Tag Archives: bahan pembersih

Cara Mudah Bersihkan Mangkuk Toilet Pakai Cuka dan Baking Soda


Jakarta

Membersihkan mangkuk toilet harus dilakukan untuk menghilangkan noda dan mencegah pertumbuhan bakteri. Namun, banyak pemilik rumah yang enggan melakukannya.

Meski demikian, ada cara untuk membersihkannya dengan cepat dan mudah lho. Salah satunya pakai cuka dan baking soda.

Nah, sebelumnya membersihkannya, pastikan dulu mangkuk toilet itu terbuat dari apa. Sebab, beberapa bahan pembersih terlalu keras sehingga untuk membersihkan noda perlu perlakuan khusus.


Noda-noda yang biasanya menempel pada mangkuk toilet biasanya noda air sadah, karat, hingga jamur. Untuk membersihkan noda-noda tersebut perlu penanganan khusus.

Dikutip dari Southern Living, Kamis (3/7/2025), pembersih profesional dan pemilik Home Reimagined di Austin, Texas, Jacqueline Stein mencontohkan cara membersihkan noda air sadah. Noda tersebut berasal dari kandungan mineral yang ada pada air dan perlu dibersihkan dengan pembersih yang memiliki basis asam.

“Lalu, tentunya pembersihan mingguan secara teratur juga diperlukan,” ujarnya.

Nah, untuk membersihkan mangkuk toilet juga bisa dilakukan dengan cuka dan baking soda. Berikut ini caranya.

Perhatikan Keamanan Sekitar

Sebelum mulai membersihkan, pastikan keadaan sekitar aman. Misalnya, pastikan tempat yang dibersihkan memiliki ventilasi udara yang baik saat menggunakan pembersih kimia maupun buatan serta jangan lupa pakai sarung tangan.

Stein menyarankan untuk membaca cara penggunaan bahan pembersih dan peringatan. Pastikan juga pemilik rumah mengetahui bahan toilet sebelum menggunakan pabrik pembersih agar tidak rusak.

Cara Membersihkan Noda di Mangkuk Toilet

Membersihkan noda di mangkuk toilet bisa dengan cuka dan baking soda. Metode ini relatif aman dan bisa bekerja dengan baik serta cocok untuk perawatan rutin.

Bahan dan langkah-langkahnya:

  • Gunakan sarung tangan
  • Tuang cuka ke dalam mangkuk toilet
  • Tambahkan baking soda dan gosok
  • Biarkan 15-30 menit
  • Flush dan keringkan

“Saya suka betapa mudah dan ramah lingkungannya. Cukup tuangkan cuka ke dalam mangkuk (toilet), tambahkan soda kue, biarkan berbusa, gosok dengan baik, dan diamkan sebelum menyiramnya. Karena akan berbusa, pastikan untuk tidak menambahkan terlalu banyak, atau airnya bisa meluap,” kata Stein.

Pemilik rumah bisa membersihkan toilet setidaknya seminggu sekali untuk mencegah penumpukan noda. Kalau di rumah menggunakan air sadah maka toilet perlu dibersihkan lebih sering.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Tak Cukup Pakai Air, Ini 3 Cara Bersihkan Kompor Secara Ampuh


Jakarta

Kompor merupakan peralatan dapur yang paling cepat kotor. Apalagi jika kamu memasak makanan yang digoreng, sudah pasti cipratan minyak dapat memenuhi seluruh kompor.

Setelah memasak, kompor sebaiknya segera dibersihkan. Jika tidak maka noda seperti minyak, bumbu masak, hingga sisa makanan berceceran di atas kompor. Hal ini dapat mengundang semut, tikus, hingga kecoak karena terdapat sumber makanan.

Selain itu, kompor yang tidak dibersihkan dalam waktu lama menyebabkan noda dan kotoran jadi sulit dihilangkan. Alhasil, membilasnya dengan air masih belum cukup.


Agar noda dan kotoran bisa hilang secara maksimal, simak cara ampuh membersihkan kompor dalam artikel ini.

Cara Ampuh Bersihkan Kompor dengan Bahan Alami

Membersihkan kompor bisa dilakukan dengan sejumlah bahan sederhana. Meski bahan-bahan ini bisa didapat dengan mudah, tapi ternyata ampuh dan efektif untuk membasmi noda.

Dikutip dari HGTV, berikut cara bersihkan noda dan kotoran di kompor secara ampuh:

1. Cuka Putih

Cara yang pertama adalah menggunakan cuka putih. Kandungan asam asetat pada cuka diyakini dapat mengangkat noda dan kotoran yang menempel di kompor.

Untuk cara pakainya, campurkan cuka putih dengan air dengan takaran yang sama, setelah itu tuang ke dalam botol semprot. Kocok terlebih dahulu sebelum disemprot ke seluruh permukaan kompor.

Diamkan selama beberapa menit agar cuka dapat bereaksi secara optimal. Setelah itu, bilas dengan air dan lap dengan kain kering.

2. Soda Kue

Soda kue atau disebut baking soda bisa dimanfaatkan untuk membasmi noda dan kotoran yang menempel di kompor. Caranya adalah dengan menaburkan soda kue ke seluruh permukaan kompor yang kotor. Lalu, basahi kompor dengan air panas dan diamkan sekitar 10-15 menit.

Setelah itu, bilas kompor dengan kain microfiber atau handuk kering untuk mengangkat sisa kotoran. Jika masih ada sisa noda, ulangi lagi cara di atas sampai kompor bersih dan kinclong.

3. Air Lemon

Lemon dapat digunakan untuk membersihkan noda dan kotoran yang menempel di kompor. Sebab, lemon mengandung bahan pembersih alami dengan tingkat keasaman yang tinggi serta memiliki sifat antibakteri.

Cara pakainya cukup mencampurkan perasan jeruk lemon dan air ke dalam botol semprot. Setelah itu, semprotkan larutan tersebut ke seluruh permukaan kompor. Diamkan sekitar 5-10 menit, setelah itu lap dengan kain microfiber atau handuk kering.

Selain membasmi noda dan kotoran, air lemon juga dapat mengatasi bau tak sedap di dapur. Caranya dengan meneteskan 2-3 tetes minyak esensial lemon ke kapas, lalu letakkan di sudut-sudut dapur yang mengeluarkan bau tak sedap.

Demikian tiga cara ampuh untuk membersihkan kompor dengan bahan sederhana. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Ampuh! Lemon Bisa Bersihkan Noda di Furniture hingga Jendela


Jakarta

Lemon merupakan buah yang kaya manfaat. Buah ini terkenal memiliki kandungan vitamin C, vitamin B, antioksidan, hingga asam sitrat yang bagus untuk tubuh. Bukan hanya itu, lemon juga bisa menghilangkan kotoran yang menempel pada beberapa benda.

Seperti yang diketahui, lemon sudah banyak dipakai sebagai bahan baku berbagai jenis alat pembersih rumah. Namun, alasannya bukan hanya sekadar wanginya yang khas. Lemon memiliki kandungan asam sitrat yang bisa menghilangkan noda kotoran yang menempel seperti lemak. Selain itu, asam sitrat tersebut bisa menjadi antibakteri sehingga bukan hanya bersih, tetapi bebas dari kuman. Wangi lemon juga membuat benda tersebut terasa segar.

Lantas, benda apa saja yang bisa dibersihkan dengan lemon?


Dilansir dari Homes and Gardens, berikut daftar benda yang bisa dibersihkan dengan lemon.

1. Talenan Kayu

Talenan kayu merupakan alat untuk memotong bahan masakan seperti sayur, daging, hingga makanan jadi. Talenan kayu mudah sekali kotor dan berjamur sehingga cara membersihkannya tidak bisa sembarangan. Namun tidak perlu bingung karena lemon ampuh untuk menjadi bahan pembersih yang aman untuk talenan kayu. Bukan hanya noda yang hilang, tetapi bau amis hingga bakteri yang bersarang di talenan kayu pun bisa diatasi.

Caranya peras potongan lemon yang dipotong ke permukaan talenan. Setelah itu, tambahkan garam di atasnya. Diamkan selama 15 menit agar air lemon dan garam bereaksi. Kemudian bersihkan dengan spons atau dibilas dengan air bersih.

2. Peralatan Makan

Jika talenan bisa, peralatan makan di rumah juga cocok untuk dibersihkan dengan peralatan makan. Piring berminyak, piring berbau amis, hingga piring yang kering bekas nasi juga bisa dibersihkan dengan lemon. Caranya dengan memotong lemon jadi lebih tipis. Lalu letakkan pada air di sabun cuci piring. Bilas dengan air bersih dan biarkan hingga kering.

3. Furniture

Furniture atau perabotan dari bahan alami sering kali sulit untuk dibersihkan karena noda tidak bisa hilang dengan hanya air bersih. Perlu bahan alami juga untuk membersihkannya yakni jus lemon yang dicampur dengan olive oil. Campuran dua bahan ini cocok untuk membersihkan furniture berbahan kayu, seperti meja, kursi, dan lemari.

4. Keran

Salah satu biang kerok keran di rumah kotor adalah bekas sabun yang menempel pada permukaannya. Biasanya sabun ini menempel dan terciprat saat kita mencuci tangan. Bekas sabun tersebut kemudian menjadi noda putih yang tidak bisa hilang hanya dengan air. Solusinya adalah dengan menggunakan air perasan lemon. Tunggu selama 5 menit, lalu bilas dengan air dingin.

5. Kulkas

Cara membersihkan kulkas bukan hanya dengan membuang makanan yang sudah basi, melainkan membersihkan secara menyeluruh. Dengan begitu bakteri tidak bisa berkembang di dalam kulkas. Caranya dengan memotong lemon menjadi dua bagian kemudian masukkan ke dalam kulkas. Biarkan selama 30 menit, kemudian hancurkan lemon sebelum dibuang agar tidak ada yang mengonsumsi.

6. Microwave

Microwave biasanya jarang dibersihkan secara menyeluruh karena bagian dalamnya yang selalu tertutup dan banyak komponen yang sulit dibongkar. Namun, microwave tetap harus dibersihkan agar tidak muncul bakteri dan bau tak sedap.

Caranya dengan merebus air dengan perasan lemon selama 5 menit. Didihkan di dalam microwave tersebut. Setelah mendidih, jangan langsung membuka pintu microwave, tetapi diamkan dahulu selama 5 menit.

7. Jendela

Bingkai jendela merupakan salah satu bagian rumah yang sering dilewatkan ketika bersih-bersih. Kita lebih fokus pada bagian kaca jendela, padahal bingkai jendela juga mudah sekali berdebu. Biasanya orang menggunakan lap bersih yang sudah basah dan kemoceng. Ada cara lebih efektif yakni menggunakan campuran air dan perasan lemon. Masukkan ke dalam spray dan usap kaca hingga bersih. Kamu bisa menerapkan cara yang sama pada cermin rumah.

Itulah beberapa benda yang bisa dibersihkan dengan lemon. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Bau Pipis Kucing Bisa Hilang Pakai 4 Bahan Ini, Sudah Coba?


Jakarta

Kucing merupakan hewan yang mudah ditemui di sekitar rumah. Kucing juga menjadi salah satu hewan yang banyak dipelihara oleh masyarakat karena perawatan kucing tidak begitu sulit karena hewan ini cukup mandiri, jika dibandingkan dengan anjing.

Namun, sama seperti hewan lain, kucing juga bisa membuat jengkel karena terkadang hewan satu ini kerap buang air sembarangan. Bahkan jika sudah disediakan kotak pasir, ada saja kejadian kucing justru pipis sembarangan.

Hal ini tentu merepotkan karena pipis kucing memiliki bau yang menyengat dan bisa menempel cukup lama. Selain itu, pipis kucing juga mengandung bakteri dan parasit. Salah satu bakteri yang ditemukan dalam urine kucing adalah Escherichia coli (E. coli). Ketika membersihkannya tangan perlu dilindungi dengan sarung tangan karena urine kucing bisa memicu infeksi.


Untuk memastikan permukaan bekas pipis kucing benar-benar bersih, membilas dengan air saja tidak cukup. Dilansir Home Made Simple, berikut beberapa bahan yang bisa dipakai agar permukaannnya kembali bersih dan tidak berbau.

1. Gunakan Cuka

Cuka sebenarnya berguna untuk membasmi bakteri pada permukaan yang kotor karena sifat asam dapat menetralkan bakteri.. Untuk menghilangkan bau yang menyengat bisa memakai bahan pembersih biasa, seperti sabun cuci piring. Setelah itu campurkan larutan pembersih, cuka putih, dan air dengan perbandingan 1:1:1.

2. Gunakan Soda Kue

Apabila tidak ada cuka, bisa juga memakai soda kue. Bahan ini cukup ampuh untuk membersihkan noda bekas pipis kucing di bahan tekstil seperti kasur, karpet, sofa, dan gorden. Caranya dengan menaburkan soda kue ke permukaan yang terkena pipis kucing, lalu diamkan selama 1 jam. Setelah itu bersihkan dengan penyedot debu.

3. Pemutih Oksigen atau Natrium Perkarbonat

Cara membersihkan bekas pipis kucing yang mengenai pakaian bisa dibersihkan menggunakan bahan-bahan seperti air dingin, pemutih, cuka, dan soda kue.

Pertama, siram pakaian yang terkena pipis kucing dengan air dingin yang mengalir. Kemudian, siapkan wadah air besar berisi ½ cangkir pemutih oksigen. Diamkan selama 2-3 jam.

Setelah itu, angkat pakaian dan rendam dalam ember berisi cuka dan air dengan perbandingan 1:3. Tambahkan sedikit soda kue langsung ke area noda lalu biarkan di dalam campuran tersebut selama 10-15 menit. Apabila sudah selesai direndam, pakaian bisa dicuci di mesin cuci dengan suhu air agak dingin. Jangan lupa tambahkan detergen. Terakhir, jemur hingga kering.

4. Air Dingin

Apabila hanya terkena sedikit, pakaian tersebut bisa dibersihkan dengan air dingin yang disiram ke titik yang terkena kotoran tersebut. Hindari menggosok atau menyikat pakaian karena hanya akan membuat nodanya membandel sehingga bau tidak hilang.

Itulah beberapa cara untuk menghilangkan bau pipis kucing.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

5 Barang yang Tidak Boleh Ditaruh di Kolong Kasur, Bisa Rusak!


Jakarta

Kolong kasur kerap menjadi tempat untuk menyimpan barang-barang yang tidak dipakai. Area itu menyediakan tempat kosong dan tersembunyi, sangat sempurna untuk menyimpan barang agar tidak terlihat berantakan.

Walau demikian, tidak semua barang aman ditempatkan di kolong kasur. Beberapa barang justru akan rusak jika dibiarkan di bawah sana.

Nah, berikut ini adalah barang-barang yang sebaiknya tidak ditaruh di kolong kasur dilansir dari berbagai sumber.


1. Dokumen Penting

Dikutip dari The Spruce, organisator profesional Danica Carson menyarankan untuk jangan pernah menyimpan surat, kartu, maupun dokumen-dokumen berharga lainnya. Hal itu karena rentan dicuri.

“Produk kertas merupakan makanan bagi serangga kecil, jadi jangan pernah simpan apa pun yang memiliki makna emosional atau finansial di bawah tempat tidur,” katanya.

Apabila ingin menyimpan dokumen berharga, ia menyarankan untuk disimpan di brankas tahan api.

2. Alat Elektronik

Barang selanjutnya adalah alat elektronik. Sebab, debu-debu bisa menumpuk yang menyebabkan alat elektronik korosi, kepanasan, atau merusak sensor. Debu pada alat elektronik juga bisa meningkatkan risiko kebakaran.

3. Sepatu

Sebaiknya sepatu diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara yang bagus alih-alih di kolong kasur. Sebab, sepatu bisa bau dan menjadi tempat tinggal bakteri. Kalau mau menaruh sepatu di kolong kasur, tempatkan di dalam kontainer kedap udara terlebih dahulu.

4. Bahan Kimia

Barang selanjutnya adalah produk yang mengandung bahan kimia, misalnya bekas kaleng cat atau bahan pembersih. Sebab, wadah bisa bocor dan mengeluarkan asap serta mudah terbakar.

5. Barang-barang yang Terbuat dari Kulit

Dilansir dari Ideal Home, sebaiknya jangan menyimpan barang-barang yang terbuat dari kulit di kolong kasur. Hal itu bisa menyebabkan kerusakan.

“Lingkungan yang kering dan berdebu di bawah tepat tidur dapat mengeringkan dan menyebabkan kerusakan pada bahan alami seperti kulit,” ujar organisator profesional dari KonMari Consultant Sue Spencer.

Agar barang-barang yang disimpan di kolong kasur bisa tetap aman, sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah terlebih dahulu untuk mencegah debu menumpuk dan merusak barang tersebut. Namun, jangan lupa juga untuk diangin-anginkan agar tetap terkena udara dan tidak bau.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Ini Cara Cepat Bersihkan Kipas Angin Tanpa Perlu Dibongkar


Jakarta

Kipas angin merupakan perangkat elektronik yang paling mudah terlihat kotor. Tandanya adalah banyak debu-debu halus yang menempel di permukaan kerangka pelindung hingga ke baling-balingnya.

Semakin lama didiamkan, debu bisa semakin tebal dan tidak akan bersih hanya dengan diberi angin kencang. Oleh karena itu kipas angin harus rutin dibersihkan.

Cara Membersihkan Kipas Angin

Kipas angin bisa dibersihkan tanpa perlu dibongkar atau disiram air. Dilansir The Spruce dan The Dollar Stretcher, begini caranya.


Vacuum Cleaner

Vacuum cleaner merupakan salah satu perangkat kebersihan yang praktis yang memanfaatkan angin untuk menyedot debut. Penyedot debu memiliki lubang yang tidak begitu besar dan bentuknya yang fleksibel sehingga bisa membersihkan di mana saja.. Berikut cara menyedot deb dengan vacuum cleaner.

  1. Cabut listrik dari stop kontak atau cabut baterai kipas angin
  2. Sedot debu menggunakan vacuum cleaner dan bersihkan semua bagian dalam kipas angin dengan hati-hati
  3. Jika sudah cukup, bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang lembap.

Larutan Sabun, Cuka, Baking Soda

Jika dirasa dengan menyedot debu saja tidak cukup. Coba pakai bahan pembersih yang memang bisa membersihkan hingga membunuh bakteri pada kipas angin. Bahan-bahan tersebut adalah sabun, cuka, dan baking soda. Caran membersihkan kipas dengan campuran larutan tersebut sebagai berikut.

  1. Campurkan 2 sdm (sendok makan) sabun cuci piring, 1/2 gelas cuka, dan 3 sdm baking soda
  2. Masukkan ke dalam botol semprotan, kocok-kocok
  3. Semprotkan cairan ke arah kipas yang berdebu
  4. Tutup seluruh bagian lingkaran kipas dengan plastik besar
  5. Nyalakan kipas agar berputar dengan kecepatan tinggi selama sekitar 5 menit
  6. Buka plastik dan debu akan terlepas dari kipas angin.

Garam atau Pasir

Mungkin tidak bisa dibayangkan bagaimana garam bisa membersihkan debu. Namun cara ini benar-benar bisa. Begini caranya.

  1. Letakkan kipas angin secara mendatar atau bagian bundar menghadap bawah
  2. Tutup bagian kipas dengan kain atau plastik
  3. Masukkan garam atau pasir kering ke kipas angin
  4. Pastikan kipas tertutup rapat, nyalakan kipas dan biarkan berputar-putar selama beberapa menit agar debu tersapu
  5. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

Pengering Rambut

Penghuni rumah bisa menghempaskan debu pada kipas angin menggunakan pengering rambut. Alat ini mengeluarkan angin kencang yang bisa membersihkan kotoran yang menempel. Berikut ini cara menggunakan pengering rambut untuk membersihkan kipas angin.

  1. Cabut aliran listrik maupun baterai kipas angin
  2. Bawa kipas angin ke luar agar debu tidak bertebaran di dalam rumah
  3. Semprotkan angin menggunakan pengering rambut dari bagian belakang, lalu ke seluruh bagian hingga debu terjatuh
  4. Bersihkan bagian penutup kipas dengan kain mikrofiber yang sudah sedikit dibasahi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

7 Benda yang Bisa Dibersihkan Pakai Lemon, Auto Kinclong dan Wangi


Jakarta

Bahan pembersih rumah tangga tidak melulu memakai bahan kimia. Sebelum muncul bahan pembersih praktis yang saat ini banyak dipasarkan, bahan alami adalah satu-satu senjata pembersih yang sering digunakan.

Salah satu bahan alami yang digunakan dan ampuh untuk membersihkan noda adalah lemon. Buah bercita rasa asam ini memiliki banyak manfaat terutama untuk mengangkat noda membandel.

Lemon mengandung asam sitrat yang tinggi, pH rendah, dan kemampuan antibakteri yang cukup untuk membersihkan noda. Tidak hanya itu, lemon juga memiliki aroma yang segar dan tidak mengganggu. Tidak heran jika buah satu ini kerap menjadi bahan baku pembuatan bahan pembersih rumah tangga.


Barang yang Aman Dibersihkan Pakai Lemon

Meskipun terbukti ampuh bisa membersihkan banyak noda, tidak semua barang aman dari kandungan asam pada lemon. Dilansir dari Homes and Gardens, berikut benda-benda yang aman dibersihkan dengan lemon.

1. Peralatan Makan

Peralatan makan merupakan barang di rumah yang mudah berbau, terutama setelah dipakai pada makanan berdaging. Cara menggunakan lemon untuk membersihkan peralatan makan cukup mudah. Caranya dengan memotong lemon jadi dua bagian.

Kemudian, gosokkan ke permukaan yang berminyak kemudian lanjut bersihkan dengan sabun cuci piring biasa. Nggak cuma bersih kesat tapi juga akan punya wangi segar.

2. Keran

Noda yang biasa ditemui di keran adalah noda bekas sabun dan kulit mati yang menempel hingga membentuk kerak. Noda ini tidak bisa dihilangkan dengan air biasa dan air hangat.

Lemon bisa mengatasi noda kerak tersebut, caranya dengan menyiapkan perasan lemon yang dicampur dengan air. Kemudian, masukkan ke dalam botol semprot dan semprotkan ke bagian keran yang berkerak. Tunggu sampai 5 menit sebelum mengelapnya kemudian bilas dengan air dingin.

3. Microwave

Siapa di sini masih bingung bagaimana cara membersihkan microwave? Dilap dengan air atau dibersihkan dengan tisu nggak cukup lho. Coba siapkan semangkuk air yang dicampur dengan sabun dan perasan lemon.

Kemudian, panggang di dalam microwave selama lima menit. Setelah mendidih tunggu selama 5 menit sebelum membuka pintunya.

4. Furniture

Pernah nggak lihat ada noda seperti coretan, noda makanan, noda warna yang susah hilang di furniture rumah. Bahkan setelah dibersihkan dengan air dan digosok juga tidak mempan. Cara membersihkannya adalah dengan menggunakan perasan lemon yang dicampur dengan olive oil. Kemudian, ambil kain bersih dan basahkan kain tadi di dalam cairan tersebut. Gosok perlahan noda pada furniture dan keringkan dengan kain kering.

5. Talenan

Salah satu peralatan dapur yang terkadang susah dibersihkan adalah talenan kayu. Peralatan ini kerap digunakan untuk memotong daging, sayuran, hingga buah. Rongga-rongga pada permukaannya terkadang menjadi celah yang sulit dibersihkan. Selain itu, bau yang menempel juga susah dihilangkan.

Salah satu cara membersihkannya adalah memakai potong lemon. Setelah lemon dipotong setengah bagian kemudian taburkan gambar di atasnya. Lumuri permukaan talenan dengan jus lemon, kamu bisa peras hingga semua airnya keluar. Diamkan selama 15 menit agar air lemon dan garam bereaksi. Terakhir kamu bisa singkirkan sisa-sisa lemon lalu bilas dengan air hangat menggunakan spons.

6. Jendela

Salah satu cara alami untuk membersihkan jendela dan cermin. Kamu cuma perlu campur air mineral dengan jus lemon. Kemudian masukkan ke dalam botol sprayer. Semprot pada permukaan jendela dan cermin kemudian lap hingga mengkilap.

7. Kulkas

Bau tidak sedap dari kulkas biasanya disebabkan oleh bahan makanan yang sudah kedaluwarsa atau membusuk. Untuk mencegah, kamu bisa potong lemon menjadi dua bagian kemudian masukkan ke dalam. Biarkan selama 30 menit, kulkas menjadi bau wangi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Anti Ribet! 4 Cara Hilangkan Karat dengan Bahan yang Ada di Rumah


Jakarta

Karat adalah perubahan bentuk permukaan logam akibat dari reaksi oksidasi. Karat membuat permukaan logam terasa kasar dan lebih rapuh. Apabila dibiarkan, lama kelamaan permukaannya bisa patah dan barang tersebut tidak dapat digunakan seperti semula.

Barang-barang yang mudah berkarat di antaranya adalah pagar besi, keran air, engsel pintu dan jendela, paku, gunting, dan masih banyak lagi. Dilansir dari Apartment Therapy, karat bisa dibersihkan dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah, tidak perlu membeli cairan kimia.

4 Cara Bersihkan Karat Pakai Bahan Rumahan

Berikut 4 bahan pembersih yang ampuh menghilangkan karat pada peralatan logam.


1. Lemon dan Garam

Lemon adalah buah yang mengandung zat penghancur yang dapat membersihkan karat pada logam. Namun, zat ini akan bekerja optimal apabila dicampur dengan garam. Caranya adalah dengan menaburkan garam secukupnya pada area yang berkarat. Potong lemon menjadi dua, lalu peras airnya di atas garam.

Diamkan campuran tersebut selama sekitar 30 menit, lalu gosok bagian yang berkarat. Jika karat masih menempel, ulangi prosesnya. Kali ini, jangan langsung digosok, melainkan biarkan meresap selama satu atau dua jam lagi hingga karat benar-benar hilang. Bilas, lalu keringkan.

2. Soda Kue

Apabila memakai lemon dan garam tidak mengalami perubahan, coba pakai soda kue. Bahan ini sering dipakai untuk menghilangkan noda membandel. Caranya dengan membilas benda logam, lalu keringkan. Kemudian, taburkan soda kue pada benda tersebut. Bubuk soda kue akan menempel pada bagian yang lembap. Pastikan semua permukaan berkarat tertutup dengan soda kue. Diamkan selama sejam, lalu gosok permukaan dengan sikat. Terakhir, bilas dan keringkan barang itu.

3. Cuka

Bahan yang juga cukup keras dan ampuh untuk menghilangkan noda karat adalah cuka. Kalian bisa mencoba memakai cuka untuk karat yang cukup parah atau sudah lama. Perlu diingat bahwa penggunaan cuka pada logam yang dicat bisa membuat cat mengelupas.

Cara menggunakan cuka adalah dengan rendam barang yang berkarat di dalam larutan cuka semalaman. Lalu, bersihkan lapisan karat menggunakan sikat. Jika barangnya tidak dapat direndam, rendam kain lap dalam cuka putih dan bungkus area yang berkarat.

4. Kentang dan Sabun Cuci Piring

Percaya atau tidak kombinasi kentang dan sabun cuci piring bisa membersihkan bekas karat. Caranya dengan memotong kentang menjadi dua. Tuang sabun cuci piring secukupnya ke bagian dalam kentang tadi. Lalu, gosokkan ke benda yang berkarat. Tunggu hingga bereaksi, kemudian bilas.

Itulah beberapa cara membersihkan karat menggunakan bahan rumahan. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Area Paling Rawan di Dapur, Hindari Simpan 5 Barang Ini di Bawah Bak Cuci Piring


Jakarta

Saat ini sebagian besar rumah sudah menggunakan kitchen set sebagai ruang penyimpanan yang efisien. Bentuknya seperti lemari dan rak sering dipasang di bawah dan di atasnya kompor.

Lemari bagian atas biasanya diisi oleh peralatan masak, minyak, hingga piring dan cangkir yang jarang dipakai. Lalu, di bawah kompor biasanya bumbu-bumbu dapur dan peralatan makan yang sering dipakai. Sementara di bawah bak cuci piring atau wastafel dapur barang yang disimpan jauh lebih beragam karena biasanya ruang di bawahnya jauh lebih luas dari lemari lainnya.

Meskipun begitu, ternyata area bawah bak cuci piring ini tidak bisa menyimpan sembarangan benda karena rentan sekali lembap mengingat lokasinya dekat dengan pipa.


Dilansir Ideal Home, berikut 5 barang yang tidak boleh disimpan di bawah bak cuci piring.

1. Cairan Pembersih Kimia

Siapa di sini yang menyimpan bahan pembersih lantai, pembersih toilet, atau pembersih kaca di bawah bak cuci piring? Lily Cameron dari Fantastic Services mengatakan lokasi tersebut tidak cocok untuk menyimpan cairan-cairan pembersih tersebut. Alasannya ternyata bukan karena lokasinya yang lembap, melainkan tempatnya mudah sekali dijangkau oleh anak-anak dan anabul.

“Tempat ini mudah diakses. Jika tertelan, bahan kimia ini bisa berbahaya. Hindari simpan pembersih kimia di sana. Lebih baik simpan di tempat yang lebih tinggi di dapur, kamar mandi, atau lemari serbaguna yang jauh dari jangkauan,” kata Lily.

2. Makanan Hewan Peliharaan

Beberapa makanan hewan peliharaan dijual dalam ukuran besar. Untuk rumah yang kecil sulit untuk meletakkan di lemari. Apabila diletakkan sembarangan, khawatir mudah dijangkau oleh hewan tersebut. Area di bawah wastafel terkadang jadi pilihan karena luas dan mudah dijangkau.

Namun, area ini sebenarnya tidak cocok karena mudah terkena air sehingga menjadi lembab dan berjamur. Lokasi yang tepat adalah area yang agak tinggi dari hewan, kering, dan sejuk.

3. Tekstil

Bagian bawah bak cuci piring juga nggak cocok untuk meletakkan barang yang terbuat dari kain, contohnya kain lap, keset, hingga handuk. Area ini cukup lembap sehingga dapat membuat bahan kain rusak karena jamur mudah sekali tumbuh. Lebih baik simpan barang kain di wadah tertutup di tempat yang kering dan jauh dari dapur.

4. Peralatan Elektronik Dapur

Bagi yang ingin membuat rak khusus barang elektronik di bawah wastafel sebaiknya konsultasikan dahulu ke ahlinya. Area ini berpotensi mengalami kebocoran dan cukup lembap sehingga membutuhkan ruang yang cukup agar terjadi pertukaran udara. Terlalu banyak rak dapat mempersempit jalur udara di bawah. Selain itu, lembap juga bisa memicu muncul karat pada peralatan elektronik.

5. Bumbu dapur

Bumbu dapur sebaiknya diletakkan di area bawah kompor karena lebih aman dan mudah dijangkau. Area bawah bak cuci piring terlalu lembap, bisa memicu pertumbuhan jamur dan membuat bahan dapur busuk.

Itulah 5 barang yang tak boleh disimpan di bawah rak cuci piring, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Agar Tidak Mudah Berkarat, Begini Cara Tepat Merawat Alat Dapur Stainless Steel


Jakarta

Alat-alat dapur berbahan stainless steel (baja tahan karat) digunakan karena terkenal dengan keawetannya. Ketahanannya terhadap karat dan korosi, membuat alat-alat dapur dengan bahan ini banyak dimiliki karena tidak mudah penyok dan tergores, serta dapat menjadi investasi alat rumah tangga dalam jangka panjang.

Stainless steel tidak reaktif terhadap makanan, termasuk makanan yang mengandung asam tinggi. Sehingga ketika memasak menggunakan alat berbahan ini, juga tidak akan mengubah rasa makanan. Pembersihan alat dengan bahan ini juga sangatlah mudah, mengingat permukaan alatnya yang halus dan tidak berpori.

Di sisi lain, tanpa perawatan yang tepat, peralatan dengan bahan ini tetap bisa mengalami kerusakan. Sekalipun alat tersebut dirancang dengan bahan yang tahan karat. Dilansir dari situs Unified Alloys, berikut beberapa penyebab stainless steel menjadi mudah berkarat.


Penyebab Alat Berbahan Stainless Steel Mudah Berkarat

Stainless steel dapat berkarat apabila lapisan pelindung pada kromium oksida dari korosi mulai rusak atau hilang. Lapisan ini berfungsi sebagai perisai pasif yang mencegah oksidasi logam di bawahnya. Jika lapisan tersebut terganggu, baja tahan karat akan kehilangan perlindungannya dan mulai membentuk karat.

Beberapa faktor yang dapat merusak lapisan pelindung dan menyebabkan karat, antara lain sebagai berikut.

  1. Lingkungan kaya klorida, seperti paparan garam atau bahan pembersih dan sabun cuci dengan bahan tertentu.
  2. Kerusakan fisik, misalnya goresan, penyok, atau benturan dan gesekan dari benda tajam.
  3. Paparan suhu tinggi, seperti saat proses pengelasan pada proses produksi ataupun penggunaan alat dengan suhu panas yang sangat tinggi.
  4. Paparan bahan kimia agresif, yang merusak permukaan logam.
  5. Terkontaminasi besi bebas, yang merupakan akibat proses pemesinan, pembersihan, ataupun penyimpanan yang tidak tepat.
  6. Kekurangan oksigen yang menghambat terbentuknya kembali lapisan pelindung kromium oksida.

Tips Merawat Alat Dapur dengan Bahan Stainless Steel

Berdasarkan penyebab di atas, ini beberapa cara yang dapat dilakukan agar alat dapur dengan bahan stainless steel tetap awet, bersih, dan tahan karat.

1. Bersihkan Secara Rutin dengan Alat yang Tepat

Membersihkan alat dapur secara rutin sangat penting untuk mencegah penumpukan kotoran yang dapat menyebabkan karat.

Menurut informasi yang didapatkan melalui situs Unified Alloys, penggunaan kain lembut atau spons non-abrasif dengan air hangat dan sabun cuci piring yang ringan akan lebih efektif dan aman dibandingkan menggunakan sikat kawat atau bahan abrasif lainnya yang bisa merusak lapisan pelindung stainless steel.

2. Keringkan Segera Setelah Dicuci

Setelah mencuci, lakukan pengeringan alat secara rutin dengan menggunakan kain microfiber ataupun kain lembut. Air yang menggenang di dalam alat berbahan stainless steel dapat meningkatkan risiko karat. Dengan ini, pengeringan yang dilakukan dengan segera sangat penting untuk menjaga kondisi alat dapur agar tetap optimal.

3. Gunakan Pembersih Khusus Stainless Steel

Untuk mengembalikan alat dapur agar berkilau, serta menghilangkan noda yang membandel, bisa dengan menggunakan pembersih khusus stainless steel. Produk pembersih khusus yang dibuat ini, dirancang dengan bahan non-klorin agar tidak merusak lapisan pelindung dan memberikan perlindungan tambahan.

4. Lindungi Alat dengan Pelapis Khusus

Selain pembersihan, penggunaan pelapis pelindung seperti Protect Clear juga dapat membantu mencegah noda air dan karat pada permukaan stainless steel. Pelapis pelindung juga akan menjaga tampilan alat dapur agar tetap baru dan meminimalkan kerusakan akibat kelembapan.

5. Hindari Bahan Kimia Keras

Bahan kimia keras seperti pemutih atau pembersih dengan kandungan klorin dapat merusak lapisan pelindung stainless steel. Dilansir dari situs Unified Alloys, menyatakan bahwa dengan menghindari bahan kimia abrasif adalah langkah penting untuk mencegah kerusakan dan menjaga daya tahan stainless steel.

6. Lakukan Perawatan Rutin

Perawatan rutin dan pemeriksaan berkala, dapat membantu untuk mengetahui kerusakan atau goresan pada permukaan stainless steel yang dapat menjadi titik masuk kelembapan. Jika ditemukan goresan atau karat awal, segera lakukan pembersihan dan pelapisan tambahan jika dibutuhkan. Perawatan yang proaktif dapat memperpanjang usia alat dapur berbahan stainless steel.

Itulah penyebab alat dapur berbahan stainless steel mudah berkarat dan cara merawatnya. Semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com