Tag Archives: apartemen

Pilih Mana Sewa Rumah Atau Apartemen? Ini Plus Minusnya


Jakarta

Tempat tinggal merupakan kebutuhan yang harus dimiliki setiap orang. Namun, kamu tidak harus langsung membeli properti karena ada opsi untuk menyewa hunian.

Baik berupa rumah tapak ataupun apartemen, kamu bisa memilih sesuai kebutuhan dan preferensi. Nah, saat memutuskan untuk menyewa hunian, kamu dihadapkan dengan beberapa pilihan properti, di antaranya rumah dan apartemen.

Meski keduanya menawarkan sistem sewa, ada beberapa perbedaan yang perlu kamu perhatikan agar tidak salah pilih. Berikut ini perbedaan antara menyewa rumah dan menyewa apartemen mulai dari fasilitas, harga, dan gaya hidup.


Perbedaan Sewa Rumah dan Apartemen

1. Konsep dan Gaya Hidup

Dari segi konsepnya, rumah dan apartemen tentu sangat berbeda. Rumah cenderung berlokasi di lingkungan pemukiman yang padat penduduk. Hal ini membuat kita lebih terhubung dengan masyarakat sekitar. Biasanya, mengharuskan kita untuk banyak berinteraksi dengan tetangga dan mengikuti berbagai kegiatan sosial di lingkungan tersebut.

Berbeda dengan rumah, apartemen adalah unit-unit dalam bangunan besar yang dapat dihuni oleh beberapa keluarga atau individu. Apartemen menawarkan privasi yang lebih tinggi dan lebih sedikit keterlibatan dengan tetangga, ibaratnya seperti tidak ada kultur yang mengikat. Jadi, buat kamu yang introvert, cocok banget untuk lebih pilih sewa apartemen daripada rumah

“Terus kalau yang punya jiwa introvert, itu boleh banget pilih apartemen. Buat orang-orang introvert atau yang memang nggak ingin bersosialisasi lebih baik pilih apartemen saja karena memang secara kultur memungkinkan untuk itu. Tidak bersosialisasi dengan komunitas masyarakat sekitarnya gitu,” ucap Andy Nugroho via telepon seluler beberapa waktu lalu.

2. Fasilitas dan Akses

Pertimbangan selanjutnya adalah dari segi fasilitas dan akses. Saat kita memutuskan untuk menyewa rumah, kita akan tinggal di pemukiman warga yang cenderung lebih jauh dari fasilitas umum jika dibandingkan dengan apartemen. Meskipun ada rumah sewa yang mewah, akses ke fasilitas umum tetap membutuhkan perjalanan lebih jauh, seperti ke minimarket, restoran, atau pusat perbelanjaan.

Sementara apartemen dilengkapi dengan fasilitas yang banyak. Biasanya sudah mencakup minimarket, restoran, atau layanan lainnya di lantai dasar atau dalam kompleks. Oleh karena itu, dari segi fasilitas dan akses, apartemen menyediakan akses yang lebih mudah dan nyaman untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bahkan misalnya kita mau kontraknya rumah mewah sekalipun, kalau kita butuh ke minimarket kan perlu jalan kaki lumayan jauh atau mungkin ngeluarin motor atau mobil. Jadi memang kalau yang di apartemen yang dijual adalah fasilitas dan akses yang mudah ke mana-mana. Biasanya apartemen juga letaknya di daerah-daerah tengah kota ataupun keramaian,” ungkap Andy.

3. Harga atau Biaya yang Dikeluarkan

Dalam segi harga atau biayanya, biasanya menyewa rumah tapak cenderung lebih terjangkau daripada menyewa apartemen dengan fasilitas serupa. Bila kamu adalah orang yang sangat mempertimbangkan harga atau tidak memerlukan fasilitas tambahan yang banyak, menyewa rumah tapak akan lebih sesuai.

Di sisi lain, apartemen sering kali lebih mahal karena fasilitas dan lokasinya yang strategis di pusat kota atau daerah yang ramai. Lokasi yang strategis dapat memberikan akses yang lebih mudah ke berbagai fasilitas dan aktivitas kota, seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan, atau kantor-kantor bisnis penting.

Meskipun biaya sewa apartemen mungkin lebih tinggi, namun bagi sebagian orang, kenyamanan dan aksesibilitas yang ditawarkan sebanding dengan biaya tambahan tersebut.

Selain itu, aspek penting lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa harga sewa dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti ukuran unit, fasilitas tambahan yang tersedia, dan kondisi pasar properti di daerah tersebut.

Itulah perbedaan antara menyewa rumah dan apartemen. Jadi yang mana lebih cocok buat kamu?

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Catat! Ini Daftar Biaya yang Harus Kamu Bayar Kalau Tinggal di Apartemen


Jakarta

Apartemen merupakan pilihan hunian yang cukup diminati masyarakat karena menawarkan kepraktisan. Kalau kamu tertarik dengan properti satu ini, ada beberapa biaya tinggal di apartemen yang perlu kamu bayar tahu.

Berbeda dari rumah tapak, ada biaya-biaya lain yang menyertai fasilitas-fasilitas yang kamu dapat di bangunan tersebut. Mulai dari biaya perawatan gedung hingga parkiran perlu kamu bayar.

Lantas, apa saja biaya-biaya tinggal di apartemen? Simak penjelasan berikut ini.


Biaya Tinggal di Apartemen

1. Biaya perawatan atau maintenance atau service charge

Biaya maintenance ini biasanya dipakai untuk perawatan berbagai layanan, seperti kebersihan, keamanan, termasuk area umum. Untuk perhitungannya, biasanya dihitung dari luas unit apartemen.

Biaya service charge ini tergantung dari pengelola apartemen. Kisarannya sekitar Rp 20-25 ribu per meter persegi dan dibayarkan setiap bulan.

Misalnya, A punya unit apartemen seluas 30 m2, dan biaya perawatan apartemen yang digunakan adalah Rp 20 ribu. Maka A harus membayar Rp 600 ribu per bulan untuk biaya perawatan.

“Service charge ini buat biaya kebersihan, keamanan, biaya sampah,” kata Pengamat Properti Anton Sitorus kepada detikcom beberapa waktu lalu.

2. Biaya sinking fund

Sinking fund adalah iuran harus dikeluarkan untuk perbaikan benda-benda yang bersifat vital dan mendesak. Hal ini untuk menjaga nilai properti. Misalnya, mengecat gedung, memperbaiki lift, dan lainnya.

Sinking fund bisa dibayarkan tiap setahun sekali atau dua kali setahun, tergantung pengelola. Untuk besarannya sendiri juga tergantung dari pengelola.

3. Biaya parkir

Untuk biaya parkir, tiap-tiap apartemen memiliki aturannya sendiri. Ada yang tidak bayar parkir, ada yang membayar parkir secara langganan.

“Umpamanya mobil kita 3, jatah (parkir) cuma 1 (mobil), ya yang dua itu bayar. (Biayanya) tergantung, per gedung itu per tahun bisa Rp 500-600 ribu biaya parkir langganan, tapi itu nonreserved, artinya rebutan first come first get,” tutur Pengamat Properti dan Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto ketika dihubungi detikcom secara terpisah beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, untuk apartemen premium biasanya sudah mendapat jatah parkir hingga 2 mobil. Jatah parkir tersebut tidak bisa diganggu gugat.

4. Biaya air

Untuk bayar air biasanya dihitung per meter kubik. Untuk pemakaian normal, tagihan air yang ditagih sekitar Rp 100-200 ribu.

5. Biaya listrik

Biaya listrik yang digunakan di apartemen dengan rumah tapak sedikit berbeda. Harganya pun juga lebih mahal di apartemen. Hal itu karena perhitungan listrik di apartemen skemanya sama dengan gedung kantor atau mal.

“Dari PLN itu masuk ke gedung itu kan sekaligus, trafo listriknya dan meteran besarnya sekaligus ke satu gedung. Baru dari satu gedung itu didistribusikan ke unit-unit. PLN nggak mau nagih satu per satu, dia tahunya gedung A gedung B dikelola siapa, ya tagihannya ke satu gedung itu. Baru nanti pengelola mendistribusikan per meteran listrik per masing-masing unit,” jelas Steve.

Untuk tagihan yang harus dibayar yaitu membayar tagihan listrik sesuai kebutuhan ditambah biaya admin. Misalnya, biaya listrik dari PLN itu Rp 500 ribu, biaya adminnya bisa Rp 100-150 ribu. Maka total yang dibayar sekitar Rp 600 ribu.

Terpisah, Pengamat Properti Anton Sitorus menambahkan, untuk biaya listrik ini juga sudah bisa menggunakan listrik prabayar. Namun, token listrik yang dibeli hanya bisa dari yang disediakan oleh pengelola apartemen.

“Kita kalau di rumah-rumah biasa kan tokennya tinggal beli dari PLN, kalau di komplek apartemen biasanya belinya langsung ke pengelolanya. Jadi nggak bisa beli bebas karena nanti kode dan segala macamnya itu dari pengelola. Dan harganya memang agak sedikit beda dari harga pasaran,” tuturnya.

Itulah beberapa biaya tinggal di apartemen. Semoga bermanfaat ya!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Kelebihan Tinggal di Apartemen, Nggak Kalah Nyaman dari Rumah Tapak


Jakarta

Banyak orang masih mempertanyakan apa kelebihan dari tinggal di apartemen. Padahal apartemen sama seperti rumah tapak pada umumnya yakni menjadi tempat tinggal yang nyaman dengan berbagai fasilitasnya.

Hunian vertikal ini banyak ditemui di kota-kota besar sebagai solusi keterbatasan lahan di perkotaan. Selain keterbatasan lahan, harga tanah di perkotaan juga sudah tinggi sehingga bagi beberapa orang yang penghasilan per bulannya UMR atau kurang dari itu, sepertinya sulit untuk membeli rumah tapak yang layak di tengah perkotaan.

Apartemen dan hotel adalah bentuk rumah yang berbeda. Jadi saat mempertimbangkan membeli apartemen, jangan berfikir seakan hidup di hotel karena dari segi harga, fasilitas, dan bentuk unitnya pun berbeda.


Untuk lebih jelasnya, dilansir Mint Homes, berikut beberapa keuntungan tinggal di apartemen yang perlu detikers ketahui.

1. Lokasi Strategis

Keuntungan pertama yang jarang orang sadari adalah lokasi apartemen di perkotaan sangat strategis, melebih rumah tapak. Saat ini banyak hunian yang dibangun dengan konsep transit oriented development (TOD) di mana hunian akan dibangun menempel dengan transportasi umum seperti kereta api dan bus. Sebab, apartemen tidak perlu benar-benar berdiri di atas tanah. Banyak apartemen berdiri di atas mal, stasiun, atau bahkan bercampur dengan gedung perkantoran dan hotel. Oleh karena itu, lokasinya bisa di tengah kota dan dekat dengan pusat-pusat bisnis, hiburan, dan keramaian.

2. Fasilitas Lengkap

Meskipun tidak ada halaman seperti di rumah tapak, jangan membayangkan tinggal di apartemen seperti hidup di penjara karena tentu tidak demikian. Pengembang tidak hanya memikirkan konsep hunian yang nyaman melainkan fasilitas yang dapat menunjang gaya hidup penghuninya. Fasilitas yang disediakan pun beragam dan kebanyakan gratis untuk penghuni apartemen seperti terdapat gym, kolam renang, taman, dan lapangan basket atau bola. Lokasinya yang strategis juga menguntungkan penghuni ketika berangkat kerja, berbelanja, atau ke rumah sakit.

3. Pemeliharaan Mudah

Saat tinggal di rumah tapak, hal yang mungkin saja terjadi adalah atap bocor, rembes, atau banjir. Dengan tinggal di apartemen, risiko seperti itu akan minim sekali terjadi. Lokasinya yang tinggi tentu akan melindungi apartemen dari banjir. Selain itu, apartemen memiliki pengurus khusus yang bertanggung jawab dalam manajemen apartemen. Setiap fasilitas di apartemen akan dirawat oleh manajemen termasuk lift, tangga, dan fasilitas penunjang. Berbeda halnya dengan tinggal di rumah yang perlu dirawat halaman dan eksterior rumahnya supaya tampak rapi.

4. Keamanan Terjamin

Sama seperti perumahan, apartemen juga memiliki petugas keamanan di depan. Lalu, bentuk keamanan lainnya adalah akses lift yang terbatas. Hanya penghuni apartemen yang memegang kartu akses saja yang bisa ke atas. Biasanya untuk tamu yang ingin berkunjung harus menunggu di lobby hingga penghuninya menjemput di bawah. Lalu, di setiap sudut sudah terpasang CCTV sehingga semua pergerakan di dalam gedung terekam.

5. Ukuran

Lalu, banyak juga yang memandang sebelah mata ukuran apartemen. Saat ini banyak apartemen yang ukurannya setara bangunan rumah tapak, bahkan ada pula yang besar. Ruangannya bukan seperti hotel yang langsung tempat tidur, apartemen ada yang susunannya seperti rumah biasanya dengan sekat pada kamar, dapur, kamar mandi. Ukuran ini sangat cocok untuk keluarga dengan anggota 2-8 orang, tergantung pada tipe apartemen yang dibeli.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

10 Tempat Nongkrong di Depok yang Asyik Buat Ngopi Bareng Teman


Jakarta

Buat detikers yang berada di Kota Depok, ada banyak kafe yang nyaman buat tempat nongkrong bareng teman. Kafe-kafe ini asyik buat nongkrong, nyaman, dan Instagramable. Simak 10 pilihan tempat nongkrong di Depok yang asyik buat ngopi sambil ngobrol bareng teman berikut ini.

Rekomendasi Kafe Tempat Nongkrong di Depok

Berikut ini 10 rekomendasi kafe tempat nongkrong di Depok yang bisa detikers kunjungi:


1. Kafe Temu Kamu

Temu Kamu DepokTemu Kamu Depok Foto: Putu Intan/detikcom

Lokasi: Jalan Raya Bogor KM 29,5 Nomor 17, Mekarsari, Kota Depok, Jawa Barat
Jam buka: 10.30-22.30WIB (Sabtu dan Minggu mulai pukul 08.00 WIB)

Meski berada di tengah kota, detikers bisa merasakan suasana pantai Bali di Depok. Kalian bisa datang ke Kafe Temu Kamu. Nama-nama ruangannya pun dibuat khas Bali, seperti Kuta dan Jimbaran.

Desainnya dibuat bernuansa tropis dengan ornamen boho. Jika ingin lebih adem, kalian bisa masuk ke ruang indoor yang ber-AC. Harga kopi mulai dari Rp 25 ribu, sementara makanannya mulai dari harga Rp 22 ribu.

2. Kopi Kotak

Temu Kamu DepokKopi Kotak Foto: Putu Intan/detikcom

Lokasi: Jalan Margonda No 488, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat
Jam buka: 10.00-22.00 WIB (Jumat dan Sabtu sampai pukul 23.00 WIB)

Kopi Kotak cocok buat detikers yang mencari tempat nongkrong di ketinggian. Tempat ini berkonsep open space dengan pemandangan langit dan perkotaan. Tempatnya juga Instagramable, sehingga cocok buat berfoto-foto.

Ada beberapa menu kopi yang jadi andalan, seperti kopi gula aren, Kopi Kotak Kelapa, Kopi Kotak Salted Caramel, harganya mulai dari sekitar Rp 25 ribu.

3. Walking Drums

Temu Kamu DepokWalking Drums Foto: Putu Intan/detikcom

Lokasi: Jalan Margonda Raya No 426, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
Jam buka: 07.00-22.00WIB

Walking Drums juga merupakan kafe kekinian yang memiliki area rooftop, meski bangunannya tidak tinggi. Penjunjung bisa memilih area indoor maupun outdoor yang sama-sama Instagramable.

Harga kopi mulai dari Rp 25 ribu, namun banyak juga minuman di atas Rp 35 ribu. Sementara makanan besar seperti rice bowl atau nasi goreng harganya mulai dari Rp 45 ribu.

4. Siliwangi Coffee Space

Siliwangi Coffee SpaceSiliwangi Coffee Space Foto: Instagram @siliwangicoffeespace

Lokasi: Jalan Anggrek, Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat
Jam buka: Senin-Kamis 08.00-22.00 WIB, Jumat-Minggu 09.00-23.00 WIB

Siliwangi Coffee Space adalah kafe yang suasananya nyaman buat nongkrong bareng teman-teman. Di bagian outdoor, terdapat tempat duduk yang banyak dan ada beberapa tempat duduk panjang dengan sejumlah tanaman hias.

Sementara, bagian ruangan Siliwangi Coffee Space dibuat nyaman dengan furnitur kayu. Menu kopinya mulai dari Rp 18 ribu, minuman signature harga rata-ratanya Rp 25 ribu. Sementara makan besarnya mulai dari Rp 25 ribu.

5. Oi Coffee & Eatery

Temu Kamu DepokOi Coffee & Eatery Foto: Putu Intan/detikcom

Lokasi: Ruko River View, Jalan Komjen Pol M Jasin No 1, Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat
Jam buka: 08.00-24.00WIB

Oi Coffee & Eatery termasuk kafe yang nyaman dengan interior serba putih dan dinding kaca. Ini membuat suasana indoor menjadi cerah dari cahaya alami. Detikers yang ingin ke rooftop bisa langsung ke lantai 4.

Harga kopinya di sekitar Rp 25 ribuan, sedangkan nonkopinya sekitar Rp 30 ribuan. Makanan ringannya mulai dari Rp 25 ribu, sedangkan makan besarnya mulai dari Rp 30 ribu.

6. Tamelo Atap Cafe

Temu Kamu DepokTamelo Atap Cafe Foto: Putu Intan/detikcom

Lokasi: Tower C, Apartemen Taman Melati Margonda 2 Jalan Margonda No 525A Lantai 25, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
Jam buka: 10.00-22.00 WIB (Jumat-Minggu 10.00-24.00 WIB)

Tamelo Atap Cafe memiliki rooftop dengan pemandangan langit dan perkotaan karena tempatnya berada di lantai 25. Lokasinya tak jauh dari Universitas Indonesia.

Ada pilihan menu kopi espresso based maupun single origin. Harga kopi rata-rata di kisaran Rp 30 ribu. Sementara makanan yang disajikan seperti nasi, steak, pasta, dan burger, harganya di kisaran Rp 40 ribu.

7. Kopi Nako

Temu Kamu DepokKopi Nako Foto: Putu Intan/detikcom

Lokasi: Jl. Margonda No.38, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431
Jam buka: 08.00-23.00 WIB

Kopi Nako menyajikan suasana industrial yang nyaman. Tempat ini cocok untuk nongkrong dan bersantai bareng kawan. Minuman kopi dihargai mulai dari Rp 23 ribu. Ada juga nonkopi yang harganya juga sekitar Rp 20 ribuan.

Sementara makanannya ada cemilan seperti tempe, tahu, sate taichan. Ada juga nasi ulam, nasi jinggo, dan nasi rawon.

8. Rest For Sure

Temu Kamu DepokRest For Sure Foto: Putu Intan/detikcom

Lokasi: Jalan Jawa H No 18, Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat
Jam buka: 08.00-23.00 WIB

Kafe Rest For Sure memiliki suasana homey, nyaman. Tempat nongkrong di Depok ini juga memiliki area rooftop untuk menikmati pemandangan sekitar. Tempatnya juga Instagramable sehingga cocok buat berfoto-foto.

Menunya di sini beragam, mulai dari Barat sampai Asia. ada Grilled Salmon Teriyaki, Chicken Steak, dan Iga Bakar Penyet. Harganya mulai dari Rp 35 ribuan. Sementara kopinya mulai dari Rp 25 ribuan.

9. Toko Kopi Tuku

Kopi TukuKopi Tuku Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance

Lokasi: Jalan Cinere Raya No 5, Limo, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat
Jam buka: 07.00-21.00 WIB

Pilihan tempat nongkrong di Depok lainnya adalah Toko Kopi Tuku menawarkan tempat yang nyaman dengan desain minimalis. Tempat ini cocok buat kalian yang mencari kafe yang terjangkau.

Harga kopinya mulai dari Rp 10 ribu untuk ukuran mini, kopi lainnya seharga hingga Rp 30 ribuan. Kamu juga bisa memesan makanan ringan seperti donat atau cake.

10. Ol’ Pops Coffee

Kopi TukuOl’ Pops Coffee Foto: Citra Fitri Mardiana/detikFinance

Lokasi: Jalan Ciloto III B2 No 17, Puri, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat
Jam buka: 10.00-22.00 WIB

Ol’ Pops Coffee cocok buat detikers yang mencari tempat sejuk dan asri karena di bagian outdoor terdapat pohon peneduhnya. Kafe ini tampak seperti rumah tempo dulu jika dilihat dari luar.

Harga aneka kopi di sini berada di sekitar Rp 30 ribuan hingga Rp 50 ribu. Makanan ringan dihargai mulai dari Rp 27 ribu. Sedangkan makanan berat mulai dari Rp 32 ribu hingga Rp 155 ribu.

Itulah tadi 10 kafe tempat nongkrong di Depok yang asyik dan Instagramable, cocok buat melepas penat.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com