Tag Archives: dataran tinggi

Inilah 5 ‘Negeri di Atas Awan’ yang Ada di Indonesia


Jakarta

Indonesia menyimpan banyak pemandangan alam yang rupawan. Sejumlah kawasan di negara ini bahkan ada yang disebut-sebut sebagai ‘negeri di atas awan’.

Julukan yang disematkan terhadap kawasan tersebut bukanlah sembarang. Melainkan hamparan awan yang membentang dan menyelimuti dapat terlihat dengan jelas oleh mata. Lantas, di mana saja ‘negeri di atas awan’ yang ada di Indonesia?

‘Negeri di Atas Awan’ yang Ada di Indonesia

Berikut beberapa tempat di Indonesia yang bagaikan ‘negeri di atas awan’:


1. Dataran Tinggi Dieng

Dataran tinggi Dieng berada di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah. Letaknya dataran ini ada di ketinggian 2.093 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Selain itu, lokasinya juga berdekatan dengan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Karenanya, pengunjung dapat melihat pemandangan samudra awan di sini.

Kawasan Dieng didominasi area pertanian terasering di lahannya yang berbukit-bukit. Panorama yang disuguhkan menambah keindahan tempat ini.

Ada sejumlah destinasi wisata yang bisa dikunjungi di dataran Dieng, di antaranya Telaga Warna dan Pengilon, Goa Semar, mata air Sungai Serayu, serta situs bersejarah berupa sejumlah candi.

2. Desa Citorek Gunung Luhur

Ada nih ‘negeri di atas awan’ yang lumayan dekat dari Jakarta, yaitu Gunung Luhur tepatnya di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Lebak, Banten. Lokasinya berada di kawasan Hutan Lindung, Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Panorama hamparan awan di tempat ini bisa disaksikan pada waktu pagi, sekitar pukul 05.00-08.00 WIB. Karena itu, pengunjung bisa bermalam di lokasi untuk melihat pemandangan samudra awannya yang indah.

Tapi, gulungan awan disebutkan tidak bisa dilihat setiap harinya. Karena tergantung dari kondisi cuaca di kawasan tersebut.

Untuk bisa melihat ‘negeri di atas awan’ diperlukan tiket masuk seharga Rp 12.000 per orang untuk weekday, serta Rp 14.500 per orang saat weekend dan hari libur.

Akses jalan menuju lokasi lebar dan bisa dicapai dengan menggunakan mobil atau motor untuk sampai ke lokasi. Tarif parkir yang ditetapkan sebesar Rp 5.000-Rp 7.500 untuk motor, dan mobil dikenakan Rp 10.000-Rp 15.000.

3. Puncak B29 Lumajang

Selanjutnya ada kawasan Puncak B29 di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Lumajang, Jawa Timur. Tempat ini dijuluki ‘negeri di atas awan’ dengan lokasinya yang berada di ketinggian 2.900 mdpl.

Di puncak ini, pengunjung akan melihat panorama gumpalan awan menakjubkan yang menyelimuti kawasan Gunung Bromo pada pagi hari. Selain itu, keindahan Gunung Semeru di sisi selatan dan sunrise di ufuk timur juga bisa terlihat sekaligus.

Untuk menuju ke Puncak B29 Lumajang, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah sampai di rest area Desa Argosari bisa dilanjut naik ojek motor. Barulah pengunjung bisa sampai di Puncak B29 dengan membayar tiket masuk seharga Rp 5.000 per orang.

4. Desa Lolai Toraja Utara

Di wilayah Sulawesi juga ada tempat yang disebut-sebut jadi ‘negeri di atas awan’ yakni di Desa Lolai, Kecamatan Kepala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Utara. Tempat ini berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl.

Di sana, pengunjung bisa menyaksikan hamparan awan yang membentang. Di sela-selanya tak jarang muncul puncak-puncak gunung yang menjulang tinggi.

Untuk menuju ke sini, traveler dapat menempuh waktu kurang lebih 1 jam perjalanan dengan jarak 19 km dari Bandar Udara Pongtiku Toraja. Sementara dari Rantepao berjarak sekitar 15 km. Akses jalan yang dilalui pun sudah cukup bagus.

Pengunjung perlu membayar tiket sebesar Rp 15.000 per orang untuk masuk ke kawasan ‘negeri di atas awan’ ini. Selain itu, diperbolehkan juga menginap di lokasi untuk melihat panorama alam yang rupawan itu.

5. Bukit Panyangrayan Tasikmalaya

‘Negeri di atas awan’ juga ada di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat. Tepatnya di Bukit Panyangrayan yang berada di Kampung Pramuka Sadaukir, Desa Sukapura, Kecamatan Sukaraja, Tasikmalaya.

Pemandangan hamparan awan di sini dapat dilihat pada pagi hari saat matahari terbit. Panoramanya semakin indah saat cahaya matahari mengintip di antara gumpalan awan itu. Pengunjung bisa berkemah di atas bukit ini dengan membawa tenda atau menyewa tenda untuk menyaksikannya.

Kawasan Bukit Panyangrayan buka 24 jam sehingga traveler bisa datang kapan saja. Diperlukan tiket untuk masuk ke tempat ini dengan membayar tiket Rp 5.000 per orang.

Untuk sampai ke lokasi ini, pengunjung bisa melalui jalan satu jalur dengan mengendarai sepeda motor hingga pintu masuk kawasan bukit. Karena satu jalur, akan akan sulit dilewati mobil jika berpapasan.

Itu dia sederet ‘negeri di atas awan’ yang ada di Indonesia. Kalau detikers sudah pernah mengunjungi yang mana, nih?

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

6 ‘Negeri di Atas Awan’ di Indonesia yang Menawan


Jakarta

Istilah “negeri di atas awan” merujuk pada lokasi yang tinggi sehingga awan tampak lebih dekat dan terkadang menyelimuti kawasan itu. Hal tersebut menciptakan pemandangan yang sangat menakjubkan.

Di Indonesia, ada tempat-tempat yang disebut negeri di atas awan karena menawarkan daya tarik sensasi dramatis dan keindahan alam yang menawan.

Negeri di Atas Awan yang Ada di Indonesia

Negeri di atas awan lokasinya ada di sekitaran dataran tinggi, pegunungan hingga puncak gunung. Tak heran, sehingga tempat-tempatnya sering dijadikan destinasi wisata.


Berikut adalah beberapa tempat yang disebut sebagai negeri di atas awan di Indonesia versi detikTravel:

1. Bukit Panyangrayan

Lokasi: Tasikmalaya, Jawa Barat.

Traveler pernah mendengar nama Bukit Panyangrayan? Pesonanya di pagi hari bakal memanjakan mata travaler saat menikmati sunrise dari atas ketinggian. Bahkan saking indahnya, ada yang menjulukinya sebagai negeri di atas awan.Bukit Panyangrayan dengan pesonanya di pagi hari. (Dadan Kuswaraharja)

Bukit Panyangrayan beralamat di Kampung Pramuka Sadaukir Kapunduhan Barumekar, Sukapura, Sukaraja, Tasikmalaya. Dari pusat kota Tasikmalaya, untuk menuju lokasi waktu tempuhnya sekitar 30-40 menit.

Bukit ini berada di ketinggian sekitar 350 mdpl (meter di atas permukaan laut). Dilansir situs Perhutani, Bukit Panyangrayan adalah wisata rintisan yang dikelola bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sadaukir.

Jika traveler ingin mencari sensasi melihat sunrise dan melihat Gunung Galunggung, disarankan untuk sudah di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Karena pada jam tersebut kabut begitu tebal, dan mulai menipis saat matahari beranjak naik sekitar mulai pukul 07.00 WIB.

Di sana, traveler juga bisa berkemah. Di atas bukit saat malam hari, akan ada pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Tasikmalaya.

2. Dataran Tinggi Dieng

Lokasi: Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/6). Kawasan dieng merupakan salah satu wisata pengunungan andalan di Jawa Tengah.File/detikFoto.Menikmati keindahan Telaga Warna, kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. (Agung Pambudhy)

Dataran Tinggi Dieng terkenal dengan julukan negeri di atas awan Indonesia selanjutnya. Lokasinya ada di wilayah Wonosobo dan Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dataran Tinggi Dieng memiliki ketinggian 2.093 mdpl. Di sana, traveler akan melihat samudra awan ditambah pemandangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.

3. Puncak Lolai

Lokasi: Toraja Utara, Sulawesi Utara.

Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (29/7/2024). Pemerintah setempat melakukan penataan kawasan wisata alam tersebut agar lebih produktif serta ramah lingkungan berbasis kearifan lokal. ANTARA FOTO/Sakti Karuru/aww.Pengunjung menikmati pemandangan di Puncak Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. (Sakti Karuru/Antara)

Dewa wsiata Lolai beralamat Kecamatan Kapala Pitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Utara. Desa Lolai Toraja berada di ketinggian sekitar 1.300 mdpl.

Terkenal dengan sebutan negeri di atas awan, karena dari sana traveler bisa melihat hamparan awan di pagi hari. Terkadang, di sela-selanya juga akan terlihat puncak puncak gunung yang megah.

Dari puncaknya, kita juga bisa melihat sunset dan sunrise dengan udara yang sejuk. Tentunya, hal ini membuat tempat ini memiliki banyak spot untuk diabadikan.

4. Puncak B29

Lokasi: Lumajang, Jawa Timur

Puncak B29Puncak B29. (Lily Kusumawati/d’Traveler)

Negeri di atas awan Jawa Timur dijuluki untuk Puncak B29 Lumajang. Alamatnya ada di Lokasinya berada di Desa Ledokombo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Puncak B29 memiliki ketinggian 2.900 mdpl. Letaknya berdekatan dengan Gunung Bromo dan Gunung Semeru.

Mengutip situs pemerintah Kecamatan Sumber,Probolinggo, ada dua versi alasan di balik nama Puncak B29 ini. Pertama, huruf “B” artinya bukit dan angka 29 adalah nomor urutan dari jumlah bukit di sana.

Untuk versi kedua, asalan nama puncak B29 yaitu karena penduduk sekitar menyebutnya “puncak songolikur” (bahasa Jawa) dan dalam bahasa Indonesia artinya 29 mengacu pada ketinggiannya yang 2900 mdpl.

Puncak B29 juga disebut Puncak Argosari, yang merupakan puncak tertinggi di kawasan gunung bromo. Makannya, dari sini kita akan disajikan pemandangan indah vegetasi khas gunung dan savanna.

5. Puncak Citorek Gunung Luhur

Lokasi: Banten.

Gunung Luhur di BantenGunung Luhur di Banten. (Afif Farhan/detikcom)

Citorek Gunung Luhur beralamat di Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Banten. Jarak tempuhnya dari Jakarta sekitar sekitar 80 km barat daya.

Puncak Gunung Luhur memiliki ketinggian 1.037 mdpl. Pemandangan lautan awan yang menakjubkan bisa dilihat di pagi hari sekitar jam 05.00 WIB hingga 07.00 WIB.

Supaya tak melewatkan pemandangan tersebut, traveler disarankan untuk bermalam di puncak. Namun, pemandangan lautan awan juga bergantung jika kondisi cuaca sedang bagus.

6. Puncak Wolobobo Bajawa Flores

Lokasi: Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)Eksotisme wisata Puncak Wolobobo di Ngada, NTT. (Instagram @putrimdewi)

Negeri di atas awan juga jadi julukan untuk Puncak Wolobobo yang memiliki ketinggian 1.700 mdpl. Lokasinya ada di Desa Turekisa, Kecamatan Gelowa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, NTT.

Selain lautan awan yang menutupi lembahnya, puncak Wolobobo juga diapit oleh perbukitan hijau yang rimbun, hamparan kebun kopi yang tertata dan Gunung Inerie yang indah.

Untuk mencapai spot foto utama dan melihat pemandangan yang menawan, traveler berjalan kaki sekitar 100 meter dari area parkir. Di area puncak, traveler bisa sambil duduk menikmati kopi arabika khas Ngada gazebo dengan latar belakang Gunung Inerie dan Laut Sawu.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com