Tag Archives: asia tenggara

7 Fakta Danau Gunung Tujuh di Jambi, Kaldera Berair Jernih dan Tenang


Jakarta

Danau Gunung tujuh adalah salah satu spot pesona pendakian di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Sebagai sebuah kaldera, Danau Gunung Tujuh seolah potongan surga yang tertinggal di Jambi.

Fakta Unik Danau Gunung Tujuh

Berikut fakta unik danau kaldera yang bikin detikers penasaran hingga mengunjungi jejak geologis di kaki Gunung Kerinci ini

1. Salah satu kaldera tertinggi di Asia Tenggara

Danau Gunung Tujuh berada di ketinggian 1.996 mdpl dengan luas sekitar 960 ha. Dikutip dari tulisan berjudul Daya Dukung Ekowisata Jalur Pendakian Danau Gunung Tujuh Taman Nasional Kerinci Seblat oleh Lil Sindi Tiola dari jurusan kehutanan fakultas pertanian Universitas Jambi, lokasi tersebut menjadikan Danau Gunung Tujuh sebagai salah satu kaldera tertinggi di Asia Tenggara.


2. Terbentuk dari letusan gunung berapi

Danau Gunung Tujuh adalah sebuah kaldera, yang artinya terbentuk dari letusan gunung berapi di masa lampau. Jejak erupsi Gunung Tujuh tersebut kini menarik perhatian para pendaki untuk melihat langsung danau dengan panjang 4,5 km dan lebar 3 km ini.

3. Dikelilingi 7 gunung

aAnau Gunung Tujuh dikelilingi Gunung Hulu Tebo (2.525 mdpl), Hulu Sangir (2.330 mdpl), Madura Besi (2.418 mdpl), Lumut (2.350 mdpl), Selasih (2.230 mdpl), Jar Panggang (2.469 mdpl), dan Gunung Tujuh (2.735 mdpl). Danau Gunung Tujuh tepatnya berlokasi di Desa Palompek di bawah pengelolaan TNKS.

4. Berair jernih dan tenang

Danau Gunung Tujuh adalah kaldera luas yang sangat indah, dengan air jernih dan latar belakang perbukitan hijau. Dalam arsip berita detiksumbagsel disebutkan, para pendaki tidak segan berkemah di pinggiran danau demi melihat pemandangan indah ini dan mengabadikannya.

5. Bikin penat hilang

Meski terasa lelah, mendaki Danau Gunung Tujuh dijamin tidak menimbulkan sesal. Pemandangan yang indah terutama di pagi hari saat embun dan kabut belum turun, bikin penat seperti hilang begitu saja. Suasana yang tenang sangat cocok untuk pendaki yang merasa lelah dengan kesibukan khas perkotaan.

6. Trek basah, licin, dan menantang

Perjalanan menuju Danau Gunung Tujuh membutuhkan waktu 2-3 jam dengan trek terasa basah dan licin. Perjalanan ini melewati tiga pos dengan jalur terus menanjak penuh akar tanaman. Sepanjang jalan pendaki ditemani pemandangan alam memukau dan suara hewan penghuni hutan.

Di pos ketiga, pendaki harus turun sekitar 500 meter menuju tepi danau. Pendaki wajib berhati-hati karena jalur ini curam dan licin. Ketika tiba di tepi danau, pengunjung langsung disambut pemandangan indah Danau Gunung Tujuh.

7. Banyak sampah

Seiring dengan banyaknya kunjungan ke Danau Gunung Tujuh, sampah menjadi masalah serius yang harus segera diatasi. Tidak semua pendaki punya kesadaran untuk menjaga lingkungan tetap lestari, salah satunya tidak buang sampah sembarangan. Sampah bisa dibawa turun, lalu dibuang pada tempatnya.

Bagi detikers yang ingin mengunjungi Danau Gunung Tujuh, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Jangan sampai keindahan Danau Gunung Tujuh tertutup tumpukan sampah.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Libur Akhir Pekan di Tanjung Lesung, Ini 5 Destinasinya



Pandeglang

Untuk suasana yang berbeda, traveler bisa menghabiskan libur akhir pekan di Tanjung Lesung. Berikut 5 pilihan destinasinya:

Berlokasi di pesisir provinsi Banten, Tanjung Lesung jadi destinasi yang kerap disambangi traveler dari ibu kota Jakarta dan sekitarnya.

Tanjung Lesung memiliki pantai dan wisata lain yang menarik dan cocok untuk segala usia. Berikut beberapa pilihan destinasinya:


1. Lalassa Beach Club

Yang pertama ada Lalassa Beach Club, sebuah pusat kegiatan olahraga air dan darat di Pantai Lalassa. Di sini traveler bisa menjajal berbagai kegiatan wisata air atau darat yang seru, baik untuk perorangan maupun keluarga.

Traveler bisa mencoba main jetski, stand up paddle board, glass kayaking, banana boat, donat boat, snorkeling, diving, hingga glass bottom trip. Jika tidak mau basah-basahan, traveler bisa seru-seruan naik all-terrain vehicle atau ATV maupun sepeda.

2. Pantai Lalassa

Selanjutnya ada Pantai Lalassa, dimana traveler bisa menghabiskan waktu untuk main air dan pasir, melihat sunset romantis, hingga duduk di bangku sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang sejuk.

Tidak perlu khawatir perut lapar atau haus di pantai ini, karena di sekitar pantai Lalassa ada restoran Candini yang menyediakan beragam menu seafood hingga minuman menyegarkan seperti es kelapa atau aneka jus buah-buahan.

3. Pantai Bodur

pantaipantai Bodur di Tanjung Lesung Foto: (Randy/detikTravel)

Pantai lain yang bisa traveler sambangi adalah pantai Bodur. Pantai ini memiliki pasir putih nan lembut, air laut yang jernih, dan langit yang biru.

Pantai ini juga direkomendasikan untuk melihat sunset. Traveler akan melihat matahari bulat sempurna berukuran lebih besar dari biasanya dengan latar gradasi langit berwarna jingga yang perlahan hilang bersamaan dengan matahari yang tenggelam.

4. Mongolian Culture Center

Di Tanjung Lesung juga ada Mongolian Culture Center, pusat kebudayaan Mongolia pertama di Asia Tenggara. Di sini traveler bisa mengenal budaya Mongolia dengan lebih dekat.

Pantai Tanjung LesungMongolian Cultural Center Foto: Aris Rivaldo/detikcom

Banyak aktivitas menarik yang bisa dicoba di sini, mulai dari melihat dan memasuki tenda khas Mongol yang identik dengan kehidupannya nomaden, foto pakai kostum orang Mongolia hingga latihan memanah.

5. Penangkaran Penyu

Terakhir, traveler bisa main-main ke tempat penangkaran penyu di Tanjung Lesung. Destinasi ini cocok dikunjungi bersama keluarga.

Si kecil bisa diajak untuk mengenal cara melestarikan penyu, melihat aneka jenis penyu, hingga memegang dan berfoto langsung dengan penyu muda maupun tukik (anak penyu).

(wsw/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Hutan Durian Terbesar Asia Tenggara, Ada di Desa Wisata Ini



Trenggalek

Mau pesta durian? Di desa ini mungkin bisa. Desa Wisata Duren Sari Sawahan dikenal sebagai hutan durian terbesar se-Asia Tenggara.

Berlokasi di Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, desa ini menawarkan ribuan pohon durian produktif yang tumbuh di area ratusan hektare, sekaligus menjadi destinasi wisata edukasi, kuliner, dan alam yang menarik.

Desa satu ini dikenal luas sejak meraih predikat Desa Wisata Terbaik Nasional 2020. Berbasis Community Based Tourism (CBT), desa ini dibangun atas semangat warga yang ingin menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.


Pada awalnya, kondisi sungai kurang bersih dan hasil pertanian sulit dipasarkan. Namun berkat komitmen masyarakat, terbentuklah Pokdarwis Duren Sari pada 2015, yang kemudian diresmikan dengan SK Dinas Pariwisata Trenggalek pada 2017.

Nama “Duren Sari” bukan sekadar julukan. Desa ini berada di kawasan International Durio Forestry (IDF), hutan durian terluas se-Asia Tenggara seluas 650 hektare, yang ditetapkan Menteri Pertanian pada 2016.

Sebagian besar pohonnya berusia ratusan tahun sejak masa penjajahan dan tetap terjaga kesuburannya hingga kini. Setiap musim panen, durian tampak menggunung di teras rumah warga, menjadi daya tarik utama wisatawan dari berbagai daerah dan mancanegara.

Desa Wisata Duren Sari Sawahan menawarkan pengalaman lengkap bagi pengunjung, mulai dari hamparan hutan durian yang rimbun, suasana pedesaan yang asri, hingga beragam aktivitas edukasi dan kuliner. Setiap sudut desa menghadirkan pesona khas yang membuat wisatawan betah berlama-lama.

IDF menawarkan pengalaman trekking di tengah rindangnya pohon durian tua sambil mengenal berbagai varietas durian lokal. Saat musim panen, pengunjung dapat mencicipi durian yang jatuh langsung dari pohonnya, mulai dari durian Ripto hingga durian khas lain dengan rasa unik.

Selain durian, buah manggis juga melimpah dan dipanen bersamaan. Udara sejuk, oksigen segar hutan, dan keramahan petani durian menjadi pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.

Untuk memenuhi minat beragam wisatawan, Desa Wisata Duren Sari menawarkan paket wisata alam, edukasi, budaya, kuliner, outbound, dan live-in. Dengan homestay yang nyaman, wisatawan dapat tinggal bersama penduduk lokal.

Lalu, merasakan suasana akrab layaknya keluarga, sekaligus belajar kehidupan pedesaan. Hidangan khas seperti wedang jeser (campuran jahe, sere, dan gula aren), sompil, tiwul jambul, hingga nasi luwak siap melengkapi kunjungan Anda.

Jumlah wisatawan terus meningkat, peluang usaha lokal bertambah, dan lingkungan desa menjadi lebih bersih serta sehat. Keterlibatan warga, termasuk mantan tenaga kerja migran yang menjadi pemandu multilingual, membuat desa ini semakin siap menyambut wisatawan dari seluruh dunia.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Klik di sini untuk membaca selengkapnya.

(ddn/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

5 Spot Hidden Gem di Sumatra Barat yang Mirip Ubud



Jakarta

Sumatra Barat tak hanya terkenal dengan kulinernya yang beragam, namun di sana juga memiliki alam yang memukau. Bahkan suasana beberapa tempat wisata di sini tak kalah dengan Ubud, Bali lho.

detikTravel telah merangkum nih pada Rabu (9/7/2025), 5 tempat wisata hidden gem di Sumatra Barat yang suasananya mirip seperti di Ubud, Bali. Berikut daftarnya:

1. Alahan Panjang

Alahan Panjang di Solok, Sumatera Barat (Foto: Instagram @alahanpanjang.stayvacation)Alahan Panjang di Solok, Sumatera Barat (Foto: Instagram @alahanpanjang.stayvacation)

Alahan Panjang, Kabupaten Solok dikenal sebagai daerah terdingin di Sumatera Barat. Di sini kamu bisa menikmati hamparan kebun teh seluas mata memandang dengan latar Danau Kembar.


Desa ini dijuluki juga dengan ‘Swiss-nya’ orang Sumatera Barat. Karena landscapenya yang memukau membuat wisatawan takjub, tak menyangka pemandangan seindah ini ada di salah satu desa di Sumatera Barat.

2. Lembah Harau

Lembah HarauLembah Harau Foto: Brigida Emi Lilia/d’Traveler

Kamu yang ingin mencari suasana alam yang berbeda di Sumatra Barat datang saja ke Lembah Harau di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Di sini kamu akan dibuat terpukau oleh tebing-tebing granit menjulang tinggi dan pemandangan sawah yang hijau. Lembah Harau sering disebut sebagai lembah terindah di Indonesia.

Rasakan ketenangannya dengan menginap di salah satu glamping di Lembah Harau.

3. Padang Panjang

Padang Panjang dijuluki sebagai Serambi Mekkah dari Sumatera Barat. Di sinilah pusat sekolah agama dan pesantren ternama di Sumatera Barat.

Tak hanya memiliki hamparan alam yang asri, Padang Panjang juga terkenal dengan hawa sejuk dan kulinernya yang beragam. Tak afdal rasanya bila datang ke kota ini tak mencicipi satenya.

4. Sungayang, Kabupaten Tanah Datar

Bila traveler ingin menikmati hamparan sawah dengan latar Gunung Marapi nan megah, salah satu tempat yang bisa kamu datangi adalah Sungayang. Desa ini berada di kawasan Kabupaten Tanah Datar yang bila ditempuh dari Bandara Minangkabau, butuh waktu 4 jam perjalanan.

Bila kamu berkeliling Sungayang, kamu akan dibuat terpukau dengan terasering sawahnya, suasana sejuk di perbukitan dan kehidupan pedesaan yang tenang dan asri.

5. Padang Mangateh

Peternakan sapi Padang Mengatas, Sumbar, ternyata punya sejarah panjang. Peternakan ini adalah warisan Belanda yang sempat menjadi area peternakan terbesar se-Asia Tenggara.Peternakan sapi Padang Mengatas, Sumbar, ternyata punya sejarah panjang. Peternakan ini adalah warisan Belanda yang sempat menjadi area peternakan terbesar se-Asia Tenggara. Foto: Dikhy Sasra

Bila kamu ingin menikmati hamparan alam bak luar negeri, datang saja ke Padang Mengatas (orang Minang menyebut tempat ini dengan nama Padang Mangateh). Ini adalah area peternakan yang hijau dan disebut-sebut mirip New Zealand.

Lokasinya berada di Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Padang Mengatas merupakan bagian dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Padang Mengatas, yang dulunya merupakan peternakan terbesar di Asia Tenggara.

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Arti Nama Kuil Murugan, Seindah Wujudnya



Jakarta

Kuil Murugan, tempat ibadah umat Hindu terbesar di Asia Tenggara. Tak banyak yang tahu arti namanya, bahkan banyak detail khusus yang mencerminkan namanya.

detikTravel mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Murugan Temple pada Sabtu (2/8). Sejak tiba pukul 08.00 WIB, rombongan wartawan disambut hangat oleh pengurus rumah ibadah.


Dua gerbang besar menyambut kami, ada wujud cenderawasih pada tiap daun pintunya. Di bagian tengahnya ada sebuah tongkat, berwarna emas dan sangat indah.

Saat berkeliling, pengurus Kuil Murgan menjelaskan bagaimana perjalanan pembangunan rumah ibadah. Keindahan warna-warni kuil dan menara, membawa saya seakan berada di dimensi lain.

Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah.Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Dekorasinya semarak, cantik luar biasa. Ketua Dewan Pembina Yayasan Shree Sanathana Dharma Aalayam (Jakarta Murugan Temple), Kobalen (61) berkata bahwa tiap sudut dekorasi kuil dikerjakan oleh seniman India.

Namun ada yang masih membuat saya penasaran, nama dari kuil ini. Ternyata nama itu berhubungan dengan dewa yang dipuja.

“Arca utamanya Dewa Murugan, kebetulan adiknya jadi Ganesha,” ucapnya.

Dikenal sebagai dewa perang, keberanian dan kemenangan dalam agama Hindu, Murugan adalah anak dari Dewa Siwa dan Dewi Parwati. Murugan sering digambarkan mengendarai merak, yang melambangkan keindahan, keanggunan dan kemampuan mengalahkan kejahatan. Ini mengapa ada bentuk merak di bagian pagar.

“Murugan itu ada artinya. Seperti tadi Ganesha adalah namanya A, U, dan M. Murugan itu ada tiga. MU, RU, dan GAN,” jelas Kobalen.

MU itu adalah mugendan yang adalah Krishna. RU itu adalah Rudra yang adalah Siwa. GAN itu namanya kandan yang adalah Brahma. “Jadi ini trimurti,” ujarnya.

Saat dibuka kembali untuk wisata, Kobalen meminta agar pengunjung bisa menjaga bahasa dan ketikan dalam sosial media, jika mengunggah aktivitas di Kuil Murugan. Semua patung dewa pun tidak diperbolehkan untuk diunggah.

“Ini simbol-simbol yang menyimpan rahasia filosofi dan keilahian yang cukup tinggi. Jadi tidak boleh diartikan sembarangan,” ujarnya.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Kuil Murugan, Simbol Toleransi Umat Hindu Keturunan India Selatan



Jakarta

Kuil Murugan, rumah ibadah paling warna-warni dan termegah se-Asia Tenggara, hadir di Jakarta Barat. Kuil itu menjadi tanda toleransi Nusantara.

Ada kerinduan panjang, sekitar 75 tahun, untuk dapat mewujudkan Kuil Murugan atau Murugan Temple. Berlokasi di Jalan Bedugul, Daan Mogot No.2, RT.6/RW.17, Kalideres, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat, kuil ini sukses menarik perhatian dunia.

Baru diresmikan pada 2 Februari 2025, bertepatan dengan Maha Kumbh Mela, Kuil Murugan didapuk sebagai kuil hindu terbesar se-Asia Tenggara. Menara setinggi 47 meter menjulang megah.


Dr. A.S Kobalen. M.Phil. PhD (61), inisiator dari pembangunan Kuil Murugan menceritakan bagaimana perjuangan rumah ibadah ini. Umat hindu keturunan India Selatan sudah cukup lama mendambanya, sekitar 75 tahun perjuangan.

“Tempat ini lahir di latar belakangnya sebuah kerinduan panjang oleh masyarakat Hindu perantau dari Sumatra Utara yang ada di Jakarta selama 75 tahun tidak punya rumah ibadah,” katanya kepada rombongan wartawan ditemui di Kuil Murugan pada Sabtu (2/8).

“Kalau mau ibadah numpang-numpang,” kenangnya.

Dr. A.S Kobalen. M.Phil. PhD Inisiator Murugan TempleDr. A.S Kobalen. M.Phil. PhD Inisiator Murugan Temple Foto: (Andhika Prasetia/detikFoto)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa umat hindu perantauan biasanya masyarakat Sumatra Utara yang berasal dari India Selatan, suku Tamil atau orang India yang bisa berbahasa Tamil.

“Kebetulan di India Selatan itu dewa favoritnya Murugan,” jelasnya.

Dewa Murugan dalam agama hindu dikenal sebagai dewa perang, keberanian dan kebijaksanaan. Ia adalah putra Dewa Siwa dan Dewi Parwati, adik dari Dewa Ganesha.

Sebelum kuil ini hadir, jemaat beribadah ke Durga Temple di Tangerang atau Karawaci. Namun, dewa di kuil-kuil tersebut bukanlah Dewa Murugan.

Dengan air muka yang cerah, Kobalen menceritakan bagaimana Gema Sadhana menjadi payung dan organisasi yang memperjuangkan pembangunan Murugan Temple. Sebagai ketua umum, dirinya mengaku ada banyak orang yang membantu pembangunan rumah ibadah sejak perencanaannya digemakan.

“50 persen pembangunan dari kuil ini merupakan bantuan dari non-hindu. Kebanyakan mengirimkan bahan bangunan,” jelasnya.

Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah.Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Tahun 2019 Gema Sadhana, organisasi kesetaraan dan keragaman agama yang berada di bawah naungan Partai Gerindra mulai bergerak untuk meminta izin pembangunan kepada gubernur DKI. Pada 27 Oktober 2019, saat perayaan Hari Raya Depawali di Ancol, Anies Baswedan yang waktu itu menjabat sebagai gubernur menyetujui permohonan itu secara verbal di depan 4500 orang.

Singkat cerita 14 Februari 2020 diadakan peletakan batu pertama. Di tengah pandemi pembangunan sempat mandek, sampai dua tahun. Setelah itu perlahan-lahan wujud bangunan terlihat berkat bantuan material dan donasi dari masyarakat.

Mantap dengan pondasi, barulah pengurus kuil mendatangkan tenaga ahli seni dari India. “Hampir 61 orang tenaga seni di sini, 44 orang mengerjakan arca yang sudah indah itu di India,” ungkapnya.

Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah.Kuil Murugan di Jakarta Barat, menghadirkan nuansa India Selatan lewat arsitektur warna-warni dan patung dewa yang megah. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Melihat banyaknya dukungan dari berbagai agama, Kobalen menjanjikan Murugan sebagai simbol kebhinnekaan Indonesia. Selain rumah ibadah, kuil tersebut memang akan dijadikan sebagai tempat wisata. Ia mengapresiasi banyak pihak yang turut mendukung pembangunan kuil.

Saat ini Kuil Murugan masih ditutup untuk umum karena pekerjaan konstruksi dan masih belum menandainya dengan tanda tata tertib. Kolaben mengatakan bahwa saat ini pengurus kuil sedang mengerjakan situs resmi dan aplikasi khusus pengunjung, sehingga di masa depan wisatawan bisa masuk tanpa antrean panjang seperti kemarin.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Fasilitas dan Harga Main Ice Skating Taman Anggrek



Jakarta

Seru-seruan bermain ice skating di Taman Anggrek atau Skyrink Jakarta bisa nih untuk mengisi kegiatan akhir pekan. Cek dulu yuk fasilitas hingga harga bermain di sana.

Ice skating Taman Anggrek atau Skyrink Jakarta merupakan salah satu arena ice skating terpanjang di asia tenggara. Panjang arenanya mencapai 1,248 m2.

detikTravel telah merangkum, Sabtu (9/8/2025) informasi lengkap tentang harga hingga fasilitas yang disediakan Skyrink Jakarta yang bisa kamu nikmati.


1. Lokasi Ice Skating Taman Anggrek

Ice Skating Taman Anggrek berlokasi di lantai 3 Mall Taman Anggrek RT.12/RW.1, Tanjung Duren Selatan, Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11470.

2. Harga Main (Tiket) Ice Skating Taman Anggrek

Mengutip laman Instagram Skyrink Jakarta, harga tiket di Ice Skating Taman Anggrek Senin-Jumat Rp 110.000 per sesi dan weekend dan tanggal merah Rp 145 ribu per sesi. Dengan waktu main maksimal 2 jam.

Untuk perlengkapan, harganya adalah sebagai berikut:

  • Kaos kaki: Rp 16.000
  • Sarung tangan: Rp 18.000
  • Loker: Rp 15.000
  • Pinguin: Rp 90.000 (maksimal 50 menit)
  • Snow Man: Rp 100.000 (maksimal 50 menit).
  • Ice skating ini juga menyediakan skating school (les) untuk pengunjung. Berikut daftar harganya.

Private

  • Weekday Rp 870.000 (5×30 menit)
  • Weekend Rp 1.000.000 (5×30 menit).

Semi Private

  • Weekday Rp 670.000 (5×30 menit)
  • Weekend Rp 760.000 (5×30 menit).

Walk in

  • Weekday Rp 225.000 (1×30 menit)
  • Weekend Rp 255.000 (1×30 menit).

3. Jam Operasional Ice Skating Taman Anggrek

Jam operasional Ice Skating Taman Anggrek yaitu mulai pukul 09.30-22.00 WIB. Penjualan tiket dimulai dari jam 09.30. Adapun sesi bermainnya yaitu:

  • Sesi 1: 10.00-12.00 WIB
  • Sesi 2: 12.30-14.30 WIB
  • Sesi 3: 15.00-17.00 WIB
  • Sesi 4: 17.30-19.30 WIB
  • Sesi 5: 20.00-22.00 WIB.

4. Syarat dan Ketentuan bermain

Sebelum bermain, kamu harus mengetahui beberapa syarat dan ketentuan yang berlaku. Berikut di antaranya:

1. Wajib memakai kaos kaki dan sarung tangan
2. Hanya pemegang tiket yang diizinkan masuk
3. Minimal usia pengunjung 5 tahun
4. Setiap pergantian sesi, semua pengunjung keluar dari wahana
5. Risiko kecelakaan bermain ditanggung skater.

5. Fasilitas Ice Skating Taman Anggrek

Ice skating Taman Anggrek memiliki beberapa fasilitas untuk pengunjung. Berikut di antaranya:

  • Loker
  • Skating school
  • Rental skates
  • Area ruang tunggu

(sym/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Main ke Blok M Demi Jajanan Viral, Wajib Datang Jam Berapa Biar Tidak Antre?



Jakarta

Kawasan Blok M di Jaksel tidak pernah kehilangan magnet bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Termasuk area sekitar Pasaraya Blok M yang saking seringnya memperoleh perhatian netizen hingga disebut gang viral. Selalu ada yang baru hingga menarik atensi warga Jakarta dan sekitarnya.

detikTravel sempat mengunjungi kawasan gang viral Blok M pada Rabu (2/10/2025) pada sore selepas jam kantor. Area ini memang baru hidup di sore hari ketika matahari beranjak ke barat, setelah semua tenant mulai beroperasi menyapa pelanggan dari berbagai kelompok usia.


Suasana gang viral Blok M pada hari kerja ternyata tidak seramai saat hari libur. Pengunjung tak perlu antri terlalu lama untuk menikmati kudapan viral. Kondisi ini jadi tips yang disarankan Revan, salah satu pengunjung Blok M bagi yang ingin menikmati jajanan viral.

“Biasanya antre, terutama saat weekend. Saran aku, kalau mau menghindari antrean datang saja pas awal buka sekitar pukul 10 pagi dan hari biasa jangan weekend,” kata Revan yang baru pulang kerja saat ditemui detikTravel.

Selain menghindari keramaian, memilih waktu yang tepat untuk main ke Blok M memungkinkan pengunjung menikmati kuliner dan vibe yang ditawarkan Blok M. Misal kafe yang Instagrammable, tersedia photobooth, dihiasi pernak-pernik lucu, dan punya desain yang menarik perhatian.

gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Worth it banget buat dikunjungi,” kata Ira, salah satu pengunjung gang viral Blok M dari Lenteng Agung. Saat ditemui detikTravel, Ira sedang menikmati semangkuk es krim di lapak yang sempat viral dengan aneka rasa tak biasa dari produk turunan susu ini.

Hal serupa diungkapkan Indah, seorang pekerja asal Jakarta Selatan yang memilih main ke Blok M selepas jam kerja. Indah sedang kongkow bersama sekelompok temannya sambil menikmati hidangan berat, aneka camilan, dan berbagai minuman di sore hari menjelang malam.

“Makan di sini worth it (nyenengin) karena makanannya enak dan pelayanannya cepat juga,” kata Indah yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Selepas jam kerja adalah waktu yang tepat karena tidak terlalu ramai sehingga bisa benar-benar menikmati gang viral Blok M.

Sebelum memilih kafe atau resto yang bakal jadi tempat nongkrong detikers bisa survey lebih dulu, atau menyimak review dari warganet. Selain pilihan menu dan vibe kafe, ketersediaan tempat duduk, meja, dan area konkor patut jadi pertimbangan.

“Di sini tempat duduknya lumayan banyak, ada outdoor-nya juga,” kata Indah salah satu pekerja dari Palmerah yang datang ke Blok M bersama teman-temannya. Indah memilih suatu kafe yang menjual aneka hidangan Asia Tenggara untuk menikmati sore hari sebelum malam.

gang viral blok mlapak di gang viral Blok M (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Pertimbangan dari para pengunjung gang viral Blok M tentu bisa jadi pertimbangan detikers. Blok M kini telah menjelma jadi kawasan wisata urban dengan berbagai pilihan wisata. Dengan pemilihan waktu yang tepat, detikers bisa memaksimalkan waktu untuk jalan-jalan sambil makan berbagai kuliner viral.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com