Tag Archives: debu

6 Kebiasaan yang Tanpa Kamu Sadari Bikin Rumah Banyak Debu



Jakarta

Debu pada rumah tak hanya membuat ruangan jadi kotor, ternyata juga berbahaya bagi kesehatan. Terutama, bagi kamu yang punya alergi debu dan asma.

Mungkin kamu mulai bertanya? Dari mana debu yang bertebaran di rumah itu muncul? Tanpa kamu sadari, terdapat kebiasaan yang turut menghasilkan banyak debu di rumah.

Lalu, kira-kira apa saja kebiasaan tersebut? Dikutip dari Bob Vila, Selasa (30/1/2024), berikut beberapa kebiasaan yang bikin rumah banyak debu dan cara mengatasinya.


1. Menggunakan Karpet

Tanpa kamu sadari, penggunaan karpet dapat mengumpulkan banyak debu. Terlebih lagi jika jarang dibersihkan, banyak debu yang akan menumpuk di karpet.

Sebagai gantinya, cobalah menggunakan karpet shaggy dengan anyaman datar dan untuk mencegah penumpukan debu, lakukan pembersihan secara rutin. Namun perlu diingat bahwa menyedot debu tidak selalu cukup. Untuk memastikan lantai benar-benar bebas debu, bawa karpet secara teratur ke luar rumah dan kibaskan karpet untuk membersihkannya dari debu.

2. Membersihkan Debu Pakai Kain kotor atau Bekas

Masih menggunakan kaos bekas yang tak terpakai untuk membersihkan debu? Kamu perlu menghentikan kebiasaan ini. Untuk membersihkan debu, sebaiknya gunakan kain mikrofiber dengan serat sintetisnya yang halus.

Kain mikrofiber mampu menarik lebih banyak debu daripada kain katun biasa. Untuk melakukan pembersihan dengan cepat, pilihlah kain lap mikrofiber untuk sudut dan rak yang rapat serta kain biasa untuk membersihkan permukaan meja.

3. Tidak Meletakkan Keset di Depan Pintu

Partikel kotoran kecil dapat muncul dari setiap kali seseorang atau hewan peliharaan datang atau pergi. Sepatu yang lebih bersih berarti lebih sedikit debu, jadi penting untuk meletakkan keset di setiap pintu masuk dan mencuci setiap sepatu secara teratur. Lebih baik lagi, simpan keranjang atau rak di dekat pintu dan minta keluarga dan teman untuk melepas sepatu sebelum masuk.

4. Menggunakan Vacuum Cleaner dengan Model Lama

Penyedot debu yang berkualitas dapat membuat perbedaan besar dalam hal debu. Jika menggunakan model usang dengan filter lama, kemungkinan besar kamu tidak akan menyedot kotoran sebanyak yang seharusnya, yang berarti lebih banyak usaha dan hasil yang lebih buruk. Cobalah ganti model vacuum cleaner dengan teknologi filter HEPA, yang bisa menangkap partikel terkecil dari debu dan serbuk sari serta membuat udara lebih segar.

5. Membiarkan Udara di dalam Ruangan Terlalu Kering

Untuk mencegah debu menjadi menumpuk, usahakan untuk menjaga kelembapan di rumah sekitar 40-50 persen. Gunakan humidifier pada musim dingin atau simpan baki air di atas radiator kamu untuk menambahkan H2O atau air ke udara.

6. Jarang Membersihkan Tirai atau Gorden

Kapan terakhir kali membersihkan tirai atau gorden? Menggantung tepat di dekat jendela yang terbuka, tirai menjadi magnet untuk debu yang masuk atau keluar. Untuk menyegarkannya, buka penutup jendela kemudian bersihkan dengan penyedot debu. Gunakan vakum genggam kecil untuk menghilangkan kotoran dan turunkan gorden, lalu cuci minimal sekali atau dua kali setahun.

Demikian 6 kebiasaan yang bikin rumah banyak debu. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Panduan Sederhana Bersihkan Toren Sendiri di Rumah dalam 7 Langkah



Jakarta – Toren air adalah hal paling penting untuk persediaan air bersih dan sebagai cadangan mendapatkan air dan aksesibilitas air bersih. Namun, seiring waktu pemakaian air yang bersumber dari toren bisa menjadi kotor dan menodai bagian luar hingga isinya.

Dikutip dari Flip, Rabu (17/1/2024), kontaminasi yang terjadi pada toren bisa berupa debu, serangga kotoran hingga bagian dalam akan penuh dengan lumut. Oleh karena kebersihan toren juga diperlukan dan perlu perawatan secara berkala, sehingga air akan tetap tersimpan bersih dan higienis.

Untuk mengetahui cara mencuci toren air, detikProperti telah merangkum langkah yang harus dilakukan. Simak infografis berikut ini!

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Dari Mana Datangnya Debu di Rumah? 12 Hal Ini Mungkin Sumbernya


Jakarta

Mungkin kamu penasaran? Mengapa masih banyak debu yang menumpuk di rumah meski kamu sudah membersihkannya. Untuk masalah debu menumpuk ini, mungkin kamu lupa untuk membersihkan sumber debu yang ada di rumah.

Sehingga debu akan terus menumpuk membuat rumah kotor meski kamu sudah membersihkannya berulang kali. Nah, agar pembersihan lebih mudah kamu harus tahu sumber debu itu berasal.

Mengutip dari Den Garden, Rabu (7/2/2024), berikut beberapa sumber debu yang menumpuk di rumah.


1. Kotoran dari Jalan, Taman, atau Halaman Rumah

Sinar matahari dan hujan dapat mengikis aspal atau beton di jalanan, kemudian menciptakan partikel-partikel kecil yang dapat tersapu masuk ke dalam rumah melalui udara. Udara yang masuk ke rumah kamu melalui angin di bawah pintu atau melalui jendela yang terbuka.

Serta debu yang terbawa dengan sepatu yang kamu kenakan. Di kebun, tanah dan rumput menempel pada sol sepatu kamu. Begitu kamu menyeretnya saat berjalan, tanah dan rumput mengering dan merupakan salah satu kontributor utama debu di rumah.

2. Serat dari Pakaian

Pakaian dibuat dari bahan tekstil yang ditenun atau dirajut dengan menggunakan serat mentah seperti wol, katun, poliester, nilon dan akrilik. Adapun seprai umumnya terbuat dari bahan katun, linen atau polyester. Barang-barang ini terus-menerus melepaskan serat saat kamu berpakaian, membuka pakaian, serta merapikan tempat tidur. Kamar tidur mungkin adalah tempat paling kotor karena aktivitas kamu di sana.

3. Karpet

Sama seperti pakaian, karpet dan pelapis furnitur sering dibuat dari tekstil sintetis atau alami seperti nilon atau wol. Karena karpet sering diinjak dan dilalui maka membuat serat terbang melalui udara. Selain itu, karpet yang sering diinjak juga akan menjadi magnet debu dan kotoran.

4. Remah Makanan

Remah dari makanan seperti roti, kue kering, dan remah sereal adalah sumber debu lain di lantai. Remah-remah makanan ini diinjak-injak dan akhirnya hancur sampai partikel-partikel kecil terangkat ke udara dan mendarat di permukaan.

5. Kulit Mati dan Rambut dari Tubuh dan Hewan peliharaan

Rambut di tubuh kamu terus-menerus rontok, baik rambut di kepala, alis, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya. Adapun sel-sel baru tumbuh di bawah kulit kamu, sementara lapisan sel terluar dilepaskan menjadi kulit mati.

6. Tisu dan Lap Dapur

Kertas tisu terbuat dari serat pulp kayu dan saat kamu bersin atau membersihkan tumpahan dengan tisu, kertas dan seratnya akan hancur.

7. Bagian Tubuh serangga yang Mati

Ketika serangga kecil misalnya laba-laba, lalat, tawon, kutu kayu, kumbang tanah, kecoak, ngengat, hingga semut mati, tubuhnya mengering dan kerangka luar mereka yang keras tertinggal, pecah dan menambah kumpulan debu atau kotoran di rumah. Jaring laba-laba juga menumpuk di sudut-sudut ruangan dan berkontribusi pada kotoran.

8. Jamur dan Bakteri

Di rumah yang lembab, jamur hitam bisa menjadi masalah di dinding. Bakteri juga bisa menjadi masalah pada tempat yang lembab. Pembusukan atau kekeringan benda yang disebabkan jamur dapat merusak furnitur dan kayu. Spora dari jamur dan serpihan kayu yang rapuh hanyalah sumber debu lainnya di rumah.

9. Daun, Bunga, dan Serbuk Sari

Selama musim kemarau, serbuk sari dan kelopak bunga bisa masuk ke dalam ruangan. Di musim hujan yang berangin, daun-daun kering berhembus di pintu. Begitu masuk, semua barang ini mengering dan menjadi berkerut, mudah hancur menjadi partikel berdebu. Daun dan bunga juga bisa berasal dari tanaman dalam ruangan.

10. Mikroplastik

Kamu pasti sering mendengar tentang bahaya mikroplastik di lautan dan bahaya yang ditimbulkannya saat tertelan dan terkonsentrasi di kehidupan laut. Semua barang seperti plastik, tas, perkakas dan benda berbahan plastik lain yang kamu gunakan di rumah juga dapat melepaskan partikel plastik kecil saat kamu menggunakannya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari keausan dan abrasi saat digunakan saat ditangani atau digosok pada permukaan lain.

11. Produk Perawatan Pribadi

Kamu pastinya memiliki sabun, deodoran, kosmetik, hairspray,maupun parfum. Beberapa dari bahan ini jatuh dari tubuh kamu setelah digunakan setelah mengering. Semprotan dari kaleng aerosol tidak selalu mendarat tepat sasaran dan beberapa berakhir di udara, menjadi partikel debu.

12. Kotoran dan Abu dari Kompor

Ketika memasak dengan kompor, kerap kali kotoran dan abu muncul sebagai akibat dari pembakaran. Ini dapat berakhir sebagai debu. Selain itu, debu ini sangat ringan dan mudah terbang di udara saat kamu membersihkan kompor.

Demikian 12 sumber debu yang membuat rumah berdebu. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

12 Penyebab Debu Sering Muncul di Rumah Meski Sering Dibersihkan



Jakarta

Rumah kamu banyak debu? Sudah berulang kali dibersihkan tapi tetap saja rumah terasa kotor dan berdebu. Bisa jadi hal ini penyebabnya.

Bila dibiarkan debu dan kotoran bisa jadi sumber penyakit misalnya infeksi kulit seperti gatal-gatal hingga yang lebih serius yakni gangguan pernapasan.

Oleh karena itu, debu dan kotoran di rumah harus segera dibersihkan. Namun persoalannya, meski sering kita bersihkan, debu selalu muncul.


Bisa jadi ini sumber debu di rumah menurut laporan Den Garden

1. Kotoran dari Jalan, Taman, atau Halaman Rumah

Sinar matahari dan hujan dapat mengikis aspal atau beton di jalanan, kemudian menciptakan partikel-partikel kecil yang dapat tersapu masuk ke dalam rumah melalui udara. Udara yang masuk ke rumah kamu melalui angin di bawah pintu atau melalui jendela yang terbuka.

Serta debu yang terbawa dengan sepatu yang kamu kenakan. Di kebun, tanah dan rumput menempel pada sol sepatu kamu. Begitu kamu menyeretnya saat berjalan, tanah dan rumput mengering dan merupakan salah satu kontributor utama debu di rumah.

2. Serat dari Pakaian

Pakaian dibuat dari bahan tekstil yang ditenun atau dirajut dengan menggunakan serat mentah seperti wol, katun, poliester, nilon dan akrilik. Adapun seprai umumnya terbuat dari bahan katun, linen atau polyester. Barang-barang ini terus-menerus melepaskan serat saat kamu berpakaian, membuka pakaian, serta merapikan tempat tidur. Kamar tidur mungkin adalah tempat paling kotor karena aktivitas kamu di sana.

3. Karpet

Sama seperti pakaian, karpet dan pelapis furnitur sering dibuat dari tekstil sintetis atau alami seperti nilon atau wol. Karena karpet sering diinjak dan dilalui maka membuat serat terbang melalui udara. Selain itu, karpet yang sering diinjak juga akan menjadi magnet debu dan kotoran.

4. Remah Makanan

Remah dari makanan seperti roti, kue kering, dan remah sereal adalah sumber debu lain di lantai. Remah-remah makanan ini diinjak-injak dan akhirnya hancur sampai partikel-partikel kecil terangkat ke udara dan mendarat di permukaan.

5. Kulit Mati dan Rambut dari Tubuh dan Hewan peliharaan

Rambut di tubuh kamu terus-menerus rontok, baik rambut di kepala, alis, bulu mata, dan bagian tubuh lainnya. Adapun sel-sel baru tumbuh di bawah kulit kamu, sementara lapisan sel terluar dilepaskan menjadi kulit mati.

6. Tisu dan Lap Dapur

Kertas tisu terbuat dari serat pulp kayu dan saat kamu bersin atau membersihkan tumpahan dengan tisu, kertas dan seratnya akan hancur.

7. Bagian Tubuh serangga yang Mati

Ketika serangga kecil misalnya laba-laba, lalat, tawon, kutu kayu, kumbang tanah, kecoak, ngengat, hingga semut mati, tubuhnya mengering dan kerangka luar mereka yang keras tertinggal, pecah dan menambah kumpulan debu atau kotoran di rumah. Jaring laba-laba juga menumpuk di sudut-sudut ruangan dan berkontribusi pada kotoran.

8. Jamur dan Bakteri

Di rumah yang lembab, jamur hitam bisa menjadi masalah di dinding. Bakteri juga bisa menjadi masalah pada tempat yang lembab. Pembusukan atau kekeringan benda yang disebabkan jamur dapat merusak furnitur dan kayu. Spora dari jamur dan serpihan kayu yang rapuh hanyalah sumber debu lainnya di rumah.

9. Daun, Bunga, dan Serbuk Sari

Selama musim kemarau, serbuk sari dan kelopak bunga bisa masuk ke dalam ruangan. Di musim hujan yang berangin, daun-daun kering berhembus di pintu. Begitu masuk, semua barang ini mengering dan menjadi berkerut, mudah hancur menjadi partikel berdebu. Daun dan bunga juga bisa berasal dari tanaman dalam ruangan.

10. Mikroplastik

Kamu pasti sering mendengar tentang bahaya mikroplastik di lautan dan bahaya yang ditimbulkannya saat tertelan dan terkonsentrasi di kehidupan laut. Semua barang seperti plastik, tas, perkakas dan benda berbahan plastik lain yang kamu gunakan di rumah juga dapat melepaskan partikel plastik kecil saat kamu menggunakannya. Hal ini terjadi sebagai akibat dari keausan dan abrasi saat digunakan saat ditangani atau digosok pada permukaan lain.

11. Produk Perawatan Pribadi

Kamu pastinya memiliki sabun, deodoran, kosmetik, hairspray,maupun parfum. Beberapa dari bahan ini jatuh dari tubuh kamu setelah digunakan setelah mengering. Semprotan dari kaleng aerosol tidak selalu mendarat tepat sasaran dan beberapa berakhir di udara, menjadi partikel debu.

12. Kotoran dan Abu dari Kompor

Ketika memasak dengan kompor, kerap kali kotoran dan abu muncul sebagai akibat dari pembakaran. Ini dapat berakhir sebagai debu. Selain itu, debu ini sangat ringan dan mudah terbang di udara saat kamu membersihkan kompor.

Demikian 12 sumber debu yang membuat rumah berdebu. Semoga bermanfaat!

Buat detikers yang punya permasalahan seputar rumah, tanah atau properti lain. Baik itu berkaitan dengan hukum, konstruksi, pembiayaan dan lainnya, tim detikProperti bisa bantu cari solusinya. Kirim pertanyaan Kamu via email ke tanya@detikproperti.com dengan subject ‘Tanya detikProperti’, nanti pertanyaan akan dijawab oleh pakar

(zlf/zlf)



Sumber : www.detik.com

7 Lokasi Ini Jadi Sarang Debu di Rumah, Begini Cara Membersihkannya


Jakarta

Debu memang menjadi salah satu musuh terbesar ketika membersihkan rumah. Bagaimana tidak? Debu akan terus menumpuk di mana-mana kalau tidak rajin dibersihkan.

Apalagi ada saja lokasi-lokasi yang terlupakan atau diabaikan karena tidak terlihat atau sulit diraih. Meski bukan sesuatu yang berbahaya, debu sebenarnya bisa menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti alergi dan asma.

Melansir dari laman Southern Living, berikut ini tempat yang bisa menjadi sarang debu di rumah, sehingga harus rajin dibersihkan.


Atas Perabotan

Debu seringkali menumpuk di atas perabotan seperti rak, lemari, bahkan kulkas karena jarang terlihat. Sebelum membersihkan area ini, pastikan untuk menyingkirkan barang-barang di atasnya terlebih dahulu. Lalu, gunakan kemoceng panjang atau microfiber yang lembab untuk membersihkan permukaannya.

Dipan Tempat Tidur

Dipan tempat tidur bisa menjadi tempat berkumpulnya debu yang dapat mempengaruhi kualitas tidur. Kamu bisa membersihkan bingkai tempat tidur yang terbuat dari kain menggunakan penyedot debu dengan nozzle. Sementara bingkai tempat tidur dari kayu dibersihkan dengan kain mikrofiber basah.

Penutup Jendela

Penutup jendela seperti gorden dan tirai bisa cepat berdebu, apalagi kalau tidak pernah dibersihkan. Jangan lupa untuk mencuci gorden secara berkala untuk mengurangi debu. Sementara itu, tirai jendela bisa dibersihkan dengan praktis menggunakan kemoceng mikrofiber.

Dinding

Plafon dan dinding umumnya jarang sekali dibersihkan. Kamu bisa membersihkan debu pada dinding dari atas ke bawah menggunakan kuas yang belum terpakai atau handuk microfiber kering.

Kusen Pintu dan Jendela

Kusen pintu dan jendela yang tidak dibersihkan, lama-lama bisa menjadi sarang debu. Bersihkan area ini dengan spons dengan mengusap setiap tepian dan celah di jendela dan pintu.

Ventilasi Udara

Debu bisa juga menumpuk di ventilasi udara dari waktu ke waktu. Pastikan untuk membersihkan ventilasi dengan kemoceng microfiber atau penyedot debu dengan sikat setidaknya sebulan sekali.

Bohlam

Bohlam yang berdebu ternyata dapat mengurangi pencahayaan hingga 30% menurut Departemen Energi AS. Oleh karena itu, membersihkan bohlam bisa menjadi kebiasaan baik untuk mendapat penerangan yang lebih baik.

Jangan lupa untuk mematikan lampu, mencabut saluran listrik, dan menunggunya dingin sebelum dibersihkan. Bersihkan bohlam dengan mengusapnya menggunakan kain kering. Sementara untuk lampu gantung bisa disapu dengan kemoceng panjang.

Itulah cara membersihkan sarang debu yang sering terlupakan di dalam rumah. Semoga bermanfaat!

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Kipas Angin Tetap Berdebu Meski Bergerak dan Menghasilkan Angin?


Jakarta

Bagi kamu menggunakan kipas angin di rumah, pernah tidak terpikir kenapa kipas yang bergerak dan menghasilkan udara bisa berdebu di sela-sela kerangkanya? Bukankah angin bisa membawa debu yang ringan terbang?

Menurut Science ABC, Senin (25/3/2024), partikel debu yang beterbangan di rumah ternyata memiliki semacam muatan listrik, yang dapat menyebabkan molekul debu saling tarik-menarik.

Selain itu, bilah kipas yang bergerak cepat, bergesekan dengan molekul udara. Gerakan kipas ini membuat debu terdorong ke tepi bilah kipas atau kerangka luar dan menumpuk di sana. Penumpukan muatan pada tepi bilah kipas ini yang dikenal sebagai listrik statis.


Listrik statis adalah ketidakseimbangan muatan listrik di dalam atau pada permukaan suatu bahan. Muatan listrik statis dapat tercipta setiap kali dua permukaan bersentuhan atau bergesekan dan salah satu permukaan memiliki ketahanan yang tinggi terhadap arus listrik atau isolator listrik.

Maka dari itu, setiap bilah kipas bergerak ada kemungkinan alat tersebut menangkap banyak debu karena muatan listrik statis paling besar berada di sana akibat bergesekan dengan udara.

Untuk menjaga kipas angin tetap bersih, menurut Today.com, kamu perlu membersihkan minimal seminggu sekali atau kamu bisa menyesuaikan dengan seberapa kotor alat tersebut.

Sementara itu untuk cara membersihkan kipas angin yang mudah mengutip dari The New York Times, kamu bisa mengikuti tutorial berikut.

Lepaskan Penutup Kipas

Pastikan kipas angin dalam keadaan mati dan tidak terhubung listrik. Lepaskan skrup kipas angin yang terletak di pinggiran penutup. Usahakan untuk memegang bagian tengah atau pinggirannya saja. Jika memegang bagian rongganya bisa membuat debu berjatuhan.

Bersihkan Debu pada Sela-Sela Kipas

Siapkan sikat kecil atau sikat gigi, kain bersih atau spons, cuka, sabun, dan air. Pertama, campurkan cuka dan sabun ke dalam air. Lalu, bersihkan debu tebal pada bilah kipas angin dan bagian penutupnya.

Usap kipas angin dengan spons atau kain basah agar debu kecil terangkat. Terakhir sikat kembali dengan campuran cuka dan sabun agar lebih bersih.

Pasang Kembali Kerangka Kipas

Setelah semua bagian kipas angin yang berdebu kering, pasang kembali bagian tersebut dengan benar. Pastikan bagian yang dibersihkan sudah sepenuhnya kering agar tidak menyebabkan korsleting listrik.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Dinding Kusam? Tidak Perlu Cat Ulang, Coba Bersihkan dengan 2 Cara Ini!


Jakarta

Selain perabotan di rumah yang bisa berdebu, dinding bisa mengalami hal serupa. Apalagi rumah dengan atap yang tinggi, biasanya debu menumpuk di pinggiran atap, bahkan ada yang menggantung seperti sarang laba-laba.

Dinding yang berdebu dan kotor bisa disebabkan karena cuaca dan kebiasaan dari penghuninya. Dinding yang dekat dengan ventilasi udara atau ruang terbuka biasanya akan cepat kotor dan kusam. Begitu pula dengan dinding yang jarang dibersihkan juga membuat debu menumpuk.

Membersihkan dinding berdebu ini berbeda dengan mengecat ulang. Debu bisa menempel di dinding dalam hitungan hari bahkan setelah dinding dicat ulang. Layaknya perabotan di rumah yang seminggu sekali perlu dibersihkan, dinding pun begitu.


Debu pada dinding dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti alergi. Selain itu, dinding yang banyak debu juga mudah ditumbuhi jamur dan lumut yang membuat warna cat juga jadi cepat kusam.

Sebelum membersihkan dinding kamu harus tau jenis cat yang digunakan. Ada cat berbahan dasar minyak dan air atau lateks.

– Cat Berbahan Dasar Minyak

Biasa digunakan pada area dengan kelembapan tinggi. Kualitasnya lebih bagus dan lebih tahan lama dibandingkan cat lateks. Keunggulannya lain adalah tahan meskipun sering dibersihkan.

– Cat Berbahan Dasar Air atau Lateks

Biasa digunakan untuk dinding di dalam rumah. Lebih tahan terhadap retak dan tidak mudah terkelupas dibandingkan yang berbahan dasar minyak. Namun, saat membersihkannya jangan gunakan pembersih cairan.

Mengutip dari Spruce, Selasa (26/3/2024), berikut cara membersihkan dinding rumah berbahan minyak atau lateks.

Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Dasar Minyak

1. Siapkan Larutan Pembersih

Pertama, bersihkan dinding memakai kain bersih. Lalu siapkan satu sendok teh sabun pencuci piring dan 1/2 sendok teh cuka putih ke dalam air hangat. Siapkan wadah lain berisi air bersih untuk membilas.

2. Bersihkan Dinding dengan Diusap

Ambil kain bersih lain atau spons. Celupkan ke wadah berisi cairan lalu peras. Jika tidak ada noda membandel seperti kotoran cicak atau bekas coretan tidak perlu ditekan saat membersihkannya. Jika ada noda membandel, kamu bisa menambahkan 2 sendok makan boraks ke larutan pembersih. Bila sudah dibersihkan bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

Cara Membersihkan Dinding Dicat Berbahan Lateks

1. Siapkan Larutan Pembersih

Singkirkan debu yang menempel dengan kemoceng atau penyedot debu. Setelah itu siapkan larutan pembersih terdiri dari satu sendok teh pembersih serbaguna yang dicampur dengan 1 liter air hangat. Siapkan ember kedua dengan air bersih untuk bilasan.

2. Bersihkan Dinding dengan Gerakan Melingkar

Siapkan spons atau kain bersih. Celupkan ke dalam larutan tadi dan peras hingga tidak ada air yang menetes. Mulai dari atas agar tidak mengotori area yang sudah bersih.

Celupkan spons atau kain kedua ke dalam air bersih dan peras hingga hampir kering. Bilas sisa sabun saat Anda bergerak ke bawah dinding.

Hati-hati saat membersihkan area dekat stopkontak atau sakelar listrik, jangan terlalu basah pada area ini. Apabila sudah dibersihkan, bilas dengan kain baru yang dibasahkan dengan air bersih.

Jika ada goresan atau noda yang sulit hilang, celupkan spons basah ke dalam soda kue dan gosok perlahan area tersebut.

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Penyebab Rumah Sering Berdebu dan Cara Mencegahnya


Jakarta

Kamu lagi merasa rumahmu lebih berdebu dari biasanya? Atau tiba-tiba alergimu kambuh? Mungkin penyebabnya adalah hal sederhana misalnya jendela terbuka atau bisa jadi perbaikan jalan atau renovasi rumah yang berada di depan pintu rumahmu.

Tumpukan debu di permukaan bukan hanya membuat rumah terlihat kotor, tapi juga mempengaruhi kualitas udara dan kesehatan. Begini cara mengurangi tumpukan debu di rumah.

Kenapa Rumah Berdebu?

1. Sirkulasi Udara Buruk

Tumpukan debu di rumah biasanya disebabkan karena aliran udara yang buruk. Gabungan dari sirkulasi udara yang buruk dengan jarangnya pembersihan bisa menimbulkan debu dan tungau bersarang di beberapa area rumahmu.


2. Karpet Kotor

Karpet bisa jadi penghasil utama debu. Walaupun sulit menyingkirkan debu di karpet rumah, membersihkan karpet secara rutin setidaknya bisa bantu mengurangi penumpukan debu.

3. Hewan Peliharaan yang Tidak Dimandikan

Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing salah satu sumber utama debu. Maka dari itu, kalau kamu memelihara hewan harus rajin dimandikan. Upaya-upaya ini tidak akan menyingkirkan debu dan tungau sepenuhnya. Tapi, setidaknya bisa mengurangi paparan terhadap debu dan tungau.

4. Sprei Kotor

Tungau hidup di bantal, kasur, dan sprei. Jadi kamu bisa mencegah hal ini terjadi dengan memakai sprei anti alergi untuk mencegah tungau bersarang dan bisa mengiritasi mereka yang punya alergi dan asma. Gorden adalah penyebab umum lainnya, pastikan untuk mencuci gorden kamu secara rutin.

Seberapa Sering Membersihkan Debu?

Membersihkan debu bukan hanya mengelap pada permukaan yang keras, tapi juga termasuk menyedot debu dan mencuci sprei secara rutin. Kamu bisa mencuci dan mengganti sprei setiap hari Minggu, menyedot debu setiap hari Jumat, dan mengelap permukaan yang keras di hari lain dalam seminggu.

Cara Menghilangkan Debu di Rumah

1. Sedot Debu Secara Rutin

Menyedot debu secara rutin adalah salah satu solusi mudah mengurangi debu. Jangan lupa untuk mengganti atau membersihkan filternya saat penyedot debu dirasa kurang berfungsi dengan baik. Kalau penyedot debumu punya wadah debu, maka harus dikosongkan setiap kali selesai digunakan untuk memaksimalkan penyedotan.

2. Beli Pembersih Udara

Kamu bisa coba untuk membeli alat pembersih udara guna membersihkan partikel debu di udara.

3. Pelembab Udara

Selain mempertimbangkan alat pembersih udara, sebaiknya kamu juga mulai mencari alat pelembab udara. Kelembaban yang rendah bisa meningkatkan kadar debu di rumah. Perlu dicatat, jika lingkungan terlalu lembab akan memperburuk masalah tungau, jadi keseimbangan sangatlah penting. Usahakan agar kelembaban rumah sekitar 40% dan 50%.

4. Bersihkan Permukaan yang Keras

Kamu perlu mengelap permukaan yang keras secara rutin. Pakai kain mikrofiber atau kemoceng, selalu mulai dari bagian atas dan lanjut ke bawah agar debu tidak terdorong ke area yang baru kamu bersihkan.

5. Hindari Karpet

Seperti yang sudah disebut di atas, karpet salah satu sumber debu yang banyak. Karpet tebal dikenal menampung debu, maka dari itu karpet ini tidak direkomendasikan kalau kamu punya alergi. Menyedot debu karpet secara rutin bisa mengurangi debu.

6. Tidak Memakai Sepatu di Dalam Ruangan

Langkah ini merupakan salah satu cara mengurangi debu di rumah. Sepatu membawa banyak kotoran dari luar, jadi lepaskan sepatu sebelum masuk rumah. Gunakan keset pintu untuk menampung kotoran sebelum masuk rumah, dan bersihkan sesering mungkin.

7. Merawat Hewan Peliharaan

Memandikan dan menyisir hewan peliharaan secara rutin, idealnya dilakukan di luar ruangan, hal ini akan bantu mencegah debu. Tapi, kalau berlebihan juga akan membuat kulit hewan peliharaanmu kering, sehingga kulitnya bersisik dan pada akhirnya jadi lebih banyak debu. Konsultasikan dengan dokter hewan untuk menentukan rutinitas dan frekuensi perawatan yang baik.

Bagaimana Cara Membasmi Tungau

Kalau kamu punya alergi atau asma, perjuangan tidak berakhir pada menyingkirkan debu. Dilansir dari Real Simple, Sabtu (30/3/2024) walaupun tungau berukuran mikroskopis, bagian tubuh dan kotorannya bisa menjadi alergen yang bisa menyebabkan bersin-bersin, pilek, mata gatal, hidung tersumbat, kesulitan bernapas, dan lain-lain.

Selain menggunakan sprei anti alergi dan untuk mengurangi penumpukan debu, seperti yang dijelaskan di atas, seringlah mencuci sprei dengan suhu panas (setidaknya 54°C) bisa mematikan tungau dan menyingkirkan serpihan kulit mati, yang biasa dijadikan makanan oleh tungau.

(dna/dna)



Sumber : www.detik.com

Dari Mana Debu Berasal? Begini Cara Cegahnya Biar Nggak Numpuk


Jakarta

Debu yang menumpuk bisa mengotori rumah dan menimbulkan alergi bagi penghuninya. Benda kecil ini dapat mengganggu kalau menumpuk. Nah, pernahkah kamu terpikirkan dari mana debu berasal?

Berikut ini penjelasan tentang bagaimana debu bisa menumpuk di dalam rumah yang dilansir dari Forbes Home, Senin (29/4/2024).

Dari Mana Debu Berasal?

1. Polusi

Polusi dari knalpot mobil dan emisi pabrik bertebaran di udara. Jika jendela rumah dalam keadaan terbuka, maka partikel debu itu akan masuk ke dalam rumah.


Apalagi kalau kamu tinggal di rumah dekat jalanan yang ramai. Maka, kurangi eksposur rumah dari udara luar untuk mencegah debu dari polusi. Kamu juga bisa menggunakan air purifier untuk membersihkan udara dari polusi.

2. Serbuk Sari

Serbuk sari dari tanaman juga bertebaran di udara, sehingga bisa masuk ke dalam rumah ketika pintu atau jendela terbuka. Jika ingin mendapat udara segar namun ingin mencegah masuknya serbuk sari, kamu bisa menggunakan layar jendela yang akan memfilter partikel-partikel masuk ke dalam rumah. Selain itu, air purifier mampu menghilangkan serbuk sari di dalam rumah.

3. Bulu Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan yang berbulu pasti akan meninggalkan jejak bulu di sekitar rumah. Biasanya, bulu-bulu ini berterbangan di udara atau menempel di furnitur, terutama yang berbahan kain. Untuk mengurangi intensitas bulu di rumah, kamu bisa lebih rajin menyisir dan memandikan hewan peliharaan.

4. Jalanan dan Tanah

Partikel debu bisa terbawa ke dalam rumah dari kotoran di jalanan ataupun tanah kering yang menempel di sepatu ataupun pakaian. Debu dari jalan ini bisa berasal dari partikel batu, pasir, ataupun tanah.

Oleh karena itu, tak heran kalau menemukan banyak debu di sekitar pintu depan rumah. Kalau mau mencegah masuknya debu, tutupi celah pintu dan jendela serta pastikan penghuni rumah tidak menggunakan sepatu di dalam rumah.

5. Kain

Bahan kain tak hanya menjadi sarang debu, tetapi juga menimbulkannya. Bahan kain pada gorden, handuk, seprai, maupun pakaian bisa melepaskan partikel-partikel kecil yang menjadi debu.

6. Tungau Debu

Manusia umumnnya melepaskan 1,5 gram kulit mati dari tubuh yang banyak ditemukan pada seprai, bantal, dan matras. Kulit mati ini yang menjadi makanan tungau debu, sehingga dapat hidup dan berkembang biak.

Selain itu, serangga ini cukup mengganggu karena dapat menimbulkan alergi atau asma bagi sebagian orang. Nah, semakin banyak tungau berkembang biak, maka akan terkumpul menjadi debu. Oleh karena itu, coba rajin membersihkan permukaan kain menggunakan vacuum atau mencucinya.

Demikian penjelasan dari mana debu berasal. Semoga bermanfaat!

(dhw/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Cara Ampuh Bikin Rumah Bersih dari Debu


Jakarta

Debu di rumah bisa mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Bukan hanya mengotori rumah, debu juga dapat memicu gangguan kesehatan seperti alergi dan penyakit pernapasan.

Sayangnya, partikel kecil ini ada di mana-mana dan selalu muncul lagi. Nah, kalau kamu pengin bikin rumah minimal debu, maka harus melakukan langkah pencegahan dan pembersihan.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan biar rumah bersih dari debu? Yuk, cek tips berikut ini yang dikutip dari Ray White Indonesia seperti dilansir dari Tabloid Rumah, Kamis (13/6/2024).


1. Hindari Pakai Kasur dan Bantal dari Kapuk

Debu akan lebih mudah menempel pada kasur dan bantal kapuk. Coba saja memukul bantal kapuk yang kita miliki, debu langsung beterbangan keluar.

2. Ganti Peralatan Penunjang Tidur Minimal Seminggu Sekali

Jika memungkinkan, bahkan lebih baik mengganti seprai dan sarung bantal setiap dua kali seminggu. Seprai, sarung bantal dan guling, hingga selimut yang tidak bersih tentunya membuat tidur kita juga tidak nyaman. Jemur kasur dan bantal di bawah sinar matahari, selain untuk membunuh bakteri juga untuk menghilangkan debu.

3. Hindari Letakan Barang di Atas Lemari atau Lokasi yang Sulit Dijangkau

Barang-barang tak terpakai seringkali diletakkan di lokasi tersebut, menyebabkan bagian atas lemari seringkali menjadi tempat bersarangnya debu.

4. Hindari Menyimpan Banyak Mainan Berbulu

Bagi kita yang memiliki anak kecil di rumah, meskipun anak-anak menyukai boneka berbulu sebaiknya dibatasi. Bersihkan setiap hari dan cuci secara berkala.

5. Rutin Bersihkan Rumah

Jangan lewatkan bagian sudut-sudut dinding dan plafon, juga tempat-tempat yang tidak terjangkau seperti lubang ventilasi dan bagian bawah atau atas perabotan.

Sebelum menyalakan kipas angin, pastikan ruangan telah bersih dan tidak banyak debu. Kipas angin malah akan membuat debu beterbangan ke tempat lain, bahkan ke udara yang dapat berakibat terhirup oleh orang yang ada di dalam ruangan.

Barang-barang elektronik juga tidak boleh luput dibersihkan. Bersihkan AC atau celah-celah kipas angin, tempat biasanya banyak debu yang menempel. Bagian belakang lemari es juga seringkali dilupakan.

Bersihkan tirai secara rutin, minimal seminggu sekali. Untuk hasil lebih baik, tirai bisa kita laundry. Jika kita senang mengoleksi buku, rajin-rajinlah membersihkannya. Tumpukan buku termasuk tempat debu menumpuk, apalagi jika jarang diambil.

6. Batasi Hiasan di Rumah

Batasi hiasan seperti lukisan, pigura foto dan lain sebagainya. Tempat-tempat tersebut seringkali luput dari perhatian sehingga hampir tidak pernah dibersihkan.

Setiap selesai membersihkan rumah dengan sapu, biasakan dilanjutkan dengan mengepel. Jika ingin lebih efektif, gunakan penyedot debu. Selain lebih praktis, sedot debu juga tidak membuat debu beterbangan. Ketika akan membersihkan perabotan di rumah, gunakan lap basah. Tambahkan dari cairan pembersih agar efektif dan hasilnya lebih maksimal. Debu akan menempel di lap basah tersebut.

7. Bersihkan Karpet Setiap Hari

Debu sering kali terkumpul di atas maupun di bawah karpet. Agar lebih efektif, gunakan penyedot debu. Jika karpet sedang tidak digunakan, gulung dan bungkus dengan menggunakan plastik rapat-rapat, untuk menghindari debu menempel.

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com