Tag Archives: bahan makanan

9 Barang yang Tidak Boleh dan Tidak Perlu Dimasukkan ke Kulkas


Jakarta

Lemari es termasuk peralatan yang penting di rumah. Oleh sebab itu, kita perlu mengatur apa saja barang atau bahan makanan yang bisa masuk di dalamnya.

Sejumlah bahan pokok dapur dan sayuran tertentu, ada yang lebih baik disimpan pada suhu kamar. Pasalnya, jika terkena suhu dingin mereka bisa kehilangan rasa dan kualitasnya.

Lalu, apa saja barang yang tidak boleh disimpan di kulkas? Simak daftar contohnya di bawah ini.


Bahan yang Tidak Perlu Dimasukkan ke Dalam Kulkas

Dilansir dari laman Homes and Gardens, menurut berikut adalah daftar barang dan bahan makanan yang tidak boleh dimasukkan ke dalam kulkas:

1. Roti dan Pisang

Pendiri perusahaan penataan dan pengorganisasian The Siplified Island, Caroline Roberts, mengungkapkan bahwa pisang dan roti tidak baik disimpan di kulkas.

“Roti akan mengering jika disimpan di kulkas, dan pisang akan menjadi hitam. Meskipun pisangnya masih bisa dimakan, tapi terlihat sangat kotor,” ungkapnya dikutip dari laman Homes and Gardens.

Ia menyarankan untuk menyimpan pisang dan roti di dapur. Jika memang mau di dalam kulkas, pastikan pisang masuk di freezer

“Sebagai gantinya, kami akan mengupasnya (pisang) dan menyimpannya di freezer untuk dijadikan smoothie atau makanan yang dipanggang,” jelasnya.

2. Buah yang Masih Perlu Dimatangkan

Bukan kulkas, tapi meja adalah tempat yang paling cocok untuk buah-buahan yang masih perlu matang.

“Setelah matang, kami memindahkan sebagian besar buah (tetapi bukan pisang atau tomat) ke lemari es supaya tahan lebih lama. Kami menyimpan potongan buah di lemari es,” beber Jamie Hord, pendiri perusahaan pengorganisasian Horderly.

3. Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang merah dan bawang putih tidak perlu disimpan di kulkas. Paling baiknya mereka perlu disimpan di tempat yang mendapat aliran udara (bukan di wadah tertutup). Berbeda jika bawang tersebut telah dipotong-potong.

“Memotong dan menyiapkan bawang merah dan bawang putih untuk dimasak, mereka akan lebih rentan terhadap bakteri, sehingga harus disimpan di lemari es,” ujar Jamie.

4. Paprika, Mentimun, dan Tomat

Mungkin banyak orang yang masih menaruh paprika, tomat, ataupun mentimun di lemari es. Faktanya, bahan makanan tersebut tidak perlu di simpan di kulkas.

Direktur rantai pasokan makanan, ritel, dan FMCG di British Standards Institution, Neil Coole, mengatakan bahwa jika disimpan di kulkas paprika, mentimun, dan tomat kualitasnya bisa hilang.

“Saat disimpan di kulkas, mereka sering kali kehilangan rasa, dan kualitasnya secara keseluruhan. Sebaiknya menyimpan barang-barang ini pada suhu kamar untuk mendapatkan rasa terbaik dan nutrisi terbanyak,” terangnya.

5. Acar

Neil juga mengingatkan agar tidak memasukkan acar ke kulkas.

“Kosongkan sebagian ruang penyimpanan serta perhatikan metode pengawetan, seperti pengawetan dan fermentasi, yang menjaga makanan tetap berkualitas tinggi tanpa perlu pendinginan tambahan,” terangnya.

6. Alpukat

Ahli gizi The Candida Diet, Lisa Richards, mengungkapkan alpukat itu tidak boleh masuk kulkas, karena akan mempengaruhi tekstur dan rasanya.

“Ketika alpukat disimpan di kulkas, suhu dingin akan memperlambat proses pematangan dan membuat daging menjadi keras. Sehingga memengaruhi rasa dan teksturnya. Selain itu, daging juga bisa berubah warna, sehingga membuat tampilan alpukat menjadi kurang menarik,” terang Lisa.

Jadi, baik alpukat yang matang ataupun belum cukup matang, biarkan saja ditaruh pada suhu ruangan.

7. Labu, Ubi, dan Terong (Sweet Potato)

Seorang pakar kuliner di Tupperware, Dia Lugo, mengatakan bahwa labu, terong, dan ubi adalah bahan makanan yang lebih baik disimpan di luar lemari es.

Menurutnya, wadah justru bisa memberikan kelembapan yang tepat untuk membantu ubi tetap keras.

Sekaligus meminimalkan perkecambahan dan pembusukan, mengurangi bau, dan mengurangi produksi Solanine, zat beracun yang ditemukan di tanaman nightshades, seperti ubi.

8. Kopi

Pendiri Home Bar Select, Aaron Jerez,mengatakan bahwa kopi tidak perlu disimpan di kulkas. Pasalnya, suhu dingin di kulkas bisa menyebabkan rasa kopi menjadi basi.

“Sebaliknya, (kopi) disimpan di tas atau wadah bubuk kopi A yang belum dibuka pada suhu kamar dalam wadah kedap udara,” terangnya.

9. Sayuran yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

Kentang, bawang bombay, dan paprika adalah sayuran yang tidak perlu dimasukkan di kulkas.

Caroline justru menyarankan untuk menyimpan potongan sayuran tersebut dalam stoples (seperti bunga dalam vas) dengan sedikit air di bagian bawahnya. Hal ini menjadi tips agar mereka bisa tetap disimpan dengan segar.

(khq/inf)



Sumber : www.detik.com

5 Bahan Dapur Ini Ampuh buat Bersihkan Rumah Sampai Kinclong



Jakarta

Membersihkan rumah tentu membutuhkan cairan pembersih agar bisa membasmi kuman dan kotoran. Meski ada banyak cairan pembersih di pasaran, kebanyakan bersifat keras serta dapat mengganggu kesehatan manusia dan lingkungan.

Tenang saja, kamu bisa bikin cairan pembersih alami yang lebih aman dengan menggunakan berbagai bahan dapur. Bukan cuma untuk masak, bahan tersebut efektif membersihkan permukaan di rumah.

Mengutip dari laman Better Bond Cleaning, Senin (8/7/2024), berikut ini beberapa bahan yang bisa digunakan untuk membuat cairan pembersih alami di rumah.


Bahan Dapur yang Bisa Jadi Cairan Pembersih

1. Lemon

Lemon sebagai buah sitrus mampu menghilangkan kotoran, debu, bakteri, dan noda di lantai dan permukaan keras lainnya. Kamu bisa mencampurkan jus lemon dan garam untuk menggosok permukaan menjadi kinclong.

Sementara untuk keran, buah lemon bisa digosokkan ke permukaan kotor dan dibiarkan selama enam jam sebelum dibersihkan dengan kain basah. Selain itu, lemon juga dapat menjadi pewangi alami tempat sampah, cukup dengan meletakkan separuh belahannya.

2. Soda Kue

Soda kue merupakan bahan pembersih alami yang lembut tetapi mampu membersihkan kotoran dengan mudah. Selain digunakan sendirian, bahan ini dapat ditambahkan ke banyak bahan pembersih lainnya.

Soda kue boleh digunakan untuk membersihkan oven, microwave, dan talenan untuk menghilangkan noda dan kotoran. Sebab, bahan tersebut tergolong aman, terlebih karena merupakan bahan makanan.

3. Cuka Putih

Cuka putih merupakan bahan yang luar biasa sebagai cairan pembersih rumahan. Bahan ini bisa membantu menghilangkan minyak dan noda membandel pada permukaan serta berfungsi sebagai disinfektan.

Menariknya, cairan ini bisa digunakan sebagai pembersih gelas, logam kuningan, dan minyak. Cuka putih sangat efektif untuk membersihkan noda, tetapi disarankan agar tidak digunakan pada bahan marmer atau batu-batuan.

4. Garam

Garam sebagai barang yang wajib ada di rumah ternyata bisa sangat membantu membersihkan rumah. Kamu dapat menyikat ubin, lantai, atau permukaan keras lainnya dengan taburan garam. Untuk hasil lebih maksimal, campurkan garam dengan air panas sebagai cairan pembersih.

Itulah bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai cairan pembersih alami untuk membuat rumah menjadi kinclong dan sehat bagi keluarga maupun lingkungan. Semoga bermanfaat!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

9 Bahan Ini Ampuh Hilangkan Bekas Semen di Lantai, Irit Waktu dan Energi!


Jakarta

Setelah renovasi atau bangun rumah, bekas semen sering menempel pada keramik. Bekas ini terlihat jelas terutama pada warna keramik yang cerah seperti putih, krem, pink, dan lainnya. Bekas semen ini membuat tampilan keramik tampak kotor.

Mungkin kamu sudah tau jika semen yang menempel di keramik bisa dibersihkan, tetapi bagaimana jika bekas tersebut tersebar di seluruh keramik. Pasti butuh waktu lama dan energi yang besar untuk membersihkan satu-satu.

Namun, tidak perlu khawatir ada beberapa cara untuk menghilangkan bekas semen di keramik. Mengutip dari Klopmart, Sabtu (20/7/2024), berikut 9 cara hilangkan bekas semen pada keramik dengan cepat.


1. Cuka

Banyak yang tidak tahu, cuka adalah bahan alami dikenal ampuh menghilangkan jenis noda, termasuk bekas semen. Cairan ini ampuh melunakkan semen sehingga tidak butuh waktu lama dan tenaga besar untuk menggosok bekas semen yang menempel.

Caranya campurkan cuka dan air dalam perbandingan 1:1. Setelah campuran jadi, oleskan pada bekas semen dan biarkan selama 10-15 menit. Lalu kamu dapat menggosok area tersebut dengan sikat kasar atau spons untuk membuat sisa semen terkelupas. Kemudian bersihkan dengan membilasnya menggunakan air bersih.

2. Soda Kue

Bahan pembersih lainnya yang mudah ditemukan di rumah dan ampuh untuk bersihkan noda membandel adalah soda kue. Selain berguna untuk mengembangkan kue, ternyata soda kue dapat menjadi bahan pembersih efektif. Sama seperti cuka, kamu perlu mencampurkan soda kue dengan sedikit air sampai sedikit mengental.

Oleskan campuran tersebut pada bekas semen dan diamkan selama 10-15 menit. Kemudian gunakan sikat atau spons keras untuk membersihkan bekas semen dan bilas dengan air hingga bersih.

3. Batu Apung

Benda keras bertemu benda keras. Ternyata batu apung bisa jadi bahan abrasif yang dapat membantu mengikis bekas semen dari keramik. Caranya dengan membasahi permukaan keramik terlebih dahulu, kemudian gunakan batu apung untuk menggosok perlahan bekas semen yang mengeras. Namun, kamu perlu berhati-hati saat menggosoknya agar tidak merusak permukaan keramik. Setelah terkikis, bilas dengan air hingga semua sisa semen bersih.

4. Larutan HCL

Untuk pembersih yang satu ini kamu harus hati-hati dan menggunakan sarung tangan khusus. Asam klorida (HCL) termasuk pembersih yang kuat. Cara menggunakannya, campurkan HCL dengan air sesuai petunjuk pada label dan oleskan pada bekas semen.

Lalu diamkan selama beberapa menit, kemudian gunakan sikat atau spons untuk membersihkan bekas semen. Bilas dengan air bersih dan pastikan bekas semen telah hilang sepenuhnya.

5. Garam

Kamu pasti punya garam di rumah. Bahan makanan ini bisa jadi bahan untuk membantu melunakkan bekas semen. Untuk menggunakannya, kamu cukup mencampurkan garam dengan sedikit air untuk membuat teksturnya kental jangan sampai terlalu cair.

Oleskan pasta ini pada bekas semen dan diamkan selama 10-15 menit. Gunakan sikat atau spons untuk membersihkan bekas semen, lalu bilas dengan air bersih dan keringkan.

6. Parutan Kelapa

Bahan satu ini bisa kamu dapatkan dengan mudah di pasar. Parutan kelapa bisa menghilangkan bekas semen dengan alami. Kamu dapat memarut kelapa segar dan gunakan serbuknya untuk menggosok bekas semen. Hal ini bisa menjadi metode yang lembut dan aman untuk permukaan keramik. Setelah menggosok, bilas dengan air bersih dan keringkan.

7. Belimbing Wuluh

Meskipun rasanya asem, belimbing wuluh mengandung asam sitrat alami yang bisa membantu melunakkan bekas semen. Potong belimbing wuluh menjadi dua bagian dan gosokkan permukaan dagingnya pada bekas semen. Biarkan sejenak, kemudian sikat atau lap bersih.

8. Lemon

Buah asam lainnya yang efektif melunakkan permukaan semen adalah lemon karena buah ini memiliki kandungan asam sitrat. Cukup peras lemon lalu gunakan jusnya untuk membersihkan bekas semen. Diamkan beberapa menit, lalu sikat sampai bekas semen terkelupas. Bilas dengan air bersih dan pastikan telah hilang sepenuhnya sebelum mengeringkan.

9. Hidrogen Peroksida

Terakhir ada hidrogen peroksida. Kamu dapat coba menggunakan hidrogen peroksida untuk menghilangkan bekas-bekas semen. Cukup campurkan hidrogen peroksida dengan air dalam perbandingan 1:1, lalu oleskan pada bekas semen dan biarkan selama beberapa menit sebelum membersihkannya dengan sikat. Bilas dengan air bersih dan keringkan.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Kulkas Nyala atau Mati Saat Liburan? Jangan Sampai Salah, Ini Jawabannya


Jakarta

Sebelum liburan, banyak hal yang kamu harus persiapkan, terutama soal keamanan barang elektronik di rumah. Jangan sampai setelah kamu meninggalkan rumah, ada barang elektronik yang lupa dicabut kabelnya dan terjadi korsleting. Bahayanya rumah bisa hangus terbakar dan membahayakan tetangga sekitar yang mungkin ada di rumah selama kamu pergi.

Salah satu alat elektronik yang perlu kamu perhatikan adalah kulkas. Penyimpanan satu ini biasanya tidak pernah dicabut karena untuk mendinginkan bagian dalam, kulkas perlu terhubung dengan listrik.

Jangan sampai karena terbiasa tidak dicabut, saat kamu pergi liburan, kulkas lupa dicabut. Namun, bagaimana nasib makanan atau minuman yang cepat basi apabila di suhu ruangan? Apakah kulkas harus dimatikan saat pergi liburan?


Melansir wilshirerefrigeration, ternyata wajib atau tidak kulkas dimatikan tergantung pada lama kamu pergi liburan. Untuk lebih jelasnya sebagai berikut.

Pergi Selama 1-4 Minggu

Untuk liburan yang lebih singkat, kulkas boleh dibiarkan hidup dengan kabel tersambung ke listrik. Namun, dengan catatan kondisi kabel, colokan, dan kelistrikan di rumah memiliki pengaman.

Setelah itu, pisahkan makanan dan minuman yang cepat basi. Meskipun kulkas masih menyala, kamu tetap harus mengeluarkan makanan dan minuman yang daya tahannya sebentar agar kulkas tidak bau.

Pergi Lebih dari 1 Bulan

Jika bepergian selama satu bulan atau lebih kulkas harus dimatikan dan tidak ada kabel yang tersambung ke listrik. Kosongkan pula isi dari kulkas termasuk yang berada di freezer. Setelah kosong, bersihkan bagian dalamnya dengan lap dan cairan pembersih. Terakhir matikan pengatur suhu.

Ada pun cara untuk mengosongkan kulkas yang benar adalah sebagai berikut.

  1. Keluarkan makanan atau bahan makanan yang mudah basi.
  2. Isi setengah kulkas dengan wadah berisi air, untuk menjaga suhu tetap stabil.
  3. Apabila kulkas dilengkapi dengan alat pembuat es batu, sebaiknya dimatikan sementara waktu.
  4. Kosongkan freezer dengan kantong es untuk menjaga suhu tetap stabil.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Sederet Manfaat Baking Soda untuk Dapur Rumah



Jakarta

Baking soda adalah bahan tambahan pembuatan kue atau makanan yang mengandung bahan kimia bersifat abrasif. Sehingga, tak hanya sebagai bahan makanan, sifat abrasif ini membuat baking soda cocok digunakan sebagai bahan pembersih.

Kamu bisa gunakan baking soda untuk membersihkan rumah, misalnya dapur. Dapur memang menjadi salah satu ruangan yang sering terkena noda seperti minyak dan lemak yang diakibatkan aktivitas memasak. Mengutip dari buku Rumah Bersih Alami Tips Perawatan Rumah dan Pribadi yang Hemat dan Ramah Lingkungan karya Hanna Natalisa, baking soda dapat digunakan untuk hal-hal berikut ini.

Membersihkan Noda dan Kerak pada Alat Makan

Gunakan baking soda untuk membersihkan noda pada alat makan. Caranya rendam cangkir-cangkir yang penuh noda teh atau kopi ke dalam air baking soda, lalu bilas. Baking soda dapat menghilangkan noda atau kerak pada alat makan.


Membersihkan Oven

Caranya dengan menaburkan baking soda yang banyak di lantai oven lalu semprot dengan campuran air dan cuka. Setelah beberapa jam bilas.

Menetralkan Bau

Campuran baking soda dengan sedikit air sehingga menjadi pasta yang dapat digunakan untuk membersihkan dan menetralkan bau seperti di talenan. Cara lain adalah isi satu box kecil dengan baking soda lalu letakkan ke dalam kulkas atau freezer dan ganti setiap 3 bulan sekali.

Memadamkan Api

Sediakan satu box kecil baking soda dekat kompor untuk memadamkan kebakaran kecil. Ketika terjadi kebakaran kecil, segera lemparkan baking soda ke sumber api. Walau tidak ada kebakaran, menyimpan baking soda dekat kompor tidak ada salahnya karena dapat menetralisir bau tidak sedap.

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Awas! Jangan Simpan 9 Benda Ini Dekat Kompor Kalau Nggak Mau Nyesel


Jakarta

Kompor merupakan benda yang wajib ada di dalam dapur. Selain kompor, ada berbagai macam barang yang disimpan di dapur, seperti alat masak dan bahan makanan.

Benda-benda di dapur tidak boleh ditaruh sembarangan, apalagi sampai berdekatan dengan kompor. Pasalnya, kompor sebagai sumber api berisiko membakar benda di dekatnya.

Nah, ada beberapa benda yang rawan terbakar atau rusak kalau berada dekat kompor. Simak benda apa saja yang tidak boleh diletakkan dekat kompor di sini.


Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

Inilah deretan benda yang sebaiknya ditempatkan jauh dari kompor, dikutip dari Real Simple.

1. Tisu

Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Benda ini bisa saja ditaruh di berbagai tempat, tetapi sebaiknya hindari area kompor.

2. Benda Elektronik

Jauhkan benda elektronik seperti pemanggang roti, laptop, dan ponsel dari kompor. Benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

3. Rempah-rempah

Sebaiknya rempah-rempah tidak disimpan dekat kompor. Panas dari kompor bisa mengeringkan minyak esensial di dalam rempah-rempah. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

4. Makanan Cepat Busuk

Makanan yang cepat busuk seperti kentang, sayuran, dan bawang perlu dijauhkan dari kompor. Makanan seperti itu membutuhkan lingkungan dengan suhu ruangan yang dingin atau sejuk. Kalau diletakkan dekat kompor, makanan tersebut akan cepat lunak dan membusuk.

5. Produk Pembersih

Kemudian, jangan simpan produk pembersih seperti sabun cuci piring dekat kompor. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

6. Minyak Goreng

Biasanya minyak goreng berada dekat kompor agar mudah diambil. Namun, sebenarnya minyak goreng sensitif terhadap suhu tinggi. Kualitas minyak bisa menurun kalau disimpan dekat kompor.

7. Cuka

Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

8. Benda Plastik

Berbagai peralatan dapur ada yang terbuat dari plastik. Pastikan untuk menaruh peralatan tersebut jauh dari kompor agar tidak meleleh, melengkung, mengering, bahkan terbakar kalau terlalu dekat api.

9. Kain

Terakhir, jauhkan bahan-bahan kain seperti sarung tangan oven dari kompor. Bahan kain sangat rawan terbakar dekat kompor.

Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

9 Benda yang Harus Dijauhkan dari Kompor, Bisa Picu Kebakaran!


Jakarta

Ketika sedang memasak, keamanan adalah nomor satu. Jangan sampai ketika memasak muncul titik api yang dapat menyebabkan kebakaran atau ada barang yang rusak karena sering terpapar panas.

Untuk mencegah hal tersebut, kita harus berhati-hati ketika berada di dekat sumber api, yakni kompor dan gas. Pastikan area tersebut aman dari barang-barang yang mudah terbakar atau tak tahan api. Dilansir Real Simple, berikut benda-benda yang sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor.

Benda yang Tak Boleh Berada di Dekat Kompor

1. Bahan Plastik

Plastik merupakan material yang mudah meleleh ketika terkena api dan panas yang tinggi. Material plastik tidak bisa lepas dari barang-barang di dapur, sebagai contoh tempat minyak, centong, hingga piring yang berisi bahan makanan yang akan dimasak. Perabotan dari plastik sebaiknya diletakkan jauh dari kompor untuk mencegah risiko kebakaran.


2. Kain

Di dapur kotor pasti ada satu kain yang tergeletak di dekat kompor. Fungsinya untuk membersihkan cairan atau minyak yang berserakan saat memasak. Ketika meletakkan kain di dekat kompor sebaiknya lebih berhati-hati karena material ini mudah sekali terbakar.

3. Tisu

Tisu memiliki bahan yang mudah terbakar. Sebaiknya tisu diletakkan di daerah yang kering dan jauh dari kompor.

4. Minyak Goreng

Untuk mempermudah ketika memasak, minyak goreng biasanya diletakkan di tempat yang mudah dijangkau, seperti di samping, atas, dan bawah kompor. Meletakkan minyak goreng terlalu dekat dengan kompor dapat menurunkan kualitas minyak.

5. Rempah-rempah

Rempah-rempah juga sebaiknya tidak diletakkan di dekat kompor karena panasnya dapat mengeringkan minyak esensial di dalamnya. Lalu, uap dari merebus air atau sop membuat rempah-rempah bubuk lembap dan cepat menggumpal.

6. Benda Elektronik

Siapa di sini suka memasak sembari mengakses perangkat elektronik seperti ponsel, radio, atau speaker. Hati-hati ya, benda-benda ini rawan meleleh akibat panas tinggi.

7. Makanan Cepat Busuk

Meskipun tidak memicu kebakaran, bahan masakan seperti kentang, sayuran, dan bawang tidak bisa diletakkan di dekat kompor. Hal ini dikarenakan sayur dan buah sebaiknya disimpan di suhu dingin atau suhu udara. Suhu di dekat kompor terlalu panas dan dapat memicu pembusukan pada sayur dan buah.

8. Produk Pembersih

Benda selanjutnya yang tidak boleh disimpan di dekat kompor adalah produk kebersihan, seperti cairan pembersih noda dan sabun cuci piring. Produk tersebut mudah terbakar karena kandungan bahan kimia di dalamnya.

9. Cuka

Cita rasa cuka bisa berubah akibat suhu tinggi dari kompor. Sebaiknya hindari meletakkan cuka di area kompor.

Itulah sejumlah benda yang perlu dijauhkan dari area kompor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com