Tag Archives: bali

ZD Living Bukan Sembarang Kafe, Ada Galeri Seni dan Instagramable Banget!



Badung

Kafe ini tentu saja pas buat ngopi, tetapi juga cocok banget buat pecinta seni. Paket komplit itu ada di ZD Living.

Bagi traveler yang sedang berlibur ke Bali dan jalan-jalan ke daerah Badung, ada satu kafe yang wajib traveler kunjungi. Namanya ZD Living. Menawarkan sensasi ngopi cantik di kafe yang cantik pula.

Nggak cuma kafe biasa, ZD Living memiliki galeri seni yang memajang ratusan lukisan karya Zulham Damanik, pemilik dari ZD Living. Lukisan yang terpajang membuat kesan di kafe itu semakin cantik dan instagramable.

Fathur, manager ZD Living, menjelaskan bahwa konsep unik kafe ini terlahir dari ide Zulham Damanik. Nama ZD berasal dari singkatan Zulham Damanik dan kata living diharapkan agar pengunjung ZD Living bisa merasa berada di rumah sendiri.

“Owner ZD Living ini seniman, beliau pelukis. ZD Living ini berawal dari ZD Artworks yang menjual lukisan dan koleksi dari owner. Seiring berjalan ada masukan dari pembeli, kalau dibuka tempat ngopi mungkin enak. Akhirnya dibukalah ZD Living sebagai kafe sekaligus gallery seni,” kata Fathur.

ZD Living resmi dibuka mulai Februari 2021 dan kini sudah menjadi cafe favorit bagi pengunjung yang ingin ngopi di tempat yang unik dan instagramable.

“Ada cerita unik pengunjung, dia menunggu owner dateng untuk tau cerita dibalik lukisan yang ada. Setelah tau ceritanya, dia sampe beli lukisannya,” ujar Fathur.

ZD Living juga sip banget untuk traveler yang ingin melakukan kegiatan meeting, gathering, resepsi, dan ulang tahun. Fathur menyebut ZD Living sudah memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan dalam kapasitas besar.

“Kami untuk kegiatan-kegiatan seperti itu tidak cash tempat dan listrik, hanya menetapkan minimum spend sebesar Rp 2 juta untuk 1 ruangan dengan kapasitas 40 orang,” kata Fathur.

Aktivitas di ZD Living

Terasa kurang lengkap jika traveler berkunjung ke ZD Living tapi tidak mengabadikan setiap sudut kafe yang estetik dan instagramable. Fathur menyebut banyak pengunjung yang datang untuk berfoto dan membuat konten. Ia pun menyediakan satu spot foto unik yang ada di dalam kafe.

“Banyak banget yang datang untuk buat konten dan rata-rata yang datang setelah pesan makan pasti keliling dulu foto-foto. Kita juga ada spot favorit, kita sediakan satu kursi yang di belakangnya berjejeran puluhan lukisan,” kata Fathur.

Tak jarang pengunjung datang untuk work from cafe dan menghabiskan waktu berjam-jam di ZD Living. Hal ini menjadi alasan kafe yang satu ini lebih ramai ketika weekday.

“Tamu-tamu di sini bisa sambil kerja berjam-jam di sini. Mereka mencari working space dan ZD Living menjadi tempat favorit. Nah makanya kita lebih ramai ketika weekdays daripada weekend,” kata dia.

Uniknya ZD Living selalu merubah tata letak dan memperbaharui lukisan di setiap sudut kafe. Walaupun traveler sudah pernah berkunjung ke ZD Living, namun akan merasa masuk ke dalam suasana baru ketika berkunjung lagi ke kafe yang satu ini.


Varian Menu ZD Living dan Harganya

Bagi traveler pecinta seni yang sedang berlibur di Badung dan ingin bersantap dengan konsep art, ZD Living adalah pilihan yang sip. Di kafe ini traveler bisa menyantap berbagai menu nusantara dan western sambil menikmati keindahan setiap lukisan di sudut kafe.

“Uniknya kita di sini, kita menggabungkan cita rasa nusantara dengan seni. Pengunjung di sini nggak cuma makan, tapi bisa menikmati seni,” katanya.

Menu makanan di ZD Living terdiri dari banyak pilihan, mulai dari light food, soup & salad, main course, dessert, noodles, menu vegetables, dan side dishes. Fathur menyebut menu arsik gurame Medan dan iga bakar menjadi menu andalan dari ZD Living yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, ZD Living menawarkan berbagai jenis menu, seperti tea, milk drinks, coffee, milkshakes, side drinks, fresh juices, mocktail, soft drinks, dan beers. Rekomendasi menu andalan yang wajib traveler cicipi adalah ZD Sunrise.

“ZD Sunrise itu signature kita. Itu menu mocktail tanpa alkohol sama sekali. ZD Sunrise itu adalah campuran dari buah-buahan, jadi segar banget,” katanya.

Untuk mencicipi menu dari ZD Living tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional ZD Living

ZD Living berlokasi di Jalan Persada II Banjar Pengipian No.6, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

ZD Living buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 24.00 WITA. Setiap harinya ZD Living bisa dikunjungi oleh 300 hingga 400 pengunjung dengan kapasitas 250 orang.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke ZD Living dan nggak mau kehabisan tempat bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @zdliving.

Bagi traveler pecinta seni yang ingin bersantap cantik, ZD Living menjadi kafe sip yang wajib traveler kunjungi. Banyak spot estetik dan instagramable yang siap menyambut traveler.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Rumah Momo, Kafe Komplet dengan Perpustakaan Mini Bernuansa 90-an



Denpasar

Rumah Momo, sebuah kafe unik ada di jantung kota Denpasar. Berbeda dari kafe pada umumnya, Rumah Momo mempunyai perpustakaan mini di dalamnya.

Selain mempunyai perpustakaan mini, Rumah Momo juga unik karena bernuansa 1990-an. Ribuan koleksi komik jadul dan novel yang terpajang rapi di rak kayu menambah kesan 90-an. Lebih lengkap lagi, ada permainan tempo dulu yang mengajak pengunjung untuk bernostalgia.

“Ini konsepnya adalah kembali ke era 90-an. Kebetulan owner juga berada di tahun 90-an, ditambah punya koleksi buku dan permainan jadul. Bu Monica selaku owner kebetulan suka baca buku, jadi punya banyak koleksi buku. Akhirnya dipajang di sini,” kata Ade, manager Rumah Momo dalam perbincangan dengan detikTravel.


Monica, pemilik Rumah Momo, menyebut koleksi komik dan novel itu merupakan koleksi pribadi sejak duduk di bangku SMP. Adapun, koleksi permainan jadul yang ada ialah milik suaminya, Guna Wirawan.

Uniknya, traveler yang berkunjung ke Rumah Momo diperkenankan untuk membaca kumpulan komik dan novel yang ada. Sambil bersantap traveler akan ditemani dengan buku-buku jadul. Tapi, nggak boleh dibawa pulang, ya traveler.

“Untuk buku bisa dibaca di sini saja, tidak boleh dipinjam dan dibawa pulang. Jadi pengunjung bisa baca buku sambil makan atau ngopi,” ujar Ade.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

Ade menyebut pengunjung yang datang rata-rata bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam di sini. Bahkan sebagian besar pengunjung yang datang menghabiskan waktunya untuk membaca buku, nongkrong, dan membuat tugas.

Menghabiskan waktu berjam-jam di cafe unik ini tak akan terasa. Traveler disuguhkan dengan banyak aktivitas yang bisa dilakukan. Mulai dari membaca komik dan novel yang hits seperti kisah Inuyasha, Doraemon, Dragon Ball, Sailor Moon, dan One Piece.

Traveler juga bisa mencoba berbagai permainan jadul seperti Nintendo yang ada di toilet Rumah Momo. Traveler juga dapat melihat koleksi kaset pita, pemutar musik Walkman, dan Tamiya yang pernah hits di era 90-an.

“Permainan yang ada di sini boleh dimainkan oleh pengunjung. Kami mempunyai beberapa permainan jadul. Di kamar mandi juga ada Nintendonya, jadi unik banget,” kata Ade.

Di sini traveler tak akan kehabisan spot foto dan ngonten. Menurut Ade, sebagian besar pengunjung yang datang pasti membuat konten. Beberapa spot terbaik untuk berfoto adalah di rak buku, rak mainan, dan outdoor.

Nggak cuma konsepnya yang unik, Rumah Momo juga menawarkan berbagai menu lezat yang wajib traveler cicipi. Roti bakar choco crunchy dan nasi ayam cabe garam menjadi menu andalan dari Rumah Momo.

Menu minuman yang wajib traveler cicipi di Rumah Momo adalah iced coffee yang beda zaman dan Selera Momo.

Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar.Rumah Momo, kafe dengan perpustakaan mungil dan bernuansa 90-an di Denpasar. (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Menu unik kita adalah menu Selera Momo. Jadi setiap hari menu signature itu akan berubah sesuai dengan Selera Momo. Kalau pengunjung pesen menu Selera Momo, dia nggak bakal tahu minuman apa yang datang, karena minuman akan sesuai dengan selera dari Bu Monica atau dari anak bar,” kata Ade.

Keunikan Rumah Momo membuat banyak pengunjung yang penasaran dengan kafe yang satu ini. Setiap hari, kafe ini bisa dikunjungi oleh ratusan pengunjung yang ingin bersantap sambil membaca buku jadul yang ada.

Berlokasi di Jalan Drupadi III No.1A, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Rumah Momo buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 23.00 WITA.

Bagi traveler ingin bersantap sekaligus membaca buku-buku jadul lengkap dengan spot foto yang estetik. Rumah Momo adalah pilihan yang sip.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Galeri NFT Pertama di Asia Tenggara Ada di Bali, Lho



Badung

Bali memiliki galeri Non Fungible Toke (NFT) pertama di Asia Tenggara, namanya Superlative Gallery. Galeri itu memamerkan 11.100 rangkaian NFT.

Superlative Gallery adalah salah satu destinasi wisata baru yang wajib traveler kunjungi. Menjadi galeri NFT di Indonesia, bahkan Asia Tenggara, Superlative Gallery menyajikan ratusan lukisan dengan format digital. Pameran bersifat temporer.

Ikhsan Muttaqin, manager Superlative Gallery, menjelaskan Superlative Gallery berawal dari NFT Collection yang sedang booming di Indonesia. Superlative Gallery menyajikan NFT berbentuk karakter sejumlah 11.100 rangkaian NFT.

“Superlative Gallery merupakan salah satu roadmap dari NFT itu sendiri. Ketika 11.100 NFT itu sudah terjual, langkah selanjutnya kita mendirikan Superlative Gallery ini di Bali. Jadi Superlative Gallery ini lahir dari NFT Collection kita,” kata Ikhsan.

Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

Superlative Gallery resmi dibuka pada Januari 2021 dan menjadi galeri indoor yang mewadahi seniman Indonesia dalam menggabungkan seni konvensional dan seni digital. Superlative Gallery juga sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat yang ingin belajar lebih jauh terkait NFT.

Jika berkunjung ke sini, traveler dijamin nggak akan bosan. Setiap bulannya Superlative Gallery akan bekerjasama dengan seniman untuk mengadakan pameran di galeri ini. Tampilan dari Superlative Gallery akan berubah setiap bulannya tergantung dengan gaya dan konsep dari seniman

“Kita per bulan rencananya akan punya pameran dengan konsep yang beda-beda, tergantung dari senimannya. Ada yang solo exhibition atau bisa collective exhibition, jadi jumlah karya dan konsep pameran tergantung dari senimannya. Jadi konsepnya tematik per bulan,” papar Ikhsan.

Mulai dari 5 Januari hingga 5 Februari 2024 di Superlative Gallery traveler bisa menikmati solo exhibition dari salah satu seniman bernama Edi Bonetski dengan tajuk “Mata Garis”.

“Sekarang kita lagi ada pameran dari salah satu seniman asal Tangerang bernama Edi Bonetski yang lahir dari seni konvensional. Kita ajak untuk melakukan pameran di sini. Kita kombinasikan antara seni konvensional dan seni digital, jadi ada beberapa lukisan dari Bang Edi yang kita jadikan NFT,” ujar Ikhsan.

Jika traveler tertarik dengan salah satu karya yang ada di Superlative Gallery, traveler bisa langsung membeli karya seni lukisan atau digital tersebut.

“Pengunjung yang tertarik dengan seni di sini, bisa langsung beli. Kalau tertarik dengan karya seni digital, nanti akan dibantu bagaimana cara membeli karya NFT. Kalau tertarik dengan seni fisik juga akan dijelaskan cara membeli dan harganya,” kata Ikhsan.

Aktivitas Menarik di Superlative Gallery

Superlative Gallery terdiri dari dua lantai. Di lantai satu traveler bisa berkeliling untuk melihat pameran karya lukisan digital atau konvensional dari seniman Indonesia.


Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

Tak hanya berkeliling saja, traveler bisa mendapatkan banyak spot foto instagramable di setiap sudut galeri. Spot foto terbaik adalah di ruangan video mapping, cantik dan instagramable banget. Saat ini Superlative Gallery memiliki 4 proyektor untuk video mapping.

Jika sudah lelah berkeliling, traveler bisa naik ke lantai dua dan bersantai sambil menikmati kopi di Society Coffee dan melihat souvenir dari Superlative Gallery.

“Untuk Society Coffee saat ini hanya menjual beverage, seperti kopi, coklat dan matcha. Menu andalannya bernama Society Coffee. Jadi pengunjung bisa ngopi sambil menikmati karya seni,” kata Ikhsan.

Seniman yang melakukan pemeran di Superlative Gallery juga sering melakukan berbagai aktivitas yang bisa traveler coba. Ada talkshow, life painting session, merajut, dan berbagai kegiatan seru yang berbau seni.

Seluruh informasi terkait aktivitas di Superlative Gallery bisa traveler simak di akun Instagram @superlativegallery.id.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Superlative Gallery

Galeri yang satu ini berlokasi di Jalan Raya Legian No.99, Legian, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Bisa diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Superlative Gallery berjarak 8 kilometer dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai atau sekitar 20 menit perjalanan.

Mau keliling dan mendapat spot foto instagramable di Superlative Gallery tak akan membuat kantong bolong. Harga tiket masuk galeri saat weekdays dibandrol dengan harga Rp 35 ribu dan Rp 45 ribu saat weekend.

Galeri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, BaliGaleri NFT pertama di ASEAN, Superlative Gallery, di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti)

“Biasanya kita suka ada bundling. Jadi kalau ada kegiatan seperti melukis bersama atau talkshow biasanya kita harga tiketnya bundling,” kata Ikhsan.

Superlative Gallery buka setiap hari, untuk weekday mulai pukul 10.00 – 19.00 WITA dan saat weekend pukul 12.00 – 20.00 WITA. Setiap harinya galeri ini bisa dikunjungi 70 hingga 80 orang. Tak hanya wisatawan lokal, banyak juga wisatawan asing yang tertarik berkunjung ke Superlative Gallery.

Traveler yang berkunjung diharapkan mematuhi peraturan yang ada, seperti keep clean, no smoking, no flash, no drink and food, don’t touch, no pets, no weapon, dan respect others.

Bagi traveler yang kepo dengan seni NFT, Superlative Gallery menjadi pilihan yang sip untuk traveler kunjungi. Nggak cuma melihat karya seni, traveler bisa santai sambil ngopi dan berfoto di setiap sudut galeri yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Asyiknya… Nge-Grill di Tepi Sungai Usai Berenang di Nukad Tampaksiring



Gianyar

Nukad Tampaksiring bisa menjadi pilihan traveler untuk berakhir pekan. Di sini, traveler bisa berenang dan makan with a view.

Bagi traveler yang mendengar kata Nukad pasti masih asing dengan makna nama restoran yang satu ini. Wayan Swastika, manager Nukad Tampaksiring, menjelaskan nama Nukad diambil dari bahasa Bali yang berarti pergi ke tukad (sungai).

“Nama Nukad ini berarti segala sesuatu yang dilakukan di Tukad (sungai). Akhirnya mengambil nama Nukad yang berasal dari kata Tukad,” kata dia.

Restoran yang satu ini mulai dibangun ketika pandemi Covid-19 melanda, tepatnya akhir tahun 2019. Pemilik Nukad yang sering bepergian ke sungai akhirnya mencetuskan ide untuk membuat sebuah usaha kecil-kecilan di tepi sungai.

“Nukad awalnya mulai dibangun ketika pandemi karena banyak bisnis yang tutup dan dirumahkan. Akhirnya kita berinisiatif untuk mengecek tanah yang ada di dekat sungai, sekalian mandi di sungai juga dan kita bersihkan. Akhirnya iseng bikin warung kecil-kecilan,” ujar dia.

Letaknya yang tepat berada di tepi sungai membuat Nukad Tampaksiring memiliki pemandangan yang indah dan alami. Ditambah pepohonan yang hijau membuat udara sekitar menjadi semakin segar. Di sini traveler bisa merasakan sensasi kuliner lezat sembari menikmati jernihnya air sungai dan sejuknya udara.

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Menurut Wayan Swastika, daybed menjadi spot favorit dari pengunjung. Bahkan banyak pengunjung yang rela menunggu agar bisa bersantap di daybed dengan view langsung ke sungai. Wayan Swastika juga merekomendasikan bagi traveler yang ingin bersantai di daybed bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun @nukad.tampaksiring.

“Kalau pengunjung favoritnya sih di daybed. Kadang banyak juga yang di gazebo, terutama untuk keluarga. Di gazebo itu minimum spendnya Rp 300 ribu per gazebo, untuk daybed tidak ada minimum spend,” ujar dia.


Aktivitas Menarik di Nukad Tampaksiring

Nggak cuma bersantai dan menyantap hidangan di restoran ini, traveler juga bisa memesan paket grill yang menjadi menu favorit dari pengunjung Nukad Tampaksiring. Traveler bisa menghabiskan waktu dengan ngegrill di pinggir sungai.

Jika sudah selesai bersantap, traveler diperbolehkan untuk mandi dan berendam di sungai. Arus sungai yang tidak terlalu deras, sip banget untuk berenang. Ditambah airnya yang jernih dan segar. Tak perlu khawatir, Nukad Tampaksiring sudah menyediakan kamar bilas dan ganti.

“Kalau dari pengunjung selama sudah berbelanja, diperbolehkan berenang sepuasnya. Asal tetap menjaga keselamatan,” katanya.

Menurut Wayan Swastika, banyak pengunjung yang datang lebih dari sekali karena ingin makan sambil berenang di Nukad Tampaksiring.

Varian Menu di Nukad Tampaksiring dan Harganya

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Traveler yang ingin bersantap di Nukad Tampaksiring, restoran yang satu ini memiliki menu andalan yang selalu dicoba oleh pengunjung adalah Nukad Grill dan beberapa masakan Bali.

Paket Grill di Nukad Tampaksiring terdiri dari 5 paket, berikut rinciannya.
• Package Small A (1-2 orang) (Ayam fillet) dengan harga Rp 120 ribu.
• Package Small B (1-2 orang) (Beef slice) dengan harga Rp 135 ribu.
• Package Small C (1-2 orang) (Pork slice) dengan harga Rp 135 ribu.
• Package Medium (3-4 orang) dengan harga Rp 215 ribu.
• Package Large (5-7 orang) dengan harga Rp 250 ribu.

Nukad Tampaksiring juga menyediakan menu khas Bali seperti bubur Bali dan nasi sela. Untuk minuman andalan dari Nukad Tampaksiring adalah daluman khas Bali. Harga menu di Nukad Tampaksiring berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 250 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Nukad Tampaksiring

Nukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramableNukad Tampaksiring di Gianyar, Bali, restoran tepi sungai nan instagramable Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Nukad Tampaksiring berlokasi di Jalan Pertiwi Brata, Tampaksiring, Gianyar. Untuk sampai di lokasi ini traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan menempuh perjalanan sekitar 41 kilometer dari Kota Denpasar atau sekitar satu jam 17 menit.

Nukad Tampaksiring buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 18.00 WITA. Setiap harinya Nukad Tampaksiring bisa kedatangan ratusan pengunjung, terutama ketika cuaca mendukung.

Nukad Tampaksiring telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti parkiran luas, kamar ganti dan bilas, hingga toilet. Selain itu, pastinya ada restoran, bean bag, alat dan tempat grill, hingga spot foto estetik yang wajib traveler coba.

Bosan dengan suasana restoran yang monoton, traveler wajib mencoba berkunjung ke Nukad Tampaksiring. Nggak cuma bersantap, traveler bisa langsung mandi dan bermain air sungai yang segar dan jernih. Jangan lupa mengabadikan momen di setiap spot foto yang instagramable.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Peninsula Island, Destinasi Wisata Low Budget untuk Berburu Spot Foto Estetik



Badung

Ingin berburu spot foto estetik di Bali? Peninsula Island menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Pulau kecil di wilayah ITDC, Nusa Dua ini memiliki pemandangan yang indah dan cantik.

Traveler pasti sudah tak asing dengan wilayah Nusa Dua, Bali. Kawasan yang terkenal elit ini ternyata memiliki pulau kecil bernama Peninsula Island. Peninsula Island merupakan sebuah pulau yang berlokasi di kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Peninsula Island memiliki luas sekitar 7,4 hektar yang didominasi dengan karang, tanaman bunga, dan pepohonan. Meskipun berada di kawasan ITDC, Peninsula Island tetap terbuka untuk umum, loh.

Peninsula Island buka setiap hari mulai pukul 06.00-22.00 WITA. Berlibur ke Peninsula Island nggak akan bikin kantong bolong. Traveler yang berkunjung ke pulau ini tidak dikenakan biaya tiket masuk, alias gratis. Hanya perlu membayar biaya parkir dengan harga Rp 5.000 (Tergantung jenis kendaraan).

Penasaran dengan daya tarik dan aktivitas menarik di Peninsula Island? Yuk simak pembahasan dari detikTravel.

Daya Tarik Peninsula Island

Pulau yang satu ini memiliki banyak daya tarik. Terutama untuk traveler yang mencari spot foto estetik dan instagramable.

1. Taman Bunga Kembang Kertas

Favorit wisatawan yang berkunjung ke Peninsula Island adalah taman bunga kembang kertas yang berwarna ungu. Taman ini biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan, terutama ketika musim mekar tiba.

Banyak wisatawan yang berkunjung ke Peninsula Island hanya untuk berfoto dengan latar belakang tanaman bunga ini.


2. Spot Sunset

Traveler yang ingin berburu sunset di Pulau Dewata. Peninsula Island menjadi salah satu opsi yang sip untuk menikmati sunset di sore hari. Pulau ini memiliki spot sunset yang epik, lengkap dengan debur ombak dan pemandangan taman yang indah.

3. Jogging Track dan Lapangan

Baru menginjakkan kaki di Peninsula Island, traveler akan disambut dengan hamparan rumput hijau yang luas dengan tugu Patung Arjuna dan Krisna. Lapangan hijau ini sering dimanfaatkan sebagai lokasi piknik atau hanya sekedar bersantai bersama keluarga.

Lapangan ini dikelilingi oleh jogging track. Pagi dan sore hari menjadi waktu favorit pengunjung untuk berolahraga di lapangan ini.

Aktivitas Menarik di Peninsula Island

Berbagai kegiatan rekreasi dapat traveler lakukan di Peninsula Island. Berikut rekomendasi aktivitas dari detikTravel.

1. Piknik

Peninsula Island memiliki lapangan rumput hijau yang luas. Sip banget untuk traveler yang ingin piknik di sini. Traveler juga bisa mengajak anak-anak untuk bermain di lapangan ini. Jangan lupa membawa makanan, minuman, dan tikar alas duduk ya!

2. Jogging

Di pinggir lapangan terdapat jogging track yang bisa traveler gunakan untuk jogging. Pemandangan yang disajikan saat jogging pun tak main-main. Traveler bisa melihat pepohonan dan ditemani dengan suara ombak.

3. Berburu Spot Foto

Berbicara soal spot foto, di Peninsula Island traveler tak akan kehabisan spot foto yang estetik dan instagramable. Ada patung Arjuna dan Krisna di lapangan dan taman bunga kembang kertas yang sering menjadi spot favorit wisatawan.

4. Menikmati Sunset

Aktivitas terakhir yang tak boleh traveler lewatkan adalah menikmati keindahan sunset Bali di Peninsula Island. Di sini terdapat beberapa tempat duduk untuk menikmati sunset. Traveler juga bisa menikmati sunset dari tepi pantai.

Demikian ulasan mengenai Peninsula Island. Tiket masuk gratis, banyak spot foto, dan spot nyunset pula. Jangan lewatkan berkunjung ke Peninsula Island ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Seger Banget! Nyunset di Tepi Sawah Sambil Berenang di Taroo Ubud



Gianyar

Taroo Ubud, restoran cantik yang bernuansa “paddy pool and lounge” bukan sekadar tempat makan. Restoran yang satu ini menawarkan beragam aktivitas, lengkap dengan spot foto dan pemandangan sunsetnya yang cantik.

Resmi dibuka pada 12 Mei 2023, Taroo Ubud bisa sekaligus menjadi tempat traveler bersantai sambil berenang di kolam renang air hangat. Indra, general manager Taroo Ubud, menjelaskan bahwa nama Taroo berasal dari kata “Kalpataru” yang bermakna peneduh bagi semua orang yang berkunjung ke restoran ini.

Taroo Ubud memiliki konsep indoor dan outdoor yang cocok untuk berbagai aktivitas pengunjung.

“Nama Taroo ini berasal dari nama pohon Kalpataru. Dengan mengambil nama Taroo ini kita ingin menjadi peneduh bagi semua pengunjung yang datang. Kita punya dua konsep yaitu indoor dan outdoor. Kalau di indoor biasanya untuk meeting, kalau outdoor cocok untuk berbagai venue event,” kata Indra dalam perbincangan dengan detikTravel.

Taroo Ubud memiliki satu buah stage yang dipercantik dengan tiga patung “Cili” berukuran raksasa. Indra menjelaskan patung ini melambangkan Dewi Sri sebagai Dewi Kemakmuran.

Taroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, BaliTaroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nggak cuma stage, Taroo Ubud menyediakan fasilitas kolam renang yang berbeda dari restoran lainnya. Di sini traveler bisa berenang di kolam air panas dengan pemandangan hamparan sawah yang hijau.

“Kita punya kolam renang juga dengan konsep yang berbeda, di sini kolam renang kita adalah kolam air hangat. Kita menggunakan natural treatment menggunakan garam, jadi nggak pakai chemical,” ujar Indra.

Jika tak ingin berenang, traveler bisa bersantai di beanbag yang berbatasan langsung dengan sawah. Pemandangan akan semakin indah ketika matahari mulai terbenam. Cantik banget deh!


Aktivitas Seru di Taroo Ubud

Nggak cuma bersantap saja, di restoran ini traveler bisa mendapatkan banyak aktivitas seru. Bean Bag di tepi sawah cocok untuk traveler yang ingin ngechill dan bersantai sambil menunggu matahari terbenam. Jika datang bersama keluarga traveler bisa berendam dan berenang di kolam renang air hangat.

Untuk mencoba berenang di sini traveler bisa mencoba pool package, sudah lengkap dengan makanan, minuman, dan towels. Harga pool package mulai dari Rp 300 ribu untuk 4 orang, Rp 400 ribu untuk 4 orang, dan Rp 1 juta untuk 6 orang.

Jika traveler tak mau mengambil pool package namun ingin tetap berenang, traveler bisa membayar biaya towel sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak-anak.

Taroo Ubud juga menyediakan aktivitas hiburan, salah satunya adalah free class salsa dance. Free class salsa diadakan setiap hari Minggu mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WITA. Jadi traveler bisa langsung belajar salsa dengan dua instruktur.

Setiap hari Jumat traveler bisa menyaksikan fire dance selama 15 menit. Untuk hari Sabtu Taroo Ubud punya DJ dan karaoke. Taroo Ubud juga terbuka untuk traveler yang ingin mengadakan meeting, gathering, dan wedding vanue. Traveler juga bisa mengadakan romantic dinner di tepi sawah, hanya di Taroo Ubud.

Fasilitas

Tak hanya viewnya yang juara, Taroo Ubud juga menyediakan berbagai fasilitas untuk pengunjung yang datang. Fasilitas yang ada seperti tempat parkir yang luas, kolam renang air hangat, stage, shower, toilet, dan ruang ganti. Semua fasilitas yang disediakan tentu mendukung traveler untuk berenang di paddy pool.

Varian Menu Taroo Ubud dan Harganya

Kurang lengkap rasanya jika berkunjung ke Taroo Ubud namun tidak mencoba menu andalan dari restoran yang satu ini. Taroo Ubud hadir dengan berbagai menu, baik menu nusantara maupun western.

Indra menyebut menu makanan andalan dari Taroo Ubud adalah Nasi Goreng Jadul dan Sate Maranggi. Nasi goreng jadul disajikan lengkap dengan sambal ebi yang menambah kenikmatan dari menu yang satu ini.

Taroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, BaliTaroo Ubud, restoran instagramable di Ubud, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Kebetulan disini saya pesan menu Nasi Goreng Jadul. Pas nyobain rasanya emang beda sih, sambal ebinya enak banget, apalagi di makan dengan view sawah dan sunset. Nikmat deh,” ujar Gusti, salah satu pengunjung Taroo Ubud.

Kalau dari segi minuman, Taroo Ubud punya menu andalan bernama Taroo Breeze dan Frozen Melon Daiquiri. Rasa manis dari buah-buahan berpadu dengan kesegaran dari soda, cocok banget untuk ngechill di tepi sawah.

Harga menu di Taroo Ubud dibanderol dengan harga yang beragam dan tentu ramah di kantong. Untuk menu makanan dan minuman dibanderol mulai harga Rp 40 ribu hingga Rp 150 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional Taroo Ubud

Taroo Ubud berlokasi di Jalan Rapuan, MAS, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk sampai ke Taroo Ubud traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan waktu tempuh sekitar 45 menit atau 19 kilometer.

Taroo Ubud buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 23.00 WITA. “Kita fleksibel kalau ada yang reservasi atau buat kegiatan sampai malam, asal diinformasikan sejak awal agar kami bisa persiapkan,” ujar Indra.

Tak perlu takut kehabisan tempat, traveler bisa melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun instagram @tarooubud. Jika melakukan reservasi dalam jumlah besar, traveler bisa melakukan reservasi H-1 kegiatan. Taroo Ubud memiliki kapasitas 165 orang dan setiap harinya bisa dikunjungi sekitar 250 pengunjung.

Mau ngechill di tepi sawah sambil berenang di air hangat. Semuanya ada di Taroo Ubud. Lengkap dengan menu yang nikmat. Jangan lupa mengabadikan momen di setiap spot foto yang instagramable ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ubud Water Palace Juara Spot Foto Instagramable di Tengah Kolam Teratai



Ubud – Mau berlibur ke Ubud? Wajib berkunjung ke Ubud Water Palace. Ada spot foto cantik nan instagramable di tengah kolam teratai. Sip dan estetik banget deh!

Ubud menjadi salah satu destinasi liburan yang tak pernah sepi dari wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Daerah yang satu ini menyajikan keindahan alam dan seni budaya Bali yang masih kental.

Jika berlibur ke Ubud, traveler tak akan kehabisan destinasi wisata cantik dan kental akan unsur budaya Bali. Satu tempat yang sip untuk traveler pecinta foto adalah Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati.

Pura Taman Kemuda Saraswati dalam bahasa Bali berarti “pura dengan sumber air suci”. Pura ini didedikasikan untuk Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan. Tjokorda Gde Ngoerah adalah sosok pendiri Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati.

Ubud Water Palace menawarkan suasana yang menenangkan. Yang tak boleh dilewatkan adalah spot foto cantik yang dikelilingi oleh kolam dengan bunga Teratai yang menawan.

Daya tarik utama dari Ubud Water Palace adalah keindahan arsitektur bangunan Bali yang kental. Dipercantik dengan ukiran kayu dan batu bata merah. Bangunan pura yang khas menjadikan tempat yang satu ini semakin estetik. Nuansa artistik berpadu dengan aura spiritual yang kental, membuat pura ini jadi spot favorit wisatawan.

Ubud Water PalaceUbud Water Palace 9Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Setiap harinya Ubud Water Palace bisa dikunjungi sekitar 200 hingga 300 wisatawan. Untuk masuk ke Ubud Water Palace traveler akan dikenakan biaya tiket. Wisatawan asing dikenakan biaya tiket sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 35 untuk anak-anak. Wisatawan lokal dikenakan biaya tiket sebesar Rp 25 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak.

Dengan membayar tiket masuk traveler sudah mendapatkan beberapa fasilitas, seperti sarung, kimono, dan ikat kepala yang wajib digunakan. “Untuk pengunjung yang sudah membayar tiket masuk akan mendapatkan fasilitas sarung, kimono, dan ikat kepala. Pengunjung bisa berkeliling di dalem sepuasnya,” ujar Jero, penjaga tiket Ubud Water Palace.

Saat traveler memasuki kawasan pura, akan disambut dengan kolam Teratai yang cantik di sisi kanan dan kiri jalan. Pancuran air akan mengiringi langkah traveler memasuki area pura. Ubud Water Palace memiliki 3 spot foto.

Favorit pengunjung adalah spot foto di panggung utama. Tersedia dua kursi dengan hiasan ukiran khas Bali bak raja dan ratu. Pengunjung diperbolehkan duduk dan mengambil foto di kursi ini. Tentu dengan latar belakang gapura (candi bentar) khas Bali.

Di sisi kanan dan kiri panggung utama, traveler juga bisa menemukan spot foto yang sama, lengkap dengan kursi kayu berukiran khas Bali. Pancuran air memperindah spot foto traveler di Ubud Water Palace.

Pengunjung tidak diperbolehkan masuk ke dalam pura, karena hanya diperuntukan bagi umat Hindu untuk beribadah.

Memiliki letak yang strategis, Ubud Water Palace atau Pura Taman Kemuda Saraswati berlokasi di Jalan Kajeng, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Aksesnya pun mudan dijangkau karena dekat dengan Puri Ubud dan Pasar Seni Ubud. Ubud Water Palace buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA.

Demikian penjelasan mengenai Ubud Water Palace. Jadi, tertarik untuk berkunjung ke sana? Siapkan kamera dan pose terbaikmu!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pengingat Perjuangan Rakyat Bali Monumen Bajra Sandhi



Denpasar

Bali mempunyai satu monumen yang dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Bali. Monumen Bajra Sandhi.

Pulau Bali menjadi salah satu basis perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda. Sejak 1848 hingga 1946 rakyat Bali telah berjuang habis-habisan untuk mengusir penjajah dari tanah Bali.

I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan untuk mengenang kembali seluruh perjuangan pahlawan Bali sebelum dan setelah kemerdekaan, kemudian dibangunlah sebuah monumen bernama Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Monumen itu dinamai Monumen Bajra Sandhi.

Monumen Bajra Sandhi dibangun di atas lahan seluas 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter. Arsitektur Monumen Bajra Sandhi dirancang oleh seorang mahasiswa Universitas Udayana, Ida Bagus Gede Yadnya tahun 1981.

“Tahun 1981 itu diadakan sayembara untuk desain Monumen Bajra Sandhi ini. Sayembara ini akhirnya dimenangkan oleh salah satu mahasiswa arsitektur di Universitas Udayana yaitu Ida Bagus Gede Yadnya,” kata Artana Yasa.

Monumen Bajra Sandhi di DenpasarMonumen Bajra Sandhi di Denpasar Foto: Ni Made Nami Krisnayanti

Setelah melalui tahap penyempurnaan gambar, pada Agustus 1988 dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan monumen. Dalam kurun waktu 13 tahun akhirnya pembangunan monumen selesai, tepatnya pada 2001.

Pembangunan monumen masih dilanjutkan dengan membangun diorama yang menceritakan sejarah perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa.

14 Juni 2003, bertepatan dengan pembukaan Pesta Kesenian Bali ke-25 tahun 2003. Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri meresmikan Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Di balik cerita sejarah pendirian Monumen Bajra Sandhi, arsitektur monumen yang satu ini pun sangat unik. Bentuknya persis seperti genta (bajra) yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

Bangunan Monumen Bajra Sandhi juga sarat akan makna kemerdekaan. Anak tangga di pintu utama berjumlah 17, tiang agung di dalam berjumlah 8, dan ketinggian monument adalah 45 meter. Angka-angka tersebut merupakan tanggal kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945.

Untuk menyaksikan kemegahan dan keunikan Monumen Bajra Sandhi traveler hanya dikenakan biaya tiket masuk mulai dari Rp 5.000 untuk pelajar, Rp 20.000 untuk wisatawan domestik, dan Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara.

Penasaran dengan kisah perjuangan rakyat Bali? Kuy berkunjung ke Monumen Bajra Sandhi.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Wisata Keluarga untuk Mengisi Liburan Umanis Galungan



Denpasar

Satu hari setelah Hari Raya Galungan, umat Hindu merayakan Umanis Galungan. Biasanya akan dirayakan dengan mengunjungi sanak saudara dan berlibur ke destinasi wisata.

Setiap 210 hari sekali atau setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Rabu Kliwon wuku Dungulan umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan. Menandakan kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan).

Hari Raya Galungan jatuh pada Rabu (28/02/2024). Satu hari setelahnya umat Hindu merayakan Hari Umanis Galungan. Saat hari inilah biasanya umat Hindu memanfaatkan momen untuk bersilaturahmi dengan sanak saudara hingga berekreasi ke tempat wisata.

Jika traveler masih bingung memilih destinasi wisata untuk mengisi waktu Umanis Galungan, detikTravel punya rekomendasi, nih. Traveler bisa mengunjungi objek wisata alam hingga wisata buatan. Sip banget untuk wisata keluarga!

Berikut daftar destinasi wisata di Bali yang wajib traveler kunjungi saat libur Galungan:

1. Taman Safari Bali

Taman Safari Bali merupakan rumah bagi lebih dari 1.000 satwa yang terdiri dari 120 spesies. Taman Safari Bali menawarkan pengalaman wisata yang menyenangkan untuk keluarga. Seperti Feed The Predator, Jeep Safari, Jungle Hopper Legend, Elephant Safari, Night Safari, dan Water Play and Fun Zone.

• Lokasi: Jalan Bypass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Kabupaten Gianyar, Bali.
• Harga Tiket: Safari Explorer mulai dari Rp 175.000/orang dan Safari Legend mulai dari Rp 275.000/orang.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA untuk Day Safari dan pukul 18.00 – 21.00 WITA untuk Night Safari.


2. Bali Bird Park

Bali Bird Park adalah tempat yang sempurna untuk keluarga yang menyukai burung-burung eksotis. Bali Bird Park juga menjadi media penangkaran berbagai jenis dan spesies burung dari Indonesia hingga mancanegara.

Traveler bisa menemukan berbagai wahana dan aktivitas menarik di dalamnya. Seperti Bali Rainforest, Basic instinct, wahana Guyu-guyu Corner, Feed the Lory, Papua Rainforest Feeding, Meet the Birdstar, Feed the Pelican, dan The Komodo Experience.

• Lokasi: Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Gianyar, Bali.
• Harga Tiket: Rp 385.000 untuk dewasa dan Rp 192.500 untuk anak-anak.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 17.30 WITA.

3. Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran menawarkan pengalaman mendalam tentang kehidupan dan budaya Bali yang autentik. Salah satu hal yang membuat Desa Penglipuran begitu menarik adalah arsitektur tradisional Bali yang terpelihara dengan baik.

Desa Penglipuran mendapat julukan sebagai desa terbersih di dunia. Selain itu, tahun 2023 Desa Penglipuran masuk jajaran desa wisata terbaik di dunia.

Saat datang ke Desa Penglipuran traveler bisa langsung berkunjung ke Hutan Bambu juga loh.

• Lokasi: Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.
• Harga Tiket: Rp 15 ribu untuk WNI anak dan Rp 25 ribu untuk WNI dewasa. Harga tiket masuk untuk WNA anak sebesar Rp 30 ribu dan dewasa sebesar Rp 50 ribu.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 18.00 WITA.

4. Trans Studio Bali

Trans Studio Bali merupakan indoor theme park dengan konsep thematic, dimana pengunjung bisa mendapatkan pengalaman menarik bukan hanya menikmati wahana dan pertunjukan yang ada tetapi juga mengabadikan momen di setiap sudut estetik theme park.

Traveler bisa merasakan berkunjung ke dalam 5 zona lengkap dengan wahana dan atraksi yang memukau. Port of Liverpool, Camera Zone, Culture Zone, Action Zone, dan Adventure Zone adalah 5 zona dengan konsep yang berbeda.

Beberapa rekomendasi wahana yang wajib traveler coba adalah Formula Kart, Boomerang Coaster, Flying Over Indonesia, The Forbidden Temple Rapid Adventure, dan Road Rage Wasteland Escape.

• Lokasi: Trans Studio Mall Bali, Jalan Imam Bonjol 440, Denpasar, Bali
• Harga Tiket: Domestik Dewasa KTP Bali: Rp 200 ribu/orang, Domestik Dewasa: Rp 225 ribu/orang saat weekdays dan Rp 275 ribu/ orang saat weekend, Domestik Anak-anak Usia 1-7 tahun: Rp 150 ribu/ orang, Asing Dewasa: Rp 500 ribu/ orang, dan Asing Anak-anak Usia 1-7 tahun: Rp 350 ribu/ orang
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 18.00 WITA saat weekdays dan pukul 11.00 – 19.00 WITA weekend.

5. Air Panas Penatahan

Air panas yang satu ini menjadi destinasi favorit keluarga ketika hari libur Galungan telat tiba. Sesuai dengan namanya, daya tarik utama dari destinasi ini adalah sensasi relaksasi dengan berendam di kolam air panas alami.

Daya tarik lainnya dari destinasi satu ini adalah adanya akses langsung ke sungai dengan air dingin yang segar dan bebatuan alami. Di sini terdapat beberapa jenis kolam, ada kolam air hangat dan air dingin.

• Lokasi: Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali
• Harga Tiket: Kolam umum: Rp 15.000/orang, Kolam privat: Rp 25.000/orang, Jacuzzi: Rp 40.000/orang
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA.

6. Big Garden Corner

Traveler yang tinggal di Denpasar wajib menghabiskan waktu di destinasi komplit satu ini. Namanya Big Garden Corner.

Big Garden Corner juga menawarkan berbagai wahana seru dan area spot foto yang instagramable. Penataan taman dibuat sangat menarik berpadu dengan berbagai patung-patung berukuran besar.

Beberapa spot favorit pengunjung di sini seperti terowongan cinta, art standing stones, miniatur Candi Borobudur, rumah pohon mini, patung membaca koran, dan butterfly park. Big Garden Corner juga memiliki playground dan waterpark untuk anak-anak.

• Lokasi: Jalan Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.
• Harga Tiket: Rp 50 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 150 ribu untuk wisatawan asing.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 18.00 WITA.

7. Taman Edelweis Bali

Di Bali Timur traveler bisa menemukan taman cantik dengan hamparan bunga edelweis. Spot fotonya pun juara. Taman Edelweis Bali, sip banget jadi pilihan destinasi wisata keluarga saat libur Galungan.

Taman Edelweis adalah taman wisata buatan yang menanam edelweis atau bunga kasna. Berada di kaki Gunung Agung, Taman Edelweis memiliki suasana alam yang spektakuler yang berpadu dengan udara sejuk khas pegunungan.

Di Taman Edelweis Bali traveler dapat mencoba berbagai spot foto yang cantik. Mulai dari bingkai love, ayunan dengan latar belakang pemandangan, papan nama, kincir angin, dan taman surga.

• Lokasi: Desa Temukus, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: Wisatawan lokal KTP Bali: Rp 20 ribu, Wisatawan domestik: Rp 30 ribu, Wisatawan asing: Rp 50 ribu, Anak-anak (5 – 10 tahun): Rp 10 ribu, dan di bawah 5 tahun: Gratis
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WITA.

8. Taman Ujung

Taman Ujung merupakan destinasi bersejarah peninggalan Kerajaan Karangasem yang hingga kini masih eksis menjadi tujuan wisata. Taman Ujung memadukan tiga konsep arsitektur yaitu arsitektur Bali, Eropa, dan China. Estetik dan instagramable banget!

• Lokasi: Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: Domestik Dewasa: Rp 25 ribu, Domestik Anak-anak: Rp 15 ribu, WNA Dewasa: Rp 75 ribu, dan WNA Anak-anak: Rp 50 ribu.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 18.00 WITA.

9. Tirta Gangga

Taman air Kerajaan Karangasem ini tak pernah sepi akan pengunjung, apalagi ketika waktu libur tiba. Bukan cuma karena pemandangan kolam air dan mata airnya yang alami, Tirta Gangga juga sip menjadi destinasi keluarga karena terdapat kolam pemandian untuk anak-anak hingga orang dewasa.

Traveler juga bisa memberi makan ikan berukuran jumbo dan menaiki perahu mengelilingi kolam luas di Tirta Gangga.

• Lokasi: Jalan Raya Abang, Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.
• Harga Tiket: WNA Dewasa: Rp 50 ribu, WNI Dewasa: Rp 25 ribu, Anak-anak (5-12 tahun): Rp 15 ribu, dan Di bawah 5 tahun: Gratis.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 19.00 WITA.

10. Kebun Raya Bali

Jika traveler ingin menghabiskan waktu bersama keluar, Kebun Raya Bali menjadi destinasi sip di kala libur Galungan. Kebun Raya Bali memiliki hamparan rumput yang luas sehingga cocok untuk kamu yang ingin berlibur dan mengadakan piknik kecil-kecilan bersama keluarga.

• Lokasi: Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
• Harga Tiket: Untuk wisatawan akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 20.000 untuk Hari Senin-Jumat dan Rp 30.000 untuk Hari Sabtu, Minggu, atau hari libur nasional.
• Jam Operasional: Buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WITA.

Itulah 10 destinasi seru untuk menghabiskan waktu bersama keluarga saat libur Galungan. Sudah tauh mau berlibur kemana? Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan selama liburan, ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tradisi Menginjak Api Menjelang Nyepi di Bali



Klungkung

Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, ada satu tradisi unik yang masih dilaksanakan masyarakat adat di Nusa Penida, yaitu menginjak-injak api. Seperti apa?

Di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali ada tradisi unik yang setiap tahun dilaksanakan sebelum pelaksanaan Nyepi adat.

Nyepi adat beda dengan Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu. Nyepi adat dilaksanakan secara khusus oleh desa adat setempat. Tidak semua desa adat di Bali memiliki perayaan Nyepi adat.


Nyepi di desa adat di Desa Adat Pundukaha Kaja dilaksanakan sehari setelah Purnama Sasih Kesanga (purnama bulan kesembilan). Rentetan Nyepi adat ini diisi dengan upacara mecaru, serta ritual nyekjek (menginjak-injak) api.

Tokoh Desa Adat Pundukaha Kaja, Jero Gede Mangku Dalem I Made Lastrawan mengatakan, prosesi diawali dengan melaksanakan upacara purnama kesanga. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pecaruan panca sata dengan menghaturkan segehan agung (sesajen besar) di perempatan desa.

“Segehan ini untuk menetralisir kekuatan bhuta (negatif) menjadi sifat dewa dengan tujuan kemakmuran, keselamatan, dan ketentraman bagi umat,” kata Lastrawan, Minggu (25/2/2024).

Prosesi ritual nyekjek api dalam rangka menyambut Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Minggu (25/2/2024). (Istimewa).Prosesi ritual nyekjek api (Istimewa). Foto: Prosesi ritual nyekjek api dalam rangka menyambut Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Minggu (25/2/2024). (Istimewa).

Ritual mecaru dilaksanakan dini hari sekitar pukul 03.00 Wita dan diikuti oleh semua umat. Prosesi ini diiringi suara kentongan dan denting genta para jero mangku di desa adat setempat.

Para Pria Mulai Menginjak-injak Api

Warga laki-laki kemudian menyalakan api dengan kayu bakar yang sudah disiapkan setelah proses mecaru rampung. Api yang menyala disebut Sanghyang Api dan digunakan untuk ritual nyekjek api.

Tradisi nyekjek api digelar di jabe Pura Puseh Bale Agung, di depan Pura Kepah Agung, desa adat setempat. Sesuai dengan namanya, nyekjek api, para pemuda akan menari-nari mendatangi api dan menginjak-injaknya.

Mereka seakan tidak takut terhadap panasnya api. Warga yang mengikuti ritual nyekjek api semakin lama kian bersemangat. Terlebih iringan gamelan gong yang menghentak. Ada berlari mengitari, memukul api dengan kayu, dan melompatinya.

“Di situlah uniknya ritual ini, meskipun mereka yang ikut menginjak api dalam keadaan sadar (tidak kesurupan), tetapi tidak ada rasa sakit yang dirasakan,” tambah Lastrawan.

Warga yang menginjak api sesekali diperciki tirta suci selama tradisi berlangsung. Tujuannya agar selalu mendapatkan kekuatan dan perlindungan.

“Tradisi ini sudah kami laksanakan turun temurun, dan terus kami gelar hingga saat ini,” tegasnya.

Prosesi Nyekjek api berhenti menjelang pukul 06.00 Wita. Seusai itu baru dilanjutkan dengan Nyepi adat sampai pukul 16.00 Wita.

Selama proses Nyepi adat dilarang ada kendaraan dari luar masuk menuju objek wisata. Larangan itu sebelumnya juga sudah disampaikan melalui surat pengumuman.

Proses Nyepi adat di Desa Adat Pundukaha Kaja hampir sama dengan Hari Raya Nyepi tahun baru Saka. Masyarakat menggelar catur brata penyepian saat Nyepi adat, yakni amati gni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak beraktivitas), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menggelar hiburan). Semua warga desa adat wajib berada di rumah masing-masing.

——

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com