Tag Archives: akhlak

Jangan Bertamu di Tiga Waktu Ini Menurut Islam



Jakarta

Bertamu artinya mengunjungi rumah orang lain. Biasanya, kita bertamu atau berkunjung dalam rangka mempererat tali silaturahmi kepada keluarga, kerabat, dan teman. Namun, ternyata dalam Islam ada waktu-waktu yang tidak diperbolehkan bagi seseorang untuk bertamu atau berkunjung ke rumah orang lain.

Dirujuk pada artikel ilmiah berjudul “Privacy in Islam as a Guide to Housing Development” yang ditulis oleh Zahari Mahad Musa, Mohd Farid Ravi Abdullah, Abur Hamdi Usman, dan Azwar Iskandar, terdapat tiga waktu yang harus dihormati tamu kepada pemilik rumah, yaitu sebelum fajar (pagi hari), siang hari (biasanya waktu istirahat), dan setelah isya (waktu tidur).

Ketiga waktu tersebut dimaksud semata-mata adalah upaya Islam melindungi privasi penghuni rumah. Alasan ini juga ada kaitannya dengan prinsip mengasingkan diri atau yang disebut uzlah. Arti kata uzlah adalah “meninggalkan” atau “mengasingkan diri”. Prinsip ini dilakukan para nabi dalam menghadapi masa-masa fitnah sebagai tempat berlindung dari saat-saat yang tidak menguntungkan.


Hadis Nabi bersabda, “Tetaplah di rumahmu, kendalikan lidahmu, terimalah apa yang kamu setujui, tinggalkan apa yang tidak kamu setujui, perhatikanlah urusanmu, dan tinggalkanlah urusan orang banyak.” (HR. Abu Dawud, Kitab al-Malahim, Bab al-Amr wa al-Nahy, No. 4343).

Selain itu, etika bertamu ke rumah orang lain adalah mengetuk pintu dan meminta izin. Berdasarkan pada jurnal yang berjudul “Etika Bertamu dan Menerima Tamu dalam Pesan Rasulullah: Studi Takhrij dan Syarah Hadis” dari Sulthon Al Hakim Noer Musthofa, Hidayatul Fikra, Dodo Widarda, dan Hasan Mudis, menyebutkan bahwa meminta salam dan meminta izin ini bertujuan untuk menjaga pandangan mata dari hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga perasaan tuan rumah dari rasa sungkan jika belum siap dikunjungi.

Izin untuk masuk rumah diucapkan sebanyak tiga kali. Jika tuan rumah tidak mengizinkan, maka hendaknya tidak memaksakan. Namun, tuan rumah juga tidak dapat bebas mengusir, tetap harus menjaga perasaan orang yang bertamu. Sebab, Islam merupakan agama yang memandang bahwa setiap muslim hendaknya memuliakan tamu yang datang karena dapat tercermin tingginya akhlak seseorang.

Hadis Rasulullah juga menjelaskan bahwa orang-orang yang beriman adalah mereka yang memuliakan tamu dan menjamunya siang malam. Jika tamu menginap lebih dari tiga hari maka sudah termasuk sedekah bagi si tuan rumah.

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaknya ia memuliakan tamunya dan menjamunya siang dan malam, dan bertamu itu tiga hari, lebih dari itu adalah sedekah baginya, tidak halal bagi tamu tinggal (bermalam) hingga (ahli bait) mengeluarkannya.” (HR Imam Bukhari No. 5670).

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Keindahan Masjid Djauharotul Imamah, Saat Arsitektur Eropa Bertemu Jawa


Jakarta

Masjid unik dengan gaya bangunan berbeda dan padat program bisa ditemukan di beberapa wilayah Indonesia. Salah satunya Masjid Djauhoratul Imamah yang berada di Pati, Jawa Tengah, yang mengingatkan jemaah pada sebuah kastil.

“Bagus banget masjidnya, nyaman, dan minimalis. Arsitekturnya keren banget pengen ke sana lagi kalau ada waktu,” tulis akun Ima Rahmawati dalam Google Review.

Aneka kegiatan yang dikelola masjid juga mendapat pujian warganet. Salah satunya kajian pada hari tertentu dengan ustaz yang kompeten sebagai pengisi acara. Kajian tersebut dinilai sesuai kebutuhan dan menjawab pertanyaan jemaah.


“Selain sebagai tempat salat berjamaah, masjid ini juga sebagai rujukan sumber ilmu agama. Ilmu tauhid, akhlak, tafsir, siroh, fiqh, hadits, dan masih banyak lagi Insya Allah komplit,” tulis akun kakak pertama.

Lokasi Masjid Djauharotul Imamah yang Unik

Masjid Djauharotul Imamah berada di Jl. Penjawi Gang II, Kaborongan, Pati Lor, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lokasi masjid ini tidak terlalu jauh dengan Alun-alun Pati yang menjadi pusat kegiatan warga.

Jarak Masjid Djauharotul Imamah dan alun-alun Pati kurang lebih 1,1 km yang bisa ditempuh dalam waktu tiga menit. Jemaah bisa menggunakan transportasi umum atau pribadi sesuai kebutuhannya. Bagi yang membawa kendaraan pribadi tak perlu khawatir, karena masjid menyediakan arena parkir cukup luas.

Masuk ke arena masjid, jemaah langsung disuguhi keindahan arsitektur masjid dengan gaya Eropa. Masjid Djauharotul Imamah dirancang punya tampilan mirip kastil dengan tetap menggunakan kubah, sebagai ciri khas masjid Indonesia. Masjid didominasi warna cokelat yang menimbulkan kesan elegan sangat indah.

Masjid ini punya halaman luas yang tak hanya digunakan untuk parkir, tapi juga kegiatan sehari-hari. Misal makan siang bersama usai salat Jumat, buka puasa, atau pasar yang diselenggarakan pada bulan Ramadan. Halaman juga digunakan masjid untuk sekadar duduk dan ngobrol.

Bangunan masjid terdiri atas dua lantai, dengan bagian bawah digunakan sebagai aula dan tempat wudhu. Sementara salat dilakukan di lantai dua, dengan ruang imam berbentuk gebyok kayu berukir. Desain ini terasa sangat njawani atau khas Jawa.

“Masjid ini berdiri tahun 2011 dan memang bergaya campuran Jawa dan Eropa. Gaya Eropa dilihat dari bangunan mirip kastil yang jarang ditemui di Pati,” ujar kata Wakil Ketua Takmir Masjid Djauharotul Imamah Hamzah pada detikJateng.

Di area masjid juga terdapat taman belakang yang digunakan jemaah untuk santai, ikut kajian, atau menunggu waktu salat. Tentunya masjid juga punya fasilitas lain untuk memenuhi kebutuhan jamaah, misal toilet bersih dan wangi di lantai satu plus sandal.

Bangunan masjid menggunakan jendela cukup lebar yang memudahkan sirkulasi udara dalam ruangan. Jendela ini juga mengingatkan jemaah pada bangunan istana negeri dongeng dalam film atau buku cerita. Penggunaan jendela besar dan plengkungnya membuat tampilan masjid makin anggun dan dreamy.

Menurut Hamzah, masjid ini tak pernah sepi didatangi jemaah yang ingin beribadah atau sekadar berteduh. Masjid Djauharotul Imamah berdiri di lahan seluas satu hektar dengan kapasitas total 100 orang. Jika jemaah melimpah, lantai satu bisa diubah sementara menjadi ruang salat.

Program Masjid Djauharotul Imamah

Masjid yang buka 24 jam ini menerapkan manajemen zero sebagai dasar pengelolaan masjid. Maksudnya, dana dari jamaah dikelola sebaik mungkin demi kemakmuran masjid dan umat sehingga kas menjadi nol. Tentunya pengelolaan harus bertanggung jawab dan benar-benar memberi manfaat.

Beberapa program masjid adalah makan bersama dan aneka kajian yang ilmunya mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ulasan google menyatakan, program makan bersama tepat bagi para santri dan musafir yang mampir di masjid.

Detikers yang penasaran dengan masjid yang dibangun di tanah wakaf Mbah Johar Malikan dan Imam Sulaini ini bisa datang setiap saat. Selama di Masjid Djauharotul Imamah pastikan selalu sopan, menjaga kebersihan, dan taat aturan lingkungan sekitar.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tempat-Tempat yang Bikin Tenang Total



Jakarta

Healing bisa makin maksimal saat dilakukan di tempat wisata yang tenang, apalagi tanpa sinyal. Di mana saja?

Liburan tanpa gangguan bisa terlaksana dengan banyak pilihan. Salah satunya, menjauhkan HP dari genggaman.

Tetapi, kini HP sudah menjadi salah satu perangkat untuk menjadi kamera sekaligus. Nah, akan lebih maksimal andai traveler memilih destinasi tanpa sinyal. HP dibuat mode flight atau memang menuju destinasi tanpa sinyal seluler.


Tempat healing tenang total tanpa sinyal:

1. Pantai Pasir Perawan

Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (16/12). Hamparan pasir yang lembut akan ditawarkan oleh 'Pantai Pasir Perawan' yang ada di Pulau Pari. File/detikFoto.Wisatawan menikmati keindahan Pantai Pasir Perawan yang terletak di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu (Agung Pambudhy)

Pantai Pasir Perawan berlokasi di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Seperti namanya, pantai ini memiliki pasir putih yang sangat cantik, hutang mangrove yang masih alami, air lautnya sebening kaca dan cocok untuk berenang karena berarus tenang.

Tak begitu jauh dari Jakarta, namun melipir ke pantai ini membuat sinyal ponselmu hilang dari peredaran dan kamu bisa liburan tanpa gangguan!

2. Kampung Adat Baduy Dalam

Kawasan Baduy Dalam di Desa Kanekes, Lebak, Banten resmi menjadi wilayah blank spot internet sejak September 2023. Pemutusan sinyal internet ini adalah permintaan dari para tetua adat Baduy dan dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Saat itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo, Usman Kansong, membenarkan bahwa sinyal internet di Baduy Dalam sudah diputus. Pemutusan sinyal internet dilakukan pertengahan bulan September.

Saat itu, tetua adat Baduy Dalam meminta agar wilayahnya dijadikan titik tanpa sinyal internet atau blank spot. Tetua adat tak ingin masyarakat Baduy terpengaruh oleh konten negatif dari internet.

Permintaan itu dilayangkan melalui surat kepada Pemerintah Kabupaten Lebak. Suratnya berisi dua permintaan yaitu Pertama, menghapus sinyal atau mengalihkan sinyal internet di wilayah tanah Ulayat Baduy. Kedua, permintaan membatasi atau menutup aplikasi yang berisi konten negatif yang bisa mempengaruhi moral dan akhlak generasi muda Baduy.

3. Trekking di Sentul

Cover Gif Curug Ciburial, Sentul, BogorCover Gif Curug Ciburial, Sentul, Bogor (Rachman_punyaFOTO)

Trekking di Sentul bisa menjadi pilihan untuk sepi tanpa sinyal seharian. Banyak pilihan rute dan curug yang bisa dituju. Operator tur juga tersedia cukup banyak.

Di sini, traveler bisa trekking di dalam hutan dengan sebagian jalur sawah. Juga, melintasi sungai.

Destinasi yang dituju bisa ke Curug Leuwi Asih, Curug Leuwi Hejo dan Leuwi Lieuk, Curug Putri Kencana, Curug Cibingbin, Bukit Paniisan, Goa Garunggang, Curug Leuwi Asih, Curug Cibaliung dll.

4. Hutan Mangrove PIK

Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran.Libur Lebaran kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga. Di PIK, kawasan ekowisata berbasis hutan mangrove ini cocok untuk libur Lebaran. (Pradita Utama)

Taman Wisata Angke (TWA) memperkenalkan Hutan Mangrove PIK sebagai salah satu tempat wisata asri di pinggir ibu kota. Hutan mangrove memang tidak memiliki sinyal telekomunikasi yang baik karena tempatnya yang terpencil dan vegetasi yang lebat.

Aktivitas wisata yang bisa dilakukan di Hutan Mangrove adalah hunting foto, belajar menanam mangrove, menikmati sunset dari menara pandang dan menyusuri rimbunnya bakau dengan perahu. Tiket masuknya mulai dari Rp 30 ribu di hari biasa dan Rp 35 ribu di akhir pekan.

5. Kebun Teh Gambung Ciwidey

Kebun Teh CiwideyKebun Teh Ciwidey (Muhammad Iqbal/detikTravel)

Kebun teh Gambung di Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, menjadi salah satu wisata perkebun teh antimainstream. Cantik dan mempesona, kebun teh ini belum seramai di Rancabali.

Kebun Teh Gambung juga terkenal sebagai pusat pengembangan teh, sehingga suasanannya tenang karena menjadi area penelitian. Tempat ini sangat cocok untuk mereka yang mau mencari suasana tenang dan sunyi.

6. Telaga Sunyi

telagaTelaga Sunyi Baturaden (Brigida Emi Lilia/d’Traveler)

Tempat wisata ini terkenal dengan suasana sunyi dan pemandangan indah. Ya, Telaga Sunyi di Baturradem, Banyumas, Jawa Tengah. Destinasi ini berada di area pegunungan yang dikelilingi oleh hutan pinus.

Berjarak dari 2,5 km dari pusat wisata Baturraden, wisatawan bisa menjangkaunya dengan mudah. Aktivitas di sini tentu saja berenang, berfoto, bersantai dan menikmati keindahan alam. Harga tiketnya Rp 10.000-15.000 per orang.

7. Taman Literasi Martha Tiahahu

Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu.Kalau kamu sedang jalan-jalan ke kawasan Blok M, jangan sampai melewatkan satu spot keren ini: Taman Literasi Christina Martha Tiahahu. (Grandyos Zafna)

Kalau yang lainnya berada di alam, yang satu ini bisa ditemukan di tengah kota, Taman Literasi Martha Tiahahu. Berlokasi di Blok M, Jakarta Selatan, Taman Literasi menjadi salah satu tempat wisata tenang, cocok bagi si kutu buku.

Masuk ke perpustakaannya, pengunjung akan diminta tenang tanpa boleh berbicara selama berada di sana. Tak perlu khawatir lapar, taman ini dikelilingi dengan taman yang menyediakan kawasan kuliner pilihan.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker