Tag Archives: cucunya

Sederhana namun Bikin Warga Bahagia



Jakarta

Taman Tangkuban Perahu yang berada di Jalan Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan bukanlah taman yang mewah. Tetapi, taman itu cukup nyaman buat warga sekitar.

Dari pantauan detikTravel, Rabu (10/7/2024), taman itu semakin sore semakin ramai. Tempatnya yang asri dan rindang serta terdapat fasilitas lain menjadi daya tariknya.

Di antara masyarakat yang datang ke taman yang luasnya kurang lebih 6.000 meter persegi itu ditumbuhi berbagai tanaman hias. Selain itu, terdapat dua lapangan, yakni lapangan basket dan futsal.


Kemudian, wahana permainan seperti perosotan dan wahana memanjat. Di tengah-tengah taman itu juga terdapat area untuk duduk melingkar. Tak jauh dari tengah taman ini juga ada jalur jalan kaki dengan media kerikil.

Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, JakselTaman Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Sembari menikmati gorengan dari penjual di pinggiran taman, melihat keseriusan anak-anak yang tengah berlatih basket di lapangan. Sementara di lapangan yang lain, keseruan terlihat dari anak-anak yang tengah bermain bola dengan gelak tawa di tengah-tengah permain.

Salah satu masyarakat yang berkunjung ke tempat itu adalah Titin. Dia bukan merupakan warga sekitar Taman Tangkuban Perahu, melainkan warga Manggarai. Dia memutuskan mengunjungi Taman Tangkuban Perahu setelah pulang dari Pasar Rumput bersama kedua cucunya.

Ia memang kerap mengunjungi taman yang tersebar di Jakarta, namun ini jadi kali pertamanya datang ke Taman Tangkuban Perahu bersama kedua cucunya.

“Abis solat Ashar tadi beli cabe ke pasar, beli bumbu dapur sekalian ke sini ngajak main ke sini, ini baru pertama kali main, biasanya sih ke Taman Manggarai yang deket. Sering main ke taman sana sembari liat kereta kan anak-anak seneng,” kata Titin selagi menunggu kedua cucunya bermain.

Banyak juga anak-anak yang membawa sepeda ke dalam taman dan berkeliling taman menggunakan sepedanya, suasana seru ini bisa mereka nikmati ketika sore tiba. Dan menjelang malam biasanya masyarakat mulai kembali pulang ke rumahnya masing-masing.

Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, JakselLapangan futsal di Taman Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jaksel (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Untuk jam buka taman ini setiap hari mulai dari pukul 05.00 hingga 17.00 WIB. Tak hanya sore saja yang ramai didatangi masyarakat, pagi hari pun menurut para pedagang di sana biasanya ramai tapi untuk anak-anak jarang karena harus sekolah.

“Biasanya pagi sama sore rame di sini tapi kalau pagi bocah jarang,” kata salah satu pedagang.

Untuk mencari kebahagiaan tak perlu mengeluarkan kocek yang besar seperti masyarakat sekitar Taman Tangkuban Perahu yang bahagia saat datang ke taman ini untuk menikmati sore dengan berbagai aktivitasnya. Walaupun sederhana tapi rasa bahagianya bisa terlihat dari raut wajah anak-anak yang bermain di sana.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pulau Air Raja yang Cantik tapi Terpencil di Batam



Batam

Di Batam, ada sebuah pulau yang cantik tapi terpencil. Namanya pulau Air Raja. Pulau ini menyimpan kisah legenda tersendiri. Seperti apa kisahnya?

Pulau Air Raja adalah salah satu pulau terpencil di kota Batam, kepulauan Riau. Pulau ini termasuk ke dalam wilayah kecamatan Galang dan kelurahan Air Raja.

Legenda Situs Perigi Air Raja

Keberadaan pulau ini tak bisa dilepaskan dari Situs Perigi Air Raja dan legenda di baliknya. Konon, sumber mata air itu punya khasiat tersendiri.


Di Pulau Air Raja, terdapat situs Perigi Air Raja. Dari situs itulah asal usul nama pulau ini berasal.

Alkisah, pada zaman dahulu, di masa pemerintahan Datuk Raja Munsang Arafah, rombongan Kerajaan Bintan berlayar menggunakan perahu Lancang Kuning ke Johor, Malaysia.

Rombongan kerajaan itu terdiri atas lima raja, 30 pengawal dan dua cucu kembar Datuk Raja Munsang Arafah. Di tengah perjalanan, perahu mereka dihantam badai besar, sehingga terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni.

Setelah tiga hari tiga malam terdampar, rombongan itu mulai kehabisan perbekalan. Mereka mencari sumber mata air ke seluruh penjuru pulau, namun setetes air pun tidak mereka temukan.

Kelima raja itu akhirnya berdoa kepada Tuhan untuk meminta pertolongan. Datuk Raja Munsang Arafah lalu memahat sebuah batu. Tiba-tiba saja, air mengalir dari batu yang dipahatnya.

Sang raja akhirnya membuat dua perigi yang diberi nama sesuai dengan cucunya, yaitu Putri Srikandi yang terletak di sebelah kiri dan Putri Cahaya Nilam di sisi kanan.

Datuk Raja Munsang Arafah beserta keluarga akhirnya tinggal di pulau ini sampai akhir hayat. Menurut warga setempat, air di perigi itu tidak akan pernah habis meski musim kemarau sekalipun.

Mata air dari perigi itu pun dipercaya berkhasiat dan bisa membuat panjang umur. Tak heran jika banyak wisatawan yang datang ke pulau Air Raja hanya untuk minum dan membawa pulang air dari perigi tersebut.

(wsw/msl)



Sumber : travel.detik.com