Tag Archives: aryo

5 Aktivitas Seru Berakhir Pekan di M Bloc Space



Jakarta

M Bloc Space bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di sana.

Tempat nongkrong kekinian di bilangan Jakarta Selatan memang sudah terhitung, tapi M Bloc Space bisa jadi satu dari pilihan tersebut. Ya, kawasan ini di akhir pekan akan jadi tempat yang ramai dikunjungi masyarakat segala umur, utamanya muda-mudi.

Sedari siang hingga menjelang sore kawasan ini sudah mulai didatangi pengunjung. Tak hanya dari Jakarta saja, bahkan warga sekitaran Jakarta pun memilih destinasi akhir pekannya ke sini.


detikTravel menemui salah satu warga Bekasi yang hendak berkunjung ke M Bloc Space, Radian. Dia mengatakan tujuannya ke kawasan ini memang sebagai labuan tempat nongkrongnya. Ini bukan kali pertamanya datang ke sini, terkadang bersama teman-temannya dan kali ini dirinya datang bersama pasangannya.

“Iya datang ke sini biasanya di weekend karena suka banyak acara juga dan ya udah beberapa kali juga ke sini. Biasanya kalau sama temen ke sini ya pas ada acara musik, tapi sekarang karena sama pacar jadi nyari tempat nongkrong aja,” katanya saat ditemui detikTravel di depan M Bloc Space, Sabtu (20/7/2024).

Selain memang banyak tenant-tenant makanan, di area ini juga kerap menggelar kegiatan-kegiatan seru yang bisa dinikmati oleh para pengunjung. Tak sedikit pula pengunjung yang datang sebagai pemburu konten, suasana yang instagramable membuat M Bloc Space jadi magnet bagi para content creator.

1. Galeri Museum Peruri

Saat memasuki area dalam M Bloc Space pengunjung akan melihat satu ruangan yang menyimpan beberapa mesin yang dipakai oleh Peruri kala mencetak uang. M Bloc Space dulunya merupakan Perum Peruri (Perusahaan Percetakan Uang Republik Indonesia).

Dan di ruang ini terdapat mesin pencetak uang, mesin potong, mesin hand press, mesin penghitung uang logam, dan timbangan jadul. Rata-rata umur mesin tersebut sudah lebih dari puluhan tahun. Contohnya mesin pemotong uang itu dipakai saat percetakan Oeang Republik Indonesia daerah Banten – Serang yang digunakan di tahun 1948 hingga 1949. Ataupun mesin penghitung logam buatan Jerman tahun 1937.

2. Acara Kreatif

Saat detikTravel berada di M Bloc Space tengah dihelat salah satu kegiatan yakni CraftopiArt, acara ini merupakan kampus yang diselenggarakan oleh Politeknik Nasional Jakarta jurusan MICE.

“Kegiatan ini dua hari, hari ini sama besok. Sebenarnya minggu ini tuh sesi pre event dari (main) event minggu depan bakal ada exhibition dari CraftopiArt,” kata Aryo salah satu penjual kerajinan di acara tersebut.

Kerajinan tangan yang dijajakan oleh Aryo adalah pernik manik dan rajut, produk manik-manik di booth-nya pun beragam mulai dari gelang hingga gantungan. Dan untuk produk rajutnya ada boneka-boneka, harga yang ia banderol pun beragam mulai Rp 15.000 hingga ratusan ribu.

3. Berburu Kuliner

Ya, tentu rasanya kurang afdol ketika nongkrong di suatu tempat tanpa menikmati kuliner. Di area luar M Bloc Space berderet berbagai kafe-kafe yang menyuguhkan berbagai hidangan makanan dan minuman.

Ada yang autentik Indonesia seperti Suwe Ora Jamu yang tentunya menjajakan jejamuan tradisional khas Indonesia. Kemudian jika ingin ngopi-ngopi santai pun ada cafe Titik Temu yang berada di samping pintu masuk M Bloc Space

4. Spot Foto Istagramble

Bagi muda-mudi yang datang ke sini pastinya akan mengabadikan diri mereka di beberapa spot di M Bloc Space, hampir semua spot di kawasan ini cakep untuk diabadikan. Mulai dari ruangan museum, lorong pintu masuk, di dalam M Bloc Market hingga pinggiran jalan raya.

5. Berbelanja

Di sini juga beragam produk yang bisa kamu bawa pulang, ada pakaian, souvenir hingga kebutuhan sehari-hari juga tersedia di sini. Deretan toko di area luar M Bloc Space terdapat beberapanya seperti Unionwell, Matalokal, Connectoon dan jika ingin membeli kebutuhan sehari-hari plus kudapan sehat bisa jajal di M Bloc Market yang berada di area dalam.

“Untuk M Bloc Space kalau weekend Jumat sampai Minggu bukanya dari jam 09.00 sampai 23.00 WIB, kalau weekday bukanya dari jam 10.00 sampai jam 23.00 WIB. Terus itu kalau untuk F&B (area luar M Bloc Space) itu sampai jam 24.00 WIB,” ujar petugas keamanan M Bloc Space, Diki.

Jadi buat kamu yang biasa nongkrong di M Bloc Space apa saja sih kegiatan serunya?

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Danau Gunung Tujuh, Kaldera Tertinggi di Asia Tenggara yang Menakjubkan



Kerinci

Danau Gunung Tujuh merupakan salah satu destinasi wisata alam menakjubkan yang wajib dikunjungi traveler jika datang ke Kabupaten Kerinci, Jambi.

Jika datang ke destinasi wisata ini, maka traveler akan disuguhkan dengan pemandangan pagi yang begitu syahdu dan tenang. Kabut bak tembok putih perlahan-lahan pun membuka lanskap hijau danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara ini.

Pemandangan inilah yang dinikmati wisatawan Danau Gunung Tujuh setiap pagi. Danau Gunung Tujuh dikelilingi perbukitan hijau dan udara sejuk khas pegunungan.


Danau ini berada di Desa Palompek, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi. Danau Gunung Tujuh memiliki ketinggian 1.950 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan panjang 4,5 kilometer dan lebar 3 kilometer.

Sesuai namanya, danau ini dikelilingi tujuh gunung di antaranya, Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 mdpl), Gunung Madura Besi (2.418 mdpl), Gunung Lumut (2.350 mdpl), Gunung Selasih (2.230 mdpl), Gunung Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl).

Danau Gunung Tujuh adalah danau yang tercipta karena proses letusan gunung api dari Gunung Tujuh. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau.

Perjalanan menuju Gunung Tujuh dapat dilakukan melalui transportasi darat. Jika berangkat dari Kota Sungai Penuh, jaraknya kurang lebih satu jam untuk sampai ke Pos Registrasi Pendakian Gunung Tujuh di Desa Palompek, yang dikelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Trekking menuju danau memakan waktu sekitar dua-tiga jam dengan jalur yang cukup menantang. Wisatawan akan melewati tiga pos dengan jalur tanah yang basah dan akar-akaran yang terus menanjak.

Wisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh dengan latar gunung yang mengelilinginyaWisatawan berfoto di pinggir Danau Gunung Tujuh Foto: (Foto: Dimas Sanjaya)

Wisatawan akan melewati hutan tropis yang rimbun dengan pepohonan besar. Sesekali, suara monyet dan kicauan burung bersautan menambah kesan alami dalam perjalanan ini. Meski cukup melelahkan, udara sejuk dan segarnya alam membuat rasa letih sedikit terobati.

Setiba di pos tiga atau pos terakhir, wisatawan akan turun sekitar 500 meter untuk menuju danau. Jalur turun menuju danau ini sedikit curam sehingga memerlukan kehati-hatian, apalagi jika jalur dalam keadaan basah setelah hujan.

Akan tetapi di jalur ini, ada pegangan tali yang memagari jalur hingga ke bawah danau, sebagai pegangan untuk para wisatawan.

Setibanya di bawah, panorama Danau Gunung Tujuh langsung menyambut dengan keindahannya yang memukau. Airnya yang jernih membentang luas dengan latar belakang perbukitan hijau yang mengelilingi danau.

Di tepian danau, wisatawan dapat mendirikan tenda untuk nge-camp. Wisatawan juga bisa memilih pulang di hari yang sama atau yang dikenal dengan istilah pendakian tektok. Jika nge-camp, wisatawan dapat mengabadikan momen matahari terbit dan kabut yang menyingsing di danau tertinggi ini.

Pengalaman ke Danau Gunung Tujuh memberikan kesan mendalam bagi banyak wisatawan. Salah satunya, Rifani (27), wisatawan dari Kota Jambi, mengaku terpesona dengan keindahan alamnya terutama suasana pagi harinya.

“Saya sudah dua kali ke sini, yang pertama tektok dan yang kedua kali ini nge-camp. Perjalanan ke sini memang melelahkan, tapi begitu sampai, semua terbayar lunas,” katanya.

Danau Gunung TujuhDanau Gunung Tujuh Foto: detik

Hal senada dikatakan wisatawan dari Sumatera Utara, Aryo (30) yang mengaku Danau Gunung Tujuh cocok untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan karena suasananya yang tenang. Ini merupakan pengalaman pertamanya mendaki di Danau Gunung Tujuh.

“Sebelumnya saya cuma lihat-lihat di media sosial saja, tapi akhirnya bisa sampai ke Danau Gunung Tujuh ini. Suasana dan pemandangan di sini benar-benar keren,” ujarnya.

Sebagai destinasi wisata alam yang masih alami, Danau Gunung Tujuh membutuhkan kesadaran wisatawan untuk menjaga kebersihannya. Masih banyak ditemukan sampah baik di tepi danau maupun di jalur pendakian.

“Sangat disayangkan masih banyak pendaki meninggalkan sampah, semoga ada aturan tegas dari pengelola terkait masalah sampah ini agar tidak mengganggu ekosistem di sekitar danau,” kata Aryo.

Selain berkemah di tepian danau, wisatawan juga dapat menikmati alam dengan memancing, atau sekadar duduk menikmati udara segar sambil menyeruput kopi hangat.

Beberapa wisatawan juga memilih menjelajahi danau Gunung Tujuh dengan perahu kayu atau sampan milik warga setempat.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumbagsel.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com