Tag Archives: akademi

Semut Terbang Masuk Rumah, Ini Alasan dan Cara Mengusirnya



Jakarta

Semut terbang merupakan salah satu hama yang sering dijumpai di rumah selain laron dan nyamuk. Mengutip dari Homes and Garden, Selasa (11/03), Kepala Akademi Teknis di Rentokil Pest Control, Paul Blackhurst, menjelaskan bahwa semut terbang tidak membahayakan dan akan pergi dalam beberapa jam.

Sama seperti semut biasa, semut terbang datang ke rumah untuk membawa makanan ke koloni mereka. Selain itu, mereka juga akan datang ke rumah karena menganggap kondisinya cukup aman untuk bereproduksi. Walau tidak membahayakan, kerumunan semut terbang cukup mengganggu suasana di rumah. Untuk itu,

Berikut 4 cara basmi semut terbang menurut situs Homes and Garden, Selasa (11/03):

Menutup Lubang Akses Masuk Semut

Semut terbang biasanya akan masuk melalui celah atau lubang pada pintu dan ventilasi rumah. Maka, penting untuk menutup kembali pintu setelah masuk rumah untuk mencegah lebih banyak semut.


Gunakan Penyedot Debu

Penyedot debu atau vacuum cleaner adalah cara paling efektif untuk membersihkan kerumunan semut secara cepat. Apalagi jika mereka hinggap pada permukaan rumah. Kemudian, buang isian vacuum ke luar rumah untuk mencegah mereka masuk kembali ke dalam rumah.

Gunakan Pestisida

Pestisida atau semprotan serangga juga dapat membasmi semut yang berterbangan. Pastikan pestisida yang dipakai tidak beracun untuk melindungi kesehatan serta perabotan. Semprotan serangga alami bisa menggunakan sabun cuci piring atau serai yang efektif mengusir hama.

Basmi Sarang

Cara paling efektif adalah membasmi dengan membasmi sarang atau tempat berkembang biaknya. Untuk mengetahui sarangnya, bisa gunakan umpan dari bahan manis seperti madu, maka semut akan mengumpulkan umpan dan membawanya kembali ke sarang.

Demikian 4 cara basmi semut terbang di rumah. Semoga bermanfaat!

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Nyamannya Sensasi Air Hangat Gunung Guntur di Cahaya Villas Garut



Garut

Berkali-kali liburan ke Garut, baru di akhir pekan kemarin akhirnya kami kesampaian menginap di Cahaya Villas. Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.

Sekalipun demikian, air panas ini tak beraroma belerang dan tak bikin pedih di mata. Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Depok, saat check-in selepas Ashar bersama anak-anak kami langsung melepas penat dengan berenang di kolam renang. Benar-benar bikin fresh. Sementara istri memilih berendam di kolam Jacuzzi yang tersedia di setiap tipe villa.


“Kami merupakan resort hotel yang mengakomodir semua segmentasi market (individu, family , komunitas, government & corporate),” tutur GM Cahaya Villa Antoni Gultom saat berbincang dengan detikTravel.

Berdiri di atas lahan sekitar 18 ribu m2, Cahaya Villas yang beroperasi mulai Oktober 2018 dilengkapi hotel berkapasitas 120 kamar, dan 43 kamar villa untuk tipe standar, suites, dan penthouse. Cahaya Villas, kata Antoni, dilengkapi 2 ballroom, yakni Papandayan Meeting Hall berkapasitas 500 orang dan ⁠Cahaya Grand ballroom (1.200 orang).

“Kalau untuk okupansi rata-rata per bulan 85%, kalau libur panjang Maulid pekan lalu tingkat hunian sampai 95%,” imbuh alumnus Akademi Perhotelan Aktripa Bandung itu.

Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.  SFasilitas bermain perahu di Cahaya Villas Foto: Sudrajat

Fasilitas lainnya, dari pengamatan selintas detikTravel Cahaya Villas dilengkapi area fitness, danau buatan untuk anak-anak dan keluarga bermain perahu, kafe, dan lainnya.

Area parkir di halaman depan cukup luas. Untuk para tamu yang menginap di villa, setiap kendaraan dapat langsung diparkir di depan atau samping villa.
Resto untuk sarapan cukup luas, menyajikan aneka menu lokal, Asia, maupun Eropa.

Cahaya Villas, GarutCahaya Villas Hotel, Garut (Foto:Sudrajat/detikcom)

Selain soal ras, vie ke arah Gunung Guntur yang seolah berada di pelupuk mata menjadi sensasi tersendiri. Di tengah menikmati sarapan, kebanyakan tamu asyik berselfie ria dengan latar gunung tersebut.

“Semuanya sih oke, kecuali WiFi-nya agak lemot. Mungkin karena cuaca dan daerah ini dikelilingi pegunungan ya,” kata Mukti Rahardi, mahasiswa asal Semarang yang menginap bersama keluarganya.

Ia terlihat menutup laptopnya dan kemudian asyik berselancar di dunia maya melalui iPhone di genggamannya.

(jat/ddn)



Sumber : travel.detik.com