Tag Archives: bromo

Bukit Perahu Bromo, Spot Sunrise Tak Kalah Indah Dari Penanjakan Satu



Pasuruan

Melihat matahari terbit di balik Bromo siapa yang tak ingin. Untuk menyaksikannya, traveler bisa menikmatinya di Bukit Perahu.

Biasanya, lokasi favorit bagi traveler yang ingin menyaksikan sunrise di Bromo adalah Penanjakan Satu yang berlokasi di Gunung Penanjakan, Pasuruan. Namun, sebagai spot favorit wisatawan tempat ini kerap kali penuh, sehingga traveler mesti mencari alternatifnya.

Salah satu alternatif yang mungkin bisa traveler pilih adalah Bukit Perahu yang juga ada di Gunung Pananjakan. Area ini tengah jadi favorit wisatawan pemburu sunrise di Bromo.


Alasannya, lokasi Bukit Perahu dinilai cukup lengkap. Dekat area spot sunrise, terdapat mushola yang cukup lega. Sehingga traveler yang ingin menikmati matahari terbit dapat beribadah terlebih dulu. Selain itu, ada juga toilet umum yang bisa dimanfaatkan untuk traveler yang ingin membuang air kecil ataupun besar. Di sekitar area masjid tersebut ada pula area duduk-duduk santai.

Ingin mengisi perut? Tenang saja, traveler bisa sarapan di warung-warung terdekat. Di sini traveler dapat mengisi perut sembari menghangatkan tubuh.

Selain itu, bagi traveler yang lupa membawa penghangat tubuh, bisa juga membeli atau menyewa perlengkapan tersebut. Tersedia penjaja jaket sewaan atau penjual kupluk dan sarung tangan.

Menuju spot sunrise, traveler mesti trekking sejenak sekitar 5-10 menit. Jalannya tidak terlalu terjal, namun cukup licin dan minim penerangan. Sehingga traveler mesti mempersiapkan penerangan ketika mendaki.

Di puncak Bukit Perahu, traveler akan disambut oleh pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok, serta Gunung Semeru yang juga terlihat samar.

Menyaksikan sunrise di sini baiknya traveler telah tiba sejak pukul 04.00 WIB. Hal tersebut agar traveler dapat mempersiapkan diri di spot terbaik serta agar terhindar dari macet dalam perjalanan, serta tentunya agar tidak terlewat panorama matahari pagi yang perlahan muncul.

Panorama munculnya matahari di sini tak benar-benar berada di balik Bromo, melainkan di sisi kirinya. Namun, menyaksikan sinar matahari perlahan muncul dan menyinari punggung kawasan Bromo dan Gunung Batok juga sangat memanjakan mata.

Pada kunjungan detikcom ke Bukit Perahu, Kamis (7/12/2023), terlihat kawasan ini juga dipadati oleh wisatawan, khususnya ketika sunrise telah muncul. Wisatawan lokal, hingga mancanegara juga terlihat banyak di sini.

Menurut penuturan seorang pemandu wisatawan, Rizal Trisna, Bukit Perahu ini adalah salah satu spot relatif baru yang tengah digandrungi wisatawan.

“Ya, kebetulan lagi booming-boomingnya di sini Bukit Perahu ini, termasuk baru sih,” kata dia.

Adanya pepohonan yang tumbuh di sekitar bukit disebut menjadi salah satu daya tarik lokasi ini. Terlihat pula para traveler memanfaatkan pohon tersebut menjadi objek swafoto.

“Mungkin ini ya, ini pohon-pohonnya ini bikin beda lah dibanding dari Bukit Kingkong atau Bukit Love Hill,” ujar dia.

(wkn/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Pengalaman Piknik Estetik di Hamparan Karpet Hijau Bromo



Pasuruan

Bromo merupakan salah satu spot eksotis di Jawa Timur yang menjadi daya tarik wisatawan. Tak hanya berfoto dan memandangi keindahan, beberapa aktivitas menarik dapat dilakukan di sini.

Misalnya saja yang detikcom lakukan bersama Plataran Bromo. Kami diajak untuk merasakan sensasi piknik yang tiada dua, yakni piknik berlatarkan hamparan karpet hijau di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dalam kunjungan kami ke kawasan TNBTS, Kamis (7/12/2023), kami tiba sedari pukul 04.00 WIB di Bukit Perahu untuk menikmati sunrise. Puas memandangi panorama matahari pagi, kami akhirnya turun ke area savana untuk menikmati piknik.


Kami beruntung mendapatkan suasana begitu cerah. Walau memasuki musim penghujan, tetapi cuaca saat kami di sana sangat terang dan tak turun hujan. Matahari menyinari secara hangat dan sedikit tertutupi oleh awan tipis yang hilir mudik.

Pengalaman merasakan piknik estetik di BromoPengalaman merasakan piknik estetik di Bromo (Weka Kanaka/detikcom)

Saat kami tiba, peralatan piknik pun telah tersedia. Beanbag, hamparan kain putih, pernak-pernik, dan meja makan telah disusun sedemikian rupa sehingga begitu estetik. Di atasnya, terdapat beberapa makanan seperti kue-kue dan sandwich yang dapat langsung dilahap.

Tak hanya itu, terdapat pula live cooking yang disajikan untuk menyediakan makanan hangat. Kami bisa menyaksikan kru Plataran Bromo memasak hingga menyajikan makanan.

Pengalaman merasakan piknik estetik di BromoMemakan soto bebek dengan pemandangan savana Bromo. (Weka Kanaka/detikcom)

Makanan utama kami di sana adalah, hidangan soto bebek yang panas dan disajikan langsung di tempat. Selain itu, ada pula menu western breakfast seperti telur dadar, daging ham sapi, serta sosis. Sedangkan untuk minuman, kita bisa memilih antara teh maupun kopi.

Tentunya, hidangan hangat yang disajikan sangat ciamik dipadukan dengan suasana savana Bromo yang begitu sejuk.

Kami menghabiskan cukup banyak waktu untuk menikmati sajian makanan, serta sajian alam yang menawan. Memandangi hamparan rerumputan Savana Bromo yang telah kembali menghijau, sembari mencicipi makanan dan minuman yang disediakan, tentunya pengalaman syahdu yang begitu menarik.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) setelah terbakar Kamis (7/12/2023).Panorama savana hijau Bromo pada Kamis (7/12/2023). (Weka Kanaka/detikcom)

Tak hanya dapat dinikmati secara experience, pengalaman ini tentunya juga sangat sulit jika tidak diabadikan.

Bagi traveler yang ingin menikmati pengalaman ini, traveler dapat memesan experience bernama Tengger Caldera Wonders di Plataran Bromo. Biayanya yakni Rp 2 juta++ (21 persen) untuk dua orang.

Pengalaman ini tentunya patut traveler coba bersama orang paling spesial ataupun pasangan. Selain itu, bisa juga menjadi salah satu experience dalam foto prewedding.

Adapun kegiatan prewedding dan lainnya yang dilakukan di Bromo itu diizinkan dengan syarat mengurus izinnya terlebih dulu ke Balai Besar TNBTS.

“Kemudian kita juga mengimbau untuk masyarakat agar setiap aktivitas yang akan dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional kan mungkin tidak hanya untuk wisata ya, bisa jadi untuk prewedding, kemudian bisa jadi juga untuk seperti ini peliputan,” ujar Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, saat ditemui detikcom di kantor BBTNBTS, Kamis (7/12/2023).

“Mohon untuk bisa dikomunikasikan, dilaporkan, dan minta izin kepada kami sehingga nanti kita bisa proses perizinannya. Kemudian kita bisa dampingi, kita bisa memberikan masukan mana yang boleh, mana yang tidak, guideline-nya seperti apa,” Septi menambahkan.

(wkn/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

4 Spot Menyambut Sunrise Bromo dari Pasuruan, Begitu Syahdu


Pasuruan

Bromo merupakan kawasan wisata yang memiliki empat pintu masuk dari empat kabupaten berbeda. Menyambanginya melalui Pasuruan, traveler bisa menemukan empat spot terbaik.

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berada di antara empat kabupaten di wilayah Jawa Timur, tepatnya di Malang, Lumajang, Probolinggo, dan Pasuruan. Berkunjung ke Bromo, traveler bisa melalui jalur dari keempat kabupaten tersebut.

Biasanya berkunjung ke Bromo dilakukan melalui dua fase, yakni fase menikmati sunrise di bukit-bukit atau spot sunrise pada dini hari hingga matahari menampakkan diri. Kemudian, fase kedua adalah menikmati panorama Bromo dari dekat, yakni berkunjung ke area Pasir Berbisik, Bukit Teletubbies, atau menuju area kawahnya.


Nah, jika berkunjung melalui Pasuruan, traveler akan disuguhkan oleh empat sunrise spot terbaik. Bahkan, beberapa wisatawan yang berkunjung dari daerah lain pun menjadikan tempat ini sebagai destinasi.

1. Pananjakan Satu

Salah satu sunrise spot yang paling terkenal di kawasan Bromo adalah Pananjakan 1. Tempat ini berada pada ketinggian 2.770 mdpl, yakni sebagai titik tertinggi di Gunung Pananjakan yang berlokasi di sekitar Bromo.

Tempat ini juga menyandang gelar The Famous of Bromo Sunrise. Namun menuju tempat ini, akses kendaraan cukup terbatas dan padat, sehingga bagi traveler yang ingin berkunjung ke sini mesti datang lebih awal.

2. Bukit Perahu

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) setelah terbakar Kamis (7/12/2023).Pemandangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dari Bukit Perahu. Foto: Weka Kanaka/detikcom

Salah satu spot yang tengah digemari di sekitar Gunung Pananjakan adalah Bukit Perahu. Spot ini berada tepat sebelum Pananjakan 1.

Misalnya saja Rizal Trisna. Dia adalah pemandu yang berasal dari Probolinggo.

Saat itu ia tengah mendampingi rombongan turis China untuk mengunjungi Bromo. Ia memilih lokasi Bukit Prahu sebagai pilihan karena memiliki panorama unik lewat pepohonannya.

“Ya lagi booming, boomingnya ini Bukit Perahu, termasuk baru (booming). Mungkin ini ya kayak di pohon-pohonnya ini bikin beda lah dibanding Bukit Kingkong, atau Bukit Lovehill,” ujar Rizal kepada detikcom, Kamis (7/12/2023).

Area Bukit Perahu juga menjadi pilihan ketika kami berkunjung. Berkunjung ke sini, traveler mesti tracking ringan selama 5-10 menit dengan berjalan sedikit mendaki. Ketika dini hari, tak ada penerangan di area bukit sehingga traveler mesti menyalakan senter.

Area ini terdiri dari perbukitan yang memiliki lahan cukup lapang di bagian atas, dan terdapat lahan yang agak curam di area spot fotonya.

Namun, panorama pagi hari setelah matahari telah nampak begitu indah. Panorama Bromo terlihat jelas di sini dan pepohonan di area sini juga bisa menjadi ornamen menarik untuk swafoto.

Selain itu, fasilitas di sekitar area ini juga cukup lengkap. Terdapat warung, masjid, hingga toilet umum berada di tepi jalan.

3. Bukit Kingkong atau Bukit Kedaluh

Salah satu spot yang bisa dikunjungi jika melalui Pasuruan adalah Bukit Kingkong atau Bukit Kedaluh. Lokasi sunrise point ini terletak tak terlalu tinggi dibandingkan dua spot sebelumnya. Yakni tingginya berada di 2.600 mdpl.

Kendati sudut pandang di sini akan lebih rendah, tetapi traveler tetap dapat menikmati sunrise yang muncul dari balik Gunung Batok dan Mahameru, yakni puncak Gunung Semeru.

Di kawasan ini terdapat pula pagar pengaman setinggi dada orang dewasa, sehingga ini bisa menjadi pembatas keamanan bagi traveler. Selain itu, tempat ini juga dekat dengan pedagang asongan, sehingga traveler bisa menemui jajanan hangat seperti kopi ataupun mie rebus.

Area parkir kendaraan di sini cukup luas dan memiliki beberapa pilihan untuk camping ground.

4. Bukit Cinta

Nah, salah satu yang tak kalah tenar adalah Bukit Cinta atau Love Hill. Tempat ini berada di ketinggian 2.680 mdpl dan terkadang disebut sebagai sunrise point Pananjakan 3.

Tempat ini selain menjadi spot asyik melihat sunrise, tetapi juga menyimpan legenda masyarakat setempat. Tempat ini diyakini sebagai tempat pertemuan Roro Anteng dan Joko Seger, yakni nenek moyang yang dipercaya sebagai leluhur masyarakat Tengger di Bromo.

Spot ini juga bisa menjadi alternatif jika spot Pananjakan 1 dan 2 dipadati pengunjung.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Liburan Nataru 2023/2024 di Gunung Bromo, Segini Harga Tiket Masuknya


Jakarta

Gunung Bromo di Jawa Timur menjadi tujuan wisata terkenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Dikelola oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), gunung ini mencapai ketinggian 2.329 meter dan terletak di wilayah Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Gunung Bromo memikat wisatawan dengan keajaiban alamnya, termasuk kaldera yang memukau seluas 10 kilometer persegi. Destinasi ini memadukan keajaiban alam dengan sensasi petualangan, menarik pelancong dari berbagai penjuru Indonesia dan mancanegara.

Berikut ini harga tiket masuk Gunung Bromo jelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).


Harga Tiket Masuk dan Sewa Fasilitas Gunung Bromo

Dilansir dari website resmi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), harga tiket masuk Gunung Bromo bervariasi tergantung pada kategori wisatawan dan hari kunjungan.

1. Harga Tiket Masuk Wisatawan Lokal

  • Hari Kerja: Rp. 29.000.
  • Akhir Pekan dan Hari Libur Nasional: Rp. 34.000.

2. Harga Tiket Masuk Wisatawan Asing

  • Hari Kerja: Rp. 220.000.
  • Akhir Pekan dan Hari Libur Nasional: Rp. 320.000.

3. Retribusi Kendaraan (Kawasan Wisata Bromo)

  • Kendaraan Roda 4: Rp. 10.000.
  • Kendaraan Roda 2: Rp. 5.000.
  • Sepeda: Rp. 2.000.
  • Kuda: Rp. 1.500.

4. Biaya Sewa Fasilitas

  • Jeep (perjalanan berangkat dan pulang): Rp. 500.000 – Rp. 650.000 (dengan kenaikan tarif bisa hingga Rp 700.000 – Rp 750.000 pada liburan Nataru).
  • Kuda: Rp. 150.000 (dengan kenaikan tarif hingga Rp. 200.000).

Peraturan Pengunjung di Gunung Bromo

Dilansir dari laman Booking Online Wisata Bromo, terdapat beberapa peraturan dan larangan yang harus diikuti oleh calon pengunjung.

  • Pengunjung wajib memperhatikan dan menaati pilihan site kunjungan destinasi wisata TNBTS, sesuai dengan site pada tiket masuk yang telah dipesan melalui booking online.
  • Pengunjung yang memilih site kunjungan destinasi ke Savana Teletubbies/laut Pasir diperkenankan masuk setelah pukul 06.00 WIB.
  • SOP kunjungan wisata alam di TNBTS tetap harus dipedomani dan diterapkan secara ketat dan teratur.
  • Protokol kesehatan juga bagi pelaku usaha (antara lain transportasi, konsumsi, dan akomodasi) harus diterapkan secara ketat dan teratur dengan mempedomani dan memperhatikan kriteria health, hygine, security dan safety.
  • Larangan masuk kawasan TNBTS untuk ibu hamil.
  • Batasan usia pengunjung menyesuaikan peraturan pada masa pandemi Covid 19.
  • Sudah divaksin (minimal dosis pertama) dengan menunjukkan sertifikat vaksin atau swab antigen/pcr sesuai ketentuan.
  • Pengunjung dan para pelaku usaha wajib memakai MASKER.
  • Pengunjung membawa hand sanitizer dan/atau sabun cair untuk membersihkan tangan.
  • Membawa kresek kecil berwarna kuning untuk membuang masker.
  • Pengunjung menjaga jarak dengan pengunjung yang lain, tidak berkerumun, dan selalu membawa ketertiban.
  • Pembelian karcis masuk hanya dapat dilakukan secara online melalui situs https://bookingbromo.bromotenggersemeru.org sesuai dengan ketersediaan kuota. Tidak ada pembelian langsung untuk masuk kawasan TNBTS.
  • Pembayaran hanya bisa dilakukan dengan Virtual Account.
  • Nominal pembayaran harus sesuai dengan tarif nominal pada booking online.
  • Batas waktu Pembayaran anda 2 jam setelah pendaftaran booking online.
  • Untuk mengantisipasi kesalahan/error pada pembayaran, maka tidak disarankan melakukan pembayaran pada jam 23.00 wib – 01.00 wib (tengah malam).
  • Pembayaran tidak bisa dilakukan melalui teller bank.
  • Tidak ada pengembalian pembayaran uang karcis yang telah disetor karena adanya pembatalan/refund.
  • Setelah melakukan pembayaran, pengunjung tidak dapat melakukan reschedule/jadwal ulang.

Destinasi ini menyajikan kombinasi antara alam yang menakjubkan dan petualangan yang memikat, menciptakan pengalaman unik bagi para wisatawan.

Pastikan pahami peraturan dan perhatikan harga tiket masuk Gunung Bromo untuk membuat rencana perjalanan yang matang.

(inf/inf)



Sumber : travel.detik.com

Hotel Dekat Bromo Syahdu Mirip di Swiss



Pasuruan

Bromo merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Timur. Dekat dengan Bromo, terdapat hotel yang memiliki suasana mirip di Swiss.

Ingin menikmati liburan dengan menyaksikan panorama Bromo? traveler bisa menyempatkan diri menikmati hotel bernuansa Swiss di sekitar sini. Adalah Plataran Bromo, merupakan hotel yang berada di jalur menuju Bromo, tepatnya di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Plataran Bromo Hotel, Pasuruan, Jawa Timur.Pemandangan di Plataran Bromo Hotel, Pasuruan, Jawa Timur. (Weka Kanaka/detikcom)

Nuansa yang disebut mirip di Swiss ditunjukkan lewat pemandangan yang memanjakan mata. Itu lantaran hotel ini berada di ketinggian sekitar 1.800 mdpl. Bahkan, di beberapa tempat paling atas hotel ini menyuguhkan spot pemandangan yang menghadap berbagai gunung dan bukit yang mengelilingi hotel ini.


“Di sini kan bisa dibilang kita di Gunung cukup tinggi, 1800 di atas permukaan laut. Jadi pastinya konsep yang diambil salah satunya pemandangan yang bisa melihat lima gunung itu sekaligus makanya kita sebut yang di atas Swiss van Java,” terang General Manager Plataran Bromo, Ani Tri Windarti, kepada detikTravel, Jumat (8/12/2023).

Pada area pandang di Plataran Bromo bahkan terdapat penunjuk arah ke spot-spot terkenal di sekitar, seperti Bromo, Danau Ranu Pani Lumajang, Gunung Semeru, Gunung Arjuna Pandaan, Bukit Tanggulangin, dsb.

Selain menyuguhkan pemandangan yang ciamik, tempat ini juga memiliki konsep arsitektur yang sangat memanjakan mata. Lewat perpaduan bentuk bangunan, area taman, area terbuka, hingga konsep penginapan yang unik.

Plataran Bromo Hotel, Pasuruan, Jawa Timur.Suasana di Plataran Bromo Hotel, Pasuruan, Jawa Timur. (Weka Kanaka/detikcom)

Khusus area menginap, konsep bangunannya cukup menarik. Yakni terdiri dari bangunan-bangunan rumah besar yang menggunakan sentuhan ala skandinavia. Sentuhan itu begitu terasa degan banyaknya ornamen kayu di dalam, misalnya pada lantai, jendela, atap, hingga adanya perapian di area living room kamar.

Plataran Bromo Hotel, Pasuruan, Jawa Timur.Area ruang tamu di Plataran Bromo Hotel, Pasuruan, Jawa Timur. (Weka Kanaka/detikcom)

Kamar-kamar di sini tersedia di dalam satu rumah besar yang memiliki area living room juga area meja makan. Jadi, selain dapat bersantai di dalam kamar, traveler juga bisa saling bercengkerama dengan penghuni lain di area ruang tamu.

“Jadi konsep buildingnya ini seperti lebih pengennya ke homey style, house resort. Makanya style kamar kita kan house resort yang ibaratnya satu rumah beberapa kamar yang bisa jadi cocok untuk family dan kids friendly,” ujar Ani.

Menariknya, seluruh kamar di Plataran Bromo disebut tanpa dilengkapi pendingin atau AC. Walau begitu, suasana di sini sudah cukup sejuk baik di pagi hingga malam hari.

Terkhusus malam hari, kabut kerap menyelimuti area hotel. Untuk menghangatkan diri, traveler pun bisa menikmati air hangat yang tersedia di kamar mandi, minuman hangat, ataupun melakukan aktivitas spa yang juga tersedia.

Plataran Bromo Hotel, Pasuruan, Jawa Timur.Kamar di Plataran Bromo Hotel, Pasuruan, Jawa Timur. (Weka Kanaka/detikcom)

Namun, suasana dingin di malam hari pun dirasa tak terlalu ekstrim. Suhu dingin tidak terlalu menusuk yang mungkin karena konsep bergaya skandinavia yang penuh kayu.

Ingin mencari penghangat diri yang lebih syahdu lagi? Tenang, traveler juga bisa menghangatkan diri dengan makan malam di sini. Traveler bisa memesan makan malam berupa hotpot ataupun barbeque. Tentu aktivitas tersebut sangat syahdu dilakukan di balik dinginnya tempat ini.

“Terus terang kita ini menyajikan nature yang indah dan kalau kamar mungkin hampir semua hotel kan pastinya intinya menjual kamar. Tapi kita di sini juga memberikan experience yang berbeda dengan hotel-hotel lain. Dan di sini memang tidak banyak hotel atau lebih banyak homestay jadi bisa dibilang kita stand out dengan fasilitas dan activities Plataran Bromo juga,” ujar Ani.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Gunung Bromo yang Bisa Dikunjungi saat Libur Idul Adha


Jakarta

Gunung Bromo di Jawa Timur termasuk tempat wisata pilihan yang dapat dikunjungi, terlebih saat libur panjang seperti waktu libur Idul Adha nanti. Di sana, ada sejumlah destinasi wisata menarik yang patut dikunjungi.

Gunung Bromo masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan menjadi satu-satunya gunung berapi aktif di sana. Wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit (sunrise) dari berbagai spot yang ada hingga melakukan aktivitas seperti menunggangi kuda dan naik mobil jip.

Penasaran? Temukan rekomendasi objek wisata Gunung Bromo yang bisa dikunjungi saat libur Idul Adha 2024 pada uraian di bawah.


Rekomendasi Objek Wisata Gunung Bromo

Berdasarkan catatan detikcom, berikut objek wisata di Gunung Bromo yang patut dikunjungi wisatawan.

1. Penanjakan 1

Penanjakan Bromo 1Panorama Gunung Bromo dari Penanjakan 1. (Faiq Azmi/detikcom)

Kalau ingin menyaksikan matahari terbit, Penanjakan 1 bisa jadi spot pilihan. Lokasi ini merupakan titik tertinggi di antara lainnya yang pas sekali untuk melihat sunrise. Letaknya di ketinggian sekitar 2.770 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Penanjakan 1 bisa dibilang spot terbaik dan paling populer bagi para pemburu sunrise Gunung Bromo. Dari sini, pesona matahari terbit bisa terlihat sangat cantik nan eksotis dengan masih tertutup kabut di sekelilingnya.

2. Penanjakan 2

Penanjakan 2 merupakan spot tertinggi kedua di TNBTS. Lokasinya sekitar di ketinggian 2.400 mdpl. Dan Penanjakan 2 termasuk spot alternatif untuk menikmati matahari terbit. Selain itu, di sini juga biasa menjadi tempat untuk menyaksikan sunset Gunung Bromo.

3. Pasir Berbisik

Pesona Pasir Berbisik Bromo.Naik mobil jip di Pasir Berbisik Bromo. (M Rofiq/detikJatim)

Kawasan Gunung Bromo terkenal dengan hamparan pasirnya yang luas. Area ini dikenal dengan sebutan Pasir Berbisik. Di sini terkenal sebagai spot bagus untuk berfoto maupun swafoto yang instagramable.

Di samping itu, traveler juga bisa melakukan aktivitas seperti naik mobil jip, mengendarai motor trail, hingga menunggang kuda.

4. Bukit Cinta

Bukit Penanjakan sedang direnovasi, kini wisatawan yang ingin menikmati terbitnya matahari (sunrise) di kawasan Gunung Bromo pun beralih ke Bukit Cinta, Probolinggo, Jatim.Wisatawan menikmati matahari terbit (sunrise) di Bukit Cinta. (Ari Saputra/detikcom)

Lagi-lagi untuk menikmati matahari terbit, wisatawan dapat mendatangi Bukit Cinta. Di spot ini, panorama Gunung Bromo yang indah juga tampak dengan jelas. Selain itu, pemandangan gunung lain yakni Semeru dan Arjuno bisa terlihat pula dari sini. Kalau ke Bukit Cinta, tentunya traveler tidak boleh melewatkan untuk berfoto ya.

5. Bukit Mentigen

Tidak jauh dari pintu masuk TNBTS, Bukit Mentigen bisa ditemukan. Meski tidak setinggi Penanjakan 1 dan Penanjakan 2, bukit ini juga termasuk spot berburu sunrise yang bagus di Cemoro Lawang, Ngadisari, Probolinggo.

Untuk ke sini, wisatawan tidak usah naik jip melainkan bisa cukup trekking atau berkendara motor. Lokasinya sekitar 1 km dari gapura selamat datang objek wisata Seruni.

6. Bukit Kingkong

Spot lain untuk melihat matahari terbit yaitu Bukit Kingkong. Bukit ini berada di ketinggian sekitar 2.700 mdpl. Panorama sunrise di sini cukup berbeda dari lainnya, walau begitu tidak kalah bagus lho.

Disebut Bukit Kingkong lantaran salah satu sisinya menyerupai kepala kingkong jika dilihat dari kejauhan. Bukit ini dikenal juga dengan nama Bukit Kedaluh, yang artinya penghargaan akan kesuburan tanah wilayah Tengger. Sebutan tersebut diberikan langsung oleh masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo.

7. Pura Luhur Poten

Pura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung BromoPura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung Bromo. (Budi Sugiharto)

Di Gunung Bromo ternyata juga terdapat pura yang bisa dikunjungi lho, yakni Pura Luhur Poten. Pura ini merupakan tempat ibadah pemeluk agama Hindu di sekitar sana. Meski begitu, wisatawan dapat mendatangi pura ini.

Pura Luhur Poten dikatakan sudah berdiri sejak awal abad ini. Saat perayaan Nyepi, pura ini selalu ramai oleh orang yang hendak beribadah.

8. Bukit Teletubbies

Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas. (Rachman_punyaFOTO)

Walau terkenal dengan hamparan pasirnya, di kawasan Gunung Bromo juga ada padang rumput hijau kok yaitu Bukit Teletubbies. Dahulunya dinamakan Lembah Jemplang. Padang savana ini memiliki luas sekitar 382 hektare.

Bukit Teletubbies termasuk spot di Bromo yang tidak boleh terlewatkan. Terlebih, wisatawan wajib berfoto karena spot perbukitannya yang tak biasa.

9. Pos Dingklik

Letak Pos Dingklik di ketinggian 2.463 mdpl. Ini juga merupakan spot alternatif untuk menyaksikan matahari terbit di Gunung Bromo. Di samping itu, traveler juga akan menikmati panorama Gunung Batok yang tampak sejajar dengan kita.

10. Kawah Bromo

kawah gunung bromoKawah Gunung Bromo. (Devy Rizkillah/d’Traveler)

Gunung Bromo bukan hanya menyediakan spot bagus untuk melihat sunrise nih. Tapi gunung ini menawarkan objek wisata yang tak kalah menarik. Ada Kawah Bromo yang pesonanya tak boleh diabaikan.

Untuk ke sini, wisatawan perlu berjalan kaki terlebih dulu dan menaiki ratusan anak tangga. Meski harus berlelah-lelah dahulu, rasa letihnya bakal terbayarkan kok dengan pemandangan Kawah Bromo yang eksotis.

Nah, itu tadi sederet wisata Gunung Bromo yang tidak boleh terlewatkan kalau traveler sedang berkunjung ke sana. Jadi, tempat mana nih yang tertarik kamu kunjungi?

(azn/inf)



Sumber : travel.detik.com

12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

7. Gunung Batur (Bali)

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

11. Gunung Sindoro

Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

12. Gunung Tanggamus (Lampung)

Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

14 Tempat Wisata Malang yang Seru dan Cocok untuk Keluarga


Jakarta

Malang menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi banyak masyarakat. Apalagi saat musim libur sekolah atau Lebaran, jumlah wisatawan yang datang semakin meningkat.

Sebab, ada banyak tempat wisata di Malang yang seru dan cocok untuk keluarga, teman-teman, hingga pasangan. Harga tiket masuknya yang terjangkau juga menjadi salah satu faktor banyak tempat wisata di Malang yang ramai saat musim liburan.

Ingin tahu apa saja tempat wisata Malang yang seru, murah, dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Malang yang Seru

Ada banyak tempat wisata di Malang yang patut dikunjungi. Dirangkum dari catatan detikTravel, berikut rekomendasi tempat wisata Malang yang seru:

1. Malang Dreamland

Rekomendasi tempat wisata yang pertama adalah Malang Dreamland. Tempat wisata ini cocok untuk travelers yang berlibur bareng keluar karena terdapat berbagai wahana menarik, mulai dari seluncuran pelangi, ayunan sultan, hingga spot foto balon udara layaknya di Cappadocia.

Selain itu, travelers juga bisa berkemah di camping ground. Kalau datang saat sore, kamu juga bisa menikmati udara malang yang sejuk sekaligus disuguhi pemandangan sunset yang cantik.

  • Lokasi: Ngadireso, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang (untuk setiap wahana harus membayar tiket lagi).
  • Jam buka: 11.00-19.00 WIB.

2. Happy Durian

Bagi detikers pecinta durian wajib datang ke tempat makan ini. Sesuai namanya, kamu bisa menikmati durian yang rasanya manis dan legit di mulut.

Menariknya, Happy Durian merupakan tempat makan yang mengusung konsep kafe, sehingga bisa menikmati durian sambil bercengkrama dengan keluarga. Bahkan di dalamnya terdapat kolam renang dan arena playground juga, lho.

Rasa durian yang ada di Happy Durian tidak usah diragukan lagi karena dipastikan kualitasnya terbaik. Maka dari itu, tempat ini sangat cocok untuk kulineran durian sembari berwisata bersama keluarga.

  • Lokasi: Jl. Cerme No.1, Karangduren, Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: –
  • Jam buka: 10.00-21.00 WIB.

3. Kampung Warna-warni Jodipan

Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Tempat wisata ini viral di media sosial karena rumah penduduknya dicat beraneka warna, sehingga terlihat estetik dan colorfull. Rasanya kurang lengkap kalau berkunjung ke Malang namun tak sempat berfoto di Kampung Warna-warni Jodipan.

  • Lokasi: Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 3.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-18.00 WIB.

4. Malang Night Paradise

Malang Night ParadiseFoto: (Aisa Marisa/d’Traveler)

Bingung menghabiskan waktu malam di Malang? Cobalah mampir ke Malang Night Paradise. Di tempat ini, travelers akan disuguhkan pemandangan indah dari Hutan Menyala.

Selain itu, ada juga Taman Dino dan Taman Lampion yang sangat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

Di Taman Dino terdapat berbagai replika dinosaurus. Sementara di Taman Lampion, pengunjung seolah-olah diajak pergi ke negeri dongeng.

  • Lokasi: Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Balearjosari, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 90.000/orang.
  • Jam buka: 17.45-23.00 WIB.

5. Alun-alun Malang

Ingin sekadar menikmati suasana kota Malang di malam hari? Ajak keluarga, teman, atau pasangan travelers untuk berkunjung ke Alun-alun Malang. Sedikit informasi, terdapat dua alun-alun yang bisa dikunjungi, yakni Alun-alun Merdeka dan Alun-alun Bunder. Jarak keduanya sekitar 700 meter.

Alun-alun Merdeka memiliki fasilitas area skateboard, playground, air mancur menari, dan Masjid Jami’. Sementara Alun-alun Bunder memiliki Monumen Tugu dan lokasinya dekat dengan Balai Kota Malang.

  • Lokasi: Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Selatan, Alun-alun Bunder di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Malang.
  • Harga tiket masuk: Gratis
  • Jam buka: 24 jam.

6. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI

Destinasi wisata yang satu ini wajib dikunjungi oleh travelers yang baru pertama kali ke Malang. Salah satu daya tariknya adalah menikmati matahari terbit (sunrise) dengan latar belakang Gunung Bromo yang indah. Pastikan menggunakan pakaian yang tebal dan hangat karena udaranya sangat dingin.

Sempatkan juga untuk mampir ke lautan pasir Bromo atau disebut juga Gurun Pasir Berbisik. Lokasinya berada di sisi timur kawah Bromo, jadi masuk ke dalam wilayah Kabupaten Probolinggo.

  • Lokasi: Secara administratif, TN Bromo Tengger Semeru berada di Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.
  • Harga tiket masuk: Weekdays Rp 29.000 dan Weekend 34.000.
  • Jam buka: 24 jam.

7. Malang Skyland

Malang SkylandFoto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

Tempat wisata selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Malang Skyland. Daya tarik utama dari Malang Skyland yaitu menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan.

Saat cuaca cerah di pagi atau siang hari, kamu dapat melihat pemandangan alam berupa gunung-gunung, seperti Gunung Arjuno, Gunung Panderman, dan Gunung Ukir. Sedangkan di malam hari, travelers dapat melihat kota Malang dari atas yang dipenuhi gemerlap cahaya.

Ada juga berbagai spot foto Instagramable, wahana permainan seru, hingga kuliner yang murah dan lezat. Sempatkan juga untuk mencoba Skybridge dan Sky Glass ketika datang ke Malang Skyland.

  • Lokasi : Leban, Tawangargo, Kec. Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 40.000 untuk dewasa, Rp 25.000 untuk anak-anak, dan Rp 15.000 untuk balita.
  • Jam buka : 10.00-20.00 WIB.

8. Pantai Ngliyep

Pantai di Malang SelatanFoto: (ilhamfirdaa/d’Traveler)

Ingin seru-seruan bermain di pantai? Coba mampir ke Pantai Ngliyep. Sedikit informasi, kata ‘Ngliyep’ merujuk pada rasa mengantuk atau tertidur. Konon, orang yang melihat pantai ini akan merasa nyaman dan tenang sampai mengantuk.

Di sekeliling pantainya terdapat tebing curam dan hamparan hutan tropis yang hijau, sehingga cocok banget untuk travelers yang ingin bersantai sambil melepas penat.

Selama berada di Pantai Ngliyep, terdapat sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan, mulai dari berenang, bermain pasir, mengunjungi Teluk Putri, hingga berkemah.

  • Lokasi: Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

9. Pantai Balekambang

Pantai Balekambang MalangFoto: Muhammad Aminudin

Pantai ini merupakan salah satu pantai terkenal di Malang. Salah satu daya tariknya adalah Pura Amertha Jati yang berada di Pulau Karang yang sekilas mirip seperti Tanah Lot di Bali.

Untuk bisa ke Pulau Karang, detikers bisa berjalan kaki melalui jembatan permanen sepanjang 70 meter. Tenang saja, jembatannya kokoh dan bisa dilalui banyak orang.

Selain berkunjung ke Pura Amertha Jati, sempatkan diri untuk bermain dan bersantai di pinggir pantai. Sebab, pasir pantainya putih dan bersih, sehingga bikin pengunjung betah berlama-lama.

Disarankan datang pada pagi dan sore hari ketika cuaca sedang cerah agar bisa menikmati pemandangan laut dan langit yang biru. Kalau perut lapar, di sekitar Pantai Balekambang terdapat rumah makan dan warung.

  • Lokasi: Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Jalan Balekambang, Balekambang, Sumberbening, Bantur, Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 20.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

10. Pantai Batu Bengkung

Masih seputar wisata alam, travelers juga bisa mengunjungi Pantai Batu Bengkung. Pantai ini juga menjadi salah satu tujuan favorit sejumlah wisatawan yang ingin berlibur ke pantai di Malang.

Daya tarik dari Pantai Batu Bengkung karena terdapat kolam alami di bibir pantai. Oleh sebab itu, pantai ini dinamakan Batu Bengkung karena terdapat batu melengkung di bibir pantai.

Pantai Batu Bengkung juga memiliki pasir yang putih dan bersih, sehingga cocok untuk bermain di pinggir pantai. Disarankan datang ke pantai ini saat sore hari agar bisa menikmati sunset.

  • Lokasi: Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

11. Pantai Tiga Warna

pantaiFoto: (Majawati/d’Traveler)

Pantai Tiga Warna bisa menjadi opsi alternatif bagi travelers yang ingin liburan ke pantai. Dinamakan Pantai Tiga Warna karena memiliki warna air yang berbeda-beda, yakni biru, hijau, dan cokelat, sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Ombak di pantai ini terbilang cukup tenang, sehingga kerap dijadikan salah satu spot snorkeling di Malang. Pantai ini juga berhadapan langsung dengan Pulau Sempu.

  • Lokasi: Jl. Sendang Biru, Area Sawah/Kebun, Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-16.00 WIB (Kamis tutup).

12. Pantai Teluk Asmara

Satu lagi pantai yang wajib dikunjungi ketika travelers berkunjung ke Malang, yakni Pantai Teluk Asmara. Tempat wisata ini juga terkenal di Malang karena disebut mirip seperti Raja Ampat di Papua.

Daya tarik utama dari Pantai Teluk Asmara yaitu terdapat karang besar hijau, pasirnya yang bersih dan putih, serta air laut yang biru dan jernih. Hal ini membuat banyak wisatawan merasa betah berlama-lama di pantai ini.

Untuk menuju ke bibir pantai, travelers harus menuruni anak tangga dari atas bukit. Pantai ini cocok buat detikers yang ingin berenang atau snorkeling.

  • Lokasi: Tambak, Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

13. Hawai Waterpark

Hawai Waterpark di MalangFoto: Istimewa (dok.Hawai Waterpark)

Hawai Waterpark bisa menjadi pilihan alternatif bagi travelers ingin bermain air bersama keluarga. Berada di lahan seluas 2,8 hektare, waterpark ini menyuguhkan berbagai wahana menarik, seperti Kolam Ombak Tsunami dan Jet Coaster Water Slide.

Kalau perut mulai lapar, jangan khawatir. Sebab, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tersedia di Hawai Waterpark dengan harga cukup terjangkau.

  • Lokasi: Jalan Graha Kencana Utara V, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 110.000/orang (weekend dan hari libur) dan Rp 85.000/orang (weekday).
  • Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

14. Wisata Agro Wonosari

Ingin melihat pemandangan hijau dan menikmati udara sejuk? Cobalah mampir ke Wisata Agro Wonosari. Selain menikmati pemandangan hijau kebun teh sambil menghirup udara segar, travelers juga bisa berfoto-foto.

Sebab, ada beberapa spot foto Instagramable di Wisata Agro Wonosari, seperti di jembatan kayu, kebun teh, hingga papan bertuliskan ‘WONOSARI’ dengan latar belakang pegunungan.

Sedikit informasi, kebun teh tersebut merupakan salah satu unit kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Selama di Wisata Agro Wonosari, detikers juga bisa berkeliling kebun teh dengan mengendarai ATV yang dapat disewa.

  • Lokasi: Bodean Putuk, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur
  • Harga tiket masuk: Senin-Jumat Rp 15.000, Sabtu-Minggu Rp 20.000.
  • Jam buka: 06.00-17.00 WIB.

Demikian ulasan mengenai 14 tempat wisata Malang yang seru dan cocok dikunjungi bareng keluarga. Yuk liburan!

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Alam Terbaik di Indonesia, Tersebar dari Barat ke Timur


Jakarta

Indonesia memiliki hamparan alam yang memukau dari ujung timur hingga barat. Dengan kondisi alamnya ini, sejumlah titik yang menyajikan panorama terbaik telah dijadikan tempat wisata yang dapat dikunjungi.

Mulai dari pemandangan bawah laut yang menawan, gunung, air terjun, tempat bersejarah, hingga hewan endemik yang dilindungi, semuanya bisa ditemukan di di sini. Sejumlah lokasi tersebut tidak kalah dari tempat-tempat lain, bahkan keelokannya sudah banyak dikenal dunia. Lantas, di mana saja tempat wisata terbaik di Indonesia ini?

10 Tempat Wisata Terbaik di Indonesia

Dilansir Lonely Planet dan Culture Trip, berikut deretan wisata cantik di Tanah Air yang patut didatangi:


1. Labuan Bajo

Biawak komodo di Loh Sebita, Pulau Komodo, Taman Nasional Komodo, Kamis (5/9/2024).Komodo di Taman Nasional Komodo. Foto: Ambrosius Ardin/detikBali

Labuan Bajo yang terletak di Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut-sebut sebagai “surga” di wilayah timur Indonesia. Tak heran banyak yang memasukkan tempat wisata ini ke dalam wishlist liburan mereka.

Di sana, traveler dapat menemukan gugusan kepulauan eksotis seperti Pulau Komodo, Pulau Manjarite, Pulau Padar, dan Pulau Kelor. Pantai cantik dengan pasir pink dan perbukitan hijau juga bisa dikunjungi. Uniknya, kamu bisa menyaksikan komodo, spesies kadal terbesar yang telah ada sejak zaman pra sejarah.

2. Gunung Bromo

Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies di Bromo. Foto: Rachman_punyaFOTO

Bromo terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Gunung ini termasuk salah satu gunung berapi aktif di Jawa Timur yang selalu dipadati wisatawan.

Traveler dapat menyaksikan panorama matahari terbit dari berbagai spot yang ada, menunggang kuda dan mobil jip di area Pasir Berbisik, berfoto di padang rumput hijau bernama Bukit Teletubbies, hingga mencapai puncak untuk melihat Kawah Bromo.

3. Raja Ampat

Raja AmpatRaja Ampat Foto: detik

Pemandangan bawah laut Raja Ampat akan sangat disayangkan apabila terlewatkan. Tempat ini merupakan rumah bagi lebih dari 530 spesies karang, 700 spesies moluska, dan 1.300 jenis ikan. Sebab itu, perairan Raja Ampat disebut-sebut sebagai “surga” bagi para penyelam.

Selain itu, gugusan Pulau Karst, Pantai Pasir Putih, Puncak Pianemo, Telaga Bintang, hingga Pulau Wayag adalah destinasi yang tidak boleh diabaikan jika traveler datang ke sana.

4. Kepulauan Derawan

Penyu di DerawanPenyu di Derawan Foto: (Khairul Leon/d’Traveler)

Kepulauan di Kalimantan Timur ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Derawan, Maratua, Sangalaki, dan Kakaban. Sejumlah pulau tersebut memiliki pesonanya masing-masing.

Traveler dapat melakukan snorkeling atau diving untuk menikmati panorama bawah lautnya yang dipenuhi karang, ubur-ubur, penyu, hingga ikan pari. Menyaksikan sunset dan sunrise serta melihat fenomena langka yaitu munculnya hiu paus (whale shark).

5. Bali

Pura Ulun Danu di Tabanan, BaliPura Ulun Danu di Tabanan, Bali. Foto: (Syanti/detikcom)

Bali sudah tersohor dengan kecantikan alamnya, baik di Indonesia maupun dunia. Bukan hanya pantainya, Pulau Dewata menyimpan hutan rimbun, persawahan hijau, air terjun cantik, sampai kawasan pedesaan dengan arsitektur tradisional yang masih asri.

Kamu bisa mengunjungi Pantai Kuta, Pantai Pandawa, hingga Pantai Melasti kalau ingin bersantai di tepi pantai. Mengunjungi Air Terjun Tibumana dan Sumampan, mandi di Pemandian Tukad Arca, atau mendatangi sejumlah pura yang indah.

6. Candi Borobudur

Candi Borobudur. Foto diambil pada Selasa (14/6/2022).Candi Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikJateng

Candi Borobudur di Jawa Tengah merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Bukan hanya untuk beribadah, tapi kamu dapat mengunjungi candi ini untuk menikmati kemegahan bangunan yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO tersebut.

Diperkirakan berdiri sejak abad ke-8, Candi Borobudur terkenal dengan pahatan dan relief bersejarah yang terukir di batuan penyusunnya. Setiap reliefnya menggambarkan kisah kehidupan manusia yang bermakna amat dalam.

7. Kepulauan Gili

Ilustrasi Pulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara BaratPulau Gili di Lombok, Nusa Tenggara Barat Foto: Rachman_punyaFOTO

Selain NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB) mempunyai tempat wisata cantik yang tak kalah yaitu Kepulauan Gili, yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Kepulauan ini terkenal dengan keelokan bawah lautnya untuk melakukan snorkeling dan diving.

Kalau tidak jago berenang, traveler tetap bisa kok menyaksikan panorama perairan Gili dengan mengikuti tur kapal yang dilengkapi kaca transparan di bagian bawahnya. Kamu juga dapat berkeliling pulau, mencicipi kuliner khas, hingga berkuda di pantai Kepulauan Gili.

8. Danau Toba

Best view saat merapat di pelabuhan Ambarita SamosirBest view saat merapat di pelabuhan Ambarita Samosir Foto: detik

Toba di Sumatera Utara merupakan danau terbesar di Tanah Air. Mengutip laman Kemenparekraf, danau ini juga tercatat jadi yang terbesar di Asia Tenggara dan di urutan kedua paling besar di dunia.

Kalau ke sana, pastikan traveler mengunjungi Pulau Samosir yang berada di tengah-tengah Danau Toba. Pulau itu menyajikan lanskap alam memukau dan suasana yang sejuk. Uniknya, ditemukan dua danau di pulau tersebut yaitu Sidihoni dan Aek Natonang. Sehingga bisa dibilang terdapat danau di atas danau.

9. Kepulauan Wakatobi

Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara.Wisatawan melalukan aktivitas menyelam di Sombu Jetty, Pulau Wangi Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto: Agung Pambudhy

Wakatobi di Sulawesi Tenggara terdiri gugusan empat pulau utama yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko serta deretan pulau kecil lain. Nama Wakatobi sendiri merupakan akronim keempat pulau besarnya itu.

Kepulauan ini dikenal sebagai “surganya” bawah laut lantaran hampir sekitar 90% jenis karang di dunia terdapat di sana. Wakatobi juga tersohor sebagai salah satu world class diving site. Pada 2012, UNESCO bahkan menetapkan kepulauan tersebut sebagai Cagar Biosfer Bumi ke-8.

10. Tanjung Kelayang

Tanjung KelayangTanjung Kelayang Foto: (Afif Farhan/detikTravel)

Wisata di Pulau Belitung ini menawarkan pantai eksotis dengan pasir putih yang berhias bebatuan granit besar. Kawasan batu granitnya ini menjadi destinasi Geopark Belitong yang ditetapkan UNESCO pada 2021 silam.

Lautnya juga tak indah dengan perairan biru kehijauan yang jernih dan berombak tenang. Traveler dapat bermain air atau berenang di tepian, bermain pasir, maupun menelusuri pantainya.

Nah, itu tadi 10 wisata alam terbaik di Indonesia. Jadi, traveler pernah ke tempat mana saja nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

6 ‘Negeri di Atas Awan’ di Indonesia yang Menawan


Jakarta

Istilah “negeri di atas awan” merujuk pada lokasi yang tinggi sehingga awan tampak lebih dekat dan terkadang menyelimuti kawasan itu. Hal tersebut menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

Di Indonesia, ada tempat-tempat yang disebut negeri di atas awan karena menawarkan daya tarik sensasi dramatis dan keindahan alam yang menawan.

Negeri di Atas Awan yang Ada di Indonesia

Negeri di atas awan lokasinya ada di sekitaran dataran tinggi, pegunungan hingga puncak gunung. Tak heran, sehingga tempat-tempatnya sering dijadikan destinasi wisata.


Berikut adalah beberapa tempat yang disebut sebagai negeri di atas awan di Indonesia versi detikTravel:

1. Bukit Panyangrayan

Lokasi: Tasikmalaya, Jawa Barat.

Traveler pernah mendengar nama Bukit Panyangrayan? Pesonanya di pagi hari bakal memanjakan mata travaler saat menikmati sunrise dari atas ketinggian. Bahkan saking indahnya, ada yang menjulukinya sebagai negeri di atas awan.Bukit Panyangrayan dengan pesonanya di pagi hari. (Dadan Kuswaraharja)

Bukit Panyangrayan beralamat di Kampung Pramuka Sadaukir Kapunduhan Barumekar, Sukapura, Sukaraja, Tasikmalaya. Dari pusat kota Tasikmalaya, untuk menuju lokasi waktu tempuhnya sekitar 30-40 menit.

Bukit ini berada di ketinggian sekitar 350 mdpl (meter di atas permukaan laut). Dilansir situs Perhutani, Bukit Panyangrayan adalah wisata rintisan yang dikelola bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sadaukir.

Jika traveler ingin mencari sensasi melihat sunrise dan melihat Gunung Galunggung, disarankan untuk sudah di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Karena pada jam tersebut kabut begitu tebal, dan mulai menipis saat matahari beranjak naik sekitar mulai pukul 07.00 WIB.

Di sana, traveler juga bisa berkemah. Di atas bukit saat malam hari, akan ada pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Tasikmalaya.

2. Dataran Tinggi Dieng

Lokasi: Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/6). Kawasan dieng merupakan salah satu wisata pengunungan andalan di Jawa Tengah.File/detikFoto.Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Agung Pambudhy)

Dataran Tinggi Dieng terkenal dengan julukan negeri di atas awan Indonesia selanjutnya. Lokasinya ada di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dataran Tinggi Dieng memiliki ketinggian 2.093 mdpl. Di sana, traveler akan melihat samudra awan ditambah pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

3. Puncak Lolai

Lokasi: Toraja Utara, Sulawesi Utara.

Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (29/7/2024). Pemerintah setempat melakukan penataan kawasan wisata alam tersebut agar lebih produktif serta ramah lingkungan berbasis kearifan lokal. ANTARA FOTO/Sakti Karuru/aww.Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. (Sakti Karuru/Antara)

Dewa wsiata Lolai beralamat Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Utara. Desa Lolai Toraja berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl.

Terkenal dengan sebutan negeri di atas awan, karena dari sana traveler bisa melihat hamparan awan di pagi hari. Terkadang, di sela-selanya juga akan terlihat puncak puncak gunung yang megah.

Dari puncaknya, kita juga bisa melihat sunset dan sunrise dengan udara yang sejuk. Tentunya, hal ini membuat tempat ini memiliki banyak spot untuk diabadikan.

4. Puncak B29

Lokasi: Lumajang, Jawa Timur

Puncak B29Puncak B29. (Lily Kusumawati/d’Traveler)

Negeri di atas awan Jawa Timur dijuluki untuk Puncak B29 Lumajang. Alamatnya ada di Lokasinya berada di Desa Ledokombo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Puncak B29 memiliki ketinggian 2.900 mdpl. Letaknya berdekatan dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Mengutip situs pemerintah Kecamatan Sumber,Probolinggo, ada dua versi alasan di balik nama Puncak B29 ini. Pertama, huruf “B” artinya bukit dan angka 29 adalah nomor urutan dari jumlah bukit di sana.

Untuk versi kedua, asalan nama puncak B29 yaitu karena penduduk sekitar menyebutnya “puncak songolikur” (bahasa Jawa) dan dalam bahasa Indonesia artinya 29 mengacu pada ketinggiannya yang 2900 mdpl.

Puncak B29 juga disebut Puncak Argosari, yang merupakan puncak tertinggi di kawasan gunung bromo. Makannya, dari sini kita akan disajikan pemandangan indah vegetasi khas gunung dan savanna.

5. Puncak Citorek Gunung Luhur

Lokasi: Banten.

Gunung Luhur di BantenGunung Luhur di Banten. (Afif Farhan/detikcom)

Citorek Gunung Luhur beralamat di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Banten. Jarak tempuhnya dari Jakarta sekitar sekitar 80 km barat daya.

Puncak Gunung Luhur memiliki ketinggian 1.037 mdpl. Pemandangan lautan awan yang menakjubkan bisa dilihat di pagi hari sekitar jam 05.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Supaya tak melewatkan pemandangan tersebut, traveler disarankan untuk bermalam di puncak. Namun, pemandangan lautan awan juga bergantung jika kondisi cuaca sedang bagus.

6. Puncak Wolobobo Bajawa Flores

Lokasi: Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)

Negeri di atas awan juga jadi julukan untuk Puncak Wolobobo yang memiliki ketinggian 1.700 mdpl. Lokasinya ada di Desa Turekisa, Kecamatan Gelowa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Selain lautan awan yang menutupi lembahnya, puncak Wolobobo juga diapit oleh perbukitan hijau yang rimbun, hamparan kebun kopi yang tertata dan Gunung Inerie yang indah.

Untuk mencapai spot foto utama dan melihat pemandangan yang menawan, traveler berjalan kaki sekitar 100 meter dari area parkir. Di area puncak, traveler bisa sambil duduk menikmati kopi arabika khas Ngada gazebo dengan latar belakang Gunung Inerie dan Laut Sawu.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com