Tag Archives: air terjun

Melepas Penat di Air Terjun Sikulikap



Karo

Jelang libur panjang akhir pekan alias long weekend, saatnya traveler melepaskan penat di pikiran dengan berkunjung ke air terjun Sikulikap.

Air terjun Sikulikap bisa jadi salah satu destinasi yang kamu kunjungi saat liburan long weekend. Suara air terjun yang jatuh dari ketinggian dapat menjadi cara untuk traveler melepas penat setelah lelah bekerja.

Berada di Kabupaten Karo, lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat kota Medan. Traveler hanya perlu menempuh perjalanan 90 menit untuk sampai ke lokasi ini.


Buat traveler yang datang dari arah Medan, pintu masuk air terjun Sikulikap berada tepat sebelum deretan penatapan yang ada di Desa Doulu, Kecamatan Sibolangit. Jalannya menurun, traveler perlu berhati-hati saat menuju lokasi wisata ini.

Di pintu masuk, kamu akan dikenakan biaya parkir yang sudah include dengan biaya masuk lokasi wisata. Terpampang di papan informasi, jika pengunjung menggunakan mobil maka akan dikenakan Rp 60 ribu dan traveler menggunakan sepeda motor dikenakan biaya parkir Rp 30 ribu.

Setelah memarkirkan kendaraan, traveler perlu berjalan kaki sekitar 10 menit ke lokasi air terjun Sikulikap. Jalannya yang akan ditempuh sudah dipasangi batako, jadi tidak sulit dilalui.

Meski begitu, traveler tetap perlu berhati-hati dan tetap menggunakan alas kaki yang sesuai agar tidak terpeleset. Selain itu, detikers juga harus berhati-hati dengan monyet liar yang berkeliaran di sekitar lokasi.

Setelah berwisata ke air terjun, kamu dapat bersantai di Elsierra Coffee. Kafe yang berada di wilayah Sikulikap ini menyajikan makanan dan minuman yang dapat kamu nikmati saat berkunjung ke sana.

Ketika malam hari di kafe ini, traveler akan mendengar beragam suara hewan seperti jangkrik dan monyet. Situasi ini terjadi karena lokasi kafe memang berada di tengah hutan.

Seorang pengunjung, Rere, mengungkap datang dari Medan ke lokasi itu untuk bersantai. Dia memilih ke Sikulikap karena lokasinya tidak jauh dari Kota Medan.

“Pas hari libur May Day ini kan, jadi ke sini dulu bersantai. Di sini juga nggak jauh kali dari Medan, jadi cocok untuk liburan mepet satu hari kayak gini,” ujar Rere.

Rere bercerita, di area ini dia selalu berkeliling terlebih dahulu sebelum akhirnya bersantai di kafe. Suasana kafe, menurut Rere, lebih dapat menikmati di malam hari.

“Kalau malam gini kita banyak dengar suara hewan, lebih enak untuk relaksasi,” sebutnya.

Hal yang selaras disampaikan pengunjung lainnya, Heru. Dia mengungkap, wisata ke Sikulikap dapat menjadi pilihan bagi warga Medan yang ingin berliburan.

“Ya nggak jauh, hemat biaya. Kemudian kalau kita udah di sini, kepikiran mau wisata yang lain juga banyak. Dari sini kan enggak jauh lagi dari Sidebu-debu dan beberapa tempat lain,” jelas Heru.

——–

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Menemukan Ketenangan di Kaki Gunung Ciremai



Kuningan

Libur panjang akhir pekan, saatnya traveler berwisata alam. Carilah ketenangan di kaki gunung Ciremai, tepatnya di Curug Putri Palutungan.

Curug tersebut berlokasi di Jalan Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lokasinya tepat berada di bawah kaki gunung Ciremai.

Suasana udara yang segar dan sejuk langsung traveler rasakan saat memasuki area Curug Putri Palutungan. Karena ketinggian air di sekitar curug tidak terlalu dalam, membuat pengunjung bisa langsung ke menikmati air terjun tanpa khawatir akan basah.


Pengunjung hanya perlu menyingsingkan celananya hingga di atas mata kaki, maka sudah bisa merasakan kesejukan curug yang masih sangat alami itu.

Curug Putri Palutungan di KuninganCurug Putri Palutungan di Kuningan Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar

Di bagian depan curug Putri Palutungan, terlihat curug kecil yang mengalir cukup deras melalui celah batu. Di depannya terdapat sebuah kolam yang bisa digunakan pengunjung untuk berendam atau bermain air.

Di atasnya, terdapat sebuah jembatan yang bisa digunakan pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang air curug yang mengalir deras.

Bagi yang tidak ingin bermain air di curug, pengunjung bisa duduk santai di sekitar curug sambil menikmati suasana sejuknya hutan pinus dan derasnya air curug yang mengalir dari atas ke bawah.

Salah satu pengunjung, Ali mengatakan, bahwa Curug Putri memiliki suasana yang sejuk dan segar. Cocok bagi pengunjung yang ingin berlibur sejenak dari penatnya rutinitas.

“Suasananya segar, adem, cocok kalau buat liburan mah,” tutur Ali, belum lama ini.

Sementara itu, pengelolaan objek wisata Curug Putri, Iyus mengatakan, untuk menikmati keindahan dari Curug Putri pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sekitar Rp 20.000 untuk hari Senin-Jumat dan di hari libur atau Sabtu-Minggu Rp 25.000.

Iyus juga mengatakan, di sekitar Curug Putri tersedia juga beberapa fasilitas lain seperti kantin, musala, gazebo, motor ATV, area perkemahan, dan toilet. Untuk jam operasionalnya, Curug Putri buka dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

“Fasilitasnya ada musala, area camping, motor ATV ada juga jasa penitipan kendaraan. Tiketnya sudah termasuk parkir,” pungkas Iyus.

Cara Menuju ke Curug Putri Palutungan

Traveler bisa liburan ke curug Putri Palutungan dengan bantuan Google Maps. Untuk rutenya, dari arah Cirebon bisa langsung lurus di Jalan Cirebon-Kuningan, lalu belok kiri di Jalan Cirendang.

Setelah itu, lalu belok kiri ke Jalan Gunungkeling, kemudian belok ke arah Jalan Cisantana. Perjalanan masih lurus terus sampai di Jalan Palutungan sampai terlihat papan informasi bertuliskan Bumi Perkemahan Palutungan.

Untuk mencapai curug cantik tersebut, para pengunjung harus melewati hutan pinus dan area perkemahan terlebih dahulu. Lalu dilanjutkan dengan mengikuti jalan setapak menurun hingga terlihat sebuah tangga yang menghubungkan area hutan pinus dengan curug hingga sampai ke destinasi tersebut.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Kesegaran Tersembunyi di Kaki Gunung Salak



Sukabumi

Traveler yang mencari kesegaran buat liburan di akhir pekan bisa bertualang ke kaki gunung Salak. Di sana ada satu curug atau air terjun yang masih tersembunyi.

Kabut pagi masih menggantung di lereng Gunung Salak ketika suara gemericik air mulai terdengar dari balik kebun teh. Di ujung jalur setapak yang menurun tajam itu, air terjun jatuh dari tebing berlumut, memecah keheningan pedesaan Kabandungan.

Warga sekitar menyebutnya Curug 3 Helipad, sebagian lain mengenalnya sebagai Curug Sentral III. Air terjun ini terdiri dari dua aliran besar yang mengucur sejajar dari tebing batu.


Aliran air itu membentuk tirai putih di tengah dinding hijau lumut. Di bawahnya, kolam dangkal berwarna kehijauan memantulkan cahaya lembut dari langit. Wisatawan terlihat bermain air, sebagian lagi berfoto dengan latar curug yang megah.

Di tepi sungai kecil yang menjadi aliran keluar, deretan sandal dan sepatu ditinggalkan begitu saja di atas batu berjejer rapi seperti barisan kecil yang menunggu pemiliknya kembali.

Curug 3 Helipad SukabumiCurug 3 Helipad Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Terletak di kawasan kebun teh Jayanegara, Desa sekaligus Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, curug ini menjadi tempat beristirahat bagi mereka yang ingin mengasingkan diri dari hiruk-pikuk kota.

Dari atas kebun teh, hamparan hijau membentang sejauh mata memandang. Di kejauhan, perkampungan Kabandungan dan Kalapanunggal terlihat kecil di antara lipatan bukit.

“Curug ini airnya langsung dari Gunung Salak. Banyak pengunjung datang untuk bermain air dan berfoto, apalagi pemandangan kebun tehnya jadi spot favorit,” ujar Andri (35), pengelola Curug Sentral III, Minggu (2/11).

Andri duduk di bale-bale bambu di sisi jalan tanah yang menurun ke arah curug. Dari tempatnya berjaga, ia bisa melihat arus air yang mengalir deras di musim penghujan. Ia tahu persis kapan wisatawan harus diingatkan untuk menjauh.

“Kami selalu awasi langsung, apalagi kalau debit air meningkat,” katanya.

Fasilitas di kawasan ini sederhana. Beberapa warung kopi berdiri di tepi kebun, menyediakan mi instan, gorengan, dan teh hangat. Di dekatnya ada musala kecil dan MCK seadanya.

Pengelola membatasi jam kunjungan wisatawan hingga pukul 17.00 WIB saja setiap harinya. Tiket masuknya murah, hanya Rp10.000 per orang, ditambah Rp3.000 untuk parkir motor.

Sebagian wisatawan lain datang dari luar Sukabumi. Ada rombongan keluarga dari Bogor, sepasang mahasiswa dari Bandung, hingga pejalan tunggal dari Jakarta yang ingin berkemah di sekitar kebun teh.

“Ada juga pengunjung yang datang jauh-jauh dari Papua,” kata Andri dengan bangga.

Pada akhir pekan, suasana berubah lebih ramai. Tenda-tenda kecil kadang berdiri di pinggiran kebun teh, sementara petugas rescue dari Cicurug berjaga di lokasi.

“Hari ini yang bertugas ada tiga orang, situasi aman dan terkendali,” kata seorang anggota tim penyelamat yang berjaga di bawah tebing.

Salah satu pengunjung, Nadia (17), warga Cibadak, datang bersama empat temannya setelah menempuh perjalanan satu jam menggunakan sepeda motor. Wajahnya tampak cerah meski kaki basah oleh air dingin curug.

“Senang banget bisa main air dan foto-foto bareng teman-teman di sini, pemandangannya keren,” ujarnya sambil tertawa.

Bagi warga sekitar, curug ini bukan sekadar tempat wisata. Airnya menjadi sumber penghidupan. Warga memanfaatkan aliran sungai di bawahnya untuk mengairi kebun dan menyalakan turbin kecil pembangkit listrik rumahan.

“Dari dulu air curug ini yang kasih hidup kampung,” tutur Eman (52), warga Jayanegara yang rumahnya di sekitar curug.

Asal Usul Nama Curug Helipad

Nama ‘Helipad’ sendiri muncul dari bentuk kawasan di atas curug yang lapang di tengah kebun teh. Permukaannya datar dan terbuka, menyerupai landasan helikopter.

Warga setempat menyebutnya begitu sejak dulu, meski tak pernah benar-benar ada helikopter mendarat di sana. Lama-kelamaan, nama itu melekat, diwariskan dari mulut ke mulut wisatawan.

Kabut tipis turun perlahan, menyapu pucuk-pucuk teh yang berbaris di lereng. Suara air terjun berpadu dengan canda pengunjung yang tak jemu memotret keindahan alam di hadapan mereka.

Di sela gemuruh air, terdengar samar suara serangga dari balik rimbun dedaunan tanda alam yang masih hidup dan terjaga di kaki Gunung Salak.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Pemandian Air Panas Guci Tegal: Destinasi Favorit Keluarga



Tegal

Wisata Guci di Tegal, Jawa Tengah menjadi favorit untuk berakhir pekan. Destinasi ini mengandalkan wisata alam, yang menjadi magnet adalah wisata air panas.

Guci memiliki hawa sejuk dengan berada di lereng Gunung Slamet. Pada 2024, Pemerintah Kabupaten Tegal memprioritaskan kawasan pariwisata Guci dan Cacaban untuk dimasukkan dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Artinya, ada rencana pengembangan yang lebih terstruktur di wilayah tersebut.

Saat ini, ada beberapa tempat wisata di kawasan tersebut. Pengunjung bisa puas menikmati berbagai atraksi, namun yang paling populer adalah Pemandian Air Panas Guci.


Sejumlah pengunjung menikmati air panas pancuran 13 di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (2/3/2025). Menurut Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Obyek Wisata Guci pada H+1 Lebaran pengunjung dari luar kota untuk berlibur di Guci mengalami peningkatan mencapai 20 persen dari 800 menjadi 1.200 pengunjung dibandingkan pada H1 dan H2 Lebaran. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/foc.Sejumlah pengunjung menikmati air panas pancuran 13 di Obyek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. (Oky Lukmansyah/Antara)

Airnya mengandung mineral alami yang dipercaya baik untuk kesehatan kulit dan membantu meredakan pegal-pegal. Traveler bisa memilih untuk berendam di kolam umum atau menyewa pemandian pribadi untuk pengalaman yang lebih nyaman. Suhu airnya yang hangat sangat cocok untuk relaksasi, terutama di pagi atau malam hari ketika udara terasa lebih sejuk.

Tempat paling favorit untuk wisatawan mandi-mandi ada di 10 air terjun, tujuh pancuran, tiga belas pancuran dan lima pancuran. Nama-nama itu disesuaikan dengan jumlah pancuran. Misalnya, pancuran tiga belas artinya di area itu terdapat 13 buah pancuran, pancuran lima memiliki jumlah pancuran sebanyak 5, begitu pula pancuran tujuh memiliki jumlah pancuran sebanyak 7 buah.

Buat traveler introvert jangan khawatir, pemandian air panas tersedia juga di vila-vila yang ada di Guci. Ada pula bath up dengan air panas alami yang terpisah dalam masing-masing ruangan di sana.

Tiket masuk di objek wisata Guci Tegal bervariasi tergantung tempat wisatanya. Di Pemandian Air Panas Guci (Pancuran 5, 7, 13) sekitar Rp 10.000, sementara di Guci Forest (Guci Forest Tegal) tarif masuknya Rp28.000 per orang untuk fasilitas umumnya. Ada juga tarif untuk fasilitas tambahan seperti ATV di Guci Forest seharga Rp 50.000 per orang, atau paket camping mulai Rp 100.000 per tenda.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Uji Adrenalin di Wisata Belitar Seberang, Menuruni Tebing Air Terjun Puspa Dewi



Bengkulu

Para pecinta wisata alam ekstrem wajib datang ke Wisata Belitar Seberang yang ada di Bengkulu. Selain pemandangan alam yang memukau, wisatawan bisa merasakan ketegangan dengan menuruni tebing air terjun menggunakan tali.

Lokasi Wisata Belitar Seberang

Destinasi wisata ini berada di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Di sini detikers bisa menikmati dua air terjun sekaligus yakni Air Terjun Tri Sakti dengan ketinggian 85 meter dan Air Terjun Puspa Dewi dengan ketinggian 120 meter.

Para wisatawan yang mau berkunjung nanti bisa langsung datang ke Desa Belitar Seberang. Nantinya pihak pemandu wisata akan menjemput para pengunjung menggunakan mobil offroad menuju ke destinasi wisata.


“Kalau pengunjung yang mau menuju ke sini kita semua itu berhenti di desa, nanti diangkut menggunakan kendaraan wisata offroad menuju ke destinasi ini dengan estimasi perjalanan sekitar 20 sampai 30 menit,” ujar Ketua kelompok cagar Wisata Belitar Seberang, Hendri Hendika.

Selain air terjun, di sini juga ada pemandian air panas yang alami sehingga pengunjung bisa berendam sambil menikmati pesona alam di sana. Tak hanya untuk berswafoto dan berenang saja, wisatawan juga bisa melakukan kegiatan canyoneering di Air Terjun Puspa Dewi yang memuji adrenalin.

Tidak hanya menguji adrenalin, di sini juga sudah disiapkan fotografer untuk mengabadikan momen wisatawan saat menuruni air terjun. Nantinya para wisatawan diberikan waktu untuk bergelantung sambil mengekspresikan berbagai gaya yang nantinya akan diabadikan oleh fotografer.

Air Terjun Puspa Dewi sendiri merupakan air terjun hangat sehingga menjadikan tempat ini menjadi satu-satunya canyoneering air panas di Indonesia. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk memberanikan diri berwisata canyoneering di Desa Belitar Seberang ini.

Wisata air terjun di Desa Belitar Seberang, BengkuluWisata air terjun di Desa Belitar Seberang, Bengkulu Foto: M. Rizky Pratama

Hendri mengatakan kedua air terjun tersebut berposisi bersebelahan sehingga menjadi salah satu fenomena yang sudah diakui oleh Kementerian Pariwisata Indonesia.

“Satu-satunya fenomena air terjun yang berpasangan di Indonesia. Yang satu air dingin yaitu Tri Sakti, yang satu air hangat yakni Puspa Dewi,” katanya.

Hendri mengungkapkan pihaknya baru mengembangkan wisata canyoneering pada tahun 2025 yang diberi nama Belirang Canyoneering.

“Wisata pemacu adrenalin canyoneering memang itu memang lagi hits banget di Indonesia dalam 3 tahun terakhir dan kita sebagai pengelola wisata Belitar Seberang sudah memiliki alat yang lengkap sejak tahun 2021, dan di tahun 2025 ini membuka secara resmi Belirang Canyoneering. Ini satu-satunya canyoneering dengan air terjun bersuhu air panas di Indonesia, cuman ada disini,” ungkapnya.

Hendri memastikan para pemandu di Wisata Belirang Seberang sudah ahli dalam bidangnya serta semua peralatan keselamatan di sana sudah memenuhi standar.

“Sangat aman karena memang peralatan yang kita gunakan itu sudah berstandar dan semua pegawai kita tersertifikasi untuk memang menguasai di bidang ini,” ujarnya.

Jam buka Wisata Belirang Seberang

Hendri menjelaskan Wisata Belirang Seberang dibuka setiap hari bagi para pengunjung yang ingin menikmati Air Terjun Tri Sakti dan Air Terjun Puspa Dewi. Sementara untuk canyoneering hanya buka pada Sabtu dan Minggu saja.

“Untuk harga kunjungan biasa itu tiket masuknya hanya Rp 20 ribu, untuk naik mobil offroad itu Rp 70 ribu per-orang, dan untuk canyoneering itu satu orang Rp 400 ribu,” tuturnya.

Artikel ini sudah tayang di detiksumbagsel. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(dai/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Bertualang di Leuwi Hajo Wisata Alam Segar Dekat Jakarta



Jakarta

Traveler yang mencari ide kegiatan weekend tanpa perlu jauh-jauh dari Jakarta, datang saja ke Leuwi Hejo. Di sini kamu bisa menikmati alam dan healing sejenak.

Lokasinya berada di Jalan Raya Jungleland Sentul, Cibadak, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Suguhan beragam air terjun, seperti Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Lieuk, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet, dan Curug Leuwi Baliung bikin adem. Banyak yang memberikan predikat Green Canyon-nya Bogor untuk kawasan ini.

Tak hanya menawarkan keindahan, akses menuju Curug Leuwi Hejo relatif mudah dijangkau. Trekking untuk menuju curug ini tidak jauh dan tidak terlalu naik turun.


Selain itu, trekking menuju Leuwi Hajo karena kamu bisa menikmati hijaunya pemandangan sekitar. Nanti setelah sampai di curug, kamu bisa seru-seruan lagi dengan mandi di kolam aliran air terjunnya.

Wah, kebayang segarnya!

Wisata Trekking Curug Leuwi HejoWisata Trekking Curug Leuwi Hejo (Instagram @whatraveltrekkingclub)

Air terjunnya tidak terlalu tinggi, sekitar 1,5 meter. Air yang jernih menjadi salah satu poin pemikat destinasi itu.

Untuk bisa masuk ke lokasi, traveler hanya perlu membayar tiket sebesar Rp 15-25 ribu per orang. Urusan toilet tidak perlu khawatir, ada banyak toilet dan kamar mandi sini. So, usai basah-basahan traveler bisa berganti pakaian.

Tips menuju Curug Leuwi Hajo

Bermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi HejoBermain air di aliran Sungai Curug Leuwi Hejo (Luthfi hafidz/detikcom)

Nah, sebelum datang ke curug, terdapat beberapa hal yang perlu traveler perhatikan nih supaya kunjungannya ke Leuwi Hajo nyaman dan aman.

1. Pakailah alas kaki dan pakaian yang nyaman untuk trekking
2. Datanglah saat cuaca cerah dan hindari musim hujan
3. Bawalah baju ganti, sunblock, topi, minuman hingga makanan ringan
4. Bila kamu belum pernah trekking, gunakanlah jasa pemandu atau ikut open trip
5. Jaga kebersihan dan tertib selama berkegiatan
6. Jangan lupa menikmati perjalanan dan abadikan dalam bentuk foto atau video sebagai kenang-kenangan

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Goa Rajo Bangli, Keindahan Air Terjun dan Kolam Alami di Bali



Bangli

Goa Rajo di Bangli termasuk destinasi yang terhitung baru. Meski begitu, objek wisata tersebut sudah jadi favorit para turis asing.

Salah satu petugas di objek wisata Goa Rajo, Nengah Mardika, menerangkan gua tersebut baru dijadikan objek wisata pada 2019. Warga Desa Adat Jahem dulu kerap bermeditasi di tempat tersebut.

“Sebelumnya, masih seperti hutan,” tuturnya beberapa waktu lalu.


Warga Desa Adat Jahem lalu membuatnya menjadi tempat wisata karena melihat potensinya. Mereka terinspirasi dari objek wisata air terjun Tukad Cepung, Bangli, Bali.

“Tukad Cepung itu dulunya bukan tempat wisata,” ungkap pria berusia 45 tahun tersebut.

Warga Desa Adat Jahem lalu membuat kolam. Mereka juga bahu-membahu membuat jalan setapak agar mudah dilalui para pelancong.

Jalan setapak menuju air terjun Goa Rajo, Bangli, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: Gangsar Parikesit/detikBali)
Mahardika tidak tahu kenapa objek wisata itu dinamakan Goa Rajo. Menurut dia, sejak dulu nama tempat itu Goa Rajo.

Mardika menuturkan Goa Rajo tak bisa disusuri. Gua tersebut tertutup bebatuan. “Dulu bisa masuk hingga 100 meter, tapi sekarang paling hanya sejauh 20 meter,” tuturnya.

Kini Desa Adat Jahem menuai cuan. Saat hari biasa jumlah pengunjung Goa Rajo mencapai 200 orang per hari, sedangkan saat akhir pekan, jumlah pengunjung mencapai 300 orang per hari. “Hampir 80 persen pengunjungnya turis asing,” ungkap Mahardika.

Air Terjun dan Kolam Alami

Pengunjung Goa Rajo bisa menikmati air terjun dan dua kolam alami di sana. Pengunjung perlu berjalan sekitar 300 meter dari loket untuk mencapai kolam dan air terjun tersebut.

Pelancong akan menyusuri jalan setapak menuju air terjun tersebut. Mata akan dimanjakan dengan beraneka ragam tumbuhan yang berada di sekitar jalan setapak yang lebarnya sekitar satu meter itu.

Nuansa bertualang juga terasa saat menyusuri jalan tanah tersebut. Sebab, wisatawan perlu beberapa kali melintasi jembatan berlantai kayu. Suara serangga pun sesekali terdengar.

Tiba di tempat tujuan, mata akan langsung dimanjakan dengan air terjun dengan ketinggian 8 meter. Batu besar di bawah air terjun dan di depan mulut Goa Rajo menjadi tempat yang cocok untuk berfoto. Cahaya dari atas air terjun berpadu dengan gelapnya mulut gua membuat foto kian estetik.

Di samping air terjun tersebut terdapat dua kolam alami dengan dalam sekitar satu meter. Byur… Air yang sejuk dan bening membilas keringat setelah menyusuri jalan setapak yang naik dan turun.

Wisatawan yang pelesiran dan ingin mandi di kolam alami tersebut tidak perlu risau. Pengelola objek wisata tersebut telah menyediakan tempat ganti baju. Tak ada penjual di dalam kawasan Goa Rajo.

Jam Buka Goa Rajo

Goa Rajo mulai buka sejak pukul 07.00 Wita dan tutup pada pukul 17.00 Wita. Adapun, harga tiket masuk dibanderol Rp 25 ribu per orang.

“Tutup hanya saat Nyepi,” tutur Mahardika.

Bagi pelancong yang membawa kendaraan bermotor ke Goa Rajo tak perlu khawatir. Pengelola objek wisata telah menyediakan tempat parkir untuk mobil maupun motor. Sejumlah warung dan tempat makan juga tersedia sebelum loket tiket.

Waktu tempuh menuju Goa Rajo dari Denpasar mencapai 120 menit menggunakan mobil. Untuk menuju objek wisata tersebut pastikan kondisi kendaraan prima karena jalannya naik dan turun.

——–

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pesona Tersembunyi Leuwi Hejo, Bogor



Jakarta

Traveler yang ingin basah-basahan di weekend yang lokasinya dekat Jakarta, bisa datang nih ke Leuwi Hejo. Air terjun dengan kolam air yang jernih bisa digunakan traveler bermain air sambil mandi di sekitar lokasi curug.

Leuwi dalam bahasa Sunda berarti relungan atau kolam, sedangkan hejo berarti hijau. Sesuai dengan namanya, air terjun ini yang diapit tebing batu pegunungan ini juga punya pemandangan indah.

Wisata Trekking Curug Leuwi HejoWisata Trekking Curug Leuwi Hejo (Instagram @whatraveltrekkingclub)

Curug Leuwi Hejo terletak di Kampung Wangan Cileungsi, Karang Tengah, Babakan Madang, Sentul, Bogor. Jika kamu ke sini dengan menggunakan kendaraan roda empat bisa langsung keluar di pintu Tol Sentul lalu ambil ke arah kawasan Jungleland dan jarak ditempuh sekitar 4 jam perjalanan dari Jakarta.


Lokasi detailnya bisa ditemukan di Google Maps kok.

Daya tarik

Selain punya kolam air terjun yang jernih, datang ke sini traveler bisa menikmati curug lain karena Leuwi Hejo memiliki beberapa curug dengan total jumlahnya ada lima. Mulai dari Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Liek, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet dan Curug Baliung.

Lokasi antara curug yang satu dengan yang lainnya tidak terlalu jauh kok. Hanya memerlukan waktu sekitar 5-15 menit dengan perjalanan tracking.

Oh iya, saking indahnya, Curug Leuwi Hejo sering disebut sebagai Green Canyon Bogor. Curug Leuwi Hejo sendiri memiliki kedalaman yang bervariatif mulai dari kedalaman 2 meter hingga 10 meter. Airnya yang berwarna kehijauan membuat pemandangannya semakin indah.

Harga tiket masuk dan operasional

Biaya masuk ke Curug Lewi Hejo ini sangat terjangkau. Hanya dengan membayar Rp 15.000 sekali datang, kamu bisa menikmati keindahan alam di sini. Dan jika ingin mendatangi curug lainnya cukup mengeluarkan uang sekitar Rp 10.000.

Tetap patuhi protokol kesehatan saat berkunjung ke Curug Leuwi Hejo. Jika tertarik datang ke sini, kamu bisa mampir setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Segar dan Menenangkan, Air Terjun Serbaraja Toll Park, Hidden Gem di BSD


Jakarta

Tangerang mempunyai destinasi ruang terbuka hijau dengan view air terjun kecil. Air terjun itu berada di Serbaraja Toll Park yang cocok untuk jogging pagi, me time sore, dan healing.

Lokasi taman ada di dalam BSD area Kabupaten Tangerang. Dari sini, traveler bisa memandang Sungai Cisadane dengan air terjun mininya. Soal akses, kawasan ini mudah dijangkau dan terbuka untuk masyarakat umum.

Serbaraja Toll Park The Breeze BSD TangerangAir terjun viral Serbaraja Toll Park The Breeze BSD Tangerang (Qonita Hamidah/detikTravel)

Air Terjun dan Keunikan Serbaraja Toll Park

Serbaraja Toll Park ini unik karena lokasinya berada di bawah kolong jalan tol Serbaraja, tidak jauh dari pusat perbelanjaan The Breeze. Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan tiga air terjun kecil dari aliran Sungai Cisadane.


Saat detikTravel berkunjung sore hari, taman itu relatif ramai. Menurut informasi, taman itu memang paling ramai pada pagi dan sore hari, serta sepanjang waktu saat akhir pekan. Taman itu memang berfungsi sebagai ruang terbuka hijau dan dibuka untuk umum 24 jam.

“Biasanya ramai saat weekend atau tanggal merah. Jam 05.00 WIB sudah ada yang lari di sini,” kata Suhadi, petugas keamanan setempat kepada detikTravel pada Rabu (29/10/2025).

Menariknya lagi, taman itu juga kerap digunakan sebagai spot pemotretan wisuda. Namun, pengunjung wajib melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak pengelola agar tidak dikenakan biaya tambahan.

“Taman ini bisa buat foto wisuda, tapi jangan dadakan ramai-ramai bawa kamera tanpa izin. Nanti kami petugas keamanan yang kena tegur. Yang ingin foto bisa minta izin ke pihak pengelola. Di sini ada CCTV, jadi kelihatan kalau ada keramaian,” ujar Suhadi.

Menurut Suhadi, saat ini Serbaraja Toll Park masih dikelola pihak swasta sebagai developer utama. Pengelolaan ini meliputi perawatan, perizinan, dan penyiraman taman yang dilakukan dengan teratur.

Vibe Serbaraja Toll Park

Saat memasuki area taman, pengunjung akan disambut deretan tanaman hijau yang rindang dan asri dirawat setiap hari oleh petugas. Di dalamnya terdapat joging track yang bisa digunakan untuk berlari, berjalan santai, hingga bersantai menikmati udara segar.

“Aku lagi jogging di sini. Jogging tracknya mulus, nggak berlubang, dan banyak tanaman hijaunya yang bikin pikiran fresh,” kata Mira, salah satu pengunjung.

Di sepanjang jogging track, pengunjung juga disuguhi elemen estetis seperti batu-batuan kecil, jembatan, hingga lorong yang adem dan fotogenik. Menariknya, terdapat tiga pertigaan jembatan di area taman.

Jika detikers berjalan lurus, jalur akan berlanjut ke track jogging berikutnya. Sementara itu, jika belok kiri, detikers akan keluar dari area taman. Selama berlari atau berjalan santai, pengunjung ditemani pemandangan sungai dengan suara gemericik air yang menenangkan.

Bagi detikers yang ingin berkunjung, disarankan datang pada pagi atau sore hari untuk mendapatkan suasana yang teduh, adem, dan lebih ramai. Perpaduan suasana hijau, aliran sungai, dan jalur yang mulus membuat pengalaman jogging di taman ini terasa berbeda.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com