Tag Archives: angin kencang

4 Langkah Agar Rumah Tak Rusak Diterjang Angin Kencang Monsun Asia


Jakarta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan Oktober 2023-April 2024 Indonesia akan mengalami 2 fenomena alam yakni El Nino dan Angin Monsun Asia.

Melansir dari BMKG, El Nino adalah pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur yang diperkirakan akan terjadi dari Maret-April 2024.

Sementara Angin Monsun Asia adalah pergerakan angin saat matahari menuju bagian selatan pada Oktober sampai April 2024. Kedua fenomena alam ini perlu diwaspadai karena berpotensi membawa bencana seperti angin kencang dan puting beliung.


Lakukan beberapa langkah pengecekan berikut ini agar bangunan tetap aman meski diterjang angin kencang.

Untuk menghindari kerusakan bangunan berpotensi menelan korban jiwa, kehilangan tempat tinggal, dan kerugian finansial, simak tips untuk menjaga agar rumah tetap aman.

1. Renovasi struktur bangunan

Hal paling penting agar bangunan aman dari hujan, angin, dan panas adalah fondasi rumah yang kokoh.

Bagian rumah yang paling rawan rusak saat terjadi angin kencang adalah bagian atap. Mulailah dari sekarang untuk menggunakan atap yang berkarakteristik kokoh dan tidak terlalu ringan seperti atap dari tanah liat, metal, aspal, dan lainnya.

Lalu pada bagian depan rumah, bagi yang menggunakan pagar pastikan besi pagar tersebut telah dipasang pengait dibagian atas sehingga tidak mudah ambruk saat terkena terpaan angin.

2. Pangkas pohon

Apabila memiliki pohon yang tingginya melebihi besar bangunan dan lokasinya berdekatan, sebaiknya pangkas ranting dan badan pohon lebih pendek untuk menghindari pohon tumbang saat terkena angin kencang.

3. Simpan barang pemantik api di tempat yang aman

Saat terjadi angin kencang yang berpotensi menjadi angin puting beliung, lepas sementara gas kompor dan simpan di tempat yang aman barang-barang yang dapat menimbulkan seperti gas portabel, pemantik api, dan sebagainya.

4. Hindari meletakkan banyak barang di luar rumah

Saat dirasa intensitas angin meningkat sebelum hujan turun, pindahkan barang-barang yang mudah terbawa angin ke dalam rumah baik yang berada di halaman depan dan rooftop.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

3 Jurus Pasang Genteng Agar Atap Lebih Tahan Angin Kencang



Jakarta

Atap rumah harus kuat menghadapi berbagai kondisi cuaca, seperti sengatan matahari dan hujan deras. Nah, terpaan angin kencang pun bisa merusak atap lantaran gentengnya bergeser atau berterbangan.

Hal ini sangat merepotkan pemilik rumah karena huniannya bisa bocor sewaktu-waktu terjadi hujan. Oleh karena itu, kamu perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat.

Lantas, bagaimana cara memasang genteng agar atap lebih tahan diembus angin kencang? Yuk, temukan caranya berikut ini.


Tips Pasang Genteng Agar Lebih Tahan Angin

Inilah cara memasang genteng agar lebih kuat meski diterjang angin kencang.

1. Pilih Material Genteng yang Berat

Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky menyarankan untuk memilih genteng yang bobotnya berat. Menurutnya, bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

“Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Panggah merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik. Genteng ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

“Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” katanya.

2. Susun Genteng dengan Rapi

Setiap genteng harus disusun saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya, sehingga mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

“Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” jelasnya.

3. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

Kemudian, ia menyarankan untuk menggunakan rangka atap dari baja ringan. Bahan ini tidak akan lapuk seperti kayu, sehingga strukturnya lebih kuat.

“Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ucapnya.

Ia menyebut baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

“Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” tutur Panggah.

Itulah cara memasang atap genteng yang kuat menghadapi terjangan angin kencang. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Pasang Genteng biar Atap Aman Saat Diterjang Angin


Jakarta

Tiupan angin kencang bisa merusak bangunan rumah, salah satunya bagian atap. Genteng bisa bergeser dan terbang ketika tertiup angin, meninggalkan atap dalam kondisi berlubang.

Kalau sudah seperti ini, atap bisa bocor saat turun hujan. Oleh karena itu, pemilik rumah perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat agar aman menghadapi angin kencang.

Lalu, bagaimana cara memasang genteng bertahan saat angin kencang? Simak penjelasannya berikut ini.


Tips Pasang Genteng Agar Atap Aman Diterjang Angin

Inilah cara memasang genteng agar atap aman meski diterjang angin kencang.

1. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky merekomendasikan bahan baja ringan sebagai rangka atap. Bahan ini tidak akan lapuk seperti kayu, sehingga strukturnya lebih kuat.

“Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Menurutnya, baja ringan mudah diaplikasikan dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

“Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan,” imbuhnya.

2. Pilih Material Genteng yang Berat

Kemudian, ia menyarankan agar memilih genteng yang bobotnya berat. Panggah menjelaskan bobot genteng mempengaruhi daya tahan atap terhadap terpaan hujan deras dan angin kencang.

“Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang,” ucapnya.

Ia merekomendasikan memakai genteng tanah liat keramik. Genteng ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

Namun, bila ingin alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton, meski secara estetika kalah dari keramik.

“Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga,” imbuhnya.

3. Susun Genteng dengan Rapi

Panggah mengatakan setiap genteng harus disusun saling menimpa satu dengan lainnya dan memiliki kemiringan yang sesuai. Bobot genteng akan menahan genteng lainnya, sehingga mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

“Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya,” tuturnya.

Itulah tips memasang genteng aman saat diterjang angin kencang. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Genteng Aman dari Angin Kencang, Ini Rahasia Pemasangannya Menurut Ahli



Jakarta

Angin kencang tak hanya bikin pohon tumbang, tapi juga bisa merusak bagian rumah-terutama atap. Tak jarang genteng bergeser bahkan terbang tertiup angin, meninggalkan lubang yang akhirnya membuat rumah bocor saat hujan turun.

Agar hal itu tak terjadi, pemilik rumah perlu memastikan genteng terpasang dengan kuat. Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Konstruksindo Utama, Panggah Nuzhulrizky, membagikan tips agar genteng tetap aman meski diterjang angin kencang.

1. Gunakan Rangka Atap Baja Ringan

Menurut Panggah, rangka baja ringan jauh lebih tahan lama dibanding kayu atau bambu.


“Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan,” ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Namun, pemasangannya harus mengikuti standar pabrik dan instruksi teknis dari fabrikator. Jarak antar batang baja ringan juga perlu diperhatikan agar kuat menahan beban genteng.

“Pemasangan moor dan baut juga penting, harus kencang dan tepat,” tambahnya.

2. Pilih Genteng yang Berat dan Tahan Cuaca

Bobot genteng juga menentukan kekuatannya menghadapi cuaca ekstrem. “Ada genteng beton, keramik, dan metal. Biasanya genteng metal lebih ringan, jadi mudah terbang kalau kena angin kencang,” jelasnya.

Ia merekomendasikan genteng tanah liat keramik, karena punya bobot dan kualitas terbaik. Bila ingin alternatif yang lebih murah, genteng beton juga bisa digunakan meski tampilannya kalah estetis.

“Pilih genteng yang agak berat dan kedap panas, biar nggak gampang terbang,” katanya.

3. Pastikan Susunan Genteng Rapi

Terakhir, cara penyusunan genteng juga tak kalah penting. Genteng harus dipasang saling menimpa satu sama lain dengan kemiringan yang tepat.

“Genteng tanah liat sebenarnya cukup berat, tapi yang penting cara pasangnya harus rapi dan benar. Susunannya berpengaruh pada daya tahan genteng menghadapi angin,” tuturnya.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

3 Jenis Atap Rumah yang Mudah Rusak dan Lepas Saat Hujan Angin



Jakarta

Akhir-akhir ini beberapa wilayah di Indonesia dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan fenomena tersebut disebabkan karena memasuki fase peralihan musim atau pancaroba, dari musim kemarau menuju musim hujan.

Salah satu ancaman ketika terjadi hujan deras disertai angin adalah kondisi atap rumah. Banyak kejadian akhir-akhir ini, atap bangunan lepas atau rusak terbawa angin.

Kontraktor dari Rebwild Construction, Wildan, mengatakan di tengah musim hujan disertai angin seperti ini memang harus sering mengecek kondisi atap rumah. Material atap yang ringan seperti spandek, seng, dan asbes merupakan jenis yang rentan rusak dan lepas terbawa angin.


Ia mengatakan lebih baik mengganti jenis atap yang memiliki bobot yang lebih berat, seperti genteng tanah liat dan genteng beton. Apabila mencari atap yang kuat, tetapi dengan harga yang lebih murah dari genteng, Wildan menyarankan untuk memakai jenis Unplasticized Polyvinyl Chloride (UPVC), yakni atap yang terbuat dari plastik padat yang lebih kokoh dan kaku.

“Mungkin ke UPVC kali ya, yang single layer. Kalau yang double layer agak mahal soalnya atau spandek. Asal pemasangannya betul itu bisa jadi opsi utama,” kata Wildan kepada detikcom pada Rabu (29/10/2025).

Cara Mengetahui Kondisi Atap yang Rentan Terbawa Angin

Wildan mengatakan tanda-tanda paling jelas untuk mengetahui atap rentan rusak adalah terdengar suara berisik seperti gemuruh atau bergetar setiap terkena angin.

“Kayak mau lepas kena angin, oglak dia, goyang-goyang gitu,” ujar Wildan.

Untuk mencegah atap terbang atau rusak saat hujan angin, kata Wildan, lakukan pengecekan secara berkala dan lihat setiap baut pengikat sudah kencang atau longgar. Lalu, cek juga apakah ada retakan dan celah bocor. Sebab, celah tersebut bisa membuat retakan panjang pada atap saat menerima tekanan ketika terjadi hujan angin.

“Yang paling penting pengecekan berkala karena kadang si atapnya sudah ngasih tanda-tanda kerusakan tapi ownernya (pemiliknya) yang suka nggak peka,” jelasnya.

Itulah jenis atap yang rentan rusak saat hujan angin dan penggantinya. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com