencoba pendekatan selayaknya konser dengan guest star, pengajian yang ada di Masjid Mataram Kotagede bulan puasa ini cukup unik dengan perpaduan antara kepakaran masing-masing asatidz. Mendatangkan Ustadz Awan Abdullah Sp.J., M. Pd, Dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes, Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag, Irfan Afifi, Dr. Okrisal Eka Putra, Lg., M.Ag. Dan Ridwan Hamidi, Lc, Mpi., MA. Pengajian menuju buka puasa ini dibuka untuk umum di Serambi Masjid Mataram.

Saat menunggu berbuka puasa tahun ini, akan seru jika ngabuburit di Kotagede. detikers bisa menikmati paket komplet di Pasar Pasan yang digelar sebulan penuh selama Ramadan.Pengajian menunggu buka puasa Foto: Erliana Riady

“Tiap hari ramai. Pengunjung warga lokal dan luar kota juga banyak. Tenant variatif dari kekunoan sampai kekinian ada semua. Harganya juga murah. Kalau mahal nggak bakal laku di Kotagede,” terang Upik warga Kotagede.

Para pengunjung tampak antusias merapat walaupun mendung bergelayut gelap. Deretan pedagang makanan lawas menjadi magnet traveler luar kota. Mereka yang selama ini hanya mendengar nama jajanan kuno, saat ini bisa membeli langsung dengan harga yang tak menguras kantong.

“Keren aja event ini. Seru abis kalau ngabuburit disini. Makanannya zaman dulu lucu-lucu, murah. Ada jalan-jalan menyusuri Kotagede, terus berakhir ikut pengajian di masjid Mataram. Komplet banget. Ada makanan, pengalaman baru dan ilmu agama,” pungkas Lia, traveler asal Malang, Jatim.

(ddn/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Wisata di Bali yang Terjangkau dan Cocok untuk Liburan Keluarga



Denpasar

Liburan keluarga adalah momen yang sangat dinanti-nantikan. Terutama jika destinasi liburannya adalah Bali, Pulau Dewata yang mempesona. Bali memiliki beragam tempat wisata yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga tanpa harus menguras kantong.

Jadi, jika masih bingung memilih tempat wisata yang sesuai dan terjangkau untuk liburan keluarga di Bali, tenang saja! detikTravel punya 5 rekomendasi yang bisa kamu pertimbangkan.

Bali Zoo

Liburan ke Bali Zoo bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan edukatif untuk si kecil. Di Bali Zoo, kamu bisa melihat lebih dari 500 satwa unik dan eksotis dalam lingkungan yang mirip dengan habitat aslinya.


Selain melihat satwa cantik, anak-anak juga bisa bermain di Petting Zoo, menikmati Jungle Splash Water Play, atau mencoba wahana Treewalk Adventures. Paket lengkap bukan?

Jika kamu ingin mengajak si kecil ke sini, kamu dapat melakukan pemesanan tiket di detikEvent!

  • Alamat : Jalan Raya Singapadu, Singapadu, Gianyar Regency, Bali
  • Harga tiket : Mulai dari Rp90.000
  • Jam buka : 09.00-17.00 WIB

Bali Doll House

Bali Doll House adalah destinasi yang cocok untuk mengunjungi bersama anak-anak. Di sini, kamu akan menemukan 1.000 boneka imut dari berbagai karakter terkenal, mulai dari film hingga tokoh publik.

  • Selain itu, kamu juga bisa menikmati spot foto Instagramable di lantai dua dengan dekorasi kereta labu Cinderella yang cantik.
  • Alamat : Jl. Prof. Dr. Ida Bagus Mantra No.99, Ketewel, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali
  • Harga tiket : Mulai dari Rp50.000
  • Jam buka : 10.00-18.00 WIB

Watersport Tanjung Benoa

Tanjung Benoa adalah surga bagi pecinta aktivitas air dan cocok untuk liburan keluarga. Ada banyak pilihan aktivitas seru seperti jet ski, banana boat, dan donat.
Buat kamu yang berlibur ke Bali dengan tujuan untuk bermain wahana air, Tanjung Benoa bisa jadi pilihan yang tepat. Dengan perairan yang tenang dan aman, anak-anak bisa puas bermain air di sini.

  • Alamat : Jl. Segara Geni No.3, Tj. Benoa, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali
  • Harga tiket : Mulai dari Rp60.000
  • Jam buka : 07.00-23.00 WIB

Taman Nasional Bali Barat

Jika keluarga menyukai petualangan alam, Taman Nasional Bali Barat adalah pilihan yang tepat. Di sini, kamu bisa bertemu dengan berbagai fauna khas Bali seperti jalak Bali, banteng, rusa, dan kalong. Selain itu, kamu juga dapat menikmati beragam atraksi wisata dan keindahan alam taman nasional.

  • Alamat : Jl. Raya Cekik, Gilimanuk Bali Barat Jembrana, Bali
  • Harga tiket : Mulai dari Rp 20.000
  • Jam buka : 08.00-17.00 WIB

Trans Studio Bali

Trans Studio Bali, taman rekreasi indoor bisa menjadi pilihan untuk mengisi libur sekolah serta Natal dan tahun baru (nataru). Selain memiliki berbagai wahana seru, tempat ini juga instagramable banget!Trans Studio Bali Foto: Ni Made Nami Kristanti

Trans Studio Bali adalah indoor theme park pertama di Bali yang menawarkan wahana seru dan pertunjukan atraktif. Selain wahana menarik, kamu juga akan menyaksikan berbagai pertunjukan seru yang sayang untuk dilewatkan.

Terletak di Trans Studio Mall, di sini kamu bisa menikmati wahana Flying Over Indonesia dan I-Fly yang merupakan Indoor Skydiving yang menakjubkan. Beli tiketnya di sini!

  • Alamat : Jl. Imam Bonjol No.440, Pemecutan Klod, Kec. Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali
  • Harga tiket : Mulai dari Rp225.000
  • Jam buka : 11.00-18.00 WIB

Dengan banyaknya pilihan tempat wisata yang cocok untuk liburan keluarga di Bali, pastikan untuk memilih yang sesuai dengan minat dan kebutuhan keluarga kamu ya!
Selamat menikmati liburan detikers!

(ddn/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Nggak Perlu ke Luar Negeri, Ini 4 Spot Miniatur Negara Lain di Jakarta



Jakarta

Traveler ingin merasakan suasana belanja di Thailand? Atau ingin makan tteokbokki di Korea Selatan? Nggak perlu mahal-mahal membeli tiket pesawat dan ngurus visa, ini empat “little” negara yang bisa traveller kunjungi saat di Jakarta!

Keempat kawasan itu mudah dijangkau dengan transportasi umum. Semuanya terkoneksi dengan Transjakarta yang beroperasi sejak pagi hingga malam.

Tidak hanya jajanan, pakaian dan beragam asesoris khas negara itu dijajakan di sini.


1. Little Tokyo

Terletak di kawasan Blok M Jakarta, Little Tokyo adalah tempat yang sudah tidak asing bagi warga Jakarta. Alasan kawasan ini disebut sebagai Little Tokyo adalah karena banyaknya orang Jepang yang bekerja, bahkan tinggal di sana.

Terdapat berbagai resto, supermarket, karaoke, dan kafe bertema negeri sakura di sana. Traveler juga dapat menikmati makanan Jepang seperti ramen, sushi, dan okonomiyaki dengan rasa yang autentik. Suasana kental Tokyo semakin terasa dengan bangunan toko-toko berarsitektur khas Jepang lengkap dengan huruf-huruf Kanji di sekitarnya.

2. Little Bangkok

Berbeda dengan Tokyo, Bangkok merupakan tempat para shopaholic khususnya pecinta fashion berburu baju lucu dan kekinian. Berada di pasar terbesar se Asia Tenggara, lokasi belanja ini merupakan tempat baru di Pasar Tanah Abang. Meskipun baru, antusias pembeli sudah sangat padat di sini.

Baju-baju yang dijual di sini memiliki desain pastel girly khas Mal Platinum Fashion Bangkok lengkap dengan “beli tiga lebih murah”. Suasana lorong Little Bangkok pun sangat mirip dengan aslinya di Thailand, lengkap dengan neon box dan lampu sorot di setiap toko. Nggak perlu jauh-jauh dan mahal-mahal jastip lagi, deh.

3. Little Korea

Jika kamu seorang Kpopers, jangan lewatkan Little Korea ini. Di sini traveler bisa mencoba jajanan khas Korea, foto-foto, hingga mencoba seragam ala SMA di Korea. Terletak di Lotte Shopping Avenue Mall, Kuningan Jakarta Selatan membuat Little Korea ini tak pernah sepi pengunjung.

Ada tiga titik bernuansa Korea di mal ini. Pertama adalah Kwangya di Lantai GF. Ini merupakan tempat melihat dan membeli merchandise dari berbagai idol grup. Masih di Lantai GF, spot selanjutnya adalah Korea 360.

Di sini traveler akan disambut dengan cap tangan para Idol Korea mulai dari Haechan NCT hingga Lee Minhyuk BtoB 4U. Turun satu lantai, traveller akan menemukan titik selanjutnya yaitu Lotte Alley yang didesain seperti di jalanan Korea lengkap dengan hangeul, jajanan khas Korea, photobox, serta mesin pencapit ala Korea.

4. Little India

Pasar Baru, Jakarta Pusat merupakan pusat permukiman India pertama di Jakarta yang kental dengan budaya India. Sering disebut sebagai Little India, di sini traveller dapat dengan mudah menemukan makanan hingga pernak-pernik khas India yang dijual oleh orang India asli.

Mulai dari toko baju sari, pengobatan herbal ala India, pernak pernik aksesoris dan alat ibadah yang dikirim langsung dari India, hingga makanan khas seperti kari dan berbagai olahan masala ada di Little India ini.

Little India ini juga sering melakukan festival-festival perayaan hari besar salah satunya Diwali atau Festival Cahaya Umat Hindu yang cantik dengan dekorasi kerlap-kerlip dan jejeran lilinya.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker