Tag Archives: arah

6 Tempat Wisata di Punclut Bandung, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun


Jakarta

Bandung masih menjadi salah satu kota wisata favorit banyak orang. Sebab, ada berbagai objek wisata seru dan menarik di Kota Kembang, salah satunya Puncak Ciumbuleuit atau disingkat Punclut.

Selain terdapat sejumlah tempat wisata, suasana di kawasan Punclut juga sejuk dan segar. Wajar saja, sebab Punclut berada di bagian utara Kota Bandung.

Kalau detikers bosan pergi ke tempat yang itu-itu saja di Bandung, cobalah pergi ke Punclut karena terdapat banyak objek wisata seru. Simak rekomendasi dan ulasan singkatnya dalam artikel ini.


6 Tempat Wisata di Punclut Bandung

Ada banyak tempat wisata menarik di Punclut yang wajib dikunjungi. Agar kamu tidak bingung mau pergi ke mana, simak rekomendasinya yang telah dirangkum detikTravel di bawah ini:

1. WOW Sarae Hills

Rekomendasi tempat yang pertama adalah WOW Sarae Hills. Tempat ini menawarkan berbagai tempat ikonik dari banyak negara, mulai dari kastil kerajaan Inggris, gerbang kemenangan Arc de Triomphe Paris, Colosseum Roma, hingga bangunan unik di Andalusia.

Kalau ke sini, jangan lupa kenakan pakaian yang keren agar hasil foto-fotonya bisa langsung diunggah ke media sosial. Untuk informasi lebih lanjut, detikers bisa melihat akun Instagram resminya @wow.saraehills.

Jam buka:

  • 09.00-17.00 (weekday)
  • 08.00-17.00 (weekend dan hari libur nasional).

HTM:

  • Reguler: Rp 50 ribu/orang
  • Terusan: Rp 65 ribu/orang
  • All package: Rp 80 ribu/orang.

2. Sudut Cerita

Pengunjung Berfoto di Ruang Instalasi Seni Sudut Cerita LembangFoto: Whisnu Pradana/detikJabar

Tempat yang satu ini menawarkan ruang wahana multimedia interaktif yang seru dan estetik. Selama berkunjung ke Sudut Cerita, travelers dapat melihat instalasi seni hasil karya seniman lokal Bandung.

Sedikit informasi, Sudut Cerita merupakan salah satu bagian dari spot wisata Sudut Pandang. Wahana ini sudah dibuka sejak Agustus 2020 dan berhasil menarik perhatian banyak wisatawan.

Oh ya, pengunjung juga bisa melihat karya seni yang menghubungkan antara manusia dengan alam yang seharusnya seimbang dan lestari. Pokoknya travelers akan senang berkunjung ke sini!

  • Jam buka: setiap hari pukul 11.00-20.00.
  • HTM: Rp 50.000/orang.

3. Dago Bakery Punclut

Kafe Dago Bakery Punclut di Bandung.Foto: Instagram/dagobakerypunclut

Ingin menyantap makan berat atau sekadar nongkrong di tempat yang estetik? Nah, di kawasan Punclut terdapat kafe bernama Dago Bakery.

Meski namanya bakery, tapi tempat ini juga menghidangkan berbagai menu makanan lezat lainnya, mulai dari hidangan barat sampai masakan khas Indonesia. Tersedia juga camilan, dessert, kopi, hingga minuman manis kekinian.

Adapun rekomendasi makanan yang wajib dipesan, mulai dari lasagna, zuppa soup, sosis kentang, nasi goreng, sup iga, sate lilit, seblak, cireng, vanilla latte, serta steak. Sedangkan beberapa produk bakery-nya yang wajib dibeli ada roti, kue kering, pie, cookies, serta tart.

Jangan khawatir, harga makanan dan minumannya masih ramah dikantong, yakni mulai dari Rp 12 ribuan saja. Tempatnya yang nyaman ditambah udara sejuk membuat banyak pengunjung betah berlama-lama di Dago Bakery Punclut.

Jam buka:

  • 09.00-21.00 (Senin-Jumat)
  • 08.00-22.00 (Sabtu-Minggu dan hari libur nasional).

4. Puncak Punclut

Bagi detikers yang liburan bareng keluarga, Puncak Punclut bisa menjadi opsi menarik untuk santap siang atau malam. Soalnya, ada beberapa restoran khas sunda yang menawarkan hidangan masakan lezat.

Selain itu, tempat ini juga menawarkan pemandangan yang asri dan sejuk, sehingga semakin nyaman untuk bersantai sambil menyantap nasi dan lauk pauk. Saat malam hari dan cuaca sedang cerah, travelers bisa melihat pemandangan lampu-lampu kota (city light) dari atas Puncak Punclut.

Untuk harga makanannya sendiri juga beragam, tergantung dari lauk yang dipilih. Agar semakin nikmat, disarankan pilih tempat makan di saung agar bisa lesehan sambil kumpul keluarga.

  • Jam buka: setiap hari pukul 08.00-00.00

5. Menyaksikan Sunrise dan Sunset

Ingin menyaksikan sunrise dan sunset dari atas bukit? Cobalah berkunjung ke kawasan Punclut. Lokasinya yang berada di dataran tinggi menjadikan tempat ini sebagai salah satu spot terbaik untuk melihat matahari terbit dan terbenam.

Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam serta hamparan hijau pepohonan secara gratis. Jika detikers membawa kendaraan, siapkan uang parkir dan pastikan memarkir kendaraan di tempat yang tepat.

6. Sudut Pandang Bandung

Sudut Pandang Resto Cafe yang estetikFoto: detikTravel

Kalau sudah puas melihat instalasi seni di Sudut Cerita, detikers wajib mampir ke coffee shop di Sudut Pandang. Sebab, tempat ini menawarkan suasana yang nyaman, estetik, dan keren banget!

Saat pertama kali datang, travelers akan dibuat terpesona oleh desain interior dan eksterior Sudut Pandang yang modern dan estetik. Kalau cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat pemandangan alam yang hijau serta Kota Bandung dari atas ketinggian.

Untuk hidangan makanan dan minumannya juga enak, tapi harganya memang sedikit mahal sekitar Rp 100 ribuan per orang. Meski begitu, suasana coffee shop-nya yang nyaman dijamin bikin detikers betah berlama-lama di sini.

  • Jam buka: setiap hari pukul 10.00-22.00

Bagi detikers yang ingin menghabiskan waktu liburan ke Punclut, ada sejumlah cara untuk menuju ke sana. Namun, cara yang paling mudah adalah dengan mengendarai kendaraan pribadi, seperti mobil atau sepeda motor.

Simak cara menuju ke kawasan Punclut dari Jakarta dengan mengendarai mobil di bawah ini:

  • Dari Jakarta, masuk ke Tol Dalam Kota menuju Cawang
  • Lalu masuk ke Tol Jakarta – Cikampek
  • Ikuti rambu penunjuk jalan hingga masuk ke Tol Cipularang
  • Lanjut terus hingga keluar di Pintu Tol Cimahi/Pasteur
  • Lalu masuk ke Jalan Pasteur
  • Ikuti arah jalan hingga masuk ke Jalan Dr Djunjunan
  • Ambil kanan untuk masuk ke Jalan Layang Pasupati
  • Ikuti arah rambu penunjuk jalan hingga keluar di Jalan Tamansari
  • Jalan terus hingga masuk ke Jalan Siliwangi
  • Setelah itu ada pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Ir H. Djuanda
  • Ikuti jalan hingga bertemu pertigaan, lalu belok kiri ke Jalan Citra Green
  • Jalan terus sejauh 1 km, kemudian ada pertigaan belok kanan menuju Jalan Punclut
  • Kini, detikers sudah sampai di Kawasan Punclut, Bandung.

Demikian enam tempat wisata di Punclut Bandung yang cocok dikunjungi saat liburan. Jadi, mau berkunjung ke mana dulu travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Jalan di Bandung yang Hanya Dibuka 30 Tahun Sekali



Bandung

Tahukah kamu, ada sebuah jalan di Bandung yang cuma dibuka 30 tahun sekali. Jalan ini tidak panjang, cuma 25 meter saja.

Sepenggal jalan di Otto Iskandar Dinata (Otista) yang terbelah oleh lintasan rel kereta api bisa dikatakan jalan yang paling istimewa di Kota Bandung.

Itu karena jalan tersebut hanya dibuka setiap 30 tahun sekali, tepatnya saat momen 30 tahunan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tahun 1985 dan tahun 2015 silam.


Lokasi jalan ‘istimewa’ tersebut berada di antara Jalan Stasiun Timur di sebelah selatan dan Jalan Kebun Jukut di sebelah utara.

Pengamat sejarah Bandung Hevi Fauzan ingat betul ketika ia melihat pagar menjulang yang menutup akses jalan Otista tersebut dibuka pada tahun 1985.

Hevi kecil begitu terkesima ketika melihat iring-iringan mobil delegasi KAA melintas di hadapannya melibas secuil Jalan Otista tersebut.

“Tahun 1985 itu dibuka karena itu 30 tahunan, saya lihat lagi 2015 itu dibuka lagi karena event peringatannya 60 tahun (KAA). Itu dibuka untuk memudahkan delegasi ke sana (dari Gedung KAA ke Gedung Pakuan), jadi enggak memutar ke Viaduct. Itu jalan paling panjangnya hanya 20 meter,” kata Hevi saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Secuil jalan Otista ini memang tak kasat mata bila dilihat sekilas. Jalan tersebut, selain bersinggungan dengan rel kereta api juga tertutup oleh pagar yang menjulang tinggi di kedua sisinya.

Belum lagi terdapat pedagang kaki lima dan lapak kios ban yang membuat siapapun tak menyangka ada jalan yang sarat dengan sejarah.

Jika dilihat di peta modern, terlihat jalan Otista yang terpotong oleh rel kereta di Stasiun Timur. Padahal dulunya jalur dari Pasarbaru hingga Gedung Pakuan tak terputus.

Usut punya usut, dulu jalan tersebut dinamai Residentweg (Jalan Residen). Di ujung jalan berdiri Kantor Residen yang dibangun pada tahun 1864 dan selesai pada 1867. Kini Kantor Residen dijadikan Gedung Pakuan, atau akrab disebut ‘gubernuran’, karena memang dijadikan rumah dinas Gubernur Jabar.

Dulu jalan itu membentang dari Gedung Pakuan, Pasar Baru hingga Pendopo yang berada di Alun-alun Kota Bandung. Petugas penjaga akan menutup palang pintu bila ada kereta yang lewat. Namun kini, kendaraan harus memutar ke arah Jalan Kebun Jukut Selatan-Viaduct-Kebun Jukut Utara, karena terpagar tadi.

“Kalau sekarang harus belok dulu ke Viaduct, kalau asumsi saya itu (jalan ditutup) untuk mengendalikan arus lalu lintas. Sekitar tahun 1970-an, jalan tersebut ditutup. Bisa dibayangkan ketika itu ada kendaraan dan kereta api yang padat,” kata Hevi.

Penutupan jalan itu dibarengi dengan pembangunan jembatan pejalan kaki, yang dibangun melintang di atas lintasan rel kereta. Proyek pembuatan jembatan baru Viaduct, kata Hevi, dikerjakan oleh perusahaan konstruksi Aannemer Lim A Goh, dan Viaduct menemukan bentuknya seperti sekarang.

Menurut Hevi, pada tahun 1864 Bandung ditunjuk sebagai Ibukota Keresidenan Priangan (Preanger) oleh Residen van der Moor. Agar memudahkan koordinasi dengan Pendopo atau kantor bupati ketika itu, dibangunlah jalan Residentweg, yang kini menjadi Jalan Otista.

“Secara bentuk enggak berubah sejak pembangunan Gedung Pakuan, mungkin sebelum Pakuan itu jalannya masih kecil, jalan setapak atau apa. Pakuan, Babakan Bogor, Kebon Kawung sudah dilirik pemerintah Kabupaten Bandung untuk memindahkan ibukota dari Dayeuhkolot,” katanya.

Satu fakta menarik soal jalan Kebun Jukut tempo dulu, di ujungnya yang berdekatan dengan Suniaraja dibangun rumah pelukis legendaris Belgia, AAJ Payen yang datang ke Nusantara tahun 1817. Ia merupakan guru dari maestro lukis Raden Saleh.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Berapa Jam Ciwidey ke Pangalengan Lewat Soreang dan Mekarsari?


Jakarta

Ciwidey dan Pangalengan adalah dua wilayah di Kabupaten Bandung yang punya banyak pilihan tempat wisata. Tak heran jika keduanya ramai didatangi pengunjung ketika musim liburan.

Wisatawan biasanya berharap bisa mengunjungi keduanya, sehingga waktu liburan tak terbuang percuma. Sebelum menyusun rencana, pengunjung sebaiknya mengetahui lebih dulu waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan.

Berapa Jam Ciwidey ke Pangalengan?

Berdasarkan perkiraan dari Google Maps, waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan adalah lebih dari satu jam bergantung dari pilihan rute, kepadatan lalu lintas, pengguna jalan, dan lingkungan sekitar. Pengunjung bisa menikmati berbagai tempat wisata sesuai pilihan di kedua lokasi.


Jarak dan waktu tempuh kedua tempat ini juga bisa berbeda-beda tergantung titik keberangkatan dan tempat tujuannya. Sebagai perkiraan, kita asumsikan rutenya dari Alun-alun Ciwidey ke Alun-alun Pangalengan.

1. Ciwidey ke Pangalengan via Soreang

Rute pertama dari Ciwidey ke Pangalengan adalah lewat Soreang. Lewat rute ini, Ciwidey ke Pangalengan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 41 km.

Rute ini merupakan jalur utama karena jalannya cukup luas dan bagus, sehingga cocok dilewati mobil, bahkan bus. Namun jalur ini membutuhkan waktu lebih lama, karena agak memutar.

Rute

Dari Jalan Raya Ciwidey, traveler harus lurus ke utara hingga masuk ke Jalan Soreang-Ciwidey. Terus lurus sampai sekitar 11 km atau 25 menit.

Setelah melewati Victory Waterpark, belok kanan di pertigaan besar untuk masuk ke Jalan Lingkar Baru. Ikuti jalan hingga sekitar 3 km. Setelah sampai di RS Hermina Soreang, belok kanan di perempatan untuk masuk ke Jalan Soreang-Banjaran.

Ikuti Jalan Soreang Banjaran sampai sekitar 4,5 km kemudian belok kanan lewat Dangdeur atau arah ke Waterboom Cahaya Abadi yang berada di Jalan Pahlawan. Kemudian belok ke kanan untuk masuk ke Jalan Banjaran-Pangalengan.

Ikuti Jalan Banjaran-Pangalengan hingga sekitar 20 km dan kamu akan sampai di pusat Kecamatan Pangalengan. Untuk menuju ke objek wisata, traveler masih harus melanjutkan perjalanan sesuai tempat tujuannya.

Tempat Wisata yang Dilewati

Berikut ini tempat wisata yang dilewati rute tersebut, beserta ratingnya yang dilihat dari Google Maps pada 2 Januari 2025:

  • D’Riam Riverside (rating 4,5 dan 160 reviews)
  • Bale Bambu Adventure (rating 4,6 dan 593 reviews)
  • Victory Waterpark (rating 4,3 dan 3,174 reviews)
  • Pesona Nirwana Waterpark (rating 4,3 dan 2.264 reviews)
  • Waterboom Cahaya Abadi (rating 4,1 dan 1.327 reviews)

2. Ciwidey ke Pangalengan via Mekarsari

Rute Ciwidey ke Pangalengan selanjutnya adalah via Mekarsari. Jika melewati rute ini, maka membutuhkan waktu sekitar 1 jam 10 menit atau berjarak 29 km.

Rute ini memang lebih cepat, namun jalannya lebih sempit dan berkelok-kelok. Jalan ini lebih cocok dilewati untuk sepeda motor.

Rute

Dari Jalan Ciwidey, traveler harus belok ke timur setelah melewati Puskesmas Pasirjambu. Masuk ke Jalan Cisondari-Jalan Gambung, traveler cukup mengikuti jalur utama hingga melewati Desa Mekarsari, Nuansa Riung dan Situ Cileunca.

Setelah Situ Cileunca, ikuti Jalan Raya Pangalengan untuk menuju ke pusat Kecamatan Pangalengan.

Wisata yang Dilewati

Jika melewati rute Mekarsari ini, traveler bisa mampir ke beberapa objek wisata. Berikut ini tempat wisata beserta ratingnya yang dilihat dari Google Maps pada 2 Januari 2025:

  • Palalangon Park (rating 4,4 dan 1.597 reviews)
  • Barusen Hills (rating 4,0 dan 2.943 reviews)
  • Nuansa Riung (rating 4,7 dan 451 reviews)
  • Situ Cileunca (rating 4,6 dan 2.890 reviews)

Tentunya, waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan bisa berubah sesuai kondisi lingkungan dan lalu lintas. Pengunjung sebaiknya memastikan tersedia cukup waktu untuk mengantisipasi macet atau hujan deras. Jangan lupa pastikan kondisi kendaraan baik saat bepergian jauh.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

8 Spot Healing Dekat Jakarta yang Bisa Dijangkau KRL



Jakarta

Banyak tempat menarik untuk healing di Jakarta yang bisa dijangkau dengan KRL lho. Bisa nih jadi destinasi untuk mengisi waktu weekend atau liburan kamu.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (12/7/2025) tempat healing di Jakarta yang dekat dengan stasiun KRL.

1. Kota Tua

Kota Tua Jakarta, Kamis (30/1/2025)Kota Tua Jakarta Foto: Syanti Mustika/detikTravel

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta, banyak spot menarik yang bisa kamu kunjungi. Diantaranya Museum Fatahilla, Museum Bank Indonesia, Museum wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, Toko Merah, Kafe Batavia dan lainnya.


Kamu bisa menikmati keindahan dan kemegahan Kota Tua Jakarta dengan transportasi umum yaitu KRL. Turun saja di Stasiun Kota Tua.

2. Jakarta Aquarium

Traveler yang ingin membawa keluarga melihat akuarium indoor dengan ragam satwa lautnya datang saja ke Jaakrta Aquarium. Lokasinya berada di dalam Mall Neo Soho.

Adapun stasiun terdekat dari Jakarta Aquarium adalah Stasiun Palmerah dan Stasiun Grogol. Setelah itu kamu harus naik kendaraan online atau Transjakarta menuju mall.

3. Tebet Eco Park

Adapun stasiun KRL terdekat dari Tebet Eco Park adalah Stasiun Tebet. Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00 WIB hingga 22.00 WIB dan masuknya gratis, namun perlu mendaftar melalui aplikasi JAKI terlebih dahulu.

Banyak kegiatan menarik yang bisa traveler lakukan di sini, diantaranya piknik, olahraga, bermain di ragam fasilitas dan playground, bersantai hingga berburu foto.

4. Ancol

Destinasi populer di Jakarta ini bisa dijangkau dengan KRL. Kamu bisa turun di Stasiun Kampung Bandan yang dekat dengan pintu masuk Ancol. Setelah turun dari stasiun, kamu perlu berjalan sekitar 20 menitan. Atau juga turun di Stasiun Ancol dengan menaiki KRL rute Jakarta Kota-Tanjung Priuk.

5. BXSea

BXsea di dalam Bintaro Jaya Exchange Mall tahap 2BXsea di dalam Bintaro Jaya Exchange Mall 2 Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Destinasi akuarium indoor dalam mall yang bisa kamu jangkau dengan KRL yaitu BXSea yang berada di Tangerang Selatan, berlokasi di Bintaro Jaya Xchange Mall 2. Kamu turun saja di Stasiun Jurangmangu, lalu berjalan saja ke arah mal. Stasiun dan mall terhubung oleh lorong yang nyaman untuk dilewati.

Adapun harga tiketnya mulai Rp 85 ribu.

6. Masjid Istiqlal

Masjid megah kebanggaan Jakarta ini bisa dijangkau dari Stasiun Juanda. Kamu hanya perlu berhjalan keluar dari halte dengan mengikuti arah yang tertera jelas kok di stasiun. Pintu masuk ke Masjid Istiqlah tak jauh dari pintu keluar stasiun.

7. Gelora Bung Karno

Traveler yang ingin bersantai di Hutan Kota atau berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno, bisa datang ke sini dengan KRL kok. Adapun stasiun terdekatnya adalah Stasiun Palmerah.

Setelah turun dari stasiun, kamu bisa menaiki Transjakarta kok. Atau jika bersemangat olahraga, bisa jalan kaki dari stasiun sekitar 25-30 menitan.

8. Alun-alun Bogor

Bergeser dari Jakarta, kamu bisa nih mencari yang hijau-hijau di Bogor yang bisa dijangkau dengan KRL. Salah satu tempatnya adalah Alun-alun Bogor.

Kamu bisa turun di Stasiun Bogor, lalu jalan kaki sekitar 300 menit dari pintu keluar stasiun. Lokasi alun-alun tepat berada di depan n Kantor Wali Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor.

(sym/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Puncak Ulang Tahun HUT Jakarta ke-498, Ini Panduan Lalu Lintasnya


Jakarta

Puncak Hari Ulang Tahun HUT Jakarta ke-498 pada Minggu (22/6/2025) di Lapangan Banteng menghadirkan sejumlah artis terkenal Indonesia. Para pengunjung bisa mulai memasuki arena acara pukul 16.00 sementara acara baru mulai pukul 17.05.

Seperti tahun sebelumnya, acara Semarak HUT Jakarta ini menarik perhatian ratusan-ribuan pengunjung. Selain hiburan, acara ini menghadirkan pesta kuliner dan layanan masyarakat sebagai wujud syukur perjalanan Jakarta.

Rekayasa Lalu Lintas Ulang Tahun HUT Jakarta ke-498

Dikutip dari akun medsos Pemerintah Provinsi Jakarta, pihak berwajib menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan di Lapangan Banteng dan arena sekitarnya. Pengaturan lalu lintas ini bersifat situasional dengan rekayasa sebagai berikut:


Jadwal pelaksanaan

Minggu (22/6/2025) jam 16.30-23.00

Pengalihan lalu lintas

Lima ruas jalan yang bersinggungan langsung dengan lokasi HUT Jakarta 2025 dialihkan yang terdiri dari:

  • Jalan Perwira
  • Jalan Lapangan Banteng Barat
  • Jalan Lapangan Banteng Utara
  • Jalan Pejambon
  • Jalan Medan Merdeka Timur.

Rute alternatif

Dari Arah Timur (Pasar Senen – Harmoni):

Jalan Senen Raya – Jalan Kwini I – Jalan Abdul Rahman Saleh – Jalan Kramat Kwitang – Putar Balik Barat-Barat – Jalan Kramat Kwitang – Jalan Arief Rahman Hakim – Tugu Tani – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral – Jalan Veteran – dst.

Jalan Gunung Sahari – Jalan Budi Utomo – Jalan Lapangan Banteng Utara – Jalan Katedral – Jalan Veteran.

Dari Arah Selatan (Cikini – Jalan Veteran):

Jalan Menteng Raya – Jalan Arief Rahman Hakim – Tugu Tani – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral – dst.

Dari Arah Utara (JI Gunung Sahari – Tugu Tani Selatan):

Jalan Dr. Sutomo – JI Gedung Kesenian – Jalan Lapangan Banteng Utara – JI Katedral – dst.

Dari Jalan Batu Ilir – Utara/Harmoni:

Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Tani – Jalan M.I. Ridwan Rais – Jalan Medan Merdeka Timur – Jalan Perwira – Jalan Katedral – Jalan Veteran – dst.

Dari Arah Barat (Tomang – Pasar Senen):

JI Tomang Raya – JI Kyai Caringin – Balikpapan – Jalan Suryopranoto – JI Ir. Juanda – JI Pos – JI Dr. Sutomo – JI Gunung Sahari – dst.

Kantong Parkir Ulang Tahun HUT Jakarta ke-498

Para pengunjung Semarak HUT Jakarta 2025 bisa parkir di tempat yang telah disediakan pihak Pemprov Jakarta. Lokasi parkir ini terdiri dari:

  • Lapangan Banteng sisi timur
  • Lapangan Banteng sisi selatan
  • Kantor Pos Baru
  • Masjid Istiqlal
  • Gereja Katedral
  • Kantor Kementerian Agama
  • Kantor Pusat Pertamina
  • Kementerian Keuangan
  • Hotel Borobudur.

Dengan informasi ini, detikers bisa pilih jam dan rute kedatangan yang tepat agar tidak terjebak macet.

**************

Perayaan HUT Ke-498 Kota Jakarta berkolaborasi dengan detikcom yang didukung oleh PT Bank DKI, PT Transjakarta, Perumda PAM Jaya, Perumda Pasar Jaya, PT JIEP (Perseroda), PT Pembangunan Jaya Ancol TBK, PT Pembangunan Jaya, PT Jamkrida Jakarta (Perseroda), PT MRT Jakarta (Perseroda), Perumda PAL Jaya, Perumda Dharma Jaya, PT Jakarta Propertindo (Perseroda), Perumda Pembangunan Sarana Jaya, PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseorda), PT Jakarta Tourisindo (Perseroda).

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Liburan Hemat Naik Kereta dari Tanjung Priok Temukan Berbagai Tujuan Wisata



Jakarta

Traveler yang tidak jauh dari Stasiun Tanjung Priok banyak nih tempat menarik yang bisa kamu jangkau dengan kereta. Tenang, pilihan destinasinya banyak yang murah kok.

detikcom telah merangkum, Jumat (1/8/2025) destinasi wisata yang bisa dijangkau bila naik dari Stasiun Tanjung Priok.

1. Kota Tua Jakarta dan sekitarnya

Berkunjung ke Kota Tua Jakarta, banyak spot menarik yang bisa kamu kunjungi. Diantaranya Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Museum Wayang, Museum Bank Mandiri, Museum Bahari, Toko Merah, Kafe Batavia dan lainnya.


Kamu nanti tinggal turun di Stasiun Jakarta Kota.

2. Jakarta Aquarium

Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta( Foto: Rifkianto Nugroho)

Traveler yang ingin membawa keluarga melihat akuarium indoor dengan ragam satwa lautnya datang saja ke Jakarta Aquarium. Lokasinya berada di dalam Mall Neo Soho.

Adapun stasiun terdekat dari Jakarta Aquarium adalah Stasiun Palmerah dan Stasiun Grogol. Setelah itu kamu harus naik kendaraan online atau Transjakarta menuju mall.

3. Ancol

Destinasi populer di Jakarta ini bisa dijangkau dengan KRL. Kamu bisa turun di Stasiun Kampung Bandan yang dekat dengan pintu masuk Ancol. Setelah turun dari stasiun, kamu perlu berjalan sekitar 20 menitan. Traveler bisa naik menaiki KRL rute -Tanjung Priuk- Jakarta Kota lalu turun di Stasiun Ancol.

4. BXSea

Destinasi akuarium indoor dalam mall yang bisa kamu jangkau dengan KRL yaitu BXSea yang berada di Tangerang Selatan, berlokasi di Bintaro Jaya Xchange Mall 2. Kamu turun saja di Stasiun Jurangmangu, lalu berjalan saja ke arah mal. Stasiun dan mall terhubung oleh lorong yang nyaman untuk dilewati.

Adapun harga tiketnya mulai Rp 85 ribu.

5. Masjid Istiqlal

Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi gelar pameran kebudayaan dan keagamaan di Masjid Istiqlal. Pameran bertajuk Masjid Istiqlal. Foto: Rifkianto Nugroho

Masjid megah kebanggaan Jakarta ini bisa dijangkau dari Stasiun Juanda. Kamu hanya perlu berjalan keluar dari halte dengan mengikuti arah yang tertera jelas kok di stasiun. Pintu masuk ke Masjid Istiqlal tak jauh dari pintu keluar stasiun.

Tak jauh dari masjid, kamu bisa berjalan kaki sedikit menuju kawasan Monas, Taman Lapangan Benteng atau Perpustakaan Nasional.

6. Alun-alun Bogor

Bergeser dari Jakarta, kamu bisa nih mencari yang hijau-hijau di Bogor yang bisa dijangkau dengan KRL. Salah satu tempatnya adalah Alun-alun Bogor.

Kamu bisa turun di Stasiun Bogor, lalu jalan kaki sekitar 300 menit dari pintu keluar stasiun. Lokasi alun-alun tepat berada di depan n Kantor Wali Kota Bogor dan Masjid Agung Kota Bogor.

7. Gelora Bung Karno

Traveler yang ingin bersantai di Hutan Kota atau berolahraga di kawasan Gelora Bung Karno, bisa datang ke sini dengan KRL kok. Adapun stasiun terdekatnya adalah Stasiun Palmerah.

Setelah turun dari stasiun, kamu bisa menaiki Transjakarta kok. Atau jika bersemangat olahraga, bisa jalan kaki dari stasiun sekitar 25-30 menitan.

(sym/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Bali Genjot 3 Destinasi Wisata Baru



Denpasar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membeberkan tiga destinasi wisata baru yang dibangun untuk pemerataan ekonomi.

Tiga destinasi tersebut adalah kawasan Turyapada Tower di Buleleng, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung, dan Taman Wisata KBS Park di Jembrana.

Kepala Dinas Pariwisata Bali I Wayan Sumarajaya menjelaskan perekonomian di Bali saat ini lebih banyak terpusat di wilayah selatan. Ia berharap pembangunan destinasi wisata baru itu bisa menggeliatkan pariwisata di wilayah Bali lainnya.


“Untuk menyeimbangkan perekonomian wilayah Bali utara, timur, dan barat,” kata Sumarajaya saat memimpin rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, dan Asian Development Bank di kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat (29/8/2025).

Sumarajaya juga menyampaikan arah kebijakan dan program pembangunan kepariwisataan Bali. Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali akan mengendalikan pembangunan hotel di wilayah Denpasar, Badung, dan Gianyar.

Selain itu, dia berujar, Pemprov Bali juga berupaya mengembangkan sistem transportasi berkualitas untuk meningkatkan daya saing pariwisata.

Ia mengklaim arah kebijakan tersebut bertujuan untuk menjaga kualitas ekosistem alam dan lingkungan. Ia juga memaparkan penguatan tata kelola kepariwisataan Bali untuk mengatur orang asing di Pulau Dewata.

Hal itu dilakukan sebagai respons atas banyaknya turis asing yang melakukan pelanggaran terhadap norma hukum dan budaya Bali.

Kemudian, menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian lokal Bali dengan meningkatkan penggunaan produk lokal Bali,” imbuh Sumarajaya.

Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Herfan Brilianto Mursabdo, mengungkapkan Bali menjadi wajah pariwisata Indonesia.

Menurutnya, kepala daerah perlu memiliki visi yang jelas terkait pengembangan pariwisata di daerahnya.

“Menjadi contoh bagi pengembangan di daerah-daerah lain, khususnya dalam hal keterbukaan masyarakatnya, kebudayaan masyarakatnya, serta bagaimana pemdanya memiliki visi yang jelas terhadap pengembangan pariwisata di daerah,” ujar Herfan.

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ngulik Blok M Square, Kawasan Wisata Kuliner Paling Viral di Jaksel



Jakarta

Blok M Sqare adalah pusat perbelanjaan yang sangat ikonik di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Dengan gedungnya yang besar tepat di pintu keluar terminal, Blok M Square sangat mudah dikenali para pengunjung.

Tulisan Blok M Square yang besar dengan ujung menara dan desain luar ikonik membuat gedung ini mudah dilihat pengunjung dari berbagai arah. Sehingga, pengunjung bisa menjadikan Blok M Square patokan sebelum mendatangi gang-gang dan area Blok M.

Blok M SquareBlok M Square Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Detik travel sempat mengunjungi Blok M Square dalam Famtrip-Strolling Arround Blok M bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Secara umum, area Blok M mulai mengalami pembangunan besar-besaran di era Ali Sadikin menjabat Gubernur Jakarta pada 1966-1977.


“Pada masa pemerintahannya, Ali Sadikin, berhasil membangun Kota Jakarta secara besar-besaran khususnya daerah Jakarta Selatan di area Blok M ini,” kata Muti yang ketika itu menjadi pemandu wisata.

Ali Sadikin menginginkan Blok M dikelilingi wisata kuliner sesuai selera dan keinginan pengunjung. Harapan ini terwujud di era pembangunan Blok M saat ini yang terdiri dari beberapa distrik dengan aneka pilihan kuliner dan wisata lain.

Termasuk area Blok M Square terletak di Jl. Melawai 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ini, Blok M Square dan kawasan Blok M secara umum telah menjadi destinasi wisata urban, mulai dari Stasiun MRT hingga kawasan pemukiman Kebayoran Baru.

Beberapa spot di Blok M Square menjadi viral dan jadi incaran para pengunjung yang baru sekali atau telah beberapa kali ke Blok M. Berikut datanya dihimpun dari arsip detikcom:

– Masjid Nurul Iman Blok M Square di lantai 7

– Kampoeng Mainan di lantai 3

– Kue subuh di upper ground

– Bursa buku dan sentra musik di basement

– Pujasera di basement antara lain:

  • Artirasa Cheesecake
  • Bakmi Piring
  • Haka Dimsum
  • Thai Baby
  • Maiku Cafe.

Blok M Square biasanya ramai di hari libur, jam makan siang, atau selesai kantor. Buat detikers yang ingin beburu kuliner atau wisata viral, sebaiknya hindari jam-jam tersebut agar nyaman dan tidak perlu antri lama. Jangan lupa bawa uang tunai dan nontunai untuk mengantisipasi gangguan di sistem pembayaran.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com