Tag Archives: cleanipedia

Tips Jitu Usir Tokek Tanpa Dibunuh, Bisa Pakai 4 Bahan Ini


Jakarta

Tokek merupakan salah satu hewan reptil yang keberadaannya diketahui dari suaranya. Hewan noktural ini biasa muncul pada malam hari.

Bagi yang belum pernah melihat wujud tokek, hewan satu ini mirip dengan cecak tetapi ukuran lebih besar seperti kadal dan badannya memiliki banyak corak dan warna. Biasanya tokek bersembunyi di pohon.

Meskipun jarang menampakan diri, tokek juga bisa menyerang saat keadaan terdesak. Gigitan tokek memang tidak berbahaya atau beracun, tetapi dapat menyebarkan bakteri ke tubuh manusia. Jadi berhati-hati saat mendengar suara tokek dan jangan mengganggu mereka.


Apabila merasa terganggu dengan kehadiran tokek, dilansir Cleanipedia, berikut beberapa bahan yang bisa dipakai untuk mengusir tokek dari rumah.

Tenang saja, ada cara mudah mengusir tokek yang tidak berisiko. Cek bahan-bahan yang bisa kamu pakai untuk mengusir tokek di sini, dikutip dari Cleanipedia, Kamis (20/6/2024).

Cara Mengusir Tokek

1. Ampas Kopi

Untuk mengusir tokek tidak harus memakai bahan-bahan baru, memakai ampas kopi juga ampuh lho. Caranya adalah dengan keringkan ampas kopi, lalu letakkan di dalam wadah. Kemudian letakkan di lokasi tokek sering terlihat.

2. Kapur Barus

Bahan lainnya yang cukup instan adalah kapur barus. Sama seperti namanya, kapur barus penggunaannya sama seperti kapur biasanya yakni dicoretkan pada lokasi yang sering terlihat tokek. Bau dari kapur barus tidak disukai oleh tokek sehingga mereka tidak akan berani mendekat.

3. Bawang Putih dan Bawang Merah

Bahan lainnya yang baunya tidak disukai tokek adalah bau bawang merah dan bawang putih yakni kandungan sulfur di dalamnya. Cara untuk menyiapkan perangkapnya adalah dengan iris tipis bawang, lalu letakkan di tempat di mana sering ditemui tokek. Tunggu hingga beberapa hari tokek tidak mau kembali ke sana.

4. Cangkang Telur

Setiap memasak telur, biasanya cangkangnya langsung dibuang. Sekarang, simpan cangkang tersebut karena bisa dibuat untuk perangkap pengusir tokek di rumah. Caranya dengan menghancurkan cangkang telur lalu tebar di area yang sering didatangi tokek. Agar cangkang telur tetap segar, ganti setiap tiga minggu hingga satu bulan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Ada Tikus di Atap Rumah? Ini Penyebab dan Cara Atasinya



Jakarta

Tikus adalah hewan pengerat yang kerap masuk ke dalam rumah. Hama ini suka tinggal di tempat-tempat tersembunyi, salah satunya atap rumah.

Pemilik rumah patut waspada kalau menemukan tikus karena hewan itu bisa jadi sumber penyakit. Tikus sering buang kotoran sembarangan dan merusak barang-barang serta memakan makanan di rumah.

Jika ingin mengusir tikus, pemilik perlu tahu lokasi yang kerap ditinggalinya. Periksalah atap rumah yang sering kali jadi tempat tinggal tikus.


Namun, bagaimana sampai ada tikus di atap rumah ya? Simak penjelasannya berikut ini dikutip dari Cleanipedia.

Penyebab Tikus Ada di Atap Rumah

Tikus bisa masuk rumah lewat atap, saluran air, dan celah pada dinding. Mereka pun bisa bersarang di atap rumah karena faktor-faktor berikut ini.

1. Ada Kebocoran pada Saluran Air

Pipa bocor menarik bagi tikus. Mereka akan kembali ke tempat pipa bocor untuk mendapatkan minum. Bahkan, saluran air yang utuh bisa bocor jika terus menerus digerogoti oleh tikus.

2. Ada Makanan

Tikus akan tinggal di tempat yang terdapat sumber makanan. Setelah tikus mengetahui ada sumber makanan di suatu tempat, mereka akan terus datang untuk mencari makanan.

3. Ada Lubang atau Celah di Tembok

Tikus mampu memasuki lubang yang ukurannya lebih kecil dari tubuh mereka karena tubuhnya fleksibel. Lubang ventilasi pun menjadi salah satu jalur masuk tikus ke dalam rumah.

Cara Usir Tikus dari Atap Rumah

Jika mengetahui ada tikus di atap rumah, segera usir dengan cara berikut ini.

1. Pasang Perangkap Tikus

Periksa area plafon yang sering dilalui tikus. Beberapa tanda adanya tikus adalah kotoran dan bekas cakarang.

Selanjutnya, pemilik bisa memasang perangkap tikus, misalnya lem tikus. Biasanya lem tikus dilengkapi aroma yang memancing tikus untuk keluar.

2. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

Tikus memiliki naluri untuk mengikuti arah ruangan. Untuk cara yang lebih ampuh pemilik bisa menyemprotkan cairan pembasmi tikus pada sepanjang area yang dilalui tikus.

Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

Inilah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah tikus masuk rumah.

1. Tutup Pintu dan Jendela

Biasakan untuk menutup pintu dan jendela di malam hari agar tikus tidak dapat masuk. Keadaan malam yang gelap bisa membuat pemilik tidak bisa melihat tikus yang masuk melalui jendela.

2. Periksa Lubang di Dinding

Lalu, periksa lubang dan celah pada dinding rumah. Tutup celah tersebut agar tidak dapat dilewati oleh tikus.

3. Amankan Makanan dan Sampah

Pastikan untuk menyimpan makanan dan bahan makanan di wadah tertutup sehingga tidak bisa dijamah tikus. Lalu, jangan menyimpan sampah atau sisa makanan di dalam rumah.

4. Periksa Kebocoran Pipa

Periksa kalau ada kebocoran di saluran pipa air. Segera perbaiki pipa air yang bocor supaya tidak memancing datangnya tikus.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Sudah Capek Pel Lantai Malah Muncul Bau Amis, Ternyata Ini Biang Keroknya


Jakarta

Rumah yang bersih dan wangi membuat penghuni betah tinggal di dalamnya. Nah, salah satu cara untuk merawat rumah adalah rajin mengepel lantai.

Penghuni rumah bisa berjalan di sekitar rumah di atas lantai yang kesat dan bersih habis dipel. Rumah akan semakin nyaman kalau lantai memancarkan aroma yang menyegarkan.

Akan tetapi, penghuni rumah nggak boleh sembarangan ngepel. Cara ngepel yang kurang tepat membuat lantai tetap kotor dan malah mengeluarkan bau amis.


Jika penghuni mendapati lantai bau amis setelah dipel, kemungkinan ada yang salah dengan metode ngepelnya. Jangan sampai sudah capek ngepel lantai malah berujung sia-sia. Simak apa saja penyebab dan cara mengatasi lantai bau amis berikut ini.

Penyebab Lantai Bau Amis Habis Ngepel

Inilah beberapa faktor yang membuat lantai bau amis beserta tips membersihkannya dengan benar, dikutip dari Cleanipedia.

1. Air Pel Kotor

Lantai bau amis setelah dipel bisa disebabkan penggunaan air yang kotor. Penghuni harus rajin mengganti air pel dengan yang bersih. Jangan gunakan air yang sudah butek dan berbau.

2. Ember Kotor

Ember pel yang sering digunakan lama-lama bakal kotor dan meninggalkan kerak. Lantai tidak akan bersih maksimal kalau menggunakan air pel yang ditampung dalam ember kotor.

Oleh karena itu, ember perlu dibersihkan dan dikeringkan setiap habis digunakan. Akan lebih baik jika menjemur ember di bawah sinar matahari untuk membantu proses sanitasi.

3. Kain Pel Kotor

Selain itu, bau tak sedap pada lantai dapat bersumber dari kain pel yang kotor. Tentunya, pel tidak akan bersih maksimal kalau dibersihkan menggunakan kain kotor.

Jaga kebersihan pel dengan mencucinya secara rutin dengan detergen, lalu jemur kain pel hingga kering. Kain pel yang disimpan dalam kondisi lembap akan timbul bau amis.

Selain itu, sebaiknya mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali. Sebab, kain pel yang sering digunakan bakal usang.

4. Tidak Pakai Cairan Pembersih dan Pewangi

Bau amis sebenarnya pertanda bahwa lantai belum bersih. Penghuni perlu membasmi kuman dan bakteri penyebab bau menggunakan cairan pembersih lantai. Lalu, pilih pembersih lantai yang mengandung pewangi agar lantai mengeluarkan aroma yang segar.

5. Metode Ngepel Kurang Tepat

Terakhir, cara mengepel yang kurang tepat membuat lantai kurang bersih, sehingga memicu bau amis. Pastikan untuk menggunakan alat dan metode ngepel yang cocok dengan jenis lantai. Lantai keramik biasanya lebih fleksibel dibersihkan dengan berbagai jenis kain pel.

Jika memakai kain pel dengan kepala berupa rumbai-rumbai tali, gunakan gerakkan menyerupai angka delapan. Sementara pel yang terbuat dari spons bisa menggunakan gerakan maju mundur buat mengepel lantai.

Itulah penyebab dan cara mengatasi bau amis pada lantai. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Lantai Keramik Kamar Mandi Menguning? Ini Penyebab dan Cara Bersihkannya


Jakarta

Kamar mandi adalah ruangan yang cepat kotor. Lantai keramik kamar mandi pun lama-lama bisa berubah warna menjadi kuning karena kotor.

Kondisi lantai seperti itu merusak estetika kamar mandi. Oleh karena itu, pemilik sebaiknya cari tahu penyebab keramik menguning dan cara membersihkannya.

Lantas, kenapa lantai keramik kamar mandi berwarna kuning ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Lantai Keramik Menguning

Dikutip dari Certified Stone Professionals, lantai keramik kamar mandi menjadi kuning karena beberapa faktor berikut ini.

  • Air yang mengandung zat besi
  • Asap rokok
  • Semprotan aerosol
  • Produk pembersih dan perlengkapan mandi berbahan kimia keras
  • Penumpukan sisa minyak atau produk perawatan tubuh
  • Paparan air kotor berlebih yang meningkatkan pertumbuhan jamur atau bakteri
  • Pemilihan jenis ubin yang rentan menguning seperti ubin berwarna putih
  • Penggunaan sealer dan berbagai jenis lilin yang mengandung polimer

Cara Bersihkan Lantai Keramik Menguning

Jika lantai keramik kamar mandi berubah warna jadi kuning, penghuni dapat membersihkannya dengan cara berikut ini seperti yang dikutip dari Nobroker dan Cleanipedia.

1. Perasan Air Lemon

Penghuni dapat memperbaiki penampilan ubin menggunakan campuran jus lemon dan boraks. Caranya cukup dengan mengoleskannya ke area yang bermasalah.

2. Cairan Pembersih Kamar Mandi

Cairan pembersih kamar mandi ampuh untuk membersihkan noda kuning membandel pada lantai keramik. Campurkan cairan pembersih dengan air, lalu pel atau gosok ke bagian lantai yang menguning.

3. Cairan Asam Klorida

Asam klorida atau asam muriatik mampu menghilangkan noda kuning yang membandel. Caranya dengan membasahi lantai kamar mandi dan oleskan larutan asam ke keramik yang kuning. Lalu, gosok permukaan keramik secara perlahan.

4. Baking Soda

Selain itu, soda kue juga bahan yang dapat membersihkan lantai kamar mandi menguning. Penghuni bisa langsung pakai baking soda atau campurkan dengan bahan lain seperti cuka. Buatlah pasta dengan bahan itu, lalu oleskan pada lantai yang kering semalaman.

5. Garam

Garam adalah bahan yang efektif untuk membersihkan noda air. Penghuni perlu membasahi dan menaburkan garam pada lantai. Tunggu selama satu atau dua jam, lalu gosok lantai menggunakan spons.

6. Cuka

Campurkan air dan cuka dengan perbandingan yang sama. Kemudian, lap atau gosok bagian keramik yang menguning dengan cairan tersebut.

7. Kaporit

Jika ingin menggunakan kaporit, siram air panas ke lantai kamar mandi, lalu tuang kaporit secara merata. Tunggu kaporit panas selama kurang lebih 30 menit. Lalu, sikat noda kuning dengan sikat. Terakhir, siram air agar noda kuning rontok.

Itulah penyebab dan cara membersihkan lantai keramik kamar mandi yang menguning. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Didiemin, Ini Cara Usir Tikus dari Atap Rumah


Jakarta

Tikus dapat masuk dan bersembunyi di atap rumah. Mereka bisa bersarang dan berkembang biak di sana.

Jangan dibiarkan, penghuni harus memastikan rumah bebas dari serangan tikus. Sebab, tikus adalah hewan kotor yang membawa penyakit.

Sebaiknya periksa atap rumah yang rawan jadi tempat tinggal tikus. Lalu, usir dan pastikan tikus tidak akan kembali lagi.


Dilansir dari Cleanipedia, tikus bisa sampai bersarang di atap rumah karena beberapa faktor. Pertama, ada lubang atau celah yang menjadi akses masuk tikus. Kemudian, ada sumber makanan dan minuman bagi tikus di atap, misalnya air dari kebocoran.

Di samping itu, beberapa tanda tikus adalah ada kotoran dan bekas cakaran. Jika menemukan tanda-tanda tikus di atap, segera usir dengan cara berikut ini.

Cara Usir Tikus di Atap Rumah

Inilah cara mengusir tikus yang ada di atap rumah.

1. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

Semprotkan cairan pembasmi tikus sepanjang jalur yang sering dilaluinya. Hewan pengerat ini punya naluri untuk mengikuti arah ruangan.

2. Pasang Perangkap Tikus

Gunakan perangkap lem untuk menangkap tikus. Biasanya lem tikus dilengkapi aroma yang memancing tikus untuk keluar.

Cara Cegah Tikus Masuk Rumah

Selain itu, penghuni rumah sebaiknya mencegah tikus masuk ke rumah dengan cara berikut ini.

1. Tutup Celah dan Lubang Dinding

Periksalah lubang dan celah pada dinding. Pastikan untuk menutup celah tersebut agar tikus tidak tidak bisa masuk rumah.

2. Tutup Pintu dan Jendela

Tutup pintu dan jendela di malam hari untuk mencegah tikus menyelinap ke dalam rumah. Pemilik bisa saja tidak menyadari tikus masuk karena kondisi gelap ketika malam.

3. Perbaiki Kebocoran Pipa

Periksalah kebocoran saluran pipa air di sekitar rumah. Segera perbaiki pipa air yang bocor agar tidak menarik tikus buat datang.

4. Amankan Makanan dan Sampah

Simpanlah makanan dan bahan-bahan di dalam wadah tertutup biar tikus tidak bisa meraihnya. Lalu, jangan terlalu lama menyimpan sampah atau sisa makanan di dalam rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Awas Ulat Bulu Suka Gerogotin Tanaman Hias, Begini Cara Basminya


Jakarta

Pemilik rumah yang memelihara tanaman hias perlu waspada dengan ulat bulu. Hama ini bisa menggerogoti tanaman, bahkan sampai mematikannya.

Selain itu, kehadiran ulat bulu di rumah dapat mengganggu penghuni rumah. Jika ulat bulu sampai terkena kulit, bakal muncul sensasi gatal.

Oleh karena itu, pemilik perlu segera menangani ulat bulu yang masuk rumah. Simak cara basmi ulat bulu berikut ini.


Cara Basmi Ulat Bulu

Inilah cara membasmi ulat bulu untuk mengamankan tanaman hias, dikutip dari Cleanipedia.

1. Bersihkan Tong Sampah

Penghuni rumah perlu rutin membersihkan tong sampah, setidaknya 2-3 seminggu. Sebab, sisa makanan dapat menarik ulat bulu untuk memasuki rumah. Apalagi kalau sampah tersebut ada sisa sayur dan kulit buah.

2. Mengoleskan Oli

Cegah ulat bulu masuk rumah dengan mengoleskan oli di pinggir pintu dan jendela. Ulat bulu tidak suka aroma dan kelengketan oli. Dengan begitu, ulat bulu bakal enggan mendekati rumah dan tidak sampai ke tanaman hias.

3. Semprotkan Pestisida Alami

Buatlah semprotan pestisida alami dengan cabe merah dan bawang putih. Rendam bahan tersebut dalam air sabun dan endapkan. Semprotkan cairan tersebut ke batang dan daun untuk mencegah ulat bulu hinggap di tanaman hias.

4. Buang Ulat Bulu secara Manual

Selain itu, penghuni rumah bisa membuang ulat bulu secara manual. Cara ini cukup ekstrem karena berisiko bikin kulit gatal kalau tersentuh ulat bulu. Pastikan untuk menggunakan alat seperti sarung tangan, penjepit, atau sendok plastik untuk mengambil ulat bulu ya.

5. Tabur Bubuk Bacillus Thuringiensis

Terakhir, pemilik bisa menggunakan bubuk Bacillus Thuringiensis (Bt) sebagai pestisida. Taburkan bubuk tersebut langsung pada tanaman untuk membasmi ulat bulu.

Itulah beberapa cara untuk membasmi ulat bulu agar tanaman hias tidak digerogotin. Semoga berhasil!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Lantai Bau Amis Meski Sudah Dipel? Ini Penyebab dan Cara Atasinya



Jakarta

Penghuni rumah biasanya menyapu lalu mengepel lantai agar bersih dan wangi. Namun, terkadang lantai muncul bau amis meski sudah dipel.

Alih-alih membersihkan rumah, lantai malah bau amis dan bikin kesan masih kotor. Hal ini sebenarnya bisa disebabkan oleh cara mengepel yang kurang tepat maupun alat pembersih yang kotor.

Lantas, kenapa lantai bisa bau amis setelah dipel ya? Simak penjelasannya berikut ini.


Penyebab Lantai Bau Amis Habis Dipel

Inilah beberapa penyebab lantai bau amis walau sudah dipel, dikutip dari Cleanipedia.

1. Air Pel Kotor

Jika lantai bau amis setelah dipel, penyebabnya bisa jadi air yang digunakan kotor. Sebaiknya penghuni sering mengganti air pel, apalagi kalau warnanya sudah butek dan berbau.

2. Kain Pel Kotor

Selain air, kain pel yang kotor juga membuat lantai bau amis. Kain pel kotor tentu tidak dapat membersihkan lantai secara optimal.

Pastikan untuk mencuci pel secara berkala menggunakan detergen, lalu menjemurnya. Simpan pel dalam kondisi kering agar tidak muncul bau amis. Penghuni juga bisa mengganti kain pel setiap tiga bulan sekali.

3. Ember Kotor

Ember yang sering digunakan bakal kotor dan meninggalkan kerak. Air pel yang ditampung dalam ember kotor itu pun bisa jadi penyebab bau amis pada lantai. Penghuni perlu membersihkan dan mengeringkan ember setiap kali selesai digunakan.

4. Tidak Pakai Cairan Pembersih

Bau amis merupakan pertanda lantai belum bersih. Mengepel dengan air saja tidak cukup untuk membersihkan lantai. Sebaiknya gunakan cairan pembersih yang juga mengandung pewangi agar lantai tak bau.

5. Metode Ngepel Kurang Tepat

Metode ngepel lantai yang kurang tepat juga memicu bau amis. Gunakan alat dan metode ngepel sesuai dengan jenis lantai. Lantai keramik bisa dibersihkan menggunakan berbagai kain pel.

Kalau penghuni menggunakan kain pel dengan kepala berupa rumbai-rumbai, lakukan gerakan menyerupai angka delapan. Sementara pel berupa spons, penghuni bisa melakukan gerakan maju mundur buat mengepel lantai.

Itulah beberapa penyebab lantai bau amis meski sudah dipel. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tikus Ternyata Suka Bersarang di Atap Rumah, Ini Cara Usirnya


Jakarta

Tikus merupakan salah satu hama yang kerap mengganggu manusia. Hewan ini sering kali ditemukan bersarang di sejumlah tempat, salah satunya pada bagian atap rumah.

Meski tinggal di atap, tapi tikus masih bisa mengganggu penghuni rumah. Misalnya, tikus dapat turun ke bawah demi menggerogoti sisa-sisa makanan yang ada di atas meja makan.

Munculnya sarang tikus di dalam rumah tentu tidak bisa dianggap remeh. Sebab, tikus bisa membawa sejumlah kotoran dan bakteri yang dapat membahayakan kesehatan manusia.


Ingin tahu mengapa tikus bisa bersarang di atap rumah? Lalu bagaimana cara untuk mengusirnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.

Penyebab Tikus Sering Bersarang di Atap Rumah

Ada sejumlah faktor yang membuat tikus memilih bersarang di atap rumah. Dilansir situs Cleanipedia, berikut penyebabnya:

1. Ada Lubang atau Celah

Tikus bisa masuk ke atap rumah dengan melewati lubang ventilasi udara. Selain itu, ada celah yang terbuka juga bisa mengundang tikus untuk datang dan membuat sarang di atap rumah.

Hewan ini bahkan mampu masuk ke dalam lubang yang ukurannya lebih kecil dari tubuh mereka. Sebab, tikus memiliki tubuh yang lentur.

2. Menemukan Sumber Air

Jika tikus bersarang di atap rumah maka kemungkinan besar karena ada pipa air yang bocor. Air yang keluar dari pipa dimanfaatkan oleh para tikus untuk mendapatkan minum. Bahkan, tikus tak segan untuk menggerogoti pipa air agar bisa mendapatkan air yang jauh lebih banyak.

3. Tempat yang Nyaman

Faktor lain yang membuat tikus bersarang di atap rumah karena menemukan tempat yang aman. Perlu diketahui, tikus termasuk hewan yang dapat bersarang di tempat hangat dan gelap.

Selain itu, rumah yang kotor juga menjadi tempat yang cocok bagi tikus untuk bertahan hidup. Maka tak heran kalau sering menemukan tikus di meja makan atau dapur saat malam hari.

Cara Ampuh Mengusir Tikus dari Atap Rumah

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengusir tikus dari atap rumah. Berikut langkah-langkahnya:

1. Periksa Atap Rumah

Langkah pertama adalah mengecek area plafon rumah yang sering dilalui tikus. Jika melihat tanda-tanda seperti muncul kotoran tikus atau bekas cakaran di kayu, maka sebaiknya lakukan penanganan dengan cepat agar tikus bisa keluar dari rumah.

2. Pasang Lem Tikus

Jika sudah menemukan jejak tikus di atap rumah, kini tinggal memasang perangkap tikus. Kamu bisa memasang lem tikus dengan cara menempatkannya di area yang sering dilalui hama tersebut.

Jangan lupa letakkan beberapa makanan yang beraroma menyengat. Hal ini agar tikus bisa terpancing dan masuk ke perangkap.

3. Semprotkan Cairan Pembasmi Tikus

Guna mencegah tikus datang lagi ke atap rumah, kamu bisa menyemprotkan cairan pembasmi tikus. Lakukan penyemprotan cairan secara berkala agar hama tersebut tak akan datang lagi.

Itu dia penyebab tikus bersarang di atap rumah dan cara mengusirnya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Bukan Sekadar Bumbu, Bawang Putih Ampuh buat Usir Tikus-Cicak


Jakarta

Bawang putih kerap digunakan sebagai bahan masakan andalan untuk menambah cita rasa dan wangi. Di luar itu, bawang putih juga memiliki keunggulan lain, yakni bisa menjadi senjata sakti pengusir hewan-hewan yang tak diinginkan di rumah.

Hal ini dikarenakan bawang putih memiliki aroma yang khas dan kuat yang dapat mengganggu indra penciuman hewan yang hendak berburu makanan di rumah. Lantas, hewan apa saja yang takut dengan bau bawang putih dan bagaimana cara memasang perangkapnya? Berikut penjelasannya.

Cara Mengusir Hama di Rumah Pakai Bawang Putih

1. Tikus

Siapa di sini rumahnya sering didatangi tikus. Terus mereka sering bikin berisik dan rusak barang-barang di rumah. Daripada pasang perangkat berbahan kimia, coba pakai bawang putih saja. Dilansir detikFood, aroma bawang putih yang menyengat juga bisa mengalihkan perhatian tikus. Cara memasang perangkapnya adalah dengan bungkus bawang putih di dalam kain kasa. Letakkan bungkusan ini di area yang sering dijangkau tikus. Diamkan bungkusan bawang putih ini selama beberapa hari dan tikus tak akan berani datang lagi. Sebagai catatan, kamu juga harus kasih akses jalan untuk tikus keluar dan tutup akses tersebut agar mereka tidak kembali lagi.


2. Nyamuk

Hewan kedua adalah nyamuk. Hewan yang kerap menghisap darah manusia ini bukan hanya membuat gatal-gatal, melainkan bisa mengganggu orang dengan suaranya dan bisa menularkan penyakit berbahaya seperti DBD. Dikutip dari Architectural Digest India, nyamuk ternyata tidak suka dengan bau bawang putih. Baunya terlalu menyengat sehingga mereka enggan mendekat.

Cara pasang perangkapnya adalah dengan menumbuk beberapa siung bawang putih dan panaskan di air mendidih. Setelah dingin, tuang cairan bawang putih ke dalam botol spray dan semprotkan di sekitar rumah.

3. Ulat Bulu

Bagi rumah yang dekat kebun, biasanya ulat bulu mudah sekali ditemukan. Hewan ini kerap berkamuflase sehingga berbahaya jika tersentuh karena bisa menyebabkan gatal-gatal. Mengutip dari Cleanipedia, bawang putih yang dicampurkan dengan sabun cuci piring dan air dapat menjadi cairan ajaib yang tidak disukai ulat bulu.

Cara membuatnya dengan merendam bahan-bahan tersebut. Kemudian, cairan tersebut dimasukkan ke dalam botol semprotan. Cairan ini ampuh untuk mengusir ulat bulu di batang tanaman dan daun. Cairan ini bisa disimpan berminggu-minggu dan digunakan setiap hari sampai ulat bulu benar-benar hilang.

4. Cicak

Hewan yang pasti ada di rumah adalah cicak. Hewan ini sebenarnya tidak pernah menyerang, tetapi keberadaan cukup mengganggu dan sering buang kotoran sembarangan. Bawang putih ternyata ditakuti oleh cicak berdasarkan catatan detikJabar. Cicak diketahui tidak menyukai bau bawang putih, merah, atau bombai. Aneka bawang yang memiliki aroma tajam tersebut dapat ditaruh di sejumlah area rumah.

Jika tidak ingin rumah dikotori oleh berbagai bawang, kamu bisa membuat semprotan bawang. Caranya, detikers perlu membuat jus bawang putih untuk kemudian dimasukkan ke dalam botol semprot. Untuk menggunakannya, kamu cukup menyemprotkan cairan tersebut ke area yang sering dihinggapi cicak.

Itulah cara mengusir berbagai hama di rumah. Semoga bermanfaat!

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Pakaian Masih Bau Meski Sudah Dicuci Berulang Kali? Ini Sebabnya


Jakarta

Agar pakaian kembali bersih dan wangi maka harus dicuci menggunakan carian detergen. Setelah itu, jemur baju di bawah sinar matahari agar cepat kering.

Namun sayangnya, baju yang telah dicuci terkadang masih mengeluarkan bau tidak sedap. Meski sudah dicuci sampai berulang kali dengan detergen, tapi tetap saja pakaian masih bau.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan pakaian tetap bau meski sudah dicuci berulang kali. Apa sebabnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Penyebab Pakaian Masih Bau Walau Sudah Dicuci

Dilansir situs Cleanipedia, berikut sejumlah penyebab pakaian masih bau meski sudah dicuci sampai berulang kali:

1. Mesin Cuci Sudah Kotor

Sama halnya seperti pakaian, mesin cuci yang digunakan berulang kali juga harus dibersihkan. Soalnya, partikel debu dan kotoran bisa menumpuk di bawah mesin cuci sehingga dapat mengotori pakaian saat sedang dicuci.

2. Jumlah Detergen yang Tidak Tepat

Detergen sangat penting digunakan saat mencuci agar baju kembali bersih dan wangi. Namun, apakah kamu memperhatikan jumlah detergen yang digunakan?

Jika jumlah detergen terlalu banyak maka tidak akan terbilas dengan air secara optimal, sehingga meninggalkan sisa di bawah mesin cuci. Seiring waktu, sisa detergen tersebut akan lembap dan memicu bau tidak sedap.

Di sisi lain, jumlah detergen yang terlalu sedikit membuat pakaian yang dicuci tidak akan bersih dan wangi. Maka dari itu, penting untuk menuangkan detergen sesuai ketentuan.

3. Membiarkan Pakaian di Mesin Cuci

Sering membiarkan pakaian di mesin cuci selama berjam-jam? Jika iya, maka hal itu bisa memicu pakaian jadi bau. Sebab, udara lembap di dalam mesin cuci membuat pakaian yang harusnya wangi malah justru bau.

Oleh sebab itu, segera jemur pakaian yang telah dicuci. Jangan dibiarkan berjam-jam atau bahkan seharian di dalam mesin cuci.

4. Menjemur Pakaian di Tempat Lembap

Pakaian yang dijemur di tempat lembap dan minim sinar matahari akan menciptakan bau tidak sedap. Meski awalnya baju terasa wangi dan segar usai dicuci, tapi bisa saja menjadi bau karena tidak dijemur secara benar.

Pastikan kamu menjemur baju di bawah sinar matahari langsung. Panas dari matahari dapat mengeringkan baju dengan cepat.

5. Proses Pengeringan yang Tidak Tepat

Baju yang telah dicuci akan memasuki tahap pengeringan. Pada fase ini, pastikan baju benar-benar dikeringkan dengan mesin cuci sampai selesai. Proses pengeringan yang tidak tepat membuat baju masih basah dan berpotensi menimbulkan bau apak.

Saat proses pengeringan dengan mesin cuci, sebaiknya jangan menaruh pakaian dalam jumlah banyak. Hal ini dapat memberikan beban besar pada mesin cuci sehingga tidak bekerja secara optimal.

6. Pakaian Masih Basah Saat Diangkat dari Jemuran

Pakaian yang dijemur sebaiknya diangkat jika benar-benar sudah kering. Cek bagian sela-sela ketiak dan bawah baju. Kalau masih sedikit basah sebaiknya biarkan dijemur selama beberapa jam lagi.

Mengangkat pakaian yang masih basah berpotensi menimbulkan bau apak. Jika baju langsung dimasukkan ke dalam lemari, maka bau tersebut bisa menyebar ke seluruh pakaian.

Itulah enam penyebab pakaian yang dicuci masih mengeluarkan bau. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com