Tag Archives: antara

9 Jenis Surat Tanah dan Fungsinya, Mulai dari SHM hingga HGB


Jakarta

Surat tanah adalah dokumen yang membuktikan kepemilikan atau hak atas suatu bidang tanah. Di Indonesia, ada beberapa jenis surat tanah dengan fungsi dan tingkat legalitas tertentu.

Kepemilikan surat tanah jadi salah satu dokumen penting, guna menghindari masalah hukum di kemudian hari. Terutama dalam hal penggunaan, jual beli, hingga warisan. Apa saja jenis surat tanah?

Jenis-jenis Surat Tanah

Setiap jenis surat tanah akan mempunyai fungsi penting, baik itu bagi pemilik tanah maupun negara. Simak penjelasan dari beberapa jenis surat tanah berikut ini:


1. Sertifikat Hak Milik (SHM)

Dilansir laman Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) Learning Center, SHM adalah bukti kepemilikan tanah yang sah dan kuat yang mengacu pada peraturan perundang-undangan.

Hal tersebut diatur dalam Pada UU No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (“UUPA”) jo PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah.

Di dalam SHM berisi keterangan nama pemilik, luas tanah, lokasi properti, gambar bentuk tanah, nama objek atau tetangga pemilik tanah yang berbatasan langsung, tanggal penetapan sertifikat, nama dan tanda tangan pejabat yang bertugas, hingga cap stempel sebagai bukti keabsahan sertifikat.

SHM dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) lewat Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, bahwa PPAT diberi kewenangan untuk membuat akta otentik mengenai hak atas tanah.

2. Hak Guna Bangunan (HGB)

Dalam catatan detikProperti, sertifikat HGB merupakan surat yang menunjukkan hak untuk mendirikan dan mempunyai bangunan di atas tanah yang bukan miliknya sendiri.

Ada jangka waktunya, yakni paling lama 30 tahun. Jangka waktu bisa diperpanjang paling lama hingga 20 tahun.

Dalam hal ini, tanah yang dimaksud bisa berupa tanah yang dikuasai langsung oleh negara serta dikuasai oleh perseorangan atau badan hukum. Jika pemilik tanah adalah negara, maka hak mutlak yang bersifat sementara diberikan berdasarkan pada ketetapan pemerintah.

Sedangkan, jika tanah dikuasai perseorangan atau badan hukum, perolehan hak guna bangunan diberikan berdasarkan perjanjian autentik.

Menurut PP Nomor 18 tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak, Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah, HGB di atas tanah hak milik yang diberikan paling lama 30 tahun bisa diperbarui dengan akta pemberian HGB di atas hak milik.

3. Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU)

SHGU ditunjukkan ke penggunaan tanah negara atau tanah milik individu untuk skala usaha tertentu.

Menurut Pasal 28 ayat 1 Undang-undang Pokok Agraria, HGU merupakan hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh negara dalam jangka waktu tertentu.

HGU digunakan untuk usaha pertanian, perikanan, dan peternakan, dengan jangka waktu paling lama 25 tahun. Sementara, bagi perusahaan yang memerlukan waktu yang lebih lama bisa diberikan hak guna usaha paling lama 35 tahun.

HGU diberikan atas tanah sedikitnya 5 hektar. Apabila luas tanah 25 hektar atau lebih, maka harus memakai investasi modal yang layak serta teknik perusahaan yang baik sesuai dengan perkembangan zaman.

Mengutip buku Pengaturan Hak Guna Usaha Atas Tanah Sebelum dan Sesudah UU Cipta Kerja oleh Ummy Ghoriibah, S.H,. M.Kn, HGU diberikan atas penetapan pemerintah lewat keputusan pemberian hak dari menteri atau pejabat yang ditunjuk.

4. Sertifikat Hak Pakai

Dikutip dari buku Hak atas Tanah, Hak Pengelolaan, & Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun oleh Urip Santoso, menyebutkan bahwa hak pakai meliputi:

  • Hak pakai merupakan hak untuk menggunakan tanah dan atau memungut hasil dari tanah.
  • Tanah hak pakai bisa difungsikan untuk keperluan mendirikan bangunan dan atau pertanian, perikanan atau perkebunan.
  • Tanah hak pakai berasal dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah milik orang lain.
  • Hak pakai berlaku dengan keputusan pemberian hak atau dengan perjanjian pemberian hak dengan pemilik tanah.
  • Perjanjian pemberian hak antara pemegang hak pakai dan pemilik tanah bukan perjanjian sewa menyewa tanah, atau perjanjian pengolahan tanah.
  • Hak pakai bisa diberikan selama jangka waktu tertentu, atau selama tanahnya dipergunakan untuk keperluan tertentu. Pemberian hak pakai bisa dilakukan secara cuma-cuma, pembayaran, maupun pemberian jasa apa pun.

5. Surat Girik

Surat girik merupakan jenis surat tanah yang berfungsi bukti kepemilikan tanah yang berstatus girik. Girik termasuk akta atau surat tanah lama, dan bukan bukti kepemilikan resmi.

Mengutip buku Sertifikat Tanah dan Properti oleh Kian Goenawan, surat girik berisi informasi bahwa pemilik surat hanya punya hak atas tanah, untuk mengelola tanah sebagai bukti pembayaran pajak, tanpa punya hak kepemilikan sama sekali.

Tanah berstatus girik diakui sebagai tanah milik adat. Jadi, identitas yang dicatat dari tanah girik hanyalah sebatas sejarah atau riwayat tanah tersebut.

6. Letter D (Petok D)

Letter D merupakan salah satu syarat untuk pengkonversian tanah milik adat menjadi hak milik. Sebelum ada Dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA), petok D berperan sebagai surat tanah yang membuktikan kepemilikan tanah yang diakui kekuatan hukumnya.

Singkatnya, petok D merupakan bukti penguasaan tanah adat sebelum sertifikat diterbitkan.

7. Letter C

Dalam Jurnal Hukum dan Sosial Politik oleh Ayu Lintang Priyan Andari, dkk, menyebut bahwa letter C adalah bukti kepemilikan atas tanah yang ada di kantor desa atau kelurahan.

Letter C berfungsi sebagai catatan penarikan pajak dan keterangan tentang identitas dari sebuah tanah yang ada di zaman kolonial. Selain itu, letter C juga bisa sebagai tanda bukti berupa catatan di desa /kelurahan.

8. Sertifikat Hak Pengelolaan (SHPN)

Mengutip laman Antara, SHPN merupakan sertifikat yang memberikan wewenang kepada pemegangnya dalam mengelola tanah milik negara atau perorangan. Kepemilikan SHPN, memungkikan pemegang untuk mengelola tanah tersebut dan memberi izin kepada pihak lain dalam menggunakannya.

9. Sertifikat Hak Masyarakat Adat (SHM Adat)

SHM adat digunakan sebagai dokumen untuk memberikan hak-hak tradisional masyarakat adat, terhadap tanah mereka. SHM adat diterbitkan untuk tanah yang dikuasai dan digunakan oleh masyarakat adat.

Itu tadi penjelasan mengenai contoh jenis-jenis sertifikat tanah. Penting untuk diketahui, pastikan detikers memilih dan memahami jenis sertifikat tanah didasarkan pada kebutuhan maupun tujuan penggunaan tanah.

(khq/fds)



Sumber : www.detik.com

6 Tips Tinggalkan Rumah Saat Mudik, Cabut Peralatan Elektronik


Jakarta

Saat hari raya, mudik menjadi momen spesial yang ditunggu. Sebelum meninggalkan rumah dalam waktu yang lama, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan rumah tetap aman serta menghindari risiko pencurian, korsleting listrik, kebakaran, dan hal lain yang tidak diinginkan. Simak beberapa tips meninggalkan rumah saat mudik berikut ini.

Tips Tinggalkan Rumah Saat Mudik

Saat meninggalkan rumah untuk mudik sebaiknya cek kembali peralatan elektonik, jaringan listrik dan kabel, sekring, serta keamanan rumah. Begini penjelasannya.


1. Cabut Peralatan Elektronik

Dalam laman Instagram PLN Medan Denai, masyarakat disarankan untuk mencabut peralatan elektronik yang tidak digunakan ketika ditinggal mudik. Hindari pemakaian banyak listrik dalam satu stop kontak.

Senada dengan hal tersebut, mengutip laman Antara, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda menyarankan untuk mencabut kabel dispenser, kipas angin, mesin air, AC, televisi, charger, hingga kulkas saat mudik. Sebab, perangkat-perangkat tersebut berpotensi menyebabkan korsleting listrik.

2. Pastikan Tidak Ada Kabel yang Rusak

Pastikan tidak ada kabel yang rusak atau longgar. Hal ini untuk mencegah risiko kebakaran akibat hubungan arus pendek.

3. Matikan Lampu

Dalam kondisi menyala terus menerus, lampu akan menjadi panas termasuk pada bagian komponen elektroniknya. Hal ini juga bisa memicu korsleting listrik.

Cukup hidupkan lampu penerang seperlunya, seperti lampu teras dan halaman untuk memastikan keamanan rumah. Jika perlu, pasang sensor penerangan agar penggunaan listrik bisa efisien.

4. Pastikan Listrik tetap Hidup

Untuk pelanggan prabayar yang mengisi token listrik, pastikan sudah mengisi token agar listrik tetap menyala. Sementara, menurut laman Instagram PLN UP3 Salatiga, untuk pelanggan pascabayar, pastikan sudah melakukan pembayaran listrik sebelum tanggal 20 agar terhindar dari denda dan pemutusan.

5. Jangan Tinggalkan Barang Berharga di Rumah Sembarangan

Saat pergi mudik dalam waktu yang cukup lama, jangan meninggalkan barang berharga di rumah sembarangan. Simpan perhiasan, uang atau dokumen penting di tempat yang aman.

6. Pasang CCTV

Untuk memastikan keamanan rumah, pasang smart CCTV. Jadi, kamu bisa memantau rumah dari mana saja dengan smartphone. Dengan notifikasi gerak, kamu bisa langsung tahu jika ada aktivitas mencurigakan.

(elk/row)



Sumber : www.detik.com

Pastikan Hal Ini Saat Mulai Proyek Kalau Tak Mau Bangunan Ambruk



Jakarta

Fondasi merupakan struktur bangunan paling dasar yang akan menopang bangunan di atasnya. Pembuatan fondasi tidak bisa sembarangan dan harus disesuaikan dengan bobot bangunan yang akan dibangun.

Apabila dibangun asal-asalan, kata Kontraktor dari Rebwild Construction Wildan, siap-siap pembangunan tersebut menjadi ‘proyek koboi’, yakni proyek yang tidak memiliki perencanaan yang matang. Masalah yang timbul dari ‘proyek koboi’ ini cukup banyak, mulai dari proyek mangkrak, menghabiskan modal dan waktu yang banyak, hingga bangunan ambruk.

Untuk menghindari hal tersebut, setiap pembangunan harus melibatkan ahli struktur. Sebab, kejadian bangunan ambruk umumnya diakibatkan pembangunan yang tidak memiliki perencanaan dan tidak melibatkan arsitek dan ahli teknik sipil. Ahli bukan hanya menggambar bangunan, melainkan membuat perencanaan dan memastikan keamanan bangunan tersebut.


Dengan adanya perencanaan pembangunan, tenaga ahli bisa menentukan detail-detail mengenai bahan, desain, hingga jumlah material yang harus disiapkan. Detail-detail ini guna memastikan semua hal yang dikerjakan sudah sesuai dengan standar keamanan.

“Spesifikasi materialnya sesuai dan workernya juga nggak culas. (Proyek tanpa perencanaan) bahasa kerennya proyek koboi, lanjut aja nggak ada perencanaan,” kata Wildan saat dihubungi detikcom, pada Selasa (30/9/2025).

Selain itu, perlu juga dilakukan pengecekan pada tanah. Struktur tanah, kata Wildan, bisa berpengaruh pada kekokohan bangunan. Untuk mengecek hal tersebut tentu harus melibatkan ahli yang memang memahami dan berpengalaman dalam hal tersebut.

Selama pembangunan berjalan sebaiknya semua orang yang berada di sekitar konstruksi harus memakai alat pelindung, minimal pelindung kepala. Sebab, tidak ada yang bisa menebak kapan musibah terjadi.

“Harusnya nggak boleh (masuk ke area konstruksi tanpa memakai pelindung diri) karena dari segi safety pun nggak masuk. Harus selalu pakai alat pelindung diri,” ucapnya.

Sementara itu, seperti yang diketahui, baru-baru ini bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo ambruk dan menimpa sekitar 140 santri yang tengah melaksanakan salat Asar berjamaah. Menurut Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso penyebab musala ponpes ambruk diduga karena fondasi bangunan yang tidak kuat.

“Diduga fondasi tidak kuat sehingga bangunan dari lantai empat runtuh hingga lantai dasar,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dilansir Antara, pada Selasa (30/9/2025).

Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny KH Abdus Salam Mujib mengatakan bangunan yang runtuh tersebut memang dalam masa pembangunan selama 9-10 bulan belakangan ini. Pada hari kejadian, dilakukan pengecoran pada lantai 4. Selang beberapa jam dari pengerjaan tersebut, tragedi bangunan ambruk terjadi.

“Mungkin sudah selesai atau bagaimana enggak tahu. Soalnya ngecor mulai dari pagi. Saya kira ngecornya mungkin hanya 4 jam, 5 jam selesai. Mungkin jam 12 sudah selesai,” imbuhnya.

Penyelamatan santri yang masih terjebak di bawah reruntuhan masih dilakukan hingga saat ini. Dilansir detikJatim, masih 7 santri yang terjebak. Proses evakuasi terkendala pada risiko bangunan tersebut bisa kembali ambruk.

“Kami masih fokus melanjutkan untuk penyelamatan atau evakuasi yang masih hidup dan terdeteksi ada tujuh lagi. Ada satu sektor yang di belakang satu orang, kemudian di tengah satu orang, di samping kanan lima orang,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono, Selasa (30/9/2025).

Dengan tips di atas, semoga ke depannya detikers bisa lebih hati-hati dan terencana ketika membangun bangunan apa pun. Jangan lupa selalu utamakan keselamatan.

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Rekomendasi Tempat Wisata di Jakarta untuk yang Nggak Mudik Lebaran 2025


Jakarta

Menjelang lebaran, orang-orang akan mudik ke kampung halamannya. Bagi kamu yang tetap berada di Jakarta dan nggak mudik, tenang aja karena masih banyak cara untuk menikmati waktu liburan.

Jakarta menawarkan berbagai destinasi wisata yang bisa dikunjungi, mulai dari taman hiburan, kebun binatang, hingga tempat bersejarah. Tempat-tempat tersebut bisa kamu eksplorasi bersama keluarga, teman, atau orang tersayang tanpa harus bepergian jauh.

Rekomendasi Tempat Wisata untuk Libur Lebaran di Jakarta

Berikut adalah pilihan tempat wisata untuk yang nggak mudik lebaran di Jakarta yang bisa dikunjungi:


1. Ancol

HTM Ancol hari ini banyak dicari pengunjung yang akan datang ke tempat wisata tersebut. Selama libur Lebaran, tempat wisata ramai dikunjungi masyarakat.Ilustrasi pantai Ancol. Foto: Nahda RU/detikcom

Ancol merupakan tempat rekreasi di Jakarta yang memiliki pantai, wahana permainan, dan berbagai spot menarik. Ancol buka setiap hari dan di hari libur nasional.

Ada banyak pilihan aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini seperti mengunjungi Seaworld dan Ocean Dream Samudra, menikmati sunset di Pantai Ancol, hingga kulineran di sekitar pantainya.

2. Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Pada hari ketiga lebaran, TMII diprediksi dipadati lebih puluhan ribu orang wisatawan yang akan datang.Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Foto: Grandyos Zafna

TMII adalah destinasi wisata berupa kawasan konservasi dan pengembangan budaya. Di sini, pengunjung akan melihat bentuk miniatur kepulauan, anjungan daerah, bangunan dan arsitektur tradisional, kesenian daerah, hingga taman rekreasiuntuk hiburan lainnya.

Berdiri di lahan seluas 150 hektar, TMII cocok untuk dijadikan tempat wisata untuk yang nggak libur untuk menikmati panggung seni, rekreasi, dan edukasi dari segala usia.

Sejak Ramadan 2025, pihak TMII telah mengadakan promo hingga Lebaran. Edisi Ramadan tahun ini, TMII menghadirkan program bertajuk “Jelajah Cerita Ramadhan”.

Program ini menyuguhkan banyak promo dan aktivitas menarik untuk menunggu waktu berbuka puasa.

Warga ngabuburit dengan berpiknik di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (7/3/2025).Warga ngabuburit dengan berpiknik di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Jumat (7/3/2025). Foto: Agung Pambudhy

Dilansir Antara, TMII sendiri menargetkan 500 ribu pengunjung selama Ramadhan hingga Lebaran 2025.

“Target 500 ribu sampai Lebaran atau 3 hingga 30 Maret 2025, dan gongnya (puncaknya) saat Lebaran,” ujar Direktur Komersial TMII Ratri Paramita (07/03/2025) dikutip dari Antara.

Ratri optimis target tersebut akan terlampaui, pasalnya setiap kali Lebaran TMII selalu penuh pengunjung. TMII juga sudah menyiapkan sejumlah festival untuk menyambut Ramadhan dan Lebaran.

3. Taman Margasatwa Ragunan (Ragunan Zoo)

Taman Margasatwa Ragunan ramai dikunjungi warga pada libur akhir pekan hari ini. Warga memanfaatkan momen libur panjang hari ini.Taman Margasatwa Ragunan ramai dikunjungi warga pada libur akhir pekan. Foto: Andhika Prasetia

Taman Margasatwa Ragunan bisa jadi pilihan liburan lebaran di Jakarta selanjutnya. Mengutip situs resmi Ragunan Zoo Jakarta, taman binatang ini memiliki luas 147 hektar.

Biasanya Taman Margasatwa Ragunan tetap buka di hari Lebaran. Ada sekitar 2.009 ekor satwa di sini, fasilitasnya terdiri dari pusat primata, taman refleksi, taman satwa anak, dan sarana rekreasi. Menjadikannya cocok untuk dijadikan destinasi wisata keluarga dan edukatif.

4. Kota Tua Jakarta

Wisata Kota Tua JakartaWisata Kota Tua Jakarta Foto: Amalia Novia Putri/detikTravel

Kalau mau suasana klasik dan sejarah, Kota Tua Jakarta pilihannya. Di sini, kamu bisa jalan-jalan sambil melihat dan menikmati bangunan bersejarah peninggalan Belanda.

Para wisatawan mancanegara (wisman) berfoto bersama wisatawan lokal di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Sabtu (8/7/2023). Pemerintah optimis target kunjungan wisman 8,5 juta orang akan tercapai di tahun ini. Salah satu indikatornya yakni angka kunjungan wisatawan naik di kuartal pertama 2023.Para wisatawan mancanegara (wisman) berfoto bersama wisatawan lokal di kawasan Kota Tua. Foto: Ari Saputra

Kota Tua juga punya banyak museum, spot Instagramable, dan pilihan kuliner kaki lima. Makin seru kalau kamu coba nyewa naik sepeda ontel warna-warni di sana.

5. Dunia Fantasi (Dufan)

Ilustrasi dufanIlustrasi dufan Foto: Getty Images/Muhammad Arie

Dufan letaknya masih di kawasan Ancol. Dufan bisa jadi pilihan tempat wisata yang wajib dikunjungi, buat kamu pecinta wahana seru.

Di taman hiburan ini, kita bisa naik berbagai wahana ekstrem seperti Halilintar dan Hysteria. Ada juga wahana keluarga seperti Istana Boneka, Bianglala, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, pertunjukan seru dan atraksi tematik juga ada di sini.

Libur panjang dimanfaatkan warga untuk berekreasi, salah satu destinasinya yaitu Dufan, Jakarta Utara. Sampai pukul 16.00 WIB, hari total sudah 8.000 pengunjung.Salah satu wahana di Dufan.. Foto: Rifkianto Nugroho

Itu rekomendasi tempat wisata di Jakarta yang tetap buka yang bisa dikunjungi bersama keluarga dan kerabat, untuk menghabiskan libur lebaran.

(khq/fds)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Tempat Bukber Bareng Keluarga di Jakarta Barat, Nomor 3 Patut Dicoba



Jakarta

Selain ngabuburit, tradisi buka bersama atau bukber jadi momen yang dinanti traveler. Buat kamu yang tinggal di Jakarta Barat, 5 tempat ini bisa jadi pilihan.

Tak hanya sekadar menyantap hidangan buka puasa, bukber juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan, terutama bagi keluarga yang jarang memiliki waktu untuk berkumpul.

Di Jakarta Barat, terdapat beragam pilihan tempat buka bersama yang tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga menawarkan suasana yang hangat dan menyenangkan.


Pilihan tempat bukber di Jakarta Barat sangat beragam, mulai dari restoran berkonsep tradisional hingga tempat makan modern yang Instagramable.

Berikut 5 Rekomendasi tempat bukber di Jakarta Barat, dilansir dari Antara, Senin (10/3/2025):

1. Talaga Sampireun

Dengan konsep saung di atas air, Talaga Sampireun menawarkan suasana asri dan santai, cocok untuk acara keluarga besar. Restoran ini berlokasi di Jalan Lingkar Luar Barat No.1, Cengkareng, Jakarta Barat.

2. Seroeni

Bagi pecinta masakan Chinese halal, Seroeni adalah pilihan tepat. Interiornya yang eksklusif dan cozy menambah kenyamanan saat bersantap. Restoran ini terletak di Lippo Mall Puri, Jalan Puri Indah Raya Blok U1, Kembangan Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat.

3. Klesis/Bocilos

Selanjutnya ada Klesis/Bocilos yang berlokasi di Lippo Mall Puri, U1-GF62, Jakarta Barat. Klèsis berasal dari Bahasa Yunani yang memiliki arti panggilan atau undangan. Sedangkan Bocilos adalah sebuah akronim dari ungkapan bocah kecil polos, yang ada jauh di dalam lubuk hati kita.

Restoran ini membawa konsep hidangan khas Nusantara sebagai menu utama dengan penyajian yang sarat akan keramah-tamahan seperti di rumah sendiri. Hal ini senada dengan arti dari Klèsis/Bocilos itu sendiri.

“Ini adalah pertama kalinya konsep masakan Indonesia high end yang menyasar kelas menengah atas. Dikatakan high end karena menggunakan bahan baku premium. Service di sini juga bintang 5, tempatnya pakai sofa jadi lebih nyaman duduk dan menghabiskan waktu bersama keluarga,” ujar Hendri Petra Syamsul, sang owner.

Kuliner Nusantara di JakbarKlesis Bocilos Foto: (dok. Istimewa)

Hidangan Nusantara dengan kolaborasi Western seperti Soto Betawi Tenderloin, Beef Rendang Wellington, Rawon Tenderloin menjadi ketiga bintang utama. Pilihan hidangan lainnya seperti Mangrup Salad, Nasi Goreng Rendang, Colenak sampai dengan Pisang Goreng Pasar Lama disajikan sebagai pelengkap.

Meski masih soft opening, konsumen yang hadir terus berdatangan. Apalagi saat menjelang berbuka puasa, kursi akan full dipenuhi para pelanggan. Kapasitas tempat duduk di sini ada 128 kursi dan harga makanan mulai Rp75.000 – Rp500.000. Untuk minuman mulai dari Rp45.000.

4. Kampung Kecil

Ingin merasakan nuansa pedesaan saat berbuka? Kampung Kecil menghadirkan konsep saung lesehan dengan menu khas Sunda seperti gurami bakar dan ayam geprek. Lokasinya di Jalan Puri Kembangan Jalan Kedoya Pesing No.66, Kedoya Selatan, Jakarta Barat.

5. Barapi Meat & Grill

Penggemar steak dapat menikmati daging juicy dengan sensasi smoky di Barapi Meat & Grill. Tempatnya yang homey cocok untuk bukber bersama keluarga. Restoran ini beralamat di Jalan Rawa Belong No.3, Sukabumi Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Sedikit tips, pastikan untuk melakukan reservasi lebih awal ke pihak restoran buat bukber, mengingat tingginya permintaan selama bulan Ramadan. Dengan begitu, traveler dapat memastikan tempat yang nyaman untuk menikmati waktu berbuka bersama keluarga.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Profil Gunung Padang, Situs Megalitik Tertua di Indonesia



Cianjur

Situs Gunung Padang merupakan punden berundak terbesar di Indonesia. Situs megalitikum tertua ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional (CBN).

Walaupun namanya Gunung Padang, tapi gunung tersebut tidak berlokasi di Padang, Sumatera Barat. Gunung ini justru berada di Cianjur, Jawa Barat.

Lokasi Gunung Padang berada di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Gunung ini memiliki ketinggian 885 meter di atas permukaan laut (MDPL).


Situs Gunung Padang adalah bukti peradaban kuno Indonesia. Situs ini penting untuk diteliti lebih lanjut. Menurut Menteri Kebudayaan Fadli Zon, kolaborasi dengan BRIN diperlukan guna menyibak sejarah situs Gunung Padang.

“Banyak yang berpendapat Situs Gunung Padang ini sudah ada sejak belasan hingga puluhan ribu tahun lalu. Situs ini membutuhkan penelitian lebih dalam untuk mengungkap sejarah dan jejak peradaban nenek moyang kita. Kolaborasi dengan BRIN diharapkan mampu mengungkap lebih dalam tentang sejarah situs ini,” ujar Fadli Zon seperti dikutip dari Antara, Kamis (2/1/2025).

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX, Retno Raswaty, menambahkan Situs Gunung Padang adalah salah satu aset budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Untuk itu, upaya pelestarian dan pengembangan situs ini terus dilakukan.

“Kami di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IX berkomitmen mendukung pelestarian dan pengembangan situs ini agar generasi mendatang dapat terus menikmati dan mempelajari warisan budaya kita. Harapan kami, Situs Gunung Padang dapat dinobatkan sebagai Warisan Dunia UNESCO, karena nilai sejarah dan arkeologinya yang luar biasa,” imbuh Retno.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon berkunjung ke Situs Gunung PadangSitus Gunung Padang Foto: (dok. Istimewa)

Menteri Kebudayaan pun berharap situs ini tidak hanya dilihat sebagai artefak, tetapi juga menjadi sumber informasi yang akan menambah kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia.

“Kita ingin Situs Gunung Padang menjadi tempat yang memberikan banyak informasi tentang peradaban masa lalu,” tambah Fadli.

Sejarah Gunung Padang

Gunung Padang pertama kali ditemukan oleh Nicolaas Johannes Krom. Ia adalah orang yang pertama melaporkan keberadaan situs Gunung Padang pada tahun 1914.

Kisah Nicolaas menemukan gunung Padang dimuat dalam tulisannya yang berjudul Rapporten Oudheidkundige Dienst (Buletin Dinas Kepurbakalaan).

Gunung Padang bukan gunung yang aktif. Kawasan Gunung Padang tercatat sebagai kompleks punden berundak terbesar di Asia Tenggara. Bentuk punden berundak situs ini mencerminkan zaman megalitikum yang terdiri dari lima teras dan tersusun dengan berbagai ukuran.

Dengan luas sekitar 291.800 meter persegi, Situs Gunung Padang telah diakui sebagai salah satu warisan budaya yang penting di Indonesia.

Dinamakan gunung Padang karena kata ‘Padang’ merupakan sebuah akronim dari beberapa kata. “Pa” berarti tempat, “Da” artinya besar atau agung, dan “Hyang” bermakna leluhur.

Ketika ketiga kata tersebut disusun, maka akan menjadi kata “Padang” yang artinya “Tempat Agung Para Leluhur”.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Tempat Ngabuburit Asyik di Jogja, Catat Biar Tidak Lupa



Yogyakarta

Mengisi waktu untuk mengunggu berbuka puasa, traveler bisa ngabuburit asyik di 7 destinasi wisata di Yogyakarta ini. Apa saja? Catat dulu biar tidak lupa.

Ngabuburit menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk berburu takjil, maupun menikmati suasana khas Ramadan. Di berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, tradisi ini semakin meriah dengan beragam pilihan tempat yang bisa dikunjungi.

Bagi traveler yang sedang mencari tempat ngabuburit yang seru di Yogyakarta, ada beberapa lokasi yang bisa menjadi pilihan.


Dikutip dari Antara, Selasa (4/3/2025), berikut 7 rekomendasi tempat ngabuburit di Yogyakarta:

1. Jalan Malioboro

Pertama tentu saja Malioboro. Jalan Malioboro merupakan ikon Yogyakarta yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Sambil menunggu waktu berbuka, Anda dapat berjalan-jalan menikmati suasana khas.

Traveler bisa mencuci mata dengan melihat deretan toko, pedagang kaki lima, dan seniman jalanan yang sedang beraksi. Selain itu, terdapat banyak penjual makanan tradisional yang dapat dijadikan pilihan untuk takjil berbuka puasa.

2. Titik Nol Kilometer

Titik Nol Kilometer adalah pusat kota yang dikelilingi oleh bangunan bersejarah seperti Kantor Pos Besar dan Benteng Vredeburg. Tempat ini sering dijadikan lokasi berkumpulnya komunitas dan pertunjukan seni jalanan, sehingga cocok untuk ngabuburit sambil menikmati suasana kota.

3. Garrya Bianti

Bagi yang ingin menghabiskan bulan Puasa di Jogja, Garrya Bianti Yogyakarta siap menyambut para tamu dengan pengalaman yang nyaman, tenang, dan penuh makna. Punya konsep slow living yang menenangkan, destinasi ini menghadirkan berbagai pengalaman istimewa selama musim liburan.

Traveler dapat menikmati kuliner khas Nusantara dan Thailand di Refresh All-Day Dining, mengikuti sesi wellness seperti sound healing di tengah alam, water sound healing, kelas eco-pounding, membuat jamu, atau bersantai dengan pemandangan taman tropis yang asri.

Wisatawan bisa juga berkeliling desa di Sleman Utara sambil mengendarai mobil klasik dan berkunjung ke kebun jamur. Tentunya ini akan jadi pengalaman yang berbeda bagi keluarga.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang nyaman dan penuh kehangatan bagi para tamu yang merayakan bulan Puasa bersama keluarga, maupun mencari ketenangan setelah perjalanan panjang,” ujar Ridwan Heriyadi, General Manager Garrya BiantiYogyakarta.

4. Kampung Ramadan Jogokariyan

Setiap bulan Ramadan, Kampung Jogokariyan mengadakan pasar sore yang menjajakan berbagai kuliner khas untuk berbuka puasa. Suasana religius dan kekeluargaan sangat terasa di sini, menjadikannya tempat yang tepat untuk ngabuburit sambil berburu takjil.

5. Lembah UGM

Kawasan Lembah Universitas Gadjah Mada menjadi ramai saat Ramadan dengan adanya pasar takjil yang menjual berbagai makanan dan minuman untuk berbuka. Lokasinya yang strategis dan dekat dengan masjid memudahkan pengunjung untuk melaksanakan ibadah setelah berbuka.

6. Pantai Parangtritis

Bagi yang ingin menikmati suasana pantai, Pantai Parangtritis bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit. Menjelang senja, pemandangan matahari terbenam di pantai ini sangat memukau. Anda juga dapat menyewa ATV atau delman untuk berkeliling pantai sambil menunggu waktu berbuka.

7. Obelix Hills

Obelix Hills menawarkan pemandangan alam dari ketinggian yang menawan. Tempat ini cocok untuk ngabuburit sambil menikmati panorama matahari terbenam dan berfoto di spot-spot yang disediakan. Selain itu, terdapat kafe yang menyajikan berbagai menu untuk berbuka puasa.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Puncak Sering Macet Parah, Bogor Barat Bisa Jadi Alternatif, Ada Glamping



Jakarta

Sejumlah warga memilih menghabiskan waktu libur panjang (long weekend) di wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor, sebagai alternatif wisata dari kawasan Puncak yang kerap mengalami kemacetan.

Salah satu pengunjung, Erwin (23), mengatakan dirinya bersama teman-temannya memilih berkemah di kawasan Lembah Cipanas Kelapa 3, Desa Ciasmara, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kami ingin suasana berbeda, jauh dari hiruk-pikuk kota. Selain itu, ke arah Puncak juga macet, jadi kami memilih ke sini untuk berkemah dan berendam air panas,” kata Erwin seperti dilansir Antara, Senin (9/6/2025).


Ia mengaku telah memesan tempat berkemah satu minggu sebelumnya. “Kami booking seminggu sebelumnya, dan ternyata memang seru banget, nggak rugi,” katanya.

Sementara itu, pengelola Lembah Cipanas Kelapa 3, Melani Susanti, menjelaskan bahwa pengunjung dapat menikmati fasilitas pemandian air panas maupun area camping ground. Menurutnya, masyarakat dapat memilih untuk hanya berkunjung atau sekaligus menginap.

“Kalau hanya ingin menikmati pemandian air panas saja juga bisa. Untuk tiket kunjungan hari biasa Rp15.000 dan akhir pekan Rp20.000 per orang, belum termasuk parkir,” jelasnya.

Bagi pengunjung yang ingin berkemah, pengelola menyediakan dua pilihan paket glamping dengan tarif Rp550.000 dan Rp 650.000 per malam, baik di hari biasa maupun akhir pekan. Selain itu, pengunjung juga diperkenankan membawa tenda sendiri dengan tarif Rp50.000 per orang.

Melani menambahkan, waktu check-in untuk berkemah dimulai pukul 14.00 WIB dan check-out pada pukul 12.00 WIB keesokan harinya.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Tradisi yang Pikat Ribuan Wisatawan



Jakarta

Setiap 10 Muharam, yang tahun ini bertepatan pada 6 Juli 2025, warga Kota Pariaman, Sumatera Barat menggelar Pesona Hoyak Tabuik Piaman.

Di balik dentuman tambur dan riuh rendah keramaian, terdapat belasan pasang tangan terampil merakit kayu, bambu, rotan, dan pernak-pernik menjadi ornamen setinggi belasan meter.

Tabuik adalah tradisi budaya dan keagamaan yang berasal dari Kota Pariaman, Sumatera Barat. Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat setempat setiap 10 Muharam untuk memperingati Hari Asyura, yaitu hari wafatnya Imam Husain Bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam perang Karbala.


Ornamen itu dibangun menyerupai burak. Burak diyakini umat muslim sebagai kendaraan Nabi Muhammad SAW saat Isra Miraj. Makhluk ini juga dipercaya membawa jasad cucu orang yang paling dimuliakan dalam islam yakni Husain Bin Ali yang mati dipenggal di Karbala oleh tentara Yazid Bin Muawiyah.

Karena dikisahkan membawa jenazah cucu kesayangan Nabi, maka di atas makhluk bersayap dan berkepala manusia itu terdapat wadah yang difungsikan sebagai keranda.

Foto udara puluhan ribu pengunjung menyaksikan tabuik dibuang ke laut di Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (21/7/2024). Dua tabuik dihoyak dan dibuang ke laut dalam rangka memperingati Hari Asyura (10 Muharram) 1446 Hijriyah sekaligus masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.Foto udara puluhan ribu pengunjung menyaksikan tabuik dibuang ke laut di Pariaman, Sumatera Barat tahun lalu. Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Siang dan malam dengan cekatan para pembuat Tabuik menyelesaikan setiap tahapan agar tabuik dengan berat ratusan kilogram itu dapat selesai sebelum 10 Muharam. Mereka membuat berbagai komponen mulai dari rangka, badan burak, sayap, ekor, keranda, payung hingga hiasan dan pernik yang tidak saja untuk keindahan namun memiliki makna dan filosofi tersendiri.

Proses pembuatan yang panjang dan detail itu cerminan dari penghormatan dan kecintaan masyarakat terhadap tradisi yang berkembang di daerah itu semenjak abad ke-19 Masehi.

Ornamen yang merupakan representasi simbolik dari kendaraan burung dan keranda cucu Nabi Muhammad SAW itu dibuat tidak saja satu, namun dua. Masing-masing dibuat oleh kelompok berbeda yaitu Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang.

Keduanya saling menampilkan karya terbaik pada puncak kegiatan yakni saat prosesi Hoyak Tabuik, dan tabuik dilarung ke laut pada 10 Muharam.

Salah seorang perajin Tabuik Subarang, Ade Ratman (43), mengatakan dirinya sudah enam tahun membuat ornamen yang diangkat dan dihoyak (digoyang-goyang) oleh puluhan orang itu. Ilmu itu didapatkannya dari mengikuti orang-orang di kelompoknya saat membuat tabuik.

Menurut pemuda yang berprofesi sebagai perajin dan penjual suvenir tabuik itu, kesulitan dalam menyelesaikan ornamen tersebut yaitu saat membentuk burak. Hal tersebut karena tidak ada cetakan dan standar ukuran sedangkan badan makhluk itu direpresentasikan berlekuk.

Namun, kesulitan itu merupakan tantangan tersendiri karena bagian tersebutlah yang paling digemari oleh ribuan pasang mata. Sebab, orang ingin melihat representasi dari burung yang ditunggangi Nabi Muhammad SAW.

Foto udara puluhan ribu pengunjung menyaksikan tabuik dibuang ke laut di Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (21/7/2024). Dua tabuik dihoyak dan dibuang ke laut dalam rangka memperingati Hari Asyura (10 Muharram) 1446 Hijriyah sekaligus masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.Tradisi Tabuik Pariaman Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Tidak hanya prosesi pelarungan tabuik, proses pembuatannya juga digemari oleh wisatawan. Biasanya tempat pembuatan tabuik akan banyak dikunjungi wisatawan pada malam hari.

Salah seorang wisatawan asal Padang Pariaman Muhammad Ari mengatakan dirinya sengaja membawa kedua anak dan istrinya ke lokasi pembuatan tabuik untuk mengenalkan bagaimana ornamen itu dibuat.

Ornamen yang kerap mereka lihat ketika melintasi salah satu persimpangan di Pariaman, Simpang Tabuik. Di persimpangan itu dibangun Tugu Tabuik dengan dihiasi lampu sehingga memancarkan cahaya saat malam.

Melihat proses pembuatan tabuik tersebut juga dapat menjawab rasa penasaran Ari dan keluarga bagaimana ornamen yang menarik ribuan wisatawan hingga rela berdesakan hanya untuk menyaksikan tabuik dihoyak dan dilarung ke laut itu dibuat.

Proses pembuatan ini juga ditawarkan oleh Pemerintah Kota Pariaman kepada wisatawan. Bahkan untuk menarik minat wisatawan menyaksikan kegiatan yang menguras energi, komunitas di daerah itu pernah menggelar kegiatan hiburan tradisional.

Selain itu, Pemerintah Kota Pariaman juga meminta pengelola penginapan untuk menjaga kesiapan kamar selama proses pembuatan tabuik hingga dibuang ke laut.

Tidak heran di lokasi pembuatannya, yaitu di rumah tabuik, terdapat sejumlah pedagang kaki lima yang memanfaatkan momen tersebut untuk mengais rezeki. Makanan dan minuman yang dijual tidak saja yang bersifat tradisional khas daerah namun juga makanan kekinian.

Prosesi Hoyak Tabuik serta pembuangan Tabuik ke laut juga membutuhkan puluhan orang yang bekerja sama dengan kompak. Sebab, dengan kekompakan itulah ornamen seberat 300 kilogram itu dapat diangkat dan dihoyak sehingga memukau ribuan wisatawan yang menyaksikan agenda tahunan di daerah itu.

Pemerintah Kota Pariaman bersama masyarakat menjadwalkan pelaksanaan Pesona Hoyak Tabuik Piaman pada tahun ini dimulai sejak 27 Juni hingga 6 Juli 2025. Menurut Wali Kota Pariaman Yota Balad, tabuik bukan hanya sekadar tontonan belaka. Lebih dari itu, tabuik merupakan warisan budaya turun temurun yang sudah berusia ratusan tahun dan harus terus dilestarikan.

“Jangan hubung-hubungkan tabuik dengan agama. Ini adalah tradisi,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

56 Hektare Tertutup Gulma, Situ Bagendit Dibersihkan Besar-besaran



Garut

Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat membersihkan kawasan wisata danau Situ Bagendit agar bersih dari gulma atau tanaman liar yang selama ini tumbuh menyebar sehingga mengganggu keindahan danau.

“Ini harus segera dibersihkan kalau tidak akan meluas lagi, jangan sampai tak terkejar,” kata Bupati Garut Abdusy Syakur Amin seperti dikutip dari Antara, Sabtu (19/7/2025).

Pemkab Garut bersama TNI/Polri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Kamis lalu.


Ia menuturkan gerakan bersih-bersih tanaman liar di kawasan danau Situ Bagendit itu merupakan upaya agar tanaman tidak terus tumbuh banyak dan meluas menutupi permukaan danau.

Selama ini, kata dia, luas danau Situ Bagendit sekitar 87 hektare dan sekitar 56 hektare sudah terganggu oleh tanaman gulma seperti eceng gondok, teratai, dan jenis tumbuhan lainnya yang tumbuhnya cukup cepat.

“Kita melihat bahwa sekarang pada saat ini dari 87 hektare, 56 yang terganggu gulma, teratai, dan eceng gondok, ini harus segera dibersihkan karena akan menyebar,” katanya.

Ia mengatakan upaya memperbaiki kawasan Situ Bagendit itu akan dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yang berwenang dalam mengelola wilayah air.

Pemkab Garut, kata dia, tidak hanya siap membersihkan tanaman liar yang tumbuh di danau, tapi juga siap melakukan perbaikan kawasan Situ Bagendit.

“Insyaallah kita akan perbaiki,” katanya.

Kegiatan bersih-bersih tanaman liar di Situ Bagendit itu rutin dilaksanakan oleh sejumlah pihak, termasuk saat ini jajaran TNI dan Polri bersinergi melakukan aksi bersih-bersih di Situ Bagendit.

Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, juga hadir Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto.

Puluhan personel TNI dan Polri diturunkan untuk membersihkan area danau menggunakan perahu ponton, dan perlengkapan lainnya dalam rangka pelestarian lingkungan dan mendukung pemulihan fungsi ekowisata Situ Bagendit.

Banyaknya tanaman liar di Situ Bagendit sudah dikeluhkan pengunjung sejak bulan Mei lalu. “Situ Bagendit sudah jadi situ teratai,” ujar Tita, pengunjung yang datang dari Tasikmalaya.

Sementara mengutip detikJabar, jumlah pengunjung yang datang ke Situ Bagendit sepanjang libur sekolah ini juga dinilai tidak terlalu banyak.

Sepinya Situ Bagendit ini, sudah berlangsung sejak lama. Beberapa pedagang di Situ Bagendit yang berbincang dengan detikJabar di lokasi menyebut, sepinya Situ Bagendit disebabkan banyak faktor.

“Kalau yang naik rakit, kebanyakan tidak mau karena kondisi danaunya kotor. Banyak eceng gondok dan teratai,” kata seorang pedagang.

Selain kotornya kondisi danau yang dipenuhi eceng gondok, sejumlah fasilitas yang ada di Situ Bagendit, juga terlihat tidak sementereng sebelumnya.

Beberapa orang lainnya menilai jika pamor Situ Bagendit yang kini kalah dengan tempat wisata lain yang ada di Garut menjadi biang kerok sepinya Situ Bagendit.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com