Tag Archives: bandung barat

Spot Nikmati Suasana Jawa-Bali di Bandung, Ada Pura Tengah Danau



Kabupaten Bandung Barat

Bandung memiliki segudang destinasi wisata unik dan menarik untuk disinggahi. Mulai dari taman bermain, tempat nongkrong estetik, hingga salah satu yang menarik adalah taman dengan sentuhan Jawa-Bali dengan pura di tengah danau.

Adalah Taman Lembah Dewata, sebuah taman yang berlokasi di sebuah lembah kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Taman ini menarik perhatian karena memiliki nuansa yang agak berbeda jika dibanding wisata di area ini.

Sentuhan Bali tersebut begitu mencolok dengan berbagai ornamen yang ada. Sedari awal memasuki kawasan, traveler akan disuguhi oleh gapura khas Bali pada gerbang masuk. Lalu, memasuki area, traveler akan menemui aneka pohon yang dikenakan sarung khas Bali, hingga aneka patung seperti patung Nakula Sahadewa, hingga Pandawalima.


Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungPura di Taman Lembah Dewata, Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Selain itu, yang paling membuatnya mirip dengan suasana Bali adalah adanya pura di tengah danau yang mirip seperti di Bedugul, Bali. Ornamen ini juga yang menjadi daya tarik memanjakan mata dan cocok untuk swafoto.

Taman Lembah Dewata, Lembang, BandungReplika candi mini di Taman Lembah Dewata, Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Namun, selain nuansa Bali, dihadirkan pula nuansa khas Jawa lewat adanya replika mini candi. Spot ini juga jadi langganan para pengunjung swafoto.

“Taman lembah dewata ini kita mengusung budaya Nusantara Jawa-Bali, di mana kalau tamunya datang ke sini di awal sudah ada ornamen candi yang itu Jawa banget, lalu di tengahnya ada pura, terus ada patung-patung juga yang mana patungnya ini dari kisah pewayangan zaman dulu,” kata Manager Marketing Communication Taman Lembah Dewata, Den Yovi, kepada detikTravel di lokasi, Sabtu (6/1/2024).

Selain memiliki panorama pemandangan lembah yang dikelilingi pegunungan dan sebuah danau, adanya sentuhan Jawa-Bali di sini disebut menjadi keunikan tersendiri. Yovi mengklaim bahwa ornamen budaya di Taman Lembah Dewata menjadi satu-satunya di antara deretan spot wisata di Lembang.

“Justru kalau yg menarik perhatian di sini itu dengan sih konsep budaya tadi. Kenapa kita mengusung konsep budaya karena mungkin sebagian besar di bandung barat ini utamanya lembang didukung dengan alamnya ya. Selain itu dia punya budaya mana, tema mana, mungkin satu-satunya yang mengusung tema Nusantara di Lembang baru taman lembah Dewata,” ujar dia.

Taman Lembah Dewata Lembang, Bandung BaratBerkuda di Taman Lembah Dewata Lembang, Bandung Barat. (Weka Kanaka/detikcom)

Berkunjung ke sini, traveler bisa menikmati berbagai wahana juga hiburan. Terdiri dari wahana mobil pengantar yang dikemas layaknya kereta, sepeda air, berkuda, memberi makan hewan, hunting foto, hingga berpiknik estetik. Tentunya, berpiknik di hamparan rumput hijau dengan pemandangan pura di tengah danau menjadi pemandangan yang sip untuk diabadikan.

Untuk biaya masuk yakni Rp 20 ribu (weekday) dan Rp 25 ribu (weekend). Jam buka yakni pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB.

(wkn/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Melihat Wajah Baru Alun-alun Lembang Usai Dipugar



Bandung Barat

Traveler bila liburan ke Lembang, bisa nih melihat wajah baru Alun-alum Lembang yang baru saja dipugar. Dana yang dipakai untuk menciptakan wajah baru ini mencapai Rp 6 miliar lho.

Penantian panjang masyarakat Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) untuk memiliki alun-alun yang lebih bagus dari sebelumnya akhirnya tuntas. Alun-alun Lembang baru saja diresmikan oleh Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif pada Jumat (8/12/2023) usai dipugar sejak pertengahan Mei 2023.

Ada beragam fasilitas di ruang publik itu, seperti taman beralas rumput sintetis, lapangan basket, skatepark, playground, serta pelataran yang berisi informasi soal landmark di kawasan Lembang.


“8 Desember 2023 ini, (Alun-alun Lembang) sah kita buka untuk umum. Sebagai meeting point masyarakat, makanya kita kasih fasilitas untuk semua,” kata Arsan Latif usai peresmian Alun-alun Lembang.

Wajah baru Alun-alun LembangWajah baru Alun-alun Lembang Foto: Whisnu Pradana

Nantinya, pengelolaan Alun-alun Lembang menjadi kewenangan Pemerintah Kecamatan Lembang. Ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) penggunaan dari Pemda KBB ke Kecamatan Lembang.

“Untuk memaksimalkan penggunaannya memang yang tepat mengelola dan mengawal ini (alun-alun) dari kecamatan. Oleh karena itu, hari ini telah kami serahkan SK penggunaan ke kecamatan,” kata Arsan.

Arsan mengultimatum agar pengunjung menjaga kebersihan dan segala fasilitas yang ada di Alun-alun Lembang. Ia melarang pengunjung merokok di area alun-alun.

“Ini kebanggaan Lembang, jadi harus dijaga dengan baik. Tidak ada yang merokok dan membuang sampah sembarangan, tidak mencorat-coret fasilitas di sini. Anggaran pengelolaan tentu nanti dari APBD,” kata Arsan.

Masyarakat Lembang terutama bocah-bocah berlarian kesana kemari di area taman bermain dan area rumput sintetis. Beberapa bocah bermain perosotan di area skatepark mengingat ada ramp dan bowl yang permukaannya licin.

Kendati senang dengan wajah baru Alun-alun Lembang, namun masyarakat menganggap keberadaan skatepark dinilai tak terlalu penting.

“Alhamdulillah sekarang lebih bagus, ada taman bermainnya, lapangan basket kecil. Cuma yang kurang pas itu skatepark, nggak ada yang main skateboard di Lembang. Mending diubah jadi taman bermain anak saja, yang sekarang terlalu kecil,” ujar Gunawan (40), salah seorang pengunjung Alun-alun Lembang.

Artikel ini telah tayang di detikJabar.

(sym/sym)



Sumber : travel.detik.com

Main ATV di Tengah Perbukitan dan Gerimisnya Lembang, Syahdu tapi Menantang



Bandung Barat

Lembang, dikenal sebagai kawasan perbukitan yang menawan. Tak ayal, tempat ini juga begitu asyik sebagai wahana mengendarai ATV.

detikTravel berkesempatan mengendarai ATV di Noah’s Park, Lembang. Di sini, kami mengendarai jalur yang tak mudah dengan jarak 2 kilometer.

Hujan mulai turun ketika kami berkunjung Sabtu (6/1/2024). Hujan ringan membasahi kawasan ini sedari siang hingga sore hari. Tak ayal ini menjadi tantangan tersendiri untuk kami yang akan melalui trek perbukitan yang dipenuhi tanah.


Sebelum menaiki ATV, kami dipersilahkan untuk menunggu antrian. Saat itu, antrian cukup mengular. Belakangan itu kami ketahui karena pengunjung menunggu kedatangan pengendara ATV yang kesulitan melalui jalur ketika hujan.

Sembari menunggu kami diarahkan untuk menggunakan jas hujan. Namun sayang, jas hujan yang tersedia hanyalah bagian atas saja, sehingga traveler yang ingin menggunakan jas hujan secara lengkap mesti membeli jas hujan dengan setelan atas bawah seharga Rp 10 ribu.

Kami pun menggunakan jas hujan dengan setelan atas bawah untuk mengantisipasi cipratan berlebihan, mengingat kami tidak membawa pakaian ganti dan nampaknya salah kostum dengan menggunakan celana berwarna krim.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya giliran kami tiba. Kami langsung menggunakan helm dan menaiki ATV. Berbekal pengalaman mengendarai ATV sebelumnya ketika melintasi belantara Pulau Payung, Kepulauan Seribu, saya pun jadi tahu sedikit cara kerjanya. Lantas saya pun langsung mengetes fungsi-fungsi dari ATV tersebut.

Mulai dari gas yang menempati posisi starter jika di kendaraan motor, atau sela untuk menyalakan ataupun untuk memasukkan gigi mundur. Tak ketinggalan pula kedua rem tangan. Sudah mantap, kami langsung menuruni jalan terjal dengan tanah basah.

Berbeda dengan pengalaman menyusuri belantara Pulau Payung, pada area ini memang khusus dirancang untuk jalur ATV, sehingga jalurnya pun dikemas dengan menantang.

Hujan rintik yang konsisten membasahi tanah membuat banyak jalur pun belok. Di beberapa tikungan kami pun nyaris kehilangan keseimbangan. Sontak membuat kami sempat menurunkan kaki dengan maksud menjaga keseimbangan. Namun, aksi tersebut dinilai membahayakan dan membuat petugas mesti mengingatkan kami jika hal itu tidak diperbolehkan.

Noah's Park menyimpan berbagai aktivitas menarik.Menjajal ATV di Noah’s Park Lembang. (Weka Kanaka/detikcom)

Lantaran jalan yang belok dan licin membuat laju ATV sulit dikendalikan. Bahkan di beberapa titik pun kami tertahan dan mesti pandai memainkan rem dan gas. Setelah beberapa lama akhirnya kami pun bertemu dengan rombongan pengendara sebelumnya yang tertahan. Rombongan itu yang telah lama dinanti oleh pengunjung lainnya. Mereka tertahan karena jalurnya menanjak dan licin.

Pada beberapa percobaan roda ATV seakan tidak menancap. Roda besar tersebut hanya bergulir dan mencipratkan tanah basah yang belok. Kami mesti berhati-hati dan menjaga jarak, kalau tidak, wajah kami tentunya penuh dengan lumpur.

Hingga akhirnya kami dengan pede untuk membalap rombongan tersebut. Jalur yang kami lalui sangat curam, dengan jurang di sisi kiri. Terlihat saat berada di tanjakan terdapat pula pengendara lain yang tertahan. Akhirnya kami membalap dengan hati-hati di sisinya.

Noah's Park menyimpan berbagai aktivitas menarik.Noah’s Park menyimpan wahana ATV yang menegangkan. (Weka Kanaka/detikcom)

Di tengah jalur yang menanjak kami pun sempat tertahan. Hal itu membuat ATV kami pun sempat tersundul oleh ATV peserta lain yang berusaha ngebut melalui lintasan tanjakan. Beruntung tidak ada luka ataupun korban pada aksi tersebut.

Di tengah kesulitan, beruntung beberapa petugas pun dengan sigap membantu mendorong untuk mengeluarkan ATV kami yang tertahan tanah basah. Hingga akhirnya tak terasa kami menuruni jalur terakhir yang begitu licin.

“Mau satu putaran lagi nggak a?,” tanya seorang petugas kepada kami.

“Enggak a, enggak, sudah cukup,” celoteh kami yang menahan ketegangan dan khawatir jalur semakin memburuk di tengah hujan.

Sesampainya di tempat pemberhentian yang sekaligus tempat pengunjung menunggu giliran, kami pun disambut heran oleh salah seorang pengunjung.

“Kok udah sampai duluan? Yang sebelum masnya udah dari tadi belum sampai?,” ujar pengunjung yang sedang menunggu giliran.

“Hehe sudah ahli begini pak. Enggak deng, memang jalurnya sulit dan perlu ancang-ancang. Beruntung kami mendapat ancang-ancang yang baik jadi agak cepat ngelaluinnya,” terang kami.

Kendati trek perjalanan hanya 2 km, tetapi perjalanan singkat ini sangat meningkatkan adrenaline. Mengingat jalur yang basah dan kontur perbukitan yang indah namun menantang.

Bagi traveler yang ingin menjajal aktivitas ini dapat berkunjung ke Noah’s Park. Taman bermain outdoor ini buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB (weekday) dan 08.00-17.00 WIB (weekend). Untuk biaya aktivitas ATV berkisar Rp 70 ribu sampai Rp 200 ribu.

(wkn/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Masih Ingat 8 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal Ini?


Jakarta

Masih ingatkah detikers dengan sejumlah tempat wisata Indonesia yang dulunya terkenal? Misalnya di Bandung ada Kampung Gajah Wonderland, kemudian Snowbay Waterpark di TMII.

Ternyata sekarang nasibnya sudah berubah drastis, tempat-tempat ini sudah tutup, terbengkalai, dan ada yang sudah tak berbekas. Mana sajakah tempat wisata tersebut? Simak artikel ini untuk mengetahui kabar dari tempat-tempat tersebut.

8 Tempat Wisata yang Dulunya Terkenal

Berdasarkan catatan detikcom, berikut ini 8 tempat wisata yang dulunya terkenal tetapi kini sudah tak lagi beroperasi:


1. Snowbay Waterpark di TMII

Snowbay Waterpark TMIISnowbay Waterpark TMII. (Putu Intan/detikcom)

Bagi anak-anak yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, dulu mungkin senang mengunjungi Snowbay Waterpark yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Terlebih jika akhir pekan, pasti tempat ini ramai.

Tapi semenjak ada pandemi COVID-19, taman wisata air ini terpaksa berhenti beroperasi. Setelah dua tahun tutup, tempat wisata ini tak lagi dibuka dan kondisinya terbengkalai.

Pada Januari 2022 lalu, detikcom sempat mengunjungi lokasi dan ternyata tempat itu dalam proses pembangunan untuk dialihfungsikan menjadi gedung parkir dan fasilitas penunjang lain untuk TMII.

2. Kampung Gajah Wonderland

Kampung GajahKampung Gajah. (Whisnu Pradana/detikJabar)

Kampung Gajah Wonderland berada di Jalan Sersan Bajuri, RT 03/07, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Tempat ini memiliki berbagai wahana permainan dan taman rekreasi air yang menarik para wisatawan.

Tempat rekreasi ini dibuka pada 2009, tetapi umurnya hanya sampai 9 tahun. Sejak 2018, Kampung Gajah Wonderland terpaksa tutup karena pailit.

Kala itu, harga tiket masuknya Rp 15 ribu saat weekday dan Rp 20 ribu saat weekend. Pengunjung harus membayar lagi jika ingin naik wahana. Tapi ada juga tiket terusan yang dibanderol Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Harga tersebut termasuk mahal dibandingkan tempat wisata serupa lainnya.

Tim detikJabar sempat mengunjungi lokasi tersebut tahun lalu. Beberapa bangunannya masih berdiri kokoh, tetapi sudah tak ada lagi patung-patung gajah yang menjadi ikon.

Tempat patung gajah itu kini difungsikan sebagai tempat untuk menjual tanaman yang dijalankan oleh warga setempat.

3. Taman Remaja Surabaya

taman remaja surabayaTaman Remaja Surabaya. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Taman Remaja Surabaya (TRS) menjadi salah satu tempat rekreasi kebanggaan warga Surabaya. Tempat ini sangat merakyat karena harganya terjangkau. Pengunjung dapat menikmati sekitar 20 wahana permainan.

Namun taman hiburan yang berdiri sejak 1971 itu ditutup karena kontrak kerja sama dengan pengelola sudah habis. Sempat ditutup sejak 2018, lokasi TRS kini dialihfungsikan oleh Pemkot Surabaya menjadi tempat konser dengan kapasitas 35-40 ribu.

4. Taman Festival Bali

Taman Festival BaliTaman Festival Bali. (dok. denpasarkota.go.id)

Taman Festival Bali pada 1997 adalah tempat wisata populer di kawasan Denpasar. Dulu tempat ini megah dan selalu menjadi tujuan wisata bagi siapa saja yang datang ke Bali.

Namun tempat ini sudah lama tutup dan terbengkalai, sehingga terkesan angker. Kondisi ini ternyata membuat sebagian orang penasaran dengan Taman Festival Bali. Mereka ingin melihat kehororan di sana dan menjadikannya sebagai tempat uji nyali.

Lokasinya mudah di akses, karena terletak di tepi pantai Padang Galak, Kesiman, Kota Denpasar, Bali.

5. Depok Fantasi Waterpark

Depok Fantasi WaterparkDepok Fantasi Waterpark. (dok. Tiket.com)

Depok Fantasi Waterpark juga dikenal dengan nama Aladin Waterpark. Tempat wisata air ini sebetulnya menjadi pionir rekreasi di Kota Depok. Tapi sayang, tempat ini kabarnya tutup akibat pandemi COVID-19.

Kini tak ada lagi sisa bangunan waterpark tersebut di Jalan Boulevard Grand Depok City, Depok, sebab lokasinya sudah rata dengan tanah karena digunakan untuk kompleks perumahan.

6. Hotel Gantung Purwakarta

Hotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran AnyarHotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran Anyar. (dok. Instagram @skylodge.indonesia)

Hotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar sempat viral hingga ke luar negeri karena tempat ini sangat unik. Hotel ini menggantung di tebing dengan ketinggian 500 mdpl atau 400 meter di atas tanah.

Untuk sampai ke hotel tersebut, pengunjung harus melalui tantangan, yaitu memanjat ke atas tebing melalui pijakan-pijakan yang telah dibuat, lalu meluncur dengan flying fox. Lokasinya berada di Gunung Parang, yaitu gunung batu andesit yang memiliki ketinggian 963 mdpl.

Namun hotel ini sudah tidak beroperasi sejak pandemi COVID-19. Tapi traveler juga bisa naik gunung atau panjat tebing di Gunung Parang.

7. Wonderia Semarang

Taman Wonderia SemarangTaman Wonderia Semarang. (Google Street View)

Taman atau wahana hiburan Wonderia adalah tempat wisata populer di Kota Semarang. Letaknya yang berada di jantung Kota Semarang pun membuatnya mudah ditemukan

Nahas, pada 15 November 2007, terjadi kecelakaan pada wahana permainan plane tower atau balon udara. Wahana tower plane tersebut jatuh dan mengakibatkan 16 orang luka-luka. Bahkan peristiwa serupa pernah terjadi pada Februari 2006.

Taman Wonderia Semarang itu kemudian ditutup pada 17 November 2007 hingga waktu yang tidak ditentukan. Ada kabar bahwa lokasi taman wisata Wonderia akan diubah menjadi hutan kota.

8. THR Sriwedari Solo

anjungan-anjungan di THR Sriwedari dibongkarTHR Sriwedari saat dibongkar. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Terakhir ada Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari di Solo. Tempat ini mirip dengan Taman Remaja Surabaya, yaitu taman hiburan dengan berbagai wahana anak.

Tak hanya permainan, THR Sriwedari juga menjadi tempat pementasan seni musik, mulai dari dangdut, lagu-lagu Koes Plus, hingga musik rock.

Tempat ini sangat populer karena berada di tengah kota dan terjangkau. Namun setelah 32 tahun beroperasi, tempat ini harus tutup karena kontrak pengelola dengan Pemkot Solo sudah habis.

THR Sriwedari kemudian diratakan dengan tanah untuk dijadikan masjid. Namun pembangunan masjid di Taman Sriwedari itu mangkrak karena masalah status kepemilikan tanah.

Itulah tadi 8 tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia yang dulunya terkenal, tetapi kini sudah tutup, terbengkalai, bahkan sudah tidak berbekas.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com