Tag Archives: bali

Healing Maksimal di Teras Abang Camping Ground di Tepi Danau Batur



Bangli

Jika bosan dengan pengalaman libur yang monoton, traveler dapat mencoba kemping di tepi Danau Batur. Tak hanya udara segar, traveler akan dapatkan view Gunung Batur.

Tersembunyi di lanskap hijau Danau Batur, Teras Abang Camping Ground menjadi pilihan yang sip untuk pergi dari hiruk pikuk perkotaan. Menyajikan ketenangan sekaligus pemandangan danau dan gunung yang memanjakan mata.

Berada di Jalan Trunyan, Kintamani, Bangli, Teras Abang Camping dikelilingi oleh pegunungan yang hijau dan danau yang tenang, traveler dapat menikmati matahari terbenam yang menakjubkan dan langit malam yang penuh bintang. Udara yang segar membuat tempat ini cocok untuk healing.


Pesona Keindahan Teras Abang Camping Ground

Ketika traveler berkemah di sini, hiruk pikuk kota terasa semakin jauh. Udara pegunungan yang segar tentu memberikan ketenangan. Sinar matahari yang menciptakan refleksi di permukaan air danau akan menciptakan pemandangan yang memukau.

Terlebih Ketika traveler bisa menyaksikan pemandangan matahari terbit dan terbenam yang selalu berhasil memanjakan mata. Pagi dan sore hari adalah waktu terbaik untuk menikmati pemandangan di tepi Danau Batur.

Fasilitas Berkemah di Teras Abang Camping Ground

Saat menghabiskan waktu liburan di destinasi ini, traveler dapat menikmati berbagai fasilitas yang nyaman. Beberapa fasilitas yang traveler dapatkan yaitu:

1. Tenda Camping
Traveler dapat menyewa tenda yang telah disediakan di Teras Abang Camping Ground. Tenda-tenda ini umumnya dilengkapi dengan perlengkapan camping dasar, seperti matras dan sleeping bag, sehingga pengalaman berkemah menjadi lebih nyaman.

2. Toilet
Fasilitas toilet yang bersih dan terawat memastikan traveler nyaman selama berada di area camping ground. Tak hanya satu, di sini traveler dapat menemukan 4 toilet yang berada dekat dengan camping ground.

3. Restoran
Terdapat restoran di dalam kompleks camping ground yang menyajikan berbagai jenis hidangan. Traveler dapat menikmati makanan dan minuman setelah seharian beraktivitas di alam terbuka tanpa perlu khawatir membawa bekal.

Aktivitas Menarik di Teras Abang Camping Ground

1. Berkemah
Teras Abang Camping Ground menawarkan pengalaman berkemah yang autentik di tengah alam yang indah. Suara alam yang menenangkan dan keindahan pemandangan alam menjadi daya tarik utama aktivitas ini.

2. Fishing
Bagi traveler yang menyukai kegiatan memancing, area sekitar Teras Abang Camping Ground menyediakan lokasi memancing yang menarik. Traveler dapat mencoba keberuntungan mereka menangkap ikan di perairan sekitar.

3. Trekking
Terdapat jalur trekking yang mengelilingi area camping ground. Para pengunjung dapat menjelajahi keindahan alam, melintasi hutan dan dataran tinggi, sambil menikmati udara segar.

4. BBQ
Sambil menghabiskan waktu di malam hari, traveler bisa melakukan kegiatan BBQ. Traveler bisa membawa bahan sendiri, pihak pengelola sudah menyediakan alat untuk BBQ.

Dengan menyediakan fasilitas yang lengkap dan beragam aktivitas menarik, Teras Abang Camping Ground menjadi destinasi ideal bagi traveler para pencinta alam dan petualang.

Bagi traveler yang ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota dengan berkemah dan menikmati berbagai aktivitas menarik di dalamnya, Teras Abang Camping Ground adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nikmati Keindahan Laut dari Ketinggian di Bukit Asah, Cantik Tak Ada Duanya



Karangasem

Keindahan alam di Bali timur tak pernah ada habisnya. Jika bosan menikmati pemandangan dari dataran rendah, traveler wajib mencoba ke Bukit Asah.

Berlibur ke Bali timur tak akan kehabisan destinasi menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Bukit Asah. Bukit Asah cocok mendapat julukan harta karun tersembunyi di Bali Timur.

Sebuah bukit indah yang berada di Pantai Perasi atau Virgin Beach. Destinasi ini kerap menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang berlibur ke Bali timur. Dari Bukit Asah traveler dapat menikmati pemandangan laut biru dari ketinggian.

Daya Tarik Bukit Asah

Dengan pemandangan indah yang disajikan, Bukit Asah adalah spot instagramable yang menyuguhkan pemandangan hamparan bukit yang hijau dan air pantai yang biru terang.

Bukit Asah yang letaknya jauh dari pusat kota membuat destinasi ini menjadi pilihan yang sip bagi traveler yang ingin mencari ketenangan dan menjauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Letaknya yang ada di atas laut membuat traveler bisa menikmati keindahan Virgin Beach dengan pasir putihnya yang cantik dari ketinggian.

Bagi traveler yang ingin menikmati sensasi berbeda, disarankan untuk datang di sore hari sembari menikmati keindahan matahari terbenam dari atas Bukit Asah.

Aktivitas Menarik untuk Menghabiskan Waktu di Bukit Asah

1. Kemah

Bagi traveler yang ingin menikmati keindahan Bukit Asah dalam waktu lama, traveler bisa melakukan kegiatan kemah di sekitar Bukit Asah. Terdapat beberapa jenis tenda yang dapat traveler pilih, mulai dari medium tent, VIP tent, Dome, dan Glamping. Untuk berkemah di Bukit Asah traveler dikenakan biaya sewa tenda mulai dari Rp 170 ribu hingga Rp 440 ribu.


2. Duduk Menikmati Pantai

Bukit Asah terletak di dataran tinggi tepat di atas Virgin Beach yang memiliki hamparan berpasir putih. Wilayah yang berbatasan langsung dengan laut membuat bukit asah menjadi destinasi yang tepat untuk menikmati keindahan pantai.

Dari bukit traveler bisa menikmati pemandangan hamparan laut biru dan pasir putih yang indah. Ditemani dengan deburan ombak dan angin yang sejuk. Sip banget buat healing!

3. Bermain Ayunan

Traveler yang berkunjung ke Bukit Asah akan menemukan ayunan di batang pohon besar. Bukan ayunan biasa, saat bermain ayunan traveler bisa sembari menikmati pemandangan laut biru dan Gunung Agung yang memanjakan mata.

4. Prewedding

Tak hanya berfoto biasa, traveler bisa mengabadikan momen spesial di Bukit Asah. Traveler bisa melakukan sesi prewedding dengan latar belakang pemandangan yang indah. Paket prewedding dikenakan biaya Rp 3,5 juta.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Bukit Asah buka setiap hari selama 24 jam. Terletak di Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem Bali, untuk sampai ke destinasi ini traveler perlu menempuh perjalanan sekitar 1 jam 45 menit hingga 2 jam dari Kota Denpasar.

Untuk menikmati keindahan alam dari Bukit Asah tak akan membuat kantong Bolong. Cukup dengan Rp 10 ribu traveler sudah bisa menikmati dua destinasi sekaligus, yaitu Bukit Asah dan Virgin Beach.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems, Virgin Beach, Pantai Berpasir Putih di Karangasem



Karangasem – Belum lengkap rasanya jika berlibur ke Karangasem namun tak berkunjung ke Virgin Beach. Benar-benar seindah itu!

Wisata Bali Timur tak akan pernah habis untuk dijelajahi. Mulai dari wisata sejarah, budaya, dan tak kalah adalah wisata alamnya.

Salah satu destinasi wajib jika traveler berlibur ke Karangasem adalah Virgin Beach. Jika traveler sedang berlibur dan bosan dengan suasana yang itu-itu saja, traveler wajib berkunjung ke Virgin Beach.

Masyarakat sekitar kerap menyebut Virgin Beach dengan nama Pantai Bias Putih karena pantai ini memiliki hamparan pasir putih yang indah. Pantai dengan pasir putih yang cantik ditemani dengan deburan ombak membuat traveler akan terpesona dengan keindahan pantai ini.

Virgin Beach tergolong destinasi yang hidden gem. Pesona alam yang indah dan cenderung tenang membuat pantai ini cocok untuk traveler yang ingin bersantai dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.

Air pantai berwarna biru jernih berpadu dengan pasir pantai yang putih tentu mempercantik pemandangan di Virgin Beach. Tak ada villa ataupun hotel di sekitar pantai ini, benar-benar alami banget!

Jika merasa lapar, traveler bisa menikmati hidangan di warung makan yang ada di pinggir pantai. Hidangan-hidangan lokal siap menemami waktu bersantai di Virgin Beach.

Virgin Beach di Karangasem, BaliVirgin Beach di Karangasem, Bali Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Pantai yang berlokasi di Desa Adat Bugbug, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem ini buka setiap hari.

Bagi traveler yang ingin berkunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp 10.000. Tenang saja, dengan biaya yang ramah dikantong traveler sudah bisa mengunjungi dua destinasi sekaligus, yaitu Virgin Beach dan Bukit Asah.

Untuk sampai ke Virgin Beach traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun harus tetap berhati-hati ya, karena jalan yang sedikit curam. Dari Kota Denpasar, traveler harus menempuh jarak sekitar 60 kilometer atau 1 jam 45 menit perjalanan.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, tak banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai ini sehingga cocok untuk traveler yang mencari ketenangan.

Bagi traveler yang berkunjung tetap menjaga keamanan dan kebersihan ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Di Balik Pabrik-pabrik, Ada Setitik Keindahan Bali di Karawang



Karawang

Tak perlu jauh-jauh ke Bali untuk menikmati keindahan pulau Dewata, di Karawang pun bisa. Traveler datang saja ke Kampung Turis yang suasananya Bali banget!

Karawang yang terkenal sebagai kota industri, ternyata menyimpan Hidden Gem. Di balik pabrik-pabrik yang berdiri di kota itu, ada Kampung Turis yang keindahannya serupa Ubud di Bali.

Lokasinya berada di kaki Gunung Sanggabuana, tepatnya di Desa Mekar Buana, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang. Begitu masuk ke sini, traveler akan merasa seperti bukan di Karawang, tapi di Bali.


Kampung Turis Karawang menghadirkan pemandangan alam yang begitu menawan. Udara sejuk dan suasana asri khas pegunungan menambah rasa betah berada di objek wisata itu.

“Banyak tamu yang berkunjung ke Kampung Turis terkagum-kagum dan tidak menyangka kalau Karawang memiliki tempat wisata yang lengkap dan mempesona seperti Kampung Turis,” kata General Manager Kampung Turis, Heri Heryana.

Area Bukti Sidampyak, Kampung Turis KarawangKampung Turis Karawang Foto: Irvan Maulana/detikJabar

Di area perbukitan Kampung Turis terbentang hamparan sawah nan hijau dengan landscape terasering ala Ubud Bali yang begitu eksotis.

Kampung Turis jadi semakin istimewa, karena nuansanya yang ditata dengan baik, dengan sentuhan artistik ala Bali yang begitu menarik.

“Hal menarik lainnya yang sulit didapatkan pengunjung di tempat wisata lain adalah, nuansa artistik Bali yang dapat dilihat dari model bangunan, gapura, pura hingga landscape sawah terasering khas Ubud Bali yang menjadi daya tarik Kampung Turis,” paparnya.

Kampung Turis menghadirkan berbagai wahana hiburan yang lengkap dan menarik, yaitu: Water Park, Resto, Cafe, Villa, Danau, Kids Play Ground, Pendopo, Meeting Room dan Air Terjun.

Selain itu, Kampung Turis juga menyediakan wahana education dan adventure, yang dilengkapi dengan aneka permainan yang menarik seperti, playing fox, high rope, archery, ATV dan permainan menarik lainnya.

“Saat ini, Kampung Turis tengah mengembangkan wahana edukasi dan adventure (eduventure) yang juga menjadi wahana unggulan untuk memenuhi kebutuhan segmen corporate,instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, komunitas bahkan family untuk menyelenggarakan kegiatan outbound, training, meeting family gathering, wedding dan juga kegiatan sekolah,” ucap Heri.

Pesona Kampung Turis tidak hanya digandrungi oleh wisatawan lokal Karawang dan Bekasi. Tetapi juga oleh wisatawan dari luar kota, seperti Jakarta, Bandung, Purwakarta, Tanggerang, Bogor, Subang, dan daerah lainnya di Jawa Barat.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Museum Sanghyang Dedari, Simpan Cerita Magis Tarian Penolak Bala



Karangasem

Museum Sanghyang Dedari menyimpan berbagai cerita magis di balik tarian sakral Sanghyang Dedari. Mulai dari properti hingga proses pementasan.

Museum ini bisa terbilang hidden gem. Berlokasi di Banjar Dinas Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali, museum ini menyuguhkan tema yang unik dengan mengangkat tarian sakral bernama Sanghyang Dedari.

Menurut Bendesa Adat Geriana Kauh, I Nyoman Subrata, Museum Sanghyang Dedari, merupakan sarana edukasi bagi generasi muda tentang Tari Sanghyang Dedari, mulai dari properti yang digunakan hingga proses atau ritual pementasan.

“Museum ini sebagai pusat pembelajaran tentang keberadaan Tari Sanghyang di Bali. Ritual Sanghyang yang keberadaanya sudah sedikit, jadi di museum ini kita bisa melestarikan,” ujarnya.

I Nyoman Subrata menyebut Tari Sanghyang Dedari bermakna sebagai penolak bala. Tarian ini sudah diwarisi secara turun temurun. Menurut cerita, Tarian Sanghyang Dedari sudah ada sejak zaman pra-Hindu.

“Tarian ini adalah sebuah proses penurunan roh dewa dewi yang kemudian memberikan anugerah kepada warga khususnya petani. Sesuai makna dan fungsi, tarian ini sebagai penolak bala. Khususnya bagi petani agar padi mereka bisa tumbuh subur,” ujar dia.

Inspirasi Museum Sanghyang Dedari bermula ketika pengabdian masyarakat dari mahasiswa UI yaitu Ibu Saras Dewi yang melakukan riset terkait Tari Sanghyang Dedari. Kemudian, pada 2016 disepakati dan turun pendanaan untuk membangun museum ini. Museum Sanghyang Dedari resmi dibuka pada 2019.

“Ide awal itu dari pengabdi UI itu, setelah melakukan riset dan berhasil. Akhirnya terbesit untuk melakukan sesuatu untuk melestarikan kembali ritual sakral ini,” kata Subrata.

Jika dilihat dari konsepnya, Museum Sanghyang Dedari adalah museum yang unik. Hingga saat ini, museum ini adalah satu-satunya museum yang menyajikan dengan lengkap terkait Tari Sanghyang Dedari yang sakral.

Belum banyak yang tau, Tari Sanghyang Dedari merupakan salah satu ritual penanaman padi taun. “Keunikan dari museum ini, anda bisa melihat koleksi tentang keberadaan ritual Sanghyang Dedari, khususnya dengan petani yaitu penanaman padi taun, yang merupakan padi khas desa di sini,” kata Subrata.

Kaitan Tari Sanghyang Dedari, yang sangat erat dengan proses penanaman padi taun, membuat di dalam museum ini traveler juga bisa melihat aneka peralatan pertanian tradisional yang lengkap. Contohnya seperti alat pemotong padi bernama ani-ani.

Pementasan Tari Sanghyang Dedari hanya dipentaskan pada saat ritual tertentu dan hanya dipentaskan di Desa Adat Geriana Kauh. I Nyoman Subrata menyebut tak menutup kemungkinan bagi traveler untuk menyaksikan pementasan Tari Sanghyang Dedari. Bagi traveler yang tertarik bisa berkunjung ke museum ini pada bulan April.

“Sangat boleh sekali ditonton, tapi harus mengikut aturan. Minimal menggunakan adat madya, pakaian yang menutupi dan pakai selendang,” kata Subrata.

Kaitan Tari Sanghyang Dedari yang sangat erat dengan proses penanaman padi taun, membuat di dalam museum ini traveler juga bisa melihat aneka peralatan pertanian tradisional yang lengkap.

Bagi traveler yang tertarik berkunjung ke Museum Sanghyang Dedari, hingga saat ini pengelola tidak mematok biaya tiket masuk, namun menerapkan sistem donasi.

Tak perlu khawatir, jika berkunjung ke sini traveler akan ditemani langsung dengan guide atau petugas dari yayasan yang akan menemani traveler berkeliling di sini. Traveler bisa berkunjung ke Museum Sanghyang Dedari setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA.

Museum Sanghyang Dedari juga akan mengembangkan pembangunan Balai Budaya. I Nyoman Subrata menjelaskan bahwa Balai Budaya nantinya akan digunakan untuk kegiatan anak-anak dalam mengembangkan bakatnya. Seperti menari dan mempelajari ritual gending Sanghyang.

(fem/iah)



Sumber : travel.detik.com

Museum Sanghyang Dedari di Bali Muncul Berkat Ide Mahasiswa UI



Karangasem – Museum Sanghyang Dedari merupakan salah satu museum unik, menyuguhkan ritual Sanghyang Dedari. Namun, siapa sangka, awal mula museum ini adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang melakukan penelitian.

Bukan soal benda bersejarah, Museum Sanghyang Dedari ternyata menyimpan berbagai cerita dari Tari Sanghyang Dedari yang sangat sakral. Traveler akan menemukan berbagai properti yang digunakan pada ritual tari ini. Tak hanya itu, proses pementasan pun dijelaskan secara detail.

Bendesa Adat Geriana Kauh, I Nyoman Subrata, menjelaskan pendirian Museum Sanghyang Dedari berawal dari mahasiswa UI bernama Saras Dewi. Dia melakukan riset terkait Tari Sanghyang.

“Awal mula didirikan museum ini, diawali oleh pengabdian masyarakat mahasiswa UI bernama Saras Dewi pada 2016. Beliau melakukan riset terkait Tari Sanghyang ini,” kata dia.

Museum Sanghyang Dedari di Desa Adat Geriana Kauh, Karangasem, BaliMuseum Sanghyang Dedari di Desa Adat Geriana Kauh, Karangasem, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

Pendirian Museum Sanghyang Dedari mulanya bertujuan untuk melestarikan Tari Sanghyang Dedari yang hampir punah. Pelestarian ini dilakukan pada naskah-naskah terkait Tari Sanghyang Dedari.

Akhirnya, pada 2016 dilakukan diskusi dan kesepakatan untuk membangun museum ini. Subrata menyebut pembangunan Museum Sanghyang Dedari didanai oleh pemerintah dan berkolaborasi dengan Desa Adat Geriana Kauh.

Pembangunan Museum Sanghyang Dedari sempat terhenti pada tahun 2017 karena terjadi bencana alam gunung meletus. Walau sempat terhenti, akhirnya Museum Sanghyang Dedari dibuka secara resmi pada tahun 2019.

Menurut riset yang dilakukan oleh Saras Dewi, terdapat 25 jenis Tari Sanghyang, namun hingga saat ini tidak banyak lagi ritual Sanghyang yang ada di Bali. Salah satu yang masih eksis adalah Tari Sanghyang Dedari.

Sebagai kekayaan budaya Desa Adat Geriana Kauh, Subrata berharap museum ini menjadi daya tarik wisata dan memberikan imbas positif khususnya dalam bidang ekonomi untuk masyarakat desa.

“Saya dan warga desa berharap ini bisa dijadikan daya tarik untuk desa. Bisa memberikan imbas positif khususnya bidang ekonomi bagi warga desa. Mengingat kondisi desa kami yang hanya berjarak 9 kilometer dari puncak Gunung Agung,” kata Subrata.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ngopi With View di Coffee Shop Terbesar di Asia Tenggara di Kintamani



Kintamani

Bagi traveler pecinta kopi dan sedang berlibur ke Kintamani, ada satu coffee shop baru yang unik dan estetik. Namanya Pahdi Specialty Coffee yang dinobatkan jadi coffee shop terbesar di ASEAN.

Pahdi resmi dibuka pada 23 Agustus 2023.Kedai kopi itu dibangun di atas lahan seluas 4800 meter persegi.

Pahdi menjadi primadona baru di Kintamani, sip banget untuk bersantai sambil menikmati kopinya yang unik.

“Selain specialty coffee tadi, kami juga ingin menghadirkan lifestyle. Kita ingin customer yang datang ke Pahdi bisa menikmati Kintamani dengan sudut pandang yang berbeda,” ujar Sang Gede Agus Rico Pratama, founder Pahdi Specialty Coffee.


Pahdi Specialty Coffee dibuka pada 23 Agustus 2023 dan dinobatkan sebagai coffee shop terbesar di Asia Tenggara.Pahdi Specialty Coffee dibuka pada 23 Agustus 2023 dan dinobatkan sebagai coffee shop terbesar di Asia Tenggara. Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Sang Made Dwiky Surya Nareswara, founder lain Pahdi, menjelaskan bahwa inspirasi nama dan interior Pahdi berasal dari keindahan alam Kintamani, yaitu Gunung Batur dan Danau Batur.

“Gunung Batur dan Danau Batur ini memberikan anugerah bagi ekosistem bisnis yang ada di Kintamani ini. Saya mencari beberapa nama yang cocok, akhirnya memilih nama Pahdi. Pahdi itu kita yakini sebagai anugerah Tuhan,” kata Nareswara.

Tak hanya menawarkan keindahan alam Kintamani yang menakjubkan, interior dari Pahdi Specialty Coffee juga tak kalah indah. Dengan mengusung konsep modern tropical, Pahdi sip banget untuk jadi latar belakang foto. Instagramable banget deh!

Varian Menu Pahdi Specialty Coffee

Keunikan Pahdi Specialty Coffee hadir pada signature menu yang belum pernah ada sebelumnya. Seluruh kopi yang ditawarkan di Pahdi 100 persen mengandalkan biji kopi pilihan dari berbagai wilayah di Indonesia. Ada empat varian biji kopi yang jadi andalan. Dua diantaranya tetap mengandalkan biji kopi Kintamani.

Menu andalan dari Pahdi adalah Signature Coffee yang bercita rasa buah-buahan. Rasa manis dari buah berpadu dengan rumput laut yang disajikan tanpa susu sapi. Beberapa Signature Coffee yang dapat traveler nikmati adalah varian Yuzu, Black Guava, Strawberry Milk, Seaweed, Lavender, dan Pannacota Pepero.

Menu kedua yang wajib traveler cicipi adalah Cold Brew. Pahdi melakukan proses cold brew dengan menambahkan buah-buahan dan teh bercita rasa bunga. Terdapat 7 varian dari menu Cold Brew, seperti Jeruk Kintamani, Buah Nanas, Jahe, Buah Cranberry, Bunga Mawar, Buah Strawberry, dan Bunga Osmanthus.

Pahdi Specialty Coffee dibuka pada 23 Agustus 2023 dan dinobatkan sebagai coffee shop terbesar di Asia Tenggara.Pahdi Specialty Coffee dibuka pada 23 Agustus 2023 dan dinobatkan sebagai coffee shop terbesar di Asia Tenggara. Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Traveler juga bisa menikmati menu non coffee seperti Kiwi Soju, Strawberry Soju, dan Wedang Jahe.

Untuk menikmati kopi autentik di PAHDI nggak akan membuat kantong traveler bolong. Cukup dengan Rp 65 ribu hingga Rp 85 ribu traveler sudah bisa menikmati kopi dengan cita rasa buah-buahan. Uniknya lagi, kopi di Pahdi tidak menggunakan gula atau sirup gula loh.

Tak hanya minuman, Pahdi menghadirkan menu makanan yang tak kalah unik. Menu makanan andalan di Pahdi yang wajib traveler cicipi diantaranya adalah Lawar Octopus, Karapu Garo Rica, dan Bubur Ayam Betutu yang merupakan makanan khas Bali dan Manado yang dimodifikasikan dengan modern cuisine.

Mau menikmati menu lezat dari Pahdi, traveler tak perlu merogoh kocek yang dalam. Mulai dari Rp 40 ribu traveler sudah bisa mencicipi menu lezat sembari ditemani dengan pemandangan alam yang indah.

Lokasi dan Jam Operasional Pahdi Specialty Coffee

Pahdi Specialty Coffee berlokasi di Jalan Raya Penelokan, Batur Tengah, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Akses menuju coffee shop ini sangat mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit dari Kota Denpasar.

Memiliki latar belakang Gunung Batur dan Danau Batur ditambah dengan udara pegunungan yang sejuk, sip banget untuk nongkrong sambil berfoto.

Pahdi Specialty Coffee buka setiap hari. Untuk hari Senin hingga Kamis buka mulai pukul 09.00 – 19.00 WITA. Sedangkan untuk hari Jumat hingga Minggu mulai pukul 09.00 – 21.00 WITA.

Walaupun baru empat bulan dibuka, nama Pahdi Specialty Coffee sudah tak asing bagi para pecinta kopi. Bagi traveler yang ingin menikmati keindahan alam Kintamani sambil nongkrong di tempat yang Instagramable. Pahdi Specialty Coffee adalah tempat yang sip dan tidak boleh dilewatkan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Memukau… Puri Agung Karangasem, Istana Peninggalan Kerajaan Karangasem


Karangasem

Puri Agung Karangasem adalah salah satu bukti peninggalan Kerajaan Karangasem yang masih eksis. Arsitektur Bali membuat puri ini sangat indah.

Anak Agung Made Kosalia, ketua badan pengelola Puri Agung Karangasem, menjelaskan bahwa pembangunan Puri Agung Karangasem dimulai oleh Ida A. A. Gde Djelantik (Stederhouder I). Pada akhir abad ke-19, pembangunan Puri Agung Karangasem dilanjutkan oleh Raja Ida A. A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

“Untuk Puri Agung Karangasem, sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Karangasem saat itu, Puri Agung Karangasem merupakan sebuah peninggalan kerajaan berupa istana raja yang strukturnya masih utuh sampai sekarang,” kata Anak Agung Made Kosalia.

Puri Agung Karangasem terbilang puri yang sangat istimewa, hal ini karena arsitektur bangunan Puri Agung Karangasem memadukan 3 budaya yaitu China, Eropa, dan Bali.

Walaupun dahulu merupakan istana Kerajaan Karangasem, sekitar tahun 1970 an Puri Karangasem sudah mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Daya Tarik Puri Agung Karangasem

Puri Agung Karangasem yang merupakan bangunan peninggalan sejarah Kerajaan Karangasem menyimpan banyak keindahan yang menarik minat wisatawan untuk berkunjung. Salah satunya adalah arsitekturnya yang unik.

“Istana peninggalan Kerajaan Karangasem ini memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari puri lainnya, di Puri Karangasem ini arsitekturnya memadukan tiga budaya, yaitu budaya China, Eropa, dan Bali,” ujar Kosalia.

Unsur budaya China dapat traveler lihat dari sisi candi yang menggunakan Candi Gelung dan bagian ukiran pintu istana yang identik dengan bangunan China.

Budaya Eropa terlihat pada relief-relief pada tembok serta bagian atas bangunan. Terdapat hiasan berupa crown yang identik dengan Eropa. Unsur Bali dapat traveler temukan pada bentuk motif ukiran patung-patung yang banyak ada di Puri Agung Karangasem.

Karena keunikannya, banyak wisatawan baik domestik maupun asing tertarik dan ingin tau lebih jauh tentang Puri Agung Karangasem.

Hingga saat ini, taksu dari Puri Agung Karangasem tak pernah hilang. Struktur bangunannya pun masih dipertahankan sampai saat ini sebagai warisan wisata sejarah.

Arsitektur yang unik membuat Puri Agung Karangasem memiliki banyak spot foto yang instagramable dan estetik. Terlebih konsep bangunannya yang masih nampak sama seperti awal pembangunan akan membuat fotomu akan semakin indah.

Anak Agung Made Kosalia menyebut pihaknya masih terbuka terhadap wisatawan yang masuk ke tempat tinggal anggota keluarga puri, selama wisatawan merasa nyaman dan mengikuti aturan yang ada.

“Kita mempunyai aturan, untuk masuk ke merajan itu tidak boleh, masuk ke kamar suci raja juga tidak boleh. Wisatawan hanya boleh mengambil foto dari luar saja,” kata Kosalia.


Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk Puri Agung Karangasem

Puri Agung Karangasem terletak di Jalan Sultan Agung, Karangasem, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Untuk sampai ke sini traveler harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Denpasar.

Destinasi bersejarah ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA. Bagi traveler yang berkunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 30.000 per orang.

“Biaya tiket masuk ini untuk bisa membiayai operasional karyawan yang bertugas, kita mempekerjakan sekitar 8 orang,” ujar Made Kosalia.

Tak hanya berkeliling, traveler yang ingin mengabadikan momen istimewa di sini dapat melakukan sesi prewedding dengan latar belakang bangunan kerajaan yang unik dan estetik. Untuk sesi prewedding akan dikenakan biaya sebesar Rp 500 ribu.

Penasaran bagaimana potret keindahan istana Kerajaan Karangasem? Puri Agung Karangasem adalah destinasi yang sip. Saat berkunjung tetap patuhi aturan yang ada ya traveler! Semoga informasi ini bermanfaat dan semoga liburanmu menyenangkan!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Resmi Dibuka! Simak Harga Tiket Varuna, Teatrikal Bawah Air Pertama di RI



Gianyar

Mulai Kamis (21/12/2023) traveler sudah bisa menyaksikan Varuna, teatrikal bawah air dan dining pertama di Indonesia. Yuk simak rincian harga tiketnya, jangan sampai kehabisan ya!

Varuna mengajak traveler untuk merasakan petualangan sensorik sambil menyantap hidangan lezat dan menyaksikan pertunjukan teatrikal yang memesona. Ditemani dengan narasi yang digambarkan secara apik melalui perpaduan antara animasi potongan kertas, pedalangan, dan pertunjukan memikat.

“Varuna adalah teatrikal bawah air (underwater) dengan dining yang pertama di Indonesia. Selain menikmati show yang spektakuler, di Varuna akan menawarkan pengalaman dining yang tak terlupakan,” kata Alexander Zulkarnain, vice president Media Event & Digital Taman Safari Indonesia.

Traveler sudah bisa menyaksikan Varuna di Taman Safari Bali yang berlokasi di Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali. Bertajuk “The Prince of The Sea”, traveler akan dibawa menyelami keindahan bawah laut. Untuk tahap awal, gate akan dibuka mulai pukul 12.30 WITA.

Jenis dan Harga Tiket Varuna di Taman Safari Bali

Bagi traveler yang sudah penasaran dengan keindahan teatrikal bawah air pertama di Indonesia ini, yuk simak harga tiket Varuna. Jangan sampai kehabisan ya!


1. Varuna Regular Package

Wisatawan Domestik
• Anak-Anak (3-12 tahun): Rp 679.500/orang
• Dewasa (12 tahun ke atas): Rp 899.000/orang
Wisatawan Mancanegara
• Anak-Anak (3-12 tahun): Rp 852.500/orang
• Dewasa (12 tahun ke atas): Rp 1.162.500/orang

Bagi traveler yang memilih Varuna Regular Package akan mendapatkan beberapa fasilitas, seperti 1x Safari journey, Varuna show, animal educational presentation, tiger educational presentation, elephant educational presentation, welcome drink, 1x funzone, dan Rainforest Trail.

Pada Varuna Regular Package traveler tak diizinkan untuk melakukan permintaan pengaturan seat.

2. Varuna Deluxe Package

• Anak-Anak (3-12 tahun): Rp 1.162.500/orang
• Dewasa (12 tahun ke atas): Rp 1.472.500/orang

Bagi traveler yang memilih Varuna Deluxe Package akan mendapatkan beberapa fasilitas, seperti 1x Safari journey, Varuna show, animal educational presentation, tiger educational presentation, elephant educational presentation, welcome drink, 1x funzone, dan Rainforest Trail.

Pada Varuna Deluxe Package traveler akan mendapatkan fasilitas tambahan yaitu lunch deluxe set menu dan 1 dining table yang terdiri dari 4 kursi. Seat akan diatur oleh staf Varuna.

Beberapa menu yang dapat traveler pilih, mulai dari Yellow Fin Tuna, Burrata & Tomato (vegetarian), Rosemary Roasted Chicken Breast, La Bonnotte Potato & Capsicum Lasagna (vegetarian), Mango Frozen Mousse, dan Apricot Chocolate Cake.

3. Varuna Premium Package

• Anak-Anak (3-12 tahun): Rp 1.395.000/orang
• Dewasa (12 tahun ke atas): Rp 1.937.500/orang

Bagi traveler yang memilih Varuna Deluxe Package akan mendapatkan beberapa fasilitas, seperti 1x Safari journey, Varuna show, animal educational presentation, tiger educational presentation, elephant educational presentation, welcome drink, 1x funzone, dan Rainforest Trail.

Fasilitas tambahan bagi traveler yang memilih Varuna Premium Package adalah tempat duduk yang premium, minuman dan canapes, serta premium set menu. Tak hanya itu, traveler juga dapat memilih seat yang diinginkan. Kursi yang dipilih tidak bisa diubah ya traveler!

Varuna memiliki kapasitas 150 orang. Bagi traveler yang tak mau kehabisan tiket Varuna, dapat langsung melakukan pemesanan tiket di https://tamansafari.com/varuna/.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Liburan ala Eropa di Bali, Sini ke Kintamani



Bangli

Wisata Bali tak melulu pantai. Ada juga wisata dataran tinggi dengan pemandangan menawan bak di Eropa. Lokasinya di Kintamani.

Kawasan Penelokan di Kintamani, Bangli, Bali, viral di media sosial (medsos) karena disebut mirip Eropa. detikBali juga merasakan keindahan malam hari di Penelokan. Lampu anjungan dan kabut yang turun mengakibatkan pendar cahaya lampu terlihat agak meredup.

Suasana seperti di Eropa makin terasa karena di dekat anjungan terdapat sebuah kafe yang bentuk bangunannya seperti Colosseum. Kafe bernama Colosseum Bali itu kerap dijadikan latar bagi wisatawan berfoto saat malam hari.


Pengalaman serupa juga dikatakan Dayu Sinta. Warga Bangli itu mengajak sepupunya dari luar kota untuk menikmati sensasi foto saat malam hari di Penelokan. “(Sepupu) katanya penasaran, sekalian coba foto di anjungan, ala (foto) di Eropa yang viral,” kata perempuan berusia 20 tahun itu.

Dayu menjelaskan meski tinggal di Bangli, ia tidak bosan menghabiskan waktu di Kintamani. Sebab, objek wisata dan akomodasi baru yang cocok menjadi tempat foto terus bermunculan. “Sekarang ini kan banyak tempat camping yang asyik,” ujar dia.

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli, I Gede Putu Budiastawa, sejumlah pihak berupaya menambah sejumlah fasilitas di kawasan itu. Misalkan, sejumlah kafe kekinian mulai bermunculan di Penelokan.

Bahkan sejumlah kafe itu menawarkan layanan melihat matahari terbit dengan latar Danau Batur dan Gunung Batur pada wisatawan. Hal itu menambah daya tarik Kintamani.

“Kami harap wisatawan yang berkunjung bisa lebih nyaman. Atraksi wisata dan fasilitas yang bertambah mengakibatkan kepuasan wisatawan juga bertambah,” kata Budiastawa.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli mengusulkan membangun trototar lebar di pinggir Danau Batur pada tahun depan. Tujuannya, agar wisatawan bisa menikmati objek wisata tersebut sambil berjalan kaki.

“Dengan kondisi Kintamani yang mulai menggeliat, makin ramai kunjungan, penerimaan PAD (pendapatan asli daerah) meningkat juga,” Budiastawa berharap.

Artikel ini sudah tayang di detikBali.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com