Tag Archives: benyamin sueb

Ada ‘Biang Kerok’ di Museum Kebangkitan Nasional, Pameran Arsip Benyamin Sueb



Jakarta

Benyamin Sueb, seniman Betawi yang begitu masyhur di jagat hiburan Indonesia tempo dulu. Arsip bang Ben sedang disuguhkan di Museum Kebangkitan Nasional.

Pamornya bang Ben, sapaan karib Benyamin Sueb, meningkat di era selanjutnya ketika berperan sebagai Babeh Sabeni di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’.

Ternyata jauh sebelum itu, Benyamin Sueb Ben merupakan seniman sejati yang tak pernah meninggalkan budaya leluhurnya yaitu Betawi. Ia tak hanya pandai berlaga di pentas panggung dan di depan layar namun juga seorang musisi handal hingga pembawa acara.


Nah, sebagai pengingat akan karya-karyanya yang fenomenalnya, di Museum Kebangkitan Nasional di Jl. Abdul Rachman Saleh No.26, Senen, Jakarta Pusat, terdapat ‘Biang Kerok’ yang merupakan pameran arsip dari Benyamin Sueb yang digagas oleh Yayasan Irama Nusantara. Karya-karya yang dipamerkan di sini di antaranya musik, foto, tulisan tangan sampai jas yang pernah dipakai Bang Ben.

Adapun jejak singkat perjalan Benyamin Sueb dalam kiprahnya di dunia seni secara luas. detikTravel pun penasaran untuk melihat pameran arsip seniman kenamaan asal Betawi itu, setibanya di Museum Kebangkitan Nasional, Jumat (14/6/2024) dari pintu utama museum langsung di arahkan ke sebelah kiri paling ujung.

Pameran Arsip Benyamin Sueb di Museum Kebangkitan Nasional, Senen, Jakarta PusatPameran Arsip Benyamin Sueb di Museum Kebangkitan Nasional, Senen, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Selama berjalan menyusuri bangunan museum, penggalan-penggalan lirik unik khas Bang Ben pun turut menghiasi perjalanan menuju pusat pameran. Sesampainya di sana, lantunan musik dari Benyamin Sueb pun mulai menggema di telinga.

Selain musik yang diputar lewat pengeras suara, adapun aktivitas mendengarkan musik yang berbeda. Di pameran ini kamu bisa dengerin langsung karya Benyamin Sueb versi rilisan fisiknya ataupun mendengarkan karya musiknya dari pemutar digital di dinding yang sudah tersedia.

detikTravel pun mendengarkan musik dari pemutar digital menggunakan headphones yang sudah disediakan, kesan pertama yang terbesit adalah gokil. Di masa lalu, kemegahan dan referensi yang luas membuat musikalitas Benyamin Sueb memang tak perlu diragukan lagi.

Musik funk mampu menyatu dengan nuansa lokal layaknya keroncong. Selagi menikmati musik yang asik itu, bibir ini tak bisa menahan senyum hingga tawa karena lirik-lirik lagu yang begitu lucu nan menghibur.

“Ndang dingdit dingdang dingdit, dang dungdut dungdamg dungdut. Lamun maneh teu boga duit, tos terang teu bisa ngudut,” penggalan lirik lagu Panakawan karya Benyamin Sueb yang berbahasa Sunda.

Walaupun ia asli Betawi namun keragaman karya yang ia hasil begitu luas, inilah mengapa Benyamin Sueb disebut seniman sejati. Kemudian, di pameran arsip Benyamin Sueb ini terdapat puluhan arsip dan karya yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Muhamad Ikhsan, gallery sitter di pameran itu, mengatakan menjelang HUT DKI Jakarta ke-497, Yayasan Irama Nusantara yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memilih Benyamin Sueb sebagai representasi dari Jakarta. Dan juga pameran arsip ini sebagai media pengenalan kepada generasi saat ini tentang siapa Benyamin Sueb.

Pameran Arsip Benyamin Sueb di Museum Kebangkitan Nasional, Senen, Jakarta PusatPameran Arsip Benyamin Sueb di Museum Kebangkitan Nasional, Senen, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Irama Nusantara didukung Kemendikbud untuk mengisi ruang publik yang kosong dan diadakan acara pameran ini supaya menarik minat para remaja sekarang. Lalu sekarang kan hampir deket ulang tahun Jakarta jadi kita mengangkat tema Bang Benyamin ini dia ikon dari Jakarta itu sendiri,” ujarnya kepada detikTravel.

Pameran arsip Benyamin Sueb ini hadir sejak 2 Juni lalu dan berakhir pada 14 Juli nanti. Jam buka pameran ini pun mengikuti jam operasional museum yang buka dari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.

Harga masuk ke area museum ini pun hanya Rp 2000 saja. Jadi buat kamu yang belum punya rencana di libur panjang ini, bisa banget buat dateng ke pameran arsip Benyamin Sueb.

(fem/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Taman Benyamin Sueb, Tinggalan Cornelis Senen, Diresmikan Anis Baswedan



Jakarta

Nama dan pamor seniman asli Betawi Benyamin Sueb atau Bang Ben tak perlu diragukan lagi. Untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya dibuatlah Taman Benyamin Sueb yang terletak di Jatinegara, Jakarta Timur.

Taman Benyamin Sueb itu diresmikan pada 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan. Tujuan utama dari adanya taman ini tentunya bentuk apresiasi kepada Benyamin Sueb dan juga sebagai pusat pelestarian seni dan kebudayaan, wabil khusus budaya Betawi.

Bangunan Taman Benyamin Sueb ini dulunya merupakan bangunan peninggalan milik Meester Cornelis van Senen sekitar tahun 1625 hingga 1661. Saat Daendels menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia-Belanda bekas kediaman Meester Cornelis itu didirikan tiga bangunan utama yang masih kokoh hingga saat ini.


“Awal mula bangunan ini adalah lahan seluas 6.500 meter persegi milik Meester Cornelis Senen dia seorang penginjil yang taat hingga dia dipercaya oleh Pemerintah Belanda untuk mengembangkan wilayah sini pada tahun 1625 kurang lebih. Setelah itu Cornelis meninggal, sekitar 200 tahun kemudian datang Daendels dan bangunan ini dibangun sekitar 1811,” kata pengelola Gedung Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Kemudian dibangun ada tiga gedung yang pertama ini gedung tengah yang biasa kita sebut gedung A, kemudian gedung B untuk sekretariat PNS, kemudian gedung C dimanfaatkan untuk kantin saat ini. Dulu tempat ini digunakan untuk villa, tempat tinggal, untuk transit pedagang-pedagang pada zaman Daendels,” kata Sri saat kami berbincang di Gedung A.

Saat pendudukan Jepang, bangunan itu digunakan oleh tentara Jepang, mulai dari 1942-1950. Kemudian, nama kawasan yang asalnya beranama Meester Cornelis itu diganti menjadi Jatinegara karena dianggap terlalu kental dengan unsur Belanda.

“Bangunan ini dulu (era Jepang) dipakai sebagai markas tentara Jepang,” kata Heni.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dilanjut tahun 1950-an bangunan itu menjadi markas Komando Militer Kota Jatinegara atau Komando Militer Kota Jakarta Raya 0505 Jatinegara. Dan berjalannya waktu, lanjut Heni bangunan eks Kodim 0505 ini di tahun 2018 menjadi Taman Benyamin Sueb.

Kini kawasan Taman Benyamin Sueb bisa dikunjungi oleh masyarakat untuk mengenang jejak sang legenda Betawi tersebut. Seperti yang disebut di awal tadi, inisiasi adanya Gedung Taman Benyamin Sueb ini sebagai wadah pelestarian seni dan budaya Betawi serta budaya daerah lainnya.

“Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja, dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” katanya.

Di kawasan ini juga terdapat museum yang menampilkan beberapa penghargaan yang diraih oleh Bang Ben dan juga beberapa peninggalan beliau seperti rilisan musik hingga wardrobe yang pernah ia kenakan dulu kala. Kemudian bangunan lainnya di area Taman Benyamin Sueb ini juga kerap dipakai untuk latihan oleh berbagai sanggar di Jakarta.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat detikTravel berkunjung ke Taman Benyamin Sueb ini terdapat sanggar tari yang tengah berlatih. Walaupun namanya taman tapi tak seperti taman-taman lainnya yang terdapat permainan untuk anak atau arena rekreasi, melainkan taman yang dimaksud di sini sebagai wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

Masyarakat yang ingin berkunjung ke museum di Taman Benyamin Sueb ini bisa dengan mudah menikmatinya tanpa dipungut biaya. Terletak tak jauh dari Stasiun Jatinegara di Jalan Jatinegara Timur Nomor 76, Jatinegara, Jakarta Timur dan buka mulai dari hari Selasa hingga Minggu sedari pukul 09.00 sampai 15.00 WIB, tutup di hari Senin serta libur keagamaan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Benyamin Sueb Bekas Markas Kodim untuk Mengenang Legenda Betawi



Jakarta

Sebagai apresiasi terhadap pengaruh besar Benyamin Sueb, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyulap bekas Kodim 0505 Jatinegara menjadi Taman Benyamin Sueb. Kini, tempat tersebut menjadi tujuan wisata sekaligus menyimpan jejak-jejak karya Benyamin Sueb.

Jauh sebelum menjadi Taman Benyamin Sueb, atau pada 1625, bangunan tersebut merupakan tempat tinggal dari Meester Cornelis Senen. Dia utusan Pemerintah Belanda untuk mengembangkan kawasan yang ini dikenal sebagai Jatinegara.

Kemudian pada 1950-an bangunan itu menjadi markas Kodim 0505 Jatinegara. Kemudian, oleh Pemprov DKi saat dipimpin Anies Baswedan bangunan itu diresmikan sebagai Taman Benyamin Sueb, tepatnya pada 2018.


Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati, menjelaskan selain sebagai apresiasi kepada sang seniman, taman itu juga menjadi keinginan Bang Ben, sapaan karib Benyamin Sueb. Dia pernah menyatakan keinginannya agar Jakarta memiliki wadah untuk pelestarian seni dan budaya.

“Jadi ini adalah keinginan pemerintah memberikan apresiasi kepada Benyamin ya, beliau adalah seniman multitalenta yang dia bisa berkesenian apa saja. Dia menginginkan wadah atau tempat pengembangan dan pelestarian seni budaya. Maka, dibuatlah di sini jadi (Benyamin) ingin punya wadah untuk pelestarian budaya, tidak hanya Betawi saja jadi budaya dari mana saja,” kata Heni kepada detikTravel, Selasa (16/7/2024).

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady)

Di Taman Benyamin Sueb itu bukan hanya terdiri dari area terbuka layaknya sebuah taman, tetapi juga terdapat kurang lebih enam bangunan. Yakni, Museum Benyamin Sueb, tiga bangunan yang merupakan peninggalan zaman dulu yang terletak di belakang museum dan juga di kanan-kiri museum. Kemudian, terdapat bangunan Rumah Betawi yang biasa digunakan sebagai area latihan oleh sanggar-sanggar.

Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb. Ada penghargaan-penghargaan yang sempat ia peroleh dari segala bidang, lalu rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Heni mengatakan arsip dan foto-foto yang ada di museum itu merupakan mengatakan peninggalan Benyamin Sueb. Benda-benda yang ada di sana juga merupakan barang asli yang pernah dipakai oleh sang seniman.

Heni juga membeberkan museum itu baru saja mendapatkan koleksi teranyar, yakni sepeda ontel. Walaupun bukan sepeda yang pernah dipakai bang Ben, tapi sepeda tersebut serupa dengan yang pernah dipakai oleh Benyamin.

“Ya ini yang di Museum Benyamin Sueb itu barang-barang milik almarhum semua. Semuanya kita dapat dari Yayasan Benyamin Sueb, kita dapat juga dari sahabat-sahabat beliau. Nah, yang belum lama kita dapat sepeda juga kita dapat hibah dari Komunitas Sepeda Ontel tapi itu sepeda zamannya beliau,” kata Heni.

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Pengelola Taman Benyamin Sueb, Sri Heni Setiawati (Muhammad Lugas Pribady)

Dalam kesempatan berkunjung ke Taman Benyamin Sueb, detikTravel melihat beberapa orang yang tengah berlatih tari di bangunan Rumah Betawi. Heni juga mengatakan ada beberapa sanggar yang kerap berlatih di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa.

“Contohnya ini sedang ada latihan dari Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa (SBK) ini dia rutin menggunakan gedung kami setiap hari Selasa dan Jumat,” kata Heni.

detikTravel pun penasaran untuk melihat latihan tersebut. Ketua Sanggar Seni Budaya Khatulistiwa, Teguh Hari Santoso, menjelaskan sanggar yang ia kelola merupakan sanggar tari yang mencakup berbagai tarian di seluruh Indonesia. Dan Sanggar SBK sudah rutin berlatih di Taman Benyamin Sueb sejak lima tahun yang lalu.

“Alhamdulilah di sini tuh sudah hampir empat atau lima tahun ya, kita latihan seminggu dua kali. Kalau untuk diklatnya itu hari Selasa dari jam 15.00 sampai jam 20.00 WIB. Terus di hari Jumat itu pembekalan anak-anak yang sudah mahir,” kata Teguh..

Teguh juga menyampaikan dengan hadirnya Taman Benyamin Sueb sebagai wadah pelestarian seni dan budaya sangat membantu sanggarnya untuk mengeksplorasi tarian. Dan ia menjelaskan di sanggar besutannya itu tari Betawi merupakan gerbang untuk menguasai berbagai tarian Indonesia lainnya.

“Wah alhamdulillah dengan adanya Taman Benyamin Sueb ini kami selaku sanggar yang ada di Jakarta Timur terbantu sekali dengan adanya Taman Benyamin Sueb jadi kita bisa latihan dan eksplorasi gerak di Taman Benyamin Sueb ini,” katanya.

“Justru pengenalan awalnya itu (tari) Betawi gitu, setelah itu akan meningkat ke Bali, Sumatera, Sulawesi gitu. Ya jadi untuk pertama kali masuk di sanggar ini pasti kita kasihnya tari Betawi yang dasar, biasanya kita kasih tari cokek terus sama tari ragam dasar Betawi,” ujar dia.

Taman Benyamin Sueb ini dibuka untuk umum jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Sementara itu, untuk area Taman Benyamin Sueb seperti Rumah Betawi yang dijadikan tempat latihan oleh sanggar, pengelola membatasi waktu kegiatan hingga pukul 21.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Daerah Jatinegara, Asal Kakek Pemain Bola Eliano Reijnders



Jakarta

Eliano Reijnders sedang hangat dibicarakan karena akan menjadi pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia. Ternyata, kakek dari atlet ini orang Jatinegara, lho.

Darah Indonesia bisa dikatakan kental di tubuh Eliano Reijnders. Ibu Eliano, Angelina Syane Lekatompessy, lahir di Jakarta dan kakeknya lahir di Meester Cornelis atau saat ini dikenal Jatinegara.

Bicara tentang Jatinegara, banyak hal menarik yang bisa dijelajahi di sana. Apalagi traveler pecinta sejarah dan barang antik bisa memuaskan hasrat di sini.


detikcom telah merangkum nih, Kamis (19/9/2024) tempat menarik di Jatinegara alias kampungnya kakek Eliano, yang bisa kamu datangi.

1. Pasar Jatinegara atau Pasar Jembatan Item

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. (Agung Pambudhy/detikcom)

Traveler pecinta thrifting hingga barang antik bisa nih datang ke Pasar Jatinegara. Banyak benda-benda menarik yang bisa kamu buru lho. Tak hanya barang seconds, di sini juga menjual barang-barang baru kok.

Beragam barang yang bisa kamu temukan di sini, seperti HP, speaker, vacum cleaner, lukisan, kaset, uang kuno, jam tangan, hingga mainan anak.

Pasar barang bekas ini ada yang buka 24 jam, ada juga yang hanya sampai sore. Di sini tk hanya jualan di toko-toko saja, para pedagang juga banyak menggelar dagangannya di pinggir jalan.

2. Stasiun Jatinengara

PT KAI mengatur pola operasi KA jarak jauh keberangkatan dari Stasiun Gambir dengan akan diberhentikan di Stasiun Jatinegara meski tadinya tak berhenti di sana. (dok KAI)Stasiun Jatinegara (dok KAI)

Stasiun Jatinegara tidak sebatas rumah untuk kereta saja. Ada cerita sejarah menarik di sekitarnya, salah satunya stasiun ini adalah bangunan kedua. Bangunan pertama Stasiun Jatinegara berada 600 meter dari lokasi yang sekarang.

Dulu nama Stasiun Jatinegara yaitu Meester Cornelis. Daerah Meester Cornelis awalnya merupakan tanah milik seorang pemuka agama Kristen Bernama Cornelis van Senen. Setelah meninggal dunia pada 1661, para pengikutnya mengabadikan nama Meester (majikan) Cornelis sebagai nama wilayah bekas properti tanah milik mendiang. Ketika pendudukan Jepang, penamaan wilayah Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara.

Stasiun Jatinegara juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19990112.02.000503 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/PW.007/MKP/05 dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 011/M/1999

3. Museum Benyamin Sueb

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Terdapat beberapa bangunan di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Museum Benyamin Sueb. Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb, mulai penghargaan-penghargaan, rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Taman Benyamin Sueb dibuka untuk umum, jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Lokasi museum nggak jauh kok dari Jembatan Item. Kamu bisa jalan kaki ke sini setelah berburu barang antik.

4. Wisata religi

Di sekitar pasar Jatinegara, traveler bisa mengunjungi beberapa tempat ibadah. Sebit saja Vihara Avalokitesvara yang terletak di Jalan Jatinegara Timur dan vihara Amurva Bhumi yang terletak di kelurahan Balimester.

Berkeliling lagi, traveler bisa berkunjung ke Gereja Koinonia yang memiliki loteng dengan pemandangan ke 4 arah mata angin di bagian atasnya.

detikcom menyarankan traveler untuk mencoba walking tour sekitar Jatinegara biar semakin kenal dengan sejarah di sana. Banyak kok tur yang menawarkan keliling Jatinegara.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Spa Terbaik di Jakarta, Cocok untuk Melepas Penat


Jakarta

Tak hanya sebagai pusat bisnis dan hiburan, Jakarta menawarkan beragam tempat relaksasi yang berkualitas tinggi. Di tengah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan kota, spa menjadi pelarian yang sempurna untuk menyegarkan tubuh dan pikiran.

Nah, ada beberapa tempat spa di Jakarta yang bisa dipilih dengan berbagai perawatan yang memanjakan tubuh. Apa saja? Berikut beberapa tempat spa terbaik di Jakarta

Tempat Spa Terbaik di Jakarta

Ada banyak tempat spa yang menawarkan aneka pilihan pijat hingga refleksologi. Berikut deretan tempat spa terbaik di Jakarta menurut situs traveling online.


1. Kokuo Reflexology

Kokuo Reflexology menawarkan tempat yang estetik dengan nuansa Jepang. Perpaduan teknik refleksi China dan Jepang dengan teknik tradisional Indonesia bisa membuat tubuh menjadi bugar.

Ada paket signature massage & reflexology hingga Athletic Massage dengan durasi 60 menit-120 menit. Tak hanya itu, menurut laman Instagramnya, Kokuo Reflexology ini juga mempunyai paket premium home theater, di mana pengunjung akan dipijat sambil menonton.

Lokasi: Jl. Timor No.12, RT.9/RW.4, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Kota Jakarta Pusat.

2. Delta Spa & Health Club

Delta Spa & Health Club menawarkan banyak perawatan, seperti Shockwave therapy, kings treatment, thailand massage, shiatsu, mud therapy dan tradisional massage. Durasi pijatnya selama 2 jam 15 menit. Menurut laman Instagramnya, fasilitas yang ditawarkan mulai dari steam, sauna, vichy shower, kolam renang, dan kolam panas dan dingin,

Lokasi: Ada beberapa lokasi Delta Spa & Health Club di Jakarta, berikut di antaranya:

  • Gunung Sahari: Komp. Marinatama (INKOPAL) Blok F 21 – 23, Jl. Gunung Sahari No.2 1, RT.1/RW.13, Pademangan Baru, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14410.
  • Pondok Indah: Jl. Sultan Iskandar Muda No.72 5, RT.5/RW.9, Kebayoran Lama Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan.
  • Kelapa Gading: Kokan Permata Kelapa Gading Blok D 30 – 34, Jl. Boulevard Bukit Gading Raya No.RT.15, RT.15/RW.3, West Kelapa Gading, Kelapa Gading.
  • Harmoni: Blok B12-12A No.2, Jl. Suryopranoto No.RT.2, RT.2/RW.8, Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat,
  • Grand Wijaya: Grand Wijaya Center Blok F12,F12A dan F14, Jl. Wijaya II No.RT.6, RT.6/RW.1, Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan
  • Kebon Jeruk: Jl. Raya Perjuangan Komplek Prisma Kedoya Plaza Blok A9 – 11, RT.1/RW.7, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11530
  • Gatot Subroto: Jl. Gatot Subroto No.Kav.76, Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan.
  • Pejaten: Pejaten Office Park, Jl. Buncit Raya No.F79 1, RT.1/RW.7, Pejaten Barat, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta

3. The Ritz Carlton Spa

The Ritz Carlton merupakan hotel berbintang 5 yang menawarkan fasilitas spa. Di tengah taman tropis yang rimbun, ada 19 ruang perawatan mewah dengan bak berendam di luar ruangan pribadi.

Mengutip laman resminya pilihan pijat yang ditawarkan di antaranya mystical touch massage dengan teknik tradisional Bali, batavia massage, bamboo therapy, sport massage, dan refleksologi.

Lokasi: Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.1 Kav.E.1.1, Mega Kuningan Kota Jakarta Selatan.

4. Raffles Spa

Sama seperti The Ritz Carlton, Raffles juga merupakan hotel berbintang 5 dengan fasilitas spa mewah. Pilihan spanya ada signature heritage massage dengan teknik pijat Bali dan Jawa, aromatic couples romance, dan Lavender Dream Experience. Menurut laman resminya, ada juga Ultimate Firming, perawatan wajah untuk mengencangkan dan menghaluskan kulit.

Lokasi: Ciputra World 1, Jl. Prof. DR. Satrio No.5 Kav 3, RT.17/RW.4, Kuningan, Karet Kuningan, Jakarta, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12940

5. Spa by JW at Marriott Hotel

Spa by JW at Marriott Hotel mengusung konsep calm (tenang), indulge (memanjakan), invigorate (menyegarkan), dan renew (memperbarui). Ada banyak pilihan massage yang ditawarkan, yaitu Heritage Signature Massage, teknik penyembuhan ayurveda kuno, Stress relief massage yang dirancang untuk menghilangkan stres dan tegang, hingga clear your mind massage dengan hot stone.

Ada juga Re-energize massage, perpaduan antara teknik pijat Bali dan Thailand, dan jet lag cure massage dari Swedia. Durasi pijat beraneka ragam yaitu selama 60 sampai 120 menit. Selain itu, terdapat aneka perawatan wajah dan badan yang ditawarkan

Lokasi: Jl. Mega Kuningan Barat Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.1&2, Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan.

6. Inaria Spa

Inaria Spa merupakan fasilitas spa di Intercontinental Jakarta. Pengobatan autentiknya menggunakan herba, akar, dan buah-buahan,untuk menyehatkan pikiran dan tubuh.

Pilihan spanya ada Inaria signature yang memadukan pijat tradisional Bali dan teknik pijat Thailand yang bisa meredakan ketegangan otot, meningkatkan sirkulasi dan fleksibilitas, dan menyeimbangkan tubuh dan pikiran. Selain itu, ada Batimung Signature Ritual-Kalimantan, perawatan peremajaan menggunakan black borneo. Ada pula Kerokan Javanese Massage, Oukuo Martup-Sumatera, tradisional sasak-Lombok hingga Micet Madura.

Lokasi: InterContinental Jakarta Pondok Indah Jalan Metro Pondok Indah Kav. IV, RT.1/RW.16, TA, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan,

7. Grand Spa Kemayoran

Grand Spa Kemayoran berada di Hotel Grand Mercure Jakarta. Ada dua perawatan utama yaitu Tradisional dan Shiatsu Massage.

Menurut laman resmi Grand Spa Kemayoran, Tradisional massage melakukan penekanan pada bagian-bagian tubuh tertentu untuk menghilangkan rasa sakit dan mengembalikan tubuh menjadi bugar. Sementara shiatsu massage yang berasal dari Jepang bermanfaat dalam meningkatkan aliran darah hingga meningkatkan stamina.

Lokasi: Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran Lantai 8, Jl. H Benyamin Sueb Kav. B6, RT.16/RW.10, Pademangan Timur, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Utara

8. Zen Family Reflexology & Spa

Seperti namanya, Zen Family Reflexology & Spa berkonsep keluarga. Mengutip laman resminya, tak hanya untuk laki-laki dan perempuan dewasa, treatment ini bisa melayani anak dari usia 5 tahun hingga lansia. Adapun pilihan massagenya seperti The Royal Touch dengan full body massage yang fokus di titik otot, hot stone massage dengan menggunakan batu basal yang dihangatkan, dan back release massage yang merupakan treatment sebelum atau sesudah olahraga.

Lokasi: Jl. Gunawarman No.43, RT.4/RW.7, Rw. Bar., Kecamatan Kebayoran Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12180

9. Nano Health Family

Nano Health Family dikenal dengan treatment tradisionalnya. Namun, selain treatment tradisional, ada thai massage, shiatsu massage, manispa, dan juga jumping clay. Menurut laman instagramnya, setelah mendapat treatment body massage, pengunjung bisa menikmati bubur ayam gratis di area khusus yang telah tersedia.

Lokasi: Jl. Pluit Selatan Raya No.28 – 30, RT.21/RW.6, Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

10. Ayana Spa

Ayana Spa memadukan pijat dan perawatan modern menggunakan bahan-bahan alami pilihan dari Indonesia. Pilihan perawatannya, ada Ayana Massage sebagai signaturenya, Nakatsuji Massage yang terkenal dari ortopedi Jepang dan ahli anti penuaan dini, Tadashi Nakatsuji. Tak hanya itu, ada shiatsu dan lava stone therapy yang bisa membangkitkan mood.

Lokasi:Jl. Jenderal Sudirman No.RT.10, RT.10/RW.11, Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat

Itulah sejumlah tempat spa terbaik di Jakarta. Bagaimana? Tertarik untuk mengunjungi salah satunya?

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com