Tag Archives: awan

Kenali Sistem Kerja dan Jenisnya


Jakarta

Cara pasang penangkal petir meliputi pembuatan grounding, penghantar, pemasangan kabel, hingga ujung final. Penangkal petir dibutuhkan tak hanya untuk rumah, tapi juga gedung-gedung tinggi.

Jika detikers mau pasang penangkal petir di rumah, sebaiknya harus mengenal terlebih dahulu informasi mengenai penangkal petir. Simak artikel ini untuk mengetahui cara pasang penangkal petir, cara kerja, dan jenis-jenisnya.

Cara Kerja Penangkal Petir

Penangkal petir yang kita maksud di sini sebetulnya lebih tepat disebut penangkap petir atau penyalur petir yang digunakan di rumah-rumah. Berikut ini cara kerja penangkal petir dikutip dari buku IPA Fisika SMP dan MTs untuk Kelas IX oleh Mikrajuddin Abdullah:


  • Ketika di sekitar penangkal petir terdapat awan mendung yang bermuatan, misalnya bermuatan negatif, batang logam pada penangkal petir akan mengalami induksi, sehingga menjadi bermuatan positif.
  • Jika awan tersebut menimbulkan petir yang mengarah ke batang logam itu, maka muatan-muatan negatif awan akan berpindah ke batang logam. Kemudian muatan tersebut disalurkan melalui melalui kabel logam menuju tanah.
  • Saat proses di atas berlangsung, muatan-muatan positif pada batang logam juga akan terlepas dan bergerak ke awan.

Menurut Dosen Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Machmud Effendy dalam situs Pemkot Malang, penangkap petir dan penangkal petir adalah dua alat berbeda.

Penangkap petir bekerja dengan menyalurkan petir ke tanah dengan tegangan serendah-rendahnya. Sedangkan penangkal petir biasa dipakai pabrik dengan menggunakan listrik tegangan yang sangat tinggi untuk menangkal petir yang mengarah ke bangunan.

Cara Pasang Penangkal Petir

Dilansir dari modul Instalasi Penangkal Petir oleh Fajar Danur Isnantyo dalam situs Spada Universitas Sebelas Maret (UNS), berikut ini cara pasang penangkal petir sederhana.

1. Pembuatan Grounding

Grounding adalah titik akhir pelepasan listrik ke media yang netral, salah satunya tanah. Tanah terbaik adalah yang memiliki kandungan garam tinggi, atau kandungan air tinggi, atau tingkat keasaman tinggi.

2. Pembuatan Penghantar Petir

Sebelum mencapai tanah, petir harus dialirkan dari atas melalui konduktor. Konduktor yang digunakan biasanya berbahan tembaga, aluminium atau galvanis. Nilai tahanan yang diizinkan untuk hal ini yaitu maksimal 5 ohm.

Kedalaman grounding di setiap wilayah bisa berbeda. Kedalaman 6 meter dirasa sudah baik, tetapi ada juga yang sampai melakukan pengeboran hingga 20 meter.

3. Pemasangan Kabel

Panjang bentang penghantar berpengaruh terhadap tahanan bahan. Semakin pendek bentang penghantar, maka tahanan bahan akan semakin kecil pula.

Dalam memasang kabel, jangan sampai membentuk sudut 90 derajat karena menimbulkan aliran petir yang liar atau keluar jalur. Buat belokan dengan sudut lingkar atau melengkung.

Kabel yang digunakan minimal 50 mm. Semakin tebal semakin baik. Bentuk kabel penghantar bisa bermacam-macam, seperti kawat terpilin, batang konduktor, atau lain sebagainya.

4. Pemasangan Ujung Finial

Teknis penyambungan ke ujung finial terkadang sedikit berbeda tergantung pabrik pembuatnya. Yang pasti, kabel penghantar harus terhubung dengan kuat dan elektris dengan ujung finial.

Jenis Penangkal Petir

Dalam situs eskripsi Universitas Semarang (USM), ada 3 jenis penangkal petir, yaitu:

1. Penangkal Petir Konvensional

Penangkal petir konvensional atau sederhana memiliki prinsip membentuk semacam perisai berupa konduktor yang akan mengambil alih aliran petir menuju tanah.

Penangkal petir konvensional ini sifatnya pasif, yaitu hanya bekerja ketika petir menyambar. Alat ini mengandalkan posisinya yang lebih tinggi dari objek sekitar, serta ujungnya yang runcing.

2. Penangkal Petir Elektrostatis

Penangkal petir elektrostatis adalah pengembangan dari jenis konvensional. Prinsipnya mirip, yaitu menjadi perisai yang mengambil alih sambaran petir. Perbedaanya, penangkal petir elektrostatis ini memanfaatkan ion-ion yang dihasilkan oleh dua elektroda pada ujung penangkal petir.

Berada di bawah pengaruh medan listrik antara awan dan bumi, maka kedua elektroda akan memiliki beda potensial. Tegangan antara kedua elektroda tersebut bisa menyebabkan percikan listrik yang menyebabkan molekul-molekul udara di sekitar kedua elektroda mengalami ionisasi, sehingga upward streamer dari penangkal petir lebih cepat terbentuk.

Ketika upward streamer lebih cepat terbentuk, maka upward streamer yang terbentuk menjadi lebih tinggi daripada penangkal petir konvensional. Jadi penangkal petir elektrostatis ini seakan-akan memiliki efektivitas perlindungan yang lebih tinggi.

3. Dissipation Array System (Lightning Preventor)

Selanjutnya ada Dissipation Array System atau lightning preventor. Alat inilah yang secara teknis tepat disebut penangkal petir. Penangkal petir ini dirancang agar memiliki kemampuan melepaskan muatan besar dari bangunan yang ingin dilindungi. Beda potensial antara petir dan bangunan semakin rendah, maka kemampuan awan dalam melepas muatan juga berkurang.

Perlukah Pasang Penangkal Petir?

Lantas kira-kira perlukah detikers memasang penangkal petir di rumah? Tentunya tidak ada salahnya jika ingin mendapatkan keamanan lebih. Terlebih bagi detikers yang berada di tempat tertentu, mungkin membutuhkan perlindungan lebih.

Dikutip dari situs Sinarmas Land dan modul di situs Universitas Esa Unggul, berikut ini beberapa kondisi yang membuat rumah membutuhkan penangkal petir:

  • Lokasi: rumah di daerah rawan petir, misalnya daerah pegunungan atau dekat dengan pantai.
  • Bentuk dan ukuran: rumah yang tinggi, bertingkat, dan besar, seperti menara dan cerobong pabrik.
  • Kondisi peralatan elektronik: rumah yang memiliki banyak peralatan elektronik, misalnya televisi, komputer, dan kulkas.
  • Bangunan untuk menyimpan bahan mudah meledak atau terbakar: pabrik amunisi atau gudang bahan kimia.
  • Bangunan fasilitas umum: gedung sekolah, stasiun, dan bandara.
  • Bangunan khusus: museum, gedung arsip negara, daknlain-lain.

Nah, itulah telah kita ketahui cara pasang penangkal petir, lengkap dengan cara kerja, jenis-jenis, dan contoh bangunan yang memerlukan penangkal petir.

(row/row)



Sumber : www.detik.com

Harga Tiket, Daya Tarik, dan Jam Bukanya


Taman Langit Pangalengan adalah destinasi wisata alam di Bandung Selatan. Pas buat traveler untuk berlibur di tengah pegunungan dan berhawa sejuk.

Taman Langit akan jadi pilihan sempurna bagi mereka yang ingin menikmati keindahan alam, udara segar, dan suasana tenang yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Daya Tarik Taman Langit Pangalengan 360

Pangalengan dibangun dan dikelola oleh PT Taman Langit Jaya Wisata. Objek wisata ini dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 1 hektar. Simak berbagai daya tarik wisatanya.


1. Camping Ground

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan. (Yuga Hassani/detikcom)

Taman Langit Pangalengan terkenal sebagai area perkemahan, yang juga menyediakan fasilitas untuk camping di alam terbuka. Pengunjung bisa menikmati suasana pemandangan yang eksotis dan menawan.

Daftar Harga Paket Camping di Taman Langit Pangalengan

Dilansir situs resmi pengelolanya, berikut adalah harga paket camping di Wisata Taman Langit Pangalengan:

  • Paket Camping Standar (untuk 4 orang): Rp 450.000 per hari.
  • Paket Camping Medium (untuk 4 orang): Rp Rp 550.000 per hari.
  • Paket Sunrise Camping Deck (untuk 4 orang): Rp 650.000 per hari.
  • Paket Camping Private (untuk 4 orang): Rp 700.000 per hari.

Setiap paket akan mendapatkan fasilitas dan area yang berbeda. Camping medium menawarkan tenda family double layer, paket private camping memiliki kelebihan camping dengan area khusus dan toilet terpisah.

Sementara untuk paket sunrise camping, sesuai namanya pengunjung akan diberi tempat camping dengan view area matahari terbit yang indah yang ada di Taman Langit.

Sebagai contoh, untuk paket camping medium seharga Rp 550 ribu itu sudah termasuk fasilitas:

  • Tiket masuk camping
  • Tenda Quechua Arpenaz
  • Sleeping bag
  • Extra bed
  • Terminal listrik
  • Kayu bakar
  • Lampu Penerangan

2. Jembatan di Tengah Kebun Teh

Taman Langit PangalenganPengunjung yang berfoto di jembatan kebun teh Taman Langit Pangalengan. (Yuga Hassani/detikcom)

Salah satu daya tarik utama yang menawarkan pengalaman unik di tengah keindahan alam di Taman Langit adalah jembatan di tengah kebun teh.

Di atas hamparan kebun teh yang hijau dan luas, jembatan ini memberikan pandangan menakjubkan ke arah ladang teh yang terhampar hingga ke kaki gunung. Tempat ini jadi salah satu spot foto Instagramable di Taman Langit.

3. Pemandangan yang Indah

Taman Langit PangalenganPemandangan di sekitar kawasan Taman Langit Pangalengan. (Yuga Hassani/detikcom)

Dari Taman Langit pengunjung bisa melihat kecantikan kota Bandung, dari ketinggian 1670 mdpl.

Dari arah timur, akan ada suguhan pemandangan kota Pangalengan, Danau Situ Cileunca, dan Gugusan Gunung Wayang.

Sementara dari arah selatan, kita bisa melihat pemandangan perbukitan Teh Perkebunan Cukul, Pegunungan Garut Selatan, dan Garis Samudera Hindia Laut Selatan.

Dari daya tarik di atas, ada juga berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di Taman Langit Pangalengan, seperti melihat dan menikmati suasana kebun teh, berkemah, berkuliner, melihat sunrise dan sunset, hingga menikmati keindahan awan.

Lokasi Taman Langit Pangalengan

Taman Langit Pangalengan beralamat di Kampung Puncak Mulya, Jalan Cukul, Sukaluyu, Pangalengan, Bandung, Jawa Barat. Letaknya sekitar 50 km di selatan pusat kota Bandung.

Rute menuju Taman Langit Pangalengan bisa ditempuh melalui Jalan Raya Situ Cileunca, kalau kalian berangkat menggunakan kendaraan milik sendiri.

Dari catatan detikTravel, jika menggunakan transportasi umum, traveler bisa memilih pilihan kendaraan dan rute di bawah ini:

  • Naik bus dari terminal Leuwi Panjang dengan rute Pangalengan-Bandung.
  • Mini bus atau elf dari terminal Tegal Lega.

Semua transportasi umum tadi akan menuju pemberhentian terakhir di terminal Pangalengan.

Harga Tiket Masuk

Harga tiket masuk Taman Langit Pangalengan adalah Rp 15.000 untuk dewasa, dan
Rp 5.000 untuk kategori anak-anak.

Untuk biaya parkir kendaraan regular (tanpa camping) Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Sementara, bagi pengunjung yang bawa kendaraan dan camping di sini akan dikenakan biaya parkir Rp 10.000 untuk motor dan Rp 20.000 untuk mobil.

Jam Operasional Taman Langit Pangalengan

Wisata Taman Langit Pangalengan buka setiap hari, dengan jam buka sebagai berikut.

  • Senin – Jum’at : 05.00 -17.00 WIB.
  • Sabtu – Minggu : 24 jam.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Menikmati Indahnya Alam dari Puncak Darma, Cocok untuk Healing


Jakarta

Sukabumi memiliki sejumlah tempat wisata alam yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Puncak Darma. Dari atas bukit ini, detikers bisa menikmati pemandangan alam yang begitu indah.

Puncak Darma merupakan salah satu dataran tertinggi di kawasan Geopark Ciletuh. Ada daya tarik tersendiri bagi para wisatawan sehingga menyempatkan diri untuk mampir ke Puncak Darma.

Selain itu, ada berbagai aktivitas seru lainnya selama di Puncak Darma. Penasaran? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Daya Tarik Puncak Darma

Daya tarik utama dari Puncak Darma adalah memiliki view yang menakjubkan. Dari atas puncak, travelers dapat menikmati pemandangan alam yang indah. Apalagi jika datang saat cuaca sedang cerah, kamu bisa melihat hamparan laut, pantai, dan kawasan Geopark Ciletuh dari ketinggian.

Alhasil, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Ada yang ingin beristirahat sejenak setelah menempuh perjalanan jauh atau sekadar healing untuk melepas penat.

Puncak Darma Ciemas Geopark Ciletuh Sukabumi.View dari Puncak Darma (dok. Dispar Kabupaten Sukabumi)

Cuaca yang cerah juga dimanfaatkan banyak wisatawan untuk berfoto-foto. Salah satu spot foto yang ramai dikunjungi adalah kapal nelayan, sehingga membuatmu seolah-olah berlayar di atas awan. Kalau sudah sore, travelers dapat melihat detik-detik matahari terbenam dari atas Puncak Darma.

Jangan takut kelaparan atau kehausan, karena di sekitar Puncak Darma ada banyak warung yang menjual snack dan minuman, mulai dari kopi, es kelapa, buah-buahan, hingga mi instan rebus atau goreng. Harganya juga cukup terjangkau, sehingga cocok untuk mengganjal perut.

Kalau travelers merasa lelah usai menempuh perjalanan jauh, tenang saja karena di sekitar Puncak Darma terdapat sejumlah penginapan dengan harga cukup terjangkau.

Puncak Darma memang cocok untuk kamu yang ingin menikmati keindahan alam. Apalagi setelah menempuh perjalanan berjam-jam dari Jakarta, rasa lelah langsung dibayar lunas saat tiba di tempat ini.

Fasilitas Umum di Puncak Darma

Seiring banyaknya wisatawan yang datang, fasilitas umum di Puncak Darma juga ditingkatkan demi memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Mengutip akun resmi Facebook Puncak Darma Ciletuh, berikut fasilitas umum yang tersedia:

  • Tempat parkir
  • Toilet
  • Mushola
  • Warung
  • Kafe dengan view yang indah
  • Sejumlah spot foto yang Instagramable.

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk ke Puncak Darma

Puncak Darma buka setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Disarankan datang sejak pagi jika ingin menikmati udara segar atau menjelang sore jika mau melihat sunset.

Untuk harga tiket masuk ke Puncak Darma dipatok sebesar Rp 5.000 per orang. Jika kamu membawa kendaraan seperti mobil atau sepeda motor, dikenakan tarif parkir mulai dari Rp 2.000.

Lokasi Puncak Darma

Puncak Darma merupakan tempat wisata yang berada di Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Dari area tempat parkir menuju Puncak Darma tak begitu jauh, sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki sedikit.

Namun, travelers harus hati-hati selama perjalanan menuju Puncak Darma. Soalnya, jalur yang dilalui cukup ekstrim karena melewati tanjakan dan turunan curam. Pastikan kendaraan dalam kondisi baik sebelum pergi ke Puncak Darma.

Tak hanya soal kendaraan, namun fisik pengendaranya juga harus prima. Sebab, perjalanan dari Kota Sukabumi menuju Puncak Darma bisa memakan waktu sekitar 2-3 jam. Ingat, kalau travelers sudah merasa lelah jangan dipaksakan, sebaiknya istirahat sejenak untuk meregangkan badan.

Demikian ulasan singkat mengenai Puncak Darma. Tertarik untuk berkunjung ke sini saat liburan?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Panduan Wisata dan Rute ke Taman Langit Pangalengan di Bandung


Jakarta

Wilayah Pangalengan, Bandung terkenal dengan panorama alamnya yang memukau. Ada satu destinasi wisata yang patut traveler datangi kalau berminat ke sana, yaitu Taman Langit Pangalengan.

Terletak di ketinggian 1.670 mdpl, objek wisata ini menyuguhkan panorama cantik sejauh mata memandang. Terlebih kamu bisa menyaksikan matahari terbit apabila bermalam di sana. Penasaran dengan Taman Langit Pangalengan? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Ada Apa Saja di Taman Langit Pangalengan?

Berikut daya tarik dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Taman Langit Pangalengan:


1. Panorama Mempesona

Tentunya pemandangan alam menawan merupakan daya tarik utama kawasan Taman Langit di Pangalengan ini. Letaknya yang berada di ketinggian, traveler bakal melihat panorama hijau perbatasan Bandung Selatan dan Garut Selatan sejauh mata memandang 360 derajat.

Di arah timur, kamu akan disuguhkan pemandangan wilayah Pangalengan, Situ Cileunca, dan deretan Gunung Wayang. Di selatan, pengunjung dapat menatap perbukitan perkebunan teh Cukul, pegunungan di Garut Selatan, dan garis Samudera Hindia di Laut Selatan.

Sementara di sisi utara, sebagian panorama Kota Bandung dan Pegunungan Bandung Utara bisa dilihat. Karena berada di ketinggian 1.670 mdpl juga, traveler dapat menyaksikan “samudera awan” jika beruntung.

Hamparan panoramanya yang menawan menjadikan Taman Langit Pangalengan objek wisata yang cocok banget untuk healing. Tak heran tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: Yuga Hassani/detikcom

2. Jembatan di Tengah Kebun Teh

Jembatan kayu memanjang jadi ikon di Taman Langit Pangalengan. Pasalnya, jembatan ini berada di tengah-tengah kebun teh hijau yang luas. Dengan latar belakang hamparan kebun teh, jembatan jadi spot foto favorit yang tak boleh dilewatkan para pengunjung yang datang.

Jika kedatanganmu bertepatan dengan munculnya “samudera awan’, traveler bisa banget berfoto dengan latar tersebut.

3. Tempat Berkemah

Taman Langit menyediakan camping ground atau area perkemahan di alam terbuka yang memukau ini. Sehingga traveler pun bisa menikmati pemandangan mempesona, baik di pagi, siang, maupun malam hari.

Kamu yang tertarik berkemah di sana bisa menghubungi pengelola kawasan Taman Langit Pangalengan. Terdapat variasi paket camping yang ditawarkan dengan fasilitas dan area kemah yang berbeda.

Selain dapat menikmati nuansa alamnya, traveler yang bermalam di sini akan sangat beruntung karena bisa menyaksikan matahari terbit yang menyapa di pagi hari.

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: dok. Instagram @tamanlangitpangalenganofficial

Lokasi dan Rute ke Taman Langit Pangalengan

Taman Langit Pangalengan terletak di Perkebunan Cukul, Kampung Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasinya dari pusat kota Bandung cukup jauh, sekitar 57 km dengan waktu tempuh kisaran 2 jam.

Traveler yang tertarik ke sini dapat menjangkau tempat wisata ini menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Mengutip catatan detikcom, transportasi dan rute ke Taman Langit Pangalengan yakni sebagai berikut:

1. Kendaraan Pribadi

Kamu yang menggunakan mobil atau motor sendiri dapat melalui Jalan Raya Situ Cileunca untuk menuju ke tempat wisata ini..

2. Transportasi Umum

Apabila menggunakan kendaraan umum, kamu bisa memilih transportasi dan rute:
– Bus dengan rute Pangalengan-Bandung dari terminal Leuwi Panjang
– Minibus atau elf dari terminal Tegal Lega.

Kamu yang menaiki kendaraan umum akan turun di pemberhentian akhir yaitu terminal Pangalengan.

3. Transportasi Online

Kalau memilih transportasi online, maka traveler bisa memesan langsung mobil atau ojek dari tempatmu berada untuk sampai langsung di Taman Langit Pangalengan.

Jam Buka Taman Langit Pangalengan

Kawasan wisata Taman Langit Pangalengan buka setiap hari. Kamu bisa datang kemari mulai dari jam 05.00-17.00 WIB. Sebaiknya datang sejak pagi agar tempat wisata belum terlalu ramai pengunjung.

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: Yuga Hassani/detikcom

Tiket Masuk Taman Langit Pangalengan

Untuk masuk ke Taman Langit Pangalengan, kamu perlu membeli tiket seharga Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Apabila hendak berkemah maka tiket masuknya sebesar Rp 35.000.

Bagi yang membawa kendaraan pribadi, traveler perlu mengeluarkan tarif parkir sebesar Rp Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Jika camping maka tarif parkir yang dikenakan yaitu Rp 10.000 untuk motor dan Rp 20.000 untuk mobil.

Untuk kamu yang tertarik berkemah di Taman Langit Pangalengan, berikut harga paket yang disediakan pengelola, dikutip dari laman resminya:

  • Paket Camping Standar (untuk 4 orang): Rp 450.000 per hari
    Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, matras tipis, dan toilet bersama.
  • Paket Camping Medium (untuk 4 orang): Rp Rp 550.000 per hari
    Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, kayu bakar, tikar, dan toilet bersama.
  • Paket Sunrise Camping Deck (untuk 4 orang): Rp 650.000 per hari
    Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, kompor dan cooking set, kayu bakar, area private dek kayu, dan toilet bersama.
  • Paket Camping Private (untuk 4 orang): Rp 700.000 per hari.
    Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, air mineral, tikar, area private dek kayu, dan toilet pribadi.

Tips Berkunjung ke Taman Langit Pangalengan

Sebelum traveler pergi ke Taman Langit, sebaiknya simak sejumlah tips berikut terlebih dahulu nih:

  • Sebaiknya tidak datang di hari libur karena akan ramai wisatawan
  • Datang saat cuaca cerah agar tidak kesulitan selama perjalanan
  • Menggunakan kendaraan roda dua karena akses jalan yang hanya muat satu mobil
  • Membawa bekal makanan dan minuman
  • Mengenakan pakaian hangat yang nyaman karena cuaca yang relatif dingin
  • Memakai alas kaki yang tidak licin
  • Berhati-hati saat berjalan di perkebunan teh
  • Tidak diperkenankan membuang sampah sembarangan
  • Membawa aksesoris untuk berfoto.

Nah, itu tadi panduan berwisata dan rute ke Taman Langit Pangalengan di Bandung. Jadi, kamu tertarik berkunjung ke sana nggak?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

8 Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Ada banyak gunung di Jawa Barat yang sering dikunjungi para pendaki. Beberapa di antaranya bahkan tergolong aman untuk pendaki pemula.

Saat ini, mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas yang banyak dilakukan masyarakat. Namun, dibutuhkan fisik dan mental yang kuat sebelum travelers melakukan pendakian.

Jika kamu baru pertama kali mendaki gunung, sebaiknya pilih gunung yang tidak terlalu tinggi dan treknya cukup landai. Sebab, dikhawatirkan kamu tidak kuat saat melewati medan berat, apalagi travelers belum punya banyak pengalaman mendaki gunung.


Di wilayah Jawa Barat, ada sejumlah gunung yang cocok untuk pendaki pemula. Lantas, apa saja gunung tersebut? Simak daftarnya dalam artikel ini.

Gunung di Jawa Barat yang Cocok untuk Pendaki Pemula

Terdapat sejumlah gunung di Jawa Barat yang populer di kalangan pendaki, seperti Gunung Gede, Papandayan, hingga Kerenceng. Berikut daftar gunung yang pas untuk pendaki pemula yang dirangkum dari catatan detikcom:

1. Gunung Gede

Rekomendasi yang pertama ada Gunung Gede. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke dalam tiga kabupaten di Jawa Barat, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Gunung Gede menjadi favorit para pendaki pemula karena treknya yang tidak terlalu curam. Selain itu, gunung dengan ketinggian 2.958 mdpl ini menawarkan pemandangan alam yang memukau di sepanjang jalur pendakian.

Saat mendaki di Gunung Gede, kamu bisa melihat Telaga Biru dan air terjun. Terdapat juga Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat.

2. Gunung Papandayan

Gunung Papandayan terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini juga termasuk ramah pendaki.

Salah satu jalur yang aman dengan medan yang tidak terlalu sulit adalah via jalur Cisurupan. Sambil menyusuri hutan dan jalan setapak, travelers akan disuguhkan oleh panorama alam yang memukau.

Selama mendaki, kamu juga bisa menemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, pepohonan hijau yang rindang, udara segar, dan kawah. Sebagai pengingat, Gunung Papandayan masih cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi.

3. Gunung Kencana

Apabila tidak mau mendaki gunung yang terlalu tinggi, Gunung Kencana bisa menjadi opsi terbaik. Dengan ketinggian hanya 1.802 mdpl, durasi pendakian dari titik awal hingga highland camp memakan waktu sekitar 1 jam saja.

Gunung Kencana berlokasi di Rawa Gede, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Terdapat tiga jalur yang bisa dipilih, yakni via lerengan Barat Daya Gunung Paseban, via puncak Karvak, dan rute Paseban.

4. Gunung Guntur

Rekomendasi berikutnya adalah Gunung Guntur. Dengan ketinggian 2.249 mdpl, gunung ini termasuk dalam kategori ramah bagi pendaki pemula.

Sepanjang trek pendakian, travelers akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang indah. Setibanya di puncak gunung, kamu dapat menyaksikan panorama Kota Garut dari atas awan.

5. Gunung Burangrang

Pendakian di Gunung Burangrang via Pangheotan bisa menjadi pilihan terbaik bagi pendaki pemula. Sebab, medan yang dilalui tidak terlalu sulit dan cukup landai, sehingga bisa melakukan pendakian santai.

Namun, jalur pendakian yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta, ini kurang diminati banyak pendaki karena waktu tempuhnya bisa mencapai lima jam untuk bisa tiba di puncak.

Meski begitu, detikers tetap disuguhkan oleh lanskap yang indah dan memanjakan mata. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan panorama Kota Bandung dari atas langit.

6. Gunung Kerenceng

Gunung Kerenceng juga bisa menjadi opsi terbaik bagi pendaki pemula. Sebab, treknya cenderung pendek dan bisa ditempuh sekitar 2,5 jam saja.

Namun, medan yang dilalui cukup ekstrem karena di sisi kanan-kirinya terdapat jurang. Jadi, detikers harus hati-hati selama pendakian menuju puncak.

Gunung Kerenceng memiliki ketinggian 1.754 mdpl. Dari atas puncaknya, kamu dapat melihat lanskap Kota Sumedang. Selain itu, kamu juga bisa menyaksikan indahnya Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, dan Kawasan Cadas Pangeran.

7. Gunung Putri

Gunung yang berada di Lembang, Bandung, ini termasuk salah satu gunung yang ramah pendaki. Dengan ketinggian 1.578 mdpl, Gunung Putri bisa dijadikan sebagai tempat uji coba atau pemanasan sebelum mendaki gunung yang lebih tinggi.

Setibanya di puncak, travelers bisa mendirikan tenda di camping ground yang telah disediakan pihak pengelola. Selama di puncak Gunung Putri, detikers dapat menyaksikan sunset, sunrise, hingga keindahan city light Kota Bandung.

8. Gunung Malabar

Rekomendasi yang terakhir adalah Gunung Malabar. Dengan ketinggian 2.347 mdpl, Gunung Malabar termasuk salah satu gunung favorit di kalangan pendaki.

Meskipun jalur pendakiannya cukup menantang, tetapi Gunung Malabar masih cocok untuk pendaki pemula. Rasa lelah setelah mendaki selama berjam-jam langsung terbayar lunas setibanya di atas puncak.

Sebab, kamu dapat melihat pemandangan Kota Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu. Wajar saja, sebab Gunung Malabar terletak di Kawasan Cililin, Kabupaten Bandung Barat.

Itu dia delapan rekomendasi gunung di Jawa Barat yang cocok untuk pendaki pemula. Tertarik untuk mendaki gunung yang mana, travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Wisata Alam di Wakatobi, Hidden Gem buat Healing & Nyantai



Jakarta

Kondisi kelelahan mental, fisik, dan emosional dapat terjadi akibat kelelahan yang tidak dirasakan sehingga dapat kehilangan motivasi dalam hidup. Keadaan seperti ini membuat sebagian Gen Z membutuhkan suasana baru untuk mengembalikan motivasi dalam hidupnya.

Tak heran jika tren traveling untuk reconnect dengan alam kian populer di kalangan anak muda. Berbagai kegiatan saat traveling seperti snorkeling, diving, hingga hiking pun banyak dilakoni Gen Z sebagai sarana healing.

Di antara sekian banyak destinasi, Wakatobi hadir sebagai hidden gem Indonesia yang menawarkan keindahan alam bawah laut, budaya lokal yang hangat, dan ketenangan yang sulit ditemukan di destinasi wisata mainstream.


Terletak di Sulawesi Tenggara, Wakatobi bukan hanya surga bagi para penyelam dunia, tapi juga tempat sempurna untuk Gen Z yang ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota dan menemukan kembali versi terbaik dirinya. Melalui eksplorasi alam yang autentik dan interaksi dengan budaya lokal yang masih lestari, perjalanan ke Wakatobi bisa menjadi pengalaman transformatif yang menyegarkan jiwa.

Keindahan alam Wakatobi akan dieksplor lebih jauh dalam serial mini 3 episode yang akan dikembangkan Tolak Angin. Kemegahan alam bawah laut, budaya, hingga alam Wakatobi akan disorot melalui mini series berjudul ‘Angin Angan’ yang akan hadir dengan gaya bercerita.

Mini series tersebut menceritakan seorang pembawa berita cuaca TV nasional berusia 28 tahun di Indonesia, Andi Wan Tyupaan, yang juga dikenal sebagai Awan yang tampan, cerdas, dan berasal dari keluarga kaya tetapi masih lajang.

Meskipun banyak wanita yang tertarik padanya, tidak ada yang bertahan lama. Alasannya? Setiap kali seseorang berbicara kepadanya untuk pertama kalinya, dia selalu membalas dengan ‘Hah?!’ bukan hanya sekali, tetapi tiga kali. Baru setelah itu, dia menjadi pria yang sangat normal. Itu adalah kebiasaan aneh yang membuat orang menjauh.

Suatu hari, Awan mendengar dari seorang teman bahwa dia mungkin dapat ‘menyembuhkan kebiasaan aneh ini’ di Wakatobi. Tetapi mengapa Wakatobi? Apa yang ada di tempat ini yang menjadi kunci perubahannya? Bisakah Awan akhirnya pulih dan menemukan cinta yang selama ini dicarinya?

[Gambas:Youtube]

Adapun, lokasi untuk pengambilan gambar dari mini series ini akan dilakukan di Pulau Wangiwangi, Underwater Pulau Tomia, Kampung Bajo Sampela, dan Desa Pajam.

Bagaimana tertarik untuk mengunjungi Wakatobi? Jangan lupa bawa Tolak Angin untuk menjaga kehangatan tubuh dan mencegah agar tidak masuk angin. Tolak Angin bisa kamu beli di mana saja mulai dari toko, minimarket serta secara online di www.sidomunculstore.com atau di Sido Muncul Official Store di berbagai marketplace.

Tonton juga “Tak Ada Pelangi di Jalan Andrea Hirata Selamatkan Bahasa Belitung” di sini:

(prf/ega)



Sumber : travel.detik.com