Tag Archives: bekas

Mending Beli Rumah Baru atau Renovasi Rumah Second? Ini Plus Minusnya



Jakarta

Dari tahun ke tahun harga rumah semakin mahal. Banyak orang yang akhirnya berfikir untuk membeli rumah bekas agar tabungan mereka cukup untuk membeli rumah daripada membeli rumah baru.

Hal tersebut biasanya hanya bayangan mereka dari melihat fenomena membeli barang bekas, harganya lebih murah dari barang baru. Namun, sebelum memutuskan lebih baik membeli rumah baru atau rumah bekas, harus diperhitungkan dengan matang.

Pengamat Properti Steve Sudijanto mengatakan jika tabungan terbatas, lebih baik membeli rumah bekas atau second karena lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Sebab, banyak penjual rumah ingin menjual rumah mereka secara cepat sehingga terkadang harganya di bawah pasaran.


“Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

Keuntungan dari membeli rumah bekas adalah lokasi bisa saja di tengah kota atau cukup dengan perkotaan. Berbeda dengan rumah baru yang sudah sulit untuk dibangun di tengah kota karena lahannya yang terbatas atau karena biaya bangunnya yang mahal.

Ia sangat menyarankan untuk mengambil rumah bekas di dekat perkotaan atau bahkan di dalam perkotaan jika tawaran tersebut ada dan sesuai dengan jumlah tabungan. Selain soal lokasi, ia juga meminta calon pembeli untuk membeli rumah dengan melihat fasilitas dan akses menuju rumah tersebut.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

Di balik kelebihan dari membeli rumah bekas, ada hal yang harus diperhatikan bahwa rumah bekas bisa saja kondisinya ada kerusakan. Kerusakan juga ada beberapa macam ada yang kerusakan secara struktural dan bagian permukaannya saja. Kerusakan yang membutuhkan perbaikan besar dan bisa saja hampir sama dengan membangun ulang adalah kerusakan pada struktur bangunan. Jadi sebelum tergiur, alangkah baiknya memeriksa kondisi rumah terlebih dahulu.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” pungkasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)

Sumber : www.detik.com

Alhamdulillah  Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad wa ahlihi wa ash habihi. ilustrasi gambar properti : unsplash.com / kenny eliason
ilustrasi gambar : unsplash.com / kenny eliason

8 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli Rumah Second


Jakarta

Membeli rumah tak harus dalam keadaan baru dan dari developer, tetapi bisa juga membeli bekas atau biasa disebut rumah second. Rumah ini bisa menjadi opsi bagi kamu yang ingin mencari hunian yang lebih terjangkau.

Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management, Steve Sudijanto mengatakan ada banyak keuntungan yang bisa didapat ketika membeli rumah second. Ia menjelaskan biasanya pemilik menjual rumahnya karena membutuhkan uang atau ingin pindah hunian, sehingga harga yang ditawarkan akan lebih murah dari pasaran.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membeli rumah second. Rumah yang sudah terpakai harus diperhatikan kelayakannya supaya tidak perlu menghabiskan terlalu banyak dana untuk perbaikan.


Tips Beli Rumah Second

1. Kondisi Rumah

Jika ingin membeli rumah second, pastikan untuk datang langsung untuk survei kondisi bangunan rumah. Jangan sampai komponen utama seperti struktur rusak, sehingga harus membangun ulang rumah.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” ujar Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

2. Kondisi Lingkungan

Bukan hanya bangunan rumah, calon pembeli harus mencari tahu kondisi lingkungan rumah. Mulai dari keamanannya, seberapa sering terjadi pencurian, perampokan, dan pertikaian. Lalu, bagaimana hubungan antara tetangga dan RT/RW.

Selain itu, perlu diketahui kalau rumah berpotensi atau kerap mengalami banjir. Salah satunya kalau lokasinya dekat aliran sungai.

3. Listrik

Perihal listrik, cari tahu apakah lingkungan rumah sering terjadi mati lampu. Kemudian, listrik yang digunakan prabayar atau pascabayar, yakni menggunakan token atau tidak. Penting juga mengetahui kalau ada tunggakan tagihan listrik yang dimiliki pemilik sebelumnya.

4. Pengelolaan Lingkungan

Selanjutnya, cari tahu biaya-biaya yang harus dibayar kalau tinggal di rumah tersebut, seperti iuran pengelolaan lingkungan. Lalu, cari tahu apakah ada masalah terkait pengelolaan yang biasa terjadi, seperti sampah sering kali tidak diambil hingga menumpuk.

5. Akses dan Fasilitas

“Lingkungannya itu dekat dengan fasilitas apa saja. Yang paling utama transportasi umum, dekat tol, atau sarana transportasi yang lain, (seperti) KRL, LRT, MRT, sarana belanja, (dan) sekolah,” katanya.

Ia menyebut sekolah menjadi aspek paling utama. Sebaiknya rumah tidak terlalu jauh dari sekolah, serta pertimbangkan juga kualitas sekolahnya.

6. Kelengkapan Surat

Apabila sudah merasa senang dengan pilihan rumah, pastikan semua dokumen terkait jual-beli dan pemilikan rumah sudah lengkap dan asli. Konsultasikan dan periksa kelengkapan dokumen kepada notaris, seperti Akta Jual Beli (AJB) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Lalu, ketahui kalau rumah yang dibeli berstatus waris atau tidak. Rumah bisa dikatakan berstatus waris pemilik terdahulu pasangan suami istri yang salah satunya telah meninggal dunia.

“Kalau membeli rumah waris, itu harus ada akte waris. Tapi kalau membeli yang bukan statusnya waris itu lebih aman karena tidak membutuhkan ahli waris,” jelasnya.

7. Pembayaran

Selanjutnya, tentukan cara pembayarannya baik cash atau menyicil. Jika ingin mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sebaiknya memilih rumah yang dibangun oleh pengembang papan atas.

“Bank mau lokasi atau perumahan dari developer papan atas. Kalau bukan developer papan atas, bank tidak akan mengucurkan pinjaman karena rumah second, lebih selektif,” imbuhnya.

8. Biaya Renovasi

Terakhir, pertimbangkan dan persiapkan pengeluaran untuk renovasi rumah. Mungkin ada beberapa hal yang perlu diperbaiki atau ingin diubah pada rumah, misalkan untuk kamar mandi, lampu, dan kabel.

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ini Kelebihan dan Kekurangan Beli Rumah Second yang Wajib Kamu Tahu


Jakarta

Ada banyak rumah yang tersedia di pasaran mulai dari yang bekas hingga yang masih baru. Kalau kamu sedang mencari hunian terjangkau, kamu bisa mempertimbangkan rumah bekas atau biasa disebut rumah second.

Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, membeli rumah bekas memiliki banyak keuntungan. Akan tetapi, pembeli harus teliti dalam memilih dan merencanakan pembelian rumah second.

Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan membeli rumah second? Yuk, simak penjelasan berikut ini.


Kelebihan Beli Rumah Second

1. Harga Rumah Lebih Terjangkau

Membeli rumah second atau bekas bisa menjadi opsi menarik bagi yang sedang mencari rumah yang harganya lebih terjangkau. Penjual biasanya ingin rumahnya cepat terjual, sehingga mematok harga yang lebih murah dari pasaran.

“Rumah second itu pasti dijual karena orangnya pengin pindah ke luar kota atau membutuhkan uang. Kalau pun dia mau pindah ke rumah lebih baik, pasti kan dia membutuhkan uang untuk membayar DP-nya (down payment),” ujar Steve kepada detikcom, Rabu (3/7/2024).

2. Kawasan Sudah Matang

Rumah second umumnya sudah berdiri lama, sehingga kawasan sekitar rumah sudah cukup berkembang. Dengan begitu, fasilitas sekitar rumah akan lebih lengkap. Berbeda halnya dengan rumah baru yang kawasan sekitar yang kebanyakan masih kosong.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol,” katanya.

Kekurangan Beli Rumah Second

1. Perlu Renovasi Rumah

Ketika membeli rumah second, biasanya diperlukan renovasi untuk perbaikan atau mengubah tampilan rumah sesuai selera. Pembeli rumah second mesti mempertimbangkan dan mempersiapkan pengeluaran untuk renovasi rumah.

Hal ini sebenarnya tidak terlalu masalah asalkan kerusakan rumah bukan perkara struktural. Bila struktur bangunan rusak sampai perlu merobohkan rumah, maka sama saja dengan membangun rumah dari awal.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” ucapnya.

Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu, membeli rumah second harus jeli untuk memilih rumah second yang tidak banyak masalah.

2. Pengajuan KPR ke Bank yang Selektif

Menurut Steve, bank sangat selektif dalam memberikan pinjaman, terutama untuk rumah second. Kemungkinan bank memberikan pinjaman KPR sebanyak 40-50%, sehingga pembeli harus menyiapkan dana yang cukup.

Selain itu, sebaiknya membeli rumah yang dibangun oleh pengembang papan atas, khususnya sepuluh pengembang teratas. Sebab, bank tidak mau rugi membeli rumah bodong yang kemungkinan bermasalah dengan kelengkapan atau keaslian dokumennya.

Itulah kelebihan dan kekurangan membeli rumah second. Semoga bermanfaat!

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Menimbang Untung Rugi Beli Rumah Bekas atau Baru



Jakarta

Rumah merupakan salah satu kebutuhan bagi hampir seluruh orang. Namun, kendalanya tidak semua orang dapat membeli rumah terutama rumah baru. Alhasil ada yang memutuskan untuk mencari rumah bekas yang harganya lebih murah kemudian merenovasinya.

Namun, sebelum kamu memutuskan membeli rumah bekas atau menabung untuk membeli rumah baru, pertimbangkan dahulu dengan matang untung rugi keduanya. Kira-kira apakah membeli rumah bekas lalu merenovasinya akan lebih untung atau lebih baik membeli rumah baru?

Steve Sudijanto, Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management mengatakan dari segi harga membeli rumah second sangat menguntungkan karena harganya lebih terjangkau daripada membeli rumah baru. Alasannya bukan karena rumah bekas atau telah dipakai, melainkan biasanya pemilik rumah ingin menjual rumah dengan cepat.


“Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” kata Steve kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Kelebihan lainnya membeli rumah second biasanya lokasinya berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lebih lama. Misalnya sudah banyak tempat komersial, lalu lintas lebih ramai karena sudah banyak yang tinggal di sana, dan tersedia fasilitas umum yang lebih mudah dijangkau.

Kondisi ini mungkin akan berbeda dengan rumah baru. Biasanya rumah-rumah baru masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

Namun, kondisi lingkungan di sekitar rumah ini bisa berbeda-beda, tergantung di mana kamu ingin tinggal. Maka, kamu perlu mencari lokasi yang strategis saat mencari rumah second ataupun baru agar saat mempertimbangkannya tetap mendapat pilihan terbaik.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” katanya.

Pertimbangan selanjutnya adalah kamu harus memilih rumah second yang tidak memiliki kerusakan parah atau struktural. Dengan begitu kamu dapat mempertimbangkan apakah rumah tersebut harus direnovasi atau tidak. Jika rumah second sudah murah dan tidak perlu direnovasi maka pengeluaranmu tidak banyak.

Hal yang sama juga berlaku untuk rumah baru. Meski biasanya memang memiliki ketahanan yang bagus karena baru selesai dibangun, tetapi kamu tetap harus mengeceknya seperti kondisi atap bocor atau tidak, kondisi airnya, pada siang hari panas atau tidak, cek potensi jamur dan rayap, dan kondisi saluran pembuangan.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” imbuhnya.

Ia menyebut kerusakan permanen pada rumah yang perlu dihindari seperti berkaitan dengan struktur, rayap, hingga pernah banjir. Oleh karena itu penting untuk datang langsung untuk survei rumah second untuk memilih properti yang tidak banyak masalah.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” tuturnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memilih Beli Rumah Bekas atau Baru



Jakarta

Setiap tahun harga rumah akan naik, terutama yang berada di lokasi yang strategis. Sementara itu, penghasilan masyarakat tidak bisa dipastikan akan naik setiap tahun.

Ketimpangan ini yang membuat banyak masyarakat lebih memilih rumah dengan harga yang terjangkau daripada rumah impian mereka. Rumah bekas pun masuk dalam pertimbangan mereka karena kebanyakan dijual dengan harga miring. Namun, banyak rumah bekas, kondisinya tidak dalam kondisi yang baik sehingga perlu ada renovasi. Saat dihitung kembali, ternyata harganya hampir sama dengan rumah baru.

Apabila mengalami kondisi seperti ini, bagaimana cara kita memilih? Kira-kira lebih baik membeli rumah bekas atau rumah baru?


Menurut Pengamat Properti sekaligus Direktur PT. Global Asset Management Steve Sudijanto, saat kita bimbang untuk mengambil keputusan terutama karena harga rumah yang mirip, ia menyarankan untuk pertimbangkan dari lokasi rumah tersebut.

Biasanya rumah bekas berada di kawasan yang lebih berkembang karena sudah berdiri lama. Sedangkan rumah baru biasanya masih dalam tahap pengembangan, sehingga ada banyak lahan kosong.

Kemudian, cek juga apakah di sekitar rumah tersebut terdapat fasilitas umum dan fasilitas sosial yang memadai. Kedua aspek ini bisa menjadi nilai tambah dari rumah tersebut.

“Kita bisa beli rumah di fasilitas yang sudah matang, yang sudah mapan. Sektor 1-5 itu biasanya sudah lengkap, dekat stasiun kereta (dan) dekat jalan tol. Sudah matang, buahnya sudah manis, tinggal renovasi,” kata Steve kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Kemudian, hal kedua yang bisa jadi pertimbangkan adalah lihat kerusakan pada rumah tersebut. Apabila dari hitungan biaya renovasi kerusakan pada rumah tersebut sama dengan rumah baru, maka lebih baik membeli rumah yang baru karena biaya perawatannya rendah.

“Jangan sampai membeli rumah kita harus merobohkan struktur, itu rugi. Karena kalau mendapat rumah yang strukturnya sudah nggak baik, itu akhirnya kita kayak bangun baru, akhirnya ya mahal,” jelasnya.

Ia mengingatkan ada kerusakan pada rumah yang tidak bisa ditoleransi dan benar-benar harus diperbaiki secara keseluruhan yakni apabila ada masalah pada struktur, ditemukan banyak rayap, dan berada di lokasi rawan banjir. Ketiga hal ini bisa kamu ketahui saat melakukan survei langsung ke rumah bekas tersebut.

“Untuk membeli rumah second itu yang paling utama mesti dilakukan kita harus survei. Melihat dari rumah tersebut dalam arti kondisi bangunan, struktur, mechanical electric, plafon, genteng, struktur genteng, air, listrik, (dan) rayap,” pungkasnya.

Apabila ketiga aspek tersebut tidak ditemukan pada rumah bekas pilihan kamu, sebaiknya cari lagi rumah bekas yang lebih menguntungkan terutama dari segi harga. Sebab, biasanya rumah bekas dijual karena pemiliknya membutuhkan uang secepatnya sehingga harganya lebih murah dari pasaran. Namun, ada pula yang menjual rumah untuk mendapat keuntungan sehingga harganya tetap bersaing dengan harga rumah baru.

“Orang yang menjual rumah pasti membutuhkan uang atau mau pindah ke luar kota. Pasti mendambakan uang cash. Kalau nggak kan nggak dijual. Atau mereka mau naik pangkat, mau pindah rumah yang lebih besar, butuh uang juga kan untuk nombokin,” ujarnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Craftofe, Kopi Durian dan Galeri Seni Jadi Satu



Jakarta

Usaha kedai kopi menjadi tren belakangan ini. Kalau yang lain berakhir di pandemi, kedai kopi ini malah tenar.

Adalah Craftote, sebuah galeri yang menjadi satu dengan kedai kopi di jalan Tomang Rawa Kepa No.37, Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Menariknya, Craftote tidak hanya memberikan suasana nyaman dan unik untuk nongkrong. Thio Siujinata (50) dan Rika Chistina membangun usaha pada 2020 itu untuk membuka lapangan kerja.


“Sekitar 2019, menjelang pandemi awal-awal itu, kita suka bantu panti asuhan di Bintaro, namanya Abimata,” kata Thio pada Selasa (4/2).

Setiap hari, Thio menjual barang secara online, mulai dari mainan sampai frozen food. Koneksinya dengan panti asuhan juga semakin erat karena kerap memberikan bantuan di sana.

Suatu ketika, pemilik panti asuhan bertanya apakah Thio dan Rika memiliki koneksi untuk menyalurkan anak-anak panti asuhan yang sudah lulus sekolah. Thio mengakui bahwa anak-anak tersebut memiliki nilai dan bakat yang tak bisa dipandang sebelah mata.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

“Istri kepikiran, ‘eh kita bikin usaha yuk, karyawannya anak panti asuhan’. Saya bilang that’s a good idea gitu,” dia menambahkan.

Ide itu betul-betul diwujudkan. Thio dan Rika dibantu dengan salah seorang keluarga membuka jalan bagi anak-anak panti asuhan itu.

Thio menggabungkan kepiawaiannya dengan tempat berkumpul. Thio seorang lulusan seni rupa dari Institut Kesenian Jakarta memadukan seni kriya dengan kedai kopi. Soal namanya, Thio tidak bisa melupakan pesan saudaranya yang meminta agar dia memakai brand sendiri.

Hingga kemudian, perpaduan kecintaannya akan seni kriya, kopi, dan pesan agar memiliki brand sendiri, serta upaya untuk membantu membuka lapangan pekerjaan bagi penghuni panti asuhan itu terwujud dalam Craftote.

Craft artinya kerajinan tangan dan tote artinya dijinjing, sehingga Craftote berarti bisnis kesenian yang bisa dibeli langsung oleh konsumen. Crafttote berdiri pada Mei 2021.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Bagi pebisnis, permulaan adalah yang terberat. Itu pula yang dirasakan Thio. Ia memulai usaha dengan pendanaan pribadi dengan jumlah yang tentu saja terbatas.

Craftote menjual produk-produk rumah tangga yang terbuat dari bahan ramah lingkungan, seperti pelepah pisang, bambu sampai eceng gondok. Ia dibantu oleh perajin-perajin di banyak desa, ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Putar otak, Thio akhirnya menemukan solusi dengan sumber dana tambahan, kedai kopi. Craftote kemudian menjadi sebuah kedai kopi yang berada di dalam galeri, ini mengapa suasana tempat itu terasa nyeni dan memanjakan mata.

“Kita bikin kopi untuk uang cepat, sementara galeri untuk uang besar,” kata dia.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Craftote yang berada di pinggir jalan itu, mulai ramai oleh pengunjung. Popularitas Craftote bahkan tersiar sampai ke Direktur UMKM Bank Bri saat itu. Thio tentu saja kaget, ia bahkan masih ingat dengan jelas hari itu adalah Kamis.

“Besoknya (Jumat) beliau datang lagi bersama tim, foto-foto. Saya pikir ‘enggak papalah kan namanya kostumer’,” ujar Thio sambil mengekspresikan kebingungannya saat itu.

Sebelum pulang, ia mendapat tantangan dari Bank BRI berupa konsistensi dalam usaha. Jika Craftote dapat mempertahankan produk yang dihasilkan maka Bank BRI akan menghadiahkan kedai kedua di Rumah BUMN Jakarta.

Tantangan itu membuatnya termotivasi, ia menyebut kata ‘nothing to lose‘ untuk menggambarkan perasaannya yang campur aduk saat itu.

Waktu berlalu, tanggal pengumuman pemenang dari Bank BRI sudah tiba yaitu 1 Desember 2021. Kebahagiaan masih terlihat di wajahnya setiap kali teringat momen kemenangan itu. Namun sesaat mimiknya berganti serius selaras dengan perubahan perasaan.

“Setelah diumumkan menang, kita diberitahu bahwa opening kedai itu tanggal 15 Desember, tapi baru masuk ke sana tanggal 13. Wah, cepet banget, dalam dua hari bikin coffee shop, itu dewa banget tuh ,” katanya.

Singkat cerita, Craftote laris manis. Dari dua kedai beranak menjadi empat, lokasinya di Post Blok dan Rumah Sakit Pelni. Thio sendiri tak menyangka bahwa kedai kopinya akan laku keras di masa-masa pandemi, bahkan ia menyebut bahwa usahanya itu ‘kebablasan’.

CraftoteBianca, pengunjung Craftote (Bonauli/detikcom)

Bianca (38), ibu dua anak, menjadi salah satu pelanggan setia Craftote. Ia bercerita bahwa dirinya kerap nongkrong selagi menunggu anaknya pulang sekolah.

“Rumah saya kebetulan di seberang sini, enak di sini suasananya tenang dan unik,” Bianca melontarkan pujian.

Bayangkan saja, kedai kopi itu lebih mirip galeri seni daripada tempat nongkrong. Lampu-lampunya estetik dari bahan ramah lingkungan yang didesain sendiri oleh Thio, mejanya dari bekas kaki mesin jahit. Tak ada alasan untuk tidak jatuh cinta pada Craftote.

Menu andalannya berupa kopi durian. Thio ingin agar konsumennya tetap sehat, ia pun menggunakan resep yang terbilang unik. Bukan cuma durian, kopi-kopi lainnya juga diracik dengan buah-buahan lain seperti buah naga dan stroberi. Rasanya di luar dugaan, sangat nikmat dan ringan. Harganya Rp 45 per gelas.

CraftoteCraftote (Bonauli/detikcom)

Peran BRI untuk Craftote

Selama ikut dan aktif di Rumah BUMN, Thio mengaku mendapat banyak sekali manfaat. Ia mendapat berbagai pelatihan yang menunjang usahanya. Mulai dari pelatihan manajemen sampai digitalisasi.

“Bermanfaat sekali ikut Rumah BUMN,” senyum merekah di wajahnya.

Tiap kali mengingat perjalanan bersama BRI, Thio menunjukkan ekspresi yang bahagia. Berkali-kali ia mengucapkan terima kasih kepada BRI.

“Sangat, sangat berterima kasih kepada BRI,” kata dia.

Thio juga mengajukan pinjaman KUR kepada BRI dengan jumlah Rp 100 juta. Saat ini Craftote memiliki omzet Rp 50 juta per bulan.

Jajang Rohmana (23), fasilitator dari Rumah BUMN Jakarta, menyebut bahwa Craftote adalah UMKM Best Seller, artinya badan usaha ini memiliki produk yang diminati oleh masyarakat.

Kalau dulu Thio menjadi peserta pelatihan UMKM, kini ia kerap diundang sebagai narasumber untuk pelatihan di Rumah BUMN Jakarta. Jajang berkata bahwa kehadiran Thio menjadi penyemangat bagi UMKM yang sedang berjuang untuk maju.

“Harapannya dengan menghadirkan Craftote sebagai narasumber mereka biar jadi termotivasi buat belajar dan ikut pelatihan,” ujar dia.

(bnl/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Menelusuri Sisa Kejayaan Pabrik Gula Zaman Belanda di Sleman, Apa Masih Ada?



Sleman

Catatan sejarah menyebut pada masa kolonial Belanda sedikitnya ada 19 pabrik gula yang tersebar di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dikutip dari situs milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, beberapa di antara pabrik gula itu ada di kawasan Godean dan Gamping, Sleman.

Namun sayang, sekarang tidak tersisa artefak yang menunjukkan eksistensi keberadaan pabrik gula itu. Hanya tersisa pos-pos jaga yang hingga kini bertahan di sejumlah wilayah.


Dua pabrik gula yang cukup terkenal di wilayah Sleman Barat ini adalah Pabrik Gula Klatjie dan Pabrik Gula Rewoeloe. Bangunan Pabrik Gula Klatjie kini hilang, dan berganti gedung SMKN 1 Godean di Kalurahan Sidoagung, Godean.

Begitu pula Pabrik Gula Rewoeloe yang telah menjelma menjadi semak belukar di Kalurahan Sidomulyo, Godean.

“SMKN 1 Godean itu dulunya bekas pabrik gula. Sekarang difungsikan jadi sekolah. Bangunan aslinya (pabrik gula) sudah hilang,” jelas Ketua RT 02, RW 09, Senoboyo, Sidoagung, Godean, Rosiadi (43).

Rosiadi menuturkan, berdasarkan cerita para sesepuh kampungnya, perkampungannya dulu tak jauh dari kebun tebu. Tepatnya berada di sisi utara Kalurahan Sidoagung. Itulah mengapa ada pabrik gula di kalurahan ini pada zaman dulu.

Rosiadi lalu menceritakan cerita masa kecilnya tentang Dusun Sindren. Kawasan tersebut pada zaman dahulu adalah mess pegawai pabrik gula dan perkebunan tebu. Namun saat ini hilang tanpa bekas seiring berjalannya waktu.

“Dulu utara kampung ini kebun tebu, lalu dari cerita di sini ada Dusun Sindren, itu buat istilah mess pegawai sana. Perumahan Belanda tapi bangunan sekarang sudah tidak ada, tinggalan (jejak artefak) juga tidak ada,” katanya.

Pabrik Gula Klatjie Berubah Jadi SMKN 1 Godean

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Godean, Barmawi Umar membenarkan bahwa dulunya kompleks sekolah adalah bekas Pabrik Gula Klatjie. Namun tidak diketahui tahun berapa eksistensi pabrik tersebut.

Dia menuturkan saat sekolah berdiri, sudah tidak ada artefak bangunan Pabrik Gula Klatjie. Bahkan hingga saat ini tidak tersisa satu pun bangunan yang menjadi penanda pabrik gula di Sleman Barat ini.

“Sekarang semua sudah hilang, pabrik gula di sini memang ada. Terus tobongnya, tapi hilang, tahun berapa tidak diketahui,” kata Umar saat ditemui di SMKN 1 Godean.

Pabrik Gula Klatjie yang hilang kini telah menjadi bangunan SMKN 1 Godean, Jumat (21/6/2024).Pabrik Gula Klatjie yang kini berganti jadi bangunan SMKN 1 Godean, Jumat (21/6/2024). Foto: Dwi Agus/detikJogja

Umar menuturkan menuturkan SMKN 1 Godean berdiri pada Agustus 1965. Berdasarkan catatan referensi biografi sekolah, tak ada sisa artefak. Namun disebutkan bangunan sekolah memang berdiri di atas bekas Pabrik Gula Klatjie.

“Sekolah berdiri Agustus 1965. Sisa artefak tidak ada, jadi saat dibangun itu langsung bangunan baru. Bangunan sekolah yang ada saat ini bukan dari bekas pabrik gula zaman dulu,” ujarnya.

Pabrik Gula Rewoeloe Habis Tak Ada Sisa

Sama halnya dengan Pabrik Gula Klatjie, Pabrik Gula Rewoeloe juga hilang tak bersisa. Kami menyusuri lokasi yang diduga sisa pabrik gula Rewoeloe. Namun hanya tersisa sebuah secuil batu tembok yang berukuran kecil.

Untuk menyusuri sisa artefak ini tidaklah mudah. Lokasinya berada di belakang pabrik roti di kawasan Dusun Pirak Bulus, Sidomulyo, Godean. Diawali dengan berjalan kaki di perkebunan yang tembus ke pematang sawah.

“Kiri jalan ada pintunya, jalan di setapak pematang sawah, itu berada di tengah sawah sisa artefaknya. Bekasnya pabrik gula seperti hanya itu,” ujar warga sekitar Sigit.

Berdasarkan pantauan, lokasi ini telah menjadi kawasan persawahan. Namun kondisinya kering karena sedang tidak ditanami padi. Sementara di sekelilingnya adalah semak belukar yang tak terawat.

“Pintu kecilnya itu memang pintu lama, tapi kalau sisa bangunan memang sudah lama tidak ada. Hanya batu tembok itu saja, hilangnya tahun berapa juga kurang begitu tahu,” katanya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJogja.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Taman Benyamin Sueb Bekas Markas Kodim untuk Mengenang Legenda Betawi



Jakarta

Sebagai apresiasi terhadap pengaruh besar Benyamin Sueb, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyulap bekas Kodim 0505 Jatinegara menjadi Taman Benyamin Sueb. Kini, tempat tersebut menjadi tujuan wisata sekaligus menyimpan jejak-jejak karya Benyamin Sueb.

Jauh sebelum menjadi Taman Benyamin Sueb, atau pada 1625, bangunan tersebut merupakan tempat tinggal dari Meester Cornelis Senen. Dia utusan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan kawasan yang ini dikenal sebagai Jatinegara.

Kemudian pada 1950-an bangunan itu menjadi markas Kodim 0505 Jatinegara. Kemudian, oleh Pemprov DKi saat dipimpin Anies Baswedan bangunan itu diresmikan sebagai Taman Benyamin Sueb, tepatnya pada 2018.


Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, menjelaskan selain sebagai apresiasi kepada sang seniman, taman itu juga menjadi keinginan Bang Ben, sapaan karib Benyamin Sueb. Dia pernah menyatakan keinginannya agar Jakarta memiliki wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

“Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja. Dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” kata Heni kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady)

Di Taman Benyamin Sueb itu bukan hanya terdiri dari area terbuka layaknya sebuah taman, tetapi juga terdapat kurang lebih enam bangunan. Yakni, Museum Benyamin Sueb, tiga bangunan yang merupakan peninggalan zaman dulu yang terletak di belakang museum dan juga di kanan-kiri museum. Kemudian, terdapat bangunan Rumah Betawi yang biasa digunakan sebagai area latihan oleh sanggar-sanggar.

Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb. Ada penghargaan-penghargaan yang sempat ia peroleh dari segala bidang, lalu rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Heni mengatakan arsip dan foto-foto yang ada di museum itu merupakan mengatakan peninggalan Benyamin Sueb. Benda-benda yang ada di sana juga merupakan barang asli yang pernah dipakai oleh sang seniman.

Heni juga membeberkan museum itu baru saja mendapatkan koleksi teranyar, yakni sepeda ontel. Walaupun bukan sepeda yang pernah dipakai bang Ben, tapi sepeda tersebut serupa dengan yang pernah dipakai oleh Benyamin.

“Ya ini yang di Museum Benyamin Sueb itu barang-barang milik almarhum semua. Semuanya kita dapat dari Yayasan Benyamin Sueb, kita dapat juga dari sahabat-sahabat beliau. Nah, yang belum lama kita dapat sepeda juga kita dapat hibah dari Komunitas Sepeda Ontel tapi itu sepeda zamannya beliau,” kata Heni.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati (Muhammad Lugas Pribady)

Dalam kesempatan berkunjung ke Taman Benyamin Sueb, detikTravel melihat beberapa orang yang tengah berlatih tari di bangunan Rumah Betawi. Heni juga mengatakan ada beberapa sanggar yang kerap berlatih di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa.

“Contohnya ini sedang ada latihan dari Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) ini dia rutin menggunakan gedung kami setiap hari Selasa dan Jumat,” kata Heni.

detikTravel pun penasaran untuk melihat latihan tersebut. Ketua Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa, Teguh Hari Santoso, menjelaskan sanggar yang ia kelola merupakan sanggar tari yang mencakup berbagai tarian di seluruh Indonesia. Dan Sanggar SBK sudah rutin berlatih di Taman Benyamin Sueb sejak lima tahun yang lalu.

“Alhamdulilah di sini tuh sudah hampir empat atau lima tahun ya, kita latihan seminggu dua kali. Kalau untuk diklatnya itu hari Selasa dari jam 15.00 sampai jam 20.00 WIB. Terus di hari Jumat itu pembekalan anak-anak yang sudah mahir,” kata Teguh..

Teguh juga menyampaikan dengan hadirnya Taman Benyamin Sueb sebagai wadah pelestarian seni dan budaya sangat membantu sanggarnya untuk mengeksplorasi tarian. Dan ia menjelaskan di sanggar besutannya itu tari Betawi merupakan gerbang untuk menguasai berbagai tarian Indonesia lainnya.

“Wah alhamdulillah dengan adanya Taman Benyamin Sueb ini kami selaku sanggar yang ada di Jakarta Timur terbantu sekali dengan adanya Taman Benyamin Sueb jadi kita bisa latihan dan eksplorasi gerak di Taman Benyamin Sueb ini,” katanya.

“Justru pengenalan awalnya itu (tari) Betawi gitu, setelah itu akan meningkat ke Bali, Sumatera, Sulawesi gitu. Ya jadi untuk pertama kali masuk di sanggar ini pasti kita kasihnya tari Betawi yang dasar, biasanya kita kasih tari cokek terus sama tari ragam dasar Betawi,” ujar dia.

Taman Benyamin Sueb ini dibuka untuk umum jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Sementara itu, untuk area Taman Benyamin Sueb seperti Rumah Betawi yang dijadikan tempat latihan oleh sanggar, pengelola membatasi waktu kegiatan hingga pukul 21.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ternyata Bekas Kuil yang Dirobohkan



Medan

Draco Waterpark sudah lama terbengkalai. Dulu, wahana air di Medan ini pernah populer pada tahun 2013. Namun sekarang, berubah jadi terbengkalai dan angker.

Wahana Draco Waterpark ini berlokasi di Jalan Mongonsidi, Kecamatan Medan Polonia, Medan. Berdasarkan pantauan di lokasi, hanya tersisa semak belukar di balik gedung eks Hermes Plaza. Tidak ada puing-puing sisa bangunan waterpark tersebut.

Desas-desus cerita mistis eks Draco Waterpark ramai beredar di masyarakat. Konon, waterpark ini sempat memakan korban seorang pegawai yang meninggal akibat kecelakaan kerja di sana.


“Udah tutup lah sekitar lima tahunan lebih lagi. Dulu itu ada yang meninggal pegawai di situ gara-gara mau menyelamatkan kalung pengunjung, dia yang merasa bertanggung jawab namun dia tersedot mesin pembuat gelombang. Dari situ mulai berkurang pengunjung di situ,” ungkap warga setempat Amel, Kamis (18/7/2024).

Warga setempat menilai waterpark tersebut menjadi angker lantaran dahulu ada kuil umat Hindu yang dirobohkan di sekitar bangunan Hermes Plaza.

“Dulu ada kuil yang dirobohkan dekat parkiran belakang Hermes, katanya ada juga yang bilang gara-gara dirobohkan itu jadi angker wahananya itu,” ujarnya.

Beberapa warga menyebut pernah mendengar pengalaman mistis seperti mendengar suara-suara aneh dan juga penampakan misterius.

“Ada yang pernah dengar suara aneh samar-samar terus ada yang pernah lihat bayangan yang buat takut pengunjung,” kata Amel.

Kenangan Indah Warga Medan di Draco Waterpark

Namun begitu, banyak warga Medan yang memiliki kenangan indah saat berkunjung ke Draco Waterpark.

“Dulu pernah masuk waktu tahun 2012-an, seru sekali ajak anak-anak main wahana tapi ya harga lumayan ya Rp 100 ribuan per orang. Jadi paling cuma sekali dua kali lah ke sana,” kata warga Medan, Indah mengenang momen tersebut.

Sementara itu, sejarawan Azis Rizky Lubis mengakui bahwa benar adanya kuil yang dirobohkan dalam pembangunan Draco Waterpark ini. Tak hanya itu, tragedi meninggalnya pegawai di Draco Waterpark ini turut membuat masyarakat enggan untuk berkunjung ke wahana tersebut.

“Robohnya kuil itu kemungkinan penyuaraan masyarakat hindu tidak terlalu ditanggapi serius padahal begitu banyak masyarakat etnis Hindu yang bermukim di situ. Kalau ada kaitannya mistis dengan kuil yang dirobohkan juga beredar di masyarakat. Apalagi dengan adanya kasus meninggal pegawai di sana membuat penurunan pengunjung,” kata Azis.

Tak hanya waterpark, Azis menyebut banyak kasus-kasus mistis yang terjadi di Hermes Plaza.

“Suasana mencekam ini tak hanya di wahana airnya saja tapi misalnya dari arena permainan di malnya yang sempat mencekam, jadi ya terdengar angker dari tanggapan masyarakat begitu,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Panduan ke Pasar Barang Bekas Jatinegara, Cari Apa Aja Ada


Jakarta

Pasar barang bekas Jatinegara lebih dikenal dengan sebutan Pasar Jembatan Item. Pasar loak ini adalah surga bagi para pencari barang lawas, mulai dari barang kebutuhan hingga sekadar koleksi.

Jika belum pernah ke sana, simak dulu panduannya sebelum datang ke sana, mulai dari barang apa saja yang dijual, lokasi, cara menuju ke sana, dan jam bukanya. Berikut ulasannya yang dirangkum dari catatan detikcom dan berbagai sumber.

Barang yang Dijual di Pasar Barang Bekas Jatinegara?

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Pasar barang bekas. (Agung Pambudhy/detikcom)

Pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item menyediakan berbagai jenis barang. Sebetulnya tidak hanya barang bekas, banyak barang baru yang dijual di sana.


Berikut ini beberapa macam barang yang bisa ditemukan di pasar barang bekas Jatinegara:

  • Barang elektronik: HP, speaker, earphone, vacuum cleaner
  • Peralatan rumah tangga: kompor gas, ember, alat memasak, jebakan tikus
  • Fashion: sepatu, pakaian, jam tangan, cincin akik
  • Pernak-pernik rumah: lukisan, lampu hias, guci, patung, jam dinding, barang antik
  • Barang koleksi: kaset, buku, uang kuno
  • Otomotif: spare part, jok, ban, aksesoris kendaraan
  • Mainan anak dan sebagainya.

Lokasi dan Jam Buka Pasar Barang Bekas Jatinegara

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Barang-barang unik di Pasar Jatinegara (Agung Pambudhy/detikcom)

Lokasi Pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item adalah di Jalan Bekasi Barat III, Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Ada pedagang yang memiliki kios, tetapi ada juga pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan.

Jam buka Pasar barang bekas Jatinegara umumnya adalah mulai waktu subuh hingga pukul 17.00 WIB. Namun ada juga pedagang yang membuka lapak 24 jam. Pasar loak ini paling ramai dikunjungi di akhir pekan.

Untuk menuju ke pasar barang bekas Jatinegara, kalian bisa naik kendaraan pribadi maupun transportasi umum seperti kereta rel listrik (KRL) atau TransJakarta.

Naik Kendaraan Pribadi

Jika naik kendaraan pribadi dari arah selatan, traveler bisa melintasi Jalan Condet kemudian Jalan Dewi Sartika, dan Jalan Otto Iskandar Dinata. Kemudian berlanjut ke Jalan Jatinegara Barat, Jalan Jatinegara Barat 2, Jalan Jatinegara Timur, dan Jalan Jatinegara Timur III ke utara hingga ke Jalan Bekasi Barat III.

Jika dari utara, kamu bisa melalui Jalan Gunung Sahari, Jalan Pasar Senen, Jalan Kramat Raya, Jalan Salemba Raya, Jalan Matraman Raya, Jalan Jatinegara Timur, baru kemudian masuk ke Jalan Bekasi Barat III.

Naik Transportasi Umum

Jika naik KRL, traveler bisa turun di Stasiun Jatinegara. Keluar dari stasiun, kamu bisa menyeberang dan berjalan kaki ke arah selatan hingga sekitar 300 meter. Sampai di GOR Guna Bangsa, kamu bisa belok ke barat, ke Jalan Bekasi Barat III.

Jika naik bus TransJakarta dari arah utara, traveler bisa naik Koridor 5D jurusan Ancol-PGC1. Turunlah di Halte Jatinegara RS Premier, kemudian berjalan kaki ke utara sekitar 500 meter atau sekitar 10 menit.

Jika dari arah selatan, traveler bisa naik angkutan umum M06A dan turun di halte Stasiun Jatinegara 4. Atau kamu bisa naik Trans Jakarta Koridor 7 ke arah Kampung Melayu kemudian pindah angkutan umum JAK 42 dan turun di Halte Jatinegara Timur. Selanjutnya, kamu tinggal jalan kaki sekitar 350 meter atau sekitar 7 menit.

Nah, itulah tadi panduan ke pasar barang bekas Jatinegara atau Pasar Jembatan Item, mulai dari barang apa saja yang dijual, lokasi, jam buka, dan cara menuju ke sana.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com