Tag Archives: alergi

Jangan Injak Kecoak! Begini Cara Aman Mengusirnya


Jakarta

Ketika menemukan kecoak berkeliaran di rumah, mungkin insting pertama penghuni adalah untuk menginjak atau menggencetnya sampai tak berbentuk. Namun, hal itu justru berdampak buruk buat penghuni rumah lho.

Dilansir dari Pest Clinic, Minggu (2/11/2025), kecoak memang hama yang paling sulit dibasmi. Sebab, tubuhnya memang mampu menahan berbagai tekanan fisik, seperti diremukkan. Mereka bisa hidup berhari-hari tanpa kepala dan makanan selama sebulan.

Selain bentuknya yang menggelikan, kecoak juga mengandung bakteri dan parasit. Makanya, penting memastikan rumah bebas kecoak.


Namun, sebaiknya penghuni rumah tidak menginjak kecoak. Ada cara alternatif untuk mengusirnya dari rumah.

Alasan Kecoak Tak Boleh Diinjak

Inilah beberapa alasan kecoak tidak boleh dimatikan dengan cara diinjak.

1. Isi Perut Kecoak yang Keluar Menyebarkan Bakteri

Kecoak dapat membawa bakteri di ususnya selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Bakteri itu keluar dari tubuh kecoak bercampur dengan kotorannya. Nah, saat penghuni menginjak kecoak, itu dapat menyebabkan cairan usus kecoa yang mengandung bakteri terkena ke lantai.

2. Tubuh Hancur Kecoak Memicu Alergi

Selain membawa bakteri, kecoak juga mengandung protein yang dapat memicu alergi pada manusia. Berbagai bagian tubuh, kotoran, dan air liur kecoak merupakan alergen bagi sebagian orang. Kecoak yang sudah mati pun masih dapat menyebabkan beberapa reaksi alergi.

3. Kecoak Mati Mengeluarkan Feromon

Setelah kecoak mati, tubuh mereka mengeluarkan feromon atau senyawa kimia. Bau yang muncul dari senyawa itu dapat menarik kecoak lain untuk datang. Kalau nggak mau serangan kecoak bertambah, sebaiknya tidak mematikan kecoak apalagi dengan cara diinjak.

Cara Mengusir Kecoak

Daripada menginjak kecoak, penghuni rumah bisa memanfaatkan bahan alami untuk mengusirnya. Berikut ini cara mengusir kecoak, dikutip dari The Spruce.

1. Taburkan Diatomit (Tanah Diatom)

Diatomit adalah cairan alami untuk membasmi serangga. Bahan ini aman bagi manusia dan hewan peliharaan.

Taburkan tanah diatom di sekitar rumah dan biarkan kecoak mengonsumsinya. Hasilnya tidak instan, tetapi penghuni bisa melihat manfaatnya dalam dua minggu.

2. Pakai Bawang Putih

Hancurkan satu siung bawang putih dan letakkan di area rumah yang terserang kecoak. Bawang putih akan mengeluarkan bau menyengat yang dapat mengusir kecoak.

3. Semprotkan Cairan Lemon

Cara paling praktis untuk mengusir kecoak adalah menyemprotkan cairan lemon. Campurkan perasan lemon dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot. Semprotkan cairan itu di sekitar rumah biar kecoak nggak betah di rumah.

Itulah informasi seputar mengusir kecoak di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Kapan Saatnya Lantai Dipel? Ini Ciri-cirinya


Jakarta

Biasanya saat membersihkan rumah, penghuni akan mengepel lantai. Mengepel lantai perlu dilakukan agar rumah tetap bersih dan bebas kuman.

Saat ingin mengepel lantai, bisa saja dilakukan seminggu sekali karena lantai masih terlihat bersih. Hal itu sebenarnya tidak masalah untuk dilakukan.

Tapi, sebenarnya mengepel lantai itu minimal harus berapa kali sih?


Menurut pemilik Bee Maids House Cleaning Services, Jorge Leiva, sebenarnya tidak ada jawaban pasti untuk hal tersebut. Tapi, sebaiknya mengepel lantai dilakukan minimal seminggu sekali, terlebih di area yang sering kotor seperti dapur.

“Dan tergantung seberapa bersih rumah yang Anda inginkan, bisa saja dilakukan lebih dari sekali dalam seminggu,” katanya, dikutip dari Southern Living, Minggu (16/11/2025).

Hal lain yang harus diperhatikan saat ingin mengepel lantai adalah berapa orang yang tinggal di rumah. Hal itu karena berpengaruh pada kotornya lantai karena sering diinjak-injak.

Namun, Leiva menyarankan untuk mengepel berdasarkan kotornya lantai, bukan seberapa sering harus dilakukan.

Tanda-tanda Lantai Harus Dipel

Berikut ini beberapa tanda lantai harus dipel.

1. Lantai Kusam atau Pudar

Seiring berjalannya waktu, lalu lintas kaki yang terus-menerus akan menyebabkan lantai memudar dan kusam. Itu menjadi salah satu tanda lantai harus segera dipel.

Rambut, debu, dan serat kain sering tersapu ke sudut-sudut, tempat mereka mulai menumpuk dengan sendirinya.

3. Titik-titik Lengket

Jika penghuni rumah menyadari kakinya terasa lengket saat berjalan di lantai, sudah saatnya lantai dipel.

4. Nat yang Tampak Kotor

Meskipun sering disapu, remah-remah dan kotoran dapat mengendap di antara ubin. Tumpahan sering meresap ke dalam nat dan membuatnya tampak kotor.

5. Alergi Kambuh

Pemilik rumah yang sensitif terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan mungkin menyadari alergi mereka kambuh sebelum hal lainnya. Saat alergi kambuh, itu pertanda lantai harus dipel.

Itulah informasi terkait waktu yang tepat untuk mengepel lantai.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/dhw)



Sumber : www.detik.com