Tag Archives: bakmi

Itinerary Keliling Jakarta Seharian dengan Transportasi Umum



Jakarta

Traveler yang sedang mencari ide liburan untuk mengisi Natal dan tahun baru, detikTravel punya rekomendasinya, nih. Destinasi ini bisa digapai dengan naik transportasi umum.

Traveler mau liburan dengan tema apa nih? Memperkaya edukasi anak, me time atau seru-seruan bersama bestie? detikTravel telah menyusun rangkaian tempat yang bisa kamu kunjungi seharian di Jakarta dengan transportasi umum.

Pagi (08.00 WIB-12.00 WIB)

1. Monas

Destinasi pertama yang bisa kamu kunjungi untuk membuka petualangan kamu adalah Monumen Nasional alias Monas. Traveler bisa nih menikmati indahnya kota Jakarta dengan naik ke puncak Monas atau melihat-lihat di museumnya.


Untuk bisa naik ke Puncak Monas, harga tiketnya Rp 24 ribu untuk dewasa, Rp 13 ribu untuk mahasiswa, dan Rp 6.000 untuk anak-anak. Operasionalnya mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Sedangkan harga tiket ke Museum Sejarahnya Rp 8.000 untuk orang dewasa, Rp5.000 untuk mahasiswa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

Cara menuju Monas dengan transportasi umum adalah dengan naik Transjakarta dan berhenti di Halte Monas.

2. Museum Nasional

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). (Weka Kanaka/detikcom)

Setelah puas bermain di Monas, kamu bisa lanjut ke Museum Nasional yang berada di seberangnya. Kamu harus tahu nih, Museum Nasional makin cantik dan kekinian lho. Dijamin berkeliling museum tidak membosankan!

Untuk harga tiket anak-anak (usia 3-12 tahun) Rp 15 ribu/orang, pengunjung dewasa Rp 25 ribu/orang, tikey Imersifa Rp 35 ribu dan untuk turis asing Rp 50 ribu per orangnya. Untuk jam operasionalnya Selasa-Kamis 08.00-16.00 WIB, Jumat-Minggu 08.00-20.00 WIB dan hari Senin tutup.

Di sini, kamu bisa menjelajahi koleksi arkeologi, etnografi, seni rupa, dan ragam pameran. Dan yang sedang digemari sekarang adalah pameran wajah nusantara. Di sini kamu bisa melihat dan mencari tahu keturunan suku menggunakan Augmented Reality, berdasarkan lukisan karya RM Pirngadie. Keren, kan?

Siang (12.00-15.00 WIB)

3. Kota Tua

Sebelum berkeliling Kota Tua, kamu bisa nih mencari makan siang di sekitaran sana. Banyak pilihan kok, mulai dari Cafe Batavia, Taman Fatahillah Food Court, Kedai Kopi Taman Fatahillah dan lainnya. Namun bila ingin makan hemat, banyak pedagang kaki lima yang bisa kamu temui di pinggiran Kota Tua kok.

Setelah makan siang, kamu bisa nih menikmati Kota Tua dengan mendatangi museum-museumnya. Ada Museum Keramik, museum Fatahilla, Museum Wayang, Museum Bank Indonesia, dan lainnya.

4. Ikut workshop di Museum Seni Rupa dan Keramik

Banyak cara untuk melepas penat keseharian. Salah satu caranya dengan mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta.Mengikuti kelas membuat keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik di kawasan Kota Tua, Jakarta. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Salah satu kegiatan yang bisa kamu coba untuk me time adalah mengikuti workshop membuat gerabah di Mudeum Seni Rupa. Harganya Rp 50 ribu untuk sekali sesi dan kamu akan mendapatkan pemandu, tanah liat, serta box pembungkus agar bisa dibawa pulang.

Sore (15.00-18.00 WIB)

5. M Blok Space

Destinasi terakhir yang bisa kamu kunjungi adalah kawasan Blok M yang memang sedang hits di tengah anak muda. Menuju kawasa Blok M juga mudah dengan transporrasti umum kok.

Bila naik Transjakarta, kamu bisa turun di beberapa halte, diantaranya Halte CSW, Halte Kejaksaan, dan Halte Blok M.

Bila naik MRT, kamu turun saja di Stasiun MRT Blok M.

Tempat pertama yang bisa kamu kunjungi adalah M Blok Space. Di sini tak hanya untuk kulineran di berbagai kedai saja, namun banyak pameran menarik yang bisa kamu lihat lho.

M Blok Space sering mengadakan bazaar atau pop-up market yang menampilkan berbagai produk kreatif karya lokal. Kadang juga ada konser mini atau live musik dari seniman lokal.

Kamu yang ingin menambahkan keahlian visa juga mengikuti ragam workshop kreatif dan cari saja jadwalnya di medsos M Blok Space ya.

6. Berburu kuliner viral

Uma Oma Cafe di Blok M, Jakarta SelatanUma Oma Cafe di Blok M, Jakarta Selatan (Syanti Mustika/detikcom)

Setelah puas di M Blok Space, kita bergeser ke kawasan Blok M Square. Di sini kamu bisa menemui ragam makanan dan minuman viral.

Sebut saja Haka Dimsum, Claypot Popo, Uma Oma Cafe, Fitago Ya, Bakmi Tjo Kin, London Layers, Little Salt Bread, Kopi Tuku, Filosofi Cafe, Fumo Chicken Bar, RM Loklin dan banyak lainnya.

7. Taman Literasi

Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M.Menikmati hari selepas beraktivitas untuk melepas penat bisa jadi cara ampuh untuk menyegarkan pikiran, salah satunya menyaksikan matahari terbenam di Taman Literasi Blok M. (Muhammad Lugas Pribady)

Setelah seharian berkegiatan, kamu bisa nih menikmati sore di Taman Literasi. Banyak juga kafe-kafe yang bisa kamu pilih untuk lokasi ngobrol, bertemu teman atau sekedar me time.

Namun banyak kok kawasan gratis yang bisa kamu duduki di Taman Literasi. Biasanya yang sering dilakukan di sini adalah duduk menghadap ke arah jalur MRT. Bila kamu beruntung, bisa mendapatkan pemandangan kereta MRT lewat dengan latar ciamik langit Jakarta berwarna jingga.

Malam (19.00-20.00 WIB)

8. Makan gultik

Gultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per HariGultik Barito: Gultik Viral yang Habiskan 100 Liter Kuah Gulai per Hari (Andi Annisa DR/detikcom)

Menutup hari ini kamu bisa menikmati kuliner gultik yang begitu identik dengan kawasan Blok M. Beberapa rekomendasi diantaranya Gultik Agus Budi (Bulungan), Gultik Barito (Depan Gereja Barito), Gultik Sticker, Gultik Mas Tri, Gultik Pak Roni dan Gultik Mas Adit.

Harga kuliner hits ini mulai Rp 10 ribuan.

(sym/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Catat! Kuliner Legendaris Jakarta yang Bisa Dituju dengan Transportasi Umum



Jakarta

Kuliner legendaris tidak hanya berbicara tentang cita rasa, tetapi juga tentang warisan budaya yang melekat dalam setiap hidangannya. Nah, traveler harus tahu bahwa banyak nih kuliner legendaris di Jakarta yang bisa dijangkau dengan transportasi umum lho.

Yuk, kita susuri beberapa destinasi kuliner legendaris yang bisa mengenyangkan perut ini di momen libur Nataru.

1. Bakmi Gajah Mada – Pasar Baru

Jakarta Siapa yang tak kenal Bakmi Gang Kelinci? Meski sekarang sudah menjadi jaringan restoran besar, cabang pertamanya di Pasar Baru tetap punya pesona tersendiri. Berlokasi dekat halte TransJakarta Pasar Baru lalu ada stasiun KRL Juanda, traveler hanya perlu berjalan kaki lima menit atau sekitar 700 m saja untuk mencapai tempat ini.


Selain bisa kulineran traveler juga bisa belanja banyak sekali gerai toko sepatu, dan bahan pakaian yang sudah lama pedagangnya berjualan. Bakmi yang kenyal dipadukan dengan jamur dan pangsit goreng renyah adalah perpaduan sempurna yang membuat pelanggan setia sejak era 1957.

Suasana di dalam restorannya pun masih jadul dan klasik. Biar makin nikmat, jangan lupa pesan es teh manis yang khas untuk melengkapi pengalaman kuliner kamu ya.

2. Nasi Bali Pak Gede

Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali.Warung Bali Pak Gede tawarkan sajian nasi campur dan sate yang halal khas Bali. Foto: detikFood / Yenny Mustika Sari

Salah satu destinasi kuliner otentik, menghadirkan beragam hidangan khas Bali. Terletak di pusat kota, restoran ini mudah diakses dengan berbagai moda transportasi umum, menjadikannya pilihan favorit bagi pekerja kantoran dan wisatawan urban yang ingin mencicipi kuliner khas Bali.

Lokasinya berada di kawasan strategis Jakarta Selatan, dekat dengan stasiun MRT Haji Nawi. Dari stasiun, traveler hanya perlu berjalan kaki keluar untuk sampai ke restoran ini karena lokasinya tepat di samping stasiun.

Menu favorit di Nasi Bali Pak Gede adalah nasi campur khas Bali, lengkap dengan sate lilit yang gurih,ayam suwir bumbu betutu, ayam goreng, sate ayam, maupun sambal matah. Rasa autentiknya membuat pelanggan kembali lagi untuk menikmati kelezatan khas Bali.

Ditambah dengan akses yang mudah dijangkau dan halal, restoran ini menjadi destinasi kuliner yang cocok untuk pecinta makanan khas Bali tanpa perlu keluar kota.

3. Menjelajahi Kelezatan Pempek

Jalan Garuda Kemayoran Jalan Garuda di Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi salah satu destinasi kuliner favorit bagi para pecinta pempek. Berlokasi strategis dekat dengan Stasiun Kemayoran, kawasan ini dipenuhi oleh berbagai gerai yang menawarkan pempek otentik khas Palembang.

Mulai dari pempek kapal selam dan lenjer, semuanya disajikan dengan cuko yang kental dan pedas manis, dan juga minuman es kacang merahnya yang menyegarkan dahaga memberikan cita rasa yang sulit dilupakan.

Untuk mencapai kawasan ini, traveler bisa menggunakan KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Kemayoran. Dari stasiun, hanya diperlukan waktu sekitar 5-10 menit berjalan kaki untuk sampai ke Jalan Garuda.

Di sepanjang jalan, traveler akan menemukan beberapa tempat makan pempek legendaris yang masih tetap mempertahankan kelezatan khas Palembang. Salah satu daya tarik pempek di Jalan Garuda adalah keaslian rasa yang dipertahankan dari generasi ke generasi.

Tak hanya itu, suasananya yang sederhana namun hangat menjadikan pengalaman bersantap semakin menyenangkan. Dengan lokasi yang mudah diakses dan cita rasa yang otentik, Jalan Garuda menjadi destinasi kuliner wajib bagi para penggemar pempek di Jakarta.

4. Menikmati Kelezatan Es Krim Legendaris Ragusa

ice cream Ragusa di Jakarta Pusatice cream Ragusa di Jakarta Pusat Foto: Rifkianto Nugroho/detikTravel

Bagi pecinta es krim klasik dengan cita rasa autentik, Ragusa Es Italia adalah destinasi kuliner yang wajib dikunjungi. Toko es krim ini berdiri sejak tahun 1930-an, menjadikannya bagian dari sejarah kuliner Indonesia.

Ragusa Es Italia, yang berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, terkenal dengan es krim homemade-nya yang lembut tanpa bahan pengawet. Serta menyajikan berbagai rasa es krim tradisional dengan suasana kafe retro yang menggugah nostalgia.

Ragusa Es Italia mudah diakses dengan transportasi umum. Traveler bisa menggunakan KRL/halte bus tarnsjakarta dan turun di Juanda selanjutnya berjalan menuju Masjid Istiqlal sekitar 10 menit dan sampai. Di sini, menu andalan seperti Spaghetti Ice Cream dan banana split selalu menjadi favorit pelanggan. Suasana sederhana dengan interior vintage menambah keunikan pengalaman bersantap es krim di tempat ini.

5. Soto Betawi H. Husein

Soto Betawi H. Husein merupakan salah satu kuliner legendaris Jakarta yang telah eksis sejak tahun 1989. Berlokasi di kawasan Manggarai, soto ini terkenal dengan cita rasa kuah santannya yang gurih dan kaya rempah.

Setiap porsinya berisi potongan daging sapi empuk, babat dan paruh yang tebal serta tambahan tomat dan kentang yang membuatnya semakin nikmat, untuk kuah dari soto nya yang kental dicampur susu rasanya gurih. Keaslian rasa dan konsistensi kualitas menjadikan Soto Betawi H. Husein sebagai destinasi kuliner favorit bagi pencinta soto khas Betawi.

Tempat ini mudah dijangkau dengan transportasi umum. Jika menggunakan KRL, traveler cukup turun di Stasiun Manggarai dan berjalan kaki sekitar 5 menit menuju lokasi. Alternatif lain adalah menggunakan TransJakarta dan turun di Halte Manggarai.

Suasana warung makan sederhana namun selalu ramai pengunjung memberikan kesan autentik, seolah membawa traveler ke Jakarta tempo dulu. Makan di sini terasa lebih istimewa dengan kehangatan pelayanannya yang ramah, khas Betawi.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Menyantap Ragusa Ice Cream hingga Bakmi Gang Kelinci



Jakarta

Pasar Baru salah satu kawasan legendaris di Jakarta Pusat bisa menjadi jujugan saat libur tahun baru. Belanja, kuliner, berwisata sejarah. bisa dilakukan.

Pasar Baru mudah dijangkau dengan transportasi umum, dekat dengan Stasiun Juanda dan Halte TransJakarta Juanda dan halte TransJakarta Pasar Baru.

Di sinilah perpaduan nuansa Jakarta tempo dulu dengan pesona modern ibu kota. Traveler bisa berfoto dengan nuansa jadul atau pun kekinian.


Berikut adalah rekomendasi jalan-jalan sehari di Pasar Baru:

1. Memulai Hari dengan Es Krim Legendaris Ragusa

ice cream Ragusa di Jakarta PusatIce cream Ragusa di Jakarta Pusat (Rifkianto Nugroho/detikTravel)

Perjalanan dimulai di Ragusa Italian Ice Cream, yang berlokasi tidak jauh dari Stasiun Juanda maupun Halte TransJakarta Juanda. Setelah turun di Stasiun Juanda, traveler dapat mengikuti petunjuk keluar menuju Masjid Istiqlal dengan berjalan melalui skybridge. Ikuti jalur skybridge hingga melewati pintu masuk halte TransJakarta.

Setelah keluar dari skybridge, belok kiri dan lanjutkan perjalanan lurus hingga tiba di Ragusa Italian Ice Cream yang berada di seberang Masjid Istiqlal. Es krim yang telah berdiri sejak 1932 ini terkenal karena menggunakan resep tradisional tanpa pengawet.

Menu andalannya, seperti Spaghetti Ice Cream menjadi favorit pengunjung dari berbagai generasi. Suasana nostalgia semakin terasa dengan interior sederhana dan bangunan bergaya kolonial. Sembari menikmati es krim, traveler juga dapat melihat di atas lalu lalang KRL melintas dan pengamen jalanan yang sering tampil di depan Ragusa, menambah pengalaman otentik khas Jakarta tempo dulu.

2. Menyusuri Kemegahan Masjid Istiqlal

Hari ketiga Ramadan, umat muslim dari Jakarta dan sekitarnya menghadiri buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Kamis (14/3/2024). Begini suasananya.Masjid Istiqlal (Rifkianto Nugroho/detikTravel)

Hanya berjarak beberapa menit berjalan kaki dari Ragusa Italian Ice Cream, Masjid Istiqlal menjadi destinasi wajib selanjutnya. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara yang mampu menampung hingga 120.000 jemaah, Istiqlal memancarkan keindahan arsitektur modern dengan sentuhan tradisional yang memancarkan nuansa religius yang menenangkan.

Kubahnya yang megah berbentuk seperti payung melambangkan persatuan umat Islam di Indonesia, menjadikan masjid ini tidak hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol kebangsaan.

Traveler dapat menjelajahi interiornya di dalam masjid Istiqlal, termasuk tepat sholat yang megah dan area wudhunya yang luas. Bagi para fotografer, halaman luar masjid juga menjadi spot menarik untuk mengabadikan perpaduan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta yang berada di seberangnya.

3. Menikmati Seni dan Kreativitas di Pos Bloc

Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dari Masjid Istiqlal, perjalanan berlanjut ke Pos Bloc, pusat kreatif baru yang berada di Gedung Filateli Jakarta. Gedung ini dulunya adalah kantor pos dan kini diubah menjadi ruang multifungsi yang dipenuhi dengan kafe, toko kerajinan lokal, dan spot nongkrong dan bengong.

Di sini, traveler bisa menikmati kopi, nyemil-nyemil cantik, photobox, atau sekadar bersantai di sudut-sudut estetik gedung Pos Bloc ini. Suasananya sangat Instagramable, cocok untuk traveler yang ingin berbagi momen di media sosial traveler.

4. Berburu Barang Unik di Pasar Baru

Setelah menikmati suasana santai di Pos Bloc, saatnya melanjutkan perjalanan ke destinasi utama yaitu berburu barang unik di Pasar Baru. Kawasan yang telah berdiri sejak 1820 merupakan surga belanja dengan berbagai toko legendaris yang menawarkan sepatu berkualitas dengan harga terjangkau.

Selain itu, Pasar Baru juga dikenal dengan gerai bahan pakaian yang menyediakan koleksi menarik dan unik, menjadikannya tempat yang sempurna untuk memenuhi kebutuhan belanja sekaligus merasakan nuansa nostalgia Jakarta tempo dulu.

5. Menutup Hari dengan Bakmi Gang Kelinci

Pasar Baru di JakartaBakmi Gang Kelinci di Pasar Baru, Jakarta (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Setelah lelah berbelanja, akhiri perjalanan dengan mencicipi kuliner legendaris di Bakmi Gang Kelinci. Berdiri sejak 1957, restoran ini terkenal dengan sajian bakminya yang lembut dan kuahnya yang gurih. Menu andalan seperti Bakmi Ayam isian jamur, Bakso, dan Pangsit Goreng selalu menjadi pilihan favorit pengunjung.

Restorannya terletak di kawasan Pasar Baru tepat di belakang pasar baru, sehingga mudah dijangkau setelah seharian menjelajahi dan berbelanja di Pasar Baru. Sambil menikmati makanan, traveler bisa mengenang kembali perjalanan yang penuh kenangan di kawasan bersejarah ini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

‘Kesederhanaan’ Segelas Kopi Es Tak Kie, Warisan Glodok 1927



Jakarta

Kopi Es Tak Kie sudah ada sejak 1927 dan eksis hingga kini. Berada di tengah pasar, kedai kopi ini menjadi penjaga budaya Tionghoa di tengah Jakarta.

Di tengah kesibukan pecinan Glodok, Jakarta Barat, terselip satu kedai kopi legendaris yang membawa detikers kembali ke masa lalu. Namanya Kopi Es Tak Kie, kedai yang sudah berdiri pada 1927. Traveler masih bisa menikmati kopi itu hingga kini.


Kedai legendaris itu berada di Gang Gloria, kawasan kuliner legendaris di Pecinan Glodok, Pancoran, Jakarta Barat. Kalau dihitung, keddai kopi itu sudah berumur 98 tahun.

Kini, kedai itu dikelola oleh Ak Wang, generasi ketiga penerus usaha keluarga. Aroma es kopi langsung tercium berpadu dengan sajian lain.

“Pertama kali berdiri tahun 1927, waktu itu yang dijual hanya teh manis dan teh pahit. Baru kemudian menyesuaikan permintaan orang-orang zaman dulu yang ingin kopi,” ujar Ak Wang saat ditemui detikTravel, Selasa (21/10/2025).

Ada dua menu favorit yang paling banyak dipesan, yakni kopi hitam es dan kopi susu es, masing-masing dibanderol Rp 25 ribu per gelas. Total ada 14 menu yang tersedia di sini, mulai dari aneka bakmi dan sup, empat varian kopi, empat jenis teh, hingga telur ayam kampung.

Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta BaratSuasan Kopi Es Tak Kie, Glodok, Jakarta Barat (dok. Qonita Hamidah/detikTravel)

Kedai kopi itu sederhana. Ruangannya cukup luas, dengan pembeli yang bergantian keluar masuk.

Kopi Tak Kie, Kopi Kesederhanaan dan Pergaulan

Semua kopi diracik secara manual, tanpa bantuan mesin modern. Pemilihan metode pembuatan es kopi yang masih sangat konvensional ini mungkin tak lepas dari makna nama kedai yang selalu tampil rapi dan bersih ini.

“Nama Tak Kie sendiri berarti kesederhanaan dan pergaulan. Itu filosofi dari kakek saya,” ujar Ak Wang.

Kedai ini tak pernah sepi pengunjung mulai dari warga lokal, wisatawan, hingga anak muda yang datang untuk merasakan atmosfer klasik Glodok. Suasana kedainya pun masih otentik, meja kayu tua, gelas jadul, dan dinding berubin putih khas kedai tempo dulu.

“Semua orang bisa masuk ke sini, dari berbagai kalangan. Saya bersyukur pada kakek saya yang sudah mendirikan kedai ini. Berkat beliau, Tak Kie bisa terus diminati sampai sekarang,” kata Ak Wang.

Menurut Manda, salah satu pengunjung, suasana Kopi Tak Kie benar-benar mengingatkannya pada memori di kampung halaman bersama nenek. Apalagi es kopi Tak Kie dengan cita rasa berimbang antara manis dan pahit benar-benar mengingatkannya pada adukan kopi khas rumah tangga.

“Rasa makan dan kopi di sini tuh kaya otentik banget seperti lagi makan di rumah nenek di kampung Kopi Es Tak Kie ini direkomendasikan buat teman-teman yang ingin merasakan rasa kopi yang khas ada manis dan pahitnya,” kata Manda.

Bagi detikers yang ingin mencicipi secangkir es kopi segar adukan khas Kopi Es Tak Kie, bisa datang setiap hari pukul 06.30-13.30 WIB. Menu di sini tersedia dengan kisaran harga Rp 22-25 ribu untuk makanan dan minuman. Tak hanya hidangan berkualitas, di sini detikers juga bisa sekilas merasakan suasana Chinatown tempo dulu.

(row/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Wisata Malam Seru di Pasar Lama Tangerang, Pusat Kuliner Legendaris


Jakarta

Kalau detikers mencari tempat wisata kuliner dengan pilihan lengkap, Pasar Lama Tangerang adalah jawabannya. Mulai dari makanan legendaris hingga hidangan unik, semua ada di sini.

Deretan pedagang kuliner di Pasar Lama sudah ada sejak puluhan tahun lalu, menjadikannya ikon wisata khas Tangerang yang tak pernah sepi. Lokasinya berada di Jl. Kisamaun, Sukasari, Kota Tangerang, Banten, detikers bisa menikmati makanan yang sudah ada sejak lama serta berbagai jajanan kekinian.


Daftar Pilihan Kuliner Pasar Lama dari Legedaris hingga Unik

Jangan kaget dengan melimpahnya pengunjung Pasar Lama, Tangerang, terutama saat weekend. Deretan stand kuliner dengan rasa dan kualitas bermutu, plus harga terjangkau menjadikan Pasar Lama adalah spot liburan bagi warga Tangerang dan sekitarnya.

Buat kamu yang ingin pergi ke Pasar Lama tapi takut kalap dan bingung pilih jajanan, hasil liputan detik travel bisa jadi bahan pertimbangan. Kamu bisa pilih makanan berat yang bikin kenyang, atau aneka camilan unik bikin penasaran

Kedai Kuliner Legendaris

Seperti namanya, kuliner berikut sudah berusia belasan hingga puluhan tahun sehingga tak perlu diragukan lagi terkait mutu dan rasa hidangan yang otentik.

1. Bubur Ayam Ko Iyo

Bubur Ayam Ko Iyo Pasar Lama TangerangBubur Ayam Ko Iyo Pasar Lama Tangerang (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Di pusat kuliner Pasar Lama, ada warung kecil bubur ayam yang selalu ramai dikunjungi dan telah melegenda. Namanya Bubur Ayam Ko Iyo, yang sudah berdiri sejak tahun 1966 dan kini punya lima cabang di wilayah Kota Tangerang.

Harga bubur di kedai yang sudah berusia 59 tahun ini ternyata masih sangat ramah di kantong, yaitu Rp 20-24 ribu bergantung dari pilihan topping. Detikers bisa intip aneka menu, perjalanan, hingga keseharian bubur ayam ini di Instagram @bas_koiyo1966.

2. Bubur dan Bakmi Kepiting Hokie

Bubur dan Bakmi Kepiting Hokie Pasar Lama TangerangBubur dan Bakmi Kepiting Hokie Pasar Lama Tangerang (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Kedai legendaris ini sudah eksis lebih dari 15 tahun di Pasar Lama Tangerang saat kawasan ini belum terlalu ramai. Seiring waktu, pedagang kuliner di Pasar Lama makin banyak dan menarik atensi masyarakat mulai tahun 2010-2011.

Dalam kurun waktu tersebut, Bubur dan Bakmi Kepiting Hokie setia menemani penikmat kuliner dengan menu andalan bakmi kepiting. Detikers juga bisa menikmati menu lain yaitu bubur, bakmi, kwetiau, bihun, hingga bakso dengan berbagai topping mulai harga Rp 10-35 ribu.

3. Sate Ayam H. Ishak

Sate Ayam H. Ishak Pasar Lama TangerangSate Ayam H. Ishak Pasar Lama Tangerang Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Sate Ayam H. Ishak adalah salah satu kuliner paling legendaris di Pasar Lama. Berdiri sejak 1954, kedai ini berlokasi di seberang kantor BCA Pasar Lama.

Uniknya, gerobak sate ini tidak pernah berganti sejak awal berdiri dan tidak membuka cabang. Setiap hari, kedai ini bisa menjual hingga 600 porsi dengan satu porsi sate ayam berisi 10 tusuk sate plus 2 lontong dengan harga Rp 30 ribu.

Kedai Kuliner Unik

Nah, buat detikers yang ingin mencicipi hidangan unik dan kekinian maka penjaja kuliner ini wajib masuk daftar wish list Pasar Lama, Tangerang kamu. Di sini ada sate ular dan biawak yang dipercaya bisa mennyembuhkan pengakit kulit dan pernapasan.

1. The Lhonjong

Mr.Lonjohng Pasar Lama TangerangMr.Lonjohng Pasar Lama Tangerang Foto: Instagram @sapikotak

Detikers tau nggak, apa itu MR. Lonjohng? Namanya unik kan? Jajanan masa kini ini sering disebut “sapi kotak” dan punya cita rasa yang bikin ketagihan. Dinamakan MR. Lonjohng karena bentuk roti hotdognya yang sangat panjang.

Menu yang tersedia antara lain burger, sate wagyu, dan hotdog dengan harga beragam. Sate wagyu dibanderol Rp 35 ribu-Rp 40 ribu, burger Rp 25 ribu-Rp75 ribu, dan hotdog Rp 20 ribu-Rp 30 ribu.

2. Kebab Durian Becek

Kuliner Kebab Durian Becek hadir khusus buat detikers yang suka kebab dan ingin cari isian lain yang lebih variatif. Di sini juga ada menu kebab durian frozen, siap makan, hingga es durian becek dengan kisaran harga Rp 23 -104 ribu.

3. Telur Gulung 1000

Belum lengkap rasanya kulineran tanpa mencoba jajanan ikonik ini. Telur gulung selalu jadi primadona karena murah meriah. Detikers bisa mencoba berbagai varian mulai dari original, nugget, bakso, sosis, hingga telur gulung jumbo dengan harga seribu sampai Rp 4 ribu.

4. Citul Mantul Az

Citul Mantul AZ Pasar Lama TangerangCitul Mantul AZ Pasar Lama Tangerang (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Citul atau aci tulang jadi salah satu jajanan viral di Pasar Lama Tangerang dengan tekstur kenyal yang bikin nagih. Tersedia dalam rasa original dan pedas citul tersedia dengan harga Rp15 ribu per porsi, terdiri dari 2 citul dan 1 saus.

5. Sate Biawak dan Ular

Sate ular dan biawak Tenda Dua Cobra Pasar Lama TangerangSate ular dan biawak Tenda Dua Cobra Pasar Lama Tangerang (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Kedai ini sudah ada sejak 1980 dan terkenal dengan menu sate daging biawak dan ular. Konon, daging hewan melata alias reptil ini dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit.

Kedai Hidangan Penutup

Kamu yang suka hidangam manis, nggak perlu khawatir saat berkunjung ke Pasar Lama. Seperti kuliner lain, jenis makanan penutup di sini tersedia banyak pilihan dengan rupa dan harga terjangkau.

1. Es Pucok

Es Pucok cocok banget buat pelepas dahaga setelah puas jajan di Pasar Lama. Di sini ada es mangga dan durian kocok dengan harga Rp 7 ribu untuk ukuran kecil dan size besar tersedia seharga Rp 15 ribu.

2. Es Oyen Macan

Es Oyen Macan Pasar Lama TangerangEs Oyen Macan Pasar Lama Tangerang Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Meski baru buka, Es Oyen Macan langsung jadi incaran dengan antrean panjang bahkan sebelum kedai dibuka. Selain es oyen, ada juga menu lain seperti bakmi ayam dan batagor yang tak kalah enak.

Pasar Lama Tangerang bukan sekadar tempat makan, tapi juga destinasi wisata malam yang penuh cerita dan cita rasa. Dari kuliner legendaris hingga jajanan kekinian, semua bisa detikers nikmati dalam satu kawasan.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Ngulik Blok M Square, Kawasan Wisata Kuliner Paling Viral di Jaksel



Jakarta

Blok M Sqare adalah pusat perbelanjaan yang sangat ikonik di kawasan Blok M Jakarta Selatan. Dengan gedungnya yang besar tepat di pintu keluar terminal, Blok M Square sangat mudah dikenali para pengunjung.

Tulisan Blok M Square yang besar dengan ujung menara dan desain luar ikonik membuat gedung ini mudah dilihat pengunjung dari berbagai arah. Sehingga, pengunjung bisa menjadikan Blok M Square patokan sebelum mendatangi gang-gang dan area Blok M.

Blok M SquareBlok M Square Foto: Qonita Hamidah/detik travel

Detik travel sempat mengunjungi Blok M Square dalam Famtrip-Strolling Arround Blok M bersama Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Secara umum, area Blok M mulai mengalami pembangunan besar-besaran di era Ali Sadikin menjabat Gubernur Jakarta pada 1966-1977.


“Pada masa pemerintahannya, Ali Sadikin, berhasil membangun Kota Jakarta secara besar-besaran khususnya daerah Jakarta Selatan di area Blok M ini,” kata Muti yang ketika itu menjadi pemandu wisata.

Ali Sadikin menginginkan Blok M dikelilingi wisata kuliner sesuai selera dan keinginan pengunjung. Harapan ini terwujud di era pembangunan Blok M saat ini yang terdiri dari beberapa distrik dengan aneka pilihan kuliner dan wisata lain.

Termasuk area Blok M Square terletak di Jl. Melawai 5, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Saat ini, Blok M Square dan kawasan Blok M secara umum telah menjadi destinasi wisata urban, mulai dari Stasiun MRT hingga kawasan pemukiman Kebayoran Baru.

Beberapa spot di Blok M Square menjadi viral dan jadi incaran para pengunjung yang baru sekali atau telah beberapa kali ke Blok M. Berikut datanya dihimpun dari arsip detikcom:

– Masjid Nurul Iman Blok M Square di lantai 7

– Kampoeng Mainan di lantai 3

– Kue subuh di upper ground

– Bursa buku dan sentra musik di basement

– Pujasera di basement antara lain:

  • Artirasa Cheesecake
  • Bakmi Piring
  • Haka Dimsum
  • Thai Baby
  • Maiku Cafe.

Blok M Square biasanya ramai di hari libur, jam makan siang, atau selesai kantor. Buat detikers yang ingin beburu kuliner atau wisata viral, sebaiknya hindari jam-jam tersebut agar nyaman dan tidak perlu antri lama. Jangan lupa bawa uang tunai dan nontunai untuk mengantisipasi gangguan di sistem pembayaran.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com