Tag Archives: dehidrasi

Hadapi Kutu Busuk yang Besarang di Kasur dengan 5 Jurus Ini!



Jakarta

Kutu busuk merupakan salah satu masalah yang biasa muncul di kasur. Serangga ini suka bersembunyi di pinggiran dan dalam kasur, terutama yang jarang terkena sinar matahari.

Sebenarnya gigitan kutu busuk tidak begitu berbahaya, namun bisa menimbulkan gatal di kulit dan meninggalkan bekas. Target kutu busuk adalah makhluk berdarah panas seperti manusia.

Meskipun tidak menimbulkan penyakit lain, tetapi adanya kutu busuk dapat menyebabkan kasur berbau tidak sedap dan cepat kotor.


Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan agar kutu busuk tidak bersarang di kasur, sofa, dan perabotan di rumah.

Melansir dari Apartment Therapy, berikut beberapa cara ampuh untuk mencegah kutu busuk bersarang di kasur dan perabotan lainnya di rumah.

1. Gunakan Sarung Bantal dan Guling

Sarung bantal dan guling memang tidak dapat mengatasi kutu busuk, tetapi setidaknya dengan cara ini dapat mencegah hewan kecil ini masuk ke dalam kasur atau peralatan tidur lainnya.

2. Semprotan Alkohol

Alkohol dapat membuat kutu busuk mengalami dehidrasi. Dengan begitu, kutu busuk tidak akan hidup pada perabotan rumah dan tidak berani dekat-dekat. Jika kamu ingin memakai cara ini, periksa dulu jenis alkohol yang akan digunakan, pastikan khusus untuk membasmi kutu busuk.

3. Penutup Bagasi

Kutu busuk juga sering di dapati di koper setelah bepergian dari luar daerah. Agar kutu busuk tidak menyebar ke tempat lain, pasang lapisan di bagasi agar barang bawaan tidak dihinggapi kutu busuk.

4. Minyak Atsiri

Solusi alami untuk memusnahkan kutu busuk adalah menggunakan minyak esensial seperti minyak atsiri. Caranya dengan melarutkan minyak dengan air dan memasukkannya ke dalam botol berukuran 100 mililiter. Kemudian, semprotkan ke barang bawaan dan tempat tidur secara berkala.

5. Bersihkan Barang Setelah Dibeli

Jika kamu membeli barang bekas, terutama sofa, kursi, atau kasur periksalah secara menyeluruh, bisa juga menggunakan kaca pembesar. Kemudian, cuci barang bekas tersebut dan keringkan. Jangan lupa ketika mencuci, gunakan air yang panas di atas 45 derajat dan rendam minimal 60 menit.

(das/das)



Sumber : www.detik.com

Bukan Pakai Garam, Begini Cara Ampuh Cegah Ular Berkeliaran di Sekitar Rumah


Jakarta

Ular adalah hewan berbisa yang bisanya mengandung racun yang dapat mempengaruhi sel dan jaringan pada makhluk yang terkena gigitan mereka. Banyak yang percaya bahwa untuk mengusir ular bisa menggunakan garam karena ular takut. Ternyata anggapan tersebut salah.

Dilansir detikEdu, menurut laman verifikasi dan pengecek fakta Dubawa, anggapan bahwa garam dapat mengusir ular, bermula dari percobaan mengusir siput dan keong menggunakan garam. Siput dan keong memang kabur setelah ditaburkan garam, tetapi cara ini tidak menunjukkan hasil yang sama pada ular.

Kira-kira kenapa ya?


Menurut Green Matters, garam mudah masuk ke dalam jaringan tubuh hewan-hewan seperti siput, keong, lintah. Saat garam mengenai kulit dan masuk ke jaringan melalui osmosis, kristal garam akan bercampur dengan molekul air. Hal ini menyebabkan hewan mengalami dehidrasi.

Layaknya manusia, tubuh tidak boleh mengalami dehidrasi berat karena dapat mengganggu tekanan dan volume darah, mengganggu fungsi organ vital, dan paling parah bisa menyebabkan kematian.

Hal-hal seperti ini tidak berfungsi efektif pada ular. Lantas, bagaimana cara yang ampuh untuk mengusir ular? Dilansir Pulse, berikut caranya.

1. Jaga Rumah dan Lingkungan Sekitar Bersih

Ular menyukai lingkungan di mana banyak tempat persembunyian bagi mereka. Misalnya tumpukan kayu, rumput, dan dedaunan. Jika rumah kalian memiliki halaman yang luas, sering-sering membersihkan rumput dan jangan biarkan tumbuh terlalu tinggi.

2. Siapkan Predator Alami

Mungkin memasang perangkap akan sulit menangkap ular, coba ganti dengan memelihara hewan predator yang ditakuti oleh ular seperti burung hantu.

3. Gunakan Bawang Putih dan Bawang Bombai

Daripada memakai garam, coba pakai bawang putih dan bawang bombai. Kedua bahan alami ini mengandung asam sulfonat yang dapat mengusir ular. Caranya dengan membuat cairan dari campuran kedua bawang dan air. Lalu cairan tersebut disemprot ke ular atau area yang menjadi tempat keluar masuk ular.

4. Biji Kola

Kola di sini bukanlah nama minuman bersoda melainkan sebuah tanaman bernama kola atau cola. Biji kola bisa mengusir ular. Caranya dengan menyebarkan potongan biji kola ke berbagai tempat di sekitar rumah dan di halaman.

5. Tanam Tanaman Pengusir Ular

Beberapa tanaman juga ampuh untuk mengusir ular seperti marigold, serai, dan lidah mertua. Aroma yang dikeluarkan tanaman ini dapat mengganggu penciuman mereka.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

Simak Video ‘Lansia 66 Tahun Ditelan Ular Piton 6 Meter’:

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Bukan Garam, 5 Bahan Ini Bisa Cegah Ular Masuk Rumah


Jakarta

Ular adalah reptil berbahaya yang bisa ditemukan di sekitar rumah. Salah satu cara yang dianggap bisa mencegah ular masuk rumah adalah menabur garam di pekarangan. Namun, ternyata cara tersebut kurang tepat, lho.

Dilansir dari detikEdu yang mengutip laman verifikasi dan pengecek fakta Dubawa, anggapan bahwa garam dapat mengusir ular berawal dari percobaan mengusir siput dan keong menggunakan garam. Kedua hewan itu kabur setelah ditaburkan garam, tetapi cara ini tidak berhasil pada ular.

Menurut Green Matters, garam mudah masuk ke dalam jaringan tubuh hewan-hewan seperti siput, keong, dan lintah. Saat garam mengenai kulit dan masuk ke jaringan melalui osmosis, kristal garam akan bercampur dengan molekul air.


Hal ini menyebabkan hewan mengalami dehidrasi sampai berujung kematian. Sayangnya, cara tersebut tidak berfungsi efektif pada ular.

Lantas, bahan apa yang bisa mencegah ular masuk rumah? Simak penjelasannya berikut ini.

Bahan yang Cegah Ular Masuk Rumah

Inilah beberapa bahan yang dapat digunakan untuk mencegah ular mendekati rumah, dikutip dari Northwest Exterminating.

1. Kapur Barus

Senyawa naftalena banyak ditemukan pada produk pengusir ular. Bahan itu pun terkandung dalam kapur barus. Penghuni rumah bisa menaburkan kapur barus atau naftalena di sekitar rumah untuk mencegah ular masuk.

2. Sulfur

Sulfur adalah bahan ampuh untuk mengusir ular karena menyebabkan dua efek. Zat ini mengeluarkan bau yang tidak disukai ular dan dapat mengiritasi kulit mereka. Penghuni dapat menaruh sulfur di sekeliling rumah, tetapi jangan lupa untuk pakai sarung tangan.

3. Bawang Putih dan Bawang Bombai

Tanaman bawang putih dan bawang bombai di halaman rumah dapat mengusir ular. Keduanya mengandung asam sulfonat yang tidak disukai ular.

Selain itu, penghuni juga dapat mencincang halus bawang putih dan bawang bombai, lalu campurkan dengan garam batu. Taburkan campuran tersebut di sekitar halaman untuk mencegah ular mendekati rumah.

4. Jeruk Nipis

Jeruk nipis efektif mengusir ular bila cairannya dicampur dengan cabai rawit atau minyak pepermin. Campurkan bahan-bahan tersebut ke dalam botol kaca, lalu tuang ke sekeliling halaman agar bebas ular.

5. Cuka

Cuka dapur adalah bahan yang efektif mengusir ular di area yang terdapat sumber air. Tuangkan cuka putih di sekitar tepi kolam untuk mengusir ular.

Itulah beberapa bahan yang membantu mengusir ular dari halaman rumah. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

4 Bahan di Rumah yang Nggak Disukai Lintah, Dijamin Auto Kabur!


Jakarta

Lintah merupakan parasit yang bisa menghisap darah hewan dan manusia. Mereka dapat beraksi tanpa disadari karena lintah memiliki 3 gigi berbentuk segitiga untuk memotong dan mengeluarkan serangkaian zat kimia untuk mengencerkan darah. Hal ini yang membuat kulit mati rasa sehingga kehadirannya tidak terdeteksi.

Parasit satu ini biasanya hidup di air tawar. Meskipun di perkotaan cukup jarang ditemui, tetapi pada rumah-rumah yang sering banjir, hewan ini bisa terbawa ke permukiman.

Ukuran lintah bermacam-macam, mulai dari sekecil lalat hingga 7 cm. Efek dari gigitan lintah di antaranya iritasi kulit, gatal, pendarahan, hingga memar.


Jika melihat lintah di rumah, tidak perlu panik apalagi asal mematikannya. Dilansir dari How to Repel begini cara mengusir lintah.

Cara Mengusir Lintah dari Rumah

1. Garam

Garam merupakan bumbu dapur yang berguna untuk mengusir hewan-hewan seperti lintah dan bekicot. Caranya cukup dengan menaburkan garam di sekeliling lintah atau daerah yang sering didatanginya. Garam dapat memberikan efek osmosis yang menyebabkan dehidrasi pada tubuh lintah. Garam dapat menarik air dari dalam tubuh lintah, menyebabkan dehidrasi.

Sebagai catatan, garam tidak disarankan dipakai untuk mengusir lintah yang sudah menggigit di kulit manusia atau hewan. Apabila sudah menempel di kulit, coba cari kepala lintah, kemudian tekan kulit di area yang digigit, agar lintah mudah terlepas. Apabila sulit, ambil kertas atau kartu ATM dan kartu yang agak keras untuk melepas lintah.

2. Jus lemon

Perasan lemon sering sekali digunakan untuk membersihkan barang dan mengusir binatang. Air perasan yang mengandung asam ini sangat tidak disukai oleh lintah. Cara memakainya adalah dengan memeras jeruk kemudian campurkan dengan sedikit air. Siram pada area dinding dan tanaman yang sering ditemui lintah.

3. Bawang Putih dan Cengkeh

Bahan alami lainnya yang ditakuti oleh lintah adalah bawang putih dan cengkeh. Dua bahan dapur ini ternyata memiliki senyawa yang dapat menahan lintah mendekat. Bawang putih dan cengkeh yang digunakan tidak perlu banyak, secukupnya saja. Lalu hancurkan dan sebar di area yang lembap di mana lintah sering terlihat.

4. Minyak Atsiri

Lintah cukup sensitif dengan wewangian, salah satunya adalah aroma dari minyak atsiri atau essential oil. Cara ini lebih mudah dan praktis karena tinggal disemprot ke area yang sering didatangi lintah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Segini Suhu AC yang Ideal di Kamar Agar Tidur Lebih Nyenyak


Jakarta

Memasang AC di kamar tidur membuat ruangan terasa sejuk sekaligus membantu istirahat lebih nyenyak. Namun, beberapa orang kerap kebingungan saat mengatur suhu AC di kamar tidur.

Jika mengatur suhu AC terlalu rendah maka bisa membuat tubuh kedinginan. Namun jika suhunya terlalu tinggi membuat kamar tidak terasa dingin, sehingga terasa gerah dan malah tidak bisa tidur.

Ternyata, mengatur suhu AC untuk kamar tidur ada ketentuannya, lho. Penasaran berapa suhu AC yang tepat untuk kamar tidur? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Suhu AC yang Tepat untuk Kamar Tidur

Dikutip dari Medical News Today, suhu AC yang ideal di kamar tidur adalah sekitar 16-19,5 derajat Celcius. Sedangkan menurut pakar tidur dari Universitas Kansai, Jepang, suhu AC yang terbaik yakni antara 25-28 derajat Celcius demi menjaga tidur tetap berkualitas.

Di sisi lain, Biro Efisiensi Energi (Bureau of Energy Efficiency/BEE), India, mengungkapkan suhu ruangan yang ideal untuk tubuh manusia yakni sekitar 24 derajat Celcius. Banyak orang yang berpikir menyetel AC pada suhu 16 derajat Celcius akan memberikan suhu dingin yang terbaik, tapi faktanya tidak demikian.

Pada dasarnya, suhu AC yang tepat sebenarnya tergantung pada kapan kita menggunakan AC tersebut. Jika udara di luar sedang dingin, maka kamu bisa mengatur suhu di atas 22 derajat Celcius. Kalau cuaca sedang panas bahkan terasa gerah di malam hari, mengatur suhu di bawah 21 derajat Celcius tidak akan menjadi masalah.

Manfaat Tidur di Suhu yang Dingin

Tidur di kamar yang suhunya dingin tak hanya bikin nyenyak, tapi juga bisa memberikan sejumlah manfaat lainnya. Kembali mengutip Medical News Today, berikut sederet manfaatnya:

1. Menjaga Suhu Tubuh

Saat tidur di malam hari, metabolisme tubuh bisa menurun sekitar 30 persen.

2. Mencegah Dehidrasi

Ketika tidur di ruangan yang sejuk dan cenderung dingin, maka kamu dapat terhindar dari dehidrasi dan kegerahan karena panas.

3. Udara Bersih

AC memiliki filter udara yang berfungsi untuk menyaring kotoran, debu, dan partikel kecil di udara. Namun, pastikan kamu membersihkan AC secara berkala.

Itulah suhu yang ideal di kamar agar tidur lebih nyenyak.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Kenapa Garam Sangat Ampuh Membasmi Lintah dan Siput? Ini Kata Ahli


Jakarta

Ada banyak hewan yang kerap ditemukan di halaman rumah, misalnya lintah dan siput. Bahkan, kedua hewan itu terkadang juga sering ditemukan berada di dalam rumah.

Meski bukan hewan ganas dan mematikan, tapi terkadang kehadiran lintah dan siput membuat sebagian pemilik rumah merasa jijik dan khawatir. Sebab, keduanya memiliki lendir yang dapat mengotori lantai.

Untuk membasmi lintah dan siput di rumah bisa menggunakan bahan alami, yakni dengan menaburkan garam ke tubuhnya. Cara ini terbilang sangat efektif karena dapat membunuhnya dalam sekejap.


Menariknya, dengan menaburkan garam seujung jari pun sudah bisa membasmi lintah dan siput. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.

Manfaat Garam yang Mampu Basmi Lintah dan Siput

Dilansir situs BBC, menaburkan garam ke tubuh lintah dan siput ternyata menimbulkan reaksi. Soalnya, tubuh hewan tersebut akan mengalami dehidrasi dan mulai kehilangan cairan lendir.

Garam yang ditaburkan ke tubuh lintah dan siput dapat mengeluarkan air dari kulit mereka lewat proses osmosis (perpindahan molekul dari area berkonsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi). Hal itu yang membuat kedua hewan melata ini mengalami dehidrasi parah, sehingga perlahan akan mati dalam hitungan menit.

“Garam pada dasarnya mengeluarkan air dari kulit mereka (efek osmosis) dan mereka mati dalam beberapa menit karena dehidrasi,” kata dosen senior di Universitas Newcastle Gordon Port.

Perlu diketahui, hewan berlendir seperti lintah, siput, dan bekicot sangat bergantung dengan kandungan air yang tinggi di dalam tubuhnya.

Ketika terpapar garam, lintah dan siput akan mencoba melepaskan diri sambil mengeluarkan banyak lendir untuk membersihkan kulitnya. Saat lendir yang dikeluarkan jumlahnya terlalu banyak secara bersamaan, maka mereka akan kehabisan air dan perlahan mati.

“Kita tidak tahu seberapa sakitnya mereka saat bersentuhan dengan garam, tetapi siput atau bekicot yang terperangkap dalam butiran garam akan mencoba menghindar sambil mengeluarkan banyak lendir untuk membersihkan kulitnya,” ujar Port.

Maka jangan heran setelah menaburkan garam ke tubuh lintah dan siput, maka akan banyak cairan yang keluar dan melumuri lantai. Untuk membersihkannya cukup dengan dilap pakai kain pel atau tisu secara perlahan.

Ampas Kopi Bisa Dipakai untuk Cegah Lintah Masuk Rumah?

Beberapa orang menyebut ampas kopi juga bisa digunakan untuk membasmi siput dan lintah. Port mengatakan hal tersebut benar adanya, tetapi kandungan kafein pada ampas kopi harus tinggi agar efektif membasmi hewan tersebut.

“Mereka tidak suka kafein. Namun, jumlah kafein yang dibutuhkan untuk mencegah mereka begitu tinggi sehingga penggunaannya akan berbahaya bagi semua orang, termasuk kita,” ungkapnya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh United States Department of Agriculture’s Agricultural Research Service telah menjawab hal tersebut. Dari penelitian yang dilakukan, terbukti larutan kafein sebesar 1 persen mampu mengusir hewan seperti siput dan bekicot.

Agar efektif mengusir lintah dan siput disarankan untuk tidak menggunakan kopi instan karena hanya mengandung sekitar 0,05 persen kafein. Kandungan kafeinnya 20 kali lebih sedikit daripada bubuk kopi alami.

Sebagai solusinya, kamu bisa memasang penghalang lintah dan siput dari bahan tembaga atau seng. Ketika melewati pagar penghalang, mereka akan jatuh ke bawah karena tubuhnya tidak bisa menempel dengan erat.

Selain itu, tembaga atau seng sebenarnya beracun bagi lintah dan siput. Jadi, mereka tidak dapat masuk ke dalam rumah melalui lubang jika ada lapisan tembaga di dalamnya.

Agar tanaman hias di rumah tidak rusak, pasang juga lapisan tembaga di sekitar pot. Langkah ini dapat mencegah siput yang dapat menggerogoti daun tanaman.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com