Tag Archives: api

Harmoni Sejarah, Budaya, dan Transportasi Modern



Jakarta

Di tengah hiruk pikuk pergerakan penumpang, Stasiun Yogyakarta tetap anggun dengan sentuhan arsitektur bersejarahnya. Kini, stasiun ini tak hanya jadi saksi perjalanan kereta api, tetapi juga menjadi pusat integrasi transportasi yang menyatukan masa lalu dan masa depan mobilitas.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan beautifikasi ini tidak hanya mengusung fungsi modern yang menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan customer tapi juga tetap menghargai nilai historis dan budaya kota khas Yogyakarta.

“Stasiun Yogyakarta kini identik dengan visual dan esetetikanya sehingga menjadi ruang publik yang mengundang interaksi lebih luas dari masyarakat, baik dari penumpang KA maupun dari masyarakat yang mampir atau singgah ke depan Stasiun Yogyakarta sekadar untuk mengabadikan gambar diri bersama stasiun ikonik ini,” ujar Feni dalam rillis yang diterima detiktravel, Senin (8/9/2025).


Stasiun Yogyakarta setelah dibeutifikasiStasiun Yogyakarta setelah dibeutifikasi (Dok. KAI Properti)

Feni mengatakan Stasiun Yogyakarta adalah salah satu pintu masuk masyarakat dari berbagai kota. Dia pun menyadari bahwa Stasiun Yogyakarta adalah wajah atau kesan pertama yang akan dikenang dari para wisatawan yang menginjakkan kakinya di kota gudeg itu, sehingga kenyamanan diprioritaskan.

Stasiun Yogyakarta kini tampil dengan visual dan estetikanya yang cantik dan fungsinya sebagai simpul transportasi antarmoda. Seperti yang diketahui bahwa Stasiun Yogyakarta melayani tak hanya kereta api jarak jauh atau antar kota tapi juga kereta lokal, KRL Commuterline, dan KA Bandara YIA.

Fasilitas di Stasiun Yogyakarta juga dibuat agar membuat traveler lebih nyaman. Mulai dari ruang tunggu, loket tiket, ATM, dan toilet, serta fasilitas tambahan seperti penitipan barang (locker), shower, dan akses lift dan eskalator untuk kenyamanan penumpang.

Stasiun YogyakartaStasiun Yogyakarta (dok. PT KAI)

Selain itu, Stasiun Yogyakarta bakal bersolek dan menunjukkan wajah berbeda pada momen khusus tertentu. Misalnya, Ramadhan tampil dengan tematik kubah masjid, liburan sekolah dengan tematik ikon karakter Jumbo dan keceriaan khas liburan sekolah, dan HUT RI dengan tematik merah putihnya.

“KAI Daop 6 memastikan bahwa Stasiun Yogyakarta tidak hanya menjadi ruang transit dan pintu masuk tapi juga turut membangun citra kota yang khas dengan nilai sejarah dan budaya serta menciptakan pengalaman perjalanan yang berkesan,” kata Feni.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jadwal Kereta Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta



Jakarta

Kereta api menghubungkan berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya, termasuk Tanjung Priok. Jalan-jalan ke sana makin mudah jika tahu jadwal kereta apinya.

Jadwal keberangkatan dari Tanjung Priok ke Jakarta dan sebaliknya tidak seperti commuter line (KRL) Jabodetabek. Mengetahui jadwal keberangkatannya membuat rencana perjalanan lebih efisien. Berikut jadwal keberangkatan kereta dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota.

Jadwal Kereta Stasiun Tanjung Priok-Jakarta Kota

Kereta commuterline dari Stasiun Tanjung Priok memiliki satu jalur berwarna pink yaitu dengan tujuan Jakarta Kota. Menurut laman KAI Commuter, kereta pertama berangkat pada pukul 05.30 dan kereta terakhir berangkat pada pukul 21.00 WIB.


Perjalanan dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota hanya memerlukan waktu selama sekitar 16 menit. Berikut jadwalnya:

05:30, 06:00, 06:30, 07:00, 07:30, 08:00, 08:30, 09:00, 09:30, 10:00, 10:30, 11:00, 11:30, 12:00, 12:30, 13:00, 13:30, 14:00, 14:30, 15:00, 15:30, 16:00, 16:30, 17:00, 17:30, 18:00, 18:30, 19:00, 19:30, 20:00, 20:30, 21:00.

Jadwal Kereta Stasiun Jakarta Kota-Tanjung Priok

Keberangkatan pertama kereta dari Stasiun Jakarta Kota ke Tanjung Priok dimulai dari pukul 05.00 WIB, sementara keberangkatan terakhirnya pada pukul 20.30 WIB.

Berikut jadwalnya:

05:00, 05:30, 06:00, 06:30, 07:00, 07:30, 08:00, 08:30, 09:00, 09:30, 10:00, 10:30, 11:00, 11:30, 12:00, 12:30, 13:00, 13:30, 14:00, 14:30, 15:00, 15:30, 16:00, 16:30, 17:00, 17:30, 18:00, 18:30, 19:00, 19:30, 20:00, 20:30.

Rute KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok

Kereta dari Stasiun Tanjung Priok hanya melalui beberapa stasiun. Berikut rutenya:

  • Tanjung Priok
  • Ancol
  • Kampung Bandan
  • Jakarta Kota

Tarif Kereta dari Stasiun Tanjung Priok

Tarif kereta dari Stasiun Tanjung Priok berbeda-beda tergantung tujuannya. Untuk selain tujuan Ancol, Kampung Bandan, dan Jakarta Kota, pengguna KRL harus transit terlebih dahulu. Berikut tarif kereta dari Stasiun Tanjung Priok:

Tanjung Priok-Jakarta Kota: Rp 3.000
Tanjung Priok-Manggarai: Rp 3.000
Tanjung Priok-Tanah Abang: Rp 3.000
Tanjung Priok-Jatinegara: Rp 3.000
Tanjung Priok-Tangerang: Rp 4.000
Tanjung Priok-Depok: Rp 5.000
Tanjung Priok-Cikarang: Rp 6.000
Tanjung Priok-Parung Panjang: Rp 6.000
Tanjung Priok-Citayam: Rp 6.000
Tanjung Priok-Bogor: Rp 7.000

Itulah jadwal keberangkatan kereta dari Stasiun Tanjung Priok ke Jakarta Kota dan sebaliknya. Sebelum menggunakan KRL relasi Tanjung Priok-Jakarta wajib update info jadwal lebih dulu, untuk memastikan ketersediaan layanan. Semoga informasi ini membantumu, ya.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Alternatif yang Bisa Dijajal Traveler di Sekitar Gunung Merapi



Yogyakarta

Kawasan Gunung Merapi memang punya pesonanya sendiri. Sehingga banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke sana.

Meski dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, daya tariknya justru terletak pada perpaduan antara keindahan alam, sejarah letusan yang dramatis, hingga kehidupan masyarakat yang tetap berdiri tegak di sekitarnya.

Namun, sebelum traveler tergoda menyusun rencana liburan ke sana, ada baiknya menyimak perkembangan terkini. Hingga September 2025 ini, status Gunung Merapi masih berada di siaga level III.


Pendakian ke puncak melalui jalur seperti Selo dan Sapu Angin masih ditutup total sejak 2018, dan belum ada tanda-tanda akan dibuka kembali dalam waktu dekat. Kondisi ini dipertegas oleh laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) serta sejumlah media nasional.

Nah jangan khawatir traveler, sebagai alternatifnya, di sekitar kaki Gunung Merapi juga ada banyak pilihan destinasi yang bisa dikunjungi tanpa harus menantang bahaya. Kawasan seperti Kaliurang, Kaliadem, dan Cangkringan tetap menyimpan segudang pengalaman seru yang aman dinikmati oleh wisatawan.

Salah satu yang paling populer tentu saja adalah Lava Tour Merapi. Naik jeep terbuka, kamu akan diajak menyusuri bekas aliran lava erupsi 2010. Di sepanjang perjalanan, pemandangan dramatis bekas rumah-rumah yang luluh lantak, sungai kering yang jadi jalur lahar, hingga batu-batu besar yang terlontar dari kawah menjadi saksi bisu dahsyatnya Merapi.

Jika ingin suasana yang lebih tenang, Kaliurang bisa jadi pilihan tepat. Udaranya sejuk, banyak penginapan bergaya klasik Jawa, dan cocok untuk wisata keluarga. Di sana juga ada Ullen Sentalu Museum, tempat yang tak hanya menyimpan benda-benda bersejarah dari Dinasti Mataram, tapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang begitu mendalam.

Tak jauh dari sana, ada juga Bunker Kaliadem. Tempat ini dulu digunakan sebagai tempat perlindungan saat erupsi, namun sekarang menjadi spot favorit wisatawan untuk menikmati panorama Merapi dari kejauhan. Saat cuaca cerah, puncak Merapi terlihat jelas berdiri megah di balik kabut tipis.

Selain itu, buat traveler yang ingin menikmati sisi edukatif dari bencana Merapi, ada Museum Sisa Hartaku di Desa Petung. Museum kecil itu menampilkan sisa-sisa rumah, motor, peralatan rumah tangga, hingga kerangka hewan ternak yang tak sempat diselamatkan saat erupsi.

Semuanya ditata secara apa adanya, membuat pengunjung bisa merasakan langsung bagaimana dahsyatnya letusan Merapi saat itu.

Jangan lupa, kawasan ini berada di zona rawan bencana, dan cuaca di pegunungan bisa berubah cepat. Maka dari itu, selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat, dan ikuti arahan dari petugas atau pemandu lokal.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cikini 82, Dari Rumah Ahmad Soebardjo Jadi Ruang Seni Elegan



Jakarta

Di balik tembok bergaya kolonial di kawasan Menteng, berdiri rumah bersejarah milik Ahmad Soebardjo, tokoh perumus kemerdekaan Indonesia. Kini, Cikini 82 bertransformasi menjadi ruang seni dan pameran batik yang menawan, mengajak pengunjung menjelajah sejarah lewat estetika.

Rumah Cikini 82 mencolok. Berada di jantung Cikini, yang berada di Jakarta Pusat, rumah kuno dengan gaya arsitektur kolonial itu memang tampak megah dan terawat dari balik pagar. Rupanya, rumah itu memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Bangunan Cikini 82 itu dulu tempat tinggal dari Ahmad Soebardjo, seorang tokoh penting sebagai Menteri Luar Negeri pertama di Republik Indonesia.


Rumah itu telah berdiri sejak 1860. Rumah tersebut sempat digunakan sebagai kantor pertama bagi Kementerian Luar Negeri setelah kemerdekaan Indonesia.

Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

Kini, rumah itu bukan lagi milik keluarga Achmad Soebardjo, tetapi menjadi milik pribadi dari Lukas Budiono, seorang advokat di Indonesia. Kendati sudah pindah kepemilikan, kondisi di dalam rumah itu masih sama alias tidak ada perubahan, baik dari ruangan atau pun keramik lantai. Semua masih serupa aslinya.

Menurut penjelasan dari salah seorang petugas bernama Sarah, rumah itu dibuka saat ada event dan penyewaan venue.

“Pada tanggal 11 sampai 17 Oktober ini ada acara khusus, tetapi di hari biasa rumah ini tidak dibuka karena merupakan milik pribadi. Kami menyewa tempat ini khusus untuk mengadakan pameran batik,” ujar Sarah saat ditemui oleh detikTravel pada hari Rabu (15/10/2025).

Bangunan Klasik Bernuansa Kolonial

Cikini 82 didirikan di atas lahan yang luasnya mencapai 2.951 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.796 meter persegi. Kompleks rumah ini terdiri dari tiga bangunan utama, yaitu Main House, East Pavilion, dan West Pavilion.

Di Main House, para pengunjung dapat melihat ruang kerja dari Ahmad Soebardjo yang masih terjaga dengan baik, lengkap dengan koleksi buku-buku langka yang dimilikinya. Ruangan ini diberi pembatas berupa tali agar pengunjung tidak memasuki area pribadi.

Rumah bergaya kolonial Cikini 82Rumah bergaya kolonial Cikini 82 (Qonita Hamidah/detikcom)

Selain ruang kerja, terdapat juga ruang tamu (holding room) dan ballroom yang dindingnya dihiasi dengan berbagai karya seni dari pelukis terkenal Indonesia, seperti Affandi, Lee Man Fong, Widayat, Hendra Gunawan, Dullah, serta Walter Spies.

Tidak hanya itu, area rumah ini juga dilengkapi dengan pendopo, kantor kecil, mushola, serta fasilitas toilet untuk pria dan wanita. Suasana kolonial yang menenangkan langsung terasa saat memasuki halaman rumah.

Salah seorang pengunjung bernama Dinda mengungkapkan bahwa dirinya sangat terkesan dengan suasana yang ada.

“Bangunannya sangat khas kolonial, saat masuk terasa sejuk dan masih sangat asli. Di bagian belakang juga terdapat teras yang sangat estetik untuk berfoto,” kata Dinda.

Di dalam rumah, berbagai furnitur antik seperti lampu gantung, meja kayu, kursi klasik, hingga rak buku tua semakin memperkuat kesan bersejarah dari tempat ini.

Lokasi dan Akses ke Cikini 82

Bagi detikers yang ingin mengunjungi rumah bersejarah ini, lokasinya berada di Jalan Cikini Nomor 82, Jakarta Pusat. Akses menuju lokasi ini cukup mudah, detikers dapat menggunakan kereta api dan turun di Stasiun Cikini, atau menggunakan bus TransJakarta dengan rute 5M dan 6H (arah Cikini). Sebagai alternatif, Anda juga dapat menggunakan rute JakLingko Jak10A.

Pameran Batik di Rumah Ahmad Soebardjo

Ketika detikTravel berkunjung pada Rabu (15/10/2025), rumah Ahmad Soebardjo sedang digunakan sebagai lokasi untuk pameran batik karya Quoriena Ginting.

Terdapat sekitar 30 karya batik dan songket yang dipamerkan, sebagian besar berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera.

Pameran itu membuktikan bahwa rumah bersejarah tidak hanya menyimpan cerita masa lalu, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk ekspresi seni dan budaya masa kini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Stasiun Mrawan, Stasiun Tertinggi di Daop 9 Jember, Sudah Ada Sejak 1902



Jakarta

Stasiun Mrawan bukan sembarang stasiun kereta api. Stasiun itu stasiun tua yang sudah ada sejak 1902 dan unik dari aspek lokasi.

Stasiun itu tercatat sebagai stasiun tertinggi di wilayah Daop 9 Jember. Lokasinya berada di ketinggian 524 meter di atas permukaan laut. Nama Mrawan berasal dari nama sebuah sungai yang mengalir di dekat kompleks stasiun mrawan maupun terowongan itu.

Perannya juga nggak main-main, Stasiun Mrawan menjadi penggerak roda perekonomian wilayah Jember dan Banyuwangi. Sejak awal, stasiun itu menjadi jalur utama pengangkutan hasil perkebunan seperti kopi, gula, dan beras ke berbagai daerah di Indonesia.


Kini, fungsinya berkembang menjadi simpul perjalanan yang menyatukan nilai sejarah, ekonomi, dan pariwisata. Ya, stasiun itu berada di bentang Gunung Gumitir yang memiliki pemandangan menawan. Jalur di sekitar Mrawan melewati hamparan perkebunan kopi, kakao, dan karet milik PTPN XII.

Dekat dari stasiun tersebut, berdiri Terowongan Mrawan sepanjang 690 meter yang dibangun pada 1901 dan selesai pada 1910 oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah kolonial Belanda. Pembangunan dimulai dengan mendirikan tembok di kedua sisi terowongan pada periode 1901-1902, kemudian dilanjutkan dengan konstruksi lengkung penutup yang memakan waktu delapan tahun.

Terowongan itu menembus Gunung Gumitir yang membatasi Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi, menjadi salah satu jalur penghubung vital di kawasan lintas selatan Pulau Jawa.

Terowongan itu berada di antara Stasiun Mrawan dan Stasiun Kalibaru. Tepatnya di KM 30+777. Sampai saat ini, Terowongan Mrawan merupakan terowongan aktif terpanjang kedua di Indonesia, cuma kalah dari terowongan Sasaksaat, bagian dari jalur kereta api yang menghubungkan Padalarang – Purwakarta – Cikampek, yang memiliki panjang 949 km.

Terowongan itu pun menjadi simbol keandalan teknologi perkeretaapian masa lalu yang tetap berfungsi hingga kini, memperkuat nilai sejarah kawasan Gumitir.

Menurut Vice President Public Relations KAI Anne Purba, Stasiun Mrawan menjadi potret peran transportasi publik dalam mendukung masyarakat, negara, dan ekonomi.

“Stasiun Mrawan memperlihatkan bagaimana perkeretaapian hadir sebagai penggerak ekonomi daerah, penghubung mobilitas masyarakat, sekaligus penjaga warisan sejarah bangsa. Kawasan ini memberi pengalaman perjalanan yang bernilai, sekaligus manfaat ekonomi bagi warga di sekitarnya,” ujar Anne.

Dia mengatakan bahwa lintasan Mrawan memperkuat konektivitas antara sektor transportasi, pertanian, dan pariwisata. Setiap perjalanan di jalur ini membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi serta mempertegas kontribusi KAI terhadap pengembangan wilayah.

Dengan nilai sejarah yang kuat, lanskap alam yang memukau, dan potensi peran strategis dalam pergerakan ekonomi, Stasiun Mrawan berdiri sebagai simbol harmoni antara transportasi modern, potensi lokal, dan kebanggaan nasional.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kutablang, Stasiun Paling Barat Indonesia, dan Relasi Erat dengan KA Cut Meutia



Jakarta

Stasiun Kutablang hidup lagi. Stasiun kereta api yang berada di ujung barat Indonesia itu, berdenyut setelah layanan Kereta Api (KA) Perintis Cut Meutia beroperasi kembali.

KA Cut Meutia melayani lintas Krueng Geukueh – Kutablang di Provinsi Aceh. Jalur itu menjadi simbol keterhubungan masyarakat sekaligus bagian penting dari sistem pertahanan nasional berbasis rel.

Sepanjang Januari-September 2025, KA Cut Meutia melayani 31.412 pelanggan. Angka ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.


“KA Cut Meutia menjadi alat transportasi dan lambang semangat Aceh untuk kembali bangkit melalui infrastruktur yang memperkuat konektivitas dan pertahanan wilayah barat Indonesia,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba dalam rilis kepada detikTravel, Jumat (24/10/2025).

Stasiun KA Kutablang AcehStasiun KA Kutablang Aceh (dok. PT KAI)

Terletak di Gle Putoh, Kabupaten Bireuen, Stasiun Kutablang kini menjadi stasiun aktif paling barat di Indonesia. Dari sinilah perjalanan KA Cut Meutia berakhir setelah melintasi jalur sepanjang 21,45 kilometer dari Stasiun Krueng Geukueh. Kutablang menjadi penanda batas geografis perkeretaapian nasional dan simbol kedaulatan transportasi di wilayah Aceh.

“Kutabalang mewakili semangat menjaga wilayah terluar bangsa. Saat ini, selain untuk pertahanan juga menjadi fasilitas yang menghubungkan masyarakat, pendidikan, serta wisata,” kata Anne.

Dari Rel Perang ke Jalur Pertahanan dan Harapan

Sejarah perkeretaapian Aceh dimulai tahun 1876, ketika jalur pertama dari Ulee Lheue ke Kutaraja (Banda Aceh) sepanjang 5 kilometer dibangun untuk kepentingan militer. Rel ini digunakan sebagai jalur logistik dan mobilisasi pasukan dalam Perang Aceh. Dalam dua dekade berikutnya, jalur terus diperluas hingga mencapai 502 kilometer, menghubungkan Banda Aceh – Sigli – Lhokseumawe – Langsa – Pangkalan Susu (Sumatera Utara).

Sejak awal, rel di Aceh berperan strategis bagi keamanan dan pertahanan. Jalur ini memungkinkan pasokan logistik dan pergerakan personel secara cepat di kawasan perbatasan barat. Setelah Indonesia merdeka, peran itu berlanjut sebagai infrastruktur dasar untuk membangun konektivitas nasional.

Stasiun KA Kutablang AcehKA Cut Meutia hidupkan Stasiun KA Kutablang Aceh (dok. PT KAI)

Meski operasional kereta api di Aceh sempat berhenti pada 1982 akibat kerusakan jembatan dan penurunan aktivitas ekonomi, semangat untuk menghidupkannya tidak pernah padam. Kini, melalui jalur Krueng Geukueh – Kutablang, rel yang dahulu dibangun untuk kepentingan militer kembali berfungsi sebagai jalur penguatan konektivitas dan pertahanan bangsa.

Selain sebagai infrastruktur pertahanan dan transportasi publik, lintas KA Cut Meutia juga berkembang menjadi jalur wisata edukatif. Penumpang dapat menikmati panorama sawah, perdesaan, dan pantai yang membentang di sepanjang jalur.

Beberapa sekolah dan komunitas di Aceh menjadikan perjalanan ini sebagai sarana belajar sejarah, mengenalkan generasi muda pada kisah perjuangan dan teknologi rel bangsa.

Perintis untuk Pemerataan dan Ketahanan Wilayah

KA Cut Meutia merupakan satu dari sembilan kereta api perintis di Indonesia. Bersama KA Datuk Belambangan di Sumatera Utara, KA Lembah Anai di Sumatera Barat, dan KA Makassar-Parepare di Sulawesi Selatan, layanan ini memperluas pemerataan transportasi sekaligus memperkuat fondasi pertahanan wilayah dari barat hingga timur Nusantara.

“Kereta api adalah infrastruktur strategis. Di Aceh, KA Cut Meutia menjadi penghubung masyarakat sekaligus bagian dari kesiapan bangsa menjaga dan membangun wilayah Indonesia,” kata Anne.

(fem/row)



Sumber : travel.detik.com

Pesona Ledok Sambi, Sejuk dan Adem Cocok untuk Liburan Keluarga


Jakarta

Yogyakarta tak pernah kehabisan tempat yang menawarkan pengalaman menarik, salah satunya Ledok Sambi Ecopark. Tempat ini menawarkan suasana alam yang memanjakan mata, lengkap dengan berbagai aktivitas seru yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.

Ledok Sambi Ecopark atau lebih dikenal dengan Ledok Sambi menawarkan suasana hijau yang sejuk, asri, dan menenangkan. Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Bagi yang mencari inspirasi wisata di Yogyakarta, Ledok Sambi menjadi tujuan yang wajib dikunjungi. Penasaran apa saja yang ditawarkan Ledok Sambi Ecopark? Berikut detikTravel rangkum untuk kalian!


Daya Tarik Ledok Sambi

Ledok Sambi di Sleman, YogyakartaLedok Sambi di Sleman, Yogyakarta Foto: Lintia Elsi

Ledok Sambi terkenal dengan daya tarik utamanya yaitu menawarkan suasana alam yang asri dan sejuk. Banyak pengunjung datang ke sini untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman.

Apa saja yang ditawarkan Ledok Sambi? Mengutip laman Instagram resminya, ledoksambiecopark, berikut sejumlah aktivitas yang bisa dilakukan:

1. Menikmati Suasana Alam

Ledok Sambi dikelilingi pepohonan hijau dan aliran sungai yang jernih, menciptakan suasana yang tenang. Pengunjung bisa duduk santai di atas tikar, menikmati udara segar, atau bermain di sungai. Cocok banget buat kamu yang ingin rehat sejenak dari keramaian kota sembari menikmati alam terbuka.

2. Berkemah

Kalau ingin merasakan pengalaman lebih lama, kamu bisa berkemah di area yang sudah disediakan. Suasana malam yang damai ditemani gemericik air sungai menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta alam.

Berikut daftar harga untuk berkemah di Ledok Sambi:

  • Group Camping (Minimal 20 pax) : Rp. 175.000
  • Tenda Sedang (untuk 3 orang) : RP 200.000
  • Tenda Besar (untuk 5 orang) : RP 250.000
  • Paket Camping Ceria (untuk 2 orang) : Rp 475.000
  • Paket Camping Ceria (untuk 3 orang) : Rp 600.000
  • Paket Camping Ceria plus (untuk 5 orang) : Rp 900.000

Paket Camping Ceria sudah termasuk BBQ, voucher bermain, dan kasur. Adapun biaya tambahan yang dikenakan bagi pengunjung yang ingin menggunakan api unggun atu sewa alat BBQ, yaitu:

  • Api Unggun Kecil : Rp 75.000
  • Api Unggun Besar : Rp 100.000
  • Paket BBQ (2-3 orang) : Rp 150.000
  • Paket BBQ (4-6 orang) : Rp 275.000
  • Paket BBQ (7-10 orang) : Rp 400.000
  • Sewa Alat BBQ : Rp 50.000
  • Matras, Bantal, Selimut : Rp 50.000

3. Bermain Outbound

Ledok Sambi juga punya area outbound seru yang cocok untuk kegiatan kelompok atau keluarga. Ada berbagai permainan yang melatih kerja sama dan keberanian. Sangat seru dimainkan untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Terdapat beberapa paket outbound yang bisa pengunjung ikuti, berikut rinciannya:

  • Outbound Remaja (SMP/SMA) : Rp 175.000 (minimal 20 pax)
  • Outbound Dewasa : Rp 200.000 (minimal 20 pax)
  • Outbound Anak (TK/SD) : Rp 150.000 (minimal 20 pax)
  • Outbound dan Camping : Rp 325.000 (minimal 20 pax)

Ledok Sambi juga menawarkan opsi tambahan seperti tambahan paintball war dengan tambahan biaya sebesar Rp 50.000 per pax, dokumentasi foto dan video mulai dari Rp 350.000 sampai Rp 1.250.000. Seluruh paket yang ditawarkan dilengkapi fasilitas pemandu aktvitas, makan siang, pendopo, dan paramedis.

4. Aktivitas Menarik Lain

Bagi pengunjung yang tidak mengambil paket outbound, jangan berkecil hati! Karena Ledok Sambi menyediakan berbagai jenis aktivitas lain yang bisa dilakukan. Beberapa wahana yang jadi favorit pengunjung yaitu flying fox, paintball, hingga archery.

Setiap wahana permainan dikenakan biaaya tiket masuk yang berbeda.

  • Archery : Rp 15.000
  • Flying Fox : Rp 25.000
  • Gel Gun : Rp 25.000
  • Kayak : Rp 25.000
  • Melukis : Rp 25.000
  • Scooter : Rp 25.000
  • Paintball : Rp 50.000

5. Menikmati Kuliner

Ledok Sambi juga menawarkan aneka kuliner ala rumahan yang bisa dinikmati setelah melakukan berbagai aktivitas. Namanya Warung Kopi Ledok.

Warung ini menyediakan beragam kuliner lezat dengan harga yang ramah dikantong mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 22.000 saja pengunjung bisa memilih berbagai jenis makan ala rumahan yang lezat untuk mengisi perut setelah seharian beraktivitas.

Harga Tiket Masuk Ledok Sambi

Ledok Sambi di Desa Wisata Sambi, Sleman, Yogyakarta, memiliki keindahan alami dari aliran sungai di tengah rumput hijau. Yuk kita lihat.Ledok Sambi di Desa Wisata Sambi, Sleman, Yogyakarta, memiliki keindahan alami dari aliran sungai di tengah rumput hijau. Yuk kita lihat. Foto: Lintia Elsi

Bagi yang ingin berkunjung ke Ledok Sambi, tempat ini tidak memungut biaya tiket masuk untuk pengunjung. Mengutip informasi dari laman Instagram resminya, wisata ini gratis untuk semua kalangan, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk biaya parkir, mulai dari Rp 3.000 (untuk motor) hingga Rp 5.000 (untuk mobil).

Selain pemandangan alam yang asri, Ledok Sambi juga menawarkan berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan pengunjung. Pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk menaiki wahana-wahana menarik di sini. Harganya cukup terjangkau mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 50.000 saja, pengunjung juga bisa membeli tiket terusan seharga Rp 80.000, tiket ini berlaku untuk menikmati semua permainan di Ledok Sambi.

Lokasi dan Jam Buka Ledok Sambi

Ledok Sambi berlokasi di Jl. Kaliurang KM 19,2 Area Sawah, Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. Jaraknya hanya sekitar 20 hingga 22 km dari pusat Kota Yogyakarta. Jika ditempuh menggunakan mobil, perjalanan ke Ledok Sambi hanya memakan waktu sekiar 45 menit sampai 1 jam, tergantung kondisi lalu lintas.

Objek wisata alam ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam yang indah dengan suasana yang sejuk dan asri.

Tips Sebelum Berkunjung

Berikut beberapa tips yang perlu dilakukan sebelum berkunjung ke Ledok Sambi, agar liburanmu makin seru dan nyaman:

  • Bawa pakaian ganti dan handuk, karena akan banyak aktivitas air
  • Gunakan sunscreen, Ledok Sambi merupakan kawasan alam terbuka sehingga penting untuk melindungi kulit dari sinar matahari.
  • Pakai sandal atau sepatu yang nyaman agar lebih mudah berjalan di area berbatu atau berumput
  • Datang lebih pagi untuk bisa menikmati suasana yang tenang dan udara yang segar.
  • Siapkan kamera atau ponsel dengan baterai penuh untuk mengabadikan momen selama bermain di Ledok Sambi.

Selamat liburan di Ledok Sambi detikers! Jangan lupa ajak teman dan keluarga kamu ya.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Stasiun Rajapolah Mau Dihidupkan Lagi, Permudah Akses ke Gunung Galunggung



Tasikmalaya

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana menghidupkan kembali Stasiun Rajapolah sebagai upaya memperkuat konektivitas transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Betul kami usulkan reaktivasi Stasiun Kereta Api Rajapolah. Ini untuk peningkatan perekonomian Kabupaten Tasikmalaya,” kata Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin.


Cecep menjelaskan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengirimkan tim untuk melakukan kunjungan awal dan survei lapangan di kawasan Rajapolah sebagai tindak lanjut dari usulan tersebut.

“Kami sudah mengirimkan surat resmi ke Kementerian Perhubungan. Sekarang tinggal menunggu agar proyek ini bisa masuk dalam Rencana Induk Program Perkeretaapian Nasional. Pemerintah daerah hanya bisa mengusulkan, keputusan tetap berada di tangan pemerintah pusat,” ujarnya.

Untuk mendukung program reaktivasi, Pemkab Tasikmalaya menyiapkan langkah penataan di kawasan sekitar Stasiun Rajapolah. Penataan tersebut mencakup relokasi sejumlah fasilitas umum dan pemerintahan di area sekitar jalur rel.

“Yah namanya reaktivasi pasti harus ada yang ditata,” ujar Cecep.

Cecep menambahkan reaktivasi Stasiun Rajapolah bukan hanya proyek transportasi, tetapi juga strategi memperkuat ekonomi lokal. Ia menilai, beroperasinya kembali jalur kereta api akan mempermudah akses menuju objek wisata Gunung Galunggung, yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Tasikmalaya.

“Jika akses wisata makin mudah, tentu kunjungan wisatawan meningkat. Hal ini akan berdampak pada naiknya perputaran ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pedagang oleh-oleh khas Rajapolah,” jelasnya.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com