Tag Archives: api

Ciri-ciri Stop Kontak yang Harus Segera Diganti, Bisa Dicek Tanpa Tukang



Jakarta

Stop kontak merupakan instalasi listrik yang berguna sebagai titik hubung antara peralatan elektronik dengan arus listrik di rumah. Masa pakai stop kontak cukup lama terutama apabila kondisinya masih bagus.

Usia pemakaian stop kontak bisa singkat apabila menemukan tanda-tanda kerusakan. Hal tersebut bisa terlihat dengan mata telanjang, tanpa perlu memanggil tenaga ahli.

Menurut Technical Sales PT Hager Electro Indonesia Mochammad Nurcholis tanda-tanda stop kontak harus diganti adalah ketika bagian lubang tempat masuknya steker ada yang meleleh, tidak lagi bulat sempurna.


“Jadi di listrik itu namanya stop kontak, dia (steker dengan sub-connector di dalam stop kontak) kan harus menjepit. Nah jepitan itu harus kencang. Kalau nggak kencang itu bisa menimbulkan panas di area yang terpapar tadi (bahan stop kontak yang isolator biasanya terbuat dari plastik). Namanya plastik kan ada titik lebur. Ada panas, dia jadi seperti meleleh kadang-kadang,” jelas Nurcholis saat ditemui di pameran Electric & Power Indonesia 2025 JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Apabila sudah meleleh, stop kontak harus segera diganti karena dapat menyebabkan korsleting listrik hingga kebakaran.

“Harus diganti karena kalau semakin panas nanti bisa mengakibatkan kebakaran. Makanya material yang dipakai (stop kontak) itu (harus) fire retardant, plastiknya. Apa itu fire retardant? Jadi fire retardant itu adalah material plastik yang kalau dibakar lelehannya itu tidak menjadi sumber api,” ungkapnya.

Penyebab Stop Kontak Meleleh

Nurcholis menjelaskan alasan terjadinya panas berlebih di dalam stop kontak hingga menyebabkan dindingnya meleleh karena kualitas stop kontak yang kurang bagus sehingga ketika bertemu dengan ujung steker tidak pas dan menimbulkan celah serta panas berlebih.

“Kalau menurut saya dari material sendiri yang kurang berkualitas. Jadi kan dia harus menjepit istilahnya. Nah jepitannya ini sudah mulai berkurang. Sudah aus,” ujarnya.

Kemudian, kabel yang tidak sesuai standar seperti kabel tembaganya terlalu sedikit atau yang kapasitasnya tidak pas dengan arus listrik di rumah juga bisa menyebabkan stop kontak meleleh.

“Ada pengaruhnya secara dialektika (penalaran). Pasti ada namanya drop voltage atau apa. Jadi ada juga pengaruhnya. Jadi material kabelnya juga harus bagus,” sebutnya.

Ia membantah anggapan penyebab stop kontak rusak karena terlalu lama menyolokkan kabel di dalamnya.

Cara memastikan stop kontak tersebut memiliki kualitas yang bagus minimal sudah memiliki logo SNI di produknya. Selain itu, pilih material yang benar-benar aman, yakni tahan terhadap api dan arus listrik. Nurcholis menyebut bahan stop kontak yang bagus adalah Bayer Polycarbonate atau Bayer PC dan di dalamnya terdapat kuningan.

Itulah tanda-tanda dan cara mencegah stop kontak rusak, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Belajar dari Kasus Ledakan Pamulang, Segera Lakukan Ini Bila Gas Bocor


Jakarta

Sebuah ledakan di kawasan Pamulang, Tangsel terjadi akibat kebocoran tabung gas pekan lalu. Kejadian ini mengakibatkan 20 rumah terdampak, termasuk 3 di antaranya roboh.

Dikutip dari detikNews, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang mengungkap ledakan berasal dari salah satu rumah warga yang mengalami kebocoran gas. Akumulasi gas terkumpul di ruangan tertutup di dapur, lalu ledakan terpicu oleh pemantik kompor.

“Dapat kami sampaikan bahwa dari hasil pemeriksaan Puslabfor Bareskrim Polri diperoleh kesimpulan bahwa ledakan berasal dari kebocoran tabung gas LPG ukuran 12 kilogram di salah satu rumah warga di lokasi tempat kejadian perkara,” katanya, Jumat (19/9/2025).


Ledakan terjadi di Jalan Talas II RT 003 RW 001 Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangsel, pada pukul 05.30 WIB, Jumat (12/9) lalu.

Penghuni rumah perlu waspada terhadap kebocoran tabung gas karena dapat menimbulkan celaka kalau tidak ditangani dan dicegah dengan baik. Simak penyebab hingga cara mencegah tabung gas bocor berikut ini berdasarkan catatan detikcom.

Penyebab Tabung Gas Bocor

Salah satu penyebab tabung gas bocor adalah pemasangan regulator yang kurang tepat. Penghuni perlu memastikan regulator rapat dan tidak bocor setiap memasang tabung gas baru.

Tabung gas juga bisa bocor akibat keadaan tabung yang tidak layak. Oleh karena itu, penting untuk penghuni mengantisipasi dengan mengetahui langkah mengatasi tabung gas bocor.

Cara Mengatasi Tabung Gas Bocor

Jika curiga tabung gas bocor atau ingin melakukan pengecekan, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan.

1. Kenali Tanda Kebocoran Tabung Gas

Pertama, penghuni perlu mengenali tanda-tanda kebocoran tabung gas. Biasanya tanda awal tabung gas bocor adalah muncul aroma gas di dalam rumah, terutama area dapur di mana tabung disimpan.

Apabila mencium aroma gas, jangan melakukan kontak listrik seperti menyalakan ataupun mematikan kontak listrik. Biarkan saja perangkat listrik sebagaimana keadaannya saat itu. Selain itu, jangan coba-coba rendam tabung gas ke dalam air.

2. Cabut Regulator Tabung Gas

Jika penghuni yakin tabung gas bocor karena kerusakan pada tabung, segera mencabut regulator pada tabung. Cara ini tak hanya menghentikan aliran gas ke kompor, tetapi juga memungkinkan penghuni memindahkan tabung.

3. Buat Sirkulasi Udara

Pastikan ada sirkulasi udara dengan membuka pintu dan ventilasi. Langkah ini memungkinkan gas di dalam ruangan bisa keluar.

Kemudian, pindahkan tabung ke tempat terbuka dan diamkan hingga gas habis dengan sendirinya. Gas yang keluar akan bercampur dengan udara sekitar sehingga menjadikannya netral dan aman.

Penghuni juga perlu mengamankan lingkungan sekitar. Jangan sampai ada yang menyalakan api karena dapat memicu ledakan.

4. Tabung Gas Terbakar

Kalau sudah muncul api pada tabung gas, itu menandakan tabung tidak akan meledak. Segera tutup titik api menggunakan karung, seprai, handuk, atau kain yang lembap. Lalu, lepaskan regulator dan pindahkan tabung ke luar rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

9 Benda yang Harus Dijauhkan dari Kompor, Bisa Picu Kebakaran!


Jakarta

Ketika sedang memasak, keamanan adalah nomor satu. Jangan sampai ketika memasak muncul titik api yang dapat menyebabkan kebakaran atau ada barang yang rusak karena sering terpapar panas.

Untuk mencegah hal tersebut, kita harus berhati-hati ketika berada di dekat sumber api, yakni kompor dan gas. Pastikan area tersebut aman dari barang-barang yang mudah terbakar atau tak tahan api. Dilansir Real Simple, berikut benda-benda yang sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor.

Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

1. Bahan Plastik

Plastik merupakan material yang mudah meleleh ketika terkena api dan panas yang tinggi. Material plastik tidak bisa lepas dari barang-barang di dapur, sebagai contoh tempat minyak, centong, hingga piring yang berisi bahan makanan yang akan dimasak. Perabotan dari plastik sebaiknya diletakkan jauh dari kompor untuk mencegah risiko kebakaran.


2. Kain

Di dapur kotor pasti ada satu kain yang tergeletak di dekat kompor. Fungsinya untuk membersihkan cairan atau minyak yang berserakan saat memasak. Ketika meletakkan kain di dekat kompor sebaiknya lebih berhati-hati karena material ini mudah sekali terbakar.

3. Tisu

Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Sebaiknya tisu diletakkan di daerah yang kering dan jauh dari kompor.

4. Minyak Goreng

Untuk mempermudah ketika memasak, minyak goreng biasanya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti di samping, atas, dan bawah kompor. Meletakkan minyak goreng terlalu dekat dengan kompor dapat menurunkan kualitas minyak.

5. Rempah-rempah

Rempah-rempah juga sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor karena panasnya dapat mengeringkan minyak esensial di dalamnya. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

6. Benda Elektronik

Siapa di sini suka memasak sembari mengakses perangkat elektronik seperti ponsel, radio, atau speaker. Hati-hati ya, benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

7. Makanan Cepat Busuk

Meskipun tidak memicu kebakaran, bahan masakan seperti kentang, sayuran, dan bawang tidak bisa diletakkan di dekat kompor. Hal ini dikarenakan sayur dan buah sebaiknya disimpan di suhu dingin atau suhu udara. Suhu di dekat kompor terlalu panas dan dapat memicu pembusukan pada sayur dan buah.

8. Produk Pembersih

Benda selanjutnya yang tidak boleh disimpan di dekat kompor adalah produk kebersihan, seperti cairan pembersih noda dan sabun cuci piring. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

9. Cuka

Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Ketahui 6 Masalah pada Water Heater, Salah Satunya Tercium Bau Busuk


Jakarta

Water heater merupakan perangkat yang berfungsi untuk memanaskan air. Water heater umumnya banyak dipakai di penginapan, terutama di daerah yang cukup dingin.

Hal ini untuk membantu tamu yang tidak biasa memakai air dingin sehingga ketika mandi tetap nyaman tanpa takut kedinginan. Water heater biasanya sudah aktif secara otomatis di kamar mandi. Bentuknya seperti tabung besar di pojokan.

Cara mendapatkan air hangat hasil dari water heater adalah mengarahkan keran ke bagian air hangat. Dalam hitungan menit air akan berubah menjadi lebih hangat atau panas.


Meskipun canggih, pengguna perlu berhati-hati setelah memasang water heater karena perangkat ini kerap mengalami kendala, dilansir The Spruce berikut penjelasannya.

Masalah Water Heater

1. Suhu Air Terlalu Panas

Bagi pengguna baru, kendala yang kerap ditemui ketika memakai water heater adalah tidak mengetahui bagaimana mengatur suhu air hangat yang pas. Ada kalanya air terasa sangat panas seperti membakar kulit dan membuat tangan kemerahan. Alhasil, pengguna jadi harus ekstra hati-hati ketika memakai water heater. Untuk mengatasi hal ini pastikan termostat yang terpasang suhunya pas. Cara mengatur ulang suhunya sebagai berikut. Penghuni dapat memperbaikinya dengan mengikuti langkah ini.

  • Matikan daya water heater di panel servis
  • Lepaskan panel akses dan periksa apakah pengaturan panas pada kedua termostat tidak lebih dari 120F° atau 48 derajat Celcius
  • Sesuaikan dengan pengaturan yang diinginkan dengan memutar sekrup set menggunakan obeng pipih.

2. Air Panas Tidak Keluar

Kendala lainnya yang juga membingungkan adalah ketika water heater tidak dapat memanaskan air di kamar mandi. Hal ini umumnya disebabkan oleh terputusnya aliran listrik pada water heater atau elemen pemanasnya rusak. Untuk memperbaiki masalah ini, penghuni perlu tahu dulu penyebab air tidak panas.

Pertama, periksa pemutus water heater di panel servis untuk memastikan aliran listrik tidak terputus. Jika aliran listriknya putus, matikan dulu dengan menekan tombol OFF, lalu nyalakan kembali di tombol ON.

Apabila pemutus pemanas tidak putus, setel ulang batas suhu tinggi pada water heater. Caranya dengan mematikan daya water heater di panel servis. Selanjutnya, tekan tombol reset suhu tinggi yang biasanya berwarna merah.

3. Air Berwarna Karat

Water heater yang bermasalah bisa menyebabkan kondisi air berubah. Salah satunya adalah water heater yang korosi bisa membuat air yang keluar dari keran berwarna coklat, kuning, atau merah. Masalah ini dapat diatasi dengan meminta tukang ledeng mengganti batang anoda di tangki water heater. Hal ini dikarenakan oksigen yang berada di batang anoda tersebut bersifat korosif.

4. Water Heater Bocor

Sama seperti saluran air lainnya, water heater juga bisa bocor. Posisi kebocoran umumnya berada pada bagian katup dan sambungan pipa. Untuk memperbaikinya, pemiliknya dapat memeriksa water heater apakah ada pipa masuk atau keluar yang longgar. Jika menemukan sambungan yang longgar, cukup kencangkan dengan kunci pas agar tidak terjadi kebocoran.

5. Tangki Water Heater Bersuara Bising

Water heater bisa mengeluarkan suara bising seperti gemuruh pelan, letupan, atau berdengung saat aktif. Suara tersebut menandakan tangki sedang mendidih. Penumpukan sedimen di dasar tangki membuat dasar tangki terlalu panas dan air mendidih. Kebisingan itu dapat diatasi dengan mengikuti langkah ini:

  • Pastikan untuk mematikan aliran listrik dan pasokan air ke water heater
  • Tiriskan seluruh air dan sedimen pada pemanas air lalu isi kembali
  • Pasang ujung selang taman ke katup di bagian bawah water heater, dengan ujung lainnya terletak di luar
  • Buka katup pelepas tekanan suhu di bagian atas dan katup pembuangan di bagian bawah
  • Setelah air dan sedimen terkuras seluruhnya, tutup katup bawah dan katup pelepas tekanan atas, lalu lepaskan selang
  • Nyalakan listrik dan air lagi.

6. Mengeluarkan Bau Busuk

Terpisah, dilansir Homes and Gardens aroma telur busuk bisa saja tercium di dalam rumah. Hal ini dikarenakan adanya kebocoran gas. Salah satunya sumbernya bisa berasal dari water heater di kamar mandi. Bau telur busuk ini jangan dianggap sepele karena bisa mengancam nyawa.

“Periksa peralatan gas, seperti kompor atau pemanas air (pemanas air), dan periksa letak kebocoran. Biasanya, akan terlihat api kuning atau jelaga di sekitar pembakar sebagai tanda adanya kebocoran. Jika Anda mencurigai adanya kebocoran, segera keluar dan hubungi ahli. Jangan menyalakan korek api atau menyalakan sakelar,” kata Elizabeth Shields, manajer operasional di Super Cleaning Service Louisville, seperti yang dikutip pada Selasa (14/10/2025).

Itulah masalah yang bisa terjadi pada pemanas air (water heater) dan cara mengatasinya. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Rumah Tercium Bau Gas? Waspada, Ini Langkah Cepat Cegah Ledakan!


Jakarta

Penghuni rumah perlu waspada terhadap kebocoran tabung gas karena bisa menimbulkan bahaya besar jika tidak segera ditangani. Mulai dari penyebab, tanda-tanda, hingga cara mencegahnya penting untuk diketahui agar rumah tetap aman.

Berikut ini penjelasan penyebab dan cara mengatasi tabung gas bocor seperti dirangkum detikProperti.

Penyebab Tabung Gas Bocor

Salah satu penyebab utama tabung gas bocor adalah pemasangan regulator yang kurang tepat. Pastikan regulator terpasang rapat dan tidak ada celah udara setiap kali mengganti tabung gas baru.


Selain itu, kondisi tabung yang tidak layak pakai juga bisa menyebabkan kebocoran. Karena itu, sebaiknya periksa selalu kondisi fisik tabung dan jangan gunakan tabung yang penyok, berkarat, atau rusak pada bagian lehernya.

Cara Mengatasi Tabung Gas Bocor

Jika penghuni rumah mencurigai adanya kebocoran, berikut langkah-langkah aman yang bisa dilakukan:

1. Kenali Tanda Kebocoran Gas

Tanda paling mudah dikenali adalah bau gas menyengat di dapur atau area tempat tabung disimpan.

Jika tercium bau gas, jangan menyalakan atau mematikan saklar listrik, dan jangan menyalakan api dalam bentuk apa pun. Hindari juga merendam tabung ke dalam air karena bisa memperburuk situasi.

2. Cabut Regulator Tabung Gas

Segera cabut regulator dari tabung gas untuk menghentikan aliran gas. Langkah ini penting agar kebocoran tidak terus terjadi dan tabung bisa segera dipindahkan ke tempat aman.

3. Buka Ventilasi dan Buat Sirkulasi Udara

Buka pintu dan jendela agar udara segar masuk dan gas keluar dari ruangan.
Setelah itu, pindahkan tabung ke area terbuka dan biarkan gas yang tersisa menguap hingga habis dengan sendirinya. Pastikan tidak ada orang menyalakan api di sekitar lokasi tersebut.

4. Jika Tabung Gas Terbakar

Apabila muncul api di area tabung, jangan panik. Kondisi ini menandakan tabung tidak akan meledak, tetapi api tetap harus segera dipadamkan.

Gunakan karung basah, handuk, atau kain lembap untuk menutup sumber api, kemudian lepaskan regulator dan bawa tabung keluar rumah dengan hati-hati.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati, Hindari 7 Kebiasaan Ini Saat Pakai Stopkontak Sambung biar Aman


Jakarta

Stopkontak ekstensi atau stopkontak sambungan merupakan perangkat kelistrikan yang saat ini banyak dipakai karena cukup efisien. Kabel tersebut bisa disambungkan ke beberapa perangkat dan biasanya bisa diletakkan di dekat tempat kita beraktivitas.

Namun, sudah banyak anjuran bahwa harus berhati-hati saat menggunakan stopkontak sambung karena perangkat ini tidak 100 persen aman. Dilansir Family Handyman, berikut beberapa kebiasaan yang harus dihindari saat memakai stopkontak sambung.

1. Jangan Pernah Mencolokkan Stopkontak Ekstensi ke Stopkontak Sejenis

Hal pertama yang harus dihindari adalah mencolokkan stopkontak ke stopkontak lain. Biasanya hal ini dilakukan karena lokasi kegiatan jauh dari stopkontak jadi kabel tersebut dibuat panjang. Bahaya jika melakukan hal adalah dapat memicu korsleting listrik yang dapat berpotensi menyebabkan kebakaran.


2. Jangan Menggunakan Stopkontak Ekstensi Indoor untuk Outdoor

Meskipun sama-sama stopkontak, ternyata ada stopkontak dalam (indoor) dan luar ruangan (outdoor). Kedua jenis tersebut harus digunakan sesuai tujuannya. Hal ini dikarenakan stopkontak indoor umumnya tidak bisa terkena panas berlebihan dan tidak tahan terhadap perubahan cuaca.

3. Jangan Membebani Stopkontak Ekstensi dengan Penggunaan yang Berlebihan

Saat menggunakan stopkontak ekstensi, hindari mencolokkan banyak peralatan di waktu bersamaan, terutama jika dilakukan hampir setiap hari. Daya yang besar di dalam perangkat dapat menyebabkan panas. Bagian lubang colokkan bisa meleleh jika bagian dalam terlalu panas. Apabila sudah meleleh, stopkontak harus segera diperbaiki karena berisiko menyebabkan korsleting listrik.

Solusinya, gunakan colokan secara bergantian. Kemudian, apabila sudah selesai digunakan semua kabel harus dicabut.

4. Jangan Meletakkan Stopkontak Ekstensi di Bawah Karpet

Stopkontak harus diletakkan di tempat yang jauh dari panas dan basah. Tempat lain yang harus dihindari adalah di bawah karpet. Banyak orang yang melakukan hal ini karena kepala stopkontak yang dibiarkan saja mengganggu pandangan.

Padahal meletakkan stopkontak di bawah karpet dapat membuat perangkat tersebut panas dan memicu korsleting listrik. Karpet juga biasanya memakai bahan yang mudah terbakar jadi ketika saling bertemu akan berbahaya.

5. Hindari Mencolokkan Alat Kecantikan ke Stopkontak Ekstensi

Sebaiknya hindari menghidupkan pengering rambut, alat pengeriting rambut, pelurus rambut, dan alat kecantikan dari stopkontak ekstensi. Hal ini dikarenakan stopkontak ekstensi tidak dirancang untuk menghasilkan arus listrik tinggi yang konsisten untuk alat-alat tersebut.

6. Jangan Memakai Stopkontak yang Sudah Rusak

Stopkontak yang rusak juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan pada stopkontak ekstensi. Hindari stopkontak ekstensi yang mengeluarkan percikan api saat mencolok. Perhatikan juga pada kabel, jika sudah terkelupas lebih baik jangan digunakan.

Jika salah satu soket terbakar, kemungkinan besar ada kerusakan internal di dalam stopkontak ekstensi. Hal tersebut merupakan bahaya kebakaran.

7. Jangan Membasahi Stopkontak Ekstensi

Hindari menyentuh stopkontak dalam keadaan tangan basah atau membersihkan stopkontak dengan air. Sebab, listrik dapat merambat melalui air. Apabila stopkontak dipegang, orang tersebut bisa tersengat listrik.

Demikian 7 hal ini yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan stopkontak ekstensi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Sederhana Agar Rumah Terasa Sejuk saat Cuaca Panas Ekstrem


Jakarta

Belakangan ini cuaca panas ekstrem tengah melanda Tanah Air. Cuaca panas ini bikin tidak nyaman untuk beraktivitas di luar ruangan karena suhunya bisa mencapai 37 derajat Celcius.

Maka dari itu, masyarakat disarankan untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan selama periode cuaca panas ekstrem. Namun terkadang, saking panasnya udara di luar bisa turut masuk ke dalam rumah.

Udara panas yang masuk ke dalam rumah bikin penghuni rumah jadi merasa gerah. Bahkan untuk sekadar tidur di kamar pun jadi tidak nyaman karena keringat tak berhenti mengucur.


Agar ruangan di dalam rumah tetap sejuk meski udara di luar sangat panas, ada beberapa tips sederhana yang bisa dilakukan. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Tips Sederhana Agar Rumah Tetap Sejuk

Hawa panas dari luar bisa masuk ke dalam rumah. Dilansir BBC, berikut cara mengatasi udara panas agar rumah kembali sejuk dengan langkah sederhana:

1. Buat Ventilasi Silang

Apabila udara panas masih terasa di dalam rumah walau sudah sore hari, cobalah buat ventilasi silang atau cross ventilation. Caranya adalah dengan membuka dua jendela atau satu pintu dan dua jendela di seberang ruangan.

Langkah ini dilakukan untuk memperlancar aliran udara sekaligus melepaskan udara hangat yang terperangkap. Di sisi lain, cara ini dapat membiarkan udara lebih dingin masuk ke dalam rumah sehingga terasa sejuk.

Jika tinggal di apartemen, buka pintu belakang dan jendela dapur, lalu gunakan kipas angin untuk mengeluarkan udara panas di dalam ruangan.

Kalau rumah terdiri dari dua lantai, biasanya udara panas akan naik dan terperangkap di lantai dua. Untuk mengatasinya bisa memakai exhaust fan atau buka ventilasi loteng.

2. Tutup Jendela dengan Gorden

Saat siang hari dan cuaca sedang panas-panasnya, pastikan jendela rumah ditutup dengan tirai atau gorden, terutama pada sisi rumah yang terkena sinar matahari. Hal ini agar udara panas dan cahaya matahari tidak bisa masuk ke dalam rumah, sehingga ruangan tetap terasa sejuk.

3. Pakai Kipas Angin untuk Mengembuskan Angin

Kipas angin dapat digunakan untuk mengatasi hawa panas dan pengap di dalam rumah. Dengan begitu, ruangan tetap terasa sejuk meski kondisi di luar sangat panas.

Caranya sangat mudah, yakni menempatkan kipas angin di depan jendela yang terbuka. Langkah ini agar udara panas di dalam ruangan bisa berhembus keluar rumah.

Agar ruangan bisa terasa dingin, tempatkan wadah berisi es batu di depan kipas angin. Cara ini dinilai lebih hemat energi untuk mendinginkan ruangan ketimbang menyalakan AC selama 24 jam.

4. Kurangi Penggunaan Barang yang Memicu Panas

Penggunaan oven dan kompor juga dapat memicu udara panas di dalam rumah. Sebab, api yang terus menyala dari kompor dapat memicu hawa pengap ke seluruh ruangan, terutama bagian dapur. Kondisi ini bisa diperparah jika tidak ada ventilasi udara, sehingga hawa panas bisa menyebar ke seluruh ruangan.

Peralatan lainnya seperti mesin cuci dan mesin pencuci piring juga dapat menghasilkan panas di dalam rumah. Maka dari itu, sebaiknya kurang penggunaan barang tersebut ketika cuaca panas.

5. Pasang Kipas Angin Gantung

Cara lain untuk mengatasi udara panas di dalam rumah adalah dengan memasang kipas angin gantung. Kipas angin yang dipasang di langit-langit rumah dapat meningkatkan sirkulasi udara, sehingga menciptakan angin segar yang nyaman tanpa perlu membuka jendela.

Demikian lima tips sederhana untuk mengatasi udara panas di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Awas Septic Tank Bisa Meledak, Jangan Lakukan Kesalahan Fatal Ini!



Jakarta

Septic tank adalah sistem pengolahan limbah yang berada di bawah tanah. Penghuni rumah mesti berhati-hati karena tangki tersembunyi ini ada risiko untuk meledak.

Proses penguraian kotoran di dalam septic tank menghasilkan unsur yang bisa menimbulkan ledakan. Namun septic tank nggak serta merta akan meledak kok, melainkan ada pemicunya.

Lalu, apa saja kesalahan yang bikin septic tank meledak? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Septic Tank Meledak

Inilah beberapa hal yang perlu dihindari agar septic tank tidak meledak menurut ahlinya.

1. Bikin Septic Tank Tidak Sesuai Standar

Spesialis Sanitasi Senior dari USAID IUWASH Tangguh, Endro Adinugroho pernah mengatakan ada gas metana di dalam septic tank. Gas tersebut mudah terbakar sehingga berisiko menimbulkan ledakan.

“Bahan mudah terbakarnya apa? Gas metana. Terus ada oksigen di udara karena terbuka dari manhole,” kata Endro kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Gas metana akan terakumulasi di dalam tangki kalau tidak ada pipa hawa sebagai ventilasi. Hal ini biasanya terjadi kalau tangki tidak sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

2. Menyalakan Api Saat Sedot Septic Tank

Berkaca dari kasus ledakan yang pernah terjadi, Endro mengatakan hal itu disebabkan oleh petugas penyedot septic tank memasukkan benda terbakar ke dalam tangki. Padahal, seseorang tidak boleh menyalakan api di dalam ataupun sekitar septic tank saat penyedotan.

Petugas juga tidak dibolehkan merokok ketika proses penyedotan. Langkah ini untuk mencegah risiko ledakan.

Menurutnya, petugas memasukkan benda terbakar ke tangki untuk membuktikan proses penyedotan sudah selesai. Seharusnya petugas bisa mengecek isi tangki dengan menyorotkan senter ke lubang control atau memasukkan tongkat Panjang ke dalam manhole.

“Istilahnya mungkin menunjukkan tadinya (septic tank) ada isi, sekarang sudah berkurang isinya. Dengan caranya adalah salah, dia (petugas) mengambil koran, kemudian koran dibakar, kemudian dilempar ke dalam. Nah, itu salah,” ucapnya.

3. Merokok di Kamar Mandi

Selain itu, ledakan juga bisa terjadi di kamar mandi. Kejadian ini kemungkinan besar disebabkan oleh septic tank tidak ada pipa hawa sehingga gas metana keluar melalui sela-sela pipa kamar mandi.

Ledakan akan terjadi saat penghuni rumah menyalakan api di ruangan berisi gas metana. Contoh kejadiannya, ledakan terjadi ketika penghuni merokok di kamar mandi yang ada gas metananya.

Itulah beberapa hal yang perlu dihindari untuk mencegah ledakan septic tank. Semoga bermanfaat!

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Suka Lupa Cabut Charger Ponsel dari Stopkontak? Awas Ini Bahayanya


Jakarta

Setelah selesai mengisi daya ponsel, seharusnya charger langsung dicabut dari stopkontak. Namun, masih ada aja orang yang lupa mencabut charger ponsel.

Kebiasaan ini ternyata bisa merugikan penghuni rumah lho. Charger yang dibiarkan menancap ke stopkontak terlalu lama bakal panas sehingga berpotensi memicu masalah lainnya.

Memang apa saja risiko tidak cabut charger ponsel? Berikut ini penjelasannya.


Risiko Charger Tidak Dicabut dari Stopkontak

Inilah beberapa hal yang bisa terjadi kalau tidak mencabut charger ponsel dari stopkontak, dikutip dari Voice7 News.

1. Boros Listrik

Selama charger masih tersambung ke stopkontak, daya listrik akan terus tersedot. Jika dibiarkan, penghuni malah boros energi sehingga tagihan listrik membengkak.

2. Perangkat Rusak

Selain itu, adaptor akan panas kalau terlalu lama tercolok ke stopkontak. Kondisi ini membuat performa charger berkurang, bahkan cepat rusak.

3. Kebakaran

Kasus ekstremnya, charger yang terus menempel ke stopkontak bisa memicu percikan api. Panas yang berlebih dari aliran listrik berisiko menimbulkan ledakan atau kebakaran.

Cara Aman Pakai Charger Ponsel di Rumah

Untuk menjaga keselamatan penghuni rumah dan kondisi charger, ikuti cara aman menggunakan charger ponsel berikut ini.

  • Segera cabut charger dari stopkontak saat daya ponsel sudah penuh.
  • Gunakan charger berlisensi dan spesifikasinya cocok dengan ponsel.
  • Isi daya ponsel di tempat dengan ventilasi yang baik.
  • Jangan mengisi daya ponsel semalaman.

Itulah alasan penghuni rumah harus mencabut charger ponsel dari stopkontak usai. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Wajib Tahu! Ini 5 Jenis APAR yang Harus Ada di Tiap Bangunan


Jakarta

Kebakaran merupakan salah satu insiden dengan risiko paling besar yang bisa terjadi di lingkungan tempat tinggal, kantor, hingga area industri. Oleh karena itu, setiap bangunan diwajibkan memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang sesuai dengan standar keamanan.

APAR dirancang untuk memadamkan api pada tahap awal sebelum menjadi kebakaran besar. Memahami jenis-jenis APAR yang sesuai dengan klasifikasi kebakaran, sangat penting untuk keselamatan dan perlindungan aset.

Melansir dari situs IFSEC Global, ada lima jenis utama APAR yang dapat digunakan di berbagai bangunan, masing-masing dirancang untuk mengatasi jenis kebakaran tertentu. Berikut ini penjelasannya.


1. APAR Air (Water & Water Mist)

Jenis APAR ini umumnya digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A, dengan jenis kebakaran yang disebabkan oleh bahan padat seperti kertas, kain, plastik, dan juga kayu. APAR air dengan label merah, dinilai efektif menanggulangi kebakaran kelas A karena mampu menurunkan suhu bahan yang terbakar dengan cepat.

Namun, APAR air tidak boleh digunakan pada kebakaran yang disebabkan oleh minyak, gas, dan listrik, karena dapat mengakibatkan korsleting dan ledakan. APAR air dengan jenis water mist extinguisher dapat digunakan pada beberapa kelas kebakaran (A, B, C, dan F) karena menghasilkan kabut air halus yang tidak menghantarkan listrik, serta minim residu.

APAR ini sering ditemukan di toko, perkantoran, sekolah, hotel hingga gudang.

2. APAR Busa (Foam)

APAR dengan label krem ini sangat efektif untuk mengatasi kebakaran kelas A dan B. Jenis ini dapat digunakan untuk kebakaran bahan padat serta cairan mudah terbakar seperti bensin ataupun cat.

Busa pada alat ini bekerja dengan menutup permukaan cairan yang terbakar sehingga mencegah uap bahan bakar beraksi dengan oksigen. Namun, penggunaannya tetap harus hati-hati dan tidak disarankan untuk kebakaran yang melibatkan minyak goreng atau peralatan listrik dengan tegangan tinggi.

3. APAR Serbuk Kering (Dry Powder)

APAR dengan label biru ini dikenal sebagai APAR paling serbaguna. Dry powder extinguisher dapat digunakan untuk kebakaran kelas A, B, dan C, termasuk kebakaran akibat gas seperti butana atau propana.

Ada juga versi khusus serbuk logam (Kelas D), untuk memadamkan kebakaran yang melibatkan logam seperti magnesium dan alumunium. Meski efektif, alat ini memiliki kekurangan, yaitu residu serbuk bisa mengganggu sistem elektronik dan sulit dibersihkan, sehingga tidak disarankan untuk digunakan di area perkantoran dan rumah.

4. APAR Karbon Dioksida (C0₂)

Untuk area perkantoran, terlebih pada ruang server, jenis APAR ini wajib tersedia. IFSEC Global, menyebutkan bahwa APAR dengan label hitam ini sangat ideal untuk kebakaran listrik dan cairan mudah terbakar (Kelas B).

Kelebihan APAR jenis ini adalah tidak meninggalkan residu, sehingga aman untuk digunakan pada peralatan elektronik jadi cocok untuk di perkantoran. Namun, pengguna harus berhati-hati karena suhu gas C0₂ yang keluar sangat dingin dan bisa menyebabkan frostbite (cedera kulit yang terjadi karena paparan suhu sangat dingin).

5. APAR Kimia Basah (Wet Chemical)

Untuk dapur atau area memasak, APAR kimia basah adalah pilihan terbaik. APAR jenis ini dirancang khusus untuk kebakaran kelas F, yaitu akibat minyak goreng dan lemak.

APAR ini bekerja dengan menyemprotkan cairan kimia alkali yang membentuk lapisan busa pelindung di atas minyak panas, mendinginkan area terbakar, dan mencegah api menyala kembali. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan pada kebakaran kecil kelas A.

Memahami jenis-jenis APAR dapat membantu untuk menentukan mana yang cocok digunakan untuk kebakaran di kelas tertentu. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com