Tag Archives: biji

Cara Jitu Usir Tawon yang Bersarang di Rumah, Bisa Pakai Air Sabun


Jakarta

Tawon merupakan salah satu serangga yang bisa menyerang manusia apabila merasa terancam. Sengatan tawon dapat menyebabkan bengkak pada kulit, rasa gatal, dan kemerahan.

“Tawon menimbulkan bahaya yang signifikan, karena satu tawon atau sekelompok besar tawon dapat membahayakan atau bahkan berakibat fatal bagi individu dan hewan peliharaan yang sensitif,” ujar Ray Hess, ahli pengendalian hama, dikutip dari laman Real Simple.

“Tidak seperti lebah madu, alat penyengatnya tidak berduri, sehingga memungkinkan mereka (tawon) menyengat berulang kali,” lanjutnya.


Selain sengatan, bahaya dari tawon juga apabila mereka membuat sarang di dekat rumah. Kawanan tawon akan sering terlihat di sekitar rumah sehingga harus berhati-hati saat di dekat sarang mereka.

Apabila kawanan tawon sudah mengganggu, tidak masalah untuk mengusirnya, tetapi caranya tidak seperti mengusir kucing. Lebih baik mengusirnya langsung dari sarangnya agar mereka tidak kembali.

Cara Ampuh Mengusir Tawon

Dilansir laman Good Housekeeping berikut agar tawon tidak datang kembali ke rumah.

1. Semprotkan Air Sabun

Mengusir tawon ternyata bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah. Salah satunya adalah air sabun. Untuk membuatnya, campurkan 2 sendok makan sabun cuci piring dan air ke dalam botol semprot lalu kocok sampai rata.

Setelah itu semprotkan campuran sabun dan air ini ke sarang tawon dari jarak jauh. Jika khawatir tawon akan menyerang, gunakan pakaian yang tertutup dari atas hingga bawah. Pastikan tidak ada celah pada pakaian tersebut yang bisa ditembus tawon.

Jika letak sarangnya di luar jangkauan, kamu dapat merobohkannya terlebih dulu dengan sapu. Setelah terjatuh, langsung semprotkan larutan ini ke sarangnya. Larutan air sabun ini ampuh karena mampu membuat tawon mati seketika dengan menyumbat pori-pori pernapasan atau spirakel mereka.

2. Taburkan Bedak Bayi

Bahan kedua yang bisa digunakan adalah bedak bayi. Aroma bedak bayi yang disukai oleh manusia ternyata dibenci oleh serangga satu ini. Cara menggunakannya agak sulit karena harus ditaburkan di sarang tersebut. Sebelum mencoba, pertimbangkan keselamatan diri dulu atau gunakan bahan lain.

3. Gunakan Campuran Cuka dan Air

Cuka merupakan bahan yang bisa membersihkan noda membandel. Di luar itu, cuka juga bermanfaat untuk mengusir tawon. Asam asetat yang dikandung cuka memiliki bau yang khas.

Cara membuat bahan perangkapnya adalah dengan mencampurkan cuka dengan air dapat menghasilkan larutan yang efektif untuk memikat tawon serta membunuhnya. Lalu siapkan campuran cuka masak atau cuka apel, gula, dan air dan letakkan larutan ini di dekat sarang tawon. Nantinya, tawon bisa terperangkap dan tenggelam di larutan ini.

4. Semprotkan Minyak Cengkeh

Menurut sebuah penelitian, kombinasi minyak esensial cengkeh, geranium, dan serai ampuh mengusir tawon. Untuk membuat larutan pengusir tawon, kamu dapat mencampurkan beberapa tetes masing-masing minyak ini dengan sabun cuci piring, lalu masukkan ke dalam botol semprot.

Jika hanya memiliki minyak cengkeh, kamu dapat menggunakannya sendiri. Larutkan minyak cengkeh dan sabun sedikit sabun cuci piring, kemudian aduk rata. Larutan ini juga bisa disemprotkan ke sarang tawon untuk mengusirnya.

Aroma yang kuat dari cengkeh mampu bekerja selayaknya pengusir serangga. Dengan aromanya pula, tawon akan langsung meninggalkan sarangnya.

5. Pakai Cengkeh Utuh

Selain minyak esensialnya, cengkeh utuh juga dapat dimanfaatkan lho. Kamu dapat meletakkan atau menggantungkan biji cengkeh ini di dekat sarang atau di area yang kerap dilalui tawon.

Caranya dengan memasukkan beberapa cengkeh utuh ke dalam kantong plastik atau tempelkan cengkeh ke dalam lemon lalu letakkan atau gantungkan di lokasi yang strategis.

Itulah bahan-bahan yang ampuh mengusir tawon, semoga bermanfaat.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

3 Cara Bikin Ruangan Wangi Pakai Bahan Alami, Bye-bye Bau Tak Sedap



Jakarta

Rumah yang harum membuat suasana di rumah lebih nyaman dan menenangkan. Tak jarang pemilik memasang pengharum ruangan agar rumahnya wangi sekaligus menghilangkan bau tak sedap.

Namun, pengharum ruangan yang tersedia di pasaran mengandung senyawa kimia. Jika ingin alternatif yang lebih alami, ada bahan-bahan yang bisa digunakan.

Lalu, bahan apa yang bisa digunakan sebagai pengharum ruangan? Simak ulasannya berikut ini.


Bahan Alami Sebagai Pengharum Ruangan

Inilah pengharum ruangan alami yang dapat menghilangkan bau tak sedap di rumah, dikutip dari The Spruce.

1. Kopi

bubuk kopiKopi Foto: Getty Images/oxana pospelova

Pemilik rumah bisa mengharumkan ruangan menggunakan kopi. Bahan ini punya aroma yang khas sehingga dapat menghilangkan bau. Cara pakainya dengan meletakkan bubuk kopi yang sudah dipanggang di dalam oven pada ruangan yang bau.

Selain yang berupa bubuk, pemilik juga bisa merebus biji kopi. Lalu, cairannya dimasukkan ke dalam diffuser.

2. Kayu Manis

Sebuah studi menunjukkan bahwa rempah-rempah kayu manis memiliki senyawa bioaktif. Hal itu dapat meningkatkan fungsi otak, terutama memori dan pembelajaran.Kayu Manis Foto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Kayu manis dapat mengharumkan ruangan dengan aromanya yang kuat. Bahan ini mengeluarkan wangi yang manis dan hangat sehingga membuat suasana ruangan lebih rileks.

Pemilik bisa memanfaatkan kayu manis sebagai pengharum ruangan dengan cara direbus, lalu dimasukkan ke dalam diffuser. Cara lain bisa dengan mencampurkan kayu manis, air, dan minyak esensial.

3. Lavender

Ilustrasi tanaman lavender untuk mengusir nyamukLavender Foto: Getty Images/iStockphoto/GCShutter

Lavender memiliki aroma yang lembut dan menenangkan. Pemilik dapat meletakkan bunga lavender ke dalam mangkuk atau vas berisi air dingin untuk menjadikannya pengharum ruangan.

Kalau tidak punya bunga lavender, minyak esensial bunga lavender bisa jadi alternatif. Campurkan minyak tersebut dengan air.

Itulah bahan-bahan alami untuk menghilangkan bau di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/abr)



Sumber : www.detik.com

Tanaman di Rumah Mendadak Layu? Waspada, Bisa Jadi Diserang Benalu



Jakarta

Benalu sering kali muncul tiba-tiba dan mulai merambat di tanaman rumah. Kehadiran tumbuhan parasit ini bisa mengganggu pertumbuhan tanaman lain dan merusak keindahan taman jika tidak segera ditangani.

Dilansir dari situs Wisconsin Horticulture, tanaman ini termasuk tanaman parasit karena menyerap makanan dari pohon inangnya. Munculnya benalu membuat pemilik tanaman di taman rumah kerap kali merasa khawatir karena benalu bukan hanya menempel, tetapi juga mengambil air dan nutrisi dari tanaman yang ditempelinya.

Salah satu alasan benalu bisa muncul di taman rumah adalah karena adanya tangkapan benih yang disebarkan oleh burung setelah memakan buah benalu. Burung kemudian menorehkan biji yang lengket ke ranting atau batang tanaman di taman. Selain itu, juga terdapat beberapa alasan benalu bisa muncul di tanaman taman rumah.


Penyebab Benalu Bisa Muncul

1. Penyebaran Biji oleh Burung dan Hewan Lain

Benalu menghasilkan buah yang lengket dan biasanya dimakan oleh burung. Setelah menelan buah, burung akan menempelkan biji ke ranting atau batang tanaman lain di taman, sehingga benalu menempel dan mulai tumbuh.

2. Tanaman Inang yang Stres atau Lemah

Pohon atau tanaman yang sedang stres, misalnya kekurangan air, terkena hama, atau tanah yang kurang subur-cenderung lebih mudah ditempeli benalu. Benalu mengambil nutrisi dari tanaman inang, sehingga tanaman yang lemah lebih rentan menjadi targetnya.

3. Kurangnya Perawatan Taman

Ranting mati atau sisa tanaman yang dibiarkan bisa menjadi tempat menempelnya benalu. Kurangnya pemangkasan rutin, membuat benalu lebih mudah berkembang karena ada banyak titik perlekatan untuk bijinya.

Cara Mencegah Munculnya Benalu

1. Rutin Memeriksa dan Memangkas Ranting Tanaman yang Terinfeksi

Pemilik taman sebaiknya rutin memeriksa tanaman, terutama di pohon buah atau tanaman hias besar. Jika terlihat benalu, segera pangkas ranting yang terinfeksi dan buang jauh dari taman agar bijinya tidak menempel kembali.

2. Menjaga Kesehatan Tanaman

Pastikan Tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup, serta tanah memiliki drainase baik. Tanaman sehat lebih kuat menahan serangan benalu dibanding tanaman yang lemah.

3. Menjaga Kesehatan Tanaman

Pastikan tanaman mendapatkan air dan nutrisi yang cukup, serta tanah memiliki drainase baik. Tanaman sehat lebih kuat menahan serangan benalu dibanding tanaman yang lemah.

4. Menghilangkan Sisa Ranting dan Buah

Jangan biarkan ranting mati atau buah benalu berserakan di taman. Membersihkan sisa tanaman secara rutin membantu mengurangi kemungkinan biji benalu menempel di tanaman sehat.

5. Menggunakan Alat dan Teknik Mekanis

Untuk benalu yang sudah menempel, pemotongan dengan alat tajam atau teknik pengikatan batang bisa diterapkan untuk mencegah pertumbuhan lebih lanjut. Hindari penggunaan bahan kimia keras yang bisa merusak tanaman inang.

Itulah beberapa penyebab dan cara mengatasi munculnya benalu di taman rumah. Semoga bermanfaat.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

4 Bahan Alami yang Bisa Gantikan Sabun Cuci Piring, Sudah Coba?


Jakarta

Saat ini sabun cuci piring menjadi bahan utama ketika membersihkan piring dan peralatan masak. Bahan ini bisa menghilangkan noda membandel hingga aroma tak sedap.

Namun, sabun cuci piring bukan satu-satunya bahan yang ampuh melakukan hal tersebut. Ada beberapa bahan alami yang melakukan fungsi yang sama dan bisa menjadi alternatif terutama saat tidak ada stok cuci piring.

Mungkin beberapa di antara detikers sudah ada yang pernah memakai bahan alami ini. Dilansir dari The Spruce, berikut beberapa bahan alami yang bisa dipakai.


1. Soda Kue

Soda kue umumnya dipakai sebagai bahan pembuatan kue dan roti. Di luar itu, soda kue ampuh digunakan sebagai bahan pembersih karena di dalamnya terdapat sifat abrasif yang lembut. Sifat ini dapat menghilangkan noda. Selain itu, soda kue dapat menghilangkan bau. Caranya adalah tuang soda kue dan tambahkan air. Pakai campuran soda kue dan air tersebut saat mencuci piring.

2. Air jeruk

Air perasan jeruk mengandung asam ringan yang dapat menghilangkan residu pada piring. Cara memakainya adalah dengan menyiapkan 1/2 air perasan lemon. Pastikan air tersebut sudah bebas dari biji dan ampasnya. Lalu, gunakan untuk mencuci piring.

3. Cuka Putih

Bahan alami lainnya yang bisa dipakai adalah cuka putih. Bahan ini mengandung sifat asam yang dapat menghilangkan sisa minyak pada piring. Cara memakainya adalah tuang 1/2 cangkir cuka ke dalam wadah, lalu letakkan di rak paling atas. Cuci seperti biasa.

4. Natrium Karbonat

Natrium karbonat atau soda cuci merupakan pembersih yang efektif untuk menghilangkan air sadah saat mencuci piring. Isi wadah dengan natrium karbonat lalu gunakan saat membersihkan piring.

Berikut 4 bahan alami yang bisa menjadi alternatif pengganti sabu cuci piring, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Bersihkan Lumut dan Rumput yang Tumbuh di Sela Paving Block


Jakarta

Paving block adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving akan terlihat bersih dan rapi. Namun, pemasangan paving berpotensi ditumbuhi lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi.

Lantas, apa sebenarnya penyebab lumut dan rumput liar muncul di paving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis membuat paving tetap rapi dan bebas gangguan.


Penyebab Lumut dan Rumput Liar Tumbuh di Celah Paving

1. Biji Gulma

Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

2. Lembap

Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut beberapa caranya.

1. Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

Cara menggunakannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan dari erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

2. Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini berpotensi menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

Paving block harus sering disapu setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

3. Perbaiki Drainase dan Buka Akses Sinar Matahari

Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

4. Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

Tambahkan lapisan pelindung paving atau sealer paving agar dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

5. Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

6. Cuka Putih

Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif

7. Baking Soda

Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

8. Jadwalkan Pemeliharaan Awal dan Akhir Musim Hujan

Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.

Saat musim kemarau segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Tips Simpel Agar Paving Rumah Bebas Lumut dan Rumput Liar



Jakarta

Paving adalah solusi populer untuk menciptakan jalan setapak ataupun area parkir di halaman rumah. Banyak orang berekspektasi ketika halaman rumah dipasangi paving, akan terlihat bersih dan rapi. Namun, meski sudah dipasangi paving, terkadang halaman rumah tetap diserbu oleh lumut dan rumput liar yang mengganggu kebersihan dan kenyamanan.

Lumut dan rumput liar kerap tumbuh di sela-sela paving. Tumbuhan ini dapat membuat permukaan paving menjadi tampak kusam dan tidak rapi. Celah-celah paving dapat menjadi tempat ideal bagi lumut dan rumput liar untuk tumbuh.

Lalu, apa yang sebenarnya menyebabkan lumut dan rumput liar muncul meski sudah dipaving? Dilansir dari situs NY Pavers, berikut beberapa penyebab lumut bisa muncul di sela-sela paving dan langkah-langkah praktis untuk memberantasnya sehingga membuat permukaan paving tetap rapi dan bebas gangguan.


Penyebab Lumut dan Rumput Liar Bisa Tumbuh di Celah Paving

Biji Gulma

Rumput liar tidak muncul di bawah paving, melainkan bijinya dibawa oleh angin, burung, ataupun hal-hal lainnya. Biji gulma tersebut kemudian mendarat di sambungan pasir di antara batu paving. Jika ada kelembapan dan sinar matahari yang cukup, biji ini akan tumbuh menjadi rumput.

Lumut

Sementara itu, lumut lebih menyukai kondisi gelap dan lembap. Area paving yang tidak mendapatkan cukup sinar matahari atau memiliki drainase yang buruk, sangat rentan menjadi tempat tumbuhnya lumut.

Cara Efektif Mengatasi dan Mencegah Lumut dan Rumput Liar

NY Pavers menyarankan beberapa langkah pencegahan dan perawatan praktis agar celah paving tetap bersih dan tidak mudah ditumbuhi lumut atau rumput. Berikut ini beberapa caranya.

Gunakan Pasir Polimer untuk Mengisi Celah

Pasir polimer adalah campuran pasir halus yang mengandung bahan pengikat. Setelah disemprot air, pasir ini akan mengeras dan menciptakan sambungan yang kokoh. Hal ini membuat biji gulma sulit menancapkan akar di sela batu paving.

Cara pengaplikasiannya adalah dengan menyapukan pasir polimer ke celah paving, padatkan permukaan, lalu semprot dengan sedikit air untuk mengaktifkan bahan pengikat. Biarkan pasir mengering selama 24-48 jam. Setelah mengering, struktur paving akan lebih tahan erosi, lebih sulit dimasuki biji gulma, dan membantu mengurangi pertumbuhan lumut.

Rutin Menyapu dan Membersihkan Paving

Debu, daun, kotoran burung, dan serpihan organik lainnya dapat menumpuk di permukaan, dan celah paving. Hal ini menyediakan tempat bagi biji gulma atau spora lumut untuk tumbuh.

Sapu daerah yang dipasangi paving setidaknya tiga hari sekali. Gunakan sapu lidi ataupun sapu ijuk yang keras agar celah-celah paving juga terjaga bersih. Sesekali juga bersihkan dengan air, siram menggunakan selang untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Perbaiki Drainase dan Tingkat Paparan Sinar Matahari

Karena lumut tumbuh subur di tempat lembap dan teduh, memperbaiki kondisi fisik lingkungan dapat mengurangi risiko pertumbuhan. Pangkas tanaman atau ranting di sekitar paving agar sinar matahari dapat masuk dengan baik dan sirkulasi udara lebih lega. Jika ada genangan air setelah hujan, pertimbangkan untuk memperbaiki kemiringan paving agar air bisa mengalir dengan lebih baik.

Lapisi Paving dengan Lapisan Pelindung

Lapisan pelindung paving atau sealer paving dapat mencegah air meresap lebih banyak ke dalam celah, karena lumut kurang bisa tumbuh di area yang kering. Lapisan ini juga mampu melemahkan kemampuan biji gulma untuk menancap di sambungan. Sebaiknya, pilih lapisan pelindung yang sesuai dengan jenis paving, misalnya matte, wet-look, atau natural finish, dan ulangi aplikasi setiap 2-3 tahun agar tetap efektif.

Gunakan Penghambat Alami untuk Lumut dan Rumput Liar

Jika pertumbuhan lumut ataupun rumput liar masih ringan, penghambat alami dapat digunakan sebagai langkah awal untuk mencegahnya berkembang. Cara ini membantu menjaga area paving tetap bersih tanpa perlu menggunakan bahan kimia yang lebih kuat.

  • Campurkan cuka dengan air hingga merata. Setelah itu, semprotkan langsung pada gulma atau lumut saat cuaca kering dan cerah agar hasilnya lebih efektif
  • Taburkan baking soda secara merata pada area yang ditumbuhi lumut. Biarkan selama beberapa hari hingga lumut mengering, lalu bersihkan dengan cara menyikat atau menyapu.

Jadwalkan Pemeliharaan

  • Awal dan Akhir Musim Hujan Sapu paving secara teratur untuk mencegah kotoran menumpuk dan menjadi media tumbuh lumut atau rumput liar. Periksa juga apakah ada celah yang longgar dan perlu diisi ulang, lalu pertimbangkan melakukan pelapisan ulang agar sambungan tetap rapat.
  • Musim Kemarau Segera bersihkan daun, tanah, atau kotoran organik yang menumpuk. Pastikan saluran drainase tidak tersumbat, dan pangkas tanaman di sekitar paving agar area tetap mendapat cukup cahaya matahari dan sirkulasi udara yang baik.

Itulah penyebab dan cara mengatasi lumut dan rumput liar yang tumbuh di celah paving. Semoga membantu!

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Menyicipi Kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan Instagramable



Rantepao

Kopi Toraja paling nikmat jika dinikmati langsung di Toraja. Tempat menikmatinya ada di Cafe Aras 2 yang dijamin halal, tempatnya juga Instagramable.

Toraja selama ini dikenal sebagai daerah yang memproduksi biji kopi dengan kualitas terbaik di Indonesia. Liburan ke Toraja, sudah pasti wajib minum kopi lokal yang diproduksi di sini.

Salah satu tempat terbaik untuk menikmatinya adalah Cafe Aras 2. Sesuai namanya, kafe ini merupakan cabang kedua dari Cafe Aras. Yang membedakan keduanya adalah, di Cafe Aras 2 ini dijamin kehalalan makanannya.


Sedangkan di Cafe Aras pusat, ada hidangan-hidangan yang menggunakan bahan-bahan yang tidak halal alias mengandung babi.

Namun terlepas dari halal dan tidak halalnya, kedua kafe itu sama-sama menyajikan biji kopi lokal terbaik yang sudah diolah menjadi minuman kopi yang disajikan di gelas-gelas pengunjung.

Menikmati kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan InstagramableMenikmati kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan Instagramable Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Sesuai dengan rekomendasi dari barista yang bertugas sore itu, pilihan jatuh kepada kopi susu hangat dengan beans lokal Toraja yang diproses sendiri oleh Cafe Aras.

Untuk versi dinginnya, traveler juga bisa memesan Caramel Macchiato yang tak kalah sedap. Kebetulan dua menu kopi ini juga direkomendasikan oleh pramusaji di Cafe Aras 2.

Menikmati kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan InstagramableMenikmati kopi Toraja di Cafe Aras 2 yang Halal dan Instagramable Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel

Begitu pesanan kami datang, aroma kopi sedap yang menohok hidung sudah tercium dari radius 5 meter. Ini sudah jadi pertanda kalau kopi itu bakalan nikmat.

Benar saja, begitu menyeruput kopi susu hangat itu, rasa kopi dengan notes kacang-kacangan langsung mengalir dengan mulus ke dalam tenggorokan. Duh, nikmatnya bukan main.

Selain bisa menghabiskan senja sambil menyeruput kopi, traveler juga bisa berbelanja biji kopi dan alat-alat untuk menyeduh kopi.

Ada juga pojok di kafe ini yang menjual berbagai barang perintilan seni yang bisa dibawa pulang traveler sebagai cinderamata.

Lokasi Cafe Aras 2

Cafe Aras 2 berlokasi di Jalan Andi Mappanyuki Nomor 94. Lokasinya tak terlalu jauh dari Alun-alun Kota Rantepao. Tinggal berjalan kaki selama 5 menit, traveler sudah sampai ke kafe ini.

Lokasinya sangat strategis berada di pinggir jalan raya. Bangunannya didesain bergaya khas Toraja, seperti rumah Tongkonan dengan kepala Kerbau sebagai ikonnya.

Sedikit tips, pilihlah tempat duduk di lantai 2 bangunan kafe dan nikmatilah angin sepoi-sepoi sebagai teman menyeruput kopi Toraja yang nikmat. Amboi!

Artikel ini mendapatkan dukungan dari Lion Group. Temukan penawaran menarik untuk paket penerbangan dan hotel dari BookCabin di link ini.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Sensasi Menikmati Kopi Luwak dan Teh Aneka Aroma di Kintamani



Jakarta

Anda pernah nonton ‘The Bucket List’? Film yang pertama kali tayang pada 2007 itu dibintangi dua aktor gaek Hollywood Jack Nicholson dan Morgan Freeman.

Isinya menceritakan kehidupan kedua pria beda kasta yang bertemu di rumah sakit karena penyakit mematikan. Dari situ mereka membuat sebuah catatan kecil untuk dilakukan sebelum kematian menjemput.

Saya menduga adegan yang paling menarik bagi penonton di tanah air adalah ketika keduanya membahas cita rasa Kopi Luwak. Jack dan Morgan terpingkal-pingkal hingga mengeluarkan air mata saat tahu bahwa kopi yang disebut memiliki aroma dan cita rasa terunik di dunia itu berasal dari kotoran kucing pohon liar alias luwak.


Saya pribadi baru mencobanya pada akhir pekan lalu saat melintasi Jalan Raya Kintamani – Gianyar, Bali. Di sepanjang jalan itu berjejer perkebunan kopi menawarkan sensasi minum kopi luwak orisinal.

Menjelang jam makan siang kami singgah di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’ yang memiliki kebun kopi seluas dua hektare. Tempat ini tidak memungut biaya masuk alias gratis. Area parkirnya luas. Setiap rombongan akan didampingi oleh seorang pemandu.

Selain pohon kopi Robusta dan Arabica, di area seluas itu kita juga bisa mengenali pohon salak, vanilla, cokelat, dan lainnya. Hal menarik lainnya, di tengah kebun beberapa ekor luwak tengah meringkuk di atas dahan pohon kopi. Juga ada beberapa sapi terikat di dalam kandang.

“Itu sengaja untuk kami manfaatkan kotorannya sebagai pupuk organik,” kata Ni Luh Putu Juni Fira Dewi yang menjadi pemandu. Alumnus SMKN 1 Tampak Siring itu telah dua tahun bekerja di ‘Cantik Agriculture Luwak Coffee’.

Sebelumnya dia pernah bekerja di villa Tegal Alang, Ubud.

Sejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, KintamaniSejumlah turis asal Australia menikmati kopi luwak di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani (Sudrajat / detikcom)

Di ujung kebun kami mulai mencium aroma biji kopi terpanggang. Dua perempuan paruh baya terlihat khusuk menyangrai biji kopi di atas penggorengan baja. Suluh-suluh kayu di bawahnya merah menyala menyeburkan bara. Tak jauh dari dapur, Fira menunjukkan kepada kami gumpalan kotoran Luwak. Warnanya cokelat kehitaman.

“Kotoran ini biasanya kami bersihkan, dikupas kulitnya lalu dijemur selama beberapa hari. Setelah itu disangrai selama 45 menit baru ditumbuk hingga menjadi semacam tepung. Untuk satu kilogram kopi sangrai butuh sekitar dua jam untuk menghaluskannya,” kata Fira.

Tak sampai setengah jam di kebun, pengunjung tersu berdatangan secara berkelompok. Kebanyakan para turis dari Australia dan Eropa. Semua disambut ramah dan diberi penjelasan serupa.

Tak cuma tentang kopi dan kopi luwak, para pengunjung juga diperkenalkan kepada rempah-rempah berikut khasiatnya seperti kunyit, jahe, rosela, sereh, ginseng, dan lainnya.

Di tepi kebun yang berbatasan dengan bebukitan hijau berderet kursi kayu. Para pengunjung bebas memilih tempat duduk. Para pemandu lalu menghidangkan selusin cangkir gelas mungil berisi kopi dan teh beragam aroma. Kripik singkong dan pisang goreng menjadi pelengkapnya. Semua gratis!

“Ini sudah menjadi tradisi kami untuk menghormati tamu. Kalau mau mau kopi luwak baru kena charged Rp 50 ribi per cup,” kata Fira.

Sejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani - BaliSejumlah turis asing membeli aneka oleh-oleh di Cantik Agriculture Luwak Coffee, Kintamani – Bali (Sudrajat / detikcom)

Sejumlah turis riuh berdecak kagum dan memberi applause. Penasaran, kami pun coba memesan secangkir kopi luwak.

“Kalau biasanya kita menyeruput capucino, kali ini di Kintamani Bali kita lebih suka menikmati CatPooCino alias Kopi Luwak,” seloroh seorang turis asal Australia disambut tawa rekan-rekannya.

Kami sepakat, cita rasa kopi luwak memang beda dari kopi lainnya. “Lebih lembut, asemnya juga lebih rendah dari kopi biasa,” ujar Meliyanti Setyorini, teman seperjalanan penulis.

Untuk teh, dia suka yang aroma coconut. “Campurannya pas buat lidah gue,” dia menambahkan.

Wartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak CoffeeWartawati detik.com Meliyanti Setyorini menikmati secangkir kopi luwak dan teh aneka aroma di Cantik Agriculture Luwak Coffee Foto: Sudrajat / detikcom

Cantik Agriculture Luwak Coffee’ juga menyediakan toko yang menjual berbagai produk hasil olahan kopi dan minuman yang telah dicicipi selama tur. Selain kopi aneka rasa, toko ini juga menawarkan berbagai produk lain seperti sabun buah, dupa, dan arak Bali.

(jat/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Gua Ngerong Nan Mistis di Tuban, Ada Ikan yang Tak Boleh Dibawa Pulang



Tuban

Tuban punya destinasi gua Ngerong yang menyimpan mitos. Konon, ikan-ikan yang ada di sana tak boleh dibawa pulang kalau tidak mau celaka.

Gua Ngerong adalah salah satu destinasi wisata alam yang berada di Jalan Raya Rengel, Tuban, Jawa Timur. Destinasi ini tidak pernah sepi pengunjung.

Lokasi gua ini menawarkan pemandangan alam yang indah namun menyimpan cerita mistis. Cerita mistis itu berpusat pada ikan-ikan yang hidup di sungai di sekitar gua Ngerong.


Goa Ngerong TubanIkan-ikan di ga Ngerong Tuban Foto: Ainur Rofiq/detikJatim

Menurut pedagang setempat, Mbak Mah, ikan-ikan di sungai ini tidak pernah dibawa pulang oleh pengunjung, karena takut kena celaka.

“Orang-orang percaya ada cerita mistis di balik keberadaan ikan-ikan ini,” tuturnya.

Selain daya tarik itu, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan alami gua Ngerong. Untuk menikmati panorama tersebut, pengunjung harus membayar tiket seharga Rp 5.000 untuk anak-anak dan Rp 7.000 untuk orang dewasa.

Di dalam lokasi, pengunjung dapat menikmati bermain air sungai yang jernih dengan ribuan ikan dan kelelawar yang bergelantungan di dinding gua.

“Kami bisa memberi makan ikan dengan roti atau biji kapas. Mereka berebut makanan,” kata Sari, pengunjung dari Bojonegoro, Minggu (10/1).

Pengunjung dapat berenang atau mandi dengan pelampung karet yang disewakan oleh pengelola dan warga sekitar. Lapak-lapak pedagang makanan dan biji kapas juga tersedia di lokasi.

——–

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com