Tag Archives: depok

Ini Spot Tahun Baru di Depok yang Lokasinya Strategis


Bagi detikers yang berencana untuk menghabiskan momen tahun baru 2025 di Depok, jangan bingung! Pasalnya, Depok menawarkan berbagai spot menarik untuk merayakan malam tahun baru.

Pilihannya, mulai dari mal, cafe, hingga tempat hiburan outdoor dengan berbagai acara spesial. Depok bisa jadi alternatif tempat dekat Jakarta untuk merayakan malam pergantian tahun.

Spot Tahun Baru di Depok

1. Taman Alun-alun Kota Depok

Taman Alun-alun kota biasanya dijadikan lokasi untuk berbagai kegiatan komunitas, bazar, food festival, hingga spot tahun baru. Karena areanya yang luas dan mudah diakses.

Lokasi ini cocok untuk keluarga atau teman-teman yang ingin merayakan tahun baru, dengan lebih sederhana namun tetap meriah. Tapi, pastikan untuk memeriksa jadwal acara khusus atau pertunjukan kembang api yang mungkin diadakan di sana.


2. M District

Suasana malam hari di M District Depok.Suasana malam hari di M District Depok. (dok. Instagram @mdistrict.dpk)

M District mungkin bisa jadi pilihan spot tahun baru di Depok yang bisa dikunjungi. Tempat ini dikenal jadi salah satu tempat nongkrong hits kaula muda Depok.

Selain bisa menikmati makanan dan minuman, di tahun baru kemarin, pengunjung bisa menikmati live music, games, countdown menuju pergantian tahun. Lokasinya ada di Jl. Margonda Raya No 488, Depok.

3. Margo City Depok

Mal Margo City Depok kembali buka usai insiden kebocoran pipa gas, Senin (6/9/2021)Mal Margo City Depok. (Firda Cynthia/detikcom)

Margo City adalah salah satu pusat perbelanjaan besar dan modern yang terletak di jantung kota Depok. Selain itu, mal ini juga biasanya akan mengadakan event spesial seperti diskon besar, pertunjukan live music, dan berbagai kegiatan menarik untuk menambah kemeriahan suasana pergantian tahun.

4. Depok Open Space (DOS)

DOS bisa menjadi alternatif untuk spot tahun baru di Depok. Lokasinya yang ada kawasan pusat kota, area publik ini memang dirancang untuk berbagai kegiatan.

5. Kopi Bajawa Depok

Viral Kopi Bajawa Depok Tempat Nongkrong The Nuruls, Ini Menunya!Kopi Bajawa Depok yang jadi salah tempat nongkrong di Depok. (Andi Annisa DR/detikfood)

Terkenal sebagai tempat nongkrong anak muda, Bajawa Flores mungkin bisa jadi alternatif tempat untuk menghabiskan malam tahun baru. Lokasinya ada di Jl. Pemuda No.23 a, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok.

Selain menikmati makanan dan minuman, cafe ini sering menghadirkan DJ dan live musik untuk hiburan pengunjung.

(khq/fds)



Sumber : travel.detik.com

Wisata Viral di Kota Depok, Bisa Buat Ngabuburit Nih



Jakarta

Aktivitas ngabuburit selalu menjadi yang paling dinantikan selagi menunggu waktu berbuka puasa di bulan Ramadan. Yang tinggal di Depok, bisa ngabuburit ke sini.

Ngabuburit identik dengan kegiatan jalan-jalan santai yang dilakukan di sore hari menjelang buka puasa. Biasanya tempat yang dipilih adalah kawasan teduh dan nyaman yang bisa buat duduk-duduk atau sekadar foto-foto.

Enaknya lagi kalau dekat dengan kawasan wisata kuliner, jika saat berbuka tiba umat muslim dapat segera melepas dahaga dan lapar di sana.


Depok punya beberapa kawasan wisata yang viral sampai ikonik, cocok untuk ngabuburit.

Berikut 5 tempat wisata Depok untuk traveler:

1. Jusuf Kalla Library

Perpustakaan Jusuf Kalla, UII, Depok, JabarPerpustakaan Jusuf Kalla, UII, Depok, Jabar (Ari Saputra/detikcom)

Jusuf Kalla Library merupakan perpustakaan baru yang berlokasi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat. Perpustakaan ini dikunjungi oleh ribuan orang setiap hari.

Tak hanya tempatnya yang nyaman, kawasan ini juga cocok untuk foto-foto. Perpustakaan ini buka hanya di hari kerja yaitu Senin-Jumat mulai pukul 09.00-21.00 WIB.

Lokasi: Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Depok, Jawa Barat

2. Masjid At Thohir

Pengunjung berswafoto dengan latar belakang video mapping yang ditampilkan saat acara Khazanah Fest di Masjid At-Thohir, Depok, Jawa Barat, Minggu (2/4/2023). Masjid At-Thohir yang dibangun sejak tahun 2022 dengan gaya arsitektur klasik modern tersebut menampilkan pertunjukkan video mapping nuansa Ramadhan. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/YUMasjid At-Thohir yang dibangun sejak tahun 2022 dengan gaya arsitektur klasik modern tersebut menampilkan pertunjukkan video mapping nuansa Ramadhan. (Asprilla Dwi Adha/Antara)

Masjid At Thohir diresmikan pada tanggal 9 Maret 2022 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran masjid ini menjadi manfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan keislaman.

Masjid At-Thohir yang dirancang dengan gaya arsitektur klasik modern dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektare. Masjid bernuansa putih ini memiliki kapasitas 1.976 orang di area dalam masjid dan 1.395 di fasilitas pendukung plaza serbaguna.

Lokasi: Jl. Mochamad Thohir, RT.01/RW.12, Tapos, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat

3. Situ Rawa Kalong

Wisatawan melintas di jembatan apung Situ Rawa Kalong, Depok, Jawa Barat, Sabtu (25/1/2025).  Jembatan apung yang dibangun kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemkot Depok tersebut menjadi daya tarik  bagi warga yang berkunjung memanfaatkan libur akhir pekan, serta libur panjang Isra Miraj Nabi Muhammad dan Tahun Baru Imlek. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/Spt.Wisatawan melintas di jembatan apung Situ Rawa Kalong, Depok, Jawa Barat (Yulius Satria/Antara)

Situ Rawa Kalong beralamat di Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat. Danau ini memiliki luas 8,25 hektare.

Dulunya kumuh dan jadi tempat pemancingan, Situ Rawa Kalong telah direvitalisasi dengan berbagai fasilitas seperti gedung aula, floating deck, vertical garden atau taman dinding, taman lansia, pedestrian, area UMKM, alun-alun kecil yang instagramable, dan catwalk terapung.

Kawasan ini memiliki fungsi ganda yaitu tempat konservasi dan wisata. Tempat ini viral karena diresmikan oleh Ridwan Kamil dan Bonge.

Lokasi: Jalan Rajabrana, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, atau berdekatan dengan Green Lake View Cimanggis.

4. Masjid Dian Al Mahri

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri di DepokMasjid Kubah Emas Dian Al Mahri di Depok (Afriyana/d’Traveler)

Masjid Dian Al Mahri atau Kubah Emas menjadi salah satu destinasi wisata religi di Depok. Tak jarang wisatawan dari luar kota berdatangan ke masjid ini.

Masjid ini memang mempunyai kubah yang berwarna emas. Sementara, arsitekturnya bergaya timur tengah. Wisatawan dapat melihat lima kubah di masjid yang terdiri dari empat kubah kecil dan satu kubah besar.

Lokasi: Jl. Meruyung Raya, Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok.

5. Taman Albar

Kota Depok disebut kota dengan jumlah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbanyak se-Indonesia. Salah satunya Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat (Albar) di Kecamatan Bojongsari (Devi P/detikcom)Kota Depok disebut kota dengan jumlah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) terbanyak se-Indonesia. Salah satunya Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat (Albar) di Kecamatan Bojongsari (Devi P/detikcom)

Taman Alun-alun dan Kota Depok Wilayah Barat (Taman Albar) diresmikan pada 19 September 2024, taman ini memiliki berbagai fasilitas penunjang untuk wisatawan. Taman Albar memiliki luas 2,1 hektar.

Yang bikin taman ini viral adalah fasilitas bermain, apalagi untuk anak-anak. Mulai dari jembatang gantung, jogging track, playground sampai area jajan lengkap disediakan.

Taman Albar dibuka setiap hari Selasa-Minggu pukul 06.00-18.00 WIB. Hari Senin, Taman Albar tutup untuk perawatan.

Lokasi: dekat Situ Tujuh Muara, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat.

6. Godong Ijo

Mengutip website resminya, Godong Ijo adalah tempat wisata dengan konsep hutan di tengah kota. Menariknya, Godong Ijo dinobatkan sebagai amazing garden se-Asia Tenggara.

Godong Ijo sudah berdiri cukup lama, yaitu sejak tahun 1998. Adapun fasilitas yang dimiliki yaitu kolam pemancingan, restoran sunda, function room, hingga vertical garden center.

Destinasi ini buka setiap Senin-Jumat mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Sementara pada Sabtu-Minggu mulai pukul 08.00-20.00 WIB. Harga tiket masuknya adalah Rp 30 ribu. Lalu biaya lainnya disesuaikan dengan aktivitas yang dipilih.

Lokasi: Jl. Cinangka Raya KM 10 No. 60 Serua-Bojongsari, Depok.

7. Studio Alam TVRI

Studio Alam TVRI cocok untuk menjadi tempat menenangkan diri sejenak dari hiruk pikuk dan kemacetan. Menurut website Pesona Indonesia, Studio Alam TVRI sebenarnya bukanlah tempat wisata, melainkan lokasi syuting untuk film-film kolosal Indonesia.

Ada berbagai pepohonan rindang, rumah-rumah tradisional dan danau buatan. Selain itu, ada banyak spot menarik untuk berfoto-foto.

Studio Alam TVRI buka setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WIB. Kawasan ini tidak dipungut biaya, namun untuk parkir motor adalah Rp 5.000 dan untuk parkir mobil Rp 10.000.

Lokasi: Jalan Raden Saleh No. 90, Sukmajaya, Depok.

8. Taman Rekreasi Wiladatika

Taman rekreasi wiladatika memiliki berbagai jenis taman. Dahulu, taman ini diperuntukkan untuk kegiatan pramuka saja, tapi sekarang terbuka untuk umum.

Tak hanya untuk bersantai menikmati keindahan taman, kawasan ini mempunyai berbagai wahana permainan seperti bom-bom car, gokart hingga kereta mini. Selain itu Taman Rekreasi Wiladatika juga menjadi tempat gathering, olahraga dan outbond.

Adapun tiket masuk untuk umum adalah Rp 10.000, dan untuk pramuka adalah Rp 5.000. Taman ini buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Lokasi: Jl. Jambore No.1, Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

9. Situ Pengasinan

Dengan luas mencapai 6 hektar, Situ Pengasinan adalah salah satu tempat wisata paling populer di Depok. Pengunjung bisa datang setiap saat, karena Situ Pengasinan buka setiap hari pukul 07.00-18.00 WIB.

Namun jika ingin menikmati wahana permainan, pengunjung harus membayar tiket lebih dulu. Contoh wahana yang tersedia adalah perahu bebek. Pengunjung juga bisa menikmati jogging track, mancing, atau jajan di area tersebut.

Lokasi: Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok.

10. Taman Lembah Gurame

Lembah Gurame dapat dikunjungi untuk menghabiskan waktu sore bersama keluarga. Selain itu, taman asri yang dipenuhi dengan pohon dan kolam ini juga bisa dijadikan sarana belajar untuk anak-anak agar lebih mengenal berbagai jenis tanaman.

Selain ada nama di setiap tanaman, ada pula informasi mengenai pentingnya sebatang pohon, lubang biopori dan cara mengelola sampah. Fasilitasnya berupa kolam ikan, lapangan futsal, jogging track hingga jalur khusus refleksi.

Taman ini buka setiap hari mulai pukul 06.00-18.00 WIB. Wisatawan tidak dikenakan biaya jika ingin mengunjungi Taman Lembah Gurame.

Lokasi: Jalan Gurame Raya, Perumnas Depok 1, Pancoran Mas, Depok.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gem Bogor Favorit Turis Arab



Bogor

Pesona Danau Lido di Bogor tak hanya memikat wisatawan lokal, tapi juga sukses meluluhkan hati turis Timur Tengah. Dengan rakit kayu sederhana, mereka menyusuri danau sambil menyantap nasi kebuli dan shawarma-sebuah pengalaman unik yang kini jadi primadona wisata tersembunyi di selatan Bogor.

Hanya sekitar 5 menit dari pintu keluar tol Cigombong, perahu rakit Danau Lido menjadi tempat wisata hidden gem Bogor. Setiap hari, ada saja pengunjung yang datang untuk berkeliling menikmati keindahan Danau.

Namun di musim-musim tertentu, misalnya pertengahan tahun, Danau Lido justru penuh dengan turis timur tengah. Mereka berkeliling Danau Lido dengan perahu rakit sambil makan siang.


“Tahun kemarin ada 627 pemandu yang membawa turis Arab ke sini,” kata Indra J Lesmana (35), ketua UMKM kluster perahu rakit Danau Lido yang kini menjadi binaan BRI.

Angka itu memang fantastis, tapi sebenarnya sudah jauh berkurang. Di era kejayaannya sebelum pandemi, Danau Lido dapat mencatat 1.600 pemandu, satu kelompok bisa sampai 10 turis. Tak terbayang betapa ramainya Danau Lido saat itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Kebanyakan mereka bawa turis Arab dari Puncak, Sukabumi dan Cianjur,” dia menambahkan.

Indra mengatakan bahwa turis-turis Arab sangat senang dengan atraksi ini. Mereka bisa makan sambil berkeliling danau dengan santai.

Jumlah perahu rakit di Danau Lido sekitar 24 unit, warga sekitar memiliki dua atau tiga perahu sekaligus. Mereka menjadi mitra dari Rumah Makan Yuliana Lido (RMYL).

Sebenarnya di sekitar danau ada beberapa rumah makan dengan konsep serupa, berkeliling danau dengan rakit. Namun perahu rakit itu tidak lagi dikelola oleh warga, melainkan swasta. RMTY menjadi satu-satunya restoran yang bermitra dengan kluster perahu rakit.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Melihat banyaknya turis Arab, RMYL membuat menu khusus Arab. Isinya tak jauh beda dengan menu biasa hanya ada tambahan shawarma dan nasi kebuli yang khas timur tengah. Selain itu, papan penunjuk berbahasa Arab yang ada di seisi rumah makan mempertegas banyak tamu Arab singgah di sini.

Zaman semakin berkembang, selain turis yang bertambah, kecanggihan teknologi disempurnakan dengan adanya digitalisasi. BRI mempermudah pembayaran perahu rakit dan rumah makan dengan kode QRIS.

“Awalnya agak sulit, karena kebanyakan di sini kan orang tua. Tapi seiring berjalannya waktu, mulai pada ngerti kalau anak-anak muda bayar itu pakai QRIS,” kata pria asli Cigombong itu.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido gunakan QRIS (bonauli/detikcom)

Pengecekan pembayaran perahu rakit pun semakin mudah karena terekam dalam sistem. Apalagi QRIS BRI bisa menerima pembayaran dari berbagai bank.

Nurmawan (53) datang dari Depok hanya untuk menikmati ikan bakar Danau Lido yang terkenal tidak bau tanah atau lumpur. Benar saja, begitu tiba, ia memesan sekilo ikan nila bakar dengan nasi, lalapan dan sayur kangkung tumis. Awalnya ia ragu, karena porsinya terlihat besar. Mengunyah sambil melihat pemandangan membuat hidangan habis tak bersisa.

“Memang betul enak, ikannya segar,” katanya.

Ibu satu anak itu pun merasa tidak repot karena pembayaran dapat dilakukan dengan menggunakan QRIS BRI. Habis sampai Rp 200 ribuan, ia tak perlu repot memikirkan uang kembalian.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Peran BRI di Danau Lido

Fahmi Hidayat, pemimpin BRI Bogor Dewi Sartika (Bordes), mengakui bahwa turis-turis yang datang ke Danau Lido adalah berkah sekaligus tantangan yang harus dihadapi.

“Tantangan yang kita lihat adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan wisatawan,” ucapnya pada detikTravel, Jumat (21/3).

BRI sedang mencoba untuk bekerjasama dengan ekosistem kluster perahu rakit Danau Lido. Dalam hal ini, Fahmi mengatakan bahwa BRI memberikan pendampingan seperti kursus bahasa Arab sederhana.

Wisata perahu rakit di Danau LidoWisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

“Minimal menyebutkan harga, tawar menawar atau bilang iya,” ujar dia.

Wisata perahu rakit di Danau LidoPilihan menu arab di wisata perahu rakit di Danau Lido (bonauli/detikcom)

Ia juga mengapresiasi RMYT yang menggunakan menu berbahasa Arab. Nasi kebuli yang masuk dalam daftar menu juga sangat didukung karena memberikan rasa ‘rumah’ saat mereka sedang jauh dari negaranya.

“Memang ya karena konsumennya dari saudara-saudara kita dari Timur Tengah ya mau tidak mau ya minimal kebuli ada-lah gitu,” kata dia.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ke Altim Yuk, Alun-Alun Depok yang Tersembunyi di Grand Depok City



Depok

Siapa bilang Depok tidak punya alun-alun? Ada, bahkan dua! Inilah yang pertama, Taman Alun-alun Depok atau disebut alun-alun timur (altim).

detiktravel mengunjungi Altim pada Kamis (8/5/2025), pukul 10.00. Alun-alun ini berada di Jl. Boulevard Grand Depok City No.25, Jatimulya, Kecamatan Cilodong, Depok.

Untuk mencapai tempat ini, traveler masuk lewat Grand Depok City (GDC). Tanda penunjuk alun-alun itu sangat mencolok, di pintu depan terlihat tulisan Taman Alun-Alun Kota Depok.


Di balik tanda alun-alun, sebuah padepokan berdiri megah. Ada orang tua dan anak-anak yang sedang ngadem di sana. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Taman Alun-alun Kota DepokTaman Alun-alun Kota Depok (Agung Pambudhy/detikFoto)

Di sisi kanan ada jalur ke arena lain. Setelah disambangi, di sana terdapat taman Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Kendati matahari semakin galak, sejumlah balita tak surut tetap bermain di sana.

Semakin ke dalam, desain alun-alun semakin ‘liar’. Trek perbukitan diisi dengan berbagai fasilitas bermain orang dewasa. Ya, bukan cuma menyenangkan anak, di sini orang dewasa pun bisa menikmati berbagai olahraga.

Taman Alun-alun Kota DepokTaman Alun-alun Kota Depok (Agung Pambudhy/detikFoto)

Di antaranya, lapangan futsal dan basket. Dua lapangan itu memiliki tribun penonton berpeneduh. Siapa pun bisa menggunakannya tanpa biaya alias gratis.

Humam dan Thoriq, siswa kelas 8 dari Pesantren Ar Rasyidul karim di Pondok Rajeg, sedang melakukan kegiatan sekolah di sana. Selagi di sana, mereka bermain futsal.

“Sering ke sini, paling rame Sabtu-Minggu,” kata Thoriq.

Taman Alun-alun Kota DepokTaman Alun-alun Kota Depok (Agung Pambudhy/detikFoto)

Setelah lapangan, ada arena khusus BMX, skateboard bahkan wall climbing. Satu yang mencuri perhatian, kawasan gym outdoor, mirip seperti k-drama. Di sini pengunjung dewasa dapat melakukan workout dengan alat yang sediakan.

Kawasan seluas 3,9 hektar itu masih membuat saya kagum. Di balik RBRA, ada tempat duduk-duduk teduh. Mereka yang habis jogging atau mau bersantai di bawah pohon rindang bisa duduk di sana, sebuah sungai besar mengalir di seberangnya.

Jalur pejalan kaki belum terputus, masih membawa saya ke arena belakang. Ada bangunan-bangunan kecil, untuk piknik. Sebuah gedung menjulang di bagian paling belakang.

Taman Alun-alun Kota DepokTaman Alun-alun Kota Depok (Agung Pambudhy/detikFoto)

“Di sebelah sana ada menara pandang. Naik aja ke sana,” kata salah satu pengunjung, Ayu, kepada detiktravel.

Ayu bilang pengunjung bisa foto-foto di menara pandang itu. Menara pandang itu bukan sekadar menara dengan tangga-tangga dan tempat untuk berdiri di bagian paling atas. Bangunan lima tingkat itu dibuat melingkar, tampak sip dilihat dari bawah.

Selain itu, di bagian basement terdapat toilet. Dari bagian atas menara pandang itu terlihat pemandangan Depok yang hijau.

Ayu berkata secara keseluruhan alun-alun Depok itu cukup nyaman. Dia bisa leluasa mengajak anak untuk bermain di sana, tanahnya lapang, banyak mainan anak-anak, gratis, dan bisa kapan pun.

Yang membuatnya semakin nyaman, alun-alun itu bebas asap rokok. Petugas keamanan rutin memantau pengunjung.

Taman Alun-alun Kota DepokTaman Alun-alun Kota Depok (Agung Pambudhy/detikFoto)

Fasilitas lain yang melengkapi adalah musala, masjid, dan keran air minum gratis. Pengunjung bisa bebas untuk memakai fasilitas tanpa perlu takut haus, karena keran itu disebar di beberapa titik.

Taman Alun-alun Kota DepokTaman Alun-alun Kota Depok (Agung Pambudhy/detikFoto)

Alun-alun itu dibuka untuk umum mulai pukul 06.00-18.00 WIB dan tutup pada Senin. Parkiran motor dan mobil disediakan di bagian luar, bersama dengan UMKM. Pengunjung bisa bebas membawa makan ke dalam alun-alun dan piknik bersama.

Bagaimana, tertarik untuk main ke Taman Alun-alun Kota Depok?

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Depok Open Space, Ruang Terbuka Gratis Biar Warga Depok Nggak Miskin Gerak



Depok

Tempat kumpul warga Depok pelan-pelan bertambah. Selain alun-alun, ada Depok Open Space (DOS) yang bisa jadi pilihan.

DOS diresmikan pada Desember tahun 2023 di tanah seluas 2.444 meter persegi, tepat di depan Walikota Depok. DOS dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti taman air mancur, taman bermain anak, dua tribun, panggung dan perpustakaan mini.

Saat dikunjungi detikTravel beberapa waktu lalu, DOS tampak ramai oleh pengunjung. Kebanyakan adalah anak sekolah yang sedang memanfaatkan fasilitas jogging track. Langit tampak mendung, namun pengunjung berdatangan untuk sekadar lari sore.


Pak Bambang, seorang guru budaya dari Sekolah Master Indonesia mengajak anak muridnya untuk melakukan jalan sore. Ia begitu bersyukur dengan adanya fasilitas ini.

Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

“Semenjak Covid, anak-anak ini jadi ‘miskin gerak’. Kami ke sini untuk ganti suasana selain di sekolah, biar anak-anak juga punya pengalaman,” ucapnya.

Selain fasilitas lapangan, ia juga kerap membawa murid-muridnya ke perpustakaan mini. Di sana mereka diedukasi untuk lebih melek dengan dunia lewat buku.

Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

Lapangan makin ramai, sekelompok anak laki-laki terlihat latihan di bagian tribun. Ternyata mereka adalah atlet muda Depok. Fajar (16), Reyvan (16) dan tiga temannya asyik melatih koordinasi tubuh di sana.

Tak berapa lama, rintik hujan membasahi bumi. Semua berlarian ke area teduh yang tersedia di pinggir lapangan. Di sana, tim detikTravel mengobrol dengan kelompok atlet muda itu.

Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

“Kami jarang ke sini sebenarnya, tapi lumayan enak kok di sini,” kata Fajar.

Atlet yang tergabung dengan PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) itu mengatakan bahwa tanggal 24 Mei mereka akan berangkat untuk berlomba di tingkat kota.

“Di sini enak, tapi belokannya terlalu tajam terus lebarnya nanggung,” ungkap Reyvan. Dalam pandangan atlet, lapangan jogging ini masih perlu diperbesar lagi, agar bisa dipakai oleh semua kalangan.

Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

Maklum, sampai saat ini Depok belum memiliki lapangan standar untuk atlet atletik, sehingga ia dan teman-temannya cukup sulit untuk latihan secara profesional.

“Karpet track-nya udah enak kok buat lari, tapi nanggung buat sprint. Nggak ada tanda start-finish dan panjang lintasan,” jawabnya lengkap.

Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

Terakhir ada Indah (30) dan Amel (25), sebagai warga sipil mereka sangat senang degan adanya DOS. Mereka biasa datang ke sana untuk lari sore.

“Fasilitasnya udah bagus, tapi toiletnya jauh harus ke masjid,” ucap Indah.

DOS beralamat di Jl. Margonda Raya No.54, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok. Ruang terbuka ini buka 24 jam setiap hari.

Depok Open SpaceDepok Open Space Foto: (Agung Pambudhy/detikFoto)

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Mari, Bernostalgia di Studio Alam TVRI Depok



Depok

Nama Studio Alam TVRI sudah melegenda di Depok. Berdiri sejak tahun 1980-an, tempat wisata hijau ini memang membawa nostalgia banyak orang,

Berlokasi di Jl. Studio Alam TVRI, Sukmajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Studio Alam TVRI diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto sebagai tempat syuting bertema alam.

Memiliki luas 28 hektar, tempat wisata ini didominasi oleh hutan, sehingga populer sebagai tempat piknik oleh banyak kalangan, khususnya orang tua.


Saat berkunjung ke sana pada Jumat (9/5/2025), kawasan itu terbilang sepi. Yang ada saat itu adalah pasukan Kostrad, sedang berlatih tembak di balik pepohonan rapat Studio Alam TVRI.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

Ada yang berbeda dari tempat wisata ini. Bagian depan, setelah tulisan ikon ‘Studio Alam TVRI’, terdapat spot-spot yang lebih warna-warni. Itu adalah spot foto yang disediakan oleh pengelola untuk pengunjung.

Hiasannya memang instagenik, ada lampion dan payung warna-warna. Sayang, menara pandang kayu sedang ditutup karena lapuk akibat hujan yang berkepanjangan di minggu ini.

Sedikit segar, padang rumput Studio Alam TVRI kini diisi dengan rumah adat joglo dan rumah bale-bale. Tempat itu biasanya disewakan untuk syuting atau event.

Nostaligia ke Studio Alam TVRI DepokNostaligia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: (Andhika/detikFoto)

Ada satu rumah yang sudah lapuk, malah setengah roboh. Itulah rumah Siti Nurbaya yang dipakai untuk film Siti Nurbaya yang disiarkan di TVRI pada zaman dahulu.

Bagian belakang, terlihat pusdiklat dan asrama TVRI. Ini merupakan bagian perkantoran dan mess pegawai. Mereka kerap lalu lalang di sana dengan setelan dinas ‘TVRI’.

Matahari semakin tinggi, belum ada tanda-tanda pengunjung yang bertambah. Saya ngobrol dengan UMKM yang berjualan di sana. Dagangannya sederhana, terdiri dari berbagai macam jenis minuman dingin dan jajanan saja.

Studio Alam TVRI merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep alam di Kota Depok, Jawa Barat. Tempat yang diresmikan tahun 1985 ini kerap menjadi lokasi syuting.Studio Alam TVRI merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep alam di Kota Depok, Jawa Barat. Tempat yang diresmikan tahun 1985 ini kerap menjadi lokasi syuting. Foto: Andhika Prasetia

“Iya sepi kalau hari biasa, rame Sabtu-Minggu atau ada event,” ucapnya.

Sinar matahari masih mencoba untuk menembus dedaunan rapat dari pohon-pohon yang rindang di sana. Angin sesekali bertiup, tapi hawa panas seakan tak mau beranjak dari sana.

Tiga jam sebelum tutup, wisatawan mulai berdatangan. Aneh juga, mau tutup malah makin ramai, pikir saya. Seorang anak datang ditemani orang tuanya, namanya Niva (7).

Ibu Nunung berkata, ia dan anaknya sedang berkunjung ke rumah teman sekolah. Datang dari Parung, ia sekalian mampir ke Studio Alam TVRI.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: Andhika Prasetia

“Sudah tiga kali ke sini, lumayan buat bawa anak. Murah meriah, adem,” kata ibunda.

Niva sedikit pemalu, tapi dengan senyum lebar ia menunjukkan kebahagiannya liburan di sana.

“Senang, foto-foto. Mau ke sini lagi,” jawabnya dengan mata berbinar.

Studio Alam TVRI merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep alam di Kota Depok, Jawa Barat. Tempat yang diresmikan tahun 1985 ini kerap menjadi lokasi syuting.Studio Alam TVRI Foto: Andhika Prasetia

Sekelompok anak-anak dengan beberapa remaja juga mulai terlihat memasuki kawasan wisata. Mereka langsung ngacir foto-foto.

Irma, Manager Sales Studio Alam TVRI menjelaskan bahwa kebanyakan yang datang ke sana pada sore hari adalah warga sekitar. Baru ditempatkan pada April 2024, ia juga masih belum terbiasa dengan hal itu.

“Iya, justru pas mau tutup baru pada dateng. Mungkin karena panas banget ya kalau siang,” ungkapnya.

Tempat wisata itu buka setiap hari, Senin-Jumat pukul 08.00-16.00 WIB, sementara Sabtu-Minggu 07.30-16.00 WIB. Irma menjelaskan bahwa mereka menerima pengunjung sampai pukul 4 sore, lalu tutup pada pukul 18.00 WIB.

“Nanti ada petugas keamanan yang keliling untuk membantu pengunjung keluar,” ungkapnya.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok Foto: (Andhika/detikFoto)

Fasilitas dan biaya masuk

Studio Alam TVRI memang tak seperti yang dulu lagi, makin cantik. Ada fasilitas lapangan futsal, toilet, padepokan dan padang rumput yang luas untuk disewakan sebagai tempat event. Meski begitu kehangatan yang diberikan masih terasa sama, menyimpan segudang nostalgia.

Biaya masuknya dibedakan, orang dewasa akan dikenakan Rp 6.000 per kepala dan anak-anak Rp 5.000 di hari Senin-Jumat. Saat weekend, semua akan dikenakan biaya umum yaitu Rp 7.000 per kepala. Lalu biaya parkir motor Rp 5.000 dan mobil Rp 10.000.

(bnl/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Liburan ke Studio Alam TVRI, Ini yang Dilarang



Depok

Sebagai tempat wisata ikonik, ada sejak tahun 1985, destinasi ini masih menjadi pilihan pelesiran oleh warga. Ternyata ada sejumlah larangan yang pengunjung di tempat ini, apa saja ya?

Berlokasi di Jl. Studio Alam TVRI, Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, tempat wisata ini terbuka untuk segala usia. Pepohonannya rindang, bahkan punya hutan sendiri.

Dikenal sebagai tempat syuting, studio alam juga berteman baik dengan komunitas-komunitas di Kota Depok. Sebut saja komunitas air softgun, motor trail sampai treking. Hutannya menjadi tempat yang tepat untuk kembali ke alam di tengah padatnya pemukiman Depok.


Irma, manager sales Studio Alam TVRI, menjelaskan ragam komunitas yang beraktivitas di sana. Dari semuanya ada satu yang membekas di ingatannya.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok (Andhika Prasetia)

“Ada satu komunitas yang tidak patuh dengan peraturan, mereka buang sampah sembarangan,” kata Irma.

Bicara komunitas pasti bukan satu dua orang. Sampah yang berserakan setelah acara membuat pengelola sedih sekaligus sebal. Dia dengan tegas menindak komunitas itu.

“Kalau tidak seusai dengan perjanjian, termasuk buang sampah sembarangan, bisa kita blacklist. Salah satunya, mereka,” kata Irma tanpa menyebutkan jenis komunitasnya.

Selain buang sampah sembarangan, ada beberapa hal yang dilarang dilakukan oleh pengunjung:

1. Dilarang menebang pohon

Berada di bawah naungan Lembangan Penyiaran Publik (LPP), Studio Alam TVRI masih dikelola langsung oleh TVRI pusat. Setiap kegiatan yang dilakukan di sana akan dilaporkan ke pusat.

Nostalgia ke Studio Alam TVRI DepokNostalgia ke Studio Alam TVRI Depok (Andhika Prasetia)

2. Dilarang membawa speaker

Saat piknik bersama keluarga, speaker biasanya menjadi salah satu barang wajib untuk menyatukan diri. Bisa bernyanyi atau bermain games bersama.

Sayangnya, pengunjung dilarang untuk membawa speaker.

“Kecuali, mereka yang menyewa tempat untuk event. Misalnya event senam bersama, itu boleh karena sudah sewa tempat. Tapi, kalau pengunjung biasa, nggak boleh,” katanya.

3. Dilarang terbangkan drone

Pengunjung dilarang untuk membawa drone. Alat ini disamakan dengan kegiatan syuting atau komersil. Jika pengunjung melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi sebesar biaya syuting, yaitu Rp 3,5 juta.

“Kecuali, mereka mau barter. Foto dan video bisa kita ambil sebagai bahan promosi,” jawab Irma.

4. Dilarang nginap

Studio Alam TVRIStudio Alam TVRI (Andhika Prasetia/detikFoto)

Buat kamu yang belum tahu, Studio Alam TVRI tidak menyewakan tempat untuk kemping. Kegiatan menginap tidak boleh dilakukan di sana, kecuali menyewa asrama pusdiklat.

“Asrama itu punya 20 kamar, satu kamar bisa untuk dua orang. Kalau mau melakukan pelatihan atau kegiatan menginap apa pun bisa menyewa pusdiklat,” kata dia.

Semua kegiatan harus berakhir dalam satu hari. Pengunjung hanya boleh berada di sana sampai pukul 18.00 WIB.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

Alun-Alun Barat Depok, Kebanggaan Warga Sawangan, Cocok buat Berakhir Pekan



Depok

Depok mempunyai dua alun-alun, ada yang di bagian timur dan barat. Alun-alun Barat (Albar) menyuguhkan pesona tersendiri sebagai tempat kumpul warga.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) berada di Sawangan lama, Depok masuk lewat perumahan Shila Sawangan. Albar terasa berbeda dari Altim, yang berada di Grand Depok City, terutama kontur dan luasnya.

Dibangun pada 2024, Albar memiliki luas 2,1 hektar. Lebih kecil dari Altim, tapi tampak lebih mencolok dengan Jembatan Juara di atas Setu Tujuh Muara.


Jembatan sepanjang 168 meter itu menghubungkan kelurahan Sawangan dan Bojongsari. Dibuat dengan menggunakan sling, jadilah jembatan gantung khusus orang.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Kota Depok Lintang Yuniar Pratiwi mengatakan jembatan itu aman dengan kapasitas 40-60 orang dalam satu waktu.

“Motor nggak boleh lewat, sepeda juga. Hanya orang saja, karena ada CCTV, pos pantau dan keamanan,” katanya pada Kamis (14/5).

Pengunjung atau warga yang ingin menyeberang tidak diperbolehkan untuk berhenti terlalu lama di tengah jembatan. Jalur jembatan pun dibuat khusus untuk dua arah, agar tidak ada kendaraan atau orang berkumpul di sepanjang area.

“Jembatan kita fasilitasi penangkal petir, tapi kalau mulai mendung dengan potensi petir, akan kita tutup,” kata dia.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Bukan cuma kendaraan bermotor, drone pun dilarang terbang tanpa izin.

Selain jembatan gantung, Albar juga memiliki gedung serbaguna. Gedung berkapasitas 700-1.000 orang itu disewakan. Sejauh ini, mayoritas penyewa menggunakan gedung serbaguna itu untuk kegiatan sekolah atau hajatan.

Dengan luas hanya setengah dari Altim, Albar didesain untuk terlihat lebih luas. Joging trek dipasang mengelilingi taman dengan variasi kolam dan sungai.

Taman Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) berada di tengah. Perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan menjadi favorit anak-anak. Devan yang berusia dua tahun memilih perosotan sebagai kesukaannya.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) 9Rifkianto Nugroho/detikcom)

“Iya tadi dia main perosotan,” kata salah satu ibu yang berkunjung pada Jumat (16/5).

Saat pagi hari memang didominasi oleh keluarga yang membawa anak. Mereka bisa jogging, selagi anak bermain tanpa perlu khawatir.

Salman, bayi yang berusia satu setengah tahun, juga ikut merasakan senangnya bermain di Albar. Bocah laki-laki itu berlarian di sepanjang jembatan tanpa alas kaki. Ia tampak senang, sesekali jongkok untuk melihat ke bawah air.

“Sering saya bawa ke sini. Dia bisa bermain sambil berjemur kalau pagi-pagi,” kata ayah Salman.

Hal lain yang menambah keestetikan Albar adalah kios khusus UMKM. Lintang berkata bahwa bangunan terdiri dari 12 unit yang diperuntukkan bagi 11 kecamatan dengan luas 3×3. Sayang, kios UMKM hanya buka di akhir pekan saja.

Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar)Taman Alun-Alun Dan Hutan Kota Depok (Albar) (Rifkianto Nugroho/detikcom)

“Untuk Kecamatan dua unit, karena lokasinya di Sawangan,” kata dia.

Menurut Joni, seorang juru parkir Albar, alun-alun tersebut paling ramai dikunjungi saat akhir pekan. Warga sekitar datang pagi-pagi untuk olahraga. Minggu biasanya menjadi hari yang paling ramai pengunjung.

“Di parkiran sini dibikin tiga layer, bisa sampai 300 motor,” kata dia.

Di hari libur, parkir kerap overload, sementara pengunjung antre untuk masuk. Pengelola menyediakan parkir di sisi utara, parkir di bawah gedung serbaguna atau kantong parkir lainnya.

“Kalau ada event kita koordinasi dengan petugas linmas dari kecamatan Bojongsari,” kata dia.

Albar memang sengaja untuk memfasilitasi masyarakat Depok di bagian barat, sehingga pergerakan masyarakat tak melulu terpusat di Margonda. Masyarakat kini bisa menggunakan fasilitas berupa body gym, area akupuntur dan joging trek untuk berolahraga. Kawasan pohon jati di area jembatan gantung membuat suasana alun-alun semakin teduh.

Alun-alun ini buka mulai pukul 06.00-18.00 WIB dan gratis.

(bnl/fem)



Sumber : travel.detik.com

8 Wisata Jembatan Apung, Pesona View Sungai dan Aktivitas Masyarakat


Jakarta

Jembatan apung adalah alternatif wisata masyarakat yang menyajikan view kehidupan sungai dan kesibukan masyarakat sehari-hari. Apalagi jika jembatan apung didesain unik hingga menjadi objek wisata ikonik di suatu wilayah.

Seperti sarana serupa lainnya, jembatan apung menghubungkan wilayah yang terpisah sungai. Jembatan apung menjadi pilihan konstruksi di wilayah dengan tanah labil, yang tidak memungkinkan untuk struktuk konvensional.

1. Jembatan Apung Kapal Laut


Jembatan ApungJembatan Apung Kapal Laut di Cilacap (dok. Kementerian PUPR)

Alamat

  • Mangunjaya, Klaces, Kampung Laut, Cilacap, Jawa Tengah.

Kapal Laut adalah jembatan apung pertama di Indonesia yang dibangun di tanah berstruktur lemah dan tidak memungkinkan untuk pondasi biasa. Jembatan Apung Kapal Laut menggunakan pondasi beton berongga disebut poton, yang bisa mengapung dan stabil sehingga bisa menjadi pijakan jembatan yang sangat kuat.

Jembatan Apung Kapal Laut sepanjang 71 meter dan lebar 1,8 meter ini mulai digunakan masyarakat pada 2017. Fasilitas ini diharapkan bisa membantu warga Desa Ujung Alang dengan Desa Kleces menyeberang tanpa bergantung pada perahu warga. Tentunya jembatan ini menyediakan view yang sangat khas.

“Tempatnya indah banget. Jika kapal bisa lewat tiap saat pasti lebih enak main di sini. Apalagi di sini nggak ada pungli. Semoga jembatan ini bisa dirawat dengan baik sehingga kualitasnya selalu baik,” tulis akun google Yoyo Warsino.

2. Jembatan Perahu Apung H Endang

jembatan perahu di karawang viral milik h endangjembatan perahu apung di Karawang viral milik H Endang (20Detik)

Alamat

  • Dusun Kaumjaya RT 15 RW 004, Puseurjaya, Telukjambe Timur, Karawang, Jawa Barat.

Jembatan yang dibangun pada 2010 ini menggunakan perahu ponton yang membelah badan sungai Citarum. Fasilitas jembatan menghubungkan Dusun Rumambe 1, Desa Anggadita, Kecamatan Klari dengan Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Hasilnya, akses masyarakat menjadi lebih mudah menuju wilayah lain termasuk menuju Kawasan Industri Mitra (KIM).

Tarif jembatan apung yang dibangun Haji Endang atau Muhammad Endang Junaedi ini adalah Rp 2 ribu per motor. Kini, masyarakat tak perlu mengeluh akses jalan yang terhambat atau harus muter jauh karena terhalang sungai. Dalam ulasan google review, jembatan ini mendapat respon positif.

“Jembatan ini hanya untuk motor, bukan rute umum. Dengan tarif Rp 2 ribu bisa dapet view Citarum palig dekat dan indah di Karawang Kota,” tulis akun Jessica Hejichs.

3. Jembatan Apung Bongas

jembatan apung bongasJembatan Apung Bongas Foto: Jembatan Apung Bongas (BCL)

Alamat

  • Desa Bongas, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dalam ulasan google review dijelaskan, Jembatan Apung Bongas menghubungkan warga kampung Cilengkrang dan Balong yang sebetulnya masih dari Desa Bongas. Warga terpisah sejak puluhan tahun lalu akibat genangan waduk Saguling. Akibatnya, warga harus muter dan jalan jauh untuk mengunjungi keluarga satu desa.

Dengan adanya Jembatan Apung Bongas yang selesai dibangun pada 2022, warga bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan. Jembatan Apung Bongas dikenal juga sebagai Jembatan Balong Cilengkrang (BCL) yang terhubung juga dengan kampung Perlas RW 04 Desa Bongas. Jembatan apung ini tak hanya menopang kebutuhan transportasi warga, tapi juga punya view indah.

“Jembatan yang sangat indah. Kepada semua pengguna jembatan, wajib berhati-hati dengan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bukan kecepatan,” tulis akun google Dadi Pebrianto.

4. Jembatan Apung Leuwidulang Karanganyar-Tanjungjaya Cihampelas

Jembatan Apung Leuwidolang.Jembatan Apung Leuwidolang dokumen tahun 2021 (google maps)

Alamat

  • Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Jembatan ini menghubungkan Kampung Bunder, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas dan Kampung Cimonyet, Desa Karang Anyar, Kecamatan Cililin, sehingga kerap disebut Jembatan Bucin (Bunder-Cimonyet). Adanya jembatan memudahkan pengguna yang ingin ke dua kecamatan tersebut atau wilayah lain, tanpa harus muter jauh atau bergantung pada perahu penyebrangan.

Salah satu ulasan google review menyatakan, masyarakat yang ingin melintasi jembatan harus membayar Rp 5 ribu. Pengguna jembatan juga harus berhati-hati karena kerap agak licin dan ada bagian yang terasa lebih curam. Selain pejalan kaki, jembatan bisa dilintasi kendaraan roda dua. Tentunya, jembatan yang melintasi Waduk Saguling ini menyuguhkan view sangat indah.

“Bagus, jembatannya terbaik dan bikin betah. Cocok buat foto-foto dan sekadar cuci mata. Buat yang mau melintas, jaga kebersihan ya. Jangan buang sampah sembarangan dan hati-hati,” tulis akun google Nadya Sabila.

5. Ah Poong Sentul

Ah Poong SentulAh Poong Sentul (Bekti Yustiarti/d’Traveler)

Alamat

  • Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (ECOART PARK Sentul City).

Ah Poong sebetulnya adalah kompleks kuliner tepi sungai dengan meja dan kursi yan menghadap ke perairan. Di sini ada pedagang kuliner yang bisa diakses pengunjung dengan perahu penyeberangan atau jembatan apung. Kompleks wisata ini buka Senin-Jumat pukul 10.00-21.00 dan Sabtu-Minggu jam 08.00-22.00.

“Tempat makan keluarga yang cukup nyaman, sejuk dan unik. Sebelum masuk kita akan melewati jembatan gantung, lalu arena bermain anak. Di sini ada food court, taman, kolam ikan dan wahana permainan lain yang cocok menjadi lokasi weekend bersama keluarga,” tulis akun Alala Muliba.

6. Jembatan Apung Surapatin

Jembatan Surapatin di Bandung BaratJembatan Apung Surapatin di Bandung Barat Foto: Whisnu Pradana

Alamat

  • Jl Pangauban, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Jembatan apung ini menghubungkan Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar dan Desa Girimukti, Kecamatan Saguling yang berada di sepanjang aliran sungai Citarum. Warga yang ingin melintas wajib membayar Rp 2 ribu untuk pejalan kaki dan Rp 5 ribu untuk motor. Untuk anak sekolah, guru, pegawai desa dan puskesmas cukup membayar satu kali saja.

Fasilitas yang beroperasi sejak 2018 ini memiliki panjang 426 meter dengan lebar 2,75 meter dengan bahan utama kayu. Dikutip dari detikNews, Jembatan Apung Surapatin adalah milik Heri Supratikno seorang prajurit TNI. Saat ini jembatan tersebut dikelola keluarga Heri dan masyarakat setempat.

Selain menyediakan kemudahan akses, jembatan ini memberikan peluang ekonomi bagi warga. Di sepanjang jembatan tersedia saung makan lengkap dengan budidaya ikan yang dikelola warga setempat. Para pelintas bisa selfie dan sekadar cuci mata melihat keindahan waduk Saguling.

7. Jembatan Apung Sasak Bodas (Cangkorah)

Alamat

  • Kampung Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Sesuai namanya, jembatan ini menghubungkan Kampung Cangkorah dan Kampung Saketando di Desa Cangkorah. Masyarakat yang ingin melintas harus bayar Rp 2 ribu untuk motor dan seribu rupiah bagi sepeda. Jembatan ini punya view indah beserta kuliner enak dan murah yang dikelola warga setempat.

“Pemandangannya juara, makanannya enak-enak dengan harga yang aman. Tapi kayanya belum banyak yang tau karena sepi, mungkin karena aksesnya lumayan jauh dari Jalan Raya Batujajar,” tulis akun dwita septi.

Pengunjung juga wajib berhati-hari karena ada bagian jembatan yang terasa licin dan suram. Selain itu plat jembatan yang terbuat dari kayu mulai lapuk sehingga wajib ada usaha perbaikan secepatnya.

8. Jembatan Apung Situ Rawa Kalong

Gubernur Jabar Ridwan Kamil telah meresmikan Situ Rawa Kalong di Kota Depok. Namun saat ini jembatan atau panggung apung di situ tersebut digembok.Jembatan Apung Situ Rawa Kalong di Kota Depok (Rengga Sencaya)

Alamat

  • Situ (Danau) Rawa Kalong, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

Jembatan apung ini adalah hasil revitalisasi Danau Rawa Kalong yang tadinya kumuh dan tidak terurus. Proyek revitalisasi Situ Rawa Kalong digawangi Pemkot Depok dan Pemprov Jawa Barat dengan total dana Rp 21 miliar. Jembatan yang didesain mengikuti arus air ini membelah danau seluas 8,5 hektar.

Setelah diperbiki, Jembatan Apung Situ Rawa Kalong menjadi destinasi wisata baru bagi warga Jawa Barat. Warga bisa ambil foto, lihat-lihat pemandangan, atau menikmati kuliner sekitar danau.

Buat detikers yang ingin menikmati healing tipis dan murah di wisata jembatan apung, sebaiknya update lebih dulu kondisi tujuan liburan terbaru. Update info memastikan jembatan apung masih beroperasi dalam kondisi baik dan layak.

(row/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Tempat Back to Nature yang Ramah Anak, Murah, Sekitar Jakarta


Jakarta

Liburan back to nature adalah konsep memanfaatkan waktu melalui kegiatan yang lebih dekat dengan alam. Contoh kegiatannya adalah kunjungan ke kebun binatang, mencoba outdoor activity ramah lingkungan, dan kegiatan wisata edukasi lainnya.

Tempat Wisata Back to Nature Ramah Anak dan Murah

Berikut rekomendasi tempat wisata yang memungkinkan anak lebih dekat dengan alam.

1. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan (Jaksel) pada hari cuti bersama Waisak 2025, Selasa (13/5/2025).Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan Foto: Rumondang/detikcom

Jam buka: Selasa-Minggu 07.00-16.00, Senin tutup


Lokasi: Jl. RM Harsono Dalam Nomor 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Tiket masuk: tiket hanya bisa diperoleh online atau offline dengan kartu Bank DKI (Jakcard). Satu kartu bisa digunakan untuk satu rombongan asal saldo mencukupi.

  • Anak: Rp 3.000
  • Dewasa: Rp 4.000
  • Sepeda: Rp 1.000
  • Motor: Rp 3.000
  • Mobil: Rp 6.000
  • Bus sedang: Rp 12.500
  • Bus besar: Rp 15.000

Harga tiket belum termasuk tarif fasilitas dan layanan lain di Taman Margasatwa Ragunan.

Ragunan jadi pilihan tepat bagi keluarga menghabiskan liburan back to nature, dengan mengenal kehidupan hewan di lingkungan sekitar. Anak dan keluarga bisa melihat hewan dari dekat, ngasih makan, dan foto bareng. Di sini ada Pusat Primata Schmutzer, taman satwa anak, serta beragam atraksi hewan.

“Di sini cocok buat keluarga yang mau liburan, bisa bawa tikar, dan enjoy the view. Ada banyak hewan, tumbuhan, variasi makanan. Nggak cuma hiburan, tapi juga pendidikan tentang konservasi dan pentingnya menjaga kelestarian alam. Tiketnya juga murah dan sangat luas,” tulis akun google stefan Purwanto dalam reviewnya.

Dengan melihat dari dekat, anak tak sekadar kenal tapi juga tumbuh rasa cinta pada hewan. Buat yang mau ke sini sebaiknya pilih jam pagi, saat sinar matahari belum terik dan bisa menjelajah lebih jauh. Jangan lupa bawa stroller, teruatama jika membawa anak kecil, agar tidak terlalu capai.

2. Kampung Konservasi RIMBUN

Kampung Konservasi RimbunKampung Konservasi RIMBUN Foto: (Syanti/detikcom)

Jam buka: setiap hari 08.00-21.00

Lokasi: Jl. H. Jamat Nomor 11, Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten

Tiket masuk: gratis

Destinasi ini benar-benar memberikan full wisata edukasi buat keluarga yang berkunjung. Mulai dari pintu masuk hinga arena kafe dan resto, kita bisa melihat kebun sayur, area tanam padi, dan tempat penjualan hasil panen. Kita juga bisa mencoba menumpuk padi menjadi gabah dengan alu dan lesung.

“Tempatnya bagus, nyaman, sejuk,dan adem sangat cocok buat piknik anak-anak SD atau sekedar jalan-jalan. Di sini juga tempat belajar yang asyik dan menyenangkan tentang tanaman. Tenaga pengajarnya profesional,” tullis akun google Khairun Nafa terkat review Kampung Konservasi RIMBUN.

Kalau ke sini, jangan lupa naik getek yang tersedia di RIMBUN bersama tenaga profesionalnya. Kita juga bisa mencoba paket fieldtrip, kemah, dan paket wisata lain yang tersedia. Selama piknik di sini, wajib hati-hari karena jalanan mungkin sedikit licin usai hujan.

3. Kampung Main Cipulir (KMC)

Tempat berlibur yang banyak wahana tak hanya di area terbuka saja. Cipulir mempunyai tempat berlibur yang luas di antara komplek dan perkampungan warga, lho.Kampung Main Cipulir (KMC) Foto: Muhammad Lugas Pribady

Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

Lokasi: Jl. Masjid Jami’ Nurul Yaqin Gang H. Ali Sairi Nomor 1A, Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan

Tiket masuk: Senin-Jumat Rp 7 ribu dan Sabtu, Minggu, hari libur Rp 8 ribu belum termasuk wahana dan fasilitas lain

KMC adalah tempat outbond plus kolam renang yang menyediakan wisata edukasi back to nature. Kita bisa nanem pohon bersama tenaga profesional KMC, bersama rombongan dan pengunjung lain. KMC yang berada di lahan luas dan teduh ini sangat cocok buat kamu yang suka aktivitas di luar ruang (ourdoor).

“Tempatnya bersiha dan aman untuk anak anak. Di sini ada arena dalam ruang, wahana bermain, musholla, dan kantin. Tempatnya sejuk kaya di Bogor dan cocok banget buat wisata keluarga. Di sini juga bersih, tapi kalau pas rame harus diperhatikan lagi,” tulis akun google review Moh Safa.

Selain outbond dan wisata edukasi, di sini juga ada kolam renang dengan banyak permainan. Anak-anak bisa renang di sini bareng keluarga. Setelah lelah main-main, kita bisa makan dan istirahat di area kuliner atau duduk santai menikmati view serta area wisata yang terasa teduh.

4. Taman Wisata Lebah (TWL)

Taman Wisata Lebah di Cibubur tawarkan edukasi seru tentang lebah dan madu. Pengunjung bisa belajar budidaya lebah dan manfaat madu untuk kesehatan.Beternak lebah di Taman Wisata Lebah, Cibubur Foto: Hilalia Kani Juliana

Jam buka: setiap hari 08.00-16.00

Lokasi: Jl. Buperta Nomor 1, RT 8/RW 5, Cibubur, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur

Tiket masuk: Senin-Jumat Rp 40 ribu, Sabtu-Minggu Rp 50 ribu

Masuk TWL, kita disambut patung lebah yang sangat ikonik khas tempat wisata berikut kotak-kotak kayu berisi salah satu hewan paling produktif di dunia. Wisata edukasi di TWL sangat komprehensif mulai dari pengenalan jenis lebah, budidaya, pengambilan madu, hingga pengolahan produk turunan.

“Untuk edukasi tentang lebah madu pastinya cukup puas. Ada pemandunya yang sangat informatif ke anak-amal. Habis wisata edukasi bisa langsung beli madu Pramuka di storenya. TWL ini cocok bagi semua umur untuk edukasi atau jalan-jalan di tempat teduh dan sejuk,” tulis review dari akun google Umar Wirahadi.

Selain menyimak penjelasan, nonton video, praktik proses budidaya dan mengambil madu, kita bisa foto-foto di goa lebah. Setelah keliling TWL, kita bisa istirahat di kafe dan fasilitas lain yang tersedia. Buat tambahan, kita bisa lihat banyak kupu-kupu di TWL yang berperan dalam polinasi tumbuhan.

5. Scientia Square Park (SQP)

Mengisi libur akhir pekan yang bermanfaat tentunya jadi waktu yang sangt berharga. Nggak usah jauh-jauh, maen ditengah kota juga bisa asyik kok sambil ajak keluarga.Scientia Square Park Foto: Rachman Haryanto

Jam buka: Senin-Jumat 07.00-20.00, Sabtu 06.00-22.00, Minggu 06.00-21.00

Lokasi: Jl. Scientia Boulevard, Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten

Tiket masuk: Senin-Jumat Rp 50 ribu, Sabtu-Minggu Rp 110 ribu tersedia piket bundling dengan wahana dan permainan.

SQP bisa jadi pilihan tempat wisata berkonsep back to nature bagi warga Jabodetabek. Selain punya banyak pilihan wahana, kita bisa mencoba berbagai fasilitas kegiatan outdoor. Pilihan lain adalah foto dan kenalan dengan satwa di Teepee Barn, ngasih makan ikan koi dan hewan lain dalam kolam di Koi Feeding, atau main bersama kelinci di Bunnyville.

Pilihan lainnya adalah interaksi dengan kerbau di David’s Family, lebih dekat dengan hewan di Petopia, dan mencoba nanem padi dalam program Paddy’s Field. SQP juga menyediakan program untuk orang dewasa dalam Kebun Kumara meliputi berbagai tahap berkebun. Mulai dari bikin kompos, menyiapkan lahan, memilih tanaman, mulai tanam, hingga perawatannya.

Sebelum mengunjungi salah satu rekomendasi liburan back to nature, jangan lupa update info lewat medsos atau nomor kontak tempat wisata terkait. Pastikan layanan masih tersedia sebelum beli tiket dan menyusun itinerary selama di tempat wisata.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com