Tag Archives: arab

Daya Tarik, Harga Tiket, dan Aneka Aktivitas Asyik di Faunaland



Jakarta

Destinasi wisata di Jakarta dengan konsep unik yang memadukan unsur satwa dan keindahan alam ada di Faunaland Ancol. Berikut daya tarik, harga tiket hingga aktivitas asyik di sana:

Faunaland Ancol menawarkan pengalaman wisata edukatif bagi segala usia. Berlokasi di Ecopark, Ancol, Jalan Lodan Timur no 7, Jakarta Utara, destinasi isata ini menjadi rumah bagi beragam satwa, zona edukasi, hingga penjelajahan naik sampan di perairan amazon Jakarta.

Faunaland merupakan sebuah kebun binatang di atas lahan seluas kurang lebih 5 hektar, terdiri dari kombinasi daratan dan perairan. Dengan konsep yang mengangkat keindahan Papua, wisata ini dirancang untuk menciptakan keindahan flora, fauna serta seni dan budaya khususnya wilayah Indonesia.


Para pengunjung dapat menikmati pesona keragaman alam, satwa-satwa langka dan budaya dalam satu kawasan yang unik.

Saat berkunjung ke Faunaland Ancol, beberapa waktu lalu, detikTravel melihat antusiasme pengunjung yang menikmati beragam aktivitas seru yang membuat pengalaman wisata semakin berkesan.

Tertarik mengunjungi Faunaland? Yuk, simak informasi lengkapnya di Bawah ini.

Ada Apa Saja di Faunaland Ancol?

1. Koleksi Hewan Unik

Pengalaman wisata edukasi akan disuguhkan oleh pengunjung dengan pengalaman wisata mengenal hewan unik seperti kambing joget (nachi goat) yang berasal dari Pakistan, kura-kura Aldabra yang berumur 90 tahun, tapir, rusa putih, domba muka hitam yang memiliki ciri khas khusus, oriks arab satwa gurun dari Arab, binturong, kanguru pohon kelabu yang berasal dari Papua Indonesia, lemur ekor cincin, patagonian mara satwa mirip dengan capybara dan masih banyak lagi.

Selain belajar tentang satwa-satwa unik yang ada di Faunaland, traveller bisa memberikan makan untuk satwa. Traveller bisa memberi makan satwa dengan harga satuan wortel, kacang panjang, dan makanan ayam seharga Rp 7.000, untuk kuda, kura-kura, keledai, unta dan tapir.

Setiap zona dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai keunikan serta keanekaragaman fauna dari berbagai belahan dunia, sehingga selain berwisata, pengunjung juga dapat memperkaya pengetahuan tentang satwa-satwa yang jarang ditemui.

2. Primata Langka

Pengunjung dapat menemukan berbagai primata unik dan langka, seperti monyet ekor panjang, bekantan satwa berhidung panjang yang menjadi satwa langka sekaligus maskot taman hiburan Dufan, dan yang menjadi daya tarik utama lainnya adalah siamang putih, primata unik mirip sun go kong bernama Otong. Siamang putih ini satwa satu-satunya di dunia yang hanya ada di Faunaland.

Keberadaan primata-primata yang sangat jarang ditemui di habitatnya tidak hanya memberikan daya tarik yang memukau, tetapi juga menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk mempelajari lebih dalam tentang kehidupan serta karakteristik satwa-satwa yang terancam punah, sekaligus menekankan pentingnya pelestarian satwa.

3. Interaksi Secara Dekat dengan Singa Putih

Di Faunaland Ancol, pengunjung akan mendapatkan kesempatan unik untuk melihat singa putih dari jarak yang sangat dekat melalui kandang yang terbuat dari kaca tebal.

Dirancang dengan teknologi keamanan tinggi, kandang ini memungkinkan pengunjung untuk mengamati kekuatan hewan singa putih, tanpa halangan secara langsung dengan aman dan nyaman.

Tidak hanya itu, pengunjung juga diberikan pengalaman interaktif untuk memberi makan singa putih melalui corong kecil yang tersedia di bagian kandang kaca. Semua aktivitas ini dilakukan di bawah pengawasan oleh penjaga.

Selain itu, penjaga kandang singa putih juga akan memberikan edukasi tentang makanan dan pola perilaku dari satwa singa putih, sehingga pengunjung dapat memahami lebih mendalam tentang karakteristik, fisik, maupun kebiasaan satwa ini.

Pengalaman ini menawarkan pandangan lebih jelas dan detail tentang singa putih, membuat pengunjung merasa seolah-olah berada dalam habitat alami satwa kuat ini.

4. Menaiki Sampan Ramah Lingkungan di Amazon-nya Jakarta

Faunaland tidak hanya menawarkan pemandangan pohon yang asri dan sejuk, tetapi menghadirkan pengalaman perairan yang memukau melalui fasilitas ramah lingkungan seperti River Cruise di perairan Faunaland. Perairan yang dijuluki sebagai Amazon nya Jakarta.

River Cruise Fauland memiliki luas perairan sekitar 2 Hektar pengunjung dapat menikmati suasana eksotis, sambil mengelilingi perairan menggunakan sampan yang nyaman dan ramah lingkungan. Sampan dijalankan dengan menyerap sinar matahari untuk dorongan serapan menggunakan panel surya/solar sel.

Faunaland AncolFaunaland Ancol Foto: Amalia Novia Putri/detikcom

Pengunjung dapat mengelilingi Amazon Jakarta sekitar 15 menit, seharga Rp 30.000 untuk 1x naik dengan kapasitas, dewasa mix anak-anak 10 sampai 12 orang ditambah 1 driver.

Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan flora unik yaitu kunto bimo. Tanaman yang dikenal sebagai pengusir nyamuk alami, terdapat rainbow tree dengan warna batangnya yang berwarna dan tentunya juga ada tanaman bakau.

Tidak hanya itu saja, pengunjung akan disuguhkan pemandangan siamang putih, di pulau amang pengunjung dapat menyaksikan primata siamang putih yang langka bergelantungan di pepohonan, ada ular dan biawak sebagai tambahan edukasi ekosistem kehidupan satwa, dan melihat satwa dari kandang belakang contohnya kandang macan tutul.

Faunland menciptakan pengalaman yang mendekatkan mereka dengan keindahan alam sekaligus satwa-satwa unik. Dengan perpaduan antara daratan dan perairan yang harmonis, Faunaland memberikan pengalaman berwisata yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif dan penuh pesona alam.

5. Melihat Bird Show

Menyaksikan pertunjukan burung yang spektakuler pada pukul 11.00 dan 16.00 WIB, di mana berbagai jenis burung langka dari berbagai wilayah Indonesia diperkenalkan dengan atraksi memukau.

Salah satu burung utama dari pertunjukan ini adalah burung elang Papua, yang dikenal dengan keindahan dan kekuatannya sebagai pemangsa langit. Selain itu, burung juang dari Sulawesi, dengan ciri khas bulu matanya yang lentik, turut menjadi sorotan, memukau penonton dengan penampilannya yang anggun dan unik.

Tak ketinggalan, burung rajawali yang megah serta burung elang bondol, yang merupakan ikon dari Jakarta juga turut tampil dalam pertunjukan ini.

Melalui pertunjukan ini, pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan kemampuan terbang menakjubkan dari burung-burung tersebut, tetapi juga mendapatkan pengetahuan lebih dalam mengenai karakteristik, habitat, serta pentingnya pelestarian spesies-spesies burung yang luar biasa ini.

6. Berfoto di Pulau Burung

Mengunjungi Pulau Burung di Faunaland, memberikan pengalaman tak terlupakan bagi pengunjung yang ingin berinteraksi secara dekat dengan berbagai jenis burung.

Di pulau ini, pengunjung dapat melihat langsung burung-burung yang bertengger di batang pohon, seperti burung hantu dengan sorot matanya yang tajam dan misterius.

Selfie bareng kakatua di Faunaland, AncolSelfie bareng kakatua di Faunaland, Ancol Foto: Budiono/d’Traveler

Selain itu, mereka juga dapat berfoto bersama beberapa spesies burung yang menakjubkan, seperti kakatua raja yang megah dengan bulu hitam mengilapnya, kasuari gelambir tunggal, burung makau dengan warna-warninya yang mencolok, serta si nuri bayan, burung indah berwarna hijau dan merah yang menjadi daya tarik tersendiri.

Tidak hanya sekedar melihat, pengunjung juga diberikan kesempatan untuk memberikan makan burung-burung tersebut, menambah kedekatan dan interaksi yang menyenangkan.

Dengan latar belakang keindahan alam serta beragam burung yang dapat diajak berfoto, Pulau Burung menawarkan momen yang tidak hanya edukatif, tetapi juga penuh kenangan bagi setiap pengunjung.

7. Naik Kuda Pony

Aktivitas menunggangi kuda pony aktivitas kesukaan untuk anak-anak ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat lebih dekat kehidupan kuda di sekitar kandang, sambil berkeliling dengan penuh keceriaan di bawah pengawasan ketat dari instruktur. Oh iya, untuk menunggangi kuda pony, traveller perlu membayar Rp 35.000 per orang.

Kegiatan ini tidak hanya dirancang untuk memperkenalkan anak-anak pada dunia satwa, tetapi juga untuk melatih keberanian serta kepercayaan diri mereka dalam suasana yang aman dan nyaman, sehingga orang tua dapat merasa tenang karena keselamatan anak-anak mereka menjadi prioritas utama selama pengalaman berharga ini berlangsung

8. Kental dengan Seni Papua

Faunaland merupakan salah satu tempat wisata unik yang mengusung tema Papua, di mana pengunjung tidak hanya dapat menikmati keanekaragaman satwa endemik yang terinspirasi dari alam Papua, tetapi juga dapat belajar tentang seni dan budaya Papua melalui desain interior yang khas dan artistik.

Dengan adanya iringan lagu-lagu tradisional Papua yang diputar di berbagai sudut area, pengunjung akan semakin merasakan suasana alami dan eksotis yang mencerminkan kehidupan di tanah Papua, sehingga menciptakan pengalaman wisata yang mendalam, edukatif, serta penuh dengan nuansa budaya lokal yang autentik.

9. Santai di Bawah Pohon

Menikmati momen bersantai yang menenangkan di bawah naungan rimbunnya pepohonan, pengunjung dapat merasakan kesejukan udara dan mendengarkan kicauan burung, menjadikan pengalaman berinteraksi dengan alam semakin mendalam dan memikat, serta menciptakan suasana yang teduh dan damai untuk bersantai bersama keluarga dan teman-teman.

Cara Menuju ke Faunaland Ancol

Lokasi Faunaland terletak sekitar 10 km dari pusat Kota Jakarta. Traveler perlu menempuh sekitar tiga puluh menit dari Pusat Kota Bundaran HI menggunakan roda dua maupun roda empat.

Jika traveler ingin mengunjungi Faunaland tanpa menggunakan kendaraan pribadi, bisa banget. Traveller bisa gunakan transportasi umum menuju Faunaland Ancol, diantaranya Jak Lingko, Krl turun di stasiun Ancol, ojek online, serta bus transjakarta. Di dalam, Ancol pun menyediakan bus wara wiri untuk memudahkan pengunjung untuk cepat sampai ke Faunaland.

Jam Buka Faunaland Ancol

Pengunjung yang ingin menikmati keindahan dan keanekaragaman satwa di Faunaland Ancol dapat mengunjungi tempat ini setiap hari, dengan jam operasional mulai pukul Senin sampai Minggu pukul 09.00 hingga 16.30 WIB, sehingga traveller memiliki cukup waktu untuk mengeksplorasi berbagai kegiatan edukatif yang ditawarkan di dalamnya.

Harga Tiket Pengunjung

Sebelum Anda memasuki Faunaland, traveller harus terlebih dahulu membeli tiket masuk ke kawasan Ancol dengan harga:

Dewasa atau anak usia 2 tahun keatas dikenakan biaya : Rp. 30.000 per orang. Buka pukul 06.00 – 24.00 WIB.

Tiket kendaraan mobil Rp 35.000, tiket kendaraan motor Rp 20.000 dan free khusus kendaraan mobil dan motor listrik.

Setelah membeli tiket masuk Ancol, traveller dapat menikmati Faunaland dengan membeli tiket dengan harga:

Dewasa dikenakan biaya Rp 80.000 di hari Senin – Jumat

Dewasa dikenakan biaya Rp 90.000 di hari Sabtu – Minggu

Untuk Rombongan dikenakan biaya di hari Senin – Jumat Rp 72.000 dan Sabtu – Minggu Rp 82.000 dengan minimal 25orang.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Pasar Ini Pernah Jadi Pusat Perdagangan Rempah-rempah di Zaman Belanda



Surabaya

Di Surabaya, ada sebuah pasar yang dahulu pernah menjadi pusat perdagangan rempah-rempah pada zaman kolonial Belanda. Pasar manakah itu?

Pasar Pabean di Surabaya ternyata masuk ke dalam kategori pasar tua dan memiliki sejarah yang panjang. Pasar itu didirikan sejak tahun 1849 silam.

Di ezaman itu, Belanda menggunakan Pasar Pabean sebagai pusat rempah-rempah. Pasar Pabean sendiri terletak di Jalan Songoyudan, Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur.


Dulunya kawasan itu merupakan kawasan Pecinan, bersebelahan dengan Jalan KH Mas Mansyur (dulu dikenal sebagai Kampementstraat), sebuah area yang dihuni oleh komunitas Arab.

Hingga kini, Pasar Pabean tetap menjadi ikon pasar ikan terbesar di Jawa Timur, berkat sejarahnya yang strategis dekat dengan Pelabuhan Rakyat (Pelra) Kalimas di kawasan Tanjung Perak.

Sejarawan Komunitas Begandring Soerabaia, Kuncarsono Prasetyo mengatakan bahwa Pasar Pabean dulu dijadikan sebagai Pusat Rempah-Rempah. Bahkan, telah dijadikan pusat rempah rempah sebelum Belanda datang ke tanah air.

“Sejak kolonial, Eropa sebelum Belanda. Kalau catatan orang Eropa datang itu tahun 1511. Karena Pabean dulunya pelabuhan, kemudian ada pasar ada gudang sehingga dijadikan pusat rempah-rempah di Pasar tersebut,” kata Kuncar, Kamis, (24/10).

Menurut Kuncar, wilayah Pabean yang dekat dengan pelabuhan memiliki lokasi strategis, sehingga koloni Eropa membangun pos perdagangan di area itu. Hingga kini, Pasar Pabean masih eksis dijadikan tempat/gudang untuk menyimpan rempah-rempah tersebut.

pasar pabeanPasar Pabean Foto: Firtian Ramadhani

“Ada ketumbar, kayu manis, lada, asem dan kemiri. Sebenarnya, peralihan pertama dari rempah kemudian ke produk hasil perkebunan seperti kopi, kacang. Sehingga, di sekitar area Pasar sempat ada pabrik kopi, salah satunya pabrik kopi Kapal Api lahir di situ,” terangnya.

Kuncar menegaskan pascakemerdekaan, Pasar Pabean telah beralih menjadi pasar yang menjual bawang merah dan bawang putih. Akan tetapi, karena lokasi Pasar Pabean yang tidak muat, pada akhirnya transaksi juga dilakukan di sekitar pasar.

“Telah beralih itu setahu saya pascakemerdekaan, menjadi sepenuhnya pasar bawang merah, bawang putih. Nah, karena lokasi Pasar Pabean tidak muat, penjualan akhirnya dilakukan juga di sekitar pasar,” urainya.

Selain menjual bawang, Pasar Pabean tetap digunakan sebagai pasar untuk penjualan rempah-rempah. Meskipun telah beralih usai Pasar Pabean tidak dikuasai oleh Koloni Eropa, warga tetap saja menjual rempah-rempah yang telah ada sejak dulu.

“Penjualan di sekitar pasar ada di Jalan Panggung itu banyak, yang eceran itu kan kelihatan. Jadi meski telah beralih, rempah-rempah tetap dijual di sana. Lokasi penyimpanan rempah-rempah dan kopi ada di dalam Pasar itu kan ada gudang, rempah-rempah dan kopi disimpan di situ,” tandas dia.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Konon Pintu di Gua Ini Bisa Tembus Sampai ke Negeri Arab dan China



Cirebon

Cirebon punya banyak destinasi menarik. Salah satunya gua Sunyaragi yang konon punya pintu ‘ajaib’ yang bisa tembus sampai ke Arab dan China.

Di tengah Kota Cirebon, ada sebuah tempat yang dikenal bukan hanya karena keindahan dan sejarahnya, tetapi juga karena kisah mitosnya yang unik. Tempat itu ialah Gua Sunyaragi.

Gua Sunyaragi yang berlokasi di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon merupakan kompleks cagar budaya yang menyimpan berbagai legenda.


Salah satu yang paling unik dari tempat ini yaitu tentang ‘pintu kemana saja’ yang dipercaya bisa menembus ruang dan waktu.

Masyarakat setempat menyebut bahwa gua ini memiliki lorong ajaib yang bisa membawa siapa saja ke negeri-negeri jauh, mulai dari Arab hingga China.

Bukan sekadar cerita kosong, mitos ini masih bertahan hingga kini dan terus melekat pada Gua Sunyaragi, serta dipercaya oleh warga Cirebon.

Alkisah, lorong menuju ke Arab dan China itu berlokasi di pelataran bangunan Argajumut, tepatnya di bagian barat Gua Sunyaragi. Di sana, terdapat dua pintu masuk.

Pintu sebelah kanan diyakini sebagai lorong menuju ke Mekah-Madinah. Sedangkan pintu sebelah kiri diyakini menuju ke China.

Meski disebut lorong, namun kedua pintu itu memiliki bentuk yang hanya sebuah ruangan berukuran 1×1 meter. Konon katanya, pintu itu sering digunakan oleh para wali untuk menuju ke Arab maupun China.

Mitos tentang keberadaan lorong menuju Arab dan China itu masih terus terjaga dan diyakini masyarakat Cirebon hingga sekarang. Namun pengelola Gua Sunyaragi sekaligus budayawan Cirebon, Jajar Sudrajat menyebut, lorong itu hanyalah filosofi tentang kehidupan.

“Lorong Mekah-Madinah dan Tiongkok itu penamaannya. Bentuknya cuma ruangan. Lorong ini memiliki filosofi bahwa kiblat pendidikan agama itu Mekah-Madinah, sedangkan ilmu itu ke Cina atau Tiongkok,” ucap Jajat saat ditemui pada Jumat 17 Agustus 2018 silam.

Lorong yang tembus langsung ke Arab Saudi dan China di Gua Sunyaragi CirebonLorong yang tembus langsung ke Arab Saudi dan China di Gua Sunyaragi Cirebon Foto: Sudirman Wamad/detikTravel

Jajat mengungkap filosofi tentang lorong tersebut. Menurut dia, tokoh pendiri Cirebon dulunya adalah orang-orang yang berasal dari Arab dan juga China. Hal itu diperkuat dengan banyaknya arsitektur bangunan di Cirebon bergaya Arab maupun Tiongkok.

“Ini juga merupakan filosofi bahwa yang meramaikan dan membangun Cirebon waktu dulu itu mereka-mereka (Arab dan Tiongkok),” kata Jajat.

Meski begitu, Jajat tidak memungkiri jika lorong menuju Arab-China itu benar-benar ada. Menurutnya, kesaktian para wali di zamannya dulu seperti Sunan Gunung Jati punya kemampuan di luar batas manusia biasa. Karenanya, mitos soal lorong itu masih terus terjaga sampai saat ini.

“Bisa juga itu benar. Namanya juga Wali Allah, bisa saja terjadi di luar dari batas kemampuan kita,” tandasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Wisata Religi di Jakarta, Ada Masjid Istiqlal hingga Makam Habib


Jakarta

Ada sejumlah tempat wisata religi di Jakarta yang menarik dikunjungi. Selain berkunjung ke sejumlah masjid, travelers juga bisa berziarah ke makam para habib.

Bulan Ramadan menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat muslim. Selain menjalankan ibadah puasa, beberapa orang juga menyempatkan diri untuk melakukan wisata religi.

Nah, ada sejumlah wisata religi di Jakarta yang wajib dikunjungi. Apa saja tempatnya? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.


Rekomendasi Wisata Religi di Jakarta

Apabila bosan berkunjung ke tempat yang itu-itu saja, kamu bisa melakukan wisata religi di Jakarta bersama keluarga atau teman-teman. Simak rekomendasi tempat wisata religi yang dikutip dari catatan detikcom.

1. Masjid Istiqlal

Imam Besar Masjid Nabawi Syekh Ahmad menunaikan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta. Syekh Ahmad juga mengisi khotbah dan memimpin salat di hadapan ribuan jemaah.Masjid Istiqlal. (Andhika Prasetia)

Destinasi wisata religi yang pertama adalah Masjid Istiqlal. Kurang lengkap rasanya jika berwisata religi di Jakarta, tapi tidak berkunjung ke masjid yang satu ini.

Masjid Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare, Masjid Istiqlal dapat menampung hingga 100.000 orang. Maka dari itu, Masjid Istiqlal termasuk salah satu masjid terbesar se-Asia Tenggara.

Selama Ramadan, Masjid Istiqlal menggelar berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat tarawih, ceramah dari para ustadz, hingga mengadakan buka puasa bersama gratis bersama jamaah lain.

Masjid Istiqlal berlokasi di Sawah Besar, Jakarta Pusat. Bagi detikers yang ingin berkunjung bisa menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum, yakni KRL Commuter Line dan TransJakarta.

2. Masjid Ramlie Musofa

Warga melakukan amalan ibadah puasa dengan melaksanakan salat wajib dan memperbanyak salat sunah di Masjid Ramlie Musofa, Sunter, Jakarta Utara. Bulan puasa sebagai bulan penuh ampunan mendorong umat Muslim memperbanyak amalan ibadah untuk mempererat hubungan langsung kepada Allah (hablu minallah) maupun menjaga hubungan baik kepada manusia (hablu minannas).Masjid Ramlie Musofa. (Ari Saputra)

Masjid Ramlie Musofa memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masjid lainnya yang ada di Jakarta. Sebab, bangunan masjidnya mirip seperti Taj Mahal di India.

Berlokasi di Sunter, Jakarta Utara, masjid ini didominasi oleh warna putih bersih dan corak warna emas di beberapa ornamen tulisan. Selain itu, dinding masjidnya juga dibalut marmer yang diimpor dari Italia. Hal tersebut semakin menunjukkan kemegahan dari Masjid Ramlie Musofa.

Keunikan lain dari Masjid Ramlie Musofa adalah terdapat ukiran surat Al-Fatihah dalam tiga bahasa, yakni bahasa Arab, Indonesia, dan Mandarin. Sebab, masjid itu dibangun oleh seorang mualaf beretnis Tionghoa, maka dari itu terdapat corak bangunan yang memiliki unsur Tionghoa.

3. Masjid Al Alam Marunda

Masjid Al Alam terletak di Jalan Marunda No. 1 atau tepat berada di pinggiran Pantai Marunda, Jakarta Utara.Masjid Al Alam. (Pradita Utama)

Rekomendasi wisata religi berikutnya adalah berkunjung ke Masjid Al Alam Marunda. Disebut juga sebagai Masjid Si Pitung, masjid ini termasuk salah satu yang tertua di Jakarta karena telah berdiri sejak 1527.

Masjid Al Alam Marunda terdiri atas bangunan utama, bangunan baru untuk salat perempuan, pendopo, dan halaman. Uniknya, terdapat sebuah sumur yang bisa digunakan untuk berwudhu.

Terletak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, masjid ini memiliki sejarah panjang yang menarik. Masjid Al Alam seolah menjadi saksi bisu atas rentetan peristiwa dan perkembangan Islam yang terjadi di sekitar Marunda.

Masjid ini menggabungkan empat kebudayaan dalam arsitekturnya, yakni bagian kubah berbentuk joglo merupakan arsitektur Jawa, lalu bentuk lengkung naga terinspirasi dari budaya Tionghoa, kemudian ornamen jendela dan pintu yang berkaitan dengan budaya Betawi, serta bentuk tiang dan bidang catur masjid yang kental budaya Eropa.

Ada beberapa versi mengenai pendirian Masjid Al Alam. Versi pertama adalah masjid yang dibangun dalam waktu singkat oleh para aulia. Versi kedua menyebut bahwa masjid ini dibangun oleh pasukan Fatahillah sebelum menyerang Sunda Kelapa pada 1527. Versi ketiga menyebut masjid ini dibangun oleh pasukan Mataram pada abad ke-17.

4. Masjid Agung Al Azhar

Masjid Agung Al-AzharMasjid Agung Al Azhar. (Yusuf Alfiansyah Kasdini)

Masjid yang satu ini terletak di tengah kota, tepatnya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Masjid Agung Al Azhar sempat dinobatkan sebagai masjid terbesar di Indonesia selama 10 tahun, sebelum akhirnya tergantikan oleh Masjid Istiqlal.

Didirikan pada 19 November 1953 dan selesai dibangun pada 1958, Masjid Agung Al Azhar diprakarsai oleh 14 tokoh besar Partai Masyumi, termasuk Buya Hamka. Dapat menampung hingga 10.000 jamaah, Masjid Agung Al-Azhar menjadi salah satu masjid tertua dan terbesar di Jakarta.

Awalnya, masjid ini bernama Masjid Agung Kebayoran Baru karena sesuai dengan lokasinya. Lalu, namanya diubah setelah seorang rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Dr Mahmoud Syaltout mendatangi masjid ini dan memberikan nama “Al-Azhar” untuk masjid ini.

5. Masjid Al Riyadh dan Makam Habib Ali Kwitang

Masjid Al Riyadh KwitangMasjid Al Riyadh Kwitang. (detikcom)

Destinasi wisata religi berikutnya adalah Masjid Al Riyadh. Meski berlokasi di dalam gang dan permukiman penduduk, tetapi masjid ini memiliki nilai sejarah dan patut dikunjungi.

Berdiri sejak 1938, Masjid Al Riyadh didominasi oleh warna putih yang memanjakan mata. Masjid yang dapat menampung sekitar 50-100 jamaah ini juga terdapat makam Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi atau yang akrab dikenal sebagai Habib Ali Kwitang.

Sebagai informasi, Habib Ali Kwitang merupakan salah satu tokoh ulama yang berpengaruh pada abad ke-20. Tidak hanya dalam perkembangan Islam di daerah Jakarta, tapi juga berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Habib Ali Kwitang lahir pada 20 April 1870 di Kampung Kwitang, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Beliau adalah putra dari pasangan Al-Habib Abdurrahman Alhabsyi dengan Nyai Salmah.

Di sisi kiri masjid terdapat empat makam. Di dalam makam tersebut bersemayam Habib Ali Kwitang dan keluarga. Tempat ini selalu ramai oleh pengunjung yang berziarah dan wisata religi, terutama saat hari Minggu dan menjelang Ramadan.

Itu dia lima rekomendasi wisata religi di Jakarta. So, ingin berkunjung ke tempat yang mana dulu nih?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gem Bogor Favorit Turis Arab



Bogor

Pesona Danau Lido di Bogor tak hanya memikat wisatawan lokal, tapi juga sukses meluluhkan hati turis Timur Tengah. Dengan rakit kayu sederhana, mereka menyusuri danau sambil menyantap nasi kebuli dan shawarma-sebuah pengalaman unik yang kini jadi primadona wisata tersembunyi di selatan Bogor.

Hanya sekitar 5 menit dari pintu keluar tol Cigombong, perahu rakit Danau Lido menjadi tempat wisata hidden gem Bogor. Setiap hari, ada saja pengunjung yang datang untuk berkeliling menikmati keindahan Danau.

Namun di musim-musim tertentu, misalnya pertengahan tahun, Danau Lido justru penuh dengan turis timur tengah. Mereka berkeliling Danau Lido dengan perahu rakit sambil makan siang.


“Tahun kemarin ada 627 pemandu yang membawa turis Arab ke sini,” kata Indra J Lesmana (35), ketua UMKM kluster perahu rakit Danau Lido yang kini menjadi binaan BRI.

Angka itu memang fantastis, tapi sebenarnya sudah jauh berkurang. Di era kejayaannya sebelum pandemi, Danau Lido dapat mencatat 1.600 pemandu, satu kelompok bisa sampai 10 turis. Tak terbayang betapa ramainya Danau Lido saat itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Kebanyakan mereka bawa turis Arab dari Puncak, Sukabumi dan Cianjur,” dia menambahkan.

Indra mengatakan bahwa turis-turis Arab sangat senang dengan atraksi ini. Mereka bisa makan sambil berkeliling danau dengan santai.

Jumlah perahu rakit di Danau Lido sekitar 24 unit, warga sekitar memiliki dua atau tiga perahu sekaligus. Mereka menjadi mitra dari Rumah Makan Yuliana Lido (RMYL).

Sebenarnya di sekitar danau ada beberapa rumah makan dengan konsep serupa, berkeliling danau dengan rakit. Namun perahu rakit itu tidak lagi dikelola oleh warga, melainkan swasta. RMTY menjadi satu-satunya restoran yang bermitra dengan kluster perahu rakit.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Melihat banyaknya turis Arab, RMYL membuat menu khusus Arab. Isinya tak jauh beda dengan menu biasa hanya ada tambahan shawarma dan nasi kebuli yang khas timur tengah. Selain itu, papan penunjuk berbahasa Arab yang ada di seisi rumah makan mempertegas banyak tamu Arab singgah di sini.

Zaman semakin berkembang, selain turis yang bertambah, kecanggihan teknologi disempurnakan dengan adanya digitalisasi. BRI mempermudah pembayaran perahu rakit dan rumah makan dengan kode QRIS.

“Awalnya agak sulit, karena kebanyakan di sini kan orang tua. Tapi seiring berjalannya waktu, mulai pada ngerti kalau anak-anak muda bayar itu pakai QRIS,” kata pria asli Cigombong itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido gunakan QRIS (bonauli/detikcom)

Pengecekan pembayaran perahu rakit pun semakin mudah karena terekam dalam sistem. Apalagi QRIS BRI bisa menerima pembayaran dari berbagai bank.

Nurmawan (53) datang dari Depok hanya untuk menikmati ikan bakar Danau Lido yang terkenal tidak bau tanah atau lumpur. Benar saja, begitu tiba, ia memesan sekilo ikan nila bakar dengan nasi, lalapan dan sayur kangkung tumis. Awalnya ia ragu, karena porsinya terlihat besar. Mengunyah sambil melihat pemandangan membuat hidangan habis tak bersisa.

“Memang betul enak, ikannya segar,” katanya.

Ibu satu anak itu pun merasa tidak repot karena pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan QRIS BRI. Habis sampai Rp 200 ribuan, ia tak perlu repot memikirkan uang kembalian.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Peran BRI di Danau Lido

Fahmi Hidayat, pemimpin BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes), mengakui bahwa turis-turis yang datang ke Danau Lido adalah berkah sekaligus tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan yang kita lihat adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan wisatawan,” ucapnya pada detikTravel, Jumat (21/3).

BRI sedang mencoba untuk bekerjasama dengan ekosistem kluster perahu rakit Danau Lido. Dalam hal ini, Fahmi mengatakan bahwa BRI memberikan pendampingan seperti kursus bahasa Arab sederhana.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Minimal menyebutkan harga, tawar menawar atau bilang iya,” ujar dia.

Wisata perahu rakit di Danau LidoPilihan menu arab di wisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Ia juga mengapresiasi RMYT yang menggunakan menu berbahasa Arab. Nasi kebuli yang masuk dalam daftar menu juga sangat didukung karena memberikan rasa ‘rumah’ saat mereka sedang jauh dari negaranya.

“Memang ya karena konsumennya dari saudara-saudara kita dari Timur Tengah ya mau tidak mau ya minimal kebuli ada-lah gitu,” kata dia.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Butuh Tempat Ngerjain Tugas Nyaman? Bisa di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII


Depok

Depok punya tempat yang cozy dan asyik banget buat mengerjakan tugas, baca buku, atau sekadar me time ke tempat hening. Tempatnya ada di Perpustakaan Jusuf Kalla kompleks Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok.

Bangunan perpustakaan nggak cuma megah dan luas, tapi juga menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan pengunjung. Misal AC yang dingin, Wi-Fi cepat, mushola, dan berbagai koleksi buku yang tersedia dengan tiket masuk Rp 10 ribu.

“Di sini enak dan fasilitasnya lengkap. Kalau mau baca buku tersedia isu nasional bahkan luar negeri yang bikin pengetahuan kita makin luas,” kata Dafa salah seorang pengunjung yang sedang Work From Anywhere (WFA) kepada detikTravel.


Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

detikTravel sempat mengunjungi perpustakaan yang disebut salah satu terbesar di Jabodetabek pada Rabu (8/10/2025) siang selepas azan Salat Zuhur. Suasana tenang dan hening langsung terasa, sangat kontras dengan kondisi Depok saat itu yang sangat panas.

Dalam kunjungan ini, detikTravel sempat menelusuri perpustakaan berlantai 8 yang ketika hari kerja tidak banyak menerima tamu. Perpustakaan Jusuf Kalla memiliki ruang baca anak yang terletak di lantai 2 dengan berbagai jenis koleksi.

“Alhamdulillah, sekarang bukunya udah semakin banyak, pas aku pertama kali ke sini bukunya baru sedikit. Di sini bisa bikin anak-anak suka baca buku,” kata pengunjung asal Depok ini.

Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Untuk anak usia 6-8 tahun tersedia aneka komik, sementara bagi umur 9-12 tahun beragam buku petualangan bisa diakses. Bagi remaja, ada banyak jenis buku fiksi yang cocok bagi pembaca di usia 13-18 tahun.

Jalan-jalan di Perpustakaan Jusuf Kalla UIII

Pengunjung bebas berlama-lama di perpustakaan ini asal masih dalam jadwal operasional pukul 09.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat. Perpustakaan juga buka pada hari Sabtu pukul 09.00-16.00 WIB.

Perpustakaan Jusuf Kalla UIIIPerpustakaan Jusuf Kalla UIII (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Ketika detikTravel datang ke perpustakaan ini, tiap pojoknya menyediakan buku yang bisa dibaca siapa saja. Buku dan bahan bacaan lain tersedia di lantai 1 yang diperuntukkan sebagai lobi dan area loker untuk pengunjung. Di lantai 2 tersedia studio siniar, CSIS Corener, koleksi Jusuf Kalla, referensi, dan buku langka.

Naik ke lantai 3 ada aula baca besar, meja sirkulasi, ruang kerja, koleksi bahasa Inggris, kompilasi milik Prof MC Ricklefs. Di lantai selanjutnya, kita akan menemukan koleksi buku dalam bahasa Indonesia lengkap dengan area membaca. Koleksi dalam bahasa Arab serta ruang bacanya tersedia juga di perpustakaan tepatnya lantai 5.

Suasana di lantai 3 cukup ramai, dengan sebagian besar pengunjung terlihat sibuk beraktivitas di depan laptop. Kondisi ini berbeda dengan lantai 4 yang suasananya lebih tenang dan hanya sedikit pengunjung.

Bagi pengunjung yang sudah lelah menjelajahi perpustakaan, bisa istirahat di lantai 6 yang menyediakan mushola. Selain itu ada area membaca kasual dan koleksi buku lainnya. Perpustakaan masih punya lantai 7 yang berisi ruang meeting dan lantai Sedangkan di lantai 8 ada area teater yang bisa digunakan pengunjung.

Fasilitas lift di perpustakaan ini hanya beroperasi dari lantai 3 hingga lantai 6. Jika ingin naik dari lantai 1 ke lantai 3, kita bisa menggunakan eskalator. Sementara untuk menuju lantai 7 dan 8, kita dapat menggunakan tangga darurat.

Dengan semua fasilitas dan koleksi bukunya, Perpustakaan Jusuf Kalla di kompleks UIII bisa jadi pilihan tepat bagi yang ingin menyelesaikan pekerjaan, tugas, atau sekadar meningkatkan pengetahuan. Di setiap rak buku dan lembarannya, selalu ada inspirasi baru yang menanti untuk ditemukan.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com