Tag Archives: bandung

Ini Adab Bertamu yang Benar Tanpa Ganggu Tuan Rumah


Jakarta

Salah satu rumah di Bandung yang dikenal dengan sebutan ‘Rumah Milea’ telah melarang pengunjung berfoto di depan rumahnya. Hal ini disebabkan karena pengunjung yang datang telah mengganggu kenyamanan penghuni dan warga sekitar. Rumah Milea ramai dikunjungi setelah menjadi lokasi syuting film Dilan 1990.

Pengunjung yang datang kebanyakan hanya berfoto di depan pagar. Ada pula yang sampai menongkrong di sana dan meletakkan kendaraannya sembarangan. Pada awalnya, pemilik ‘Rumah Milea’ tidak masalah dengan antusias penonton film Dilan 1990. Namun, ada beberapa pengunjung tak bertanggung jawab sampai memanjat dan menyenderkan badan di pagar rumahnya. Alhasil beberapa kali dia harus memperbaiki pagarnya.

“Ya saya awalnya silakan saja kalau ada yang sering berfoto. Tapi lama-lama warga sekitar itu terganggu, jadi semakin ramai yang datang. Terus menghalangi jalan, banyak mobil, lama-lama juga jadi banyak yang jualan di sini padahal kan nggak boleh,” kata Tin, pemilik ‘Rumah Milea’ seperti yang dikutip dari detikJabar pada Kamis (8/8/2024).


Setelah terpasang spanduk di depan rumahnya, mereka berharap para pengunjung mengindahkan himbauan tersebut. Dengan begitu, lingkungan rumahnya bisa kembali tenang dan tidak ada lagi tetangganya yang terganggu.

“Ya saya harap jangan ada lagi yang ke sini, jangan foto-foto lagi, karena sudah ada larangan itu pun tetap banyak yang nongkrong di depan begitu. Karena itu mengganggu tetangga sekitar, saya nggak enak. Sudahlah, rumah ini biasa saja kok,” ungkap Tin.

Menilik dari kejadian ‘Rumah Milea’, perlu diketahui bangunan ini bukan tempat wisata, melainkan sebuah rumah biasa yang ditempati. Banyaknya orang yang datang apalagi menimbulkan kebisingan tentu membuat penghuninya tidak nyaman. Maka, saat berkunjung ke sini harus menerapkan adab bertamu yakni perilaku saat berkunjung ke rumah orang lain.

Dalam ajaran Islam, adab bertamu adalah salah satu ilmu yang harus dipraktikkan karena dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Namun, di luar itu, adab bertamu ini tetap bisa diikuti oleh semua kalangan.

Melansir dari buku Pelajaran Adab Islam 1 (2022:73-76) oleh Sehendri dan Syukri, Kamis (8/8/2024), begini cara bertamu di rumah orang lain.

1. Mengucap Salam dan Mengetuk Pintu

Adab pertama yang harus dipraktikkan ketika bertamu adalah selalu ucapkan salam atau kalau bisa mengetuk pintu. Dalam kasus ‘Rumah Milea’ mengucapkan salam ini bisa diniatkan untuk meminta izin. Meskipun hanya untuk berfoto di depan rumah.

Saat mengetuk pintu pun dianjurkan hanya 3 kali. Apabila tidak ada jawaban, maka batalkan niat untuk bertamu karena bisa jadi pemilik rumah sedang tidak ingin diganggu.

Tata cara mengucapkan salam telah dijelaskan dalam QS An Nur ayat 27 sebagai berikut.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Bacaan latin: “Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tadkhulụ buyụtan gaira buyụtikum ḥattā tasta`nisụ wa tusallimụ ‘alā ahlihā, żālikum khairul lakum la’allakum tażakkarụn.”

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.”

Sementara adab mengetuk pintu disebutkan dalam hadits berikut. Dari Abu Musa Al-Asy’ary RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:

عن أبى موسى الاشعريّ رضي الله عمه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه و سلم: الاستئذانُ ثلاثٌ، فان أذن لك و الاّ فارجع

“Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Jangan Berdiri Tepat di Depan Pintu

Selanjutnya, Ustaz Khalid Basalamah dalam siaran berjudul Adab Bertamu di Rumah Orang di YouTube Siiquote Channel menjelaskan untuk tidak menutupi muka pintu. Hal Ini juga berlaku jika kamu menunggu jawaban pemilik rumah di depan gerbangnya, lebih baik berdiri di sisi kanan pintu. Adab ini tertulis dalam hadits berikut.

كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

Artinya: “Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…”

3. Tidak Mengintip

Tanpa kita sadari, kamu sering mengintip bagian dalam rumah dari jendela atau pintu masuk. Terutama untuk ‘Rumah Milea’ kamu pasti penasaran apakah ada orang di dalam sana atau tidak. Ternyata, dalam Islam perilaku ini dilarang. Bahkan ada ancaman kepada para pengintip sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut.

لو أنّ امرأ اطلع عليك بغير إذن فخذفته بحصاة ففقأت عينه لم يكن عليك جناح

“Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari Kitabul Isti’dzan)

4. Jaga Sikap dan Sopan Santun

Menurut Ustadz M Tatam Wijaya dalam NU Online, penting diperhatikan selama berkunjung harus menjaga sopan dan santun.

“Tetap menjaga sikap dan sopan santun di hadapan tuan rumah dan keluarganya, seperti mengucap salam, menyalami orang yang hadir, duduk di tempat yang diinginkan tuan rumah,” paparnya.

5. Langsung Pulang Jika Urusan Sudah Selesai

Dalam Islam, ternyata semakin cepat pulang, justru itu semakin baik. Apabila urusan sudah selesai di rumah tersebut. Berlaku pada saat berkunjung di ‘Rumah Milea’, apabila kamu sudah mendapat izin berfoto di depannya, setelah itu kamu harus pulang. Tidak berkumpul di depan rumah dan bercanda sampai mengganggu warga sekitar.

Bahkan adab ini disebutkan dalam Surat An-Nur Ayat 28.

فَإِن لَّمْ تَجِدُوا۟ فِيهَآ أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرْجِعُوا۟ فَٱرْجِعُوا۟ ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Bacaan latin: “Fa il lam tajidụ fīhā aḥadan fa lā tadkhulụhā ḥattā yu`żana lakum wa ing qīla lakumurji’ụ farji’ụ huwa azkā lakum, wallāhu bimā ta’malụna ‘alīm.”

Artinya: “Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: “Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Tanah Terlantar Diklaim Orang Lain Lalu Dijual, Hukumnya Bagaimana?



Jakarta

Ada beberapa kasus,mafia tanah memanfaatkan tanah terlantar untuk keuntungannya sendiri. Mereka menjual tanah tersebut tanpa persetujuan pemiliknya bahkan dibuatkan sertifikat tanah.

Lalu, pada saat pemilik aslinya datang untuk melihat, di atas tanah tersebut sudah ada bangunan dan orang lain yang tinggal di sana. Mereka mengaku jika tanah tersebut miliknya karena memegang sertifikat dan sudah belasan tahun tinggal di sana tanpa ada yang mengklaim jika itu tanah milik orang lain.

Lantas, bagaimana ketentuan hukumnya untuk kasus seperti ini?


Menurut Pakar Hukum UGM sekaligus Tenaga Ahli Badan Bank Tanah Oce Madril, tanah terlantar yang ditempati hingga didirikan bangunan di atasnya tanpa izin merupakan perbuatan ilegal. Meskipun sudah belasan tahun bangunan tersebut berdiri dan tidak pernah diusir, pemilik aslinya tetap tidak memiliki hak atas tanah tersebut.

“Nggak boleh. Jadi kalau tiba-tiba ada tanah, terlihat nggak diurus, terlantar, terus tiba-tiba ada yang datang ngeklaim (sudah tinggal di sana) 10 tahun, 12 tahun, ya tetap aja dia nggak punya hak,” kata Oce saat ditemui seusai acara Media Gathering ‘Kinerja 2024 dan Outlook 2025’ di Bandung, Jumat (17/1/2025).

Ia menekankan cara memperoleh tanah yang sah di antaranya melalui jual-beli, hibah, waris, didapat dari reforma agraria, hingga permohonan ke negara. Jika kasusnya ia menempati tanah terlantar tanpa izin seperti tadi, kepemilikannya tetap tidak sah.

Oce mengingatkan kepada pemilik tanah sebisa mungkin untuk menjaga asetnya tetap aman. Minimal tanah tersebut memiliki sertifikat yang sah dan asli.
Lalu, tanah tersebut harus dimanfaatkan. Jangan sampai tanah tersebut menjadi lahan kosong yang hanya ditumbuhi rumput liar.

“Yang paling penting adalah tanahnya jangan diterlantarkan untuk meminimalisir potensi masalah. Karena di undang-undang itu ada namanya fungsi sosial tanah. Fungsi sosial itu maksudnya tanah kalau bisa produktif. Misalnya nggak harus bangunan, tapi kan bisa ditanami sayur-sayuran, pohon,” jelasnya.

Saran lainnya untuk menjaga tanah agar tidak diduduki orang lain adalah dengan memasang pagar di sekelilingnya.

“Pagar boleh atau sebaiknya sebenarnya digarap. Digarap misalnya pertanian, ditanami tumbuhan kan tidak harus setiap hari kan. Kayak pohon jati itu kan jangka waktunya lama. Duren misalnya,” ujarnya.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ponsel-Laptop Terendam Banjir? Buruan Selamatkan Pakai Beras!



Jakarta

Beberapa titik di Tangerang dan Bandung dilanda banjir beberapa hari ini. Sebagian lokasi banjir bahkan terjadi di perumahan.

Banjir yang menggenangi rumah tentu sangat menjengkelkan. Apalagi jika air banjir merusak barang elektronik berharga seperti ponsel, laptop, televisi dan lainnya.

Jika kondisi ini terjadi segera ditangani, sebab kalau tidak akan rusak dan tak lagi bisa dipakai. Namun tenang, ada cara cepat yang bisa menyelamatkan barang elektronik yang terlanjur jadi korban banjir. Bahannya cukup sederhana, yaitu beras!


Sifat beras dipercaya bisa menyerap air dan kelembapan dengan cepat. Begini cara menyelamatkan barang elektronik yang terkena air dengan beras:

1. Jangan Dinyalakan

Hal pertama yang harus kamu lakukan saat barang elektronik terkena air adalah tidak menyalakannya atau putuskan semua sambungan listrik ke barang tersebut. Jangan coba menghidupkannya dulu, karena aliran listrik yang ada pada perangkat yang terkena air akan menimbulkan korsleting dan berujung pada rusaknya komponen pada barang tersebut.

2. Buka penutup

Buka penutup perangkat. Hal ini ditujukan agar kamu bisa mengetahui sejauh mana air masuk ke dalam komponen perangkat. Selain itu, dengan dibukanya penutup perangkat, proses pengeringan bisa lebih cepat. Bila perangkat kamu terdapat baterai seperti ponsel, lepaskan juga baterai dari perangkat tersebut.

3. Rendam perangkat dengan beras

Ambil beras secukupnya ke dalam wadah dan masukan barang elektronik ke dalam wadah tersebut. Pastikan seluruh bagian perangkat tersebut tertutup beras dan biarkan hingga 24 jam.. Apabila setelah itu masih bermasalah, segera masukan kembali ke dalam beras untuk 24 jam berikutnya. Ingat, jangan dulu menyalakan perangkat hingga benar-benar kering.

4. Gunakan Silica Gel

Silica Gel terkenal sebagai zat penyerap lembab yang baik. Kamu dapat mencoba menggunakan benda ini dengan cara yang sama seperti menggunakan beras.

5. Jangan pakai hair dryer atau jemur ponsel di bawah sinar matahari langsung

Cara ini mungkin terlihat instan dan menjanjikan dalam proses pengeringan. Namun perlu kamu ketahui, suhu yang tinggi dapat merusak sebagian komponen dari perangkat kamu.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Jurus Lindungi Lahan agar Tak Diduduki Ormas


Jakarta

Lahan kosong kerap menjadi sasaran asal klaim oleh oknum tak bertanggung jawab. Baru-baru ini muncul modus baru di mana oknum tersebut mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu.

Tentu masalah ini merepotkan karena cara mengatasinya tidak semudah dengan mengusir tamu tak diundang.

Pengacara properti Muhammad Rizal Siregar mengatakan ormas perlu ditindak tegas dan diberantas melalui upaya hukum. Untuk mencegah ormas mendekati lahan kita, terutama lahan kosong, berikut yang harus kita lakukan.


1. Pastikan Memiliki Sertifikat Tanah

Aset berharga seperti tanah pasti memiliki sertifikat tanda kepemilikan yang statusnya berkekuatan hukum. Jika tanah itu milik perseorangan, tanda kepemilikannya adalah SHM. Jika tanah tersebut milik negara bentuk HPL.

2. Jangan Asal Usir Ormas, tapi Laporkan

Apabila mendapati tanah sudah diduduki ormas, sebaiknya tanyakan dulu kepentingan mereka atas tanah tersebut. Cek pula sertifikat yang dimiliki. Baru setelah itu, laporkan ke pihak berwajib jika kamu mendapati hal mencurigakan, terutama ketika ormas menolak memperlihatkan sertifikat tanah.

Rizal mengatakan polemik terkait pendudukan tanah bisa masuk ke ranah pidana dan perdata.

Masuk ke ranah pidana apabila adanya pelanggaran pendudukan aset milik orang lain, perusakan pada aset tersebut, atau pemakaian tanpa izin. Sementara pelanggaran yang masuk ke ranah perdata seperti seperti pemalsuan hak milik.

Kemudian, sebaiknya hindari mengusir oknum tersebut apalagi hingga membuat keributan. Sebab, banyak kasus pengusiran ormas justru disebut melanggar hak asasi manusia (HAM).

3. Pasang Plang

Rizal menyarankan untuk memasang plang tanda kepemilikan atas lahan sehingga tidak sembarangan orang berani mengklaim tanah tersebut.

“Situasi plang yang sudah ditancap di situ itu kan bagian dari proses kepemilikan,” kata Rizal kepada detikProperti, Sabtu (24/5/2025).

4. Pasang Pagar dan Jadikan Lahan Aktif

Saran lainnya dari Pakar Hukum UGM sekaligus Tenaga Ahli Badan Bank Tanah, Oce Madril, untuk menjaga tanah agar tidak diduduki orang lain adalah dengan memasang pagar di sekelilingnya dan menggunakannya sebagai lahan yang produktif.

“Pagar boleh atau sebaiknya sebenarnya digarap. Digarap misalnya pertanian, ditanami tumbuhan kan tidak harus setiap hari kan. Kayak pohon jati itu kan jangka waktunya lama. Duren misalnya,” ujarnya saat ditemui seusai acara Media Gathering ‘Kinerja 2024 dan Outlook 2025’ di Bandung, Jumat (17/1/2025) lalu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Lebaran, Kebun Binatang Bandung Tetap Buka



Bandung

Bandung tetap favorit sebagai tempat libur Lebaran. Salah satu tempat wisatanya, Kebun Binatang Bandung, tetap buka saat lebaran.

Menghadapi libur Lebaran kali ini, Bunbin Bandung terus berbenah, mulai dari merenovasi kandang satwa, menambah kandang satwa, serta menambah koleksi satwa, salah satunya kura-kura sulcata.

Kandang baru kura-kura yang berasal dari gurun di Afrika ini posisinya tidak jauh dari kandang buaya dan reptile lainnya yang menjadi koleksi Bunbin Bandung.


“Besok, di hari Lebaran buka dari pukul 10.00-17.00 WIB, untuk tiket Rp 65 ribu per orang,” kata Humas Bandung Zoo Sulhan Safi’i kepada detikJabar, Selasa (9/4/2024).

“Kandang dan satwa baru kita, terakhir komplek kura-kura sulcata, kura-kura terbesar nomor dua di dunia,” tambah Aan sapaan Sulhan.

Aan juga menyebut, komplek kandang gajah juga turut dilakukan renovasi menjadi lebih nyaman. Harapannya membuat pengunjung semakin betah saat berkunjung ke kandang gajah.

“Kandang gajah sekitar 1.000 meter persegi, treknya juga baru,” ujarnya.

Selain itu, ada wahana sepeda listrik dan area foto-foto dengan satwa seperti burung, ular, hingga binturong itu. “Untuk pertunjukan satwa tetap dua kali, pukul 11.00 dan 14.00 WIB,” ucapnya.

Aan berharap dengan ditambahnya kandang satwa di Bunbin Bandung bisa buat para pengunjung senang. “Silakan datang ke sini, hati Lebaran buka pukul 10.00 WIB, hari seterusnya buka pukul 08.00 WIB dan tutup sama pukul 17.00 WIB,” tuturnya.

Aan menambahakan, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan sekitar 3.500 pengunjung hingga 12 hari ke depan setelah Lebaran. “Target wisatawan secara keseluruhan 35 ribu orang,” pungkasnya.

***

Baca berita selengkapnya di sana.

(bnl/bnl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Ngopi Bonus Suara Menenangkan Gemericik Air Sungai di River Deck



Bandung

Bosan dengan kafe-kafe yang ada di Bandung? Kamu suka dengan nuansa alam? Salah satu kafe yang berada di pinggiran Bandung ini bisa jadi alternatifnya. Kafe River Deck yang berada di kawasan Gunung Puntang ini memiliki pemandangan yang bisa menenangkan pikiran.

Dari Kota Bandung, jarak tempuh ke kafe River Deck ini hanya memakan waktu kurang lebih satu jam. Setelah menemukan gerbang masuk kawasan Taman Kop Guntang, Gunung Puntang, traveler tinggal membayar tiket masuk area tersebut.

Untuk satu orang pengunjung harus membayar sekitar Rp 25.000 dan jika kamu membawa kendaraan akan dikenai biaya Rp 7.000 untuk motor, serta Rp 12.000 untuk mobil. Setelah membayar tiket masuk, langsung saja ikuti petunjuk yang sudah ada disepanjang jalan.

Tak jauh dari gerbang masuk, traveler bakal langsung menemukan kafe estetik ini. Pemandangan yang asri di tengah hutan dengan pepohonan yang lebat menjadi asupan untuk mata selama perjalanan menuju lokasi dan saat di lokasi.

Kafe River Deck di BandungKafe River Deck di Bandung (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Aliran sungai juga jadi dambaan pengunjung yang datang ke kafe ini, mereka bisa dengan bebas untuk bermain di aliran sungai tersebut. Keseruan pun tercipta di antara mereka, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Lokasi kafe River Deck ini masih dalam area Taman Kopi Guntang, sehingga sangat pas sekali jika kamu ingin menghabiskan waktu bersama teman atau keluarga sambil menikmati kopi di tengah alam.

Untuk harga yang ditawarkan oleh kafe ini, tak bisa juga disebut murah. Tapi untungnya kafe ini masih memiliki daya tarik yang mampu meredam rasa perih saat membayar, selain itu rasa makanan yang disuguhkan juga cukup untuk membuat perut kenyang nikmat.

“Harganya sebenernya nggak bisa dibilang murah, mie instan aja dibanderol Rp 30.000. Tapi, tetep worth it buat datang ke sini karena harga mahalnya bisa terbayarkan sama pemandangan yang bagus banget. Cocok banget kalo lagi pengen refreshing,” ujar Anas salah satu pengunjung kafe River Deck.

Ia bersama suaminya jauh-jauh dari daerah Ujung Berung datang ke sini hanya untuk menikmati nuansa kafe yang berada di kawasan hutan ini. Jarak tak menjadi hambatan untuk keduanya menerjang kemacetan Kota Bandung.

Di masa libur panjang ini jadi momen mereka untuk mencoba menikmati sarapan di River Deck, matahari seakan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menikmati situasi kafe tanpa merasa tersengat. Konsep outdoor yang kafe ini bawakan begitu cocok dengan perpaduan nyanyian dari alam.

Buat kamu yang penasaran dengan menikmati kopi di tengah hutan, langsung aja datengin River Deck di kawasan Taman Kopi Guntang ini.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Melihat Kue Keranjang khas Imlek Dibuat di Toko Legendaris Bandung



Bandung

Suasana Imlek sudah mulai terasa di beberapa kota, termasuk di Bandung. Traveler yang mau belanja kue keranjang, bisa mampir ke toko legendaris ini.

Toko Asli Tek Kie TQ yang berada di Jalan Pajagalan, Astanaanyar, Kota Bandung bisa dibilang legend kalau soal kue keranjang.

Toko kue ini menjelang Imlek cukup ramai diserbu pembeli. Pembeli kue khas Imlek itu keluar masuk toko secara silih berganti.


Kami berkesempatan mengunjungi tempat produksi kue keranjang tersebut. Siapa sangka, suasana di tempat produksi cukup ramai dan belasan pegawai tampak sibuk dengan aktivitasnya.

Ada yang membuat adonan, mencetak, memasukkan ke oven, mengemas, menggunting sisa plastik, memberi label hingga memasukkan ke dalam kardus untuk di pasaran.

Menjelang Tahun Baru Imlek, ribuan pak kue keranjang diproduksi setiap harinya. Pabrik ini sudah beroperasi sejak tahun 1940. Hal tersebut dibenarkan oleh sang pemilik sekaligus Owner Toko Asli Tek Kie TQ Vincent Rulianto.

“Mendekati Imlek bisa sampai 2 ton per hari, sekitar 4-5 ribu pis per hari dengan proses pembuatan sekitar 18 jam,” kata Vincent.

Vincent menyebut, tak hanya di Kota Bandung, kue keranjang yang diproduksi di tempatnya juga dijual di kota-kota besar di Jawa Barat seperti Cirebon, hingga ke wilayah Jakarta.

Dia mengatakan, usaha kue keranjang ini merupakan warisan dari buyutnya, diturunkan ke kakaknya Tek Siong, lalu ke ayah Benny Ruslianto dan saat ini oleh dirinya. Menurut Vincent, eksistensi kue keranjang menjelang Imlek terus naik.

“Makin terkenal, inikan makanan khas Imlek, mau yang merayakan atau tidak semua mengenalnya,” ujarnya.

Menengok tempat produksi kue keranjang di Toko Asli Tek Kie TQ, Astanaanyar, Kota Bandung.Menengok tempat produksi kue keranjang di Toko Asli Tek Kie TQ, Astanaanyar, Kota Bandung. Foto: Wisma Putra/detikJabar

Apalagi, pada momen Imlek kue keranjang kerap dibawa untuk sembahyang atau berdoa. Ada juga yang menganggap jika kue keranjang simbol keluarga harmonis dan lengket.

“Ini makanan khas, ciri khas yang harus ada, kalau Lebaran ketupat, Imlek kue keranjang,” ucapnya.

Untuk momen Imlek tahun ini, 40 hingga 50 ribu pak kue keranjang dapat dibuat di tempat produksinya. Kue keranjang itu dapat di pesan atau datang langsung ke tokonya. Selain itu, bisa dibeli satuan atau pesanan besar seperti untuk perusahaan.

“Rasa ada original, pandan dan kulit jeruk. Ukuran 330 gram, 500 gram dan 1 kilogram. Harga Rp 20 hingga Rp 50 ribu, pesanan banyak dari H-10. Harapan tahun ini semoga lancar, penjualan semoga bagus,” pungkasnya.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Spot Nikmati Suasana Jawa-Bali di Bandung, Ada Pura Tengah Danau



Kabupaten Bandung Barat

Bandung memiliki segudang destinasi wisata unik dan menarik untuk disinggahi. Mulai dari taman bermain, tempat nongkrong estetik, hingga salah satu yang menarik adalah taman dengan sentuhan Jawa-Bali dengan pura di tengah danau.

Adalah Taman Lembah Dewata, sebuah taman yang berlokasi di sebuah lembah kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Taman ini menarik perhatian karena memiliki nuansa yang agak berbeda jika dibanding wisata di area ini.

Sentuhan Bali tersebut begitu mencolok dengan berbagai ornamen yang ada. Sedari awal memasuki kawasan, traveler akan disuguhi oleh gapura khas Bali pada gerbang masuk. Lalu, memasuki area, traveler akan menemui aneka pohon yang dikenakan sarung khas Bali, hingga aneka patung seperti patung Nakula Sahadewa, hingga Pandawalima.


Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungPura di Taman Lembah Dewata, Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Selain itu, yang paling membuatnya mirip dengan suasana Bali adalah adanya pura di tengah danau yang mirip seperti di Bedugul, Bali. Ornamen ini juga yang menjadi daya tarik memanjakan mata dan cocok untuk swafoto.

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungReplika candi mini di Taman Lembah Dewata, Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Namun, selain nuansa Bali, dihadirkan pula nuansa khas Jawa lewat adanya replika mini candi. Spot ini juga jadi langganan para pengunjung swafoto.

“Taman lembah dewata ini kita mengusung budaya Nusantara Jawa-Bali, di mana kalau tamunya datang ke sini di awal sudah ada ornamen candi yang itu Jawa banget, lalu di tengahnya ada pura, terus ada patung-patung juga yang mana patungnya ini dari kisah pewayangan zaman dulu,” kata Manager Marketing Communication Taman Lembah Dewata, Den Yovi, kepada detikTravel di lokasi, Sabtu (6/1/2024).

Selain memiliki panorama pemandangan lembah yang dikelilingi pegunungan dan sebuah danau, adanya sentuhan Jawa-Bali di sini disebut menjadi keunikan tersendiri. Yovi mengklaim bahwa ornamen budaya di Taman Lembah Dewata menjadi satu-satunya di antara deretan spot wisata di Lembang.

“Justru kalau yg menarik perhatian di sini itu dengan sih konsep budaya tadi. Kenapa kita mengusung konsep budaya karena mungkin sebagian besar di bandung barat ini utamanya lembang didukung dengan alamnya ya. Selain itu dia punya budaya mana, tema mana, mungkin satu-satunya yang mengusung tema Nusantara di Lembang baru taman lembah Dewata,” ujar dia.

Taman Lembah Dewata Lembang, Bandung BaratBerkuda di Taman Lembah Dewata Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Berkunjung ke sini, traveler bisa menikmati berbagai wahana juga hiburan. Terdiri dari wahana mobil pengantar yang dikemas layaknya kereta, sepeda air, berkuda, memberi makan hewan, hunting foto, hingga berpiknik estetik. Tentunya, berpiknik di hamparan rumput hijau dengan pemandangan pura di tengah danau menjadi pemandangan yang sip untuk diabadikan.

Untuk biaya masuk yakni Rp 20 ribu (weekday) dan Rp 25 ribu (weekend). Jam buka yakni pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB.

(wkn/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Taman Lembah Dewata, Nuansa Bali Sajikan Pemandangan dan Edukasi Kultur



Kabupaten Bandung Barat

Taman Lembah Dewata menyorot perhatian banyak wisatawan karena punya pemandangan mirip Bedugul, Bali. Namun, tak hanya sajikan pemandangan, tempat ini juga tawarkan edukasi kultur.

Jika berkunjung ke Lembang, Bandung Barat, mungkin Taman Lembah Dewata menjadi tempat yang sulit untuk tidak disinggahi. Hal itu lantaran tempat ini menyajikan pemandangan alam yang indah karena terletak di lembah, serta ornamen khas Bali lewat adanya pura di tengah danau, mirip seperti di Bedugul.

Selain pura yang mirip seperti di Bedugul, ornamen Bali lainnya juga dihadirkan lewat air mancur patung barong, hingga pepohonan yang diberikan sarung khas Bali.


Namun, selain aksen Bali, ternyata dihadirkan pula aksen Jawa lewat miniatur candi hingga patung-patung dalam kisah pewayangan. Ada patung Rama-Shinta hingga Pandawa Lima.

“Taman Lembah Dewata ini kita mengusung budaya Nusantara Jawa-Bali, di mana kalau tamunya datang ke sini di awal sudah ada ornamen candi yang itu Jawa banget, lalu di tengahnya ada pura, terus ada patung-patung juga yang mana patungnya ini dari kisah pewayangan zaman dulu,” terang Manager Marketing Communication Taman Lembah Dewata, Den Yovi, kepada detikTravel di lokasi, Sabtu (6/1/2024).

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungTaman Lembah Dewata, Lembang, Bandung (Weka Kanaka/detikcom)

Yovi menyebut diangkatnya budaya dalam tempat wisata ini selain menjadi ornamen yang khas, juga bertujuan untuk edukasi kepada para wisatawan.

“Istilahnya kita mengangkat tentang budaya di situ juga ada tulisan-tulisan, ada fun fact juga terkait apa sih makna dari puranya, apa sih makna dari patungnya. Jadi istilahnya tamu nggak cuman melihat ini dewata Bali, tapi istilahnya mereka tahu juga oh budaya yang diusung itu ada infonya,” terangnya.

“Kita mengambil tema budaya Indonesia karena kita mendukung Bandung itu beauty Parahyangan, jadi selain beauty dari alamnya kita juga mengusung beauty tentang budayanya,” lanjutnya.

Ia menjelaskan terkait dihadirkan nuansa Jawa-Bali di Lembang ini karena tak terlepas dari Bumi Parahyangan yang disebut sebagai tempat berkumpulnya para dewa.

“Sebetulnya kita itu dulunya Bandung Parahyangan, tempat berkumpulnya para dewa. Makanya kita berikan taman lembah Dewata, jadi sebenarnya Dewata bukan semata-mata mengusung Bali, tapi dewatanya itu dari Dewa, karena kita di lembah, makanya ada dewata. Kata lain dari hyang itu dewa, makanya kita ambil Taman Lembah Dewata,” tuturnya.

Berkunjung ke sini, traveler dapat melakukan berbagai aktivitas menarik, misalnya hunting foto, berinteraksi dengan hewan seperti kuda hingga alpaca, piknik, hingga berburu kuliner.

Biaya masuk cukup terjangkau yakni Rp 20 ribu weekday dan Rp 25 ribu weekend. Buka pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

(wkn/wkn)



Sumber : travel.detik.com

Tugu Juang Siliwangi, Nasibmu Kini….



Bandung

Tugu Juang Siliwangi nasibnya memprihatinkan. Usang dan terlupakan. Padahal, tugu ini adalah saksi bisu perjuangan warga Bandung Selatan. Bagaimana kisahnya?

Tugu Juang kini telantar di tengah hiruk-pikuknya kehidupan masyarakat Bandung Selatan. Monumen ini diresmikan Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi dan Letnan Jenderal TNI Raden Himawan Soetanto pada 20 Mei 1975.

Bangunan yang didirikan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional itu, dibuat untuk mengenang para pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.


Namun saat ini, banyak sampah memenuhi area sekitar tugu. Ada pula coretan-coretan di dinding monumen, tingginya semak belukar yang menutupi monumen, hingga oknum-oknum yang sering menaiki area patung pejuang.

Bangunan setinggi 20 meter ini, mempunyai simbol kujang di atasnya. Menurut budaya Indonesia, kujang merupakan senjata tradisional masyarakat Jawa Barat (Sunda) yang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis.

Dalam hal ini, Tugu Juang Siliwangi mempunyai nilai sakral akan peristiwa sejarah saat itu. Adanya Tugu Juang Siliwangi berhubungan dengan terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api.

Menurut pengamat sejarah, Drs. Andi Suwirta, M.Hum. menuturkan bahwa pada masa revolusi, musuh Indonesia bukan hanya Belanda, tetapi tentara sekutu dari negara Inggris.

Tugu Juang Siliwangi di Baleendah, Kabupaten Bandung.Tugu Juang Siliwangi di Baleendah, Kabupaten Bandung. Foto: Dok. Pribadi

Tentara sekutu menduduki kota-kota besar di Indonesia, salah satunya Kota Bandung. Pada masa itu, kebijakan politik pemerintah pusat mengharuskan Kota Bandung untuk melakukan diplomasi dengan sekutu, dengan membantu tugas tentara sekutu untuk mengembalikan tentara Jepang yang kalah perang ke negaranya.

“Pada saat itu, tentara sekutu mengatakan bahwa mereka mendapatkan gangguan dari laskar-laskar, dari kekuatan-kekuatan yang nampaknya ingin mengajak perang. Karena itu, Bandung harus dikosongkan dari laskar-laskar atau para pemuda ekstrimis supaya mereka mau menyingkir ke luar Kota Bandung. Supaya Bandung menjadi kota yang aman karena tentara sekutu mau memulangkan tentara Jepang,” kata Andi Suwirta, Kamis (14/12) lalu.

Kondisi Terkini Tugu Juang Siliwangi

Di bawah menjulangnya Tugu Juang, terdapat lima patung tanpa identitas yang mengenakan pakaian pejuang. Kelima patung tersebut menghadap ke Jalan Dipatiukur dan di salah satu patungnya menunjuk ke arah Dayeuhkolot.

Kini kondisi kelima patung tersebut memprihatinkan, terdapat bagian-bagian patung yang hilang, seperti tangan dan kepala patung yang tidak sempurna. Cat yang sudah memudar, serta air kolam pun sudah menguning.

“Tugu ini juga tidak ada yang menjaga, sehingga orang bisa keluar masuk dengan bebas, sampai-sampai banyak dijadikan tempat yang tidak-tidak,” ujar Elsa (21), warga setempat, Jumat (22/12).

Elsa (21), warga yang tinggal di sekitar Tugu Juang Siliwangi juga merasakan keprihatinan akan kondisi monumen perjuangan yang sudah tidak terawat.

“Saya tidak banyak mengetahui mengenai sejarah di balik dibangunnya Tugu Juang Siliwangi, tetapi saya melihat tugu tersebut banyak sampah, ditempati gelandangan, dan sesekali ramai di hari Minggu karena ada Pasar Minggu”, tuturnya.

Hari, saksi sejarah Tugu Juang Siliwangi yang lahir dari keluarga pejuang di zaman dahulu juga menyesalkan Tugu Juang Siliwangi yang kurang terpelihara, terutama oleh masyarakat setempat.

“Apalah daya dibangunnya tugu, jika tidak dipelihara baik. Tidak sampai arti-arti perjuangan di dalamnya,” tutup Hari.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com