Tag Archives: cabai

Nggak Perlu Beli ke Pasar, Begini Cara Menanam Cabai di Rumah


Jakarta

Sudah menjadi fenomena tahunan, harga cabai di pasaran akan naik pada momen-momen besar. Saat harga cabai naik, tentu banyak keluarga yang kerepotan karena bahan masakan satu ini keberadaannya sangat penting.

Namun, tahukah kamu kalau sebenarnya cabai bisa dibudidaya dan ditanam sendiri di depan rumah?

Dengan menanam cabai sendiri, kamu bisa mendapat alternatif untuk menekan pengeluaran bulanan. Selain itu, kamu juga bisa menghemat waktu karena cukup memetik cabai di depan rumah tanpa perlu beli ke pasar.


Dilansir dari detikFinance berdasarkan buku ‘Cabai Panen Setiap Hari’ karya Guru Besar Pemuliaan Tanaman Institut Pertanian Bogor (IPB), Muhammad Syukur, berikut tips menanam cabai di rumah dengan media pot.

Cara Menanam Cabai di Rumah

Inilah cara menanam cabai di rumah agar tidak perlu beli ke pasar.

1. Siapkan Pot yang Sesuai

Jenis pot yang digunakan bisa berupa polybag, pot plastik, drum, ember, atau kaleng bekas. Ukuran minimal pot yang bisa digunakan untuk menanam cabai adalah berdiameter 20 cm.

Setiap pot harus memiliki 4-8 lubang pada bagian dasarnya untuk drainase air sehingga tidak mengendap di bawah pot. Diameter lubang tersebut adalah 1 cm. Pastikan pot yang kamu gunakan dapat bertahan untuk 5-6 bulan ke depan.

Di bagian bawah pot disarankan diletakkan pecahan genting atau bata merah untuk mengendalikan drainase.

2. Siapkan Media Tanam untuk Sebar Benih

Setelah pot siap, siapkan tanah yang akan menjadi tempat sebar benih. Media tanam yang dipakai merupakan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:2:1.

Jika tidak ada pasir, kamu bisa menggantinya dengan sekam bakar dengan perbandingan sama yakni 2:2:1. Aduk campuran bahan tersebut dengan rata.

Pupuk kandang bisa diperoleh dari kotoran sapi, ayam, atau kambing. Namun, pastikan pupuk kandangnya telah melalui proses dekomposisi hingga teksturnya remah, kering, tidak berbau, dan tidak panas.

Masukan campuran tanah tadi hingga menyisakan 5 cm dari bibir pot. Pastikan pot tersebut diletakkan di tempat terbuka yang mendapat cahaya matahari beberapa hari sebelum penanaman.

3. Semai Benih Cabai

Sebelum benih cabai disemai ke dalam tanah. Benih tersebut harus direndam di dalam air. Disarankan air tersebut juga dicampurkan dengan larutan fungisida yang berfungsi untuk membersihkan jamur.

Fungsi dari perendaman benih ini adalah untuk memisahkan benih yang bagus dan tidak. Biasanya benih yang bagus dan bisa dipakai adalah yang tenggelam di dalam air. Benih yang tidak bisa dipakai biasanya mengapung di atas air dan sebaiknya dibuang saja.

Setelah disisihkan, bungkus benih dalam kertas atau kain lembab selama 24-36 jam sebelum disemai.

Penyemaian benih tidak bisa dilakukan di pot yang disiapkan tadi. Kamu harus menyemai di pot yang lebih kecil ukuran 8×10 cm. Isinya media tanam campuran tanah halus dan pupuk kendang dengan perbandingan 1:1.

Benih kemudian disemai di kedalaman 1-15 cm dari bibir pot. Caranya dengan membuat lubang di tanah. Apabila benih sudah masuk ke dalam lubang, tutup dengan tanah halus

Tutup pot dengan karung goni basah atau plastik hitam selama 3 hari, kemudian tunggu perkembangannya.

4. Tunggu Selama 7 Hari

Benih cabai biasanya akan berkecambah dalam 7 hari setelah disemai. Apabila sudah berkecambah, tugas kamu belum selesai. Kamu masih harus mengawasi hingga 5-6 minggu atau telah berdaun 6-8 helai.

5. Siram 1-2 Kali Per Hari

Selama menunggu cabai berkecambah, siram cabai 1-2 kali per hari. Agar cabai tumbuh dengan baik, kamu bisa menambahkan pupuk NPK seminggu sekali dengan konsentrasi 3 gram/liter.

6. Bibit Cabai Pindah ke Pot Besar

Setelah bibit cabai berkecambah dengan sempurna setelah 6 minggu atau muncul 6-8 daun, biarkan bibit tersebut terkena sinar matahari selama 5 hari berturut-turut.

Setelah dirasa sudah beradaptasi, baru kamu bisa memindahkan bibit cabai ke pot besar yang sejak awal sudah disiapkan. Pemindahan ini disarankan dilakukan pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari tanaman stres.

Saat sudah tumbuh di pot besar, kamu tetap harus sering menyiramnya. Kamu dapat menggunakan air biasa atau larutan fungisida dengan ukuran 1 gram per liter, dan pupuk daun gandasil 2 gram/liter.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dhw)



Sumber : www.detik.com

Panduan Lengkap Tanam Cabai di Rumah, Siapa Aja Bisa!



Jakarta

Cabai merupakan tanaman yang memiliki cita rasa pedas dan salah satu bahan penting dalam masakan. Biasanya untuk mendapatkan cabai kita harus membelinya ke pasar, tetapi kita bisa lho mendapatkan cabai gratis dengan menanamnya di pekarangan rumah.

Dilansir laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah dapat tumbuh subur di kawasan dataran rendah maupun tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Jenis tanah yang cocok dipakai untuk menanam cabai adalah tanah gembur yang teksturnya seperti remah dan tidak begitu padat. Kandungan pH-nya pun normal yakni 6-7.

Lalu, waktu yang tepat untuk menanam cabai adalah saat musim hujan. Tanaman ini lebih baik ditanam saat kondisi udara cukup lembap daripada kering.


Cara Menanam Cabai di Rumah

1. Rendam Benih Cabai

Saat hendak menanam cabai, dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mengetahui bibit yang berkualitasnya caranya adalah dengan merendam bibit tersebut di dalam air hangat 50 derajat. Benih yang berkualitas biasanya akan tenggelam di dalam air.

2. Semai Benih Cabai

Setelah itu, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan pupuk kendang atau kompos yang telah dicampur dengan tanah dengan perbandingan 1:1 yang ditempatkan pada sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

Lalu, awasi pertumbuhan tanaman cabai sekitar 7-8 hari berikutnya. Setelah 7-8 hari, benih cabai yang sudah tumbuh bisa dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan campuran tanah yang sama. Selama itu, terus siram tanaman setiap harinya.

3. Pindahkan ke Tanah

Jika halaman rumah memiliki lahan, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm. Area tanam ini akan berbentuk seperti gundukan tanah tinggi.

Apabila kondisi tanah sebelum ditanam terlihat kering, campurkan dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan. Selain itu, tambahkan pula pupuk susulan berupa Urea, ZA, KCl, sebanyak 3 kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah bibit ditanam. Untuk besaran masing-masing pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

Kemudian tutup tanah tersebut dengan plastik mulsa berlubang. Masukkan cabai muda tersebut ke dalam lubang.

4. Perawatan

Setelah 1-2 minggu penanaman, cek apakah ada bibit yang mati. Buang bibit yang mati dan sakit. Untuk bibit tanaman cabai yang berhasil berkembang, pastikan untuk selalu disiram. Apabila ada tanaman cabai yang sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

5. Masa Panen

Waktu penanaman cabai hingga panen sekitar 2 bulan lebih atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah, dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika ada buah cabai yang rusak, sebaiknya segera singkirkan saja.

Cara menentukan waktu panen adalah dengan menyesuaikan waktu penggunaan cabai tersebut. Jika cabai tersebut ingin dikirim ke daerah yang jauh, panen ketika warnanya masih hijau. Nantinya, cabai di tempat yang kering dan memiliki lubang ventilasi untuk udara. Namun apabila dipakai untuk keperluan di rumah, panen saat cabai berubah merah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Mudah Tanam Cabai di Taman Rumah, Hemat Nggak Perlu Beli ke Pasar


Jakarta

Masakan Indonesia identik dengan cita rasa pedas berkat penggunaan cabai. Biasanya orang-orang membeli cabai ke pasar atau supermarket untuk mendapatkan cabai. Namun, sebenarnya cabai bisa didapatkan dengan modal minim kalau ditanam sendiri di rumah, lho.

Dikutip dari laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah cocok ditanam saat kondisi udara cukup lembap dibandingkan kering. Nah, waktu yang tepat buat menanam cabai adalah ketika musim hujan.

Selain itu, cabai bisa tumbuh subur di dataran rendah atau tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Kondisi tanah yang cocok buat menanam cabai adalah yang tanah gembur, yaitu tekstur seperti remah dan tidak terlalu padat. Lalu, kandungan pH-nya juga normal sebesar 6-7.


Bagaimana cara menanam cabai di rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Cara Menanam Cabai di Rumah

Inilah langkah-langkah untuk menanam cabai di rumah.

1. Rendam Benih Cabai

Sebelum menanam benih cabai, pastikan untuk memilih yang berkualitas. Caranya dengan merendam bibit tersebut di air hangat dengan suhu 50 derajat celsius. Biasanya benih yang berkualitas tenggelam di dalam air.

2. Semai Benih Cabai

Selanjutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan campuran pupuk kendang atau kompos dengan tanah dengan perbandingan 1:1 di sebuah wadah atau polibag. Setelah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

3. Pindahkan Bibit ke Tanah

Jika mempunyai lahan yang cukup di rumah, buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm, sehingga membentuk gundukan tanah. Campurkan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan kalau tanah terlihat kering.

Tambahkan pupuk susulan tiga kali berupa urea, ZA, KCl pada minggu ke 3, 6, dan 9 setelah bibit ditanam. Besaran pupuk bisa disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat.

Kemudian, tutup tanah yang sudah disiapkan dengan plastik mulsa berlubang. Barulah cabai muda siap dimasukkan ke dalam lubang.

4. Perawatan Tanaman Cabai

Setelah 1-2 minggu berlalu, periksa kalau ada bibit yang mati. Lalu, buang bibit yang mati dan sakit.

Sementara itu, bibit yang berhasil berkembang perlu rajin disiram. Jika tanaman cabai sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

5. Masa Panen Cabai

Masa panen cabai sekitar 2 bulan setelah penanaman atau sekitar 70-75 hari di dataran rendah dan 4-5 bulan di dataran tinggi. Jika menemukan buah cabai yang rusak, sebaiknya segera disingkirkan.

Waktu panen cabai bisa disesuaikan dengan waktu penggunaan cabai. Kalau cabai mau dikirim ke tempat yang jauh, panen ketika warnanya hijau. Berbeda halnya buat keperluan rumah, panen saat cabai berwarna merah.

Itulah informasi seputar menanam cabai di rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Mau Tanam Cabai di Rumah? Begini Langkah-langkahnya


Jakarta

Harga cabai yang tidak stabil membuat banyak masyarakat kerap dibuat pusing. Ditambah lagi kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu sehingga beberapa warga tak mampu untuk membeli cabai.

Namun jangan khawatir, ada solusi ampuh agar kamu tetap bisa menikmati cabai tanpa perlu mengeluarkan banyak uang, yakni dengan menanamnya di rumah. Memangnya bisa?

Dilansir laman resmi Dinas Pertanian dan Pangan Magelang, cabai merah dapat tumbuh subur di kawasan dataran rendah maupun tinggi di antara 0-1.000 mdpl. Jenis tanah yang cocok dipakai untuk menanam cabai adalah tanah gembur yang teksturnya seperti remah dan tidak begitu padat. Kandungan pH-nya pun normal yakni 6-7.


Ingin tahu bagaimana cara menanam cabai di rumah dengan benar? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Cara Menanam Cabai di Rumah

Menanam cabai tak bisa dilakukan sembarangan. Waktu yang tepat untuk menanam cabai adalah ketika musim hujan. Selain itu, cabai lebih baik ditanam saat kondisi udara cukup lembap daripada kering.

Agar cabai bisa tumbuh subur, simak cara menanam cabai di rumah yang benar di bawah ini:

1. Rendam Benih Cabai

Agar cabai bisa tumbuh subur maka dibutuhkan benih yang berkualitas. Untuk mengetahui bibit yang berkualitas caranya adalah dengan merendam bibit ke dalam air hangat dengan suhu 50 derajat Celcius. Pada umumnya, benih yang berkualitas akan tenggelam di dalam air.

2. Semai Benih Cabai

Langkah berikutnya, semai benih cabai ke media tanam. Gunakan pupuk kandang atau kompos yang sudah dicampur tanah dengan perbandingan 1:1, lalu tempatkan pada sebuah wadah atau polybag. Ketika sudah disemai, tutup area tersebut dengan daun pisang selama 2-3 hari.

Setelah itu, cabai mulai tumbuh perlahan sekitar 7-8 hari berikutnya. Benih cabai yang sudah tumbuh perlu dipindahkan ke pot yang lebih besar dengan campuran tanah yang sama. Selama proses ini pastikan kamu menyiram tanaman cabai setiap hari.

3. Pindahkan ke Tanah

Ketika tanaman cabai semakin besar, kamu perlu memindahkannya ke tanah agar tumbuh subur. Buat area tanam sekitar 1-1,2 meter dan tinggi 30 cm. Area tanam ini akan berbentuk seperti gundukan tanah tinggi.

Jika kondisi tanah sebelum ditanam kondisinya kering, kamu perlu mencampurnya dengan pupuk dasar berupa pupuk kandang kuda atau sapi dan pupuk buatan. Tambahkan juga pupuk susulan berupa urea, ZA, KCL sebanyak tiga kali pada umur 3, 6, dan 9 minggu setelah bibit ditanam.

Untuk besaran masing-masing pupuk dapat disesuaikan dengan luas tanah yang dibuat. Setelah itu, tutup tanah tersebut dengan plastik mulsa berlubang, lalu masukkan cabai muda ke dalam lubang.

4. Merawat Tanaman Cabai

Tanaman cabai juga perlu diperhatikan dan dirawat sebaik mungkin. Setelah 1-2 minggu ditanam segera cek apakah ada bibit yang mati atau tidak. Jika ditemukan ada bibit yang mati atau sakit segera dibuang.

Sementara untuk bibit tanaman cabai yang sudah berkembang subur pastikan untuk selalu disiram secara rutin. Jika ada tanaman cabai yang sudah tumbuh tinggi, tambahkan bambu kecil sebagai penyangga agar batangnya tidak tumbuh ke samping.

5. Masa Panen Cabai

Masa panen cabai bisa berbeda-beda tergantung dari lokasinya. Jika ditanam di dataran rendah maka waktu panennya sekitar dua bulan lebih atau 70-75 hari, sedangkan di dataran tinggi sekitar 4-5 bulan. Apabila ditemukan buah cabai yang rusak maka segera disingkirkan.

Cara menentukan waktu panen dapat menyesuaikan dengan waktu penggunaan cabai tersebut. Jika cabai ingin dikirim ke daerah yang jauh, sebaiknya panen cabai ketika warnanya masih hijau, tapi jika untuk kebutuhan di rumah maka panen cabai ketika sudah berubah merah.

Demikian cara menanam cabai di rumah dengan mudah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Panduan ke Pasar Lama Tangerang, Surganya Jajanan dan Kuliner Malam


Jakarta

Pencinta kuliner mungkin sudah tidak asing lagi dengan Pasar Lama Tangerang, bukan? Ya, kawasan satu ini sangat terkenal dengan deretan kios dan gerobak makanan serta minumannya yang beragam.

Kawasan kuliner malam ini juga sampai viral dan ramai dikunjungi wisatawan dari mana saja. Mereka berbondong-bondong datang karena penasaran ingin mencicipi berbagai makanan yang ditawarkan di sini.

Kalau traveler juga salah satu yang penasaran dengan Pasar Lama Tangerang, simak panduan di bawah ini sebelum kamu pergi ke sana.


Macam-macam Kuliner Pasar Lama Tangerang

Pasar Lama Tangerang populer karena bermacam-macam kuliner nikmat bisa kamu temukan di sana. Mulai dari makanan tradisional hingga kekinian, juga hidangan lokal sampai internasional semuanya ada.

Sejumlah makanan viral yang dapat kamu cicipi di sana seperti jagung goreng, gohyong ayam, potato twist, Korean fish cake, som tam, mango sticky rice, Japanese fluffy cake, dan dakkochi.

Makanan manis yang bisa dijajal meliputi churros, mochi daifuku, sampai mille crepes. Jajanan pentol jumbo, sate gurita, cumi bakar, telur gulung, lumpia basah, zuppa soup, dimsum mentai, takoyaki, hingga sushi juga dapat dicoba di sini.

Kawasan Pasar Lama merupakan salah satu alternatif wisata kuliner yang bisa detikers kunjungi setiap harinya.Kuliner di Pasar Lama Tangerang. (Grandyos Zafna/detikcom)

Hidangan tradisional yang dapat ditemukan meliputi kerak telor, serabi, kinca durian, pempek dan tekwan, jamu herbal. Selain jajanan, ada pula makanan berat yang dapat disantap untuk mengenyangkan perut seperti rawon sawi, mi ayam jamur, ayam goreng cabai hijau, ayam taliwang, hingga pizza.

Menariknya, bisa ditemukan juga hidangan ekstrem dari daging ular, biawak, dan kelelawar lho. Daging hewan-hewan tersebut ditawarkan menjadi menu sate, sop, abon, maupun dagingnya yang digoreng.

Untuk harga aneka kuliner di Pasar Lama Tangerang bervariasi dan yang jelas cukup terjangkau. Sejumlah tenant makanan di sana sudah menyiapkan QR code untuk metode pembayaran QRIS. Akan tetapi, sebaiknya tetap siapkan sejumlah uang tunai ya.

Kalau belum menarik uang, tenang saja karena terdapat ATM di sekitar kawasan kuliner ini.

Pasar Lama Tangerang terletak di Jalan Kisamaun, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Lokasinya dekat dengan Stasiun Tangerang dan Masjid Agung Al-Ittihad.

Kawasan kuliner ini dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun umum seperti KRL dan transportasi online. Mengutip catatan detikcom, pengguna KRL bisa turun di Stasiun Tangerang dan berjalan kaki ke lokasi sekitar 5-10 menit. Keluar stasiun bisa ambil arah timur sampai Masjid Agung dan belok kiri lalu lanjut jalan lagi sebentar.

Kalau menggunakan kendaraan pribadi harap memperhatikan tempat parkirnya. Jika salah pilih area parkir, mobil atau motormu dapat terjebak sehingga tidak bisa keluar lantaran tertutup deretan lapak pedagang. Ada baiknya tidak parkir kendaraan tepat di Pasar Lama Tangerang, melainkan di sekitarnya seperti di Jl. Bakti Saham, Jl. Saham, atau area Masjid Agung.

Waktu Operasional Pasar Lama Tangerang

Karena tempatnya kuliner malam, traveler dapat mengunjungi Pasar Lama Tangerang mulai jam 16.00 WIB hingga larut malam. Sebaiknya datang ke sana sejak sore hari lantaran kawasan ini semakin malam kian dipadati pengunjung.

Selain itu, kamu yang berniat mencoba berbagai jajanan lezat perlu datang duluan agar tidak kehabisan maupun mengantre terlalu panjang.

Sejumlah warga mencari hidangan untuk berbuka puasa di kawasan Pasar Lama, Kota Tangerang, Selasa (12/3/2024). Kawasan Pasar Lama bisa menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mencari hidangan berbuka puasa.Kuliner di Pasar Lama Tangerang. (Grandyos Zafna/detikcom)

Tips Berkunjung ke Pasar Lama Tangerang

Sebelum datang ke kawasan kuliner Pasar Lama Tangerang, kamu dapat menyimak sederet tips berikut:

  • Siapkan uang tunai untuk membeli jajanan di kios yang tidak menyediakan pembayaran online
  • Naik KRL sebagai opsi transportasi umum untuk berkunjung ke Pasar Lama Tangerang
  • Parkirkan kendaraan di sekitar Pasar Lama Tangerang agar tidak terjebak saat keluar
  • Datang di sore hari agar tidak antre panjang dan kehabisan kuliner yang ingin dicicipi
  • Kenakan pakaian yang nyaman
  • Perhatikan barang berharga yang dibawa dikarenakan ramainya pengunjung
  • Bawa payung agar dapat berlindung saat hujan tiba-tiba datang.

Nah, itu tadi panduan mendatangi Pasar Lama Tangerang untuk kulineran malam. Jadi, kamu pencinta kuliner tertarik nggak mengunjungi kawasan satu ini?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Lagi Viral di Lumajang, Wisata Kebun Bunga Marigold yang Cantik Merona



Lumajang

Hamparan indahnya ribuan bunga marigold yang bermekaran akan menyambut pengunjung yang datang ke Lumajang. Penasaran dengan wisata yang lagi viral ini?

Tempat wisata ini berada di lahan pertanian Desa Kedungrejo, Rowokangkung, Lumajang. Bunga marigold yang cantik dijamin bisa menyejukkan mata pengunjung untuk sekadar melepas penat.

Indahnya bunga marigold bisa menjadi spot foto yang menarik untuk pengunjung mengabadikan momen. Bukan sebagai pemandangan semata, hamparan bunga marigold ini sebagai pengendalian beragam serangan hama ulat dan lainnya yang bisa merusak tanaman petani.


Wisata petik sayuran ini merupakan inovasi mengembangkan potensi pertanian yang subur dengan wisata bagi para pengunjung.

“Pengunjung yang datang bisa berbelanja sayuran segar, serta berwisata menikmati indahnya bunga marigold yang indah,” ujar PJ Bupati Lumajang Indah Wahyuni, Minggu (22/9/2024).

Di lahan seluas 2 hektar, pengunjung bisa memanen aneka sayuran seperti pakcoy, brokoli, bawang pre, cabai, kangkung, dan lainnya secara langsung. Pengunjung yang datang mengaku senang bisa berwisata petik sayuran di lahan pertanian.

“Untuk pemandangannya bagus dan menarik bagi para pengunjung yang datang. Selain itu, juga bisa berbelanja sayuran dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasar,” ujar salah satu pengunjung Firda.

Pengunjung juga bisa membawa pulang berbagai jenis sayuran yang dipanen dengan harga mulai Rp 4.000 hingga Rp 10.000 per kilogram tergantung jenis sayuran.

Untuk menikmati wisata petik sayuran, pengunjung dikenakan biaya parkir Rp 3.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com