Tag Archives: cuaca

Bianglala Raksasa The Wheel Bali



Badung

Di Canggu, ada wahana wisata baru berupa bianglala raksasa bernama The Wheel Bali. Seperti apa penampakannya?

Bianglala berukuran jumbo hadir di Canggu. Lokasi tepatnya berada di Gang Sri Kahyangan, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Bianglala bernama The Wheel Bali itu menawarkan pengalaman menikmati ketinggian dengan kenyamanan dan keamanan lengkap, ditambah panorama alam yang menawan.


Bianglala ini memiliki tinggi 42,5 meter atau setara gedung 10-14 lantai. Rasa deg-degan tentu muncul ketika mencapai puncaknya, namun pengelola memastikan keamanan terjamin.

Setiap kabin di bianglala ini dilengkapi dengan penangkal petir, alat pengukur kecepatan angin, genset cadangan, hingga teknologi canggih untuk menjaga keselamatan wisatawan yang naik ke dalamnya.

Putaran mesin penggerak bianglala diatur pelan dengan mekanisme rotasi yang membuat kabin tetap stabil. Kabin juga dilengkapi pendingin ruangan, kaca riben, dan kursi empuk yang menambah kenyamanan.

Total ada 20 kabin dengan kapasitas 4-6 orang, baik dewasa maupun anak-anak. Pengunjung tidak perlu menunggu lama, karena begitu membeli tiket, kalian langsung bisa naik wahana itu.

Melihat Panorama Bali dari Atas Ketinggian

Durasi sekali naik bianglala berlangsung 10-12 menit atau sekitar dua kali putaran. Dari atas bianglala ini, wisatawan bisa melihat hamparan sawah khas Canggu nan hijau.

Traveler juga bisa memandangi garis pantai di pesisir barat Bali, hingga patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berjarak 25 km. Saat cuaca cerah, Gunung Agung juga tampak dari kejauhan.

Tri Sutrisno (28) dan Alifa Rara (24), wisatawan asal Makassar, mengaku puas setelah mencoba wahana bianglala raksasa ini.

The Wheel Bali, wahana bianglala yang menawarkan keindahan Bali dari ketinggian di Canggu, Badung.The Wheel Bali, wahana bianglala baru di Canggu Foto: I Nyoman Adhisthaya Sawitra/detikBali

“Seru, asyik sih, ini pertama kali mencoba bianglala berukuran besar seperti ini,” ungkap Tri, Jumat (5/9/2025).

Meski sempat takut karena kabin sedikit bergoyang saat berpindah posisi, keduanya tetap menikmati pengalaman.

“Untuk putarannya tidak terasa, tiba-tiba sudah di posisi sebaliknya. Untuk viewnya cakep sih, karena kita langsung lihat sunset gitu, worth it pokoknya,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Gita Julianti (20), wisatawan asal Denpasar. Ia datang bertiga bersama pacar dan temannya.

“Seru banget apalagi setelah bertahun-tahun tidak pernah naik bianglala, terutama dari pemandangannya kita bisa lihat hampir sekeliling Bali, bahkan GWK yang di Jimbaran kelihatan, bagus banget deh,” ujarnya.

Pengunjung perlu memperhatikan kondisi cuaca. Jika angin kencang, hujan, atau gerimis, wahana bianglala ini tidak beroperasi dengan alasan keamanan.

Waktu terbaik menikmati The Wheel Bali adalah sore menjelang matahari terbenam pukul 17.00-18.30 Wita atau malam hari sekitar pukul 19.00 hingga tutup.

Harga Tiket The Wheel Bali

Harga tiket promosi saat ini Rp 55 ribu untuk anak-anak dan Rp 110 ribu untuk dewasa sekali naik. Bagi pengunjung yang hanya ingin berfoto atau membuat video di sekitar area bianglala, pengelola tidak memungut biaya alias gratis.

——–

Artikel ini telah naik di detikBali.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Curug Cantik Dekat Bekasi, Bisa Jadi Spot untuk Liburan Singkat



Bekasi

Bekasi selama ini dikenal sebagai kota industri yang sibuk dan padat penduduk. Tapi siapa sangka, tak jauh dari hiruk-pikuk kota, ada sejumlah curug atau air terjun cantik yang bisa jadi pilihan untuk melepas penat.

Mulai dari air terjun tersembunyi di tengah kota, hingga yang berada di kaki gunung, semuanya bisa dijangkau dalam waktu 1-2 jam saja dari Bekasi.

1. Curug Parigi – Bekasi

Curug Parigi merupakan air terjun terdekat dari pusat Kota Bekasi. Berlokasi di Bantargebang, curug tersebut bisa dicapai hanya dalam waktu sekitar 30 menit dari Jalan Raya Narogong.


Meski tak terlalu tinggi, aliran airnya melebar seperti tirai alami yang kerap disebut-sebut mirip Niagara mini. Tempat ini cukup populer untuk spot foto karena tampilannya yang unik.

Namun, fasilitas di lokasi masih tergolong sederhana. Jadi, sebaiknya bawa bekal sendiri dan pastikan untuk tidak meninggalkan sampah.

2. Curug Cigentis – Karawang

Sekitar 1,5 jam berkendara dari Bekasi, traveler bisa menemukan Curug Cigentis yang terletak di Kecamatan Tegalwaru, Karawang. Air terjun ini dikelilingi oleh hutan lebat yang membuat udara di sekitarnya terasa sejuk dan menyegarkan.

Curug Cigentis KarawangCurug Cigentis Karawang. (Asti Azhari/detikTravel)

Harga tiket masuknya juga cukup ramah di kantong, sekitar Rp 25 ribu per orang. Selain bermain air, pengunjung juga bisa trekking ringan menyusuri jalur alam sambil menikmati suasana pegunungan.

3. Curug Leuwi Hejo – Bogor

Bergeser ke kawasan Sentul, Bogor, ada Curug Leuwi Hejo yang terkenal karena airnya yang bening berwarna kebiruan. Untuk mencapai lokasi, pengunjung perlu berjalan kaki menyusuri jalur setapak selama kurang lebih 20 menit.

Bermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi HejoCurug Leuwi Hejo. (Luthfi hafidz/detikcom)

Begitu tiba, rasa lelah langsung terbayar dengan pemandangan kolam alami yang menggoda untuk langsung diceburin. Tak heran kalau tempat tersebut jadi favorit wisatawan muda dari Jakarta dan Bekasi.

4. Curug Bidadari – Sentul

Masih di kawasan Sentul Paradise Park, Curug Bidadari menawarkan air terjun setinggi 40 meter dengan aliran yang cukup deras. Di bawahnya terdapat kolam buatan yang dikelola dengan baik, lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung.

Mulai dari area parkir, kamar mandi, hingga wahana permainan air tersedia di sini. Tempat ini cocok untuk liburan keluarga yang ingin menikmati suasana alam tanpa mengorbankan kenyamanan.

5. Curug Nangka – Bogor

Curug Nangka di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, BogorCurug Nangka. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bagi traveler yang suka tantangan dan kegiatan outdoor, Curug Nangka di kawasan kaki Gunung Salak bisa jadi opsi menarik. Lokasinya memang cukup jauh, sekitar dua jam dari Bekasi, tapi pemandangan hutan pinus dan gemericik air sepanjang jalur membuat perjalanan terasa menyenangkan.

Jalur menuju curug ini tergolong menantang, sehingga cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan petualangan ringan sambil menikmati alam.

Tips Wisata ke Curug

Datanglah di pagi atau siang hari untuk menghindari keramaian, terutama di akhir pekan. Lalu, gunakan alas kaki yang nyaman dan tahan air, karena sebagian besar curug hanya bisa diakses dengan berjalan kaki.

Kemudian yang tak kala pentingnya, bawa kantong sampah sendiri dan pastikan tidak meninggalkan sampah di lokasi wisata.

Dan juga jangan lupa untuk selalu cek prakiraan cuaca sebelum berangkat. Karena air terjun bisa berbahaya saat musim hujan atau hujan deras turun tiba-tiba.

(upd/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Nyamannya Sensasi Air Hangat Gunung Guntur di Cahaya Villas Garut



Garut

Berkali-kali liburan ke Garut, baru di akhir pekan kemarin akhirnya kami kesampaian menginap di Cahaya Villas. Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.

Sekalipun demikian, air panas ini tak beraroma belerang dan tak bikin pedih di mata. Setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam dari Depok, saat check-in selepas Ashar bersama anak-anak kami langsung melepas penat dengan berenang di kolam renang. Benar-benar bikin fresh. Sementara istri memilih berendam di kolam Jacuzzi yang tersedia di setiap tipe villa.


“Kami merupakan resort hotel yang mengakomodir semua segmentasi market (individu, family , komunitas, government & corporate),” tutur GM Cahaya Villa Antoni Gultom saat berbincang dengan detikTravel.

Berdiri di atas lahan sekitar 18 ribu m2, Cahaya Villas yang beroperasi mulai Oktober 2018 dilengkapi hotel berkapasitas 120 kamar, dan 43 kamar villa untuk tipe standar, suites, dan penthouse. Cahaya Villas, kata Antoni, dilengkapi 2 ballroom, yakni Papandayan Meeting Hall berkapasitas 500 orang dan ⁠Cahaya Grand ballroom (1.200 orang).

“Kalau untuk okupansi rata-rata per bulan 85%, kalau libur panjang Maulid pekan lalu tingkat hunian sampai 95%,” imbuh alumnus Akademi Perhotelan Aktripa Bandung itu.

Tak seperti hotel dan penginapan lain, Cahaya Villas yang berlokasi di Jl. Cipanas Baru No. 83, Langensari memanfaatkan air panas alami dari Gunung Guntur untuk shower, kolam renang, maupun water parknya.  SFasilitas bermain perahu di Cahaya Villas Foto: Sudrajat

Fasilitas lainnya, dari pengamatan selintas detikTravel Cahaya Villas dilengkapi area fitness, danau buatan untuk anak-anak dan keluarga bermain perahu, kafe, dan lainnya.

Area parkir di halaman depan cukup luas. Untuk para tamu yang menginap di villa, setiap kendaraan dapat langsung diparkir di depan atau samping villa.
Resto untuk sarapan cukup luas, menyajikan aneka menu lokal, Asia, maupun Eropa.

Cahaya Villas, GarutCahaya Villas Hotel, Garut (Foto:Sudrajat/detikcom)

Selain soal ras, vie ke arah Gunung Guntur yang seolah berada di pelupuk mata menjadi sensasi tersendiri. Di tengah menikmati sarapan, kebanyakan tamu asyik berselfie ria dengan latar gunung tersebut.

“Semuanya sih oke, kecuali WiFi-nya agak lemot. Mungkin karena cuaca dan daerah ini dikelilingi pegunungan ya,” kata Mukti Rahardi, mahasiswa asal Semarang yang menginap bersama keluarganya.

Ia terlihat menutup laptopnya dan kemudian asyik berselancar di dunia maya melalui iPhone di genggamannya.

(jat/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Gunung Luhur, Puncak Eksotis di Banten



Lebak

Gunung Luhur, sebuah destinasi yang pernah viral saat pertama kali dikenalkan lewat media sosial. Ia memang seeksotis itu.

Awalnya, tempat ini cuma kebun biasa milik warga, tapi karena keindahannya, kini jadi salah satu spot wisata favorit di Banten. Gunung Luhur mendapat julukan “negeri di atas awan” karena pemandangannya. Saat pagi hari, kabut tebal menyelimuti area perbukitan dan menciptakan pemandangan indah yang bikin banyak orang terpukau.

Meski disebut gunung, Gunung Luhur sebenarnya lebih mirip bukit dengan ketinggian sekitar 1.037 meter. Suasananya yang tenang dan udaranya sejuk sangat cocok untuk para pencinta alam yang ingin menikmati suasana sejuk dan tenang tanpa perlu mendaki terlalu ekstrem.


Gunung Luhur di BantenGunung Luhur di Banten Foto: (Afif Farhan/detikcom)

Pemandangan samudera awan di Gunung Luhur ini menjadi daya tarik tersendiri. Pemandangan itu bisa didapatkan di pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB. Pengunjung disarankan untuk bermalam di puncak.

Meski demikian, pemandangan samudera awan tidak bisa didapatkan tiap hari. Hal itu tergantung kondisi cuaca.

Untuk memasuki kawasan puncak Gunung Luhur pengunjung dikenakan tarif Rp 5.000. Bagi yang mau menginap di puncak dapat membawa tenda dan membayar biaya sewa lahan Rp 30.000. Kalau tidak membawa tenda, traveler bisa menyewa tenda dengan biaya Rp 100.000 untuk empat orang.

Iklim di Gunung Luhur hutan hujan tropis berlaku di daerah itu. Suhu rata-rata tahunan di sana yakni 22 derajat Celcius.

Bulan terhangat adalah Oktober yakni dengan suhu rata-rata adalah 23 derajat Celcius, dan yang terdingin adalah Januari dengan suhu 21 derajat Celcius.

Gunung Luhur terletak di area Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten. Lokasinya hanya sekitar 70 km dari Rangkasbitung dan 140 km dari Jakarta, jadi bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi dengan mudah.

Jika tidak menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa memakai opsi melalui kereta ke Stasiun Rangkasbitung, lalu dilanjutkan dengan sewa mobil atau angkutan umum hingga Desa Citorek.

Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan dengan ojek atau berjalan kaki ringan untuk mencapai puncak Gunung Luhur. Jalannya sudah diperbaiki dan relatif ramah untuk kendaraan, jadi perjalanan cukup lancar selama kondisi cuaca mendukung.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Kebun Teh Kemuning Karanganyar: Destinasi Fotogenik



Karanganyar

Jawa Tengah penuh pesona, wisata alamnya juga juara. Kamu yang mau jalan-jalan di destinasi fotogenik, wajib datang ke Karanganyar

Memiliki pemandangan hijau nan asri, Kebun Teh Kemuning menjadi salah satu destinasi tersembunyi. Lokasinya di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tak begitu jauh dari Solo.

Jika ingin berburu foto, datanglah pagi hari, sekitar pukul 08.00-10.00 WIB. Jangan lupa untuk mengecek ramalan cuaca supaya kamu datang saat hari cerah dan tidak berkabut.


Pemandangan utama kebun teh ini adalah Gunung Lawu. Pemandangan yang megah dan udara yang segar akan membuatmu lupa dengan hiruk-pikuk dan rutinitas kota.

Kebun Teh Kemuning di KaranganyarKebun Teh Kemuning di Karanganyar (dok.Wahyu Setyo Widodo/detik travel)

Dengan latar seindah itu, tak heran Kebun Teh Kemuning jadi incaran turis-turis. Yang kini sedang viral adalah spot foto kincir angin dan Bukit Teletubbies.

Mengutip laman Dinas Pariwisata Solo, ada berbagai aktivitas menarik yang bisa kamu lakukan selama berkunjung di Kebun Teh Kemuning. Kalau mulai bosan jalan-jalan di kebun teh, detikers bisa mencoba bermain olahraga yang menantang seperti paralayang.

Untuk menjajal paralayang, traveler harus mengunjungi bukit paralayang di Desa Segoro, Kemuning, Karanganyar. Sayangnya, tidak dijelaskan berapa harga tiket untuk bermain paralayang.

Di sekitar Kebun Teh Kemuning juga terdapat sebuah air terjun bernama Air Terjun Jumog. Bila dilihat dari Google Maps, jaraknya hanya sekitar 6,5 km atau 15 menit perjalanan dari Kebun Teh Kemuning.

Ingin seru-seruan bermain air bersama teman atau keluarga? Cobalah datang ke Senatah Adventure. Di tempat wisata ini, kamu bisa mencoba beragam aktivitas petualangan seru seperti river tubing, menyusuri hutan dengan Jeep, hingga outbound.

Harga tiket masuk (HTM) ke Kebun Teh Kemuning tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Jadi, detikers hanya dikenakan tarif parkir kendaraan saja.

Kamu akan dikenakan biaya tambahan jika berkunjung ke bukit Teletubbies, yakni sebesar Rp 10.000/orang. Oh ya, ada juga jembatan kaca yang bikin senam jantung! Harga tiketnya Rp 30.000/orang.

Jam operasional Kebun Teh Kemuning yakni pukul 08.00 – 15.00 WIB. Namun, ada juga sejumlah wisatawan yang menginap di sini karena mereka akan mengikuti touring Jeep di malam hari.

(bnl/row)



Sumber : travel.detik.com

Rute Baru Open Top Tour Jakarta, Jalan Sore Lewat Situs Bersejarah


Jakarta

Open Top Tour Jakarta menyediakan rute baru bernama Jakarta Heritage bagi penikmat jalan-jalan sore. Rute yang baru diresmikan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno ini melewati seluruh tempat-tempat bersejarah. Tur tersedia pada sore dan malam hari ketika matahari tak lagi bersinar terik.

Detik travel berkesempatan ikut tur dengan bus tingkat yang terbuka di bagian atapnya ini pada Selasa (7/10/2025). Sunset Heritage Tour ini menggunakan bus setinggi 4,1 meter yang dipadati pengunjung. Para pengunjung langsung menuju bagian atas bus yang terbuka.

Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Tepat ketika bus berangkat, kita merasakan angin sore berhembus sejuk di sekitar tempat duduk. Sinar matahari tidak lagi bersinar terik, sehingga cuaca terasa lebih bersahabat. Sunset Heritage Tour adalah pilihan tepat bagi yang ingin healing murah dan nyaman.


“Kebetulan cuacanya lagi adem dan ada angin. Overall seru bisa keliling Jakarta lihat-lihat gedung bersejarah dan ingin memenuhi rasa penasaran,” ujar Gina salah satu pengunjung dari Jakarta Selatan saat ditemui detik travel usai Open Top Tour of Jakarta seri Jakarta Heritage.

Selama Open Top Tour, kita bisa menikmati suasana sore Jakarta dan berkeliling melewati gedung yang berusia puluhan hingga ratusan tahun. Lokasi yang dikunjungi antara lain Gedung Filateli, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, hingga Istana Negara.

Saat detiktravel mencoba Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage, bus ini melewati rute Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, dan Lapangan Banteng. Menurut pemandu Nadi Hidayat, kondisi ini dikarenakan adanya aksi masa di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat pada Selasa (7/10/2025).

Peserta Open Top Tour of Jakarta akan memperoleh silent headphones, sticker pack, buku panduan, dan akses ruang tunggu. Perlengkapan ini diharapkan bisa memaksimalkan pengalaman selama naik bus dengan atap terbuka menikmati suasana sore Jakarta.

Jam Buka dan Harga Tiket Open Top Tour of Jakarta

Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta HeritageOpen Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage (dok. Qonita Hamidah/detik travel)

Jadwal Open Top Tour of Jakarta rute Jakarta Heritage dilaksanakan pada jam berikut:

  • Sunset Heritage Tour pukul 16.00
  • Sunset Heritage Tour pukul 17.30
  • Night Heritage Tour pukul 19.00
  • Night Heritage Tour pukul 20.30

Pemberangkatan awal berada di Pos Bloc atau Gedung Filateli Jakarta sejauh 400 meter dari Stasiun Juanda. Tiket bisa diperoleh dengan harga Rp 50 ribu yang dapat dipesan mulai H-7 keberangkatan di aplikasi TJ:Transjakarta atau Tije.

Menurut Nadi, pengunjung pada hari kerja di Night Heritage pukul 19.00 cenderung lebih ramai. Pengunjung tidak hanya menikmati langit Jakarta, lampu, dan night view, tapi juga mengabadikannya dalam foto dan video.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Jembatan Juara Depok, Spot Ikonik Gratis di Danau Setu 7 Muara


Jakarta

Kota Depok terus berbenah dengan berbagai infrastruktur yang kini memberikan daya tarik tersendiri bagi warganya, salah satunya adalah Jembatan Juara. Jembatan gantung ini merupakan jembatan yang menghubungkan daerah Sawangan dan Bojongsari yang terbentang di atas Danau Setu 7 Muara.

Lokasi dan Keindahan Jembatan Juara

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Jembatan Juara di Taman Alun-Alun dan Hutan Kota Depok (Albar) Foto: Rifkianto Nugroho

Pembangunan jembatan ini didasari oleh pemerataan infrastruktur di Kota Depok dan memberikan destinasi liburan bagi warga Depok dan sekitarnya. Diresmikan pada 20 September 2024, Jembatan Juara di buka untuk umum setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

Jembatan Juara berbobot 1,2 ton dengan panjang 168 meter dan lebar 1,6 meter. Jembatan ini bisa menampung sekitar 40-60 orang secara bersamaan. Pengunjung atau warga yang menyeberang jembatan tidak diperbolehkan berhenti terlalu lama di tengah jembatan.


Jembatan berwarna oranye tersebut didesain sebagai jembatan bagi pejalan kaki, sehingga kendaraan seperti sepeda atau motor dilarang melintasi jalur jembatan. Biasanya, jembatan ditutup saat cuaca mendung untuk menghindari risiko tersambar petir dan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” Ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok, Lintang Yuniar Pratiwi.

Alun-alun dan Hutan Kota

Di salah satu sisi Jembatan Juara, terdapat alun-alun dan hutan kota yang dibangun pada tahun 2024. Alun-alun barat ini kemudian disebut warga setempat sebagai Albar. Kawasan Albar memiliki luas sebesar 2,1 hektar yang dibuat sebagai tempat berlibur bagi warga Depok.

Albar difasilitasi oleh jogging trek yang mengelilingi taman dengan pemandangan kolam dan sungai. Selain itu, Albar memiliki Taman Ruang Bermain Rumah Anak (RBRA) yang difasilitasi banyak permainan seperti: perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan.

Menariknya, Albar dilengkapi dengan kios-kios khusus UMKM. Lintang Yuniar mengungkap, kios-kios tersebut terdiri dari 12 unit dengan luas 3×3 meter yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan.

Untuk masuk ke kawasan Albar pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis, pengunjung cukup membayar biaya parkir sebesar Rp 3.000 saja. Albar buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB.

Danau Setu 7 Muara

Selain Albar dan hutan kota, Danau Setu 7 Muara menjadi ikon paling menarik perhatian di kawasan Jembatan Juara. Danau ini dikenal dengan keindahan alamnya yang memanjakan mata. Tak heran pengunjung yang melintasi jalur Jembatan Juara terpukau oleh keindahan Danau Setu 7 Muara.

Banyak warga sekitar yang menjadikan danau ini sebagai tempat bersantai, memancing, atau sekedar menikmati pemandangan matahari terbenam. Keberadaan Danau Setu 7 muara ini menjadi daya tarik di kawasan Bojongsari, apalagi bagi warga yang menyeberangi area Jembatan Juara.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com