Tag Archives: bali

Deretan Tempat Wisata yang Didatangi IShowSpeed Selama di Indonesia



Jakarta

Kedatangan Youtuber IShowSpeed diyakini turut mempopularkan destinasi pariwisata Indonesia. Secara langsung, dia mempromosikan tempat-tempat wisata di Indonesia yang didatangi.

Youtuber IShowSpeed mencuri perhatian netizen Indonesia karena kedatangannya disiarkan langsung dan ditonton lebih sejuta netizen. Selama di Indonesia, dia berkeliling Jakarta, Yogyakarta dan Bali.

detikTravel telah merangkum nih, tempat wisata yang didatangi IShowSpeed selama di Indonesia. Bisa jadi referensi liburan kamu.


1. Kota Tua

Heboh! IShowSpeed Dapat Hadiah Nasi Padang dari PenggemarnyaSpeed di Kota Tua, Jakarta (YouTube/IShowSpeed)

Hari pertamanya, IShowSpeed langsung live streaming di Kota Tua, Jakarta. Saat dia turun dari mobil, para penggemar langsung menyambutnya.

Selama di Kota Tua, Speed seru-seruan dengan bermain di Rumah Hantu. Dia juga mencoba jasa ramal dan bergoyang mengikuti alunan musik angklung yang bergema di Kota Tua.

2. Pasar Baru

Setelah dari Kota Tua, Speed menuju ke pasar Baru di Jakarta Pusat. Selama berada di Pasar Baru, IShowSpeed sempat mengunjungi toko batik dan melayani permintaan swafoto pengunjung. Para penggemar terus mengikuti IShowSpeed sampai dia masuk ke mobilnya, yang diparkir di depan Antara Heritage Center di Pasar Baru.

Informasi nih untuk traveler, di pasar Baru kamu juga bisa belanja thrifting lho. Banyak barang-barang menarik yang bisa kamu buru.

Serta Pasar Baru juga surga bagi pecinta fotografi, karena banyak tempat service kamera bagus di sana.

3. Jalan Malioboro

IShowSpeed di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024).IShowSpeed di Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (21/9/2024). (Youtube.com/@IShowSpeed)

Saat di Yogyakarta, Speed menyusuri Jalan Malioboro dengan andong hingga ke Pasar Beringharjo. Dia pun streaming memakai blangkon yang dihadiahi oleh fansnya.

Speed pun singgah ke toko batik bernama Hamzah Batik. Ia disambut para penari dari Raminten Kabaret Show. Di sana, ia dikenakan batik dan disodori makanan khas Yogyakarta yakni bakpia.

Di sana Speed juga menabuh gendang diiringi pemusik tradisional lainnya. Kemudian, petualangannya berlanjut dengan memasuki area toko batik. Matanya langsung tertuju ke tenan penjual jamu. Penasaran, ia pun memesan segelas minuman tradisional tersebut. Oleh sang acaraki, Speed diberikan segelas jamu beras kencur.

4. Alun-alun Kidul Yogyakarta

iShowSpeediShowSpeed di Alun-alun Kidul Yogyakarta (YouTube)

Speed selalu dikerubungi fansnya saat berkeliling Yogyakarta. Salah satunya saat dia menyuruh fansnya dengan kalimat “minggir lu miskin” saat berkunjung ke Alun-alun Kidul. Kalimat spontan itu pun langsung trending di medsos.

Netizen merespons dengan berbagai komentar kocak. Mereka juga menanyakan siapa yang mengajarkan kalimat itu kepada Speed?

5. Uluwatu

Sat di Bali, salah satu tempat yang dituju Speed adalah menonton tari kecak di Uluwatu. Tak hanya menonton, Speed juga ikut menari dan melenggak-lenggok dengan gerakan ala kadarnya bersama seniman yang sedang tampil.

Soraakn penonton pun meramaikan penampilan Speed. Apalagi saat Speed dan Hanoman memparodikan selebrasi ala CR7.

6. Monkey Forest Ubud

Momen monyet curi mikrofon IShowSpeed.Momen monyet curi mikrofon IShowSpeed di Monkey Forest Ubud (YouTube/IShowSpeed)

Berkunjung ke Monkey Forest Ubud, Speed juga berselfie dan berfoto dengan monyet liar di sana. Saking lucunya, foto selfie Speed dengan monyet pun tersebar dan jadi bulanan lelucon netizen.

Saat di sana, mikrofon Speed sempat dibawa kabur oleh para monyet. Setelah pencarian dan mencoba melacak, Speed terpaksa merelakan mikrofonnya hilang.

7. Pasar Seni Ubud

Saat di Pasar Seni Ubud, Speed membeli jersey Cristiano Ronaldo. Saat berkeliling Speed pun ditawari souvenir spesial berbentuk penis. Dia pun kaget dan bertanya fungsi dari benda khas dari Bali ini. Kemudian pedagang mengatakan jika itu adalah pembuka botol.

8. Naik ayunan raksasa di Ubud

Selama di Bali, Speed terlihat berkunjung ke beberapa tempat menarik. Salah satunya adalah ayunan raksasa yang lokasinya berada di pinggir tebing Ubud. Aksi kocaknya pun terlihat saat ayunan diayun lebih keras dan tinggi. Speed pun berteriak-teriak “santai.. santai..”.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cuma di Bali, Bisa Ngopi di Kedai Jadul Sambil Lihat Sawah



Badung

Ngopi sambil menikmati pemandangan sawah nan hijau lagi ngetren. Di Bali, kamu bisa menyeruput kopi di Kedai Abian Carik yang jadul ini.

Tempat ngopi bernuansa pedesaan dan jadul pun banyak bermunculan di Bali. Salah satunya kedai kopi Abian Carik.

Baru sebulan lebih dibuka, tempat ini sudah ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat sore menjelang malam. Kedai kopi ini berlokasi di tengah sawah Subak Tegan, Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali.


Traveler bisa menyeruput kopi sembari menikmati hamparan sawah nan asri. Di sekitar kedai kopi itu, ada pula kebun yang ditanami aneka sayur dan tanaman bunga.

Untuk menuju lokasi, pengunjung harus masuk ke jalan subak sepanjang 200 meter ke dalam area persawahan. Kedai dengan pondokan kayu yang dipagari bambu itu akan terlihat dari pinggir jalan. Selanjutnya, pengunjung tinggal menyusuri pematang sawah untuk sampai ke lokasi.

Pemilik kedai sengaja mengusung konsep jadul yang menyatu dengan alam. Bangunannya berupa pondokan kecil berbahan papan kayu yang dihias dengan beragam umbi-umbian dan pisang.

Pondok itu dipakai pengelola untuk menaruh bahan-bahan makanan beserta kopi. Penjaga kedai juga berpenampilan jadul dengan pakaian seadanya serta capil atau topi khas petani di desa-desa.

Meski begitu, pengunjung antusias duduk lesehan beralaskan tikar daun pandan sembari menunggu barista meracik kopi di atas Vespa. Selain kopi, kedai itu juga menjajakan aneka kudapan tradisional. Mulai dari ubi goreng pedas manis, pulung ubi, jagung rebus, hingga pisang goreng. Cocok untuk menemani kopi tubruk.

Orang-orang yang datang ke Abian Carik tak hanya anak muda dari kalangan menengah di Mengwi. Mereka juga datang dari kalangan atas yang rata-rata tinggal di Kota Denpasar.

“Di rumah nggak banyak ada kafe kopi yang benar-benar ada di alam begini,” kata Yanti, salah satu pengunjung asal Denpasar, Senin (16/9).

Pengunjung lainnya, Vani, mengungkapkan tidak sedikit pengelola kedai kopi yang mengusung konsep jualan di tengah sawah. Perempuan asal Yogyakarta itu menyebut banyak kedai kopi dengan konsep serupa di luar Bali.

“Tapi dagang kopi yang jualan di Bali lebih banyaknya tampilan ala resto, mewah. Konsep ini di Bali sebetulnya lebih cocok karena alamnya mendukung,” ujar Vani.

Pemilik kedai, Anak Agung Gde Agung Krisna Semara Putra mengungkapkan konsep kedainya dirancang bagi penikmat kopi yang suka ketenangan.

“Banyak yang tidak menangkap konsep ini sebelumnya. Kedai kopi di sawah memang banyak. Tapi ngopi di tengah kebun yang kebetulan lokasinya di tengah-tengah sawah itu belum banyak,” kata dia.

Agung mengakui kedai kopinya ramai karena pengunjung suka menikmati kopi sambil bersantai. Ia mengeklaim banyak pengunjung yang sengaja datang untuk dapat suasana pedesaan.

“Jadi dari menu makanan yang ada saja kami ingin orang-orang bisa nikmati jajanan jadul. Suasananya dapat, kesannya juga harus pas. Kann sudah nggak banyak yang jual camilan jadul,” sambung Agung.

Kedai kopi Abian Carik buka setiap hari mulai pukul 16.00 Wita. Pengunjung juga bisa ngopi-ngopi asyik di tengah sawah sampai larut malam tanpa perlu khawatir karena pengelola sudah menyediakan lampu penerangan.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

7 Kolam Renang di Bekasi untuk Liburan Bersama Keluarga


Jakarta

Kolam renang di Bekasi bisa menjadi destinasi untuk menikmati waktu luang bersama keluarga atau Teman. Main ke kolam renangnya bisa memberikan kesegaran sekaligus hiburan yang menyenangkan.

Kota dan Kabupaten Bekasi menawarkan berbagai pilihan kolam renang. Beberapa di antaranya memiliki banyak wahana permainan air untuk anak-anak hingga orang dewasa. Jadi, berbagai kolam renang ini cocok dikunjungi bersama keluarga.

Kolam Renang di Bekasi

Beberapa kolam renang di Bekasi di antaranya Go! Wet Waterpark, Transera Waterpark, dan Water Splash Darmawangsa. Berikut informasi mengenai jam buka, harga tiket, hingga lokasinya.


1. Go! Wet Waterpark

Bagi warga Jakarta Timur  atau Bekasi yang bingung mencari tempat libur diakhir pekan kini tidak perlu pusing, dikawasan  Gran Wisata Tambun, Bekasi kini telah hadir Go!Wet Water Park. Wahana taman air dan renang-berenang menyajikan  permainan air yang menakjubkan. Suasana asri dengan wahan air yang atraktif dan moderen akan memuaskan libur akhir pekan anda. Wahan hiburan ini di garap oleh Sinarmas Land Go!Wet Water Park di atas lahan seluas 7,5 hektar di kawasan Perumahan Grand Wisata Tambun, Bekasi.Go! Wet Water Park. Foto: Dikhy Sasra

Go! Wet Waterpark mempunyai lebih dari 10 wahana yang bisa dinikmati wisatawan. Beberapa slidenya bisa diperuntukkan untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Menurut lamanGo! Wet Waterpark, ada wahana Go! Round, water slide khusus anak-anak, Go! Speed, slide tertutup dengan lintasan cepat, Go flash, slide yang dapat dinikmati 3 orang sekaligus, hingga Go! Twist, water slide terekstrim dengan kemiringan 90 derajat. Tak hanya berbagai slide, ada kolam ombak raksasa, Go! Wave dan kolam arus Go! Lazy.

Jam buka:

  • Selasa, Rabu, Kamis: 10.00-17.00 WIB
  • Sabtu & Minggu: 09.00-17.00 WIB

Harga tiket:

  • Weekdays: Rp 70.000
  • Weekend/hari libur: Rp 100.000

Lokasi:

  • Grand Wisata Kavling I No.1, Southern Blvd, Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

2. Transera Waterpark

Transera WaterparkTransera Waterpark. Foto: (dok. Transera Waterpark)

Transera Waterpark memiliki arena rekreasi dan taman bermain dengan konsep nuansa alam Afrika. Waterpark ini menyediakan beragam atraksi dan wahana air yang bisa dinikmati

Menurut laman Instagram Transera Waterpark, beberapa wahananya yaitu, cango slide yaitu slide tertutup dan terbuka dengan ban, crazy cone slide meliuk dengan tiga corong raksasa turkana pool atau kolam khusus anak-anak, zamberi river atau kolam arus, hingga golwe pool atau kolam ombak.

Jam buka:

  • Setiap hari: 08.00-16.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 95.000 (Reguler), Rp 38.000 (Lansia )
  • Sabtu, Minggu, Libur Nasional: Rp 150.000 (Reguler), Rp 50.000 (Lansia)
  • High Season: Rp 175.000 (Reguler), Rp 50.000 (Lansia)

Lokasi:

  • Jl. Harapan Indah Boulevard, Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

3. Colombus Waterpark

Colombus Waterpark mengambil tema pelaut fenomenal yang berpetualang hingga ke kawasan Amerika dan Amerika Latin. Tempat wisata Colombus Waterpark mempunyai sebuah replika kapal besar yang bisa menjadi tempat asyik untuk berfoto-foto. Ada berbagai seluncuran dan ember besar yang siap mengguyur wisatawan.

Jam buka:

  • Setiap hari 08.00-17.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 45.000
  • Sabtu-Minggu: Rp 70.000

Lokasi:

  • Mutiara Gading Timur, Perumahan Jl. Mutiara Gading Timur No.7, RT.013/RW.028, Mustika Jaya, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

4. Matador Waterpark

Matador Waterpark mengusung konsep ala Spanyol. Menurut salah satu situs agen travel, waterpark ini mempunyai wahana slide, trampolin, hingga flying fox.

Area anak-anak dengan ember tumpahnya memiliki kedalaman 80 cm. Ada pula air mancur jamur, peluncuran spiral, istana air hingga ranjau air untuk melatih kecekatan anak-anak

Jam buka:

  • Setiap hari pukul 08.00-17.30 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 35.000
  • Sabtu-Minggu:Rp 45.000

Lokasi:

  • Jl. Villa Mutiara Cikarang Jl. Raya Cikarang – Cibarusah, Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

5. Waterboom Lippo Cikarang

Waterboom Lippo CikarangWaterboom Lippo Cikarang. Foto: (Waterboom Lippo Cikarang/Instagram)

Waterboom Lippo Cikarang memiliki konsep nuansa alam Bali yang eksotis. Berbagai aktivitas air yang menarik tersedia untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Suasananya begitu asri dan teduh. Menurut laman Instagram Waterboom Lippo Cikarang, di sini, terdapat kolam arus, kiddy pool, pool bar, hingga mini outbound.

Jam buka:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00 WIB
  • Sabtu-Minggu: 08.00-18.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 60.000
  • Sabtu-Minggu: Rp. 80.000

Lokasi:

  • Lippo Cikarang, Jl. Madiun No.Kav. 115, Cibatu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

6. Fun Park Bekasi Timur Regency

Waterpark Fun Park mempunyai beberapa kolam untuk anak-anak berusia 5 tahun. ke bawah dan 10 tahun ke atas. Ada seluncuran spiral, tube slide, hingga ember tumpah yang bisa dinikmati anak-anak.

Jam buka:

  • Setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat Rp 25.000
  • Sabtu-Minggu: Rp 28.000

Lokasi:

  • Perumahan Bekasi Timur Regensi Jl. Raya Bekasi Timur Regensi No.1, RT.012/RW.020, Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.

7. Water Splash Darmawangsa

Water Splash Darmawangsa memiliki kolam renang balita dan dewasa dengan kedalaman 1,3 m. Menurut instagramnya, ada juga permainan mandi busa, aneka slide, dan ember tumpah.

Jam buka:

  • Setiap hari 08.00-17.00 WIB

Harga tiket:

  • Senin-Jumat: Rp 15.000
  • Sabtu-Minggu: Rp 28.000

Lokasi:

  • Jl. Darmawangsa Raya, Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Itulah beberapa kolam renang di Kota dan Kabupaten Bekasi. Sebelum mendatangi salah satu kolam renang ini sebaiknya update dulu informasi mengenai jam buka dan harga tiket masuknya ya.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

5 Tips Sebelum Berkunjung ke Bali Zoo, Destinasi Favorit Keluarga di Bali



Jakarta

Bali Zoo adalah salah satu taman satwa paling populer di Bali yang menawarkan pengalaman wisata edukatif sekaligus menyenangkan. Terletak di Gianyar, Bali, Bali Zoo menjadi destinasi favorit keluarga yang ingin mengenal lebih dekat berbagai macam satwa dari seluruh dunia.

Tidak hanya melihat beragam hewan, pengunjung juga bisa merasakan pengalaman seru seperti Elephant Expedition, di mana kamu bisa berinteraksi langsung dengan gajah sambil menjelajahi Bali Zoo.

Agar kunjunganmu ke Bali Zoo semakin seru dan nyaman, berikut 5 tips yang bisa kamu ikuti!

1. Pakai Pakaian yang Nyaman

Saat berkunjung ke taman satwa Bali, kamu akan banyak berjalan-jalan di area terbuka. Kenakan pakaian yang ringan dan nyaman, seperti kaos dan celana pendek, serta sepatu yang cocok untuk berjalan jauh. Jangan lupa bawa topi dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari terik matahari!


2. Bawa Sunblock dan Air Minum

Cuaca di Bali bisa cukup panas, jadi pastikan kamu membawa sunblock untuk melindungi kulit dari sinar matahari. Selain itu, bawa juga air minum sendiri agar tetap terhidrasi sepanjang perjalanan mengelilingi Bali Zoo.

3. Datang Lebih Awal

Agar kamu bisa menikmati semua atraksi dan aktivitas yang ada, usahakan datang lebih awal. Bali Zoo memiliki berbagai pertunjukan satwa yang diadakan pada waktu tertentu. Dengan datang pagi, kamu punya kesempatan lebih banyak untuk mengikuti setiap acara tanpa terburu-buru.

4. Coba Elephant Expedition

Selain melihat satwa dari jarak dekat, jangan lewatkan Elephant Expedition, salah satu atraksi andalan di Bali Zoo. Kamu bisa menaiki gajah dan menjelajahi area khusus sambil berinteraksi langsung dengan hewan besar ini. Pastikan untuk mencoba pengalaman unik ini bersama keluarga!

5. Beli Tiket Secara Online

Untuk menghindari antrean panjang, disarankan untuk membeli tiket masuk Bali Zoo secara online. Dengan begitu, kamu bisa lebih santai dan langsung menikmati keseruan di dalam taman. Kamu bisa membeli tiket dengan mudah di detikevent.

Dengan mempersiapkan semua kebutuhan sebelum berkunjung ke Bali Zoo, pengalaman liburanmu bersama keluarga pasti akan semakin menyenangkan dan tak terlupakan.

Ikuti tips-tips di atas agar perjalananmu lebih nyaman dan penuh keseruan. Jangan lupa, beli tiket secara online di detikevent untuk menghemat waktu dan menikmati Bali Zoo tanpa antre! Beli tiketnya sekarang juga di sini!

(ddn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Eksotis juga Mistis Jalur Pendakian Gunung Catur Bali



Jakarta

Bali memiliki begitu banyak gunung yang bisa didaki oleh para traveler. Salah satu yang mengandung banyak misteri saat kabut turun yakni Gunung Catur.

Jalur pendakian Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Banjar Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, memiliki keunikan tersendiri. Jalur yang jarang dikunjungi pendaki itu menyuguhkan pemandangan yang eksotis dan mistis.

“Jalur itu untuk persembahyangan ke pura. Jadi, dijaga betul oleh warga,” kata Jero Bendesa Agung Pucak Mangu I Made Sujana kepada detikBali, Sabtu (19/10).


detikBali sempat mendaki ke Pura Pucak Mangu, beberapa waktu lalu. Jalur pendakian dimulai di areal parkir atas Pura Pucak Mangu. Sekitar pukul 07.10 Wita, detikBali mulai mendaki bersama dua pendaki lain.

Saat itu, suasana di sana masih cukup sepi. Selain detikBali, hanya empat orang yang mendaki ke Pura Pucak Mangu saat itu. Meski sepi, jalur pendakian masih terlihat jelas.

Jalan hutan yang tertata dan dilapisi lempengan batu, membuat jalur pendakian tidak terlalu sulit untuk ditelusuri. Hanya, penataan lempengan batu yang dibuat berundak-undak seperti tangga, terasa berat, apalagi bagi pendaki pemula.

Semakin masuk ke dalam, hutan yang lebat menyuguhkan pemandangan eksotis di sepanjang jalur. Kabut saat pagi hari dan rimbunan pohon di kiri dan kanan jalan menambah aura mistis bak film horor yang berlatar belakang tempat di hutan.

Beberapa pohon terlihat dililit kain putih dan kuning, dengan tumpukan canang di bawahnya. Di situ, tempat warga atau pendaki yang beragama Hindu berdoa memohon keselamatan sebelum tiba di Pura Pucak Mangu di ketinggian 2096 MDPL.

Tak hanya pepohonan, kabut, dan suara binatang yang terlihat dan terdengar di sepanjang jalur pendakian. Ada juga rambu atau papan tanda ketinggian meter di atas permukaan laut (mdpl) dan empat papan tanda pos yang terpampang di sepanjang jalur pendakian.

Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Badung, Bali, Senin (9/10/2024). (Aryo Mahendro/detikBali)Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu di Gunung Catur, Badung, Bali (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)

Sekitar dua jam mendaki, di ketinggian sekitar 1.700 MDPL, detikBali akhirnya sampai di Pura Pesiraman. Selain tempat sembahyang, pura itu juga jadi sumber mata air bagi warga atau pendaki yang kehausan.

“Itu Pura Pesiraman. Tempat sumber air ada di sana. Tapi, karena sekarang musim kemarau (airnya) habis,” kata Sujana.

Meski menyuguhkan pemandangan eksotis nan mistis, banyak papan tanda ketinggian mdpl yang terpasang di sepanjang jalur itu rusak. Mulai papan tanda 100 mdpl hingga 1.850 mdpl, terlihat rusak dan banyak coretan sehingga tak terbaca.

Sujana mengatakan wajar bila rambu tanpa ketinggian itu kondisinya rusak. Jalur pendakian itu memang ramai oleh warga yang mendaki ke Pura Pucak Mangu hanya saat perayaan keagamaan Hindu atau upacara adat lain.

“Karena sebenarnya, jalur itu disakralkan. Bukan untuk pendaki. Boleh mendaki, tapi harus ada izin pariwisatanya. Tapi memang baru sedikit (pengunjungnya),” kata Sujana.’

Meski tidak sepenuhnya tertutup untuk umum, warga atau wisatawan, masih diperbolehkan mendaki dan berkunjung ke Pura Pucak Mangu. Sujana mengingatkan warga atau wisatawan wajib lapor ke bendesa adat setempat sebelum melakukan pendakian.

“Karena kalau nggak izin, khawatir orangnya nggak selamat. Jadi, untuk keamanan bersama, pendaki harus izin. Nanti kami sediakan pemandu khusus supaya nggak tersesat,” jelasnya.

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Spa Terbaik di Jakarta, Cocok untuk Melepas Penat


Jakarta

Tak hanya sebagai pusat bisnis dan hiburan, Jakarta menawarkan beragam tempat relaksasi yang berkualitas tinggi. Di tengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan kota, spa menjadi pelarian yang sempurna untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.

Nah, ada beberapa tempat spa di Jakarta yang bisa dipilih dengan berbagai perawatan yang memanjakan tubuh. Apa saja? Berikut beberapa tempat spa terbaik di Jakarta

Tempat Spa Terbaik di Jakarta

Ada banyak tempat spa yang menawarkan aneka pilihan pijat hingga refleksologi. Berikut deretan tempat spa terbaik di Jakarta menurut situs traveling online.


1. Kokuo Reflexology

Kokuo Reflexology menawarkan tempat yang estetik dengan nuansa Jepang. Perpaduan teknik refleksi China dan Jepang dengan teknik tradisional Indonesia bisa membuat tubuh menjadi bugar.

Ada paket signature massage & reflexology hingga Athletic Massage dengan durasi 60 menit-120 menit. Tak hanya itu, menurut laman Instagramnya, Kokuo Reflexology ini juga mempunyai paket premium home theater, di mana pengunjung akan dipijat sambil menonton.

Lokasi: Jl. Timor No.12, RT.9/RW.4, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

2. Delta Spa & Health Club

Delta Spa & Health Club menawarkan banyak perawatan, seperti Shockwave therapy, kings treatment, thailand massage, shiatsu, mud therapy dan tradisional massage. Durasi pijatnya selama 2 jam 15 menit. Menurut laman Instagramnya, fasilitas yang ditawarkan mulai dari steam, sauna, vichy shower, kolam renang, dan kolam panas dan dingin,

Lokasi: Ada beberapa lokasi Delta Spa & Health Club di Jakarta, berikut di antaranya:

  • Gunung Sahari: Komp. Marinatama (INKOPAL) Blok F 21 – 23, Jl. Gunung Sahari No.2 1, RT.1/RW.13, Pademangan Baru, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14410.
  • Pondok Indah: Jl. Sultan Iskandar Muda No.72 5, RT.5/RW.9, Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan.
  • Kelapa Gading: Kokan Permata Kelapa Gading Blok D 30 – 34, Jl. Boulevard Bukit Gading Raya No.RT.15, RT.15/RW.3, West Kelapa Gading, Kelapa Gading.
  • Harmoni: Blok B12-12A No.2, Jl. Suryopranoto No.RT.2, RT.2/RW.8, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
  • Grand Wijaya: Grand Wijaya Center Blok F12,F12A dan F14, Jl. Wijaya II No.RT.6, RT.6/RW.1, Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan
  • Kebon Jeruk: Jl. Raya Perjuangan Komplek Prisma Kedoya Plaza Blok A9 – 11, RT.1/RW.7, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530
  • Gatot Subroto: Jl. Gatot Subroto No.Kav.76, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan.
  • Pejaten: Pejaten Office Park, Jl. Buncit Raya No.F79 1, RT.1/RW.7, Pejaten Barat, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

3. The Ritz Carlton Spa

The Ritz Carlton merupakan hotel berbintang 5 yang menawarkan fasilitas spa. Di tengah taman tropis yang rimbun, ada 19 ruang perawatan mewah dengan bak berendam di luar ruangan pribadi.

Mengutip laman resminya pilihan pijat yang ditawarkan di antaranya mystical touch massage dengan teknik tradisional Bali, batavia massage, bamboo therapy, sport massage, dan refleksologi.

Lokasi: Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.1 Kav.E.1.1, Mega Kuningan Kota Jakarta Selatan.

4. Raffles Spa

Sama seperti The Ritz Carlton, Raffles juga merupakan hotel berbintang 5 dengan fasilitas spa mewah. Pilihan spanya ada signature heritage massage dengan teknik pijat Bali dan Jawa, aromatic couples romance, dan Lavender Dream Experience. Menurut laman resminya, ada juga Ultimate Firming, perawatan wajah untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit.

Lokasi: Ciputra World 1, Jl. Prof. DR. Satrio No.5 Kav 3, RT.17/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Jakarta, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

5. Spa by JW at Marriott Hotel

Spa by JW at Marriott Hotel mengusung konsep calm (tenang), indulge (memanjakan), invigorate (menyegarkan), dan renew (memperbarui). Ada banyak pilihan massage yang ditawarkan, yaitu Heritage Signature Massage, teknik penyembuhan ayurveda kuno, Stress relief massage yang dirancang untuk menghilangkan stres dan tegang, hingga clear your mind massage dengan hot stone.

Ada juga Re-energize massage, perpaduan antara teknik pijat Bali dan Thailand, dan jet lag cure massage dari Swedia. Durasi pijat beraneka ragam yaitu selama 60 sampai 120 menit. Selain itu, terdapat aneka perawatan wajah dan badan yang ditawarkan

Lokasi: Jl. Mega Kuningan Barat Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.1&2, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan.

6. Inaria Spa

Inaria Spa merupakan fasilitas spa di Intercontinental Jakarta. Pengobatan autentiknya menggunakan herba, akar, dan buah-buahan,untuk menyehatkan pikiran dan tubuh.

Pilihan spanya ada Inaria signature yang memadukan pijat tradisional Bali dan teknik pijat Thailand yang bisa meredakan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi dan fleksibilitas, dan menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Selain itu, ada Batimung Signature Ritual-Kalimantan, perawatan peremajaan menggunakan black borneo. Ada pula Kerokan Javanese Massage, Oukuo Martup-Sumatera, tradisional sasak-Lombok hingga Micet Madura.

Lokasi: InterContinental Jakarta Pondok Indah Jalan Metro Pondok Indah Kav. IV, RT.1/RW.16, TA, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan,

7. Grand Spa Kemayoran

Grand Spa Kemayoran berada di Hotel Grand Mercure Jakarta. Ada dua perawatan utama yaitu Tradisional dan Shiatsu Massage.

Menurut laman resmi Grand Spa Kemayoran, Tradisional massage melakukan penekanan pada bagian-bagian tubuh tertentu untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan tubuh menjadi bugar. Sementara shiatsu massage yang berasal dari Jepang bermanfaat dalam meningkatkan aliran darah hingga meningkatkan stamina.

Lokasi: Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran Lantai 8, Jl. H Benyamin Sueb Kav. B6, RT.16/RW.10, Pademangan Timur, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Utara

8. Zen Family Reflexology & Spa

Seperti namanya, Zen Family Reflexology & Spa berkonsep keluarga. Mengutip laman resminya, tak hanya untuk laki-laki dan perempuan dewasa, treatment ini bisa melayani anak dari usia 5 tahun hingga lansia. Adapun pilihan massagenya seperti The Royal Touch dengan full body massage yang fokus di titik otot, hot stone massage dengan menggunakan batu basal yang dihangatkan, dan back release massage yang merupakan treatment sebelum atau sesudah olahraga.

Lokasi: Jl. Gunawarman No.43, RT.4/RW.7, Rw. Bar., Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180

9. Nano Health Family

Nano Health Family dikenal dengan treatment tradisionalnya. Namun, selain treatment tradisional, ada thai massage, shiatsu massage, manispa, dan juga jumping clay. Menurut laman instagramnya, setelah mendapat treatment body massage, pengunjung bisa menikmati bubur ayam gratis di area khusus yang telah tersedia.

Lokasi: Jl. Pluit Selatan Raya No.28 – 30, RT.21/RW.6, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

10. Ayana Spa

Ayana Spa memadukan pijat dan perawatan modern menggunakan bahan-bahan alami pilihan dari Indonesia. Pilihan perawatannya, ada Ayana Massage sebagai signaturenya, Nakatsuji Massage yang terkenal dari ortopedi Jepang dan ahli anti penuaan dini, Tadashi Nakatsuji. Tak hanya itu, ada shiatsu dan lava stone therapy yang bisa membangkitkan mood.

Lokasi:Jl. Jenderal Sudirman No.RT.10, RT.10/RW.11, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat

Itulah sejumlah tempat spa terbaik di Jakarta. Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi salah satunya?

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Weekend di Denpasar, Mampirlah ke Kebun Tengah Kota yang Estetik Ini



Denpasar

Bron Cafe Renon bisa menjadi salah satu spot untuk jeda sejenak dari hiruk pikuk keramaian Kota Denpasar, Bali. Singgah ke sana, traveler dapat menikmati kebun di tengah kota yang cukup rimbun.

Denpasar dikenal sebagai surganya tempat hangout. Namun di tengah keramaian, ada nuansa tenang yang tersaji di Bron Cafe Renon.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Masuk ke tempat tersebut, traveler akan melewati gerbang khas bali dengan ornamen ukiran kayu. Masuk lebih dalam, traveler akan menemui nuansa rimbun dari pepohonan dan arsitektur tradisional yang mengakar. Berbagai ornamen kayu dan tembikar yang mendominasi berbagai ornamen kafe menambah kesan autentik.


“Jadi kalau untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep yang ramah lingkungan Itu sih yang kita ambil. Jadi kita mengambil konsep bata sama kayu digabung biar cocok juga sama konsep kita yang kebun tengah kota gitu,” ujar Marketing Bron Cafe Putri Hayatunnufus saat ditemui detikTravel, Jumat (8/11/2024).

Tak hanya itu, ada pula area kolam ikan dan jalan setapak di atas kolam. Itu membuat suasana asri semakin kuat. Setelah melewati area kolam, traveler akan tiba di area taman semi terbuka. Terdiri dari area rerumputan, pepohonan, hingga beberapa tempat duduk santai.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Dalam pantauan detikTravel, terdapat area outdoor hingga indoor di kafe tersebut. Karenanya, tempat itu layak digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti nongkrong hingga bekerja dari kafe atau work from cafe.

Berbagai tanaman pun menghiasi tempat ini. Terlihat banyak pohon kamboja hingga beberapa pohon pakis Brazil menjulang tinggi.

“Jadi untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep kebun tengah kota. Itu karena kita berada di tengah kota yang juga ramai, habis itu mungkin panas, terus juga sibuk lah. Jadi kita ngambil konsep itu agar tamu-tamu yang ke sini merasa fresh. Apalagi ada tanaman, Terus di sini kan juga adem jadi biar mereka bisa refreshing, biar mereka lupa hiruk pikuk kayak gimana,” jelas Putri.

Selain itu, kafe tersebut juga ramah dengan berbagai kebutuhan pengunjung. Mereka menerapkan kebijakan pet friendly dan child friendly. Terdapat playground yang dapat menjadi spot hiburan bagi pengunjung cilik.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Tak sekedar menjadi cafe dan taman di tengah kota, Bron Cafe Renon juga terbuka untuk berbagai kebutuhan pengunjung. Misalnya saja untuk kegiatan keluarga ataupun komunitas. Putri mengeklaim tempat itu dapat menampung sekitar 200 tamu sekaligus.

“Kalau untuk jadi pembedanya Kita ke Pet friendly karena kan jarang juga untuk cafe yang pet friendly. Juga service yang kita berikan sepenuh hati biar tamu juga merasa kangen. Terus ada banyak tempat yang bisa untuk coworking space Jadi kita ada tiga ruangan itu ruangan meeting juga bisa dipakai coworking space. Abis itu kalau mau ada Birthday, Intimate atau segala macam Itu bisa dipakai di sini,” tutur Putri.

Nantinya, Bron Cafe juga akan menjadi tuan rumah dari event Jelajah Lensa Bali yang diselenggarakan detikcom dengan berkolaborasi bersama Iqos pada Sabtu (9/11/2024). Dalam acara tersebut, traveler akan diajak menyelam lebih jauh tentang strategi membuat konten audio-visual yang menarik untuk sosial media.

Selain dapat nongkrong estetik, ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut pun rasanya dapat langsung diterapkan di tempat itu. Jadi, tertarik berkunjung dan ikutan?

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Pantai Jerman di Bali, Dekat Bandara



Badung

Pantai Jerman adalah salah satu pantai di Bali yang jangan sampai dilewatkan saat k Pulau Dewata. Terlebih untuk kunjungan singkat, karena lokasinya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dari banyaknya pantai di Bali, mungkin nama Pantai Jerman kurang tersohor. Namun, ternyata tempat tersebut juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Berikut ini beberapa daya tarik dari Pantai Jerman.

Biaya Masuk Gratis

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai Jerman adalah salah satu pantai yang gratis dikunjungi di Bali. Traveler hanya dikenakan biaya Rp 2 ribu untuk parkir kendaraan sepeda motor atau Rp 5 ribu untuk mobil.


Kendati gratis, tetapi panoramanya pun tetap layak dinikmati. Lautnya berwarna biru tosca dan terdapat pemandangan deretan kapal nelayan yang terapung. Tentunya panorama tersebut sangat estetik jika diabadikan.

Selain itu, terdapat landmark patung Triratna Amreta Bhuwana yang megah dan dapat menjadi salah satu spot foto menarik.

10 Menit dari Bandara

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Jika traveler tak memiliki waktu yang banyak saat singgah di Bali. Traveler dapat mampir ke Pantai Jerman karena letaknya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Jika menggunakan sepeda motor, estimasi perjalanan sekitar 2,5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Sementara jika menggunakan mobil estimasinya sekitar 12-20 menit.

Tak hanya itu, traveler bisa juga berkunjung dengan jalan kaki sejauh 1,5 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Sepi dan Tenang

Pantai Jerman, Bali.Suasana Pantai Jerman, Bali yang tampak lengang. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai tersebut kendati berada di sisi bandara, tetapi pengunjungnya tak terlalu ramai. Khususnya saat kedatangan detikTravel pada Minggu (10/11/2024) sekitar pukul 14.18 Wita.

Saat kami datang, kondisi pantai tampak tak terlalu dipenuhi pengunjung. Hanya segelintir pengunjung saja yang terlihat tengah asik bermain pasir, berjalan santai, hingga bermain air.

Tentunya suasana tersebut sangat cocok bagi para traveler yang mencari ketenangan di tepi daratan.

Fasilitas cukup lengkap

Pantai Jerman, Bali.Area duduk santai di Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Kendati terbilang pantai gratis, tapi fasilitas pun cukup lengkap. Terdapat area duduk-duduk berbayar hingga area duduk gratis di pendopo. Selain itu, ada pula area warung makanan-minuman, hingga toilet.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengunjungi Desa ala ‘Kerajaan’ di Gunungkidul



Gunungkidul

Pedukuhan Wotawati di Gunungkidul yang cuma disinari sinar matahari selama 7 jam sehari kini punya penampakan baru seperti di zaman ‘kerajaan’.

Wotawati saat ini telah bersolek. Sebagian besar rumah di Wotawati memiliki tampilan depan bangunan atau fasad yang sama, seperti pada masa kerajaan. Kesamaan itu tampak pada penggunaan bata merah ekspose pada bagian dindingnya.

Selain itu, setiap rumah saat ini memiliki gapura yang berbentuk sama dan menggunakan bata merah ekspose. Gapura tersebut identik dengan masa kerajaan sehingga menimbulkan sensasi tersendiri saat mengunjungi Wotawati.


Lurah Pucung, Estu Dwiyono mengatakan perubahan fasad rumah warga sudah berlangsung sejak Juni 2024. Saat itu Wotawati mendapat suntikan dana keistimewaan (Danais) sekitar Rp 5 miliar untuk penataan tahun ini.

“Jadi saat ini memang kita sedang melaksanakan penataan di kawasan Wotawati. Sebenarnya menata sesuatu yang sudah ada, hanya istilahnya kita poles,” katanya kepada wartawan di Wotawati, Gunungkidul, Sabtu (9/11).

Wotawati Gunungkidul kini bak kerajaan. Foto diambil Sabtu (10/11/2024).Wotawati Gunungkidul kini bak kerajaan Foto: Pradito Rida Pertana/detikJogja

“Seperti pagar-pagar di setiap rumah tadinya sudah ada, tapi kami poles lagi, perbaiki agar tampil lebih artistik dengan menggunakan Danais. Jadi sebenarnya tidak ada membangun baru,” lanjut Estu.

Penataan tersebut, kata Estu, bakal berlangsung selama tiga tahun ke depan. Sedangkan jumlah rumah yang fasadnya mengalami renovasi mencapai puluhan.

“Insyaallah, program ini akan berlangsung selama tiga tahun ke depan dan ada sekitar 79 rumah yang akan direnovasi fasadnya,” ujarnya.

Terkait konsep fasad rumah warga khususnya gapura yang menyerupai di Bali, Estu menampiknya. Menurut Estu, penggunaan bata merah merupakan perpaduan antara masa Majapahit dan Mataram.

“Sebenarnya konsep tidak mirip dengan Bali ya, kami tetap menjaga karakter lokal. Konon ceritanya kami bagian dari pelarian Majapahit, karena itu kenapa kami memilih bata merah itu kan sebenarnya kita identik dengan Majapahit atau awal Mataram,” ucapnya.

“Tapi kemudian tetap kita akulturasikan dengan yang menjadi ciri khasnya Jogja, khususnya Gunungkidul. Sehingga gapura-gapura itu tidak seperti gapuranya Majapahit, Bali, tapi tetap dengan gaya Jogja dan Gunungkidul,” imbuh Estu.

Penataan untuk Daya Tarik Wisata

Dengan penataan tersebut, Estu berharap Wotawati yang sebelumnya kerap disebut menjadi kawasan terisolir berubah menjadi kawasan terpadu. Di mana tidak hanya menawarkan keindahan dan keunikan pemukiman tetapi juga ada camping ground termasuk sentra pertanian dan peternakan terpadu.

“Dan kami berharap beberapa rumah warga nantinya bisa menjadi homestay sebagai tempat menginap wisatawan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Bendara menyebut penataan di Wotawati memang perlu. Semua itu untuk menjadikan Wotawati sebagai salah satu perwujudan quality tourism

“Karena ini baru mulai penataan, harapannya mulai ditata bersama-sama dengan industri dari sekarang agar bisa menjadi quality tourism,” katanya.

GKR Bendara juga meminta jangan sampai keindahan alam di Wotawati rusak setelah menjadi tempat wisata. Karena itu GKR Bendara berharap ada aturan khusus dari Kalurahan.

“Untuk menjaga keindahan alam desa wisata ini, kami berharap ada aturan dari kelurahan yang melindungi lingkungan. Selain itu adanya kesadaran dari masyarakat sekitar untuk menjaga alam,” ucapnya.

“Sehingga Desa Wisata Wotawati diharapkan bisa menjadi contoh desa wisata berkelanjutan dengan quality tourism. Karena itu yang menjadi fokus pembangunan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta,” lanjut GKR Bendara.

Bahkan, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat ini juga melakukan upaya penghijauan dan pemeliharaan lahan agar semakin subur. Di mana salah satunya di Wotawati.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin meningkat, perlindungan terhadap lingkungan hidup menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Program ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kualitas udara dan meningkatkan daya serap karbon, tapi juga untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mendukung pariwisata yang berkelanjutan di Daerah Istimewa Yogyakarta,” katanya.

——

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Gereja Katolik Tertua di Pulau Dewata



Badung

Meski mayoritas beragama Hindu, tetapi ada juga penganut agama Katolik di Bali. Bahkan, ada gereja Katolik tertua di Pulau Dewata. Simak kisahnya berikut ini:

Di sudut Desa Tuka, Dalung, Kuta Utara, Badung, berdiri sebuah gereja megah bernama Gereja Tritunggal Mahakudus. Gereja ini bukan sekadar tempat ibadah umat Katolik, tetapi juga saksi sejarah panjang interaksi budaya dan kepercayaan agama di Bali.

Berusia 87 tahun, katedral ini memiliki daya tarik unik melalui arsitekturnya yang kental dengan nuansa Bali.


Desa Tuka dikenal sebagai desa pertama di Bali yang menerima ajaran Katolik. Tokoh masyarakat setempat, I Gusti Ngurah Bagus Kumara, mengisahkan bahwa leluhur mereka yang sebelumnya beragama Hindu mulai memeluk Katolik pada awal abad ke-20.

Pada tahun 1937, umat Katolik di Tuka membangun sebuah gereja kecil yang sederhana di sebelah barat desa, dengan bantuan seorang Hindu bernama I Gusti Made Rai Sengkug dari Banjar Pendem, Dalung.

“Beliau seorang asli Hindu,” tutur Ngurah Bagus Kumara, ditemui di gereja, Rabu (25/12/2024).

Namun, pada tahun 1983, gereja ini dipindahkan ke lokasi baru di timur desa. Relokasi ini tidak hanya memberikan ruang yang lebih luas tetapi juga menjadi momen penting untuk merevitalisasi arsitektur gereja dengan konsep khas Bali.

Bangunan gereja yang baru pun diresmikan pada tahun 1987 oleh Gubernur Bali saat itu, Ida Bagus Mantra.

Terinspirasi dari Pura Besakih

Dalam proses perancangan gereja baru, tokoh-tokoh Tuka terinspirasi oleh keindahan dan kekuatan simbolik Pura Agung Besakih di Karangasem.

“Dulu kami memutuskan bangunan gereja ini harus benar-benar yang bernilai Bali kuat. Dari sekian yang ada, di mana yang pas. Corak bangunan khas apa yang cocok. Lalu kami berpikir untuk mengadopsi gaya wantilan,” ujar pria yang saat ini sedang menyusun buku tentang sejarah kekatolikan di Bali.

Mereka ingin bangunan gereja ini mencerminkan identitas Bali. Ide untuk mengadopsi desain wantilan – bangunan tradisional Bali yang biasa digunakan untuk pertemuan – menjadi landasan utama desain gereja.

Atap gereja dibuat tinggi berbentuk limas segi empat menyerupai wantilan, sementara pintu masuknya dirancang dengan gaya angkul-angkul Bali lengkap dengan dua pintu kecil di kiri dan kanan.

Bagian tengah gereja diperkuat oleh pilar-pilar kayu berukir yang di Bali dinamai adegan. Jumlahnya 41 tiang, ditambah empat tiang beton besar sebagai penopang utama.

Bangunan gereja dirancang secara terbuka menyesuaikan konsep wantilan Bali. Secara keseluruhan, bangunan ini mampu menampung lebih dari 500 orang jemaat.

Makna Filosofi Gereja

Bagian altar gereja dihiasi dengan ukiran kayu dan dinding dari bata merah serta batu padas. Sebuah pintu kayu di altar menjadi akses menuju ruang penyimpanan benda-benda sakral seperti salib dan tabernakel, yang memiliki fungsi serupa dengan gedong pasimpenan dalam tradisi Hindu Bali.

Di atas altar, terdapat aksara Bali bertuliskan ‘Ene anggan manira, ene rah manira’ yang berarti ‘Inilah tubuhku, inilah darahku.’

Ngurah Bagus Kumara, yang kini tengah menyusun buku tentang sejarah kekatolikan di Bali, menjelaskan bahwa ungkapan ini menekankan ketulusan dan pengorbanan, nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam iman Katolik maupun budaya Bali.

Merayakan Natal dengan Nuansa Budaya Bali

Pada perayaan Natal tahun ini, suasana khidmat terasa menyelimuti Gereja Tritunggal Mahakudus. Yang menarik, banyak umat Katolik di Tuka tetap mengenakan pakaian adat Bali saat beribadah.

Menurut Ngurah, tradisi ini bukan sekadar bentuk penghormatan terhadap leluhur tetapi juga simbol kecintaan terhadap budaya.

Pemakaian udeng melambangkan penjernihan pikiran, sementara kamen yang dilipat dengan kancut melambangkan penghormatan terhadap ibu pertiwi.

“Bentuk hormat terhadap ibu pertiwi dikuatkan dengan kancut yang dibentuk mengerucut ke bawah saat melipat kamen. Nilai-nilai itu yang kami tanamkan,” jelas Ngurah.

Hiasan khas Bali seperti gebogan dan penjor pun turut memperindah gereja, mencerminkan kebahagiaan dan suka cita menyambut kelahiran Yesus Kristus.

Dengan perpaduan iman dan budaya yang begitu harmonis, Gereja Tritunggal Mahakudus Tuka tak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga simbol keberagaman yang kaya makna.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com