Tag Archives: budget a

15 Wisata Gunungkidul Populer, Bisa Naik Gunung hingga Jelajah Pantai


Jakarta

Wisata Gunungkidul memiliki sejuta pesona alam indah yang lengkap. Mulai dari air terjun, pantai, gua, hingga gunung bisa ditemukan disini.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa situs peninggalan kerajaan yang bisa dikunjungi disini. Pengelolaan wisatanya berada di bawah naungan Dinas Pariwisata melalui Instagram @pariwisata_gunungkidul atau website wisata.gunungkidulkab.go.id.

Berikut rekomendasi wisata Gunung Kidul yang tidak boleh dilewatkan, agar tubuh dan pikiran kembali segar.


Wisata Air Terjun Gunungkidul

Wisatawan dan keluarganya yang ingin menikmati keindahan air terjun, berikut beberapa spot wisata yang dapat dikunjungi:

1. Air Terjun Jurug Gedhe

Wisata air terjun Jurug Gedhe menyuguhkan pemandangan pohon dan sawah yang rindang. Destinasi ini sangat cocok untuk wisatawan yang suka dengan tracking yang memacu adrenalin.

Pasalnya untuk sampai di air terjun, wisatawan harus mendaki batuan terjal. Disarankan untuk datang saat musim penghujan agar gemericik air yang turun dapat memberikan efek relaksasi yang menenangkan.

  • Lokasi: Gembyong, Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 5000/orang.

2. Air Terjun Luweng Sampang

Air Terjun Luweng Sampang memiliki keindahan luar biasa dari batuan cadas yang mengapitnya. Terdapat ukiran garis alami akibat erosi air yang tampak kontras dengan birunya air.

Perjalanan menuju air terjun ini juga tidak sulit karena terdapat anak tangga untuk menuju ke atas. Masyarakat sekitar menyebut keindahan air terjun Luweng Sampang sebagai Green Canyon Indonesia.

  • Lokasi: Jl. Juminahan, Kayen, Sampang, Kecamatan Gedang Sari, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (06.00-18.00 WIB)
  • Harga Tiket: Gratis.

3. Air Terjun Kedung Kandang

Wisata air terjun ini termasuk hidden gem Gunungkidul yang terletak diantara hamparan sawah. Air terjun Kedung Kandang adalah bagian dari Desa Wisata Nglanggeran uang dikelola dengan baik.

Wisatawan perlu melakukan tracking sejauh 900 meter untuk sampai di lokasi air terjun. Lelah perjalanan terbayar ketika wisatawan melihat batuan yang berundak seperti anak tangga. Gemericik dan hijaunya air yang mengalir dijamin mampu menghilangkan penat selama bekerja.

  • Lokasi: Gn. Butak, Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 8.000.

4. Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk adalah destinasi favorit wisatawan karena banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan. Berbeda dengan wisata air terjun lain yang harus melakukan tracking, disini wisatawan harus menyebrangi sungai sepanjang 450 meter menggunakan perahu karet.

Pemandangan aliran sungai, bebatuan, dan berbagai pepohonan rindang turut membuat suasana semakin sejuk. Berada di atas tebing dengan ketinggian 50 meter, air terjun ini memiliki 3 mata air yaitu Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul.

  • Lokasi: Mungguran II, Bleberan, Playen, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 20.000 (termasuk perahu untuk menyeberang).

Wisata Pantai Gunungkidul

Detikers yang menyukai siraman sinar matahari, debur ombak, dan tekstur pasir alami, maka pantai adalah pilihan terbaik. Berikut pantai di Gunung Kidul dengan pesona yang khas:

1. Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran disebut sebagai replika pantai Nusa Dua karena keberadaan arca dan ornamen candi khas Bali. Detikers dapat menikmati keindahan pantai pasir putih lengkap dengan aktivitas keagamaan disana.

Wisatawan akan dimanjakan dengan hijaunya air pantai dengan banyaknya rumput laut yang tumbuh. Tersedia berbagai spot estetik dan persewaan baju adat yang membuat foto semakin estetik layaknya berlibur ke Bali. Di deretan yang sama, terdapat pantai Nguyahan dan Ngrenehan dengan pemandangan yang tidak kalah indah.

  • Lokasi: Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 8.000/orang.

2. Pantai Drini

Pantai Drini adalah pantai pasir putih dengan karakteristik ombak yang bervariasi. Terdapat pulau yang ditumbuhi pohon drini yang bisa dilewati dengan jembatan yang ada.

Ombak di sisi barat cenderung lebih berombak dibandingkan di wilayah timur. Perjalanan menuju pantai ini terbilang cukup ekstrim karena dipenuhi dengan tanjakan dan belokan yang curam.

  • Lokasi: Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 5.000/orang dan retribusi Rp 1.000/orang.

3. Pantai Kukup

Pantai Kukup adalah rekomendasi wisata air yang aman untuk keluarga. Lautnya yang dangkal dan ombak tenang membuat aktivitas bermain air semakin leluasa. Pasalnya terdapat terumbu karang besar yang menahan hempasan ombak besar.

Namun wisatawan perlu berhati-hati ketika berkunjung karena banyaknya bulu babi di tepi pantai. Pesona karang pemecah ombak menjadi spot favorit untuk mengabadikan foto di sini.

  • Lokasi: Ngepung, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 10.000/orang.

4. Pantai Jogan

Pesona air terjun dan pantai adalah paket komplit ketika berkunjung ke Pantai Jogan. Sudut pantai ini memiliki air terjun yang berasal dari aliran sungai di sekitarnya.

Untuk melihat pesona air terjun tersebut, pengunjung dapat menuruni tebing dengan teknik canyoning atau rappeling di air terjun. Putihnya pasir pantai tampak indah dengan batuan karang dan tebing di sekelilingnya.

  • Lokasi: Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

5. Pantai Slili

Pantai Slili adalah spot favorit untuk snorkeling dan menikmati keindahan bawah laut. Jernihnya air pantai membuat biota laut dan karang terlihat jelas dari area tepi.

Berdasarkan geografisnya, pantai Slili sangat mudah dikunjungi dan berada diantara Pantai Krakal dan Sadranan. Wisatawan juga tidak perlu repot membawa peralatan menyelam karena terdapat jasa sewa alat dari pengelola.

  • Lokasi: Jalan Pantai Krakal, Tepus, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 10.000/orang.

Wisata Gua Gunungkidul

Destinasi wisata ini cocok buat kamu yang punya hobi bertualang, punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan tak segan basah-basahan. Keindahan gua di Gunungkidul beserta sungainya pasti memanjakan mata dan memberi kepuasan tersendiri.

1. Gua Pindul

Gua Pindul adalah rekomendasi yang tepat untuk wisata bersama teman atau rombongan besar. Dengan didampingi pemandu, wisatawan dapat menelusuri seluruh sisi gua pindul dengan ban karet lengkap dengan helm dan pelampung.

Jika detikers menyukai aktivitas yang memacu adrenalin, pilihan outbound dan river tubing adalah pilihan tepat. Stalagtit dan stalagmit gua menjadikan liburan disini terasa sejuk dan menyenangkan.

Lokasi:

  • Desa Gelaran 1, Kelurahan Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul

Jam Operasional:

  • Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Goa Pindul: Rp 40.000/orang
  • Goa Tanding: Rp 150.000/orang
  • River Tubing Oyo: Rp 60.000/orang
  • Sewa Jeep: Rp 450.000/Jeep
  • Pindul Adventure Outbound: Rp 50.000/orang.

2. Gua Kalisuci

Alternatif gua lain untuk melatih ketangkasan dan memacu adrenalin adalah Gua Kalisuci. Keindahan goa dapat dinikmati dengan menyusurinya menggunakan ban karet pada arus air yang tenang.

Gua Kalisuci memiliki karakter tebing khas pegunungan yang berwarna hitam dan kehijauan. Umumnya rombongan pelajar dan mahasiswa datang kesini untuk menikmati waktu liburan bersama rombongan besar.

  • Lokasi: Jetis, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 75.000/orang (termasuk retribusi).

3. Gua Rancang Kencono

Wisata Gunungkidul ini bisa disebut paket hemat karena termasuk dengan tiket menuju Air Terjun Sri Gethuk. Gua ini memiliki cerita unik yang berhubungan dengan zaman purba.

Menurut buku berjudul Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta yang diterbitkan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, terdapat artefak dan tulang belulang dari ribuan tahun lalu di gua ini.

Area gua Rancang Kencono terbilang cukup luas dan konon pernah dijadikan sebagai persembunyian dan pertemuan Laskar Mataram saat membuat rencana untuk mengusir Belanda dari Kasultanan Ngayogyakarta.

  • Lokasi: Mungguran II, Bleberan, Playen, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 35.000/orang (termasuk retribusi).

Wisata Pegunungan di Gunungkidul

Sejuk dan hijaunya alam pegunungan tentu bisa jadi pilihan bagi pengunjung, yang liburan bersama keluarga. Berikut beberapa spot wisata yang bisa jadi pilihan:

1. Gunung Gentong

Gunung Gentong adalah objek wisata baru yang cocok untuk menikmati sunrise di Gunungkidul. Batuan besar dan wilayah yang luas menjadi daya tarik fotografer untuk berburu jepretan indah.

Wisatawan dapat berkemah dan menghabiskan waktu hingga malam hari dengan keberadaan pengelola desa wisata. Destinasi ini disebut sebagai 4G atau Gunung Genting Gedangsari Gunung Kidul agar mudah diingat masyarakat.

  • Lokasi: Desa Manggung, Kelurahan Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Gratis (hanya membayar parkir Rp 2000 untuk motor dan Rp 5000 untuk mobil).

2. Gunung Gambar

Sesuai dengan namanya, Gunung Gambar sekilas seperti lukisan Tuhan yang nyata dan indah saat dilihat dengan mata telanjang. Gunung ini merupakan kecintaan para fotografer untuk diabadikan terutama di saat senja. Goresan langit dan awan dengan sorot matahari tenggelam membuat siapapun terkesima memandangnya.

Tidak hanya indah, wisata ini juga bernilai sejarah karena adanya petilasan dari Raden Mas Said. Gunung Gambar cocok untuk wisatawan yang hobi tracking karena medannya yang terbilang menantang.

  • Lokasi: Wonosari, Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

3. Gunung Ireng

Gunung Ireng terbentuk dari sisa letusan gunung api purba yang masih bertahan hingga saat ini. Mengapa disebut ireng karena warna batuan yang menyusun berwarna hitam gelap khas material vulkanik.

Meski puncaknya tidak terlalu tinggi, wisatawan dapat melihat keindahan Kota Jogja dari atas. Pemandangan hijau turut memberikan sensasi menenangkan khususnya ketika datang di saat matahari terbit atau tenggelam.

  • Lokasi: Ngrancahan, Pengkok, Patuk, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 3.000/orang.

Sebelum mengunjungi rekomendasi wisata alam Gunungkidul, pastikan detikers telah update info lebih dulu. Hal ini untuk memastikan, tujuan wisata aman dikunjungi bersama keluarga. Selain itu, jangan lupa untuk mematuhi aturan dan larangan di tempat wisata.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Tempat Wisata Malang saat Libur Idul Adha, Seru Lho!


Jakarta

Bingung mau menghabiskan waktu libur Idul Adha? Cobalah berkunjung ke Kota Malang. Soalnya, ada banyak tempat wisata seru yang bisa dikunjungi saat liburan Idul Adha, lho.

Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Selain itu, ditetapkan juga cuti bersama setelah Idul Adha pada Selasa, 18 Juni 2024.

Nah, momen tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. Sebab, tanggal 17-18 Juni dihitung sebagai long weekend karena tanggal 15-16 Juni adalah Sabtu dan Minggu. Jadi, kamu punya waktu empat hari untuk jalan-jalan.


Ingin jalan-jalan ke Malang tapi bingung mau pergi ke mana? Jangan khawatir, simak rekomendasi tempat wisata Malang yang seru dalam artikel ini.

Rekomendasi Tempat Wisata Malang saat Libur Idul Adha

Ada banyak tempat wisata di Malang yang patut kamu kunjungi. Namun perlu diingat, saat momen libur Idul Adha mungkin ada sedikit perbedaan jam operasional dan harga tiket masuk.

Daripada penasaran, simak rekomendasi tempat wisata Malang di bawah ini:

1. Malang Dreamland

Rekomendasi tempat wisata yang pertama adalah Malang Dreamland. Bagi detikers yang belum tahu, Malang Dreamland adalah tempat wisata keluarga yang menawarkan berbagai wahana menarik, mulai dari seluncuran pelangi, ayunan sultan, hingga spot foto balon udara layaknya di Cappadocia.

Selain itu, travelers juga bisa berkemah di camping ground. Kalau datang saat sore, kamu juga bisa menikmati udara malang yang sejuk sekaligus disuguhi pemandangan sunset yang cantik.

  • Lokasi: Ngadireso, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang (setiap wahana harus membayar tiket lagi).
  • Jam buka: 11.00-19.00 WIB.

2. Kampung Warna Warni Jodipan

Tempat wisata yang satu ini sempat viral beberapa waktu lalu. Kalau travelers belum pernah datang ke sini, cobalah mampir saat liburan Idul Adha.

Sebab, rumah-rumah di sana begitu unik karena dicat beraneka warna, sehingga terlihat estetik dan colorfull. Kamu bisa berfoto dengan latar belakang rumah warna-warni tersebut.

  • Lokasi: Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 3.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-18.00 WIB.

3. Pantai Ngliyep

Pantai NgliyepPantai Ngliyep (Hendra Soetantyo/d’Traveler)

Ingin menikmati suasana pantai dan laut yang biru? Cobalah mampir ke Pantai Ngliyep. Sebagai informasi, kata ‘Ngliyep’ merujuk pada rasa mengantuk atau tertidur. Konon, orang yang melihat pantai ini akan merasa nyaman dan tenang sampai mengantuk.

Di sekeliling pantainya terdapat tebing curam dan hamparan hutan tropis yang hijau. Di pantai Ngliyep, detikers dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, bermain pasir, mengunjungi Teluk Putri, hingga berkemah.

  • Lokasi: Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

4. Happy Durian

Destinasi wisata yang satu ini sedang hits di kalangan warga Malang. Sesuai nama tempatnya, travelers bisa menikmati durian yang rasanya manis dan legit di mulut.

Uniknya lagi, Happy Durian mengusung konsep kafe, sehingga bisa menikmati durian sambil bercengkrama dengan keluarga. Bahkan ada kolam renang dan arena playground juga, lho.

Rasa durian yang ada di Happy Durian tidak usah diragukan lagi karena dipastikan kualitasnya terbaik. So, tempat ini sangat cocok untuk kulineran durian sembari berwisata bersama keluarga.

  • Lokasi: Jl. Cerme No.1, Karangduren, Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: –
  • Jam buka: 10.00-21.00 WIB.

5. Hawai Waterpark

Hawai Waterpark MalangHawai Waterpark (Muhammad Aminudin/detikcom)

Ingin bermain air bareng si kecil? Cobalah ajak mereka ke Hawai Waterpark. Berada di lahan seluas 2,8 hektare, waterpark ini menyuguhkan berbagai wahana menarik, seperti Kolam Ombak Tsunami dan Jet Coaster Water Slide.

Kalau perut mulai lapar, jangan khawatir. Soalnya, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tersedia di Hawai Waterpark.

  • Lokasi: Jalan Graha Kencana Utara V, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 110.000/orang (weekend dan hari libur) dan Rp 85.000/orang (weekday).
  • Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

6. Malang Night Paradise

Malang Night ParadiseMalang Night Paradise (Aisa Marisa/d’Traveler)

Kalau liburan ke Malang, sempatkan waktu untuk mampir ke Malang Night Paradise. Di tempat wisata ini, travelers akan disuguhkan Hutan Menyala.

Selain itu, ada juga Taman Dino dan Taman Lampion yang sangat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

Di Taman Dino terdapat berbagai replika dinosaurus. Sementara di Taman Lampion, pengunjung seolah-olah diajak pergi ke negeri dongeng.

  • Lokasi: Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Balearjosari, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 90.000/orang.
  • Jam buka: 17.45-23.00 WIB.

7. Alun-alun Malang

Ingin menikmati suasana Kota Malang? Cobalah datang ke Alun-alun Malang. Oh ya, terdapat dua alun-alun yang bisa dikunjungi, yakni Alun-alun Merdeka dan Alun-alun Bunder. Jarak keduanya sekitar 700 meter.

Alun-alun Merdeka memiliki fasilitas area skateboard, playground, air mancur menari, dan Masjid Jami’. Sementara Alun-alun Bunder memiliki Monumen Tugu dan lokasinya dekat dengan Balai Kota Malang.

  • Lokasi: Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Selatan, Alun-alun Bunder di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Malang.
  • Harga tiket masuk: Gratis
  • Jam buka: 24 jam.

8. Jatim Park

jatim park 1Jatim Park (M Bagus Ibrahim)

Kurang lengkap rasanya kalau pergi ke Malang namun tak mampir ke Jatim Park. Memang lokasi tepatnya berada di Kota Batu, namun jaraknya masih mudah dijangkau dari Malang, yakni sekitar 40 menit dengan berkendara motor.

Jatim Park memiliki 3 tempat yang berbeda, yakni Jatim Park 1, 2, dan 3. Apa saja yang ada di dalamnya?

Jatim Park 1 yang berisi taman bermain anak dan dewasa, serta taman edukasi sains. Lokasinya di Jl. Kartika No 2, Kota Wisata Batu, Jawa Timur.

Sedangkan di Jatim Park 2 terdapat kebun binatang yang mengusung konsep interaktif. Ada tiga zona, yaitu Batu Secret Zoo, Museum Satwa, dan Eco Green park. Lokasinya di Jalan Oro-oro Ombo No. 9, Desa Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Malang, Jawa Timur

Lalu, Jatim Park 3 memiliki beberapa zona yang wajib dikunjungi, yaitu Dino Park, The Legend Star, Museum Musik Dunia, Funtech Plaza, Millennial Glow Garden, dan Predator Fun Park. Lokasinya di Jalan Raya Ir. Soekarno No.144, Beji, Kota Batu, Jawa Timur.

Berikut harga tiket masuk Jatim Park:

  • Jatim Park 1: Rp 140.000/orang
  • Jatim Park 2: Rp 150.000/orang
  • Jatim Park 3: mulai dari Rp 55.000/orang.

9. Museum Angkut

Tempat wisata yang satu ini juga tak boleh dilewatkan oleh travelers. Soalnya, di Museum Angkut terdapat beragam koleksi kendaraan, mulai dari mobil klasik, transportasi tradisional, sampai helikopter.

Salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung adalah mobil dinas milik Presiden Pertama RI, Soekarno, yaitu Chrysler Windsor Deluxe 1952. Ada juga helikopter dinas milik Soekarno saat dahulu masih menjabat, yaitu Bell 47J Si Walet.

Selain melihat kendaraan, travelers juga bisa melihat pertunjukan menarik pada jam-jam tertentu, seperti Man On Fire, Vehicle Live Action, serta Cars and Costume Parade.

  • Lokasi: Jalan Terusan Sultan Agung, Nomor 2, Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 100.000/orang.
  • Jam buka: 12.00 – 20.00 WIB.

10. Pantai Teluk Asmara

Pantai Teluk AsmaraPantai Teluk Asmara (Rayhan Denazan/detikcom)

Rekomendasi tempat wisata Malang yang terakhir adalah Pantai Teluk Asmara. Tempat wisata ini begitu terkenal karena disebut mirip seperti Raja Ampat di Papua.

Daya tarik utama dari Pantai Teluk Asmara yaitu terdapat karang besar hijau, pasirnya yang bersih dan putih, serta birunya air laut. Hal ini membuat banyak wisatawan merasa betah berlama-lama di pantai tersebut.

Untuk menuju ke pantai, kamu harus menuruni anak tangga dari atas bukit. Pantai ini cocok buat detikers yang ingin berenang atau snorkeling.

  • Lokasi: Tambak, Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

Itu dia 10 rekomendasi tempat wisata Malang saat libur Idul Adha. Tertarik berkunjung ke tempat wisata yang mana nih travelers?

(ilf/inf)



Sumber : travel.detik.com

Ini 10 Tempat Wisata Sekitar Malioboro yang Wajib Dikunjungi


Jakarta

Ada banyak tempat wisata di sekitar Malioboro, Yogyakarta. Kawasan Malioboro sendiri selalu ramai dipadati pengunjung, apalagi saat memasuki musim liburan.

Karena sebentar lagi akan memasuki long weekend libur Idul Adha, tak ada salahnya untuk merencanakan liburan selama empat hari ke Yogyakarta. Jika tak ingin pergi ke tempat wisata yang jauh, masih ada tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi.

Penasaran, apa saja tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi saat liburan? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Sekitar Malioboro yang Wajib Dikunjungi

Ada banyak tempat wisata di sekitar Malioboro yang patut dikunjungi. Namun perlu diingat, saat momen libur Idul Adha mungkin ada sedikit perbedaan jam operasional dan harga tiket masuk.

Biar nggak penasaran, berikut rekomendasi tempat wisata sekitar Malioboro, Yogyakarta:

1. Titik 0 Km

Rekomendasi yang pertama ada Titik 0 Km. Lokasinya yang berada di ujung selatan Malioboro ini menjadi salah satu spot yang selalu ramai oleh wisatawan.

Area pedestriannya begitu luas sehingga dapat menampung bayak orang. Saat malam hari, Titik 0 Km begitu meriah karena dihiasi lampu hias.

Kalau ingin berfoto-foto, disarankan datang pada sore menjelang malam hari dan saat cuaca sedang cerah. Sebab, gedung-gedung tua peninggalan kolonial Belanda di sekitar Titik 0 Km dapat memberikan kesan estetik.

2. Tugu Yogyakarta

Tugu Jogja menjadi salah satu spot favorit pegiat fotografi. Lampu-lampu jalanan hingga kendaraan bisa menjadi 'kanvas' untuk melukis cahaya di Tugu Jogja.Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Travelers tentu sudah tidak asing dengan landmark yang satu ini. Tugu Yogyakarta merupakan salah satu primadona dan selalu ramai dikunjungi wisatawan untuk berfoto-foto.

Meski begitu, kamu tak bisa foto secara dekat karena lokasinya berada di tengah perempatan yang ramai kendaraan. Tapi jangan khawatir, kamu bisa foto-foto dari atas trotoar sambil menikmati tugu yang tingginya sekitar 15 meter.

3. Taman Sari

Destinasi wisata yang satu ini juga wajib dikunjungi saat berlibur ke Yogyakarta. Daya tarik dari Taman Sari adalah terdapat kolam pemandian, lorong bawah tanah, dan memiliki desain bangunan unik.

Di lahan seluas 10 hektare lebih, Taman Sari memiliki 57 bangunan kokoh. Bangunan tersebut menggabungkan arsitektur Jawa dan Portugis.

4. Keraton Yogyakarta

Bangunan Bangsal Magangan di dalam kompleks Keraton Yogyakarta sedang menjadi perbincangan hangat karena tersebar foto penampakan ular melingkari salah satu tiang atau pilar Bangsal Magangan.Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Sekitar 10 menit dari Malioboro, detikers bisa berkunjung ke salah satu objek wisata paling terkenal di Kota Pelajar, yaitu Keraton Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah salah satu destinasi untuk wisatawan yang ingin mengenal budaya Yogyakarta. Keraton didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada 1755.

Luas area Keraton Yogyakarta sekitar 184 hektare. Di dalamnya terdapat tempat tinggal Sultan. Lalu, terdapat juga museum yang berisi barang-barang kesultanan, seperti hadiah dari raja Eropa, replika pusaka keraton, hingga gamelan.

5. Alun-alun Kidul

Salah satu alun-alun yang terkenal di Yogyakarta adalah Alun-alun Kidul. Selain digunakan oleh masyarakat untuk bersantai, Alun-alun Kidul juga terkenal dengan ritual masangin.

Masangin adalah suatu ritual dengan berjalan melintasi celah di antara kedua pohon beringin dengan mata tertutup. Berdasarkan mitos yang beredar, orang yang berhasil melewati beringin dengan mata tertutup berarti hatinya bersih dan lapang.

6. Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng VredeburgFoto: (dok. IHA)

Masih di sekitar Malioboro, ada salah satu objek wisata yang juga wajib untuk dikunjungi, namanya Benteng Vredeburg.

Di dalamnya terdapat museum yang berisi peninggalan sejarah di masa lalu, sehingga bisa berwisata sambil menambah pengetahuan. Selain itu, cat tembok yang serba putih juga menjadi buruan wisatawan agar mendapat spot foto keren dan estetik.

Sebagai informasi, Benteng Vredeburg mulai dibangun sekitar tahun 1760-an oleh Sri Sultan Hamengkubuwono. Arsitek dari benteng ini adalah Frans Haak.

7. Taman Pintar

Ingin jalan-jalan sambil menambah wawasan bagi anak-anak? Cobalah datang ke Taman Pintar. Di tempat ini, travelers dapat mencoba berbagai permainan yang seru dan edukatif, seperti wahana ekspresi, apresiasi, dan kreasi sains.

Hebatnya, Taman Pintar menjadi salah satu taman edukasi terbaik se-Asia Tenggara. Dinamai Taman Pintar karena di kawasan ini para siswa mulai dari prasekolah sampai sekolah menengah atas (SMA bisa memperdalam pemahaman materi pelajaran di sini.

8. Pasar Beringharjo

Suasana di Pasar Beringharjo, Jogja, Selasa (26/12/2023).Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Bagi kamu yang suka belanja dan mencicipi kuliner khas Yogyakarta, sempatkan diri untuk mampir ke Pasar Beringharjo. Umumnya, wisatawan yang datang ke sini ingin membeli batik khas Jogja.

Namun tak hanya batik, masih banyak sejumlah barang-barang menarik yang ditawarkan, mulai dari kaus, tote bag, dress batik, sandal batik, hingga berbagai oleh-oleh lainnya.

9. Kebun Binatang Gembira Loka

Yogyakarta juga memiliki kebun binatang yang besar lho, namanya Gembira Loka. Koleksi satwa di kebun binatang ini cukup beragam, mulai dari macan, harimau, hingga gajah.

Selain itu, terdapat juga berbagai koleksi tumbuhan di Gembira Loka. Oh ya, jangan lewatkan juga pertunjukan satwa seperti beruang madu, orang utan, dan burung merak.

10. Gudeg Yu Djum

Setelah lelah berkeliling di sekitar Malioboro, sempatkan diri untuk mampir ke Gudeg Yu Djum. Tentu, kurang lengkap rasanya kalau pergi ke Yogyakarta namun tak mencicipi nikmatnya sepiring gudeg dan sambal krecek.

Nah, salah satu restoran gudeg yang terkenal di Yogyakarta adalah Gudeg Yu Djum. Sepiring gudeg dibanderol mulai dari Rp 20 ribuan saja.

Jangan khawatir kalau penuh, sebab Gudeg Yu Djum memiliki banyak cabang, salah satunya ada di sekitar kawasan Malioboro.

Itu dia 10 tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi. Sudah pernah datang ke salah satu tempat wisata di atas belum?

(ilf/inf)



Sumber : travel.detik.com

15 Wisata Kuningan Cocok untuk Healing Bareng Keluarga


Jakarta

Wisata Kuningan memiliki daya tarik dan potensi besar di ranah keindahan alam. Terdapat kebun, telaga, curug, hutan, gua, hingga gunung yang cocok untuk menenangkan pikiran.

Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Kuningan, tercatat 156 destinasi wisata yang dapat dikunjungi mulai dari wisata alami, buatan, hingga wisata bersejarah. Berikut beberapa rekomendasi Wisata Kuningan yang terkenal dengan keindahan khas Gunung Ciremai.

Rekomendasi Wisata Kuningan Terbaik

Wisata Kuningan dalam daftar ini bisa dikunjungi bareng keluarga saat liburan, untuk healing atau memperluas pengetahuan (edukasi). Berikut rekomendasinya:


1. Kebun Raya Kuningan

Kebun Raya Kuningan adalah lokasi konservasi, penelitian, penunjang, dan pariwisata yang dibuka untuk umum. Wisata ini berguna untuk melestarikan tumbuhan dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya hayati dengan berkelanjutan.

Wisata ini menawarkan pemandangan perbukitan dan pohon rindang sejak awal pintu masuk. Terdapat beberapa zona wisata yang bisa dikunjungi seperti Taman Tematik Mangga, Taman Bambu, Zona Vegetasi, Gunung Ciremai, Green House, dan lain-lain.

Lokasi: Padabeunghar, Kebun Raya, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 4.000
  • Dewasa: Rp 6.000.

2. Rock Garden Batu Luhur

Rock Garden Batu Luhur adalah destinasi yang menawarkan pengalaman bermain wahana mengasyikkan dengan pemandangan alam indah. Wisata ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang terkenal dengan udara sejuknya.

Wisatawan dapat bermain flying fox, mengendarai sepeda, bermain air, dan berkemah disini. Jika detikers menyukai tantangan, maka bisa mencoba jembatan gantung yang menghubungkan antara lereng satu dengan lainnya.

Lokasi: Desa Padebeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

3. Kubang Wangi Bukit 1000 Bintang

Bukit 1000 Bintang adalah wisata terkenal di Kabupaten Kuningan yang memiliki spot indah untuk melihat bintang. Dari atas sini sorot lampu perkotaan akan terlihat samar sehingga ribuan bintang dapat terlihat jelas.

Untuk datang ke sini, wisatawan harus menggunakan kendaraan dengan mesin penggerak 4×4 atau motor cross. Perjalanan menuju puncak akan sedikit menegangkan karena terjalnya jalanan yang dilewati. Wisatawan juga bisa menikmati waktu lebih lama dengan berkemah di Kubang Wangi Bukit 1000 Bintang.

Lokasi: Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Pelajar TK-SMP: Rp 50.000/Orang
  • Pelajar SMA-Mahasiwa: Rp 75.000/orang
  • Masyarakat Umum: Rp 100.000/orang.

4. Telaga Biru Cicerem

Telaga Biru Cicerem adalah destinasi instagrammable yang cocok untuk Gen Z. Pasalnya terdapat berbagai spot foto estetik yang tampak cantik dengan birunya air telaga.

Wisatawan dapat bersantai di pinggir telaga dengan duduk di gazebo yang tersedia atau memberi makan ikan. Para pecinta diving sangat disarankan untuk menyelam disini karena indahnya pesona bawah telaga dan ikan-ikan besar yang tampak bahkan dari atas kolam.

Lokasi: Jl. Kaduela, Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

5. Hutan Kota Mayasih

Wisata Kuningan terkenal berikutnya adalah Hutan Kota Mayasih yang penuh dengan bunga dan batuan. Awalnya, area ini adalah tambang batu yang beralih fungsi menjadi tempat wisata tahun 2014.

Hutan Kota Mayasih cocok untuk jogging tanpa takut kepanasan dengan jalur pejalan kaki di sekeliling taman. Tebing batu dan air mancur adalah spot utama yang menjadi favorit wisatawan ketika berkunjung disini.

Lokasi: Jalan Mayasih, Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

6. Balong Dalem

Balong Dalem adalah kawasan hutan lindung yang sangat asri dan teduh. Wisata alam ini berada di tanah seluas 6,5 hektar yang dipenuhi 3000 pohon berusia tua dan 400 primata monyet.

Wisatawan dapat menikmati wahana air, outbound, hiking, terapi rematik, dan berkemah bersama rombongan. Tempat ini juga cocok untuk spot befoto khususnya pre wedding berkonsep alam.

Lokasi: Jalan Babakan Mulya, Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 10.000/orang dan biaya camping Rp 20.000/malam.

7. Bukit Lambosir

Bukit Lambosir adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Ciremai yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Penamaan nama Lambosir diambil dari daging bagian dalam yang nikmat.

Dengan kata lain wisatawan akan merasakan ketentraman dan kenyamanan selama disini layaknya memakan daging tersebut. Keindahan pemandangan alam di Bukit Lambosir bahkan disebut sebagai surga dunia. Terdapat batuan besar yang khas dan sering dijadikan spot foto oleh wisatawan ketika mendaki disini.

Lokasi: Desa Setia Negara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (06.00-18.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

8. Situ Gunung Hayu

Wisata hits berikutnya datang dari wisata air yang menawarkan pemandangan pegunungan alami sebagai latarnya. Situ Gunung Hayu didirikan tahun 2011 dan resmi dibuka di tahun 2012.

Disebutkan jika kawasan wisata ini cocok untuk menikmati segar dan sejuknya area pedesaan. Wisatawan dapat berkeliling area setu dengan wahana perahu bebek yang disewakan pengelola.

Lokasi: Randobawailir, Mandirancan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

9. Curug Bungawari

Curug Bungawari adalah hidden gem wisata Kuningan yang menawarkan pemandangan alam yang masih sejuk dan alami. Belum banyak orang yang mengetahui air terjun yang indah ini.

Untuk sampai di area curug, wisatawan harus melewati tracking jalan setapak di tengah hamparan sawah luas. Kelelahan selama perjalanan terbayar ketika sampai di Curug Bungawari. Pengelola desa wisata juga menyediakan area bumi perkemahan untuk pengunjung yang ingin menenangkan pikiran lebih lama.

Lokasi: Sagaranten, Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

10. Curug Windu Jati

Curug Windu Jati diklaim sebagai tempat sempurna untuk menenangkan pikiran. Areanya yang tersembunyi membuat siapapun merasakan kedamaian ketika berkunjung ke curug ini.

Namun diperlukan usaha lebih untuk sampai di Curug Windu Jati. Wisatawan harus melewati pematang sawah, melewati tepi sungai, dan tracking cukup menantang untuk merasakan sensasi pijatan alami dari aliran air terjun.

Lokasi: Sagaranten, Ciwaru, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-16.00 WIB)

Harga Tiket: Gratis.

11. Bumi Pelangi

Bumi Pelangi Jalaksana adalah pemandian air yang diapit oleh area perbukitan. Di sekelilingnya terdapat pohon lebat dan rindang yang membuatnya semakin sejuk.

Primadona utama wisata seluas 7,2 hektar ini adalah pada pemandangan yang ditawarkan. Terdapat beberapa petak kolam yang berwarna-warni dengan kedalaman berbeda yang cocok untuk wisata keluarga.

Lokasi: Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang dan tambahan Rp 10.000 jika berenang.

12. Sangkanhurip Alami

Pemandian air panas ini adalah objek wisata keluarga uang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Wisatawan akan disajikan dengan kolam renang air panas dan dingin yang cocok untuk meringankan pegal-pegal di badan.

Anak-anak juga dapat menikmati fasilitas pemandian air di sini karena adanya seluncuran naga di ujung kolam. Daya tarik utama lain ketika berada disini adalah pemandangan pegunungan yang sejuk dan membantu menenangkan pikiran selama bekerja.

Lokasi: Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 7.000/ orang
  • Dewasa: Rp 10.000/ orang.

13. Ghiffary Valley

Ghiffary Valley menjadi wisata Kuningan yang ramah anak dan keluarga. Destinasi ini didesain dengan konsep taman untuk mempermudah interaksi anak dengan hewan.

Terdapat taman kelinci, burung, kebun binatang mini, taman teletubbies, dan kolam terapi ikan. Tidak hanya anak-anak, orang tua juga bisa menikmati serunya menunggang kuda maupun flying fox yang dijamin sangat mengasyikkan.

Lokasi: Linggarjati, Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 15.000/ orang
  • Dewasa: Rp 20.000/ orang.

14. Sikageuri View

Salah satu spot Instagrammable yang terkenal di Kuningan yaitu Sikageuri View. Wisata ini menawarkan pemandangan indah Gunung Ciremai pada jarak dekat.

Wisatawan Jakarta dapat menenangkan pikiran dengan hemat tanpa jauh-jauh ke luar pulau. Fasilitas gardu pandang menjadi tempat yang tepat untuk mengabadikan momen bersama rombongan. Tersedia juga area camping yang nyaman untuk menghabiskan waktu selama liburan.

Lokasi: Jalan Cisantana, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

15. Woodland

Rekomendasi wisata Kuningan terakhir dan terpopuler adalah Woodland. Taman rekreasi dan bermain ini sangat cocok untuk liburan keluarga dengan fasilitas menarik yang ada.

Tersedia kolam renang, flying fox, wahana sepeda gantung, perosotan pelangi, kereta kecil, area panahan, dan berkuda yang aman untuk anak-anak. Tidak hanya mengasyikkan, wahana di Woodland Kuningan juga melatih keberanian dan ketangkasan anak di masa pertumbuhan.

Lokasi: Jl. Ragasakti No.130, Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 15.000/orang
  • Weekend: Rp 20.000/orang.

Demikian rekomendasi wisata Kuningan terkenal dan Instagrammable yang cocok untuk mengisi waktu liburan. Sebelum berkunjung, jangan lupa update info lokasi wisata sehingga bisa liburan dengan aman dan nyaman.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

25 Wisata Yogyakarta Terpopuler dan Direkomendasikan, Ada Kampung Wisata


Jakarta

Wisata Yogyakarta menyimpan kenangan indah yang membuat siapapun ingin kembali dan mengeksplor lebih banyak tempat. Tidak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara juga ketagihan berkunjung di kota istimewa ini.

Terdapat berbagai pilihan destinasi di pusat Kota Yogyakarta mulai dari sejarah, budaya, religi, kuliner, hingga berbagai desa wisata. Desa wisata adalah wujud perhatian Dinas Pariwisata setempat untuk menjaga dan mengenalkan tradisi pada masyarakat luas.

Lantas apa saja wisata Yogyakarta terbaik dan populer yang wajib dikunjungi? Berikut rekomendasi yang dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.


Rekomendasi Wisata Terbaik dan Populer Yogyakarta

Kota Yogyakarta tidak hanya terkenal sebagai kota pelajar, melainkan juga dengan destinasi yang menarik. Daftar wisata sejarah, budaya, dan edukasi tersedia lengkap sebagai berikut.

1. Keraton Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah landmark penting dan bersejarah yang wajib dikunjungi di Yogyakarta. Meskipun sudah populer dan mainstream, banyak wawasan tradisi dan sejarah tentang keraton yang bisa dieksplor.

Wisatawan dapat mengetahui seluk beluk kerajaan, koleksi, hingga upacara adat yang masih dipertahankan hingga saat ini. Jika beruntung, detikers dapat melihat langsung pertunjukan seni asli yang tidak bisa ditemukan di tempat wisata lainnya.

Lokasi: Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Kedhaton: Selasa-Minggu (08.00-14.00 WIB)
  • Wahanarata atau Museum Kereta: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Tamansari: Setiap hari (09.00-15.00 WIB).

Harga Tiket:

a. Kedhaton

  • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
  • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 10.000
  • Dewasa (domestik): Rp 15.000
  • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 20.000
  • Dewasa (mancanegara): Rp 25.000

b. Wahanarata (Museum Kereta)

  • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
  • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 15.000
  • Dewasa (domestik): Rp 20.000
  • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 25.000
  • Dewasa (mancanegara): Rp 30.000

c. Tamansari

  • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
  • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 10.000
  • Dewasa (domestik): Rp 15.000
  • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 20.000
  • Dewasa (mancanegara): Rp 25.000.

2. Museum Ulen Sentalu

Museum Ulen Sentalu adalah objek wisata bersejarah yang menawarkan koleksi budaya Jawa dari Kerajaan Mataram di Yogyakarta dan Solo. Museum ini menyimpan gamelan, lukisan, patung, batik, dan syair kuno dari masa lampau.

Wisatawan dapat memilih kategori tur yang akan diikuti selama 45 menit sesuai preferensi yang diinginkan. Tur Adiluhung Mataram mengisahkan seni dan budaya dari 4 keraton di Surakarta dan Yogyakarta. Sedangkan tur Vorstlanden menceritakan masa emas Kasultanan dan akulturasi yang terjadi melalui koleksi masterpiece Museum Ulen Sentalu.

Di sepanjang area ini juga terdapat beberapa destinasi lain seperti Kaliurang Park Botanical Garden, Lavatour Merapi Jogja, dan Taman Gardu Pandang Kaliurang.

Lokasi: Jl. Boyong No.KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Selasa-Minggu (08.30-16.00 WIB).

Harga Tiket:

  • Tur Adiluhung Mataram: Rp 50.000
  • Tur Skriptorium: Rp 60.000
  • Tur Vorstenlanden: Rp 100.000
  • Sewa Tour Guide berbahasa Inggris: Rp 100.000.

3. Taman Pintar

Taman Pintar adalah wahana favorit bagi pelajar untuk bermain dan belajar dengan alat peraga yang ada. Lokasinya juga cukup strategis karena berada di dekat Benteng Vredeburg dan Jalan Malioboro.

Dikutip dari laman resminya, Taman Pintar dibangun dekat dengan Taman Budaya, Vredeburg, Gedung Agung, dan Societ Militer untuk memperkenalkan wawasan komplit kepada anak. Tidak hanya diedukasi dari sisi sains, wisata ini juga menjadi paket komplit untuk belajar sejarah dan melatih ketangkasan anak.

Lokasi: Jl. Panembahan Senopati No.1-3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Senin-Minggu (08.30-16.00)
  • Khusus Simulator Gempa: 10.00-11.00 WIB dan 14.00-15.00 WIB.

Harga Tiket:

  • Gedung Oval Otak (Wahana Peraga Sains dan Teknologi Interaktif): Anak Rp 14.000 dan dewasa Rp 24.000
  • Program Kreativitas Kreasi Gerabah: Rp 15.000
  • Program Kreativitas Lukis Gerabah: Rp 17.000
  • Program Kreativitas Kreasi Batik: Rp 20.000
  • Program Kreativitas Lukis Kaos: Rp 48.000
  • Zona Lalu Lintas: Rp 15.000
  • Planetarium: Rp 13.000
  • Wahana Bahari: Rp 8.000.

4. Jalan Malioboro

Jalan Malioboro adalah destinasi wajib sebelum kembali ke rumah. Pasalnya disini adalah pusat kota yang menyediakan berbagai oleh-oleh dan kuliner khas Jogja.

Wisatawan dapat melihat Kantor Gubernur dan Gedung DPRD DIY dan berkunjung ke Pasar Induk Beringharjo serta Teras Malioboro. Sejak tahun 2022, seluruh pedagang telah ditertibkan dengan rapi dan membuat suasana jalan-jalan detikers semakin nyaman.

Lokasi: Salah satu jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai titik nol kota.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

5. Museum Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg dalah saksi bisu terjadinya penjajahan kolonial Belanda untuk mengawasi area Keraton Yogyakarta. Mereka meletakkan tembak meriam dengan jarak dekat ke arah keraton untuk strategi penyerangan, intimidasi, dan blokade.

Museum ini sempat diambil alih oleh Jepang sebelum direbut instansi militer RI usai proklamasi kemerdekaan. Di dalamnya terdapat museum khusus perjuangan nasional yang menceritakan proses sebelum hingga setelah Indonesia merdeka.

Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Selasa-Kamis dan Sabtu-Minggu: 08.00-15.30 WIB
  • Jumat: 08.00-16.30 WIB
  • Senin: Libur.

Harga Tiket:

  • Anak-anak Rp 2.000
  • Dewasa Rp 3.000.

6. Museum Sonobudoyo

Meskipun terletak di dekat keraton, Museum Sonobudoyo bukan bagian dari Keraton Yogyakarta. Museum untuk pengembangan dan edukasi budaya ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.

Wisatawan dapat melihat koleksi geologi, biologi, arkeologi, hingga seni rupa yang berjumlah 62 ribu. Beberapa aktivitas menarik lainnya yang bisa dilakukan seperti menonton pagelaran wayang kulit, wayang orang, wayang topeng panji, dan film dokumenter di hari-hari tertentu.

Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Museum: Selasa-Minggu (08.00-21.00 WIB)
  • Pagelaran Wayang Kulit: Selasa (20.00-21.30 WIB)
  • Pagelaran Wayang Orang: Rabu dan Kamis (20.00-21.15 WIB)
  • Pagelaran Wayang Topeng Panji: Jumat, Sabtu, Minggu (20.00-21.15 WIB)
  • Bioskop Sonobudoyo: Selasa-Minggu (16.00, 17.00, 19.00, dan 20.00 WIB)
  • Workshop Tatah Sungging Wayang: Selasa Wage (16.00-21.00 WIB)
  • Live Music Sonobudoyo: Selasa Wage (16.00-22.30 WIB)
  • Perpustakaan Sonobudoyo: Senin-Kamis (08.00-16.00 WIB) dan Jumat (08.00-14.30 WIB).

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 5.000/orang
  • Dewasa: Rp 10.000/orang
  • Wisatawan Mancanegara: Rp 20.000/orang
  • Pagelaran Wayang Kulit: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000
  • Pagelaran Wayang Orang: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000
  • Pagelaran Wayang Topeng: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000.

7. Alun-alun Kidul

Alun-alun kidul adalah surganya kuliner di Yogyakarta yang lengkap dengan tempat bermain anak. Sehingga wisata ini sangat ramah anak dan rombongan keluarga.

Terdapat puluhan penjual kaki lima yang berada di trotoar area Keraton. Konon dua pohon di tengah alun-alun dipercaya mampu mengabulkan keinginan wisatawan yang berhasil melewatinya tanpa melenceng dengan penutup mata.

Lokasi: Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

8. Masjid Gede Kauman

Masjid Raya Yogyakarta atau Kagungan Dalem Masjid Gedhe Kauman adalah bagian dari perkembangan islam di masa Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini dibangun 29 Mei 1773 Masehi oleh Sri Sultah Hamengku Buwono I dan Sang Penghulu Keraton, Kyai Fakih Ibrahim Diponingrat.

Arsitektur Masjid Gedhe Kauman mengadopsi gaya Masjid Demak dengan 4 pilar utama sebagai saka guru. Setiap elemen bangunan memiliki makna filosofis tentang ilmu tasawuf dan iman kepada Allah SWT. Hingga saat ini, masjid tersebut masih digunakan untuk beberapa acara islam yang diadakan keraton dan dibuka untuk jamaah umum.

Lokasi: Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

9. Jelajah Kota Baru (Nieuwe Wijk)

Jelajah Kota Baru adalah kawasan perkampungan Eropa yang telah bercampur dengan arsitektur lokal. Wisata ini berkembang di sebelah timur Benteng Vedreburg dan Bintaran yang awalnya merupakan hunian kolonial.

Di sini, terdapat tanaman buah dan pohon-pohon besar di ruas jalan yang membuatnya semakin asri. Beberapa bangunan otentik dan klasik disini dapat menjadi spot Instagrammable yang patut diabadikan. Mulai dari RS DKT Dr. Soetarto, RS Bethesda, SMK Bopkri 1 Yogyakarta, Gereja Katholik Santo Antonius Kotabaru, Gedung RRI Yogyakarta, dan masih banyak lainnya.

Lokasi: Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

10. Kampung Wisata Yogyakarta

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mendirikan 24 Kampung Wisata untuk melestarikan budaya. Bahkan beberapa kegiatan dilakukan untuk memenuhi acara tahunan di kancah dunia.

Terdapat berbagai aktivitas menarik di bidang edukasi dan praktik tentang sosial dan budaya di Kota Yogyakarta. Beberapa kampung wisata lain juga menghadirkan wisata sejarah, religi, dan agrowisata dengan pengalaman luar biasa.

Umumnya paket wisata dibanderol mulai Rp 100.000-an dengan tiket reservasi via laman kampungwisata.jogjakarta.go.id. Berikut beberapa daftar Kampung Wisata di Yogyakarta.

11. Tebing Breksi

Tebing Breksi adalah wisata alam dan budaya yang estetik untuk dikunjungi. Bekas penambangan batu alam ini sempat ditutup tahun 2014 karena aktivitas vulkanis dari Gunung Api Nglanggeran.

Di puncak tebing ini, wisatawan dapat melihat keindahan Kota Yogyakarta dan relief indah dari seniman lokal. Jika beruntung, detikers juga berkesempatan menonton pertunjukan musik dan menyewa Jeep.

Lokasi: Jl. Desa Lengkong, RT.02/RW.17, Gn. Sari, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (06.00-21.00 WIB).

Harga Tiket:

  • Wisatawan domestik: Rp 10.000
  • Wisatawan mancanegara: Rp 20.000.

12. Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko merupakan runtuhan kerajaan atau Keraton Boko yang berada di ketinggian 195,97 meter diatas permukaan laut. Bagian candi sangat cantik dengan menggabungkan aksen Hindu dan Budha.

Terdapat prasasti berusia 792 M bernama Prasasti Abhayagiriwihara. Candi Ratu Boko sangat menarik untuk dikunjungi karena terdiri dari Candi Batukapur, Candi PemBokoran, Paseban, Pendapa, Keputren, dan gua. Bahkan sejak di gerbang wisatawan telah dimanjakan dengan keindahannya.

Lokasi: Jl. Raya Piyungan-Prambanan No.2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB).

Harga Tiket:

  • Anak-anak (3-10 tahun): Rp 20.000
  • Wisatawan domestik: Rp 40.000
  • Wisatawan mancanegara: 362.500.

13. Wisata Alam Pinus Pengger

Hutan alam Pinus Pengger cocok untuk seseorang yang sedang ingin menenangkan pikiran. Sejuknya pepohonan rindang menyediakan oksigen segar yang tidak bisa ditemukan di kota.

Wisata alam ini sangat cantik ketika malam hari karena wisatawan dapat melihat bintang secara jelas. Beberapa spot foto Instagramable tersedia seperti Panca Wara, jembatan, akar melingkar, dan lain-lain dengan membayar harga sewa. Objek wisata disini juga masih asri karena terdapat banyak jenis flora dan fauna di dalamnya.

Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Sendangsari, Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-21.00 WIB).

Harga Tiket: Rp 3.000/orang.

14. Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah candi hindu terbesar di Indonesia yang cocok sebagai wisata edukasi anak. Banyak spot estetik dari candi yang bisa diabadikan di media sosial.

Pada hari tertentu, wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana dan Roro Jonggrang dengan membeli tiket tambahan. Tiket dapat dibeli secara online maupun offline dengan harga bervariasi tergantung kelas yang dipilih. Harga yang dipatok untuk sendratari sekitar Rp 200.000-Rp 450.000.

Lokasi: Jl. Raya Solo-Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (06.30-17.00 WIB).

Harga Tiket:

  • Anak-anak (domestik): Rp 25.000/orang
  • Dewasa (domestik berusia lebih dari 10 tahun): Rp 50.000/orang
  • Anak-anak (mancanegara): Rp 240.000/orang
  • Dewasa (mancanegara berusia lebih dari 10 tahun): Rp 400.000/orang.

15. Kebun Binatang Gembira Loka

Kebun Binatang Gembira Loka menjadi wisata edukasi untuk anak dan keluarga untuk mengenal flora dan fauna lebih dekat. Terdapat pengelompokan hewan di sini mulai dari zona burung, cakar, mamalia, petting zoo, primata, dan reptil.

Anak-anak dapat memberi makan hewan-hewan tertentu yang akan memberikan kesan dan pengalaman tersendiri saat dewasa. Tersedia juga toko suvenir, wahana edukasi mamalia dan aves, serta tracking untuk olahraga yang sejuk dan menyegarkan.

Lokasi: Jl. Kebun Raya No.2, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 08.30-16.00 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Libur Nasional: 08.00-16.00 WIB.

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 60.000/orang
  • Weekend: Rp 75.000/orang.

16. Pantai Krakal

Pantai pasir putih ini cocok untuk bersantai dan bermain pasir untuk anak-anak. Pantai Krakal memiliki pesona batu karang yang indah sebagai pembatas dengan pantai lainnya.

Wisatawan dilarang bermain air terlalu jauh karena ombaknya yang cukup kencang. Namun wisatawan masih bisa menikmati kuliner dan pemandangana matahari terbit serta tenggelam.

Lokasi: Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 7.000/orang
  • Weekend: Rp 10.000/orang.

17. Pantai Kukup

Pantai Kukup cocok untuk wisatawan yang ingin bermain air karena daerah lautnya yang dangkal. Jernihnya air laut dan putihnya pasir pantai membuat biota laut seperti kerang terlihat jelas dari atas.

Wisatawan dapat menyebrangi jembatan untuk sampai di pulau karang bernama Jumino yang indah. Terdapat gua karang besar yang digunakan untuk berteduh di bawah teriknya matahari.

Lokasi: Ngepung, Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Rp 10.000/orang.

18. Pantai Baron

Pantai Baron terkenal dengan suasananya yang sejuk karena hembusan angin dan pohon tinggi di sekelilingnya. Uniknya, pantai ini diapit oleh dua bukit karang yang membuatnya estetik.

Daya tarik lain yang ada yaitu aliran sungai yang cukup deras di sisi barat pantai. Wisatawan dapat melihat seluruh pantai dari atas mercusuar hanya dengan membayar tiket Rp 5.000/orang.

Lokasi: Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

19. Heha Sky View

Heha Sky View menawarkan spot foto estetik atau sekadar kulineran dengan pemandangan cantik Kota Yogyakarta. Tempat wisata ini mmeiliki berbagai spot menarik seperti Sky Glass, Wall Climbing, Sky Baloon, Heha Aeroplane, Reflecting Pool, dan Selfie Garden. Wisatawan harus membayar biaya sewa untuk berfoto di spot tersebut mulai dari Ro 10.000-Rp 30.000/ orang.

Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk No.2, Patuk, Bukit, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 08.00-21.00 WIB

Harga Tiket: Rp 20.000/orang.

20. Heha Ocean View

Heha Ocean View adalah spot untuk melihat keindahan laut Yogyakarta dengan spot tinggi di atas karang. Berbeda dengan akses Heha Sky View yang mudah, disini pengunjung harus mendaki cukup jauh untuk sampai puncak.

Namun pemandangan diatas tidak pernah gagal untuk memuaskan dan melepaskan penat para pengunjungnya. Tiket masuk akan lebih hemat ketika detikers membeli paket kunjungan untuk Heha Ocean View dan Heha Sky View yaitu Rp 25.000/orang. Spot foto disini juga terbilang lebih beragam dengan patokan harga yang masih sama.

Lokasi: Bolang, Girikarto, Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 08.00-21.00 WIB.

Harga Tiket: Rp 20.000/orang.

21. Tugu Jogja

Landmark Jogja lainnya ini tidak boleh terlewat untuk dikunjungi. Berada tepat di tengah kota, keindahan Tugu Jogja bisa dinikmati pada malam hari sambil ngopi di beberapa cafe sebrangnya. Detikers dapat mengambil foto dari atas gedung sehingga tampak keindahan Kota Yogyakarta secara menyeluruh.

Lokasi: Jl. Jend. Sudirman, Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

22. Obelix Hiils

Obelix Hills menjadi tempat nongkrong Gen Z yang estetik dan dapat menyegarkan pikiran. Pasalnya wisatawan dapat menikmati kuliner dengan pemandangan perbukitan yang hijau di sekelilingnya.

Terdapat live music setiap malam hari yang menambah suasana semakin syahdu. Terdapat beberapa spot foto berbayar mulai dari Rp 15.000-Rp 30.000 dengan menawarkan berbagai angle yang estetik. Misalnya Single Swing, Double Swing, Eagle Nest, dan Skywalk.

Lokasi: Dusun Klumprit I-II, Wukiharjo, Kapanewon, Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 07.00-21.00 WIB.

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 20.000/orang
  • Weekend: Rp 25.000/orang.

23. Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis menjadi destinasi terdekat dari Kota Yogyakarta yang dapat dikunjungi 24 jam. Wisatawan dapat menikmati sunrise, sunset, atau sejuknya deburan pantai di malam hari disini.

Aktivitas menarik di siang hari yang dapat dilakukan seperti naik andong, ATV, maupun bermain di gumuk pasir. Wisatawan juga bisa mengabadikan momen di setiap sudut yang cantik dan menikmati olahan seafood khas pantai di Bantul.

Lokasi: Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

24. Taman Nasional Gunung Merapi

Taman Nasional Gunung Merapi adalah objek wisata alam sekaligus sejarah dengan keberadaan museum di dalamnya. Wisatawan yang hobi menjelajah dan memacu adrenalin dapat menikmati aktivitas seru di dalamnya.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti trekking, mengunjungi museum, maupun sekedar berfoto di area Bunker Kaliadem. Umumnya wisatawan akan membeli paket Lava Tour yang berada di kisaran Rp 450.000/orang untuk mengelilingi seluruh area.

Lokasi: Jl. Kaliurang KM 22,6, Hargobinangun, Pakem, Area Hutan, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-15.00 WIB).

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

25. Jogja Bay Waterpark

Jogja Bay Waterpark adalah wisata air terbesar di Asia Tenggara yang diresmikan langsung oleh Sri SUltan Hamengkubuwono X. Destinasi ini cocok untuk rekreasi keluarga karena memiliki 19 wahana di dalamnya.

Tidak hanya berenang dan bermain air, anak-anak juga bisa menikmati wahana lainnya yang tidak kalah asyik seperti roller coaster mini dan museum air. Berbagai fasilitas juga tersedia sehingga membuat siapapun yang berkunjung merasa puas.

Lokasi: Jl. Utara Stadion, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-16.00 WIB) .

Harga Tiket:

  • Dewasa (Senin-Jumat): Rp 90.000
  • Anak-anak (Senin-Jumat): Rp 60.000
  • Dewasa (Sabtu-Minggu): Rp 100.000
  • Anak-anak (Sabtu-Minggu): Rp 75.000
  • Anak usia 0-2 tahun: gratis
  • Orang tua berusia lebih dari 65 tahun: Rp 60.000.

Lokasi wisata Yogyakarta dalam tulisan ini tidak hanya meliputi kota, namun juga area provinsi. Tentunya masih banyak lokasi wisata lain di Yogyakarta yang bisa dikunjungi selama musim liburan.

Sebelum berkunjung, pastikan detikers telah update informasi destinasi wisata lebih dulu. Informasi terbaru membantu detikers bisa berwisata dengan aman dan nyaman.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Wisata Tawangmangu untuk Liburan Idul Adha 2024


Jakarta

Sejumlah tempat wisata Tawangmangu bisa menjadi pilihan untuk berlibur di saat Idul Adha 2024. Berada di lereng Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu dan sekitarnya menawarkan keindahan alam dan kesejukan khas pegunungan.

Tawangmangu adalah nama kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur. Kecamatan sekitar Tawangmangu pun memiliki beragam tempat wisata menarik, seperti di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi.

Tak perlu bingung memilih tempat tujuan. Simak artikel ini untuk mengetahui 10 tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat kalian kunjungi pada saat libur Idul Adha 2024.


Pilihan Wisata Tawangmangu saat Libur Idul Adha 2024

Berikut ini 10 rekomendasi tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat kalian kunjungi pada saat libur Idul Adha 2024:

1. Grojogan Sewu

Grojogan Sewu adalah salah satu tempat wisata utama di Tawangmangu. Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Tinggi air terjun ini sekitar 81 meter.

Untuk mencapai ke air terjun, pengunjung harus melewati ribuan anak tangga. Jika lewat pintu utama, rute ini ditempuh dengan jalan menurun dan pulangnya dengan menanjak. Kalian mungkin akan menemui banyak monyet.

Jika melewati pintu kedua, kalian harus menempuh jalan menanjak terlebih dulu, dan pulangnya melewati jalan menurun. Akses dari jalan utama ke loket agak sulit dibandingkan loket utama. Namun waktu tempuh ke air terjun jauh lebih singkat.

Lokasi: Jalan Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 08.00-16.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 22 ribu.

2. The Lawu Park

Tempat wisata Tawangmangu selanjutnya adalah The Lawu Park. Ini adalah tempat wisata alam buatan yang cocok jika mengajak anak-anak. Banyaknya pohon pinus membuat tempat ini menjadi rindang dan sejuk.

Beberapa aktivitas seru untuk anak-anak yaitu melihat aneka satwa di mini zoo, menyeberang jembatan gantung, dan bermain gelembung di taman salju gratis.

Ada juga wahana berbayar seperti flying fox, ATV, naik kuda, snow world, dan menonton 3D cinema. Tempat ini juga menyediakan paket penginapan glamping maupun cottage.

Lokasi: Bulakrejo, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Rp 20 ribu saat weekday
  • Rp 25 ribu saat weekend.

Biaya naik wahana:

  • flying fox Rp 30 ribu
  • gondola isi 4 orang Rp 50 ribu
  • sewa jip Rp 325 ribu
  • snow world Rp 40 ribu.

3. Embun Lawu

Embun Lawu berada di sebelah The Lawu Park. Tempat wisata Tawangmangu ini menyajikan pemandangan alam yang indah dengan beberapa spot menarik untuk berfoto-foto.

Aktivitas seru yang bisa dicoba seperti flying fox, offroad jeep, sepeda terbang, sepeda gunung, dan lain-lain. Ada juga mini zoo yang disukai anak-anak. Embun Lawu juga menyediakan cottage untuk pengunjung yang ingin menginap.

Lokasi: Jalan Raya Matesih-Tawangmangu No. 16, Kawasan Hutan, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Rp 20 ribu saat weekday
  • Rp 25 ribu saat weekend dan hari libur
  • Naik wahana akan dikenakan biaya lagi.

4. Taman New Balekambang

Taman Balekambang Tawangmangu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Sejak 2015 tempat ini direnovasi menjadi lebih menarik. Ada berbagai landmark terkenal dari berbagai negara seperti Colosseum, Sphinx, Menara Eiffel, Candi Borobudur, dan sebagainya.

Selain berfoto-foto, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas seru bersama anak, seperti bermain paintball, berenang, flying fox, becak mini, hingga bermain tenis. Ada juga kolam renang yang seru buat bermain bersama anak-anak.

Lokasi: Jl. Balaikambang, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 20 ribu (belum termasuk wahana dan permainan).

5. Bukit Sekipan

Kawasan Sekipan Tawangmangu terkenal dengan tempat camping di alam. Banyak warga yang juga menyewakan propertinya untuk vila atau penginapan.

Kini di wilayah ini terdapat tempat wisata buatan bernama Bukit Sekipan yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Bukit Sekipan memiliki berbagai miniatur landmark dunia.

Kamu juga bisa menyewa kostum unik untuk berfoto-foto. Ada juga wahana berbayar seperti bombom car, mini roller coaster, ayunan, kora-kora, dan perahu anak.

Bagi kalian yang suka tantangan, boleh juga mencoba masuk ke rumah hantu. Atau jika ingin menginap juga tersedia area camping maupun penginapan.

Lokasi: Jalan Sekipan, Kramat, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 30 ribu

  • Tiket terusan Rp 80 ribu.
  • Naik wahana Tanpa tiket terusan sekitar Rp 25 ribu.

Bukit Sekipan juga wahana yang tidak berbayar seperti mini zoo, mini jurassic, rumah kaca, goa hantu, art 3D, dan lain-lain.

6. D’Lawu Bistro & Mountain Cottage

D’Lawu Bistro & Mountain Cottage merupakan tempat makan dan penginapan berupa cottage. Selain itu, tempat wisata ini juga bisa dikunjungi wisatawan tanpa perlu menginap.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di sini seperti memetik stroberi langsung dari kebunnya, naik kuda dengan biaya Rp 50 ribu, masuk mini zoo Rp 15 ribu, bermain di mini playground Rp 15 ribu, dan naik jip dengan biaya Rp 300 ribu.

Lokasi: Jalan Alternatif Tawangmangu-Sarangan Kilometer 9. Bulakrejo RT 3 RW 6, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka:

  • 09.00-21.00 WIB saat weekdays.
  • 09.00-22.00 WIB saat weekend.

Harga tiket masuk: Gratis namun dikenakan biaya parkir Rp 2-5 ribu dan tiket wahana yang dipilih.

7. Tawangmangu Wonder Park

Tempat wisata Tawangmangu lainnya adalah Tawangmangu Wonder Park. Selain berfoto-foto di spot-spot menarik, ada juga berbagai aktivitas menarik lainnya, seperti berkeliling naik kuda, flying fox, naik ATV, atau offroad dengan menaiki mobil jip.

Buat kamu yang ingin camping, bisa juga mendirikan tenda di sini. Tempat ini juga menyediakan glamping yang disewa mulai dari Rp 350 ribu.

Lokasi: Jl. Ombang-ombang No. 32 Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar.

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk: Rp 20 ribu.

8. Telaga Madirda

Di sekitar Tawangmangu, ada Telaga Madirda yang juga menjadi tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Ini adalah telaga alami yang airnya jernih sehingga bisa melihat aneka ikan dengan jelas.

Dengan pemandangan yang indah dan menenangkan, kalian bisa berfoto dengan latar belakang telaga maupun perbukitan. Yang menarik, kalian bisa camping di dekat telaga dengan biaya yang murah.

Setelah membayar tiket masuk, pengunjung bisa menyewa keperluan campung dengan biaya mulai Rp 100 ribu untuk tenda kapasitas 2 orang, lengkap dengan matras, lampu, dan sleeping bag. Kamu juga bisa naik perahu kayuh dengan biaya Rp 20 ribu.

Lokasi: Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka:

  • 08.00-16.00 WIB saat weekday.
  • 08.00-17.30 WIB saat weekend.

Harga tiket masuk: Rp 15 ribu.

9. Kemuning Sky Hills

Ngargoyoso juga dikenal dengan kebun tehnya di Desa Kemuning. Di antara kebun teh ini terdapat tempat wisata menarik, yaitu Kemuning Sky Hills.

Dari bukit ini, kalian bisa melihat pemandangan kebun teh yang luas. Saat cuaca cerah, kalian bisa melihat keindahan matahari terbenam dari sini.

Jika tidak takut, kalian juga bisa mencoba sensasi berada di atas jembatan kaca sepanjang 120 meter di ketinggian 60 meter dengan ketebalan kaca berkisar 3 cm.

Lokasi: Sumbersari, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 09.00-18.30 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Pengunjung yang ingin naik jembatan kaca Kemuning Sky Hills bisa membayar Rp 40 ribu, yang sudah termasuk tiket masuk.

10. Candi Cetho

Di ujung Kecamatan Jenawi, terdapat peninggalan bersejarah yang menawan, yakni Candi Cetho. Uniknya, candi ini mirip dengan pura yang ada di Bali karena memang merupakan candi Hindu.

Candi Cetho merupakan peninggalan terakhir Majapahit di bawah Brawijaya V. Namun kini masih banyak warga lokal yang memeluk agama Hindu.

Selain berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan candi ‘di atas awan’, kalian juga mengenal sejarah persebaran Hindu di Jawa. Selain di Candi Cetho, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Puri Saraswati dan Candi Kethek.

Lokasi: Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 07.30-16.30 WIB.

Harga tiket: Rp 15 ribu per orang.

Nah, itulah 10 tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat dikunjungi saat liburan Idul Adha 2024.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Cuma Bayar Parkir, Situs Warungboto Sungguh Instagramable



Yogayakarta

Keraton Jogja memiliki beberapa peninggalan lawas berusia ratusan tahun, salah satunya Pesanggrahan Rejawinangun atau Situs Warungboto. Bangunannya unik dan menawan.

Meski tidak sepopuler Taman Sari, bangunan Situs Warungboto justru memiliki poin plus tidak terlalu ramai pengunjung. Selain itu, fasadnya amat mencolok dengan corak khas terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu.

Diperkirakan Situs Warungboto telah ada sejak tahun 1785 M dan menjadi salah satu karya Putra Mahkota KGPAA Hamengkunegara, yang kelak pada tahun 1792 naik tahta bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana II.


Situs Warungboto berada di Kalurahan Rejowinangun di Kemantren Kotagede dan Kalurahan Warungboto di Kemantrén Umbulharjo. Jaraknya sekitar 4,6 km dari Taman Sari.

Kini, untuk masuk ke situs pengunjung tidak dikenai biaya sama sekali. Pengunjung cukup membayar parkir yang dikelola oleh warga sekitar. Selain itu, ada kotak sukarela yang digunakan sebagai biaya pembersihan dan pemeliharaan.

Saat ini, masih ada penggalian sejumlah di Situs Warungboto yang masih terpendam. Selain itu, ada perbaikan pada jalur yang akan dilewati pengunjung. Meski demikian, situs ini masih tetap beroperasi dan bisa dikunjungi seperti biasa.

“Nggak nentu, paling rame sehari bisa 50 kendaraan,” kata Sartono (69), pengelola parkir Situs Warungboto, terkait jumlah pengunjung berdasarkan kendaraan yang parkir di sana.

Pesanggrahan merupakan kawasan yang dibangun sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan pada zaman dulu. Situs Warungboto itu dulu adalah kolam pemandian yang di tengahnya terdapat sumber mata air. Salah satu buktinya adalah ditemukannya sebuah mata air yang disebut “tuk umbul”.

Dikutip dari situs pariwisata jogjakota, layaknya tempat beristirahat bagi keluarga, Pesanggrahan Warungboto dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, dan kebun di sisi timur. Sementara itu, di sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dan dua kolam pemandian.

Saat dikunjungi detikTravel, pada bagian kolam yang kering, tidak ada air sama sekali. Sejauh mata memandang masih berdiri kokoh tembok-tembok situs yang terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu.

Situs itu berdiri tanpa atap dan bersebelahan dengan kompleks pemukiman warga. Sisi timurnya berbatasan dengan Sungai Gajah Wong, dan sisi barat berbatasan dengan Jalan Veteran Yogyakarta.

Lokasinya secara administratif berada di perbatasan antara Kelurahan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede dan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharja. Untuk menuju kemari butuh waktu sekitar 15 menit dari Tugu Yogyakarta.

Situs Warungboto dikelola sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. Tidak seperti tempat wisata pada umumnya, situs ini tutup saat hari Minggu dan hari libur nasional. DIbuka Senin sampai Jumat pukul 07.30-16.00, serta hari Sabtu pukul 07.30-12.30.

Waktu terbaik ketika mengunjunginya adalah saat pagi atau sore hari ketika matahari belum di atas kepala. Di sini traveler dapat mengamati langsung sisa sisa peninggalan kerajaan zaman dahulu sebagai upaya pelestarian budaya Jogja.

Aktivitas lain yang dapat dilakukan yakni berfoto ria. Setiap sudutnya estetik dengan dominasi warna coklat kekuningan. Serta beberapa corak lumut dan retakan kecil yang memvisualisasikan jejak waktunya. Ada sejumlah tangga yang akan mengantarkan ke atap bangunan. Dari sana, traveler dapat melihat situs secara jelas dari atas.

Cahaya matahari menjadi lighting alami karena bangunannya yang berdiri tanpa atap. Disarankan jika traveler ke sini, jangan lupa membawa kipas tangan atau payung terutama saat siang hari.

Untuk pengambilan foto dan video dengan tujuan khusus seperti pre-wedding atau penelitian ilmiah yang menggunakan kamera atau drone, wajib mengajukan permohonan izin ke Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X maksimal tiga hari sebelum berkegiatan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Setu Babakan, Jelajahi Kampung Budaya Betawi Gratis


Jakarta

Sedang mencari tempat refreshing murah meriah di Jakarta? Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan bisa jadi pilihan. Areanya cocok sebagai spot wisata bersama keluarga.

Di sini kamu juga bisa berwisata sambil mengenal budaya Betawi, lho. Kira-kira seperti apa perkampungan Betawi di Setu Babakan dan apa saja aktivitas yang bisa dilakukan? Berikut ulasannya.

Gerbang Setu Babakan.Gerbang Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Sejarah Perkampungan Betawi Setu Babakan

Peresmian berdirinya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan diawali dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta era 1997-2007 Sutiyoso. “Peletakan batu pertama itu ada di satu area yang sekarang disebut sebagai Kampung Embrio.” ujar petugas Satuan Pelaksana Edukasi, Informasi dan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPKPBB) Jaka Yudha Permana, saat ditemui detikcom.


Pembangunan Perkampungan Budaya Betawi dilatarbelakangi wacana kepedulian dari masyarakat dan tokoh Betawi, dan pemerintah daerah untuk mengadakan satu tempat yang khusus untuk melestarikan budaya Betawi. Pada akhirnya dipilih kawasan Srengseng Sawah sebagai lokasi Perkampungan Budaya Betawi.

Sesuai Peraturan Pemerintah Daerah nomor 3 Tahun 2005, sekitar 289 hektar wilayah Srengseng Sawah dikelola menjadi Perkampungan Budaya Betawi. Area seluas 289 hektar ini terdiri dari zona kampung Muhammad Husni Thamrin, kampung Abdulrahman Saleh, kampung Ismail Marzuki, kampung KH Noer Ali dan kampung Embrio.

Tak hanya menawarkan wisata budaya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan juga menyuguhkan wisata Air, Budaya dan Agro bagi pengunjung. Berkat daya tarik wisatanya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berhasil masuk dalam daftar 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia pada 2021 lalu.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Setu Babakan

Nggak perlu takut mati gaya kalau berkunjung ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, karena tempat ini menawarkan sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan bareng keluarga atau teman. Berikut ini beberapa rekomendasi kegiatannya:

1. Mengunjungi Museum Betawi

Museum Betawi di Setu Babakan.Museum Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Ingin berwisata sembari menambah wawasan tentang budaya Betawi? Museum Betawi tempatnya. Museum yang terdiri dari 3 lantai ini menampilkan bermacam-macam koleksi yang dikemas dengan tema 10 Siklus Kehidupan Masyarakat Betawi dan 7 Unsur Budaya Betawi, juga terdapat memorabilia yang dihibahkan oleh beberapa tokoh legendaris Betawi untuk tujuan edukasi.

Salah satu koleksi yang istimewa dari nilai sejarahnya adalah kostum penari topeng peninggalan maestro tari topeng Betawi. Selain itu, ada juga topeng Bapak Jantuk yang sering dipakai seniman legendaris Haji Bokir.

Sebagai informasi, pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini. Saat berkunjung, wisatawan cukup scan kode QR yang ada di meja resepsionis untuk melakukan registrasi kunjungan. Lalu, untuk kunjungan rombongan sekolah, kampus, atau komunitas, pemohon dapat mengirimkan surat permohonan terlebih dulu ke email upkpbbsetubabakan@gmail.com dengan format berikut ini:

  • Maksud dan tujuan
  • Tanggal dan Waktu kunjungan
  • Jumlah peserta
  • Nomor kontak HP.

Permohonan akan diproses 3 hari kerja dimulai setelah surat diterima. Hal ini sebagaimana yang tertera pada unggahan resmi di akun Instagram @pbbsetubabakan.

2. Menyaksikan Pagelaran Kesenian Tradisional Betawi

Apabila berkunjung di hari Minggu, pengunjung dapat menikmati pagelaran kesenian tradisional Betawi yang diadakan reguler setiap minggunya. Pagelaran ini menyuguhkan berbagai penampilan seni, seperti tari, teater, musik gambang kromong, tanjidor, rebana, dan ondel-ondel.

Selain pagelaran kesenian reguler, Perkampungan Betawi Setu Babakan juga mempunyai acara hajat yang biasa digelar pada momentum peringatan seperti hari ulang tahun kota Jakarta dan momentum perayaan lainnya. Untuk melaksanakan acara-acara tersebut, Kampung Budaya Betawi Setu Babakan turut melibatkan warga, penggiat seni setempat, dan sanggar tari yang sudah resmi terdaftar.

3. Workshop dan Wisata Agro

Kegiatan lainnya yang diadakan secara rutin di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah workshop pengenalan budaya Betawi. Kegiatan yang diusung oleh workshop ini pun bervariasi, mulai dari membuat bir pletok, kembang goyang, bermain alat musik, hingga membuat ondel-ondel.

Selain itu, Perkampungan Betawi Setu Babakan juga menyediakan workshop yang diadakan/difasilitasi oleh Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi dan ada juga kegiatan workshop yang bisa dipesan ke sanggar dengan biaya untuk instruktur dan ganti bahan.

“Kalau misalnya workshop, kan ada instruktur, berarti akan ada honor untuk instruktur. Kalau mau yang sifatnya makanan atau kuliner, ada bahan pengganti.” ujar Jaka.

Satu lagi kegiatan andalan yang ditawarkan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah wisata agro. Melalui wisata agro, pengunjung akan diajak mengeksplor pohon-pohon khas Betawi yang ditanam di area kampung MH. Thamrin dan khususnya di pulau yang berada di tengah danau/Setu Babakan (kampung Ismail Marzuki).

4. Menaiki Wahana Sepeda Air

Sepeda air di Setu Babakan.Sepeda air di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Kalau datang bersama keluarga, detikers bisa banget ajak anak-anak menikmati suasana danau dengan menaiki wahana sepeda air. Untuk anak usia 3-12 tahun, tarif yang dikenakan sebesar Rp 10.000. Sedangkan tarif untuk anak di atas 12 tahun seharga Rp 15.000. Satu wahana sepeda air berkapasitas 2 orang.

5. Olahraga dan Naik Sepeda

Kawasan sekitar Setu Babakan yang begitu luas, menjadikan tempat wisata ini sebagai spot favorit penduduk sekitar untuk berolahraga atau berkeliling naik sepeda. Disini, kamu bisa jogging atau sekadar nongkrong santai menikmati suasana danau yang meneduhkan.

Spot Foto di Setu Babakan

Bagi detikers yang ingin eksis di sosial media, tenang saja karena Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan memiliki berbagai spot foto outdoor menarik yang instagramable. Berikut diantaranya:

1. Area Jembatan

Jembatan di Setu Babakan.Jembatan di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Spot foto pertama yang menjadi favorit pengunjung adalah jembatan bernuansa hijau yang terletak di antara contoh rumah tradisional adat Betawi. Jembatan ini bisa jadi latar belakang yang kece untuk foto OOTD ataupun foto beramai-ramai bersama keluarga dan sahabat. Pencahayaan pada foto akan semakin maksimal saat cuaca cerah.

2. Rumah Adat Betawi

Rumah adat Betawi di Setu Babakan.Rumah adat Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Masih di sekitar jembatan, kamu juga bisa menonjolkan suasana khas Perkampungan Betawi dengan berpose di depan Rumah Adat Betawi beraksen kayu yang tampak tradisional namun tetap aesthetic.

3. Amfiteater

Amfiteater di Setu Babakan.Amfiteater di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Kemudian, tepat di depan rumah adat, terdapat pelataran amfiteater dengan latar belakang bangunan Museum Betawi yang megah. Agar tidak terlalu panas, sebaiknya datang menjelang sore hari ketika cahaya matahari mulai teduh.

Kuliner Setu Babakan

Di sepanjang area Setu Babakan, detikers bisa menemukan beragam variasi kuliner khas Betawi. Mulai dari camilan hingga makanan berat, berikut beberapa kuliner ikonik Betawi yang dijajakan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan:

Kuliner Betawi di Setu Babakan.Kuliner Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

1. Kerak Telor

Warga Jakarta mungkin sudah tidak asing dengan hidangan gurih satu ini. Kerak telor merupakan makanan khas Betawi berbahan dasar telur dengan teknik memasak yang unik, di mana telur dibakar dan dibolak balikkan dalam nampan. Jajanan ini dibanderol seharga Rp 20.000-Rp 26.000.

2. Bir Pletok

Berbeda dengan bir pada umumnya, bir pletok aman dikonsumsi karena terbuat dari rempah-rempah. Pembuatan minuman ini terinspirasi dari bir beralkohol yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Belanda pada zaman kolonial untuk menghangatkan badan.

“Kalau orang Betawi yang mayoritas Islam ya, dilarang mengonsumsi alkohol, nah dibuat sesuatu minuman yang reaksinya sama menghangatkan badan, tapi tidak ada alkoholnya. Akhirnya, rempah-rempah dimasak dan dijadikan satu minuman.” tutur Jaka.

3. Laksa

Kuliner khas Betawi berikutnya yang dapat detikers santap ketika berkunjung ke Setu Babakan adalah laksa. Secara singkat, laksa merupakan hidangan mie yang disajikan bersama kuah gurih dan aneka lauk pauk seperti ayam, udang, telur, dan lain-lain. Untuk menikmati seporsi laksa khas Betawi, detikers cukup merogoh kocek Rp 18.000 saja.

4. Soto Betawi

Satu lagi hidangan berkuah otentik Betawi yang tak kalah sedap yaitu soto Betawi. Cita rasa kuah soto Betawi yang kental berempah ditambah isian daging serta jeroan sapi sebagai pelengkap sangat nikmat disantap selagi hangat. Bagi detikers yang penasaran, kamu bisa menjajal menu makanan ini di Rumah Makan Betawi Setu Babakan dengan harga Rp 30.000 per porsinya.

5. Es Selendang Mayang

Selendang mayang adalah sejenis puding tradisional Betawi yang terbuat dari tepung beras warna-warni. Karena lapisan pudingnya yang berwarna-warni bak selendang penari inilah, penganan ini kemudian disebut selendang mayang. Di tengah panas terik Jakarta, menyeruput semangkuk selendang mayang yang manis nan segar merupakan kenikmatan hakiki.

Berada di kawasan Jagakarsa, tempat wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan mudah diakses dengan transportasi umum. Jika menaiki moda transportasi KRL, kamu bisa turun di Stasiun Pancasila lalu lanjut menggunakan ojek online dengan jarak 4 km dan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Sementara itu, detikers yang bepergian via busway bisa menjajal bus Transjakarta koridor D21 (Universitas Indonesia-Lebak Bulus), 4B (Universitas Indonesia-Stasiun Manggarai), atau 9H (Universitas Indonesia-Blok M) dengan titik pemberhentian di halte Universitas Pancasila. Setelah itu, lanjut menaiki ojek online sejauh 2,8 km dengan waktu tempuh berkisar 7 menit.

Harga Tiket Masuk, Jam Operasional, dan Lokasi Setu Babakan

  • Lokasi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berada di Jl. Moch Kahfi 2, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Wisata Perkampungan Setu Babakan dapat dikunjungi siapa saja tanpa dikenakan tiket masuk alias gratis. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan buka mulai hari Selasa sampai Minggu pada pukul 09.00-15.00 WIB mengikuti jam operasional museum. Namun, area sekitar danau Setu Babakan dibuka sampai dengan 18.00 jam setiap harinya.

Akhir kata, Jaka berpesan pada kalangan muda untuk ikut berpartisipasi dalam melestarikan kearifan lokal budaya Betawi. Salah satunya melalui Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan komunitas budaya yang telah ada.

Jaka berharap generasi muda tidak merasa berat hati dalam usaha melestarikan budaya. Apalagi upaya pelestarian kini bisa memanfaatkan teknologi dengan jangkauan yang lebih luas pada dunia internasional.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sendratari Ramayana Terjemahan Relief Candi Prambanan Tanpa Kata



Yogyakarta

Diterpa cahaya rembulan, di hadapan megahnya Candi Prambanan, keindahan budaya Jawa tersuguhkan dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Pertunjukan itu memukau ribuan penonton dengan kisah epik Ramayana yang diadaptasi dalam bentuk seni drama dan tari tanpa dialog.

“Cerita Ramayana terkisah dari relief-relief yang terpahat di Candi Prambanan,” ucap sang narator

Pertunjukan itu bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sebuah upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Sejak 26 Juli 1961, pertunjukan tersebut daya tarik populer bagi wisatawan yang datang ke Candi Prambanan.


Sendratari Ramayana yang juga dikenal dengan Ramayana Ballet populer sebagai hiburan malam hari di Jogja. Tidak hanya menjadi rujukan wisatawan lokal, tapi turis asing terlihat antusias menyaksikannya.

Berikut yang dapat traveler rasakan jika menyaksikan sendratari Prambanan:

Pertunjukan Tanpa Dialog yang Menggetarkan

Sendratari Ramayana Prambanan menggabungkan unsur tari dan drama tanpa dialog, menceritakan perjalanan heroik Rama dalam menyelamatkan istrinya, Sinta, yang diculik oleh Rahwana, raja Negara Alengka.

Lebih dari 200 penari profesional dan musisi lokal terlibat dalam pertunjukan ini, menciptakan harmoni gerakan dan musik yang menggetarkan hati. Candi Prambanan, terutama Candi Siwa, menjadi latar belakang yang mempesona, menambah keagungan pertunjukan ini.

Tradisi yang Menyatu dengan Alam

Pertunjukan ini digelar rutin setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pada musim kemarau bulan Mei hingga Oktober, pementasan berlangsung di panggung terbuka dengan ukuran mencapai 14 x 50 meter yang menyatu dengan Candi Prambanan dan alam sekitar.

Saat musim hujan sekitar Januari hingga April dan November hingga Desember, pertunjukan dipindahkan ke panggung tertutup Trimurti Stage.

Keunikan Kisah Ramayana Versi Jawa

Cerita Ramayana yang diangkat dalam sendratari ini merupakan adaptasi dari epos Hindu, namun dengan sentuhan budaya Jawa yang khas. Pertunjukan diawali dengan kemenangan Rama dalam kompetisi memanah untuk memperebutkan Putri Shinta. Setelah menikah, Rama, Shinta, dan Laksmana mengembara ke hutan Dandaka, tempat Rahwana menculik Shinta.

Dengan bantuan Hanoman dan pasukan kera, Rama membangun jembatan menuju Alengka untuk menyelamatkan Shinta. Pertempuran besar terjadi antara pasukan kera dan raksasa Alengka, hingga akhirnya Rama berhasil mengalahkan Rahwana dengan panahnya. Meski sempat meragukan kesucian Sinta, Rama akhirnya menerima kembali Shinta setelah ia membuktikan kesuciannya dengan membakar diri namun selamat dari api.

Pengalaman Menonton yang Tak Terlupakan

Penonton diingatkan untuk tidak menggunakan flash saat memotret dan tidak berbicara terlalu keras selama pertunjukan. Acara ini terdiri dari dua babak, dengan babak pertama diakhiri oleh aksi Hanoman membakar kerajaan Alengka, disusul oleh istirahat 15 menit.

Babak kedua yang lebih singkat diakhiri sekitar pukul 9 21.00.

Pada akhir pertunjukan, penonton diperbolehkan berfoto dengan para pemain di atas panggung. Terlihat pemeran Rama Sinta dan kera Hanoman sering menjadi favorit untuk diajak berfoto wisatawan.

Menjaga Warisan Budaya

Sendratari Ramayana Prambanan bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebuah upaya untuk menjaga dan merayakan warisan budaya Indonesia.

Setiap gerakan tari dan alunan musik dalam sendratari ini mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang harus terus dilestarikan.

Penonton tidak hanya disuguhi sebuah kisah epik, tetapi juga diajak untuk menghargai dan memahami budaya yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Di panggung besar dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah, Sendratari Ramayana Prambanan terus berlanjut, mengisahkan cerita cinta dan keberanian yang abadi, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, dan menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai budaya mereka.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Lembu Putih Hewan Sakral di Desa Taro, Tidak Disembelih, Tidak Diperjualbelikan



Gianyar

Lembu putih menjadi salah satu warisan sejarah yang ada di Desa Taro. Hewan itu dianggap sebagai ‘duwe’ dan disucikan oleh masyarakat setempat.

Desa Taro adalah salah satu desa wisata di Pulau Dewata yang berprinsip ‘An Eco Spiritual Destination’. Dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, Desa Wisata Taro memiliki banyak kawasan konservasi.

Salah satunya adalah Konservasi Lembu Putih, lembu itu sangat disakralkan oleh masyarakat Desa Taro. Keberadaan Lembu Putih itu dikaitkan dengan kedatangan Ida Maha Rsi Markandeya di abad ke tujuh. Dia pendiri Desa Taro.

“Dahulu lembu putih itu dilepas di Desa Taro, bisa masuk ke rumah warga. Tapi tahun 2011 sudah mulai kita konservasi karena banyak yang ke desa tetangga, jadi agar lebih mudah memantau jumlahnya akhirnya kita konservasi,” kata I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro.

Lembu putih itu disucikan oleh masyarakat setempat sebagai simbolisasi kehadiran Dewa Siwa. Lembu putih dipercaya sebagai kendaraan suci Dewa Siwa.

Uniknya lagi, di Desa Taro, lembu putih betina dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil dengan Ida Bagus. Saat ini, terdapat 56 ekor lembu putih yang dikonservasi oleh Desa Taro.

“Kawasan konservasi lembu putih itu tahun 2019 sudah dikembangkan jadi objek wisata. Di Desa Taro sudah ada 56 ekor lembu putih. Biasanya kalau ada yang mati pasti juga ada yang lahir. Kalau yang betina itu dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil Ida Bagus,” kata Ardika.

Menurut Ardika, lembu putih yang ada di Desa Taro tidak boleh disembelih, tidak boleh diperjualbelikan, dan tidak boleh dikonsumsi. Lembu putih yang dikonservasi hanya khusus untuk upacara keagamaan seperti Mepurwa Daksina dan Memineh Empehan Lembu.

Di kawasan konservasi lembu putih juga terdapat konservasi beberapa tanaman obat dan tanaman yang biasa digunakan untuk kegiatan upacara agama Hindu.


“Kita juga melakukan konservasi untuk tanaman obat, tanaman langka, dan tanaman upacara. Ada juga konservasi berbagai jenis pisang,” kata dia.

Tidak hanya lembu putihnya yang disakralkan, tetapi beberapa unsur hewan ini seperti kotoran, urin, susu, dan air mata lembu putih itu disakralkan. Hasil dari lembu putih itu dijadikan sarana upacara maupun terapi pengobatan herbal/non medis.

Lembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, BaliLembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Kita punya produk Bio Taro, yaitu produk olahan dari kotoran lembu putih, bisa digunakan untuk pupuk atau pestisida alami. Kita ada produk biogas dari kotoran lembu putih juga, ada briket yang digunakan untuk pupuk,” kata Ardika.

Traveler yang sedang berkunjung ke Desa Wisata Taro wajib mencoba berkunjung ke kawasan konservasi yang satu ini. Terdapat beberapa aktivitas menarik, seperti perkemahan, memberi makan Lembu Putih, outbound, dan outing. Terdapat juga wisata edukasi berbagai jenis tanaman.

Selain itu, juga terdapat taman ruang terbuka hijau yang sangat luas dan asri serta areal bermain anak-anak, bale bengong dan wantilan serbaguna. Untuk masuk ke kawasan konservasi ini, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 per orangnya.

Jika traveler tertarik untuk outbound, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 150.000 per orang, sudah termasuk pemandu, makan siang, dan berbagai peralatan lainnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com