Tag Archives: bentuknya

Cara Menghitung Kebutuhan Wallpaper untuk Ruangan


Jakarta

Menggunakan wallpaper bisa mempercantik ruangan. Sebelum memasangnya, tentunya kamu perlu mengetahui dulu kebutuhan wallpaper untuk sebuah ruangan.

Umumnya, wallpaper yang dipasang bentuknya dalam bentuk roll. Ukurannya pun beragam, ada yang 10 x 0,5 meter, 9 x 0,45 meter, 8 x 0,45 meter maupun 5 x 0,6 meter.

Nah, sebelum membeli wallpaper, sebaiknya kamu ketahui dulu ukuran dinding yang ada. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui wallpaper yang dibutuhkan untuk dipasang di dinding tersebut.


Agar lebih mudah, yuk ketahui cara menghitung kebutuhan wallpaper. Dilansir dari pinhome, berikut ini informasinya.

Contoh Kasus

Ibu A ingin memasang wallpaper untuk dinding ruang keluarga yang memiliki ukuran misalnya 4 x 3 meter dan tinggi 3 meter. Rencananya, wallpaper yang ingin dibeli berukuran 10 x 0,5 meter. Berapa wallpaper yang dibutuhkan Ibu A?

Luas Bidang Dinding

Rumus: ((Panjang dinding + lebar dinding)x2) x tinggi dari dinding

= ((4+3) x 2) x 3
= (7 x 2) x 3
= 14 x 3
= 42 m2

Luas Bidang Wallpaper 1 Roll

Panjang wallpaper x lebar wallpaper
10 x 0,5 meter = 5 m2

Wallpaper yang dibutuhkan
Luas bidang dinding : luas bidang 1 roll wallpaper
= 42 m2 : 5 m2
= 8,4 meter atau sekitar 9 roll wallpaper

Untuk harga wallpaper pun beragam, mulai dari Rp 100.000-an hingga Rp 270.000-an per rol. Hal itu tergantung dari motif dan jenisnya. Sebagai catatan, harga tersebut belum termasuk dengan biaya jasa pasang wallpaper.

Itulah cara menghitung kebutuhan wallpaper. Semoga bermanfaat!

(abr/zlf)



Sumber : www.detik.com

Tak Hanya Cantik, 3 Tanaman Hias Ini Bisa Bawa Hoki di Rumah


Jakarta

Ada banyak tanaman hias yang bisa mempercantik hunian, sebut saja lavender hingga melati. Namun ternyata, ada beberapa tanaman hias yang disebut bisa membawa keberuntungan, lho.

Sejak zaman dahulu, ada sejumlah tanaman hias dalam ruangan yang dipercaya mendatangkan keberuntungan. Hal ini dipengaruhi oleh budaya dan keyakinan beberapa orang.

Ingin tahu apa saja tanaman hias yang disebut bisa mendatangkan hoki bagi pemilik rumah? Simak dalam artikel ini.


Tanaman Hias yang Bisa Mendatangkan Hoki

Selain memperhatikan bentuknya yang cantik dan indah, kamu juga bisa mempertimbangkan membeli tanaman hias yang bisa membawa hoki ke dalam rumah. Dilansir situs Homes & Gardens, berikut tanaman hias pembawa keberuntungan:

1. Lucky Bamboo

Close-up view of lucky bamboo plant trip in a decorative white pot.Foto: Getty Images/iStockphoto/asiantiger247

Sesuai namanya, lucky bamboo atau bambu keberuntungan merupakan salah satu tanaman yang bisa membawa hoki. Dalam budaya Asia, tumbuhan ini dianggap membawa keberuntungan karena bisa tumbuh dengan cepat dan mudah diperbanyak.

Jumlah tangkai pada tanaman ini melambangkan makna yang berbeda. Misalnya, satu tangkai melambangkan kehidupan bermakna, dua tangkai menandakan keberuntungan dalam cinta, dan tiga tangkai artinya kebahagiaan serta umur panjang.

Ahli tanaman rumah Julie Bawden-Davis mengatakan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika ingin merawat lucky bamboo. Pastikan rutin mengganti air setiap 1-2 minggu karena tanaman ini bisa hidup di dalam air.

Selain itu, jika ditanam di dalam air sumur atau ledeng maka tidak perlu memberinya pupuk. Lucky bamboo juga bisa diletakkan di tempat yang terpapar banyak sinar matahari.

“Namun, jika kamu menanamnya di RO (reverse osmosis) atau air yang disaring, beri pupuk setiap tiga bulan dengan pupuk cair berkekuatan ΒΌ yang dicampur dengan air tawar,” ujar Julie.

2. Jade Plant

houseplant Crassula ovata jade plant money tree in white potFoto: Getty Images/iStockphoto/OlgaMiltsova

Jade plant atau lebih dikenal tanaman giok merupakan tanaman hias yang dianggap membawa hoki jika ditanam di rumah. Disebut tanaman giok karena bagian daunnya yang mirip seperti batu giok.

Pada umumnya, tanaman giok dapat diletakkan di area ruang kerja atau pintu masuk rumah. Dalam merawatnya, cukup letakkan di tempat terang dan beri pupuk untuk tanaman sukulen dan kaktus setiap enam bulan sekali.

Saat menyiram tanaman giok, pastikan kondisi tanah sudah mengering. Hal ini dilakukan untuk mencegah tanah tidak mudah busuk dan daunnya berguguran.

3. Peace Lily

Selain bunganya yang cantik, ternyata peace lily bisa mendatangkan hoki jika ditanam di rumah. Julie menyebut tanaman ini dikenal sebagai ‘tanaman kebangkitan’ karena ada keterkaitan dengan kematian dan kelahiran kembali.

Cara merawat peace lily terbilang mudah. Tempatkan tanaman ini di area yang terang, tapi tidak terpapar sinar matahari langsung. Tanah tanaman ini juga sebaiknya tetap lembap meski peace lily dapat hidup di kondisi yang kering.

“Bunga ini juga tahan terhadap kekeringan dan akan hidup kembali setelah tidak disiram,” imbuh Julie.

Itulah tiga tanaman hias yang indah dan bisa mendatangkan keberuntungan. Tertarik menanam tanaman yang mana?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Masjid Berkonsep Unik di Bandung, Bentuknya Seperti Lumbung Padi



Bandung

Di Soreang, Bandung ada bangunan masjid yang unik. Bukannya memiliki arsitektur Timur Tengah, tapi bentuk masjid ini malah seperti lumbung pagi atau leuit.

Masjid tersebut adalah Masjid Salman Rasidi yang terletak di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Tempat ibadah tersebut memiliki ruang tempat salat yang berada di lantai 2.

Bangunan masjid tersebut didominasi dengan warna abu-abu. Kemudian dari tampak depan arsitekturnya dominan dengan kaca-kaca yang besar.


Masjid tersebut memiliki udara yang sejuk yang membuat para jemaah nyaman untuk beribadah. Nampak terlihat di berbagai sisi bangunan dibuat miring sama halnya seperti bentuk asli dari lumbung padi.

Masjid Salman Rasidi ini dibangun pada tahun 2019, tepatnya tanggal 20 Mei 2019. Pembangunan selesai dalam waktu kurang lebih 1 tahun, kemudian diresmikan pada tanggal 9 April 2020.

Ketua Harian DKM Masjid Salman Rasidi, Andri Mulyadi (45) mengatakan, masjid tersebut dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga jemaah yang beribadah bisa dengan nyaman dan khusuk.

“Jadi memang ini desainnya kita sangat memperhatikan lingkungan. Ini terlihat seperti di dalam kondisi kaca-kaca yang termasuk ventilasinya, cahayanya juga. Sehingga memang jemaah merasa nyaman, merasa khusuk, yang tagline-nya dari kita itu adalah aman, nyaman dan mengesankan,” ujar Andri, Senin (3/3/2025).

Andri mengatakan jemaah yang datang ke masjid tersebut kerap terpada dengan bangunan masjid tersebut. Maka tak jarang para jemaah kerap mengabadikan momen di masjid tersebut.

“Masyaallah banyak sekali kegiatan-kegiatan di samping kegiatan-kegiatan, mereka juga berfoto ria gitu ya, selfie kemudian menikmati kenyamanan yang ada di Masjid Salman Rasidi ini,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan masjid tersebut memiliki konsep bangunan sama seperti leuit atau lumbung padi. Kata dia, hal tersebut dilakukan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada di Soreang.

“Ini disesuaikan dengan warga sekitar di sini itu kan masyarakat agraris. Yang kedua memang memiliki filosofi yang sangat tinggi, yang masyarakat agraris yaitu karena rata-rata di wilayah sini adalah mereka bercocok tanam, terutama padi. Makanya kita simbolkan yaitu dengan seperti bentuk lumbung padi,” jelasnya.

Area masjid tersebut memiliki ukuran 15 meter X 15 meter. Kemudian untuk area pelataran atau parkiran yang memiliki ukuran 19 meter X 20 meter.

“Kalau daya tampung semuanya itu sekitar 400 jemaah, termasuk yang di bawah. Kalau misalnya meluber, kita ada yang di bawah, karena yang inti adalah di lantai yang pertama dan dua,” ucapnya.

Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi.Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Menurutnya yang membuat masjid tersebut terasa sejuk adalah dengan adanya AC yang diletakan pada bagian pinggir lantai. Kata dia, dengan itu masyarakat akan merasakan angin yang sejuk.

“Kan orang pakai AC di atas ya. Ini di bawah. Jadi seperti merasakan seperti ada ombak, seperti ada angin kan begitu. Kemudian juga alhamdulillah ada fasilitas seperti air minum gratis. Kemudian juga fasilitas tempat parkir juga nyaman, alhamdulillah luas,” tuturnya.

Masjid tersebut kerap menjadi tempat istirahat bagi warga yang akan berwisata ke wilayah Bandung Selatan. Makanya masjid tersebut kerap disinggahi oleh para wisatawan.

“Alhamdulillah mereka sangat nyaman. Bahkan sudah informasi mulut ke mulut, dan ternyata kalau mereka mau wisata ke arah Ciwidey, mereka transit dulu di Masjid Salman Rasidi ini,” bebernya.

Dia menambahkan pada ramadan kali ini berbagai program kajian telah diselenggarakan. Apalagi kajian tersebut kerap dihadiri oleh muda-mudi yang ada di Soreang.

“Tentunya masjid juga ingin di dalamnya itu memiliki nilai-nilai. Salah satu nilainya adalah memberikan sebuah kebermanfaatan untuk masyarakat dan menjadi berkah lah adanya masjid ini,” pungkasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com