Tag Archives: akibat

kWh Meter yang Terendam Banjir Perlu Diganti, Ini Cara Lapor ke PLN


Jakarta

Ketika rumah terendam banjir, kamu harus segera mengevakuasi diri dan sejumlah barang berharga ke tempat yang aman. Selain itu, jangan lupa untuk segera memadamkan listrik di rumah.

Mematikan arus listrik merupakan cara aman untuk mencegah terjadinya korsleting listrik akibat terendam banjir. Jika listrik tidak dimatikan maka dapat memicu ledakan pada kWh meter dan menyebabkan kebakaran.

Pada umumnya, rumah yang terendam banjir cukup tinggi maka aliran listriknya langsung dimatikan oleh PLN. Pemadaman listrik ini dilakukan serentak pada daerah yang terendam banjir parah.


Saat banjir surut, kamu tidak bisa asal menggunakan listrik atau menyalakan kembali kWh meter. Soalnya, alat tersebut sudah terendam air sehingga harus diganti dengan unit baru.

Bagaimana cara mengganti kWh meter dengan yang baru? Simak penjelasannya dalam artikel ini.

Cara Ganti kWh Meter yang Terendam Banjir

Dalam catatan detikProperti, kamu bisa meminta bantuan PLN untuk mengganti kWh meter di rumah. Petugas Pelaksana Penyambungan PT PLN Bungsu mengatakan setiap pengguna dapat mengajukan penggantian kWh meter melalui aplikasi PLN Mobile.

“Di PLN Mobile aja. Nanti lapor aja, misalkan berapa rumah seperti itu. Kalau kena banjir itu semuanya harus diganti seharusnya,” kata Bungsu kepada detikcom saat ditemui di Bekasi, Rabu (13/3/2025).

Bungsu mengungkapkan, seluruh penggantian kWh meter tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis. Apabila di dalam kWh meter masih terdapat sisa token listrik maka tidak akan hangus.

“Nggak ada biaya. Itu (kWh meter) kan masih aset PLN. Kalau ada sisa pulsanya pasti diganti di PLN. Itu kan dicatat dulu sisanya (pulsa) berapa,” ujarnya.

Terkait waktu penggantian kWh meter, Bungsu menyebut setelah laporan dari pelanggan masuk, pihak PLN akan mengirim orang ke rumah yang tertera pada nomor pelanggan. Pemilik rumah pun tak harus ada di tempat saat penggantian kWh meter karena petugas dapat melakukannya sendiri.

Cara Ajukan Laporan Ganti kWh Meter di PLN Mobile

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan soal masalah kelistrikan di rumah, seperti mengganti kWh meter, kini bisa dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile. Simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Unduh aplikasi PLN Mobile di smartphone
  2. Buka fitur Pengaduan
  3. Isi form pengaduan yang sudah tersedia
  4. Siapkan nomor pelanggan yang tertera pada kWh meter dan lampirkan foto kondisi kWh meter
  5. Kirim laporan dan tunggu hingga petugas datang
  6. Cek secara berkala kelanjutan laporan kamu di fitur Riwayat Pengaduan.

Itulah cara ganti kWh meter dengan unit baru melalui aplikasi PLN Mobile. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Cegah Kebakaran Rumah Akibat Korsleting Listrik


Jakarta

Kebakaran rumah sering kali terjadi akibat korsleting listrik. Hal ini merupakan ancaman yang serius, terutama di kawasan Jakarta.

Wakil Gubernur DK Jakarta Rano Karno belum lama ini menyatakan 90 persen kebakaran di Jakarta disebabkan oleh korsleting listrik. Umumnya, korsleting listrik berawal dari kelalaian manusia dan instalasi listrik.

Hal ini menunjukkan pentingnya mencegah kebakaran akibat korsleting listrik. Berikut adalah lima langkah penting yang bisa dilakukan untuk melindungi rumah.


Cara Cegah Kebakaran Akibat Korsleting Listrik

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah korsleting listrik, dikutip dari keterangan Schneider Electric.

1. Cabut Aliran Listrik Perangkat Saat Tidak Digunakan

Penghuni rumah bisa membiasakan diri untuk mematikan dan mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan. Cara sederhana ini sangat efektif untuk mencegah korsleting listrik.

Perangkat seperti dispenser, setrika, kipas angin, dan rice cooker sebaiknya dicabut dari stopkontak setelah digunakan. Tak hanya mengurangi risiko kebakaran, langkah ini juga membantu menghemat konsumsi listrik harian.

Selain itu, pastikan stopkontak yang digunakan memiliki kualitas baik dan memenuhi standar keamanan. Stopkontak berbahan plastik tidak tahan panas atau tidak dirancang untuk arus tinggi sehingga berisiko meleleh, terbakar, dan memicu kebakaran.

2. Periksa dan Rawat Sistem Kelistrikan Secara Teratur

Kemudian, pemilik juga perlu memeriksa instalasi listrik di rumah secara rutin. Hal ini dapat membantu melindungi rumah dari risiko korsleting listrik.

Pastikan kabel listrik di area yang sering digunakan seperti dapur, kamar tidur, dan ruang keluarga dalam kondisi baik. Jangan ada stop kontak yang longgar atau kelebihan beban. Lalu, segera ganti perangkat listrik yang sudah usang atau rusak.

3. Siapkan Alat Pemadam Api Ringan

Pemilik dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah buat mengantisipasi kebakaran, terutama yang dipicu korsleting listrik. Tempatkan APAR di titik-titik strategis seperti dapur atau dekat panel listrik. Lalu, pastikan seluruh penghuni tahu cara penggunaan APAR.

4. Pastikan Instalasi Listrik Sesuai Standar Keselamatan

Pemilik dapat memastikan instalasi listrik di rumah ditangani oleh instalatur yang memiliki Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK). Sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sebagai bukti bahwa teknisi telah memenuhi standar keselamatan kelistrikan nasional dan memiliki kemampuan memasang perangkat listrik dengan benar.

Selain itu, instalasi listrik juga perlu mengikuti standar teknis yang ditetapkan dalam PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik). PUIL mewajibkan penggunaan peralatan listrik yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk memastikan sistem kelistrikan di rumah aman dan andal. Salah satu contohnya adalah penggunaan kabel dengan ukuran yang sesuai kapasitas arus listrik guna mencegah panas berlebih atau korsleting.

Hal ni tak hanya mematuhi regulasi, tapi juga menjaga keselamatan keluarga dan mencegah risiko kebakaran di rumah. Untuk mendukung pemerintah dalam mencegah potensi kebakaran, Schneider Electric menjalankan kampanye nasional ‘Gerakan Listrik Aman’. Kampanye ini bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kompetensi instalatur listrik di lapangan.

Lebih dari 7.800 instalatur dari 15 asosiasi dan komunitas di 10 kota besar di Indonesia telah menerima pelatihan instalasi listrik hunian dari Schneider Electric. Pelatihan ini tidak menggantikan sertifikasi resmi dari pemerintah, melainkan menjadi pendukung untuk memastikan para instalatur benar-benar siap memasang sistem kelistrikan yang andal dan sesuai regulasi.

5. Tambahan Proteksi MCB

Miniature circuit breaker (MCB) atau yang dikenal sebagai anti korsleting adalah perangkat pengaman listrik. Alat ini secara otomatis memutus aliran listrik saat terjadi korsleting atau beban berlebih.

Pemilik perlu memastikan MCB yang digunakan memiliki kualitas baik dan sesuai standar keamanan. Penggunaan MCB yang murah tanpa jaminan mutu berisiko gagal atau terlambat memutus arus, terutama jika bahan pembuatnya tidak tahan panas.

Meskipun MCB penting untuk mencegah korsleting dan beban berlebih, perlindungan instalasi listrik tidak cukup dengan satu perangkat saja. Pemilik rumah perlu gawai proteksi arus sisa (GPAS) atau residual current circuit breaker (RCCB). Alat ini berfungsi memutus aliran listrik secara otomatis saat terdeteksi kebocoran arus, bahkan arus sekecil 30 mA.

Penggunaan MCB dan RCCB secara bersamaan menjadi standar wajib dalam instalasi listrik rumah tangga untuk memastikan perlindungan maksimal sesuai regulasi yang berlaku. GPAS atau RCCB Domae dari Schneider Electric memberikan proteksi kelistrikan yang ideal untuk sektor hunian seperti rumah dan apartemen.

Domae tersedia dalam dua varian sensitivitas. Varian pertama dengan sensitivitas 30 mA membantu melindungi manusia dari risiko sengatan listrik. Lalu, varian kedua dengan sensitivitas 300 mA dirancang untuk membantu mencegah potensi bahaya kebakaran akibat arus sisa.

“Schneider Electric berkomitmen untuk membantu masyarakat mengenali risiko kelistrikan sejak dini dan mendorong penggunaan perangkat proteksi seperti MCB dan RCCB secara tepat. Melalui kampanye Gerakan Listrik Aman, kami secara konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah nyata untuk mencegah potensi kebakaran di rumah akibat korsleting atau kebocoran arus listrik,” ujar President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, Martin Setiawan, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (28/7/2025).

“Kami percaya bahwa dengan meningkatkan kesadaran dan akses terhadap sistem kelistrikan yang aman dan sesuai standar, kita dapat melindungi lebih banyak keluarga dan menciptakan lingkungan hunian yang lebih terlindungi,” sambungnya.

Peralatan dan alat proteksi listrik adalah investasi jangka panjang untuk kenyamanan dan keamanan rumah. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu menggunakan perangkat yang berkualitas dan andal serta tidak tergoda harga murah.

Dengan menerapkan lima langkah perlindungan kelistrikan di rumah, pemilik meningkatkan keamanan bagi keluarga. Pemilik juga mencegah risiko korsleting dan kebakaran yang dapat merugikan dari segi materi maupun nyawa.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

AC Tak Harus Dibersihkan Setiap Bulan, Ini Waktu yang Tepat


Jakarta

Agar AC dapat mendinginkan seluruh ruangan secara optimal maka perlu dibersihkan secara rutin. Kamu dapat menggunakan jasa cuci AC untuk membersihkan debu dan kotoran yang menempel di pendingin udara.

Namun, masih banyak orang yang tak tahu kapan AC harus dibersihkan secara berkala. Beberapa orang mencuci AC setiap tiga bulan sekali, tapi ada juga yang melakukannya setiap bulan.

Pada dasarnya, mencuci AC memang perlu dilakukan secara berkala agar AC dapat bekerja maksimal. Namun bukan berarti pendingin udara perlu dibersihkan setiap bulan.


Dilansir situs Melbourne Heating & Cooling, disarankan untuk membersihkan AC rumah setiap 3-4 bulan sekali. AC wajib dibersihkan agar membantu meningkatkan aliran udara dan memastikan pendingin udara dapat berfungsi secara efisien.

Selain itu, membersihkan AC dapat membantu menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap terjaga. Jika AC jarang dibersihkan maka filter udara akan kotor, sehingga udara yang keluar dari AC bercampur dengan debu, kotoran, dan bakteri yang membahayakan kesehatan.

Kamu juga perlu mengecek kondisi AC secara menyeluruh setiap dua kali dalam setahun oleh teknisi profesional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan AC masih dalam kondisi prima serta mengecek apakah terdapat kerusakan pada komponennya atau tidak.

Tips Membersihkan AC yang Bisa Dilakukan Sendiri

Selain menggunakan jasa cuci AC untuk membersihkan pendingin udara, kamu juga perlu melakukan pengecekan AC sendiri secara rutin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan AC dalam kondisi baik dan dapat digunakan hingga bulan-bulan berikutnya.

Berikut tips yang bisa dilakukan untuk mengecek dan membersihkan AC di rumah:

  • Cek filter udara AC secara teratur setiap sebulan sekali.
  • Periksa unit AC outdoor apakah terdapat debu, kotoran, atau daun yang menghalangi.
  • Cek apakah ada tanda-tanda kebocoran pada unit AC indoor. Jika ditemukan ada tetesan air segera panggil teknisi untuk memperbaikinya.

Ketika AC dibersihkan setiap 3-4 bulan sekali, teknisi akan membersihkan bagian koil kondensor dan koil evaporator. Sebab, koil yang kotor dapat mengurangi kapasitas pendinginan sekaligus meningkatkan konsumsi energi.

Teknisi juga akan mengecek level freon AC. Jika AC tidak lagi menghembuskan udara dingin secara menyeluruh, mungkin ada indikasi terjadi kebocoran freon AC.

Tanda-tanda AC Sudah Harus Dibersihkan

Ada sejumlah tanda-tanda yang harus diperhatikan ketika AC sudah harus dibersihkan, yaitu:

1. AC Tidak Dingin

Tanda-tanda yang paling jelas dan sangat terasa adalah AC sudah tidak dingin. Hal ini disebabkan karena filter AC sudah kotor dan tersumbat oleh kotoran, sehingga aliran udara yang keluar menjadi tidak lancar.

2. Tagihan Listrik Meningkat

Jika tagihan listrik dalam sebulan terakhir meningkat drastis, maka bisa jadi karena AC sudah kotor. Sebab, pendingin ruangan akan bekerja lebih keras untuk mendinginkan udara ketika filter AC dalam kondisi tersumbat atau kotor.

3. Bau Tidak Sedap

Saat AC dinyalakan seharusnya mengeluarkan udara sejuk dan tidak berbau. Namun jika kamu mencium bau apak dari AC, maka bisa jadi AC sudah kotor akibat dipenuhi jamur dan bakteri.

Itulah penjelasan mengenai waktu yang tepat untuk membersihkan AC rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu kasih jawaban. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Seberapa Sering Talang Air Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli


Jakarta

Memasuki musim hujan, sebaiknya detikers segera mengecek atap rumah guna memastikan tidak ada genting yang bocor. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan talang air.

Talang air berfungsi untuk menampung air hujan yang turun di atap rumah. Air hujan akan diarahkan menuju pipa yang nantinya mengalir ke saluran pembuangan atau got untuk dibuang.

Akan tetapi, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar jika talang air dalam kondisi sangat kotor dan dipenuhi sampah daun. Oleh karena itu, talang air perlu dibersihkan secara berkala.


Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan talang air di rumah? Simak penjelasannya dari para ahli dalam artikel ini.

Ini Waktu yang Tepat Membersihkan Talang Air

Dilansir The Spruce, banyak pemilik rumah yang membersihkan talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, ada juga yang membersihkannya dalam hitungan enam bulan sekali.

Pada dasarnya, seberapa sering talang air dibersihkan tergantung dari jumlah dan jenis pohon yang ada di halaman rumah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka talang air harus rutin dibersihkan karena daun dari pohon bisa berguguran dan menumpuk di talang air.

Pakar renovasi rumah dari Leaf Home Chris Counahan mengatakan talang air harus dibersihkan secara rutin minimal sebulan sekali jika lokasi tempat tinggal sering turun hujan. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah daun yang menumpuk.

“Pemilik rumah seharusnya membersihkan talang air mereka dengan tujuan mencegah penumpukan, bukan mengatasi penumpukan setelah terjadi,” kata Counahan.

Talang air yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut akibat sampah daun dan ranting yang menumpuk. Jika dibiarkan, kelembapan bisa sangat tinggi sehingga turut merusak struktur talang air.

Tak hanya itu, jamur dan lumut yang muncul di talang air juga dapat menyebar melalui pipa pembuangan hingga ke dinding rumah. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kerusakan cukup parah serta mengganggu estetika hunian.

Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

Letaknya yang berada di atap membuat pemilik rumah terkadang merasa malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal, talang air yang sudah kotor bisa saja merusak material rumah yang lain.

Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda talang air sudah harus dibersihkan. Simak tanda-tandanya di bawah ini:

  1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
  2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
  3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
  4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
  5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

Demikian penjelasan soal waktu yang tepat untuk membersihkan talang air. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

Plafon Retak Bisa Jadi Tanda Bahaya! Ini Cara Perbaikinya



Jakarta

Bangunan rumah seiring bertambah usia bisa retak di beberapa bagian, termasuk pada plafon. Ternyata hal itu tak boleh dianggap sepele, lho. Sebab, retakan bisa memberi tanda soal kondisi rumah.

Dikutip dari House Digest, ahli tukang kayu Bob Beacham mengatakan plafon retak dapat menunjukkan kondisi rumah yang kurang baik. Bentuk retakan mempunyai arti dan cara penanganan yang berbeda-beda.

Berikut ini arti beserta cara memperbaiki retak pada plafon.


Retakan Tipis

Retakan tipis dapat diakibatkan oleh pergerakan alami rumah akibat perubahan subuh dan kelembapan musiman. Beberapa bagian rumah dapat mengembang dan menyusut karena perubahan musim.

Jika mendapati retakan tipis pada plafon rumah, pemilik bisa dengan mudah memperbaikinya kok. Caranya cukup dengan mengecatnya buat menyamarkan retakan.

“Retakan halus tidak ‘tumbuh’ sering kali dapat dicat ulang,” kata Beacham dikutip dari House Digest.

Retakan yang Disertai Perubahan Warna

Di sisi lain, retakan yang disertai perubahan warna dan plafon merosot menandakan masalah struktur atau serangan serangga. Apalagi kalau retakan menjalar ke dinding, bisa jadi disebabkan oleh struktur rumah yang bermasalah.

Lalu, perubahan warna pada plafon biasanya akibat air hujan yang bocor melalui atap atau kebocoran pipa. Pemilik rumah dapat memanggil profesional untuk memperbaikinya.

“Jika terjadi perubahan warna, sumber kebocoran perlu ditemukan dan diperbaiki, baru langit-langit dapat diperbaiki. Jika ada retakan dan plafon merosot tanpa perubahan warna, hubungi pembasmi hama. Jika retakannya besar, atau juga menjalar ke dinding, hubungi teknisi struktur secepatnya, terutama jika retakannya meluas,” ujarnya.

Retakan pada plafon sebenarnya tak dapat dihindari karena penyebabnya adalah usia dan pergerakan alami. Namun, pemilik bisa menahan retakan tidak semakin parah dengan memanggil ahli. Perhatikan juga tanda-tanda plafon mulai retak agar bisa segera diperbaiki ya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Dinding Rembes Ketika Hujan, Bisa Jadi Ini Biang Keroknya


Jakarta

Air bisa merembes dinding ke dalam rumah akibat hujan. Kondisi ini bisa memicu beragam masalah seperti timbul jamur, kelembapan, hingga dinding kotor.

Jika ingin memperbaiki dinding rembes, pemilik rumah perlu mengidentifikasi sumber masalahnya. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor.

Dengan memperbaiki penyebab dinding rembes, pemilik bisa menghindari membayar uang perbaikan yang mahal. Memang, apa saja penyebab dinding rembes? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Dinding Rembes

Inilah beberapa hal yang bisa membuat dinding rembes, dikutip dari MyBuilder, Kamis (30/10/2025).

1. Fondasi Retak

Bangunan rumah yang sudah tua bisa mengalami keretakan pada fondasinya. Retak itu muncul karena perubahan suhu dan pergerakan tanah. Nah, retakan itu jadi celah buat air hujan masuk ke rumah.

2. Talang Tersumbat

Dinding rembes bisa jadi karena talang tersumbat. Air hujan tidak bisa mengalir sehingga meluap dan menggenangi area dekat dinding. Hal ini meningkatkan risiko air merembes ke fondasi rumah.

3. Segel Jendela dan Pintu Rusak

Segel jendela dan pintu yang rusak atau hilang membuka celah buat air hujan masuk ke dinding. Kalau dibiarkan, dinding bisa rembes saat hujan deras disertai angin kencang.

4. Grading Tanah Tidak Tepat

Jika tanah sekitar rumah miring ke arah fondasi, air bisa menggenang dan merembes ke dalam dinding rumah. Sebaliknya, grading atau perataan permukaan tanah yang tepat justru bisa membuat air hujan menjauh dari struktur bangunan.

Itulah beberapa hal yang bisa bikin dinding rembes ketika hujan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati Dinding Rumah Bisa Jebol gegara Hujan Angin, Ini Alasannya


Jakarta

Hampir seluruh wilayah di Indonesia akhir-akhir ini diguyur hujan angin. Hal ini bukan fenomena yang biasa karena hujan angin bisa mengancam keselamatan masyarakat dan bangunan.

Angin tersebut sangat berisiko merusak rumah. Buktinya sudah banyak, salah satunya adalah beberapa dinding rumah dilaporkan jebol akibat hujan angin. Kejadian terbaru ditemukan di Kabupaten Bogor.

Dilansir dari detikNews, dinding yang jebol tersebut berada di kamar tidur. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bogor dinding rumah itu jebol setelah daerah tersebut diguyur hujan angin dalam durasi yang cukup lama.


Dari foto yang diterima detikcom, dinding rumah tersebut sudah dibangun dengan bata yang telah diplester dan diaci dengan ketebalan yang wajar. Namun, ternyata konstruksi tersebut tidak dapat selamat dari guyuran hujan angin.

Kejadian tersebut bisa menjadi pengingat dan alarm bagi masyarakat untuk segera mengecek kondisi dinding di rumahnya. Selain mengecek, masyarakat juga harus mengetahui penyebab dinding bisa jebol setelah diguyur hujan angin.

Penyebab Dinding Jebol saat Hujan Angin

Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan mengatakan ada dua penyebab yang menjadi biang kerok utama dinding jebol ketika hujan angin, berikut di antaranya.

1. Kondisi Dinding yang Tidak Kuat Menahan Tekanan

Alasan bangunan bisa roboh karena angin memberikan tekanan yang besar. Ketika pembangunannya tidak sesuai standar, kata Wildan, dinding jebol mungkin saja terjadi. Bisa juga dikarenakan bahan perekat dindingnya tidak dibuat dengan benar. Untuk membuat bahan perekat dibutuhkan semen, kapur, pasir, dan air.

“Karena adukannya juga bisa. Spesi (adukan) kan ada rasio campuran antara pasir dan semen,” kata Wildan kepada detikcom, pada Senin (3/11/2025).

2. Struktur Dinding Tidak Pakai Angkur

Widan mengatakan pembangunan dinding yang tidak memakai angkur, yakni elemen pengikat yang biasa digunakan untuk menghubungkan antara batu bata atau hebel dengan kolom beton bertulang. Angkur bisa memastikan bahwa dinding yang dibangun tersebut akan kuat menahan berbagai tekanan agar tidak mudah ambruk.

Pembangunan tanpa angkur, kata Wildan, mungkin saja terjadi terutama pada pembangunan rumah yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli.

“Mungkin di daerah belum teredukasi dengan baik, jadi bangun rumah yang penting berdiri,” ujarnya.

Kondisi struktur dinding yang tidak kuat sebenarnya ada hubungannya dengan pembangunannya yang tidak sesuai standar. Oleh karena itu, ketika ingin membangun rumah sangat disarankan untuk melibatkan tenaga ahli seperti arsitek, ahli sipil, kontraktor, hingga tukang bangunan.

Wildan memperingatkan agar hati-hati atau sebaiknya pindah sementara dari rumah yang dindingnya sudah jebol. Sebab, satu sisi yang sudah jebol bisa berpengaruh pada dinding yang lain.

Itulah 2 penyebab dinding rumah ambruk ketika hujan angin, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Pilih Baja atau Beton? Simak Plus Minusnya Sebelum Bangun Rumah



Jakarta

Menentukan bahan utama struktur rumah bukan sekadar soal kuat atau tidak, tapi juga soal efisiensi, waktu pembangunan, dan dampak lingkungan. Antara baja dan beton, pilihan ini bisa sangat mempengaruhi masa depan rumah, dari dari segi ketahanan hingga pengeluaran jangka panjang.

Rumah yang kokoh adalah impian banyak orang, namun bangunan yang kokoh tidak selalu berarti identik dengan beton padat. Di era konstruksi modern, baja muncul sebagai alternatif yang sangat populer karena kekuatannya yang tinggi, fleksibilitas struktur, dan potensi mempercepat proses pembangunan. Tapi baja punya tantangan tersendiri, terutama dalam hal korosi dan emisi karbon.

Sementara itu, beton telah lama menjadi pilihan utama dalam banyak proyek bangunan karena daya tahan dan stabilitasnya. Dilansir dari situs Empire Engineering, berikut penjelasannya.


Karakteristik Material Baja dan Beton

Baja adalah material yang sangat serbaguna, tersedia dalam berbagai bentuk seperti pelat datar dan balok dengan berbagai penampang. Sementara itu, beton adalah material komposit non homogen yang beban tekannya ditahan oleh gabungan beberapa material dan semen, sedangkan beban tarik diatasi dengan besi tulangan (rebar) yang tertanam di dalamnya.

Keunggulan & Kekurangan

Keunggulan Beton:

  • Beton sangat tahan terhadap korosi, terutama jika dibandingkan dengan baja, yang menjadikannya pilihan kuat dalam lingkungan yang keras atau lembap.
  • Beton juga lebih tahan terhadap kerusakan akibat ketidak tahanan karena sifat massanya.
  • Dari sisi biaya, beton cenderung lebih murah sebagai material dasar dan harganya di tiap waktu lebih stabil dibanding baja.
  • Dalam hal jejak karbon, produksi beton lokal bisa lebih rendah emisinya jika dibandingkan dengan baja.

Keunggulan Baja:

  • Baja punya keunggulan besar dalam hal kecepatan konstruksi. Struktur baja jauh lebih ringan dari beton, sehingga lebih cepat dibangun karena menghindari proses pengecoran dan curing beton.
  • Karena sifat baja yang bisa diprefabrikasi (diproduksi terlebih dahulu), bagian-bagian strukturnya bisa dirakit dengan cepat di lokasi proyek.
  • Struktur baja memungkinkan desain yang lebih efisien, misalnya profil baja bisa dirancang sedemikian rupa untuk memaksimalkan kekuatan dengan penggunaan material yang minimal.

Biaya & Waktu Konstruksi

Karena beton adalah material dasar yang relatif murah dan tersedia secara lokal, beton cenderung menjadi opsi ekonomis secara material. Namun, pengecoran beton membutuhkan tenaga kerja yang intensif untuk memasang tulangan, membuat bekisting, menuang beton, lalu menunggu proses curing. Semua ini memakan waktu dan biaya tenaga kerja.

Di sisi lain, baja mengurangi durasi proyek karena banyak komponennya bisa diprefabrikasi dan langsung dirakit di lokasi. Karena struktur baja lebih ringan, fondasi yang dibutuhkan bisa lebih kecil atau lebih sederhana, yang juga bisa menekan biaya dasar.

Umur Bangunan & Perawatan

Beton memiliki daya tahan alami terhadap korosi, karena rancangan beton melindungi tulangan di dalamnya. Oleh karena itu, struktur beton umumnya lebih tahan lama tanpa perawatan anti korosi yang intensif. Sementara itu, struktur baja, meski cepat dibangun, memerlukan lapisan pelindung (misalnya cat anti karat) dan pemeliharaan berkala agar tidak cepat rusak karena korosi.

Pertimbangan Lingkungan

Salah satu poin penting dalam perbandingan adalah dampak karbon. Emisi karbon yang terkait dengan produksi beton bisa lebih rendah dibanding produksi baja, terutama jika baja harus diangkut jarak jauh. Dengan demikian, jika mempertimbangkan aspek keberlanjutan, beton bisa menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dalam beberapa konteks.

Itulah beberapa perbandingan antara beton dan baja. Jika prioritas dalam proyek pembangunan adalah kecepatan pembangunan, struktur ringan, dan fleksibilitas desain, maka baja bisa menjadi pilihan unggul.

Namun, Jika lebih menekankan biaya material yang stabil, ketahanan jangka panjang, dan jejak karbon rendah, beton bisa lebih cocok, terutama jika material agregat tersedia secara lokal.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Perpustakaan Erasmus Huis Senyaman Itu…, Seestetik Itu…



Jakarta

Di kawasan Jakarta Selatan terdapat perpustakaan yang menarik untuk dikunjungi, bukan hanya tentang koleksi bukunya saja. Tetapi, juga suasana perpustakaan yang bikin nyaman.

Perpustakaan itu ada di dalam Kantor Kedutaan Besar Belanda di Kuningan, Jaksel. Yakni, perpustakaan Erasmus Huis.

Perpustakaan itu bisa diakses oleh masyarakat umum. Jika ingin mengunjungi perpustakaan ini masyarakat tinggal bertanya kepada petugas penjaga yang mengarahkan ke area perpustakaan.


Suasana yang nyaman dan tentunya bersih membuat pengunjung betah untuk berlama-lama. Memang Perpustakaan Erasmus Huis itu didominasi oleh buku-buku Bahasa Belanda dan Inggris, namun ada pula koleksi buku dengan Bahasa Indonesia.

“Ada paling cuma 5% dari keseluruhan koleksi yang ada,” ujar petugas perpustakaan kepada detikTravel, Jumat (19/72024).

Koleksi buku-buku di Perpustakaan Erasmus Huis itu mencapai 6.000 buku. Seluruh buku terpajang rapi di setiap raknya, ada di rak lantai satu dan rak lantai dua.

Variasi buku di sini pun beragam seperti buku anak, biografi, sejarah hingga buku kebudayaan Indonesia Pencak Silat yang berbahasa Belanda.

Erasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta SelatanErasmus Huis di Kedutaan Belanda di Kuningan, Jakarta Selatan (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Salah satu pengunjung saat itu adalah Ni Eko. Dia memang ada kepentingan di Kantor Kedutaan Belanda makanya sekaligus ke perpustakaan untuk mencari buku yang diincar.

“Tujuannya itu untuk ambil visa kan udah appointment sebelumnya terus hari ini jadi terus hari ini diambil. Sekalian aja mau cari buku tentang lingkungan gitu kan, kebetulan saya dulu jurusannya Biologi tapi spesialisasinya lingkungan jadi pengen cari-cari buku tentang lingkungan,” kata dia.

Bagi Ni Eko, Perpustakaan Erasmus Huis itu nyaman untuk dikunjungi dan juga ia menyebut Perpustakaan Erasmus Huis ini menyimpan koleksi buku sulit dicari di pasaran. Dia pun kagum ketika berada di perpustakaan itu.

“Saya sukanya tuh ternyata banyak buku yang nggak disebarluaskan secara komersial gitu, banyak sih buku menarik cuma nggak sesuai dengan bidang saya. Tadi tuh banyak buku tentang kebudayaan Indonesia gitu kan, terus tentang bagaimana kondisi lanskap Indonesia di zaman kolonialisme nah itu tuh bagus soalnya belum pernah nemu,” kata Ni Eko.

Selain Ni Eko, pengunjung yang menikmati Perpustakaan Erasmus Huis ini adalah Salwa. Dia datang bersama beberapa temannya untuk mencari pengetahuan baru yang ada di dalam koleksi buku-buku.

Salwa mengetahui keberadaan Perpustakaan Erasmus Huis dari media dan teman-temannya.

“Ke sini ingin lebih tahu tentang wawasan ilmu-ilmu yang sebelumnya belum aku tahu di sini gitu, maksudnya masih banyak hal-hal yang belum aku ketahui juga. Kalau aku tahu (perpustakaan) ini dari media sosial sama rekomendasi dari teman-teman di kampus,” kataSalwa.

Tak hanya membaca buku, ia pun menjelaskan kedatangannya ke perpustakaan ini untuk kebutuhan konten. Alasannya karena tempat dan suasana di Perpustakaan Erasmus Huis bisa jadi magnet untuk para content creator membuat konten.

Di ruang samping perpustakaan juga tengah ada pameran foto dari fotografer bernama Kadir van Lohuizen yang menceritakan tentang dampak naiknya permukaan laut bagi manusia akibat dampak perubahan iklim. Terdapat sekitar 35 foto yang dipamerkan dari delapan negara dan salah satunya ada Indonesia.

Pameran foto tersebut telah dihelat dari tanggal 22 Mei hingga 3 Agustus 2024.

Jadi, buat pengunjung yang datang ke Perpustakaan Erasmus Huis Perpustakaan Erasmus Huis yang berada di komplek Kedutaan Besar Belanda di Jalan Rasuna Said Kav S3, Jakarta Selatan ini bisa sekaligus melihat pameran foto tersebut, untuk akses masuk ke perpustakaan tidak mengeluarkan biaya alias gratis.

“Ini perpustakaan buka dari hari Selasa sampai Sabtu, dari jam 10.00 sampai jam 16.00 WIB. Pameran juga mengikuti waktu buka perpustakaan, kecuali kalau lagi ada event,” kata petugas keamanan, Siti.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Kampung Mati yang Terkubur Erupsi Dahsyat Gunung Merapi



Sleman

Di Sleman, ada satu kampung mati yang ditinggalkan penghuninya akibat dihajar erupsi dahsyat gunung Merapi. Ini kisah dusun Bakalan yang perlu kamu tahu.

Dusun Bakalan di Argomulyo, Cangkringan, Sleman menyimpan cerita dahsyatnya erupsi gunung Merapi. Erupsi tersebut mengubur dusun yang kini sebagian wilayahnya akan menjadi Museum Terbuka Bakalan itu.

Di kawasan museum itu, hanya tersisa tembok rumah yang jadi saksi erupsi yang terjadi 14 tahun silam. Tiga bangunan masih berdiri. Dua di antaranya hanya tersisa tembok, sementara satu bangunan lagi masih utuh.


Sedangkan satu bangunan rumah lainnya sudah setengah terkubur material vulkanik dan hanya tampak bagian atas rumah.

Di luar kawasan museum, juga masih ada rumah. Setidaknya ada tiga rumah yang masih berdiri. Namun, semuanya kosong dan ditinggalkan sehingga ditumbuhi alang-alang.

“Total rumah yang ada tujuh. Dulu ada 88 KK di Dusun Bakalan ini,” kata Partono, salah satu pengelola museum sekaligus warga asli Bakalan, Selasa (30/7).

Dia mengutarakan tak ada lagi warga yang tinggal di wilayah itu. Semua terpaksa pindah karena material vulkanik mengubur seluruh kampung.

“Ya sekarang pindah ke namanya huntap Kuwang. 4,5 kilometer dari sini,” ujarnya.

Partono bercerita 5 November 2010 menjadi sejarah kelam untuk kampung itu. Partono bilang, tak semua warga selamat.

“Ada yang meninggal, tiga orang kena dampak langsung,” ucapnya.

Ketiga orang itu sebenarnya sudah diajak turun untuk mengungsi. Hanya saja, di malam nahas itu dua orang yang sudah di barak pengungsian justru memutuskan kembali.

“Mereka jam 9 malam izin pulang mengunci rumah. Tapi kami cari tidak ada. Paginya kami kembali ke sini (Bakalan) dan ketemu itu,” katanya.

Kala itu, material Merapi meluap dari Kali Gendol yang hanya berjarak kurang dari 50 meter dari kampung. Partono menceritakan, material panas setebal hampir puluhan meter yang mengubur habis kampung.

“Itu di aliran piroklastik ada tiga rumah, satu rumah terkubur dari bawah sampai atas. Satu masih kelihatan, satunya tinggal itu pintu,” ujarnya.

Kawasan aliran piroklastik Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman, yang diusulkan menjadi geopark tingkat nasional, Jumat (26/7/2024).Dusun Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Pascaerupsi Merapi, mereka harus mengungsi selama dua bulan. Lepas itu mereka dibangunkan hunian sementara. Hanya seluas 6×6 meter per KK.

“Itu rumahnya temboknya dari bambu. Dua tahun kami menempati,” ujarnya.

Mereka kemudian kembali mengungsi karena lokasi hunian sementara dibersihkan untuk dibangun hunian tetap yang ditempati hingga saat ini.

“Baru 2012 kami bisa tinggal di huntap,” ucapnya.

Dusun Bakalan Bakal Jadi Museum Terbuka

Dusun Bakalan yang sudah terkubur material memaksa warga pindah. Endapan material Merapi oleh pemerintah kemudian dikeruk. Normalisasi sungai, sebutannya.

Akan tetapi, dari sekian banyak material yang diambil, oleh warga kemudian ada yang diselamatkan dan dijadikan tempat wisata. Kini di lokasi Museum Terbuka Bakalan, terdapat sisa aliran piroklastik yang oleh pemerintah kabupaten Sleman akan diajukan jadi situs warisan geologi.

“Ini ada beberapa timbunan erupsi termuda material erupsi Merapi 2010 ini ada dua rumah yang terpendam di sini (menunjuk sisa aliran piroklastik), yang satu kelihatan atasnya sedikit, yang satu terpendam tidak kelihatan,” ucap Partono.

Kawasan aliran piroklastik Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman, yang diusulkan menjadi geopark tingkat nasional, Jumat (26/7/2024).Dusun Bakalan di Kalurahan Argomulyo, Cangkringan, Sleman Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja

Dia menjelaskan bangunan museum ini sepenuhnya dikuasai oleh pemerintah. Warga, lanjutnya, yang kemudian mengelola menjadi wisata.

“Tiga bulan ini banyak dari mahasiswa terutama di Jogja sering ke sini untuk kunjungan situs geologi. Dari Australia juga pernah beberapa kali ke sini,” katanya.

Selain situs geologi, di museum itu juga terdapat satu rumah yang benar-benar masih utuh. Hanya sebagian kecil saja yang terbakar.

Di dalam rumah berbentuk joglo itu, sisa abu Merapi masih menempel di dinding maupun tiang rumah. Ada juga dua tiang utama di dalam rumah yang gosong terbakar. Sisanya, seperti tak terjadi apa-apa.

“Ada satu rumah di tahun 2010 itu masih utuh, yang lain kanan kiri depan belakang hancur namun itu masih utuh terus di dalamnya ada beberapa benda peninggalan untuk sisa erupsi 2010,” ucapnya.

Partono melanjutkan, meski masih ada beberapa sisa rumah yang berdiri, tak ada satupun warga yang kembali ke dusun itu.

“Tinggal sisa rumah, yang di sini tinggal tidak ada karena warga kami kebetulan menurut, karena sini KRB jadi tidak boleh untuk tempat tinggal. Kalau usaha silakan,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com