Tag Archives: detikcom

7 Rekomendasi Wisata di Bali utara



Jakarta

Bali Utara punya banyak destinasi wsiata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

detikcom telah merangkum pada Jumat (23/8/2024) ragam tempat wisata di Bali utara yang bisa kamu kunjungi dan pamerkan di media sosial.

1. Handara Gate


Gerbang Handara BaliGerbang Handara Bali (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

Sejatinya, Gerbang ini merupakan pintu masuk menuju Handara Golf & Resort. Sesuai dengan namanya, ini adalah tempat ciamik untuk para pecinta golf bermain dan menginap.

Bila traveler hanya ingin berfoto di gerbangnya, cukup membayar Rp 30 ribu untuk durasi foto selama tiga menit. Di saat weekend, sangat ramai turis yang mengantre untuk hunting foto di sini.

Tidak ada jam operasional, traveler bisa datang kapanpun karena diizinkan foto ‘semenjak terang hingga gelap’ di sana.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut. Bila kamu beruntung, bisa nih berpartisipasi dalam pelepasan tukik. Sayang sekali, tidak ada waktu khusus untuk aktivitas pelepasan ini.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi keigatan seru. Setelah puas snorkling melihat aneka terumbu karang, kamu bisa bersantai menikmati es kelapa di pinggir pantai yang tenang.

Nah, traveler yang tak bisa snorkling, bisa nih trekking ke Bukit Batu Kursi. Tempat ini rumah bagi kawasan suci bernama Pura Batu Kursi yang berada tepat di puncak bukit. Bukit ini memiliki ketinggian sekitar 800 meter. Traveler dapat menyusuri jalan setapak berupa susunan tangga batu untuk mencapai puncak bukit.

3. Desa Les

Penyulingan arak di Desa LesPenyulingan arak di Desa Les (Syanti Mustika/detikcom)

Banyak desa wisata yang bisa kita kunjungi di Bali Utara, salah satunya adalah Desa Les. Di sini traveler bisa juga snorkling, trekking hingga melihat penyulingan arak Bali.

Desa Les di Tejakula, Buleleng masuk ke dalam 50 besar ADWI 2024. Desa ini kaya akan produksi pertanian seperti lontar, aneka buah-buahahn, hingga kaya akan hasil ikan lautnya.

Dari dulu, Desa Les memang ramai dikunjungi oleh turis asing. Namun dengan berkembangnya informasi dan sosial media, Desa Les mulai ramai dikunjungi turis domestik.

Traveler di sini juga bisa melihat proses penyulingan arak dan gula lontar di Dapoer Moela. Kamu bisa melihat banyak kendi-kendi arak yang siap diminum para tamu yang datang.

Setiap turis yang datang akan diajak ke tempat penyulingan sebagai kegiatan experience. Sebotol arak Bali ini dijual mulai Rp 150 ribu per botolnya (750 ml). Semakin tinggi kadar alkoholnya, semakin mahal. Sedangkan gula lontar atau juruh dijual Rp 70 ribu (600 ml).

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

Traveler bisa menyewa perahu nelayan atau membeli paket wisata tur lumba-lumba ini. Adapun harganya Rp 125 ribu per pax, dan satu kapal itu bisa membawa 10 penumpang.

Traveler yang ingin merasakan sensasi yang sama, hanya perlu membayar Rp 125.000 nett/pax, untuk dewasa dan minimal 10 pax ( untuk 1 kapal). Bagi yang membawa anak-anak 1-2 tahun gratis.

Selain melihat lumba-lumba, di sini juga ada aktivitas seru lainnya seperti snorkeling, jet ski, shark boat hingga frenzy boat dan memancing.

Untuk pemesanan traveler bisa melakukan secara online. Untuk kemudahan, disarankan traveler untuk menginap juga di hotel terdekat karena kapal berangkat pagi hari.

5. Air Terjun Banyumala

Air Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Foto: Made Wijaya KusumaAir Terjun Banyumala, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng Bali. (Made Wijaya Kusuma Foto)

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

Adapun tiket masuk ke air terjun Rp 20 ribu per orang. Untuk sampai ke air terjun kamu harus trekking sekitar 15-20 menit, tergantung kekuatan kaki mu.

Walau sedikit melelahkan, percayalah lelahmu terbayarkan dengan indahnya air terjun ini. Air terjun setinggi 20 meter ini mengalir deras di antara rerumputan hijau yang menghiasi tebing air.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

Sejarahnya, Pura Ulun Danu Beratan dibangun pada tahun 1634 oleh I Gusti Agung Putu. Fungsinya sebagai tempat pemujaan Tri Murti (Brahma, Wisnu dan Siwa).

Selain melihat pemandangan indah ini, aktivitas lain yang bisa kamu lakukan di sini adalah menikmati wahana air. Kamu bisa berkeliling Danau Beratan dengan speed boat atau bebek air. Di sini juga ada penyewaan perahu lho.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Kawasan wisata Danau Buyan berlokasi di Desa Pancasari, tepatnya di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali. Akses menuju Danau Buyan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 57 km dengan waktu perjalanan sekitar 2 jam.

Adapun kegiatan menarik yang bisa dilakukan di sini yaitu kemping, memancing, trekking, hingga piknik.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Agar Bali Utara Tidak Lagi Menjadi Nomor Dua



Jakarta

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama pemerintah Bali berusaha meratakan penyebaran turis dengan cara memperkenalkan Bali utara. Salah satu faktor yang menyebabkan tidak meratanya wisatawan ini adalah akses menuju lokasi.

Bali masuk dalam daftar destinasi wisata favorit dunia yang dinyatakan mengalami overtourism. Salah satu fakta yang mencolok adalah macet parah di jalan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada akhir tahun lalu.

Tetapi, pemerintah RI dan Bali tidak sepakat. Mereka kompak menyebut kondisi itu disebabkan wisatawan yang tidak merata di Pulau Dewata. Turis-turis lebih menyukai pelesiran dan berwisata di kawasan Bali selatan, mulai dari Seminyak, Kuta, Legian, Jimbaran, Benoa, Nusa Dua, Uluwatu, hingga Pecatu.


Area itu memang lebih mudah dijangkau dari bandara. Hanya diperlukan waktu tempuh satu jam dari gerbang Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan berkendara.

Fasilitas juga lebih komplet. Banyak pilihan beach club, hotel, kafe, dll.

Nah, kini pemerintah sedang mengupayakan pemerataan wisata di Bali. Sejumlah pembangunan dikebut.

Destinasi wisata di bali utara diklaim tidak kalah dari Bali selatan. Di antaranya, Pantai Lovina dengan konservasi lumba-lumbanya, Handara Gate dengan gerbang eksotisnya, dan Desa Pemuteran dengan konservasi penyu dan karangnya.

Infografis wisata Bali utara 1Infografis wisata Bali utara 1 (infografis detikcom)

Tetapi, satu kelemahan Bali utara yang bikin wisatawan menomorduakan kawasan itu adalah jarak yang jauh dari bandara. Sudah begitu jalanan sempit.

“Tentu kita harapkan ada aksesibilitas yang lebih cepat. Sekarang kan sedang dibangun apa namanya tol yang sedang dalam proses Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi, nanti ini bisa mempercepat,” kata Gede Dody Sukma Aktiva Askara, kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, beberapa waktu lalu

“Kemudian untuk mempercepat aksesibilitas kita di Bali Utara juga dari sisi angkutan darat itu sudah dibangun jalan pintas dari Bedugul menuju kota Singaraja dalam kawasan Lovina. Jadi jalan yang berkelok itu sudah dipangkas-pangkas kelokannya, tikungan itu beberapa dipangkas dari 16 tikungan menjadi 5 tikungan dengan derajat yang landai. Nah ini akan terus sampai dengan ke bawah dibangun, mudah-mudahan berkelanjutan sehingga sampai Kota Singaraja penumpang tidak mabuk,” ujar Dody.

Andai rencana pemerintah dijalankan, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi akan dilanjutkan pada September 2024.

Ramai didatangi turis Eropa

Berbeda dengan kawasan Bali Selatan yang ramai hiburan, Bali utara lebih cenderung tenang dan berfokus kepada wisata konservasi. kegiatan hiking, diving dan planting pun menjadi andalan mereka untuk menarik turis ke sana.

Faktanya, wisata Bali Utara ternyata diminati oleh wisatawan Eropa. Dari tahun ke tahun, turis asing paling banyak datang dari Eropa.

“Paling banyak turis Eropa. Kalau yang tertinggi saat ini adalah dari Prancis. Selanjutnya diikuti turis China. Bulan ini saja jumlah turis Prancis 9.000, sedangkan turis China ada 6.000 orang,” kata Gede Dody

Angka itu diakui Dody sangat kecil jika dibandingkan dengan kedatangan turis asing ke Bali.

“Kalau kita bandingkan dengan kedatangan wisatawan melalui Bandara Ngurah Rai itu kita ada pada posisi 8%. Kemudian dari yang menginap Land of stay-nya itu rata-rata 2,5 persen saka,” kata dia.

Destinasi berwisata

Bali Utara punya banyak destinasi wisata ciamik yang ingin liburan seru. Mulai dari bawah lautnya yang memukau hingga desa wisatanya yang kaya.

1. Handara Gate, gerbang iknoik yang viral di media sosial

Handara Gate berada di Jln. Raya Singaraja-Denpasar, Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Bila ditempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai butuh waktu empat jam untuk ke sini.

Handara Gate yang ikonik ini begitu viral di media sosial. Saking ciamiknya foto di sana, sering kali netizen menyebutkan ‘Gate to the Heaven’ atau Gerbang Surga.

2. Desa Wisata Pemuteran

Banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Desa Pemuteran lho. Mulai dari snorkling hingga trekking.

Di desa ini terdapat konservasi terumbu karang yang pastinya membuat bawah lautnya menjadi cantik. Kamu yang suka snorkling cocok banget nih datang dan belajar tentang terumbu karang di sini.

Di desa ini juga ada Proyek Penyu, penangkaran penyu yang dikelola sebuah organisasi yang menggandeng masyarakat lokal. Telur-telur penyu yang didapatkan nelayan akan dikumpulkan di sini hingga dikembangbiakkan. Nanti setelah berumur 2-3 bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke laut.

Desa Pemuteran memiliki pantai berpasir hitam. Walau begitu, sore-sore di sini bersantai juga bisa jadi kegiatan seru.

3. Desa Les

Desa Les juga punya banyak aktivitas seru, mulai snorkling, hingga melihat penyulingan arak.

4. Pantai Lovina

Lumba-lumba di Pantai LovinaLumba-lumba di Pantai Lovina (aRifkianto Nugroho/detikcom)

Pantai Lovina dikenal sebagai tempat konservasi lumba-lumba liar. Adapun atraksi wisata yang ditawarkan adalah melihat kawanan lumba-lumba ini berenang di lautan.

Bila ditempuh dari Bandara i Gusti Ngurah Rai, butuh waktu sekitar 2,5-3 jam dengan jarak hampir 100 km dengan mobil menuju titik ini. detikcom pun beberapa waktu lalu berangkat dari Lovina Beach Club.

5. Air Terjun Banyumala

Banyak spot air terjun yang bisa didatangi di Bali Utara, dan salah satunya adalah Air terjun Banyumala. Destniasi ini berada di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Bila ditempuh dari Ubud hampir 2 jam berkendara motor. Dan bila ditempuh dari Pura Ulun Danu Beratan hanya 30 menit saja.

6. Pura Ulun Danu Bratan

Pura Ulun Danu di BaliPura Ulun Danu di Bali Foto: (Teguh Tofik Hidayat/d’Traveler)

Pura Ulun Danu merupakan salah satu pura yang populer di kalangan wisatawan di Bali. Pura ini berada di Danau Beratan, Tabanan. Bila ditempuh dari Ubud sekitar 50 menit perjalanan berkendara.

Adapun daya tarik dari pura ini adalah keindahan lokasi pura yang dikelilingi pegunungan dan danau. Serta lokasinya yang ada di dataran tinggi membuat udara di sini terasa sejuk di saat siang hari. Adapun tiket masuk ke pura yaitu Rp 40 ribu saat weekeday, Rp 50 ribu saat weekend.

7. Danau Buyan

Danau Buyan adalah salah satu danau terbesar di Bali. Terletak di dataran tinggi Bedugul, danau ini dikelilingi oleh hutan lebat dan barisan bukit, menciptakan latar belakang yang indah dan menyegarkan.

Catatan nih untuk traveler, tak cukup semalam atau dua malam saja berkunjung ke Bali Utara. Karena jarak tempat wisatanya cukup memakan waktu.

Namun, bila kamu ingin datang, dan merasakan semua keseruan di Bali Utara, setidaknya kamu bisa menginap satu minggu di sana. Tapi, bila hanya bisa satu malam atau 2 malam saja, traveler harus tentukan mau wisata apa.

Misalnya mau snorkling saja, bisa datang ke Desa Pemuteran atau Desa Les. Bila ingin melihat lumba-lumba, ke Pantai Lovina saja dan menginap di sekitar sana.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

Panduan Wisata dan Rute ke Taman Langit Pangalengan di Bandung


Jakarta

Wilayah Pangalengan, Bandung terkenal dengan panorama alamnya yang memukau. Ada satu destinasi wisata yang patut traveler datangi kalau berminat ke sana, yaitu Taman Langit Pangalengan.

Terletak di ketinggian 1.670 mdpl, objek wisata ini menyuguhkan panorama cantik sejauh mata memandang. Terlebih kamu bisa menyaksikan matahari terbit apabila bermalam di sana. Penasaran dengan Taman Langit Pangalengan? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Ada Apa Saja di Taman Langit Pangalengan?

Berikut daya tarik dan aktivitas seru yang dapat kamu lakukan di Taman Langit Pangalengan:


1. Panorama Mempesona

Tentunya pemandangan alam menawan merupakan daya tarik utama kawasan Taman Langit di Pangalengan ini. Letaknya yang berada di ketinggian, traveler bakal melihat panorama hijau perbatasan Bandung Selatan dan Garut Selatan sejauh mata memandang 360 derajat.

Di arah timur, kamu akan disuguhkan pemandangan wilayah Pangalengan, Situ Cileunca, dan deretan Gunung Wayang. Di selatan, pengunjung dapat menatap perbukitan perkebunan teh Cukul, pegunungan di Garut Selatan, dan garis Samudera Hindia di Laut Selatan.

Sementara di sisi utara, sebagian panorama Kota Bandung dan Pegunungan Bandung Utara bisa dilihat. Karena berada di ketinggian 1.670 mdpl juga, traveler dapat menyaksikan “samudera awan” jika beruntung.

Hamparan panoramanya yang menawan menjadikan Taman Langit Pangalengan objek wisata yang cocok banget untuk healing. Tak heran tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: Yuga Hassani/detikcom

2. Jembatan di Tengah Kebun Teh

Jembatan kayu memanjang jadi ikon di Taman Langit Pangalengan. Pasalnya, jembatan ini berada di tengah-tengah kebun teh hijau yang luas. Dengan latar belakang hamparan kebun teh, jembatan jadi spot foto favorit yang tak boleh dilewatkan para pengunjung yang datang.

Jika kedatanganmu bertepatan dengan munculnya “samudera awan’, traveler bisa banget berfoto dengan latar tersebut.

3. Tempat Berkemah

Taman Langit menyediakan camping ground atau area perkemahan di alam terbuka yang memukau ini. Sehingga traveler pun bisa menikmati pemandangan mempesona, baik di pagi, siang, maupun malam hari.

Kamu yang tertarik berkemah di sana bisa menghubungi pengelola kawasan Taman Langit Pangalengan. Terdapat variasi paket camping yang ditawarkan dengan fasilitas dan area kemah yang berbeda.

Selain dapat menikmati nuansa alamnya, traveler yang bermalam di sini akan sangat beruntung karena bisa menyaksikan matahari terbit yang menyapa di pagi hari.

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: dok. Instagram @tamanlangitpangalenganofficial

Lokasi dan Rute ke Taman Langit Pangalengan

Taman Langit Pangalengan terletak di Perkebunan Cukul, Kampung Puncak Mulya, Desa Sukaluyu, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Lokasinya dari pusat kota Bandung cukup jauh, sekitar 57 km dengan waktu tempuh kisaran 2 jam.

Traveler yang tertarik ke sini dapat menjangkau tempat wisata ini menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Mengutip catatan detikcom, transportasi dan rute ke Taman Langit Pangalengan yakni sebagai berikut:

1. Kendaraan Pribadi

Kamu yang menggunakan mobil atau motor sendiri dapat melalui Jalan Raya Situ Cileunca untuk menuju ke tempat wisata ini..

2. Transportasi Umum

Apabila menggunakan kendaraan umum, kamu bisa memilih transportasi dan rute:
– Bus dengan rute Pangalengan-Bandung dari terminal Leuwi Panjang
– Minibus atau elf dari terminal Tegal Lega.

Kamu yang menaiki kendaraan umum akan turun di pemberhentian akhir yaitu terminal Pangalengan.

3. Transportasi Online

Kalau memilih transportasi online, maka traveler bisa memesan langsung mobil atau ojek dari tempatmu berada untuk sampai langsung di Taman Langit Pangalengan.

Jam Buka Taman Langit Pangalengan

Kawasan wisata Taman Langit Pangalengan buka setiap hari. Kamu bisa datang kemari mulai dari jam 05.00-17.00 WIB. Sebaiknya datang sejak pagi agar tempat wisata belum terlalu ramai pengunjung.

Taman Langit PangalenganTaman Langit Pangalengan Foto: Yuga Hassani/detikcom

Tiket Masuk Taman Langit Pangalengan

Untuk masuk ke Taman Langit Pangalengan, kamu perlu membeli tiket seharga Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak. Apabila hendak berkemah maka tiket masuknya sebesar Rp 35.000.

Bagi yang membawa kendaraan pribadi, traveler perlu mengeluarkan tarif parkir sebesar Rp Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Jika camping maka tarif parkir yang dikenakan yaitu Rp 10.000 untuk motor dan Rp 20.000 untuk mobil.

Untuk kamu yang tertarik berkemah di Taman Langit Pangalengan, berikut harga paket yang disediakan pengelola, dikutip dari laman resminya:

  • Paket Camping Standar (untuk 4 orang): Rp 450.000 per hari
    Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, matras tipis, dan toilet bersama.
  • Paket Camping Medium (untuk 4 orang): Rp Rp 550.000 per hari
    Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, kayu bakar, tikar, dan toilet bersama.
  • Paket Sunrise Camping Deck (untuk 4 orang): Rp 650.000 per hari
    Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, kompor dan cooking set, kayu bakar, area private dek kayu, dan toilet bersama.
  • Paket Camping Private (untuk 4 orang): Rp 700.000 per hari.
    Fasilitas: tiket camping 4 orang, tenda, sleeping bag, lampu, colokan listrik, kasur busa, air mineral, tikar, area private dek kayu, dan toilet pribadi.

Tips Berkunjung ke Taman Langit Pangalengan

Sebelum traveler pergi ke Taman Langit, sebaiknya simak sejumlah tips berikut terlebih dahulu nih:

  • Sebaiknya tidak datang di hari libur karena akan ramai wisatawan
  • Datang saat cuaca cerah agar tidak kesulitan selama perjalanan
  • Menggunakan kendaraan roda dua karena akses jalan yang hanya muat satu mobil
  • Membawa bekal makanan dan minuman
  • Mengenakan pakaian hangat yang nyaman karena cuaca yang relatif dingin
  • Memakai alas kaki yang tidak licin
  • Berhati-hati saat berjalan di perkebunan teh
  • Tidak diperkenankan membuang sampah sembarangan
  • Membawa aksesoris untuk berfoto.

Nah, itu tadi panduan berwisata dan rute ke Taman Langit Pangalengan di Bandung. Jadi, kamu tertarik berkunjung ke sana nggak?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Mengenal Daerah Jatinegara, Asal Kakek Pemain Bola Eliano Reijnders



Jakarta

Eliano Reijnders sedang hangat dibicarakan karena akan menjadi pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia. Ternyata, kakek dari atlet ini orang Jatinegara, lho.

Darah Indonesia bisa dikatakan kental di tubuh Eliano Reijnders. Ibu Eliano, Angelina Syane Lekatompessy, lahir di Jakarta dan kakeknya lahir di Meester Cornelis atau saat ini dikenal Jatinegara.

Bicara tentang Jatinegara, banyak hal menarik yang bisa dijelajahi di sana. Apalagi traveler pecinta sejarah dan barang antik bisa memuaskan hasrat di sini.


detikcom telah merangkum nih, Kamis (19/9/2024) tempat menarik di Jatinegara alias kampungnya kakek Eliano, yang bisa kamu datangi.

1. Pasar Jatinegara atau Pasar Jembatan Item

Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. Berikut dua diantaranya.Di Pasar Jembatan Item Jatinegara dan Kebayoran Lama inilah lumayan sudah tersohor dan sellau jadi pilihan warga Ibu Kota berbelanja. Nggak semua barang bekas itu tak terpakai, ada juga kok barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi.Barang bekas tak selalu identik dengan sesuatu yang tak terpakai. Di Jakarta ada beberapa pasar loak yang cukup populer. (Agung Pambudhy/detikcom)

Traveler pecinta thrifting hingga barang antik bisa nih datang ke Pasar Jatinegara. Banyak benda-benda menarik yang bisa kamu buru lho. Tak hanya barang seconds, di sini juga menjual barang-barang baru kok.

Beragam barang yang bisa kamu temukan di sini, seperti HP, speaker, vacum cleaner, lukisan, kaset, uang kuno, jam tangan, hingga mainan anak.

Pasar barang bekas ini ada yang buka 24 jam, ada juga yang hanya sampai sore. Di sini tk hanya jualan di toko-toko saja, para pedagang juga banyak menggelar dagangannya di pinggir jalan.

2. Stasiun Jatinengara

PT KAI mengatur pola operasi KA jarak jauh keberangkatan dari Stasiun Gambir dengan akan diberhentikan di Stasiun Jatinegara meski tadinya tak berhenti di sana. (dok KAI)Stasiun Jatinegara (dok KAI)

Stasiun Jatinegara tidak sebatas rumah untuk kereta saja. Ada cerita sejarah menarik di sekitarnya, salah satunya stasiun ini adalah bangunan kedua. Bangunan pertama Stasiun Jatinegara berada 600 meter dari lokasi yang sekarang.

Dulu nama Stasiun Jatinegara yaitu Meester Cornelis. Daerah Meester Cornelis awalnya merupakan tanah milik seorang pemuka agama Kristen Bernama Cornelis van Senen. Setelah meninggal dunia pada 1661, para pengikutnya mengabadikan nama Meester (majikan) Cornelis sebagai nama wilayah bekas properti tanah milik mendiang. Ketika pendudukan Jepang, penamaan wilayah Meester Cornelis diganti menjadi Jatinegara.

Stasiun Jatinegara juga telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya yang terdaftar di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dengan nomor registrasi RNCB.19990112.02.000503 berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor: PM.13/PW.007/MKP/05 dan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 011/M/1999

3. Museum Benyamin Sueb

Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian.Taman Benyamin Sueb terletak di Jatinegara, Jakarta Timur. Taman ini untuk mengenang kiprah dan pengaruhnya Benyamin Sueb selama berkesenian. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Terdapat beberapa bangunan di Taman Benyamin Sueb, salah satunya adalah Museum Benyamin Sueb. Di dalam area museum, terdapat berbagai macam peninggalan dari Benyamin Sueb, mulai penghargaan-penghargaan, rilisan musik hingga beberapa wardrobe yang pernah dikenakan oleh Bang Ben.

Taman Benyamin Sueb dibuka untuk umum, jadi masyarakat yang ingin berkunjung ke tempat ini bisa datang di hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WIB untuk operasional museum.

Lokasi museum nggak jauh kok dari Jembatan Item. Kamu bisa jalan kaki ke sini setelah berburu barang antik.

4. Wisata religi

Di sekitar pasar Jatinegara, traveler bisa mengunjungi beberapa tempat ibadah. Sebit saja Vihara Avalokitesvara yang terletak di Jalan Jatinegara Timur dan vihara Amurva Bhumi yang terletak di kelurahan Balimester.

Berkeliling lagi, traveler bisa berkunjung ke Gereja Koinonia yang memiliki loteng dengan pemandangan ke 4 arah mata angin di bagian atasnya.

detikcom menyarankan traveler untuk mencoba walking tour sekitar Jatinegara biar semakin kenal dengan sejarah di sana. Banyak kok tur yang menawarkan keliling Jatinegara.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com

7 Gunung di Jawa Barat untuk Pendaki Pemula, Trek Landai-Panorama Cantik


Jakarta

Ada banyak gunung di Jawa Barat yang dapat traveler taklukan dengan pendakian. Beberapa di antaranya tergolong aman untuk pendaki pemula.

Gunung dengan medan pendakian landai dan tidak curam dapat dipilih pemula agar perjalanan tidak terlalu sulit. Gunung seperti ini juga cocok sebagai tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi dengan trek menantang. Lantas, apa saja gunung di Jabar yang aman bagi pendaki pemula?

Daftar Gunung Ramah Pemula di Jawa Barat

Gunung di Jawa Barat meliputi, Gunung Gede-Pangrango, Burangrang, hingga Kerenceng bisa dicoba untuk pemula. Berikut ulasannya sebagaimana dirangkum dari catatan detikcom.


1. Gunung Gede

Kabut tipis masih menghiasi Surken udara terasa dinginKabut tipis masih menghiasi Alun-alun Suryakencana, Gunung Gede. Foto: detik

Gunung Gede terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Secara administratif, lokasi taman nasional ini masuk ke tiga kabupaten Jawa Barat yaitu Bogor, Sukabumi, dan Cianjur.

Dengan ketinggian 2.958 mdpl, Gunung Gede jadi favorit pendaki pemula dengan treknya yang tidak curam dan panorama memukau yang disuguhkan di sepanjang jalurnya. Traveler bisa menemukan Telaga Biru dan air terjun.

Terdapat Alun-alun Suryakencana yang menandakan puncak Gunung Gede sudah dekat. Savana luas dengan taman edelweiss ini juga biasanya jadi lokasi kemah para pendaki.

2. Gunung Papandayan

Hutan mati gunung PapandayanHutan mati di Gunung Papandayan Foto: detik

Gunung yang berada di Garut ini menjulang setinggi 2.665 mdpl. Via jalur Cisurupan punya medan yang tidak terlalu sulit, jadi tergolong aman untuk pendaki pemula.

Sambil menyusuri Gunung Papandayan, traveler akan terkesima dengan keelokan panorama. Bakal ditemukan hutan mati, padang bunga abadi edelweis, sampai kawah dan pepohonan hijau.

Di balik keindahannya, Gunung Papandayan cukup aktif dan tercatat pernah beberapa kali erupsi. Setidaknya ribuan orang menjadi korban letusan dan terpaksa diungsikan ke tempat lebih aman.

3. Gunung Burangrang

gunungGunung Burangrang di Jawa Barat. Foto: (Bayu Krisna/d’Traveler)

Gunung Burangrang via Pangheotan memiliki trek cenderung ringan dan landai sehingga pendaki bisa menempuhnya dengan santai. Meski begitu, jalur yang dimulai dari Cikalong Wetan, Purwakarta ini kurang diminati karena membutuhkan waktu tempuh hingga lima jam.

Pemandangan alamnya yang asri begitu memanjakan mata. Ditambah saat sampai ke puncak gunung ini, traveler akan menyaksikan lanskap Kota Bandung dari ketinggian.

4. Gunung Pangrango

Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya.Lembah Mandalawangi seolah menyihir pendaki akan keindahan lanskapnya. Mandalawangi menjadi spot favorit Soe Hok Gie semasa hidupnya. Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Terletak bersebelahan dengan Gunung Gede dan masih masuk area TNGGP, gunung satu ini berdiri setinggi 3.019 mdpl. Dengan tingginya itu, Pangrango jadi gunung tertinggi kedua di Jawa Barat.

Traveler yang mendaki gunung ini akan melewati Lembah Mandalawangi sebelum mencapai puncak. Di sana tumbuh banyak bunga edelweis berukuran lebih besar dari biasanya. Lembah ini juga menjadi lokasi favorit Soe Hok Gie, aktivis sekaligus pencetus Mapala UI.

5. Gunung Guntur

Gunung Guntur Garut.Gunung Guntur Garut. Foto: Hakim Ghani

Gunung Guntur setinggi 2.249 mdpl di Garut termasuk ramah bagi pendaki pemula. Sepanjang treknya, lanskap elok dengan hamparan padang rumput dan ilalang bakal memanjakan mata traveler.

Sampai di puncak, pendaki akan menyaksikan panorama perkotaan dari ketinggian. Ditambah lampu kota Garut tampak memukau jelas saat malam hari.

Pada 19 Agustus lalu, Gunung Guntur mengalami kebakaran hebat di sekitar 230 hektare lahannya. Karena itu, traveler hendaknya tetap berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memantik percikan api.

6. Gunung Putri

Gunung Putri di Lembang, Jabar pas untuk liburan cuti bersamaGunung Putri di Lembang, Jawa Barat. Foto: Whisnu Pradana/detikTravel

Dengan ketinggian 1.587 mdpl, gunung yang berada di Lembang, Bandung ini aman bagi pemula dan waktu tempuhnya sekitar 30 menit saja. Gunung Putri juga cocok menjadi tempat pemanasan sebelum mendaki ke gunung yang lebih tinggi.

Sampai di puncak, traveler dapat mendirikan tenda di camping ground yang tersedia. Selama di sana, sunset dan sunrise mempesona bisa kamu saksikan. Bukan cuma itu, keindahan city light Bandung bakal melengkapi kegiatan kemahmu.

7. Gunung Kerenceng

Pesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng SumedangPesona Panorama 360 Derajat di Puncak Gunung Kerenceng Sumedang Foto: Nur Azis/detikJabar

Dengan trek cenderung pendek yang bisa ditempuh sekitar 2,5 jam jadi alasan Gunung Kerenceng diminati pendaki pemula. Walau begitu, medannya terbilang menantang karena jurang di sisi kanan-kiri yang perlu dilalui untuk tiba di puncak.

Dari puncak setinggi 1.754 mdpl, traveler bakal melihat lanskap Kota Sumedang, Gunung Ciremai, Gunung Cikuray, serta kawasan Cadas Pangeran. Namun, pendaki perlu berhati-hati dan antre saat ramai, lantaran area puncaknya hanya cukup untuk kapasitas 10 orang.

Nah, itu tadi sederet gunung di Jawa Barat yang aman untuk pendaki pemula. Apakah traveler pernah mendaki salah satu gunung di atas?

(azn/row)



Sumber : travel.detik.com

Masih Ingat 8 Tempat Wisata Indonesia yang Dulu Terkenal Ini?


Jakarta

Masih ingatkah detikers dengan sejumlah tempat wisata Indonesia yang dulunya terkenal? Misalnya di Bandung ada Kampung Gajah Wonderland, kemudian Snowbay Waterpark di TMII.

Ternyata sekarang nasibnya sudah berubah drastis, tempat-tempat ini sudah tutup, terbengkalai, dan ada yang sudah tak berbekas. Mana sajakah tempat wisata tersebut? Simak artikel ini untuk mengetahui kabar dari tempat-tempat tersebut.

8 Tempat Wisata yang Dulunya Terkenal

Berdasarkan catatan detikcom, berikut ini 8 tempat wisata yang dulunya terkenal tetapi kini sudah tak lagi beroperasi:


1. Snowbay Waterpark di TMII

Snowbay Waterpark TMIISnowbay Waterpark TMII. (Putu Intan/detikcom)

Bagi anak-anak yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, dulu mungkin senang mengunjungi Snowbay Waterpark yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Terlebih jika akhir pekan, pasti tempat ini ramai.

Tapi semenjak ada pandemi COVID-19, taman wisata air ini terpaksa berhenti beroperasi. Setelah dua tahun tutup, tempat wisata ini tak lagi dibuka dan kondisinya terbengkalai.

Pada Januari 2022 lalu, detikcom sempat mengunjungi lokasi dan ternyata tempat itu dalam proses pembangunan untuk dialihfungsikan menjadi gedung parkir dan fasilitas penunjang lain untuk TMII.

2. Kampung Gajah Wonderland

Kampung GajahKampung Gajah. (Whisnu Pradana/detikJabar)

Kampung Gajah Wonderland berada di Jalan Sersan Bajuri, RT 03/07, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat. Tempat ini memiliki berbagai wahana permainan dan taman rekreasi air yang menarik para wisatawan.

Tempat rekreasi ini dibuka pada 2009, tetapi umurnya hanya sampai 9 tahun. Sejak 2018, Kampung Gajah Wonderland terpaksa tutup karena pailit.

Kala itu, harga tiket masuknya Rp 15 ribu saat weekday dan Rp 20 ribu saat weekend. Pengunjung harus membayar lagi jika ingin naik wahana. Tapi ada juga tiket terusan yang dibanderol Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Harga tersebut termasuk mahal dibandingkan tempat wisata serupa lainnya.

Tim detikJabar sempat mengunjungi lokasi tersebut tahun lalu. Beberapa bangunannya masih berdiri kokoh, tetapi sudah tak ada lagi patung-patung gajah yang menjadi ikon.

Tempat patung gajah itu kini difungsikan sebagai tempat untuk menjual tanaman yang dijalankan oleh warga setempat.

3. Taman Remaja Surabaya

taman remaja surabayaTaman Remaja Surabaya. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)

Taman Remaja Surabaya (TRS) menjadi salah satu tempat rekreasi kebanggaan warga Surabaya. Tempat ini sangat merakyat karena harganya terjangkau. Pengunjung dapat menikmati sekitar 20 wahana permainan.

Namun taman hiburan yang berdiri sejak 1971 itu ditutup karena kontrak kerja sama dengan pengelola sudah habis. Sempat ditutup sejak 2018, lokasi TRS kini dialihfungsikan oleh Pemkot Surabaya menjadi tempat konser dengan kapasitas 35-40 ribu.

4. Taman Festival Bali

Taman Festival BaliTaman Festival Bali. (dok. denpasarkota.go.id)

Taman Festival Bali pada 1997 adalah tempat wisata populer di kawasan Denpasar. Dulu tempat ini megah dan selalu menjadi tujuan wisata bagi siapa saja yang datang ke Bali.

Namun tempat ini sudah lama tutup dan terbengkalai, sehingga terkesan angker. Kondisi ini ternyata membuat sebagian orang penasaran dengan Taman Festival Bali. Mereka ingin melihat kehororan di sana dan menjadikannya sebagai tempat uji nyali.

Lokasinya mudah di akses, karena terletak di tepi pantai Padang Galak, Kesiman, Kota Denpasar, Bali.

5. Depok Fantasi Waterpark

Depok Fantasi WaterparkDepok Fantasi Waterpark. (dok. Tiket.com)

Depok Fantasi Waterpark juga dikenal dengan nama Aladin Waterpark. Tempat wisata air ini sebetulnya menjadi pionir rekreasi di Kota Depok. Tapi sayang, tempat ini kabarnya tutup akibat pandemi COVID-19.

Kini tak ada lagi sisa bangunan waterpark tersebut di Jalan Boulevard Grand Depok City, Depok, sebab lokasinya sudah rata dengan tanah karena digunakan untuk kompleks perumahan.

6. Hotel Gantung Purwakarta

Hotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran AnyarHotel Gantung Purwakarta Skylodge Padjadjaran Anyar. (dok. Instagram @skylodge.indonesia)

Hotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar sempat viral hingga ke luar negeri karena tempat ini sangat unik. Hotel ini menggantung di tebing dengan ketinggian 500 mdpl atau 400 meter di atas tanah.

Untuk sampai ke hotel tersebut, pengunjung harus melalui tantangan, yaitu memanjat ke atas tebing melalui pijakan-pijakan yang telah dibuat, lalu meluncur dengan flying fox. Lokasinya berada di Gunung Parang, yaitu gunung batu andesit yang memiliki ketinggian 963 mdpl.

Namun hotel ini sudah tidak beroperasi sejak pandemi COVID-19. Tapi traveler juga bisa naik gunung atau panjat tebing di Gunung Parang.

7. Wonderia Semarang

Taman Wonderia SemarangTaman Wonderia Semarang. (Google Street View)

Taman atau wahana hiburan Wonderia adalah tempat wisata populer di Kota Semarang. Letaknya yang berada di jantung Kota Semarang pun membuatnya mudah ditemukan

Nahas, pada 15 November 2007, terjadi kecelakaan pada wahana permainan plane tower atau balon udara. Wahana tower plane tersebut jatuh dan mengakibatkan 16 orang luka-luka. Bahkan peristiwa serupa pernah terjadi pada Februari 2006.

Taman Wonderia Semarang itu kemudian ditutup pada 17 November 2007 hingga waktu yang tidak ditentukan. Ada kabar bahwa lokasi taman wisata Wonderia akan diubah menjadi hutan kota.

8. THR Sriwedari Solo

anjungan-anjungan di THR Sriwedari dibongkarTHR Sriwedari saat dibongkar. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Terakhir ada Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari di Solo. Tempat ini mirip dengan Taman Remaja Surabaya, yaitu taman hiburan dengan berbagai wahana anak.

Tak hanya permainan, THR Sriwedari juga menjadi tempat pementasan seni musik, mulai dari dangdut, lagu-lagu Koes Plus, hingga musik rock.

Tempat ini sangat populer karena berada di tengah kota dan terjangkau. Namun setelah 32 tahun beroperasi, tempat ini harus tutup karena kontrak pengelola dengan Pemkot Solo sudah habis.

THR Sriwedari kemudian diratakan dengan tanah untuk dijadikan masjid. Namun pembangunan masjid di Taman Sriwedari itu mangkrak karena masalah status kepemilikan tanah.

Itulah tadi 8 tempat wisata di berbagai daerah di Indonesia yang dulunya terkenal, tetapi kini sudah tutup, terbengkalai, bahkan sudah tidak berbekas.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Weekend di Denpasar, Mampirlah ke Kebun Tengah Kota yang Estetik Ini



Denpasar

Bron Cafe Renon bisa menjadi salah satu spot untuk jeda sejenak dari hiruk pikuk keramaian Kota Denpasar, Bali. Singgah ke sana, traveler dapat menikmati kebun di tengah kota yang cukup rimbun.

Denpasar dikenal sebagai surganya tempat hangout. Namun di tengah keramaian, ada nuansa tenang yang tersaji di Bron Cafe Renon.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Masuk ke tempat tersebut, traveler akan melewati gerbang khas bali dengan ornamen ukiran kayu. Masuk lebih dalam, traveler akan menemui nuansa rimbun dari pepohonan dan arsitektur tradisional yang mengakar. Berbagai ornamen kayu dan tembikar yang mendominasi berbagai ornamen kafe menambah kesan autentik.


“Jadi kalau untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep yang ramah lingkungan Itu sih yang kita ambil. Jadi kita mengambil konsep bata sama kayu digabung biar cocok juga sama konsep kita yang kebun tengah kota gitu,” ujar Marketing Bron Cafe Putri Hayatunnufus saat ditemui detikTravel, Jumat (8/11/2024).

Tak hanya itu, ada pula area kolam ikan dan jalan setapak di atas kolam. Itu membuat suasana asri semakin kuat. Setelah melewati area kolam, traveler akan tiba di area taman semi terbuka. Terdiri dari area rerumputan, pepohonan, hingga beberapa tempat duduk santai.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Dalam pantauan detikTravel, terdapat area outdoor hingga indoor di kafe tersebut. Karenanya, tempat itu layak digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti nongkrong hingga bekerja dari kafe atau work from cafe.

Berbagai tanaman pun menghiasi tempat ini. Terlihat banyak pohon kamboja hingga beberapa pohon pakis Brazil menjulang tinggi.

“Jadi untuk konsepnya sendiri itu kita mengambil konsep kebun tengah kota. Itu karena kita berada di tengah kota yang juga ramai, habis itu mungkin panas, terus juga sibuk lah. Jadi kita ngambil konsep itu agar tamu-tamu yang ke sini merasa fresh. Apalagi ada tanaman, Terus di sini kan juga adem jadi biar mereka bisa refreshing, biar mereka lupa hiruk pikuk kayak gimana,” jelas Putri.

Selain itu, kafe tersebut juga ramah dengan berbagai kebutuhan pengunjung. Mereka menerapkan kebijakan pet friendly dan child friendly. Terdapat playground yang dapat menjadi spot hiburan bagi pengunjung cilik.

Bron Cafe Denpasar, Bali.Bron Cafe Denpasar, Bali. (Weka Kanaka/detikcom)

Tak sekedar menjadi cafe dan taman di tengah kota, Bron Cafe Renon juga terbuka untuk berbagai kebutuhan pengunjung. Misalnya saja untuk kegiatan keluarga ataupun komunitas. Putri mengeklaim tempat itu dapat menampung sekitar 200 tamu sekaligus.

“Kalau untuk jadi pembedanya Kita ke Pet friendly karena kan jarang juga untuk cafe yang pet friendly. Juga service yang kita berikan sepenuh hati biar tamu juga merasa kangen. Terus ada banyak tempat yang bisa untuk coworking space Jadi kita ada tiga ruangan itu ruangan meeting juga bisa dipakai coworking space. Abis itu kalau mau ada Birthday, Intimate atau segala macam Itu bisa dipakai di sini,” tutur Putri.

Nantinya, Bron Cafe juga akan menjadi tuan rumah dari event Jelajah Lensa Bali yang diselenggarakan detikcom dengan berkolaborasi bersama Iqos pada Sabtu (9/11/2024). Dalam acara tersebut, traveler akan diajak menyelam lebih jauh tentang strategi membuat konten audio-visual yang menarik untuk sosial media.

Selain dapat nongkrong estetik, ilmu yang didapatkan dari pelatihan tersebut pun rasanya dapat langsung diterapkan di tempat itu. Jadi, tertarik berkunjung dan ikutan?

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Glamping di Pinggir Sungai Sentul, Cocok Buat LIburan Akhir Tahun


Jakarta

Akhir tahun jadi salah satu momen untuk liburan bersama keluarga dan orang tersayang. Ide liburan yang bisa detikers coba yaitu glamping di pinggir aliran sungai (glamping riverside).

Glamping di pinggir menawarkan pengalaman liburan yang unik, karena memadukan kenyamanan dan keindahan alam. Salah satu lokasi yang bisa dipilih adalah di kawasan Kabupaten.

Glamping Sentul Bogor

Salah satu tempat glamping riverside Sentul yang bisa dikunjungi adalah Landeuh Village Riverside Glamping & Cabin. Lokasinya ada di Kampung Wangun Landeuh, Karang Tengah, Kabupaten Bogor.


Landeuh Village eksis sejak 2022 Kawasan ini berdiri di lahan seluas 5.500 meter persegi.

Landeuh Village Riverside Glamping & CabinLandeuh Village Riverside Glamping & Cabin. (Syanti Mustika/detikcom)
Landeuh Village Riverside Glamping & CabinSuasana Landeuh Village Riverside Glamping & Cabin. (Syanti Mustika/detikcom)

Traveler akan mendapatkan pengalaman menginap di alam ala fasilitas hotel. Tidak hanya itu, kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang memukau dan aktivitas outdoor yang menyenangkan.

Tidak hanya area glamping saja, di sana pengunjung juga ada restoran, toilet, dan lahan parkir.

Landeuh Village Riverside Glamping & CabinFasilitas glampiig di Landeuh Village Riverside Glamping & Cabin. (Syanti Mustika/detikcom)

Akses

Landeuh Sentul beralamat di Jl. Bukit Sentul Gunung Pancar, Kampung Wangun Landeuh, Karang Tengah, Babakan Madang, Bogor. Di Google Maps, kamu bisa pilih titik Curug Leuwi Asih.

Dari Jakarta, perjalanan ke area perkemahan bisa ditempuh sekitar 80 menit.

Berdasarkan pengalaman detikTravel, jalan menuju lokasi perkemahan cukup kecil dan tidak terlalu mulus. Traveler akan melewati jalan menurun yang cukup terjal.

Oleh sebab itu, disarankan jika ke sini menggunakan kendaraan yang prima serta kemampuan mengemudi yang andal.

Harga Landeuh Village Riverside Glamping Cabin

Traveler bisa memilih paket glamping atau cabin. Dikutip dari akun instagram @landeuh_village, ada pilihan area reguler dan VIP untuk glamping.

Glamping (kapasitas 2-4 orang)

  • Reguler Rp 850.000 – 950.000 per malam.
  • VIP Rp 1.100.000 per malam.

Fasilitas:

  • Kasur busa 120 x 200 x 15 untuk paket VIP
  • Toilet private khusus VIP
  • Air kemasan
  • Pemanas air
  • Kipas angin
  • Perlengkapan makan
  • Rak gantung pakaian
  • Perlengkapan mandi
  • Teh, gula, dan kopi.

Cabin

Harganya cabin mulai dari Rp 1.400.000 (untuk 4 orang), dan Rp 3.500.000 (untuk 12 orang).

Fasilitas:

  • Handuk
  • Peralatan mandi
  • Peralatan masak
  • Peralatan makan
  • Mini kitchen lengkap dengan alat masaknya.

Tamu bisa check in mulai pukul 15.00 WIB dan check out pada pukul 12.00 atau 13.00 WIB.

Anak di bawah 5 tahun bisa free biaya (maksimal 2 orang). Sementara, anak di atas 5 tahun akan dikenai biaya tambahan Rp 50.000 dan Rp 100.000 untuk dewasa per orang.

Harga bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan pengelola. Terutama saat libur panjang dan akhir tahun.

Sebagai informasi, Landeuh Village tidak menerima tamu atau pasangan yang belum menikah yang ingin menginap berdua. Minuman keras dan binatang peliharaan juga dilarang dibawa ke area glamping.

Trekking Curug Leuwi Asih

Selain glamping, di dama traveler juga bisa mencoba trekking. Landeuh Village dikelilingi oleh beberapa curug dengan alur tracking. Salah satu curug yang bisa dimasuki secara gratis yaitu Curug Leuwi Asih.

“Bagi tamu yang menginap di Landeuh Village bisa masuk ke Curug Leuwi Asih secara gratis. Nanti bagi yang ingin ke sana akan kami berikan gelang akses,” kata Rinaldy, pengelola sekaligus pemilik dari Landeuh Village, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Untuk harga Trekking Curug Leuwi Asih yaitu Rp 100.000 per orang. Biaya sudah termasuk fasilitas seorang guide, tongkat, HTM ke destinasi wisata dan air mineral.

Jika ingin menginap di sini, traveler bisa booking via Instagram, Whatsapp, atau situs pembelian tiket online.

Gimana traveler, tertarik untuk menghabiskan liburan akhir tahun di sini?

(khq/row)



Sumber : travel.detik.com

8 Ide Museum Date di Jakarta, Bangun Suasana Romantis dan Seru


Jakarta

Museum date adalah konsep kencan di mana pasangan menghabiskan waktu bersama di museum. Mereka biasanya menjelajahi pameran seni, sains, sejarah, atau budaya.

Jakarta jadi salah satu kota yang sangat cocok untuk museum date. Selain memiliki banyak museum, museum di jakarta juga menawarkan suasana yang nyaman,sarat pengetahuan dan instagrammable.

Bagi detikers yang bingung mau liburan akhir tahun sama pangan ke mana? Kamu bisa pilih tempat-tempat ini untuk museum date.


Ide Museum Date di Jakarta

Dirangkum detikcom dari akun sosial media dan websitenya, berikut adalah beberapa rekomendasi museum yang bisa jadi pilihan museum date di Jakarta:

1. MoJa Museum

Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum.Libur panjang membuat warga beraktivitas di luar rumah, salah satunya dengan bermain sepatu roda di Moja Museum. (Rifkianto Nugroho)
  • Harga tiket masuk: Rp 125 ribu-240 ribu.
  • Lokasi: Gelora Bung Karno Sports Complex, Main Stadium, Zona Biru 8-9, RT.1/RW.3, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Setiap hari dari jam 11.00-19.30 WIB.

MOJA museum jadi salah satu museum terkenal di Jakarta yang interaktif dan instagrammable. Di sini, kamu bisa melihat banyak eksibisi seni interaktif.

Berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di MoJa museum di antaranya MoPaint (untuk kamu yang suka gambar), golf, atau RoJa yakni wahana roller skating (sepatu roda).

2. Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.Museum Sejarah Jakarta dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah. Museum Sejarah Jakarta terletak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat. (Tiara Rosana/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 2 ribu (pelajar), Rp 3 ribu (mahasiswa), dan Rp 5 ribu (dewasa).
  • Alamat: Jalan Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.

Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga museum Fatahillah, adalah bangunan yang jadi ikon di kawasan Kota Tua Jakarta. Dilansir Antara, museum ini memiliki koleksi sekitar 23.500 barang bersejarah, baik dalam bentuk benda asli maupun replika.

Dilansir laman Jakarta Tourism, dulunya, bangunan museum merupakan markas administrasi Perusahaan Hindia Timur, dan kemudian Pemerintah Belanda. Kebanyakan koleksi di museum ini terdiri dari peninggalan-peninggalan Belanda yang bermukim di Batavia sejak awal abad XVI.

3. Galeri Nasional Indonesia

Pengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/agrPengunjung mengamati karya seni instalasi dari medium logam alumunium karya Lini Natalini Widhiasi di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (6/9/2024). Pameran tunggal seni rupa bertajuk Infinity Yin Yang merupakan karya seni baru yang menunjukkan kekuatan eksplorasi sekaligus eksploitasi material, medium dan teknik yang berlangsung 4 September hingga 3 Oktober 2024. (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu (anak-anak), Rp 20 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Tim. No.14, RT.6/RW.1, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
  • Jam buka: Selasa-Sabtu dari jam 09.00-19.00 WIB.

Museum seni dan pusat pameran ini lokasinya ada di jantung kota Jakarta. Di sini kamu bisa menikmati ruang seni dan budaya, dengan beragam koleksi karya seni rupa.

Baik itu yang bersifat klasik maupun kontemporer dari seniman Indonesia maupun internasional. Galeri Nasional Indonesia cocok banget buat dijadikan ide museum date, karena banyak spot foto estetik dengan suasana yang tenang dan nyaman.

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik JakartaArea Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. (Weka Kanaka/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu-15 ribu (lokal), Rp 5 ribu (mahasiswa), Rp 50 ribu (wisatawan asing).
  • Alamat: Jl. Pos Kota No.2 9, RT.9/RW.7, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari jam 09.00 WIB – 15.00 WIB.

Sesuai namanya, museum ini menyimpan koleksi seni rupa dan keramik. Selain melihat koleksi, kamu dan pasangan date kamu juga bisa mengikuti workshop membuat gerabah atau keramik di sini lho.

5. Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara)

Museum MACANMuseum MACAN. (Chelsea Olivia/detikcom)
  • Harga tiket masuk: Rp 36 ribu-90 ribu.
  • Alamat: AKR Tower Level M, Jl. Panjang No.5, Kebon Jeruk, Kecamatan Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu dari 10.00-18.00 WIB.

Museum ini menyimpan berbagai karya seni modern dan kontemporer dari Indonesia dan luar negeri. Museum ini memang populer dikalangan pecinta seni dan anak muda.

Museum MACAN juga kerap menghadirkan pameran dan event kolaborasi dengan tema yang berbeda-beda.

6. Museum Nasional Indonesia

Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024).Museum Nasional Indonesia di malam hari pada Sabtu (26/10/2024). Foto: Weka Kanaka/detikcom
  • Harga tiket masuk: Rp 15 ribu (anak-anak), Rp 25 ribu (dewasa), Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat,
  • Jam buka:Selasa-Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Kompleks Museum Nasional berdiri di atas tanah seluas 26.500 meter persegi.Terdiri dari Gedung A digunakan untuk ruang pamer dan wahana Imersifa, dan Gedung B (Gedung Arca) untuk pameran, juga digunakan untuk laboratorium, ruang pameran temporer, area komersial, perpustakaan, dan kantor.

Dilansir laman resminya, sampai saat ini koleksi yang dikelola museum ini ada sekitar 190.000an. Benda-benda tersebut terdiri dari 7 jenis koleksi yakni prasejarah, arkeologi masa klasik, sejarah, numismatik dan heraldik, keramik, dan etnografi.

7. Museum Bank Indonesia (BI)

Pameran Rupiah Berkisah tentang TimurPameran Rupiah Berkisah tentang Timur. (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu per orang, gratis bagi pelajar/mahasiswa.
  • Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.3, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa-Minggu mulai dari jam 08.00-15.30 WIB.

Museum BI dulunya digunakan oleh De Javasche Bank, salah satu gedung dengan nilai sejarah yang tinggi. Lokasinya masih berada di kawasan Kota Tua.

Museum ini pertama kali dibuka pada tanggal 15 Desember 2006. Museum BI menyimpan berbagai koleksi numismatik dan arsitektur gedung.

8. Museum Wayang

Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia.Museum Wayang di Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi liburan edukasi. Di sini, Anda dapat melihat beragam koleksi wayang dari seluruh Indonesia. (Muhammad Lugas Pribady)
  • Harga tiket masuk: Rp 5 ribu (anak-anak dan pelajar/mahasiswa), Rp 10 ribu (dewasa), dan Rp 50 ribu (WNA).
  • Alamat: Jalan Pintu Besar Utara No.27 Pinangsia, RT.3/RW.6, Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat.
  • Jam buka: Selasa – Minggu dari jam 09.00-15.00 WIB.

Museum Wayang banyak memamerkan dan melestarikan warisan seni budaya pertunjukan boneka tradisional indonesia. Koleksinya meliputi wayang golek, wayang kulit, serta beberapa koleksi wayang dari daerah serta negara lain.

Tips untuk Museum Date

  • Ketahui tanggal dan waktu buka museum.
  • Pakai outfit terbaikmu, jangan lupa juga pilih yang nyaman.
  • Abadikan momen dengan berfoto di spot-spot menarik dan Instagramable.
  • Bangun obrolan dengan membahas topik seputar koleksi menarik atau karya seni di museum tersebut.

Itu tadi beberapa pilihan tempat untuk ide museum date di Jakarta yang bisa dikunjungi. Selain menawarkan suasana yang lebih santai dan estetis, date di museum juga sangat bernuansa romantis.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

11 Wisata Terkenal yang Kini Terbengkalai dan Tinggal Nama


Jakarta

Sejumlah tempat wisata ternama di Indonesia mengalami nasib buruk karena tak lagi eksis. Padahal dahulunya, tempat tersebut ramai dikunjungi dan menjadi favorit banyak orang.

Mau tahu mana saja tempat wisata tersebut? Simak artikel ini untuk mengetahuinya. Ada tempat wisata yang terbengkalai tak terurus, beralih fungsi, jadi tempat uji nyali, dan ada yang tinggal nama.

Tempat Wisata Terkenal yang Tak Eksis Lagi

Dirangkum dari artikel detikcom, berikut ini 11 tempat wisata yang dulunya terkenal tetapi tak eksis lagi:


1. THR Sriwedari, Solo

THR SriwedariTHR Sriwedari tahun 2017. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Bagi warga Solo dan sekitarnya, pasti tak asing lagi dengan THR Sriwedari. THR atau Taman Hiburan Rakyat menawarkan berbagai hiburan dengan harga merakyat.

Banyak wahana permainan anak yang seru. THR Sriwedari juga menjadi tempat pementasan seni musik, mulai dari dangdut, lagu-lagu Koes Plus, hingga musik rock.

Namun sejak akhir 2017, THR Sriwedari dibongkar dan rata dengan tanah karena lokasi tersebut dijadikan masjid. Namun pembangunan masjid di Taman Sriwedari itu mangkrak karena masalah status kepemilikan tanah.

2. Hotel Berhantu Bedugul, Bali

Hotel Bedugul Taman Rekreasi Hotel & Resort, di Bali, IndonesiaHotel Bedugul Taman Rekreasi Hotel & Resort, di Bali, Indonesia. (Getty Images/iStockphoto/Aleksandr Golubev)

Kedua adalah hotel di Bedugul, Bali yang dulunya digadang-gadang bakal menjadi hotel mewah. Namun hal itu tak pernah terjadi karena pembangunannya dihentikan sebelum hotel dibuka.

Sejak 1990-an, bangunan dibiarkan begitu saja. Tak jelas siapa sosok pemilik hotel tersebut. Ada yang menyebut pemiliknya adalah keluarga Cendana, ada juga yang bilang dimiliki orang China tapi kehabisan modal.

Keberadaan hotel ini tetap menarik perhatian hingga ada media asing yang menyorotinya. Banyak yang mengatakan hotel tersebut berhantu. Hotel yang dimaksud adalah Taman Rekreasi Hotel & Resort di Kecamatan Baturiti.

Misteri yang menyelubungi bangunan mewah ini, tidak mengurangi minat masyarakat. Warganet justru menjadikan hotel tetap eksis di Google Maps. Banyak yang memberi ulasan, seakan-akan menginap di hotel tersebut dan mendapatkan pelayanan baik.

3. Jiwangga Resto, Sleman

Penampakan Jiwangga Resto destinasi kuliner di Sleman yang kini terbengkalai dan disebut angker.Foto diambil Kamis (31/3/2022).Penampakan Jiwangga Resto destinasi kuliner di Sleman yang kini terbengkalai dan disebut angker. Foto diambil pada Kamis (31/3/2022). (Jauh Hari Wawan S/detikJateng).

Jiwangga Resto di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dulu menjadi tempat wisata kuliner yang terkenal. Tapi kini terbengkalai dan banyak cerita horor mengenai tempat ini.

Dilansir dari detikJateng, bangunan restoran ini berkonsep kerajaan Majapahit, yang didominasi batu bata, ornamen ukiran kayu, dan bernuansa Hindu. Kini bangunan itu tertutupi tumbuhan liar yang tinggi.

Karena lama kosong, banyak orang yang bercerita mengenai penampakan sosok gaib. Ada yang pernah melihat ular raksasa, ada pula yang melihat sosok wanita yang disebut-sebut sebagai kuntilanak.

4. Wisata Banyu Nget, Trenggalek

Wanawisata Banyu Nget TrenggalekAir terjun Urang Kambu yang ikonik di Wanawisata Banyu Nget, Trenggalek. (Adhar Muttaqin)

Tahun 2017 lalu, wanawisata Banyu Nget di Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo, Trenggalek dibuka dan sempat menjadi viral karena memiliki banyak daya tarik. Misalnya air terjun Urang Kambu, mandi air hangat, jembatan kangen, hingga sepeda udara.

Tempat wisata ini hanya berumur 7 tahun hingga akhirnya tutup. Penutupan diduga karena merosotnya tingkat kunjungan wisatawan. Salah satu penyebabnya berkaitan dengan jalur wisata yang pindah ke jalur Pansela Trenggalek-Tulungagung yang baru dibuka.

Pada Agustus 2024, detikJatim sempat melihat sendiri kondisi wisata Banyu Nget. Tampak gapura masuk masih berdiri kokoh, sementara pos penjagaannya tampak kosong. Akses jalannya banyak ditumbuhi semak-semak.

5. Snowbay Waterpark di TMII

Snowbay Waterpark TMIISnowbay Waterpark TMII sebelum berubah fungsi. (Putu Intan/detikcom)

Snowbay Waterpark yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dulu menjadi idola anak-anak yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Terlebih jika akhir pekan, pasti tempat ini ramai.

Semenjak ada pandemi COVID-19, taman wisata air ini terpaksa berhenti beroperasi. Dua tahun tutup, tempat wisata ini tak dibuka kembali dan kondisinya terbengkalai.

detikcom sempat mengunjungi lokasi pada Januari 2022 dan ternyata tempat itu dalam proses pembangunan untuk dialihfungsikan menjadi gedung parkir dan fasilitas penunjang lain untuk TMII.

6. Taman Remaja Surabaya

Taman Remaja Surabaya dan THRTaman Remaja Surabaya dan THR. (Esti Widiyana)

Taman Remaja Surabaya (TRS) mirip dengan THR Sriwedari. Tempat ini menjadi salah satu objek wisata kebanggaan warga Surabaya. Tempat ini sangat merakyat karena harganya terjangkau. Pengunjung dapat menikmati sekitar 20 wahana permainan.

Berdiri sejak 1971, TRS harus tutup karena kontrak kerja sama dengan pengelola sudah habis. Sempat ditutup sejak 2018, lokasi TRS kini dialihfungsikan oleh Pemkot Surabaya menjadi tempat konser dengan kapasitas 35-40 ribu.

7. Taman Festival Bali

Taman Festival BaliTaman Festival Bali. (dok denpasarkota.go.id)

Taman Festival Bali adalah tempat wisata populer di kawasan Denpasar sekitar 1997. Dulu tempat ini megah dan menjadi tempat tujuan bagi wisatawan yang datang ke Bali.

Tempat ini sudah lama tutup dan menjadi terbengkalai, sehingga kesannya angker. Namun kondisi ini membuat sebagian orang penasaran dengan Taman Festival Bali. Mereka ingin melihat suasana angker di sana dan menjadikannya sebagai tempat uji nyali.

Lokasinya mudah di akses, karena terletak di tepi pantai Padang Galak, Kesiman, Kota Denpasar, Bali.

8. Kampung Gajah Wonderland

Jejak Kejayaan Wisata Kampung Gajah di Utara Bandung.Jejak Kejayaan Wisata Kampung Gajah di Utara Bandung. (Whisnu Pradana)

Kampung Gajah Wonderland memiliki berbagai wahana permainan dan taman rekreasi air yang menarik para wisatawan. Lokasinya di Jalan Sersan Bajuri, RT 03/07, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat.

Dibuka pada 2009, Kampung Gajah Wonderland hanya berusia sampai 9 tahun. Sejak 2018, Kampung Gajah Wonderland terpaksa tutup karena pailit.

Saat masih buka, harga tiket masuknya Rp 15 ribu saat weekday dan Rp 20 ribu saat weekend. Pengunjung harus membayar lagi jika ingin naik wahana. Tapi ada juga tiket terusan yang dihargai Rp 200 ribu hingga Rp 250 ribu. Harga tersebut termasuk mahal dibandingkan tempat wisata serupa lainnya.

Tim detikJabar sempat berkunjung ke lokasi tersebut pada 2023. Beberapa bangunannya masih berdiri kokoh, tetapi sudah tak terlihat lagi patung-patung gajah yang menjadi ikon. Tempat patung gajah itu telah difungsikan sebagai tempat untuk menjual tanaman yang dijalankan oleh warga setempat.

9. Depok Fantasi Waterpark

Depok Fantasi Waterpark atau Aladin Waterpark sebetulnya merupakan pionir rekreasi air di Kota Depok. Tapi sayang, tempat ini kabarnya tutup akibat pandemi COVID-19.

Bangunan waterpark tersebut sudah tak tersisa lagi. Lokasinya yang berada di Jalan Boulevard Grand Depok City, Depok, sudah berubah menjadi kompleks perumahan.

10. Hotel Gantung Purwakarta

Hotel Gantung Purwakarta atau Skylodge Padjadjaran Anyar terkenal hingga ke luar negeri karena sangat unik. Hotel ini menggantung di tebing dengan ketinggian 500 mdpl atau 400 meter di atas tanah.

Akses menuju ke hotel itu penuh tantangan, yaitu pengunjung harus memanjat ke atas tebing melalui pijakan-pijakan yang telah dibuat, lalu meluncur dengan flying fox. Lokasinya berada di Gunung Parang, yaitu gunung batu andesit yang memiliki ketinggian 963 mdpl.

Namun hotel ini sudah tidak beroperasi sejak pandemi COVID-19. Tapi traveler masih bisa naik gunung atau melakukan panjat tebing di Gunung Parang.

11. Wonderia Semarang

Taman atau wahana hiburan Wonderia adalah tempat wisata dulu populer di Kota Semarang. Letaknya yang berada di pusat Kota Semarang membuatnya mudah ditemukan.

Nahas, pada 15 November 2007, terjadi kecelakaan pada wahana permainan plane tower atau balon udara yang mengakibatkan 16 orang luka-luka. Bahkan peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya pada Februari 2006.

Taman Wonderia Semarang itu kemudian ditutup pada 17 November 2007 sampai waktu yang tidak ditentukan. Ada kabar yang mengatakan bahwa lokasi taman wisata Wonderia akan dijadikan hutan kota.

Jejak wisata terkenal yang terbengkalai ini umumnya masih bisa dilihat masyarakat. Sebagian masih utuh meski tidak terawat, namun ada juga yang mulai berubah fungsi sesuai kebijakan pengelola.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com