Tag Archives: bandara internasional i gusti ngurah rai

Agar Bali Utara Tidak Lagi Menjadi Nomor Dua



Jakarta

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama pemerintah Bali berusaha meratakan penyebaran turis dengan cara memperkenalkan Bali utara. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak meratanya wisatawan ini adalah akses menuju lokasi.

Bali masuk dalam daftar destinasi wisata favorit dunia yang dinyatakan mengalami overtourism. Salah satu fakta yang mencolok adalah macet parah di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada akhir tahun lalu.

Tetapi, pemerintah RI dan Bali tidak sepakat. Mereka kompak menyebut kondisi itu disebabkan wisatawan yang tidak merata di Pulau Dewata. Turis-turis lebih menyukai pelesiran dan berwisata di kawasan Bali selatan, mulai dari Seminyak, Kuta, Legian, Jimbaran, Benoa, Nusa Dua, Uluwatu, hingga Pecatu.


Area itu memang lebih mudah dijangkau dari bandara. Hanya diperlukan waktu tempuh satu jam dari gerbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berkendara.

Fasilitas juga lebih komplet. Banyak pilihan beach club, hotel, kafe, dll.

Nah, kini pemerintah sedang mengupayakan pemerataan wisata di Bali. Sejumlah pembangunan dikebut.

Destinasi wisata di bali utara diklaim tidak kalah dari Bali selatan. Di antaranya, Pantai Lovina dengan konservasi lumba-lumbanya, Handara Gate dengan gerbang eksotisnya, dan Desa Pemuteran dengan konservasi penyu dan karangnya.

Infografis wisata Bali utara 1Infografis wisata Bali utara 1 (infografis detikcom)

Tetapi, satu kelemahan Bali utara yang bikin wisatawan menomorduakan kawasan itu adalah jarak yang jauh dari bandara. Sudah begitu jalanan sempit.

“Tentu kita harapkan ada aksesibilitas yang lebih cepat. Sekarang kan sedang dibangun apa namanya tol yang sedang dalam proses Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, nanti ini bisa mempercepat,” kata Gede Dody Sukma Aktiva Askara, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, beberapa waktu lalu

“Kemudian untuk mempercepat aksesibilitas kita di Bali Utara juga dari sisi angkutan darat itu sudah dibangun jalan pintas dari Bedugul menuju kota Singaraja dalam kawasan Lovina. Jadi jalan yang berkelok itu sudah dipangkas-pangkas kelokannya, tikungan itu beberapa dipangkas dari 16 tikungan menjadi 5 tikungan dengan derajat yang landai. Nah ini akan terus sampai dengan ke bawah dibangun, mudah-mudahan berkelanjutan sehingga sampai Kota Singaraja penumpang tidak mabuk,” ujar Dody.

Andai rencana pemerintah dijalankan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan pada September 2024.

Ramai didatangi turis Eropa

Berbeda dengan kawasan Bali Selatan yang ramai hiburan, Bali utara lebih cenderung tenang dan berfokus kepada wisata konservasi. kegiatan hiking, diving dan planting pun menjadi andalan mereka untuk menarik turis ke sana.

Faktanya, wisata Bali Utara ternyata diminati oleh wisatawan Eropa. Dari tahun ke tahun, turis asing paling banyak datang dari Eropa.

“Paling banyak turis Eropa. Kalau yang tertinggi saat ini adalah dari Prancis. Selanjutnya diikuti turis China. Bulan ini saja jumlah turis Prancis 9.000, sedangkan turis China ada 6.000 orang,” kata Gede Dody

Angka itu diakui Dody sangat kecil jika dibandingkan dengan kedatangan turis asing ke Bali.

“Kalau kita bandingkan dengan kedatangan wisatawan melalui Bandara Ngurah Rai itu kita ada pada posisi 8%. Kemudian dari yang menginap Land of stay-nya itu rata-rata 2,5 persen saka,” kata dia.

Destinasi berwisata

Bali Utara punya banyak destinasi wisata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

1. Handara Gate, gerbang iknoik yang viral di media sosial

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi kegiatan seru.

3. Desa Les

Desa Les juga punya banyak aktivitas seru, mulai snorkling, hingga melihat penyulingan arak.

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (aRifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

5. Air Terjun Banyumala

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu di BaliPura Ulun Danu di Bali Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’Traveler)

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Catatan nih untuk traveler, tak cukup semalam atau dua malam saja berkunjung ke Bali Utara. Karena jarak tempat wisatanya cukup memakan waktu.

Namun, bila kamu ingin datang, dan merasakan semua keseruan di Bali Utara, setidaknya kamu bisa menginap satu minggu di sana. Tapi, bila hanya bisa satu malam atau 2 malam saja, traveler harus tentukan mau wisata apa.

Misalnya mau snorkling saja, bisa datang ke Desa Pemuteran atau Desa Les. Bila ingin melihat lumba-lumba, ke Pantai Lovina saja dan menginap di sekitar sana.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bernama Pantai Jerman tapi Ada di Dekat Bandara Bali, Ini Ceritanya



Badung

Ada sebuah pantai memiliki nama bernuansa asing di Bali. Adalah Pantai Jerman yang letaknya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, berikut cerita di baliknya.

Bali dikenal sebagai surganya wisata tropis karena memiliki banyak pantai yang menarik. Namun, mungkin belum banyak orang melirik akan hadirnya sebuah pantai yang berada di dekat bandara dan memiliki nama tak biasa yakni Pantai Jerman.

Pantai Jerman terletak hanya sekitar 1,5 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Jika berjalan kaki, traveler bisa mencapainya sekitar 20 menit. Sementara jika menggunakan kendaraan seperti mobil dan motor, waktu tempuh hanya sekitar 10-20 menit.


Karena letaknya di sisi bandara, pemandangan utama dari pantai tersebut adalah panorama pesawat mengudara dan mendarat. Kemewahan tersebut tentunya tak dimiliki di banyak pantai lainnya di Bali.

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Kendati berada di dekat area bandara yang sibuk, tetapi panorama pantainya pun terbilang layak dinikmati. Terdiri dari hamparan pasir putih yang luas, area jajan, area duduk-duduk, pendopo, hingga patung Triratna Amreta Bhuwana yang gagah dan dapat menjadi spot foto.

Menariknya lagi, traveler yang berkunjung tak dikenai biaya masuk alias gratis. Traveler hanya dikenai biaya parkir senilai Rp 2 ribu untuk motor dan Rp 5 ribu untuk mobil.

Asal Usul Nama Pantai Jerman

Mungkin banyak traveler yang heran, mengapa sebuah pantai di Pulau Dewata dinamai sebagai Pantai Jerman. Apakah nama itu hanya julukan? Nyatanya tidak, nama tersebut merupakan nama resmi.

Mengapa demikian? Hal itu bermula dari banyaknya warga negara Jerman yang tinggal di sekitar kawasan pantai tersebut kala pembangunan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Pantai Jerman, Bali.I Nyoman Debot dan Mangku Teke, warga Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

“Dulu sini kan waktu bangun bandara, tahun 60-an. Di sini ada, ini asrama dulu sini. Akhirnya tuh tamu-tamu dari Jerman tuh di sini tinggal. Iya banyak orang Jerman. Yang bikin airport gitulah,” ujar Nyoman Debot yang merupakan warga sekitar Pantai Jerman saat ditemui detikTravel, Minggu (10/11/2024).

“Karena, di sini bikin mess untuk penginapan tamu-tamu dari Jerman. Sampai sekarang Jerman namanya pantai Jerman,” dia menambahkan.

Menurutnya, sejak julukan itu disematkan, nama tersebut pun tak berganti hingga kini kendati sudah tidak ada lagi WN Jerman yang tinggal.

Menurut penuturannya, dahulu ada rumah mewah layaknya hotel yang terbuat dari bata merah. Tempat itu adalah merupakan mess dari para WN Jerman. Namun, bangunan itu roboh dan sempat terkena abrasi.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Pantai Jerman di Bali, Dekat Bandara



Badung

Pantai Jerman adalah salah satu pantai di Bali yang jangan sampai dilewatkan saat k Pulau Dewata. Terlebih untuk kunjungan singkat, karena lokasinya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Dari banyaknya pantai di Bali, mungkin nama Pantai Jerman kurang tersohor. Namun, ternyata tempat tersebut juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Berikut ini beberapa daya tarik dari Pantai Jerman.

Biaya Masuk Gratis

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai Jerman adalah salah satu pantai yang gratis dikunjungi di Bali. Traveler hanya dikenakan biaya Rp 2 ribu untuk parkir kendaraan sepeda motor atau Rp 5 ribu untuk mobil.


Kendati gratis, tetapi panoramanya pun tetap layak dinikmati. Lautnya berwarna biru tosca dan terdapat pemandangan deretan kapal nelayan yang terapung. Tentunya panorama tersebut sangat estetik jika diabadikan.

Selain itu, terdapat landmark patung Triratna Amreta Bhuwana yang megah dan dapat menjadi salah satu spot foto menarik.

10 Menit dari Bandara

Pantai Jerman, Bali.Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Jika traveler tak memiliki waktu yang banyak saat singgah di Bali. Traveler dapat mampir ke Pantai Jerman karena letaknya berada di sisi Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Jika menggunakan sepeda motor, estimasi perjalanan sekitar 2,5 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 10 menit. Sementara jika menggunakan mobil estimasinya sekitar 12-20 menit.

Tak hanya itu, traveler bisa juga berkunjung dengan jalan kaki sejauh 1,5 km dengan waktu tempuh sekitar 20 menit.

Sepi dan Tenang

Pantai Jerman, Bali.Suasana Pantai Jerman, Bali yang tampak lengang. (Weka Kanaka/detikcom)

Pantai tersebut kendati berada di sisi bandara, tetapi pengunjungnya tak terlalu ramai. Khususnya saat kedatangan detikTravel pada Minggu (10/11/2024) sekitar pukul 14.18 Wita.

Saat kami datang, kondisi pantai tampak tak terlalu dipenuhi pengunjung. Hanya segelintir pengunjung saja yang terlihat tengah asik bermain pasir, berjalan santai, hingga bermain air.

Tentunya suasana tersebut sangat cocok bagi para traveler yang mencari ketenangan di tepi daratan.

Fasilitas cukup lengkap

Pantai Jerman, Bali.Area duduk santai di Pantai Jerman, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Kendati terbilang pantai gratis, tapi fasilitas pun cukup lengkap. Terdapat area duduk-duduk berbayar hingga area duduk gratis di pendopo. Selain itu, ada pula area warung makanan-minuman, hingga toilet.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com