All posts by Sudah Di Share di Blogger dan Ganti Gambar

8 Spot Healing Dekat Jakarta yang Bisa Dijangkau KRL



Jakarta

Banyak tempat menarik untuk healing di Jakarta yang bisa dijangkau dengan KRL lho. Bisa nih jadi destinasi untuk mengisi waktu weekend atau liburan kamu.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) tempat healing di Jakarta yang dekat dengan stasiun KRL.

1. Kota Tua

Kota Tua Jakarta, Kamis (30/1/2025)Kota Tua Jakarta Foto: Syanti Mustika/detikTravel

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta, banyak spot menarik yang bisa kamu kunjungi. Diantaranya Museum Fatahilla, Museum Bank Indonesia, Museum wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, Toko Merah, Kafe Batavia dan lainnya.


Kamu bisa menikmati keindahan dan kemegahan Kota Tua Jakarta dengan transportasi umum yaitu KRL. Turun saja di Stasiun Kota Tua.

2. Jakarta Aquarium

Traveler yang ingin membawa keluarga melihat akuarium indoor dengan ragam satwa lautnya datang saja ke Jaakrta Aquarium. Lokasinya berada di dalam Mall Neo Soho.

Adapun stasiun terdekat dari Jakarta Aquarium adalah Stasiun Palmerah dan Stasiun Grogol. Setelah itu kamu harus naik kendaraan online atau Transjakarta menuju mall.

3. Tebet Eco Park

Adapun stasiun KRL terdekat dari Tebet Eco Park adalah Stasiun Tebet. Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB dan masuknya gratis, namun perlu mendaftar melalui aplikasi JAKI terlebih dahulu.

Banyak kegiatan menarik yang bisa traveler lakukan di sini, diantaranya piknik, olahraga, bermain di ragam fasilitas dan playground, bersantai hingga berburu foto.

4. Ancol

Destinasi populer di Jakarta ini bisa dijangkau dengan KRL. Kamu bisa turun di Stasiun Kampung Bandan yang dekat dengan pintu masuk Ancol. Setelah turun dari stasiun, kamu perlu berjalan sekitar 20 menitan. Atau juga turun di Stasiun Ancol dengan menaiki KRL rute Jakarta Kota-Tanjung Priuk.

5. BXSea

BXsea di dalam Bintaro Jaya Exchange Mall tahap 2BXsea di dalam Bintaro Jaya Exchange Mall 2 Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Destinasi akuarium indoor dalam mall yang bisa kamu jangkau dengan KRL yaitu BXSea yang berada di Tangerang Selatan, berlokasi di Bintaro Jaya Xchange Mall 2. Kamu turun saja di Stasiun Jurangmangu, lalu berjalan saja ke arah mal. Stasiun dan mall terhubung oleh lorong yang nyaman untuk dilewati.

Adapun harga tiketnya mulai Rp 85 ribu.

6. Masjid Istiqlal

Masjid megah kebanggaan Jakarta ini bisa dijangkau dari Stasiun Juanda. Kamu hanya perlu berhjalan keluar dari halte dengan mengikuti arah yang tertera jelas kok di stasiun. Pintu masuk ke Masjid Istiqlah tak jauh dari pintu keluar stasiun.

7. Gelora Bung Karno

Traveler yang ingin bersantai di Hutan Kota atau berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno, bisa datang ke sini dengan KRL kok. Adapun stasiun terdekatnya adalah Stasiun Palmerah.

Setelah turun dari stasiun, kamu bisa menaiki Transjakarta kok. Atau jika bersemangat olahraga, bisa jalan kaki dari stasiun sekitar 25-30 menitan.

8. Alun-alun Bogor

Bergeser dari Jakarta, kamu bisa nih mencari yang hijau-hijau di Bogor yang bisa dijangkau dengan KRL. Salah satu tempatnya adalah Alun-alun Bogor.

Kamu bisa turun di Stasiun Bogor, lalu jalan kaki sekitar 300 menit dari pintu keluar stasiun. Lokasi alun-alun tepat berada di depan n Kantor Wali Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

6 Kota Favorit untuk Liburan Slow Travel di Indonesia


Jakarta

Slow travel jadi tren liburan terkini yang ingin lebih menikmati pesona destinasi wisata. Slow travel identik dengan kegiatan yang lebih mengenal (ngeblend) kebiasaan, kebudayaan, dan karakter masyarakat sekitar. Penikmat slow travel biasanya tinggal lebih lama di kota tujuan.

Kota Favorit Slow Travel

Destinasi wisata populer ternyata menjadi tujuan utama penikmat slow travel. Berikut rekomendasi kota tujuan slow travel

Kalegowa, Sulawesi Selatan

Lahan sawah di CirebonIlustrasi sawah Kalegowa (dok. Fahmi Labibinajib)

Kota ini dinobatkan sebagai kota terbaik kedua untuk slow travel di Asia versi Agoda. Kalegowa terkenal dengan sejarahnya yang panjang sebagai lokasi pertama benteng kerajaan Gowa. Kota ini juga punya pesona sawah hijau, pohon rindang, arsitektur Bugis masih lestari, serta warga lokal yang hangat dan ramah.


Yogyakarta, DI Yogyakarta

Tahukah traveler ada yang unik jika berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Setiap pengunjung yang datang akan diperlakukan selayaknya tamu raja.tempat penyambutan pengunjung Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Foto: Arawinda Dea Alisia

Penikmat slow travel bisa memilih destinasi wisata dan lokasi menginap yang jauh dari pusat. Selain Yogya, kamu bisa memilih lokasi wisata di Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, dan daerah lagi di Yogyakarta. Untuk lokasi wisata, kamu sebaiknya memilih museum, candi, situs sejarah dan budaya lain yang bisa dinikmati tanpa harus buru-buru.

Purwokerto, Jawa Tengah

Wisata Baturaden, Baturraden, PurwokertoWisata Baturaden, Baturraden, Purwokerto Foto: Ari Saputra

Ibu kota Kabupaten Banyumas ini kerap disebut mirip Yogya, namun tidak seramai kota tersebut. Purwokerto terkenal dengan hawa sejuk, adem, minim macet, masyarakat ramah, dan biaya hidup murah. Kendati begitu, Puwokerto tidak sulit diakses internet dan sangat adaptif pada perkembangan teknologi.

Bandung, Jawa Barat

Suasana Braga, Kota Bandung di momen libur panjang Waisak 2025.Suasana Braga, Bandung Foto: Rifat Alhamidi

Kota Bandung secara umum adalah destinasi wisata populer karena dekat Jabodetabel dan mudah diakses. Namun, Bandung menyediakan tempat bagi penikmat slow travel yang ingin berlama-lama meniknati keindahannya. Kamu bisa memilih destinasi wisata alam, sejarah, dan budaya yang tidak terlalu ramai pengunjung.

Raja Ampat, Papua Barat Daya

Laguna berbentuk bintang di Raja AmpatLaguna berbentuk bintang di Raja Ampat Foto: Johanes Randy

Potongan surga dunia ini sangat disayangkan jika tidak bisa dinikmati berlama-lama. Slow travel sangat direkomendasikan agar bisa menikmati keberagaman flora dan fauna Raja Ampat, hewan endemik, pasir putih, air laut biru hijau yang jernih. Selain itu, sungguh disayangkan jika harus meninggalkan Raja Ampat tanpa tahu kekayaan budaya dan sejarah masyarakatnya.

Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur

Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo yang digunakan wisatawan kala berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT.Kapal-kapal wisata di perairan Labuan Bajo Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

Destinasi wisata ini adalah gerbang menuju habitat asli komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Di sini ada beragam spot wisata yang bisa kamu nikmati tanpa harus terburu-buru yaitu Goa Rangko, Air Terjun Cunca Rami, Bukit Sylvia, Sawah Lingko, dan Kampung Compang To’e Melo untuk mengenal budaya lokal Labuan Bajo.

Sebelum memilih destinasi wisata untuk slow travel, pastikan kamu sudah menyusun itinerary yang tepat sehingga waktu liburan terasa lebih efisien.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Seru! Main Offroad di Coban Talu Kota Batu



Batu

Coban Talun di Kota Batu menawarkan pengalaman offroad seru dengan mobil jip. Nikmati keindahan alam, air terjun, dan beragam aktivitas seru lainnya!

Pengunjung akan diajak menyusuri jalur ekstrem yang melewati hutan pinus, sungai, hingga perkebunan sayur yang hijau. Kontur jalan yang terjal dan berbatu menjadi tantangan utama yang memacu adrenalin, sekaligus menyuguhkan keindahan alam pegunungan yang menyegarkan mata.

Saat menjajal offroad di kawasan wisata Coban Talun, wisatawan disarankan untuk membawa pakaian ganti. Pasalnya, rute offroad tak hanya melewati jalan ekstrem, tetapi juga melintasi sungai yang mengharuskan pengunjung siap basah-basahan saat menaiki mobil jip.


Selain offroad, Coban Talun di Kota Batu juga menawarkan beragam aktivitas seru lainnya yang cocok untuk dinikmati bersama keluarga maupun rombongan. Pengunjung bisa berfoto di area kebun bunga yang estetik, mengikuti kegiatan outbound, rafting menyusuri sungai, hingga seru-seruan bermain paintball.

Sebagai ikon utama, Coban Talun memiliki air terjun setinggi 50-60 meter dengan aliran air jernih dan menyegarkan. Di sekitar air terjun terdapat formasi bebatuan alami yang terbentuk dari letusan gunung di masa lalu. Bagian bawah air terjun membentuk kolam dangkal yang aman digunakan untuk bermain air atau berenang.

Lokasi Coban Talun berada di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dari Alun-alun Kota Batu, perjalanan menuju lokasi hanya memakan waktu sekitar 20 menit. Akses jalan menuju Coban Talun cukup mudah dilalui, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(auh/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Larangan Study Tour, Kunjungan Wisata ke Bantul Turun Drastis



Bantul

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mencatat penurunan kunjungan wisata yang cukup drastis selama liburan sekolah dibanding tahun lalu. Salah satu faktor penyebabnya adalah karena beberapa daerah melarang study tour.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan bahwa selama liburan sekolah mulai 21 Juni-13 Juli tercatat ada 215.624 orang yang berkunjung ke Bumi Projotamansari. Di mana rata-rata kunjungan wisata selama liburan itu 9.375 orang.

“Dari 215.624 itu paling banyak ke Pantai Parangtritis dengan jumlah 188.968 orang,” katanya.


Namun, Markus menyebut jumlah kunjungan wisata saat liburan sekolah tahun ini turun signifikan dari liburan sekolah tahun 2024. Bahkan, penurunan itu mencapai hampir 30 ribu kunjungan wisata.

“Kalau dibandingkan dengan liburan sekolah tahun lalu ya menurun. Karena liburan wisata tahun lalu itu sampai 244.763 dengan rata-rata kunjungan per hari 10.642 orang,” ujarnya.

Markus menilai pemberlakuan larangan study tour di beberapa daerah turut jadi factor penurunan ini. Padahal, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya Kabupaten Bantul merupakan salah satu tujuan utama wisata saat musim liburan.

“Penyebab turunnya kunjungan wisata saat liburan sekolah saya kira karena larangan study tour di beberapa daerah,” ucapnya.

Di sisi lain, apabila situasi tidak berubah, Markus mengaku pesimis mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata. Mengingat tahun ini target PAD sektor pariwisata menyentuh angka Rp 49 miliar.

“Ya cukup berat (capai target PAD). Karena sampai Juni saja jumlah pengunjung baru 981.236 dengan pendapatan Rp 14.205.472.500, atau baru 28,98% dari target PAD tahun 2025,” katanya.

Artikel ini sudah tayang di detikJogja. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(afn/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

10 Destinasi Alam di Jawa Tengah yang Belum Ramai Turis


Jakarta

Kangen wisata alam yang belum ramai turis? Detikers bisa mengunjungi rekomendasi destinasi wisata ini yang berlokasi di Jawa Tengah. Wisata ini sangat cocok untuk pengunjung yang ingin relaksasi sendiri atau bersama keluarga, tanpa ribet dengan kunjungan turis lain.

10 Destinasi Alam di Jawa Tengah yang Belum Ramai

Berikut rekomendasinya dikutip dari situs destinasi wisata alam terkait

Pantai Menganti (Kebumen)

Suasana di Pantai Menganti, Kebumen.Suasana di Pantai Menganti, Kebumen. Foto: Rinto Heksantoro/detikJateng

Lanskap alam ini terkenal dengan pasir putih, air laut biru hijau, dan tebing kapur (karst) yang mengelilinginya. Pantai ini juga punya mercusuar peninggalan Belanda yang menjadi daya tarik utama. Lanskap ini sangat cocok buat kamu yang butuh relaksasi dan healing time melihat keindahan alam.


Talaga Sunyi (Banyumas)

telagaTalaga Sunyi Foto: (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

Dikelilingi hutan pinus yang sangat rindang dan pepohonan hijau Talaga Sunyi menawarkan ketenangan bagi pengunjung. Talaga ini juga dikelilingi dinding batu yang di dalamnya ada aliran sungai kecil menjadi sumber air danau. Pengunjung harus trekking lebih dulu menuju Talaga Sunyi, yang terbayarkan saat melihat indahnya lanskap alam ini.

Waduk Bade (Boyolali)

Waduk atau bendungan ini sebetulnya adalah sumber air bagi lahan pertanian di sekitarnya. Namun, destinasi wisata ini sangat cocok bagi yang ingin rekreasi bersama keluarga. Pengunjung bisa mancing atau sekadar melihat indahnya pemandangan danau buatan.

Bukit Rangkok (Tegal)

Destinasi berkonsep via ferrata ini menawarkan wisata yang memicu adrenalin dan keindahan alam. Pengunjung harus mendaki lewat tangga besi yang ditancapkan pada tebing sesuai konsep via ferrata. Di ketinggian 384 mdpl, pengunjung bisa melintas jembatan single sling wire rope yang hanya terdiri dari seutas tali. Pengunjung juga bisa melewati jembatan balok yang bergoyang jika keseimbangan tidak dijaga dengan baik.

Curug Sebrangan (Banyumas)

Lokasi air terjun di pedalaman Banyumas ini sangat cocok bagi pengunjung yang mencari ketenangan, suasana sejuk, dan alam yang rupawan. Karena letaknya yang agak nyempil, pengunjung harus mempersiapkan fisik, uang cash, pakaian, dan pastinya gadget untuk ambil foto agar bisa menikmati curug dengan paripurna.

Curug Lawe dan Benowo (Semarang)

Curug LaweCurug Lawe Foto: (Rivai Hidayat/d’Traveler)

Dua air terjun ini berdampingan dengan Curug Lawe setinggi kurang lebih 30 meter dan Benowo 40 meter. Selain keindahan air terjun, alam sekitar dengan keanekaragaman flora dan fauna juga tidak boleh dilewatkan. Jika beruntung, pengunjung bisa lihat luntung saat melintas Jembatan Romantis yang dibangun di atas saluran air sepanjang 20-30 meter.

Watu Ireng (Pekalongan)

Seperti namanya, Watu Ireng adalah destinasi wisata berupa batu hitam yang dikelilingi perkebunan seluas 2 hektar dan pohon hijau. Keindahan alam ini banyak dikunjungi wisawatan saat musim liburan bersama keluarga atau sendiri, bagi yang ingin berjalan-jalan santai.

Bukit Cinta (Ambarawa)

Bukit Cinta Rawa PeningBukit Cinta Rawa Pening Foto: (Nfadils/d’Traveler)

Area perbukitan yang sudah tertata dengan rapi ini sangat cocok untuk healing menikmati keindahan alam. Wisatawan bisa santai bersama keluarga menikmati area Rawa Pening dan pesona perairan. Berlatar pemandangan Gunung Telomoyo dan Gunung Ungaran, pengunjung bisa menikmati semua keindahan sambil piknik dengan perahu sewaan.

Telaga Bleder (Magelang)

Salah satu obyek wisata air Telaga Bleder di Kecamatan Grabag Kabupaten MagelangSalah satu obyek wisata air Telaga Bleder di Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Foto: Pertiwi/detikcom

Berlokasi di area sejuk dengan udara bersih, wisatawan bisa menikmati keindahan Telaga Breder yang dikelilingi pohon rimbun. Telaga ini adalah cekungan berisi air dengan sumber dari mata air di sekelilingnya. Selain lanskap sangat indah, pengunjung bisa berenang di kolam yang disediakan pengelola dan memberi ikan dalam kolam di gazebo.

Curug Trocoh atau Curug Surodipo (Wonosobo)

Trocoh atau bocor dalam bahasa Indonesia, adalah nama yang tepat untuk menggambarkan aliran air terjun ini. Curug Trocoh kerap dikatakan punya tempat istimewa dalam perjuangan Pangeran Diponegoro, sebagai tempat persembunyian pasukan dan pemimpinnya meski belum terbukti. Air terjun lima tingkat dengan ketinggian 120 meter ini tentunya punya pemandangan yang sangat indah.

Nah, detikers yang perlu destinasi wisata alam tenang di Jawa Tengah kini tak perlu bingung lagi. Kamu bisa segera siap-siap piknik ke destinasi wisata alam pilihan lengkap dengan uang cash secukupnya, fisik prima, dan pakaian cadangan bagi yang ingin renang atau trekking.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Akhir Pekan Bisa lho ke Taman Kota Waduk Ria Rio di Jakarta Timur



Jakarta

Traveler yang ada di Jakarta Timur bisa menghabiskan akhir pekan di Taman Kota Waduk Ria Rio. Taman itu merupakan tempat favorit warga lokal menyambut petang.

Taman Kota Waduk Ria Rio tak sulit untuk ditemukan. Taman itu berada di pinggir jalan dan tak terlalu jauh dari Halte Transjakarta Cempaka Putih.

Taman waduk itu berseling dengan gedung-gedung pencakar langit. Bayangan gedung bakal jatuh ke danau.


Khas dengan pohon baobab

Selain hamparan rerumputan yang luas, kursi-kursi, dan view waduk serta udara yang sejuk. Taman Kota Ria Rio juga memiliki ciri khas tersendiri, yakni terdapat tiga pohon baobab.

Satu pohon baobab berada di dekat tempat parkir dan dua lainnya berada di tanah yang menggunung seperti bukit di pinggiran waduk. Biasanya dua pohon baobab yang berada di bukit tersebut yang menjadi incaran para pengunjung untuk berfoto duduk santai.

Terbuka untuk Umum

Taman Kota Waduk Ria Rio ini bisa dikunjungi oleh masyarakat umum, dan jika ingin menggelar acara seperti kumpul-kumpul dengan lebih dari lima orang bisa menghubungi pengelola Taman Kota Waduk Ria Rio yakni PT Pulo Mas Jaya yang kantornya terletak tak jauh dari taman.

Pengelola Taman Waduk Kota Ria Rio, Dimas, menyebutkan fungsi awal dari area ini adalah untuk resapan air dengan bentuk seperti taman. Dari hal itu lah area ini banyak didatangi oleh masyarakat yang ingin menikmati suasana asri dan sejuk.

Jam Buka

Taman Kota Waduk Ria Rio bisa dikunjungi setiap harinya mulai pukul enam pagi hingga enam sore. Di sini tersedia tempat parkir yang luas dan tak dipungut biaya. Selain itu ada warung dan toilet umum.

Taman Waduk Ria Rio mulai buka jam 06.00 dan tutup jam 18.00 WIB mulai Senin hingga Minggu.

Alamat lengkap Taman Kota Waduk Ria Rio ini terletak di Jalan Pulo Mas Utara Blok E Nomor 1, Jakarta Timur.

(fem/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Itinerary Mode Hemat ke Karimunjawa 3 Hari 2 Malam



Jakarta

Karimunjawa bisa menjadi destinasi berikutnya untuk dijelajahi. Ikuti itinerary ini untuk liburan mode hemat di taman nasional yang dijuluki The Paradise of Java atau Java Carrebean Sea.

Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah mempunyai banyak pulau cantik dan pesona taman laut yang sudah semestinya masuk dalam wishlist traveler. Tidak harus mahal, liburan ke Karimunjawa bisa dilakukan dengan paket wisata murah dengan bergabung dalam open trip.

Baru pertama kali ke Karimunjawa atau mau bernostalgia dengan keindahannya yang tak berubah? Intip itinerary 3 hari 2 malam berikut ini.


Itinerary Mode Hemat 3 Hari 2 Malam

Hari 1

07.00: Berangkat dari Pelabuhan Kartini Jepara menuju Karimunjawa menggunakan kapal feri.
09.00/12.00: Tiba di Karimunjawa dan check-in di penginapan. Makan siang di warung lokal.
14.00-15.30: Treking di Hutan Mangrove Karimunjawa
16.00: Berenang dan berburu sunset di Pantai Ujung Gelam
18.30: Makan malam di warung-warung lokal dan menikmati suasana malam di Karimunjawa.

Hari 2

07.00: Sarapan di warung lokal. Persiapan tur hoping island menuju Pulau Cemara Kecil, Pulau Cemara Besar, dan Pulau Geleang.
16.00: Pantai Laendra Sunset Beach untuk melihat sunset.
18.30: Kembali ke penginapan dan makan malam di warung lokal.

Hari 3

07.00: Sarapan di warung lokal dan persiapan pulang dengan kapal ke Jepara.

Jadwal dan Tarif Kapal dari Jepara ke Karimunjawa

Jadwal kapal Express Bahari

Jepara – Karimunjawa

Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat: 09.00 – 11.00
Sabtu: 11.00 – 13.00

Karimunjawa – Jepara

Rabu, Minggu: 11.00 – 13.00
Kamis, Senin: 13.00 – 15.00
Jumat, Sabtu: 07.00 – 09.00

Tarif kapal Express Bahari

Jepara – Karimunjawa

VIP Rp 230.000
Eksekutif Rp 200.000
* Harga sudah termasuk asuransi & pass pelabuhan.

Karimunjawa – Jepara

VIP Rp 230.000
Eksekutif Rp 200.000
* Harga sudah termasuk asuransi & pass pelabuhan.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Konon Gua di Pangandaran Ini Tempat Semedi Putra Nyi Roro Kidul



Pangandaran

Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran menyimpan kisah tentang gua yang konon dipakai sebagai tempat semedi putra Nyi Roro Kidul. Bagaimana kisahnya?

Tidak hanya menyimpan pesona flora dan fauna, TWA Cagar Alam Pangandaran juga punya Gua Panggung yang diyakini sebagai tempat semedi terakhir Putra Nyi Roro Kidul, Embah Jaga Lautan.

Sepintas Gua Panggung Pangandaran terlihat seperti lubang karang yang terbelah dua. Di dalam gua itu ada 10 anak tangga yang menuntun menuju makam Embah Jaga Lautan. Aroma mistis langsung menyambar tubuh kala masuk ke dalam gua tersebut.


Selain sensasi mistis yang kuat, pemandangan ciamik turut mendekap tubuh pengunjung kala berada di mulut Gua Panggung. Pesona alam yang begitu indah dan memanjakan mata pungunjung.

Ketika masuk ke dalam, sekitar berjarak lima meter dengan mulut gua, pengunjung disuguhkan dengan kokohnya bebatuan stalaktit dan stalagmit. Dinding gua yang basah menambah kesan yang tak biasa. Air di dinding gua terus menetes.

Gua Panggung seperti lorong yang menghubungkan ke pantai pasir putih Pantai Timur Pangandaran. Di sebelah baratnya, bisa langsung menatap Samudera Hindia.

Gua Panggung memiliki nilai historis yang kuat antara cerita Nyi Roro Kidul dan anak angkatnya, Embah Jaga Lautan.

Sosok Embah Jaga Lautan diceritakan sebagai seseorang yang memiliki wangsit dan diperintahkan langsung Roro Kidul untuk menjaga laut Pangandaran khususnya, lautan Nusantara pada umumnya.

Goa Panggung, Pangandaran.Goa Panggung, Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah

Juru Kunci Gua Panggung Edwar mengatakan goa ini merupakan tempat Embah Jaga Lautan mendapat tugas untuk lautan di daerah Jawa Barat pada khususnya, dan menjaga pantai Nusantara pada umumnya.

“Embah Jaga Lautan mempunyai istri tujuh orang dan hidupnya selalu bertengkar satu sama lainnya. Pada suatu hari istri yang ketujuh tidak sempat ditengok karena pergi memancing dan mendapatkan ikan tempel pada pancingannya,” terang dia.

Setelah mendapatkan petunjuk dari Nyi Roro Kidul, kata Edwar, Embah Jaga Lautan mengajak ketujuh istrinya makan bersama dengan ikan hasil tangkapannya, terbukti ketujuh istrinya hidup rukun.

Pada suatu hari, dia memberitahu kepada istrinya, bahwa dirinya akan melakukan semedi yang lama.

“Namun waktu semedinya itu, dalam waktu yang tidak tentu,” ucapnya.

Ia mengatakan karena terlalu lama merasa penasaran di tinggal dalam waktu yang tak sebentar, para istrinya menengok ke tempat semedi.

“Tapi saat sampai suaminya sudah tidak ada, menunggu dengan waktu yang lama tidak kunjung datang juga, maka untuk mengenangnya para istrinya membuat makam sebagai tanda setia kepada suaminya,” katanya.

Ia menjelaskan sebetulnya makam Embah Jaga Lautan yang ada di Gua Panggung hanyalah simbol. Tidak ada jenazah di dalam makam tersebut.

“Makom itu dibuat ketujuh istrinya sebagai penghormatan dan simbol kesetiaan,” ucapnya.

Pemandu wisata sekaligus Polisi Cagar Budaya Pangandaran Haris Bugis menyatakan Gua Panggung memiliki geometri berupa ceruk berukuran tinggi 5 meter, lebar 17 meter dan panjang goa 61 meter menembus bukit batu gamping hingga berakhir di pantai timur.

Goa Panggung, Pangandaran.Gua Panggung, Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah

“Pada ujungnya goa menghadap ke laut terdapat semacam panggung, yang atapnya dihiasi stalaktit, sebagai sarang burung walet,” kata Haris.

Menurutnya, nama Gua Panggung karena makam di atas goa itu menyerupai panggung pertunjukan. “Apalagi disertai dengan anak tangga menuju ke atasnya,” ucapnya.

Ia mengatakan penamaan Gua Panggung memang secara turun temurun alamiah. “Alamiah turun temurun, kalau saat masih ada Embah Jaga nggak tahu namanya apa,” katanya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Itinerary ke Bandung dengan Transportasi Umum, Cocok buat Solo Traveler



Bandung

Liburan ke Bandung naik transportasi umum bisa banget. Liburan gaya ini cocok banget buat kamu si solo traveler. Simak itinerary berikut ini ya!

Libur akhir pekan, Bandung bisa jadi tujuan. Biar tidak terjebak kemacetan, traveler bisa memanfaatkan transportasi umum yang punya banyak pilihan.

Salah satu yang lagi nge-tren tentu saja Whoosh, kereta cepat yang akan membawa traveler sampai ke Bandung hanya dalam tempo 30 menit saja. Berikut itinerary liburan sehari di Bandung yang bisa traveler coba:


1. Pagi Hari

Mulailah hari pertama kamu di Bandung dengan singgah lebih dulu ke Gedung Sate yang menjadi ikon Kota Kembang. Berjalan sedikit, kamu sudah bisa menjumpai Gedung Merdeka hingga Alun-alun Bandung yang ikonik.

Kalian juga bisa jalan-jalan ke Taman Superhero dan Pet Park yang seru. Lanjut jalan ke Taman Lansia dan Museum Geologi juga bisa.

2. Siang Hari

Di siang hari, saatnya check in di hotel yang berada di sekitar Gedung Sate. Setelah itu, kalian bisa cari makan siang di jalan Riau yang terkenal akan aneka factory outletnya.

Tak sedikit juga aneka restoran hingga kafe kekinian yang bisa kamu jumpai di sana. Puas makan siang, kamu siap menjalani petualangan berikutnya.

3. Sore Hari

Sore hari, saatnya berjalan-jalan di jalan Braga. Jalan legendaris ini dipenuhi aneka bangunan estetik yang kece buat foto-foto. Jangan lupa mampir ke aneka kedai kopi buat asupan ngopi sore yang asyik.

4. Malam Hari

Kelap-kelip lampu Bandung di malam hari pun memang akan membuat suasana kian syahdu. Kamu bisa makan malam di restoran khas Bandung (Sapu Lidi atau The Valley Bistro) sebelum bertolak pulang naik Whoosh lagi ke Jakarta.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Mengenal Menara Doa Sinatapan, Tempat Menikah dengan Latar Danau Toba



Samosir

Pesona danau Toba memang tiada duanya. Traveler yang mau menikah dengan latar danau cantik ini bisa mencobanya di Menara Doa Sinatapan.

Menara Doa Sinatapan adalah destinasi wisata yang relatif baru di Samosir, Sumatera Utara. Dari spot ini, traveler bisa mengadakan acara pernikahan dengan berlatarkan kecantikan danau Toba.

Menara Doa Sinatapan dibangun pada 20 Desember 2017. Menara ini berfungsi sebagai tempat doa sekaligus destinasi wisata rohani dengan pemandangan menakjubkan Danau Toba dari ketinggian.


Lokasi tepatnya berada di desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Kata ‘Sinatapan’ sendiri berarti ‘melihat’ atau ‘menatap’ dalam bahasa Batak.

Bangunan sederhana nan cantik ini pun sarat akan makna religius, serta mencerminkan tempat untuk merenung sambil menatap kebesaran ciptaan Tuhan.

Menara Doa Sinatapan lantas semakin dikenal luas berkat pesona alam Danau Toba yang dapat dinikmati dari menara setinggi 10 meter.

Keindahan pulau Samosir yang tampak jelas ditambah dengan hamparan bukit hijau, menjadikan kawasan ini destinasi rohani sekaligus wisata alam yang banyak dikunjungi.

Salah satu pasangan yang melangsungkan acara pernikahan di Menara Doa Sinatapan adalah Hendry Donald Hanesty Sinurat, B.Eng., M.Sc dan Efriska Ginasti Mayangsari Br. Nadeak, S.KPm., M.Si.

Mereka memilih Menara Doa Sinatapan sebagai lokasi pernikahan karena kedekatan emosional terhadap tanah leluhur.

Meskipun keduanya bukan berasal dari Samosir, tapi rasa kedekatan itu mendorong keputusan mereka untuk menggelar acara pernikahan di sana.

“Ini adalah wujud syukur kami sekaligus bentuk kepedulian untuk ikut melestarikan keindahan alam dan budaya Samosir. Kami berharap semakin banyak generasi muda yang juga mencintai tanah leluhur,” ujar Efriska.

Fenomena pernikahan dengan latar nuansa alam diyakini akan terus berkembang dan jadi tren, seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya dan alam.

Lokasi-lokasi yang menawarkan nilai spiritual serta keindahan panorama menjadi pilihan yang banyak dipertimbangkan pasangan muda. Terlebih ketika tempat tersebut sarat makna bagi sejarah dan budaya keluarga mereka.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker