Tag Archives: curug

Jalan-jalan ke Banten, Tempat Kelahiran Rizki Juniansyah


Serang

Kebahagiaan Indonesia bertambah saat Rizki Juniansyah meraih medali Olimpiade Paris 2024. Atlet angkat besi itu berasal dari Banten, lho!

Rizki merebut medali emas kedua Indonesia di Olimpiade 2024 setelah mencatatkan total angkatan 354 kg, jauh melampaui para pesaingnya di kelas 73 kg putra di South Paris Arena 6, Paris, Jumat (9/8/2024) dinihari WIB.

Lahir di Kota Serang Banten, mari lihat-lihat wisata apa saja yang bisa traveler sambangi di sana.


Berikut tujuh wisata Banten:

1. Taman Nasional Ujung Kulon

TN Ujung Kulon berada di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kawasan itu dinyatakan sebagai geopark nasional dalam Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM RI Nomor: 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon pada 10 November 2023.

Pulau Peudang di Taman Nasional Ujung KulonPulau Peudang di Taman Nasional Ujung Kulon (Hudan Zulkarnaen/d’traveler)

TN Ujung Kulon adalah wilayah satu-satunya habitat badak jawa (Rhinoceros sondaicus) di Indonesia. Satwa soliter yang dilindungi itu saat ini terancam punah karena indikasi marak diburu.

Taman Nasional Ujung Kulon sendiri memiliki luas wilayah sekitar 105.694 hektare, yang terdiri dari, daratan 61.357,46 hektare dan sisanya perairan.

2. Kampung Baduy

Kampung Suku Baduy LuarKampung Suku Baduy Luar (A. Maulana Nugraha/d’Traveler)

Kampung Baduy menjadi salah satu tempat wisata populer di Banten. Berada di Desa Kanejes, Lebak, Banten, wisatawan bisa datang dan melihat langsung kehidupan warga Baduy. Biaya masuknya Rp 5.000 per orang.

Kampung Baduy terbagi menjadi dua yaitu Baduy Luar dan Baduy Dalam. Di Baduy Luar, wisatawan bisa berjalan-jalan sambil treking. Untuk Baduy Dalam agak berbeda, wisatawan yang masuk harus memiliki izin dan mentaati sejumlah peraturan adat yang berlaku, termasuk tidak memfoto warga dan keadaan kampung.

3. Tanjung Lesung

Tanjung LesungTanjung Lesung (dok. Istimewa)

Tanjung Lesung saat ini memiliki status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan mendapat nama dari kemiripannya dengan “lesung,” yang dalam Bahasa Sunda berarti tempat untuk menumbuk beras.

Tanjung Lesung berlokasi di Desa Tanjung Jawa, Kecamatan Panimbung, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jawa Barat, yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 3 jam perjalanan dari Ibu Kota.

Tanjung Lesung memiliki jam operasional selama 24 jam. Untuk memasuki Pantai Tanjung Lesung, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 25.000 pada hari biasa dan Rp 40.000 pada akhir pekan.

4. Hutan Mangrove

Wisata Mangrove Jembatan Pelangi di Lontar, Kabupaten SerangWisata Mangrove Jembatan Pelangi di Lontar, Kabupaten Serang (Syanti Mustika/detikcom)

Nama tempat wisata yang ada di Lontar, Kabupaten Serang ini adalah Taman Wisata Mangrove Jembatan Pelangi. Nama pelangi ini berasal dari cat warna-warni yang menghiasi jalur trekking di sekitar hutan mangrove.

Awalnya, hutan mangrove ini berfungsi sebagai penahan abrasi dan angin laut, melindungi tambak-tambak warga yang ada di sekitarnya. Namun atas usulan orang Dinas Kelautan dan Perikanan Banten, pengelola pun menyulap hutan ini menjadi destinasi wisata.

Untuk masuk ke taman mangrove ini kamu akan dikenakan biaya Rp 5.000 per orangnya. Di sini terdapat warung-warung, saung, musala dan toilet. Untuk jam operasional mulai pukul 07.00-17.30 WIB.

5. Taman Wisata MBS

Taman Wisata MBS di SerangTaman Wisata MBS di Serang (Syanti/detikcom)

Nama tempat rekreasi ini adalah Taman Wisata MBS (Mahoni Bangun Sentosa). Lokasinya sekitar 20 menit dari pusat kota Serang, tepatnya di Cideheng, Kelurahan Kemanisan, Curug, Kota Serang.

Jika kita perhatikan, taman ini berkonsep paduan Eropa dengan budaya Banten. Kamu nanti akan menemukan bangunan bergaya Eropa dan juga bangunan bergaya Banten.

Untuk harga tiket masuk Taman Wisata MBS yaitu Rp 25 ribu dan anak di bawah 3 tahun gratis. Jam operasional taman dari pukul 08.00-17.00 WIB dan buka setiap hari.

6. Museum Multatuli

Museum Multatuli di Lebak, BantenMuseum Multatuli di Lebak, Banten (Femi Diah/detikcom)

Museum Multatuli berlokasi di Rangkasbitung, Lebak, Banten. Berlokasi di Jl. Alun-Alun Timur No.8, Rangkasbitung Bar., Kec. Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, Museum Multatuli buka mulai Selasa-Minggu pukul 08.00-15.00 WIB.

Tarif tiket masuk museum terbagi tiga kategori. Untuk anak-anak Rp 1.000, umum atau dewasa Rp 2.000, dan untuk turis Rp 15.000.

Museum Multatuli adalah satu-satunya museum di Banten, lho!

7. Gua Maria Bukit Kanada

Gua Maria Bukit KanadaGua Maria Bukit Kanada (Dodi Bayu Wijoseno/d’Traveler)

Gua Maria Bukit Kanada (GMBK) berlokasinya sekitar 3 kilometer dari Alun-alun Rangkasbitung.

Kata ‘Bukit Kanada’ merupakan singkatan dari Bunda Kita Kampung Narimbang Dalam. Artinya, nama gua itu menunjukkan lokasi gua ini berada.

Gua Maria dibangun oleh umat Paroki Rangkasbitung dengan bantuan pimpinan Kongregasi Suster-suster Fransiscan Sukabumi yang tinggal di Rangkasbitung tahun 1988. Awal mulanya, gua difungsikan untuk tempat beribadah umat Katolik. Seiring berjalannya waktu, GMBK juga menjadi salah satu destinasi religi di Rangkasbitung.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Curug Malela, ‘The Little Niagara’ dari Jawa Barat


Curug Malela adalah salah satu destinasi wisata alam yang menyuguhkan keindahan air terjun memukau. Terletak di Kabupaten Bandung Barat, Curug Malela dijuluki “The Little Niagara” atau “Niagara mini”.

Objek wisata ini cocok untuk dijadikan tempat healing dan bersantai menikmati udara segar dari hiruk pikuk perkotaan. Simak lokasi, daya tarik, hingga rute menuju Curug Malela di bawah ini.

Daya Tarik Curug Malela

Tidak hanya memiliki daya tarik tampilan alam yang mempesona, Curug Malela juga menyimpan berbagai fakta menarik.


1. Dijuluki The Little Niagara

Curug Malela BandungCurug Malela Bandung. (Arif wahyu maulana/d’treveler)

Disebut The Little Niagara, karena aliran air terjun Curug Malela melebar dan mengalir deras di antara tebing-tebing batu. Aliran air itulah yang kerap disamakan dengan air terjun Niagara yang terletak di perbatasan Amerika dan Kanada.

2. Punya Tujuh Jajaran Air Terjun

Curug Malela memiliki ketinggian mencapai sekitar 60 meter dengan lebar 70 meter. Curug ini punya 5 jalur air terjun yang berpadu dengan 7 jajaran air terjun.

Curug Malela jadi bagian teratas dalam jajaran tersebut. Adapun enam air terjun yang ada di bawahnya yaitu urug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan Curug Pameungpeuk.

Curug MalelaCurug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

Air Terjun Malela memiliki sumber air terjun yang berasal dari hulu sungai bagian Utara Gunung Kendeng. Sungai tersebut juga mengalir melintasi sungai Cidadap Gunung Halu.

3. Aliran Airnya Deras dan Jernih

Curug MalelaDerasnya air di Curug Malela (Yudha Maulana/detikTravel)

Curug Malela punya bentuk yang berundak-undak dan memiliki aliran air jernih. Air tersebut kerap membentur tebing batu di sekitarnya.

Dilansir laman Perhutani, bongkahan batu, bundar dan lempeng, tersebar di badan sungai di bawah curug ini. Pengunjung juga bisa leluasa bermain-main dengan air atau buih di curug ini.

Salah satu keunikannya, yaitu air terjun ini sangat menyegarkan untuk dipandang. Terlebih ketika musim hujan, debit air di sana semakin deras dan lebih banyak.

Jika beruntung, pengunjung juga bisa melihat beberapa ekor monyet menampakkan diri dari balik rimbun pepohonan di sekitar air terjun ini.

4. Menyimpan Mitos

Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Curug Malela juga menyimpan mitos yang menyeramkan.

Dari catatan detikTravel, konon, asal-usul Curug Malela diambil dari nama “Tadjimalela”. Menurut warga sekitar, beliau merupakan penguasa di kawasan air terjun Curug Malela.

Konon, Tadjimalela dulunya adalah salah seorang Raja Sumedang Larang yang memerintah pada abad ke-8 Masehi.

Menurut cerita yang beredar, Tadjimalela pernah menampakan dirinya di foto pengunjung yang berfoto di depan air terjun. Terlihat sosok bayangan seorang kakek-kakek berjenggot dengan pakaian serba putih.

Sisa-sisa cerita dan keangkeran itu bahkan masih jadi buah bibir warga sekitar hingga wisatawan yang berkunjung.

Jam Buka Curug Malela

Curug Malela buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk 2024

Harga tiket masuk Curug Malela berkisar Rp 10.000 – Rp 12.000 per orang.

Perlu dicatat, harga di atas bisa saja berubah sewaktu-waktu.

Curug Malela berlokasi di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Sekarang akses ke Curug Malela cukup mudah. Dari Bandung, traveler bisa menuju Kantor Desa Cicadas. Dari sana, jarak tempuh untuk sampai di Curug Malela sekitar 3 km lagi.

Lokasinya cukup terpencil ditengah hutan dan juga dikelilingi perbukitan. Bagi traveler yang pakai motor, dari desa harus menempuh jalan setapak selebar 1 meter sejauh 2 kilometer dan melintasi areal lahan Perhutani. Sepeda motor bisa diparkir dekat air terjun, karena sudah ada lahan parkir khusus.

Kalau menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Leuwipanjang kamu bisa menaiki angkot jurusan Cimahi atau Cililin. Lalu, melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Gunung Halu atau Bunijaya.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya Curug Lawe Ungaran, Air Terjun Bak Benang Putih yang Menjuntai


Jakarta

Curug Lawe merupakan air terjun yang jernih dengan pemandangan asri yang memukau di sekitarnya. Destinasi ini dikelola oleh Pemerintah Desa Kalisidi dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bela Pesona sebagai mitra dari Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kedu Utara.

Pada area yang sama dengan Curug Lawe, terdapat Curug Benowo yang juga menyuguhkan keindahan air terjun yang indah. Yuk, ketahui apa saja daya tarik, fasilitas, harga tiket, beserta lokasi Curug Lawe.

Daya Tarik Curug Lawe

Curug Lawe mempunyai air terjun bak benang putih yang turun dari tebing. Namun, sebelum menyaksikan keindahannya, traveler perlu melewati jalur trekking yang menantang terlebih dahulu. Berikut daya tarik Curug Lawe lengkapnya:


1. Air Terjunnya seperti Benang Putih

Air terjun ini disebut dengan Curug Lawe karena air yang jatuh dari atas tebing terlihat seperti benang putih yang menjuntai. Dalam bahasa Jawa, benang putih yang menjuntai disebut lawe.

2. Jalur Trekking yang Menantang

Sebelum sampai ke Curug Lawe, traveler harus menempuh jalur trekking yang cukup menantang. Jalan setapak yang dilalui hanya selebar 40 cm.

Menurut e-paper Universitas Diponogoro, jaraknya sekitar 2,5 km dari area parkir kendaraan. Selama perjalanan, traveler bisa menikmati keindahan alam dan mengambil gambar di beberapa spot foto.

3. Jembatan Romantis

Mengutip salah satu laman agen travel, pada jalur trekking, traveler akan menemukan beragam jembatan yang melintang di atas sungai kecil atau jalur irigasi. Salah satunya adalah Jembatan Romantis yang berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

4. Curug Benowo

Dalam satu kawasan Curug Lawe, di sisi timur terdapat Curug Benowo yang berjarak dekat.Curug ini berada di lereng yang lebih terbuka.

Untuk sampai di Curug Benowo, traveler perlu menempuh jarak 2,5 km. Di area Curug Benowo dapat dijadikan lokasi berkemah.

Fasilitas Curug Lawe

Fasilitas yang dimiliki Curug Lawe cukup lengkap. Berikut di antaranya:

  • Tempat parkir
  • Toilet
  • Musholla
  • Tempat duduk di beberapa titik area
  • Warung makan yang menjual snack, makanan berat, dan minuman
  • Pos peristirahatan
  • Ranger, jika memerlukan
  • Porter, jika memerlukan.

Lokasi Curug Lawe

Curug Lawe berada di Lereng Gunung Ungaran, Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Jaraknya dari kota Semarang sekitar 12 km, sementara dari kota Ungaran sekitar 7 km.

Jika berangkat dari Ungaran, ambil arah ke Mapagan melalui jalan tembus ke Boja. Ambil belokan ke kiri di desa Sumur Gunung. Dari pertigaan Sumur Gunung terus ke arah selatan sampai perkebunan cengkeh zanzibar sekitar 3 km.

Harga Tiket dan Jam Operasional Curug Lawe

Sebelum mengunjungi Curug Lawe, ketahui dulu harga tiket dan jam operasional destinasi ini. Berikut informasinya.

Harga Tiket Curug Lawe

  • Harga tiket masuk: Rp 8.000
  • Parkir motor Rp 3.000
  • Parkir mobil: Rp 5.000

Jam Operasional Curug Lawe

Setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB

Itulah informasi mengenai Curug Lawe. Sebelum mengunjungi destinasi ini jangan lupa untuk mengetahui harga tiket atau jam operasional terbarunya ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Destinasi Eklektik Baru, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar



Jakarta

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar telah resmi beroperasi sejak 6 Juli 2024. Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini siap menghadirkan pengalaman menginap yang lebih mendalam dan berkelas dengan fokus pada keunikan budaya lokal dengan sentuhan kemewahan modern.

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar memadukan esensi budaya Dago dengan desain yang menggabungkan motif tradisional Sunda dan elemen alam yang harmonis dengan sentuhan modern. Setiap detail dalam hotel ini dirancang untuk memberikan pengalaman otentik, mencerminkan kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung dari air terjun yang mengalir indah hingga cerita rakyat yang terinspirasi dari Gunung Tangkuban Perahu.

Dengan 277 kamar dan suite yang elegan, setiap sudut hotel ini menawarkan pemandangan spektakuler yang dilengkapi dengan motif batik lokal untuk menambah keunikan pengalaman menginap. Para tamu dapat bersantai di daybed yang nyaman, menikmati suasana tenang dan indah dari area Dago Pakar.


Sebagai destinasi eklektik terbaru di Bandung, hotel ini menggabungkan keunikan budaya Sunda dengan pengaruh Eropa. Hal tersebut menjadikan hotel ini sebagai destinasi ideal bagi tamu yang ingin menikmati keindahan alam dan budaya lokal. Apalagi hanya 30 menit perjalanan dari Jakarta melalui kereta api cepat.

Hotel Indigo Bandung mempersembahkan pengalaman menginap yang lebih kaya dan bermakna melalui program eksklusif ‘Neighbourhood Story’ yang terbagi dalam dua kategori utama: ‘Stay in Style’ bagi pasangan dan ‘Edgy Stay’ untuk keluarga. Program ini tidak hanya menawarkan kenyamanan menginap, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menjelajahi destinasi lokal seperti Dusun Bambu, Saung Angklung Udjo, dan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.

dusun bambuFoto: dok. Dusun Bambu

Para tamu yang memilih paket ini akan mendapatkan sarapan untuk dua orang bagi ‘Stay in Style’ dan empat orang bagi ‘Edgy Stay’. Selain itu, tamu juga akan menikmati voucher F&B yang dapat digunakan di Joempa atau Dagoan Lounge.

Sebagai bagian dari pengalaman yang unik, kegiatan kreatif seperti mewarnai motif kain batik dan pottery painting/mewarnai gerabah juga tersedia untuk menambah nilai pengalaman budaya selama menginap.

Adapun paket ‘Edgy Stay’ berlaku untuk tipe kamar Suite, sehingga dapat menajdi pilihan ideal bagi keluarga yang menginginkan pengalaman menginap mewah. Serta lengkap dengan petualangan budaya dan aktivitas menarik untuk semua anggota keluarga.

Dalam hal kuliner, hotel ini menghadirkan berbagai pilihan yang mencerminkan warisan budaya Sunda dan semangat Dago Pakar. Di Joempa, restoran utama hotel, para tamu dapat menikmati hidangan khas Jawa Barat seperti cuanki dan batagor. Hidangan tersebut tersedia di menu terbaru dengan bahan-bahan segar langsung dari pertanian dan kebun rempah-rempah lokal.

Karbon, restoran dan bar di rooftop juga akan segera hadir. Restoran ini bakal menyuguhkan pengalaman bersantap yang unik dengan konsep grill and smokehouse ala Asia.

Selain itu ada pula Dagoan Lounge dengan desain memadukan seni cahaya melalui lampu-lampu indah layaknya bintang dan kursi jaman dulu yang diadaptasi menjadi kreasi modern yang estetik. Lounge ini menjadi tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati aneka mocktail, cocktail kreasi bartender berbakat yang memenangkan beragam penghargaan. Tempat ini juga menyediakan ragam kudapan ringan yang lezat (finger food), mulai dari sajian khas Nusantara dengan sentuhan khas Sunda hingga sajian khas Barat, sambil menikmati pemandangan lereng bukit dan Bandung yang memukau.

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan fasilitas mewah, seperti infinity pool dan restoran di rooftop yang akan segera hadir. Ada juga Kids Club yang dinamai Kancil Club dengan aktivitas tradisional Sunda dan ruangan yang didesain khusus untuk menonton ragam film untuk anak, serta pusat kebugaran 24 jam dengan alat yang lengkap dan pemandangan indah.

indigo hotelFoto: dok. Hotel Indigo Bandung Dago Pakar

Selain itu, Hotel Indigo Bandung Dago Pakar menyediakan kolam hangat dengan konsep infinity pool untuk keluarga yang dihiasi keindahan air terjun yang indah melambangkan curug yang ada di sekitar. Serta sembilan ruang pertemuan stylish dan Grand Ballroom yang luas untuk berbagai acara, mulai dari pertemuan kecil hingga pernikahan besar.

“Hotel Indigo Bandung Dago Pakar adalah penghormatan terhadap kekayaan budaya Sunda dan keindahan alam Bandung. Kami sangat antusias dapat menyediakan tempat peristirahatan yang setiap detailnya mencerminkan semangat dan keindahan lingkungan yang kami cintai ini,” ujar Cluster General Manager Hotel Indigo Bandung Dago Pakar dan InterContinental Bandung Dago Pakar Pascal Caubo dalam keterangan tertulis, Jumat (6/9/2024).

Hotel Indigo Bandung Dago Pakar juga menawarkan promo pembukaan yang menarik, serta kesempatan bagi para tamu untuk bergabung dengan IHG One Rewards. Hal ini memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan dan menukarkan poin dengan berbagai manfaat eksklusif.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan kunjungi situs web hotel atau hubungi +62 22 87806688 atau email ke hotelindigobandung.info@ihg.com.

(Content Promotion/Hotel Indigo Bandung Dago Pakar)



Sumber : travel.detik.com

Desa Wisata Karawang Punya Sawah Hijau Sejauh Mata Memandang


Jakarta

Ternyata ada desa wisata di Kawarang. Desa wisata Mekarbuana itu berada di di bagian paling selatan Tegalwaru, Karawang, Jawa Barat.

Status desa wisata belum lama didapatkan Desa Mekarbuana. Yakni, mulai 2021.

Makanya, namanya belum begitu dikenal di kalangan traveler. Desa itu memiliki suasana tenang dengan pemandangan alam yang indah serta memiliki kekayaan budaya dan tradisi lokal yang kental.


Di Kaki Gunung Sanggabuana

Desa Wisata Mekarbuana memiliki pemandangan alam yang asri dan menenangkan. Dikelilingi oleh hamparan sawah hijau yang subur, kebun kopi yang harum, serta kebun durian yang lebat. Desa itu subur dengan berada di kaki Gunung Sanggabuana. Udara di sana pun sejuk.

Bagi para pendaki dan pencinta alam, Gunung Sanggabuana bisa menjadi pilihan untuk trekking bagi pemula. Karena gunung tersebut tidak terlalu curam bagi para pemula.

Pendakian menuju puncak gunung memberikan pesona alam dengan pemandangan Karawang dari ketinggian. Wisatawan bisa menikmati sunrise atau sunset yang memukau dari puncak gunung, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para fotografer dan pemburu keindahan alam.

Curug Cigentis dan Curug Bandung

Desa wisata Mekarbuana, Karawang, Jawa BaratDesa wisata Mekarbuana, Karawang, Jawa Barat (Asti Azhari/detikcom)

Selain trekking, air terjun di Desa Mekarbuana juga menjadi magnet bagi pengunjung yang ingin menikmati kesegaran air pegunungan. Air terjun Curug Cigentis dan Curug Bandung itu terletak tidak jauh dari desa, sehingga mudah dijangkau.

Suara gemericik air yang jatuh dari ketinggian serta suasana alam yang damai membuat tempat ini cocok untuk bersantai dan melepaskan penat.

Pengalaman Tanam Padi

Tidak hanya menawarkan keindahan alam, Desa Wisata Mekarbuana juga menghadirkan wisata budaya yang edukatif dan interaktif. Pengunjung diajak untuk ikut serta dalam berbagai aktivitas yang mencerminkan kehidupan sehari-hari masyarakat desa. Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah menanam padi di sawah.

Dengan bimbingan petani setempat, wisatawan dapat merasakan bagaimana cara menanam padi dengan metode tradisional, sebuah pengalaman yang sangat berbeda dari kehidupan di kota.

Selain itu, Desa Mekarbuana juga mengajak wisatawan untuk mendapatkan pengalaman belajar menganyam kerajinan tradisional. Kerajinan anyaman di desa itu menjadi bagian penting dari budaya dan ekonomi lokal. Pengunjung dapat belajar teknik menganyam dengan menggunakan bahan alami, yang hasilnya bisa menjadi kenang-kenangan unik dari perjalanan mereka.

Bagi pecinta kuliner, kelas memasak makanan khas Karawang juga tersedia di Desa Wisata Mekarbuana. Salah satu makanan yang diajarkan di sini adalah keripik khas daerah yang memiliki cita rasa unik.

Kelas memasak itu dipandu oleh ibu-ibu desa yang telah berpengalaman dalam memasak makanan tradisional, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar, tetapi juga resep asli yang bisa dibawa pulang.

Wisata Edukasi untuk Pelajar dan Akademisi

Desa Wisata Mekarbuana juga menjadi pilihan populer bagi sekolah-sekolah dan akademisi yang ingin mengadakan study tour atau penelitian di bidang pariwisata pedesaan. Banyak pelajar yang datang ke sini untuk belajar tentang pertanian organik, keberlanjutan lingkungan, dan pelestarian budaya lokal.

Menurut Ferry Cahyadi, ketua Pokdarwis Desa Mekarbuana, desa itu sering dijadikan lokasi pengabdian masyarakat dan penelitian oleh mahasiswa.

“Banyak akademisi yang tertarik untuk melakukan penelitian di sini karena kami memiliki potensi alam dan budaya yang sangat beragam. Para mahasiswa dan dosen turut berperan dalam membantu kami mendapatkan SK kelompok sadar wisata yang kini menjadi fondasi pengembangan wisata di desa ini,” kata Ferry.

Ferry juga menambahkan bahwa Desa Mekarbuana tidak hanya fokus pada pengembangan pariwisata, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat lokal turut aktif dalam mengelola fasilitas desa, termasuk kebersihan, parkir, dan pelayanan wisatawan. “Kami selalu menekankan pentingnya menjaga kebersihan, karena pengalaman positif dari wisatawan akan membawa mereka kembali dan merekomendasikan desa kami kepada orang lain,” ujar Pak Ferry.

Kuliner dan Produk Lokal yang Menarik

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Desa Mekarbuana tanpa mencicipi durian lokal yang terkenal dengan rasa manis dan teksturnya yang lembut. Kebun durian yang ada di desa ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama saat musim panen tiba. Wisatawan bisa memetik durian langsung dari pohonnya dan menikmatinya di tempat.

Selain durian, kopi lokal juga menjadi salah satu produk unggulan Desa Mekarbuana. Pengunjung bisa melihat langsung proses penanaman hingga pengolahan biji kopi yang dihasilkan dari kebun kopi yang ada di desa. Ini menjadi pengalaman menarik bagi pecinta kopi yang ingin tahu lebih dalam tentang asal-usul minuman favorit mereka.

Bagi yang suka dengan produk-produk kreatif, kerajinan anyaman yang dibuat oleh penduduk desa bisa menjadi oleh-oleh yang menarik. Produk-produk ini tidak hanya indah dan fungsional, tetapi juga merepresentasikan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Akses dan Fasilitas Wisata

Untuk mencapai Desa Wisata Mekarbuana, wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari pusat kota Karawang. Lokasinya sekitar dua jam perjalanan dari Jakarta, menjadikannya pilihan yang ideal untuk liburan akhir pekan.

Desa itu telah menyediakan fasilitas parkir, kamar mandi, dan homestay yang dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan masyarakat setempat. Terdapat sekitar 30 homestay dengan standar kebersihan yang terjaga, di mana para tamu akan dilayani oleh induk semang lokal.

Gimana Traveler? Siap memesan paket wisata di Mekarbuana?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Taman Wisata Alam Gunung Pancar, Akses Sempit dengan Beragam Destinasi



Sentul

Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Pancar, Sentul, Bogor jadi sasaran wisatawan yang ingin healing dari hiruk-pikuk Jakarta. Sayang, jalanan menuju Gunung Pancar sempit.

Dengan banyaknya destinasi di kawasan tersebut memudahkan pengunjung untuk memilih destinasi mana yang akan mereka pilih. Destinasi di wilayah Sentul itu memang jadi pilihan alternatif masyarakat di wilayah sekitar untuk berlibur dengan waktu terbatas.

detikTravel berkunjung ke TWA Gunung Pancar pada Sabtu (5/10/202) pagi. Saat itu, jalan tol Jakarta – Bogor lancar sehingga hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar satu jam perjalanan.


Sesampainya di gerbang masuk TWA Gunung Pancar banyak pengunjung yang melakukan trekking. TWA Gunung Pancar memang banyak diminati pengunjung sebagai destinasi untuk trekking santai.

Untuk traveller yang ingin berkunjung ke kawasan itu dan mencoba beberapa destinasi di sana perlu berhati-hati saat dalam perjalanannya, terlebih menggunakan kendaraan roda empat. Karena, jalanan yang kecil serta kontur jalanan yang berkelok-kelok, juga naik-turun diperlukan ekstra konsentrasi.

Saat detikTravel berada di kawasan itu pun beberapa kali harus menepikan kendaraan sejenak untuk memberikan jalan pada kendaraan dari arah berlawanan. Di sepanjang jalan di TWA Gunung Pancar itu juga terdapat beberapa destinasi seperti pemandian air panas hingga area hutan pinus.

Di sana juga terdapat deretan warung-warung yang bisa didatangi pengunjung untuk menikmati alam Gunung Pancar. Selain pemandian air panas serta hutan pinus, di kawasan juga terdapat gua yang biasa jadi tujuan trekking oleh pengunjung atau ke Bukit Paniisan.

“Kalau Gunung Pancar tahu, tapi kalau daerah ini baru pertama ke sini. Lihat dari sosial media juga bagus tempatnya buat foto,” kata Ara, salah satu pengunjung, kepada detikTravel di area Gua Agung Garunggang.

Bagi pengunjung yang ingin bermain air juga di kawasan ini pengunjung bisa menikmatinya semisal di area Curug Leuwi Asih. Atau bisa sekadar bermain air di aliran Sungai Ciherang.

Selama perjalanan pemandangan alam di kawasan tersebut cukup hijau, banyak pepohonan serta kebun-kebun milik warga. Udara sejuk juga menjadi kenikmatan tersendiri bagi pengunjung yang datang ke kawasan ini.

Untuk bisa masuk ke kawasan Taman Wisata Alam Gunung Pancar ini pengujung akan dikenakan biaya Rp 5.000 per orang di hari kerja dan Rp 7.500 di akhir pekan serta hari libur. Kemudian untuk bisa menikmati destinasi lainnya pengunjung akan dikenakan biaya yang berbeda.

(upd/fem)



Sumber : travel.detik.com

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas, Lokasi, dan Daya Tariknya


Jakarta

Kebun Raya Cibodas merupakan destinasi wisata populer di Indonesia, khususnya bagi para pecinta tanaman dan pemandangan alam. Berada di kaki Gunung Gede Pangrango, Kebun Raya Cibodas menawarkan pengalaman rekreasi yang menyegarkan dan edukatif.

Dengan udara sejuk dan keindahan berbagai jenis tanamannya, kebun ini bisa menjadi tujuan wisata untuk berlibur bersama keluarga. Sebelum itu, ketahui dulu harga tiket masuk Kebun Raya Cibodas beserta cara membeli tiketnya.

Harga Tiket Masuk Kebun Raya Cibodas

Harga tiket masuk Kebun Raya Cibodas terbagi untuk wisatawan dan kendaraan. Menurut laman pembelian tiket Kebun Raya Cibodas, Berikut daftarnya:


Tiket masuk wisatawan: Rp 15.500 (Senin-Jumat) dan Rp 25.500 (Sabtu-Minggu/hari libur)
Sepeda: Rp 15.000 (Senin-Jumat) dan Rp 20.000 (Sabtu-Minggu/hari libur)
Motor: Rp 10.000
Mobil: Rp 40.000

Cara Membeli Tiket Kebun Raya Cibodas secara Online

Pembelian tiket Kebun Raya Cibodas dapat dilakukan secara online melalui situs resmi Kebun Raya. Begini langkah-langkahnya:

  • Buka website Kebun Raya
  • Klik Beli Tiket di pojok kanan atas
  • Pilih Kebun Raya Cibodas
  • Klik Register
  • Masukkan data diri dan password
  • Klik submit
  • Pilih tanggal kedatangan
  • Pilih jumlah tiket
  • Submit
  • Pilih metode pembayaran
  • Bayar
  • Lihat tiket melalui menu Order History

Lokasi dan Jam Operasional Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas berlokasi di Jalan Kebun Raya Cibodas, Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Menurut laman agen travel, kebun raya ini berjarak sekitar 85 Km dari Jakarta. Traveler bisa menempuh sekitar 90 menit melalui jalur Jalan Raya Bogor-Puncak, kemudian lanjut ke Cianjur.

Jika sudah tiba di Cianjur lanjutkan ke persimpangan Cimacan, Kamu hanya perlu belok menuju Kebun Raya Cibodas.

Adapun jam operasional Kebun Raya Cibodas yaitu:

Senin-Jumat: 18.00-16.00 WIB
Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional: 07.00-16.00 WIB

Kendaraan bermotor hanya diperbolehkan masuk pada hari Senin-Sabtu. Pada hari Minggu dan Hari Libur Nasional, mobil hanya diperkenankan masuk pada pukul 08.00-12.00 WIB.

Daya Tarik Kebun Raya Cibodas

Ada beberapa area yang perlu wisatawan kunjungi saat berada di Kebun Raya Cibodas. Mengutip laman Kebun Raya Cibodas, berikut di antaranya:

1. Taman Sakura

Traveler bisa melihat indahnya bunga sakura di Kebun Raya Cibodas. Taman ini berdiri seluas 6.647 m2 dan dibuat untuk memperkaya taman tematik. Sakra berbunga 2 kali dalam satu tahun, yaitu sekitar bulan Januari-Februari dan Juli-Agustus.

2. Taman Lumut

Taman lumut ini dirancang menyerupai habitat lumut di alam. Dengan luas 1.500 m2, ada lebih dari 100 jenis lumut.

3. Curug Ciismun

Curug Ciismun memiliki tinggi 25 meter. Air nya mengalir di antara dua bukit besar, yaitu bukit Gunung Batu dan Bukit Cibodas.

4. Taman Liana

Traveler bisa mengenal koleksi tumbuhan Liana (tumbuhan memanjat) hasil kegiatan eksplorasi dari Aceh hingga Sulawesi. Luasnya hingga 1.200 m2.

5. Konservatorium

Konservatorium Kebun Raya Cibodas mempunyai beragam koleksi tanaman beriklim tropis dan sedikit kering. Berbagai tanaman yang tumbuh di antaranya berbagai macam Sukulen, Bromelia, Rhododendron, Paku-pakuan, dan Bougenville. Pada bagian tengah, terdapat kolam yang dilengkapi dengan air mancur untuk mempercantik tampilan dalam Konservatorium.

Itulah informasi mengenai harga tiket masuk Kebun Raya Cibodas, lokasi, jam operasional, dan beberapa daya tariknya. Sebelum datang ke sini, jangan lupa untuk selalu update informasi terbaru dari destinasi ini ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

11 Hotel di Kuningan Jawa Barat yang Dekat dengan Objek Wisata


Kuningan, Jawa Barat adalah salah satu daerah yang punya banyak objek wisata alam dan budaya. Traveler tak perlu khawatir, karena di sana juga tersedia penginap dari mulai hotel berbintang hingga penginapan atau homestay.

Tidak hanya yang nyaman, kamu juga bisa pilih tempat menginap yang dekat dengan berbagai destinasi wisata terkenal seperti Cibulan, Curug, Waduk Darma, hingga Linggarjati. Berikut pilihan hotel di Kuningan, Jawa Barat yang bisa detikes pilih.

Rekomendasi Hotel di Kuningan Jawa Barat

Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Kuningan, berikut adalah beberapa daftar hotel bintang dan non bintang di Kuningan, Jawa Barat:


1. Prima Resort

Bintang 2
Alamat: Jl. Panawuan No.121, Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Resort ini lokasinya dekat dengan objek wisata Gedung Perundingan Linggarjati yakni sekitar 3,5 km, dan hanya perlu menempuh 7 menit berjalan kaki dari Wisata Taman Rekreasi Salsabila Kuningan

Selain itu, sebagai rekreasi resort ini menyediakan area kemah dan lapangan badminton sebagai fasilitas rekreasi. Dilihat dari salah satu situs travel online, harga kamar di sini mulai dari Rp 200 ribuan per malam.

2. Grand Cordela Hotel As Putra Kuningan

Bintang 4
Alamat: Jl. Siliwangi No. 91, Kec. Kuningan, Jawa Barat.

Setiap kamar di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan dilengkapi AC, TV, hingga peralatan mandi gratis. Harga kamar di sini mulai dari Rp 400 ribuan.

Beberapa destinasi wisata dekat hotel ini di antaranya, Museum Taman Purbakala Cipari, Hutan Kota Bungkirit, dan pemandian air panas Sangkanhurip.

3. Hotel Horison Tirta Sanita Kuningan

Bintang: 3
Alamat: Jl. Raya Panawuan- Sangkanhurip No. 98, Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Horison Tirta Sanita Hotel menawarkan pemandangan Gunung Ciremai. Hotel ini memiliki gaya perpaduan modern dan nilai alam yang mewah, dengan 124 kamar yang tersedia.

Tersedia berbagai fasilitas seperti kolam renang, lapangan hijau, wedding venue, hingga lapangan tenis. Dikutip dari akun Instagram @horison_tirtasanita, Alamanda restaurant di hotel ini buka selama 24 jam. Harga kamar per malamnya mulai dari Rp 500 ribuan.

4. Ayong M Linggarjati Hotel & Convention Centre

Bintang 3
Alamat: Jalan Linggarjati No. 4 Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.

Fasilitas di hotel ini cukup lengkap, ada area non-smoking, Wifi, LED-TV, resepsionis 24 jam, hingga area parkir yang cukup luas.

Lokasinya pun cukup strategis, karena dekat dengan objek wisata Linggarjati Indah, Terapi Ikan-Mata Air Lembah Cibacang, Pusat Oleh-Oleh Teh Diah Kuningan, hingga Rumah Makan Laksana. Harga kamar per malamnya mulai dari Rp 150 ribuan.

5. Grage Sangkan Hurip Resort & Spa

Bintang 3
Alamat:

Selain di manjakan dengan pemandangan Gunung Ciremai, pengunjung juga bisa menikmati terapi di kolam Aquamedic dan waterbom mini dengan air hangat jika menginap di sini. Mengutip situs resminya, harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 500 ribuan.

Grage Sangkan Hotel & Spa lokasinya dekat dengan Pemandian Air Panas Sangkanurip yakni berjarak 250 meter. Traveler juga bisa berkendara menuju Taman Nasional Gunung Ciremai sekitar 75 menit.

6. De Jehan’s Boutique Hotel

Bintang 2
Alamat: Jalan Raya Sangkanurip No.142, Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Dari hotel ini, kita bisa menempuh sekitar 8 menit berjalan kaki untuk ke objek wisata Sangkan Resort Aqua Park. Salah satu yang terkenal dari hotel ini yaitu kolam renang outdoor, yang juga sering dijadikan latar untuk foto prewedding.

Setiap kamar di sini akan dilengkapi dengan AC, TV layar datar, lemari, hingga fasilitas pembuat kopi/teh. Ada balkon dan area makan terpisah juga di beberapa kamarnya.Selain itu, ada akses WiFi gratis juga di seluruh area. Harga kamar di hotel ini berkisar dari Rp 400 ribuan per malam.

7. Rahayu Hotel

Non bintang
Alamat: Jl. Pemandian Air Panas Alami, Sangkanurip Kec.Cigandamekar, Kab.Kuningan, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi dari Instagram @rahayu.hotel, ada 2 tipe kamar yang tersedia yakni standard dan deluxe. Tipe deluxe akan mendapat fasilitas seperti, AC, wifi, TV LCD, mini bar, shower & buffet, mandi air dingin dan air panas.

Harga kamar di Rahayu Hotel Kuningan ini berkisar dari Rp 150 ribu untuk yang standar rooms, dan Rp 200 ribu per malam untuk deluxe rooms.

8. Hotel Shanty Mitra RedDoorz

Non bintang
Alamat: Jalan Panawuan-Sangkanhurip, No.121, Panawuan, Kec. Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Jenis kamar yang ditawarkan ada jenis kamar standard, kamar deluks, dan suite. Wifi, kamar AC, dan parkir juga tersedia di sini. Harga per kamar tiap malamnya mulai dari Rp 100 ribuan.

9. Sangkan Park Hotel & Resort

Bintang 3
Alamat: Jl. Sangkan Park, Bandorasa Wetan, Kec. Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Kamar-kamar di hotel ini dilengkapi dengan AC, TV, sekaligus shower dan peralatan mandi gratis di kamar mandinya.

Harga kamar mulai dari Rp 300 ribuan per malam. Sementara untuk masuk Sangkan Parknya harga tiketnya dihargai Rp 35 ribu di weekday dan Rp 55 ribu di weekend per tiket.

Lokasi resort ini juga hanya berjarak sejauh 3 km dari Objek Wisata Cibulan, 1,1 km dari Sangkanurip Hot Spring, dan 4,8 km dari Air Panas Ciniru.

10. Hotel Purnama Mulia

Bintang 2
Alamat: Jl. Raya Cigugur, Kuningan, Kec. Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Hotel ini memiliki 3 tipe kamar, yakni kamar deluxe (20 m²), kamar keluarga (32 m²), dan suite keluarga (32 m²). Dengan fasilitas yang cukup lengkap, seperti kolam renang, restoran, resepsionis 24 jam, hingga akses wifi.

Lokasi hotel ini dekat dengan tempat wisata terkenal seperti Taman Cisantana berjarak sekitar 3,77 km, sN Bukit Panembongan berjarak sekitar 6,44 km.

11. Hotel Santika Premiere Linggarjati – Kuningan

Bintang 4
Alamat: Jl Raya Bojong Linggarjati, Cilimus, Kuningan.

Hotel ini menyediakan sekitar 192 kamar dengan layanan dan sarana rekreasi seperti kolam renang outdoor hingga area dengan akses internet. Harga kamar di hotel ini mulai dari Rp 600 ribuan. Lokasinya hanya berkisar 10 menit dari Taman Purbakala Cipari.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Glamping di Pinggir Sungai Sentul, Cocok Buat LIburan Akhir Tahun


Jakarta

Akhir tahun jadi salah satu momen untuk liburan bersama keluarga dan orang tersayang. Ide liburan yang bisa detikers coba yaitu glamping di pinggir aliran sungai (glamping riverside).

Glamping di pinggir menawarkan pengalaman liburan yang unik, karena memadukan kenyamanan dan keindahan alam. Salah satu lokasi yang bisa dipilih adalah di kawasan Kabupaten.

Glamping Sentul Bogor

Salah satu tempat glamping riverside Sentul yang bisa dikunjungi adalah Landeuh Village Riverside Glamping & Cabin. Lokasinya ada di Kampung Wangun Landeuh, Karang Tengah, Kabupaten Bogor.


Landeuh Village eksis sejak 2022 Kawasan ini berdiri di lahan seluas 5.500 meter persegi.

Landeuh Village Riverside Glamping & CabinLandeuh Village Riverside Glamping & Cabin. (Syanti Mustika/detikcom)
Landeuh Village Riverside Glamping & CabinSuasana Landeuh Village Riverside Glamping & Cabin. (Syanti Mustika/detikcom)

Traveler akan mendapatkan pengalaman menginap di alam ala fasilitas hotel. Tidak hanya itu, kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang memukau dan aktivitas outdoor yang menyenangkan.

Tidak hanya area glamping saja, di sana pengunjung juga ada restoran, toilet, dan lahan parkir.

Landeuh Village Riverside Glamping & CabinFasilitas glampiig di Landeuh Village Riverside Glamping & Cabin. (Syanti Mustika/detikcom)

Akses

Landeuh Sentul beralamat di Jl. Bukit Sentul Gunung Pancar, Kampung Wangun Landeuh, Karang Tengah, Babakan Madang, Bogor. Di Google Maps, kamu bisa pilih titik Curug Leuwi Asih.

Dari Jakarta, perjalanan ke area perkemahan bisa ditempuh sekitar 80 menit.

Berdasarkan pengalaman detikTravel, jalan menuju lokasi perkemahan cukup kecil dan tidak terlalu mulus. Traveler akan melewati jalan menurun yang cukup terjal.

Oleh sebab itu, disarankan jika ke sini menggunakan kendaraan yang prima serta kemampuan mengemudi yang andal.

Harga Landeuh Village Riverside Glamping Cabin

Traveler bisa memilih paket glamping atau cabin. Dikutip dari akun instagram @landeuh_village, ada pilihan area reguler dan VIP untuk glamping.

Glamping (kapasitas 2-4 orang)

  • Reguler Rp 850.000 – 950.000 per malam.
  • VIP Rp 1.100.000 per malam.

Fasilitas:

  • Kasur busa 120 x 200 x 15 untuk paket VIP
  • Toilet private khusus VIP
  • Air kemasan
  • Pemanas air
  • Kipas angin
  • Perlengkapan makan
  • Rak gantung pakaian
  • Perlengkapan mandi
  • Teh, gula, dan kopi.

Cabin

Harganya cabin mulai dari Rp 1.400.000 (untuk 4 orang), dan Rp 3.500.000 (untuk 12 orang).

Fasilitas:

  • Handuk
  • Peralatan mandi
  • Peralatan masak
  • Peralatan makan
  • Mini kitchen lengkap dengan alat masaknya.

Tamu bisa check in mulai pukul 15.00 WIB dan check out pada pukul 12.00 atau 13.00 WIB.

Anak di bawah 5 tahun bisa free biaya (maksimal 2 orang). Sementara, anak di atas 5 tahun akan dikenai biaya tambahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 untuk dewasa per orang.

Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pengelola. Terutama saat libur panjang dan akhir tahun.

Sebagai informasi, Landeuh Village tidak menerima tamu atau pasangan yang belum menikah yang ingin menginap berdua. Minuman keras dan binatang peliharaan juga dilarang dibawa ke area glamping.

Trekking Curug Leuwi Asih

Selain glamping, di dama traveler juga bisa mencoba trekking. Landeuh Village dikelilingi oleh beberapa curug dengan alur tracking. Salah satu curug yang bisa dimasuki secara gratis yaitu Curug Leuwi Asih.

“Bagi tamu yang menginap di Landeuh Village bisa masuk ke Curug Leuwi Asih secara gratis. Nanti bagi yang ingin ke sana akan kami berikan gelang akses,” kata Rinaldy, pengelola sekaligus pemilik dari Landeuh Village, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Untuk harga Trekking Curug Leuwi Asih yaitu Rp 100.000 per orang. Biaya sudah termasuk fasilitas seorang guide, tongkat, HTM ke destinasi wisata dan air mineral.

Jika ingin menginap di sini, traveler bisa booking via Instagram, Whatsapp, atau situs pembelian tiket online.

Gimana traveler, tertarik untuk menghabiskan liburan akhir tahun di sini?

(khq/row)



Sumber : travel.detik.com

8 Hotel yang Dekat dengan View Kebun Teh di Puncak, Check It Out!


Jakarta

Menikmati liburan di Puncak tak lengkap jika tidak mengunjungi kebun teh yang memukau dengan pemandangan alam hijaunya. Suasana tenang serta hawa sejuknya membuat kawasan kebun teh di Puncak menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan.

Agar semakin nyaman, banyak wisatawan yang memilih untuk menginap di hotel yang dekat dengan kebun teh. Dengan begitu, wisatawan bisa lebih mudah menikmati pesona alam ini. Berikut beberapa hotel yang dengan view kebun teh di Puncak.

8 Hotel yang Dekat dengan View Kebun Teh di Puncak

Beberapa hotel yang dekat dengan view kebun teh di Puncak di antaranya Ariandri Hotel & Resort, Pesona Alam Resort & Spa, hingga Puncak Inn Resort. Mengutip laman resmi hotel dan travel agent, berikut informasinya.


1. Ariandri Hotel & Resort

Ariandri Hotel & Resort berada di kaki Gunung Gede. Menurut laman resmi hotel, dari sini, pengunjung bisa menikmati pemandangan perbukitan puncak yang indah dan udara yang segar.

Hotel ini menyediakan 89 kamar yang bergaya minimalis dengan balkon pribadi. Ada kolam renang outdoor, restoran, serta area parkir yang cukup luas.

Ariandri Hotel & Resort dikelilingi beragam destinasi populer seperti Curug Cilember, Telaga Warna, dan Agrowisata Gunung Mas di mana terdapat perkebunan teh, serta Kebun Teh Cisarua Bogor. Jaraknya dari Agrowisata Gunung Mas hanya 1,55 km dan dari Kebun Teh Cisarua Bogor hanya 873 m.

  • Tarif: Mulai dari Rp 435.000
  • Lokasi: Jl. Raya Puncak No.Km.85, Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

2. Pesona Alam Resort & Spa

Sesuai dengan namanya, Pesona Alam Resort & Spa dikelilingi dengan pemandangan alam puncak yang begitu cantik. Ada 138 kamar hotel dengan desain kontemporer minimalis. Fasilitasnya mulai dari kolam renang, area fitness, laundry, spa, hingga kids club.

Lokasi hotel ini berdekatan dengan Kebun Teh Cisarua dan Agrowisata Gunung Mas. Jarak ke Kebun Teh Cisarua hanya sekitar 1,14 km, sementara untuk ke Agrowisata Gunung Mas, jaraknya hanya 2,19 km.

  • Tarif: Mulai dari Rp 1,3 juta.
  • Lokasi: Jl. Taman Safari No.101 A, Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

3. Bobocabin Gunung Mas

Berada di Agrowisata Puncak Gunung Mas Puncak, Bobocabin berada di tengah kebun teh, Puncak. Jadi, traveler bisa sekaligus menikmati wisata yang ada di dalam Agrowisata Puncak, misalnya, naik ATV, Scooter, E-Bike atau langsung ke perkebunan tehnya.

Selain menikmati keseruan di Agrowisata Gunung Mas, penginapan ini juga berdekatan dengan destinasi wisata lainnya seperti Taman Safari, The Ranch, dan Taman Bunga Nusantara.

  • Tarif: Rp. 960.000
  • Lokasi: Agrowisata Puncak Gunung Mas Puncak, Jalan Raya Puncak KM.87, Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia, Cisarua, Puncak, Jawa Barat.

4. The Botanica Sanctuary

The Botanica Sanctuary mempunyai 166 luminous room, termasuk 38 Suite, dua restoran, dan infinity pool di bagian rooftop. Dari hotel ini pengunjung bisa melihat pemandangan. Gunung Pangrango dan hutan pinus.

Traveler yang mau menikmati keindahan kebun teh tak perlu khawatir, Jarak The Botanica Sanctuary ke area perkebunan teh cukup dekat. Untuk ke Kebun teh Cisarua, jaraknya hanya sekitar 1,21 km, sementara ke Gunung Mas Bogor sekitar 2,22 km.

  • Tarif: Rp 1.817.000/malam
  • Lokasi: Jl. Taman Safari No.101, Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

5. Seruni Hotel

Menurut laman resminya, Seruni Hotel memadukan gaya arsitektur Bali dan Sunda. Dari hotel ini terasa udara pegunungan yang begitu sejuk. Beberapa kamarnya menyuguhkan pemandangan gunung dari balkon.

Fasilitasnya mulai dari kolam renang, restoran, dan area parkir yang luas. Berada di kawasan Cisarua, Hotel Seruni dekat dengan pemandangan kebun teh Cisarua dan Agrowisata Gunung Mas. Hotel ini dan Kebun Teh Cisarua hanya berjarak 1,33 km.

  • Tarif: Rp 731.000/malam
  • Lokasi: Jl. Pirus, Cibeureum, Kec. Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat

6. The Grandhill

The Grandhill dirancang secara tradisional dengan sentuhan Jawa dan Bali. Menurut situsnya, akomodasi ini menyediakan 89 kamar, 6 vila, dan 5 ruang serbaguna.

Berada di atas bukit, The Grandhill menyuguhkan pemandangan Gunung Salak. Untuk melepas penat, traveler bisa bersantai di infinity poolnya atau menikmati pemandangan matahari terbenam di sore hari.

Untuk melihat keindahan kebun teh, pengunjung bisa mengunjungi Kebun Teh Cisarua atau Agrowisata Gunung Mas yang berlokasi dekat dengan hotel. Jarak ke Kebun Teh Cisarua Bogor hanya sekitar 1,16 km, sementara ke Agrowisata Gunung Mas jaraknya hanya 1.85 km.

  • Tarif: Rp 728.000/malam
  • Lokasi: Jalan Raya Puncak Km.84, Tugu Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

7. Seruni Hotel Hobbit House

Seruni Hotel Hobbit memiliki desain bangunan menyerupai rumah hobbit, lengkap dengan taman hijau yang indah dan asri. Akomodasi ini cocok untuk traveler yang ingin berlibur bersama keluarga, khususnya jika membawa anak-anak.

Di antara fasilitas utamanya yaitu, restoran, kolam renang, dan area parkir. Lokasinya cukup dekat dengan perkebunan teh. Jarak ke Kebun teh Cisarua hanya sekitar 1,21 km dan ke Agrowisata Gunung Mas sekitar 2,37 km.

  • Harga: Mulai dari Rp 807.500/malam
  • Lokasi: Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

8. Puncak Inn Resort

Puncak Inn Resort merupakan salah satu hotel di Cisarua, Puncak. Dari hotel ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah Gunung Gede Pangrango dan pemandangan ladang sayur Puncak

Fasilitasnya berupa kolam renang, restoran, dan area parkir yang luas. Lokasinya juga berdekatan dengan beberapa destinasi wisata, seperti Kebun Raya Cibodas, Restoran Puncak Pass, Taman Safari Indonesia, dan Perkebunan Teh Puncak. Jarak menuju Perkebunan Teh Puncak sekitar 3.05 km.

  • Tarif: Rp 350.000/ malam
  • Lokasi: Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Itulah beberapa hotel yang dekat dengan view kebun teh di Puncak. Untuk informasi harga mungkin bisa berbeda di setiap travel agent dan berubah sesuai dengan waktu penginapan. Selain itu harga juga berbeda berdasarkan kamar yang dipilih. Jadi jangan lupa update harga terbaru sebelum menginap ya.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com