Tag Archives: ciwidey

Panduan Perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey Naik Kereta Api dan Biayanya


Jakarta

Ciwidey memiliki sejumlah objek wisata yang menarik dikunjungi. Buat warga Jakarta yang pengin ke sana tapi nggak mau capek-capek mengemudi atau berkendara sendiri, kalian bisa naik transportasi umum.

Dalam artikel ini akan kita ulas panduan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api. Tentunya, kereta api hanya mengantarkan hingga stasiun terdekat yang dilanjutkan dengan transportasi umum menuju Ciwidey.

Rute dari Jakarta ke Ciwidey Naik Kereta

Berikut ini rute perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api yang berlanjut dengan alat transportasi lainnya, lengkap dengan perkiraan biayanya.


1. Naik Kereta ke Bandung

Yang pertama, traveler bisa naik kereta yang memiliki beberapa pilihan. Kalian bisa naik dari Stasiun Gambir dan turun ke Stasiun Bandung, atau naik dari Stasiun Pasar Senen dan turun di Stasiun Kiaracondong. Waktu tempuhnya sekitar 2,5 jam.

Disarankan untuk turun di Stasiun Bandung, karena jaraknya lebih dekat menuju ke titik selanjutnya. Namun jika turun di Stasiun Kiaracondong, selisihnya juga tak terlalu jauh.

Berikut ini beberapa pilihan kereta api Jakarta-Bandung, lengkap dengan kisaran harga tiketnya, yang dilansir dari situs KAI:

a. Cikuray (Ekonomi)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung-Stasiun Kiaracondong
Harga tiket: Rp 45 ribu

b. Serayu (Ekonomi)

Rute: Stasiun Pasar Senen-Stasiun Kiaracondong (tidak berhenti di Stasiun Bandung)
Harga tiket: Rp 63 ribu

c. Papandayan (Ekonomi & Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

d. Papandayan Panoramic (Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 425 ribu

e. Argo Parahyangan (Ekonomi & Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

f. Argo Parahyangan Luxury (Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 380 ribu-Rp 510 ribu

g. Argo Parahyangan Panoramic (Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 400 ribu

h. Pangandaran (Ekonomi & Eksekutif)

Rute: Stasiun Gambir-Stasiun Bandung
Harga tiket: Rp 120 ribu-Rp 200 ribu

2. Ke Terminal Leuwipanjang

Setelah turun dari Stasiun Bandung atau Kiaracondong, traveler bisa pindah ke titik selanjutnya, yaitu ke Terminal Leuwipanjang. Ada beberapa transportasi umum, tetapi disarankan untuk naik ojek atau taksi yang lebih cepat.

Perjalanan ini menempuh waktu sekitar 15-20 menit. Tarif naik ojek online sekitar Rp 20 ribu, sedangkan naik taksi online biayanya sekitar Rp 45 ribu.

3. Ke Terminal Cibeureum

Tiba di Terminal Leuwipanjang, carilah angkutan yang dikenal dengan sebutan Colt L300 untuk menuju ke Terminal Cibeureum, Ciwidey. Tanya kepada petugas jika masih ragu. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 40-50 menit. Tarif naik angkutan ini sekitar Rp 20 ribu.

4. Ke Tempat Wisata Ciwidey

Terakhir, setelah sampai di Terminal Cibeureum, traveler bisa menuju ke tempat wisata naik sejumlah angkutan umum. Misalnya jika menuju ke Kawah Putih, Patuha, Ranca Upas, atau Situ Patenggang, kalian bisa menggunakan angkutan umum warna kuning yang tarifnya sekira Rp 10-15 ribu.

Atau traveler bisa mencari paket wisata yang memberikan fasilitas penjemputan. Sampaikan bahwa titik penjemputan kamu adalah di Terminal Cibeureum.

Nah, itulah tadi panduan perjalanan dari Jakarta ke Ciwidey naik kereta api, lengkap mulai dari rute, pilihan kereta, hingga biayanya. Sebelum berangkat, jangan lupa update rute transportasi umum dan biaya yang diperlukan.

Selain itu, detikers sebaiknya mempersiapkan duit kas untuk biaya transortasi umum menuju Ciwidey. Tidak semua angkutan umum menyediakan akses pembayaran non tunai saat melayani penumpang.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Curug Kubang yang Tersembunyi di Cianjur buat Healing di Akhir Pekan



Cianjur

Akhir pekan ini, mari bertualang ke pelosok Cianjur. Di sana ada sebuah curug cantik yang tersembunyi dengan aliran air deras dan menyejukkan.

Cianjur menyimpan segudang permata tersembunyi berupa destinasi yang cantik dan indah. Setelah ramai rumah ‘surga’ Abah Jajang, ternyata ada Curug Kubang di Kecamatan Cibinong yang tak kalah indah bak ‘surga’ di dunia.

Curug Kubang berlokasi di pelosok Kabupaten Cianjur, tepatnya berada di Kampung Liung Gunung, Desa Padasuka, Kecamatan Cibinong.


Untuk sampai ke Curug Kubang yang memiliki tinggi 100 meter ini, kita dapat melalui Jalur Selatan Cianjur dengan jarak tempuh sejauh 96 kilometer dari pusat Kota Santri.

Selain itu, wisatawan juga bisa melalui jalur Ciwidey yang jarak tempuhnya sekitar 86 kilometer dari Kota Bandung.

Curug ini juga tidak jauh dengan lokasi Curug Citambur, yakni sekitar 12 kilometer. Namun lantaran aksesnya masih rusak, waktu tempuh dari Citambur menuju Curug Kubang dapat memakan waktu hingga 1 jam lebih.

Pesona Curug Kubang sangat indah, tingginya air terjun tersebut membuatnya begitu indah dengan butiran embun yang mengitari dasar curug.

Curug ini juga dikelilingi gunung-gunung dan hutan yang asri. Tak hanya itu, hamparan persawahan juga makin mempercantik curug itu.

Apalagi, curug ini juga dekat dengan pemukiman warga dengan rumah panggung yang masih tradisional. Wisatawan dapat menikmati pesona curug dari halaman rumah warga yang hanya berjarak kurang dari 100 meter dari curug.

Pengelola curug Kubang Suhendra mengatakan, pesona curug Kubang memang sangat indah dan akan memanjakan mata pada wisatawan.

“Alamnya juga masih asri, sehingga curug dengan alam di sekitarnya yang indah memang layaknya surga dunia dan permata tersembunyi di pelosok Kota Santri,” kata dia, Selasa (3/12/2024).

Dia menjelaskan, curug Kubang juga masih belum setahun ditata dan dikelola, sehingga kawasannya masih sangat alami.

“Ini baru ditata sekitar setahun lalu. Masih sangat baru. Tapi wisatawan yang datang sudah banyak, sehari bisa sampai 100 lebih wisatawan dari dalam kota, Bandung, hingga Jakarta,” kata dia.

Bahkan saat ini wisatawan tidak dikenakan karcis ataupun tiket masuk. Begitupun untuk menginap, warga tidak mematok harga bagi wisatawan yang ingin menginap di rumah-rumah tradisional di sekitar curug.

“Untuk saat ini masih free, di sini juga ada homestay yang bayar seikhlasnya,” kata dia.

Meski begitu, fasilitas di curug Kubang sudah cukup lengkap, mulai dari spot foto, wahana perahu di danau alami, hingga flying fox.

“Selain menikmati curug bisa menikmati berbagai wahana yang ada. Dan curug ini tidak pernah surut meskipun di musim kemarau, pesona dan pemandangannya tetap indah,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Berapa Jam Ciwidey ke Pangalengan Lewat Soreang dan Mekarsari?


Jakarta

Ciwidey dan Pangalengan adalah dua wilayah di Kabupaten Bandung yang punya banyak pilihan tempat wisata. Tak heran jika keduanya ramai didatangi pengunjung ketika musim liburan.

Wisatawan biasanya berharap bisa mengunjungi keduanya, sehingga waktu liburan tak terbuang percuma. Sebelum menyusun rencana, pengunjung sebaiknya mengetahui lebih dulu waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan.

Berapa Jam Ciwidey ke Pangalengan?

Berdasarkan perkiraan dari Google Maps, waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan adalah lebih dari satu jam bergantung dari pilihan rute, kepadatan lalu lintas, pengguna jalan, dan lingkungan sekitar. Pengunjung bisa menikmati berbagai tempat wisata sesuai pilihan di kedua lokasi.


Jarak dan waktu tempuh kedua tempat ini juga bisa berbeda-beda tergantung titik keberangkatan dan tempat tujuannya. Sebagai perkiraan, kita asumsikan rutenya dari Alun-alun Ciwidey ke Alun-alun Pangalengan.

1. Ciwidey ke Pangalengan via Soreang

Rute pertama dari Ciwidey ke Pangalengan adalah lewat Soreang. Lewat rute ini, Ciwidey ke Pangalengan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 41 km.

Rute ini merupakan jalur utama karena jalannya cukup luas dan bagus, sehingga cocok dilewati mobil, bahkan bus. Namun jalur ini membutuhkan waktu lebih lama, karena agak memutar.

Rute

Dari Jalan Raya Ciwidey, traveler harus lurus ke utara hingga masuk ke Jalan Soreang-Ciwidey. Terus lurus sampai sekitar 11 km atau 25 menit.

Setelah melewati Victory Waterpark, belok kanan di pertigaan besar untuk masuk ke Jalan Lingkar Baru. Ikuti jalan hingga sekitar 3 km. Setelah sampai di RS Hermina Soreang, belok kanan di perempatan untuk masuk ke Jalan Soreang-Banjaran.

Ikuti Jalan Soreang Banjaran sampai sekitar 4,5 km kemudian belok kanan lewat Dangdeur atau arah ke Waterboom Cahaya Abadi yang berada di Jalan Pahlawan. Kemudian belok ke kanan untuk masuk ke Jalan Banjaran-Pangalengan.

Ikuti Jalan Banjaran-Pangalengan hingga sekitar 20 km dan kamu akan sampai di pusat Kecamatan Pangalengan. Untuk menuju ke objek wisata, traveler masih harus melanjutkan perjalanan sesuai tempat tujuannya.

Tempat Wisata yang Dilewati

Berikut ini tempat wisata yang dilewati rute tersebut, beserta ratingnya yang dilihat dari Google Maps pada 2 Januari 2025:

  • D’Riam Riverside (rating 4,5 dan 160 reviews)
  • Bale Bambu Adventure (rating 4,6 dan 593 reviews)
  • Victory Waterpark (rating 4,3 dan 3,174 reviews)
  • Pesona Nirwana Waterpark (rating 4,3 dan 2.264 reviews)
  • Waterboom Cahaya Abadi (rating 4,1 dan 1.327 reviews)

2. Ciwidey ke Pangalengan via Mekarsari

Rute Ciwidey ke Pangalengan selanjutnya adalah via Mekarsari. Jika melewati rute ini, maka membutuhkan waktu sekitar 1 jam 10 menit atau berjarak 29 km.

Rute ini memang lebih cepat, namun jalannya lebih sempit dan berkelok-kelok. Jalan ini lebih cocok dilewati untuk sepeda motor.

Rute

Dari Jalan Ciwidey, traveler harus belok ke timur setelah melewati Puskesmas Pasirjambu. Masuk ke Jalan Cisondari-Jalan Gambung, traveler cukup mengikuti jalur utama hingga melewati Desa Mekarsari, Nuansa Riung dan Situ Cileunca.

Setelah Situ Cileunca, ikuti Jalan Raya Pangalengan untuk menuju ke pusat Kecamatan Pangalengan.

Wisata yang Dilewati

Jika melewati rute Mekarsari ini, traveler bisa mampir ke beberapa objek wisata. Berikut ini tempat wisata beserta ratingnya yang dilihat dari Google Maps pada 2 Januari 2025:

  • Palalangon Park (rating 4,4 dan 1.597 reviews)
  • Barusen Hills (rating 4,0 dan 2.943 reviews)
  • Nuansa Riung (rating 4,7 dan 451 reviews)
  • Situ Cileunca (rating 4,6 dan 2.890 reviews)

Tentunya, waktu tempuh Ciwidey ke Pangalengan bisa berubah sesuai kondisi lingkungan dan lalu lintas. Pengunjung sebaiknya memastikan tersedia cukup waktu untuk mengantisipasi macet atau hujan deras. Jangan lupa pastikan kondisi kendaraan baik saat bepergian jauh.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Masjid Berkonsep Unik di Bandung, Bentuknya Seperti Lumbung Padi



Bandung

Di Soreang, Bandung ada bangunan masjid yang unik. Bukannya memiliki arsitektur Timur Tengah, tapi bentuk masjid ini malah seperti lumbung pagi atau leuit.

Masjid tersebut adalah Masjid Salman Rasidi yang terletak di Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Tempat ibadah tersebut memiliki ruang tempat salat yang berada di lantai 2.

Bangunan masjid tersebut didominasi dengan warna abu-abu. Kemudian dari tampak depan arsitekturnya dominan dengan kaca-kaca yang besar.


Masjid tersebut memiliki udara yang sejuk yang membuat para jemaah nyaman untuk beribadah. Nampak terlihat di berbagai sisi bangunan dibuat miring sama halnya seperti bentuk asli dari lumbung padi.

Masjid Salman Rasidi ini dibangun pada tahun 2019, tepatnya tanggal 20 Mei 2019. Pembangunan selesai dalam waktu kurang lebih 1 tahun, kemudian diresmikan pada tanggal 9 April 2020.

Ketua Harian DKM Masjid Salman Rasidi, Andri Mulyadi (45) mengatakan, masjid tersebut dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga jemaah yang beribadah bisa dengan nyaman dan khusuk.

“Jadi memang ini desainnya kita sangat memperhatikan lingkungan. Ini terlihat seperti di dalam kondisi kaca-kaca yang termasuk ventilasinya, cahayanya juga. Sehingga memang jemaah merasa nyaman, merasa khusuk, yang tagline-nya dari kita itu adalah aman, nyaman dan mengesankan,” ujar Andri, Senin (3/3/2025).

Andri mengatakan jemaah yang datang ke masjid tersebut kerap terpada dengan bangunan masjid tersebut. Maka tak jarang para jemaah kerap mengabadikan momen di masjid tersebut.

“Masyaallah banyak sekali kegiatan-kegiatan di samping kegiatan-kegiatan, mereka juga berfoto ria gitu ya, selfie kemudian menikmati kenyamanan yang ada di Masjid Salman Rasidi ini,” katanya.

Pihaknya mengungkapkan masjid tersebut memiliki konsep bangunan sama seperti leuit atau lumbung padi. Kata dia, hal tersebut dilakukan disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang ada di Soreang.

“Ini disesuaikan dengan warga sekitar di sini itu kan masyarakat agraris. Yang kedua memang memiliki filosofi yang sangat tinggi, yang masyarakat agraris yaitu karena rata-rata di wilayah sini adalah mereka bercocok tanam, terutama padi. Makanya kita simbolkan yaitu dengan seperti bentuk lumbung padi,” jelasnya.

Area masjid tersebut memiliki ukuran 15 meter X 15 meter. Kemudian untuk area pelataran atau parkiran yang memiliki ukuran 19 meter X 20 meter.

“Kalau daya tampung semuanya itu sekitar 400 jemaah, termasuk yang di bawah. Kalau misalnya meluber, kita ada yang di bawah, karena yang inti adalah di lantai yang pertama dan dua,” ucapnya.

Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi.Penampakan Masjid Salman Rasidi yang berbentuk leuit atau lumbung padi. Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Menurutnya yang membuat masjid tersebut terasa sejuk adalah dengan adanya AC yang diletakan pada bagian pinggir lantai. Kata dia, dengan itu masyarakat akan merasakan angin yang sejuk.

“Kan orang pakai AC di atas ya. Ini di bawah. Jadi seperti merasakan seperti ada ombak, seperti ada angin kan begitu. Kemudian juga alhamdulillah ada fasilitas seperti air minum gratis. Kemudian juga fasilitas tempat parkir juga nyaman, alhamdulillah luas,” tuturnya.

Masjid tersebut kerap menjadi tempat istirahat bagi warga yang akan berwisata ke wilayah Bandung Selatan. Makanya masjid tersebut kerap disinggahi oleh para wisatawan.

“Alhamdulillah mereka sangat nyaman. Bahkan sudah informasi mulut ke mulut, dan ternyata kalau mereka mau wisata ke arah Ciwidey, mereka transit dulu di Masjid Salman Rasidi ini,” bebernya.

Dia menambahkan pada ramadan kali ini berbagai program kajian telah diselenggarakan. Apalagi kajian tersebut kerap dihadiri oleh muda-mudi yang ada di Soreang.

“Tentunya masjid juga ingin di dalamnya itu memiliki nilai-nilai. Salah satu nilainya adalah memberikan sebuah kebermanfaatan untuk masyarakat dan menjadi berkah lah adanya masjid ini,” pungkasnya.

——–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

8 Destinasi Wisata Petualangan di Bandung, Cocok Bareng Teman dan Keluarga


Bandung

Bandung selalu menjadi destinasi wisata pilihan bersama teman dan keluarga. Berbagai objek wisata tersedia dengan aneka tema, keunggulan, dan layanan. Semua lokasi wisata siap menyambut pengunjung yang hendak menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekatnya.

Buat detikers yang ingin mengunjungi tempat wisata, berikut pilihannya dikutip dari situs dan media sosial tempat wisata terkait.

8 Destinasi Wisata Petualangan di Bandung

Beberapa lokasi yang tersedia adalah


1. Trans Studio Bandung

Trans Studio BandungTrans Studio Bandung (Shafa/detikTravel)

Harga tiket

Weekday WNI Rp 200 ribu dan WNA Rp 500 ribu, weekend WNI Rp 300 ribu dan WNA Rp 500 ribu.

Alamat

Jl. Gatot Subroto Nomor 289A, Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Trans Studio Bandung menyediakan petualangan dalam ruangan dengan berbagai wahana. Ada racing coaster roller coaster indoor tercepat di dunia atau giant swing sebuah ayunan raksasa indoor pertama di Indonesia. Sebelum berkunjung jangan lupa cek medsos untuk berbagai program diskon.

2. Wahoo Waterworld

Wahoo Waterworld.Wahoo Waterworld. Foto: Whisnu Pradana

Harga tiket

Weekday Rp 95 ribu, weekend Rp 135 ribu.

Alamat

Jl. Pancatengah Nomor 1, Kota Baru Parahyangan, Bandung.

Wahoo Waterworld cocok buat detikers yang suka olahraga air di luar ruangan, bersama teman dan keluarga. Di destinasi ini tersedia seluncur air Abyss yang punya corong raksasa dan Boomerang dengan peluncuran yang nyaris tegak lurus. Jangan lupa cek medsos dan situsnya untuk cek harga tiket terbaru sebelum berkunjung.

3. Pesona Nirwana Waterpark

Harga tiket

Weekday Rp 40 ribu, weekend Rp 50 ribu, liburan Rp 60 ribu.

Alamat

Kampung Legok Jeungjing, Desa Panyirapan, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Dalam situsnya, waterpark ini didesain untuk memberikan petualangan bagi pengunjung. Wahana yang tersedia di Pesona Nirwana Waterpark antara lain kolom ombak, seluncuran air, dan lazy river. Destinasi wisata ini cocok untuk usia anak hingga dewasa.

4. Tebing Keraton

Punggung bukit bagian Tahura Ir. H. Djuanda DagoPunggung bukit bagian Tahura Ir. H. Djuanda Dago (detik)

Harga tiket

WNI Rp 17 ribu, WNA Rp 57 ribu.

Alamat

Puncak Kordon, RT 02/RW 10, Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Bandung Barat.

Destinasi ini adalah bagian dari Taman Hutan Raya (Tahura) Djuanda dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di sini, pengunjung bisa jalan kaki atau bersepeda menikmati pemandangan sekitar tebing dan matahari tenggelam (sunset). Tebing Keraton juga menjadi spot melihat elang yang sedang singgah, sebelum berpindah tempat.

5. The Great Asia Africa

Pengunjung Menjajal Wahana Sky Ride di The Great Asia Africa Lembang. (Foto: Whisnu Pradana)Pengunjung Menjajal Wahana Sky Ride di The Great Asia Africa Lembang. (Foto: Whisnu Pradana) (Whisnu Pradana/detikJabar)

Harga tiket

Mulai dari Rp 50 ribu, disarankan beli on the spot dengan uang cash atau transfer.

Alamat

Jl. Raya Lembang-Bandung Nomor 71, Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Spot wisata ini menyediakan landmark terkenal dari berbagai negara misal Jepang, Korea Selatan, dan Amerika. Pengunjung juga bisa menyewa pakaian dan berfoto di spot favoritnya. Selain itu, pengunjung bisa menikmati sky ride untuk melihat pemandangan The Great Asia Africa dan sekitarnya dari ketinggian.

6. Pandora Experience Bandung

Harga tiket

Weekday Rp 140 ribu, weekend Rp 156 ribu.

Alamat

Jl. Sukajadi Nomor 173A, Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Destinasi wisata ini menyuguhkan escape room, yang artinya pengunjung wajib memecahkan teka-teki agar bisa keluar dari ruangan. Mulai dari pintu masuk hingga keluar, pengunjung ditantang menguraikan kode dan petunjuk yang tersedia. Tiap petualangan di Pandora Experience dibuat sesuai tema cerita.

7. Dago Dreampark

Dago DreamparkDago Dreampark (GURUN SUGANDA/d’Traveler)

Harga tiket

Weekday Rp 30 ribu, weekend Rp 35 ribu.

Alamat

Jl. Dago Giri Km 2,2 Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Di sini pengunjung bisa menikmati wahana petualangan, selfie anak, dan keluarga. Untuk wahana petualangan tersedia flying fox, panjat dinding, paint ball, dan menjelajah Dago Dreampark dengan ATV di monster trail.

8. Kawah Putih Ciwidey

Objek wisata Kawah Putih CiwideyObjek wisata Kawah Putih Ciwidey (Yuga Hassani/detikJabar)

Harga tiket

WNI Rp 30 ribu, WNA Rp 81 ribu, tiket terusan Rp 74 ribu termasuk ontang-anting, sky walk, dan jembatan apung.

Alamat

Jalan Raya Ciwidey Patengan Km 11 Lebakmuncang Ciwidey, Sugihmukti, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung.

Kawasan Kawah Putih Ciwidey punya beberapa spot wisata yang sayang dilewatkan. Salah satunya Skywalk Cantigi berupa jembatan kayu sepanjang 500 meter dengan tali tambang sebagai pegangan. Jembatan yang naik turun ini terhubung dengan puncak bukit Sunan Ibu, salah satu spot menikmati cantiknya sunrise.

Sebagai informasi, harga tiket Kawah Putih Ciwidey tidak termasuk fasilitas lain yang tersedia. Misal kuda tunggang, panahan, jasa fotografer, sesi foto untuk prewedding, dan syuting.

Sebelum berkunjung ke destinasi wisata petualangan di Bandung, detikers wajib update info lebih dulu di situs atau media sosialnya. Informasi terbaru menjamin ketersediaan layanan, harga tiket, wahana, dan rute terbaik menuju spot wisata pilihan.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ini Masjid Unik di Bandung, Bentuk Mirip Lumbung Padi dan Tanpa Kubah



Bandung

Masjid unik bisa ditemukan di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Bangunan masjid terinspirasi dari leuit (bahasa Sunda) atau lumbung padi yang merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat agraris Jawa Barat.

Konsep tersebut jelas berbeda dengan masjid pada umumnya yang menggunakan atap berkubah dan gaya bangunan ala Timur Tengah. Masjid Salman Rasidi ini merupakan bagian dari Rumah Sakit Salman yang bisa digunakan pasien dan penunggunya, serta masyarakat umum.

“Alhamdulillah para pengunjung mereka nyaman. Jika mau ke arah Ciwidey bisa transit dulu di sini,” kata Ketua Harian DKM Masjid Salman Rasidi Andri Mulyadi seperti dikutip.dari detikJabar.


Tampilan keseluruhan Masjid Salman Rasidi memang sekilas mirip bangunan lumbung padi, dengan atapnya yang runcing. Lengkap dengan tangga menuju pintu leuit yang berada agak jauh dari permukaan tanah. Pintu leuit sengaja tidak dibuat sejajar tanah untuk mencegah kebanjiran atau didatangi hewan.

Di berbagai sisi, bangunan masjid dibuat miring sama halnya seperti bentuk asli dari lumbung padi. Dari luar, bangunan Masjid Salman Rasidi didominasi warna abu-abu dan banyak jendela.

Adanya jendela memungkinkan cahaya matahari masuk bagian dalam masjid, sehingga ruangan tampak terang meski tak ada lampu. Beberapa jendela bisa dibuka yang memungkinkan sirkulasi udara. Hasilnya pengunjung betah berlama-lama untuk menunaikan ibadah atau berfoto di sudut-sudutnya yang estetis.

Masjid Salman Rasidi juga terasa sejuk dengan langit-langit yang tinggi. Menurut Andri, masjid ini dilengkapi pendingin udara namun tidak diletakkan di atas dinding seperti penempatan AC umumnya. Posisi AC berada di bagian pinggir lantai.

“Ini di bawah. Jadi seperti ada angin kan begitu. Ada fasilitas air minum juga dan tempat parkir nyaman, Alhamdulillah,” kata Andri.

Secara keseluruhan, Masjid Salman Rasidi didesain memperhatikan keseimbangan lingkungan. Posisi kaca, jendela, dan ventilasi diatur agar jamaah merasa nyaman serta khusuk beribadah. Masjid tidak butuh banyak energi listrik untuk lampu dan AC karena sudah terang serta sejuk.

Masjid Salman Rasidi,Soreang, Kabupaten BandungBagian dalam Masjid Salman Rasidi di Soreang, Kabupaten Bandung (Yuga Hassani/detikJabar)

Artikel ini sudah naik di detikJabar. Baca selengkapnya di sini

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

6 Kampung Wisata yang Lebih Asri dari Ciwidey, Tapi Belum Terlalu Ramai



Jakarta

Wisata sekitar Bandung selalu jadi favorit karena suasananya yang asri dan adem. Selain Ciwidey, ini 6 desa wisata adem lainnya.

Liburan ke desa yang asri dan adem seakan menghapus semua penat akibat rutinitas di kota. Bandung dan sekitarnya memang punya banyak kampung wisata yang bisa dijelajahi.

Jangan cuma ke Ciwidey, detikTravel kasih kamu 6 pilihan desa wisata lain yang bisa kamu kunjungi di musim libur sekolah ini.


6 Kampung Wisata Lebih Asri dari Ciwidey

1. Desa Wisata Gambung

Perkebunan Teh Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung.,Perkebunan Teh Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung., Foto: Yuga Hassani/ detikJabar

Desa Gambung merupakan salah satu desa wisata yang berlokasi di Jalan Gambung No 02, Mekarsari, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Kawasan ini basanya lebih dikenal dengan nama Ciwidey Gambung, karena lokasnya hanya 8,8 km dari Ciwidey.

Hamparan hijau yang luas terbentang di desa Gambung. Desa wisata ini menyediakan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan. Mulai dari memetik stroberi, melihat berbagai hewan seperti Rusa, hingga berkemah dengan pemandangan sungai yang masih jernih.

Ada berbagai fasilitas yang disediakan baik saung untuk acara gathering, kamar mandi umum, mushola, dan area parkir yang luas.

2. Desa Seni Jelekong

Bagi para pecinta seni rupa rasanya wajib untuk mengunjungi desa yang satu ini. Desa Jelekong yang terletak di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung ini menyediakan berbagai pertunjukan seni. Para pecinta seni pasti akan sangat senang berkunjung ke sini.

Memasuki gapura pertama di desa Jelekong, pengunjung disuguhkan dengan tempat pertunjukkan wayang golek yang cukup besar. Selain itu, berjejer juga rumah perajin wayang golek, kesenian asal Sunda yang sudah mendunia.

Jalan lebih jauh, pengunjung akan memasuki area desa lukis. Semua rumah pada area tersebut berjajar menjajakan lukisannya. Liburan sambil belajar melukis, bisa banget!

3. Desa Wisata CIburial

Desa Ciburial diberi anugerah bentang alam yang indah. Lokasinya berada di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Desa ini terletak di paling utara Kabupaten Bandung.

Terdapat wisata alam di desa Ciburial yang cocok untuk berolahraga. Ada jalur tracking yang bisa dilalui dengan nyaman. Dari puncaknya, kamu bisa melihat pemandangan kota Bandung yang indah. Satu spot wisata yang paling hits adalah Tebing Keraton. Di tebing ini kamu bisa menikmati keindahan alam perbukitan yang diselimuti oleh hutan yang lebat.

Di desa Ciburial juga sering kali mengadakan pertunjukkan seni budaya seperti angklung, degung, calung, gamelan, tari jaipong, wayang golek, tari ketuk tilu, dan pencak selak.

4. Desa Laksana

Desa ini terletak di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sekitar 9 km dari Gunung Guntur. Kampung ini memiliki kawasan wisata alam kawah Kamojang yang indah. Pengunjung dapat menikmati keindahan kawah Kamojang di desa ini.

Produk unggulan yang dimiliki desa ini adalah pertanian dan perkebunannya. Selain kawah, agrowisata di desa Laksana dapat menjadi edukasi. Kamu bisa ikut berkebun dan melihat bentang perkebunan di sini. Selain itu, kamu juga bisa menikmati berbagai kuliner tradisional khas Bandung!

5. Desa Rawabogo

Desa wisata Rawabogo di Kecamatan Ciwidey terkenal akan sebagai kampung kreatif yang menampilkan berbagai pertunjukkan kesenian budaya Sunda dan wisata kuliner tradisional.

Salah satu daya tarik dari desa ini adalah tradisi sawelas sasih yang dilaksanakan setiap tahunnya.Sawelas sasih artinya bulan sebelas. Pada tradisi ini menampilkan musik, nyanyian, dan tarian sebagai rasa syukur kepada Tuhan.

6. Desa Wisata Lamajang

Desa wisata Lamajang, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung memiliki wisata arum jeram yang menyenangkan. Kamu bisa menikmati air sungai yang jernih dan segar di sini.

Desa Lamajang ini juga terkenal akan desa adatnya, yaitu Kampung Cikondang yang masih kental akan kepercayaan mistis. Ada banyak peninggalan dari leluhur seperti rumah adat kasepuhan, dan kerajinan tangan. Di desa ini juga terdapat hutan terlarang yang konon katanya tidak terdeteksi oleh satelit. Namun tidak sembarang orang dapat masuk ke hutan terlarang ini.

(bnl/wsw)



Sumber : travel.detik.com