Tag Archives: budaya

Mitos Tari Gambyong dari Jawa Tengah, Tari Pengundang Dewi Kesuburan


Jakarta

Tari gambyong adalah bentuk budaya dari Jawa Tengah (Jateng) dengan gerak lembut dan elegan. Sebagai bentuk kesenian yang telah berumur ratusan tahun, mitos tentu mengiringi perkembangan tari gambyong.

Mitos tari gambyong adalah sebagai bentuk undangan pada Dewi Sri sebagai dewi kesuburan. Berkah dari Dewi Sri atau Dewi Padi dipercaya bisa menyuburkan tanah sebelum musim tanam padi, seperti dijelaskan dalam tulisan berjudul Bentuk Penyajian Tari Gambyong Pareanom di Pasraman Bhuana Puja Boyolali karya Retna Sintawati dari ISI Yogyakarta.

Para penanggap tari berharap Dewi Sri bisa menurunkan berkah pada sawah mereka, sehingga memperoleh hasil panen maksimal. Kini mitos tersebut, bersama dengan tari gambyong, menjadi bagian dari wisata budaya Indonesia.


Kisah Tari Gambyong dari Penggoda Jadi Penghormatan

Awalnya, tari gambyong bertujuan menggoda para tamu dalam pertunjukan tayub. Sangat berbeda dengan tari gambyong sekarang yang dihadirkan untuk menyambut tamu kehormatan.

Kisah tari gambyong dimulai pada abad ke-15, berlanjut ke zaman Mangkunegaran, hingga lestari di masyarakat. Tari gambyong adalah pengembangan dari tari tledhek seperti dijelaskan dalam situs Indonesia Kaya. Tari tledhek dihadirkan sebelum tayub untuk mengundang para tamu agar ikut menari dan ngibing.

Tledhek sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jawa ngledhek yang artinya meledek atau menggoda. Tari tledhek memperlihatkan betis, menggerakkan bagian dada penari perempuan, dan melirik yang bikin para tamu dalam pertunjukan tayub penasaran serta merasa diundang.

Tari tledhek sangat populer hingga muncul primadona bernama Mas Ajeng Gambyong. Tak hanya mahir menari, dia juga punya suara merdu dan sangat disukai masyarakat. Namanya menjadi inspirasi gerakan ini disebut tari gambyong. Gerak tari menghadirkan kebolehan penari sebelum pertunjukan tayub (nggambyong).

Saking populernya, tledhek kemudian masuk dan dihadirkan dalam lingkungan istana. Gerak tari diadopsi menjadi lebih sesuai aturan keraton atas usaha seniman KRMT Wreksadiningrat. Seiring waktu, tari gambyong mendapat sentuhan kreativitas dari para penari.

Salah satunya dilakukan S Ngaliman pada 1972 sehingga tari gambyong lebih mudah dipelajari masyarakat. Hasilnya, tari gambyong tidak hanya dihadirkan untuk Sinuhun Paku Buwono VI dan menyambut tamu tapi juga sebagai hiburan warga.

Tentunya tari gambyong tak lagi menerapkan gerak menggoda, pakaian sekadarnya, dan musik pengiring yang asal-asalan. Tari gambyong hadir dengan gerakan tersusun rapi, kostum anggun, serta tatanan rambut dan make-up enak dilihat sesuai kaidah Jawa.

Tari gambyong yang dipentaskan saat ini sudah naik takhta dibanding beratus tahun sebelumnya. Para penari harus menjaga keseimbangan mood sehingga gerak tari bisa dilakukan dengan luwes dan hati-hati.

(row/ddn)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Mengenal Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival yang Keren dari Jember



Jember

Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival kembali hadir di Desa Wisata Adat Arjasa, Jember. Mari mengenal lebih dekat soal festival ini.

Festival tahunan yang memasuki penyelenggaraan tahun ke-8 ini mengambil tema ‘From Local Vibes to Global Pride’. Festival ini berfokus pada pelestarian alam, budaya, dan spiritualitas setempat.

Melalui rangkaian acara yang melibatkan masyarakat lokal, festival ini akan mempromosikan potensi wisata dan ekonomi kreatif desa wisata adat Arjasa di Jember kepada dunia.


Event tahunan ini menggabungkan berbagai elemen kearifan lokal dalam kegiatan utama seperti Mendhak Tirta Menggala Hyang, Parade Budaya Hyang, serta Bazaar UMKM Kuliner dan Ekraf.

“Kami sangat bangga dengan adanya kolaborasi event Hyang Argopuro Festival bersama program Senandung Dewi dari Kemenparekraf RI. Melalui event ini, kami ingin menunjukkan potensi Desa Wisata Adat Arjasa kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara,” ujar Ketua Pokdarwis Desa Wisata Adat Arjasa, Arjasa Sugianto kepada detikTravel, Selasa (17/9/2024).

Senandung Dewi-Hyang Argopuro FestivalSenandung Dewi-Hyang Argopuro Festival Foto: (dok. Istimewa)

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember, Bambang Rudianto menambahkan, festival ini merupakan bukti makin menggeliatnya pariwisata di Kabupaten Jember.

“Festival ini masuk dalam program Senandung Dewi 2024 Kemenparekraf yang diluncurkan oleh Menparekraf RI, Sandiaga Uno, pada 1 Juli 2024,” imbuh Bambang.

Senandung Dewi-Hyang Argopuro Festival pun menjadi simbol kebangkitan pariwisata Kabupaten Jember. Event ini tak hanya menonjolkan budaya lokal, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat desa.

Analis Kebijakan Ahli Muda Kemenparekraf, Vicky Apriansyah optimis bahwa festival ini dapat memiliki dampak besar bagi pengembangan ekonomi kreatif di Jember.

“Kami harap ke depannya semakin banyak pelaku ekonomi kreatif yang terlibat, dan festival ini terus berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi dengan semangat 3G: Gercep, Geber, Gaspol,” ungkapnya.

Festival yang berlangsung di Lapangan Arjasa dan Ruang Terbuka Hijau Desa Wisata Adat Arjasa pada 14-15 September 2024 ini terbuka untuk masyarakat umum.

Para pengunjung festival dapat menikmati suasana khas desa adat Arjasa, sekaligus menyaksikan beragam acara budaya dan menikmati produk lokal dari bazaar UMKM setempat.

Desa Wisata Adat Arjasa merupakan desa wisata yang berfokus pada wisata budaya, dengan melestarikan budaya asli Kabupaten Jember yaitu Peradaban Hyang.

Peradaban ini memiliki konsep ‘Luhur Ambukaning Manggala Hyang’ yang menyatukan konsep alam dan mempertahankan budaya bagi para warganya.

(wsw/wsw)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

Lokasi Kota Batik di Indonesia, Salah Satunya Pekalongan


Jakarta

Batik merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi Indonesia. Pada tahun 2009, batik diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.

Ada beberapa kota di Indonesia yang dijuluki sebagai “Kota Batik”, bahkan salah satunya dinobatkan sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia. Kota apakah itu?

Kota Batik Indonesia

Kota-kota yang dijuluki sebagai “Kota Batik” di antaranya Pekalongan, Solo, dan Yogyakarta. Berikut informasi lengkapnya.


1. Pekalongan

Kota pertama yang dijuluki kota Batik adalah Pekalongan. Mengutip laman Pemkot Pekalongan, hal ini tak terlepas dari sejarah bahwa dari puluhan dan ratusan tahun lampau sampai sekarang, sebagian besar proses produksi batik Pekalongan dikerjakan di rumah-rumah.

Hal ini membuat batik Pekalongan menyatu erat dengan kehidupan masyarakat setempat. Menariknya Pekalongan mempunyai sejumlah kampung batik yang eksis dari generasi ke generasi. Salah satunya adalah Kampung Batik Kauman yang legendaris.

Kampung Batik Kauman disinyalir menjadi kampung pertama yang ada di kawasan Pekalongan. Di sini masih ada rumah-rumah kuno dan masjid jami yang didirikan pada tahun 1952.

Mengutip laman resminya, Kampung Batik Kauman dikenal sebagai industri batik yang menghasilkan batik tulis, batik cap, dan kombinasi keduanya. Ada belasan pranggok (tempat memproduksi batik) ini yang menghasilkan corak, model, dan motif beragam.

2. Solo

Batik juga menjadi salah satu sektor industri penting dari hasil manifestasi seni dan budaya di kota Solo. Menurut laman Pemkot Surakarta, dilihat dari perkembangannya, batik Solo dan Yogyakara merupakan cikal bakal lahir dan berkembangnya batik di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sama seperti Pekalongan, Solo memiliki berbagai kawasan yang menjadi tempat produksi kain khas Indonesia ini. Berikut di antaranya:

Kampung Batik Kauman yang ada di Solo ini ditetapkan sebagai Kampung Wisata Batik dan sentra batik tertua di Kota Solo. Tak hanya sebagai sentra industri batik, namun Kampung Batik Kauman juga menjadi destinasi wisata edukasi.

Kampung batik ini menjadi tempat pelatihan, pembuatan, penelitian, dan pengembangan batik. Jadi, wisatawan dapat melihat proses pembuatan batik dari nol hingga menjadi produk jual.

Kampung batik tertua kedua di Solo adalah Kampung Batik Laweyan. Berdiri selama 500 tahun, Kampung Batik Laweyan memiliki 250 macam motif khas Laweyan.

Sama seperti Kampung Batik Kauman, Kampung Batik Laweyan menjadi destinasi wisata. Ada fasilitas untuk wisatawan mulai dari penginapan, restoran, pusat pelatihan budaya Jawa, Laweyan Batik Training Center, masjid, dan kuliner khas Solo.

3. Yogyakarta

Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council) menetapkan Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada 18 Oktober 2014. Menurut laman Universitas Gadjah Mada, sebelum penetapan tersebut, tim penilai dari Dewan Kerajinan Dunia datang ke Yogyakarta untuk melihat dan menilai perkembangan batik yang ada.

Hasilnya, Yogyakarta memenuhi tujuh kriteria untuk ditetapkan sebagai kota batik dunia, yaitu nilai sejarah, nilai keaslian, nilai pelestarian, nilai ekonomi, nilai ramah lingkungan, nilai global, nilai keberlanjutan. Wisatawan juga bisa menemukan kampung batik di Yogyakarta. Salah satunya adalah Kampung Batik Giriloyo.

Giriloyo merupakan sentra dari pengrajin batik di Yogyakarta. Mengutip laman Batik Giriloyo, di desa ini, wisatawan bisa berburu batik atau belajar tentang proses membuat batik langsung dari pengrajinnya.

Tak hanya itu, wisatawan juga bisa memanjakan lidah dengan menikmati kuliner khas daerah ini. Mulai dari pecel kembang turi hingga rempeyek super gede.

Selain tiga kota yang dijuluki “Kota Batik” tersebut, ada juga beberapa daerah yang juga terkenal dengan produksi batiknya. Mulai dari CIrebon yang memiliki Sentra Batik Trusmi, Semarang yang mempunyai Kampung Batik Semarang, Sragen dengan Kampung Batik Girli Kliwonannya, hingga daerah Lasem, Rembang yang punya Sentra Batik Lasem.

Itulah sejumlah kota batik di Indonesia di mana kamu bisa membeli batik dan melihat bagaimana proses pembuatannya. Tertarik untuk mengunjungi salah satu kota batik ini?

(elk/row)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

7 Tempat Wisata Viral di Bali ini Cocok Dikunjungi saat Liburan Sekolah


Denpasar

Bali selalu menjadi tujuan wisata favorit untuk dikunjungi, terutama saat momen liburan sekolah. Pulau Dewata ini menawarkan banyak tempat wisata viral yang cocok untuk mengabadikan momen bersama keluarga dan anak-anak.

Buat yang masih bingung mau pergi kemana saat liburan sekolah, berikut ini kami rangkum 7 tempat wisata di Bali yang dijamin akan berkesan untuk si kecil:


1. Desa Penglipuran

Tempat wisata viral pertama yang bisa memperkenalkan budaya Bali ke si kecil adalah Desa Penglipuran. Di desa ini, wisatawan bisa melihat suasana adat Bali yang masih begitu kental dan terjaga kelestariannya. Dinobatkan menjadi desa terbersih di dunia, tata ruang desa Penglipuran masih menjunjung tinggi nilai-nilai luhur nenek moyang berkonsep Tri Mandala. Berkeliling sembari menikmati keunikan budaya Desa Penglipuran tentu akan jadi momen tak terlupakan.

Desa Wisata Panglipuran BaliDesa Wisata Penglipuran Bali Foto: shutterstock

2. Pantai Kuta

Pantai Kuta menjadi tempat wisata viral di Bali selanjutnya karena keindahan sunset dan ombaknya. Tak hanya bisa menikmati pantai, wisatawan bisa menyusuri sepanjang jalan Pantai Kuta dan berkeliling di pusat perbelanjaan Beachwalk Mall. Jangan lupa mengabadikan momen di depan Beachwalk untuk menambah memori berkesan untuk diingat selalu oleh si kecil!

Beachwalk Shopping Center di KutaBeachwalk Shopping Center di Kuta Foto: (beachwalkbali.com)

3. Tegallalang Ubud

Apabila berlibur ke wilayah Ubud, Tegallalang bisa jadi tujuan wisata selanjutnya yang bisa dikunjungi. Pemandangan sawahnya yang unik dan berundak-undak dengan latar belakang menakjubkan menjadikannya spot favorit untuk berfoto. Yang paling menarik, ada pertunjukan tari tradisional yang bisa dinikmati di area sekitar Tegallalang sembari menikmati keindahan alam.

Dozens of children and teenagers, covered their bodies in various colors like monsters as they participated in the Ngerebeg ritual in Tegallalang, Gianyar, Bali on Wednesday, 8th of February 2023. This ritual has been performed for years and passed down from generation to generation. Ngerebeg is held the day before the peak of the Pura Duur Bingin's piodalan (celebration of the holy place's anniversary), which occurs every 210 days according to the Balinese calendar system. The monsters in this ritual walk around the village of Tegallalang for 6 kilometers to purify the mind of Bhuana Alit (the human body) and Bhuana Agung (the universe). Specifically, the monster-like faces represent the negative qualities present in humans that need to be neutralized. (Photo by Keyza Widiatmika/NurPhoto via Getty Images)Ritual Ngerebeg di Tegallalang, Gianyar, Bali (Photo by Keyza Widiatmika/NurPhoto via Getty Images) Foto: Keyza Widiatmika/Getty Images

4. Tirta Empul

Sudah pernah mencoba melukat? Cobalah kunjungi Tirta Empul, tempat viral di kalangan wisatawan untuk melukat atau melakukan penyucian diri. Nama Tirta Empul sendiri memiliki arti mata air suci yang timbul dari tanah. Selain melukat, wisatawan juga dapat berkeliling di sekitar area untuk melihat bangunan-bangunan khas budaya Bali dan juga taman yang terlihat begitu Indah. Hal ini tentunya bisa jadi daya tarik tersendiri yang tidak bisa didapatkan di tempat lain!

Pura Tirta Empul merupakan salah satu pura Hindu yang juga menjadi destinasi favorit para traveler yang berkunjung ke Bali. Terletak di tengah pulau Bali, tepatnya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pura ini terkenal dengan air sucinya di mana orang Hindu Bali mencari penyucian, tidak hanya Umat Hindu, para wisatawan pun dapat melakukan penyucian di Pura Tirta Empul, Kamis (02/12/2021).Pura Tirta Empul merupakan salah satu pura Hindu yang juga menjadi destinasi favorit para traveler yang berkunjung ke Bali. Terletak di tengah pulau Bali, tepatnya di Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Pura ini terkenal dengan air sucinya di mana orang Hindu Bali mencari penyucian, tidak hanya Umat Hindu, para wisatawan pun dapat melakukan penyucian di Pura Tirta Empul, Kamis (02/12/2021). Foto: Kemenparekraf

5. Pura Ulun Danu Beratan

Rekomendasi tempat wisata viral selanjutnya yaitu Pura Ulun Danu Beratan, Bedugul. Pura ini memiliki keindahan alam dan juga menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Bali seperti Melasti. Daya tarik Pura Ulun terletak di tepi Danau Beratan. Keberadaan pura yang menjulang tinggi, menjadi spot foto paling ikonic bagi pengunjung dengan latar belakang gunung yang asri. Yang tak kalah menarik, wisatawan bisa mencoba mendayung di sekitar danau!

Pura cantik di Danau BedugulPura cantik di Danau Bedugul Foto: Riri Bhakti/d’Traveler

6. Kebun Raya Bedugul

Kebun Raya pastinya jadi pilihan yang bagus jika ingin berpiknik sembari melepas penat bersama keluarga. Bali juga memiliki kebun raya viral yang bisa dikunjungi, yaitu Kebun Raya Bali atau Kebun Raya Bedugul. Suasana pegunungan yang dingin serta udara yang sejuk menjadikan momen liburan begitu tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Tak hanya itu, banyak spot menarik yang bisa dikunjungi seperti Taman Anggrek, Rumah Kaca Kaktus, Taman Akuatik dan masih banyak lagi yang lainnya.

7. Trans Studio Bali Theme Park

Terakhir, ada indoor theme park viral untuk bisa bermain 16 wahana kelas dunia yaitu Trans Studio Bali theme park. Salah satu wahana ekstrim yang sempat viral di sosial media adalah Boomerang Coaster, yaitu roller coaster super cepat yang berada di puncak gedung.

Trans Studio BaliTrans Studio Bali Foto: Dok. Trans Studio Bali

Wahana lainnya yang tak kalah menarik adalah Flying Over Indonesia, yaitu paralayang virtual terbesar di Asia Tenggara untuk bisa berkeliling Indonesia. Tak hanya wahana, theme park satu ini juga menghadirkan show-show spektakular, dimana salah satunya hanya ditampilkan saat liburan sekolah!
Itu dia 7 tempat wisata viral yang tentunya bisa membuat liburan sekolah semakin berkesan dan berwarna. Mumpung libur sekolah belum usai, yuk segera ajak keluarga dan si kecil berlibur seru di Bali!

(ddn/bnl)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah wisata mobil اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / Thomas Tucker

9 Aktivitas Seru di Setu Babakan, Kampung Budaya Betawi di Jaksel


Jakarta

Ingin berwisata edukasi di area Jakarta? Bagaimana kalau menilik sejarah dan budaya tradisional suku Betawi?

Di Jakarta Selatan (Jaksel) terdapat sebuah kawasan yang disebut Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan. Singkatnya dikenal Setu Babakan. Di sini traveler dapat berwisata edukasi dengan mengenal lebih lanjut budaya suku Betawi.

Kamu akan menemukan Museum Betawi, menyaksikan pergelaran seni tradisional, hingga berwisata kuliner di sana. Penasaran dengan perkampungan budaya Betawi ini? Simak informasi lebih lengkapnya di bawah ini.


Ada Apa Saja di Setu Babakan?

Mengutip website resmi dan pemberitaan detikcom, berikut sejumlah spot dan aktivitas seru yang bisa dilakukan di Setu Babakan:

1. Belajar Budaya di Museum Betawi

Museum Betawi di Setu Babakan.Museum Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Terdapat sebuah museum di perkampungan budaya Betawi satu ini. Di sana traveler dapat mengetahui kebudayaan Betawi secara lengkap dari berbagai koleksi yang diperkenalkan. Akan ditemukan informasi sejarah, kuliner khas, senjata tradisional, alat musik, tradisi budaya, hingga pakaian, dekorasi, dan rumah adat.

Untuk tujuan edukasi, beberapa tokoh legendaris Betawi juga menghibahkan memorabilia. Seperti topeng Bapak Jantuk yang kerap digunakan oleh seniman Haji Bokir.

2. Menonton Penampilan Kesenian Tradisional

Pergelaran kesenian tradisional rutin diadakan setiap pekannya di Setu Babakan. Kesenian yang ditampilkan meliputi tarian, teater, pertunjukan ondel-ondel, hingga rebana, gambus, dan musik gambang kromong.

Acara budaya lainnya juga biasa digelar pada momentum tertentu seperti hari ulang tahun Kota Jakarta. Penampilan dan acara-acara tersebut diselenggarakan dengan melibatkan pegiat seni dan warga setempat.

3. Workshop Pengenalan Budaya

Sejumlah pengrajin menyelesaikan pembuatan ondel-ondel di Setu Babakan, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2024).Pembuatan ondel-ondel di Setu Babakan. (Rifkianto Nugroho)

Setu Babakan juga kerap menggelar workshop pengenalan budaya Betawi. Kegiatan yang diadakan mencakup produksi kuliner khas seperti bir pletok, belajar alat musik tradisional, hingga pembuatan ondel-ondel yang merupakan ikon Betawi. Dengan workshop ini diharapkan adat dan budaya tradisional Betawi kian dikenal.

4. Berwisata Agro

Traveler yang berkunjung ke sini dapat mencoba wisata agro di Setu Babakan. Kamu akan diajak mengeksplor pohon dan buah-buah khas Betawi yang ditanam di pelataran dan halaman rumah-rumah penduduk.

Jenis tanaman yang bisa ditemukan contohnya kecapi, jamblang, buni, cempedak, nangka, dan lainnya. Pepohonan buah yang di sini umumnya sudah jarang ditemui di pasar. Terkadang pengunjung juga berkesempatan mencicipi buah-buah tersebut.

5. Mengelilingi Danau

Sepeda air di Setu Babakan.Sepeda air di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Di kawasan Setu Babakan terdapat dua setu atau danau yang dijadikan tempat wisata air. Di sana kamu dapat menjajal wahana sepeda air dan perahu naga untuk berkeliling danaunya. Untuk menaiki wahana air ini, traveler perlu mengeluarkan biaya ya.

6. Wisata Kuliner

Betawi memiliki sejumlah kuliner khas yang memanjakan lidah, antara lain kerak telor, dodol, kembang goyang, pucung gabus, soto, es selendang mayang, dan bir pletok. Di Setu Babakan, pengunjung bisa mencicipi makanan dan minuman tradisional yang dijajakan. Kamu dapat menyantapnya sembari duduk bersantai di pinggir danau.

7. Berfoto

Kawasan Setu Babakan dikelilingi oleh bangunan dan dekorasi ala Betawi, seperti rumah-rumah adat. Traveler dapat berfoto atau berpose dengan latar aesthetic yang menonjolkan khas kebudayaan Betawi tersebut. Terdapat pula jembatan kayu dan amfiteater yang jadi spot foto favorit.

8. Belanja Oleh-oleh Khas Betawi

Berburu Pusat Oleh-oleh Jakarta Terlengkap di Setu BabakanOleh-oleh khas Betawi di Setu Babakan. (Rifkianto Nugroho)

Usai berkeliling dan sebelum pulang, traveler boleh membeli buah tangan khas budaya Betawi yang dijajakan di sekitar kawasan Setu Babakan. Kamu bisa membeli miniatur ondel-ondel untuk hiasan atau membawa pulang kulinernya seperti bir pletok atau dodol.

9. Berolahraga

Setu Babakan memiliki area yang cukup luas. Karena itu, kawasan ini kerap dipilih sebagai tempat berolahraga oleh penduduk setempat. Biasanya orang-orang melakukan jogging, jalan santai, berlari, maupun bersepeda mengitari danau.

Tak jarang juga yang datang ke Setu Babakan untuk nongkrong atau sekadar bersantai menikmati suasana danau.

Setu Babakan terletak di Jl. Moch Kahfi II RT 13/RW 8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lokasinya tidak begitu jauh dari pusat kota Jakarta dan bisa ditempuh dalam waktu 1 jam perjalanan.

Perkampungan budaya Betawi satu ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL, Transjakarta, atau transportasi online. Untuk menuju ke sana dengan motor dan mobil, kamu dapat mengandalkan online maps agar tidak salah jalan.

Kalau menggunakan KRL, traveler bisa turun di Stasiun Pancasila dan lanjut memesan moda transportasi online. Jika dengan Transjakarta dapat menaiki koridor D21 (Universitas Indonesia-Lebak Bulus) atau 9H (Universitas Indonesia-Blok M) dan bisa turun di pemberhentian halte Universitas Pancasila. Setelahnya dapat lanjut memesan kendaraan online.

Jam Buka dan Tiket Masuk Setu Babakan

Belasan destinasi wisata di Ibu Kota terpaksa ditutup sementara imbas virus corona yang merebak. Perkampungan budaya Betawi Setu Babakan juga ditutup.Setu Babakan (Muhammad Ridho)

Setu Babakan dapat dikunjungi tanpa memerlukan tiket masuk alias gratis. Kamu bisa mendatangi kawasan ini pada hari Selasa-Minggu mulai jam 09.00-15.00 WIB. Begitu juga jika tertarik mengunjungi Museum Betawi. Sementara area danau di sini dibuka sampai pukul 18.00.

Nah, itu dia informasi aktivitas serta jam buka Setu Babakan sebagai dapurnya budaya Betawi. So, kamu tertarik mengunjungi perkampungan budaya Betawi ini nggak?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata di Solo yang Ramah Anak, Ada Taman-Museum


Jakarta

Solo atau dikenal dengan Surakarta memiliki sejumlah destinasi wisata menarik yang dapat dikunjungi. Sebagian tempatnya bahkan ramah anak sehingga traveler bisa mengajak Si Kecil bermain.

Sejumlah wisata ramah anak di Solo meliputi kawasan taman, alun-alun, maupun wisata edukasi seperti museum dan spot bersejarah seperti benteng. Lantas, di mana saja objek wisata tersebut? Simak di bawah ini.

10 Rekomendasi Wisata Ramah Anak di Solo

Berikut sederet wisata ramah anak di Solo yang dapat traveler kunjungi bersama Si Kecil:


1. Taman Balekambang Solo

Suasana baru Taman Balekambang Solo usai direvitalisasi, Selasa (23/7/2024).Taman Balekambang Solo. (Tara Wahyu NV/detikcom)

  • Lokasi: Jl. Balekambang, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Setiap hari (07.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Usai revitalisasi, Taman Balekambang Solo semakin cantik. Kini Gedung Pertunjukan, Gedung GIC & Gastronomi, dan Kolam Partini memiliki wajah baru. Banyak tempat duduk yang tersebar di taman dan di bawah pohon rindang bisa jadi spot bersantai juga. Anak-anak akan senang di sini karena terdapat sekumpulan rusa, monyet, dan angsa yang bisa dijumpai.

2. Museum Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka di Solo.Museum Radya Pustaka di Solo. (Nila Handayani)
  • Lokasi: Jl. Balekambang, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Selasa-Minggu (08.30-16.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 5.000-10.000

Museum Radya Pustaka disebut-sebut sebagai museum tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak 18 Oktober 1890.

Di sini menyimpan banyak koleksi barang bersejarah seperti pusaka adat, buku kuno, wayang kulit dan arca dari masa kerajaan Hindu-Budha. Buah hati dapat traveler ajak ke sini untuk berwisata edukasi lho.

3. Taman Sriwedari

taman sriwedari soloTaman Sriwedari Solo (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Slamet Riyadi No. 275, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Setiap hari (10.00-22.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Di Taman Sriwedari, kamu dapat mengajak Si Kecil untuk menyaksikan pentas budaya seperti pertunjukan wayang. Dengan begitu, ia akan belajar mengenal budaya di Indonesia.

Anak-anak juga pasti akan senang dibawa ke sini karena terdapat rusa, angsa, kalkun kecil, dan burung merpati yang dibebaskan. Sehingga mereka bisa berinteraksi dengan hewan-hewan tersebut

4. Solo Safari

Solo SafariSolo Safari (Femi Diah/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Ir. Sutami No. 19, Jebres, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Senin-Jumat (08.30-16.30 WIB), Sabtu-Minggu (08.00-16.30 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: Rp 45.000-110.000

Ini adalah kebun binatang yang berada di Solo nih. Terdapat banyak koleksi satwa yang bisa dilihat di sini, mulai dari harimau, gajah, orangutan, unta, hingga kangguru. Di sini pengunjung juga dapat berinteraksi lebih dengan memberi makan hewan maupun menunggangi kuda atau unta.

5. Alun-alun Kidul Surakarta

  • Lokasi: Pasar Kliwon, Kota Surakarta
  • Jam Buka: 24 Jam
  • Harga Tiket Masuk: –

Alun-alun Kidul Surakarta dikenal juga dengan sebutan Alkid. Di sini pengunjung anak-anak senang sekali menyaksikan kawanan kerbau albino yang konon merupakan kerbau keramat milik Klangenan Raja.

Alun-alun juga kerap dijadikan tempat pasar malam. Berbagai wahana permainan yang bisa dinaiki seperti komidi putar dan bianglala.

6. Taman Cerdas Soekarno-Hatta Jebres

Sejumlah tempat wisata di Kota Solo mulai dibuka saat PPKM Level 2. Taman Cerdas Jebres, Solo, Jawa Tengah, pun mulai ramai pengunjung, Minggu (14/11).Taman Cerdas Jebres di Solo. (Agung Mardika)
  • Lokasi: Jl. Ki Hajar Dewantara, Jebres, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Setiap hari (09.00-21.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Anak pasti senang dibawa ke taman satu ini. Pasalnya, terdapat replika dinosaurus dan sejumlah patung robot besar yang dapat dijadikan spot foto di sini. Traveler juga bisa mengajak Si Kecil untuk bermain wahana permainan di area playground yang tersedia.

7. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg kamp tentara Belanda yang disiapkan jadi rumah karantina Pemkot SoloBenteng Vastenburg. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Jenderal Soedirman, Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Kota Surakarta
  • Jam Buka: 24 Jam
  • Harga Tiket Masuk: Rp 2.000-3.000

Si Kecil juga perlu sesekali diajak ke tempat bersejarah, contohnya Benteng Vastenburg untuk berwisata edukasi. Bangunan bekas masa kolonial Belanda telah ada sejak 1745. Kala itu, benteng ini berfungsi untuk mengawasi Keraton Surakarta yang berkuasa.

8. Taman Bendungan Tirtonadi

Taman Tirtonadi Solo.Taman Tirtonadi Solo. (Hana Gemeli Rahmawati/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Ahmad Yani, Gilingan, Banjarsari, Kota Surakarta
  • Jam Buka: 24 Jam
  • Harga Tiket Masuk: –

Sesuai namanya, taman ini berada di pinggir Bendungan Tirtonadi. Traveler dapat mengajak Si Kecil kemari untuk duduk-duduk santai di tepi bendungan, jajan, atau beli angkringan. Sebaiknya datang pada sore hari karena cuaca sudah tidak terlalu terik.

9. Ngarsopuro Night Market

Night Market Ngarsopuro, Solo, Selasa (27/3/2018).Night Market Ngarsopuro, Solo. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
  • Lokasi: Jl. Slamet Riyadi, Laweyan, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Jumat-Sabtu (17.00-23.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Kalau ingin berwisata kuliner, traveler bisa datang ke Ngarsopuro Night Market bersama buah hati. Banyak sekali pedagang pernak-pernik, pakaian, hingga makanan dan jajanan yang dapat ditemukan di pasar malam akhir pekan ini. Terdapat live music juga yang bakal menghiburmu selama di sana.

10. Taman Sunan Jogo Kali

Taman Sunan Jogo Kali Pucang Arum, Pucangsawit, Jebres.Taman Sunan Jogo Kali Pucang Arum, Pucangsawit, Jebres. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
  • Lokasi: Pucangsawit, Jebres, Kota Surakarta
  • Jam Buka: Setiap hari (06.00-21.00 WIB)
  • Harga Tiket Masuk: –

Ada lagi Taman Sunan Jogo Kali di Solo. Di sana anak-anak bisa bermain wahana playground seperti ayunan dan papan seluncur. Terdapat sejumlah spot bagus yang bisa dijadikan latar berfoto.

Kian malam taman ini semakin “hidup”. Akan ada banyak penjual kuliner dan penampilan live musik yang menghibur.

Nah, itu tadi sederet tempat wisata ramah anak di Solo yang bisa traveler datangi bersama buah hati. Jadi, kamu tertarik berkunjung ke tempat mana nih?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Anti Mainstream, Nggak Macet, Lebih Tenang


Jakarta

Bali menyediakan berbagai itinerary bagi wisatawan yang berkunjung, mulai dari yang populer hingga anti mainstream. Itinerary anti mainstream biasa dipilih turis yang ingin liburan lebih tenang, tidak kena macet, dan melakukan aktivitas non turistik.

Itinerary Bali Non-Turistik dan Anti Mainstream

Beberapa aktivitas liburan yang bisa memberi turis lebih banyak healing time, ketenangan, dan berisiko lebih kecil kena macet adalah:

Menjelajah Budaya Lokal

Eksplorasi kultur penduduk Bali yang diwariskan secara turun temurun bisa dilakukan denga kegiatan berikut:


  • Belanja ke pasar tradisional

Bali dengan segala modernisasi layanan, masih memberikan tempat istimewa bagi peninggalan budaya di pasar tradisional. Turis bisa mengunjungi Pasar Badung dan Pasar Gianyar untuk merasakan kehidupan sehari-hari masyarakat, sekaligus berinteraksi dan belanja produk lokal.

  • Mengunjungi desa pengrajin

Seni telah mendarah daging dan tidak lepas dari kehidupan sehari-hari masyarat Bali. Turis bisa mengunjungi desa pengrajin di Celuk (emas dan perak), Mas (ukiran kayu), dan Batubulan (batu pahat) untuk melihat pembuatan produk kerajinan. Turis juga bisa berinteraksi dengan pengrajin dan melihat kehidupannya sehari-hari.

  • Belajar masak kuliner Bali

Pilihan berikutnya adalah ikut kelas untuk belajar resep tradisional dan cara memasak khas Bali. Jika beruntung, turis bisa memperoleh pengalaman belanja bahan masakan di pasar tradisional Bali.

  • Nonton tarian dan musik Bali

Dengan itinerary dan riset yang tepat, turis bisa melihat pertunjukan tari dan musik di desa atau dalam acara adat. Pentas ini biasanya lebih otentik dan menunjukkan karakter asli penduduk Bali.

Jika beruntung, turis bisa melihat upacara adat yang dilakukan di desa karena seremoni tradisional ini biasanya hanya untuk warga lokal. Saat menyaksikan upacara, pastikan untuk menghormati adat dan tradisi setempat.

Jelajah Alam Bali

Alternatif kegiatan non turistik lain di Bali adalah mengeksplorasi alam Bali melalui beragam aktivitas

Wilayah pedesaan Bali punya alam hijau, asri, teduh, dengan air yang bersih. Para turis bisa merasakannya langsung dengan naik sepeda keling desa lewat sawah, rumah, dan jalan-jalan di kampung Bali yang tidak kena macet.

Pantai di Bali sesungguhnya sangat banyak namun belum semua memperoleh eksposur. Pantai hidden gem ini cocok buat turis yang ingin healing tanpa diganggu keramaian dan macet saat berkunjung. Pantai ini biasanya lebih tenang dengan pemandangan sangat indah.

  • Mencoba snorkeling atau diving

Alternatif ini cocok bagi turis yang suka water activity yang menjelajah kekayaan laut Bali. Para turis bisa pergi ke tempat yang menyewakan peralatan snorkeling dan diving berikut jasa pemandunya. Para turis bisa memilih spot snorkeling dan diving di Menjangan atau Nusa Penida.

Bagi yang memilih kegiatan ini, turis bisa datang ke layanan yang menyediakan sarana meditasi dan yoga. Aktivitas ini memungkinkan turis merasa sangat tenang, damai, sehat, dan jauh dari keramaian.

Mencoba Kuliner Lokal

Turis lokal dan mancanegara yang ingin mencoba kuliner Bali, wajib mempertimbangkan toleransi rasa dan kondisi kesehatan pencernaan.

Masakan yang dimasak warga lokal biasanya punya cita rasa beda dibanding yang disajikan di restoran. Rasa otentik dengan penyajian simpel ini terasa lebih istimewa, apalagi bagi para turis yang asing dengan masakan Bali.

Jika turis menemui pasar malam di Bali, jangan ragu untuk datang berkunjung. Para turis bisa mencicipi berbagai snack dan jajanan khas Bali.

  • Pilih restoran bernuansa lokal

Bali menyediakan banyak pilihan resto bernuansa lokal dan internasional. Para turis bisa memilih resto dengan vibe khas Bali mulai dari desain, tatanan, dan pilihan makanannya.

(row/fem)

Sumber : travel.detik.com

Alhamdulillah اللهم صلّ على رسول الله محمد wisata mobil
image : unsplash.com / Thomas Tucker

Tradisi Potong Jari, Bukti Cinta dan Kesetiaan Mama-mama Suku Dani



Wamena

Rasanya, tak ada yang bisa mengalahkan perempuan Suku Dani dalam urusan cinta dan kesetiaan. Mereka membuktikan luka di hati dengan tradisi potong jari.

Suku Dani di Lembah Baliem, Provinsi Papua Pegunungan mempunyai satu cara dalam mengungkapkan duka yang mendalam. Mereka rela memotong jari saat pasangan atau keluarga meninggal dunia. Selain itu, tradisi itu dilakukan saat mereka kecewa karena cinta. Semakin banyak jari yang dipotong, pertanda jumlah saudara yang meninggal atau dalamnya duka.


Biasanya tradisi itu dilakukan oleh perempuan atau mama-mama Suku Dani. Dalam arsip detikcom tradisi potong jari dilakukan ketika salah satu anggota keluarga mereka, yaitu ayah, ibu, anak, atau adik yang meninggal dunia.

Penduduk Suku Dani percaya memotong salah satu jari tangan adalah sebagai simbol dari rasa sakit ketika ditinggal selamanya oleh anggota keluarga yang mereka cintai. Selain untuk mengungkapkan kesedihan dan persaudaraan yang erat, cara itu dilakukan sebagai doa agar hal yang sama tidak terulang kembali.

Tradisi itu lebih banyak dilakukan oleh perempuan. Para lelaki menunjukkan kesedihan dengan memotong kulit telinga untuk menunjukkan kesedihan mereka ketika kehilangan salah satu anggota keluarga mereka.

Yang memilukan lagi, alat yang digunakan untuk menjalankan tradisi tersebut. Bagi yang mau potong jari, digunakan alat tradisional yang disebut kapak batu. Berbeda dengan pisau dapur yang tipis dan tajam, kapak batu lebih tumpul keras.

Sementara itu, untuk menjalankan tradisi potong daun telinga digunakan semacam bambu runcing yang digunakan untuk mengiris bagian kuping yang ingin dipotong.

Tradisi potong jari Suku Dani itu sudah diwariskan turun temurun dan hingga saat ini masih dilakukan. Kendati pemerintah Papua dan Jayawijaya telah melarang untuk melakukan tradisi itu, namun penduduk Suku Dani tetap melakukannya hingga saat ini.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Endog-endogan Banyuwangi, Tradisi Memperingati Maulid Nabi



Banyuwangi

Untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW, masyarakat Banyuwangi punya tradisi endog-endogan. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya Banyuwangi yang unik dan penuh makna.

Bagi masyarakat Banyuwangi, terutama komunitas Using, endog-endogan bukan sekadar perayaan, tetapi juga ungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus sarana memperkuat syiar Islam di Bumi Blambangan.

Sejarah Tradisi endog-endogan

Dilansir dari Repository Unej, tradisi endog-endogan tercatat sudah ada sejak tahun 1777, masa ketika para misionaris VOC berusaha menyebarkan agama Nasrani di wilayah Banyuwangi. Pada masa itu, para ulama dan masyarakat setempat memanfaatkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai media dakwah.


Mereka merangkai telur rebus hias menjadi arak-arakan meriah yang kemudian dikenal sebagai tradisi endog-endogan. Keberadaan tradisi ini juga terkonfirmasi dalam Cathetan Raden Sudira pada awal 1930-an, hasil riset tentang Banyuwangi atas perintah peneliti Belanda Theodoore Pigeaud.

Dalam manuskrip yang kini tersimpan di Perpustakaan Universitas Indonesia, disebutkan adanya hidangan ancak dan telur hias (endog-endogan) dalam perayaan Maulid Nabi, sebagaimana yang dikenal masyarakat Banyuwangi hingga kini.

Dalam cerita lisan masyarakat, yang dilansir dari arsip pemberitaan detikJatim, tradisi ini bahkan diyakini pertama kali dicetuskan KH Abdullah Faqih dari Cemoro, Songgon.

Menurut penulis buku Islam Blambangan, Ayung Notonegoro, setiap sisi tradisi endog-endogan memiliki nilai filosofis yang melambangkan ajaran Islam. Telur dengan tiga lapisannya mencerminkan Islam, Iman, dan Ihsan sebagai lapisan spiritual yang harus dimiliki seorang muslim.

Sejak awal kemunculannya, tradisi endog-endogan mengalami pasang surut. Ada masa ketika tradisi ini dijalankan meriah, ada masa ketika hampir terpinggirkan oleh arus modernisasi.

Namun, pada tahun 1995, pemerintah daerah Banyuwangi mulai memberi perhatian khusus dengan memasukkannya dalam agenda resmi pariwisata. Sejak itu, tradisi ini dikemas lebih menarik untuk memikat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Kini, tradisi endog-endogan semakin berkembang. Arak-arakan berlangsung lebih terorganisir, hiasan telur semakin kreatif, dan fungsi sosialnya semakin kuat sebagai sarana mempererat kebersamaan warga.

Setiap wilayah di Banyuwangi bahkan memiliki ciri khas tersendiri dalam menghias jodang dan menggelar prosesi. Kondisi ini menunjukkan kekayaan budaya lokal yang tetap lestari.

Rangkaian Acara Tradisi Endog-endogan

Tradisi endog-endogan di Banyuwangi memiliki susunan acara yang sarat makna dan nilai kebersamaan. Setiap tahapannya mencerminkan kekayaan budaya Using, sekaligus semangat umat Islam dalam memperingati Maulid Nabi. Berikut rangkaian tradisi endog-endogan yang biasa digelar masyarakat Banyuwangi.

1. Persiapan Telur Hias dan Jodang
Warga menyiapkan ribuan telur rebus yang dihias beraneka warna. Telur-telur ini ditancapkan pada batang pisang atau jodang. Satu jodang biasanya memuat sekitar 50 telur, masing-masing ditempatkan dalam wadah kecil yang menarik.

2. Arak-arakan Telur Sambil Bersalawat
Pada hari pelaksanaan, warga mengenakan pakaian serba putih sebagai simbol kesucian. Mereka mengarak jodang telur keliling kampung sambil diiringi rebana, musik-musik Islami,dan melantunkan salawat Nabi Muhammad SAW. Ribuan warga dari berbagai penjuru berkumpul, melambangkan lima waktu salat wajib.

3. Tausiah dan Doa Bersama
Acara diisi dengan tausiah agama yang dilakukan para ulama. Tausiah ini mengingatkan makna peringatan Maulid Nabi dan nilai Islam, iman, serta ihsan yang disimbolkan telur dalam tradisi endog-endogan.

Sebagai penutup acara, warga duduk bersama menikmati nasi ancak-nasi dan lauk yang disajikan di nampan daun pisang untuk dimakan oleh 4-5 orang. Momen ini menjadi simbol keguyuban, gotong royong, dan persaudaraan antarwarga.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim. Baca selengkapnya di sini.

(auh/ddn)



Sumber : travel.detik.com